Posts tagged ‘Yoshiyuki Tomino’

19/08/2016

Mobile Suit Gundam I (Movie)

Aku menyempatkan diri menonton bagian pertama dari trilogi film layar lebar Mobile Suit Gundam atau Kidou Senshi Gundam yang orisinil beberapa waktu lalu. Seperti banyak hal lain dari seri Gundam, aku sudah lama tahu tentang trilogi film layar lebar ini, cuma baru sekarang berkesempatan melihatnya.

Trilogi ini pada dasarnya merupakan kompilasi dari versi seri TV-nya yang berjumlah 43 episode. Ada beberapa penyesuaian di sisi cerita. Tapi lebih lanjut soal itu akan aku bahas nanti.

Untuk yang belum tahu, kalian bisa menonton ini gratis lewat saluran Gundam.info dengan teks bahasa Inggris sampai tanggal 21 September nanti. Kualitas videonya termasuk lumayan, walau tentu saja kalian perlu ingat ini dibuatnya di tahun 1981, dengan footage asli yang dibuat bahkan sebelum 1979. Tapi kualitas audionya di luar dugaan termasuk benar-benar masih bagus.

Sutradaranya, tentu saja, adalah Tomino Yoshiyuki. Desain karakternya dibuat oleh Yasuhiko Yoshikzazu. Desain mekanik dibuat oleh Okawara Kunio. Lalu musik ditangani oleh Watanabe Takeo dan Matsuyama Yuji.

Di Mana Mereka Hidup… dan Mati

Aku tak akan terlalu membahas soal cerita, berhubung rasanya, aku sudah berulangkali melakukannya.

Adaptasi layar lebar dari seri Gundam yang paling pertama ini intinya mengetengahkan perjalanan Amuro Ray dan teman-teman barunya dalam melarikan diri dari pasukan Zeon menggunakan kapal induk baru buatan Federasi Bumi, White Base. Ceritanya berlatar di masa depan tahun 0079 Universal Century, ketika sebagian besar umat manusia telah berpindah dari Bumi ke struktur-struktur raksasa koloni luar angkasa buatan manusia. Demi melindungi teman-temannya dalam perjalanan dari koloni luar angkasa Side 7 ke Bumi, Amuro menggunakan senjata baru Federasi, sebuah mobile suit bernama Gundam, yang dibuat oleh ayahnya dan ternyata memiliki kemampuan luar biasa.

Cerita bagian pertama dari trilogi ini memaparkan awal penyerangan komandan handal Char Aznable beserta anak-anak buahnya ke Side 7. Ini berlanjut ke upaya pelarian White Base yang telah kehilangan sebagian besar awak aslinya dan kini lebih banyak dikemudikan penduduk sipil ke markas luar angkasa Luna II. Ini kemudian diikuti melencengnya rute re-entry atmosfer yang dilakukan White Base, dari yang tadinya mau ke Jaburo, markas besar Federasi di Amerika Selatan, malah jadi ke sekitar Amerika Utara. Lalu konflik White Base dengan Garma Zabi, putra bungsu pemimpin Zeon, Degwin Sodo Zabi, yang sebenarnya diatur oleh Char. Lalu reuni Amuro dengan ibunya. Kemudian baru diakhiri lewat pertemuan Amuro yang telah kelelahan fisik dan mental dengan lawan mereka yang baru, perwira Zeon handal bernama Ranba Ral, di tengah amukan badai petir yang baru kali pertama mereka lihat.

Sebagai orang yang pernah melihat film-film kompilasi yang dibuat Tomino-san (dan telah terbiasa dengan tempo ceritanya yang luar biasa cepat), aku terkesima dengan kenormalan tempo cerita di film ini. Masih terbilang cepat sih. Tapi anehnya, tidak terasa cepat gila-gilaan seperti dalam film-film kompilasi beliau yang lebih belakangan. Mungkin juga karena durasinya yang mendekati hampir dua setengah jam, film ini tak terasa terlalu cepat ataupun terburu-buru.

Agak susah sih menjelaskannya. Tapi intinya, pengaturan temponya bagus.

Aku pernah melihat beberapa episode dari seri TV aslinya. Garis besar perkembangan ceritanya tetap sama. Tapi memang ada feel berbeda yang berusaha dibidik dari trilogi ini, yang belakangan kemudian kita kenal sebagai nuansa real robot.

Intinya, adegan-adegan aksinya masih terbilang seru. Tapi hal-hal yang membuatku terkesima sampai mengangkat alis seperti di seri TV-nya sudah tak ada. Di trilogi ini, hal-hal seperti bola berantai Gundam Hammer, perlengkapan G-Armor, dan beam saber yang bisa diubah menjadi beam javelin sudah dihilangkan. Di atas kertas, aku mengerti hal-hal tersebut dihilangkan karena masih terlalu berbau super robot. Lalu aku juga mengerti bahwa teknologi MS yang tampil dalam trilogi ini adalah apa yang dijadikan acuan dalam seri-seri Gundam berikutnya. Tapi di sisi lain, aku juga akhirnya jadi mengerti bagaimana ada orang-orang yang sempat kecewa dengan trilogi ini, dan lebih memilih seri TV aslinya.

Soalnya… gimana ya?

Aku ingat jelas bagaimana aku merasa ada begitu banyak hal gila yang Amuro lakukan dengan Gundam di seri TV-nya. Ibarat Rambo, meski hanya seorang diri, dia melakukan banyak hal yang belum pernah orang lain lakukan menggunakan MS gitu. Dia lincah lari ke mana-mana, menembak-nembak banyak musuh kayak karakter utama di game FPS, hampir enggak mempan oleh tembakan-tembakan, melakukan adegan-adegan laga yang susah dipercaya, dan berakhir jadi satu-satunya yang tersisa. Tapi di film layar lebar ini, hal tersebut dikurangi. Sisi kemanusiaan Amuro dalam menghadapi lawan-lawannya lebih ditonjolkan. Diperlihatkan bagaimana stres dan kelelahan karena membunuh orang terus menggerogotinya. Walau memang berkat performa Gundam yang sedemikian berbedanya dari MS Zaku dan pesawat-pesawat milik Zeon, Amuro tetap berakhir imba.

Bicara soal mecha, karena aspek aksinya yang agak dikurangi dibandingkan karakterisasinya, robot-robot di seri ini masih tampil menonjol, tapi tak semenonjol di seri TV-nya.

Zaku II merah milik Char, yang memiliki kecepatan tiga kali di atas kecepatan Zaku normal, mendapat porsi sorotan lumayan banyak. Ada beberapa kali ia beradu dengan Gundam, dan dengan kehandalan Char, ia menjadi lawan yang benar-benar setara. Aku suka dengan bagaimana saat Char menyadari sebagian besar senjatanya (senapan mesin dan heat hawk) tak mempan terhadap Gundam, ia jadi lebih banyak memakai serangan fisik. (Untuk kalian yang pernah menonton Gundam Unicorn, kalian bisa melihat ada banyak kemiripan adegan antara pertempuran Amuro melawan Char dengan pertempuran Banagher melawan Full Frontal.)

Guncannon yang dikemudikan Kai Shiden dan Guntank yang dikemudikan bersama oleh Ryu Jose dan Hayato Kobayashi juga masih berperan. Kedua MS tersebut mendapat peran penting dalam melindungi White Base seiring berpindahnya latar cerita ke Bumi. Tapi karakter-karakter yang mengemudikan mereka belum begitu banyak disorot, karena fokus cerita yang masih lebih banyak dilihat dari sudut pandang Amuro.

MS biru Gouf, yang digunakan oleh Ranba Ral, masih menjadi lawan yang lebih dari sepadan bagi Gundam dengan senjata cambuk listriknya. Ral beserta istrinya, Crowley Hamon, memang baru tampil sebentar di film ini. Mereka baru lebih banyak disorot dalam film yang berikutnya.

Bicara soal Gundam sendiri, di sini MS ini lebih diperlihatkan betapa kebalnya ia terhadap persenjataan lawan. Gundam diperlihatkan punya fitur-fitur lain yang tak dimiliki MS lain sebelumnya. Tapi dibandingkan di seri TV-nya, armamennya memang lebih terbatas, mencakup hanya beam rifle, beam saber, serta Hyper Bazooka.

Ketiga MS buatan Federasi Bumi juga menonjolkan desain baru di mana kokpitnya terbentuk dari pesawat tempur Core Fighter. Lalu di samping desain White Base sendiri, itu jadi aspek keren menonjol yang dimiliki seri ini pada masanya.

Musnahnya Separuh Populasi Umat Manusia

Bicara soal teknisnya, terlepas dari animasinya yang sudah berusia, kalau kalian melihatnya sendiri, mungkin kalian bakal sadar. Ada sesuatu yang istimewa tentang Kidou Senshi Gundam. Tapi ini bukan sesuatu yang bisa kelihatan kalau cuma mengikuti seri-seri sekuelnya. Ada… sesuatu tentang seri ini—khusus tentang seri yang ini—yang benar-benar bisa menarikmu gitu.

Susah menjelaskannya.

Mungkin juga berkat art direction Nakamura Mitsuki, ada banyak visual berkesan di dalamnya. Lalu ini yang kubayangkan pasti telah sedemikian memicu imajinasi orang-orang yang menontonnya di masa lalu. Mulai dari narasi pembuka yang menggambarkan jatuhnya koloni luar angkasa raksasa ke Bumi, adegan jebolnya dinding Side 7 oleh ledakan reaktor MS, rombongan orang mengungsi di dalam bunker, atau pemandangan White Base di latar senja saat meninggalkan ibu Amuro yang berlutut dalam kesedihan. Seriusan, ada banyak adegan di dalamnya yang kalau diperhatikan, benar-benar berkesan.

Mungkin juga itu berkat karakterisasinya. Aku mengerti sekarang soal kenapa ada yang menganggap awak-awak kapal di White Base jauh lebih berkesan ketimbang yang di sekuel-sekuelnya. Ada fokus ke karakterisasi yang kebagusannya bahkan tak kutemui dalam karya-karya Tomino-san yang lebih ke sini.

Bright Noa adalah letnan muda yang menjadi kapten sementara dari White Base. Ia disinggung masih berusia sangat muda (seperti remaja usia akhir), berhubung betapa banyaknya orang dewasa yang sudah tewas dalam Perang Satu Tahun yang di masa itu tengah berlangsung. Bright, yang sudah terbentuk oleh pendidikan militer yang diterimanya, menunjukkan sikap pragmatis di hadapan Amuro berkenaan kepemilikannya atas Gundam. Lalu di awal cerita, hal inilah memicu konflik antara keduanya.

Selain Bright, orang militer yang masih tersisa paling adalah Ryu Jose, seorang pilot dalam pelatihan. Menggunakan Core Fighter, ia banyak membantu Amuro.

Lalu selain Amuro, warga sipil lain yang kemudian direkrut jadi bagian dari militer meliputi:

  • Mirai Yashima, seorang pilot muda yang merupakan putri dari suatu keluarga penerbang. Mirai yang kemudian memegang kemudi atas nahkoda White Base dan menjadi salah satu harapan lain para awaknya untuk selamat.
  • Sayla Mass, murid sekolah medis dengan pribadi proaktif. Dirinya menyimpan rahasia besar sesudah menyadari bahwa Char Aznable ternyata adalah kakak kandungnya yang telah lama hilang. (Seudah melihat sendiri seri ini, aku jadi bisa memaklumi pengharapan sebagian penggemar yang mengharapkan Sayla yang tetap jadi love interest-nya Amuro.)
  • Kai Shiden, seorang remaja sok yang awalnya membuat sebal semua orang dengan sikapnya.
  • Hayato Kobayashi, salah satu teman lama Amuro yang berbadan pendek tapi juga tak terlalu dekat dengannya juga.
  • Frau Bow, teman masa kecil Amuro yang memperhatikannya dari awal sampai akhir. Berkat kata-kata Amuro, Frau menjelma menjadi sosok gadis yang kuat sesudah ia tiba-tiba kehilangan seluruh anggota keluarganya. Lalu karena itu pula ia sedemikian berusaha mendukung Amuro dalam pergulatan batinnya selama memiloti Gundam.

Selebihnya, Char benar-benar ditampilkan sebagai lawan mengerikan dengan kemampuannya untuk berpikir sekian langkah lebih jauh dari orang lain. Urusan logistik menjadi sesuatu yang secara menarik disorot di seri ini, yang di pihak Federasi ditampilkan lewat karakter Matilda Ajan, yang mendukung White Base dengan barang-barang kebutuhan hidup dan menjadi sumber kekaguman Amuro. Matilda juga yang di versi cerita ini membawa kabar tentang desas-desus tentang teori Newtype yang di seri TV aslinya dimunculkan dengan agak tiba-tiba. Lalu para karakter antagonis sukses ditampilkan secara simpatik, khususnya lewat pemaparan hubungan Garma Zabi dengan Icelina Eschonbach yang mencintainya.

Rasanya aneh aku bicara begini. Tapi terus terang aku juga jadi sedikit merasa kalau yang sebenarnya paling mempengaruhi seri-seri Gundam modern sebenarnya bukanlah Kidou Senshi Gundam yang orisinil, melainkan sekuel-sekuel awalnya. Khususnya, Zeta Gundam dan Gundam ZZ. Walau memang berstatus sebagai cerita awalnya, Kidou Senshi Gundam memiliki nuansa yang benar-benar berbeda sendiri. Segala sesuatunya, baik itu MS, kapal induk, atau dunianya, terasa sedemikian besar. Lalu para karakternya juga kayak bisa lebih berdiri sendiri.

Mungkin tema cerita Kidou Senshi Gundam memang takkan pernah basi.

Sekali lagi, audionya benar-benar bagus. Tak ada lagu yang mencolok sih. Tapi penataan segala sesuatu terkait suaranya benar-benar berkesan.

Teks terjemahan bahasa Inggrisnya juga bagus, cuma sayang masih ada banyak istilahnya yang kurang terasa up to date (Jaburo ditulis sebagai Jabrow, misalnya. Lalu daripada Principality of Zeon, mereka disebutnya Duchy of Zeon).

Akhir pekan nanti mau kusempatkan melihat kelanjutannya.

Iklan
29/05/2015

Gundam: Reconguista in G

Agak susah mengulas Gundam: G no Reconguista (‘reconguista’ diambil dari kata bahasa Spanyol ‘reconquista’, dengan ‘G’ di sini katanya berarti ground atau tanah).

Alasan pertama: pemaparan ceritanya rumit. Jumlah tokohnya banyak, dengan hubungan di antara mereka yang sering berubah. Ditambah lagi, perkembangan ceritanya enggak selalu ditampilkan. Apa yang terjadi kadang hanya disiratkan melalui adegan-adegan percakapan antar karakternya. Lalu adegan-adegan percakapan ini lucunya kadang enggak selalu ‘nyambung.’ Seakan para karakternya juga enggak benar-benar nangkep soal apa yang sedang terjadi.

Alasan kedua: bias nostalgia terhadap anime-anime mecha 80an.

Soalnya—gimana bilangnya ya?—alasan nostalgia ini ada, dan kenapa seri ini menarik perhatian di awal, adalah karena seri ini menandai kembalinya sang pencipta Gundam, Tomino Yoshiyuki, ke kursi sutradara semenjak trilogi movie Zeta Gundam: A New Translation dibuat di tahun 2005. Apalagi mengingat cerita yang diangkat di sini adalah konsep yang sama sekali baru.

Proyek ini semula cuma dikenal dengan nama kode G-Reko, dan sudah menarik perhatian penggemar sejak diumumkan konsepnya tahun 2007. Ada rumor kalau semula, proyek ini awalnya bahkan tak dimaksudkan menjadi sebuah seri Gundam (mungkin kayak gimana Kamen Rider Hibiki semula enggak dimaksudkan buat menjadi sebuah seri Kamen Rider). Sehingga jadinya agak susah memastikan batasan-batasan ide asalnya sebenarnya sejauh mana.

Konon ada… berbagai isu di proses produksinya juga. Ini paling kelihatan dengan bagaimana animasi pembuka pertama di seri ini kayak dibuat seolah kayak ‘tempel sana, tempel sini’ (padahal lagu ‘Blazing’ yang GARNiDELiA bawakan terbilang lumayan). Sementara hal-hal lainnya seperti animasi penutup dan sesi terpotongnya iklan kayak dibuat dengan sungguh-sungguh, lengkap dengan tema visual dan timing pergerakan segala.

Karena itu, seri ini menjadi salah satu anime dengan perkembangan teknis dan cerita teraneh yang pernah kuikuti. Sebab di balik segala kekurangannya, tetap masih ada gagasan-gagasan memukau yang jarang dilihat sebelumnya.

Universal Standard

Gundam: Reconguista berlatar di tahun 1014 Reguild Century, sekitar satu millenia(!) sesudah berakhirnya penanggalan Universal Century yang banyak digunakan di seri-seri Gundam orisinil.

Umat manusia sudah membangun menara orbital elevator yang terentang sampai ke luar angkasa bernama Capital Tower.

Wilayah di mana menara ini berada (yang kalau kita tebak, mungkin ada di sekitar Amerika Selatan) disebut sebagai Capital Territory, dan merupakan semacam negara dengan pemerintahan tersendiri. Lalu wilayah ini juga merupakan pusat agama SU-Cord, dengan Paus yang menjadi pemimpin agama, dan karenanya dipandang sakral. Tapi alasan wilayah ini dipandang sakral sebenarnya karena Capital Tower menjadi sumber datangnya photon battery (‘batere foton’), satu-satunya sumber energi yang tersedia di masa ini, yang kemudian didistribusikan ke seluruh penjuru dunia.

Ada berbagai larangan yang berkaitan dengan kesakralan ini, yang terangkum dalam sesuatu yang disebut hukum tabu Ag-Tech, yang kalau kita cermati, sebenarnya banyak berpusar pada aspek-aspek pengembangan dan pemakaian teknologi.

Ada suatu kesatuan yang disebut Capital Guard yang menjaga keamanan Capital Tower, dan memastikan lancarnya distribusi photon battery antara luar angkasa dan Bumi. Lalu ada suatu pihak tertentu yang disebut Pirate Corps yang berada di pihak berseberangan dengan Capital Guard, karena berulang kali berupaya membajak elevator Crown yang membawakan photon battery, sebagai bagian upaya mereka untuk menentang monopoli pemerintahan Capital atas pendistribusinya.

Cerita Gundam: Reconguista dimulai saat salah satu kesatuan Capital Guard berhasil menangkap sebuah mobile suit (MS) misterius yang tak diketahui berasal dari negara mana. MS ini belakangan diketahui bernama G-Self. Sementara pilotnya, seorang gadis berkulit coklat dan berambut perak yang untuk sementara dinamai Raraiya Monday karena ditangkap pada hari Senin, mengalami regresi kepribadian dan mental akibat deprivasi oksigen yang dia alami dalam pelariannya.

Rayhunton Code

Raraiya tertangkap sekitar seminggu sebelum G-Self oleh pemimpin kesatuan Capital Guard, Dellensen Samatar. G-Self sewaktu dikemudikan Raraiya, sebenarnya sedang dikejar oleh dua pihak sekaligus, yang sama-sama mengenalinya sebagai suatu MS asing tak dikenal, yaitu Capital Guard pimpinan Dellensen dan Pirate Corps pimpinan Cahill Saint.

Raraiya melompat keluar dari kokpit untuk bisa lolos dari pengejaran dan akhirnya tertangkap oleh Capital Guard. Sementara G-Self yang sudah tak berawak kemudian sempat jatuh ke tangan Pirate Corps.

G-Self baru berhasil diselidiki Capital Guard seminggu berikutnya, sesudah tertangkap bersama pilot barunya dalam suatu insiden penyerangan lain yang Pirate Corps lakukan atas Capital Tower. G-Self ditangkap berkat kepiawaian Bellri Zenam, salah satu anggota baru Capital Guard yang masih muda, yang secara tak terduga berhasil membuka kokpitnya saat tengah beraksi.

Pilot G-Self kali ini adalah seorang perempuan muda cantik yang merupakan bagian dari Pirate Corps, yang mengaku bernama Aida Rayhunton. Meski kepada Aida, Bellri langsung merasakan suatu ketertarikan, segera terungkap pada semua pihak kalau memang ada sesuatu yang aneh dengan G-Self.

G-Self ternyata tidak akan menyala, dan karenanya tak bisa dipakai, kecuali bila salah satu dari Raraiya, Aida, atau Bellri yang menggunakannya. Lalu hal ini juga ditegaskan oleh Aida selama ia menjadi tawanan, bahwa ini membingungkan teman-temannya di Pirate Corps juga. Aida dan Bellri sebelumnya tak saling mengenal. Lalu juga tak pernah ada hubungan antara mereka dan Raraiya.

Dari sini, ceritanya mulai bergerak.

Teka-teki soal asal-usul G-Self selanjutnya berujung pada terkuaknya keberadaan negara-negara manusia lain di angkasa luar. Ada suatu kenyataan tertentu yang pihak Capital berusaha sembunyikan. Lalu ada banyak pihak yang bertabrakan kepentingannya, yang dapat berujung pada kembali terjadinya perang yang nyaris membinasakan umat manusia seperti yang terjadi 1000 tahun lampau.

G Awal Mula

Awalnya mungkin agak susah dimengerti, tapi konsep cerita Gundam: Reconguista di atas kertas sebenarnya keren. Bisa terasa bagaimana Tomino-sensei berhasil mewujudkan sesuatu yang ‘terlepas’ dari pakem seri-seri Gundam yang terdahulu, tapi masih ‘nyambung’ pada saat yang sama. Konsep dunianya memikat. Desain-desain mechanya sangat, sangat beragam. Ditambah lagi, visualisasinya banyak dibuat dengan menggunakan animasi tangan tradisional, sehingga terasa seperti ada nuansa alami pada setiap pergerakannya.

Walau begitu, ada kekurangan besar yang Gundam: Reconguista punya: seri ini seolah dibuat dengan mindset sebuah anime berdurasi 50 episode. Mungkin ini dampak dari staf animatornya yang sebagian besar veteran. Tapi ini sangat terasa dari pengaturan tempo perkembangan ceritanya, yang berhubung jumlah episodenya terbatas, terpaksa lambat laun jadi dipercepat. Sampai menjelang akhir, bahkan ada bagian-bagian di mana ceritanya terasa agak ‘melompat.’ Ada banyak detil cerita yang jadinya berakhir kurang tersampaikan secara jelas.

Ibaratnya, di bagian-bagian awal, Gundam: Reconguista beneran terasa seperti anime-anime mecha dari dekade tahun 80an.

Anime-anime mecha dari zaman tersebut biasanya punya semacam ‘titik balik’ dalam ceritanya. Ini biasanya terjadi sesudah pemaparan tentang latar ceritanya cukup memadai. Tapi karena kekurangan-kekurangan tersebut, dan mungkin juga karena latarnya yang teramat mendetail itu, bagian cerita ketika plotnya mencapai titik balik di Gundam: Reconguista kayak agak… meleset.

Dalam perkembangan cerita, Bellri, Aida, dan Raraiya, dengan ditemani Noredo Nug, teman perempuan yang telah lama dikenal Bellri, akhirnya berpergian meninggalkan Capital Territory dan menemui Gusion Surugan, ayah Aida yang merupakan salah satu petinggi negara Ameria.

Negara Ameria, yang tengah berperang dengan negara lain, yakni Gondwana, ternyata diam-diam membeking Pirate Corps karena mengetahui sesuatu yang pemerintahan Capital sembunyikan. Di sini kemudian ada pembeberan kalau pemerintahan Capital mulai melakukan militerisasi dengan membentuk Capital Army untuk menghadapi suatu ancaman dari angkasa luar yang akan datang ke Bumi.

Ini buatku merupakan salah satu bagian cerita terkeren di seri ini. Seperti akhirnya ada kegentingan terbangun tentang apa berikutnya yang terjadi. Tapi, episode berikutnya kerasa kayak… gagal memanfaatkan momentum itu, sehingga jadinya… seri ini kayak bener-bener enggak jadi ‘serame’ seharusnya.

… … AAAAAAAAARGH! Intinya seperti itu!

Pokoknya, ini sebuah seri yang terlepas dari semua kelemahannya, sebenarnya enggak cukup buat ditonton hanya sekali karena begitu banyaknya cakupan cerita yang dipaksain masuk.

Lalu ceritanya itu bukan cerita yang jelek! Cerita yang jelek biasanya punya perkembangan-perkembangan ngaco yang rada enggak masuk akal. Tapi cerita Gundam: Reconguista terbilang konsisten detil-detilnya dari awal sampai akhir. Cuma kayak ada banyak bagiannya yang berulangkali (kepaksa?) dilompatin!

Karenanya… aku benar-benar jadi penasaran di konsep awalnya ceritanya sebenarnya mau dikembangkan jadi seperti apa.

Meraih Kebanggaan, Meraih Kesuksesan

Bicara soal mecha, Gundam: Reconguista termasuk salah satu yang terkeren kalau dinilai dari sisi mechanya saja.

Sekali lagi, di awal mungkin ini enggak langsung kelihatan. Tapi seiring perkembangan cerita, benar-benar ada banyak desain MS keren yang kemudian ditampilkan di seri ini. Lalu adegan-adegan aksinya—meski sering ada kekonyolan dengan pilot-pilotnya yang kadang payah akibat masyarakat di zaman ini yang tak terbiasa dengan konflik—sebenarnya bisa lumayan keren.

‘Keren’ dalam artian kayak kerennya aksi di anime-anime mecha dekade 80an dulu.

Ada kemiripan nuansa dengan Turn A Gundam yang dibuat oleh Tomino-sensei sebelumnya. Terutama dalam pesan-pesan perdamaian yang disiratkan di dalamnya. Lalu pada bagaimana karakter-karakternya kadang mengambil keputusan tak bijak yang mereka yakini benar. Tapi Gundam: Reconguista secara umum memang memiliki jumlah adegan aksi lebih banyak. Jadi mungkin itu jadi menarik buat beberapa orang.

G-Self, seperti halnya Strike Gundam dari Gundam SEED, memiliki kemampuan untuk mengubah spesialisasinya berdasarkan peralatan punggung yang sedang digunakannya. Mecha ini diceritakan adalah sebuah MS prototipe yang awalnya tidak begitu diminati karena tidak feasible. Tapi dengan fleksibilitas perlengkapannya, serta bakat besar Bellri sebagai pilot yang menggunakannya, segera diperlihatkan bahwa MS ini memiliki kekuatan yang tak bisa diremehkan.

Peralatan-peralatan yang G-Self miliki antara lain:

  • Space Pack, peralatan default untuk manuver di luar angkasa, sepertinya diperoleh dari awal pembuatannya di koloni luar angkasa Towasanga .
  • Atmospheric Pack, peralatan default untuk terbang di atmosfer, kelihatannya juga dikembangkan dari Towasanga.
  • Reflector Pack, salah satu peralatan dengan bentuk terkeren, diperoleh dari Ameria, kelihatannya khusus dikembangkan untuk dipakai di luar angkasa, dan memiliki kemampuan untuk membalikkan dan memantulkan serangan-serangan sinar.
  • Tricky Pack, kelihatannya juga diperoleh dari Ameria, memiliki kemampuan untuk menciptakan ilusi-ilusi holografis, dan merupakan salah satu perlengkapan yang paling sulit dipakai.
  • Assault Pack, juga diperoleh dari Ameria, perlengkapan dengan daya serang terbesar dengan senapan-senapan dan misil-misil yang dikhususkan untuk pertempuran jarak jauh. Bellri selalu merasa kurang nyaman menggunakannya.
  • High Torque Pack, yang kelihatannya diperoleh dari Capital Army, mengkhususkan pada serangan-serangan jarak dekat untuk pertempuran berbasis di darat, membuat G-Self berfungsi seperti tank.
  • Perfect Pack, yang baru diperoleh setelah perjalanan jauh ke gugusan koloni luar angkasa Venus Globe dan dikembangkan dengan teknologi G-IT Lab, secara umum menggabungkan semua(!) kemampuan pack-pack sebelumnya, dan menjadikan G-Self menjadi lawan yang benar-benar imba.

Pack-pack ini tak semata hanya peralatan-peralatan punggung saja. Tapi juga sampai kayak jadi modul eksternal yang G-Self sampai ‘kenakan’ gitu. Secara visual, mungkin tak selalu keren (kerasanya agak kayak gimmick). Tapi konsepnya secara menyeluruh benar-benar berkesan, dan andai saja aspek teknologi ini bisa dieksplorasi secara lebih jauh dengan jumlah episode yang lebih banyak, hasil akhirnya bisa benar-benar menarik.

Pihak Pirate Corps mencoba meniru teknologi baru G-Self, dan hasilnya adalah G-Arcane yang lebih banyak dipakai oleh Aida. G-Arcane setara dengan G-Self, walau tak memiliki kemampuan mengganti peralatan yang sama. MS ini banyak dipakai  Aida yang dengan keras kepala ingin ikut bertempur walau di awal cerita jelas-jelas ditampilkan dirinya belum…  mahir. (Banyak tembakan dari anti-ship riflenya yang meleset.) Tapi wujud akhirnya saat telah memperoleh Full Dress dengan deretan laser cannon di kakinya benar-benar membuatnya patut diperhitungkan. (Kayaknya desainnya juga merupakan homage terhadap desain L-Gaim Mk II dari seri Heavy Metal L-Gaim.)

Buat selebihnya, selain karena banyaknya MS yang ada, tapi juga karena perkembangan ceritanya yang agak rumit, aku agak bingung mengulasnya bagaimana.

Konsep partikel Minovsky yang menghambat proses komunikasi kembali diperkenalkan di seri ini. Selain itu, diperlihatkan juga aspek-aspek teknologi baru seperti photon eye yang memungkinkan pembacaan dan kendali jarak jauh di tengah tebalnya partikel Minovsky; beam curtain yang kayak namanya, menjadi semacam medan/tirai penyerang dengan sinar; sampai fitur unit Minovsky flight yang menghasilkan sayap-sayap cahaya yang membuat mengapung di Megafauna, kapal induk utama seri ini yang dimilikiki Pirate Corps, yang sebelumnya hanya tampil dalam seri-seri Gundam era UC yang lebih ke sini. Ada konsep copy paste shield yang merupakan ‘ubin-ubin’ perisai energi yang dapat dibentuk begitu saja. Sampai plasma field pada beberapa MS yang membuat G-Self seakan mampu melepas tenaga dalam(!).

Lalu seiring dengan masuknya pihak G-IT Corps dalam cerita, seperti ada lompatan pada teknologi MS yang sebelumnya disembunyikan, memunculkan MS-MS dengan teknologi yang lebih gila dan keren. Ada Z’Gocky, yang merupakan pengembangan tak disangka yang keren dari desain MS Z’Gok di masa lampau (Seperti di Turn A Gundam, ada banyak peninggalan MS zaman dulu yang kadang muncul.). Ada Gaeon, yang dikemudikan antagonis Kia Mbeki dari G-IT Corps, yang dilengkapi perlengkapan punggung Big Arm yang menyerupai tangan, sekaligus membuatnya jadi kayak laba-laba, dan masing-masing jarinya dapat terlepas dan menjadi Sword Funnel. Ada MA raksasa Conque de Venus yang kemudian dapat digunakan bersama Gaeon ini. Lalu ada Kabakali, MS terakhir yang harus Bellri hadapi dalam cerita di antara sejumlah MS lain, yang dikemudikan oleh rivalnya dari Capital Army, Kolonel Mask.

Karenanya itu tantangan

Mungkin sekarang kalian sudah agak kebayang setinggi apa seri ini berusaha bidik.

Ada banyak yang terjadi. Ada banyak pihak yang bermain. Lalu keterbatasan jumlah episode membuat semua desain MS keren ini akhirnya jadi kayak kurang terimplementasi maksimal. Meski perkembangan ceritanya menarik, karakterisasinya kurang teroptimasi, yang berujung pada bagaimana para karakter antagonis kurang terjelaskan maksud dan motivasinya.

Cumpa Rusita, sosok dari divisi penelitian dan pengembangan pemerintahan Capital yang menjadi dalang di balik Capital Army (dan sejumlah kejadian lain yang memakan korban), terungkap sebagai seseorang dari angkasa luar yang melakukan serangkaian manipulasi politik untuk sesuatu yang diyakininya benar. Tapi dirinya tak menonjol bahkan sampai menjelang akhir, dan… seakan jadi tokoh enggak berarti.

Noredo, sahabat Bellri yang sangat dekat dengannya, juga tak pernah benar-benar terjabarkan latar belakangnya. Hanya disampaikan kalau dirinya ikut Bellri dan mau mengurusi Raraiya selama yang bersangkutan sedang kehilangan ingatan (bersama ikan peliharaannya, Chuchumy). Belakangan, Noredo juga ikut mendalami soal pengobatan dan cara mengemudikan MS. Tapi meski bernama belakang sama, hubungannya dengan sang paus, Gel Trimedestus Nug, juga tak pernah terjelaskan. Bagaimana dirinya tanpa pikir panjang meninggalkan sekolah dan rumah untuk ikut bersama Bellri dalam petualangan juga tak jelas. Juga soal bagaimana meski ia dekat dengan Bellri, ibu Bellri, Wilmit Zenam, hampir-hampir tak mengenalnya.

Dua tokoh menonjol dari Armada Dorette, perwira wanita Mashner Hume dan kekasihnya yang… lebih muda, Rockpie Geti, tak benar-benar ditampilkan seperti tokoh antagonis walau peran mereka demikian. Tapi mereka mengalami nasib akhir perih yang bikin perasaanku agak campur aduk. Noutu Dorette, atasan Mashner dan Rockpie yang dikisahkan berada di balik penderitaan sejumlah orang di Towasanga, bahkan hanya berakhir kayak karakter sampingan di seri ini.

Mask, ‘sosok bertopeng’ di seri ini, juga tak benar-benar tersampaikan dengan jelas motivasinya. Identitas aslinya sebenarnya adalah Luin Lee, salah satu kawan Bellri di Capital Guard. Hanya diceritakan kalau dirinya bersama kekasihnya, Manny Ambasada, yang merupakan teman sekolah Noredo juga, adalah keturunan suatu ras manusia bernama Kuntala yang ‘direndahkan’ karena di masa silam dikembangbiakkan sebagai ‘makanan.’

Disiratkan bahwa akhir zaman Universal Century ditandai dengan krisis kemanusiaan yang benar-benar sangat parah. Tapi meski ada latar belakang ini, ditambah subplot tentang bagaimana Manny melakukan perjalanan panjang untuk menemukan Luin kembali, alasan kenapa di penghujung cerita mereka memusuhi Bellri dan Aida—sampai Manny mencuri salah satu MS baru dari Megafauna—benar-benar tak terjelaskan. Diskriminasi yang harusnya menjadi pemicu tindakan mereka kurang begitu ditampilkan.

Kita bisa merasakan kalau motivasi-motivasi ini ada. Lalu coba meraba-raba rinciannya. Tapi aku seriusan takkan memahami garis besarnya kalau bukan karena rasa penasaranku membuatku mencari lebih banyak ke web. Aku bahkan merasa semua ‘pengetahuan tentang cara bercerita’ kayak dilempar ke luar jendela buat seri ini. Lalu para pembuatnya bereksperimentasi buat menyajikan suatu cerita dengan cara yang sama sekali baru.

Saking banyaknya hal yang terjadi dibandingkan jumlah episodenya, pemaparannya beneran jadi lumayan bermasalah.

Sisi baiknya, konsep dasar buat sebagian besar karakternya memang menarik. Kapten Megafauna, Donyell Tos, mungkin memang om-om yang tak menonjol. Tapi Gisela yang menjadi bawahannya lumayan banyak tersenyum. Lalu perempuan berkulit hitam Steer, yang menjadi nahkoda Megafauna, merupakan karakter favoritku di seri ini karena gaya bicaranya yang campur aduk antara logat Inggris dan Jepang yang sangat meyakinkan, yang sering bikin aku ketawa. Happa, mekanik utama Megafauna yang serius, juga memiliki interaksi-interaksi kocaknya dengan Bellri.

Dua karakter lain yang mencolok adalah si jenius Klim Nick dan partner wanitanya, Mick Jack, dari pihak Ameria. Kepedean Klim yang teramat besar, yang memang diimbangi dengan keahliannya, membuat kemunculan pertamanya saat mengemudikan MS Montero terbilang berkesan.

…Oh, ditambah Barara Peor! Perwira wanita berbadan mungil yang jadi partner Mask dan mencolok karena sifatnya yang menggoda.

Buat mereka yang agak bingung soal faksi-faksi yang ada, berikut garis besarnya.

  • Capital Territory, yang dipimpin Paus. Di bawahnya, ada Capital Guard dan Capital Army. Dalam perkembangan cerita, sebagian Capital Guard (dengan dimotori senpai Bellri, Kerbes Yoh) membelot ke Pirate Corps dan berada di pihak berseberangan dengan Capital Army. Mask, Barara, dan kemudian Manny, berada di pihak ini.
  • Ameria Army, yang diam-diam membeking Pirate Corps. Mereka tengah berperang dengan Gondwana, dan memerlukan teknologi dan photon battery untuk awal perang yang lebih besar. Di sini ada ayah Aida, Gusion Surugan, serta ayah Klim yang manipulatif, Presiden Zuchini Nicchini. Seiring perkembangan cerita, Pirate Corps di Megafauna mulai bertindak secara terpisah sesudah menyadari maksud politik di balik tindakan-tindakan pihak Ameria.
  • Towasanga, koloni luar angkasa yang dikuasai Armada Dorette. Kembali, ada dua pihak di sini: pihak yang mendukung pemerintahan Dorette; dan pihak yang masih mendukung keluarga Rayhunton yang tak lagi berkuasa sesudah dijatuhkan oleh Dorette dulu. Yang mendukung pemerintahan Dorette ingin lepas dari bayang-bayang Yayasan Hermes yang dulu menetapkan segala aturan Ag-Tech dan agama SU-Cord. Untuk itu, mereka menjalankan kampanye Reconguista untuk bisa menguasai Bumi. Sedangkan pendukung keluarga Rayhunton diwakili oleh pria paruh baya bernama Lorucca Biskes, dan dari pihak merekalah Raraiya—yang nama aslinya Raraiya Akuparl—sebenarnya berasal. Dalam perkembangan cerita, pihak Dorette (di mana Mashner dan Rockpie tergabung) kemudian bersekutu dengan pihak Ameria (di mana ada Klim dan Mick Jack). Di Towasanga juga ada pasukan MS independen Zacks yang dipimpin Gavan Magdala, yang kelihatannya berkedudukan netral.
  • Venus Globe, yang dibentuk dengan lautan artifisial(!) di sekitar Venus, tempat bermukimnya Yayasan Hermes. Dari sini kapal canggih Crescent Ship yang membawakan photon battery ke Towasanga berasal. Pemimpin Yayasan Hermes adalah seorang pria sangat berusia bernama La Gu. Tapi dirinya menghadapi pertentangan dari faksi pengembangan teknologi MS G-IT Lab yang kemudian memberontak membentuk G-IT Corps pimpinan Kia Mbeki (yang juga didukung Chickara Dual yang spesialis beam saber dengan MS Gastima, dan Kun Soon, kekasih Kia yang memakai MS Mazraster). Pihak G-IT Corps juga ingin mengadakan Reconguista, tapi terpisah dari pihak Dorette. Dalam perkembangan cerita, G-IT Corps kemudian bersekutu dengan pihak Mask dan Barara di Capital Army. Di Venus Globe juga ada pasukan kepolisian Rosario Ten yang tak berdaya menghadapi perlawanan pihak G-IT.

Balet dan Reconguista

Akhir kata, ini sayangnya lagi-lagi bukan seri Gundam yang normalnya akan aku rekomendasikan.

Sejujurnya, waktu seri ini berakhir, aku sempat tertegun beberapa lama karena masih enggak bener-bener yakin soal ceritanya. Aku lumayan bisa mengikuti perkembangannya. Tapi aku tetap sempat ragu soal apa saja persisnya yang telah terjadi.

Aku kemudian secara iseng mencari info tentang lirik lagu ‘G no Senkou’ yang menjadi penutupnya. Iramanya yang riang kayak jadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kenikmatanku menonton. Lalu aku kebetulan nemu terjemahan liriknya, dan kemudian pas baca, aku kayak ‘deg!’ gitu. Aku langsung mikir, “Oooh! Jadi itu sebenernya yang mau kalian sampaikan?”

Aku langsung kayak pengen ketawa karena seakan jadi ngerti segalanya gitu.

Singkatnya, kalau aku boleh rangkum, terlepas dari tema soal bahaya teknologi yang diangkatnya, Gundam: Reconguista kayak ingin menyampaikan pesan soal bagaimana: ‘Dunia nyata itu enggak enak. Semua orang pasti punya kepentingan. Mereka semua ujung-ujungnya bisa tega nindas kamu. Bukan berarti mereka jahat. Kamu cuma harus sanggup menghadapi mereka dan ngeraih kebahagiaan yang ingin kamu temuin.’

Ini emang sesuatu yang agak abstrak. Tapi ini sesuatu yang bisa aku pahami banget, apalagi sesudah aku dewasa dan masuk dunia profesional. Terutama dengan bagaimana ada banyak situasi enggak enak di tempat kerjaku belakangan. Karenanya, semakin enggak enak saat semakin kerasa betapa para pembuatnya akhirnya gagal dalam menyampaikan apa yang mau mereka sampaikan.

Lebih dari yang ditampilkan di Turn A Gundam, Tomino-sensei sekali lagi kayak berusaha menampilkan berbagai konflik ‘kemasyarakatan’ lewat seri ini. Semua karakter berusaha ditampilkan simpatik, sekalipun kedudukan mereka antagonis; mungkin buat menekankan bahwa enggak ada pribadi yang benar-benar ‘enggak bisa diselamatkan’ (walau di akhir mereka mungkin emang gagal diselamatkan sih). Lalu beliau juga kayak berusaha menunjukkan bahwa sesudah konsekuensi terburuk yang akhirnya benar-benar terjadi, kita masih bisa bangkit dan menemukan kebahagiaan kita.

Tapi sekali lagi, para pembuatnya gagal menyampaikan ini.

Mungkin jadinya akan lain kalau durasi Gundam: Reconguista bisa dibuat sampai 50 episode.

Cuma, yah, mereka gagal.

Tapi mungkin ini sesuatu yang udah ditakdirkan. Kayak gimanapun, aku tetap bisa lumayan menghargai hasil akhirnya. Lalu seandainya seri ini akhirnya diangkat dalam game G Generations atau Super Robot Wars, mungkin cakupan cerita seri ini yang seharusnya pada akhirnya tetap akan bisa kita dapatkan.

Soal karakterisasi Bellri, entah gimana aku bersyukur dia enggak berakhir gila sesudah semua yang terjadi.

Aku juga dengan senang dengan bisa melihat teknologi Core Block System muncul lagi di sebuah MS.

Oh, dan desain karakternya yang mirip di Eureka Seven, dan ditambah juga dengan semua animasi menarinya, beneran termasuk kusukai.

…Sori, aku enggak tahu baiknya berkomentar apa lagi.

Kesimpulannya, kalau kau suka Turn A Gundam, atau anime-anime dekade 80an keluaran Sunrise pada umumnya, ada peluang kau akan tertarik pada anime ini. Tapi untuk selebihnya, mungkin kalian akan perlu perhatian dan kesabaran agak lebih. Ini satu seri yang akhirnya berakhir cacat dan kurang begitu bagus. Tapi tetap ada hal-hal menakjubkan di dalamnya seandainya kau berhasil menikmati.

Penilaian

Konsep: A-; Visual: A; Audio B+; Perkembangan: B-; Eksekusi X; Kepuasan Akhir: C+

10/08/2013

Mobile Suit Crossbone Gundam

Aku lagi ingin ngebahas sesuatu yang menyenangkan. Jadi ayo kita bahas Kidou Senshi Crossbone Gundam.

Mungkin ini judul yang kedengaran agak asing. Soalnya ini bukan seri Gundam yang pernah keluar sebagai anime, melainkan sebagai manga. (Ada banyak banget seri Gundam yang cuma keluar sebagai manga, dan kebanyakan enggak cuma manga adaptasi anime saja. Jumlah cerita orisinilnya terlalu banyak buat dihitung pakai jari.)

Tapi di antara begitu banyak seri Gundam yang hanya keluar sebagai manga, Crossbone Gundam termasuk salah satu yang menonjol. Pertama, desain mechanya ‘beda’ buat ukuran zamannya. Kedua, karena ditangani secara langsung oleh bapak pencipta Gundam, Tomino Yoshiyuki. Ketiga, walau secara umum punya plot yang sederhana dan ringan, seri ini secara enggak langsung merupakan sekuel ‘resmi’ dari anime Kidou Senshi Gundam F91, yang di tahun 1992, konon berakhir ‘hanya’ sebagai film layar lebar dan bukannya seri TV seperti konsepnya semula.

Makanya, buat ngebahas Crossbone Gundam, aku perlu sedikit menyinggung Gundam F91 dulu.

Ceritanya, di tahun-tahun awal dekade 90an, sesudah berakhirnya kisah Amuro dan Char dalam film layar lebar Char’s Counterattack, ide buat menciptakan seri Gundam baru, yang terbebas sepenuhnya dari cerita-cerita lama, pada suatu waktu sempat diusulkan (Asal tahu saja, seri Gundam orisinil, lalu seri Zeta Gundam, kemudian seri Gundam ZZ, meski agak beda satu sama lain, sebenarnya saling sambung-menyambung. Seri-seri AU macam Gundam SEED dan Gundam Wing masih belum ada yang keluar di masa ini.). Tapi kemudian pihak studio animasi Sunrise selaku pembuat anime Gundam katanya terhambat masalah pendanaan, terkait dengan akusisi studio tersebut oleh pihak konglomerasi Bandai. Dana untuk menganimasikan konsep Gundam F91, yang semula disiapkan sebagai seri TV 50-an episode, nggak tau gimana ceritanya, akhirnya modal yang ada hanya cukup untuk membuatnya jadi film layar lebar berdurasi 90-an menit (kalo durasi ditotal jadi sekitar… 3-4 episode?).

Konten Gundam F91 yang sudah disiapkan buat jadi banyak itu konon akhirnya dipotong dan diedit hingga akhirnya bisa tertampung dalam hanya 90 menit(!). Tentu saja, hasilnya jadi enggak benar-benar bisa dibilang bagus… (Sekali lagi, semua kabar ini berbasis rumor dari Internet. Mungkin kenyataan sebenarnya enggak serumit ini.)

Tapi konsep awal Gundam F91 itu dipandang menarik banget oleh beberapa kalangan. Dan ditambah lagi, kalo kita ngelihatnya dari sudut pandang ini, hasil akhir Gundam F91 enggak bisa dibilang jelek-jelek amat.

Sempat ada beberapa manga side story yang dibikin untuk mengisi latar cerita di era ini. Kayak, buat ngejelasin lebih jauh soal gimana situasi di film tersebut sampai terjadi. Di antaranya, Kidou Senshi Gundam F90 dan Kidou Senshi Gundam Silhouette Formula 91. Tapi cerita yang kemudian mewadahi bayangan sesungguhnya akan visi yang Tomino-sensei miliki akan seri Gundam F91, tak lain adalah seri Crossbone Gundam yang manganya ditangani oleh Hasegawa Yuuichi.

Sebuah Insiden

Crossbone Gundam berlatar sepuluh tahun sesudah kekalahan faksi aristokratik Crossbone Vanguard yang dikisahkan dalam Gundam F91, yang menandai kandasnya ideologi pembentukan negara Cosmo Baylonia. Cerita seri ini mengetengahkan soal bagaimana kelompok Crossbone Vanguard yang telah dibentuk kembali oleh perempuan keturunan langsung terakhir keluarga Ronah, Berah Ronah, dan tangan kanannya, Kincadau Nau, mengangkat senjata untuk menghadapi ancaman baru terhadap koloni-koloni: Kekaisaran Jupiter.

Tokoh utama seri ini sendiri adalah Tobia Arronax, seorang murid yang tergabung dalam program pertukaran pelajar antara Federasi Bumi dan koloni-koloni luar angkasa di Jupiter Sphere.

Tobia menjadi saksi aksi kelompok ‘perompak’ Crossbone Vanguard saat kelompok tersebut menyerang kapal induk Smashion yang ditumpangi Tobia dan kawan-kawannya. Namun Tobia kemudian mengetahui bahwa imej ‘perompak’ yang selama ini Crossbone Vanguard usung sebenarnya adalah kedok. Program pertukaran pelajar yang dicanangkan bersama Kekaisaran Jupiter ternyata digunakan untuk menyelundupkan senjata-senjata biologis dari koloni menuju Bumi. Lalu satu-satunya pihak yang mengetahui kebenaran akan hal ini hanyalah faksi Crossbone Vanguard yang selama ini dicap sebagai penjahat.

Sesudah terlibat dalam pertempuran yang dimiliki pasukan MS Crossbone Vanguard, Kincadau memberi Tobia dua pilihan: melupakan segala yang telah dilihatnya dan kembali bersama para penumpang Smashion lain ke kehidupan yang damai di Bumi; atau ikut bergabung bersama mereka sebagai bagian Crossbone Vanguard.

Tak memiliki keluarga lain di Bumi, sekaligus telah melihat sendiri kekejaman yang Kekaisaran Jupiter dapat perlihatkan, Tobia kemudian menerima tawaran Kincadau untuk menjadi bagian dari Crossbone Vanguard. Ia kemudian turut serta bergabung sebagai awak kapal induk mereka, Mother Vanguard. Di sisi lain, Tobia penasaran dengan apa andil yang profesornya, Karas, miliki dalam semua ini. Terutama sesudah ia syok dengan bagaimana Karas yang selama ini membanggakan Tobia sebagai murid terbaiknya bisa semudah itu mengorbankan nyawanya.

Agak Enggak Biasa

Meski gaya gambarnya mungkin agak terkesan kekanakkan, ada beberapa hal tak biasa yang dimiliki Crossbone Gundam bila dibandingkan seri-seri Gundam lain. Meski dituturkan secara sederhana dan terkesan punya plot yang ‘gampang’, kalau kau perhatikan baik-baik, cerita Crossbone Gundam sebenarnya lumayan memiliki bobotnya sendiri.

Lalu pada sebagian besar durasi seri, Tobia tak memiliki MS yang tetap. Lebih tepatnya, ia berganti-ganti MS secara berkelanjutan sampai memperoleh Gundam-nya sendiri menjelang penghujung cerita. Jadi ini bukan cerita Gundam tipikal tentang bagaimana hidup seorang pemuda berubah sesudah memperoleh sebuah mecha.

Ada seorang gadis misterius bernama Bernadette Briet yang Tobia sempat lihat di insiden Smashion, yang kemudian ditemukannya sebagai penyusup di Mother Vanguard, dan memaksa untuk turut bisa bergabung bersama mereka. Seiring perkembangan cerita, Tobia kemudian mendapati bahwa Berah Ronah dan Kincadau Nau sebenarnya adalah Cecilly Fairchild dan Seabook Arno, kedua tokoh utama Gundam F91 yang disangka tewas pada penghujung konflik seputar pendirian Cosmo Babylonia. Bila Kincadau alias Seabook mengemudikan MS Crossbone Gundam X-1, rival lamanya, pilot andal Zabine Chareux, yang bergabung bersama mereka seiring pergantian kepemimpinan di Crossbone Vanguard, mengemudikan MS setipe berwarna hitam, Crossbone Gundam X-2. Tapi hubungan antara keduanya tak sepenuhnya mulus. Sebab selain karena ia bekas musuh, alasan bergabungnya Zabine semata-mata karena harapannya bahwa Berah akan membangun pemerintahan aristokratik absolut yang diimpikannya di kemudian hari—suatu cita-cita yang tak benar-benar Berah usung.

Kekaisaran Jupiter dipimpin oleh sosok misterius bernama Crux Dogatie. Lalu sebagian besar konflik di seri ini terdapat pada bagaimana Tobia dan kawan-kawannya berusaha menelusuri jejak-jejak keberadaannya.Mereka meyakini bahwa dengan menyingkirkan Dogatie, rencana Kekaisaran Jupiter untuk menyerang Bumi dengan sendirinya akan terhentikan. Namun ada lebih banyak rahasia tentang rencana itu serta tentang diri Dogatie yang tak mereka sangka…

Identitas Bernadette kemudian terkuak sebagai Tetenith Dogatie, anak perempuan Dogatie sekaligus putri Kekaisaran Jupiter. Tetenith selama ini rupanya berupaya menghubungi Crossbone Vanguard karena pada suatu titik, ayahnya ‘berubah’, dan ia hendak meminta pertolongan pada mereka untuk membantu menghentikan kegilaan ayahnya.

Cerita semakin berkembang dengan terbentuknya Death Gale Squad, tim pemburu khusus dari Kekaisaran Jupiter yang ditugasi memburu Crossbone Vanguard. Beranggotakan Giri Kadyuga Aspis (MS: Quavarze), seorang pemuda Newtype maniak; Rosemary Raspberry (MS: Abijo), seorang wanita pemburu hadiah yang hanya tergerak oleh uang; serta Burns Garnsback (MS: Tortuga), seorang pilot veteran simpatik yang seakan bisa melihat sosok mendiang anaknya pada diri Tobia. Giri belakangan terungkap sebagai sesama murid Karas seperti halnya Tobia, dan dengannya Tobia kemudian membentuk semacam hubungan persaingan.

Berulang kali Crossbone Vanguard menemui hambatan dalam upaya mereka menghentikan Dogatie. Namun hambatan paling tak disangka hadir dengan kemunculan Sherindon Ronah, sepupu jauh Berah, yang mengusung paham aristokratik dan mewakili kepentingan koloni-koloni luar angkasa.

Sherindon yang memimpin kapal induk Eos Nyx mewarisi ideologi Newtype yang dicetuskan Zeon Zum Daikun. Karena itu ia berupaya menghentikan perlawanan Crossbone Vanguard karena tak ingin konflik perang terbawa sampai ke Bumi, yang dipandangnya tempat sakral yang menjadi asal-usul kehidupan. Karena Sherindon tak mempermasalahkan siapa yang berkuasa di Bumi sampai masa bangkitnya kaum Newtype, bersama masuknya Federasi Bumi dalam konflik kepentingan, Crossbone Vanguard akhirnya terpojokkan dalam suatu situasi tanpa sekutu.

Namun di penghujung cerita, Dogatie akhirnya mengkhianati semua pihak. Sehingga oleh Sherindon, Tobia terpaksa dipercayakan variasi termutakhir dari Gundam F-97, yakni Crossbone Gundam X-3.

Saat pertempuran terakhir akhirnya pecah di atas orbit Bumi seiring dengan kedatangan kapal induk Jupitris 9, Tobia dan kawan-kawannya terpanggil kembali ke luar angkasa. Sementara Kincadau menuntaskan konfliknya dengan Zabine, Tobia menjadi harapan terakhir untuk menghentikan MA Divinidad yang telah Dogatie produksi dalam jumlah banyak, yang satu unitnya saja telah sanggup untuk berperan sebagai satu senjata pemusnah massal.

Klasik

Seri Crossbone Gundam sudah agak lama diterbitkan oleh Kadokawa Comics. Kalau tak salah sekitar tahun 1997? Lalu berakhir dalam hanya enam buku. Lalu untuk waktu lumayan lama sempat luput dari perhatian sebagian besar penggemar. Konon, seri ini baru menarik kembali banyak perhatian sesudah plamo Crossbone Gundam X-1 keluar dan seri Crossbone Gundam dimunculkan, kalau enggak salah, dalam game Super Robot Wars Alpha 2.

Walau durasinya bisa dibilang singkat, ceritanya benar-benar padat. Terlepas dari gaya artwork-nya yang sederhana dan mungkin kurang menarik perhatian orang, dari awal sampai akhir ini benar-benar terasa kayak sebuah seri Gundam ‘murni.’ Seperti beberapa seri Gundam klasik lainnya, para jagoannya menghadapi peperangan yang sulit dimenangkan melawan faksi jahat yang menggunakan MS-MS berbentuk aneh. Lalu secara mengejutkan, ceritanya itu seru.

Beneran seru.

Aku tahu ada orang-orang yang skeptis soal bagaimana adegan-adegan aksi antar robot-robot raksasa bisa ditampilkan secara keren dalam bentuk manga (aku sendiri masih merasakan kendalanya kalau membaca manga-manga mecha terkenal, macam Broken Blade, Kurogane no Linebarrel, atau FSS, misalnya). Tapi serius, Crossbone Gundam menurutku adalah salah satu manga langka yang berhasil menampilkan adegan-adegan aksi mecha keren yang sekaligus mudah diikuti.

Mecha-mechanya tak digambar dengan terlampau detil sih. Tapi sebatas cukup untuk menyampaikan apa yang diceritakan dalam komik ini.

Mengikuti latar ceritanya yang berada di luar angkasa lebih jauh, ukuran MS-MS di seri ini jauh lebih kecil dibandingkan yang muncul di tahun 0080an UC, misalnya. Konon itu untuk mengurangi bobot rangka, sekaligus meningkatkan kecepatan agar tak mudah tertarik oleh gravitasi planet-planet besar. Karena itu pula masing-masing Crossbone Gundam memiliki pendorong khas berbentuk ‘x’ di belakangnya yang memudahkannya dalam melakukan manuver-manuver sulit. Persenjataannya juga lebih berat ke persenjataan yang berbasis beam. Walau mungkin karena aspek peningkatan kecepatan tiap MS dan penghematan energi, seluruh Crossbone Gundam juga lebih didesain untuk pertempuran jarak dekat.

Sebagaimana yang sebagian penggemar tahu, Crossbone Gundam menjembatani era Universal Century di film layar lebar Gundam F91 dan dengan seri TV Victory Gundam yang muncul sesudahnya. Meski disamarkan asal-usulnya, Crossbone Gundam merupakan MS yang disuplai diam-diam oleh SNRI, yang menggantikan Anaheim Electronics sebagai pemasok MS utama Federasi pada era Gundam F91. Lalu ditampilkan pula implementasi pertama teknologi ‘layar cahaya’ Minovsky Drive yang nantinya dalam bentuk kecil terpasang pada V2 Gundam, walau pada titik ini, karena ukurannya yang besar, masih baru terpasang pada kapal induk Mother Vanguard (buat yang lebih paham Gundam era C.E. dari seri Gundam SEED, ini mirip teknologi Voltuire Lumiere yang muncul pada seri C.E. 73 Stargazer dan Gundam SEED Destiny).

Aku masih belum menemukan konfirmasinya. Tapi kudengar Crux Dogatie sebenarnya memiliki hubungan dengan Fonse Kagatie, tokoh antagonis yang menjadi biang kerok semua kerusakan/kematian pada seri Victory Gundam. Lalu Kekaisaran Jupiter juga sebenarnya merupakan ‘pemodal’ dari semua tindak perlawanan/pemberontakan yang pernah dilakukan terhadap Federasi Bumi, baik dari zaman Zeon maupun Cosmo Babylonia. Patut diingat pula bahwa Paptimus Scirocco, pedagang senjata yang mendukung (dan mengambil alih kekuasaan) faksi Titans pada Zeta Gundam, juga berasal dari Jupiter. Lalu Judau dan Roux pada akhir cerita Gundam ZZ juga dikisahkan melakukan perjalanan ke Jupiter, walau kelanjutan nasib mereka tak dibeberkan lagi.

Sails of Light

Beralih ke soal mecha, ada lumayan banyak teknologi yang mungkin agak membingungkan pembahasannya.

Ketiga mecha Crossbone Gundam memiliki motif ‘perompak’, dengan pola tengkorak tergambar pada badannya. Ada juga motif ornamen klasik pada desainnya, dengan senjata sinar mereka dibentuk menyerupai flintlock pistol, misalnya. Satu hal menarik adalah bahwa meski tak menampilkan banyak variasi dalam implementasinya, seluruh Crossbone Gundam merupakan MS yang ‘padat’ oleh fitur. Ada banyak sekali senjata dan perlengkapan yang tersebar di sekujur tubuhnya.

Crossbone Gundam X-1 milik Kincadau identik dengan Crossbone Gundam X-2 yang digunakan Zabine. Perbedaan mencolok hanya warna X-2 yang berwarna hitam dan seperti halnya MS-MS Crossbone Vanguard dulu, X-2 mengandalkan tombak dalam pertempurannya. Keduanya sama-sama memiliki beam shield yang dapat dibentuk dari tangan kirinya serta rantai pengait yang dapat dilontarkan dari torsonya. Pedang sinar beam zanber memiliki ketebalan ‘lebih’ dibandingkan beam saber pada umumnya, dan dengan cara yang agak berkesan ‘super robot’, dapat dikombinasikan dengan pistol apabila serangan-serangan jarak jauh perlu dilakukan. Terdapat pula suatu anti-beam mantle yang digunakan oleh X-1 untuk menutupi identitasnya. (Aku baru nyadar, desain Gundam Exia R yang tampil di awal musim tayang kedua Gundam 00 mungkin terinspirasi juga dari desain bermantel ini?)

Crossbone Gundam X-3 tak beda jauh dengan X-1 dan X-2. Namun sebagai pengganti beam shield, X-3 memiliki generator I-Field berukuran kecil yang terpasang pada kedua tangannya dan digunakan secara bergantian karena batasan waktu. Fitur ini yang menjadikannya hampir kebal terhadap segala bentuk serangan beam dan membuatnya mampu bertarung setara dengan MA ‘monster’ macam Divinidad. MS ini juga dilengkapi suatu pedang sinar besar yang aku lupa namanya yang dapat menghasilkan sesuatu seperti bilah-bilah sinar sisir sekaligus suatu pedang sinar panjang yang dapat digerakkan.

Gundam F91 yang prototipe-nya dulu digunakan Seabook tampil kembali sebagai MS produksi massal yang digunakan Federasi. Senapan VSBR (variable speed beam rifle) masih menjadi ancaman berbahaya dengan kemampuannya untuk mempenetrasi beam shield bahkan sepuluh tahun sesudah penciptaannya. Tapi, sebagaimana merosotnya wibawa Federasi seperti yang diperlihatkan dalam Victory Gundam, hanya segilintir pilot yang mampu mengeluarkan potensinya secara penuh.

Seluruh Gundam di atas (dengan ‘mulut’ yang kemudian membuka) masih memiliki fitur heat sink yang memungkinkannya melepas panas yang terakumulasi, meningkatkan kecepatan, sekaligus menghasilkan after image dalam pertempuran-pertempuran intens.

Soal MS-MS dari Kekaisaran Jupiter, ahaha, aku agak bingung membahasnya dari mana. Kesemuanya punya bentuk yang ajaib dan sukar dipercaya, yang agak mirip dengan MS-MS dari Kekaisaran Zanscare di Victory Gundam yang muncul belakangan. Aku pastinya ingat ada yang berbentuk seperti mata kampak dan ada lagi yang berbentuk seperti trenggiling.

Sebagai tambahan, muncul pula perkembangan lebih lanjut dari teknologi cangkok otak yang Cagnozzo Ronah di Gundam F91 sebelumnya implementasikan. Tapi bicara lebih lanjut soal itu bisa spoiler.

(Buat mereka yang penasaran, sekali lagi, ya, MS Gundam AGE-2 Dark Hound yang digunakan Asemu Asuno di bab ketiga Gundam AGE jelas terpengaruh oleh desain Crossbone Gundam.)

Sebagian besar desain mechanya dibuat dengan bantuan veteran desainer mecha Sunrise, Katoki Hajime. Makanya secara konseptual (sekali lagi, konseptual) semua terlihat keren kok.

Donkey Bakery

Buat semua yang mengikutinya, Crossbone Gundam mungkin merupakan seri Gundam yang paling diharapkan bisa muncul animasinya. Kalau bisa sih, lengkap dengan perombakan desain karakter, desain mecha, desain dunia, dsb.

Soalnya, seriusan, ini seri yang bagus.

Mungkin ini cuma aku, tapi aku juga ngerasa kayak bisa melihat ide-ide yang Tomino-sensei sebelumnya hendak tuangkan di Gundam F91 akhirnya jadi dituangkan di sini.

Waktu pertama baca, aku juga kurang begitu memperhatikannya. Tapi di samping adegan-adegan aksi, plot cerita dan karakterisasinya juga lumayan dalam.

Seabook/Kincadau dan Cecilly/Berah sama-sama karakter yang simpatik. Kalau kupikir sekarang, kisah cinta mereka lumayan romantis. Seabook menghabiskan lebih dari sekedar 10 tahun dari usianya untuk kepentingan perempuan yang dia cintai semenjak cerita Gundam F91. Situasi Cecilly, seorang gadis biasa yang sebelumnya hanya menginginkan kehidupan sederhana dengan hobinya membuat roti, juga lumayan membuat tercenung saat dipikir bagaimana ia masih harus terseret dalam segala konflik soal kekuasaan dan sebagainya, bahkan sesudah ia dan Seabook ‘memberontak’ dalam Gundam F91. Seri Crossbone Gundam bisa dibilang adalah penutup cerita yang diperuntukkan bagi keduanya, daripada ke soal Tobia dan Bernadette sendiri. (Sebenarnya, sifat Seabook dan Cecilly digambarkan agak berbeda dibandingkan di Gundam F91 sih, tapi soal ini enggak terlalu masalah.)

Memang ada kelemahan di sana-sini pada ceritanya. Kayak soal perkembangan karakter yang minim dan penggambaran teknologi yang agak bikin ‘hah?’. Tapi kalau kau menikmatinya, susah buat enggak memaafkan kelemahan-kelemahan seri ini.

Ceritanya memang luar biasa simpel. Tapi luar biasa ‘enggak jelek’ juga.

Cerita Crossbone Gundam memang berakhir dengan bagaimana Seabook dan Cecilly menyepi di Bumi dan menggunakan kembali nama lama mereka masing-masing, sementara Tobia mewarisi X-1 sebagai pengganti X-3-nya yang hancur dan bersama kawan-kawannya yang lain kembali ke luar angkasa. Tapi kemudian sekuel-sekuel dari Crossbone Gundam muncul. Jadi meski tamatnya memuaskan, bisa dibilang kisah Tobia dan kawan-kawannya masih berlanjut sesudah itu.

Minovsky Drives

Dengan cara agak sporadis, masih dipenai Hasegawa-sensei, beberapa sekuel untuk Crossbone Gundam kemudian keluar di dekade 2000an. Ceritanya agak kalah berbobot karena Tomino-sensei tak lagi terlibat dalam pembuatan cerita. Tapi ceritanya tetap lumayan menarik bagi mereka yang suka.

Kidou Senshi Crossbone Gundam Skullheart merupakan kumpulan cerita lepas sebanyak satu buku yang mengetengahkan aksi sisa-sisa Crossbone Vanguard yang dimotori Tobia sekitar setahun sesudah akhir cerita Crossbone Gundam. Mereka melawan pengaruh sisa-sisa Kekaisaran Jupiter di koloni-koloni luar angkasa terjauh dengan menggunakan kedok Blackrow Shipping Company. X-1 Kai dari Seabook telah dikustomisasi lebih lanjut oleh Tobia (bernama lengkap Crossbone Gundam X-1 Kai Kai) dan dijuluki ‘Skullheart’ oleh penduduk-penduduk sipil yang menyaksikannya karena pola tengkorak yang ada pada dadanya. Cerita-ceritanya relatif ringan dan tak terlalu berkesinambungan (walau agak terkesan konyol dengan perkembangan sukar dipercaya; seperti adanya biocomputer yang menyimpan kesadaran Amuro Ray serta MS-MS yang dikendalikan oleh monyet).

Kidou Senshi Crossbone Gundam Koutetsu no Shichinin, atau yang juga dikenal sebagai Mobile Suit Crossbone Gundam Steel 7, mungkin baru bisa dibilang merupakan sekuel sesungguhnya dari seri yang pertama. Cerita ini berjumlah tiga buku, dan memaparkan misi berbahaya yang harus ditempuh Tobia dan kawan-kawannya dengan hanya tujuh orang, yang sekaligus menutup cerita tentang sisa-sisa Crossbone Vanguard yang sebelumnya didirikan Berah.

Ceritanya berlatar sekitar tiga tahun sesudah akhir Crossbone Gundam. Pemerintahan Kekaisaran Jupiter yang dilanda perpecahan dikisahkan telah diambil alih oleh sepasang figur bernama Callisto, sepasang saudara kembar dengan kekuatan psikis. Lalu keduanya berupaya menjalankan operasi terakhir peninggalan Dogatie, suatu senjata colony laser raksasa bernama Shinwatz sebagai perwujudan proyek Zeus’s Thunderbolt. Menghadapi senjata pemusnah massal yang dapat menjangkau Bumi dari orbit Jupiter(?!), Tobia dan kawan-kawannya bertemu kawan-kawan baru dan musuh-musuh lama dan berpacu melawan waktu dalam upaya menemukan Icarus, suatu kapal percobaan terlantar buatan Anaheim Electronics yang konon menyimpan teknologi Minovsky Drive di Bumi. Kapal tersebut menjadi harapan terakhir mereka untuk bisa sampai di Jupiter tepat waktu sesudah tiga MS prototipe F-99 Recordbreaker beserta semua data berkenaan Minovsky Drive milik SNRI hancur di tangan Callisto, yang sekaligus menjelaskan lambatnya implementasi teknologi Minovsky Drive sampai datangnya masa Victory Gundam.

Kabar tentang proyek ini mereka peroleh dari Europa Dogatie, ibu tiri Bernadette (yang masih muda) yang harus menghadapi kecurigaan sebagai mata-mata di sepanjang cerita. Lalu rekan-rekan yang berhasil dikumpulkan antara lain Giri, Rosemary, dan Burns yang sama-sama telah menjadi pelarian dari Kekaisaran Jupiter di Bumi, serta instruktur veteran SNRI, Suzuki Minoru, dan pilot terakhir yang tersisa dari proyek F-99, Michel Drake Nah (mungkin ini cuma aku, tapi mungkin nama Drake merupakan suatu referensi terhadap seri Aura Battler Dunbine, satu anime mecha lain yang pernah disutradarai Tomino-sensei).

MS-MS yang Tobia dan kawan-kawannya gunakan kali ini meliputi Crossbone Gundam X-1 Full Cloth, yang merupakan perwujudan terakhir sekaligus terkuat dari seluruh MS Crossbone Gundam (4 generator I-Field, satu beam shield, dsb.) untuk Tobia; Barra Tortuga yang berukuran besar untuk Burns; Alana Abeja yang mendukung serangan jarak jauh untuk Rosemary; Vigna Ghina II, yang merupakan pengembangan dari MS yang dulu digunakan Cecilly, untuk Giri; Angel Diona yang mirip pula dengan yang dulu digunakan Bernadette, untuk Europa; serta satu unit Gundam F90 oleh Minoru dan satu unit Gundam F91 oleh Michel. Kesemua MS ini dikustomisasi habis-habisan dan membuatnya terlihat lumayan keren bahkan dengan gaya gambar Hasegawa-sensei yang sederhana.

Steel 7 menampilkan plot cerita yang cepat serta aksi-aksi lumayan seru. Karakterisasinya agak lemah, seperti sebelumnya. Tapi adegan-adegan pertempurannya intens, dengan musuh-musuh yang berkesan teramat imba. Walaupun bagian-bagian awalnya agak ringan, ceritanya secara mengejutkan berakhir tragis dengan Tobia dan Bernadette sama-sama menempuh jalan yang serupa dengan yang dulu Seabook dan Cecilly ambil.

Sekuel terkini Crossbone Gundam, Kidou Senshi Crossbone Gundam Ghost, kalau enggak salah masih berlanjut pada saat tulisan ini kubuat. Berlatar di Universal Century 0153, dua puluh tahun sesudah berakhirnya Crossbone Gundam, seri ini mengetengahkan masa-masa awal invasi Kekaisaran Zanscare yang ditampilkan dalam Victory Gundam.

Font Baud, pelajar SMA yang hidup damai di Side 3, koloni luar angkasa yang dulu menjadi awal lahirnya faksi Zeon, mendapat masalah sesudah hobinya meneliti teknologi MS dari masa-masa lama untuk situs webnya membuatnya diburu oleh agen-agen Zanscare. Ia berhasil dihubungi terlebih dahulu oleh seorang pria misterius bernama Curtis Rothko dari agensi rahasia Serpiente Tacon, yang menemukannya berkat kemampuan psikis dari gadis remaja yang menemaninya, Belle. Bersama, ketiganya kemudian terlibat pencarian terhadap sesuatu yang disebut Angel Call, yang merupakan komponen penting dari Angel Halo, senjata penentuan yang ditampilkan pada klimaks cerita Victory Gundam yang secara tak sengaja telah Font temukan.

MS utama yang ditampilkan dalam seri ini adalah Crossbone Gundam Ghost yang berwarna putih perak, yang merupakan MS Crossbone Gundam terakhir yang semestinya tidak lagi ada.

(Mungkin lagi-lagi ini cuma aku, tapi Font mungkin merupakan protagonis seri Gundam pertama yang berkacamata.)

Belum banyak yang bisa kukatakan tentang sekuel terbaru ini, selain soal nuansa dunianya yang mulai menyerupai nuansa dunia di Victory Gundam, dengan masyarakat-masyarakat dunia yang seakan terpecah-belah serta mecha-mecha Zanscare berbentuk serangga. Aku merasa artwork-nya agak kalah menarik dibandingkan sebelum-sebelumnya, apalagi mengingat bagaimana seri ini dibikin belakangan. Tapi ceritanya masih menarik dengan menonjolkan aksi-aksi lumayan seru yang menjadi kekhasan seri ini.

Aku belum akan merekomendasikan sekuel-sekuelnya seperti aku merekomendasikan Crossbone Gundam sih. Tapi kurasa kalian tahu maksudku.

Antara Manusia dan Para Pewarisnya

Akhir kata, terlepas dari kelemahan-kelemahannya, Crossbone Gundam merupakan seri yang benar-benar menarik. Kerasa kayak ada semacam ‘cinta’ dalam pembuatannya. Lalu Crossbone Gundam konon merupakan satu-satunya seri manga Gundam di mana Tomino-sensei terlibat secara langsung. Kualitas versi terjemahan yang kau baca berpengaruh sih. Tapi kalau kau sanggup mengikutinya, kepuasan membacanya bisa diibaratkan setara dengan kepuasan sehabis menonton seri-seri TV Gundam yang terbaik.

Seri-seri sekuelnya sayangnya belum terlalu mengimbangi dari segi durasi maupun cerita sih. Terutama dari segi karakterisasi serta tempo cerita. Tapi kalau kau penggemar mecha, kurasa tetap menarik untuk melihat desain-desain MS-nya.

Yang paling aku suka dari cerita ini? Jangan menyerah, apapun yang terjadi.

Ntar kalau ada perkembangan lebih lanjut, tulisan ini akan kuedit lagi.

11/07/2011

Mobile Suit Gundam: The Origin

Mobile Suit Gundam: The Origin, yang diterbitkan oleh Kadokawa (‘origin‘ berarti ‘awal mula’), pada dasarnya merupakan satu dari beberapa manga (ya, kalo ga salah ada lebih dari satu) yang merupakan penceritaan ulang dari seri animasi Kidou Senshi Gundam buatan Sunrise yang orisinil.

Alasan manga satu ini istimewa adalah karena dibuat oleh Yasuhiko Yoshikazu, ilustrator sekaligus animator kunci dari seri yang asli. Kualitas artwork-nya, meski pada beberapa bagian terkesan klasik, bisa dibilang gila. Lalu ceritanya dikomposisikan ulang sedemikian rupa agar lebih cocok dalam bentuk manga dan lebih konsisten dengan ide awalnya. Dan yang pasti, sama seperti seri anime aslinya, seri manga ini pun sarat sampai penuh dengan elemen-elemen aksi dan drama.

Mungkin karena alasan-alasan tersebut, belum lama ini seri ini diputuskan untuk diangkat ke dalam bentuk animasi. Memang kedengarannya sedikit aneh sih, ada manga yang mengadaptasi sebuah anime, kemudian balik diadaptasi lagi ke bentuk anime. Tapi memang begitu kenyataannya. Karena jujur saja, menurutku, manga ini memang sebagus itu.

The War… again.

Aku berasumsi semua yang baca udah tahu. Tapi bagi yang belum, manga ini berkisah tentang perjuangan sekelompok pengungsi dari koloni luar angkasa Side 7 saat tempat tinggal mereka secara tak terduga berubah menjadi medan perang.

Senjata baru pihak Federasi Bumi yang tengah transit diketahui keberadaannya oleh pihak Zeon yang merupakan musuh. Tokoh utamanya, Amuro Ray, adalah seorang remaja yang secara kebetulan menjadi pilot utama senjata tersebut, yang berupa sebuah MS (mobile suit-gampangnya, robot humanoid) sangat kuat yang bernama Gundam.

Ceritanya berlatar di suatu masa ketika jumlah populasi manusia sudah sedemikian besarnya, hingga migrasi ke koloni-koloni luar angkasa sampai dilakukan karena planet Bumi sudah terlanjur penuh. Diskriminasi orang-orang Bumi terhadap orang-orang yang tinggal di koloni kemudian memicu munculnya faksi Zeon yang menyatakan perang terhadap pemerintahan Federasi. Seri ini menuturkan bagaimana Amuro dan kawan-kawannya berubah dari relawan pengungsi menjadi pahlawan-pahlawan perang yang secara tak adil menjadi andalan pihak Federasi.

Mengingat seri aslinya keluar di tahun 1979, di samping penataan ulang ceritanya, ada lumayan banyak sentuhan modern yang diberikan pada seri manga ini.

Pertama, meski sekilas terkesan tak terlalu menonjol,  semua mecha di seri ini digambarkan jauh lebih keren dibandingkan seri aslinya. Aku tak tahu apa persisnya yang membuat kesannya berbeda. Tapi segala sesuatu yang digambarkan di manga ini benar-benar terlihat lebih ‘wah’ dibandingkan di anime-nya. Artwork-nya,bagi yang belum lihat, mirip dengan yang ada di manga Gundam Unicorn: Bande Desinee, hanya saja jauh lebih luwes dan alami. Peralatan-peralatan yang digunakan mecha-mecha di seri ini juga terlihat lebih bagus. Mungkin karena detil yang ditambahkan ke dalamnya lebih banyak dibandingkan yang ada di seri aslinya.

Lalu soal karakter.  Tokoh antagonis utama, Char Aznable, perwira Zeon yang mengejar-ngejar kelompok Amuro, digambarkan karismatik dan diabolical seperti di seri aslinya. Tapi Amuro dan banyak tokoh lain digambarkan lebih riil dan kehilangan sisi kartun yang sebelumnya mereka punya. Kemuraman Amuro di seri ini terlihat lebih nyata. Bright Noa, sesuai usianya yang terbilang muda, digambarkan mudah bimbang akibat tanggung jawab barunya sebagai kapten pengganti kapal induk White Base.  Ketengilan Kai Shiden dan perasaan inferior Hayato Kobayashi juga terkesan lebih alami di seri ini. Aku bahkan sampai terkesima sendiri saat sadar betapa aku lebih menyukai penggambaran para tokoh di sini ketimbang di seri aslinya.

Terakhir, soal ceritanya sendiri, memang ada beberapa modifikasi. Tapi seri ini ternyata tak hanya memberi modifikasi, melainkan juga ekspansi. Segala sesuatunya menurutku kayak terkesan jauh lebih ‘gede’ dari sebelumnya. Mungkin karena beberapa babak cerita jadi digabung dan dipadatkan untuk mempersingkat cerita.

Hebatnya, pemaparan ceritanya yang mengikuti alur yang sama masih tetap efektif. Amuro misalnya, digambarkan sudah curiga lebih dulu tentang keberadaan Gundam, sesudah diam-diam (dengan gaya hikkikomori) mengintip isi komputer ayahnya. Pertemuan pertama antara Char dan adik perempuannya, Sayla Mass, juga dialihkan dari babak awal di Side 7 ke ketegangan insiden sabotase di markas militer Luna II, menghasilkan sebuah adegan pertemuan keren yang benar-benar berbeda sekaligus berkesan. Lalu jumlah MS yang dimiliki White Base di awal cerita secara signifikan ditambah, membuat skala pertempuran-pertempuran yang mereka lalui terkesan lebih besar. Pokoknya ada lebih banyak hal yang digambarkan dimiliki oleh kedua belah pihak, yang pastinya berujung ke lebih banyak aksi pertempuran yang dramatis dan keren.

An anime… again.

Sesudah ‘kekecewaan’ yang melingkupi sebagian fans lewat pengumuman seri baru Gundam AGE, adaptasi anime dari The Origin kurang lebih menjadi pengobat kerinduan penggemar lama akan hadirnya cerita Gundam baru yang bernuansa klasik. Meski aku pribadi tak punya masalah dengan konsep Gundam AGE, aku lumayan menantikan saat anime ini jadi juga, meski aku lebih berharap aku bisa menamatkan versi manga-nya sebelum itu (ya, versi manga-nya ini memang baru tamat).

Aku juga agak berharap nanti akan ada tambahan epilog di ending-nya sih. Atau sebuah tamat yang berbeda sekalian. Tapi soal itu biar kita lihat nanti.

07/06/2011

Ring of Gundam

Beberapa hari lalu, aku berkunjung ke salah satu situs Gundam langgananku dan untuk pertama kalinya tahu tentang proyek ini.

Ring of Gundam adalah sebuah video animasi CG pendek yang pertama ditampilkan pada Gundam Big Expo pada tahun 2009. Yang membuat video ini istimewa adalah kenyataan bahwa video ini disutradarai oleh Yoshiyuki Tomino, bapak pencipta asli seri ini, dan dengan demikian menjadikan ini karya terkini beliau sesudah proyek film kompilasi layar lebar Mobile Suit Zeta Gundam: A New Translation.

Ceritanya, agak susah dijabarkan karena tak terlalu kumengerti. Tapi berdasarkan informasi yang kuperoleh dari Zeonic Republic, garis besarnya adalah sebagai berikut.

Berlatar di penghujung masa Universal Century, pasukan Federasi Bumi yang dulu runtuh dikisahkan telah dibentuk kembali. Pembentukan ini adalah demi melindungi industri-industri baru yang berdiri kembali dari ancaman EX, koloni luar angkasa terakhir yang masih tersisa dan sebelumnya digunakan sebagai tempat pembuangan penjahat. Diceritakan bahwa pada masa ini terdapat Ring Colony, sebuah superstruktur raksasa berbentuk cincin, yang merupakan peninggalan terakhir yang masih tersisa dari era koloni-koloni luar angkasa.

Lalu pada suatu masa, ditemukan sesuatu yang disebut Beauty Memory berbentuk lempengan batu di sebuah gunung di Bumi yang dikatakan menyimpan kenangan seluruh umat manusia dari abad sebelumnya. Lalu ada pasukan yang dipimpin Kapten Glenn dari Skull Unit yang ditugaskan pergi ke Ring Colony, karena di dalamnya terkandung sesuatu yang disebut Warisan Amuro yang konon menjadi kunci mengakses Beauty Memory. Sang tokoh utama yang bernama AG (‘Eiji’) adalah anggota Skull Unit yang bertemu seorang perwira wanita EX bernama Yuria yang membuatnya sadar akan arti Beauty Memory yang sesungguhnya. AG dengan bantuan Yuria kemudian memutuskan mengkhianati timnya agar Warisan Amuro (yang berbentuk Gundam) dan Beauty Memory tidak disalahgunakan.

…Atau setidaknya, itulah yang kukira bisa kutangkap dari cerita ini.

Beauty Memory sendiri dikatakan merupakan rekaman penuh kesedihan dari umat manusia, dan Ring Colony ternyata merupakan wadah terakhir umat manusia untuk berpindah ke tata surya baru yang lebih muda dan sekaligus menjadi harapan terakhir yang masih tersisa dari umat manusia. Argh, entahlah. Aku tak bisa memahami lebih dari itu.

Tetapi berbicara soal teknis videonya sendiri, ini benar-benar merupakan video pendek yang enak dilihat. Ada desain ulang dari Gundam pertama Amuro yang kini berwarna putih yang terus terang benar-benar terlihat keren.

Aku dengar rumor-rumor aneh yang mengatakan bahwa sekalipun kini sudah beredar di Web, video ini sebelumnya berusaha untuk dibatasi hanya di wilayah Jepang saja. Jadi bisa dibilang, ini jelas-jelas bukan sebuah proyek komersil. Hanya sebuah… entah ya? Pesan abstrak dari sang sutradara mengenai pandangannya terhadap waralaba ini secara menyeluruh? Yang pasti, sempat ada ide untuk membuat sebuah video Gundam live-action (ala G-Saviour). Cuma batal, dan jadilah video ini.

Seperti halnya dengan Turn A Gundam, Tomino-sensei sepertinya berusaha mendorong kita untuk melepaskan masa lalu, membebaskan diri dari pengaruh ‘Gundam,’ dan memfokuskan diri dalam membangun karya-karya baru. Get a life! Mungkin kurang lebih seperti itu.

Pesan abstrak beliau sepertinya kurang begitu ditanggapi, mengingat hanya dalam seminggu lagi ada sebuah proyek Gundam baru yang akan diumumkan oleh Sunrise. Tapi, yah, asal berbobot, aku tak akan banyak mengeluh soal ini sih.

Tapi iya sih, kalau aku mencoba memandang dari sisi kreatif, video ini benar-benar meninggalkan nuansa aneh yang agak bikin kita bilang ‘WTH?’ Sebenarnya apa makna dari video pendek ini sih? Dengan gaya khas Tomino-sensei, sepertinya kita tetap bebas mengintepretasikannya dengan cara masing-masing.

Uh, aku pribadi merasa ini agak gimanaa gitu. Tapi ya sudahlah. Toh apa yang dipaparkan video ini bukan sesuatu yang benar-benar penting.

15/11/2010

Gundam Sousei

Gundam Sousei karya Owada Hideki (dia pernah bikin manga apaa gitu, tentang judi–dia lumayan terkenal) pada dasarnya merupakan ‘fiksionalisiasi’ dari proses pembuatan seri anime mecha Kidou Senshi Gundam dan pertumbuhan franchise-nya yang sangat terkenal.

Oke, deskripsinya mungkin membuatnya terdengar seperti semacam biografi. Tapi bukan. Gundam Sousei sama sekali BUKAN biografi. Gundam Sousei adalah DRAMATISASI habis-habisan dari salah satu bagian terpenting dari sejarah anime. Para tokoh utamanya (dengan pengecualian satu-dua orang) adalah tokoh-tokoh yang benar-benar ada.

Tak main-main, sutradara sekaligus penggagas Gundam, Yoshiyuki Tomino, dikasih peran sentral. Di sini, ia digambarkan sebagai seorang pria botak agak pervert yang tak segan-segan ‘membengkokkan’ peraturan dan teramat sangat bad-ass dengan kacamata hitamnya dan otot-otot perutnya yang six-pack. Aku memang pernah dengar bahwa beliau bukan tipe orang yang senang diajak kompromi tentang idealismenya sih. Tapi man, penggambarannya di seri ini bukan hanya ‘nyambung’ ama sejarah, melainkan sungguh-sungguh bikin kagum sekaligus ketawa.

Aku langsung… “OMG…” karena secara tampang Tomino yang digambar di manga ini memang agak-agak mirip dengan Tomino-sensei yang asli…

Eniwei, Tomino, dengan ditemani seorang gadis manis bernama Kasukari Momoi, program director studio animasi Sunrise yang masih hijau (tokoh ini fiksi)–yang ia seret ke mana-mana dalam rencana-rencana gilanya dan menjadi sumber aspek moe dalam seri ini–bersama kawan-kawan mereka yang lain berupaya melakukan hal-hal besar untuk mengubah nasib dunia per-anime-an untuk selama-lamanya. Inilah manga yang mengisahkan perjuangan mereka!

Para penggemar Gundam, terutama seri Kidou Senshi Gundam asli yang berlatar di tahun 0079 UC, akan menemukan banyak sekali referensi seiring perkembangan cerita. Bisa jadi pula manga ini dibuat khusus untuk para penggemar Gundam.

Studi Kasus

Berawal di paruh akhir dekade 70an, seorang sutradara idealis bernama Yoshiyuki Tomino dari studio animasi Sunrise (yang saat itu belum setenar sekarang) berusaha mengubah standar anime robot raksasa dengan menghadirkan sesuatu yang lain dari yang lain. Dia memulai proyek anime baru yang menentang segala norma yang lazim saat itu. Anime tersebut adalah seri Gundam paling pertama dengan tokoh utamanya, si remaja 14 tahun, Amuro Ray (yang suaranya diisi Furuya Tohru). Setelah adegan pembuka di mana Tohru diberi inspirasi oleh Tomino soal seperti apa karakter Amuro yang sesungguhnya, kita dibawa lebih jauh ke masa lalu yang menjadi awal mula dari segalanya…

Alih-alih acara ‘gulat mingguan’ antar robot-robot raksasa untuk anak-anak, Gundam menghadirkan drama dan perkembangan karakter mendalam. Yah, intinya, hal-hal  yang juga akan menarik perhatian orang-orang dewasa. Bukan cuma anak-anak. Tapi paradigma sosial terhadap anime membuat seri ini pada masanya sulit untuk diterima. Bukan hanya menghadapi banyak kendala–terutama dari pihak sponsor yang sampai beberapa kali harus dikibuli’– Tomino dkk juga harus menghadapi kenyataan bahwa pada awalnya, rating seri Gundam ini sama sekali tak sesukses bayangannya.

Manga ini pada dasarnya menggambarkan seberapa jauh Tomino dan orang-orang di sekitarnya rela ‘berperang’ agar Gundam bukan hanya tetap tayang, melainkan juga menjadi populer.

“Itu bukan desain mainan! Itu adalah peninggalan dari Peradaban Keenam!”

Pernah ada masa ketika aku menggali setiap halaman di MAHQ untuk mencari tahu sebanyak mungkin yang aku bisa tentang anime-anime mecha klasik. Karenanya, aku terkagum-kagum sendiri selama membaca manga ini.

Bukan hanya Tomino seorang yang dipelesetin dan dibuat berlebihan. bahkan sang desainer karakter awal sekaligus animator, Yoshihiko Yoshikazu, turut muncul sebagai seorang bishounen jenius yang menjadi rekan pertama Tomino. Lalu Hajime Yatate, pseudonim untuk menyebut keseluruhan staf studio Sunrise pada umumnya, dengan kocaknya ditampilkan sebagai satu karakter bertopi koboi ga jelas yang menjadi atasan Tomino. Lalu bukan hanya Gundam. Anime-anime lain yang sempat memberi pengaruh atau terpengaruh turut disebutkan di anime ini. Mulai dari Space Battleship Yamato yang landasan perbandingan kesuksesan anime saat itu (di bab-bab lanjutan tiba-tiba saja dipelesetan sebagai ‘Kamato,’ entah mengapa) sampai ke (sejauh yang aku udah baca) Space Runaway Ideon, karya lain Tomino dalam upayanya membuat anime mecha yang tak ‘tolol.’ Ichiro Itano, yang pengaruh ‘Itano Circus’-nya melambungkan Macross, baru kuketahui ternyata berperan juga dalam sejarah Gundam. Ia tampil di sini sebagai animator muda berdarah panas(?!) yang terpukau oleh idealisme Tomino dan sampai pindah kerja untuk menjadi pengikutnya.

Artwork manga ini sendiri kurasa hanya bisa kukatakan bergaya ‘klasik.’ Cocok dengan latar era 80a, dan cukup komikal buat bikin kita ketawa sambil memahami apa-apa yang terjadi.  Beberapa detil ceritanya agak berlebihan sih. Tapi secara mengejutkan, adegan-adegan ‘besar’-nya sepertinya sesuai sejarah. Bahkan ada… sejumlah kejadian minor(?) yang diceritakan di manga ini, yang sejauh yang kutahu tampaknya tak diungkap dalam sejarah formal. Hal-hal seperti itu yang benar-benar membuat manga ini menarik.

Pokoknya, yang ingin kukatakan adalah, manga ini KEREN! Tapi aku mengatakan ini bukan hanya sebagai penggemar Gundam. Ini… keren dalam artian sesungguhnya!

Yah, oke. Keren enggaknya sesuatu memang relatif sih. Jadi aku enggak akan bicara lebih banyak soal itu.

Manga ini kelihatannya masih berlanjut, dan terus terang, aku enggak punya bayangan ini bakal sepanjang apa. Saat ini, ceritanya baru membahas soal adaptasi seri TV aslinya ke layar lebar. Tapi bila kalian mengaku menggemari seri-seri Gundam klasik (sampai semaniak aku, seenggaknya), kurasa kalian juga bakal menganggap seri ini sebagai sesuatu yang betulan menarik.

19/04/2010

Daftar Animasi Gundam (Desember 2016)

Ada seseorang yang dulu meminta ini.

Inspirasi utamaku dalam menyusunnya adalah Wikipedia bahasa Inggris, situs Gundam Wiki, serta ulasan sejarah Gundam di buletin Animonster edisi bulan Januari tahun 2000.

Daftar ini dibuat secara kronologis berdasarkan tahun produksi kemunculan pertama suatu seri. Harap diperhatikan bahwa hanya seri Gundam yang dianimasikan saja yang masuk ke dalam daftar ini. Jadi bila kau suatu hari menemukan rancangan MS dari suatu seri yang tak disebutkan di sini, maka bisa jadi itu rancangan MSV, dan seri tersebut berbentuk cerita novel, manga, atau game. Sebagai catatan, klip-klip animasi promo dan spin off yang agak bersifat parodi macam berbagai seri SD Gundam dan (apalagi) seri Gundam-san takkan kusebut di daftar ini.

Daftar ini akan ku-update secara berkala. Semua seri yang pernah kutonton tetap mungkin (sekali lagi, mungkin) akan kubuat ulasannya secara terpisah juga.

(Sinopsis-sinopsis di sini kuulas secara agak bebas. Jadi sori kalau ada yang kurang berkenan.)

———

Mobile Suit Gundam (1979)

Juga dikenal sebagai Gundam 0079, seri ini diakui sebagai salah satu awal lahirnya genre real robot. Pertama muncul sebagai seri TV, dengan gagasan untuk membuat suatu anime mecha yang ‘tak tolol,’ seri ini pada awalnya tidak menarik banyak perhatian. Tapi seiring dengan waktu, secara perlahan tapi pasti, seri ini mulai memperoleh banyak penggemar fanatik.

Selain sutradara Tomino Yoshiyuki yang menjadi pencetus cerita, nama-nama tenar di balik produksinya meliputi Ogawara Kunio sebagai desainer mecha serta Yoshikazu Yasuhiko sebagai desainer karakter.

Seri TV ini kemudian diangkat ke dalam bentuk tiga episode film kompilasi layar lebar. Perbedaan utama yang dimiliki versi ini dibandingkan versi seri TV-nya adalah dihapuskannya sejumlah elemen cerita yang masih berbau super robot, dipadatkannya cerita secara umum, serta ditambahkannya sejumlah adegan baru.

Seri ini terdiri atas 43 episode.

Berlatar di tahun 0079 Universal Century, pada masa ketika populasi manusia bumi sudah merambah luar angkasa lewat penciptaan space colony (koloni ruang angkasa), dikisahkan bahwa peperangan dahsyat tengah berlangsung antara Federasi Bumi yang berbasiskan di Bumi dan Monarki Zeon yang menyatakan kemerdekaan mereka di space colony. Tokoh utama seri ini adalah seorang pemuda berusia 14 tahun yang sedikit geek bernama Amuro Ray.

Amuro, karena desakan keadaan. menjadi satu-satunya orang yang memahami cara pengendalian senjata rahasia terakhir milik Federasi Bumi, yakni RX-78-2 Gundam, yang secara diam-diam dikembangkan oleh ayahnya sendiri. Gundam merupakan bagian dari proyek rahasia Federasi untuk menghasilkan senjata-senjata yang dapat menandingi teknologi mobile suit (MS) Zaku milik Zeon. Proyek rahasia ini disebut Operation V, dan selain Gundam juga telah menghasilkan pula MS khusus Guntank dan Guncannon, serta MS produksi massal, GM.

Sesudah koloni tempat tinggalnya diserang, Amuro kemudian bergabung bersama para warga sipil lain yang selamat di kapal induk White Base di bawah kepemimpinan darurat Bright Noa. Mereka mencoba melarikan diri ke Jaburo, markas besar Federasi Bumi di Amerika Selatan, agar bisa lolos dari kejaran tentara Zeon yang dimotori pria bertopeng misterius yang menjadi pilot as Zeon bernama Char Aznable.

Char ternyata sebenarnya merupakan Casval Daikun, putra pendiri Zeon sekaligus pencetus teori tentang Newtype, yang bermaksud membalas dendam terhadap keluarga Zabi yang telah membunuh ayahnya, mengambil alih kekuasaan di koloni luar angkasa Side 3, dan mengambil nama ‘Zeon’ sebagai nama negara. Sayla Mass, mahasiswi kedokteran yang bergabung menjadi awak White Base, belakangan terungkap sebagai adik kandung Char, Artesia Daikun, yang berada di pihak bersebrangan dengan kakaknya.

Konflik antara Amuro dan Char mencapai puncaknya saat Lalah Sune, seorang gadis muda yang berada di bawah asuhan Char, tak sengaja tewas demi melindungi Char dari serangan Amuro.

Pertempuran terakhir pecah tatkala pasukan Federasi melakukan penyerbuan terhadap titik pertahanan terakhir Zeon di benteng luar angkasa A Baoa Qu. Di sana, Amuro, yang oleh Lalah telah disadarkan keberadaannya sebagai seorang Newtype, berhadapan kembali dengan Char yang kini menggunakan MS eksperimental Zeong. Di akhir pertempuran, perang apokaliptik antara Federasi dan Zeon kemudian dikenal dalam sejarah sebagai One Year War (Perang Satu Tahun).

Animasinya terbilang ‘kolot’ untuk ukuran zaman sekarang, tapi kualitas penceritaannya yang benar-benar berbobot secara mencolok membedakannya dari anime-anime mecha (robot) lain pada zamannya. Tema-tema berat seperti ‘kematian dalam perang’ dan ‘dewasa sebelum waktunya’ digambarkan secara jelas dan gamblang. Di samping menjadi awal dari franchise anime mecha paling terkenal sepanjang sejarah, seri keluaran studio Sunrise ini menjadi pembuka bagi dibuatnya anime-anime robot lain yang tak sepenuhnya diperuntukkan bagi anak-anak, seperti Taiyou no Kiba Dougram dan Space Runaway Ideon.

Versi trilogi movie kompilasinya lebih direkomendasikan dibandingkan versi seri TV-nya. Tapi dua-duanya sama-sama memiliki daya tariknya sendiri-sendiri.

Mobile Suit Gundam menjadi seri yang mempopulerkan konsep-konsep seperti beam saber, koloni luar angkasa, persenjataan bit, robot mainan Haro yang berbentuk bola, sekaligus konsep partikel Minovsky yang dikeluarkan reaktor MS dan bersifat menghambat terjalinnya komunikasi radio.

(‘Karakter Bertopeng’ dalam seri ini adalah Char Aznable, yang upayanya membalas dendam mendapat pertentangan dari adik perempuannya sendiri. Dirinya pertama dikenal berkat MS Zaku II miliknya yang berwarna merah, yang ‘tiga kali lebih cepat’ dari Zaku normal.)

Mobile Suit Zeta Gundam (1985)

Zeta Gundam merupakan sekuel yang dibuat sebagai tanggapan atas ketenaran Gundam sesudah proyek trilogi film layar lebarnya tuntas. Berawal sebagai seri TV, Zeta Gundam membuka pangsa pemirsa baru yang sebelumnya belum tersentuh oleh seri yang pertama, dan semakin menumbuhkan minat terhadap waralaba ini.

Pada seputaran tahun 2005, seri ini dibuat trilogi movie kompilasinya. Perbedaan yang dimiliki versi ini dibandingkan versi seri TV-nya adalah cerita yang lebih dipadatkan, penambahan adegan-adegan baru, serta perubahan mencolok pada akhir ceritanya, yang merefleksikan nuansa yang lebih optimis.

Seri TV-nya terdiri atas 50 episode.

Berlatar di tahun 0087 UC, para penduduk space colony dikisahkan hidup di bawah penindasan biadab yang dilakukan kelompok Titans. Titans adalah kesatuan elit yang dibentuk Federasi Bumi untuk mencegah munculnya faksi pemberontak lain macam Zeon, tapi langkah-langkah yang mereka ambil cenderung tidak berperikemanusiaan. Tokoh utama kali ini adalah pemuda berbakat namun bermasalah bernama Camille Vidan.

Saat koloni tempat tinggalnya di Green Noa dijadikan basis eksperimentasi militer oleh Titans, Camille bertikai dengan seorang perwira Titans bernama Jerid Messa, dan kejadian tersebut memicunya untuk nekad mencuri Gundam Mk II baru milik Titans yang tengah diuji.

Di bawah bimbingan Quattro Bajeena (yang sebenarnya merupakan sosok penyamaran dari Char Aznable), Camille yang diyakini sebagai Newtype kemudian bergabung bersama kelompok pemberontak AEUG (Anti-Earth Union Group) pimpinan Blex Forer di kapal induk Argama yang nantinya dikomandoi Bright Noa. Camille menjadi saksi langsung atas tindakan-tindakan kejam Titans dan dengan tegar tumbuh menjadi andalan AEUG dalam menghentikan dominasi mereka. Selama itu pula dirinya menjadi sasaran permusuhan Jerid, yang lambat laun menjadi musuh besarnya.

Di pertengahan seri, Amuro Ray turut berperan sebagai mentor Camille saat mereka turut berjuang melawan Titans di Bumi di bawah bendera kelompok Karaba. Sejumlah tokoh lama yang dahulu berperan sebagai awak White Base, seperti Mirai Yashima yang telah menikahi Bright, Kai Shiden yang kini menjadi jurnalis mata-mata, serta Hayato Kobayashi yang memimpin Karaba, turut tampil dan berperan kembali.

Meski Titans berhasil didesak ke luar angkasa, konflik memanas dengan datangnya sisa faksi Zeon menggunakan asteroid raksasa Axis yang hendak bernegosiasi dengan Federasi Bumi. Kelompok Axis Zeon dipimpin oleh seorang wanita bernama Haman Karn, yang menjadi wali dari Mineva Zabi, keturunan terakhir keluarga Zabi yang masih hidup dan masih anak-anak. Kepada siapa Axis memutuskan untuk bersekutu akan menentukan hasil akhir peperangan.

Pertempuran terakhir pecah di koloni Green Noa yang kini telah dinamai Gryps, di mana benteng Gate of Zedan milik Titans ditempatkan. Char dengan Hyaku Shiki menghadapi Qubeley milik Haman demi menuntaskan hubungan masa lalu di antara mereka. Sementara Camille dengan Zeta Gundam menantang The O milik Paptimus Scirocco, pengembang senjata dari Jupiter sekaligus seorang Newtype berkekuatan dahsyat, yang dengan lihai telah mengambil alih kepemimpinan Titans dari Jamitov Hymem. Rangkaian pertempuran ini kemudian dikenal dalam sejarah sebagai Gryps Conflict (Konflik Gryps).

Zeta Gundam secara umum dipandang sebagai salah satu seri Gundam terbaik yang pernah dibuat. Alur ceritanya kompleks dan gelap, dan disampaikan lewat animasi dan desain yang melampaui zamannya berkat kehadiran anggota-anggota staf baru yang lebih muda (meliputi desainer andal Nagano Mamoru dan Fujita Kazumi).

Versi seri TV lebih disarankan dibandingkan versi kompilasi layar lebar karena cakupan ceritanya yang lebih luas memberikan dampak dramatisasi yang lebih mendalam. Versi layar lebar, di sisi lain, tetap memiliki akhir lebih optimis dengan kualitas animasi lebih baru pada beberapa adegan.

Seri ini juga menonjol karena kemampuan Zeta Gundam untuk berubah wujud menjadi pesawat memulai tren mecha-mecha yang dapat bertransformasi dalam dunia animasi, khususnya Macross. Seri ini juga yang pertama memperkenalkan teknologi yang dapat menyalurkan kekuatan Newtype para pilotnya, yang dalam seri ini diperlihatkan oleh teknologi biosensor di dalam Zeta Gundam yang menghasilkan fenomena-fenomena misterius.

Konsep manusia Newtype—yakni mereka yang kesadaran dirinya ‘mengembang’ karena tak lagi terikat gravitasi Bumi—yang dicetuskan secara sekilas dalam seri sebelumnya, juga mulai ditelusuri lebih jauh pada seri ini.

(‘Karakter Bertopeng’ dalam seri ini adalah Quattro Bajeena, yang menghadapi konflik dengan hubungan masa lalu dan peran masa kininya. MS Hyaku Shiki keemasan yang digunakannya dikenal karena desainnya merupakan turunan dari rancangan Delta Gundam, yang hanya terwujud sebatas konsep.)

Mobile Suit Gundam ZZ (1986)

Seri televisi ini dimaksudkan sebagai season kedua dari serial TV Zeta Gundam, yang dibuat dengan nuansa yang teramat sangat berbeda, dengan target pemirsa utama yang lebih ke anak-anak. Seri ini sebelumnya dimaksudkan sebagai penutup bagi cerita Amuro dan Char. Tapi sesudah produksi film layar lebar Char’s Counterattack disetujui, sejumlah penyesuaian kemudian dilakukan agar ceritanya tetap berdiri sendiri.

Total episodenya adalah sebanyak 47.

Dikisahkan bahwa pada tahun 0088 UC, Titans telah dikalahkan. Tapi AEUG kehilangan sebagian besar kekuatan mereka dan kini dipimpin oleh Bright Noa. Tanpa ada pihak lain yang dapat menghalangi, pasukan Axis Zeon mendeklarasikan diri sebagai Neo Zeon, dan secara perlahan tapi pasti mulai merebut tampuk kekuasaan di koloni-koloni luar angkasa. Tokoh utama kali ini adalah pemuda pemulung yatim piatu bernama Judau Ashta.

Saat AEUG berlabuh di koloni mereka, Judau bersama teman-temannya sesama yatim piatu dari koloni luar angkasa Shangri-La, berulangkali mencoba mencuri Zeta Gundam dari kapal Argama agar bisa mereka jual. Tetapi campur tangan pasukan Neo Zeon di Shangri-La akhirnya membuat mereka memutuskan untuk bergabung bersama AEUG dan melakukan perlawanan gerilya(?) terhadap mereka.

Seiring perkembangan cerita, Judau dan kawan-kawannya menolong(?) seorang gadis bernama Roux Louka dari ancaman perwira muda Neo Zeon bernama Glemmy Tot. Roux ternyata adalah utusan dari La Vie En Rose yang mengabarkan pada mereka tentang MS ZZ Gundam (‘Double Zeta’) yang baru. Tapi Glemmy yang terobsesi dengan Roux tak sudi melepaskan gadis itu begitu saja. Dalam upayanya mendapatkan Roux, Grammy akhirnya malah menawan Leina Ashta, adik perempuan Judau sekaligus satu-satunya anggota keluarganya yang masih tersisa.

Upaya Judau untuk mendapatkan Leina kembali mewarnai sebagian besar cerita di seri ini. Upayanya tersebut akhirnya mempertemukannya dengan pemimpin Neo Zeon, Haman Karn. Haman, yang mendapatkan reaksi Newtype dari Judau, kemudian memandangnya sebagai ‘tandingan’ yang sebanding dengan Char dan Camille.

Pada penghujung cerita, Glemmy, yang disadarkan akan jati dirinya yang sesungguhnya, memulai pemberontakan besar-besaran terhadap Haman. Haman dengan Qubeley berduel dengan Full Armor ZZ Gundam milik Judau, sebelum memutuskan untuk menyudahi semua ambisinya sesudah semua yang telah terjadi. Faksi Neo Zeon dengan sendirinya akhirnya runtuh dari dalam, dan di akhir cerita terungkap bahwa Neo Zeon tak lagi memiliki motivasi untuk berperang karena Mineva Zabi yang begitu mereka junjung ternyata bukan lagi Mineva Zabi yang asli.

Rangkaian pertempuran ini dikenal dalam sejarah sebagai First Neo Zeon War (Perang Neo Zeon Pertama).

Gundam ZZ memiliki nuansa ringan yang radikal bila dibandingkan seri pendahulunya, karena konon dimaksudkan sebagai ‘penyegar’ sesudah akhir cerita Zeta Gundam yang teramat tragis. Meski dipandang konyol oleh para penggemar yang lebih serius, Gundam ZZ tetap berhasil menarik sejumlah penggemar baru dari kalangan anak-anak dan orang awam.

Sesudah produksi film layar lebar Char’s Counterattack kemudian disetujui, naskah seri ini kabarnya diambil alih dan ditulis ulang oleh Tomino-sensei. Karena itu, menjelang akhir, kualitas cerita Gundam ZZ dipandang menjadi lebih berbobot.

Salah satu ciri khas mecha utama pada seri ini adalah ukuran ZZ Gundam yang terbilang teramat besar, serta fiturnya untuk bisa dibentuk dari tiga komponen terpisah yang kemudian bergabung menjadi satu. Seri ini juga yang pertama menampilkan versi full armor dari mecha utama, yang mana mecha utama dipersenjatai dengan satu set perangkat dan persenjataan baru secara lengkap.

(Tak ada ‘Karakter Bertopeng’ yang tampil dalam seri ini.)

Mobile Suit Gundam: Char’s Counterattack (1988)

Film layar lebar pertama dalam seri Gundam yang memiliki cerita original, yang sekaligus dikenal karena menggambarkan akhir  perselisihan antara Amuro dan Char.

Berlatar di tahun 0093 UC, Char Aznable menggalang kekuatan dan membangkitkan kembali bendera Neo Zeon di koloni luar angkasa Sweetwater. Dengan tujuan untuk memindahkan umat manusia ke luar angkasa agar menjalani evolusi menjadi Newtype, ia dan pasukannya meluncurkan asteroid-asteroid besar ke Bumi untuk memulai musim dingin artifisial berskala global. Yang menjadi satu-satunya penghalangnya adalah kesatuan gerak cepat khusus Londo Bell milik Federasi Bumi, yang diawaki oleh Amuro Ray dan Bright Noa di kapal induk Ra Cailum.

Dalam negosiasi yang menyusul, Char menyatakan bahwa ia bersedia menghentikan aksinya asalkan diserahi kepemilikan atas asteroid raksasa Axis, yang merupakan bekas markas Neo Zeon yang sebelumnya digunakan Haman Karn. Hanya Londo Bell yang menyadari adanya sesuatu yang tidak beres dalam tindakannya tersebut. Sebagaimana yang Amuro dan Bright duga, tujuan utama Char rupanya tak lain adalah untuk meluncurkan Axis ke arah Bumi. Harapan satu-satunya untuk menghentikan rencana gila Char kemudian jatuh ke ν Gundam (‘Nu Gundam’) yang dikemudikan Amuro, yang sesungguhnya menggunakan teknologi baru psychoframe yang serupa dengan yang Sazabi milik Char gunakan.

Turut terlibat dalam konflik ini adalah Quess Paraya, putri pejabat yang memiliki kekuatan Newtype besar yang tertarik pada Amuro tetapi kemudian berpihak pada Char; Hathaway Noa, putra sulung Bright yang memiliki ketertarikan pada Quess; Nanai Miguel, kekasih Char saat ini, Gyunei Guss, seorang pilot Newtype yang mengidolakan Char; Kayra Su, sesama pilot di Londo Bell; serta Chen Agi, teknisi yang paling memahami potensi keajaiban yang dapat dihasilkan oleh psychoframe ν Gundam.

Konfrontasi terakhir antara dua rival abadi ini dikenal sebagai Second Neo Zeon War (Perang Neo Zeon Kedua).

Char’s Counterattack menonjol berkat drama yang kental dan padat dengan nuansa dunia yang kuat. Film ini juga didukung teknologi CG baru untuk animasi koloni luar angkasa yang menghasilkan kesan memukau untuk masanya. Film ini secara umum disepakati untuk tak boleh dilewatkan oleh para penggemar seri Gundam klasik.

Aspek MS baru yang diperkenalkan pada seri ini adalah teknologi psychoframe, yang dapat menyalurkan resonansi antar kekuatan Newtype dan memungkinkan digerakkannya persenjataan MS semata oleh pikiran, dan pada titik ini sama-sama terpasang dalam kokpit Sazabi dan ν Gundam. Pada film ini juga diperkenalkan konsep fin funnel yang ν Gundam punyai, varian bit dari Mobile Suit Gundam, yang di samping digunakan untuk menyerang juga dapat menghasilkan medan-medan pelindung.

(Tak ada ‘Karakter Bertopeng’ baru yang tampil di film ini.)

Mobile Suit Gundam 0080: War in the Pocket (1989)

War in the Pocket merupakan seri OVA enam episode yang dibuat untuk memperingati ulang tahun kesepuluh dari waralaba ini. Ceritanya memaparkan sebuah kisah sampingan (gaiden) yang terjadi menjelang berakhirnya Perang Satu Tahun.

Sebagian besar cerita diambil dari sudut pandang Alfred Izuruha, seorang bocah penyuka mobile suit berusia 11 tahun yang hidup di koloni luar angkasa Side 6, di mana bagian-bagian Gundam baru RX-78 NT-1 “Alex” hendak dirakit dan diujicoba.

Al pada suatu ketika berkenalan dengan Bernard Wiseman, pilot Zaku muda yang telah dipaksa pemerintahan militer Zeon untuk mendukung upaya agen mereka dalam menghancurkan Gundam tersebut. Bernie kemudian berkenalan dengan tetangga Al, seorang perempuan bernama Christina Mackenzie, yang tanpa sepengetahuan mereka merupakan pilot tes dari Alex. Dalam kurun waktu yang singkat itu, Bernie dan Chris pun menjadi tertarik terhadap satu sama lain.

Pertemuannya dengan Al dan Chris memberi pengaruh besar terhadap keputusan terakhir yang harus Bernie ambil seiring dengan arah berkembangnya perang. Al, yang menjadi satu-satunya orang yang memahami apa sesungguhnya yang terjadi, kemudian menjadi saksi tunggal dari sebuah kejadian yang mengubah hidupnya untuk selama-lamanya.

Seri ini mendapat perhatian cukup luas karena menjadi tayangan Gundam pertama yang tak dipenai oleh Tomino-sensei. Di samping dikenal karena melodrama yang sangat kental, seri ini juga memulai tren pembaruan desain terhadap mecha-mecha lama (yang pada seri ini dilakukan oleh Izubuchi Yutaka), serta tren dibuatnya cerita Gundam tentang prajurit-prajurit ‘biasa’ serta orang-orang awam yang terseret ke dalam konflik di sekeliling mereka.

Secara pribadi, seri ini mungkin merupakan kisah Gundam paling menyentuh yang aku tahu, karenanya bisa menarik bahkan bagi orang-orang di luar kalangan penggemar waralaba ini.

(Tak ada ‘Karakter Bertopeng’ yang tampil di seri ini.)

Mobile Suit Gundam F91 (1991)

F91 merupakan film layar lebar yang dibuat untuk memulai legenda baru yang ‘terpisah’ dari seri-seri terdahulu. Semula direncanakan sebagai seri TV, tapi permasalahan dengan pihak sponsor membuatnya terpaksa dipotong menjadi film layar lebar.

Berlatar di tahun 0123 UC, movie ini diawali dengan diserangnya pertahanan Federasi Bumi di koloni luar angkasa Frontier 4 oleh faksi misterius bernama Crossbone Vanguard, yang akhirnya berkembang menjadi sebuah konflik baru. Tokoh-tokoh utamanya adalah pemuda bernama Seabook Arno beserta kekasihnya, Cecilly Fairchild.

Seabook yang terluka dalam serangan tersebut kemudian mendapati bahwa Cecilly telah diculik. Penculikan tersebut dilatari oleh kenyataan bahwa Cecilly ternyata bernama asli ‘Berah Ronah’ dan sesungguhnya merupakan putri tunggal dari komandan pasukan Crossbone Vanguard, Carozzo Ronah. Crossbone Vanguard bermaksud untuk menggulingkan sistem pemerintahan Federasi dan menggantikannya dengan sistem pemerintahan aristokrat di bawah bendera Cosmo Babylonia, dan Cecily oleh kakeknya, Meitzner Ronah, hendak dijadikan sebagai perlambang ideologi mereka. Mengira Seabook telah tewas, Cecilly dengan enggan turut serta dalam pertempuran dengan MS Vigna Ghina.

Seabook dan kawan-kawannya lalu bergabung dengan awak kapal Space Ark sesudah menyelamatkan diri ke koloni Frontier 1. Di sana, Seabook kemudian mengetahui kenyataan sebenarnya tentang hubungan antara kedua orang tuanya. Sesudah diserahi kemudi atas Gundam F91 yang baru, Seabook akhirnya menggunakan F91 untuk menghadapi invasi Crossbone Vanguard terhadap Frontier 1. Di penghujung pertempuran, Seabook harus berhadapan dengan mobile armor Rafflesia milik Carozzo yang menjadi penghalang terakhirnya untuk bisa mendapatkan Cecilly kembali.

Karena kendala di proses produksinya, film layar lebar ini secara umum dinilai kurang memuaskan. Tapi kisah ini memulai lembaran baru dalam franchise Gundam yang menegaskan arah ‘perkembangan dunia-nya,’ sekaligus membuka peluang dibuatnya cerita-cerita baru yang tidak perlu terkait dengan sejarah yang sebelumnya sudah ada.

Teknologi baru yang mulai ditampilkan lewat seri ini adalah teknologi Beam Shield, perisai sinar yang berbeda dari I-Field yang sudah diperkenalkan sejak awal, juga mampu menahan serangan-serangan proyektil dan sinar secara bersamaan. Desain MS Crossbone Vanguard di film ini menonjol karena berciri khas menggunakan tombak. Ukuran MS juga dikisahkan sudah cenderung mengecil pada masa ini untuk mengantisipasi daya tarik gravitasi dari planet-planet yang lebih besar. Diperkenalkan pula mesin-mesin pembunuh otomatis Bit serta teknologi biocomputer yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari persenjataan yang dapat digerakkan pikiran. Gundam F91 sendiri memperkenalkan konsep perlengkapan punggung booster module yang memberikannya kecepatan dan kelincahan teramat tinggi.

(‘Karakter Bertopeng’ di film ini adalah Carozzo “Iron Mask” Ronah, bekas ilmuwan brilian yang kehilangan perikemanusiaannya demi mendukung ideologi ekstrim yang diusung ayah mertuanya.)

Mobile Suit Gundam 0083: Stardust Memory (1991)

Dirilis pada tahun yang sama dengan F91, seri OVA ini dimaksudkan sebagai jembatan penghubung antara kurun waktu Mobile Suit Gundam dengan Mobile Suit Zeta Gundam.

Seri ini menonjol karena menjadi awal keterlibatan Katoki Hajime, yang selanjutnya menjadi salah satu desainer mecha paling menonjol saat ini.

Pada tahun 1992, seri ini juga sempat dikompilasi ke dalam satu film layar lebar dengan cerita yang telah dipadatkan.

Jumlah episode seri OVA-nya adalah 13.

Berlatar di tahun 0083 UC, kisah ini memaparkan pengejaran awak-awak kapal Albion terhadap Anavel Gato yang telah membajak RX-78 Gundam GP02 “Physalis”, yang berujung pada keterlibatan mereka dalam insiden Operation Stardust. Tokoh-tokoh utamanya adalah Kou Uraki, pilot tes muda dari pangkalan Federasi di Torrington, Australia, yang kemudian menggunakan RX-78 Gundam GP01 “Zephyranthes”; Anavel Gato, pilot as dari Dellarz Fleet (Armada Dellarz); beserta Nina Purpleton, teknisi perempuan dari Anaheim Electronics yang terlibat hubungan asmara dengan keduanya.

Dellarz Fleet yang dipimpin Aiguille Dellarz dikisahkan merupakan salah satu pecahan  faksi Zeon yang bermaksud untuk membalas kekalahan mereka dalam Perang Satu Tahun. Rencana penyerangan yang mereka sebut Operation Stardust itu diawali dengan pembajakan atas Gundam Physalis yang dilengkapi persenjataan nuklir. Gundam yang sekaligus menjadi bukti pelanggaran Federasi terhadap Traktat Atlantik tersebut, melalui Gundam Development Project yang sangat rahasia, kemudian Gato gunakan untuk meluluhlantakkan pertahanan Federasi di pangkalan militer luar angkasa Konpei. Dalam kekacauan yang terjadi, sebuah koloni kemudian akan dijatuhkan ke kota padat penduduk Von Braun di Bulan, dan satu-satunya pihak yang memahami ancaman sesungguhnya dari operasi ini hanyalah Kou dan kawan-kawannya.

Cerita mencapai puncaknya tatkala Kou dan kawan-kawannya menemukan indikasi adanya suatu konspirasi di dalam tubuh Federasi. Dellarz akhirnya terbunuh oleh Cima Garahau, panglima wanitanya yang berkhianat yang menggunakan MS Gerbera Tetra. Sementara Kou yang menggunakan Gundam GP03 “Dendrobium” berhadapan untuk terakhir kalinya dengan Gato yang menggunakan MA Neue Ziel.

Cerita berakhir dengan terjadinya insiden yang melegitimasi pembentukan kesatuan elit khusus Titans, dan penghapusan segala fakta berkenaan pengembangan senjata baru Federasi maupun Operation Stardust.

Di samping mengisi jeda waktu delapan tahun antara dua seri TV yang pertama, Gundam 0083 menonjol karena penceritaannya yang padat, perkembangannya yang penuh aksi, serta detil penggambaran mekaniknya yang mengalami peningkatan drastis dibandingkan seri-seri sebelumnya.

Versi OVA lebih direkomendasikan dibandingkan versi movie-nya karena memiliki tempo cerita yang lebih baik.

Meski berlatar sebelum Zeta Gundam, sehingga perkembangan teknologi dalam cerita seharusnya belum terlalu menonjol, seri ini memperkenalkan komponen mobile armor pelengkap berukuran raksasa beserta berbagai perlengkapan eksperimental lain yang dapat dipasangkan pada mobile suit, yang versi model kitnya menjadi Gunpla berukuran terbesar yang pernah ada untuk waktu cukup lama.

(Tidak ada ‘Karakter Bertopeng’ yang tampil di seri ini.)

Mobile Suit Victory Gundam (1993)

Victory Gundam merupakan upaya kedua Sunrise dalam membuka lembaran serial Gundam baru yang tak terkait dengan seri-seri sebelumnya. Seri ini termasuk salah satu seri Gundam yang kontroversial karena dibuat saat Tomino-sensei sebagai sutradara menghadapi banyak sekali tekanan akibat kepentingan berbagai pihak. Hal ini mengakibatkan nuansa cerita yang suram, terutama bila mengingat mudanya usia protagonis utamanya.

Total episodenya adalah sebanyak 51.

Dikisahkan bahwa tahun 0153 UC disebut sebagai masa ‘Uchuu Sengoku no Jidai’ (‘The Age of Warring Space States’ – kurang lebih berarti Masa Peperangan Negara-negara Luar Angkasa). Federasi Bumi telah kehilangan sebagian besar kewibawaannya dan berada di bawah ancaman pemerintahan aristokratik Kekaisaran Zanscare yang berkuasa atas koloni-koloni luar angkasa. Perlawanan terakhir yang masih berlangsung hanya berasal dari kelompok pemberontak League Militaire. Tokoh utama seri ini adalah Uso Ewin, anak lelaki berusia 13 tahun yang memiliki latar belakang sedikit misterius.

Diceritakan dari sudut pandang Shakti Kareen, sahabat sejak kecil Uso, Uso terlibat dalam perang saat secara tidak langsung menolong pilot wanita Marvet Fingerhat yang tengah menguji Core Fighter dari Victory Gundam yang baru. Untuk itu, Uso harus berhadapan dengan Cronicle Asher, pilot MS tangguh yang sekaligus merupakan adik lelaki dari Ratu Maria Pia Armonia yang memimpin Zanscare.

Kemampuan hebat yang Uso miliki dalam pengendalian MS– yang berasal dari pengalaman bertahun-tahun memainkan alat simulasi MS yang entah bagaimana ada di rumahnya–membuat orang-orang League Militaire tanpa banyak pilihan menaruh harapan dan mempercayakan kendali Victory Gundam padanya.

Dalam perjalanan ke luar angkasa demi mengadakan kontak dengan Jinn Gehennam, pemimpin League Militaire yang identitas aslinya dirahasiakan, Uso yang enggan bertarung harus menghadapi kenyataan bahwa perempuan yang disukainya, Katejina Loos, memilih untuk berpihak pada ideologi Zanscare sesudah tertawan oleh Cronicle. Beban mental yang Uso tanggung semakin berat pada saat ia memahami latar belakang terbentuknya Zanscare serta apa sesungguhnya yang membentuk League Militaire.

Pertempuran penentuan berlangsung saat Zanscare menggunakan senjata Newtype Angel Halo yang dapat mempengaruhi pikiran seluruh manusia yang ada di Bumi. Maria dibunuh oleh penasihatnya, Fonse Kagatie. Sementara Uso, menggunakan V2 Assault Gundam, berusaha menemukan Shakti yang terungkap jati dirinya sebagai putri Maria yang telah lama hilang. Menghalangi jalan Uso adalah Cronicle dengan Rig-Contio dan Katejina dengan Rig-Shokew, yang setelah semua yang terjadi, bertekad menghabisinya dalam satu pertarungan terakhir.

Victory Gundam dimulai dengan nuansa riang ala animasi-animasi Studio Ghibli, tapi secara perlahan namun pasti nuansanya secara berangsur semakin gelap dan berat. Merger studio animasi Sunrise dengan perusahaan mainan Bandai konon memberi tekanan luar biasa besar terhadap Tomino-sensei. Hal ini berujung pada sejumlah pengaturan adegan yang aneh (yang terpaksa dilakukan karena banyaknya kemauan dari pihak-pihak yang berkepentingan) serta banyaknya adegan kematian yang terjadi.

Terlepas dari kenegatifan dan perkembangannya yang tak lazim, ada sebagian penggemar yang memandang Victory Gundam sebagai salah satu seri Gundam terbaik karena dramatisasi dan tragedinya.

Aspek mekanik baru yang diperlihatkan dalam seri ini adalah semakin berkembangnya teknologi Beam, yang ditampilkan lewat sayap-sayap cahaya yang dimiliki V2 Gundam serta Beam Rotor (baling-baling) yang dimiliki sejumlah MS dari Zanscare. Juga diperkenalkan adalah bagaimana setiap variasi V Gundam terdiri atas tiga bagian yang dapat terpisahkan dan bagaimana masing-masing bagian dapat tergantikan di udara pada saat diperlukan.

(‘Karakter Bertopeng’ dalam seri ini adalah Cronicle Asher, adik lelaki Ratu Maria, yang menerima banyak antagonisme karena latar belakangnya. Dirinya hanya mengenakan topeng wajahnya saat sedang memiloti MS.)

Mobile Fighter G Gundam (1994)

Dibuat untuk menyambut ulang tahun seri Gundam yang kelima belas, seri ini adalah seri Gundam berstatus AU (alternate universe – dunia lain) pertama yang dibuat. Ceritanya sepenuhnya terlepas dari sejarah Universal Century yang sebelumnya sudah terbentuk.

Langkah ini diambil sehubungan dengan tengah menurunnya popularitas seri ini pada masa itu, dan dengan dukungan dari pihak sponsor, diputuskan akan perlunya semacam reboot.

Seri ini juga menjadi salah satu seri Gundam yang terlepas dari arahan Tomino-sensei, dengan penyutradaraan oleh Imagawa Yasuhiro (yang sebelumnya dikenal melalui Giant Robo, dan beliau merupakan salah seorang anak didik dari Tomino-sensei sendiri) dengan naskah oleh Gobu Fuyunori (yang telah lama menangani naskah-naskah untuk seri-seri animasi Sunrise).

Total episodenya sebanyak 49.

Dikisahkan pada tahun 60 Future Colony, setiap koloni luar angkasa merupakan representasi sebuah negara yang ada di Bumi. Neo Japan mewakili negara Jepang, Neo Indonesia mewakili Indonesia, Neo Rusia mewakil Rusia, dan sebagainya. Untuk menyelesaikan konflik-konflik antar negara, sebagai gantinya perang, diadakanlah kompetesi tahunan Gundam Fight di mana masing-masing negara mengirimkan seorang Gundam Fighter beserta Gundam-nya ke Bumi untuk bertarung dalam semacam pertandingan ilmu bela diri dan memperebutkan gelar juara. Tokoh utama seri ini adalah Domon Kasshu, yang datang ke Bumi mewakili Neo Japan dengan membawa Gundam-nya, Shining Gundam, dengan jurus pamungkas andalannya, Shining Finger.

Dalam perjalanannya, Domon selalu memperlihatkan selembar foto pada setiap lawan bertarungnya. Lelaki tersebut rupanya adalah Kouji Kasshu, kakak kandung Domon yang tengah Domon cari berkenaan dengan insiden dilarikannya Ultimate Gundam yang telah menyebabkan kematian ibunya dan penahanan ayahnya.

Belakangan diketahui bahwa kabar burung tentang Devil Gundam, yang sel-selnya dapat mempengaruhi dan merombak ulang Gundam-Gundam yang lain, sebenarnya mengacu pada bentuk evolusi dari Ultimate Gundam. Domon kemudian mengetahui kebenaran sesungguhnya dari pengorbanan kakaknya dan berkat ajarannya, berhasil mengembangkan Shining Finger menjadi Shining Finger Sword. Dengan kemampuan barunya, Domon berhasil mengalahkan Devil Gundam.

Tapi seiring dengan berlanjutnya Gundam Fight, Domon dan kawan-kawannya sesama Gundam Fighter mengetahui adanya pihak lain yang berupaya memanfaatkan kekuatan jahat yang dimiliki Devil Gundam. Devil Gundam kemudian berasimilasi membentuk Devil Colony, dan semua Gundam Fighter yang sebelumnya berselisih akhirnya bertempur bersama-sama demi menyelamatkan Bumi. Domon, yang kini menggunakan God Gundam, harus menerobos masuk ke dalam Devil Colony demi membebaskan Rain Mikamura, mekanik sekaligus kekasihnya yang telah dijadikan inti dari Devil Gundam yang baru.

Selama masa produksi dan penayangannya, seri ini menuai kontroversi karena bernuansa sangat berbeda dari citra seri Gundam yang ada saat itu. Meski demikian, seri ini terbukti disukai di kalangan anak-anak dan penonton awam, dan dikenal karena desain-desain mecha dan karakter yang bisa konyol, pendekatan ceritanya yang gamblang, serta berbagai elemen dari world cinema yang mempengaruhi penyutradaraannya.

Ciri khas MS di seri ini adalah pada bagaimana kesemuanya digerakkan oleh teknologi yang membuatnya dapat mengikuti gerakan badan para pilotnya. G Gundam juga menjadi seri pertama yang memperkenalkan bentuk ‘mode super’ pada MS yang dipicu oleh kondisi mental penggunanya.

(‘Karakter Bertopeng’ dalam seri ini adalah Schwarz Bruder, ahli ‘Ninjutsu Jerman’ sekaligus Gundam Fighter misterius dari Neo Germany yang menggunakan Gundam Spiegel, yang menjadi mentor bagi Domon dan kawan-kawannya.)

New Mobile Report Gundam Wing (1995)

Seri AU kedua yang Sunrise buat, menyusul seri G Gundam, sekaligus seri yang dipandang fenomenal karena memiliki sumbangan terbesar terhadap awal suksesnya franchise ini di luar Jepang.

Penyutradaraannya dilakukan oleh Ikeda Masashi dengan naskah cerita dibuat oleh Sumizawa Katsuyuki, yang sebelumnya pernah berkolaborasi dalam Yoroiden Samurai Troopers (juga dikenal dengan judul Ronin Warriors). Konsep ceritanya lebih dekat pada konsep cerita Gundam semula, yang mengetengahkan konflik antara pemerintahan manusia Bumi dengan koloni-koloni luar angkasa.

Pada tahun 1996, seri TV-nya dilengkapi oleh rangkaian OVA kompilasi Gundam Wing Operation Meteor I & II: Odds & Evens, yang di samping memberi ringkasan cerita pada seri TV-nya dari sudut pandang masing-masing karakter utama, juga memaparkan sejumlah adegan baru yang memaparkan kelanjutan nasib para tokohnya sesudah cerita seri TV-nya berakhir.

Seri televisinya memiliki total episode sebanyak 49.

Dikisahkan pada tahun 195 AC (After Colony), koloni-koloni luar angkasa hidup di bawah penindasan politik yang dilakukan oleh Aliansi Bumi Bersatu. Sebagai balasan atas berbagai tindak kekejaman yang telah Aliansi lakukan, Operation Meteor dicanangkan oleh suatu pihak di koloni untuk menghancurkan kesatuan khusus Oz, yang sebenarnya merupakan organisasi gelap yang dipandang bertanggung jawab atas kondisi perpolitikan Aliansi saat ini. Seri ini bertutur tentang lima orang pemuda dari latar belakang berbeda yang telah dipersiapkan secara rahasia untuk menggunakan ‘Gundam,’ jenis MS berkekuatan dahsyat dengan teknologi paling mutakhir yang saat itu ada, yang menjadi inti dari operasi rahasia tersebut. Peran sentral seri ini terdapat pada pemuda misterius yang telah terlatih untuk menjadi prajurit yang sempurna, Heero Yuy, beserta MS-nya yang kemudian menjadi sasaran kepentingan banyak pihak, Wing Gundam.

Heero dan keempat rekannya (Duo Maxwell dengan Gundam Deathscythe, Throwa Barton dengan Gundam Heavyarms, Quatre Raberba Winner dengan Gundam Sandrock, serta Chang Wu Fei dengan Gundam Shenlong), yang pada awalnya bahkan tak mengetahui tentang satu sama lain, diluncurkan ke Bumi secara terpisah dan melakukan perlawanan gerilya di berbagai wilayah dengan Gundam masing-masing.

Meski dihadapkan berbagai kendala, mereka perlahan mengenali sesama mereka sebagai rekan dan mulai memahami maksud sesungguhnya dari Operation Meteor. Namun Oz, di bawah petunjuk Treize Kushrenada, melancarkan kudeta terhadap kepemimpinan Aliansi dan berbalik menjadikan para pilot Gundam sebagai buronan baik di Bumi maupun di Koloni-koloni.

Harapan kemudian jatuh pada Releena Darlian, putri angkat diplomat yang Heero temui di Bumi, yang kemudian terungkap sebagai keturunan terakhir keluarga Peacecraft yang pernah memimpin Sanc Kingdom (Kerajaan Sanc). Negeri berpaham pacifist tersebut dihancurkan Oz di masa lalu karena besarnya pengaruh yang mereka miliki terhadap rakyat.

Upaya untuk membangkitkan negeri itu kemudian menjadi jalan satu-satunya untuk menggalang kekuatan demi melawan Oz.  Masing-masing pilot Gundam menghadapi dilema dan tantangan mereka sendiri, sebelum akhirnya bisa tergabung dalam satu faksi baru yang berupaya mewujudkan berakhirnya perang: Peacemillion.

Zechs Merquise, pilot as Oz yang menjadi rival Heero, kemudian terungkap sebagai sebagai kakak kandung Releena, Milliard Peacecraft. Tapi sesudah dikhianati Oz, Milliard akhirnya menjadi pemimpin faksi White Fang yang menentang berdirinya Negara Kesatuan Bumi dan berhadapan dengan Yayasan Romfeller yang berada di balik Oz, dan Peacemillion sekaligus. Dua senjata dahsyat yang menggunakan Zero System, Wing Gundam Zero yang digunakan Heero, dan Gundam Epyon yang digunakan Zechs, kembali berhadapan dalam satu konfrontasi besar yang akan menentukan nasib masa depan Bumi dan Koloni-koloni.

Selain karena desain karakternya yang menarik bagi pemirsa wanita, Gundam Wing dikenal karena dramatisasinya yang kental serta tempo penceritaannya yang cepat. Ceritanya secara episodik menyoroti kejadian-kejadian penting di antara banyak tokoh yang tersebar di seluruh penjuru dunia secara bergantian, daripada satu alur berkelanjutan, sehingga menghasilkan nuansa unik yang khas untuk seri ini. Meski dipandang kurang di aspek realisme, seri ini terbukti cukup sukses dan berhasil menarik perhatian cukup banyak kalangan.

Seri ini kembali menghadirkan konsep transformasi mecha melalui kemampuan Wing Gundam untuk berubah bentuk menjadi pesawat. Seri ini juga menghadirkan konsep Zero System, yaitu suatu sistem umpan balik langsung ke otak yang memungkinkan penggunanya untuk memprediksi masa depan dan langkah-langkah untuk kemenangan. Seri ini juga dikenal sebagai salah satu yang pertama menonjolkan konsep ‘sayap’ di belakang mecha.

Gundam Wing juga menjadi animasi pertama dari studio Sunrise yang menghadirkan konsep adanya lima MS utama yang menjadi sorotan di dalam cerita, yang akan berpengaruh terhadap seri-seri animasi lain mereka ke depan. Gundam Wing juga menjadi seri pertama yang menampilkan mecha dengan senjata pemusnah massal dahsyat, yang dalam hal ini diwakili oleh Twin Buster Rifle milik Wing Gundam Zero.

Berhubung seri OVA kompilasinya bersifat lebih sebagai penutup seri ini, seri TV-nya secara umum lebih direkomendasikan.

(‘Karakter Bertopeng’ dalam seri ini adalah Zechs Merquise, yang karisma dan kemampuannya menjadikan dirinya satu-satunya orang yang mampu menggunakan Tallgeese, MS kuno yang merupakan prototipe kelima Gundam, yang telah mencabut nyawa semua pilot yang menggunakannya sebelum Zechs.)

Mobile Suit Gundam: The 08th MS Team (1996)

Seri OVA yang pertama dirilis menjelang akhir masa tayang Gundam Wing. Merupakan percobaan pembuatan seri Gundam baru dengan nuansa realisme yang lebih kental dan kasar. Seperti War in the Pocket, ceritanya mengambil latar waktu di masa Perang Satu Tahun, namun sebagian besar sudut pandang ceritanya diambil dari kalangan prajurit rendahan.

Penyutradaraannya semula dilakukan oleh Kanda Takeyuki. Tapi beliau meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan pada Juli 1996, dan Iida Umanosuke dari studio GONZO kemudian mengambil alih.

Kematian mendadak Kanda-sensei sempat menghambat proses produksinya. Tapi meski tertunda, seri ini akhirnya selesai, dan seluruh episodenya dikompilasi setahun kemudian dalam format layar lebar dengan subjudul Miller’s Report.

Jumlah episode seri OVA-nya sebanyak 12.

Berlatar pada tahun 0079 UC, di masa berlangsungnya Perang Satu Tahun, seri ini mengetengahkan perwira Federasi muda Shiro Amada yang dipindahtugaskan dari pangkalannya di Side 2 untuk memimpin Tim MS Kedelapan di Bumi. Dalam suatu insiden yang terjadi di tengah perjalanan, Shiro kemudian bertemu dan menolong Aina Saharin, seorang gadis yang merupakan pilot uji MS bagi pihak Zeon. Shiro dan Aina menjadi tertarik terhadap satu sama lain selama mereka bekerjasama dalam menghubungi kedua unit pasukan masing-masing.

Porsi besar cerita mengetengahkan pertemuan kembali Shiro dan Aina di tengah mengganasnya pertempuran antara tentara Federasi melawan Zeon di medan hutan belantara Bumi. Situasi antara kedua pihak tersebut diperrumit oleh keberadaan tentara gerilya yang dipelopori rakyat lokal. Shiro, yang menggunakan versi produksi massal dari MS RX-79 Gundam, harus berhadapan dengan Aina yang menjadi pilot tes dari MA Apsalas.

Meski keduanya sepakat untuk sama-sama tak ingin bertempur lagi, keterlibatan Shiro dengan Aina akhirnya diketahui pihak atasannya. Shiro, yang sudah menanggung cukup banyak masalah dalam memimpin dan mempersatukan timnya dengan pihak gerilya, akhirnya dibebastugaskan setelah menjalani proses pengadilan.

Konflik mencapai puncaknya saat Miller menugaskan Tim 8 dalam misi mengintersepsi mundurnya pasukan Zeon. Diburu oleh waktu, Shiro, yang kini menggunakan Gundam Ez-8, harus berhadapan kembali dengan Apsalas yang kini telah sempurna beserta Ginias Saharin, kakak lelaki Aina yang teramat ambisius, demi menolong kekasih sekaligus teman-teman satu timnya.

The 08th MS Team menonjol sebagai salah satu side story dari Perang Satu Tahun karena tingginya aspek realisme dan kemiliteran yang seri ini miliki. Seri ini yang memulai sisi waralaba Gundam era Universal Century yang lebih keras dan kental dengan pengaruh cerita-cerita perang dari masa Perang Dunia II, yang menggambarkan MS semata-mata tak lebih sebagai peralatan perang yang dapat dibuang.

Sudut pandang yang diambil dalam Miller’s Report menarik karena memaparkan cerita utamanya sebagai kajian masa lalu dalam suatu mahkamah militer. Tapi versi OVA secara umum lebih direkomendasikan.

(Tidak ada ‘Karakter Bertopeng’ dalam seri ini.)

After War Gundam X (1996)

Seri ini merupakan seri AU ketiga yang Sunrise rilis, yang meski merupakan seri AU, turut mengangkat tema-tema seputar Newtype dan evolusi manusia yang sebelumnya banyak disinggung dalam seri-seri UC. Latar cerita Gundam X di sebuah dunia post-apocalyptic, pasca terjadinya suatu kehancuran besar, juga menjadi salah satu hal yang membuat seri ini menonjol.

Sutradara seri ini adalah Takamatsu Shinji yang pada titik ini dikenal karena telah menangani berbagai seri Yuusha/Brave keluaran Sunrise beserta banyak seri-seri lainnya, dengan naskah cerita disusun oleh Kawasaki Hiroyuki, yang telah berpengalaman dalam berbagai macam seri.

Jumlah episode totalnya sebanyak 39.

Berlatar 15 tahun sesudah berlangsungnya Perang Luar Angkasa Ketujuh, yang berakhir dengan dijatuhkannya puluhan koloni luar angkasa ke Bumi, sebagian besar permukaan Bumi kini berupa padang-padang tandus yang hanya memiliki sedikit sisa peradaban yang dulu pernah ada. Tokoh utama seri ini adalah pemuda yatim piatu Garrod Ran bersama sang gadis Newtype, Tiffa Adill.

Upaya Garrod untuk melindungi Tiffa dari pihak-pihak yang berupaya mengambil manfaat atas kekuatannya membawanya pada salah satu unit Gundam X yang terbengkalai. Gundam X rupanya adalah tipe MS legendaris yang senjata Satellite Cannon-nya, yang hanya dapat digunakan Newtype, telah memicu tragedi hancurnya peradaban manusia 15 tahun silam.

Sesudah serangkaian kejadian, Garrod dan Tiffa akhirnya bergabung bersama awak-awak kapal Freeden pimpinan Jamil Neate. Di balik profesi mereka sebagai Vulture, awak-awak kapal Freeden memiliki maksud untuk mencari para Newtype yang masih tersisa dan melindungi mereka agar tak lagi digunakan sebagai alat perang. Bergerak berdasarkan petunjuk-petunjuk samar yang didapat dari kekuatan Tiffa, Garrod dan kawan-kawannya kemudian menjadi saksi dari berbagai sisa tragedi masa lalu yang dampaknya masih terasa hingga sekarang.

Sepanjang perjalanan, mereka dibayang-bayangi oleh dua bersaudara misterius, Shagia Frost dan Olba Frost,  yang belakangan terungkap sebagai agen dari Panitia Pemulihan Bumi pimpinan Fixx Bloodman yang bermaksud untuk menggalang kekuatan demi mewujudkan terbentuknya Perserikatan Bumi yang baru. Namun kenyataan bahwa Frost Bersaudara memiliki agenda mereka tersendiri akhirnya memicu pernyataan Perserikatan akan masih adanya musuh-musuh lama penduduk Bumi di luar angkasa.

Garrod, yang menggunakan Gundam Double X, kemudian tiba di koloni luar angkasa Cloud Nine dan menjadi incaran Lancerow Dawell, rival lama Jamil. Garrod kemudian turut terlibat dengan kelompok pemberontak Satelicon yang menentang pemerintahan Newtype-isme yang dijalankan di Cloud Nine oleh Seidel Rasso di luar angkasa.

Semua pihak yang berserteru akhirnya bertemu dalam satu konfrontasi terakhir demi bisa mencapai  D.O.M.E., sumber segala kekuatan Newtype, yang kabarnya terdapat di Bulan. Pertempuran antara kedua pasukan akhirnya pecah kembali dan Seidel dan Bloodman sama-sama terbunuh akibat kelicikan Frost Bersaudara. Frost Bersaudara terungkap bukan Newtype, melainkan Category F, subjek percobaan gagal untuk ‘menciptakan’ Newtype, dan Garrod dengan diburu waktu dipaksa menembakkan Satellite Cannon untuk terakhir kali demi mencegah berlangsungnya sebuah tragedi kemanusiaan yang baru.

Gundam X pada masa penayangannya menjadi salah satu seri yang kurang populer dengan rating penonton rendah. Sebagian teori yang dikemukakan meliputi kelesuan minat akibat penayangan seri Gundam secara berkelanjutan selama tiga tahun, aspek teledrama yang berlebih, serta latar cerita yang lebih terpusat di Bumi. Hal ini berujung pada pemotongan jumlah episode serta pemadatan cerita di episode-episode akhir. Meski demikian, seiring dengan waktu, seri ini meraih kalangan penggemarnya tersendiri, dengan porsi aksi yang konsisten, kesederhanaan alur cerita, dan karakterisasinya yang simpatik.

Aspek menonjol MS di seri ini meliputi Satellite Cannon berkekuatan sangat dahsyat, yang diaktifkan oleh kekuatan Newtype, dan hanya bisa ditembakkan apabila bulan terlihat, sesudah proses pengisian tenaga melalui gelombang mikro; serta konsep G-Bit yang merupakan pasukan MS yang dapat dikendalikan sepenuhnya oleh hanya satu orang lewat kekuatan Newtype.

(‘Karakter Bertopeng’ dalam seri ini adalah Jamil Neate, yang berperan sebagai mentor bagi Garrod dalam menguasai Gundam X, sekalipun dirinya dihantui trauma terhadap kokpit MS akibat kehancuran yang dipicu lewat tangannya sendiri.)

New Mobile Report Gundam Wing: Endless Waltz (1997)

Endless Waltz berawal sebagai rangkaian OVA tiga episode yang dibuat sebagai tanggapan atas ketenaran Gundam Wing. Ceritanya secara umum berlatar sesudah seri televisinya, dan dari segi cerita berperan sebagai prekuel sekaligus sekuel bagi seri orisinilnya. Dengan staf produksi yang masih sama, ketiga episode tersebut kemudian dikompilasi dan dilengkapi lebih lanjut dalam format layar lebar berjudul sama.

Endless Waltz menandai kali pertama sebuah seri Gundam AU mendapat sekuel baru.

Kisahnya sendiri berlatar pada tahun 196 After Colony. Di tengah upaya global untuk memusnahkan senjata-senjata perang,  Dekim Barton, penggagas sesungguhnya dari Operation Meteor, memulai kudeta untuk menggantikan kedudukan Releena Peacecraft sebagai pemimpin dengan Marimeia Kushrenada, putri dari mendiang Treize Kushrenada. Ia bermaksud melancarkan serangan besar-besaran dari koloni luar angkasa MO III dengan jenis MS produksi massal baru yang canggih, Serpent. Mereka yang masih tersisa dalam menghalangi jalannya hanyalah para pilot Gundam yang muncul kembali dalam upaya melindungi Releena, serta kesatuan tangguh Preventer yang misterius.

Quatre Raberba Winner kemudian berjuang untuk mengambil kembali Gundam-Gundam mereka yang telah dalam proses penghancuran. Chang Wu Fei dan Throwa Barton tidak diketahui keberadaannya. Sementara Heero Yuy dan Duo Maxwell menyusup ke MO III demi mengetahui kebenaran dari apa sesungguhnya yang terjadi. Tapi Heero, yang kemudian mendapatkan Wing Gundam Zero Custom miliknya kembali, menghadapi dilema saat mengetahui apa sesungguhnya akar dari kebencian yang kini ia hadapi.

Kisah yang berperan sebagai prekuel sekaligus sekuel dari seri TV Gundam Wing ini menuai perhatian bukan hanya karena kedudukannya sebagai penutup kisah, melainkan juga karena desain-desain baru yang dimiliki mecha-mechanya.

Dengan durasi totalnya yang lebih panjang, versi layar lebar memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan versi OVA. Tapi mereka yang belum mengenal seri TV Gundam Wing kurang disarankan untuk menonton ini.

Perombakan desain mecha yang sangat mencolok dibandingkan seri TV-nya benar-benar menjadi daya tarik tersendiri bagi seri ini.

(Tidak ada ‘Karakter Bertopeng’ baru dalam seri ini.)

Turn A Gundam (1999)

Turn A Gundam atau ∀ Gundam merupakan seri ‘tak lazim’ yang menandai kembalinya Yoshiyuki Tomino sebagai sutradara utama seri TV semenjak berakhirnya V Gundam. Berbeda dari latar futuristis seri-seri Gundam pada umumnya, Turn A Gundam berlatar di zaman di mana teknologi telah mengalami regresi, sehingga keadaan dunia serupa dengan masa Revolusi Industri di awal abad ke-20. Dibuat sebagai bagian dari peringatan Gundam Big Bang Project 20th Anniversary, seri ini sekaligus menjadi bentuk upaya Tomino-sensei untuk menutup rangkaian franchise ini yang telah mencapai usia 20 tahun.

Pada tahun 2002, seri ini dikompilasi ke dalam dua film layar lebar, yang memadatkan cerita dengan disertai penambahan animasi baru.

Total episode seri TV-nya sebanyak 50.

Berlatar di zaman Seireki (Correct Century) 2345, Loran Cehack beserta sejumlah remaja lain diutus ke Bumi sebagai mata-mata oleh bangsa Moonrace yang hidup di bawah permukaan Bulan. Tanpa sepengetahuan orang-orang Bumi, bangsa Moonrace adalah manusia-manusia yang masih memiliki sisa-sisa dari teknologi dan peradaban maju yang pernah ada di masa lalu. Upaya bangsa Moonrace untuk berpindah kembali ke Bumi dipelopori oleh pemimpin mereka, Ratu Dianna Sorrel. Tapi upaya tersebut menemui banyak kendala hingga akhirnya pecahlah pertikaian. Memegang peran sentral dalam pertikaian ini adalah Kihel Heim, putri majikan Loran, yang kemiripannya dengan Dianna membuatnya berada dalam posisi sang ratu.

Loran menghadapi dilema saat dirinya diandalkan untuk mengendalikan Turn A Gundam, MS misterius yang tanpa sengaja ia temukan pada saat penyerangan berlangsung. Konflik antara orang-orang Bumi dan Moonrace memuncak saat orang-orang Bumi mulai menemukan MS-MS yang bisa mereka gunakan sendiri, seperti Zaku dan Kapool, yang terkubur di wilayah-wilayah yang disebut Mountain Cycle.

Menyadari adanya pihak yang secara diam-diam menginginkan terjadinya perang, orang-orang Bumi berangkat menuju Bulan dengan menggunakan kapal luar angkasa Wilgem yang juga mereka temukan di Mountain Cycle. Di Bulan, mereka berhadapan dengan wakil Dianna, Agrippa Maintainer, dan mengetahui kebenaran tentang Sejarah Gelap yang dirahasiakan secara erat.

Di penghujung cerita, Loran, yang memperoleh kendali atas Turn A Gundam kembali, berhadapan dengan panglima perang Moonrace Gym Ghingnham yang telah membangkitkan Turn X Gundam yang merupakan kembaran dari Turn A. Keduanya kemudian bertarung dengan mempertaruhkan keyakinan akan sifat dan cita-cita masa depan umat manusia yang sesungguhnya.

Selain karena latar cerita, Turn A Gundam dipandang unik karena porsi drama kehidupannya yang menonjol serta desain mecha rancangan Syd Mead yang sangat berbeda dari apa yang pernah muncul di seri-seri pendahulunya. Seri ini sempat dipandang hanya dapat dinikmati secara khusus oleh kalangan penggemar tertentu saja. Tapi di antara kalangan yang menyukainya, banyak yang berpendapat kalau ini salah satu seri Gundam terbaik yang pernah dibuat.

Di samping MS ‘antik’ yang ditemukan kembali, seri ini menonjolkan MS-MS luar biasa canggih yang memiliki bagian dalam ‘hampa’ dan lapisan nanoskin yang memungkinkan MS memperbaiki diri secara otomatis, implementasi medan I-Field sebagai senjata dalam bentuk IF Bunker, serta senjata pemusnah Moonlight Butterfly yang dipandang sebagai penghancur peradaban.

Dengan cakupan ceritanya yang lebih luas, versi seri TV direkomendasikan untuk dilihat lebih dahulu sebelum versi layar lebarnya.

(‘Karakter Bertopeng’ di seri ini adalah Harry Ord, pengawal terpercaya Ratu Dianna yang menggunakan MS SUMO berwarna emas.)

G-Saviour (2000)

G-Saviour pada dasarnya merupakan film live-action berdurasi 90 menit yang diproduksi melalui kerjasama antara Bandai dengan sebuah studio film di Canada. Film ini dibuat lebih dengan maksud sebagai suatu bentuk eksperimentasi terhadap teknologi CG yang digunakan pada MS, untuk menghasilkan tayangan Gundam bersifat live action . Bersama Turn A Gundam, film ini juga dimaksudkan sebagai bagian dari peringatan Gundam Big Bang Project, yang Sunrise canangkan untuk memperingati ulang tahun waralaba Gundam yang kedua puluh.

Berlatar di tahun 218 UC, pada masa ketika Federasi telah ambrol dan digantikan oleh CONSENT, Kongres Negara-negara Koloni Luar Angkasa, G-Saviour berkisah tentang perebutan sampel biolumiscence yang diyakini dapat memecahkan masalah kekurangan pangan yang tengah berlangsung di Koloni-koloni, namun menggagalkan upaya monopoli ekonomi yang hendak dilakukan pemerintahan Bumi. Tokoh utamanya adalah Mark Curran, bekas pilot MS militer yang terlibat dalam perebutan ini sesudah pertemuannya dengan ilmuwan Cynthia Graves. Sesudah mengadakan kontak dengan kelompok pemberontak Illuminati, Mark kemudian diserahi MS baru yang menjadi andalan mereka, G-Saviour, dan turut bergabung dalam perlawanan terhadap CONSENT.

Meski memiliki mutu cukup baik bila mempertimbangkan keterbatasan biaya produksi, film live-action ini mendapat penilaian negatif di mata sebagian besar penggemar Gundam. Ada perbedaan pada tema cerita yang diangkat, alurnya tidak memiliki ‘kedalaman’ yang lazimnya ada dalam seri-seri Gundam, inti cerita tidak menyebutkan apapun mengenai sejarah Universal Century sebelumnya, ada ketidaksesuaian tingkat teknologi dalam cerita dengan latar yang seharusnya,dan kata ‘Gundam’ juga tidak sekalipun disebut dalam live-action ini.

Walau demikian, desain-desain mecha baru yang ditampilkannya menarik perhatian penggemar, dengan produk mainan Gunpla yang cukup populer. G-Savior sendiri kembali mengangkat konsep booster pack pada kedua variasinya, Space Mode dan Terrain Mode. Ciri khas desain MS utama pada film ini terdapat pada tungkai-tungkainya yang ramping dibandingkan proporsi badannya yang lebar.

(Tak ada ‘Karakter Bertopeng’ dalam film ini.)

Mobile Suit Gundam SEED (2002)

Gundam SEED merupakan seri TV yang diproduksi dengan maksud untuk memperkenalkan waralaba ini kepada para penggemar baru di abad kedua puluh satu, dan berkembang menjadi salah satu seri Gundam paling menonjol yang pernah ada. Ceritanya kembali mengangkat tema soal perseteruan antara bumi dan koloni-koloni luar angkasa, dengan cerita yang mengadopsi alur Mobile Suit Gundam yang orisinil dengan penambahan elemen-elemen cerita dari seri-seri yang lebih terkini. Gundam SEED merupakan seri pertama Sunrise yang mengimplementasi teknologi pewarnaan digital dalam animasinya. Gundam SEED juga menjadi salah satu seri yang menonjol karena banyaknya soundtrack dari berbagai artis musik populer.

Penyutradaraannya dilakukan oleh Fukuda Mitsuo (yang sebelumnya dikenal melalui seri Future GPX Cyber Formula dan Gear Fighter Dendoh) dengan Morosawa Chiaki sebagai penulis naskah utama. Seri ini jugalah yang kemudian menonjolkan nama Hirai Hisashi sebagai desainer karakter.

Pada tahun 2004, dirilis trilogi film kompilasi Gundam SEED: Special Edition yang merangkum cerita pada seri TV-nya dengan sedikit penambahan adegan dan animasi baru. Sebagai bentuk peringatan atas ulang tahun seri ini yang kesepuluh, pada tahun 2011, versi HD Remastered dari seri TV-nya mulai mengudara di Jepang, dengan tampilan per episode yang disesuaikan ke format layar lebar, perbaikan kualitas animasi pada berbagai adegan, serta dihilangkannya dua episode klip berisi rangkuman cerita.

Total jumlah episode seri TV-nya adalah 50 (48 untuk versi Remastered) dengan satu epilog pendek berdurasi lima menit bertajuk After Phase yang membeberkan kesudahan nasib para karakternya sesudah perang.

Berlatar pada tahun Cosmic Era 70, sesudah insiden Bloody Valentine (‘valentine berdarah’) yang mana serangan nuklir dilancarkan terhadap koloni luar angkasa Junius Seven, peperangan berlangsung antara pasukan Aliansi Bumi yang terdiri atas ras manusia normal Natural; dengan ZAFT, pasukan militer koloni-koloni luar angkasa PLANT yang terdiri atas ras manusia yang telah dimodifikasi genetik untuk menjadi lebih superior, Coordinator. Tokoh utama seri ini adalah pemuda Coordinator generasi pertama bernama Kira Yamato, yang sesudah terlibat dalam perang, dengan enggan harus berhadapan dengan sahabat lamanya, Athrun Zala, yang kini telah menjadi bagian dari tentara ZAFT.

Koloni luar angkasa Heliopolis milik negara netral Uni Emirat Orb di mana Kira bersekolah diserang pasukan ZAFT pimpinan Rau Le Creuset karena sebagai tempat pengembangan senjata baru Aliansi. Di tengah kekacauan yang berlangsung, Kira dan Athrun bertemu kembali. Didesak keadaan, Kira dengan nekat menulis ulang program OS salah satu dari lima Gundam yang hendak ZAFT curi. Karena hanya ia seorang yang memahami modifikasi OS yang telah ia lakukan, Kira selanjutnya diharuskan menjadi pilot dari Strike Gundam, untuk melindungi teman-temannya selama mereka menjadi bagian dari kapal induk Archangel dalam pelarian mereka ke Bumi.

Tokoh-tokoh lain yang berperan dalam seri ini meliputi pilot MA tangguh Mu La Flaga, yang menjadi semacam mentor bagi Kira; perwira wanita Murrue Ramius, yang menjadi pemimpin darurat di kapal Archangel; Lacus Clyne, putri politisi, tunangan Athrun, sekaligus penyanyi ternama yang diidolakan di PLANT; serta Cagalli Yula Atha, gadis misterius yang Kira temui di Heliopolis, yang belakangan terungkap sebagai putri seorang petinggi di Orb.

Kira kemudian mengetahui bahwa kehebatan yang dimilikinya dikarenakan dirinya merupakan produk dari proyek untuk menghasilkan Coordinator sempurna, yang pernah dicanangkan ayah Mu, Al De Fllaga. Bersama kenyataan tersebut, Kira kemudian juga mengetahui motif sesungguhnya dari Creuset yang akar kebenciannya terhadap seisi dunia dan Mu berawal dari proyek ini.

Konflik terakhir berlangsung di benteng luar angkasa Jachin Due. Pihak Aliansi, yang dimotori organisasi radikal Blue Cosmos pimpinan Murata Azrael; dan pihak ZAFT, yang dipimpin Patrick Zala, ayah Athrun; hendak melakukan genosida terhadap satu sama lain, dan hanya awak kapal Archangel bersama sekutu-sekutu mereka yang dapat mencegah kematian jutaan penduduk sipil di antara keduanya.

Kira, yang telah diserahi MS Freedom Gundam yang bertenaga nuklir oleh Lacus, akhirnya berhadapan dengan MS Providence Gundam yang digunakan Creuset. Sedangkan Athrun, yang menggunakan MS Justice Gundam, dengan ditemani Cagalli yang menggunakan MS Strike Rouge, berpacu melawan waktu demi menghentikan kegilaan ayahnya sendiri.

Gundam SEED menuai kesuksesan besar dan menandai ketenaran kembali franchise ini sesudah sebelumnya memudar. Kedinamisan hubungan antara Kira dan Athrun menjadi daya tarik lebih seri ini, beserta isu-isu yang diangkat mengenai perbedaan ras dan konflik antar ideologi. Sebagian penggemar memberikan penilaian negatif karena alurnya yang terlalu mengadaptasi plot dari Mobile Suit Gundam yang orisinil, perkembangan karakter yang kurang realistis, serta sejumlah kontroversi lain terkait perkembangan cerita. Tapi meski demikian, kepopuleran yang Gundam SEED raih tetap tak dapat disangkal.

Versi kompilasi Special Edition cukup direkomendasikan bila sekedar ingin mengetahui cakupan ceritanya secara ringkas. Tapi terutama karena perbaikan kualitas yang mencolok pada eksekusi adegan-adegannya, versi HD Remastered menjadi versi yang paling direkomendasikan.

Dari segi desain mecha, Gundam SEED memperkenalkan konsep teknologi Phase Shift (PS) Armor yang dapat melindungi permukaan MS dari segala bentuk serangan kecuali yang bersifat beam. Sebagai pengembangan lanjut dari gagasan booster module, Strike Gundam mempopulerkan konsep perlengkapan punggung, melalui implementasi beragam Striker Pack, yang memungkinkan Strike Gundam beroperasi dengan bermacam konfigurasi sesuai kebutuhan (mode Sword Strike untuk jarak dekat, mode Aile Strike untuk udara dan kecepatan, serta mode Launcher Strike untuk pertempuran jarak jauh). Freedom Gundam yang Kira kemudikan juga menjadi dikenal dengan serangan terkuatnya, Full Burst Mode, yang mana ia menembakkan seluruh persenjataan yang dimilikinya ke banyak target yang telah dikunci sekaligus.

Mengimbangi konsep teori Newtype yang diusung dalam seri-seri Universal Century, Gundam SEED memperkenalkan konsep teori SEED factor (‘faktor SEED’), yang diyakini sebagian karakter di dalam cerita sebagai tahap berikutnya dalam evolusi manusia, dan memungkinkan para pemiliknya pada saat-saat tertentu mencapai puncak dari kesadaran pikiran dan kemampuan fisik mereka.

(‘Karakter Bertopeng’ di seri ini adalah Rau Le Creuset, musuh besar Mu yang manipulatif dan nihilistik.)

MS Igloo: The Hidden One Year War (2004)

MS Igloo merupakan tayangan OVA tiga episode yang sepenuhnya dibuat dalam bentuk CG. Sasaran pembuatan OVA ini adalah para penggemar Gundam fanatik pada era UC yang kini sudah berusia dewasa. Ceritanya mendalami lebih jauh nuansa militeralistik yang The 08th MS Team perkenalkan, dengan nuansa dan alegori terhadap Perang Dunia II yang teramat kental.

Penyutradaraannya ditangani oleh sutradara veteran Imanishi Takashi (yang sebelumnya terlibat dalam Gundam 0083 dan Aoki Ryuusei SPT Layzner). Sedangkan naskah ditangani oleh Oukuma Asahide dan Ounogi Hiroshi yang juga telah lama terlibat dalam produksi anime-anime mecha lawas.

Berlatar pada masa berlangsungnya Perang Satu Tahun, OVA ini menuturkan pengalaman awak-awak bekas kapal kargo Jotunheim yang ditugaskan oleh Zeon dalam mengujicoba senjata-senjata baru. Persoalan timbul karena seiring dengan memanasnya peperangan dengan Federasi Bumi, tuntutan akan dihasilkannya proyek-proyek pengembangan senjata yang baru mendapatkan prioritas lebih dibandingkan tuntutan akan terselesaikannya proyek-proyek yang sudah ada.

Dengan senjata-senjata ‘asal jadi’ yang harus mereka uji coba, awak-awak kapal Jotunheim menjadi saksi langsung akan saat-saat terakhir sejumlah pilot heroik yang mengorbankan nyawa mereka demi idealisme Zeon yang teramat mereka percayai. Tokoh sentral dalam seri ini adalah sang insinyur muda yang mengawasi setiap proyek pengembangan, Oliver May.

Dengan nuansa realisme yang sangat kental, serta sudut pandang dari pihak Zeon yang untuk pertama kalinya dipaparkan dalam bentuk animasi, seri pendek ini menuai tanggapan sangat positif, yang berujung pada dilipatgandakannya jumlah episode yang semula direncanakan. Seri ini juga dikenal karena untuk pertama kalinya memaparkan beberapa kejadian penting dalam sejarah UC yang belum pernah dianimasikan sebelumnya. Di antaranya adalah Battle of Loum (Pertempuran Loum) yang menjadi awal mula luluh lantaknya koloni-koloni luar angkasa di Side 1.

Seri ini mungkin agak terlalu berat untuk para penggemar kasual. Tapi para penggemar berat era Universal Century disarankan untuk tak melewatkan seri ini.

(Tak ada ‘Karakter Bertopeng’ baru dalam seri ini.)

Mobile Suit Gundam SEED Destiny (2004)

Gundam SEED Destiny merupakan seri TV sekuel yang dibuat sebagai tanggapan atas kepopuleran Gundam SEED, dengan semua staf lama dari Gundam SEED kembali untuk menangani seri ini. Dengan konsep cerita yang menyerupai konsep cerita Zeta Gundam, dengan karakter-karakter baru di antara karakter-karakter lama; Gundam SEED Destiny menjadi kali pertama sebuah seri AU mendapatkan sekuel berupa seri TV lagi.

Pada Natal tahun 2005, ditayangkan episode spesial berjudul Final Plus yang memberikan sejumlah perbaikan terhadap episode terakhir seri ini: meliputi perubahan beberapa adegan, perpanjangan terhadap adegan-adegan aksi, serta epilog baru sebagai penutup cerita. Pada tahun 2006, dirilis empat film kompilasi berjudul Gundam SEED Destiny: Special Edition, yang bukan hanya merangkum alur dan menambahkan animasi, namun juga secara khusus bercerita dari sudut pandang Athrun Zala yang memegang kedudukan netral pada sebagian besar cerita. Pada tahun 2013, Gundam SEED Destiny juga mendapat penayangan versi HD Remastered, yang di samping meningkatkan animasi ke kualitas HD, menyingkirkan satu episode ringkasan, dan memberikan perbaikan pada eksekusi sejumlah adegan.

Total episodenya, untuk kedua versi seri TV-nya, sama-sama sebanyak 50.

Berlatar di Cosmic Era 73, dua tahun sesudah akhir seri pendahulunya, Gundam SEED Destiny berawal dari kunjungan Cagalli Yula Atha dan Athrun Zala sebagai wakil dari Uni Emirat Orb ke pangkalan Armory One di PLANT, yang berujung pada pembajakan tiga Gundam baru yang dilakukan oleh pasukan khusus Phantom Pain dari Aliansi Bumi. Peristiwa tersebut berlanjut dengan peperangan baru, yang dipicu oleh jatuhnya puing-puing koloni luar angkasa Junius Seven. Bersama Athrun Zala dan Kira Yamato, tokoh utama baru di seri ini adalah Shinn Asuka, pilot muda asal Orb yang dipercaya sebagai pengemudi Impulse Gundam—satu-satunya Gundam baru yang tak tercuri—yang memiliki dendam membara akibat kematian seluruh keluarganya dalam perang terdahulu.

Didorong rasa bertanggung jawab atas bencana global yang dipicu oleh ideologi mendiang ayahnya, Athrun bergabung kembali bersama ZAFT sebagai bagian dari kapal induk Minerva yang baru pimpinan Talia Gladys. Bergerak dengan arahan langsung dari kepala PLANT yang baru, Gilbert Durandal, dan dipercayai untuk menggunakan MS Saviour Gundam yang baru, Athrun bersama Shinn dan kawan-kawannya bertempur melawan pasukan Aliansi, yang secara paksa menanamkan kekuasaan mereka terhadap negara-negara Bumi yang lain.

Seiring dengan upaya pembunuhan terhadap Lacus Clyne, sekaligus terungkapnya keberadaan tiruannya di PLANT yang bernama asli Meer Campbell; sisa awak kapal Archangel yang sebelumnya mengawasi dunia dari balik layar akhirnya turut bergerak.

Durandal kemudian membuka tabir keberadaan masyarakat rahasia Logos, yang berada di balik pemerintahan Aliansi, sekaligus menjadi orang-orang yang bertanggung jawab atas segala peperangan yang pernah terjadi di muka bumi. Sementara itu, Athrun dikejar karena mengetahui suatu rahasia yang tak harusnya ia ketahui, dan konflik memuncak dengan diburunya pimpinan Logos, Lord Djibril, yang juga merupakan pemimpin baru dari Blue Cosmos.

Konfrontasi terakhir berlangsung saat Durandal memperkenalkan pelaksanaan Destiny Plan, yang akan membagi peranan umat manusia berdasarkan bakat genetik mereka. Kira dengan MS Strike Freedom kemudian berhadapan dengan Rey Za Burrel, rekan Shinn yang menggunakan MS Legend Gundam, yang memiliki masa lalu dengan Durandal dan Talia. Sedangkan Athrun yang memakai MS Infinite Justice harus berhadapan dengan Shinn yang menggunakan MS Destiny Gundam, yang kemarahannya telah mengubahnya menjadi lawan yang mengerikan.

Gundam SEED Destiny dikenal sebagai seri yang sampai membagi dua kalangan penggemarnya karena penurunan kualitas cerita signifikan pada pertengahan masa penayangannya. Hal ini konon disebabkan oleh sakit berkepanjangan yang melanda Morosawa Chiaki yang menjabat sebagai penulis skenario utama. Masalah-masalah yang ada meliputi alur yang lambat, hilangnya fokus dalam cerita, serta kontroversi perkembangan hubungan antar karakter, yang menuai kritikan penggemar terutama mengingat besarnya potensi yang konsep ceritanya miliki. Meski tidak sepopuler seri pendahulunya, SEED Destiny pada akhirnya tetap menuai kesuksesan secara rating dan penjualan DVD serta memperoleh kalangan penggemarnya tersendiri.

Versi HD Remastered lebih direkomendasikan karena perbaikan-perbaikan yang telah diberikan pada proses animasi dan eksekusi cerita. Versi Special Edition juga dapat dianjurkan untuk pemaparan cerita secara lebih ringkas.

Gundam SEED Destiny memperkenalkan konsep Beam Shield dan sayap-sayap cahaya dalam linimasa C.E., yang serupa dengan teknologi yang ada di V Gundam. Impulse Gundam juga menggabungkan konsep penggantian komponen MS di udara dari V Gundam dengan konsep variasi konfigurasi MS lewat peralatan punggung dari Gundam SEED, sehingga Impulse Gundam memiliki variasi-variasi Force Impulse untuk kecepatan, Sword Impulse untuk pertempuran jarak dekat, serta Blast Impulse untuk jarak jauh; yang dapat berganti secara seketika di udara. Gundam SEED Destiny juga dikenal karena memasukkan jenis-jenis MS khas Zeon ke dalam cerita sebagai bagian dari pasukan ZAFT, melalui varian-varian Blaze ZAKU Phantom, Gunner ZAKU Warrior, serta GOUF Ignited.

(‘Karakter Bertopeng’ dalam seri ini adalah Neo Roanoke, pemimpin misterius kesatuan Phantom Pain, yang tetap dipercaya para bawahannya terlepas dari tindakan-tindakan kejam dan manipulatif yang harus ia lakukan.)

MS Igloo: Apocalypse 0079 (2005)

OVA tiga episode yang menjadi paruh penutup dari seri MS Igloo, dengan seluruh staf yang sebelumnya terlibat kembali terlibat dalam pembuatannya. Tiga episode ini cukup diantisipasi karena membawa para tokoh utamanya ke bagian cerita yang sudah lama ditunggu-tunggu, yakni hari-hari terakhir masa kejayaan Zeon.

Berlatar di paruh akhir Perang Satu Tahun, pada pelaksanaan Operasi Odessa hingga pertempuran terakhir di A Baoa Qu,  ‘kutukan’ kematian test pilot yang menaungi awak-awak kapal Jotunheim masih terus berlanjut. Seri ini mencapai klimaksnya saat Oliver May sendiri yang diperintahkan untuk mengujicoba senjata terbaru buatan Zeon, Big Rang, demi mendukung keselamatan puluhan nyawa tentara muda yang membentuk pasukan mobile pod mereka.

Serupa dengan seri pendahulunya, seri inipun memperoleh tanggapan memuaskan dari para penggemar. Kualitas animasi CG di dalamnya sedikit mengalami perbaikan dibandingkan seri sebelumnya.

Secara aspek mekanis, seri ini menonjolkan peranan mobile pod (seperti Ball yang diperkenalkan di The 08th MS Team) dalam Perang Satu Tahun yang sebelumnya tak banyak disorot.

Seri ini pun sebaiknya tak dilewatkan oleh para penggemar era UC.

(Tak ada ‘Karakter Bertopeng’ dalam seri ini.)

Mobile Suit Gundam SEED C.E. 73: Stargazer (2006)

Stargazer merupakan seri ONA pendek sebanyak tiga episode yang masing-masing berdurasi sekitar 15 menit, yang menjadi cerita sampingan (gaiden) dari Gundam SEED Destiny. Seri ini ditayangkan secara bulanan tak lama sesudah Gundam SEED Destiny berakhir. Seri ini menonjol pada masa kemunculannya karena menonjolkan suatu nuansa realisme pada latar Cosmic Era. Seri ini juga mengeksplorasi tema penjelajahan luar angkasa yang berlangsung selama masa C.E.

Sutradaranya adalah Nishizawa Susumu dengan naskah yang dibuat Morita Shigeru. Keduanya adalah staf yang pernah terlibat dalam produksi Gundam SEED Destiny.

Sekitar setahun berikutnya, ketiga episode ini kemudian dikompilasi ke dalam format DVD, dan secara keseluruhan tiap episode mendapatkan tambahan durasi sampai sekitar 20 menit, dengan durasi total untuk keseluruhan cerita mencapai nyaris satu jam.

Berlatar di tengah berlangsungnya Perang Bloody Valentine yang kedua, Stargazer mengisahkan tentang insiden penyerangan instalasi penelitian DSSD di luar angkasa oleh pasukan Aliansi Bumi, demi merebut teknologi penjelajahan antariksa baru yang terkandung dalam MS eksperimental bernama Stargazer. Dua tokoh utama seri ini adalah pilot muda pasukan khusus Phantom Pain, Sven Cal Payang, yang mengemudikan MS Strike Noir; dan kepala peneliti DSSD bernama Selene McGriff.

Berlangsung pada masa yang sama dengan berlangsungnya kejadian-kejadian dalam serial TV, seri ini memaparkan secara efektif masa lalu tiap karakter sebelum berlangsungnya misi penentuan yang dimaksud. Temanya berkisar seputar penerimaan diri atas kenyataan masa lalu. Tiga episode ini memiliki nuansa yang teramat berbeda dari seri televisi Gundam SEED Destiny, dan penggemar menyayangkan durasi ceritanya yang tidak lebih panjang.

Versi DVD secara umum lebih direkomendasikan karena memaparkan sudut pandang masing-masing karakter secara lebih tuntas.

Seri ini juga menonjol karena menampilkan varian terkini dari kelima MS utama yang pertama tampil di Gundam SEED. Seri ini juga membeberkan awal mula teknologi voiture lumiere yang banyak ditonjolkan di paruh akhir Gundam SEED Destiny.

(Tak ada ‘Karakter Bertopeng’ yang muncul di seri ini.)

Mobile Suit Gundam 00 (2007)

Gundam 00 merupakan seri televisi Gundam AU yang diproduksi menyusul berakhirnya Gundam SEED Destiny. Seri ini secara mengejutkan menggunakan penanggalan Anno Domini (Masehi), dan menampilkan konsep Orbital Elevator alih-alih koloni-koloni luar angkasa. Gundam 00 dikenal karena menjadi seri Gundam pertama yang dirilis dalam format HD layar lebar. Gundam 00 juga menjadi seri Gundam pertama yang membagi masa penayangannya ke dalam dua season terpisah (menyusul tren yang pertama dibawa Code Geass), dengan cerita pada musim tayang pertama yang banyak mengingatkan akan konsep cerita Gundam Wing.

Sutradara seri ini adalah Mizushima Seiji (yang dikenal karena arahannya dalam anime Fullmetal Alchemist yang pertama), dengan cerita yang digagas oleh Kuroda Yousuke (yang dikenal lewat seri drama Onegai Teacher, Honey and Clover, serta Dual!).

Jumlah episode season pertamanya sebanyak 25.

Dikisahkan pada tahun 2317, negara-negara di dunia secara garis besar terbagi ke dalam tiga blok kekuatan utama: Union, AEU, dan HRL. Masing-masing blok memiliki kepemilikan atas salah satu dari tiga Orbital Elevator, yang menjadi sumber penghasil energi utama Bumi dari tenaga surya. Namun konflik bersenjata masih kerap terjadi berkenaan pembagian manfaat dari menara-menara ini, dengan sebagian negara berkelimpahan dan sebagian negara lain kekurangan. Gundam 00 mengisahkan tentang kemunculan organisasi paramiliter misterius bernama Celestial Being, yang secara paksa mengintervensi setiap konflik yang terjadi di seluruh dunia atas nama perdamaian.

Celestial Being mengintervensi dengan menggunakan empat unit Gundam—jenis MS canggih yang ditenagai GN Drive, dengan teknologi puluhan tahun lebih maju dari sebagian besar teknologi di dunia, buah pikiran ilmuwan fenomenal Aeolia Schenberg yang diyakini telah wafat dua abad sebelumnya. Tokoh utama seri ini adalah bekas tentara anak-anak dari Timur Tengah, Setsuna F. Seiei, yang telah dipilih superkomputer kuantum Veda untuk menjadi Gundam Meister termuda Celestial Being, yang dipercaya mewujudkan ideologi Aeolia dengan Gundam Exia.

Dengan arahan strategi untuk setiap misi dari seorang perempuan bernama Sumeragi Lee Noriega, rekan-rekan Setsuna meliputi: Lockon Stratos yang memimpin mereka menggunakan Gundam Dynames, Allelujah Haptisme yang berkepribadian ganda dengan Gundam Kyrios, serta Tieria Erde yang misterius asal-usulnya dengan Gundam Virtue.

Dengan harapan dapat merebut teknologi yang Celestial Being miliki, ketiga faksi yang ada kemudian sepakat untuk bekerjasama dalam sebuah operasi militer gabungan di Gurun Taklamakan demi memerangkap keempat Gundam. Tapi hal ini malah memicu kemunculan Team Trinity, yang menggunakan tiga Gundam Throne baru dengan GN Drive tiruan berwarna merah, yang kemudian ditunjuk Veda untuk menggantikan peran tim utama dalam menjalankan intervensi. Namun tindak-tindak tak berperikemanusiaan Team Trinity memicu pertentangan keras dari tim utama.

Sesudah terkuak kemungkinan bahwa Veda telah dibajak, pertempuran terakhir pecah di luar angkasa saat kapal induk tim utama Celestial Being, Ptolemaios, terdesak oleh pasukan gabungan PBB. Akibat pengkhianatan Alejandro Corner, duta besar PBB yang sekaligus menjadi salah satu Observer bagi Celestial Being, 30 unit MS GN-X yang ditenagai GN Drive tiruan jatuh ke tangan pasukan gabungan dan menjadi tandingan seimbang bagi keempat Gundam. Terpisah dari rekan-rekannya yang lain, Setsuna, yang Gundam Exia miliknya telah dilengkapi perlengkapan MA khusus untuk membentuk GN Armor Type E, kemudian harus berhadapan dengan Alejandro yang menggunakan Alvatore, MA berkekuatan dahsyat yang diam-diam telah dikembangkannya demi menuntaskan pengkhianatannya.

Gundam 00 memicu kembali perhatian para penggemar dengan kemasan cerita yang berbeda serta desain mecha yang sangat bervariasi. Desain karakter buatan Kouga Yun sempat mendapat tanggapan negatif bagi sebagian penggemar, namun bobot cerita Gundam 00 dipandang sebagai penyegaran untuk seri-seri mecha di masa itu. Meski diawali agak lambat, Gundam 00 juga menjadi salah satu seri paling dikenal karena porsi dan eksekusi adegan-adegan aksinya.

Gundam 00 menjadi seri pertama yang memasukkan konsep sains fiksi Orbital Elevator, yang berwujud seperti menara-menara tinggi yang menjangkau ke luar angkasa, dan terhubung dengan cincin orbital yang mengelilingi Bumi untuk memerangkap energi matahari. Gundam 00 juga memiliki konsep khas GN Drive, yang menghasilkan partikel-partikel GN yang memberi tenaga pada masing-masing Gundam dan konon hanya dapat diproduksi di luar angkasa. Gundam 00 juga menjadi seri animasi Gundam pertama yang menghadirkan konsep mode istimewa dengan batasan waktu pada Gundam, yakni mode khusus Trans Am, yang memungkinkan setiap Gundam melepaskan partikel GN dalam jumlah besar sekaligus, yang akan menyelubungi permukaannya dengan kabut merah dan meningkatkan performa masing-masing sampai tiga kali lipat. Konsep ini serupa dengan EXAM System yang ditampilkan di seri Blue Destiny yang sebelumnya dikenal hanya di kalangan penggemar tertentu.

Gundam 00 juga menghadirkan bentuk desain MS yang khas untuk masing-masing pihak dalam cerita, serta desain Gundam yang disesuaikan dengan performa spesialisasinya. Gundam Exia misalnya, dikenal karena proporsinya yang ramping serta fokus kemampuannya untuk pertempuran jarak dekat, dengan konfigurasi Seven Swords miliknya yang menyimpan tujuh buah ‘pedang’ pada tubuhnya. Gundam 00 juga dikenal karena memperkenalkan gagasan persenjataan pedang padat yang dapat mengungguli senjata pedang sinar. Seri ini juga yang pertama mengenalkan fitur identifikasi biometrik di dalam sistem MS.

(‘Karakter Bertopeng’ pada seri ini adalah Graham Aker, yang dengan MS Union Flag Custom menjadi salah satu lawan paling setara bagi para Gundam Meister, dan memandang Setsuna sebagai rival besarnya.)

MS Igloo 2:The Gravity Front (2008)

Tiga episode OVA yang menjadi sekuel dari seri MS Igloo yang pertama. MS Igloo 2 mempertahankan nuansa dan bentuk cerita yang seri sebelumnya miliki, namun fokus kali ini berada di pihak pejuang Federasi Bumi. Cerita pada masing-masing episodenya juga lebih berdiri sendiri, dengan kesamaan tema hanya ada pada keberadaan fenomena dewa kematian yang menekankan kengerian perang yang para tokohnya hadapi.

Pada awal Perang Satu Tahun, pihak Zeon unggul berkat teknologi MS yang mereka miliki. Pihak Federasi berusaha mengejar dengan mengembangkan MS mereka sendiri, namun mereka terkendala oleh keterbatasan kapasitas produksi. Seri ini memaparkan pengalaman sejumlah prajurit rendahan di neraka medan perang, di mana mereka dipaksa menjalankan operasi-operasi ‘gila’ dari atasan-atasan mereka sebelum tewas. Kesemuanya dihantui oleh fenomena Dewa Kematian, yang bisa jadi merupakan wujud kemarahan dari para korban yang telah terbunuh sebelum mereka.

Dibandingkan seri pendahulunya, MS Igloo 2 dipandang menghadirkan karakterisasi lebih kaya berkat aspek supernatural yang diangkatnya, yang tergambar lewat penyesalan dan dendam yang dimiliki kesetiap tokoh. Dengan aspek realisme dan ‘perang dunia’-nya yang kental, mereka yang menyukai seri MS Igloo pertama tak memiliki alasan untuk melewatkan seri ini.

Serupa dengan MS Igloo pertama, seri ini juga mencolok karena menampilkan variasi persenjataan dari pihak Federasi yang menarik dari segi desain namun belum sepenuhnya sempurna untuk dipakai secara nyata.

(Tak ada ‘Karakter Bertopeng’ di seri ini.)

Mobile Suit Gundam 00 (Season 2, 2009)

Menyusul akhir season pertama yang menuai banyak pertanyaan, season kedua Gundam 00 menjadi seri yang diantisipasi para penggemarnya. Seri ini memperkenalkan konflik baru dan karakter-karakter yang telah menua, dan juga mengangkat konsep cerita yang lebih dekat ke Zeta Gundam dibandingkan sebelumnya.

Menyusul berakhirnya masa penayangannya, tiga OVA kompilasi Special Edition dirilis untuk merangkum cerita pada kedua season ini, dengan penyampaian adegan alternatif serta penambahan adegan baru. Episode pertama OVA tersebut sepenuhnya merangkup season pertama. Sedangkan episode kedua dan ketiga merangkum season kedua, dengan pembagian porsi cerita yang disesuaikan dengan terjadinya time skip pada season kedua.

Season kali ini juga berjumlah 25 episode.

Berlatar empat tahun sesudah kehancuran organisasi paramiliter Celestial Being, sebagian besar pemerintahan dunia telah bersatu di bawah bendera Federasi Bumi. Tapi berbagai konflik masih berlanjut akibat tertindasnya negara-negara miskin yang tak memiliki akses terhadap energi dari ketiga Orbital Elevator. Sesudah lama mengasingkan diri dengan hanya Gundam Exia R, Setsuna F. Seiei bergabung kembali dengan sisa teman-teman lamanya di kapal induk Ptolemaios II, dan menjadi Gundam Meister dari 00 Gundam yang baru, yang menjadi harapan terakhir mereka untuk mengembalikan dunia ke bentuk yang seharusnya.

Setsuna dan kawan-kawannya segera berhadapan dengan kelompok manusia istimewa Innovator pimpinan Ribbons Almark, yang berada di balik pemerintahan Federasi Bumi dan menjadi dalang sesungguhnya dari pengkhianatan Alejandro Corner. Dengan memanfaatkan kuasa superkomputer kuantum Veda yang telah mereka kuasai, Ribbons dan para Innovator lainnya mengendalikan semua negara di dunia. Pasukan otonomi khusus A-LAWS menjadi andalan mereka untuk menekan segala bentuk perlawanan dengan cara-cara keji dan tak berperikemanusiaan. Hanya teknologi Twin Drive System yang terkandung dalam 00 Gundam semata, yang berulangkali berusaha mereka rebut, yang menghalangi para Innovator untuk menaklukkan sisa-sisa Celestial Being.

Dalam upaya merebut Veda kembali, Celestial Being bergabung bersama pasukan pemberontak Katharon dalam melawan gempuran A-LAWS, sebelum pertempuran terakhir akhirnya pecah di kapal induk raksasa Celestial Being yang telah dibangun di sisi gelap Bulan. Mereka yang dipandang sebagai Innovator kemudian terungkap sebenarnya adalah Innovade, manusia-manusia buatan yang diciptakan justru dengan maksud untuk mempersiapkan kemunculan Innovator yang sesungguhnya. Lalu Setsuna, yang menggunakan 00 Raiser pada akhirnya berhadapan dengan Reborns Gundam/Cannon milik Ribbons yang berhasil mengimplementasi kecanggihan teknologi yang sama.

Sekali lagi memperebutkan GN Drive asli yang masih tersisa, keduanya sama-sama berkeinginan membuktikan apa sesungguhnya harapan yang Aeolia Schenberg telah persiapkan atas umat manusia.

Tim produksi Gundam 00 konon menghadapi tuntutan penggemar yang sangat tinggi selama masa penayangan season ini, yang sampai berpengaruh ke kinerja mereka. Meski menuai perhatian karena adegan-adegan aksinya yang memukau, sejumlah penggemar menyayangkan bobot tema yang secara umum berkurang secara mencolok, serta banyaknya pertanyaan yang berakhir tak terjawab di akhir cerita. Walau demikian, seri ini tetap dipandang cukup sukses, dan harapan penggemar sedikit terobati dengan pengumuman akan dibuatnya sekuel film layar lebar pada tahun 2010.

Versi OVA kompilasi menarik karena menghadirkan pengeditan dan modiifikasi cerita yang cukup berbeda pada sejumlah adegan. Tapi sifatnya lebih sebagai pelengkap karena penyampaian ceritanya paling bisa dihargai oleh mereka yang telah kenal dengan seri TV-nya sebelumnya.

Gundam 00 menonjolkan konsep manusia-manusia buatan sebagai lawan antagonis, yang sebelumnya hanya pernah dilihat di Gundam ZZ. Serupa dengan konsep manusia Newtype di linimasa UC, Gundam 00 juga mengetengahkan konsep manusia Innovator yang akan membimbing umat manusia, yang dapat sepenuhnya memahami hati dan pikiran para manusia lain dengan partikel-partikel GN sebagai perantara.

Dari segi desain mecha, Gundam 00 pada season ini memperkenalkan kembali konsep menyatunya pesawat ke badan MS—serupa dengan konsep penggabungan G-Defenser dan Gundam Mk-II di Zeta Gundam—melalui 0 Raiser yang terpasang ke punggung 00 Gundam untuk mengeluarkan potensinya secara penuh. Di samping konsep bit yang sebelumnya telah dikenal dari Mobile Suit Gundam, seri ini juga memperkenalkan konsep shield bit, yang dapat berperan sebagai perisai dan alat penyerangan sekaligus. 00 Raiser juga dikenal karena mampu menghadirkan tembakan beam yang sangat panjang dan berkelanjutan hingga sampai menyerupai pedang.

(‘Karakter Bertopeng’ pada seri ini adalah sang spesialis pertempuran jarak dekat Mr Bushido dengan MS Susanowo yang hanya dimiliki olehnya.)

Mobile Suit Gundam Unicorn (2010)

Gundam Unicorn atau Gundam UC merupakan seri OVA tujuh episode yang diangkat dari seri novel terkenal berjudul sama karangan novelis militer Harutoshi Fukui. Seri ini menandai dianimasikannya kembali era Universal Century, dengan masa serialisasi sepanjang lima tahun yang menarik perhatian banyak sekali pihak. Ceritanya secara umum menjembatani masa sesudah Char’s Counterattack dengan masa Gundam F91, namun ceritanya turut mencakup kejadian-kejadian pada tahun-tahun awal penanggalan Universal Century. Dengan mengangkat tema tentang idealisme dan kecendrungan sejarah untuk berulang, cerita Gundam Unicorn sekaligus membeberkan penuntasan atas konflik panjang antara Zeon dan Federasi Bumi.

Bersama episode terakhirnya, dirilis episode ekstra 100 Years of Solitude yang mengkompilasi adegan-adegan penting dari Mobile Suit Gundam, Zeta Gundam, Gundam ZZ, dan Char’s Counterattack, yang disertai narasi yang memberi gambaran tentang puncak konflik yang berlangsung pada episode terakhir.

Pada tahun 2016, seri ini diedit ulang dan ditayangkan dalam format seri TV dengan judul Mobile Suit Gundam UC Re: 0096, dengan penyesuaian durasi serta soundtrack baru, dan berjumlah 22 episode.

Penyutradaraan seri ini dilakukan oleh Furuhashi Kazuhiro dengan naskah ditangani oleh Muto Yasuyuki.

Berlatar pada tahun 0096 UC, seri ini memaparkan pertikaian rahasia menyangkut pusaka misterius Kotak Laplace, yang konon apabila dibuka dapat memicu kehancuran Federasi Bumi. Karakter utamanya adalah pemuda Newtype Banagher Links, yang terlibat dalam pertikaian saat ia menolong seorang gadis asing yang memperkenalkan diri sebagai Audrey Burne, yang sesungguhnya adalah Mineva Lao Zabi, keturunan terakhir keluarga Zabi yang telah lama menghilang dan kini berusia remaja.

Banagher menolong Audrey yang dikejar karena perebutan Kotak Laplace. Banagher belakangan mengetahui kalau Kotak Laplace ditemukan pada tahun 0000 UC oleh Syam Vist, pendiri Yayasan Vist yang sangat berkuasa. Keluarga Vist selama puluhan tahun telah memanfaatkan kuasa kotak tersebut untuk meraih kemakmuran. Namun Cardeas Vist, keturunan Syam dan kepala keluarga Vist yang terakhir, bermaksud menyerahkan kepemilikan Kotak Laplace kepada sisa kelompok Zeon yang disebut The Sleeves pimpinan Full Frontal yang misterius, yang sangat menyerupai Char Aznable yang harusnya sudah meninggal.

Saat pertempuran pecah di koloni luar angkasa Industrial 7 akibat masuknya pasukan ECOAS Federasi yang bermaksud menggagalkan transaksi, Cardeas melakukan tindakan tak terduga dengan tiba-tiba menyerahkan pada Banagher MS teramat canggih Unicorn Gundam, yang ternyata merupakan ‘kunci’ untuk menemukan sekaligus membuka Kotak Laplace. Terpisahkan dari satu sama lain, Banagher dan Audrey terlibat perseteruan antara Yayasan Vist, sisa-sisa Neo Zeon, serta Federasi Bumi, yang sama-sama ingin memanfaatkan Unicorn Gundam dan Banagher untuk kepentingan mereka sendiri.

Sesudah perjalanan panjang yang penuh konflik, titik terakhir untuk membuka kunci Kotak Laplace terungkap ada di Industrial 7. Banagher dan Audrey akhirnya berhadapan dengan Syam, yang ternyata masih hidup, yang mempercayakan rahasia isi Kotak Laplace pada mereka.

Namun sebelum Audrey dapat membeberkan isi Kotak Laplace untuk mencegah kemungkinan berlanjutnya perang, Full Frontal tampil karena hendak menggunakan kuasa Kotak itu untuk mempertahankan status quo. Banagher, dengan MS Full Armor Unicorn Gundam miliknya yang telah ia kuasai, akhirnya harus melawan MA raksasa Neo Zeong yang Full Frontal gunakan demi memutus jeratan hantu kebencian dari masa lalu.

Gundam Unicorn dikenal terutama karena tingginya kualitas presentasi yang dimilikinya. Meski menarik perhatian banyak sekali kalangan, perkembangan ceritanya dinilai sukar dipahami penggemar awam. Karenanya, seri ini dipandang paling dapat dihargai oleh mereka yang memiliki nostalgia kuat terhadap seri-seri Gundam lama era Universal Century.

Gundam Unicorn memperkenalkan konsep mecha yang mengubah wujudnya saat mengakses mode yang lebih kuat; dalam hal ini, saat Unicorn Gundam mengakses mode NT-D yang memberinya keunggulan atas lawan-lawan Newtype. Di samping itu Gundam Unicorn memperkenalkan konsep psychoframe yang tertanam di sekujur badan MS, yang saat aktif, memungkinkan pengendalian keseluruhan badan MS semata-mata melalui pikiran.

Selain penataan aksinya yang memukau, Gundam Unicorn juga dikenal karena menampilkan banyak sekali varian MS dari seri-seri MSV yang sebelumnya belum pernah dianimasikan, yang semakin memperkuat daya tarik nostalgia yang dimilikinya.

Episode EX 100 Years of Solitude disarankan untuk dilihat sebelum episode terakhir.

(‘Karakter Bertopeng’ dalam seri ini adalah Full Frontal, yang kemiripannya dengan Char Aznable sampai ke suara dan bekas luka yang dimilikinya. MS merah Sinanju yang digunakannya berasal dari program pengembangan yang sama dengan Unicorn Gundam.)

Model Suit Gunpla Builders Beginning G (2010)

Seri OVA tiga episode yang diproduksi untuk merayakan ulang tahun plamo Gundam yang ketiga puluh. Ceritanya lebih dimaksudkan sebagai media promosi untuk memperkenalkan perkembangan mainan Gunpla, dan mengangkat gagasan tentang bagaimana seandainya mainan Gunpla bisa kita adu dan kemudikan dalam suatu permainan simulasi tempur.

Naskahnya digagas oleh Kuroda Yousuke yang sebelumnya menangani cerita Gundam 00, dengan penyutradaraan oleh Matsuo Kou yang telah dikenal sebagai sutradara Kurenai.

Berlatar di masa kini di tahun 2010, seorang remaja bernama Irei Haru berkunjung ke Odaiba ke tempat pameran patung MS Gundam skala 1:1 dilangsungkan. Di sana ia menemukan model kit dari MS orisinil Beginning Gundam yang kemudian dirakit dan ditekuninya.

Bersama kedua sahabatnya, Sakazaki Kenta yang merakit MS Byaku Shiki (modifikasi orisinil Kenta atas MS Hyaku Shiki dari Zeta Gundam) dan Noyama Rina yang merakit MS Beargguy (modifikasi orisinil atas MS Acguy dari Mobile Suit Gundam), Haru berpartisipasi dalam turnamen Gunpla Battle yang memungkinkan model-model kit yang telah dirakit bisa dipiloti dan dikendalikan oleh para pemiliknya dalam suatu permainan simulasi adu ketangkasan berbasis Gundam.

Seri OVA ini sempat menuai perhatian di kalangan penggemar karena alurnya yang sangat sederhana dan temanya yang ringan. Ceritanya terbilang sangat pendek dan tak ada konflik khusus yang diangkat. Namun ide yang diusungnya adalah sesuatu yang telah lama diidamkan oleh penggemar Gunpla.

Ini seri pertama yang mengusung Gunpla sebagai fokus utama cerita. Ini menandai kali pertama MS populer Beargguy yang berbentuk beruang ditampilkan dalam bentuk animasi. Seri ini juga menonjolkan Beginning Gundam yang memodifikasi sedemikian rupa persenjataan sinarnya ke bentuk cakar.

(‘Karakter Bertopeng’ dalam seri ini adalah sang Gunpla Meister, Boris Schauer, yang memiliki Gunpla orisinil Forever Gundam, dan tak segan meninggalkan rekan-rekan setimnya untuk menghasilkan adegan kepergian dramatis dengan menunggang kuda.)

Mobile Suit Gundam 00 the Movie: A wakening of the Trailblazer (2010)

Film layar lebar yang menutup cerita Gundam 00, yang diumumkan pada akhir episode terakhir season kedua dari seri TV-nya. Dengan premier di Jepang, Singapura, sekaligus Amerika, dan subtitel berbahasa Inggris, movie ini menjadi salah satu film layar lebar anime pertama yang mendapat rilis langsung secara internasional. Ceritanya berlatar dua tahun sesudah akhir cerita di season kedua, dan mengetengahkan tantangan sesungguhnya yang Aeolia Schenberg telah persiapkan Celestial Being untuk hadapi.

Staf yang menangani seri TV-nya kembali untuk menangani film layar lebar ini.

Berlatar di tahun A.D. 2314, konflik di dunia masih belum sepenuhnya berakhir. Kelompok paramiliter Celestial Being masih bergerak dari balik layar. Sementara Federasi Bumi (Earth Sphere Federation, atau ESF), dengan dukungan kaum Innovator serta superkomputer Veda, telah menjalankan politik antikekerasan untuk mempersatukan Bumi dengan cara yang damai. Namun bahaya yang telah diramalkan berabad-abad sebelumnya oleh ilmuwan fenomenal Aeoila Schenberg akhirnya tampak, melalui kemunculan sebentuk kehidupan asing yang dapat berubah wujud, yang belakangan dinamai Extraterrestrial Living-metal Shapeshifter (ELS) dan memicu ancaman asimilasi bagi manusia-manusia Bumi yang berpotensi menjadi Innovator.

Celestial Being turun tangan membantu Federasi sesudah Lockon Stratos menemukan jejak keberadaan dua rekan mereka yang terpisah, Allelujah Haptism dan Marie Parfacy. Namun upaya mereka untuk menangani ELS tak berjalan mulus akibat interferensi gelombang otak kuantum yang semakin sering Setsuna F. Seiei alami. Tieria Erde terpaksa mengorbankan jasad fisiknya kembali untuk memberi kesempatan bagi Celestial Being untuk meloloskan diri.

Tatkala seluruh populasi manusia yang ada di Bumi terpaksa dievakuasi, pasukan Federasi dan Celestial Being berkerjasama untuk melakukan penyerangan terakhir dengan kapal induk raksasa Celestial Being ke superstruktur yang telah ELS bangun di orbit Jupiter. Setsuna, dengan menggunakan Quantum System yang terpasang pada 00 Quan[T]—yang memungkinkan penanganan arus informasi berskala sangat besar berkat koneksi terminal mini Veda—pada akhirnya harus menjalin ‘dialog’ dengan ELS demi mengakhiri berjalannya pertempuran.

A wakening of the Trailblazer mendapat tanggapan beragam dari kalangan penggemar. Secara umum film ini dinilai memiliki penataan adegan-adegan aksi yang baik, yang ditandai oleh nilai-nilai produksinya yang tinggi, namun mempunyai cerita lemah yang berusaha mencakup terlalu banyak karakter. Sebagian penggemar juga mengkritik masuknya konsep ‘alien’ dalam cerita, yang belum pernah terjadi dalam seri Gundam manapun sebelumnya. Karakterisasi dan cara penuntasan konflik juga dipandang negatif, terutama apabila dibandingkan dengan apa yang dipaparkan dalam season pertama seri ini.

Dari segi desain mecha, film ini menghadirkan desain MS baru yang menarik perhatian untuk hampir setiap karakter. 00 Quan[T] khususnya menonjolkan konsep sword bit, yang difungsikan seperti pedang di samping kemampuannya membentuk medan-medan energi.

(Tak ada ‘Karakter Bertopeng’ baru pada film ini.)

Mobile Suit Gundam AGE (2011)

Gundam AGE merupakan subseri yang dibuat melalui kerjasama antara Sunrise dan perusahaan pengembang game Level 5 yang memproduksi Dark Cloud, Little Battlers eXperience/Danboru Senki dan Inazuma Eleven. Bersama animenya, turut dikembangkan pula game untuk konsol Sony PSP. Seri ini sempat menuai cukup banyak sensasi karena sasaran pemirsa utamanya adalah anak-anak, dan juga karena ceritanya yang direncanakan mencakup kurun waktu tiga generasi.

Pemimpin Level 5, Hino Akihiro, turut terlibat sebagai pencetus cerita, dengan penyutradaraan dilakukan oleh Yamaguchi Susumu, yang sebelumnya menangani penyutradaraan film-film layar lebar Keroro Gunso dan pernah terlibat sebagai staf berbagai seri Gundam sebelumnya.

Menyusul akhir penayangan seri TV-nya, pada tahun 2013 dirilis OVA kompilasi berjudul Memory of Eden, yang merangkum dan sedikit memodifikasi cerita yang dimulai pada generasi kedua.

Total jumlah episode seri TV-nya sebanyak 49.

Mengetengahkan konflik panjang yang berlangsung selama satu abad, dari Advanced Generation Year 101 sampai 201, Gundam AGE berlatar di di masa ketika peperangan antara pemerintahan Bumi dan koloni-koloni luar angkasa telah lama berlalu, tetapi perdamaian terusik dengan serangan berkala pasukan MS misterius yang selanjutnya dikenal sebagai Unknown Enemy (UE). Seri ini berkisah tentang tiga generasi keluarga Asuno yang berperan besar dalam perlawanan melawan UE berkat AGE System temuan mereka yang memungkinkan proses ‘evolusi teknologi’ yang diwariskan secara turun-temurun.

Pada AG 115, Flit Asuno, anak 14 tahun yang selamat dari kehancuran koloni luar angkasa Angel yang diakibatkan serangan UE, berusaha membangun ‘Gundam’, sosok MS yang dulu dikenal sebagai penyelamat berdasarkan cetak biru pada AGE Device warisan keluarganya. Dengannya, Flit berhasil membangun Gundam AGE-1 dan menjadi harapan penduduk Federasi untuk selamat dari kekejaman UE. Di penghujung konflik di Ambat, awak-awak kapal Diva pimpinan Grudek Ainoa, di mana Flit tergabung, berhasil mengungkap bahwa UE sesungguhnya adalah kaum Vagan, populasi manusia yang terlupakan dalam suatu proyek gagal untuk membangun Mars.

Dalam rentang waktu AG 140-142, Asemu Asuno, putra Flit, mewarisi AGE Device dan diserahi kepemilikan atas Gundam AGE-2. Mengikuti jejak ayahnya yang menjadi perwira tinggi Federasi, Asemu bergabung dengan kemiliteran untuk mengejar jejak Zeheart Gallete, sahabatnya yang terkuak sebagai mata-mata Vagan. Konflik antar keduanya memuncak dalam konfrontasi di benteng luar angkasa Downes yang hendak dijatuhkan ke permukaan Bumi.

Pada tahun AG 164, pasukan Vagan yang dipimpin Zeheart akhirnya melakukan serangan terbuka terhadap Bumi akhirnya terlaksana berkat agen-agennya yang telah lama menyusup. Putra Asemu, Kio Asuno, kemudian dipercayai Flit untuk mewarisi AGE Device dan menggunakan Gundam AGE-3 sesudah hilangnya Asemu selama belasan tahun. Dalam petualangannya, Kio kemudian berhadapan dengan Ezelcant, pemimpin tertinggi kaum Vagan, yang pada Kio kemudian membeberkan motivasi kaum Vagan serta awal mula mereka yang sesungguhnya.

Di penghujung peperangan, Kio, yang kini menggunakan Gundam AGE-FX, kemudian harus mencegah ancaman pemusnahan massal yang dapat berlangsung antara kedua belah pihak dalam pertempuran melindungi Bumi dari benteng La Gramis. Tetapi sesudah sirnanya permusuhan, Kio bersama ayah dan kakeknya masih harus menghadapi amukan Zera Gins, klon Ezelcant yang kendalinya atas Vagan Gear yang digunakannya telah diambil alih oleh senjata berbahaya peninggalan masa perang, Sid.

Gundam AGE mendapat tanggapan beragam sehubungan sasaran pangsa pemirsanya yang lebih ke anak-anak, serta bagaimana seri ini seakan dimaksudkan untuk kelak mempromosikan gamenya. Ada kekecewaan di kalangan penggemar terkait perkembangan cerita dan karakter, yang di luar dugaan cukup potensial. Ada penilaian bahwa narasinya kurang efektif untuk cakupan ceritanya yang terlampau luas. Ada juga penilaian negatif terhadap sebagian desain mecha yang dipandang kurang proporsional. Walau demikian, seri ini tetap meraih kalangan penggemarnya tersendiri, dan seri ini dinilai sebagai salah satu seri Gundam dengan kualitas eksekusi teknis konsisten.

OVA Memory of Eden, yang berfokus pada hubungan antara Asemu dan Zeheart, menanggapi tanggapan penggemar dengan mencoba merangkum dan memperbaiki porsi cukup besar dari cerita. Tapi seri TV-nya tetap perlu dilihat bila ingin mengetahui cakupan ceritanya secara utuh.

Gundam AGE juga dikenal karena mengetengahkan sejumlah desain MS dari pihak Vagan yang mencolok, yang meliputi senjata beam saber yang dilepaskan dari telapak serta kemampuan untuk transformasi ke bentuk naga. Gundam AGE juga menjadi salah satu seri yang menonjolkan kembali konsep perubahan mode dan perlengkapan MS di tengah pertempuran.

Serupa dengan konsep Newtype, Gundam AGE mengangkat konsep X-Rounder, yakni sebagian kecil manusia yang berbakat untuk menggunakan bagian otak mereka yang normalnya tak dipakai, dan memberi mereka naluri dan kesadaran lebih untuk menggunakan MS.

(‘Karakter Bertopeng’ di seri ini adalah Zeheart Gallette, sahabat sekaligus rival Asemu yang diharuskan menggunakan topeng untuk menstabilkan kekuatan X-Rounder miliknya yang semakin menguat.)

Gundam Build Fighters (2013)

Seri ini dirilis untuk merayakan ulang tahun seri Gundam yang ke-35, yang sekaligus menjadi penerus spiritual dari OVA Model Suit Gundam Builders dengan mengetengahkan konsep Gunpla Battle sebagai inti certanya. Seri ini pertama mengudara di televisi dan juga ditayangkan dengan subtitel bahasa Inggris di situs gundam.info milik produsen Bandai. Di samping Gunpla Battle, ceritanya mengadopsi konsep turnamen yang sebelumnya diusung dalam G Gundam, dengan karakter-karakter bersifat multinasional dan tema-tema berkenaan persahabatan dan perjuangan.

Seri ini kembali mengetengahkan naskah yang dibuat oleh Kuroda Yousuke. Penyutradaraan dilakukan oleh Nagasaki Kenji, yang sebelumnya menangani seri sains fiksi No. 6.

Total jumlah episodenya sebanyak 25.

Berlatar di dunia kontemporer yang tak jauh di masa depan, sekitar 10 tahun sesudah Partikel Plavsky yang misterius ditemukan dan memungkinkan simulasi permainan Gunpla Battle, Gundam Build Fighters mengetengahkan perjuangan murid SMP bernama Iori Sei, anak seorang pemilik toko Gunpla, dalam memenangkan Kejuaraan Dunia Gunpla Battle Ketujuh sesudah pertemuannya dengan seorang anak lelaki misterius bernama Reiji, yang memiliki keahlian pengendalian Gunpla yang tak Sei miliki.

Bersama, dengan mengandalkan MS orisinil rancangan Sei, Build Strike Gundam, Iori dan Reiji mengejar jejak ayah Sei yang pernah menjadi juara dua dalam Kejuaraan Dunia Gunpla Battle. Namun pemimpin perusahaan PPSE yang menjadi sponsor turnamen, Mashita, ternyata mengenali siapa Reiji, dan karena suatu alasan tertentu berusaha mensabotase kemajuan Iori dan Reiji pada setiap langkah.

Seiring perkembangan cerita, akhirnya terungkap dari mana sebenarnya Partikel Plavsky yang sangat dirahasiakan PPSE berasal. Lalu sesudah duel antara MS Star Build Strike milik Iori dan Reiji melawan MS Exia Dark Matter yang dicanangkan Mashita, para Gunpla Fighter akhirnya harus bersatu untuk menghentikan peralatan simulator yang lepas kendali dan mulai mempengaruhi realita.

Meski semula diragukan, Gundam Build Fighters berakhir sebagai seri yang jauh melampaui pengharapan penggemar. Nuansa ceritanya ringan, aksi-aksi mechanya konsisten, dan ada banyak referensi terhadap seri-seri Gundam lama dalam bentuk kemiripan adegan maupun dialog. Seri ini membuka pangsa penggemar baru dan sekaligus membangkitkan kembali minat terhadap waralaba ini. Bersama seri ini turut diluncurkan lini Gunpla baru dengan skala 1:144, dengan kemudahan kustomisasi yang melebihi sebelumnya beserta perilisan ulang dari lini-lininya yang lama.

GBF juga dikenal karena menganimasikan berbagai desain MS yang sebelumnya kurang dikenal, serta menghadirkan beragam variasi desain yang menarik. Dari segi desain, seri ini menonjolkan Star Build Strike rancangan Iori yang fitur RG System miliknya memungkinkan manipulasi Partikel Plavsky ke seluruh tubuh untuk meningkatkan performa Gunpla.

(‘Karakter Bertopeng’ di seri ini adalah Meijin Kawaguchi III, Gunpla Builder dan Fighter hebat yang merupakan orang ketiga yang mewarisi gelar Meijin Kawaguchi sesudah yang kedua meninggal secara misterius.)

Gundam: Reconguista in G (2014)

Sebelumnya dikenal dengan nama kode G-Reko yang dikembangkan semenjak 2007, seri ini menandai kembalinya Tomino Yoshiyuki sebagai sutradara dan pencetus cerita seri Gundam sesudah trilogi film kompilasi Zeta Gundam yang beliau buat pada tahun 2005-2006. Tiga episode pertamanya sempat dirilis di layar lebar sebelum masa penayangannya di televisi.

Seri ini mengangkat kembali konsep space elevator seperti pada Gundam 00, tapi dengan konsep dunia yang sama sekali berbeda dari yang pernah ada. Seri ini menonjolkan kembali animasi buatan tangan, dengan gaya penceritaan yang menyerupai seri-seri anime mecha dari dekade 80an.

Selain Tomino-sensei, seri ini juga menonjolkan desain karakter Yoshida Kenichi yang dulu merancang karakter untuk Overman King Gainer dan Eureka Seven, serta desain mecha dengan nuansa berbeda dari Yasuda Akira, Gyoubu Ippei, dan Yamane Kimitoshi.

Total episodenya sebanyak 26.

Berlatar di tahun 1014 Regild Century, zaman penuh kemakmuran sesudah berakhirnya era Universal Century, umat manusia hidup dengan mengandalkan energi matahari yang tersimpan melalui photon battery, yang dibagikan dari orbital elevator Capital Tower yang dipandang sakral. Suatu insiden penyerangan oleh kelompok pembajak Pirate Corps berlanjut dengan pembentukan tentara Capital Army, yang dicurigai telah mengimplementasi teknologi kuno terlarang untuk digunakan dalam perang. Tokoh utama seri ini adalah Bellri Zenam, seorang pemuda riang namun berbakat, yang merupakan satu dari hanya tiga orang yang dapat menggerakkan G-Self, MS misterius yang tak diketahui berasal dari negara mana.

Raraiya Monday, pilot asli G-Self, kehilangan ingatan dan mengalami regresi kepribadian akibat deprivasi oksigen, dan akhirnya tertawan oleh Capital Guard, pasukan pengaman Capital Tower yang di dalamnya Bellri tergabung. Selain Bellri, G-Self terungkap juga dapat dijalankan oleh Aida Rayhunton, seorang anggota Pirate Corps yang padanya Bellri merasakan ketertarikan. Terpikat oleh Aida dan didorong rasa bersalahnya, dengan ditemani oleh sahabat lamanya, Noredo Nug, serta Raraiya sendiri, Bellri kemudian terbawa ke kapal induk Megafauna milik para perompak, yang ternyata bekerjasama melawan pemerintahan Capital Territory bersama negara Ameria.

Ameria, yang juga tengah berperang dengan negara tetangganya, Gondwana, kemudian terungkap tengah berusaha mengembangkan teknologi MS baru dari apa yang mereka peroleh dari sebagian cetak biru Rose of Hermes (Mawar Hermes). Alasan Ameria mempersenjatai diri, melanggar tabu pengembangan teknologi Ag-Tech, dan mendukung Pirate Corps dalam mengakhiri monopoli pembagian photon battery, ternyata karena kabar akan datangnya suatu ‘ancaman dari luar angkasa’ yang ternyata dirahasiakan pemerintahan Capital dari masyarakat luas.

Pihak Ameria dan Capital Army akhirnya bersaing menuju Towasanga, suatu tempat di balik Bulan, di mana semua yang di Bumi akhirnya berhadapan dengan Armada Dorette, kaum manusia luar angkasa di Towasanga yang ingin menjalankan kampanye Reconguista atas Bumi karena lama terkungkung oleh tabu. Asal usul Bellri, Aida, Raraiya serta G-Self kemudian terungkap; seiring pembeberan bahwa keluarga Dorrette berkuasa atas Towasanga melalui pemerintahan boneka Hazm, sesudah menyingkirkan keluarga Rayhunton yang menjadi lawan politik mereka.

Demi menghentikan upaya Reconguista, yang gagal dicegah Raraiya dalam upaya kontak ke Bumi, awak kapal Megafauna kemudian menelusuri asal usul photon battery ke gugusan koloni luar angkasa Venus Globe demi menghubungi Yayasan Hermes, yang terungkap merupakan pencetus sistem distribusi photon battery, hukum tabu Ag-Tech, serta bahkan aliran kepercayaan SU-cordisme sendiri. Namun Yayasan Hermes ternyata juga tak berdaya karena pemberontakan faksi G-IT Corps pimpinan Kia Mbeki, yang juga membangkitkan teknologi lama untuk kembali ke Bumi.

Konflik terakhir pecah dalam pertempuran di atmosfer Bumi, dengan Armada Dorrette yang bersekutu dengan Ameria dan G-IT Corps yang bersekutu dengan Capital Army. Di antara korban-korban yang berjatuhan, Bellri, yang menggunakan G-Self yang telah dilengkapi Perfect Pack, untuk terakhir kalinya harus berhadapan dengan Mask yang menggunakan Kabakali, yang meyakini asal-usul Bellri akan mengubahnya menjadi diktator yang kelak kembali menyengsarakan umat manusia.

Di balik nuansa riang dan jenaka karena dunianya digambarkan asing terhadap konflik, Reconguista in G memiliki jalinan cerita yang rumit dan tak lazim yang membuatnya dinilai sulit digemari. Ada banyak faksi yang ditampilkan dengan hubungan antar karakter yang dinamis. Jumlah episodenya yang dibatasi diduga berdampak negatif terhadap penceritaannya yang ekspansif, sehingga banyak rincian ceritanya kurang tersampaikan secara baik. Meski berakhir kurang menonjol, sejumlah penggemar tetap memberinya perhatian karena kemiripan temanya dengan Turn A Gundam, visualisasi dunianya yang mencolok, serta desain-desain MS di dalamnya yang sangat bervariasi.

Sebagai kelanjutan zaman Universal Century, Reconguista in G menyinggung kembali soal teori manusia Newtype. Seri ini juga menampilkan kembali teknologi berbasis partikel Minovsky yang menghambat komunikasi radio. G-Self selaku MS utama juga mampu mengubah mode tempur dengan mengganti perlengkapan punggung. Seri ini menampilkan kemajuan hasil perkembangan teknologi selepas era UC, melalui sumber energi berbasis photon battery; fitur-fitur photon frame yang mampu melepas energi berlebih berupa aura berpendar, persenjataan beam curtain, track fin, copy paste shield berbasis energi, dan kemajuan-kemajuan teknologi lainnya yang memukau. Seri ini juga menampilkan variasi robot Haro yang disebut Harobe, yang memiliki wujud agak persegi dengan motif menyerupai babi.

(‘Karakter Bertopeng’ dalam seri ini adalah Mask, alias Luin Lee, perwira Capital Army misterius yang ingin memperjuangkan nasib kaum Kuntala, keturunan manusia yang di masa silam tertindas karena dijadikan pasokan pangan oleh manusia lainnya.)

Gundam Build Fighters Try (2014)

Kelanjutan seri Gundam Build Fighters, yang mengusung konsep sama dengan pendahulunya, namun dengan mengetengahkan karakter-karakter baru dan format turnamen yang lebih berbasis pada pertandingan tim.

Penyutradaraan dilakukan oleh Watada Shinya, dengan naskah buatan Kuroda Yousuke.

Total episodenya sebanyak 25.

Tujuh tahun sesudah kemenangan Sei dan Reiji, Perguruan Seiho tempat Sei bersekolah mulai pudar kejayaannya sebagai sekolah yang disegani dalam Gunpla Battle. Hoshino Fumina, siswi kelas tiga SMP yang menjadi satu-satunya anggota tersisa dari Klub Gunpla Battle di Seiho, mengalami kesulitan untuk berpartisipasi dalam Kejuaraan Gunpla Battle Se-Jepang U-19, karena keterbatasan jumlah anggota untuk membentuk tim tiga orang. Namun semua berubah tatkala hadir seorang murid pindahan bernama Kamiki Sekai yang mendalami bela diri Kenpo aliran Jigen Haoh. Bersama Kousaka Yuuma, teman masa kecil Fumina yang berbakat sebagai Builder, mereka menemukan Gunpla MS Build Burning Gundam, yang kemungkinan merupakan peninggalan Sei di ruang klub mereka, dan membentuk Team Try Fighters untuk menghadapi turnamen.

Sesudah mengalahkan tim G-Master dan masuk ke tingkat nasional, Sekai dan kawan-kawannya berhadapan dengan para anggota tim Celestial Sphere dari Perguruan Gunpla yang kemudian menjadi rival terbesar mereka. Dalam pertandingan final, Fumina yang menggunakan Star Winning Gundam harus menghadapi G-Portent milik Kijima Shia; Yuuma dengan Lightning Gundam Full Burnern menuntaskan persaingan lamanya dengan Adou Saga yang menggunakan Gundam The End; sedangkan Sekai yang menggunakan Try Burning Gundam dipaksa terus tumbuh di tengah pertarungan dalam menghadapi Kijima Wilfrid, pengguna Transient Gundam, yang telah lama menanti kemunculan lawan seperti Sekai.

GBF Try dinilai kurang menarik perhatian apabila dibandingkan seri pendahulunya, namun seri ini tetap berhasil meraih kalangan penggemarnya tersendiri. Seri ini terutama mencolok karena menampilkan sejumlah referensi terhadap seri-seri mecha Sunrise klasik yang non-Gundam (terutama yang berjenis mecha musume), sekaligus memberi ekspos lebih banyak terhadap lini Gunpla berjenis Gundam SD.

Dari segi desain, GBF Try juga menonjol karena menampilkan berbagai desain Gunpla yang dapat berubah bentuk secara dramatis, serta yang mampu menyatukan/meminjamkan kekuatan pada Gunpla lain.

(‘Karakter Bertopeng’ di seri ini sekali lagi adalah Meijin Kawaguchi III, yang kali ini dengan ditemani partner wanitanya, Lady Kawaguchi.)

Mobile Suit Gundam: The Origin (2015)

The Origin merupakan rangkaian seri OVA yang diangkat dari seri manga karya Yoshikazu Yasuhiko yang merupakan penceritaan ulang dari seri Mobile Suit Gundam yang orisinil. Seri OVA ini secara khusus mengetengahkan ‘bab masa lalu’ dari manga tersebut, yang memaparkan awal berkuasanya keluarga Zabi atas Zeon, latar belakang sejumlah tokoh utama, serta sejarah pengembangan teknologi MS.

Penyutradaraannya dilakukan bersama oleh Yoshikazu-san bersama Imanishi Takashi.

Diproduksi selama dua tahun sampai akhir tahun 2016, jumlah episodenya sebanyak 4 dan dikonfirmasi akan dilanjutkan dengan pengadaptasian bab cerita Loum yang membuka Perang Satu Tahun.

Cerita The Origin secara khusus berfokus pada perkembangan hubungan kakak beradik Char Aznable dan Sayla Mass di tengah lingkungan mereka yang penuh konflik dan gejolak. Mereka terlahir sebagai anak-anak pemimpin Republik Otonomi Munzo di Side 3 sekaligus pemersatu revolusi atas Federasi Bumi, Zeon Zum Deikun, dari istri di bawah tangannya, Astraia Tor Deikun, dengan nama lahir Casval Rem Deikun dan Artesia Som Deikun.

Sesudah ayah mereka meninggal dunia secara misterius, ibu kandung mereka ditawan sebagai tahanan rumah oleh Roselucia Deikun, ibu tiri mereka sekaligus istri sah dari mendiang Zeon Deikun. Tak ingin dijadikan alat propaganda, keduanya diloloskan dari Side 3 dengan bantuan Ramba Ral, seorang perwira yang setia pada keluarga mereka, dan Crowley Hamon, kekasih Ramba sekaligus kawan lama Astraia.  Keduanya disembunyikan di Bumi bersama Jimba Ral, ayah Ramba yang secara nyata memberontak terhadap Zeon, agar terlindung dari kejaran keluarga Zabi.

Di Bumi, keduanya menggunakan nama Edouard Mass dan Sayla Mass, dan berperan sebagai anak-anak Don Teabolo Mass, pengusaha yang juga merupakan kawan lama ayah mereka. Namun bahkan di Bumi, nyawa mereka tetap diincar. Tak lama setelah kunjungan perwakilan dari Anaheim Electronics yang memancing-mancing tindakan balas dendam, tempat tinggal mereka diserang pembunuh utusan Kycilia Zabi. Jimba tewas dalam serangan dan Don Teabolo terluka parah. Dalam pemulihan, mereka dikunjungi Shu Yashima, perwakilan dari grup konglomerat Yashima, yang menyarankan mereka untuk pindah ke Texas Colony di Side 5.

Di Texas Colony, Edouard berkenalan dengan keluarga Aznable yang menjadi administrator koloni. Putra mereka, Char, secara kebetulan memiliki tampilan fisik yang sangat mirip dengan Edouard.

Republik Otonomi Munzo kini telah berganti nama menjadi Republik Otonomi Zeon dan tengah membangun kekuatan di bawah kepemimpinan keluarga Zabi. Dalam perkembangan perpolitikan, Edouard dan Char sama-sama bermaksud untuk bergabung dalam Akademi Militer Pertahanan Luar Angkasa Zeon, namun untuk alasan yang berbeda. Di tengah perjalanan menuju akademi, Char akhirnya tewas dalam upaya pembunuhan terhadap Edouard yang lain. Namun Edouard selamat sesudah dengan lihai mengambil alih identitas Char.

Konflik antara Zeon dan Federasi Bumi memanas dengan persaingan pengembangan senjata. Nasionalisme Zeon yang digaungkan Gihren Zabi dipandang berbahaya oleh T.Y. Minovsky, ilmuwan penemu partikel-partikel Minovsky, yang kemudian mendorongnya untuk membelot ke pihak Federasi Bumi. Di masa inilah, Char berkenalan dengan Garma Zabi sebagai sesama siswa Akademi, dan mengawali pemberontakan yang memulai rencananya untuk membalas dendam.

Selain berkat kualitas presentasinya yang memukau, The Origin terutama menonjol karena menampilkan sejumlah poin cerita yang berbeda dari yang ada di seri aslinya. Seri ini menjawab sejumlah pertanyaan yang belum terjawab berkenaan latar Universal Century, melalui penggalian kepribadian karakter-karakter lama yang setia terhadap konsep asalnya melalui cerita berbasis drama. Khususnya, terhadap karakter Char, yang rupanya telah menampilkan obsesi balas dendam tak sehat semenjak usia muda. Meski lebih ditujukan untuk para penggemar lama yang sudah berusia, tema-tema yang diangkat dalam ceritanya dipandang sangat sejalan dengan perkembangan dunia di masa kini.

Dari segi desain MS, The Origin mencolok karena menampilkan desain-desain MS klasik dalam bentuk animasi baru. MS ini juga merombak linimasa pengembangan MS dengan menghadirkan desain-desain MS yang lebih primitif, berupa prototip-prototip Guntank dan Guncannon lebih awal, serta desain MS Bugu dan Waff yang mendahului desain Zaku yang terkenal.

(‘Karakter Bertopeng’ di seri ini… tentu saja adalah Char Aznable.)

Mobile Suit Gundam: Iron-Blooded Orphans (2015)

Diumumkan tak lama sesudah berakhirnya masa tayang GBF Try dan Reconguista in G, Iron-Blooded Orphans menarik perhatian penggemar lewat gaya desain mekaniknya yang khas serta latar ceritanya yang dimulai di permukaan Mars yang telah melewati proses terraform. Dengan demikian, seri ini juga menjadi seri animasi Gundam pertama yang mengangkat planet Mars sebagai fokus cerita.

Seri ini juga menonjol karena penyutradaraannya dilakukan oleh Nagai Tatsuyuki dan naskahnya akan dibuat oleh Okada Mari. Hal tersebut sempat menjadi kejutan karena Nagai-san dan Okada-san sebelumnya sama-sama lebih dikenal lewat kolaborasi mereka di AnoHana dan seri-seri drama remaja lainnya.

Telah dikonfirmasi bahwa seri ini memiliki cakupan lebih dari satu season, dengan season pertamanya berjumlah 25 episode.

Berlatar di penanggalan Post Disaster 323, sekitar tiga abad sesudah konflik besar antara Bumi dan Mars yang dikenal sebagai Calamity War (‘Perang Malapetaka’), seri ini berfokus pada pertumbuhan dan kesetiakawanan sekelompok anak remaja yatim piatu yang dipekerjakan dalam kelompok pengamanan swasta CGS di kota Chryse di Mars. Seiring berlangsungnya konflik antara manajemen CGS dengan Gjallarhorn, badan militer tunggal yang diamanatkan menjaga perdamaian, anak-anak tersebut mengambil alih kepemilikan atas aset-aset CGS yang ditinggalkan dan membentuk usaha mereka sendiri di bawah bendera Tekkadan. Karakter sentral dalam seri ini adalah dua sahabat lama, Mikazuki Augus dan Orga Itsuka, yang sama-sama bercita-cita membangun tempat bagi diri mereka sendiri sekaligus kawan-kawan mereka.

Konflik dengan Gjallarhorn dimulai dengan dipekerjakannya CGS untuk mengawal Kudelia Aina Bernstein. Kudelia adalah putri tunggal keluarga Bernstein yang memerintah Chryse, yang hendak merundingkan kebijakan pengelolaan sumber daya half metal dengan pemerintahan induk Arbrau di Bumi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Mars. Di balik pekerjaan tersebut, tersembunyi rencana terselubung untuk membunuh Kudelia, yang dipandang Gjallarhorn dapat menjadi akar pemberontakan besar di Mars. CGS akhirnya jatuh sebagai tumbal dalam serangan Gjallarhorn. Tapi di luar dugaan semua pihak, upaya Gjallarhorn berhasil digagalkan Orga dan kawan-kawannya berkat pengaktifan kembali Gundam Barbatos—satu dari 72 MS dengan kerangka Gundam Frame yang tiga abad sebelumnya telah mengakhiri Calamity War—yang kemudian dikendalikan oleh Mika. Ditelantarkan oleh atasan mereka, Orga dan kawan-kawannya membentuk perusahaan baru Tekkadan yang dengan kapal induk Isaribi, mengambil alih pekerjaan untuk mengawal Kudelia ke Bumi.

Berkat pertemuan dengan keluarga Turbine, Tekkadan berhasil memperoleh dukungan Teiwaz, perusahaan konglomerat yang menguasai jalur-jalur transportasi di sabuk asteroid sekitar Jupiter. Lewat jalur-jalur gelap Teiwaz, Tekkadan untuk sementara lolos dari pengejaran Gjallarhorn, yang kini dipelopori tim auditor pimpinan dua perwira muda, McGillis Fareed dan Gaelio Bauduin. Sepanjang perjalanan, Orga, Mika, dan Kudelia perlahan menyadari bahwa perjalanan mereka bagi orang-orang yang hidup di luar angkasa memiliki dampak yang jauh lebih besar dari yang mereka kira.

Melewati berbagai rintangan dan pengorbanan, Tekkadan berhasil tiba di Bumi. Namun kemudian terungkap bahwa Makanai Togonosuke yang mengundang Kudelia ternyata tidak lagi menjabat sebagai perdana menteri. Demi menyampaikan maksud mereka, Makanai dengan lihai mendesak Tekkadan untuk membawanya bersama Kudelia ke kongress Arbrau di Edmonton, untuk menggagalkan agenda politik Henri Fleurs yang rupanya didukung petinggi Gjallarhorn Iznario Fareed.

Dalam konflik terakhir, Gaelio dijebak McGillis untuk mendatangkan MS raksasa Graze Ein ke medan perang. Di dalamnya, Ein Dalton yang telah kehilangan separuh kewarasannya menuntut pertanggungjawaban Gundam Barbatos atas kematian mentornya, dan menjadi lawan terakhir yang harus Mika hadapi demi membawa dirinya dan teman-temannya mencapai tujuan yang sudah di depan mata…

Iron-Blooded Orphans dikenal sebagai seri Gundam yang menonjolkan pembangunan dunia serta pemaparan karakter, khususnya dalam tema pengeksploitasian anak-anak. Karenanya, seri ini memiliki perkembangan cerita yang dinilai lambat oleh sejumlah kalangan. Namun frekuensi porsi aksinya yang relatif sedikit diimbangi dengan tingginya kualitas cerita, sekaligus koreografi serta intensitas adegan-adegan pertempurannya, dan karena itu seri ini berhasil memperoleh basis penggemar kuat baik dari penggemar-penggemar Gundam lama maupun baru.

Dari aspek mecha, karena keterbatasan sumber daya Tekkadan, Gundam Barbatos digambarkan sebagai MS yang berulang kali perlu membangun ulang kekuatannya dengan mengambil senjata dan perlengkapan dari puing-puing MS lawan. Serupa dengan kasus The 08th MS Team, hal ini menjadikan Iron-Blooded Orphans salah satu seri Gundam dengan nuansa real robot yang paling kental. Di seri ini, hal tersebut ditandai dengan desain MS yang menonjolkan rangka dalam (frame) serta adegan-adegan aksi yang sama sekali tidak melibatkan persenjataan sinar. Dari segi desain, seri ini juga kelihatannya menjadi seri Gundam pertama yang MS utamanya menonjolkan senjata awal berupa tombak dan gada besar.

Iron-Blooded Orphans memperkenalkan konsep Mobile Worker, kendaraan bersenapan mesin ganda dan berkaki tiga yang lebih lemah ketimbang MS, namun serbaguna, mampu menempuh berbagai medan, dan unggul dari segi jumlah. Seri ini juga memperkenalkan konsep reaktor Ahab di dalam MS yang merupakan peninggalan Calamity War. Seperti halnya GN Drive dan reaktor Minovsky, gelombang yang dipicu reaktor Ahab akan menghambat kelancaran komunikasi radio. Keberadaan reaktor Ahab juga menandai perlunya relay-relay telekomunikasi Ariadne untuk menjalin komunikasi di luar angkasa dalam jarak sangat jauh.

Seri ini juga memperkenalkan konsep sistem antarmuka Alaya-Vijnana yang tertanam pada tulang punggung sebagian besar anak Tekkadan, yang digunakan dalam pengendalian MS dan Mobile Worker. Melalui penanaman nanomesin ke dalam darah, sistem ini memungkinkan komunikasi saraf langsung antara manusia dan mesin , memberikan kesadaran ruang naluriah lebih bagi penggunanya. Alaya-Vijnana memungkinkan pemiliknya menggunakan MS dan Mobile Worker tanpa pelatihan, namun dengan bayaran mahal berupa implikasi diskriminatif, proses operasi yang sangat menyakitkan, dan hanya dapat diberikan pada orang-orang yang masih di masa pertumbuhan.

(Peran ‘Karakter Bertopeng’ di seri ini dipegang oleh McGillis Fareed, yang turut memainkan peran ganda sebagai pria bertopeng baja yang mewakili perusahaan Montag untuk memajukan agendanya sendiri.)

Mobile Suit Gundam Thunderbolt (2015)

Gundam Thunderbolt merupakan seri ONA berdurasi sepuluh menit per episode yang mengadaptasi manga berjudul sama karangan Ohtagaki Yasuo (pengarang seri astronot Moonlight Mile). Kembali berlatar di masa Perang Satu Tahun, seri ini mencolok karena menjadi kali pertama ada seri manga Gundam yang kemudian diangkat ke bentuk animasi. Matsuo Kou dipercaya sebagai sutradaranya, dengan penanganan yang akan dilakukan oleh staf seri Gundam Unicorn.

Adaptasi anime ini mengangkat paruh pertama cerita manganya yang berlatar di luar angkasa, menjelang pertempuran terakhir yang berlangsung di A Baoa Qu. Paruh kedua ceritanya, yang berlatar di Bumi selepas berakhirnya perang, sudah direncanakan juga akan diadaptasi.

Terdiri atas 4 episode. Selepas penayangannya, keempat episode tersebut dikompilasi dan mendapat perpanjangan durasi dalam format film layar lebar dengan subjudul December Sky.

Berlatar di paruh akhir Perang Satu Tahun, suatu wilayah strategis yang disebut Thunderbolt Sector menjadi sasaran perebutan antara pihak Zeon dan Federasi Bumi. Namun wilayah tersebut sulit dinavigasi karena banyaknya bangkai kapal induk dan koloni luar angkasa telah sampai menghasilkan fenomena-fenomena listrik statis bagaikan awan-awan petir.

Dua tokoh utama seri ini adalah dua penggemar musik, Io Fleming dari pihak Federasi Bumi dan Daryl Lorenz dari pihak Zeon, yang saling bertemu di wilayah ini dan seolah telah ditakdirkan untuk membunuh satu sama lain. Io berasal dari Persaudaraan Moore yang bertekad untuk merebut wilayah Thunderbolt Sector yang ternyata adalah bekas tanah air mereka. Sedangkan Daryl mewakili Divisi Living Dead yang dengan diprakarsai salah satu institut penelitian Zeon, terdiri atas perwira-perwira bertubuh cacat yang dipertahankan hidup untuk mengujicoba suatu bentuk teknologi baru.

Demi membalas kematian rekan satu sama lain, untuk alasan pribadi masing-masing, di tengah pertempuran dahsyat yang mendatangkan keputusasaan bagi semua, Io yang menggunakan Full Armor Gundam berhadapan dengan Daryl yang menggunakan Psycho Zaku. Keduanya meyakini tak ada lagi ada kompromi yang dapat ditemukan di antara mereka.

Seri Gundam Thunderbolt sempat kontroversial karena menghadirkan desain-desain MS yang dipandang terlalu canggih untuk ukuran zaman yang menjadi latar cerita. Namun dengan desain-desain mekanisnya yang mencolok, nuansa drama pribadinya yang dewasa, serta adegan-adegan aksi memukau yang dikombinasikan alunan jazz serta visual yang tajam, seri ini tetap berhasil meraih kalangan pemerhatinya.

Film kompilasi December Sky adalah versi yang lebih direkomendasikan dengan pemaparan ceritanya yang lebih menyatu.

Dari segi mekanis, Gundam Thunderbolt menghadirkan beragam desain MS klasik dalam varian ‘kelas berat’ yang dilengkapi lapisan-lapisan pelindung tambahan serta senjata beraneka ragam. Ini seri Gundam pertama di latar Universal Century yang memperkenalkan koneksi langsung antara saraf dan sistem kendali MS, yang menjadikannya semacam alternatif dari sistem Psycommu yang baru dikembangkan. Seperti halnya Gundam Unicorn dan The Origin, Gundam Thunderbolt juga salah satu seri yang menghadirkan desain-desain MS lama dalam versi baru yang benar-benar berkesan.

(Tidak ada ‘Karakter Bertopeng’ yang tampil di seri ini.)

Gundam Build Fighters Try: Island Wars (2016)

Menyambung kesuksesan seri utamanya, Island Wars merupakan episode TV spesial yang menjadi sekuel sekaligus penutup dari seri GBF Try. Produksinya dilakukan oleh staf yang sama dengan GBF Try, dan berdurasi setengah jam.

Team Try Fighters, beserta sejumlah kawan mereka dari tim-tim lain, telah diundang ke salah satu cabang Nielsen Labs di sebuah pulau tropis untuk mengujicoba sistem dengan Plavsky Particles Mk II yang baru. Namun, kemunculan seorang gadis misterius di tepi pantai beserta sejumlah kejadian aneh lain berujung pada lepas kendalinya Gunpla Scramble Gundam yang dibangun menggunakan kristal baru yang diuji.

Melihat kesamaan insiden dengan apa yang terjadi delapan tahun sebelumnya, Kamiki Sekai dengan Kamiki Burning Gundam, Kousaka Yuuma dengan Lightining Gundam Strider, serta Hoshino Fumina dengan Star Winning Gundam, dengan dukungan teman-teman mereka yang lain, menyelesaikan teknik Winning Road yang baru untuk mencegah kehancuran yang akan terjadi ke dunia nyata.

Meski bukan sekuel utuh, episode spesial Island Wars tetap disambut para penggemarnya karena menampilkan elemen-elemen khas GBF Try yang membuatnya disukai. Dengan kombinasi komedi dan adegan-adegan aksi berlebihan, Island Wars juga memenuhi harapan penggemar dengan membeberkan lebih banyak soal kesudahan para tokoh Gundam Build Fighters.

Dari segi mekanis, di samping menampilkan lebih banyak Gunpla-Gunpla versi baru yang dimunculkan dalam episode terakhir seri TV-nya, episode ini mencolok karena menampilkan Gold God Superior Kaiser dari seri SD Gundam Gaiden dalam bentuk proposi riil yang tidak SD. Episode ini juga mencolok karena menghadirkan adegan yang di dalamnya, berbagai serangan pemusnah massal dari berbagai semesta Gundam dilepaskan secara beruntun.

(Tidak ada karakter bertopeng baru di episode spesial ini.)

Mobile Suit Gundam: Iron-Blooded Orphans (Season 2, 2016)

Musim tayang pertama Gundam IBO memperoleh sambutan positif dengan nuansanya yang segar dan arah perkembangan ceritanya yang tak biasa. Kabar penayangan musim tayang kedua, yang memaparkan kelanjutan cerita dengan karakter-karakter baru dan penggalian latar lebih dalam, ditanggapi dengan cukup antusias oleh para penggemar.

Dengan staf produksi yang masih sama, season ini diperkirakan memiliki episode sebanyak 25.

Berlatar tak lama sesudah pemilihan perdana menteri Arbrau, Tekkadan telah berhasil meraih kedudukan. Hak pengelolaan yang mereka perjuangkan telah diperoleh lewat kerjasama dengan Admoss Company pimpinan Kudelia Aina Bernstein. Namun seiring hilangnya kepercayaan atas Gjallarhorn, konflik bersenjata di dunia bertambah. Ironisnya, hal tersebut diiringi bertambahnya jumlah tentara anak-anak yang terinspirasi oleh keberhasilan Tekkadan.

Tekkadan kembali terseret pusaran konflik karena kerjasama rahasia mereka dengan McGillis Fareed. McGillis yang menggantikan ayahnya kini mendapat perlawanan dari Rustal Elion, seorang bangsawan lain yang menjadi pemimpin armada luar angkasa Arianrhod milik Gjallarhorn. Di sisi lain, perpecahan juga timbul di dalam Teiwaz seiring munculnya pihak-pihak yang tak bisa menerima kemajuan Tekkadan.

Kepemimpinan Orga Itsuka kembali diuji seiring datangnya ancaman-ancaman baru baik dari Mars maupun Bumi. Namun menemaninya dengan setia adalah sosok Mikazuki Augus dengan Gundam Barbatos Lupus yang masih menjadi pelindung mereka yang terkuat… terlepas dari besarnya bayaran yang ia tanggung dengan tubuhnya.

(Tokoh ‘Karakter Bertopeng’ di seri ini adalah Vidar, perwira misterius yang mendukung pihak Arianrhod dengan MS misterius Gundam Vidar yang konon memiliki tiga reaktor Ahab.)

———

(Kabar-kabar lainnya mungkin nanti akan kutambahkan lagi.)

 

16/02/2010

Gundam Unicorn (preview)

Salah satu hal yang paling dinantikan di dunia anime pada bulan Februari ini adalah adaptasi anime dari Kidou Senshi Gundam Unicorn, buah pena sang spesialis novel militer sci-fi, Harutoshi Fukui, berdasarkan seri orisinil ciptaan Yoshiyuki Tomino, yang dijadwalkan akan muncul OVA pertamanya secara internasional di awal bulan Maret. Novel Gundam Unicorn menggebrak kalangan penggemar Gundam beberapa tahun lalu dengan jalan ceritanya yang nge-pop namun pada saat bersamaan sangat back-to-basic. Desain mecha-mechanya yang keren (bahkan dari sudut pandangku, sebagai penggemar anime mecha)  juga cukup populer di kalangan penggemar plamo.

Sekedar info pendahulu karena aku juga belum tahu banyak tentang jalan ceritanya (novelnya yang dibuat dalam bahasa Jepang konon merupakan jenis karya yang beneran susah diterjemahin), Gundam Unicorn berlatar tiga tahun sesudah film layar lebar Char’s Counterattack di tahun UC 0096. Karena pertempuran-pertempuran yang masih segar dalam ingatan lebih terpusat pada wilayah-wilayah tertentu, dan Perang Satu Tahun yang monumental (kisah Kidou Senshi Gundam yang pertama) sudah lama sekali berlalu, ‘perang’ jadi terkesan seperti dongeng bagi sang tokoh utama, seorang remaja pelajar bernama Banagher Links.

Banagher yang tinggal, bersekolah, dan bekerja sambilan di koloni luar angkasa setengah jadi Industrial 7 secara kebetulan bertemu seorang gadis misterius bernama Audrey Burne yang nantinya akan mengubah jalan hidupnya. Audrey sebenarnya tak lain adalah Mineva Leo Zabi yang kini berusia remaja, keturunan terakhir keluarga Zabi yang pernah memimpin fraksi berpengaruh Zeon, yang menghilang secara misterius seusai pertempuran terakhir di Zeta Gundam. Alasan Audrey menyusup ke Industrial 7 berkenaan sesuatu yang disebut Laplace’s Box (‘kotak Laplace’).

Tak jelas Laplace’s Box ini persisnya apa. Hanya disebut-sebut saja bahwa apabila kotak ini dibuka, maka Federasi Bumi akan hancur. Yang jelas, dengan memanfaatkan kotak ini, Siam Vist telah berhasil menapaki tangga karir di pemerintahan, menjadi salah satu orang paling berpengaruh dalam Federasi, dan menjadi pendiri sekaligus pemimpin pertama dari Vist Foundation. Kini, hampir seabad sesudah kotak itu pertama ia temukan, karena suatu alasan, Siam yang kini sudah tua renta meski telah menjalani perawatan kriogenik bermaksud membuka kotak ini dan membeberkan isinya kepada dunia.

Pihak Federasi yang tak tinggal diam bermaksud melakukan negosiasi. Tapi mereka kemudian harus berhadapan dengan sisa fraksi Zeon yang secara diam-diam telah menjalin kontak dengan Siam: suatu organisasi rahasia yang disebut ‘The Sleeves’ yang memiliki ciri khas berupa bentuk lengan baju pada pergelangan tangan MS yang mereka gunakan. The Sleeves dipimpin oleh seorang pria bertopeng misterius yang disebut Full Frontal, yang anehnya memiliki pembawaan dan suara yang sama persis dengan mendiang Char Aznable, pilot elit Zeon karismatik yang diyakini lenyap tak berbekas bersama Amuro Ray di penghujung cerita CCA.

Banagher terseret ke dalam semua ini dan dipercaya memegang kendali atas Unicorn Gundam, MS titular yang berwarna putih murni, yang menyembunyikan wujud dan kemampuannya yang sebenarnya saat NT-D mode di dalamnya aktif (apa sebenarnya yang menjadi pemicu sistem mengerikan ini belum terjelaskan di awal kisah).

Banagher juga dalam petualangannya secara berulang kali harus berhadapan dengan Marida Cruz, yang masa lalunya yang teramat kelam menjadikannya salah satu pilot paling berbahaya yang dimiliki The Sleeves.

Aku tak tahu seberapa jauh ceritanya akan berkembang, tapi dari ulasan-ulasan tentangnya saja, Gundam Unicorn terdengar amat sangat menarik. Di samping Unicorn Gundam, daya tarik lain yang OVA ini miliki adalah bentuk animasi dari mecha-mecha canggih yang ditampilkan di novel, seperti Kshatriya milik Marida dengan keempat binder-nya, rangkaian funnel-nya, dan persenjataan lainnya yang berat; ReZEL yang menjadi upaya terkini Federasi dalam memproduksi massal Zeta Gundam; serta Delta Plus, pengembangan Hyaku Shiki, yang sayangnya untuk saat ini masih belum dimunculkan dalam cerita.

Yang pasti, bila menilai dari trailernya sejauh ini, Gundam Unicorn benar-benar terlihat luar biasa.

11/11/2009

Turn A Gundam

Turn A Gundam mungkin merupakan seri Gundam terakhir yang masih ‘asli’; dalam artian dibuat langsung oleh sutradara yang menciptakannya sendiri, Yoshiyuki Tomino.(Setidaknya, sebelum Gundam: G no Reconguista keluar di tahun 2014.)

Meski demikian, terdapat jeda panjang antara seri ini dengan seri Kidou Senshi V Gundam yang beliau sebelumnya buat, dan di antaranya sudah ada tiga seri Gundam AU yang telah dibuat orang lain, yakni Gundam G, Gundam Wing, dan Gundam X. Sudah pasti ada pergeseran selera pemirsa dan perubahan paradigma terhadap apa yang disebut sebuah seri anime mecha.

Mungkin itu alasan mengapa ada kesan kalau Turn A Gundam dibuat dengan begitu seenaknya sendiri.

Bumi Itu Luar Biasa!

Meski ‘asli’, seri ini merupakan seri Gundam paling ‘aneh’ yang pernah ada. Alih-alih berlatar futuristis, sebagian besar cerita bertempat di bumi di masa ketika peradaban manusia telah ‘mundur’ ke masa lampau, menjadi kurang lebih sama seperti ketika masa-masa sebelum dimulainya Revolusi Industri.

Alkisah, tanpa sepengetahuan orang-orang bumi, hidup di bawah permukaan bulan, terdapat segolongan manusia yang masih menjalani peradaban canggih yang tersisa dari masa lalu. Kaum ini disebut Moonrace.

Tiga remaja Moonrace: Loran Cehack, Keith Laijie, dan Fran Doll; lalu diutus ke Bumi oleh pemerintahan mereka sebagai ‘mata-mata’ untuk memastikan apakah Bumi sudah menjadi tempat yang layak bagi masyarakat bulan untuk ‘kembali’ atau belum. Tiba di Bumi dengan menggunakan MS FLAT, mereka bertiga berpisah jalan. Loran, sang tokoh utama, kemudian menuju kota Vicinity di negeri Inglessa, benua Ameria, untuk melamar kerja sebagai pekerja di pertambangan milik keluarga Heim.

Sesampainya di sana, Loran lalu berkenalan dengan kedua putri keluarga tersebut yang sebaya dirinya: Kihel Heim dan Sochie Heim. Satu fakta yang mengejutkan adalah bahwa sang kakak, Kihel Heim, ternyata memiliki wajah dan pembawaan yang sama persis dengan pemimpin Moonrace, Ratu Dianna Soriel yang sudah lama Loran kagumi. Loran tak pernah menduga bagaimana kebetulan fenomenal ini kelak akan begitu mempengaruhi nasibnya.

Dua tahun kemudian berlalu.

Loran, berkat kehandalannya menangani mesin, telah naik pangkat menjadi supir pribadi keluarga Heim. Keith telah bekerja sebagai pembuat roti. Fran telah berprofesi sebagai fotografer surat kabar. Ketiganya bertemu kembali di ibukota Inglessa, Nocis, menjelang upacara adat kedewasaan yang sebentar lagi harus Loran dan Sochie jalani sebagai tradisi penduduk Vicinity.

Dalam upacara tersebut, para remaja yang beranjak dewasa akan menari dan menyanyi di bawah naungan patung putih yang mereka puja, White Doll. Namun perayaan tersebut ternyata akan dilangsungkan pada hari yang sama dengan pawai Militia Inglessa di Nocis. Sesudah bertukar kabar, tiga sekawan itu segera memahami bahwa negeri Inglessa konon tengah mempersiapkan diri akan datangnya serangan dari negara asing yang disebut ‘Galia’. Rupanya untuk alasan tersebutlah Militia dibentuk dan senjata-senjata berat ditempatkan di seluruh penjuru Nocis.

Namun di luar dugaan, tanpa sepengetahuan orang-orang awam, negeri Galia yang dimaksud orang-orang ternyata tak lain adalah Moonrace yang datang dari luar angkasa! Pemimpin Inglessa yang masih muda, Guin Sard Lineford, selama dua tahun terakhir rupanya telah menjalin kontak lewat radio secara diam-diam dengan orang-orang bulan. Guin, dengan didorong keinginan untuk mengindustrialisasi negaranya, hanya bersedia memberikan sebagian tanahnya untuk tempat tinggal Moonrace sesudah mereka terlebih dahulu ‘berbagi’ teknologi dengannya.

Perdebatan alot selama dua tahun ini mencapai puncaknya tatkala pasukan Moonrace secara sepihak menyatakan perang dengan menginvasi kota Nocis menggunakan pasukan mobile suit WaDom dan WaD, persis pada malam dilangsungkannya upacara kedewasaan yang diikuti Loran dan Sochie.

Dalam pertempuran yang tak terelakkan lagi, patung White Doll yang Loran dan Sochie panjati tiba-tiba saja bergerak sendiri. Kulit permukaan patung tersebut mengelupas, memperlihatkan sosok sesungguhnya sebagai mobile suit putih yang ‘berkumis’. Mengikuti nalurinya, Loran membimbing Sochie menaiki White Doll yang mekanisme pertahanan diri otomatisnya berhasil memukul mundur pasukan Moonrace…

Faktor Tak Terduga

Kemunculan White Doll menjadi faktor tak terduga yang harus diperhitungkan oleh semua pihak.

Loran, berkat pengetahuannya akan mesin, semakin memahami cara-cara pengendalian White Doll dari ‘laptop’ petunjuk yang ia temukan di kokpitnya. Namun karenanya ia dipaksa Guin untuk bergabung bersama Militia sebagai pilot White Doll, yang nantinya hendak ia gunakan sebagai kartu yang bisa ia mainkan dalam pertarungan diplomasi melawan Moonrace.

Sochie, yang ayahnya terbunuh dalam serangan malam itu, memutuskan untuk turut serta bergabung bersama Militia demi membalas dendam. Sementara Kihel, yang kini sibuk dengan tanggung jawabnya sebagai sekretaris Guin, masih terjebak bersama ibunya di Nocis dan bahkan masih belum mengetahui bahwa ayahnya telah meninggal dunia. Fran ingin mendokumentasikan kejadian-kejadian bersejarah ini dengan memotretnya. Tapi tak ada satupun surat kabar yang bersedia membeli foto-foto karyanya karena mencemaskan intervensi dari salah satu pihak militer. Keith sendiri menolak ikut campur sama sekali dengan segala perselisihan, dan bersikeras menjual rotinya sebagai bahan pangan kepada kedua belah pihak.

Menyaksikan tekad mereka, Loran akhirnya bersedia untuk bergabung bersama Militia agar bisa menggunakan kekuatan White Doll untuk mencegah jatuhnya korban.

Pihak Moonrace sendiri, yang dipelopori tentara Dianna Counter, dengan dipimpin oleh Aji, sama sekali tidak menduga bahwa pihak bumi juga memiliki mobile suit. Karena itu mereka sudi menerima tawaran Guin untuk membuka kembali jalur diplomasi.

Namun pembicaraan damai yang dilangsungkan itu berakhir pahit saat Aji secara misterius terbunuh oleh orang-orang yang menyatakan diri sebagai bagian dari Militia. Wakil Aji, Phil Ackman, mengambil alih peran sebagai pemimpin pihak Moonrace untuk sementara bersama ajudannya, Poe.

Kedudukan Guin menjadi sulit. Namun untunglah ia kembali diselamatkan oleh kedatangan Dianna Soriel sendiri dari bulan, yang tiba bersama pengawalnya yang terpercaya, Harry Ord.

Berbeda dengan sebagian besar orang di sekelilingnya, Dianna rupanya sungguh-sungguh ingin suatu hubungan damai bisa terjalin antara kedua belah pihak. Tapi hubungan mereka sudah terlanjur memburuk. Terlebih sesudah pihak Militia menemukan MS-MS mereka sendiri yang terkubur di wilayah-wilayah yang disebut Mountain Cycle, yang Guin pandang sebagai peluangnya untuk membuka era baru yang dicita-citakannya.

Berkat kesigapan Loran dan Harry, terungkaplah indikasi akan adanya pihak-pihak tertentu yang memang mengharapkan berlangsungnya perang antara pihak bulan dan bumi. Hal ini semakin dipertegas dengan terjadinya beberapa upaya untuk membunuh Dianna. Indikasi ini semakin memuncak dengan dilepasnya penjahat perang berbahaya Corin Nander yang sebelumnya dikurung dalam penjara kriogenik. Pengirimanya ke bumi untuk membantu pihak Moonrace ternyata didalangi sosok misterius bernama Agrippa Maintainer.

Corin yang sudah separuh gila, dengan penuh nafsu memburu White Doll dan bahkan seorang diri menghancurkan kota Nocis demi mencarinya, menyebut-nyebutnya sebagai mimpi buruk yang dulu pernah membinasakan peradaban umat manusia: Turn A Gundam.

Dan Cinta Di Antara Kita Akan Memulihkan Tanah Ini!

Dari ringkasan cerita di atas bisa tertebak bahwa bahwa plot seri ini berjalan jauh lebih lambat dibandingkan seri-seri Gundam lain. Pokoknya, Turn A Gundam secara garis besar lebih banyak berfokus pada bagaimana tiap-tiap karakter di dalam cerita berupaya melakukan sesuatu yang dipikirkannya benar, tapi tanpa sepenuhnya memahami bagaimana implikasi tindakannya tersebut bagi orang-orang di sekelilingnya. Dengan pola seperti inilah, plot sederhana yang dimiliki Turn A Gundam bergerak.

Seperti Eureka Seven, porsi adegan-adegan pertempuran di Turn A Gundam jauh lebih sedikit dibandingkan porsi yang dihabiskan untuk perwatakan tokoh. Bahkan momen ‘perang penentuan besar’ sebagaimana yang biasa ditemukan dalam seri-seri Gundam lain bisa dikatakan absen(!) dalam seri ini. Meski begitu, tak dapat disangkal bahwa sekalipun dengan durasinya yang terbatas, koreografi adegan-adegan pertarungan mecha di Turn A Gundam termasuk salah satu yang paling keren dan detil yang pernah ada. Di mataku sebagai penggemar berat anime mecha, adegan-adegan pertarungannya sangat rame. Tapi sebagai drama komedi dan kehidupan pun, Turn A Gundam sebenarnya sudah lebih dari bagus. Seperti ide-ide ceritanya yang aneh, desain mechanya yang ‘unik’ juga sebenarnya tak jadi masalah, karena lama-lama kita bakal terbiasa dan bahkan menyukainya. Sayang sisi mechanya tak terlalu ditonjolkan, sehingga tak banyak yang bisa kukatakan tentangnya…

Soal mecha-mechanya sendiri, tak dapat disangkal bahwa teknologi yang terkandung di dalamnya mungkin adalah yang tercanggih dalam seri Gundam manapun.

Turn A Gundam, yang desain anehnya seolah menegaskan bahwa ‘MS ini enggak jelas buat apa’, tampil sebagai sebuah MS serbaguna yang Loran kemudian gunakan untuk berbagai urusan, mulai dari membantu-bantu urusan penggalian sampai urusan mencuci pakaian(!). Tapi kecanggihan yang Turn A miliki baru belakangan terlihat, saat Loran dan kawan-kawannya sadar bahwa mecha ini memiliki kemampuan untuk meregenerasi diri sendiri(!). Mecha yang rangkanya ‘kosong’ ini juga digambarkan memiliki tenaga output yang luar biasa (meski tak bisa dibilang bisa terbang, tenaga jet pendorong Turn A setara dengan tenaga jet pendorong sebuah kapal induk) serta keluwesan alami yang tak dimiliki MS-MS lain. Selain sepasang beam saber (pedang sinar) dan beam rifle (senapan sinar) yang opsional, terkandung pula di dalamnya adalah senjata legendaris Moonlight Butterfly yang berupa pelepasan nanomesin berbentuk lapisan serat-serat cahaya berjumlah banyak yang mampu mendisintegrasikan apapun yang disentuhnya. MS ini juga memiliki I-Field penangkal serangan beam yang (tak seperti MS-MS yang ada di era UC) bisa diatur bentuk dan kekuatannya.

MS SUMO, yang digunakan oleh  pasukan pengawal kerajaan Dianna, merupakan jenis  MS lain yang menarik perhatian karena bentuknya yang ‘gempal.’  Di mataku, mecha ini memiliki sisi kerennya tersendiri dengan senjata Heat Fan dan Beam Gun-nya, serta medan I-Field yang dapat dibentuk menjadi senjata. Hal lain yang sangat kusukai adalah SUMO khusus yang Harry gunakan memiliki lapisan permukaan berwarna emas yang berkesan.

Beralih ke MS-MS produksi massal, di pihak Militia gabungan, ada beberapa MS bawah air Kapool yang salah satunya Sochie gunakan serta sepasukan MS serbaguna Borjarnon (yang pada dasarnya merupakan MS Zaku dari seri UC klasik) yang membentuk pasukan utamanya. FLAT yang Loran dkk bawa dan dinamai kembali sebagai High Heel turut diimplementasikan dalam pertempuran berkat fitur ‘permukaan getar’-nya yang secara efektif menangkal hampir semua serangan fisik.

Di pihak Moonrace, selain WaD dan WaDOM, yang tinggi besar seperti menara berjalan dan ceking seperti raptor, juga ada Mahiroo yang menjadi inti pasukan utamanya di luar angkasa serta beberapa MS lain, seperti peluncur misil Zssan (yang merupakan tiruan Zssa) serta Bandit yang dapat digerakkan berpasangan secara otomatis(?).

Turn X Gundam yang Gym temukan, dan menimbulkan efek resonansi aneh dengan Turn A, menjadi mecha aneh yang mampu melepas bagian-bagian tubuhnya sendiri, di mana bagian-bagian tubuhnya tersebut melayang sama-sama dan secara bersamaan menyerang seperti selayaknya bit. Turn X juga memiliki jurus bernama Shining Finger (dari G Gundam) serta memiliki senjata Moonlight Butterfly miliknya sendiri.

Ada banyak mecha lain hasil desain Syd Mead yang memberikan nuansa yang lain dari yang lain untuk sebuah seri mecha. Tetapi karena bentuk-bentuknya yang ‘ajaib’, desain-desain Turn A kalah populer dibandingkan desain-desain mecha seri lainnya, sehingga jarang sekali dibuat model kitnya.

Romantisme Di Balik Pertanyaan Tentang Siapa Sebenarnya Agrippa Maintainer

Pada akhirnya, meski dipandang sebagai seri Gundam paling abnormal, kisah cinta antara Ratu Dianna dan Loran yang menjadi ksatrianya ini tetap berhasil meraih sejumlah penggemar fanatik di seluruh penjuru dunia. Soalnya, memang susah untuk tak jatuh cinta pada setiap tokoh-tokohnya sih. Secara pribadi, aku memang kecewa karena unsur intrik dan pertempurannya tak sebanyak yang semula aku kira. Tapi whew, aku bohong kalau bilang aku enggak puas.

Satu hal lagi yang perlu dicatat adalah bahwa di sepanjang seri ini, sutradara Tomino sebisa mungkin tidak memperlihatkan adegan-adegan kematian dan pengrusakan secara langsung. Memang ini terasa aneh untuk sebuah seri Gundam, yang di dalamnya seringkali ada adegan-adegan kehancuran besar-besaran dan pembunuhan massal. Apalagi Tomino sendiri dulu terkenal karena pernah menyutradarai adegan hilangnya kepala seorang anak kecil akibat letusan meriam. Tapi mungkin Tomino ingin mencoba memberi suatu warna lain pada karyanya.

Sesuatu yang lebih… optimis dan bernuansa positif.

Kurasa itulah alasan mengapa Turn A Gundam begitu nyaman ditonton; sekalipun ada sedikit bumbu nudity di sana-sini, sebab di balik kesederhanaannya, dilatari keindahan musik Yoko Kanno yang cemerlang, seri ini menyajikan cerita bermakna yang indah buat dikenang.

Oya. Dan aku berharap suatu saat aku bisa cosplay sebagai Harry Ord.

Penilaian

Konsep: A; Visual: A; Audio: A+; Eksekusi B+; Perkembangan: B-; Kepuasan Akhir: A