Ai Yori Aoshi [Review]

Karena belum lama ini aku menikah, aku mau buka rangkaian tulisan kali ini dengan Ai Yori Aoshi. Ai Yori Aoshi (‘lebih biru dari indigo,’ tapi judulnya mengandung permainan kata yang membuatnya juga bisa berarti ‘cinta sejati biru’) merupakan seri romansa yang diangkat dari manga karya Fumizuki Kou. Manganya diserialisasikan antara tahun 1998-2005 di majalah seinen … Continue reading Ai Yori Aoshi [Review]

Darling in the Franxx [Review]

Kehilangan tujuan hidup itu menakutkan. Mungkin itu enggak kebayang kalau kalian masih remaja. Mungkin kalian ngerasa kalian cuma jadi males aja. Tapi, jujur, itu sebenernya hal mengerikan. Kehilangan tujuan hidup berujung pada retaknya identitas. Retaknya identitas berujung pada hilangnya arti keberadaan. Bila tak berarti, kau tak lagi diperlukan.Kalau kau tak diperlukan, kau ada atau enggak, … Continue reading Darling in the Franxx [Review]

Fireworks [Review]

Beberapa bulan lalu, aku lupa gimana persisnya, secara kebetulan aku melihat posternya Fireworks saat lagi jalan di mall. Aku terdiam beberapa lama. Setengah alasannya karena enggak mengira itu akan tayang di Indonesia. Separuh alasannya lagi, karena poster tersebut menurutku memang keren. Berlatar pantai, di waktu menjelang senja. Si tokoh utama cewek menoleh ke belakang sementara … Continue reading Fireworks [Review]

Seiren [Review]

Seiren itu aneh. Aku punya alasan pribadi untuk mengikuti Seiren (judulnya kira-kira berarti: ‘kejujuran’, ‘sungguh-sungguh’), tapi cerita Seiren enggak kusangka bakal seaneh ini. Sedikit info dulu. Seiren diproduksi bersama oleh Studio Gokumi dan AXsiZ. Pertama tayangnya di musim dingin awal tahun 2017. Aku antusias saat Seiren diumumkan. Alasannya, karena produksinya mengusung nama Takayama Kisai. Takayama-san adalah ilustrator … Continue reading Seiren [Review]

Busou Shoujo Machiavellianism [Review]

Belakangan, waktuku tersita oleh naskah yang aku lagi kerjain. Tapi belum lama ini, aku masih sempat mengikuti perkembangan anime Busou Shoujo Machiavellianism. Juga dikenal dengan judul Armed Girls Machiavellianism (‘Machiavellianisme gadis-gadis bersenjata’; buat yang belum tahu, ‘Machiavellianisme’ adalah suatu paham yang digagas filsuf sekaligus ahli sejarah Niccolò di Bernardo dei Machiavelli pada awal abad ke-16, … Continue reading Busou Shoujo Machiavellianism [Review]

Saenai Heroine no Sodatekata Flat [Review]

Saenai Heroine no Sodate-kata Flat, atau Saekano: How to Raise a Boring Girlfriend Flat (‘flat’ di judulnya kerap ditulis dalam lambang notasi musik ‘flat note’ atau mol, ♭) adalah musim tayang kedua anime drama komedi romantis Saekano. (Bahasan season pertama di sini.) Ceritanya sekali lagi diadaptasi dari seri light novel karangan Maruto Fumiaki (White Album … Continue reading Saenai Heroine no Sodatekata Flat [Review]

Sword Art Online the Movie: Ordinal Scale [Review]

Akhir pekan lalu, aku menonton Sword Art Online: Ordinal Scale di salah satu cabang CGV Blitz. Ordinal Scale (kira-kira berarti ‘skala ordinal’, ‘ordinal’ mengacu kepada ‘angka ordinal’ yang menyatakan peringkat/kedudukan seperti ‘pertama’ dan ‘kedua puluh’ dsb., berbeda dari ‘angka cardinal’ yang menyatakan nilai/kuantitas; sebenernya ada lagi jenis angka nominal yang menyatakan nama/identitas seperti barcode) adalah … Continue reading Sword Art Online the Movie: Ordinal Scale [Review]