Posts tagged ‘To Aru series’

20/07/2014

A Certain Magical Index Movie: The Miracle of Endymion

Gekijouban To Aru Majutsu no Index: Endymion no Kiseki, atau juga dikenal sebagai A Certain Magical Index Movie: The Miracle of Endymion, sebenarnya agak malas kubahas.

Aku suka sih. Film layar lebar ini terbilang menarik dan memuaskan. Tapi, intinya, pada akhirnya, seluruh isi film ini hanyalah fanservice.

Bukan dalam artian vulgar sih. Tapi lebih ke gimana ini sepenuhnya dibuat semata-mata demi memenuhi pengharapan para penggemar. Kurang substansi. Seri Index memang sudah sangat terkenal sih, jadi kurasa itu wajar. Dan lagi, mempertimbangkan gimana cerita di animenya sudah jauh ketinggalan dibandingkan cerita di novel-novelnya, dibuatnya movie itu juga suatu pilihan yang wajar.

Film ini pertama keluar bulan Februari tahun 2013 lalu, dengan durasi satu setengah jam. Produksinya masih dilakukan oleh studio animasi J.C. Staff dengan dukungan dari banyak sekali pihak. Ceritanya berlatar kira-kira di pertengahan season kedua animenya. Mungkin tepatnya, ceritanya dimulai sesudah konflik yang melibatkan Remnant Tree Diagram (dicirikan lewat luka-luka yang masih diderita Shirai Kuroko sesudah duel mautnya dengan Musujime Awaki), tapi sebelum ajang Daihaseisai yang melibatkan konflik antara Kamijou Touma dan kawan-kawan melawan Oriana Thomson dan Lidvia Lorenzetti.

Rentang waktu ceritanya memang agak panjang. Cerita movie ini sendiri berakhir agak di pertengahan masa Daihaseisai. Tapi berhubung agak memusingkan, lebih banyak soal itu lebih baik enggak terlalu dipikirkan.

Sesuai yang judulnya implikasikan, ceritanya berpusar pada konflik pendirian space elevator Endymion di Distrik 23 Academy City, yang tak dinyana kembali memicu konflik dalam perseteruan panjang antara sisi sains dan sisi sihir.

(Buat kalian yang kebingungan space elevator itu apa, hmm, bayangin sesuatu yang mirip dengan apa yang ada di Gundam 00)

Kau percaya pada keajaiban?

Seperti yang bisa diharapkan dari cerita-cerita di seri Index, agak susah memaparkan konfliknya secara gamblang karena banyaknya hal yang terjadi.

Dikisahkan sekitar tiga tahun sebelumnya, terjadi kecelakaan dahsyat yang melibatkan pesawat luar angkasa Spaceplane Orion buatan perusahaan Orbit Portal Company. Pesawat ini tengah melakukan penerbangan uji pertamanya, dan kecelakaan yang terjadi memaksa mereka kembali ke Bumi. Terdapat 88 orang penumpang dalam pesawat itu. Namun secara ajaib, sang pilot berhasil mendaratkan kembali pesawat, dan kedelapan puluh delapan orang di dalamnya ditemukan selamat. Insiden ini yang kemudian dikenal sebagai Insiden Orion, atau juga dikenal dengan sebutan Miracle 88.

Di masa kini, seorang bintang pop baru bernama Meigo Arisa tengah naik daun sebagai penyanyi di Academy City. Lalu Touma, beserta Index, secara kebetulan berjumpa dan berkenalan dengannya.

Seperti halnya Touma, Arisa ternyata adalah seorang Level 0 yang tak memiliki kekuatan istimewa sebagai esper. Namun dirinya merasa memiliki bakat dan keistimewaan tertentu dalam menyanyi. Karena itu, dirinya menjadikan nyanyian sebagai bidang yang ditekuninya.

Lalu seperti halnya Touma lagi, Arisa juga pernah kehilangan ingatannya. Dirinya tak memiliki ingatan apa-apa sampai sekurangnya tiga tahun lalu. Namun Arisa tak membiarkan hal ini menghalangi upayanya dalam mengejar cita-citanya.

Masalah kemudian timbul saat penyihir api Stiyl Magnus, beserta ketiga muridnya dari Necessarius (karakter-karakter orisinil yang pertama ditampilkan buat film layar lebar ini): Marie Spearhead (pirang, semacam pemimpin bagi kedua kawannya; spesialisasi sihir air melalui sapu), Mallybath Blackball (berambut coklat, serius, namun sedikit ceroboh; spesialisasi sihir tanah yang dilepaskannya lewat pena bulunya), dan Jane Elves (serius, berbadan kecil, mempunyai nekomimi; spesialisasi dalam sihir angin lewat kipas), tiba-tiba saja hadir untuk mengabduksi Arisa.

Menilai kekuatan nyanyian yang Arisa miliki, Kanzaki Kaori kemudian mengungkapkan pada Touma bahwa ada kemungkinan kalau Arisa adalah seorang Saint yang baru ditemukan. Lalu keberadaannya di tengah Academy City akan dapat memicu konflik baru antara kubu sains dan sihir.

Meski Touma dan Index terlibat saat mencoba melindungi Arisa, upaya Stiyl digagalkan oleh Black Crow Unit, salah satu pasukan pengaman swasta Academy City.

Black Crow Unit dipimpin seorang gadis Level 4 bernama Shutaura Sequenzia. Shutaura memiliki kekuatan esper yang disebut Earth Pallete, yang memungkinkannya menyimpan daya ledakan dalam elemen-elemen tanah langka yang disimpan dalam untaian-untaian cakram. Sesudah berhadapan dengan Kanzaki, Shutaura kemudian memperingatkan Touma untuk tak lagi terlibat dengan Arisa untuk alasan yang saat itu tak ia ungkapkan.

Tanpa sepengetahuan publik, meski resminya berada di bawah yuridikasi Academy City, Black Crow Unit sesungguhnya berada di bawah perintah Ladylee Tangleroad, gadis muda yang merupakan CEO terkini dari Orbit Portal Company.

Sebagai bentuk peringatan atas Miracle 88, Orbit Portal Company dalam waktu dekat akan meresmikan space elevator Endymion yang saat itu baru tuntas konstruksinya, di wilayah seputaran tempat pesawat Orion dahulu melakukan pendaratan darurat. Lewat Endymion, tingkat penjelajahan baru atas angkasa luar diyakini akan dapat dilakukan, dengan kemudahan pemindahan material-material konstruksi melalui elevator ini. Mereka hendak mencari talenta penyanyi baru yang akan mengisi bagian seremonial dari ajang peresmian ini.

Ladylee karena suatu alasan kemudian menugaskan Shutaura untuk melindungi Arisa. Sekalipun Shutaura sangat membenci keyakinan-keyakinan soal ‘keajaiban’ yang menjadi tema nyanyian Arisa. Shutaura juga karena suatu alasan selalu mengalami sakit kepala setiap kali ada suara musik diperdengarkan.

Arisa kemudian mengikuti audisi yang Orbit Portal Company laksanakan, dengan ditemani kawan-kawannya: sang Electromaster Level 5 dari sekolah putri Tokiwadai, Misaka Mikoto, dan teman-teman dekat Misaka: Shirai Kuroko, Uiharu Kazari, dan Saten Ruiko yang telah menjadi penggemarnya. Serangkaian hal terjadi, yang menegaskan adanya ancaman terhadap keselamatan Arisa. Lalu lambat laun Touma dan Index pun menyadari betapa besarnya dampak yang akan Endymion berikan terhadap keseimbangan kekuatan antara kubu sains dan sihir.

Meski bernaung di bawah Academy City, Ladylee kemudian diketahui adalah seseorang yang berasal dari sisi sihir. Dirinya memiliki kepentingan tertentu terkait Arisa dalam rencana besarnya yang berkaitan dengan pembangunan Endymion. Lalu saat sudah jelas apa yang sedang terjadi, semua sudah terlambat, dan keselamatan seisi dunia sekali lagi menjadi pertaruhan.

…Is in your heart

Dari segi presentasi, sesuai pengharapan, movie ini benar-benar keren. Dunia Academy City tampil dalam wujud paling kerennya sejauh ini. Ada skyline yang terlihat teramat panjang, serta deretan gedung besar yang menyala setiap malam. Aksi-aksi yang timbul pun berkesan. Secara pribadi aku merasa highlight seri ini dari segi visual adalah permesinan mobile weaponry yang digunakan oleh Black Crow Unit sih, serta pada desain struktur menara Endymion sendiri yang mencapai sekurangnya 35.000 kilometer dari pemukaan Bumi. Desain futuristisnya beneran keren, dengan banyak detil yang kerasa kayak sayang kalau hanya dilihat sebentar.

Di sisi lain, soal ceritanya… hmmm, ceritanya benar-benar khas cerita To Aru Majutsu no Index. Plotnya agak rumit dengan tempo bergerak cepat, karakter-karakter yang banyak, serta penuntasan cerita yang mungkin memerlukan sejumlah deduksi dan pemikiran ulang bagi mereka-mereka yang benar-benar penasaran.

Dengan kata lain, ceritanya—kayak yang bisa diharapkan—berakhir agak lebih ‘dalam’ dari yang mungkin kau kira.

Kerasa ada plothole. Tapi petunjuk-petunjuk untuk mengisinya sepertinya sudah ada. Tapi ini sudah biasa untuk ukuran cerita Index, yang cakupannya memang sudah teramat luas dan panjang. Di samping itu, kayak biasa, bagian-bagian cerita yang belum beres ini seakan nyambung dengan bagian-bagian cerita yang lain. Jadi aku berusaha untuk enggak mempersoalkan soal itu.

Ditambah lagi, ada banyak karakter yang seakan ter-summon ‘turut membantu’ dalam adegan penentuan saat Misaka dan kawan-kawan harus mencegah runtuhnya Endymion, di antaranya meliputi si agen ganda Tsuchimikado Motoharu, klon-klon Misaka yang dibawa Misaka Imouto, serta Level 5 peringkat satu, Accelerator.

Adegan-adegan aksinya terbilang keren. Tapi mungkin bakal terasa agak mengecewakan bagi sebagian orang.

Kita puas sih. Kita bisa melihat Accelerator melayang di udara bersama Last Order dan menciptakan kehancuran massal seketika. Misaka masih mengambil tindakan secara mandiri dan kita bisa melihat tembakan Railgun khasnya. Lalu Kanzaki pun melakukan suatu hal gila yang—kalau mengacu soal timeline cerita novel-novelnya di atas—akan dilakukannya lagi tak lama kemudian.

Tapi terasa seperti ada sesuatu yang agak kurang gitu. Seperti yang paling terasa dalam konfrontasi terakhir antara Touma melawan Shutaura di depan panggung konser Arisa. Rasanya seperti kurang jelas si ini ke sini untuk apa, lalu si itu ke sana sebenarnya dengan maksud apa. Lalu tahu-tahu semuanya terjadi saja.

Agak susah buat menggambarkannya tanpa spoiler. Tapi kemungkinan adegan-adegan aksinya dibuat demikian karena mempertimbangkan dari segi timeline, pada klimaks film ini, Touma masih memulihkan diri dari luka-luka yang dideritanya sesudah melawan Oriana. Demikian pula Accelerator, yang masih belum terbiasa dengan batas waktu baru untuk penggunaan kekuatan espernya, sesudah insiden yang membuatnya nyaris cacat. Lalu, seperti yang sudah disinggung tadi, Kuroko—yang banyak berkontribusi terhadap kerennya adegan-adegan aksi di versi anime To Aru Kagaku no Railgun—pun karena luka-lukanya masih menggunakan kursi roda.

Lalu… euh, soal itu, mengingat posisi ceritanya yang memang agak ‘aneh’ pada linimasa tersebut, saat kau mencoba memikirkannya lagi, memang kerasa kayak… agak gimanaa gitu saat kau mencoba menyusun kepingan-kepingan ceritanya.

Seperti dalam adegan saat Touma keluar dari rumah sakit untuk menolong Arisa. Kalian yang sudah akrab dengan seri ini bisa tiba-tiba menyadari kalau Touma dirawat sebenarnya bukan karena luka-luka yang didapatnya dalam adegan sebelumnya, melainkan karena luka-luka yang didapatkannya dari Oriana dalam cerita di seri TV-nya. Hal serupa terjadi bagi kalian yang mengikuti versi manga To Aru Kagaku no Railgun. Mungkin kalian akan menyadari apa yang Kongou Mitsuko maksud soal pertandingan balap lari tiga kaki yang dilaluinya bersama Misaka. Adegan itulah yang mengindikasikan kalau sebagian film ini berlangsung saat masih Daihaseisai.

Aku tak tahu soal kalian. Tapi kesadaran-kesadaran kayak gini memberiku campuran antara perasaan senang dan sebal.

Yah, ini yang kumaksud sebagai fanservice.

Maka dari itu, kurasa bisa dibilang bahwa yang paling akan menikmati film ini memang adalah mereka yang sudah menjadi penggemar lama seri ini. Para penggemar baru juga mungkin masih akan bisa menikmatinya, tapi ada kemungkinan mereka hilang acuan soal ini siapa dan itu siapa.

Oh, dan dengan adegan-adegan konsernya, nuansa film ini memang jadi mirip dengan nuansa film layar lebar Macross Frontier. Tapi soal itu kayaknya tak bisa diapa-apakan lagi.

Soal Besok

Akhir kata, ini film yang seru dan menarik kok. Selaku penggemar seri Index, aku merasa lumayan bisa menikmatinya. Walau secara pribadi aku merasa ceritanya tak sememuaskan yang aku harap sih.

Berhubung cerita utama seri Index sudah terlanjur dibuat jauh (seriusan, cerita seri-seri novelnya sudah jauh banget dari animenya), cerita film ini memang agak me-retcon beberapa hal yang sudah terbangun dalam cerita versi novel dan anime Index. Di antaranya, soal tingginya tiang Endymion yang bisa terlihat dari kejauhan—yang secara teratur ‘disesuaikan’ dalam anime To Aru Kagaku no Railgun S. Tapi secara umum ceritanya tak begitu menyinggung versi cerita yang sudah ada.

Soal canon atau enggaknya… berhubung Arisa sempat disinggung dalam salah satu novel New Testament yang belakangan terbit, maka apa-apa yang terjadi di film ini kurasa bisa dikatakan adalah canon.

Ada cerita prekuel lepas untuk seri ini berjudul To Aru Majutsu no Index: Road to Endymion, yang secara umum membeberkan lebih jauh soal sisi politis yang Endymion miliki. Ceritanya terjadi saat sekelompok penyihir lagi-lagi menginfiltrasi Academy City, sebelum status Endymion sebagai space elevator dipublikasikan ke khalayak luas, dan Touma serta Index lagi-lagi terlibat untuk mencegah suatu bencana besar yang mungkin terjadi. Cerita ini termasuk bagian dari salah satu cerita game To Aru Majutsu to Kagaku no Ensemble untuk konsol Sony PSP, yang berlatar beberapa waktu sebelum Daihaseisai, pada kurun waktu sekitar insiden Remnant terjadi. Lalu di dalamnya ada lebih banyak lagi hal gila yang terjadi di belakang layar, melibatkan seorang tokoh bernama Pantagruel dan sistem SNS Rondo Net yang membolak-balikkan antara dunia maya dan realita.

Yeah, cerita di seri Index memang sudah serumit itu.

Aku masih agak malas untuk mendalaminya sih. Tapi secara berkala kurasa aku tetap akan memperhatikan perkembangannya juga.

(Soal apa sebenarnya Arisa? Kurasa soal itu memang sengaja dibiarkan ambigu hingga akhir.)

(Sekolah Arisa? …Kurasa Kirigaoka, mengingat langkanya kemampuannya. Tapi mungkin aku salah.)

(Eh? Soal apa sebenarnya Ladylee? Mengingat nasibnya berakhir di tangan Academy City, kurasa dia sesuatu yang mirip dengan Frauleine Kreatune di novel-novelnya.)

…Sebentar. Setelah kupikirkan lagi, mengingat fanboy di dalam diriku berhasil dibuat menjerit “Saten-saaaaaaaaaaaan!” saat Saten Ruiko akhirnya mendapat kesempatan bicara pertamanya dalam sebuah anime Index, mungkin movie ini sebenarnya bisa dinilai memuaskan?

Hmm. Entahlah.

Aku pribadi sesudah menonton tak mendapat banyak hal baru selain sedikit perenungan soal ini dan itu. Tapi mungkin lebih baik kalian menilai sendiri.

Penilaian

Konsep: B; Visual: S; Audio: B+; Perkembangan: A; Eksekusi: B+; Kepuasan Akhir: B+

Iklan
23/04/2014

Shinyaku To Aru Majutsu no Index

A Certain Magical Index: New Testament, atau dikenal juga sebagai Shinyaku To Aru Majutsu no Index, merupakan kelanjutan dari seri novel To Aru Majutsu no Index buatan Kamachi Kazuma, dengan ilustrasi masih buatan Haimura Kiyotaka (walau aku ngerasa gaya gambar beliau sedikit berubah?). Ceritanya masih terbit di bawah label Dengeki Bunko milik penerbit ASCII Media Works. Saat ini kutulis, ceritanya sudah mencapai delapan buku, dan seri ini melanjutkan cerita dari seri sebelumnya yang… uh, ‘berakhir’ pada buku 22.

Sebenarnya, di antara kedua puluh dua buku tersebut, terdapat dua buku berisi kumpulan cerita sampingan ditambah sejumlah, sejumlah, cerita sampingan lain. Lalu walau disebutnya sampingan (gaiden), ceritanya juga sebetulnya masih lumayan nyambung dengan cerita utama (yah, walau enggak semuanya). Jadi, walau dalam ceritanya waktu belum berjalan terlalu panjang, bisa kalian bayangkan seri ini sudah berkembang sampai sejauh apa.

Hampir keseluruhan seri ini sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh para fans hebat di situs Baka-Tsuki. Lalu, buat kalian yang belum nyadar, berhubung aku membuat tulisan ini, maka ya, tanpa terasa aku sudah membaca seri ini sampai sejauh itu.

…Enggak. Aku enggak segitunya menghabiskan waktuku buat membaca seri ini kok.

The Star of…

Berhubung seri animenya belum mengadaptasi keseluruhan cerita di novel-novelnya, dan ditambah lagi, enggak cuma sekali aja narasinya jadi lumayan bertele-tele, berikut ringkasan cerita apa-apa yang terjadi sesudah season kedua animenya buat kalian-kalian yang penasaran.

(Ngelihat struktur ceritanya, aku enggak bisa bayangin adaptasi anime yang bagus bakal kayak gimana. Tapi di sisi lain, basis penggemar seri ini kuat. Jadi mungkin kita sebenernya enggak perlu kuatir soal apa season ketiganya bakal ada apa engga.)

Season kedua animenya sendiri berakhir pada buku ketiga belas, persis sebelum buku SS (berisi cerita-cerita sampingan) yang pertama. Jadi, kalau misalnya season ketiga anime seri ini jadi dibuat, masih ada materi sebanyak (22-13)+2 buku alias 11 buku, yang kelihatannya bakal cukup untuk anime empat cour berdurasi setahun.

Eniwei, selepas cerita di animenya berakhir, sang tokoh utama, Kamijou Touma, berhadapan dengan berbagai macam kesulitan yang berujung pada pecahnya World War Three (Perang Dunia Ketiga), yang menjadi puncak perseteruan antara Gereja Katolik Roma (yang dibeking pihak sihir) dan Academy City (yang mewakili pihak sains).

Selepas kekalahan Vento of the Front (mewakili elemen angin dan malaikat Uriel) dalam insiden munculnya malaikat artifisial Fuse Kazakiri Hyouka di Academy City, Touma berhadapan dengan satu demi satu sisa anggota kelompok elit God’s Right Seat yang telah diberikan persetujuan untuk membunuhnya.

Masing-masing anggotanya—yang berasal dari pihak sihir tapi tak bisa menggunakan sihir yang ‘normal’ dan memiliki perangai dan latar belakang teramat berbeda-beda—terdiri atas:

  • Terra of the Left, mewakili elemen tanah dan malaikat Raphael, berwujud seorang pria tua pendek yang memiliki kemampuan Execution of Light (‘eksekusi cahaya’) untuk mengubah ‘tingkatan’ sebuah benda terhadap benda-benda lainnya, yang memungkinkannya menghancurkan benda-benda kuat dengan benda-benda lemah. Touma berhadapan dengannya dalam perseteruan akan Dokumen Konstantin yang diyakini telah memicu kerusuhan di seluruh dunia. Dengan kelicikannya, ia berhasil menebak soal hilangnya ingatan Touma. Lalu ia juga nampaknya mengetahui sesuatu soal asal-usul Imagine Breaker di tangan kanan Touma, namun ia tewas secara mengejutkan sebelum sempat mengungkapkannya.
  • Acqua of the Back, mewakili elemen air dan malaikat Gabriel, seorang mantan tentara bayaran kekar dari Inggris yang memegang prinsip ketat dalam hidup. Seperti Kanzaki Kaori, dirinya termasuk salah seorang Saint, yang menjadikannya memiliki kekuatan fisik jauh di atas manusia normal. Kemampuan Divine Mother’s Mercy miliknya menghilangkan batasan-batasan untuk melakukan sihir-sihir khusus, dan berbeda dari Kanzaki, sekaligus membuatnya mampu melepaskan kekuatannya sebagai Saint secara penuh, membuatnya menjadi lawan yang teramat mengerikan bahkan bagi Kanzaki sendiri. Acqua bersedia mengampuni nyawa Touma asalkan yang bersangkutan bersedia menyerahkan tangan kanannya. Tapi kenyataan yang berjalan ternyata tak semudah itu…
  • Fiamma of the Right, mewakili elemen api dan malaikat Michael, dirinya bisa dikatakan merupakan tokoh antagonis utama seri ini. Fiamma-lah yang secara tak langsung telah memicu berlangsungnya Perang Dunia Ketiga dengan keyakinannya bahwa ‘dunia yang ini’ salah akibat distorsi keseimbangan elemen yang selama ini terjadi (yang dipicu oleh penciptaan Academy City? Yang memungkinkan makhluk-makhluk hidup lain menggantikan kedudukan seorang malaikat?). Ia memiliki kekuatan Holy Right yang berupa tangan kanan ‘kedua’ yang transparan dan mencuat dari bahunya, dan mirip cakar burung, yang berkemampuan untuk menciptakan ‘keajaiban-keajaiban’ yang serupa dengan berbagai keajaiban yang diriwayatkan pernah tercipta dengan tangan kanan, dan ‘menaklukkan semua lawan’ dengan porsi tenaga yang tak kurang dan tak lebih. Namun, kunci untuk menguasai kekuatan tersebut ia yakini hanya bisa ditemukan pada Touma dan juga Sasha Kruezchev dari Gereja Ortodoks Rusia yang pernah terlibat dalam insiden Angel Fall, dan karena itu ia memburu mereka.

Sepanjang Perang Dunia Ketiga, Touma terseret bahaya ke berbagai tempat di berbagai belahan dunia karena tangan kanannya dinilai berperan vital dalam mengantisipasi segala sesuatu yang mungkin terjadi.

Puncak masalah terjadi saat sesudah perebutan kekuasaan sebagai dampak PD III berlangsung di Inggris, yang melibatkan pihak Necessarius dari Gereja Anglikan, Fiamma mengungkap alasan sebenarnya mengapa Index Librorum Prohibitorum selama ini dibiarkan ada bersama Touma. Fiamma kemudian melakukan manuver tak terduga yang membuat Touma akhirnya mengejarnya sampai ke Rusia. Segala konflik kemudian memusat di sana, dalam satu perseteruan terakhir yang akan menentukan nasib dunia.

Thelesma-thelesma

Kayak yang biasa kubilang, sebenarnya kejadiannya enggak sesimpel itu sih. Sebab entah bagaimana, jadinya ada banyak banget pihak (dan subplot) yang kemudian terlibat dalam cerita.

Kelompok Gereja Amakusa, yang sebelumnya dipimpin Kanzaki, mulai tampil dominan dalam upaya-upaya mereka membantu dan melindungi Touma. Untuk sementara, mereka masih dipimpin oleh Tatemiya Seiji. Tapi yang kemudian tampil menonjol adalah Itsuwa, anggota perempuan Amakusa yang jatuh cinta pada Touma pada pandangan pertama, dan perasannya tersebutlah yang kemudian mendorongnya menjadi karakter yang kuat.

Mereka telah mengembangkan suatu metode untuk menahan agar kekuatan seorang Saint tak lepas kembali, dengan harapan agar Kanzaki dapat kembali pada mereka. Kemudian secara tak disangka metode tersebut berperan penting dalam konfrontasi melawan Acqua.

Sebagai reaksi atas perang, kelompok-kelompok rahasia yang bersemayam dalam ‘kegelapan’ Academy City pada suatu titik saling berseteru. Kelompok GROUP yang beranggotakan Accelerator, Tsuchimikado Motoharu, Musujime Awaki, dan Unabara Mitsuki (palsu, identitas aslinya adalah penyihir Aztec bernama Etzali) turut terlibat dalam konflik dalam upaya melindungi hal berharga mereka masing-masing. Dengan masing-masing pihak dibeking oleh anggota Board of Directors berbeda-beda, konfrontasi terakhir berlangsung antara Kakine Teitoku, Level 5 peringkat kedua sesudah Accelerator, yang tergabung dalam kelompok SCHOOL, dengan Accelerator, saat Kakine bermaksud memulai revolusi di Academy City sekaligus melenyapkan Accelerator agar bisa menjadi penggantinya dalam rencana besar Aleister Crowley, sang pemimpin tak terlihat Academy City.

Tapi di tengah semuanya, perkembangan paling menarik dialami Hamazura Shiage, mantan anggota geng Skill Out sekaligus Level 0 yang baru tampil pada pertengahan cerita (tepatnya, pada penghujung musim tayang kedua animenya saat ia terlibat dalam upaya pembunuhan terhadap Misaka Misuzu, ibu Misaka Mikoto; mungkin ada di antara kalian yang bahkan enggak ingat).

Hamazura mulai tampil menjadi salah satu ‘karakter utama’ seperti Touma, Accelerator, dan Misaka, semenjak ‘sisi gelap’ Academy City memberinya kompromi untuk bergabung dalam ITEM yang dipimpin Mugino Shizuri (Level 5 peringkat keempat, Meltdowner. Ya, ITEM yang belum lama ini juga diperkenalkan dalam anime To Aru Kagaku no Railgun S). Ia Ingin menebus dosa-dosa masa lalunya sebagai penjahat sesudah kematian Komaba Ritoku dan pelajaran yang ia dapat dari Kamijou Touma.

Hamazura, yang menjalin hubungan dengan Takitsubo Rikou sesudah insiden tanggal 15 Oktober, berharap bisa menjauhkan Takitsubo dari ‘sisi gelap’ agar kemampuan AIM Stalker yang ditenagai oleh obat Body Crystal tak perlu Takitsubo gunakan lagi. Tapi menjelang puncak perang, Academy City menilai Hamazura sebagai faktor tak stabil yang terlalu berbahaya bila tak dilenyapkan segera. Sadar bahwa sarana medis Academy City yang bisa merawat tubuh Takitsubo sudah tak terjangkau lagi oleh mereka, ia pun menuju Russia untuk menemukan suatu alternatif pengobatan lain (sihir) yang disebut-sebut mungkin bisa ditemukan di sana.

GROUP sendiri, menyusul hasil penyelidikan yang mereka dapatkan, mulai menelusuri jejak sesuatu yang disebut DRAGON, yang mungkin merupakan inti dari segala yang sebenarnya terjadi di Academy City. Di penghujung penyelidikan mereka, mereka berhadapan dengan sosok yang menyebut dirinya sebagai Aiwass—yang besar kemungkinan adalah ‘malaikat’ yang telah memberi ilmunya pada Aleister, sekaligus pengarang Book of Law yang dulu diperselisihkan dalam kasus yang melibatkan Orsola Aquinas.

Sebagai reaksi atas ancaman Fiamma, keberadaan wujud fisik Aiwass (yang terbentuk di luar kehendaknya?) mulai membebani Misaka Network, dan kenyataan ini telah memicu sekaratnya Last Order, yang merupakan administrator seharusnya dari jaringan pikiran klon-klon Misaka. Accelerator, sebagai satu-satunya yang masih tersisa sesudah GROUP terlumpuhkan, tanpa pilihan lain nekat membawa serta Last Order ke Russia, dengan harapan bahwa kata-kata kunci ‘Index Librorum Prohibitorum’ yang disebutkan Aiwass memang akan membawanya pada kunci untuk menyelamatkan nyawanya.

Trauma Pesawat Supersonik

Ada banyak sekali karakter yang jadi terlibat dalam cerita. (Aku juga sudah kehilangan hitungan akan sudah berapa banyak karakter loli yang muncul.) Sehingga karena itu, mungkin kalian bisa bayangin gimana cakupan ceritanya benar-benar jadi makin luas.

Beberapa karakter baru lain yang turut berperan meliputi: anggota-anggota keluarga kerajaan Inggris yang dikepalai Ratu Elizard (ya, aku nyadar namanya aneh) yang kemudian berkenalan secara pribadi dengan Touma sesudah Necessarius membawa yang bersangkutan ke sana (mereka bahkan sempat mengambil selfie bareng); Lessar, gadis penyihir berekor dari Inggris yang terkesan pada Touma dan berulangkali berusaha merayu Touma agar ia mau bergabung bersama magic cabal mereka (dirinya pula yang kemudian menemani Touma ke Russia); serta Misaka Worst, generasi terkini dari klon-klon Misaka yang telah dibebani dengan segala emosi negatif mereka, yang diutus secara khusus dari Academy City untuk memburu Accelerator (terbukti Accelerator mengalami trauma yang membuatnya tak dapat berkutik di hadapan kemiripan Misaka Worst dengan mendiang klon-klon yang lain).

Walau perkembangan jalinan-jalinan plotnya bisa teramat lambat, perkembangan yang terjadi memang lumayan menarik. Agak mengesalkan bagaimana banyak teka-teki lama masih belum juga terjawab (seperti soal asal-muasal Imagine Breaker, misalnya; lalu bagian konfrontasi melawan Acqua itu… uukh, buatku terasa benar-benar berkepanjangan). Tapi di antara hal-hal yang ‘kurang’ tentang seri ini, sekali lagi, masih ada banyak hal bagusnya. Terutama yang berkaitan dengan semua konflik dan rasa bersalah Accelerator, serta pada bagaimana Hamazura—seorang Level 0—membalikkan semua perkiraan dengan keberhasilannya melindungi orang-orang berharga baginya.

Mungkin ini kedengeran aneh. Tapi perkembangan karakter Touma juga kelihatannya baru dimulai pada buku-buku terakhir ini. Sejak awal dia emang digambarin kayak orang yang melulu cuma kebawa-bawa keadaan. Dan kesannya kayak dia sendiri yang ketinggalan gitu, sementara karakter-karakter lain berkembang.

Tapi dia berkembang kok. Dan perkembangan dia ternyata terus berlanjut di seri New Testament.

Sesudah konfrontasi terakhir melawan Fiamma, To Aru Majutsu no Index secara dramatis berakhir dengan lenyapnya Touma di lautan Kutub Utara, dengan hanya menyisakan gantungan ponsel Gekota-nya yang terbawa arus laut dan ditemukan Misaka Mikoto yang mencoba mengejarnya.

Warna Fajar

New Testament dimulai hanya beberapa minggu sesudah akhir Perang Dunia III. Ceritanya pada dasarnya berfokus pada rangkaian konflik berkepanjangan melawan suatu pihak misterius baru yang menyebut diri mereka GREMLIN.

GREMLIN berasal dari sisi sihir, dan digawangi oleh para penyihir yang menyatakan diri tak berada di pihak Fiamma. Motif sihir mereka lebih didominasi oleh mitologi Norse.

Sesudah Perang Dunia III, Academy City yang meraih kemenangan seakan takkan tertahankan lagi dominasinya atas dunia. Lalu konflik baru bermula saat para penyihir yang menyatakan tak terlibat bersama Fiamma ini tak terima bila mereka harus turut membayar konsekuensi atas apa yang telah Fiamma perbuat. Walau motif mereka yang sesungguhnya mungkin terselubung lebih dalam dari itu…

Touma berhasil pulang ke Academy City sesudah ia diselamatkan oleh Leivinia Birdway, pemimpin organisasi penyihir Dawn-colored Sunlight (Akeiro no Hizashi). Leivinia berusia 12 tahun, namun ia memiliki kekuatan luar biasa yang bahkan menyamai para Saint. Leivinia sekali lagi menjelaskan pada Touma dan kawan-kawannya tentang konsep Idol Theory yang melandasi keberadaan sihir, serta ancaman baru yang kini dihadirkan GREMLIN.

Ini masih penilaianku pribadi. Tapi aku merasa seri New Testament lebih seru ketimbang pendahulunya. Ceritanya lebih terfokus dan berkesinambungan. Lalu ada perasaan keren tertentu saat melihat bagaimana Touma, Accelerator, dan Hamazura akhirnya berada di pihak yang sama.

Leivinia mengumpulkan ketiganya karena menilai merekalah orang-orang yang ia butuhkan untuk membantu menghentikan ancaman GREMLIN.

Sesudah kepulangan singkat di Academy City, Touma dkk menuju ke kepulauan Hawaii di mana GREMLIN memanfaatkan situasi perpolitikan global untuk memajukan agenda mereka (menurut Komoe-sensei, tingkat absensi Touma di sekolah sudah sangat merisaukan btw). Lalu sesudahnya, Touma memaksakan diri menelusuri jejak GREMLIN ke konflik yang berlanjut di kota bersalju Baggage City di Eropa, di mana pihak-pihak sains pendukung Academy City pun mulai mengalami perpecahan.

Sekali ini, sesudah mengetahui tentang segala hal gila yang Touma ternyata lakukan di belakang punggungnya, Misaka Mikoto berulangkali bersikeras untuk ikut bersamanya. Touma dkk berkenalan dengan Robert Katze, presiden Amerika Serikat yang keturunan Amerika Latin, yang bersama Ratu Elizard dan sejumlah kecil pemimpin dunia lain turut mengetahui soal pergerakan GREMLIN.

Lalu puncak dari konflik ini, sejauh ini kutulis, terjadi saat kekuatan-kekuatan besar dunia bersatu untuk melacak keberadaan markas GREMLIN, Sargasso. Selama waktu itu, sang petinggi Academy City, Aleister, secara misterius malah tak menampakkan diri.

Ada cukup banyak karakter baru yang diperkenalkan dan ada banyak konflik yang terjadi.

Beberapa dari mereka berasal dari keluarga Kihara, yang dikenal lewat penelitian-penelitian ekstrim mereka. Dengan yang paling menonjol di antara mereka adalah Kihara Kagun, atau yang juga dikenal sebagai Bersi, yang secara misterius berperan ganda sebagai seseorang yang berasal dari Academy City namun kini berada di pihak GREMLIN. (Dirinya dari sisi sains memiliki pengetahuan tentang cara ‘menghidupkan’ dan ‘mematikan’ jantung manusia, serta berbekal pedang Whitting yang semakin tajam seiring dengan semakin terdesaknya penggunanya dari sisi sihir.)

Dari pihak GREMLIN, tampil Marian Slingeneyer, seorang Dvegr (semacam pandai besi) yang memiliki peran kunci dalam rencana mereka dengan kemampuannya mengubah tubuh manusia menjadi objek; seorang gadis(?) muda bernama Mjollnir yang sangat setia terhadap Marian; serta seorang lelaki muda bernama Thor (yang menggunakan bilah-bilah petir sebagai pedang, sebagai salah satu kekuatannya) yang secara pribadi menemui Touma untuk suatu alasan tak disangka.

Ditambah lagi, sejumlah karakter minor yang sebelumnya hanya muncul dalam cerita-cerita sampingan kini mulai tampil ke permukaan. Di antara mereka meliputi: Ollerus, pria yang nyaris namun gagal menjadi ‘Dewa Sihir’ (‘maijin’?), yang senantiasa ditemani diurusi Silvia, kepala maid dari keluarga kerajaan Inggris sekaligus priestess mereka, yang pada saat cerita berlangsung tengah menolak untuk pulang; serta Kumokawa Seria, seorang gadis misterius yang teramat cerdas yang selama ini, secara diam-diam, terus memantau pergerakan Touma di sela-sela pekerjaannya sebagai penasihat untuk Kaizumi Tsugutoshi, salah satu anggota board of directors Academy City.

Ollerus ternyata tampil sebagai pihak yang berseberangan dengan GREMLIN, yang secara diam-diam telah bergerak untuk menggagalkan rencana pemimpin mereka, Othinus, perempuan yang telah berhasil menjadi Dewa Sihir sesungguhnya (yang sanggup menghancurkan dunia beserta isinya dan menciptakan semuanya kembali dalam batasan-batasan tertentu). Namun metode-metode yang ia pilih kerap memunculkan pertanyaan dalam diri Touma.

Sedangkan dari pihak sains, dua karakter baru yang menonjol adalah Fremea Seivelun, adik perempuan Frenda Seivelun dari ITEM yang masih berusia SD, yang ternyata merupakan orang yang selama ini dilindungi mendiang Komaba Ritoku (dirinya nanti akan ‘berteman’ dengan Last Order); serta Kumokawa Maria (Level 2, Violence Doughnut, kemampuan untuk melenturkan seluruh otot dan sendi secara khusus), maid-in-training yang merupakan teman sekolah Tsuchimikado Maika sekaligus adik perempuan Kumokawa Seria, yang secara kebetulan menjumpai Touma dalam pencariannya atas gurunya yang menghilang, Kihara Kagun (dirinya juga tak tahu jenis hubungan apa yang kakaknya miliki dengan sosok Touma sebelum ingatannya lenyap).

(Omong-omong, jumlah karakter loli-nya sekarang beneran seakan enggak terhitung.)

Satu hal yang kusadari ditonjolkan dalam seri ini adalah kecendrungan Touma untuk terus terseret ke dalam bahaya. Berulangkali ditekankan bagaimana setiap ia mengetahui ada orang (cewek) yang berada dalam bahaya, Touma takkan pernah ragu untuk muncul tiba-tiba dan menentang dunia.

Tapi maksudku, maknanya di sini bukan cuma sebatas ungkapan doang.

Touma secara nyata beneran melakukannya. Dia melakukannya berulang kali. Dan bahkan sesudah segala hal gila yang dia lalui, dia enggak kapok-kapok juga melakukannya.

Sampai To Aru Majutsu no Index berakhir, si Touma masih bukan jadi orang hebat gitu. Segala keberhasilannya sejauh ini diterangkan hanya berhasil dicapainya berkat serangkaian kebetulan. Bahkan sesudah 20-an buku (dan menyelamatkan dunia), masih juga ditekankan oleh para tokoh lain soal bagaimana Touma hanyalah ‘amatiran’ yang sebenarnya enggak bisa berbuat banyak. (Walau kalau memandang secara teknis, kemenangan Touma atas Vento, Terra, Acqua, dan Fiamma memang benar lebih berkat bantuan orang dan keadaan semata…)

Maka dari itu, para tokoh penting di seluruh dunia mulai memandangnya sebagai suatu faktor anomali, yang sekalipun di atas kertas mestinya enggak bisa berbuat apa-apa, dirinya selalu menjadi ‘pembawa’ berbagai keajaiban yang kemudian terjadi. Bahkan sampai timbul kesimpulan dari Kihara Kagun bahwa kunci selamat tidaknya seseorang yang terlibat dalam insiden adalah apakah yang bersangkutan berhasil berpotongan jalan dengan Kamijou Touma atau tidak.

Nyah Nyah

Perasaanku lumayan campur aduk terhadap seri sebelumnya (mulai dari sangat bosan sampai sangat terkesan). Tapi New Testament menurutku seri yang keren.

Seenggaknya, lebih keren ketimbang pendahulunya.

Entah ya. Perubahannya enggak kerasa begitu banyak. Tapi kesan yang aku punya terhadap New Testament itu jauh lebih baik ketimbang seri sebelumnya. Atau mungkin juga karena akunya juga yang makin terbiasa dengan segala keanehan Kamachi-sensei.

Membaca seri novel Index itu melelahkan dan menguras tenaga. Kayak, ceritanya ke mana-mana dulu sebelum akhirinya mencapai bagian-bagian yang kita harapkan. Tapi entah kenapa, aku masih terus saja baca. Bahkan sesudah menamatkan satu buku, aku enggak beralih ke seri lain dan terus melanjutkan baca ke buku berikutnya.

Aku enggak tahu apakah itu hal baik atau enggak. Tapi mungkin itu bisa gambarin kayak apa daya tarik buku-bukunya, berhubung seri ini memang sangat populer di Jepang.

Dari segi karakter, aku masih lumayan iri dengan Touma. Dia bisa mengambil tindakan begitu ia bertekad, sekalipun pada dasarnya ia enggak punya keistimewaan apa-apa. Aku pengen bisa lebih kayak dia berhubung aku orang yang gampang ragu terhadap lumayan banyak hal.

Oke, aku… kadang agak terganggu dengan sebagian unsur fanservice-nya. Anggap aja selera Kamachi-sensei dan Haimura-sensei dalam hal ini masih belum sepenuhnya sama dengan seleraku. Tapi seriusan, aku mulai heran soal apa cuma aku seorang yang merasa kayak begini soal ini.

Terlepas dari semuanya, pada waktu aku menulis ini, New Testament telah mencapai klimaksnya di konfrontasi antara Touma dan Othinus di Sargasso. Konfrontasi ini lebih… err, panjang dari yang semula kubayang. Tapi sekali ini, jadinya bagus dan menarik.

Ini jadi puncak dari berbagai konflik yang telah terjadi sebelumnya, yang secara mengejutkan sedikit meliputi pula pertumbuhan Touma sebagai karakter yang berusaha melakukan apa yang benar di ‘tengah’ segala yang terjadi. Dia terus dibingungkan oleh motivasi orang-orang di sekitarnya (motivasi Birdway, motivasi Thor…). Tapi pada akhirnya dia dengan nekad (tegar?) selalu memilih keputusannya sendiri.

Akhir buku kedelapan New Testament cukup menggantung.

Makanya, aku penasaran dengan bagaimana kelanjutannya. Sebab ‘kemampuan’ Touma yang sesungguhnya kelihatannya setelah sekian lama akan ditampilkan juga. Akhir konflik dengan Fiamma telah membuatnya memiliki semacam naluri atau indera keenam terhadap pergerakan partikel AIM yang membentuk fenomena-fenomena supernatural. Lalu telah diindikasikan bahwa Imagine Breaker yang ia miliki sebenarnya hanyalah sebagian kecil dari sesuatu yang jauh lebih besar—sesuatu yang Touma justru tahan (secara bawah sadar?) agar tetap berada di dalam tangan kanannya, yang di sisi lain seakan menolak ‘berpindah’ selama Touma masih ada.

Omong-omong, sesudah Sword Art Online dan Accel World tahun lalu, Yen Press juga sudah melisensi seri novel ini. Jadi bagi kalian yang berminat menyimpan terjemahan bahasa inggrisnya di Baka-Tsuki, sebaiknya kalian cepat bergerak.

Aku tahu ini bukan seri yang bakal digemari semua orang. Terutama mengingat perkembangan-perkembangan plotnya yang terkadang tangensial dan malah enggak berujung ke mana-mana. Tapi bobot hal-hal bagus di seri ini bagiku melebihi yang buruk.

Omong-omong, mestinya sekitar waktu ini ada pengumuman penting tentang seri ini. Siapa tahu tentang season anime baru.

“Apa kau mengharapkan dunia baru?” (Edit Mei 2016)

Di sepanjang buku-buku New Testament, diperkenalkan dua karakter berperan baru, yaitu seekor anjing golden retriever jenius dan bisa bicara secara cool bernama Kihara Noukan, serta muridnya yang unik, Kihara Yuitsu. Pada awalnya, mereka lebih banyak ada di latar belakang. Tapi dalam cerita di buku-buku 14 dan 15, keduanya tampil ke permukaan seiring munculnya karakter baru lain, seorang remaja SMA ‘biasa’ lain bernama Kamisato Kakeru dan orang-orang yang mendukungnya (dalam hal ini, gadis-gadis dengan berbagai kemampuan istimewa yang telah ditolongnya di berbagai kesempatan).

Kamisato datang dari luar Academy City. Menyusul penghujung konflik Touma dengan para Magic God, yang mana Touma sebagai pemilik Imagine Breaker telah menolak untuk menjadi ‘pengawas/penjaga’ mereka, konon terciptalah suatu ‘tangan kanan istimewa’ lain yang kini bersemayam di dalam Kamisato.

Tangan kanan ini adalah World Rejecter. Agak berkebalikan dengan Imagine Breaker yang berperan sebagai ‘pengaman’ bagi para penyihir untuk mengembalikan dunia ke bentuk asalnya, World Rejecter akan serta merta membawa para sasarannya ke ‘dunia baru’ di mana pengharapan yang mereka cari—yang menjadi landasan upaya mereka mengubah dunia dengan sihir karena konflik dalam hati mereka—akan bisa mereka temukan.

Dengan kekuatan ini, Kamisato menaklukkan satu demi satu Magic God dengan cara ‘menghapus’ mereka. Lalu Kamisato memburu para Magic God dengan harapan dapat menghilangkan World Rejecter yang menurutnya justru telah mempermainkan nasibnya dan gadis-gadis yang mengikutinya ini. (Suatu asumsi yang sebenarnya tidak disetujui Touma.)

Beberapa perkembangan lain adalah adanya perlengkapan sejenis powered suit Anti-Art Attachment milik Kihara Noukan yang menandai peranannya sebagai tangan kanan Aleister. Dengan perlengkapan ini, Noukan memiliki kekuatan dahsyat (yang mungkin bukan hanya dari sisi sains) yang membuatnya setara para Magic God dan mungkin melebihi mereka. Noukan mengatasi satu demi satu tokoh yang dipandang sebagai sumber masalah oleh Aleister, dan berujung pada kontaknya dengan Kamisato di atas.

Dalam perkembangannya, sebagian perlengkapan AAA jatuh ke tangan Misaka Mikoto, dan ini menimbulkan konflik baru dengan sifat dasar kekuatan dahsyat yang dimilikinya ini.

Di sisi lain, kembali terungkap bahwa Imagine Breaker mungkin bukan sesuatu yang semata terlahir dari sisi sihir. Sebagaimana yang diungkapkan Kamisato, ‘yang mengerikan bukanlah Imagine Breaker, melainkan apa yang terkunci di dalamnya.’ Mungkinkah ini wujud asli sosok dragon yang beberapa kali telah kita lihat?

Yah, sebagai tambahan, berhubung sudah banyak yang tanya, daftar para Level 5 di Academy City sesuai urutan meliputi:

  1. Accelerator, kekuatannya adalah untuk memanipulasi vektor.
  2. Kakine Teitoku, pimpinan kelompok rahasia SCHOOL yang pernah mencoba melawan para Level 5 lain, kekuatannya adalah manipulasi atas Dark Matter. Ia sempat takluk dalam duel melawan Accelerator, sebelum terlahir kembali dengan kepribadian baru dalam konflik terkait Fraulein Kreatune.
  3. Misaka Mikoto, alias Railgun, pengguna listrik terkuat di Academy City.
  4. Mugino Shizuri, Meltdowner, yang sesudah konflik yang terjadi, kini menjadi salah satu rekan Hamazura di kelompok ITEM.
  5. Shokuhou Misaki, Mental Out, pengguna kekuatan hipnotis terkuat di Academy City yang sampai bisa memanipulasi ingatan dan kepribadian. Saingan Misaka, yang kini terungkap pernah memiliki hubungan masa lalu dengan Kamijou Touma sebelum yang bersangkutan hilang ingatan.
  6. Aihana Etsu, kekuatan belum terungkap. Sosok Level 5 paling misterius yang kerap meminjamkan identitasnya pada orang-orang yang berada dalam kesulitan agar mereka bisa keluar dari kesulitan masing-masing. Ada indikasi bahwa Shokuhou Misaki tahu siapa identitasnya yang sebenarnya. (Sejumlah fans menduga bahwa ini adalah identitas asli Aogami Pierce, tokoh minor yang jadi teman sekelas Touma, berdasarkan sesuatu yang pernah Touma singgung tentangnya sebelum ia kehilangan ingatan.)
  7. Sogiita Gunha, esper Gemstone terkuat, yang kekuatannya sendiri tak benar-benar dipahami, meski dengannya ia bisa melakukan hal-hal gila. Ia seorang lelaki berdarah panas.

Aku sendiri paling penasaran soal apa Touma akan bisa naik kelas atau tidak.

02/10/2013

To Aru Kagaku no Railgun S

Jadi, uh, To Aru Kagaku no Railgun S adalah musim tayang kedua dari seri anime To Aru Kagaku no Railgun. Seri ini juga dikenal sebagai A Certain Scientific Railgun, yang didasari manga berjudul sama buatan Kamachi Kazuma dan Fuyukawa Motoi. Total episodenya 24, dengan J.C. Staff kembali sebagai studio yang menangani produksi animasinya.

Kali-kali masih ada juga yang belum tahu, seri ini merupakan gaiden dari seri To Aru Majutsu no Index yang juga dibuat Kamachi-sensei. Ceritanya berbagi latar dan sejumlah tokoh yang sama. Lalu season kali ini sama-sama mengetengahkan bab cerita Sisters yang juga dipaparkan dalam seri tersebut.

Tim produksi yang sama dengan di musim sebelumnya kembali menangani. Nagai Tatsuyuki kembali menjadi sutradara, dan skenario kembali ditulis oleh Minakami Seishi. (Aku beneran mulai penasaran dua orang ini sebenarnya sekeren apa.)

Rumor-rumor

Sebelum membahas soal ceritanya, biar aku sebutkan beberapa hal menarik terkait latar belakang animenya dulu.

Pertama, anime ini dibuat tak lama sesudah usainya produksi film animasi layar lebar dari To Aru Majutsu no Index: Endymion no Kiseki beberapa waktu lalu. Ada suatu teknologi animasi ‘tertentu’ yang pertama diimplementasikan dalam film layar lebar tersebut. Sehingga untuk pertama kalinya teknologi tersebut diterapkan juga pada serial televisi ini. Hasilnya adalah kualitas animasi yang benar-benar terasa mengalami peningkatan dibandingkan seri-seri sebelumnya.

Ini paling terasa dari adegan-adegan aksinya sih. Season pertamanya memang sudah keren. Tapi Railgun S menampilkan banyak adegan pertempuran yang masih lebih keren lagi dibandingkan apa yang ditampilkan dalam musim tayang pertama.

Kedua, berhubung ceritanya yang ‘demikian,’ film layar lebar Endymion no Kiseki jadi menghadirkan menara orbital elevator (bentuknya seperti tiang ramping dengan dasar berpusar yang menjulang hingga ke luar angkasa) di tengah-tengah kota Academy City yang menjadi latar cerita ini. Agak serupa dengan sedikit adegan retcon yang dipaparkan dalam pembukaan Endymion no Kiseki, kini pada adegan-adegan yang menampilkan pemandangan perkotaan Academy City, bentuk menara Endymion akan bisa terlihat dari kejauhan. Tentunya penambahan ini dilakukan seiring dengan bertambahnya pula detil kota Academy City pada adegan-adegan lainnya. (Temanku bahkan sampai ada yang berkomentar, saking bagusnya perombakan animasi ini, maka semestinya mereka sekalian membuat ulang saja seluruh anime To Aru Majutsu no Index dari awal.)

Ketiga, soal masa berlangsungnya cerita ini. Dibandingkan Index, masa berlangsungnya cerita Railgun memang agak tertinggal. Cerita Railgun S bahkan masih belum menyentuh titik awal waktu ketika cerita di musim tayang kedua anime Index terjadi. Memang agak membingungkan. Tapi Railgun S berlangsung kira-kira dari sepertiga awal sampai penghujung bulan Agustus, dengan adegan epilognya terjadi pada minggu-minggu awal September. Kalau membandingkannya dengan perkembangan cerita di Index, maka cerita Railgun S dimulai tak lama sesudah insiden Deep Blood yang melibatkan penyelamatan Himegami Aisa selesai, dan berakhir… beberapa hari sesudah Angel Fall? Pastinya sih, sebelum insiden dengan Kazakiri Hyouka dan penyerangan Sherry Cromwell.

Mungkin.

Sial. Aku juga tak yakin.

Pastinya, Railgun S terdiri atas dua bagian cerita besar: yakni bab cerita Sisters, yang memaparkan awal mula bagaimana Misaka Mikoto mengetahui adanya pihak-pihak tertentu yang memproduksi massal klon dirinya (sedikit me-retcon apa yang dipaparkan dalam prolog buku pertama seri novel To Aru Majutsu no Index); serta bab Silent Party, yang memaparkan revolusi yang akan dilakukan suatu kelompok rahasia bernama STUDY untuk menggulingkan dominasi kaum Esper atas Academy City. Kedua bab ini memiliki fokus cerita yang lumayan terpisah, tapi tetap dengan benang merah yang cukup kuat yang menghubungkan keduanya.

Ngomong-ngomong, sekali lagi, aku lumayan terkesan dengan eksekusinya. Seri anime To Aru Majutsu no Index tak dapat disangkal dari dulu punya pengaturan tempo yang agak bermasalah. Tapi seri To Aru Kagaku no Railgun, sebaliknya, seakan sempurna teknik pacing-nya. Format ceritanya yang kepisah menjadi dua bagian besar, yang sekilas kelihatan kayak sama sekali enggak berhubungan itu, membuatku mengira klimaks cerita di Railgun S mungkin takkan sebagus di season pertama. Bagi beberapa orang, mungkin memang masih belum menyamai sih. Tapi secara ngejutin, buatku hasilnya lumayan mendekati.

Lalu seri Railgun kayaknya telah memberi prioritas lumayan gede terhadap pemberian fanservice bagi para penggemar. Jadi walau enggak sampai menampilkan hal-hal vulgar, ada suatu kesan ‘tertentu’ dengan gimana kesemua karakter cewek muda di seri ini ditampilkan. Kayak, seakan… menonjolkan ‘kemanisan’ dan ‘kemudaan’ yang mereka miliki gitu. Tapi sudahlah. Bahkan dengan kebijakan kayak gitu, ceritanya menurutku tetap seru dan bagus kok.

…Seenggaknya menurutku.

…Walau ini salah satu seri anime yang akan kupuji habis-habisan, lebih baik kalian jangan memaksakan diri menonton bila kalian memang enggak tahan. Itu enggak akan sehat.

(Hei, ada juga kemungkinan kalau bab Silent Party sebenarnya berlangsung di bulan September. Tapi biar ini kuedit lagi saja sesudah ada konfirmasi pasti.)

Onee-sama e

Tak lama sesudah keberhasilan Misaka dan kawan-kawannya mempertemukan kembali Edasaki Banri dengan Haruue Erii di akhir season pertama, rumor mulai beredar tentang terlihatnya Misaka di tempat-tempat yang tak pernah didatanginya. Saten Ruiko kemudian menyebutkan bahwa telah beredar desas-desus pula kalau ada salah seorang Level 5—salah satu dari tujuh orang Esper terkuat di Academy City—yang telah diklon, sekalipun ada traktat internasional yang melarang tindakan-tindakan ilmiah macam demikian.

Misaka, merasakan firasat buruk akan desas-desus ini, menjadi teringat akan sebuah kenangan masa lalu saat ia mendonorkan peta DNA-nya untuk kepentingan suatu penelitian pengobatan penipisan otot. Meski semula berusaha mengesampingkan kekhawatiran ini, dirinya bertemu seseorang yang membawanya ke dalam suatu rangkaian mimpi buruk.

…Bagi mereka yang sudah tak asing dengan cerita To Aru Majutsu no Index, apa yang kemudian terjadi sudah tak perlu kupaparkan ulang sih. Lebih dari separuh pertama Railgun S menceritakan kembali pertemuan Misaka ‘dengan saudara-saudara perempuannya’ dari sejumlah sudut pandang lain, termasuk tentunya, dari sudut pandang Misaka sendiri.

Railgun S menceritakan soal konflik ini lebih mendalam dengan menuturkan pertemuan pertama Misaka dengan Nunotaba Shinobu. Nunotaba adalah gadis remaja sekaligus peneliti jenius yang membeberkan soal kenyataan ini kepadanya. Khususnya soal bagaimana bagaimana saudari-saudarinya, yang semula diciptakan untuk sesuatu yang bernama Radio Noise Project, kemudian dialihkan sebagai sasaran pembantaian dalam Level 6 Shift Project untuk mengubah Accelerator, Esper Level 5 terkuat di Academy City yang sudah sangat menakutkan, menjadi Level 6. Berita ini memicu Misaka untuk melakukan serangkaian aksi terorisme seorang diri ke berbagai lembaga penelitian di Academy City demi mencegah berlanjutnya proyek ini.

Perkembangan ceritanya lumayan sejalan dengan apa-apa yang dipaparkan dalam Index, lengkap sampai ke pilihan kata-kata dalam dialog-dialog yang terjadi. Mungkin memang tak seseru yang diharapkan, karena kita sudah tahu ceritanya sih. Tapi karena dipaparkan dari sudut pandang sejumlah karakter lain, nuansanya terus terang jadi lumayan berbeda. Lalu memang jadinya menarik berhubung ada sejumlah perkembangan yang cuma bisa kita pahami awal mulanya kalau mengikuti Index.

Pertemuan kembali Misaka dengan Kamijou Touma, anak SMA yang sering berpapasan dengannya di jalan dan kemudian akan menyelamatkannya, termasuk salah satu yang beda. Pertemuan kembali mereka sesudah Kamijou kehilangan ingatannya, yang berujung pada keduanya dikejar robot-robot sekuriti, memiliki kesan yang sama sekali berbeda dibandingkan dengan saat diceritakan dalam Index.

Misaka Imouto (alias Misaka 10032), ‘adik’ Misaka yang paling menonjol, meski berperan, tak tampil semenonjol di Index. Cerita Railgun S lebih menghadirkan sejumlah klon Misaka lain dan kejadian-kejadian yang melibatkan mereka.

Bahkan dalam duel penentuan antara Touma dan Accelerator (yang kelihatannya telah sepenuhnya dibuat ulang, sekalipun adegan-adegannya sama), isi pikiran dan masa lalu Accelerator juga diungkapkan sehingga dirinya digambarkan lebih simpatik. Fokus selama pertarungan juga lebih diberikan pada bagaimana Misaka menggalang saudari-saudarinya untuk bersatu dalam satu upaya penghabisan untuk mencoba mengubah nasib mereka.

Menghadang Misaka dalam langkahnya menghancurkan satu per satu lembaga yang mendukung Level 6 Shift Project adalah ITEM (baca: ai-tem, harfiah berarti ‘benda’). Sebagaimana dengan GROUP yang diperkenalkan pada penghujung cerita Index II, ITEM merupakan salah satu kelompok bawah tanah yang bekerja di balik bayang-bayang Academy City.

ITEM beranggotakan empat orang perempuan: Kinuhata Saiai, seorang anak usia SD dengan kemampuan Offense Armor yang mampu mengendalikan lapisan nitrogen secara bebas di udara, dan membuatnya seakan memiliki tenaga dan kemampuan pergerakan luar biasa (dia punya kebiasaan menggunakan kata ‘chou’ atau ‘super’ dalam ucapan-ucapannya); Frenda Seivelun, seorang gadis bule mungil manja dengan kemampuan memanfaatkan goresan kapur dan boneka sebagai peledak; Takitsubo Riko, gadis pendiam berkesan sakit-sakitan dengan kemampuan AIM Tracer yang memungkinnya merasakan pergerakan partikel AIM yang menyertai semua pengguna kekuatan;  serta Mugino Shizuri, gadis modis yang bisa menjadi teramat kejam yang juga dikenal sebagai Meltdowner, Level 5 terkuat keempat di Academy City. Mugino mampu mengeksitasi elektron-elektron di udara ke kondisi tak stabil (antara ‘energi’ dan ‘materi’) hingga berubah menjadi sinar-sinar penghancur, yang daya serangnya mungkin melebihi kemampuan Railgun milik Misaka sendiri.

Berbagai intrik yang Misaka dan Nunotaba hadapi dalam membebaskan klon-klon Misaka, serta konflik mereka dengan ITEM, terus terang menjadi salah satu daya tarik utama Railgun S. Ini terutama terasa berhubung sepanjang bab Sisters, teman-teman Misaka: Shirai Kuroko, Uiharu Kazari, serta Saten Ruiko; seperti bisa dimaklumi, tak tampil sebanyak seperti di dalam musim tayang pertama. Tapi sebagian konflik ini—walau sebagian ceritanya sudah kita tahu—benar-benar tetap seru dan tersampaikan secara baik.

Eh, daripada seru, nuansanya lebih terasa seperti serius dan berat. Hampir enggak kayak nuansa To Aru Kagaku no Railgun yang biasa.

Tapi yah, intinya tetap bagus.

Harapan di Kota Ini

Barulah sesudah memasuki bab Silent Party, nuansa ceritanya kembali seperti biasa.

Berlatar menjelang eksibisi sains di Academy City, Misaka dan kawan-kawannya menjumpai gadis kecil misterius bernama Febrie, yang karena suatu alasan mengenali nama Misaka Mikoto. Seiring dengan upaya mereka mencari tahu soal siapa identitas anak hilang ini, mereka mulai menyadari hal-hal tertentu tentangnya yang sama sekali tak wajar.

Lalu meski ceritanya semula terkesan seperti ‘tempelan’ kalau dibandingkan dengan suramnya bab Sisters, ada lebih banyak ‘kaitan’ yang tak kusangka antara bab ini dengan bab sebelumnya. Baik ITEM, Nunotaba, dan sejumlah karakter kejutan sama-sama berperan kembali. Ditambah lagi, seperti pada season pertama, season ini pun berhasil ditutup dengan adegan-adegan aksi yang beneran seru. Rangkaian theme song dari fripSide yang dimainkan pada interval-interval pendek di episode terakhir memberi kesan yang benar-benar keren.

Seakan menanggapi teriakan para fans, para karakter minor di seri ini menjadi jauh lebih berperan dibanding sebelumnya. Kehadiran ITEM sendiri merupakan suatu hal (mereka bakal berperan dalam kelanjutan cerita seandainya musim tayang ketiga Index jadi dibuat. Perkembangan ceritanya beneran mengejutkan lho. Kalian yang udah baca terjemahan novel-novelnya jangan kasih spoiler kepada yang belum!). Tapi karakter-karakter seperti Kongou Mitsuko, murid pindahan dari keluarga kaya dengan kemampuan Aero Hand, yang sebelumnya memandang dirinya sebagai saingan Misaka; dan Komori Mii, senior Kuroko dan Uiharu di kelompok pengamanan Judgment; menjadi lebih menonjol dari sebelumnya. Kongou kini tak lagi terlalu merasa kesepian karena sudah berteman dengan dua kenalan Misaka dari klub renang: Wannai Kinuho (pemilik Hydro Hand, semacam aquakinesis) dan Awatsuki Maaya (pemilik Float Dial, kemampuan mengendalikan tingkat keterapungan suatu benda). Sedangkan Komori-senpai banyak membantu dalam upaya Misaka dan kawan-kawannya menelusuri identitas Febrie.

Singkat kata, dengan komposisi seri yang kuat serta dukungan audio dan visual yang benar-benar bagus, Railgun S kelihatannya  memenuhi pengharapan penggemar dengan menjadi salah satu seri drama aksi terbaik di musim ini.

Belum ada kejelasan soal kapan franchise ini bakal berlanjut. Pengumuman lebih lanjut soal musim tayang ketiga Index masih juga belum ada saat ini kutulis. Aku curiganya sih mereka menunggu perkembangan cerita di manga Railgun agar bisa lebih menyamai rentang waktu yang telah dicapai di animenya (seri novel Index sudah lama ‘tamat’ btw).

Ngomong-ngomong soal itu, aku sudah membaca novel-novelnya sampai lumayan jauh. Dan melihat perkembangannya, aku memang ngerasa kalau musim tayang baru sepanjang dua cour buat Index mungkin memang enggak akan cukup untuk menampung skala ceritanya.

Aah, satu hal lagi.

Siswi Tokiwadai berambut pirang dan bermata aneh, yang membuat Misaka merasa agak gimanaa gitu pada episode awal dan episode terakhir seri ini, adalah Shokuhou Misaki, Level 5 terkuat kelima di Academy City yang memiliki kemampuan Mental Out, bentuk telepati terkuat yang bisa dimiliki yang bisa sampai memanipulasi ingatan dan kepribadian. Dia salah satu karakter baru yang kayaknya bakalan lebih banyak berperan dalam cerita-cerita ke sana.

(Bagi yang sempat memperhatikan, baik Amai Ao maupun Kihara Gensei juga sama-sama sempat tampil kembali. The Railgun series really is fanservice bliss.)

Penilaian

Konsep: B+; Visual: A+; Audio: A+; Perkembangan: B+; Eksekusi: A+; Kepuasan Akhir: A+

15/05/2013

To Aru Majutsu no Index II

Aku mengikuti musim tayang kedua dari anime A Certain Magical Index belakangan, atau yang juga dikenal sebagai To Aru Majutsu no Index II. Aku agak enggak menyangka bakalan suka seri ini sampai segitunya. Memang ada banyak (banyak sekali) kelemahannya. Tapi aku sudah terlanjur cinta dengan para karakternya dan sudah agak terlalu gampang dibuat penasaran dengan perkembangan ceritanya.

Aku sengaja melihat animenya dulu karena aku punya perasaan seri novelnya bakal lebih memuaskan. Di samping itu, aku juga menonton dengan mengingat bagaimana adaptasi anime dari spin-off-nya, To Aru Kagaku no Railgun, belum lama ini juga dibuat lanjutannya.

Perang Rahasia

Musim tayang kedua ini mencakup bagian cerita ketika sang tokoh utama, Kamijou Touma, terlibat lebih jauh dalam segala intrik yang berlangsung di Academy City, terutama dengan bagaimana dirinya mulai diperhitungkan dalam perseteruan politik dari sisi dunia sihir, antara Roman Catholic Church dan British Anglican Church.

Dibuka di awal semester baru sesudah liburan musim panas, Touma (dan secara tak langsung, Index) kembali dihubungi oleh Stiyl Magnus, penyihir api utusan kelompok rahasia Neccessarius dan gereja Inggris, terkait hilangnya seorang biarawati dari pihak Gereja Roma bernama Orsola Aquinas, dan bagaimana itu terkait dengan metode yang konon telah diketemukannya untuk membuka sandi dari salah satu buku sihir terlarang: Book of Law.

Orsola didesas-desuskan diculik oleh para pendukung Gereja Amakusa di Jepang, dan pada waktu yang sama Book of Law dikabarkan juga telah hilang dari perpustakaan Gereja Roma. Insiden ini kembali memicu kegentingan antara kedua belah pihak, dengan diutusnya pasukan biarawati tempur yang dipimpin Sister Agnese ke Jepang. Lalu memperumit situasi adalah kedudukan Kanzaki Kaori, salah satu ‘Saint’ sekaligus anggota Neccessarius yang sebelumnya merupakan pemimpin Gereja Amakusa, yang kini terpaksa menyembunyikan diri.

Cerita kemudian berlanjut dengan pemulihan puing-puing superkomputer Tree Diagram yang disebut Remnant, yang telah dihancurkan Index tanpa sepengetahuannya di season pertama. Misaka Mikoto kembali bertindak sendiri dengan didorong oleh kekhawatiran kalau ini akan memicu dimulai kembalinya ekspresimen yang dulu melibatkan klon-klonnya dan Accelerator. Ini membuat Misaka harus berhadapan dengan Musujime Awaki, teleporter tangguh yang ditugasi untuk memindahkan data dari puing-puing tersebut, yang kemampuannya mengimbangi sahabat Misaka, Shirai Kuroko.

Bab tersebut kemudian disusul dengan berlangsungnya festival olahraga antar sekolah di Academy City, Daihaseisai, serta bagaimana Touma, Stiyl, dan teman sekelas Touma yang siscon dan berprofesi sebagai agen ganda, Tsuchimikado Motoharu, memperoleh informasi tentang adanya suatu transaksi berbahaya yang akan dilangsungkan selama festival ini. Apa yang terjadi kemudian membawa mereka berhadapan dengan seorang perempuan penyihir bernama Oriana Thompson, yang diduga membawa ancaman berupa sebuah pusaka ajaib yang secara seketika dapat membalikkan kekuasaan di Academy City.

Touma selanjutnya—tak seperti biasanya—memenangkan sebuah undian berhadiah untuk mengikuti liburan ke Italia. Tapi sejumlah hal terjadi dalam keberangkatannya bersama Index ke sana… yang kembali mempertemukannya dengan Orsola dan Sister Agnese.

Menjelang akhir cerita, barulah keterlibatan berulangkali Touma dalam penggagalan rencana sejumlah tokoh dari Gereja Roma akhirnya secara nyata membuatnya diburu. Academy City kemudian diserang secara terang-terangan oleh Vento of the Front, salah satu anggota dari kelompok terkuat dari Gereja Roma, God’s Right Seat. Namun sebagai antisipasi serangan tersebut, penguasa sesungguhnya dari Academy City, Aleister Crowley, menjalankan rencana disrupsi partikel AIM-nya melalui sosok FUSE Kazakiri Hyouka, untuk mendatangkan kembali (menciptakan?) sesosok ‘malaikat’ ke dimensi ini. Rencana ini memerlukan keterlibatan Misaka Last Order yang berada di bawah perlindungan Accelerator, dan akhirnya membawa Accelerator berhadapan kembali dengan Kihara Amata, peneliti yang menjadi musuh lamanya, beserta kelompok pemburu Hound Dog yang dipimpinnya.

Ini Pasti Enggak Cuma Aku Aja ‘Kan?

Mungkin ini cuma perasaanku, tapi meski secara teknis musim tayang kali ini lebih baik dibandingkan musim tayang lalu, secara konten kayaknya ada lebih banyak hal yang questionable di dalamnya. Seru sih. Cuma ada beberapa hal dalam ceritanya yang terus terang agak menggangguku.

Ide tentang peseteruan antar gereja itu kupikir merupakan isu yang agak sensitif. Makanya aku agak kaget dengan betapa blak-blakannya itu semua diangkat. Tapi yang membuat aku lebih kaget lagi adalah saat aku (baru dengan telatnya) sadar akan konsep ‘sihir itu dikembangkan oleh gereja.’ Uh, maksudku, ahahaha… bukannya itu agak ‘bertentangan’ dengan konsepsi awal kita di sejarah?

Di samping itu, mungkin akibat banyaknya tokoh perempuan yang menjadi antagonis kali ini, serta bagaimana Sister Agnese dan kawan-kawan biarawatinya beraksi di episode-episode awal musim ini, aku merasa adegan-adegan kekerasan terhadap perempuannya agak berlebih. Aku meringis berulangkali setiap ada adegan saat tinju Touma mengenai muka, karena ngerasa justifikasi dalam ceritanya enggak sepenuhnya tersampaikan secara baik. Maksudku, aku saja yang biasanya agak tolerir dalam hal ini ngerasa kayak begini. Apalagi yang pernah terlibat dalam urusan KDRT. (Soal desain para biarawatinya, sori, aku juga enggak mau komentar.)

Tapi terlepas dari semuanya, musim tayang kali ini (yang dibagi per ‘babak’ seperti musim sebelumnya) masih tetap menghadirkan apa-apa yang membuat Index seru. Tempo cerita yang terus menanjak, adegan-adegan pertarungan yang intens, serta perkembangan-perkembangan plot yang tak tertebak (walau mungkin yang terakhir ini karena cara perkembangannya yang terlalu tiba-tiba juga sih).

Bicara soal karakter-karakter baru, di samping yang telah disebut di atas, mereka meliputi: Fukiyose Seiri, teman sekelas Touma yang sering mengambil alih peran ketua kelas dari Aogami Pierce, dan menjadi seorang gadis yang lagi-lagi tertarik padanya; Uiharu Kazari, partner Kuroko di kesatuan Judgment, yang secara resmi mendapat peran bicara pertamanya di seri ini; Itsuwa, gadis dari Gereja Amakusa yang jatuh cinta pada pandangan pertama pada Touma (nanti menurut cerita di novel-novelnya konon memainkan peranan besar); keberadaan God’s Right Hand sendiri yang memiliki kemampuan tempur istimewa; serta Laura Stuart, archbishop dari Gereja Inggris yang merupakan atasan langsung Stiyl dan kawan-kawannya. Walau ada nuansa kalau masih ada ‘lebih’ dari yang ditampilkan, menurutku mereka tampil agak ‘seadanya’ di seri ini. Bahkan karakter-karakter baru yang menjadi antagonis tak dipaparkan motivasinya secara gamblang. Aku juga terus terang agak kecewa dengan bagaimana sejumlah karakter dominan dari To Aru Kagaku no Railgun tak tampil dalam seri ini (seperti Saten Ruiko, yang dalam seri tersebut hampir selalu terlihat bersama Uiharu). Tapi di sisi lain, banyak karakter lama yang ditampilkan kembali dan berperan dengan cara mereka masing-masing.

Oya, ada satu adegan bagus saat orangtua Touma dan ibu Misaka, Misaka Misuzu, pertama saling berkenalan.

Di samping itu, meski rasanya agak mengecewakan karena Misaka tak berperan sepenting dalam ceritanya di Railgun, tetap menarik menyaksikan bagaimana perkembangan hubungannya dengan Touma membuatnya menjadi semakin tsundere. (Kuroko akhirnya menjadi karakter yang lebih banyak nge-rage-nya karena hal ini. Tapi apa boleh buat kalau memang perkembangannya begini.)

Kegelapan

Walau penyampaian ceritanya lagi-lagi tak benar-benar bisa dibilang menghanyutkan, Index II secara pas ditutup dengan pemaparan tentang bagaimana dunia telah di ambang perang. Para orangtua yang mengkhawatirkan keselamatan anak-anak mereka mulai mengungsikan banyak siswa dari Academy City. Kemudian suatu pihak bayangan yang diwakili Unabara Mitsuki (gadungan) merekrut Accelerator, Musujima Awaki, dan Tsuchimikado ke dalam suatu kelompok rahasia bernama GROUP yang langkah-langkah awalnya adalah menangani kelompok Skill Out.

Yang bikin terasa istimewa adalah hal-hal kecil dalam ceritanya begitu. Seperti bagaimana tampil kembalinya Hyouka menandai babak akhir cerita seperti halnya di musim tayang lalu. Atau bagaimana karakter sampingan seperti Mitsuki (gadungan) yang dulu menyusahkan Touma dengan rayuannya terhadap Misaka kini hadir kembali sebagai karakter misterius yang tujuannya tak tertebak. Kihara Amata, yang diperlihatkan memiliki rasa permusuhan luar biasa dalam terhadap Accelerator, juga nampaknya memiliki hubungan dengan ‘Kihara’ yang menjadi pihak antagonis di Railgun.

Jadi, kalau kau bisa masuk ke dalam ceritanya, walau aku enggak akan menyebutnya memuaskan, emang segalanya luar biasa menarik gitu.

Secara teknis, kayaknya ada sedikit kecendrungan buat kualitasnya untuk naik turun. Secara visual, aku agak merasa desain karakternya kadang punya lebar bahu agak terlalu sempit sehingga berkesan dengan kepala besar. Tapi dari segi sisanya, kurasa tak apa-apa. Audionya masih oke. Lagu pembuka ‘No Buts!’ berirama cepat tapi anehnya tak sepenuhnya bisa kusukai. Tapi secara garis besar benar-benar tak ada masalah.

Soal eksekusinya, aku dengar memang ada sejumlah adegan penting terkait karakter yang terlewat dalam animenya? Tapi nanti aku bandingkan dulu dengan buku-bukunya deh. Selebihnya, gaya pengarahannya konsisten dari awal sampai akhir, dan aku lumayan suka dengan gimana pembangunan suasananya lebih baik pada beberapa bagian.

Yah, sebagai penutup, aku tak yakin apa ini seri yang akan kurekomendasikan ke banyak orang. Bahkan mereka yang menyukai season pertamanya mungkin akan agak bermasalah dengan cerita pada season ini. Kecuali kalau kau benar-benar suka seri Index, kurasa baru Index II ada layaknya kau perhatikan.

Penilaian

Konsep: B-; Visual: A-; Audio: B+; Perkembangan: B; Eksekusi: B+; Kepuasan Akhir; B+

30/04/2013

To Aru Kagaku no Railgun

Jadi, ngikutin saran beberapa orang, aku coba ngikutin musim tayang pertama To Aru Kagaku no Railgun ( atau A Certain Scientific Railgun—suatu railgun ilmiah tertentu). Terus, aku tahu udah agak telat buat ngomong gini, tapi, wow, wwwwwwwooooooooooooowwwwwwww

Ini keren, man! Ini salah satu anime terkeren yang pernah aku lihat!

Damn. Buset. Di awal-awal mungkin memang enggak kelihatan terlalu istimewa. Tapi seperti yang bisa dibayangkan dari sesuatu yang dipenai oleh Kamachi Kazuma, perkembangan ceritanya di ujung-ujung bener-bener gila-gilaan. Bahkan saat aku nulis ini sekarang, air mataku masih belum berhenti keluar.

Seri anime ini diproduksi oleh studio animasi J.C. Staff dan didasarkan pada seri manga berjudul sama yang dipenai oleh Kamachi-sensei dan diilustrasi oleh Fuyukawa Motoi. Seri ini merupakan spin off dari seri utama Kamachi-sensei (yang diilustrasi oleh Haimura Kiyotaka), To Aru Majutsu no Index, berlatar di universe yang sama dan berbagi sejumlah karakter yang sama pula.  Adaptasi animenya keluar pertama kali pada musim dingin tahun 2009-2010 dengan jumlah episode total sebanyak 24.

Lalu enggak, kau enggak harus mengikuti To Aru Majutsu no Index dulu untuk mengikuti seri ini. Walau memang disarankan, karena Railgun justru menjelaskan lebih jauh beberapa poin yang diangkat dalam Index sehingga kau akan lebih bisa menikmatinya. Nuansanya sendiri cukup berbeda sih (bicara soal animenya, kedua seri tersebut ditangani oleh sutradara berbeda.)

Lalu…

… …

AKU BINGUNG MAU NGATAIN APA LAGIII!

Memandang Lagi Jalan yang Telah Ditempuh

Aku malas menjelaskan semuanya dari awal. Tapi aku coba saja deh.

Railgun berlatar di Academy City (Gakuentoshi?), semacam kota khusus di tepi laut Tokyo yang dibangun secara khusus untuk kemajuan ilmu pengetahuan. Karena itu, di samping dipenuhi oleh sekolah dan universitas, tingkat teknologi di kota ini lebih maju beberapa tahun dibandingkan apa yang ada di tempat-tempat lain di dunia. Bidang penelitian khusus yang ada di kota ini adalah pengembangan kekuatan khusus yang berasal dari pikiran, para Esper (Chounouryokusha), seperti teleportasi dan telekinesis.

Railgun mengetengahkan keseharian dan petualangan Misaka Mikoto, salah satu karakter pendukung di Index, yang juga merupakan satu dari sekian sedikit Level 5, sebutan kelompok bagi para Esper terkuat yang Academy City miliki, bersama kawan-kawannya: sahabat dekat/adik kelas/teman sekamarnya di asrama, Shirai Kuroko; partner Kuroko di cabang 177 kelompok pengamanan kota Judgment, Uiharu Kazari; dan sahabat Uiharu dari sekolahnya, Saten Ruiko.

Berlangsung kira-kira sebelum dan pada saat cerita di musim pertama Index terjadi (Touma dan Misaka masih belum terlalu saling mengenal pada titik ini), ceritanya diawali dengan pertemuan pertama antara Misaka-Kuroko dengan Uiharu-Saten (ceritanya mereka bersekolah di SMP berbeda), dan segalanya kemudian berkembang dari sana. Pada episode-episode tertentu, beberapa tokoh sampingan dari Index juga akan muncul. Ceritanya pada dasarnya soal bagaimana suatu rangkaian kasus yang dihadapi oleh Judgment secara perlahan tapi pasti terungkap sebagai bagian dari sesuatu yang lebih besar. Selama hal tersebut terungkap, Railgun memaparkan juga suka duka di antara Misaka dan kawan-kawannya.

Dibandingkan Index yang ceritanya lebih berat pada elemen aksi, Railgun punya porsi slice-of-life yang lebih besar. Tapi pada saat adegan-adegan genting terjadi, aksi-aksinya masih bisa berkembang menjadi luar biasa keren kok.

Sama halnya dengan kasus Index, aku agak susah menjabarkan secara persis bagusnya cerita Railgun itu di sisi apa. Para karakternya menarik, itu pasti—bukan hanya karena kebanyakan dari mereka cewek. Tapi yang paling terutama adalah karena sepanjang cerita, masing-masing dari mereka memang benar-benar berkembang.

Misaka adalah seorang electromaster, pengguna kekuatan listrik dari dalam tubuh—sehingga secara tak langsung dirinya juga mampu menghasilkan medan-medan elektromagnetik. Teknik khasnya adalah bagaimana dirinya mempercepat secara berkelanjutan suatu benda (biasanya koin) dengan medan elektromagnetik ini, dan mengubah benda tersebut menjadi ‘peluru’ berenergi kinetik luar biasa (dengan begitu, dirinya dijuluki Railgun—yang mengacu pada konsep percepatan ini; prinsipnya berbeda dari senjata-senjata api biasa yang mengandalkan letusan mesiu untuk percepatan peluru).

Misaka ceritanya memperoleh kekuatannya tersebut lewat kerja keras. Sehingga kenyataan bagaimana ia telah bersusah payah meningkatkan statusnya dari Level 1, dan tetap menjadi seseorang yang ramah dan baik hati sekalipun namanya disegani di seantero Academy City menjadi tema yang beberapa kali diangkat dalam cerita.

Kuroko, seorang Level 4, adalah seorang pengagum berat Misaka yang memiliki kemampuan teleportasi. Di samping karena hubungan baiknya dengan Misaka, kemampuannya untuk memindahkan benda/orang lain/dirinya sendiri secara tiba-tiba tersebut teramat bermanfaat dalam tugas-tugasnya sebagai anggota Judgment. (Dirinya juga memiliki khayalan-khayalan yuri terhadap Misaka, tapi sudahlah.)

Judgment adalah semacam kesatuan sukarelawan dari para murid-murid di Academy City yang menjaga keamanan di kota tersebut, di mana Kuroko dan Uiharu tergabung sebagai anggota. Untuk urusan-urusan yang lebih gawat, mereka dibantu kesatuan yang disebut Antiskill, yang merupakan kelompok orang dewasa terlatih semacam SWAT yang menangani penyalahgunaan kekuatan esper dengan peralatan dan persenjataan yang lebih lengkap.

Uiharu, yang mudah dikenali dari mahkota bunga yang selalu ada di kepalanya, adalah gadis bersifat timid dan merupakan rekan Kuroko sekaligus seorang Level 1. Ia juga seseorang yang telah melampaui segala keraguannya sendiri untuk mencapai tempat ia berada.

Lalu Saten, sahabat Uiharu yang lebih terbuka, adalah seorang Level 0, dalam artian dirinya tak memiliki kemampuan Esper apa-apa. Tapi seiring tumbuhnya persahabatan di antara mereka, dirinya juga berkembang menjadi orang yang paling sensible di antara kawan-kawannya.

Aku agak… enggak enak menerangkan apa-apa persisnya yang berlangsung dalam seri ini. Soalnya menurutku semua terlalu rame buat enggak diikutin secara langsung.

Pastinya, daripada aspek WAFF yang biasa ditemui dalam seri-seri slice-of-life lain, Railgun lebih banyak menghadirkan semacam nuansa ‘keren’ khas yang belum pernah kutemui dalam anime manapun sebelumnya. Aku langsung jadi ngerti soal kenapa seri ini jadi hit di masanya. Intrik-intrik plotnya menarik. Interaksi antar karakternya bagus. Walau misterinya tak dalam-dalam amat, dari awal sampai akhir segala perkembangannya tetap asyik buat diikutin. Lalu, terlepas dari semua yang terjadi, kesemuanya masih ‘masuk’ dalam kerangka dunia Index dan hal itu beneran membuatku kagum.

Ada beberapa episode yang bahkan menurutku lumayan thought-provoking dan tereksekusi dengan benar-benar baik.

Oh, dan secara ngejutin, aku enggak ada masalah sama sekali dengan bagaimana kebanyakan karakter utamanya cewek. Mungkin karena eksekusi ceritanya memang sekeren itu.

Limits Are Meaningless

Membahas soal teknis, dulu aku pernah merasa studio J.C. Staff kurang pandai menangani adegan-adegan aksi. Tapi seri ini sepenuhnya membuktikan sebaliknya. Aku tahu adegan-adegan aksi di season pertama Index sudah keren. Tapi adegan-adegan yang dihadirkan di Railgun, walau dalam porsi lebih dikit, jauh lebih keren lagi. Terlepas dari bagaimana Misaka memakai kekuatan listriknya atau bagaimana Kuroko berpindah tempat ke sana kemari, bahkan adegan-adegan pertarungan tangan kosong sederhana tertata dengan apik.

Visualnya mengalami peningkatan yang lumayan signifikan dibandingkan Index, terlihat dari semakin bertambahnya detil dalam penggambaran dunia Academy City sebagai latar. Aku lupa bilang, Railgun itu juga seakan mengekspansi latar cerita Index dengan pembeberan detil-detil lebih banyak. Berhubung tak ada karakter penyihir tampil, ceritanya sepenuhnya memaparkan seri ‘sains’ dari Academy City.  Lalu itu diwujudkan dengan penggambaran tempat tinggal masing-masing karakter dan tempat-tempat yang sering mereka kunjungi. Berbeda dari Academy City yang terasa agak ‘datar’ di musim pertama Index,  Academy City di Railgun terlihat sebagai tempat yang memang menarik buat dikunjungin.

Bicara soal audio… semuanya keren sih. Lagu pembuka ‘Only My Railgun’ yang dibawakan fripSide sempat menjadi anisong favorit pada masanya. Lagu-lagu lainnya mungkin tak seistimewa, tapi semuanya cocok dengan tema dan nuansa yang seri ini bawakan. … Dan yea, semua seiyuu memainkan peran mereka secara baik, terutama dengan mempertimbangkan segala perkembangan yang para karakternya lalui.

Sudah Kubilang, Dokter Satu Itu Memang Imba

Di samping semua intriknya, seri ini mengangkat juga tema-tema kerja keras, sikap pantang menyerah,  soal gimana kita menerima keadaan lalu orang lain, serta juga soal persahabatan.

Mulanya, aku juga mengira ini bukan seri yang bakal cocok buat kebanyakan orang. Tapi kayaknya aku berubah pikiran.

Ini seri yang beneran bagus.

Ini salah satu anime yang dengan kamu tonton, kamu bisa nyadar tentang satu-dua hal yang sebelumnya enggak kamu sadari, lalu dengannya kamu seterusnya berubah jadi orang lebih baik.

Seri ini jauh melampaui Index dari segi kepuasan menonton, walau kalau kupikir kayaknya aku bisa memahami alasannya. Mungkin karena diangkat dari ranobe, atau mungkin karena masalah eksekusi animasinya juga, terasa seperti ada ‘pembabakan’ dalam episode-episode Index, sehingga apa-apa yang sudah terbangun dalam beberapa rangkaian episode, terasa seakan ‘dikesampingkan’ dalam episode-episode berikutnya. Tapi Railgun sama sekali tak mempunyai masalah ini. Ada kayak momentum yang terus terbangun dari awal hingga akhir hingga ditutup dengan klimaks yang beneran memuaskan. Mungkin faktor karena diangkat dari manga juga sih, sehingga proses adaptasinya bisa lebih mudah.

Ah, belum. Walau memang ada karakter-karakter orisinil baru yang khusus tampil untuk seri ini (seperti teman sekolah Misaka dan Kuroko, Kongou Mitsuko… yang sengaja dihadirkan hanya sebagai figuran?), ada beberapa karakter favorit terkait Misaka seperti Misaka Imouto dan Accelerator masih belum muncul di musim ini.

Maksudku, yang bukan berasal dari seri Index.

Walau begitu tanda-tanda ke arah sana dengan cara agak nakutin sudah agak terlihat sih…

Sudahlah. Pokoknya, coba lihat ini!

Ini salah satu anime yang paling bakal kurekomendasikan!

Penilaian

Konsep: B; Visual: A-; Audio: A-; Perkembangan: A; Eksekusi: A; Kepuasan Akhir: A+

22/03/2013

To Aru Majutsu no Index

Anime To Aru Majutsu no Index (atau A Certain Magical Index, ‘suatu indeks sihir tertentu’) produksi J.C. Staff keluar pertama kali di tahun 2008-2009, di masa saat aku sedang vakum sepenuhnya dari memperhatikan perkembangan budaya visual Jepang. Makanya, ini seri yang sempat luput dari perhatianku sepenuhnya, sampai ada teman kerjaku yang secara agak tiba-tiba kemudian merekomendasikannya. (Apalagi sepertinya seri manga Genshiken belum pernah mereferensikannya, tapi mungkin itu cuma aku.)

Seri ini diangkat dari seri light novel super-populer (terjual lebih dari 10 juta kopi di akhir tahun 2010) karya Kamachi Kazuma (yang juga menulis ranobe-ranobe unik lain macam A Simple Survey dan Heavy Object) terbitan ASCII Media Works. Meski gaya penulisan beliau kadang cenderung agak ‘keotakuan’, kemampuan beliau dalam mengembangkan plot dari suatu basis latar dan karakter sederhana benar-benar luar biasa.

Kalau kuperhatikan sekarang, mungkin seri ini juga bisa dibilang salah satu seri ranobe paling berpengaruh sepanjang masa. Sepertinya ada banyak sekali elemen yang pertama ditemukan dalam seri ini yang kemudian muncul dalam seri-seri ranobe lain. Tapi soal itu mungkin lebih baik kubahas lain kali.

Bicara soal animenya lagi, dari segi teknis, menurutku, ini bukan anime yang bisa dibilang bagus. Tapi ini anime yang bagus. Beneran bagus. ‘Bagusnya’ itu bukan sesuatu yang gampang dijelasin. Ini jenis ‘bagus’ yang akan kau maksud kalo ngomong, “Hei, ini bagus juga!” gitu. Mungkin nuansa yang dibawakan lagu pembuka dan lagu penutupnya berdampak. Tapi kurasa karakter-karakter sentral ini, yakni Kamijou Touma, dan kemudian Mikoto Misaka (yang lalu jadi tokoh utama seri gaiden-nya, To Aru Kagaku no Railgun), yang paling memberi kontribusi terhadap bagusnya anime ini. Selebihnya, nilai-nilai produksi untuk anime satu ini kurasa bahkan bisa dikatakan standar. Jadi mungkin memang dampak konsep aslinya sekuat itu.

Even if…

Seri ini berfokus pada rangkaian pengalaman dan petualangan yang dialami oleh seorang remaja SMA bernama Kamijou Touma, yang nampaknya telah ditakdirkan untuk mengalami kesulitan beruntun dalam hidup. Baik disengaja atau tidak, ada saja kejadian ‘sial’ yang akan Touma alami setiap hari. Tapi Touma lama-lama jadi terbiasa dengan rangkaian kesialan ini, meski pada akhirnya dia jadi orang yang hobi menghela nafas sembari meneriakkan kata-kata khasnya, “Fukou daaa!”

Touma ceritanya adalah seorang siswa SMA yang berstatus Level 0 di Academy City. Academy City adalah sebuah subkota di tepi laut Tokyo yang dipenuhi oleh sekolahan dan universitas. Kota ini dikelola secara khusus untuk pengembangan teknologi. Di samping dipenuhi berbagai fasilitias futuristik (seperti pembangkit listrik tenaga angin dan robot-robot pembersih), subjek penelitian khasnya adalah kemampuan supernatural psikis macam ESP dan telekinesis yang datang dari kekuatan pikiran manusia (ada teorinya, cuma penjabarannya secara keren agak susah kutiru di sini).

Touma, sebagai seorang Level 0, singkatnya, adalah seseorang yang punya bakat buat ngebangkitin salah satu jenis kekuatan psikis ini, tapi secara ‘terlihat’ dirinya tak memiliki kekuatan apa-apa. Walau begitu, tanpa disadari kebanyakan orang, tangan kanannya sebenarnya memiliki keistimewaan yang tak dipahaminya sendiri, yakni sesuatu yang dinamai Imagine Breaker, yang mampu menetralkan segala bentuk kekuatan supernatural apapun.

To Aru Majutsu no Index dibuka dengan perkenalan terhadap karakter Touma; gadis SMP yang menjadi rivalnya, pengguna kekuatan Level 5 (tingkat tertinggi), Mikoto Misaka, yang juga dikenal dengan julukan Railgun karena kemampuannya memanipulasi listrik dan elektromagnetik; dan pertemuan pertama Touma dengan gadis mungil berambut perak yang berpakaian seperti biarawati, Index.

Ceritanya agak… susah dijabarin daya tariknya kalau aku ceritain gitu aja.

Pada dasarnya, Index yang kekanakan dan agak naif ternyata berasal dari luar Academy City, dan dirinya diburu oleh suatu pihak misterius karena di dalam ingatannya tertanam Index Librorum Prohibitorum, yakni 103.000 buku sihir terlarang yang telah disingkirkan dari peredaran oleh Gereja, yang dapat memberi akses kepada kekuatan besar bagi siapapun yang memilikinya.

Sihir merupakan suatu kekuatan yang ‘asing’ bagi Touma. Ia pada awalnya tak bisa begitu saja percaya akan adanya jenis kekuatan supernatural lain yang didatangkan lewat ritual dan mantera.

Tapi saat melihat bagaimana Index ternyata benar-benar dikejar oleh orang—dalam hal ini, seorang penyihir api bernama Stiyl Magnus, rasa keadilan yang Touma miliki membuatnya tak bisa membiarkan Index begitu saja. Terlebih saat Touma mendapati bahwa selain kekuatan supernatural psikis seperti yang sudah dikenalnya, Imagine Breaker di tangan kanannya ternyata juga berkemampuan mementahkan kekuatan sihir…

Tahun-tahun Terlupakan

Genre To Aru Majutsu no Index pada dasarnya adalah aksi. Ada banyak adegan-adegan tempur dengan kekuatan-kekuatan dahsyat ala manga shounen di dalamnya. Tapi keistimewaan sesungguhnya dari cerita ini lebih terdapat pada perkembangan cerita dan karakternya.

Jadi—gimana bilangnya ya?—dari perjumpaan pertama Touma dan Index itu, ceritanya kayak… dipenuhi berbagai twist dan kejutan gitu. Mungkin memang kejutannya tak begitu efektif penyampaiannya. Tapi bagaimana segala sesuatunya tampak di awal kemudian bisa menjadi berbeda jauh dibandingkan apa yang tampak di akhir.

Jadi, awal persahabatan Touma dan Index ternyata mengawali serangkaian perubahan yang kemudian terjadi pada dunia. Dunia yang selama ini terbagi menjadi dua kubu yang saling bertolak belakang, yaitu kubu sains dan sihir, mulai bergolak dengan Academy City sebagai pusat konfliknya. Kubu sains dan sihir ini ceritanya saling berseteru dan menjalani semacam perang rahasia antar satu sama lain. Tapi Kamijou—tanpa ia sadari sendiri—kemudian membangun semacam sekutu dari orang-orang antara kedua kubu ini, dan jadinya ia menarik perhatian banyak sekali kepentingan.

Yah, intinya kurang lebih begitu.

Season satu dari anime To Aru Majutsu no Index yang terdiri atas 24 episode ini merangkum buku 1 sampai buku 6 dari novelnya. Perkembangan ceritanya boleh dibilang lamban, soalnya setiap bab cerita terkesan tak berhubungan dengan satu sama lain. Tapi ada dampak-dampak perkembangan cerita berjangka panjang yang baru terasa kemudian.

Mulai dari pembeberan sifat asli Index terhadap Touma dan nasib tragis yang kemudian menimpanya; dilanjutkan dengan bab Deep Blood yang mempertemukan Touma dengan gadis bernama Himegami Aisa, yang memiliki kekuatan yang ‘mungkin’ mematikan vampir; lalu konflik Sisters yang dimulai saat Touma berjumpa dengan saudari kembar Misaka, yang kemudian mempertemukannya dengan Accelarator, Level 5 terkuat di Academy City, yang berkemampuan mengubah arah segala vektor dan kemudian menjadi lawannya (ini menurutku salah satu bab cerita terbaik di sepanjang seri); disusul misteri fenomena Angel Fall yang melibatkan Touma dengan orangtuanya, serta sahabat sekolahnya sendiri, Tsuchimikado Motoharu. Ada beberapa episode khusus yang mengetengahkan Accelarator sebagai tokoh utama, yang menjabarkan lebih jauh tentang karakternya serta percobaan yang sebelumnya ia jalani. Lalu musim tayang ini ditutup dengan bab pertemuan Touma dan Index dengan Kazakiri Hyouka, gadis misterius dari dimensi lain, yang sekaligus menjabarkan konsep partikel AIM yang akan berperan dalam bab-bab cerita ke depan.

Kualitas cerita animenya tentu saja kalah telak dibandingkan novelnya. Pemaparan ekstensif dan terarah yang ada di novel-novelnya menjadi sesuatu yang agak hilang di anime (tunggu, mungkin juga aku memang agak bias dalam hal ini). Tapi bagi beberapa orang yang merasa kurang bisa cocok dengan cara narasi Kamachi-sensei (mulai dari tokoh-tokoh yang bicara dengan gaya aneh sampai ke tokoh-tokoh aneh yang kehadirannya enggak jelas untuk apa), animenya kurasa enggak bisa dibilang buruk. Mungkin juga masalah selera juga sih. Tapi begitulah.

Ada daya tarik tertentu pada karakter Touma dan Misaka yang benar-benar sulit dijabarkan. Entah itu ada pada sifat pantang menyerah Touma atau pandangan optimisnya akan hidup, sekalipun ekspresi wajahnya seperti selalu siap menangis karena segala kesialannya. Atau juga pada bagaimana Misaka yang tangguh jauh di lubuk hati sebenarnya tercabik oleh rasa bersalah dan ketakberdayaannya.

Pokoknya, bagaimana ya, ada yang bagus dari anime ini, yang mungkin semata-mata berasal karena ceritanya memang bagus dari awal.

Ceritanya tentu saja masih berlanjut ke season 2 dengan begitu banyak hal masih belum terjelaskan.

Aku tahu ceritanya bahkan tak bisa dibilang adalah jenis cerita yang kusuka. Tapi damn, ceritanya bagus. Jadi ini seri yang mungkin akan kurekomendasiin pada penggemar anime umum yang tak sedang ingin melihat sesuatu yang khusus.

Kau mungkin perlu sedikit minat lebih untuk bisa memasukinya sih. Tapi kalau kau bisa masuk, kau beneran bisa menikmatinya.

Penilaian

Konsep: C+; Visual: B; Audio: B+; Perkembangan: A+; Eksekusi B+; Kepuasan Akhir: B+