Posts tagged ‘Level 5’

29/09/2012

Gundam AGE, generasi ketiga, berakhir!

Agen-agen Vagan telah menyusup ke Bumi semenjak peristiwa jatuhnya benteng luar angkasa Downes.

Big Ring telah jatuh oleh meriam energi besar yang tak disangka bisa ada.

Lalu agresi militer besar-besaran yang dipimpin oleh Zeheart Gallette akhirnya berlangsung di seluruh pangkalan Federasi Bumi.

Kio Asuno, putra Asemu dan Romary, dibesarkan tanpa ayah di kota Olivernotes yang damai semenjak Asemu menghilang. Menyadari ketidakmampuan pasukan Federasi dalam menandingi pasukan Vagan, Flit Asuno mengambil alih keadaan dengan mempercayakan pada Kio MS terbaru keluaran AGE System, yakni Gundam AGE-3.

Mengumpulkan sisa-sisa pasukan Federasi yang ada, termasuk pasukan MS Federasi pimpinan Seric Abiss, Flit juga mengajukan penggunaan kembali kapal induk Diva yang selama ini telah diistirahatkan, demi memanfaatkan perangkat AGE Builder yang terpasang padanya. Para petinggi Federasi yang tak mau ambil pusing akhirnya menunjuk perwira Federasi muda Natora Einus yang belum berpengalaman, sebagai kapten baru Diva.

Maka dimulailah perjalanan Kio dan rekan-rekan barunya, menuju pangkalan utama militer Federasi, Rostroulan, di Bumi, untuk selanjutnya ke luar angkasa, demi mempersiapkan serangan balasan terhadap Vagan.

The Upside

Seri Kidou Senshi Gundam AGE akhirnya berakhir dengan total 49 episode.

Generasi pertama memiliki sejumlah episode teramat lemah, namun menghadirkan nuansa dunia yang terbilang kuat. Generasi kedua punya jalan cerita yang terkesan sangat dipadatkan, tapi memiliki adegan-adegan aksi yang konsisten sekaligus perkembangan cerita yang menjanjikan. Generasi ketiga, pada saat dimulai, nampaknya akan memiliki durasi lebih panjang bila dibandingkan dua generasi sebelumnya. Tapi kualitas seri ini pada akhirnya agak…

Eniwei, mungkin ada yang bertanya-tanya soal mengapa aku sudah lama tak menulis soal Kidou Senshi Gundam AGE. Alasannya karena, sebenarnya, aku memang agak kecewa dengan hasil akhirnya. Aku tak sekecewa itu karena sedari awal tak berharap banyak sih. Lalu berhubung aku terpikat untuk terus mengikutinya hingga akhir, aku juga tak akan sampai bilang kalau ini seri yang jelek.

Cuma… bagaimana ya?

Paruh pertama bab ceritanya Kio menarik untuk diikuti. Tak sempurna, tapi beneran menarik buat diikuti. Namun paruh keduanya, mungkin sekitar 13 episode terakhir, ada banyak hal yang agak bikin aku ngangkat alis.

Daripada kekurangan pada tim produksi, kelemahannya lebih pada penulisan naskah oleh Akihiro Hino sendiri, kayaknya (Gimanapun, yang menangani Gundam AGE tetap adalah tim yang sama dengan yang dulu menangani Gundam 00). Sehabis nonton ini, aku sekarang jadi ngerti kenapa kebanyakan RPG bikinan Level-5 punya konsep bagus tapi jarang punya hasil memuaskan. Konsep Gundam AGE bagus. Tapi pengembangan dan eksekusinya beneran kurang. Terutama di bagian akhir. Meski kalau kupikir lagi, hasil akhir ini mungkin agak berhubungan dengan pengembangan game play buat RPG-nya juga sih. Dan dengan hasil segini aku tetap akan bilang kalau Gundam AGE tontonan yang lumayan.

Gundam AGE punya semua elemen cerita yang ada dalam sebuah seri Gundam bagus, tapi nilai-nilai filosofisnya agak enggak ada. Apa ya? Kayak ‘roh’-nya enggak ada gitu. Perasaan yang semestinya bikin kita semangat atau tergugah kalau menonton anime mecha di bagian akhir seri ini itu engga ada.

Titik balik ceritanya buatku—sekaligus bagian terbagus dari babnya Kio—adalah pas episode-episode menuju Pangkalan Bulan. Ceritanya kayaknya beneran udah bakal bagus.

Diva akhirnya terdesak oleh Vagan. Lalu karena tak ingin kakeknya mengorbankan nyawa, Kio dan Gundam AGE-3 akhirnya tertawan.Ada sejumlah tokoh dan mecha baru diperkenalkan pada titik ini, mulai dari Fram Nara (ajudan Vagan yang merupakan adik perempuan Dole, pimpinan Magicians Eight dari bab Asemu—menaruh kecurigaan pada Zeheart atas kematian kakaknya), Leil Light (pilot tangguh yang setia sepenuhnya pada Zeheart), Zanald Beihart (perwira Vagan jahat yang ingin menusuk Zeheart dari belakang), hingga bahkan Fezarl Ezelcant sendiri.  Lalu dipaparkan juga konflik antara anggota-anggota keluarga Asuno, dengan Flit yang terdorong untuk melakukan genosida serta Asemu yang akhirnya muncul kembali.

Asemu diceritakan bertahun-tahun memalsukan kematiannya dan bergabung bersama kelompok perompak Bisidian dengan nama Kapten Ash, demi menjaga keseimbangan kekuatan antara Federasi dan Vagan. Hal ini dilakukannya agar punya cukup waktu menemukan EXA-DB, suatu ‘harta karun’ peninggalan masa lampau yang mampu membalikkan arah jalannya perang.

EXA-DB merupakan basis data superlengkap berkenaan teknologi senjata dan MS dari masa lampau. Alasan mengapa Vagan sebelumnya memiliki keunggulan atas Federasi konon karena mempunya sebagian isi basis data ini.

Subplot tentang EXA-DB yang diperebutkan kedua belah pihak, serta SID, MA raksasa yang nyaris menewaskan Asemu, merupakan tambahan yang benar-benar menarik bagi ceritanya (desain mecha SID beneran keren!). Tapi sayangnya, mungkin karena durasinya atau gimana, subplot ini tak tergali terlalu dalam.

Puncaknya adalah saat teknologi dari AGE System yang terpasang pada Gundam AGE-3 kemudian diimplementasikan bersama teknologi MS Vagan, menghasilkan Gundam Legilis yang sempat dikemudikan oleh Ezelcant sendiri.  Gundam AGE-3 hancur berkat kedahsyatan daya serang yang Gundam Legilis miliki. Tapi Kio terselamatkan berkat pertolongan Asemu dan anak-anak buahnya.

Namun demikian, cara pandang Kio terhadap Vagan telah berubah semenjak masa penawannya di koloni utama Vagan, Second Moon.

Ceritanya benar-benar kayak akan memasuki fase genting gitu. Hanya saja…

The Downside

Ceritanya, dari titik ini agak…

Yah, intinya, bila paruh pertamanya merupakan anime mecha yang solid—dengan suguhan utama berupa aksi mecha di tiap episode—paruh keduanya menyisakan terlalu banyak ‘lubang’ yang gagal ditutup. Plotnya pada akhirnya memang terbukti terlalu disimplifikasi. Visi yang membangunnya serasa tak ada, dengan lebih banyak ‘daftar adegan yang harus hadir’ daripada penjelasan kenapa adegan-adegan itu perlu ada.

Hasilnya? Banyak tokoh yang tidak konsisten karakterisasinya dan perkembangan cerita yang terkesan dibuat-buat.

Memang sudah terindikasi di bab Asemu, dan waktu itu bisa kutolerir akibat keterbatasan durasi cerita. Tapi di bab Kio ini, ketidakkonsistenan karakter Zeheart sudah terlampau banyak. Hubungan kompleksnya dengan Asemu, sikap Zeheart terhadap anak-anak buahnya—yang terakhir ini paling nampak dalam adegan terakhirnya dengan Fram Nara.

Menyangkut Zeheart sendiri, air mataku bahkan sampai keluar di episode 48. Aku kasihan atas perkembangan karakternya, tapi semua karena alasan yang salah.

Cara segala konflik antara Vagan dan Federasi diakhiri pun aneh. Alih-alih Ezelcant atau Zeheart, lawan terakhir yang keluarga Asuno harus hadapi adalah tokoh baru Zera Gins, klon Ezelcant yang secara harfiah benar-benar muncul begitu saja di penghujung—sekali lagi, penghujung—cerita, seakan dengan tujuan semata-mata hanya untuk menjadi lawan terakhir. Pihak Federasi bersama Vagan kemudian harus bekerjasama untuk menyelamatkan jutaan nyawa di Second Moon dari kerusakan yang ia bawa.

Memikirkannya dari sudut pandang seorang pemain RPG, sekaligus mempertimbangkan segala kendala yang mungkin dihadapi dalam masa produksi, aku kurang lebih bisa mengerti mengapa perkembangan ini bisa terjadi. Tapi tetap saja, bagi penonton awam ataupun penggemar Gundam veteran pun, perkembangan cerita di seperempat akhir seri Gundam AGE akan terasa luar biasa aneh. Entah bagaimana hasilnya di versi RPG-nya nanti.

Sebenarnya, hal paling menyakitkan dari semua ini adalah bagaimana Gundam AGE pada akhirnya memperlakukan karakter-karakter perempuannya. Emily di generasi pertama dan Fram sama-sama sempat memperoleh waktu spotlight mereka. Tapi Romary, Lu Anon, kemudian Wendy…  aku enggak enak ngomong begini, tapi apa-apa yang mereka lalui agak dikesankan ‘enggak berarti.’

Meski mengikuti perkembangan karakter Flit dan Asemu dalam rentang waktu puluhan tahun memang menarik, sesuka apapun aku terhadap mereka berdua, aku tak yakin aku akan bisa melalui sebuah perang tanpa terus teringat setengah mati akan keadaan anak istriku sendiri. Maksudku, sebenarnya ini lebih ke soal bagaimana Asemu dipaparkan sih. Tapi Flit pun melakukannya dalam satu adegan flashback tentang Yurin yang bikin aku benar-benar merasa enggak enak terhadap Emily (walau mungkin para pembuat enggak memaksudkannya demikian). Dan perkembangan karakter Kio sejujurnya agak mengecewakanku.

Kenapa hasil akhirnya malah begini, ya?

Apa karena para pembuatnya terlalu self-concious dalam membidik seri ini buat anak-anak?

Kebanyakan porsi adegan yang melibatkan orang dewasa akhirnya disingkirin?

Entahlah.

Gimanapun, cara paling baik menikmati Gundam AGE adalah dengan tahu terlebih dahulu tentang segala kekurangannya. Kemudian kau bisa abaikan semua itu dan nikmati hal-hal bagusnya, mengingat hal-hal bagusnya memang lumayan bagus.

The Barracks

Soal desain mecha, mecha yang tampil di seri ini ada jauh lebih banyak dari bayanganku. Jadi aku sebutkan yang utama-utama saja.

Desain mecha Gundam AGE-3 yang dikemudikan Kio itu keren. Aku suka bagaimana konsepnya mengadaptasi bentuk ZZ Gundam, menghadirkan semacam MS kelas berat. Awalnya wujud ini pun terbentuk sebagai gabungan dua bagian, yakni Core Fighter dan G-Ceptor. Tapi kemudian  sistemnya disempurnakan agar cukup bisa digunakan oleh Kio seorang. Wujud ini dilengkapi dengan senjata laras panjang Sigmaxiss Rifle, yang tenaganya dapat diperkuat dengan cara serupa Photon Ring Ray System memperkuat daya tembak Photon Blaster yang dimiliki oleh Diva.

Ada dua bentuk alternatif yang dimilikinya, yakni Gundam Age-3 Fortress untuk pertempuran darat di Bumi, serta Gundam Age-3 Orbital untuk di luar angkasa.  Age-3 Fortress agak mirip dengan Gundam Virtue dari seri Gundam 00, hanya saja meluncur jauh lebih cepat di atas darat. Bentuk ini tercipta dengan gabungan Core Fighter dengan komponen G-Hopper. Sedangkan Age-3 Orbital terbentuk dengan kombinasi komponen G-Viper, dan memiliki ciri khas kecepatan tinggi serta senjata Sigmaxiss Long Cannon yang menghasilkan tembakan-tembakan sinar yang bisa melengkung.

Gundam AGE-1 Gransa yang digunakan Flit kurang lebih bisa dikatakan merupakan versi full armor dengan Gundam AGE-1 Flat. Kedua lengannya dipersenjatai beam cannon dan seluruh tubuhnya dilindungi lapisan perisai tebal yang sewaktu-waktu dapat dilepas.

Gundam AGE-2 Black Hound yang digunakan Asemu kali ini berwarna hitam dan terlihat jelas diinspirasikan oleh Crossbone Gundam. Di samping mempertahankan kemampuannya untuk berubah wujud jadi pesawat, konfigurasi ini seakan mendukung konservasi energi dengan memakai persenjataan dengan amunisi padat, senjata  tombak di samping beam saber, serta kawat-kawat berkait.

MS massal Federasi kali ini adalah Clanche, yang seperti AGE-2, mampu berubah bentuk jadi pesawat. Jenis MS ini yang menjadi mecha utama pelindung Diva. Meski demikian, jenis baru dari Genoace dan Adele masih digunakan. Seric menggunakan Clanche Custom yang menjadi miliknya sendiri, yang mendapat tambahan binder sekaligus beam cannon. Lalu Obright Loraine, yang kembali ke Diva sesudah bab Asemu, menggunakan  Genoace O-Custom yang merupakan modifikasi lanjut dari Genoace II yang digunakannya dulu, dengan pendorong, pelindung, serta perlengkapan sensor yang lebih kuat dari sebelumnya.

Dari sisi Vagan, Zeheart di awal bab ini mempergunakan Ghirarga yang dikembangkan dari Zeydra miliknya yang lama. Dikembangkan lebih ramping agar mampu memiliki performa lebih baik dalam atmosfer Bumi, MS ini dipersenjatai dengan beam spear dan beam tail sword yang berbentuk menyerupai sabit. Bentuknya lumayan keren, dan kontras dengan bentuk bulky dari AGE-3. Pada upgrade lebih lengkapnya, demi mewadahi kemampuan X-Rounder yang Zeheart miliki, Ghirarga dilengkapi dengan perlengkapan tambahan yang memungkinkannya menggunakan persenjataan bit. Tapi MS ini pun masih belum cukup mampu mewadahi kemampuan X-Rounder Zeheart bila yang bersangkutan tidak menggunakan topeng.

(Agak berbeda dengan bit di seri-seri Gundam era UC, bit dalam Gundam AGE menyerupai ranjau sinar yang mampu meng-homing musuh. Cara kerjanya juga masih belum jelas.)

Fram mempergunakan Fawn Farsia, yang merupakan kembangan lebih lanjut dari Farsia yang sempat dipergunakan Yurin dahulu. MS ini memiliki sistem flower funnel yang lebih fleksibel dan particle bit yang dapat dihasilkan dalam jumlah sangat banyak, bahkan hingga mampu menciptakan medan pelindung. MS ini tak mempergunakan platform seperti halnya Farsia, dan cocok dengan Fram yang konon, sebelumnya tak memiliki pengalaman tempur.

Zanald menggunakan Xamdrag yang menyerupai gorila berekor dengan dilengkapi persenjataan berat. Ini MS dengan konsep agak aneh, tapi aku bisa melihat fungsinya dalam cerita dan memang terbukti ini menjadi salah satu lawan yang paling berbahaya.

Leil yang sangat setia pada Zeheart sebelumnya mempergunakan Wrozzo, yang merupakan MS bawah air buatan Vagan, sebelum ia menggantikan Zeheart menggunakan Ghirarga. Di samping Wrozzo, hadir juga Reganner yang merupakan versi lebih kuat dari Defurse yang digunakan dalam pertarungan terakhir di Ambat. Seperti halnya pendahulunya, ini jelas terinspirasi dari Big Zam. Hanya saja kali ini keduanya tak berperan penting dalam cerita.

Gundam Legilis sebelumnya digunakan Ezelcant, namun kemudian diserahkan ke Zeheart. MS ini juga menjadi MS pertama yang mampu mengimbangi kekuatan X-Rounder Zeheart sepenuhnya. Dilengkapi jenis persenjataan standar MS Federasi, hanya saja dalam versi lebih kuat. Perisainya juga mampu menghasilkan bit-bit dalam jumlah banyak. Bentuk kombinasinya antara MS Vagan dan Federasi memberinya kesan yang menurutku aneh, tapi seenggaknya ada seorang temanku yang menganggap bentuknya keren.

Sesudah Gundam AGE-3 hancur dalam pertempuran melawan Gundam Legilis, Kio memperoleh MS baru Gundam AGE-FX yang memiliki C-Funnel sebagai persenjataan utama. C-Funnel menyerupai sword bit seperti yang dimiliki oleh 00 QuanTT, dan diimplementasikan ke dalam rangkanya menyerupai bentuk sayap dan prostusi pada sendi-sendinya. Seperti kasus Zeheart, AGE-FX juga sepenuhnya mampu mewadahi bakat X-Rounder Kio yang terus tumbuh. Di samping C-Funnel, AGE-FX juga dilengkapi dengan Core Fighter serta senapan Stangle Rifle yang dikembangkan dari Sigmaxiss Rifle. MS ini menggunakan psychoflow sistem yang memungkinkan Kio mengendalikan setiap C-Funnel dengan akurasi tingkat tinggi. MS ini juga memiliki FX Burst mode yang mengurangi tingkat akurasi MS ini, namun sebaliknya meningkatkan secara drastis batas kecepatan yang mungkin tercapai.

(Sebenarnya, soal AGE-FX, aku merasa ada yang benar-benar aneh dengan konsepnya. Dari semua desain MS keren yang ada di Gundam AGE,  untuk suatu alasan, justru mecha utama terakhirnya yang bikin aku kurang sreg. Aku mengerti bagaimana desainnya seakan diturunkan dari Nu Gundam dan V2 Gundam sih. Tapi tetap saja sulit buatku untuk menyukai bentuk AGE-FX. Aku juga merasa bagaimana desainnya bisa diwujudkan oleh AGE System dari Gundam AGE-3 agak tak masuk akal. Maksudku, cara pakainya saja agak terlalu berbeda.)

Salah satu highlight mecha lain di seri ini adalah SID yang menjadi penjaga dari EXA-DB. Bentuknya lebih menyerupai semacam monster mesin dalam film-film futuristik Barat. Tapi aku enggak bisa mengatakan apa-apa lebih dari itu.

Akhir Perjalanan Panjang

Dari segi teknis, Gundam AGE sama sekali enggak mengecewakan. Visual dan audionya cukup keren. Sejumlah lagunya pun benar-benar kusuka. (Gimanapun, aku emang suka suara nyanyian Kuribayashi Minami)

Mengiringi animenya, produk plamo mecha-mechanya juga sudah keluar. Sesudah kulihat, bahkan ada lini khusus untuk versi MS yang disederhanakan yang sepertinya benar-benar ditunjukkan bagi pemula. Aku merasa lini barunya ini menarik, tapi mungkin bukan sesuatu yang benar-benar akan kusebut keren.

Akhir kata, aku tetap masih penasaran tentang seri macam apa yang seri ini berusaha capai. (Paling menakutkan jika hal ini tak dipikirkan sama sekali.) Tapi sudahlah. Mungkin lebih baik jika aku tak mempermasalahkannya lebih lanjut.

Kalau kalian penyuka mecha, enggak ada salahnya kalian memperhatikan seri ini. Ada lumayan banyak hal menarik di dalamnya yang tersebar-sebar dari awal hingga akhir. Seri ini mengecewakan karena tak benar-benar berhasil meramu semua bahan yang telah dimilikinya secara semestinya. Tapi kekecewaan itu bukan dalam jenis yang bikin kau kesal atau gimana kok. Hanya… kecewa saja. Seenggaknya, meski durasi aksinya yang kadang pendek bisa jadi masalah, terlihat betapa adegan-adegan mecha di seri ini dibikin dengan sungguh-sungguh.

Sedikit info tambahan, sesudah kontroversi soal alien di film layar lebar Gundam 00, Gundam AGE sebenarnya menuai sedikit kontroversi serupa dengan hadirnya elemen perjalanan waktu dalam seri manga gaiden Kidou Senshi Gundam AGE Treasure Star. Ada sesuatu soal bagaimana teknologi dari generasi ketiga dibawa ke generasi pertama dan dibuat replika AGE System. Tapi aku juga tak akan terlalu membahas soal itu. Di samping itu, siapa tahu juga seri tersebut tak dipandang canon.

Ada sejumlah seri sampingan lain dari dunia Gundam AGE, tapi detil lebih jauh tentang cerita-ceritanya masih belum aku tahu. (Memories of SID, misalnya?)

Masih belum ada info tentang adanya seri Gundam baru lagi yang keluar. Namun gelagatnya, adaptasi animasi dari Gundam: The Origin, yang setahun lalu telah diumumkan, semestinya sudah mulai berjalan. Info menarik lain akan kukabari.

Sembari menunggu itu, telah diumumkan ada tiga seri anime mecha baru dengan konsep keren yang akan ditayangkan di pertengahan 2013: Valvrave the Liberator, Majestic Prince, serta Gargantia on the Verdurous Planet; yang ketiganya kayaknya enggak mungkin enggak ingin kubahas.

Perkembangan terakhir dari Gundam AGE adalah proyek baru yang akan menjabarkan lebih lanjut hubungan antara Zeheart dan Asemu pada bab kedua cerita. Masih belum jelas formatnya, tapi gelagatnya sejauh ini merupakan film atau OVA kompilasi dengan penambahan adegan-adegan baru. Mungkin hasilnya nanti akan lebih bagus dari yang kukira.

Penilaian

Konsep: B-; Visual: A; Audio: A-; Perkembangan: C+; Eksekusi: B+; Kepuasan Akhir: B-

Iklan
26/04/2012

Gundam AGE, generasi kedua, berakhir!

Bab kedua dari Kidou Senshi Gundam AGE yang mengetengahkan Asemu Asuno sebagai tokoh utama, akhirnya berakhir di episode 28. Sejujurnya, aku berharap durasi bab ini masih bisa lebih panjang. Tapi setidaknya perkiraanku bahwa bab terakhir yang menjadi klimaks seri ini akan menjadi lebih panjang lagi akan terwujud.

Berlatar beberapa dasawarsa sesudah berakhirnya bab pertama, bab-nya Asemu ini dimulai dari tahun-tahun akhir masa sekolah menengah Asemu sampai ia menjadi pemimpin dari tim MS-nya sendiri di pasukan Federasi Bumi. Memang bab kali ini tak memiliki episode-episode ‘aneh’ seperti pada bab sebelumnya. Tapi rentang waktu bab Asemu yang lebih panjang, serta banyaknya hal yang berusaha dihadirkan di dalamnya (terjadi time skip beberapa kali dalam cerita kali ini), membuat pengaturan tempo ceritanya agak menderita.

Asemu ceritanya putra sulung Flit Asuno dari hasil pernikahannya dengan Emily. Ia punya seorang adik perempuan manis bernama Unoa, dan ia menjalani kehidupan relatif bahagia sebagai bagian keluarga Asuno yang ternama.  Flit ceritanya telah menjadi komandan tinggi dari pasukan Federasi, dan memimpin peperangan melawan kaum Vagan, yang sebelumnya dikenal sebagai UE. Kakek buyut Asemu, Vargas, hebatnya juga masih sehat dan hidup (dan masih lebih suka dipanggil dengan nama).

Sehari-hari, Asemu menyibukkan diri di klub MS di sekolahnya, dan dari sana ia menjadi dekat dengan dua teman sekolah yang menjadi sahabat dekatnya: gadis yang menjadi idola sekolah, Romary Stone, serta murid pindahan pendiam yang serba bisa, Zeheart Gallette. (Sepertinya kuncir rambut yang Asemu miliki merupakan warisan ibunya, tapi sudahlah).

Dari segi karakter, bab kedua Gundam AGE benar-benar dimulai tanpa masalah.

Sampai pada hari ulang tahunnya, dari Flit, Asemu mewarisi AGE Device yang diperlukan untuk menggerakkan pusaka keluarga mereka, Gundam AGE-1.  Koloni luar angkasa Trodain tempat mereka tinggal kemudian diserang pasukan Vagan, yang setelah sekian lama akhirnya berhasil melacak keberadaan Gundam. Dari sana, cerita mulai bergerak.

Kita sejak awal dibeberkan kalau tanpa sepengetahuan kawan-kawannya, Zeheart adalah mata-mata pihak Vagan. Di sisi lain, Zeheart juga pada mulanya tak tahu bahwa pilot Gundam sebenarnya adalah Asemu. Lalu saat kenyataan ini terungkap persis di hari kelulusan sekolah mereka, kenyataan tersebut memberi guncangan pada jalan hidup yang ketiga sekawan ini ambil.

Asemu, sesuai cita-cita awalnya, kemudian bergabung dengan pasukan Federasi Bumi. Lalu sebagai keturunan keluarga Asuno, ia dipercayakan tanggung jawab untuk menggunakan MS baru hasil kembangan dari AGE System, yakni Gundam AGE-2, yang di dalamnya tertanam AGE System yang telah dipindahkan dari Gundam AGE-1.

Zeheart sendiri diakui jasa-jasanya oleh pemimpin tertinggi pasukan Vagan yang sangat misterius, Ezelcant. Kemudian ia diangkat pangkatnya sebagai komandan operasi pendudukan Bumi.

Romary yang semula bimbang soal masa depannya, akhirnya memutuskan untuk mengikuti jejak Asemu dengan turut bergabung bersama pasukan Federasi Bumi, dengan harapan agar kelak iapun bisa bertemu Zeheart lagi.

Nostalgic

Kurangnya aspek realisme seri ini makin terlihat di bab ini. Detil-detil latarnya bisa dibilang sangat kurang (kita enggak begitu mengerti bagaimana persisnya hubungan antara Flit dan Woolf atau Millais, misalnya, yang jelas-jelas merupakan seniornya meski kini berpangkat lebih rendah). Tapi walau begitu, plotnya sendiri di atas kertas terbilang lumayan.

Asemu dan Romary kemudian tergabung bersama kapal induk Diva, yang kali ini dikepalai oleh Millais Alloy. Misi pertama mereka adalah untuk memindahkan Gundam AGE-1 ke pangkalan Federasi Bumi di luar angkasa, Big Ring. Ada banyak tokoh lama yang muncul kembali, meliputi: Woolf Eneacle yang menjadi komandan tim MS Asemu, sang mekanik Madorna dan keluarganya, serta Dique Gunhale yang menggantikan peran lama Vargas sebagai mekanik. Putri Dique, Arisa Gunhale, turut tergabung sebagai rekan Asemu sesama pilot MS.

Ada banyak potensi drama buat berkembang. Tapi (aku enggak tahu udah berapa kali aku menulis alasan ini) mengingat ini seri yang sasaran pemirsanya adalah anak-anak, ceritanya lebih banyak straight to the point dengan titik berat lebih di adegan-adegan aksi. Jadi jangan harapkan pembangunan suasana atau foreshadowing yang baik. Perkembangan ceritanya kerap terjadi begitu saja, secara nyaris tiba-tiba, dan perkembangan pribadi karakternya tak terlalu disorot (dan bahkan agak aneh). Apalagi mengingat ada banyak hal yang berusaha ditampilkan dalam durasi yang terbatas ini. Hubungan segitiga antara Asemu, Zeheart, dan Romary, perasaan rendah diri Asemu terhadap ayahnya, konflik kepercayaan yang Zeheart alami, hingga intrik dan konspirasi dalam tubuh Federasi yang berusaha diungkap oleh Flit.

Tapi elemen-elemen lama dari seri-seri Gundam klasik banyak tersebar di sana-sini, dan kurasa di sanalah letak daya tarik seri ini buatku. Aku enggak sampai dibuat terkesan atau gimana. Rasanya cuma kayak… aku selalu kepengen tahu ke arah mana lagi ceritanya akan dibawa.

Meski tak ada faksi-faksi pemberontak ataupun peperangan tiga arah, bagaimana Asemu dan kawan-kawannya mengunjungi berbagai koloni luar angkasa demi menyingkap rencana penyerbuan Vagan lumayan mengingatkanku akan pengalaman nonton Gundam Zeta. Jadi bukan cuma karena desain Gundam AGE-2 saja sih…

Lalu semuanya berakhir dengan lumayan banyak pertempuran seru di atas orbit Bumi, dalam upaya terakhir mencegah benteng bergerak Downes memasuki atmosfer dalam keadaan utuh.

Evolution Again

Membahas soal mecha, Gundam AGE-2 yang dapat berubah menjadi pesawat menjadi sorotan kali ini. Animasi adegan-adegan aksi MS ini sebenarnya sudah lama kutunggu, mengingat kemiripan bentuknya dengan Zeta Gundam yang merupakan salah satu desain mecha paling keren yang pernah kulijat. Rasanya agak aneh mengapa Gundam AGE-2  bisa terkesan jauh lebih kuat dibandingkan MS-MS produksi massal generasi terbaru yang Federasi gunakan. Dipersenjatai versi DODS rifle yang lebih kuat serta sepasang beam saber, MS ini sesuai dengan gaya bertempur Asemu yang beringas dan mengandalkan dua senjata sekaligus di kedua tangan.

Woolf, yang mengawasi Asemu dkk yang masih kurang matang, menggunakan MS putih G-Bouncer yang serupa dengan G-Exes yang dipergunakannya dulu. MS ini mengandalkan kelincahan dan kecepatan, walau kudengar MS ini sendiri bukan hasil pengembangan G-Exes, melainkan diturunkan dari kerangka yang dimiliki Gundam AGE-1 dalam bentuk Normal dan Spallow. MS ini juga dipersenjatai dengan DODS rifle, serta beam saber, serta senjata keren shiguru blade yang terpasang pada perisainya.

Sampai paruh awal bab, Woolf dan kemampuan taktisnya berulangkali menyelamatkan Diva dari ancaman. Terutama saat Asemu mulai kehilangan kepercayaan dirinya sesudah dikalahkan Zeheart berulangkali dan mendapati dirinya tak memiliki bakat X-Rounder.

Baru menjelang akhir, Gundam AGE-2 kemudian mendapatkan upgrade lagi dalam bentuk konfigurasi Double Bullet, saat Asemu diharuskan melawan banyak lawan sekaligus (dalam hal ini, seiring munculnya pasukan khusus Vagan yang terdiri atas pilot-pilot X-Rounder, Magicians Eight). Dua sayapnya yang berbentuk perisai digantikan jenis sayap baru berupa armamen Double Bullet yang diciptakan AGE Builder, yang dilengkapi dengan sepasang DODS Cannon kembar yang dapat diputar ke segala arah, beam saber tambahan, sekaligus deretan rudal calf missle. Menurutku ini salah satu upgrade paling gila yang pernah kulihat dalam seri Gundam, dan benar-benar menjadikan Gundam AGE-2 lawan yang sakti.

Untuk MS produksi massal, untuk suatu alasan kebanyakan masih kesulitan menandingi MS-MS produksi massal milik Vagan. Tapi  Adele yang digunakan Arisa dan kawan-kawannya ternyata dapat menggunakan konfigurasi Titus dan Spallow seperti yang dimiliki Gundam AGE-1. Tapi sayangnya di seri ini kemampuan tersebut kurang mendapat sorotan.

Soal MS-MS di pihak Vagan sendiri, bagaimana menjelaskannya ya?

Zeheart semula menggunakan Zedas-R yang lincah sebelum ia beralih ke Zeydra yang sepenuhnya dapat mengimbangi bakat X-Rounder miliknya. Ia menjadi lawan mengerikan di MS ini (agak mirip Char Aznable) dengan meriam sinar dan pedang yang dapat keluar dari tangan. Ada banyak tokoh baru yang sebenarnya menonjol di pihak Vagan. Pasukan Magicians Eight yang menggunakan Zedas-M tampil sebagai lawan-lawan yang menarik. Demikian pula dengan versi dewasa dari Desil Gallete, yang hadir kembali dengan MS hitam Khronos dan rasa permusuhan terhadap Flit.

Selebihnya, apalagi soal Ezelcant sendiri (yang makin kemari makin mengingatkanku akan Crux Dogatie dari Crossbone Gundam), tak banyak yang bisa kukatakan.

Oh ya, adegan-adegan pertempurannya, sekali lagi, lumayan seru. Jadi aku masih lumayan tertarik untuk tahu bagaimana semua konflik ini akan berakhir pada babnya Kio Asuno nanti.

24/01/2012

Gundam AGE, generasi pertama, berakhir!

Sesuai perkiraan bahwa masa tayangnya secara menyeluruh akan sekitar 50 episode, bab pertama Kidou Senshi Gundam AGE yang mengetengahkan Flit Asuno sebagai tokoh utama belum lama ini berakhir pada episode 15. Seri yang sebelumnya menuai kontroversi karena menjadi seri Gundam yang lebih ditujukan untuk anak-anak ini, sesuai pengharapanku, sama sekali tak berakhir buruk.

Episode-episode awalnya bisa dibilang lumayan, karena di samping memperkenalkan para karakter, secara baik memaparkan pula zaman luar angkasa yang menjadi latar cerita ini. Memang sejak awal terlihat kalau seri ini akan lebih banyak berisi elemen-elemen lama seri Gundam klasik, yang di-copas ke wujud baru. Tapi eksekusinya terbilang baik kok. Terutama adegan-adegan pertempurannya. Singkat kata, episode-episode awal itu bisa disebut seru. Setidaknya terlihat kalau penggarapannya serius.

Menjelang ke tengah, ada penurunan kualitas yang lumayan mengejutkan, seiring dengan diperkenalkannya dua wujud alternatif dari Gundam AGE-1, yakni Titus dan Spallow. Aku sudah membayangkan alternatif wujud ini takkan lebih dari sekedar menjadi tempelan belaka sih. Tapi cara perkenalannya itu sayangnya enggak sebaik episode-episode sebelumnya. Konflik yang dipaparkan di episode-episode ini kurang tergali, dan bahkan terkesan konyol. Eksekusi adegan-adegan pertempurannya menurutku juga agak mengalami penurunan.

Baru menjelang sepertiga akhir, cerita mengalami peningkatan kualitas secara berkelanjutan, dengan episode penutup yang dramatis. Ada tambahan misteri yang akan diperjelas di bab berikutnya, sekaligus menyiratkan jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan yang sebelumnya belum terjawab.

Kalau mau dibahas singkat, bab pertama Gundam AGE ‘hanya’ mengetengahkan bagaimana pelarian kapal induk Diva dari koloni Nora di bawah pimpinan Kapten Grodek Ainoa kemudian berkembang menjadi serangan balasan berskala besar terhadap musuh misterius UE. Didorong perasaan ingin membalas dendam atas UE yang menyebabkan kematian keluarganya saat koloni Angel diserang, Grodek ‘membajak’ Diva dan awak-awak kepalanya dan memanfaatkan Gundam AGE-1 yang dirancang dan dikemudikan Flit. Selanjutnya, mereka mengumpulkan pasukan yang terpisah dari wewenang Federasi Bumi melalui konflik antara dua kubu, Zalam dan Euba, di koloni luar angkasa Fardain. Kemudian mereka melakukan penyerangan terhadap markas UE yang akhirnya diketahui terdapat pada benteng luar angkasa terbengkalai milik Federasi, Ambat.

Aku sama sekali tak keberatan dengan target pemirsa anak-anak. Tapi aku punya masalah bila sesuatu itu dengan sengaja dibuat ‘konyol.’ Maksudku, cuma karena kita membuatnya untuk anak-anak, tak berarti kita harus membuat sesuatu itu ‘konyol’ kan? Memangnya kita mengharapkan anak-anak kita tumbuh menjadi orang-orang dewasa yang konyol? (Aku lagi ngebandingin sama seri anime Digimon Adventure pas ngetik ini.) Nah, ketiadaan pesan moral yang berarti menjadi apa yang paling menggangguku di seri ini, terutama di bagian cerita tentang Fardain. Sayangnya, sampai akhir episode 15, muatan moral ceritanya masih belum jelas, terutama dengan latar belakang konfliknya yang ambigu.

Ditambah lagi, ceritanya berakhir jauh lebih awal dari bayanganku. Meski kejadian yang ditengahkan di dalamnya signfikan, porsi perkembangan karakter di dalamnya sama sekali tak banyak. Lalu penceritaannya tak benar-benar bisa dikatakan ‘padat.’ Bahkan planet Bumi enggak kayak seri-seri Gundam lain sama sekali belum sampai menjadi latar cerita.

Seenggaknya, mengingat Gundam AGE tengah dibuat RPG-nya oleh Level 5, masih ada peluang aspek ceritanya diperluas. Lalu seenggaknya lagi di akhir bab, dengan satire gaya Gundam yang khas, diperlihatkan bagaimana hasil akhir yang didapat bukan sepenuhnya hasil akhir yang bahagia.

Semua harapan dan tanggung jawab sepertinya akan diwariskan kepada generasi berikutnya. Dan kita masih harus menunggu bagaimana Asemu Asuno, putra Flit, kelak akan berperan.

Info-info Lain

Ini enggak penting sih, tapi mengikuti tradisi yang mulai dicanangkan semenjak era Gundam SEED, sudah mulai banyak side story yang bermunculan seputar Gundam AGE. Tapi sejauh ini yang paling kukenal baru seri manga Treasure Star yang juga mengentengahkan sebuah Gundam yang serupa dengan Gundam AGE-1, dan berlangsung di masa yang sama dengan masa Flit. Konon bakal ada salah satu seri gaiden dari Gundam AGE yang akan lebih ditujukan bagi penggemar dewasa, tapi kalau soal itu aku masih perlu menggali info lebih banyak lagi.

Soal bab berikutnya, Gundam AGE-2 akan mengikuti kecendrungan Zeta Gundam dengan kemampuannya untuk berubah bentuk menjadi pesawat. Berbeda dari Flit, Asemu akan berusia 17 tahun di awal cerita dan tengah menanti masa kelulusan sekolahnya. Setelah koloni Trodain tempat tinggalnya diserang, ia akan bergabung dengan Pasukan Federasi Bumi di markas Big Ring dan turut bergabung sebagai awak kapal Diva yang kini dipimpin Millais Alloy.

MS Genoace kini telah memiliki penerus dalam bentuk Genoace II. Lalu MS produksi massal yang kini digunakan Federasi adalah Adele.

Woolf Eneacle juga akan muncul kembali dengan MS barunya, G-Bouncer.

Zeheart Galette, seorang murid pindahan misterius di sekolah Asemu, tampaknya akan hadir sebagai karakter rival. Ia mungkin dan mungkin tidak merupakan bocah misterius yang ditemui Flit dan kawan-kawannya menjelang kehancuran Ambat.

(dari sumber-sumber yang biasa)

18/10/2011

Gundam AGE itu seru…

Mungkin aku lupa cerita.

Beberapa bulan lalu, aku berhasil mendapatkan kopi dari keseluruhan episode seri anime Mobile Suit Gundam yang orisinil, dan terlepas dari usia animasinya yang kolot, aku bisa dibilang terpukau oleh eksekusinya.

Gimana bilangnya, ya?

Itu sebuah anime yang ‘seru’ dalam artian sesungguhnya. Sebagian besar episodenya membuat kita menaruh harapan tentang apa selanjutnya yang akan disuguhkan pada episode berikutnya. Dan aku kayak dibikin terkagum-kagum oleh keunggulan sederhana ini, yang jelasnya enggak banyak dimiliki oleh kebanyakan seri anime zaman sekarang.

Lalu, menonton seri Mobile Suit Gundam AGE yang baru (oke, buat yang satu ini, aku ga tahan buat nunggu rilisan resmi atau simulcastnya, tolong maafkan aku) mungkin ini cuma aku doang, tapi baru di episode kedua, aku udah merasakan sensasi itu. Perasaan penuh ingin tahu dan ingin cepat-cepat menonton episode lanjutannya. Yea, ini sebuah perasaan yang sudah lama banget enggak kurasakan. Dan ini sepenuhnya bersih dari perasaan pahit ambigu yang kudapat dari anime ‘seru’ terakhir yang kutonton, yakni Code Geass R2.

Jadi dengan ini kukatakan, setidaknya pada dua episode pertamanya, Mobile Suit Gundam AGE itu seru dan sangat menjanjikan. Jangan tertipu oleh desain karakternya, yang kekanakan dan mengingatkanmu akan Megaman Battle Network! Animasi mecha-nya mungkin tampak disederhanakan. Tapi animasi lain-lainnya, seperti koloni luar angkasa dan sebagainya, dibikin dengan luar biasa apik. Adegan-adegan pertarungannya pun boleh dibilang seru. Memang tak akan ada pertumpahan darah yang secara grafis diperlihatkan dalam seri ini, tapi hal itu dimaklumi mengingat segmen sebagian penonton seri ini adalah anak-anak. Mungkin perlu beberapa lama untuk membiasakan diri dengan latar dan karakternya (apalagi karena premisnya tipikal Gundam), tapi aku beneran enggak bisa bilang kalau seri ini jelek.

Ada beberapa perkembangan menarik di episode kedua, yang membuatku semakin penasaran tentang ke arah mana cerita seri ini akan dibawa. Dan seandainya seri ini bisa mengikuti jejak Mobile Suit Gundam SEED dalam mengadaptasi cerita seri yang orisinil, tapi dalam bentuk yang lumayan, maka seri ini bisa dibilang udah jadi suatu kesuksesan besar. Dan jangan lupa kita udah dijanjiin sebuah cerita yang mencakupi tiga generasi. Jadi bisa dibayangin gimana mempertahankan kualitasnya sebaik ini aja bakal menjadi sebuah tantangan besar.

Bicara soal anime-anime baru lain pada musim yang seru ini, sejauh yang aku dengar dan amati sendiri:

  • Guilty Crown: Agak kayak Code Geass, tapi tanpa tokoh utama dengan sisi gelap seperti Lelouch?
  • Persona 4 The Animation: Mungkin karena berusaha merekonstruksi game-nya, eksekusinya agak aneh.
  • Mashiro-iro Symphony: Hanya, sekali lagi, hanya untuk mereka yang moe terhadap galge.
  • Last Exile –Fam, the Silver Wing: Nuansanya beneran berbeda dari sebelumnya. Karena pengaruh trend, makanya tokoh-tokoh cewek diperbanyak? Lalu tokoh Dio yang muncul di dalamnya, ini beneran Dio yang sama dari Last Exile yang pertama? Dia bahkan melakukan Immelman Turn!
  • Fate/zero. Seri yang bahkan bisa ngebuat adegan-adegan percakapan doang terlihat keren sudah pasti bagus. Mau bilang apa lagi?
  • UnGo. …Yang pasti menarik perhatian.

Ah, dan belakangan aku merhatiin Kamen Rider Fourze dan seri GARO – Makai Senki yang baru juga.

Sekali lagi, Digimon Xros Wars dan Morita-san wa Mukuchi juga masih berlanjut.

EDIT:

Kyoukai Senjou no Horizon? …Aku ga mau komen soal itu

Tapi Chihayafuru ternyata bagus.

09/06/2011

Gundam AGE (news)***

Jadi, ada kabar tak disangka yang akhirnya keluar.

Melalui edisi Juli dari majalah komik Corocoro Comic terbitan Shogakukan, diberitakan soal bagaimana pengembang game Level 5 telah diminta untuk membantu pembuatan seri anime baru(!) Mobile Suit Gundam AGE yang akan dirilis musim gugur ini.

Katanya seri ini akan berkisah tentang tiga generasi pilot yang akan menggunakan sebuah unit Gundam untuk melawan sebuah musuh tak dikenal dalam Perang Seratus Tahun. Tokoh utama pertama adalah Furitto Asuno, yang ikut mengembangkan Gundam AGE-1 yang dilengkapi dengan sistem pembelajar mandiri AGE System. Kedua adalah Asemu Asuno, putra Furitto. Lalu yang terakhir adalah Kio Asuno, keturunan terakhir Furitto yang mewarisi Gundam. Gundam AGE-1 sendiri kabarnya bisa dikustomisasi menjadi Gundam AGE-1 Titus untuk tambahan tenaga dan Gundam AGE-1 Sparrow untuk tambahan kecepatan.

Tokoh-tokoh lain meliputi Emily, teman sejak kecil Furitto; Gulldeck(?), komandan dalam pasukan Federasi Bumi sekaligus kapten kapal induk Diva; serta Mires yang juga menjadi salah satu awak Diva.

Terlepas dari konsep ceritanya yang cukup di luar dugaan, sesuai bayanganku, seri AU baru ini mengikuti gaya ‘kartun’ yang pertama diangkat oleh G Gundam, meski desain mecha ‘mentah’-nya sendiri agak mengingatkan akan Gundam 00. Desain karakternya sendiri menyerupai desain anime untuk anak-anak ala Inazuma Eleven, tapi kuharap itu kelak takkan mengurangi bobot ceritanya. Sudah direncanakan sejak awal bahwa seri ini juga akan merambah ke plamo, game, dan permainan kartu. Tapi untuk suatu alasan, segala seri Gundam yang berbau kekanak-kanakan sejauh ini tak pernah benar-benar mengecewakan kok.

Keterangan dan gambar lebih lanjut lebih baik kalian cari sendiri. Tapi bila ada tambahan keterangan dari pengumuman tanggal 13 Juni nanti, akan kutambahkan pula di sini.

EDIT

Berdasarkan pengumuman resmi tanggal 13 Juni 2011, sutradara seri ini ditetapkan adalah Susumu Yamaguchi, sutradara sebagian besar film Keroro Gunso. Akihiro Hino, presiden Level 5, akan memantau penyusunan cerita. Desain mecha dibuat oleh Kanetake Ebikawa, Junya Ishigaki, dan Kenji Teraoka.

Soal sutradara, buatku tak ada masalah. Terlepas dari ceritanya, aku lumayan suka cara seri-seri Keroro Gunso dibawakan. Jadi menurut pendapatku, kita bisa optimis bahwa hasilnya takkan ngawur, sekaligus berharap akan adanya suatu kejutan.

Sayangnya, desain mechanya sejauh ini enggak bisa kukatakan keren. Mungkin cuma sebatas sekeren-kerennya RX 78-2. Aku enggak tahu apa ini disengaja. Tapi secara pribadi, Beginning Gundam dari Gunpla Builders masih lebih menarik perhatianku dibandingkan bentuk fisik Gundam AGE-1.

Sedikit tambahan soal mecha, masing-masing generasi sepertinya akan menerima versi upgrade dari Gundam pendahulu mereka. Jadi Gundam AGE-2 untuk Asemu dan Gundam AGE-3 untuk Kio. Tentu saja, detil wujud Gundam yang akan digunakan oleh keduanya masih belum diketahui.

Satu hal yang membuatku sangat penasaran adalah bagaimana persisnya keterlibatan Level 5 dalam proyek ini. Aku bisa mengerti jika mereka juga kelak akan mengembangkan versi game-nya. Tapi perlukah mereka sampai terlibat secara integral dalam proyek anime ini juga?

Aku sebelumnya lupa mengatakannya, tetapi sebagian besar staf animasi Gundam 00 akan kembali terlibat dalam seri ini. Jadi aku benar-benar berharap seri ini secara teknis akan bagus.

EDIT Lagi

Maaf update-nya agak telat, tapi sesuai dugaan, diberitakan bahwa Level 5 turut mengembangkan sebuah game bergenre RPG dari seri ini. Itu menjelaskan alasan mengapa mereka sangat terlibat dalam produksi anime-nya, dan keterlibatan mereka sejak awal seakan menunjukkan keseriusan mereka dalam menggarap proyek game ini.

Selain itu, video promo awal dari anime Gundam AGE sudah bisa diakses dari luar Jepang. Link-nya adalah sebagai berikut.

Melihat video promo itu, hasil akhirnya sepertinya akan persis sebagaimana bayanganku, dan menurutku sama sekali enggak bisa dibilang jelek. Mengikuti gaya khas Tomino, ada mecha-mecha aneh menyerang sebuah koloni lalu ada anak yang kemudian harus menggunakan Gundam. Segalanya terkesan retro tapi dengan visual modern. Gundam AGE-1 terlihat seperti perpaduan antara Gundam Exia dengan RX-78-2. Enggak keren sih, tapi kelihatan enak dilihat. Jelas didesain agar mudah digambar oleh anak-anak. Rasanya serupa seperti waktu melihat cuplikan adegan film layar lebar propaganda di movie Gundam 00 itu loh. Ada… semangat aneh yang bisa bikin terkesan.

Yang bikin aku masih penasaran sekarang adalah siapa yang akan menjadi ‘tokoh Char’-nya.

Bicara soal lain, aku sempat memperkirakan ini, tapi sama sekali tak menyangka ini akan menjadi nyata: ada proyek Gundam lain yang baru akan diumumkan tanggal 25 Juni nanti. Apa mungkin seri OVA atau proyek layar lebar lain? Apa sitasinya akan seperti kasus movie Gundam F91 dan Gundam 0083 yang dulu dirilis pada waktu hampir bersamaan? Yah, mari kita tunggu dan lihat nanti.

EDIT (18-7-2011)

Terjemahan ringkas dari info lebih lengkap yang dimuat di situs Zeonic Republic.

  • Perencanaan: Sunrise
  • Karya asli: Hajime Yatate & Yoshiyuki Tomino
  • Sutradara: Susumu Yamaguchi
  • Komposisi Seri/Cerita: Akihiro Hino
  • Desain Karakter Orisinil: Takuzou Nagano
  • Desain Karakter: Michinori Chiba
  • Desain Mekanikal: Kanetaka Ebikawa, Junya Ishigaki, Kenji Teraoka

Latar cerita: Di masa antariksa ketika emigrasi ke koloni-koloni luar angkasa dimulai berabad-abad sebelumnya. Perang perebutan kekuasaan di Bumi telah berakhir dan nampaknya sebuah era penuh kedamaian telah tiba. Tapi kedamaian dan ketenangan itu runtuh…

Sejarah:

  • AG 101 (Advanced Generation): Koloni luar angkasa Angel diserang musuh misterius UE (‘unknown enemy‘ – musuh tak dikenal) dan hancur. Tragedi ini dikenal sebagai ‘The Day the Angel fell‘ (hari malaikat jatuh). Semenjak saat itu, UE terus menimpakan kesulitan dan penderitaan bagi para penduduk di Bumi dan orbit sekitarnya.
  • AG 108: Peperangan dengan UE terus berlanjut. Koloni luar angkasa Ovan yang damai kemudian diserang. Di sana, Furitto (Flit?) Asuno yang berusia tujuh tahun kehilangan ibunya dalam peperangan. Oleh ibunya, Furitto dipercayakan memroy unit AGE DEVICE yang diturunkan dari generasi ke generasi. Di dalamnya, tersimpan cetak biru dari mobile suit kuno yang dulu diyakini pernah menjadi penyelamat: Gundam. Furitto kemudian mewarisi cita-cita ibunya dan bertekad untuk suatu saat menuntaskan pembuatan Gundam.
  • AG 115: Kini berusia lima belas tahun, Furitto dibawa ke pangkalan tentara Federasi Arinston di koloni luar angkasa Nora. Selama tujuh tahun ia telah bekerjasama dengan para peneliti di markas tersebut hingga akhirnya menyelesaikan pembuatan Gundam. Gundam dilengkapi dengan suatu perangkat pembelajaran mandiri bernama Age System yang memungkinkannya untuk terus berevolusi. Waktu yang ditakutkan akhirnya tiba, dan UE akhirnya sampai ke Nora…

Tambahan:

Beberapa karakter lain yang menonjol adalah Emily Armond, gadis teman masa kecil Furitto yang juga telah kehilangan ibunya; Dike Gunhale, teman sekelas Furitto dan Emily yang memandang Furitto sebagai rival, serta Vargas Dyson, kakek Emily yang bekerja sebagai kepala insinyur di Arinston.

Dari pihak tentara Federasi, selain Grudech Aynor yang memimpin Diva, hadir pula Millais Alloy, perwira wanita yang menangani komunikasi kapal; Lurgan Drace, komandan salah satu tim MS di Diva; serta Wolf Eniacl, pilot as Federasi yang dijuluki White Wolf dengan naluri tempurnya yang bagai binatang.

MS produksi massal milik Federasi yang dibuat khusus untuk menghadapi UE dikenal dengan nama Genoace. (Wolf memiliki Genoace  versi custom untuknya sendiri)

Age System merupakan bentuk digitasi dari hasil penelitian keluarga Asuno tentang konsep evolusi dari segala makhluk hidup. Bersama dengan bertambahnya data yang terkumpul dari pertempuran, sistem tersebut juga akan berevolusi. Agar bisa tumbuh dan berkembang bersama pilot, sistem ini bersifat unik bagi pilot yang terdaftar. Pada titik cerita ini, baru Gundam yang digunakan Furito saja yang memiliki sistem ini.

Age Device merupakan memory unit yang diwarisi secara turun temurun dalam keluarga Asuno. Di dalamnya terkandung data konseptual dasar dari Age System serta cetak biru dari Gundam. Data ini merupakan hasil kompilasi dari penelitian mandiri yang dilakukan keluarga Asuno. Semacam kombinasi rekaman teknologi yang terakumulasi dari masa lalu.

Yang baru diketahui tentang UE hanyalah MS Gafran milik mereka yang dapat berubah dari bentuk humanoid ke bentuk naga.

Komentar pribadiku: Premis ceritanya makin menarik. Sepertinya tak tertutup kemungkinan bahwa seri ini merupakan kelanjutan dari era UC.

(dari ANN, Zeonic Republic, dan sumber-sumber lainnya)