Lanjut ke konten
Iklan

Posts tagged ‘Shuka’

Durarara!! x2 Ketsu

Sekitar awal tahun 2018, aku beresin Durarara!! x2 Ketsu (‘ketsu’ di sini kira-kira berarti ‘penyelesaian’).

Aku telat menyadari ini, tapi penayangan Durarara!! x2 membuat seri ini termasuk LN yang hampir seluruh cerita novelnya tuntas diangkat ke bentuk anime. Enggak banyak (sangat sedikit?) LN yang kayak gitu. Ceritanya memang langsung lanjut ke seri sekuel, Durarara!! SH sih. Tapi, itu cerita lain. Di samping itu, trilogi x2 ini kayaknya memang dibuat buat mempromosikan sekuel tersebut.

Sekali lagi, Durarara!! (atau DRRR!!) diangkat dari seri light novel karangan Narita Ryohgo (Baccano!, Fate/strange fake). Ilustrasinya dikerjakan Yasuda Suzuhito (Yozakura Quartet). Penerbitannya dilakukan dari tahun 2004 oleh ASCII Media Works (di bawah Square Enix) dan tamat semenjak Januari 2014. Jumlah totalnya 13 buku.

Ketsu adalah bagian ketiga sekaligus terakhir dari trilogi x2. Trilogi ini adalah kelanjutan anime Durarara!! pertama yang diproduksi Brain’s Base di tahun 2010. Meski studio produksinya beda, hampir seluruh stafnya sama. Karena sudah ngikutin Shou (yang pertama), kemudian Ten (yang kedua), rasanya sayang kalau aku enggak beresin Ketsu. Tanggung. Apalagi jumlah episodenya enggak banyak, cuma 12.

Total keseluruhan episode Durarara!!x2 bersama Shou dan Ten adalah 36, ditambah 3 episode OVA yang berdiri sendiri. Ditambah lagi lagi, intrik ceritanya benar-benar saling berhubungan. Sehingga sayang banget solusi semua keruwetan ini enggak aku tuntasin.

Sedikit catatan soal situasi pribadi aku, Ketsu mengudara pada Januari 2016, persis setahun sesudah Shou. Aku sibuk pada masa-masa itu. Tanpa terasa, beberapa tahun sudah berlalu semenjak terakhir aku menonton. Karena lagi senggang (waktu itu), aku sekalian berusaha beresin hal-hal yang belum tuntas sebelum aku nikah. Salah satunya ya, termasuk nonton ini.

Sekali lagi, komposisi stafnya sendiri masih sama dengan yang sebelumnya. Diproduksi studio animasi Shuka, sutradaranya Omori Takahiro, komposisi serinya dibuat Takagi Noboru, musik ditangani Yoshimori Makoto. Enggak banyak yang bisa selain itu.

Meski demikian… iya sih, secara menyeluruh, memang terasa ada yang beda pada feel-nya.

Dunia Fiksi Jadi Taman Bermain…

Isi cerita yang diangkat dari novel karya Narita-sensei, kayak biasa, agak susah dirangkum. Ada banyak sekali jalinan cerita yang saling berhubungan. Tapi, dalam Ketsu, poin-poin terpenting yang terjadi menurutku adalah:

  • Bagaimana kepala dullahan Celty Sturluson (yang sempat ketemu, tapi kemudian hilang lagi) mau dikembalikan ke badannya oleh suatu pihak misterius.
  • Bagaimana Saika, pedang katana mistis yang bisa membuat korban-korbannya “jatuh cinta,” tahu-tahu “berkembang biak” dan bertambah jumlah penggunanya.
  • Bagaimana geng Dollars, yang menimbulkan kehebohan beberapa waktu sebelumnya karena konflik dengan geng motor, hendak dihancurkan oleh pendirinya sendiri.

Cerita Ketsu benar-benar jadi puncak seluruh cerita Durarara!! sejauh ini. Karena saking banyaknya yang terjadi, memang kadang susah mengikuti semuanya.

Celty datang jauh-jauh ke Jepang untuk mencari kepalanya yang hilang. Celty menelusuri jejak kepalanya sampai ke Ikebukuro. Tapi, dengan pencarian yang semula berakhir buntu, Celty akhirnya malah jadi membangun kehidupannya sendiri sebagai pengantar barang berkekuatan supernatural untuk orang-orang dunia hitam. Celty bahkan menemukan cinta bersama dokter bawah tanah muda bernama Kishitani Shinra.

Shinra semenjak kecil lalu jatuh cinta pada Celty. (Sekalipun kenyataannya Celty tak punya kepala dan jelas bukan manusia.) Bagaimana ini bisa terjadi? Karena Shinra merupakan anak orang yang bertanggung jawab atas hilangnya kepala tersebut.

Shinra adalah anak dari Kishitani Shingen, ilmuwan agak gila yang tertarik atas kepala Celty dan fenomena-fenomena supernatural lain. Bertahun-tahun silam, Shingen memutus ikatan supernatural antara Celty dan kepalanya dengan sebilah pedang kuno bernama Saika.

Saika, yang kita tahu dimiliki siswa SMA Sonohara Anri, adalah pedang katana berkekuatan ajaib yang bersemayam dalam tubuh pemiliknya. Siapapun yang tertebas Saika akan “jatuh cinta” kepada siapa yang menebas. Siapa yang ditebas akan jadi punya Saika lain di dalam tubuh mereka juga.

Dibeberkan bahwa Saika yang dipakai memotong kepala Celty ini lalu dijual Shingen seorang kenalannya, yang merupakan pedagang barang antik. Anri ternyata adalah putri mendiang pedagang ini, yang kemudian jadi punya pedang tersebut sesudah kedua ortunya wafat.

Sebagai akibat berbagai kekacauan yang terjadi di Ikebukuro (yang dipicu, tapi tidak diperkeruh, oleh informan/orang-di-balik-layar Orihara Izaya). Celty akhirnya mengetahui bagaimana Shinra selama ini ternyata merahasiakan lokasi kepalanya yang hilang. Shinra menyembunyikan ini karena khawatir Celty akan pergi bila memperoleh kepalanya lagi. Jadi, di tengah maraknya peredaran obat terlarang, perseturuan geng-geng jalanan, insiden tabrak lari, serangan terhadap markas yakuza, merebaknya zombie Saika, kemunculan pembunuh-pembunuh dari Russia, dsb., akhirnya terjadilah perpecahan antara pasangan kekasih Celty dan Shinra.

Puncak semuanya adalah… yah, saat Celty dan kepalanya akhirnya bersatu lagi.

Itu juga jadi saat ketika pihak-pihak yang selama ini berseteru akhirnya saling berhadapan untuk menuntaskan konflik mereka.

Rasa Bersalah yang Menjadi Tuhan Kamu

Bicara soal teknis, kualitas Ketsu enggak beda jauh dengan dua pendahulunya. Baik visual maupun audionya sama-sama solid. Entah kenapa, enggak sampai sempat bikin wow kayak di season pertamanya, tapi itu dimaklumi karena struktur ceritanya yang emang enggak biasa.

Ceritanya sangat terkesan episodik gitu. Awalnya, kurang kerasa adanya kesinambungan antara satu episode dengan episode lain. Makanya, trilogi ini terus terang mungkin agak susah diikuti oleh kebanyakan penggemar awam.

Mungkin karena itu pula, secara teknis, seri ini jadi punya kesan benar-benar “rapi.” Staf pembuatnya seperti berhati-hati untuk tidak melakukan kesalahan konyol gitu. Ada sejumlah adegan yang kerasa kayak bisa mereka bikin lebih keren asalkan mereka mau, tapi mereka berakhir enggak melakukannya. Enggak sampai ‘jelek.’ Sekedar ‘menarik’, tapi enggak sampai ‘wah’. (Ini paling kerasa dari penataan musiknya sih; yang di anime pertama terasa sangat cocok, tapi di trilogi ini hanya sekedar masuk saja.)

Fokusnya pada karakter juga membuat latar lokal Ikebukuro jadi kurang tertonjolkan. Ini masih terasa kayak latar yang sama, tapi kita jadi banyak dibawa ke sudut-sudut gelapnya yang kita enggak yakin persisnya di mana. Tapi, itu juga masih sejalan dengan ceritanya yang lebih berat sih.

Meski begitu, kesan tanggung itu sepenuhnya berakhir di episode terakhirnya. Episode terakhir Ketsu itu seriusan keren dan memuaskan. Aku beneran terkesan dengan bagaimana semua jalinan plot utama berhasil dibereskan. Si bartender berkekuatan super Heiwajima Shizuo akhirnya melakukan duel mautnya dengan Izaya, dan aksinya beneran keren. Lalu Ryuugamine Mikado juga menyelesaikan konflik pribadinya dengan dukungan teman-teman dekatnya, dan resolusinya pun muasin.

Dunia Fiksi yang Sama Pentingnya Dengan Kenyataan

Salah satu hal paling berkesan di x2 adalah bagaimana tokoh antagonis yang paling ditonjolkan di sepanjang trilogi, Kujiragi Kasane, sekretaris yang bekerja untuk sosok Yodogiri Jinnai yang sangat misterius, ternyata bukanlah tokoh antagonis utama dari seri ini. Tokoh antagonis utamanya itu seseorang yang lain. Seorang tokoh lama, malah.

Bagaimana semua perkiraan itu dibelokkan menjelang akhir cerita itu beneran keren. Apalagi, saat dibeberkan indikasi tentang asal usul Kasane yang ternyata masihberhubungan dengan seorang karakter lain.

Akhir kata, aku lumayan tak menyesal mengikuti trilogi x2. Tapi, ada kesan sangat kuat kalau mengikuti seri novelnya akan jauh lebih memuaskan. Memang agak disayangkan karena x2 tak semulus anime Durarara!! pertama; atau bahkan Baccano!. Tapi, akhir ceritanya—episode terakhirnya banget—yang memuaskan  seakan menutupi hal ini.

Daripada pelajaran atau pesan moral, cerita Durarara!! secara menyeluruh buatku lebih terasa seperti semacam cerita peringatan. Kayak, apapun yang kau lakukan, sesombong apapun kau tentangnya, ujung-ujungnya nanti pasti ada konsekuensi yang kau terima. Lalu, konsekuensi itu bakal muncul dengan cara-cara rumit dan enggak disangka. Di samping itu, konsekuensi itu mungkin hanya disadari orang-orang bersangkutan dan tak diketahui orang lain.

Lumayan cocok dengan zaman sekarang?

Yah, jaga diri, guys.

Penilaian

Konsep: A-; Visual: B+; Audio: B+; Perkembangan: B+; Eksekusi: B+ ; Kepuasan Akhir: A-

Iklan

Durarara!! x2 Ten

Kalian pernah… kebetulan bertemu kawan lama di pinggir jalan. Lalu sesudah menyapa, kalian bertanya, “Apa kabar?”

Sesudah teman kalian menyampaikan apa-apa yang belakangan dialaminya, tanggapan kita berikutnya biasanya superfisial. Soalnya, toh, pertanyaan “Apa kabar?” itu cuma basa-basi. Dimaksudkan sebagai icebreaker. Semacam pembuka sebelum masuk ke omongan yang lebih serius.

Kalian enggak benar-benar bisa ngasih pendapat sungguh-sungguh atas jawaban soal kabar dia karena:

  1. Teman lama kalian emang enggak minta.
  2. Kalian bakal terkesan sok dan seenaknya.
  3. Apa yang teman kalian alami seyogianya memang bukan urusan kalian, dan memang enggak akan pernah jadi urusan kalian.

Nah, perasaan kayak gitu yang kualami dari mengikuti Durarara!!x2 Ten.

Durarara!!x2 Ten (‘ten’ di sini kira-kira berarti ‘pergerakan’) atau Durarara!!x2 The Second Arc, adalah bagian kedua dari adaptasi anime kedua seri novel Durarara!! karya Narita Ryohgo yang diilustrasikan oleh Yasuda Suzhuhito (terbitan ASCII Media Works di bawah label Dengeki Bunko). Sama seperti cour sebelumnya, produksinya dilakukan studio Shuka, dengan penyutradaraan dilakukan  Omori Takahiro, naskah oleh Takagi Noboru, dan musik ditangani Yoshimori Makoto. Sama seperti cour sebelumnya juga, jumlah episodenya sebanyak 12.

Masih berlatar di Ikebukuro, cerita cour kedua berlangsung segera sesudah apa-apa yang dipaparkan di Durarara!!x2 Shou. Shou dan Ten ditayangkan dengan jeda satu cour, dan ceritanya diakhiri dengan jeda satu cour lagi sebelum akhirnya dituntaskan dalam Durarara!!x2 Ketsu.

Jadi, mengikuti Ten sesudah Shou itu kayak, “Heei, lama enggak ketemu! Urusan soal kepala dullahan yang waktu itu akhirnya gimana?” Lalu sesudah teman kita membeberkan garis besar soal apa yang telah terjadi, kita lagi-lagi enggak bisa menanggapi serius karena begitu rumit/banyaknya hal yang terjadi. Padahal sekali lagi, ujung-ujungnya, sebenarnya, apa yang disampaikan itu masih enggak terasa kayak urusan kita juga.

Sebelumnya, aku berusaha untuk enggak mengulas terlalu detil agar siapapun yang tertarik bisa mengeksplorasi sendiri. Ada banyak dampak dan implikasi dari berbagai kejadian dalam ceritanya. Bisa memahami dan menyimpulkan sendiri merupakan salah satu daya tarik  seri ini.

Tapi, semakin ke sini, jumlah karakternya semakin bertambah. Urusan masa sekarang dan urusan masa lalu yang terjalin semakin rumit. Kalau mau membahas semuanya secara komplit, itu susah dan gila. Mending sekalian saja membaca versi novelnya, yang lebih baik pemaparannya. Lebih gampang dipahami, dan benar-benar berhasil membuat kita ‘masuk’ ke dalam kepala tiap-tiap karakternya.

….

Tapi, argh. Kalau aku ngomong kayak gitu, kesannya kayak aku menyerah.

Peredaran Obat-obatan Terlarang

Plot utama cour ini ada pada upaya Ryuugamine Mikado selaku pendiri untuk ‘membersihkan’ geng Dollars. Melalui tim pribadi yang terdiri atas mantan anggota geng Blue Squares yang ‘dipercayakan’ padanya oleh adik kelasnya, Kuronuma Aoba, Mikado mencoba membersihkan Dollars yang seyogianya menjunjung tinggi kebebasan dari bagian-bagiannya yang dia pandang merusak.

Pada titik ini, baru sang pengantar-barang-dunia-bawah-yang-sesungguhnya-adalah-dullahan-tak-berkepala saja, Celty Sturluson, yang mengetahui tentang ini, karena kebetulan menyaksikan mereka secara langsung. Tapi bahkan sebagai seseorang yang dihormatinya, Celty gagal mengubah pikiran Mikado soal rencananya ini.

Upaya Mikado tersebut tentu saja memberikan guncangan pada Ikebukuro, sehubungan dengan luasnya cakupan Dollars. Ini terutama terasa sesudah kerusuhan antara geng bermotor Toramaru dengan Dollars yang terjadi di Shou, serta jebakan yang dialami Heiwajima Shizuo yang membuatnya dikejar-kejar kelompok mafia Awakusu-kai. Ada pihak-pihak tertentu yang mau tak mau harus beraksi karena besarnya dampak situasi ini bagi mereka.

Di sisi lain, kekacauan yang Orihara Izaya timbulkan lewat adu domba yang dilakukannya akhirnya mengundang perhatian pihak lain: sosok berkuasa bernama Yodogiri Jinnai yang menyerangnya di penghujung cour lalu, dan tak ada yang benar-benar tahu siapa dia sesungguhnya.

Kasino Bawah Tanah

…Meski kalian mungkin sangat menyukai dia, tak bisa dibantah kalau Izaya adalah tokoh antagonis. Agak susah memahami motif masing-masing sih. Tapi, salah satu hal berkesan di seri ini ada pada adanya orang-orang tertentu punya dendam pada dia. Betapa berbedanya karakter-karakter yang mau balas dendam ini benar-benar menarik, meski pemaparan mereka memang agak kurang.

Daya tarik lain season ini ada pada kehadiran tokoh baru Kujiragi Kasane. Dia wanita berkacamata berkesan profesional yang semula diperkenalkan sebagai asisten Yodogiri. Tapi, yang membuat keren adalah bagaimana dia kemudian terkuak bisa jadi adalah tokoh antagonis terbesar seri ini. Dalang dari semuanya.

Hal lain yang keren adalah betapa manisnya pembunuh pro Varona yang seakan menemukan sesuatu yang baru dalam kesehariannya bersama Shizuo dan Tanaka Tom.

Mikado, yang berada di tengah pusaran konflik, mendapat porsi cerita lumayan banyak. Perubahan yang Mikado alami mengundang kembalinya Kida Masaomi, yang ingin menguak apa yang terjadi. Lalu untuk melakukannya, Masaomi pun menyatukan teman-teman lamanya dari geng Yellow Scarves.

Ini terutama… sesudah beragam ketidakjelasan soal apa yang disampaikan dalam chat room yang biasa.

(Ngomong-ngomong, saking rumitnya apa yang terjadi, aku sempat lupa soal konflik yang pernah dialaminya dengan Mikajima Saki. Ini mencakup soal fanatisme yang Saki pernah miliki terhadap Izaya dan kepalsuan yang mewarnai hubungan mereka, yang sempat berujung pada dipatahkannya kedua kaki Saki.)

Jujur, aku ingin bisa membahas lebih banyak soal ceritanya. Tapi… susah. Ada telalu banyak yang terjadi. Lalu ada beberapa yang mungkin agak sulit diluruskan.

Kalau kau tertarik pada Durarara!! karena animenya, aku serius sarankan untuk mencoba memeriksa novelnya. Seri novel aslinya kabarnya unggul dalam banyak hal. Jadi, bukan cuma sekedar karena cakupan ceritanya lebih luas.

Aku juga jadi sadar. Meski beberapa nama staf di baliknya sama, pendekatan adaptasi ke anime yang terjadi di Durarara!! sebenarnya lumayan berbeda dibandingkan apa yang terjadi di Baccano!!. Agak susah menjelaskannya. Aku dapat kesan yang benar-benar kuat kalau Baccano!!… meski iya, cerita yang tampil di animenya sebenarnya ada sedikit kelanjutannya, adalah adaptasi yang lebih setia.

Yah, contoh gampangnya: bagaimana Mikado ditampilkan di animenya membuatnya terkesan seperti ‘tersesat ke jalan yang salah’ akibat kekacauan yang terjadi di season lalu. Tapi di versi novelnya, Mikado sejak awal digambarkan sebagai orang yang punya bakat buat jadi orang kayak Izaya, dan karenanya bisa dibilang agak seperti mengikuti jejaknya. (Ingat adegan percakapan yang terjadi antara dirinya dan Izaya soal hal-hal yang di luar kewajaran?) Yang membedakannya di akhir kurasa cuma pemicu yang jadi motivasi mereka, yang dalam hal ini ditandai dengan persahabatan yang Mikado punya dengan Masaomi dan Sonohara Anri.

Kilatan Lampu Jalanan

Sedikit menyinggung soal teknis sebelum bahasan ini kita akhiri, kualitas Ten secara umum tak jauh berbeda dari Shou. Hanya saja, dalam kadar sedemikian rupa, mulai tampak seperti apa ciri khas Shuka sebagai studio.

Kualitas teknis seri ini, baik dari audio maupun visual, sama sekali enggak jelek. Tapi di sisi lain, enggak bisa dibilang menonjol juga. Maksudku, buatku jadi kayak ada kesan kalau Shuka adalah studio yang tahu batasan-batasan mereka sejauh apa.

Meski sempat ke mana-mana, dan tak ada tema cerita yang benar-benar menyatukan, season ini kembali ditutup secara keren lewat mulai terjalinnya berbagai aliansi. Izaya telah menyatukan sejumlah orang tertentu dalam rangka menghadapi pihak Yodogiri. Orang-orang yang berada di belakang Yodogiri mulai terkuak adalah organisasi di belakang Perusahaan Farmasi Yagiri yang pernah menjadi sumber kekacauan di season pertama animenya dulu. Lalu, Celty akhirnya mendapat konfirmasi bahwa kepalanya yang hilang selama ini benar-benar ada di tangan Izaya.

Pasti ada hal-hal yang luput aku pahamin. Jadi, uh, sori soal itu.

Akhir kata, pengetahuan adalah kekuatan. Tapi pengetahuan dan kekuatan juga bisa menjadi beban. Tapi lagi, kerap kali kita lebih baik ada dalam posisi bisa melakukan sesuatu daripada enggak.

Penilaian

Konsep: A-; Visual: B+; Audio: B+; Perkembangan: X; Eksekusi: B; Kepuasan Akhir: B

Durarara!! x2 Shou

Durarara!! x2 Shou (subtitel ‘shou’ di sini kira-kira berarti ‘pengertian’) merupakan seri anime kedua yang mengadaptasi seri light novel orisinil karangan Narita Ryohgo (dan dengan ilustrasi buatan Yasuda Suzuhito). Anime ini merupakan bagian pertama dari tiga seri anime baru yang keseluruhannya akan sepanjang tiga cour, yang diperkirakan akan tuntas sepenuhnya pada perempat awal tahun 2016 nanti.

…Jadi buat kalian yang sudah mengikuti seri ini, dan kaget soal kenapa ceritanya cuma segini, jangan kecewa dulu.

Meski sebagian besar staf yang memproduksinya masih sama, seri kali ini diproduksi oleh studio animasi relatif baru Shuka daripada Brain’s Base yang memproduksi seri sebelumnya. Karena ditangani oleh tim yang sama, kalian yang sudah menyukai seri pertamanya enggak perlu ngerasa kuatir atau gimana kok.

Kalau aku enggak salah, seri anime baru ini juga dibuat untuk memperingati terbitnya Durarara!! SH, seri sekuel yang melanjutkan cerita light novel-nya sesudah seri aslinya berakhir di buku 11.

Selebihnya, ini salah satu seri yang ditayangkan pada awal tahun 2015 yang sedikit banyak sempat kuikuti perkembangannya karena suatu alasan. Jumlah episodenya sebanyak 12.

Amidst rumors…

Sekali lagi, sebenarnya, kalau aku misalnya ditanya Durarara!! itu tentang apa, aku agak kesusahan menjawabnya. Pastinya, seri ini berlatar di Ikebukuro, Tokyo. Kurun waktunya sekitar satu tahun semenjak awal cerita di season sebelumnya. Lalu seri ini mengetengahkan sejumlah jalinan cerita terpisah, yang melibatkan banyak tokoh berbeda, dan secara berangsur saling terhubung dan saling mempengaruhi satu sama lain.

Beberapa poin penting yang patut diketahui sebelumnya adalah sebagai berikut:

  • Ada Black Biker (‘pengendara motor hitam’) yang dirumorkan banyak terlihat di jalanan Ikebukuro. Identitas aslinya adalah Celty Sturluson, seorang dullahan (roh tanpa kepala dari mitologi Irlandia, semacam peri perlambang datangnya kematian) yang awalnya datang ke Ikebukuro untuk mengejar jejak kepalanya yang hilang, tapi mulai menetap di kota ini dengan profesinya sebagai pengantar barang. Sosok Celty hanyalah satu dari berbagai fenomena supernatural yang berlangsung di kota ini. (Dirinya benar-benar tak berkepala.)
  • Ada geng tak terlihat bernama Dollars yang konon berkuasa atas Ikebukuro. Berbeda dari berbagai color gang lain di masa silam yang dulu pernah merajai jalanan Ikebukuro, geng ini konon ‘tak berwarna.’
  • Ada suatu tempat yang menjual Sushi Russia. Konon dikelola oleh imigran Russia asli.
  • Orang terkuat di Ikebukuro adalah seorang pria berpakaian ala bartender bernama Heiwajima Shizuo. Kau sangat tidak disarankan untuk macam-macam dengan Shizuo.
  • Bila kau ingin tahu tentang sesuatu, ada seorang broker informasi bernama Orihara Izaya, yang selalu bisa kau beli jasanya, walau bayaran yang harus kau bayarkan tak selalu seperti yang kau kira.

Selebihnya, beberapa tokoh lama yang kembali tampil di seri ini meliputi:

  • Ryuugamina Mikado, anak SMA berkesan lembek yang di balik penampilannya, sebenarnya adalah pendiri asli Dollars. Ia pindah ke kota besar dari tempat kelahirannya di dusun karena tak ingin tenggelam dalam ‘kenormalan.’ Baru naik ke kelas dua di SMA Raira.
  • Sonohara Anri, gadis cantik pemalu berkacamata yang merupakan sahabat sekolah Mikado. Di dalam tubuhnya tertanam pedang antik Saika, yang dapat mempengaruhi kepribadian orang dan memandang Anri sebagai ‘bunda-nya.’ Seperti Mikado, Anri juga baru naik ke kelas dua di SMA Raira. Hubungan keduanya sayangnya belum mengalami banyak kemajuan berarti.
  • Kida Masaomi, sahabat lama Mikado yang dulu mengundangnya untuk tinggal di kota, tapi kini telah meninggalkan Ikebukuro bersama kekasihnya, Mikajima Saki.
  • Kishitani Shinra, seorang dokter bawah tanah muda yang disegani kehandalannya di Ikebukuro. Sosok yang belakangan membuat hati Celty berbunga-bunga.
  • Kadota Kyouhei, salah seorang tokoh yang paling menonjol karismanya di Ikebukuro. Biasa melewatkan waktu bersama dua kawannya pecinta light novel: Karisawa Erika dan Yumasaki Walker, dengan disopiri ke mana-mana dalam mobil van itasha (yang kini bergambar wajah Shiba Miyuki dari seri Mahouka Koukou no Rettousei) milik Togusa Saburou.

Sedangkan beberapa tokoh pendatang baru meliputi:

  • Kuronuma Aoba, adik kelas Mikado dan Anri di SMA Raira yang dengan segera mendekati mereka berdua di sekolah. Pembawaannya ramah dan easy going, sekalipun ia tak menyembunyikan bagaimana dirinya juga anggota Dollars.
  • Orihara Kururi (pendiam) dan Orihara Meiru (berkacamata dan cerewet); dua adik kembar Izaya yang tak kalah abnormalnya dari kakaknya. Mereka juga menjadi murid baru di SMA Raira bersama Aoba.
  • Vorona, Slon, Igor; tiga orang yang datang ke Ikebukuro dengan urusan-urusan menyangkut mafia Russia.
  • Rokujou Chikage, seorang cowok tampan yang datang jauh-jauh ke Ikebukuro dari Saitama, dan sangat (terlalu?) menghormati dan menghargai sekaligus membela martabat wanita.
  • Heiwajima Kasuka, adik lelaki Shizuo yang di balik ekspresinya yang sangat datar, merupakan seorang bintang film ternama. Seragam-seragam bartender yang selalu dipakai kakaknya adalah pemberian darinya.
  • Hijiribe Ruri, seorang ahli make up muda yang belakangan mencuat namanya karena keahlian dan kecantikannya. Asal usulnya agak mencurigakan.
  • Awakusu Akane, seorang gadis kecil yang pada suatu titik diculik(?) oleh Shizuo.
  • Akabayashi Mizuki, seorang om-om dengan bekas luka di muka, yang bermitra dengan seseorang bernama Aozaki Shu.

Ternyata Kau Seorang Flame Haze!

Seperti sebelumnya, ada beberapa jalinan plot yang terjalin secara sekaligus. Ada seorang pembunuh berantai berjulukan Hollywood di Ikebukuro, yang dijuluki demikian karena kostum-kostum monster yang dikenakannya. Ada suatu geng bermotor dari Saitama yang belakangan kelihatan di Ikebukuro untuk membuat keributan. Ada sayembara di televisi untuk mengungkap siapa identitas Black Biker yang sesungguhnya. Ada keributan di kelompok mafia Awakusu-kai. Lalu ada upaya pencarian terhadap seorang anak hilang.

Agak susah buat membahas sampai ke detilnya. Daya tarik seri ini memang soal gimana kita dibawa untuk melihat dan memahami apa-apa yang terjadi. Pastinya, mereka yang sudah suka dengan season Durarara!! yang terdahulu bakal tertarik dengan apa yang ditampilkan dalam musim kali ini. Hanya saja, karena memang sudah direncanakan untuk tayang sampai tiga cour, apa yang berlangsung di sepanjang musim ini hanya pembangunan cerita buat apa-apa yang akan terjadi ke depan.

Kayak sebelumnya, meski ada hal-hal aneh sekaligus mengerikan yang terjadi, ceritanya bukan jenis yang perlu ditanggapi terlampau serius atau gimana. Tetap ada suatu kesan ‘ringan’ enggak jelas di dalamnya. Karena itu juga, seperti sebelumnya, ini juga jenis seri yang kurasa hanya akan disukai oleh kalangan-kalangan tertentu aja.

Aku enggak tahu apa aku pernah ngomong ini sebelumnya atau enggak, tapi bahkan mereka yang suka dengan Baccano! dulu pun ternyata belum tentu menyukai Durarara!!. Yah, intinya kurang lebih kayak gitu. Pesan yang terkandung di ceritanya terasa samar, mungkin juga karena ceritanya sebenarnya masih lanjut.

Kalau soal teknis, seri ini memberikan kualitas presentasi yang sesolid sebelumnya, walau kayaknya perasaan ciri khas-nya sudah lebih menguat. Visualnya masih tetap menarik walau tak sampai benar-benar memukau. Kelihatan gimana studio-nya kayak ‘ngejaga stamina’ agar produksinya bisa lebih bertahan untuk jangka waktu yang lebih panjang. Kayaknya ada lebih banyak variasi latar di Ikebukuro dibandingkan sebelumnya. Tapi mungkin itu cuma aku aja.

Sedangkan soal audionya, kayak sebelumnya, kebanyakan lagu di seri ini adalah jenis irama yang buatku kayak ‘secara umum terdengar biasa, tapi pas nyampe bagian tertentu, jadinya keren juga.’ Jenisnya enggak terlalu berbeda dibandingkan season sebelumnya. Enggak lebih baik dan juga enggak lebih buruk, tapi emang pas dengan nuansa yang mau seri ini bawakan.

Aku Berkata Jujur

Salah satu isu utama dengan Durarara!! mungkin adalah format ceritanya yang berbasis karakter. Jadi, mereka yang sudah ngerasa punya karakter favorit tertentu (kayak aku terhadap Kasuka, misalnya) mungkin bakal selalu merasa agak kecewa saat porsi cerita karakter favorit mereka habis. (Hei, ini kasusnya agak mirip kayak novel-novel GoT!).

Tapi mereka yang punya karakter favorit di musim sebelumnya enggak perlu terlalu khawatir juga. Karena entah gimana, kayaknya hampir semua karakter yang pernah tampil sempat muncul kembali di season ini, walau mungkin hanya secara minor.

Akhir kata, Durarara!!x2 buatku menjadi kasus agak aneh karena secara enggak disangka menjadi salah satu yang berhasil kuikuti perkembangannya sampai habis pada musim dingin lalu. (Seriusan, aku tahu ada banyak anime bagus. Tapi cuma dikit yang aku ikuti.) Aku ingin menulis lebih banyak soal ceritanya. Tapi jujur, aku sendiri masih enggak yakin apa aku benar-benar paham dengan beberapa hal yang telah terjadi.

Apa sebenarnya yang Izaya rencanakan? Siapa orang-orang yang bersebrangan dengannya? Aku ngerti kalau Anri bisa menjaga diri, tapi apa enggak apa-apa bila dia terus menjalin hubungan dengan Mikado yang semakin memperlihatkan kalau ada sesuatu yang enggak normal dengan dirinya? Apa Shinra dan Celty akan terus bahagia? Apa cuma aku yang kaget dengan gimana Aoba normal? Siapa sebenarnya Walker?

Buat tahu jawabannya, kayaknya kita mesti nunggu sampai musim gugur nanti.

(Apa? Novel-novelnya? Ahahaha, novel-novelnya juga kalo enggak salah udah dilisensi. Hahaha.)

Ngomong-ngomong, sesudah aku memikirkan kembali tentang konflik yang dialami Mikado di seri ini, aku baru ngeh soal kenapa Narita-sensei memilih kata ‘dollars’ untuk nama gengnya tersebut. Mungkin ini cuma kebetulan. Mungkin juga pemikiran beliau sebenarnya lebih mendalam dari yang sebelumnya kukira.

Penilaian

Konsep: B+; Visual: B+; Audio: B+; Perkembangan: B-; Eksekusi: B+; Kepuasan Akhir: B