Posts tagged ‘Ryohgo Narita’

01/06/2016

Durarara!!x2 Ten

Kalian pernah… secara kebetulan bertemu seorang kawan lama di pinggir jalan. Lalu sesudah menyapa, kalian bertanya, “Apa kabar?”

Sesudah teman kalian menyampaikan apa-apa yang belakangan sedang dialaminya, biasanya yang kita berikan hanyalah reaksi superfisial. Soalnya, toh, kata-kata itu biasanya cuma buat basa-basi belaka. Dimaksudkan sebagai icebreaker. Atau pembuka sebelum masuk ke omongan yang lebih serius.

Kalian enggak benar-benar bisa ngasih pendapat atau gagasan sungguh-sungguh atas jawaban ini karena:

  1. Teman lama kalian itu emang enggak minta.
  2. Kalian bakal terkesan sok dan seenaknya.
  3. Apa yang teman kalian alami seyogianya memang bukan urusan kalian, dan memang enggak akan pernah jadi urusan kalian.

Nah, perasaan kayak gitu yang kualami dari mengikuti Durarara!!x2 Ten.

Durarara!!x2 Ten (‘ten’ di sini kira-kira berarti ‘pergerakan’) atau Durarara!!x2 The Second Arc, adalah bagian kedua dari adaptasi anime kedua seri novel Durarara!! karya Narita Ryohgo yang diilustrasikan oleh Yasuda Suzhuhito (terbitan ASCII Media Works di bawah label Dengeki Bunko). Sama seperti cour sebelumnya, produksinya dilakukan oleh studio Shuka, dengan penyutradaraan dilakukan oleh Omori Takahiro, naskah oleh Takagi Noboru, dan musik ditangani Yoshimori Makoto. Sama seperti cour sebelumnya juga, jumlah episodenya sebanyak 12.

Masih berlatar di Ikebukuro, cerita cour kedua ini berlangsung segera sesudah apa-apa yang dipaparkan terjadi di Durarara!!x2 Shou. Shou dan Ten ditayangkan dengan jeda satu cour di antara keduanya, dan ceritanya diakhiri dengan jeda satu cour lagi sebelum akhirnya dituntaskan dalam Durarara!!x2 Ketsu.

Jadi, mengikuti Shou sesudah mengikuti Ten itu kayak, “Heei, lama enggak ketemu! Urusan soal kepala dullahan yang waktu itu akhirnya gimana jadinya?”

Lalu sesudah teman kita membeberkan garis besar apa yang telah terjadi, kita lagi-lagi kayak enggak benar-benar bisa ngasih tanggapan serius karena begitu rumitnya/banyaknya apa yang terjadi tersebut.

Yang sekali lagi, ujung-ujungnya, sebenarnya, enggak benar-benar terasa kayak urusan kita.

Sebelumnya, aku berusaha untuk enggak terlalu detil mengulas seri ini dengan maksud agar siapapun yang tertarik bisa mengeksplorasi sendiri dampak dan implikasi berbagai kejadian yang terjadi. Ya, memahami dan menyimpulkan segala sesuatunya merupakan salah satu daya tarik unik seri ini. Tapi semakin ke sini, jumlah karakternya semakin bertambah. Urusan masa sekarang dan urusan masa lalu yang terjalin sudah semakin rumit.

Jadi, kalau mau membahas semuanya secara komplit, itu susah dan gila.

Mending kalian sekalian saja membaca versi novelnya, yang jelas lebih baik pemaparannya. Yang juga jelas lebih lengkap penjabarannya, lebih gampang dipahami, dan benar-benar berhasil membuat kita ‘masuk’ ke dalam kepala tiap-tiap karakternya.

….

Tapi argh. Kalau aku ngomong kayak gitu, kesannya kayak aku menyerah.

Peredaran Obat-obatan Terlarang

Plot cerita utama di cour ini ada pada upaya Ryuugamine Mikado selaku pendiri untuk ‘membersihkan’ geng Dollars. Melalui tim pribadi yang terdiri atas mantan anggota geng Blue Squares yang ‘dipercayakan’ padanya oleh adik kelasnya, Kuronuma Aoba, Mikado mencoba membersihkan Dollars yang seyogianya menjunjung tinggi kebebasan dari bagian-bagiannya yang dia pandang merusak.

Pada titik ini, baru sang pengantar-barang-dunia-bawah-yang-sesungguhnya-adalah-dullahan-tak-berkepala saja, Celty Sturluson, yang mengetahui tentang ini, karena kebetulan menyaksikan mereka secara langsung. Tapi bahkan sebagai seseorang yang dihormatinya, Celty gagal mengubah pikiran Mikado soal rencananya ini.

Upaya Mikado tersebut tentu saja memberikan guncangan pada Ikebukuro, sehubungan dengan luasnya cakupan Dollars. Ini terutama terasa sesudah kerusuhan antara geng bermotor Toramaru dengan Dollars yang terjadi di Shou, serta jebakan yang dialami Heiwajima Shizuo yang membuatnya dikejar-kejar kelompok mafia Awakusu-kai. Ada pihak-pihak tertentu yang mau tak mau harus beraksi karena besarnya dampak situasi ini bagi mereka.

Di sisi lain, kekacauan yang Orihara Izaya timbulkan lewat adu domba yang dilakukannya akhirnya mengundang perhatian pihak lain: sosok berkuasa bernama Yodogiri Jinnai yang menyerangnya di penghujung cour lalu, dan tak ada yang benar-benar tahu siapa dia sesungguhnya.

Kasino Bawah Tanah

…Akuilah, sebesar apapun kalian menyukainya, kalian tak bisa membantah kalau Izaya memang tokoh antagonis di seri ini.

Aku agak terkesan dengan bagaimana orang-orang tertentu kemudian mencoba melakukan balas dendam pribadi mereka atas Izaya. Tapi jadinya, aku juga merasa agak kesulitan memahami motif dari masing-masing orang. Kita bisa melihat kalau para karakter ini berbeda-beda, tapi apa yang membuat kepribadian mereka berbeda-beda ini tak benar-benar terpaparkan.

Daya tarik terbesar season ini ada pada diperkenalkannya Kujiragi Kasane, seorang wanita berkacamata berkesan profesional yang semula diperkenalkan sebagai asisten Yodogiri, tapi kemudian terkuak bisa jadi adalah tokoh antagonis terbesar seri ini. Selain itu, juga ada sesuatu yang manis pada bagaimana Varona seakan menemukan sesuatu yang baru saat ia terlibat dalam keseharian Shizuo bersama Tanaka Tom.

Mikado, yang berada di tengah pusaran konflik, mendapat porsi lumayan banyak. Perubahan yang dialaminya mengundang kembalinya Kida Masaomi, yang ingin menguak apa yang terjadi. Lalu untuk melakukannya, ia pun menyatukan teman-teman lamanya dari geng Yellow Scarves.

Ini terutama… sesudah beragam ketidakjelasan soal apa yang disampaikan dalam chat room yang biasa.

(Ngomong-ngomong, saking rumitnya apa yang terjadi, aku sempat lupa soal konflik yang pernah dialaminya dengan Mikajima Saki. Ini mencakup soal fanatisme yang Saki pernah miliki terhadap Izaya dan kepalsuan yang mewarnai hubungan mereka, yang sempat berujung pada dipatahkannya kedua kaki Saki.)

Jujur, aku ingin bisa membahas lebih banyak soal ceritanya. Tapi… susah.

Ada telalu banyak yang terjadi. Lalu ada beberapa yang mungkin agak sulit diluruskan.

Kalau kau tertarik pada Durarara!! karena animenya, maka aku serius sarankan untuk mencoba memeriksa novelnya. Seri novel aslinya kabarnya benar-benar unggul dalam banyak hal. Jadi bukan cuma sekedar karena cakupan ceritanya lebih luas.

Aku juga jadi sadar. Meski beberapa nama staf di baliknya sama, pendekatan adaptasi ke anime yang terjadi di Durarara!! sebenarnya lumayan berbeda dibandingkan apa yang terjadi di Baccano!!. Agak susah menjelaskannya. Tapi aku dapat kesan yang benar-benar kuat kalau Baccano!!… meski iya, cerita yang tampil di animenya sebenarnya ada sedikit kelanjutannya, adalah adaptasi yang lebih setia.

Yah, contoh gampangnya: bagaimana Mikado ditampilkan di animenya membuatnya terkesan seperti ‘tersesat ke jalan yang salah’ akibat kekacauan yang terjadi di season lalu. Tapi di versi novelnya, Mikado sejak awal digambarkan sebagai orang yang punya bakat buat jadi orang kayak Izaya, dan karenanya bisa dibilang agak seperti mengikuti jejaknya. (Ingat adegan percakapan yang terjadi antara dirinya dan Izaya soal hal-hal yang di luar kewajaran?) Yang membedakannya di akhir kurasa cuma pemicu yang jadi motivasi mereka, yang dalam hal ini ditandai dengan persahabatan yang Mikado punya dengan Masaomi dan Sonohara Anri.

Kilatan Lampu Jalanan

Sedikit menyinggung soal teknis sebelum bahasan ini kita akhiri, kualitas Ten secara umum tak jauh berbeda dari Shou. Hanya saja, dalam kadar sedemikian rupa yang mulai menunjukkan seperti apa ciri khas Shuka sebagai studio.

Oke, mungkin itu agak enggak jelas.

Intinya, kualitas teknis seri ini, baik dari audio maupun visual, sama sekali enggak jelek. Tapi di sisi lain, enggak bisa dibilang menonjol juga. Tapi buatku juga kayak ada kesan yang menunjukkan kalau Shuka adalah studio yang tahu batasan-batasan mereka sejauh apa.

Meski sempat ke mana-mana, dan tak ada tema cerita yang benar-benar menyatukan, season ini kembali ditutup secara keren lewat mulai terjalinnya berbagai aliansi. Izaya telah menyatukan sejumlah orang tertentu dalam rangka berhadapan dengan pihak Yodogiri. Orang-orang yang berada di belakang Yodogiri mulai terkuak adalah organisasi di belakang Perusahaan Farmasi Yagiri yang pernah menjadi sumber kekacauan di season pertama animenya dulu. Lalu Celty akhirnya mendapat konfirmasi bahwa kepalanya yang hilang selama ini benar-benar ada di tangan Izaya.

Pasti ada hal-hal yang luput aku pahamin.

Jadi, uh, sori soal itu.

Akhir kata, pengetahuan adalah kekuatan. Tapi pengetahuan dan kekuatan juga bisa menjadi beban. Tapi lagi, kerap kali kita lebih baik ada dalam posisi bisa melakukan sesuatu daripada enggak.

Penilaian

Konsep: A-; Visual: B+; Audio: B+; Perkembangan: X; Eksekusi: B; Kepuasan Akhir: B

Iklan
25/04/2015

Durarara!! x2 Shou

Durarara!! x2 Shou (subtitel ‘shou’ di sini kira-kira berarti ‘pengertian’) merupakan seri anime kedua yang mengadaptasi seri light novel orisinil karangan Narita Ryohgo (dan dengan ilustrasi buatan Yasuda Suzuhito). Anime ini merupakan bagian pertama dari tiga seri anime baru yang keseluruhannya akan sepanjang tiga cour, yang diperkirakan akan tuntas sepenuhnya pada perempat awal tahun 2016 nanti.

…Jadi buat kalian yang sudah mengikuti seri ini, dan kaget soal kenapa ceritanya cuma segini, jangan kecewa dulu.

Meski sebagian besar staf yang memproduksinya masih sama, seri kali ini diproduksi oleh studio animasi relatif baru Shuka daripada Brain’s Base yang memproduksi seri sebelumnya. Karena ditangani oleh tim yang sama, kalian yang sudah menyukai seri pertamanya enggak perlu ngerasa kuatir atau gimana kok.

Kalau aku enggak salah, seri anime baru ini juga dibuat untuk memperingati terbitnya Durarara!! SH, seri sekuel yang melanjutkan cerita light novel-nya sesudah seri aslinya berakhir di buku 11.

Selebihnya, ini salah satu seri yang ditayangkan pada awal tahun 2015 yang sedikit banyak sempat kuikuti perkembangannya karena suatu alasan. Jumlah episodenya sebanyak 12.

Amidst rumors…

Sekali lagi, sebenarnya, kalau aku misalnya ditanya Durarara!! itu tentang apa, aku agak kesusahan menjawabnya. Pastinya, seri ini berlatar di Ikebukuro, Tokyo. Kurun waktunya sekitar satu tahun semenjak awal cerita di season sebelumnya. Lalu seri ini mengetengahkan sejumlah jalinan cerita terpisah, yang melibatkan banyak tokoh berbeda, dan secara berangsur saling terhubung dan saling mempengaruhi satu sama lain.

Beberapa poin penting yang patut diketahui sebelumnya adalah sebagai berikut:

  • Ada Black Biker (‘pengendara motor hitam’) yang dirumorkan banyak terlihat di jalanan Ikebukuro. Identitas aslinya adalah Celty Sturluson, seorang dullahan (roh tanpa kepala dari mitologi Irlandia, semacam peri perlambang datangnya kematian) yang awalnya datang ke Ikebukuro untuk mengejar jejak kepalanya yang hilang, tapi mulai menetap di kota ini dengan profesinya sebagai pengantar barang. Sosok Celty hanyalah satu dari berbagai fenomena supernatural yang berlangsung di kota ini. (Dirinya benar-benar tak berkepala.)
  • Ada geng tak terlihat bernama Dollars yang konon berkuasa atas Ikebukuro. Berbeda dari berbagai color gang lain di masa silam yang dulu pernah merajai jalanan Ikebukuro, geng ini konon ‘tak berwarna.’
  • Ada suatu tempat yang menjual Sushi Russia. Konon dikelola oleh imigran Russia asli.
  • Orang terkuat di Ikebukuro adalah seorang pria berpakaian ala bartender bernama Heiwajima Shizuo. Kau sangat tidak disarankan untuk macam-macam dengan Shizuo.
  • Bila kau ingin tahu tentang sesuatu, ada seorang broker informasi bernama Orihara Izaya, yang selalu bisa kau beli jasanya, walau bayaran yang harus kau bayarkan tak selalu seperti yang kau kira.

Selebihnya, beberapa tokoh lama yang kembali tampil di seri ini meliputi:

  • Ryuugamina Mikado, anak SMA berkesan lembek yang di balik penampilannya, sebenarnya adalah pendiri asli Dollars. Ia pindah ke kota besar dari tempat kelahirannya di dusun karena tak ingin tenggelam dalam ‘kenormalan.’ Baru naik ke kelas dua di SMA Raira.
  • Sonohara Anri, gadis cantik pemalu berkacamata yang merupakan sahabat sekolah Mikado. Di dalam tubuhnya tertanam pedang antik Saika, yang dapat mempengaruhi kepribadian orang dan memandang Anri sebagai ‘bunda-nya.’ Seperti Mikado, Anri juga baru naik ke kelas dua di SMA Raira. Hubungan keduanya sayangnya belum mengalami banyak kemajuan berarti.
  • Kida Masaomi, sahabat lama Mikado yang dulu mengundangnya untuk tinggal di kota, tapi kini telah meninggalkan Ikebukuro bersama kekasihnya, Mikajima Saki.
  • Kishitani Shinra, seorang dokter bawah tanah muda yang disegani kehandalannya di Ikebukuro. Sosok yang belakangan membuat hati Celty berbunga-bunga.
  • Kadota Kyouhei, salah seorang tokoh yang paling menonjol karismanya di Ikebukuro. Biasa melewatkan waktu bersama dua kawannya pecinta light novel: Karisawa Erika dan Yumasaki Walker, dengan disopiri ke mana-mana dalam mobil van itasha (yang kini bergambar wajah Shiba Miyuki dari seri Mahouka Koukou no Rettousei) milik Togusa Saburou.

Sedangkan beberapa tokoh pendatang baru meliputi:

  • Kuronuma Aoba, adik kelas Mikado dan Anri di SMA Raira yang dengan segera mendekati mereka berdua di sekolah. Pembawaannya ramah dan easy going, sekalipun ia tak menyembunyikan bagaimana dirinya juga anggota Dollars.
  • Orihara Kururi (pendiam) dan Orihara Meiru (berkacamata dan cerewet); dua adik kembar Izaya yang tak kalah abnormalnya dari kakaknya. Mereka juga menjadi murid baru di SMA Raira bersama Aoba.
  • Vorona, Slon, Igor; tiga orang yang datang ke Ikebukuro dengan urusan-urusan menyangkut mafia Russia.
  • Rokujou Chikage, seorang cowok tampan yang datang jauh-jauh ke Ikebukuro dari Saitama, dan sangat (terlalu?) menghormati dan menghargai sekaligus membela martabat wanita.
  • Heiwajima Kasuka, adik lelaki Shizuo yang di balik ekspresinya yang sangat datar, merupakan seorang bintang film ternama. Seragam-seragam bartender yang selalu dipakai kakaknya adalah pemberian darinya.
  • Hijiribe Ruri, seorang ahli make up muda yang belakangan mencuat namanya karena keahlian dan kecantikannya. Asal usulnya agak mencurigakan.
  • Awakusu Akane, seorang gadis kecil yang pada suatu titik diculik(?) oleh Shizuo.
  • Akabayashi Mizuki, seorang om-om dengan bekas luka di muka, yang bermitra dengan seseorang bernama Aozaki Shu.

Ternyata Kau Seorang Flame Haze!

Seperti sebelumnya, ada beberapa jalinan plot yang terjalin secara sekaligus. Ada seorang pembunuh berantai berjulukan Hollywood di Ikebukuro, yang dijuluki demikian karena kostum-kostum monster yang dikenakannya. Ada suatu geng bermotor dari Saitama yang belakangan kelihatan di Ikebukuro untuk membuat keributan. Ada sayembara di televisi untuk mengungkap siapa identitas Black Biker yang sesungguhnya. Ada keributan di kelompok mafia Awakusu-kai. Lalu ada upaya pencarian terhadap seorang anak hilang.

Agak susah buat membahas sampai ke detilnya. Daya tarik seri ini memang soal gimana kita dibawa untuk melihat dan memahami apa-apa yang terjadi. Pastinya, mereka yang sudah suka dengan season Durarara!! yang terdahulu bakal tertarik dengan apa yang ditampilkan dalam musim kali ini. Hanya saja, karena memang sudah direncanakan untuk tayang sampai tiga cour, apa yang berlangsung di sepanjang musim ini hanya pembangunan cerita buat apa-apa yang akan terjadi ke depan.

Kayak sebelumnya, meski ada hal-hal aneh sekaligus mengerikan yang terjadi, ceritanya bukan jenis yang perlu ditanggapi terlampau serius atau gimana. Tetap ada suatu kesan ‘ringan’ enggak jelas di dalamnya. Karena itu juga, seperti sebelumnya, ini juga jenis seri yang kurasa hanya akan disukai oleh kalangan-kalangan tertentu aja.

Aku enggak tahu apa aku pernah ngomong ini sebelumnya atau enggak, tapi bahkan mereka yang suka dengan Baccano! dulu pun ternyata belum tentu menyukai Durarara!!. Yah, intinya kurang lebih kayak gitu. Pesan yang terkandung di ceritanya terasa samar, mungkin juga karena ceritanya sebenarnya masih lanjut.

Kalau soal teknis, seri ini memberikan kualitas presentasi yang sesolid sebelumnya, walau kayaknya perasaan ciri khas-nya sudah lebih menguat. Visualnya masih tetap menarik walau tak sampai benar-benar memukau. Kelihatan gimana studio-nya kayak ‘ngejaga stamina’ agar produksinya bisa lebih bertahan untuk jangka waktu yang lebih panjang. Kayaknya ada lebih banyak variasi latar di Ikebukuro dibandingkan sebelumnya. Tapi mungkin itu cuma aku aja.

Sedangkan soal audionya, kayak sebelumnya, kebanyakan lagu di seri ini adalah jenis irama yang buatku kayak ‘secara umum terdengar biasa, tapi pas nyampe bagian tertentu, jadinya keren juga.’ Jenisnya enggak terlalu berbeda dibandingkan season sebelumnya. Enggak lebih baik dan juga enggak lebih buruk, tapi emang pas dengan nuansa yang mau seri ini bawakan.

Aku Berkata Jujur

Salah satu isu utama dengan Durarara!! mungkin adalah format ceritanya yang berbasis karakter. Jadi, mereka yang sudah ngerasa punya karakter favorit tertentu (kayak aku terhadap Kasuka, misalnya) mungkin bakal selalu merasa agak kecewa saat porsi cerita karakter favorit mereka habis. (Hei, ini kasusnya agak mirip kayak novel-novel GoT!).

Tapi mereka yang punya karakter favorit di musim sebelumnya enggak perlu terlalu khawatir juga. Karena entah gimana, kayaknya hampir semua karakter yang pernah tampil sempat muncul kembali di season ini, walau mungkin hanya secara minor.

Akhir kata, Durarara!!x2 buatku menjadi kasus agak aneh karena secara enggak disangka menjadi salah satu yang berhasil kuikuti perkembangannya sampai habis pada musim dingin lalu. (Seriusan, aku tahu ada banyak anime bagus. Tapi cuma dikit yang aku ikuti.) Aku ingin menulis lebih banyak soal ceritanya. Tapi jujur, aku sendiri masih enggak yakin apa aku benar-benar paham dengan beberapa hal yang telah terjadi.

Apa sebenarnya yang Izaya rencanakan? Siapa orang-orang yang bersebrangan dengannya? Aku ngerti kalau Anri bisa menjaga diri, tapi apa enggak apa-apa bila dia terus menjalin hubungan dengan Mikado yang semakin memperlihatkan kalau ada sesuatu yang enggak normal dengan dirinya? Apa Shinra dan Celty akan terus bahagia? Apa cuma aku yang kaget dengan gimana Aoba normal? Siapa sebenarnya Walker?

Buat tahu jawabannya, kayaknya kita mesti nunggu sampai musim gugur nanti.

(Apa? Novel-novelnya? Ahahaha, novel-novelnya juga kalo enggak salah udah dilisensi. Hahaha.)

Ngomong-ngomong, sesudah aku memikirkan kembali tentang konflik yang dialami Mikado di seri ini, aku baru ngeh soal kenapa Narita-sensei memilih kata ‘dollars’ untuk nama gengnya tersebut. Mungkin ini cuma kebetulan. Mungkin juga pemikiran beliau sebenarnya lebih mendalam dari yang sebelumnya kukira.

Penilaian

Konsep: B+; Visual: B+; Audio: B+; Perkembangan: B-; Eksekusi: B+; Kepuasan Akhir: B

06/07/2010

Durarara!! (end)

Adaptasi anime Durarara!! (atau dikenal juga sebagai Dulalala!! atau bahkan DRRR!!) berakhir masa tayangnya di episode 24. Anime ini  sepenuhnya mengukuhkan diri sebagai sebuah cerita sederhana tentang kehidupan dan persahabatan.

Di luar dugaan, anime ini tak beranjak keluar dari lingkaran drama. Padahal pada banyak adegan, Durarara!! berpotensi menjadi sesuatu yang gelap, suram, psychotic, dan penuh aksi.  Tapi identitasnya sebagai drama kehidupan sama sekali tak hilang. Sayang sekali di sisi lain, nuansa ‘komedi kerasnya’ tak sekuat yang kuharapkan.

Aku jadi penasaran novel aslinya (yang dikarang Ryohgo Narita) sebenarnya sebagus apa. Novelnya kayaknya memiliki nuansa ‘ketidakpastian’ yang jauh lebih kuat dibandingin manga ataupun anime-nya. Dugaanku ini juga telah diperkuat oleh pendapat beberapa orang lain.

Maksudnya, salah satu daya tarik terbesar novelnya adalah bahwa dengan membacanya, kita dibuat sama sekali enggak bisa berhenti mikirin  tentang worst case scenario yang bakal terjadi. Memang pada akhirnya worst case scenario itu sejauh ini tak pernah sampai benar-benar terjadi. Tapi di novel, kita dibikin supaya terus memikirkannya. Sehingga kita jadinya terkejut waktu semuanya ternyata berakhir bahagia!

Akhir bahagia di seri anime ini memang sama sekali tak terkesan dibuat-buat sih. Bahkan pemaparan akhir bahagia ini bisa dibilang lumayan realistis. Hanya saja, yah, jadinya terasa ada efek anti-klimaks gitu.

Itupun dengan menyisakan sejumlah teka-teki yang berpotensi untuk dibahas dalam sekuel.

Mengikuti Durarara!! itu pengalaman yang aneh. Tapi seperti Baccano!!, karya Narita-sensei yang mendahuluinya, pengalaman itu tanpa bisa disangkal tetap agak sulit untuk dilupakan.

“Aku cinta, cinta, cinta, cinta, padamu Shizuo!”

Paruh kedua Durarara!! mengalihkan fokus dari pencarian kepala sang dullahan manis, Celty Sturluson, ke masalah lain yang timbul akibat implikasi keberadaannya. Enam bulan setelah ‘pertemuan besar’ pertama geng misterius Dollars, gejolak kembali melanda wilayah Ikebukuro akibat munculnya katana keramat pencari cinta, Saika, yang ternyata tak lain merupakan senjata yang digunakan oleh sang Slasher pada insiden-insiden enam bulan lalu.

Tak ada yang menyadari bahwa segala kehebohan yang Saika timbulkan dipicu tak lain oleh sang informan brengsek, Orihara Izaya, untuk memanas-manasi situasi antara Dollars dan geng Syal Kuning dan menciptakan bentrokan di antara mereka.

Inilah masalah yang kemudian mengikat ketiga tokoh utama: Ryuugamine Mikado, Sonohara Anri, dan Kida Masaomi dalam suatu konflik pelik yang menguji persahabatan mereka.  Mikado yang tak lain adalah pendiri Dollars mendapat tekanan saat anggota-anggotanya mulai diserang. Masaomi juga mendapat tekanan karena ia diminta kembali sebagai pemimpin geng Syal Kuning yang sebelumnya sempat mundur sesudah pacarnya dipatahkan kedua kakinya dalam bentrokan antar geng. Sedangkan Anri mulai mempertanyakan makna keberadaan dua anak lelaki yang selalu menemaninya ini, tatkala ia menyadari bahwa ‘anak-anak’-nyalah yang menjadi penyebab dari semua masalah yang terjadi.

Saika yang dipakai sang Slasher ternyata memiliki kemampuan aneh untuk beranak-pinak. Dan pemilik Saika yang asli, yang menciptakan penderitaan bagi pemiliknya sendiri, tak lain adalah Anri sendiri, yang belakangan menyadari bahwa dirinya masih mungkin bisa mencintai sekalipun seluruh anggota keluarganya kini telah tiada.

Tentunya, para penghuni Ikebukuro lainnya ikut terseret ke dalam semua masalah yang berlangsung.

“Kau lapar? Lapar itu bikin kau marah. Berkelahi itu juga tidak baik. Lebih baik kau makan sushi!” (dengan aksen Rusia)

Perkembangan ceritanya cukup lambat, terlebih bila mengingat kita bisa membayangkan bahwa bentrokan besar itu pasti akan terjadi. Tapi pemaparan detilnya dan narasinya lumayan top. Apalagi bersama setiap narasi, kita juga mendapatkan pemahaman lebih tentang  sifat tokoh yang sedang berperan sebagai narator. Bersama setiap episode, kita juga semakin menyelami kehidupan macam apa yang para karakternya jalani. Terutama tentang Masaomi dan Anri, mengingat kecilnya peranan mereka pada paruh sebelumnya.

Cuma sayangnya, masih ada sejumlah pertanyaan yang belum terjawab di akhir seri. Seperti asal-usul si pedagang Sushi Rusia Simon Brezhnev. Atau tentang kelanjutan teka-teki tentang kepala Celty yang dibawa oleh Kishitani Shingen, dan sebagainya. Kita merasa, ada karakter-karakter yang sudah keren-keren diperkenalkan yang masih belum berperan. Sehingga penyelaman kehidupan ini terasa menggantung, dan rasa menggantung itulah yang menjadi alasan mengapa bagian akhir seri ini masih terasa kurang memuaskan.

Perasaan kayak, ‘ini pasti masih ada lanjutannya!’ gitu. Dan memang sih seri pertama ini baru mencakup 3 dari 7 buah buku.

Tapi akhir seri ini cukup bagus kok, sekalipun bersifat antiklimaks dibandingkan bagian-bagian awalnya yang penuh suspens. Masalah-masalah para karakter sentral terselesaikan. Ada sejumlah perkembangan tak disangka yang tetap menarik. Lalu pesan ‘kehidupan terus berlanjut’ yang seri ini tunjukkan merupakan akhir yang pantas untuk seri ini.

Yea, mari kita tunggu season keduanya.

Penilaian

Konsep: A; Visual: A; Audio: B+; Eksekusi: B+; Pengembangan: B; Kepuasan Akhir: B+

05/04/2010

Durarara!!

Bagaimana cara menjelaskan Durarara!! ? Yah, paling gampang adalah dengan membandingkannya dengan Baccano!!. Keduanya serupa, mengingat novel asli yang mendasari keduanya ditulis oleh pengarang aneh yang sama (Ryohgo Narita).

Jadi ceritanya, selain BakaTesto, pada musim lalu aku juga mengikuti Durarara!!. Aku sebenarnya sudah lama ingin mengulas ini, tapi aku sama sekali enggak yakin mesti memulainya dari mana.Sama halnya dengan Baccano!!, Durarara!! memiliki cerita ‘ajaib’ yang agak sulit dijelaskan secara gamblang.

Ada banyak orang (aneh) yang tinggal di Ikebukuro

Durarara!! berlatar di Ikebukuro, Tokyo, suatu distrik padat penduduk yang setiap hari dilalui banyak orang dari berbagai kalangan dan latar belakang. Mula-mula, kita dibeberkan terhadap berita-berita apa saja yang sedang ‘hangat’ di sana dari sudut pandang seorang remaja desa bernama Ryuugamine Mikado (ya, namanya memang mentereng), yang baru saja pindah ke kota besar untuk mencoba menjalani hidup sendiri.

Ikebukuro ceritanya sedang ramai oleh beberapa desas-desus. Pertama, gosip tentang munculnya ‘pengendara motor hitam’ yang tak terkalahkan dalam pertarungan, yang bukan hanya berpakaian hitam-hitam dari atas ke bawah, kebal terhadap berbagai jenis senjata, dan memiliki semacam kekuatan supernatural, tapi juga menunggang sebuah sepeda motor hitam besar yang nyaris tak bersuara, termasuk suara mesin(!?). Kedua, kabar burung tentang kerap terjadinya kasus orang hilang belakangan. Ketiga, kesaksian sejumlah orang berkenaan terlihatnya sosok slasher yang muncul dan memakan korban pada malam hari. Keempat, adalah tentang Dollars, suatu color gang baru yang meski disebut-sebut sebagai geng terkuat di Ikebukuro saat ini, sama sekali tidak diketahui secara jelas anggota-anggotanya siapa saja ataupun warna apa yang mereka representasikan.

Mikado ceritanya memilih SMA di Ikebukuro atas ajakan sahabat karibnya sewaktu SD, Kida Masaomi, yang belakangan sering kontak dengannya melalui Internet. Sesudah pertemuan kembali mereka setelah sekian lama, Kida-kun yang memiliki ambisi konyol untuk menjadi playboy ini kemudian menasihati bahwa selain hal-hal di atas, ada beberapa orang tertentu di Ikebukuro yang ada baiknya Mikado waspadai.

Orang-orang tersebut meliputi Orihara Izaya, informan muda berwajah licik yang kerap menongkrongi jalanan Ikebukuro; Heiwajima Shizuo, lelaki berpakaian bartender yang di balik penampilannya yang necis, memiliki tenaga luar biasa; serta tentunya sang pengendara hitam itu sendiri yang terkadang terlihat melintas di jalanan, yang di balik helm kuningnya belakangan dikenal sebagai seorang wanita tak berkepala(!!?) bernama Selty Sturluson.

Simon Brezhnev, lelaki berkulit hitam besar yang bekerja di restoran Sushi Rusia (…?!), juga bukan orang yang sebaiknya diajak bertengkar meski sehari-harinya ia bersikap ramah. Mikado juga dinasihatkan untuk tak bersikap menonjolkan diri karena mereka tak pernah tahu kapan dan di mana akan berpapasan dengan anggota-anggota Dollars.

Sesudah penjelasan panjang lebar yang agak-agak mengerikan itu, Mikado juga dikenalkan oleh Kida pada Kadota Kyohei dan teman-teman hang out-nya. Kadota, seorang pendiam berjiwa analitis tapi agak terlalu gampang larut dalam pemikirannya sendiri, menjadi semacam pemimpin bagi ketiga temannya yang lain: pasangan Karihara Erika dan Yumasaki Walker yang sangat menggemari light novel, serta Togusa Saburo, si kalem yang kerap menyupiri mereka dengan menggunakan mobil van-nya.

Selalu ada sisi belakang untuk segala hal.

Dengan banyaknya karakter yang sudah diperkenalkan sejak awal, mungkin kalian sudah bisa menebak bahwa Durarara!! menampilkan drama yang sangat character-based. Yea, serial ini memang secara khusus berfokus pada tokoh-tokohnya dan cerita apa yang masing-masing bisa sampaikan. Karena itu setiap episode menampilkan tokoh utama yang berbeda-beda dengan fokus dan nuansa yang berbeda-beda pula (meski dari segala perkembangan yang terjadi, bisa dibilang bahwa Mikado-lah yang paling memegang peran sentral dalam serial ini).

Benang merah yang mengikat itu semua adalah pencarian Selty terhadap kepalanya yang hilang, sebab Selty sesungguhnya adalah seorang dullahan, roh/peri pengendara kereta kuda tak berkepala dalam mitologi kuno Eropa—pertanda akan datangnya kematian—yang senantiasa membawa kepalanya yang telah terpenggal(?) pada kedua belah tangannya. Tapi karena suatu sebab, kepala Selty dan sebagian besar ingatan masa lalunya kini hilang, dan selama tahun-tahun panjang hidupnya yang jauh melampaui rentang hidup manusia biasa, Selty terus mencari-cari kepalanya yang hilang hingga akhirnya ia tiba di Ikebukuro.

Awal mula Mikado terseret ke dalam semua ini adalah awal perkenalannya dengan Sonohara Anri, gadis manis berkacamata teman sekelasnya yang sebenarnya tengah mencari-cari teman dekatnya yang sudah lama tak masuk sekolah dan kini diduga hilang: Harima Mika. Kabar terakhir tentang Mika-chan yang Anri ketahui adalah bahwa ia tengah menguntiti (naksir) seorang pemuda bernama Yagiri Seiji, yang menyatakan diri berhenti bersekolah tepat pada hari pertama semester baru dimulai.

Tak ada yang tahu persis alasan Seiji berhenti bersekolah. Tapi orang-orang yang memperhatikan namanya akan tahu bahwa Seiji adalah adik dari Yagiri Namie, perempuan cantik yang menjadi pemimpin perusahaan farmasi Yagiri, yang merupakan salah satu perusahaan besar di kota.

Beragam teka-teki segera mencuat saat kita dibuat untuk mempertanyakan bagaimana persisnya hubungan antar tiap-tiap tokoh dan apa saja yang mereka ketahui dan tidak mereka ketahui. Tapi semua disajikan dalam bentuk drama slice-of-life yang menjadi menarik karena memang tokoh-tokoh yang dipaparkannya menarik.

Di samping persahabatan baru mereka dengan Anri, Mikado dan Kida-kun sudah jelas bersahabat dekat. Tapi terlepas dari segala keterbukaannya, ada sesuatu di masa lalu selama ia dan Mikado terpisah yang enggan Kida ungkap. Rahasia masa lalu Kida sejauh ini tampaknya hanya diketahui oleh Izaya, dan dengan kemampuan mengumpulkan informasinya itu, Izaya terkadang menjadi makelar pekerjaan bagi Selty yang bekerja sebagai pengantar barang. Selty yang belakangan diketahui tinggal bersama seorang dokter ilegal romantis bernama Kishitani Shinra ini memiliki hubungan pertemanan/saling menghargai dengan Shizuo. Tapi Shizuo benci setengah mati terhadap Izaya, dan telah berkali-kali memulai keributan demi mengusir Izaya dari kota. Izaya sendiri tampaknya menjadi satu-satunya orang yang sejak awal mengenal semua tokoh yang berperan dalam kisah ini. Tapi dengan siapakah sesungguhnya Izaya bersahabat? Pergi ke manakah sebenarnya orang-orang yang hilang? Dari mana orang-orang aneh ini berasal? Siapa sebenarnya Dotachin?! Dari apa sebenarnya sushi Rusia dibuat?! Di mana pula kepala Selty sesungguhnya disembunyikan?!?

Yah, kurang lebih nuansa dan kerumitannya seperti itu.

This is one TWISTED love story

Adaptasi anime ini memiliki kesan yang agak sedikit lebih gelap dibandingkan versi novelnya yang cenderung bernarasi kocak. Tapi inti cerita yang disampaikannya tetap sama dan tak berubah.

Segala keenggakjelasan yang terjadi bisa dibilang merupakan daya tarik utama Durarara!!. Barangsiapa yang menyukai cerita-cerita drama; atau misteri; atau sekedar tertarik dengan hal-hal yang membuat kita ngomong “Haah?”; atau lebih gampangnya lagi, mereka-mereka yang menyukai Baccano!!; besar kemungkinan akan bisa menikmati serial ini juga.

Mungkin sulit dipercaya, tapi pada dasarnya ini memang sebuah kisah cinta kok.

Penilaian(sementara)

Konsep: A-; Visual: A-; Audio: A; Eksekusi: A; Kepuasan Akhir: A-