Posts tagged ‘Gundam SEED’

16/12/2014

Gundam SEED Destiny HD Remastered

Belum lama ini, aku menonton sampai habis sepuluh episode terakhir versi HD Remastered dari Kidou Senshi Gundam SEED Destiny. Menyusul selesainya pembuatan versi HD Remastered dari prekuelnya, Kidou Senshi Gundam SEED, seri ini pertama keluar tahun 2013 lalu, dan baru berakhir pengerjaannya (penayangannya?) pada awal tahun 2014 ini.

Kenapa aku baru menontonnya sekarang?

Sebenernya, aku enggak punya alasan yang bener-bener bagus…

Tapi semenjak aku pertama dengar tentangnya, aku memang sudah lama penasaran tentang versi HD ini. Alasannya karena sebagaimana yang kebanyakan penggemar seri Gundam tahu, seri Gundam SEED Destiny merupakan seri yang paling banyak dicecar dan dikritik oleh para pemerhatinya semenjak pertama tayang tahun 2004 lalu (penayangannya berakhir tahun 2005).

Alasannya kenapa?

Ceritanya agak panjang. Tapi pendeknya: ceritanya… kurang begitu bagus.

Itu bukan sekedar menurutku pribadi. Seri ini secara umum dipandang mengecewakan bahkan oleh para penggemarnya. Karenanya, begitu mendengar bahwa versi HD-nya akan dibuat untuk memperingati ulang tahun kesepuluh seri ini, dan dikatakan bahwa akan ada perbaikan-perbaikan yang akan dilakukan terhadap naskahnya, dan semua episode klip dan kilas balik yang dulu ada akan disingkirkan, ketertarikanku terhadap versi ini sedikit tumbuh.

Ceritanya seriusan akan bisa diperbaiki? Aku skeptis. Tapi ya, aku mulai penasaran.

Format Layar Lebar

Aku agak lupa persisnya kapan, berhubung aku sendiri enggak langsung sadar. Tapi pada pertengahan dekade tahun 2000an, format penayangan anime yang sebelumnya berlayar ‘kotak’ mulai beralih ke format layar lebar berbentuk ‘persegi panjang.’ Gampangnya, proses ‘HD Remastered’ meliputi perubahan format penayangan yang sebelumnya kotak tersebut ke bentuk layar lebar.

Arti aslinya sebenarnya bukan ini sih.

HD sendiri merupakan kependekan dari istilah high-definition (definisi tinggi), yang mengacu pada kepadatan jumlah pixel yang menyusun sebuah gambar digital dibandingkan yang sebelumnya. Intinya: resolusinya lebih baik. Gambarnya (harusnya) lebih tajam! Standar HD kalau enggak salah adalah 720p? Sial, aku enggak yakin juga soal ketentuannya.

Yah, soal teknisnya, ntar aku cari tahu lagi nanti.

Pokoknya, aku ingat banget kalau seri keluaran Sunrise pertama dalam format HD yang aku tahu adalah Code Geass: Hangyaku no Lelouch. Sedangkan seri Gundam pertama yang mendapat perlakuan format demikian adalah Gundam 00. Dan aku pertama sadar soal ini sewaktu menonton kembali episode-episode Eureka Seven setelah sekian lama. Dulu aku terpukau oleh visualisasi Eureka Seven. Tapi sesudah melihatnya lagi, hal pertama yang terlintas di kepalaku adalah “Hah? Layarnya kotak?”

Balik ke soal Gundam SEED dan Gundam SEED Destiny. Di samping perubahan bentuk dan ukuran layar, penggarapan versi HD Remastered di sini juga mencakup perbaikan cara penganimasian sejumlah adegan serta hal-hal teknis secara umum.

Buat versi HD Gundam SEED yang keluar sebelumnya, ini terutama kerasa pada cara penggambaran sejumlah mechanya, yang secara drastis meningkatkan kualitas adegan-adegan aksinya. (Yang juga mencolok di versi ini adalah penganimasian MS Perfect Strike Gundam pada salah satu episode di koloni Mendel, yang memang merupakan varian yang sebelumnya tak ada di serinya yang asli.) Sedangkan buat Gundam SEED Destiny… yah, pada awalnya aku ngerasa perlakuan HD bakal benar-benar dibutuhin karena begitu banyaknya hal yang perlu diperbaiki.

C.E. 73

Masuk ke soal hasilnya sendiri. Hal pertama yang disadari, yang agak mengecewakan, adalah pada bagaimana pembuatan format layar lebar ini enggak mencakup penambahan gambar untuk setiap framenya. Yang mendapat perlakuan kayak gini hanya sebagian frame saja. Kebanyakan frame malah hanya dipotong atas dan bawahnya agar jadi ‘lebar.’

…Seenggaknya, kesan yang kudapat itu kayak gitu sih.

Maksudku, sebagian frame pada versi HD dari Gundam SEED juga cuma digituin, terlepas dari perbaikan adegan dan animasinya.

…Oke, pikirku. Mungkin penggarapannya enggak benar-benar HD. Tapi seenggaknya adegan-adegan aksi dan lainnnya bakal diperbaiki ‘kan? Jadi ya sudah.

Makanya, aku berusaha buat enggak terlalu mempermasalahkan soal ini.

(Kalau ada di antara kalian yang enggak ngerti apa maksudku di sini, sudahlah, jangan terlalu dipikirin.)

Walau aku ngomong demikian, versi HD ini tetap jadi versi yang paling aku rekomendasikan buat kalian-kalian yang baru pertama tertarik terhadap seri Gundam SEED dan sekuelnya. Tapi karena alasan itu juga, aku jadi skeptis dengan hasil penggarapan HD Gundam SEED Destiny. Karena kayaknya, para produsernya enggak segitu berminat melakukan perombakan besar-besaran drastis pada ceritanya, sekalipun mungkin itu yang sebenarnya dibutuhkan.

Dulu Gundam SEED Destiny mendapat banyak cercaan karena kualitas ceritanya ngedrop akibat sakit kronis yang melanda Morosawa Chiaki, sang penulis naskah utama.

Ada lumayan banyak pertanyaan soal apakah cerita Gundam SEED Destiny jadi kayak gini karena ‘keadaan’ membuatnya demikian, atau karena visi awal yang direncanakan untuknya memang kayak gitu. Itu satu pertanyaan yang kuharap bisa terjawab dengan versi HD ini. Terutama karena di awal-awal, Gundam SEED Destiny dianggap semua orang memiliki potensi cerita bagus yang sangat, sangat besar.

Jadi bagaimana hasilnya?

Sebelumnya, seperti yang kubilang di atas, dari total 50 episode untuk versi ini, yang aku lihat kemarin cuma 10 episode terakhir. Alasannya karena episode-episode terakhir ini yang menurutku paling memerlukan perbaikan. Di samping itu, sejauh yang sempat aku lihat sebelumnya, episode-episode awal yang menampilkan Armory One dan Junius Seven memang tak mengalami banyak perubahan signifikan. Ditambah lagi, aku agak malas melihat ulang bab konflik antara ZAFT dan Orb yang menurutku merupakan bagian paling menyakitkan untuk dilihat di seri ini sih.

…Kusampaikan pendapatku dalam poin-poin pendek deh.

  • Untuk suatu alasan, sejumlah frame yang menampilkan nudity atau semi-nudity semakin ditonjolkan dan diperjelas.
  • Ekspresi-ekspresi para karakternya dipertegas emosinya.
  • Ada peningkatan kualitas signifikan dalam penceritaan. Cuma, ya itu, ini ternyata masih tetap cerita Gundam SEED Destiny yang sama.
  • Stock footage yang dipakai berulang masih banyak dan ada. Tapi secara relatif, sekarang stock footage tersebut tertata lebih baik. Pemutaran ulang adegan-adegan ini jadi banyak digunakan untuk menampilkan kilas balik sesaat sekaligus memberi penekanan terhadap konteks pembicaraan para karakternya. Cuma, ya itu, masih tetap banyak.
  • Bicara soal konteks pembicaraan, Sunrise enggak bohong soal adanya penambahan dialog-dialog baru. Dialog-dialog baru ini (buatku, seenggaknya) memperjelas beberapa hal dalam cerita yang sebelumnya memang tersamar. Intinya, dialog-dialog ini menyampaikan konteks lebih baik tentang apa yang terjadi di seri ini. Sebagian percakapan kayaknya bahkan direkam ulang. Ini satu hal yang paling kusyukuri dari versi ini.
  • Adegan-adegan aksinya tertata lebih rapi. Pengaturan temponya lebih baik. Ini paling terasa pada klimaks cerita yang berlangsung pada tiga episode terakhir. Mereka menggabungkan adegan pertempuran dari versi episode spesial Final Plus ke dalam cerita, dan ini yang membuat hitungan jumlah episodenya tetap sama dengan versi TV aslinya.
  • Perbaikan beberapa detil yang sempat diberikan pada versi Special Edition lucunya malah luput masuk di versi ini. Ini paling terlihat pada adegan penemuan surat dan catatan harian Meer Campbell menjelang akhir seri. (Aku ngelihat versi streaming-nya sih, jadi mungkin di versi DVD/BD ini sudah diperbaiki.)
  • Hampir lupa. Musiknya mengalami peningkatan kualitas signifikan. Baik BGM maupun sejumlah soundtrack remix di versi ini beneran enak didengar.

Kalau boleh agak kasar, salah satu kelemahan Gundam SEED Destiny ada pada sejumlah perkembangan ceritanya yang kurang masuk akal. Tapi kalau mengesampingkan itu, bagi yang suka, ini tetap seri aksi mecha yang menarik sih.

Sekarang lebih jelas kalau paruh awal Gundam SEED Destiny kayak memang dimaksudkan untuk menampilkan gimana para karakter yang semula dikira protagonis—dalam hal ini Shinn Asuka dan kawan-kawannya—bisa jatuh ke sisi salah. Lalu baru menjelang paruh kedua seri, para karakter utama dari Gundam SEED—yaitu Kira Yamato dan kawan-kawannya sendiri—sepenuhnya kembali dalam konflik dengan maksud untuk memperbaiki keadaan. Lalu terjebak di tengah semua ini, adalah Athrun Zala, mungkin bisa dibilang tokoh utama sesungguhnya, yang semula memiliki niat mulia untuk menebus kerusakan yang semula dipicu oleh ideologi ayahnya, tapi kemudian malah terseret ke dalam pusaran konflik kepentingan baru yang berdampak ke seluruh dunia.

Jadi enggak. Enggak tahu kenapa para pembuatnya enggak mengadopsi sepenuhnya rute konflik Zeta Gundam seperti mereka dulu mengadopsi alur konflik Kidou Senshi Gundam pada Gundam SEED. Padahal itu opsi yang dengan gampang sekali bisa mereka ambil. Mereka beneran mau mencoba arah perkembangan cerita baru yang memang enggak biasa dan belum pernah dilakukan sebelumnya sih.

Sekarang setelah semua itu jelas, jujur saja, hasilnya buatku kerasa agak aneh. Tapi aku ngerti sekarang, dan kurasa itu bisa kuterima. Jadi, uh, oke.

“Karena sekarang aku punya ‘kemarin,’ aku ingin tahu tentang hari esok…”

Selebihnya, aku perlu menyinggung soal pertempuran terakhir.

Pertempuran terakhir di versi TV asli, di versi episode spesial Final Plus, dan bahkan di versi kompilasi Special Edition juga, sama-sama ditampilkan agak singkat dan beneran berat sebelah. Di versi HD kali ini diperjelas soal apa sebenarnya yang para pembuatnya ingin buat, yaitu soal gimana Kira, Athrun, dan kawan-kawan mereka beneran dikejar waktu untuk mencegah penembakan ulang sebuah senjata penghancur massal, dan untuk itu mereka harus berhadapan dengan pasukan lawan yang membuat mereka benar-benar kalah jumlah.

Pertempuran final di versi HD ini, dengan temponya yang lebih tertata, terasa lebih genting dan seolah berlangsung jauh lebih imbang. Ada proses segmentasi yang diberikan di dalamnya, sehingga semua enggak lagi terasa terjadi sekaligus seperti sebelumnya. Bulan, yang menjadi latar pertempuran terakhir ini, sekaligus lokasi di mana benteng luar angkasa rahasia Messiah milik ZAFT disembunyikan, terasa jauh lebih besar. Juga diperjelas tentang bagaimana Cagalli Yula Atha tak ikut teman-temannya—yang ke luar angkasa, untuk mengumpulkan intelejensi tentang langkah berikutnya ZAFT—karena harus tinggal di Bumi sebagai hampir satu-satunya pemimpin dunia yang masih menentang pemimpin ZAFT, Gilbert Durandal. Ditambah lagi, keputusan ini jadi terasa sangat logis mengingat bagaimana pertempuran terakhir ini ternyata pecah karena perkembangan situasi yang benar-benar dadakan.

(…Kalau kalian membandingkannya dengan Gundam SEED dulu, hal ini memang kerasa agak mengecewakan mengingat bagaimana build up menuju pertempuran klimaks di seri itu benar-benar terasa dalam sepuluh episode terakhir.)

Umm, Yzak Joule dan Dearka Elmsman sama-sama tetap tak mendapat banyak porsi cerita. Mereka malah agak terasa jadi kayak comic relief di bagian-bagian akhir, kalau menilai dari percakapan yang berlangsung di antara mereka.

Lalu Shiho Hahnenfuss, yang berada di antara keduanya, juga masih tetap tak mendapat porsi bicara.

Tapi sekali lagi, pertempurannya lebih seimbang. Kira dengan MS Strike Freedom dan Athrun dengan MS Infinite Justice, serta Neo Roanoke dengan MS Shiranui Akatsuki Gundam, sama-sama dipaksa ‘ke mana-mana’ selama di medan perang karena saking banyaknya lawan mereka. Pasangan Shinn Asuka dengan MS Destiny Gundam dan Rey Za Burrel dengan MS Legend Gundam menjadi lawan tandingan yang lebih dari seimbang bagi Kira dan Athrun, yang keduanya sama-sama harus hadapi.

Rey di sini ditampilkan lebih jelas seperti apa pribadinya. Ada adegan-adegan percakapan ekstensif (agak panjang) antara dirinya dan Shinn menjelang episode terakhir, yang memuncak dengan pembeberan kalau usianya tak lama dan soal bagaimana dirinya adalah seorang klon. Di sini diperkuat kesan kalau Rey memang bermaksud untuk memanipulasi Shinn, tapi enggak lagi dalam artian kalau dirinya sepenuhnya jahat juga. Ada kesan kalau keputusasaan yang Rey sendiri rasakan terhadap keadaannya juga berusaha ditampilkan, dan keputusasaan ini yang membuatnya kayak menaruh harapan pada Shinn. Pilihan yang diambilnya agak sedikit berbeda dari apa yang Rau Le Creuset ambil, sekalipun motivasi yang melandasi keduanya persis sama.

Lalu lucunya, hampir sepenuhnya berlawanan dengan di versi aslinya, di versi HD ini, baik Kira maupun Athrun sama-sama terkesan menang ‘untung-untungan’ atas Rey dan Shinn. Apa yang terjadi di momen penentuan dalam pertarungan masing-masing memang sama dengan versi-versi terdahulu. Tapi entah gimana, penambahan durasi animasi sebelum adegannya malah menghasilkan kesan yang sama sekali beda.

Sesudah kejar-kejaran panjang dan saling adu DRAGOON, di mana keduanya saling menghindari dan menghancurkan DRAGOON satu sama lain, Kira menyadarkan Rey kalau terlepas dari kesamaan keduanya, Rey bukanlah Creuset. Lalu kesempatan yang timbul selama sesaat itu yang memungkinkan Kira untuk mengalahkannya.

It’s kinda weird. Ini sama persis dengan yang berlangsung dengan di versi-versi sebelumnya. Tapi aku menanggapi dan memahaminya dengan cara berbeda. Kalau dipikirin di konteks versi ini, entah gimana it does make some sort of sense. Ucapan itu yang mematahkan mantera yang Gilbert punyai atas Rey, dan yang kemudian melandasi pilihan yang Rey ambil di puncak cerita. Mungkin karena di versi ini, motivasi yang melandasi Rey lebih jelas dikemukakan dibandingkan versi-versi terdahulu.

Di sisi lain, kemenangan Athrun atas Shinn juga tak jauh beda. Intervensi tiba-tiba Lunamaria Hawke dengan MS Force Impulse Gundam (sesudah pertempuran berulang Luna dengan Black Tri-Stars) masih terjadi. Tapi cuma dengan adanya celah itu Athrun dapat bereaksi secepat kilat untuk melumpuhkan Destiny Gundam dalam jarak dekat sekaligus menyelamatkan Luna dari Shinn yang gelap mata. Adegannya kayaknya terasa lebih masuk akal karena sudah diperjelas tekanan apa yang dibebankan pada Shinn akibat manipulasi Rey atas dirinya. Lalu sesudah itu pun keadaan masih genting karena masih ada keperluan yang harus Athrun tangani.

Adegan kejar-kejaran panjang antara dua kapal induk, Archangel yang dipimpin Murrue Ramius, melawan Minerva yang dipimpin Talia Gladys, juga di luar dugaan lumayan kunikmati. Perseteruan dua kapal ini ditampilkan lebih intens, apalagi mengingat seringnya mereka berhadapan di episode-episode sebelumnya. Rivalitas antara dua pemimpin kapal induk menjadi hal agak langka dari sebuah seri Gundam, dan itu lumayan ditonjolkan di seri ini.

Archangel menang karena berhasil melakukan barrel roll yang menghancurkan sisa arnamen yang Minerva miliki, sebelum Athrun berhasil kembali tepat waktu untuk melumpuhkan permesinan Minerva. Tapi pertempurannya beneran nyaris, dengan Archangel yang sempat hampir kalah karena harus melindungi Eternal di mana Lacus Clyne berada, yang menjadi pusat komando seluruh pasukan mereka. Lalu di tengah klimaks itu pun mulai ditampilkan indikasi tentang alasan Talia menyuruh para awak kapalnya menyelamatkan diri sementara dirinya pergi ke tempat Durandal.

Lalu tentang adegan puncak di seri ini, yang menjadi salah satu teka-teki terbesar pada seri yang asli…

Damn. Ini agak menarik.

Tapi mending kalian lewati saja paragraf-paragraf berikut bila benar-benar tak mau di-spoiler. Walau apa yang berlangsung di adegan ini sejak awal memang agak enggak jelas juga sih.

Jadi, buat yang belum tahu, di sepanjang cerita SEED Destiny, diimplikasikan bahwa Talia dan Gilbert Durandal sama-sama pernah memiliki semacam hubungan di masa lalu. Lalu hubungan tersebut kandas karena Talia ingin bisa punya anak. Kaum Coordinator, di balik keunggulan genetik mereka, memang telah dikisahkan mengalami fenomena penurunan kesuburan, walau aku agak lupa persisnya itu dulu diceritakan di bagian mana. Lalu Talia akhirnya meninggalkan Gilbert secara baik-baik untuk menjalin hubungan dengan seorang pria lain, dsb. dan diimplikasikan bahwa akhirnya dia punya anak.

Cuma, yah, sesuatu nampaknya terjadi. Aku enggak yakin persisnya apa. Dan aku juga enggak yakin apakah anak Talia masih ada atau enggak. Sebab, mengingat suatu adegan tertentu di awal seri, dan menilai kepribadiannya, aku juga enggak yakin apa Talia masih berkeluarga. (Ini seriusan memperkuat dugaanku kalau semua perkembangan cerita ini sejak awal memang sudah direncanakan.)

Kalau aku ada info soal ini, nanti aku update deh.

Tapi kayak, tiba-tiba saja terlintas di kepalaku, pada adegan saat Kira menerobos masuk ke dalam Messiah untuk mengkonfrontasi Durandal dengan todongan pistol. Lalu di sana hadir juga Talia, Rey, dan kemudian Athrun. Kemudian semuanya tiba-tiba kayak ‘klik’ di kepalaku begitu saja.

Durandal telah terobsesi dengan Destiny Plan yang dicetuskannya, dan pada puncaknya ia melepaskan tembakan senjata pemusnah massal yang memakan nyawa pasukannya sendiri.

Kira hadir karena kelihatannya ia menyadari latar belakang dari mana Durandal berasal. Tapi selain itu terutama juga karena ancaman berulangkali yang Durandal telah lakukan terhadap nyawa perempuan yang dicintainya.

Rey hadir di sana karena kesadarannya berkat perkataan Kira.

Lalu Talia hadir di sana… untuk suatu alasan. Tapi sesudah tembakan senjata pemusnah massal yang dadakan itu, jelasnya Talia seperti merasa bertanggung jawab dan dilanda perasaan bersalah. Ia merasa dirinyalah pemicu awal mengapa Durandal sampai berubah jadi orang kayak demikian.

Kalau aku ceritainnya kayak gini, jadinya beneran enggak keren sih.

Tapi intinya, aku nangkepnya bahwa Talia menolak Durandal di masa lalu bukan sekedar hanya karena mereka tak bisa punya anak. Tapi lebih karena gimana Durandal demi punya anak itu, sampai melanggar traktat internasional dan melibatkan diri dalam proyek Ultimate Coordinator, dan berujung pada gimana salah satu klon seperti Creuset, yakni Rey, jatuh di bawah asuhannya. Lalu ada juga kemungkinan soal gimana Talia sempat menjadi surrogate mother bagi Rey ini, dan dia tak tahu pada mulanya, dan setelah segala konflik yang terjadi, mereka akhirnya putus secara baik-baik. Makanya Rey memanggil Talia dengan sebutan “Ibu”, dan karena itu pula baik Gilbert dan Talia sama-sama menanggung suatu luka masa lalu.

Lalu menyaksikan semua yang terjadi, hadir Kira dan Athrun, yang sama seperti kita, dari ekspresi muka mereka saja jelas-jelas kelihatan kalau mereka juga kebingungan dengan apa yang baru terjadi.

Muka mereka, di tengah semua kehancuran yang lagi berlangsung, sama-sama kayak… kehilangan kata-kata gitu. Keduanya, kayak kita, sama-sama nyadar bahwa sesuatu pasti pernah terjadi antara Durandal, Rey, dan Talia. Tapi mereka enggak tahu persisnya apa. Dan ini secara enggak disangka ternyata emang nyambung dengan tema ‘ikatan-ikatan masa lalu’ yang beberapa kali seri ini angkat.

Lalu aku kemudian tiba-tiba nyadar soal makna dimasukannya Athrun ke adegan ini.

Pada versi TV SEED Destiny yang orisinil, hanya Kira seorang yang mengkonfrontasi Durandal. Tapi karena suatu alasan, di versi Final Plus dan Special Edition, Athrun dibuat menyusulnya karena khawatir dengan tindakan yang diambil Kira sendirian.

Alasan Athrun jadi dimunculkan di adegan ini, padahal ujung-ujungnya dia terkesan enggak ngapa-ngapain (di samping karena secara teknis, dirinyalah tokoh utama yang sesungguhnya), kayaknya adalah agar dirinya bisa menyampaikan pesan Talia pada Murrue agar sesekali Murrue menengok anaknya.

Alasan Athrun yang mendapat peran ini tentu saja karena hanya Athrun saja di pihak Terminal yang pernah berinteraksi dengan mereka bertiga.

Lalu kenapa Talia sampai rela ikut mati, alasannya kurasa untuk menebus pilihan masa lalunya yang ternyata membuat Durandal dan Rey sampai ‘jatuh.’ Dan Talia bisa begini karena berada dalam kondisi di mana dirinya sudah tak lagi bisa melihat anaknya. Bisa jadi karena anaknya sudah wafat, dan ‘menengok’ yang dimaksudkannya adalah mengunjungi makam. Tapi kurasa bisa juga karena anaknya telah diadopsi oleh keluarga lain dan bukan ‘anaknya’ lagi.

Sama kayak masa lalu dari orang-orang yang kita sayangi, mungkin memang selalu ada pertanyaan-pertanyaan tertentu yang pada akhirnya takkan pernah bisa kita jawab.

The Chosen Future

Bicara soal mecha, SEED Destiny sayangnya memang termasuk yang agak kurang jelas kasusnya.

Aku enggak termasuk yang mempermasalahkan desain MS Infinite Justice, walau ada sebagian temanku yang memandang desain peralatan punggung Justice yang pertama jauh lebih keren. Tapi menonton SEED Destiny lagi memang membuatku nyadar kalau desain Strike Freedom ternyata benar-benar enggak bisa kuanggap keren. Terlepas dari konsep desainnya sendiri, persendian berwarna keemasan itu buatku agak ‘merusak,’ dan itu masih belum setengah dari keluhanku.

Tapi sudahlah.

…Mending aku enggak memulai perdebatan soal MS di sini.

Dulu pernah ada diskusi panjang tentang konsep desain Strike Freedom yang mencakup performa kecepatannya dibandingkan Destiny Gundam, sayap-sayapnya, persenjataannya, dan sebagainya. Jadi mending enggak kita ulas di sini.

Tapi aku sempat penasaran dengan jumlah tembakan sinar yang dilepas Strike Freedom pada saat Full Burst bila dibandingkan Freedom yang awal. Aku kayak terus menghitungnya berulangkali pada sejumlah adegan, karena konfigurasi persenjataan yang berbeda antara keduanya, dan ini menjadi kayak keisengan tersendiri. (Jawab: bila kedelapan DRAGOON Strike Freedom tak ikut ditembakkan, karena sulit berfungsi selain di luar angkasa, jumlah sinarnya sama-sama lima. Strike Freedom tak punya pasangan meriam bahu seperti Freedom. Tapi MS ini memiliki meriam di dada serta senapan ganda, dengan Beam Shield yang menghilangkan kebutuhan perisai yang semula ada di Freedom.)

Akhir kata, di versi ini pun, ceritanya still kinda sucks. Tapi ini relatif yang terbaik yang bisa kita dapat. Ini versi yang paling kurekomendasikan bila kalian tertarik pada SEED Destiny secara sepenuhnya. Dan aku tetap bersyukur versi ini ada karena aku jadi lebih bisa menghargai ceritanya.

Sutradara Fukuda Mitsuo di musim ini juga kudengar menjadi salah satu pencetus seri Cross Ange, di mana belum apa-apa sudah ada banyak keputusan penyutradaraan yang kontroversial di kalangan penggemar.

Agak susah menilai apakah hal-hal ini disengaja atau tidak, dan aku juga ga yakin apa aku punya kapasitas buat menilai. Tapi kayak… sengaja membuat orang enggak suka, kemudian suka, atau sebaliknya; nekat memanipulasi perasaan kayak gitu… apa boleh/layak dilakukan?

Pastinya, belajar dari karya-karya beliau, seenggaknya aku sadar kalau hal-hal tersebut memang bisa dilakukan.

…Aku masih perlu belajar banyak.

Iklan
09/01/2012

Mobile Suit Gundam SEED HD Remastered (news)

Sori, masih agak sibuk belakangan

Jadi seperti yang sempat saya sebut dalam postinganku terdahulu, Kidou Senshi Gundam SEED yang fenomenal belum lama ini akan di-stream di beberapa saluran, dalam format yang telah di-remastered ke HD. Dengan ini kita bukan hanya bisa mengharapkan animasi yang lebih memukau,  tapi juga format penayangan yang telah diedit ke layar lebar. Kudengar ini sebagai bentuk penghargaan atas ulang tahun seri ini yang kesepuluh. (Wow, udah sepuluh tahun lagi?)

Meski sempat gandrung, Gundam SEED tak berakhir semengesankan yang kuharapkan. Jadi sebenarnya aku bukan penggemar sepenuhnya dari seri ini. Kesan kuatnya di awal-awal menurutku agak rusak oleh perkembangan karakter dan melodramanya yang dangkal. Ah, ditambah lagi adegan-adegan pertempuran mecha-nya yang tak seru dan hanya didasari oleh saling pose dan teriak-teriakan.(Penyebabnya kabarnya karena Sunrise masih belajar tentang cara membuat animasi secara digital.)

Tapi saat aku secara iseng melihat ulang episode pertama versi baru ini, sesuatu mengusik minatku. Aku memperhatikan beberapa detilnya, dan entah gimana teringat kembali akan bagaimana desain latar dunianya dulu menjadi salah satu sumber ketertarikanku terhadap seri ini. (Makanya aku sangat suka Gundam Unicorn, karena memiliki detil latar sangat banyak yang sekaligus menjadi homage bagi sekitar tiga seri TV.) Mitsuo Fukuda sejak dulu tahu bagaimana membuat sesuatu jadi enak dilihat. Tapi apa ia dulu sejago ini dalam memainkan peralihan-peralihan frame yang dinamis begini?

Aku mencari-cari info lagi, dan menurut info dari akun twitter beliau, ternyata bukan hanya visual seri ini yang akan diperbaiki. Takkan ada episode berisi ringkasan. Beberapa adegan akan sampai digambar/dibuat ulang. Total episode hanya akan sampai 48, jadi itu berarti akan ada pengeditan cerita. Lalu musiknya akan baru, dengan versi remix dari theme song yang sebelumnya digunakan. Sial. Pantas saja aku bisa mengakui kalau episode pertamanya keren!

Yah, gimanapun, 10 tahun sudah berlalu semenjak penayangan pertama Gundam SEED. Sudah ada sekitar lima tahun semenjak Gundam SEED Destiny merusak segalanya. Ditambah lagi, aku tak pernah benar-benar sampai membenci Gundam SEED. Hanya sampai sebatas dibuat risih dan heran pada beberapa bagian. Yang dulu benar-benar mengecewakanku adalah Gundam SEED Destiny.

Jadi, kurasa itu berarti, perkembangan seri ini di versi ini akan menjadi sesuatu yang kuperhatikan ke depan.

29/12/2010

Patch Terjemahan SRW J

Ini enggak penting sih, tapi setelah penantian sekitar setahun semenjak diumumkan akan beres, tim romhacker yang dipimpin Kaioshin akhirnya menuntaskan proses hack dan penerjemahan independen dari game keren ini.

Buat yang belum tahu, Super Robot Taisen J atau Super Robot Wars Judgment merupakan satu dari sekian banyak game SRW (genre: SRPG) buatan Banpresto yang sempat keluar di konsol GameBoy Advance. Pertama dirilis pada tahun 2005, secara visual, ini adalah game SRW terkeren di konsol ini. Grafis dan animasinya halus serta desain karakter-karakter dan mecha-nya sangat menarik. Ceritanya, setahuku, dari segi plot mungkin memang bukan yang terbaik sih. Tapi sewaktu mencoba, aku amat terkesima saat mendapati betapa bagusnya kualitas editan naskah yang telah dilakukan oleh Deets. Segala event yang dihadirkan begitu enak diikuti dan terasa teramat sangat menarik. Karakter-karakternya terasa ‘hidup’ secara alami gitu, dan sebagai sesama penulis aku nyadar bahwa itu tak lain karena kualitas tulisannya.  Dari segi sistem, ada perombakan lumayan besar yang membuatnya agak berbeda dari yang lainnya. Sedangkan dari segi suara, yah, cukup lah. Game ini termasuk game SRW yang berkesan ‘kasual’ dengan tingkat kesulitannya yang relatif mudah serta visualisasinya yang apik. Karena itu, bagusnya kualitas naskah teramat berkontribusi terhadap kenikmatan game ini.

Ceritanya sendiri seputar hadirnya suatu faksi misterius yang sebenarnya merupakan penyebar benih kehidupan di Bumi. Mereka bermaksud melakukan ‘penghakiman’ terhadap tindak-tanduk orang Bumi yang masih mengobarkan peperangan bahkan hingga ke luar angkasa. Seri-seri yang dilingkupinya kali ini meliputi Gundam SEED, Martian Successor Nadesico, G Gundam, Tekkaman Blade, Combattler V, Mazinkaiser, SPT Layzner, Dancouga, Full Metal Panic! dsb. Ada dua tokoh utama yang bisa kita pilih, yakni remaja lelaki yang agak penakut bernama Touya Shun, serta perempuan 20an tahun yang memiliki masa lalu traumatis Calvina Coulange. Keduanya memiliki alur cerita berbeda yang sejauh yang kutahu, tak memiliki hubungan dengan satu sama lain. Lalu untuk awalnya, ada tiga robot yang dapat kita pilih. Salah satunya, Bellzelute, merupakan salah satu mecha Banpresto Original paling dikenal karena kerumitan detil desainnya. Kisah dibuka dengan bergabungnya kita sebagai awak kapal induk Nadesico yang akan dikirimkan dalam misi ke Mars. Tapi pengiriman pesawat pribadi berkekuatan tempur besar di tengah masa-masa perang ini menuai konflik dengan berbagai pihak. Yah, lalu satu dan lain hal terjadi dan cerita semakin berkembang.

Sama dengan kasus game-game SRW lainnya, akan ada benturan antar pemegang lisensi berbagai seri yang tercakup di dalamnya apabila game ini diterjemahkan secara resmi ke dalam Bahasa Inggris. Karena itu status translation patch ini bisa dikatakan relatif aman kok. Kalau bisa kalian memiliki cartridge game aslinya juga.

Bagi yang berminat untuk mengunduh, dapat melihat sendiri ke situs aerie.wingdreams.net.

Banyak kudos dan terima kasih atas semua kerja keras Kaioshin dan timnya.

04/05/2010

Rumor-rumor Gundam SEED

Suatu hari, aku mengobrol dengan temanku tentang adegan-adegan pertarungan mecha yang menurutnya keren. Lalu pembicaraan kami sampai ke suatu titik di mana aku kemudian bertanya, “Hei, kamu masi inget enggak adegan-adegan pertempuran mana aja yang keren di Gundam SEED?”

Lalu entah mengapa, kami sama-sama malah terdiam, termenung, kemudian berpikir lama.

Yea, aku memang kurang menyukai Gundam SEED karena beberapa alasan. Aku juga selalu mikir bahwa aku tak pernah sampai benar-benar membencinya sih. Hanya saja, bila aku (dan temanku) sampai merasa seri sepanjang 50an episode ini (beserta season keduanya) tak memiliki satuPUN adegan pertarungan yang berkesan, kok rasanya sebagai serial mecha di seri ini ada sesuatu yang salah banget ya? (berkenaan seri-seri Astray dan Gundam SEED Destiny, itu cerita yang sama sekali lain)

Eniwei, aku menjadi penasaran dengan konsep asli yang diharapkan dari seri ini. Lalu mulai secara iseng mengunjungi bermacam forum (pendapatku tentang seri ini tetep ga akan berubah BTW), dan tanpa sengaja, aku menemukan sejumlah rumor menarik yang menegaskan betapa tak beresnya proses produksi dari subfranchise terkenal ini. Sebagian di antaranya sudah kuketahui, sebagian di antaranya tidak.

Semua rumor simpang siur berkenaan Cosmic Era ini kukompilasi seandainya ada penggemar di luar sana yang secara kebetulan ingin tahu. Rumor-rumor ini konon berasal dari hasil berbagai wawancara dengan pihak-pihak terkait serta dari skema-skema perencanaan yang bocor. Tapi soal kebenarannya, tentu saja aku juga tak bisa memastikannya lebih jauh.

Menyangkut Gundam SEED

  • Kira semula direncanakan tewas mengorbankan diri dengan meledakkan reaktor nuklir Freedom Gundam miliknya demi menghancurkan senjata pemusnah massal Genesis
  • Athrun mulanya direncanakan bertahan hidup sesudah perang, namun dalam keadaan cacat
  • Nicol direncanakan bertahan hidup, namun Dearka tewas
  • MS Strike Rouge semula dimaksudkan untuk Fllay, bukan Cagalli
  • Adegan badan kontroversial antara Kira dan Fllay dimaksudkan untuk membuat Kira ‘terikat’ pada kehendak Fllay, tapi hal itu sebenarnya bisa ditiadakan dengan adegan di Fllay mendapat luka di wajah, yang sebenarnya sempat dipertimbangkan.
  • Keputusan Dearka untuk berpihak pada Archangel dimaksudkan untuk meningkatkan popularitas model kit Buster Gundam
  • Peran Rusty dibuat secara khusus untuk vokalis TM Revolution yang menyanyikan lagu pembuka pertama. Karena dia bukan pengisi suara profesional, maka Rusty diskenariokan untuk tewas di awal cerita.
  • Meski tak masuk akal persisnya bagaimana, Mwu dan Creuset memang sejak awal dimaksudkan sebagai Newtype
  • Waltfeld tidak jadi mati karena kurangnya tokoh dewasa yang keren menjelang akhir seri
  • Fllay semula diharapkan berperan sebagai pembawa bom bunuh diri, dan akhirnya tewas bersama Sai di luar kapal
  • Yzak tidak dimaksudkan sebagai tokoh berdarah panas
  • Pada adegan kematian Fllay, monolog yang dilakukannya lebih dimaksudkan untuk menjelaskan bagaimana perasaannya yang sesungguhnya menjelang ia mati, yang dengan kata lain, Kira sebenarnya sama sekali tak mendengarnya sedikitpun (karena dia bukan Newtype?)
  • Makna ‘SEED’ dan SEED factor yang para tokoh utamanya miliki baru dipikirkan belakangan (itu pun tak secara tuntas)
  • Konon selama berbagai wawancara, sang sutradara (Fukuda Mitsuo) menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tak dipahaminya dengan berbagai jawaban asal, yang menjelaskan mengapa beliau begitu bersikeras sejumlah jawaban yang diberikannya tak diedarkan kepada publik
  • Saat membaca naskah skenario yang telah dipersiapkan untuk episode terakhir, pengisi suara Kira, Hoshi Soichirou, konon menangis, dan karena tergetar oleh tangisannya, sang sutradara memutuskan untuk tidak jadi membuat Kira mati.

Menyangkut Gundam SEED Destiny

  • Rusaknya cerita Destiny adalah gara-gara penulis skenario utama, Morosawa Chiaki (istri sang sutradara…) konon disebutkan sering mengabaikan batas waktu penyerahan naskah
  • Rusaknya cerita Destiny adalah karena Morosawa Chiaki ‘sakit keras’
  • Morosawa Chiaki meninggal di tengah masa tayang Destiny akibat kanker
  • Heine dibuat tewas karena alasan yang sama seperti Rusty, tapi anehnya, Heine jauh lebih populer dari Rusty
  • Seperti Heine, karakter Shiho dibuat sebagai bentuk penghormatan untuk penyanyi Tamaki Nami, hanya saja Shiho tak jadi dibuat tewas karena penolakan Tamaki Nami untuk menyuarakan peran tersebut
  • Kira mendapatkan kembali sorotan utama dari Shinn karena permintaan penggemar (!?)
  • Shinn semula direncanakan menaklukkan Kira dan Athrun sekaligus
  • Strike Freedom semula direncanakan bernama Nu Freedom, sebagai penghormatan terhadap Nu Gundam milik Amuro Ray (Strike Freedom memang memiliki desain sangat mirip dengan Hi-Nu Gundam milik Amuro dalam novel Beltorchika’s Children)
  • Infinite Justice semula direncanakan bernama Knight Justice
  • Nama Infinite Justice dipilih agar sesuai dengan operasi militer yang Amerika Serikat jalankan
  • Cagalli direncanakan terbunuh oleh Lord Djibril di pertengahan cerita, tapi tidak jadi karena kepopuleran yang dimilikinya
  • Meyrin dimaksudkan sebagai love interest terakhir(!) Athrun sesudah kematian Cagalli

Menyangkut Gundam SEED Eternity (yang hanya sampai tahap perencanaan)

  • Berlatar dua tahun sesudah Destiny
  • Lacus terbunuh
  • Kira mengalami gangguan mental akibat kematian Lacus
  • Kematian msterius Lacus yang menjabat sebagai pemimpin PLANT menjadi awal indikasi dimulainya perang baru
  • Cagalli menghilang
  • Kedudukan Cagalli di Orb diambil alih tokoh baru yang bermaksud mendukung dimulainya kembali perang
  • Orb berpihak pada Aliansi Bumi
  • Tokoh utama yang baru berada di pihak Aliansi Bumi
  • Kira, Athrun, dan Shinn bekerja sama untuk mengungkapkan apa sebenarnya yang sedang terjadi
  • Kira, Athrun, dan Shinn di awal seri akan menggunakan MS produksi massal
  • Wabah virus yang terjadi di masa CE awal akan memegang peranan dalam cerita

…kalau nanti ada rumor-rumor baru yang kutemukan, maka entar akan kutambahkan lagi.

01/03/2010

SEED Astray (sisa)

Alasan pertama, belakangan aku sibuk. Alasan kedua, aku malas kalau harus mengulasnya satu per satu, ditambah lagi sebenernya enggak banyak detil penting yang bisa diungkap. Alasan ketiga, mungkin, adalah karena aku udah muak nginget segala sesuatu yang berhubungan dengan Gundam SEED.

Jadi karena ketiga alasan di atas, sisa cerita Astray sekarang kubahas secara sekaligus saja.

Gundam SEED C.E. 73 Stargazer

Meski secara teknis bukan bagian dari seri Astray, tiga episode berdurasi di bawah sepuluh menit ini mengetengahkan salah satu side story paling bagus dalam dunia Gundam SEED. Secara padat dan ringkas bercerita tentang upaya salah satu unit Phantom Pain untuk menduduki stasiun ruang angkasa DSSD, di mana di sana tengah diuji suatu MS untuk penjelajahan ruang angkasa dengan teknologi baru voiture lumiere: Stargazer.

Tokoh utamanya adalah Sven Cal Payang, seorang pemuda baik-baik yang sesudah keluarganya tewas dibantai dalam suatu insiden terorisme, dicuci otaknya bersama sejumlah anak lain oleh pihak Aliansi untuk dijadikan mesin pembunuh (Extended). Mecha yang ditonjolkan dalam seri ini adalah suatu variasi Strike Gundam yang disebut Strike Noir, yang dibuat oleh Actaeon Industries. Tokoh yang menjadi lawan mainnya adalah peneliti wanita DSSD bernama Selene McGriff.

Meski berakhir dengan agak tiba-tiba, unsur realisme yang kental membuat tiga episode ONA ini menonjol. Di samping itu, mungkin juga ini satu-satunya cerita Gundam SEED yang sama sekali bersih dari nuansa ‘banci.’

Gundam SEED C.E. 73 Delta Astray

Kelanjutan langsung dari Destiny Astray, sekaligus penjabaran lebih lanjut dari apa yang ditampilkan dalam ONA Stargazer. Berformat cetak, mengisahkan tentang perjalanan sang calon pemimpin koloni Mars, Ergnes Brahe, dan teman-temannya dari kapal Acidalium ke Bumi untuk suatu tujuan yang misterius. Di tengah berkecamuknya perang antara Aliansi dan PLANT sesudah insiden Junius 7, mereka kemudian menjadi buruan suatu kelompok tertentu dari Aliansi yang bermaksud mengincar rahasia-rahasia mereka. Perlu dicatat bahwa asal mula sesungguhnya dari Destiny Plan yang dicetuskan Gilbert Dulindall sedikit disinggung dalam seri ini.

Mecha utamanya adalah Delta Astray hasil gubahan Lowe Guele sewaktu ia berkunjung ke Mars, yang sesudah rusak digantikan oleh upgrade-nya, Turn Delta Astray. Nuansa mecha-mecha yang ditampilkan di sini agaknya merupakan kombinasi dari desain mecha-mecha ‘padat’ dari V Gundam dengan desain mecha-mecha ‘aneh’ dari Turn A. (jadi, kualitas akhirnya sebagai suatu seri MSV lumayan bisa dipertanyakan…)

Setona Winters, gadis misterius yang muncul tiba-tiba di Destiny Astray, juga dijelaskan adalah kakak kandung Ergnes yang kini berusia lebih muda akibat perawatan kriogenik yang ia terima sewaktu diutus dari Mars untuk meninjau keadaan.

Terlepas dari semuanya, seri ini menjadi cerita stand alone yang lumayan solid.

Gundam SEED Frame Astrays

Masih di tahun C.E. 73, dalam bentuk media cetak, berlatar di lebatnya hutan-hutan blok Asia, mengisahkan tentang perjuangan kelompok serdadu bayaran Serpent Tail dalam membantu Aliansi dalam melawan serbuan ZAFT sekaligus intervensi dari para gerilyawan lokal. Tapi ketidakpastian timbul saat Leons Graves, komandan baru yang telah disiapkan oleh ZAFT, ternyata adalah seorang Natural…

Mecha utama yang ditonjolkan adalah variasi baru Blue Frame milik Gai Murakumo, yakni Blue Frame Third, serta unit Astray keempat(?!) yang selama ini hilang, Astray Green Frame yang dikemudikan pemuda gerilyawan Trojan Noiret (yang merupakan murid dari Barry Ho). Seri ini memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan seri-seri Astray lain karena nuansanya yang lebih militeralistik.

Gundam SEED Vs Astray

Seri Astray terkini (pada waktu artikel ini ditulis) yang sekaligus mungkin merupakan seri Astray dengan jalinan cerita paling enggak jelas dan desain MSV paling enggak lazim (baca: jelek) yang pernah ada. Berlatar pada paruh akhir peperangan di Gundam SEED Destiny, suatu kelompok misterius bernama Librarian Works secara tiba-tiba melakukan ‘penyerangan’ terhadap masing-masing pihak yang pernah berhubungan dengan unit-unit Astray. Bukan hanya menggunakan mecha-mecha yang lebih ‘sangar,’ melainkan juga dengan menggunakan pilot-pilot ‘tak disangka’ yang sebagian di antaranya merupakan orang-orang yang semestinya sudah mati (i. e. Kaite Madigan, Prayer Reverie, Un No, dan Rondo Ghina Sahaku…)

Di samping variasi paling up-to-date dari mecha-mecha milik para tokoh utama (seperti Blue Frame Second Revise milik Gai), diperkenalkan juga unit Astray ‘asli’ terakhir (dalam artian, bukan hasil gubahan orisinil Lowe yang didasarkan pada bentuk Red Frame miliknya) yang ternyata selama ini jatuh ke tangan Librarian Works: Astray Mirage Frame.

Untuk Vs Astray, sejauh ini hanya ada dua kata yang bisa aku ungkapkan: no comment. Tapi siapa tahu ke depannya ceritanya akan jadi lebih baik.

01/02/2010

Gundam SEED Destiny Astray

Melanjutkan pembahasan soal Astray, Gundam SEED Destiny Astray berlatar pada rentang waktu dua tahun antara seri TV Gundam SEED dan Gundam SEED Destiny. Disampaikan dalam format komik dan photonovel, seorang wartawan fotografer, Jess Rabble, dipekerjakan secara khusus oleh seorang pengusaha misterius bernama Matias Adukurf untuk melakukan liputan langsung terhadap sejumlah kejadian besar yang tengah berlangsung di dunia sesudah  perang pertama berakhir.

SCOOP

Pada awal kisah, Jess diutus untuk meliput soal keberadaan suatu senjata rahasia milik ZAFT yang membawanya pada pertemuan tak terduga dengan Lowe Guele. Lowe dan kawan-kawannya ternyata bermaksud menggunakan GENESIS Alpha, yang disangka sebagai senjata rahasia tersebut, untuk ‘mendorong’ kapal Re-HOME milik Junk Guild untuk sebuah perjalanan menuju ke Mars. Jess,  terinspirasi oleh kenekatan Lowe,  berbalik melindungi mereka dari kemunculan pasukan ZAFT yang hendak menghapus jejak GENESIS Alpha karena keberadaannya akan merugikan posisi PLANT dalam perundingan damai yang akan mendatang.

Sebagai bentuk permintaan maaf karena MS Jess terlanjur dirusak oleh Gai Murakumo, Lowe memberi Jess apa yang disebutnya sebagai Astray Out Frame, sebuah MS serbaguna yang ditemukan Lowe dalam keadaan tak tersusun di dalam GENESIS Alpha. Dengan menggunakan Out Frame dan dengan ditemani oleh 8, komputer kuantum berkecerdasan buatan yang Lowe titipkan padanya, Jess yang hanya ingin memotret perkembangan dunia melalui sudut pandang MS  kemudian memulai petualangan-petualangannya dalam mengerjakan misi-misi berbahaya dari Matias tanpa mengetahui makna sesungguhnya dari pekerjaan yang dilakukannya tersebut…

Banyak tokoh seperti biasa.

Lowe bersama rekannya, Kisato Yamabuki dan George Glenn (hologram) secara efektif absen dari cerita karena berada dalam perjalanan menuju Mars. Tapi Destiny Astray menghadirkan banyak tokoh baru yang tak kalah menarik dari tokoh-tokoh sebelumnya serta banyak sekali tokoh-tokoh lama yang kembali muncul.

Dipekerjakan untuk melindungi Jess dalam misi-misinya adalah seorang pria necis bernama Kaite Madigan, yang mengemudikan beragam MS sepanjang cerita-cerita Astray. Muncul sebagai karakter pendukung adalah wartawati PLANT Bernadette Leroux, yang kemunculannya di Amerika Selatan seolah menandai upaya propaganda ZAFT untuk meraih simpatisan di Bumi. Berkenaan dengan bab liputan perjuangan kemerdekaan Amerika Selatan, tokoh pahlawan perang Edward Harrelson alias Ed the Ripper, yang dengan mengemudikan Sword Calamity pernah menjadi lawan tanding Gai dalam pertempuran di Jachin Due, turut berperan aktif dalam cerita.

Ed berjuang untuk membebaskan negara asalnya dari cengkraman Aliansi. Karenanya ia harus berhadapan dengan tiga pilot elit: Jane ‘White Whale’ Houston, spesialis pertempuran bawah air pengguna MS Forbidden Blue yang merupakan mantan kekasihnya; Morgan ‘Moonlight Mad Dog’ Chevalier, si prajurit tua yang muncul kembali dengan suatu variasi Dagger dengan Gunbarrel pack, dan Rena ‘Sakura Burst’ Imelia yang konon memiliki kemampuan yang bahkan melebihi rata-rata Coordinator dan juga mengemudikan sebuah Sword Calamity. Perjuangannya yang diliput oleh Jess kemudian membawa dukungan dari berbagai pihak untuk Amerika Selatan:  Gai dan kawan-kawannya dari Serpent Tail beserta pasukan bala bantuan dari ZAFT. Di antara pasukan ZAFT diperkenalkan pula tokoh yang direncanakan muncul di seri TV, tapi akhirnya lebih banyak berperan di komik:  Shiho Hohenfuss yang berjulukan ‘Housenka,’ gadis yang menjadi pilot CGUE Deep Arms juga diperkenalkan sebagai salah satu bawahan Yzak Joule.

Beberapa tokoh pendukung lain  adalah ahli bela diri ateis Barry Ho, bekas pilot M1 Astray ORB untuk Kusanagi yang kebetulan sedang latihan(?) di Amerika Selatan; serta Yoon Sefan, bekas teknisi Morgenruete yang ‘terdampar’ di Bumi bersama orang-orang Junk Guild sesudah ‘ketinggalan pesawat’ dalam peperangan yang terakhir.

Pada bab-bab berikutnya, dalam bentuk novel,  diceritakan tentang berbagai konflik domestik yang berlangsung di berbagai wilayah. Baru menjelang akhir cerita saja kita dibawa ke awal cerita Gundam SEED Destiny dengan diperkenalkannya para test pilot MS yang dibajak Aliansi dalam insiden Armory One. Courtney Heironimus, yang juga sempat muncul dan memegang peranan penting di sebagai penguji ZAKU Trial Type bertenaga nuklir, diperkenalkan sebagai seseorang yang tampaknya mengetahui tentang masa lalu Out Frame. Bersama Courtney yang menguji Chaos, adalah kedua test pilot Riika Sheder, perempuan Coordinator penguji Gaia yang secara mengejutkan dilahirkan buta; serta Mare Strode, penguji Abyss dan musuh lama Jane Houston yang menyimpan kebencian mendalam terhadap Natural.

Cerita berkembang menjadi semakin keruh dan rumit seiring dengan insiden jatuhnya Junius Seven dua tahun kemudian. Upaya untuk menghancurkan pecahan-pecahan koloni tersebut berakhir dengan kekacauan saat Junk Guild dijebak suatu pihak tertentu dan malah dituduh terlibat dengan aksi terorisme ini. GENESIS Alpha terpaksa harus dihancurkan agar tidak disalahgunakan lagi, sementara Lowe yang baru kembali dari Mars menjadi sasaran buruan bersama para tokoh lain saat Red Frame miliknya dicuri seorang lelaki misterius.

Seorang gadis misterius lain bernama Setona Winters turut muncul di pertengahan cerita. Tapi perannya yang sesungguhnya baru akan dimainkan di cerita-cerita Astray yang berikutnya.

Semua tokoh baru maupun lama kemudian harus berhadapan seorang wanita misterius bernama Matisse Adukurf, yang ternyata merupakan dalang sesungguhnya di balik semua kekacauan yang terjadi seiring dengan jatuhnya Junius Seven…

The Mechs

Astray Out Frame  menarik perhatian sebagai MS serbaguna yang tak jelas diciptakan untuk apa (Yoon bahkan sampai menambahkan bak mandi dan kamar tinggal di bagian belakangnya). Baru belakangan terungkap bahwa MS misterius ciptaan ZAFT ini sebenarnya merupakan MS ‘cadangan’ yang dipergunakan untuk meneliti kemampuan Strike Gundam. Itulah alasan mengapa MS ini sanggup mempergunakan senjata-senjata Aliansi terutama pack-pack Striker di samping pack-pack persenjataan milik ZAFT(!!!). Meski demikian, sebagai milik pihak sipil, pada paruh awal cerita MS ini sengaja tidak dipersenjatai secara khusus. Perlengkapannya hanya meliputi perangkat reportase, kamuflase, dan piranti penjelajahan medan berat saja. Satu-satunya ‘senjata’ yang fixed dimiliki oleh Out Frame hanyalah sepasang beam sign yang terbukti memiliki peranan serbaguna selain untuk pertahanan diri.

MS yang menjadi hasil sesungguhnya dari penelitian ZAFT terhadap Strike adalah Testament, yang dikemudikan tak lain tak bukan oleh Ash Grey, yang rupanya bertahan hidup dan dicuci otak oleh Aliansi sesudah kejatuhan Regenerate Gundam di Astray R. Sebagai MS yang memiliki bentuk dan armamen yang mirip sekali dengan Strike, Testament yang entah bagaimana sampai jatuh ke tangan Aliansi ini dilengkapi dengan N-Jammer Canceller yang memungkinkannya memiliki tenaga nyaris tak terbatas. Testament juga memiliki Variable Phase Shift Armor yang sangat hemat tenaga, sistem stealth, serta yang paling mengerikan, penyebar virus mirage colloid yang dapat melumpuhkan komputer-komputer kuantum lawan-lawannya.

Out Frame yang rusak berat kemudian dirombak ulang oleh Lowe menjadi Astray Out Frame D, yang memiliki bentuk dan persenjataan nyaris serupa dengan Testament. Dikemudikan berdua oleh Kaite dan Jess, meski tidak memiliki VPS, Out Frame D yang memiliki rangka lebih ringan tampil sebagai lawan tanding yang sepadan bagi Testament.

Variasi ketiga MS yang dipergunakan para Extended di seri TV pertama juga diperkenalkan dalam manga ini. Sword Calamity, yang merupakan versi Calamity dengan pedang anti-ship ganda, cukup menarik perhatian. Variasi Raider dan Forbidden-nya pun ternyata cukup kusukai. Mungkin karena tak ditampilkan secara terlalu berlebihan. Tapi aku takkan bicara banyak soal jenis-jenis ini.

Beberapa MS lain yang menarik ialah Raysta, MS produksi massal untuk penggunaan sipil yang ternyata dikembangkan oleh Yoon Sefan. Tampil pula Dreadnought H milik Canard Pars yang dikembangkan oleh Lowe semenjak kematian Prayer (kini dilengkapi sepasang meriam laras panjang di bahu serta perisai sinar Amure Lumiere dari Hyperion–aku menyukainya karena banyak mengingatkanku akan bentuk V2 Gundam). Lalu ada Proto-Saviour, MS prototipe dari Saviour dan Abyss yang muncul sebagai lawan berbahaya di bawah kemudi Ille De Llorar, satu lagi bawahan Matisse, berkat tambahan penyebar virus mirage colloid serta kemampuannya untuk mengimplementasikan mesin nuklir Regenerate Gundam.

Out Frame

Destiny Astray itu… menarik. Kelihatan jelas kalo seri ini dibikin untuk menjual plamo variasi mecha sih. Tapi dari segi cerita, secara argumentatif seri ini jauh lebih menarik dari ketiga seri Astray yang sebelumnya. Seperti biasa, emang perlu membiasakan diri dulu dengan artwork dan nuansanya sih. Tapi Destiny Astray emang relatif seru kok. Perkembangan hubungan antara Jess dan Kaite juga lumayan menarik untuk disimak.

Pembaca  baru mungkin akan agak disusahkan oleh kerumitannya  (apalagi yang ga tau apa-apa soal Gundam SEED), tapi para penggemar berat Astray dan plamo MSV akan mendapat kenikmatan baca tersendiri.

25/01/2010

Gundam SEED X Astray

Oke, berikut pembahasan tentang salah satu cerita Astray yang lain.

Berlatar di luar angkasa, pada jeda peperangan dua bulan menjelang akhir seri TV pertama, X Astray berkisah tentang perseteruan Canard Pars dengan Prayer Reverie. Canard, seorang pilot MS  Federasi Eurasia yang sebenarnya merupakan salah seorang produk gagal dari proyek Ultimate Coordinator yang telah melahirkan Kira Yamato. Prayer, seorang pemuda misterius yang di balik penampilannya yang sakit-sakitan, telah diutus oleh Bapa Malchio dalam suatu tugas rahasia yang dapat menentukan nasib Bumi di masa depan…

X Astray berformat komik, dan mungkin merupakan satu-satunya cerita Astray yang diterbitkan hanya dalam satu format. Ceritanya jadi relatif mudah diikuti, tapi tetap ada banyak detil yang hanya bisa dimengerti oleh orang-orang yang mengikuti seri-seri Astray yang lain.

Yah, kurang lebih seperti itu.

Yang perlu kau lakukan hanyalah menjadi yang asli…

Inti masalah X Astray adalah sebuah MS bernama Dreadnought, yang merupakan prototipe MS berteknologi nuklir yang dikembangkan sebelum Freedom, Justice, dan Providence. N-Jammer Canceller Dreadnought hendak dipercayakan kepada Bapa Malchio oleh suatu pihak tertentu di PLANT demi mengatasi krisis energi yang tengah berlangsung di Bumi.

Karena suatu alasan yang baru terungkap belakangan, Prayer diminta secara khusus untuk mengantarkan MS ini. Di luar angkasa, ia membuat janji temu dengan orang-orang Junk Guild yang akan membantunya. Tapi sebelum Lowe Guele dan kawan-kawannya itu tiba, kapal pengangkut Prayer diserang Gai Murakumo dari kelompok Serpent Tail yang kemudian mencuri bagian-bagian N-Jammer Canceller dari Dreadnought.

Di sisi lain, Canard yang diserahi tanggung jawab untuk menguji MS baru Hyperion oleh Gerard Garcia memulai penelusuran jejaknya terhadap Kira. Setelah terbebas dari proyek Ultimate Coordinator, kelebihan-kelebihan khusus yang Canard miliki dimanfaatkan oleh pihak Eurasia dalam proyek rahasia pengembangan senjata baru mereka.

Meski sama-sama bernaung di bawah bendera Aliansi Bumi, Federasi Eurasia menaruh dendam terhadap Federasi Atlantik semenjak insiden peledakan Cyclops yang dilakukan oleh Federasi Atlantik di Alaska. Garcia yang dipercaya menangani proyek pengembangan MS rahasia tersebut berkat pengalamannya berurusan dengan Strike Gundam di pangkalan bulan Artemis.

Situasi perpolitikan yang berkembang secara cepat kemudian mempertemukan Canard dan Prayer dalam suatu persimpangan jalan. Terungkapnya keberadaan N-Jammer Canceller oleh orang-orang Aliansi membuat Canard ditugaskan untuk merebut Dreadnought yang Prayer bawa agar teknologinya bisa diadopsi pihak Eurasia. Namun kenyataan bahwa teknologi ini sudah terlebih dahulu jatuh ke tangan Federasi Atlantik (karena campur tangan Creuset melalui Fllay Alster) yang mengakibatkan terbentuknya kesepakatan kerjasama teknologi antara pihak Eurasia dan Atlantik, akhirnya memaksa Canard dan Prayer untuk sama-sama menjadi pelarian.

Marah dan frustasi karena lagi-lagi disingkirkan karena ‘tidak sempurna,’ Canard melakukan serangkaian tindakan drastis demi melengkapi Hyperion miliknya dengan teknologi N-Jammer Canceller-nya sendiri. Karena tindakannya ini, kini ia diburu oleh ZAFT sekaligus Aliansi.

Lowe, yang telah memahami duduk perkara sebenarnya dari Gai, demi kepentingan orang-orang di Bumi, kemudian memulai upayanya untuk menyempurnakan Dreadnought dengan bantuan Rondo Mina Sahaku di stasiun luar angkasa Ame-no-Mihashira. Hasil karyanya yang menjadi bentuk akhir Dreadnought  ia namai  ‘X Astray,’ yang kemudian diserahkannya pada Prayer sebagai persiapan untuk pertarungan terakhirnya melawan Canard.

Di tengah ancaman berbagai pihak yang mengincar mereka berdua, Canard menantang Prayer untuk duel satu kali lagi. Meski tak sempurna, ia ingin membuktikan bahwa dirinya pun bisa menjadi sehebat yang ‘asli’…

Banyak Tokoh yang Sebenarnya Menarik

Meski secara garis besar menarik, inti cerita  X Astray rasanya agak gimanaa gitu…

Canard yang dibakar dendam dan terobsesi dengan Prayer karena merasa ‘selama Prayer belum bisa dikalahkan, maka Kira yang sempurna juga belum bisa ia kalahkan,’ entah mengapa kurang meninggalkan kesan yang mendalam. Adegan akhir saat ia akhirnya menemukan Kira  sebenarnya bagus sih, cuma sedikit terasa klise.

Prayer yang pada akhir cerita mengungkapkan dirinya sebagai klon tak sempurna dari ‘seorang bekas pilot Moebius Zero dari Aliansi’ (yang menjadi alasan mengapa ia sekarat dan sebagai orang Bumi dianggap cocok membawa Dreadnought yang memiliki sistem DRAGOON) juga terkesan kurang matang sebagai karakter karena kurang dijelaskannya alasan kuat yang membuatnya jadi orang yang enggan bertarung.

Terlepas dari itu, tetap ada banyak hal menarik kok di sini. Dalam hal ini, tokoh-tokoh baru yang perlu dikenal bila ingin bisa sepenuhnya menikmati cerita-cerita Astray yang muncul berikutnya. Dari pihak ZAFT, ada pilot GINN  High Maneuver Type Mikhail Coast yang ditugaskan memburu Dreadnought. Dari pihak Aliansi, dikenalkan pilot Moebius Zero berbahaya Morgan Chevalier yang sudah veteran sempat menjadi lawan tanding Canard dalam upayanya mendapatkan reaktor nuklir. Lalu tokoh-tokoh lama seperti Lowe, Mina, dan Gai, beserta teman-teman mereka dari masing-masing pihak, juga turut ambil bagian dalam ‘perselisihan sesaat’ ini.

Untuk tokoh-tokoh yang memegang peranan minor, ada Meriol Pistis, perwira perempuan Eurasia yang menjadi kolega sekaligus simpatisan Canard dalam berbagai tindakannya; serta Balsam Arendo, sesama pilot Hyperion yang kemudian dibunuh Canard saat dirinya dipaksa melarikan diri. Tentu saja yang mengejutkan adalah kembali tampilnya Garcia sebagai salah satu karakter yang lumayan dominan, terlebih bila mengingat betapa kecilnya peranan yang ia miliki di dalam seri TV-nya. Hal yang sebenarnya lebih mengejutkan lagi adalah saat pria misterius di masa lalu yang menghasut Canard untuk memburu Kira terungkap sebagai Gilbert Durindal, lelaki yang nantinya menjadi pemimpin tertinggi PLANT di Gundam SEED Destiny. Tapi pengungkapan ini dilakukan melalui media-media lain dan bukan dalam cerita ini sendiri, jadi pengungkapan ini sebenarnya tak semengesankan itu.

Aku takkan berkomentar banyak soal mechanya kali ini. Untuk suatu alasan, aku kurang suka desain Dreadnought. Hyperion dengan perisai-perisai sinarnya memang mengingatkanku pada V Gundam. Tapi tampilannya di sini benar-benar sulit kusuka.

Mungkin tak semenarik seri-seri Astray lain, tapi X Astray tetap memiliki daya tariknya kok. Tak ada salahnya untuk… uh, tahu tentangnya… Maksudku, sebagai penggemar Gundam.

11/01/2010

Gundam SEED Astray

Seri Astray dari Gundam SEED pada dasarnya merupakan koleksi kisah-kisah sampingan (gaiden) yang terjadi sepanjang, sesudah, dan di antara kedua serial TV-nya, yakni Kidou Senshi Gundam SEED dengan Kidou Senshi Gundam SEED Destiny. Kisah-kisah ini diungkapkan pada berbagai media selain animasi, meliputi komik (yang dimotori sang maestro Gundam manga Tokita Koichi), cerita bergambar, dsb yang cerita-ceritanya sendiri saling berkesinambungan dan melengkapi. Sejumlah klip animasi untuk promosi mecha-mecha-nya sempat ditayangkan di toko-toko mainan Jepang. Otomatis, mecha-mecha yang muncul di dalam seri ini adalah jenis-jenis khusus yang tidak muncul di TV serinya. Nuansa cerita-ceritanya juga secara keseluruhan berbeda drastis, dan seri ini banyak mengungkapkan berbagai hal baru atau tersembunyi yang tak banyak dijelaskan sebelumnya.

Seri Astray yang paling pertama muncul dengan judul Gundam SEED Astray. Kisahnya dimulai dengan perebutan tiga buah mobile suit (MS) rahasia, yang konon kemampuannya sebanding dengan lima Gundam baru yang menjadi fokus utama dalam seri TV yang pertama. Ketiga MS tersebut dikenal dengan sebutan seri ‘Astray,’ meliputi yakni Astray Red Frame, Astray Blue Frame, dan Astray Gold Frame. Ketiganya dikembangkan secara diam-diam oleh bangsawan Orb, Rondo Ghina Sahaku, dengan ‘membajak’ rancangan kelima Gundam milik Aliansi Bumi yang sudah ada (Strike, Aegis, Buster, Duel, Blitz), untuk tujuan pribadinya yakni, singkatnya, menguasai dunia.

Tapi seperti yang diceritakan dalam episode pertama Gundam SEED, koloni Heliopolis, tempat proyek itu dilangsungkan, tiba-tiba saja diserang pasukan ZAFT. Ketiga MS Astray yang sebenarnya belum sempurna tersebut sempat terkubur dalam puing-puing. Namun sesudah keberadaan ketiganya ditemukan dan terungkap seberapa besar potensi pengembangan teknologi baru yang dimilikinya, dengan segera ketiga mecha tersebut menjadi objek perebutan bermacam-macam pihak.

Red Frame akhirnya sampai ke tangan Lowe Guele, seorang teknisi muda di kapal HOME milik kelompok pemulung angkasa Junk Guild yang menemukan ketiga MS itu terlebih dahulu; Blue Frame direbut oleh Gai Murakumo, pemimpin kelompok tentara bayaran Serpent Tail, yang dikhianati oleh kliennya sendiri saat disewa untuk menemukan ketiga MS tersebut; sedangkan Gold Frame jatuh ke tangan pemiliknya semula, Rondo Ghina Sahaku, meski tidak dalam keadaan utuh.

Dari sinilah cerita bercabang menjadi semacam penggambaran tentang orang-orang yang berusaha bertahan hidup di masa itu, dilihat dari sudut pandang masing-masing pemilik Astray yang terlibat.

Astray, Astray R, Astray B

Cerita-cerita ini melibatkan, misalnya, para pembajak angkasa, kelompok pejuang padang pasir, pilot MS pembelot terkenal Jean Carrey, bahkan sampai suatu aliran kelompok pemuja sang Coordinator pertama George Glenn yang mengungkapkan suatu rahasia mengejutkan pada Lowe dan kawan-kawannya. Ada juga bagian tentang para kolonis dari Mars, upaya pembangunan Mass Driver independen Giga Float yang diprakarsai sang pendeta Malchio sendiri, dan tentang bagaimana rancangan asli Astray beserta OS-nya bisa sampai kembali ke tangan pihak Morgenroute untuk dikembangkan menjadi Astray M1 untuk pembuatan massal. Semua itu berlangsung di tengah mengganasnya peperangan antara ZAFT dan Aliansi yang digambarkan dalam serial televisi. Sepanjang itu semua, ada sebuah pihak misterius yang diam-diam memanfaatkan dua pihak Lowe dan Gai untuk kepentingannya sendiri.

Sesudah berulangkali gagal membunuh Lowe dan Gai yang dianggapnya sebagai ancaman terhadap rencana besarnya, Rondo Ghina Sahaku akhirnya dibunuh Gai sesudah kalah dalam duel terakhirnya melawan Lowe. Perannya sebagai pemilik Gold Frame kemudian digantikan oleh saudari kembarnya Rondo Mina Sahaku, seorang bangawan Orb lain yang idealismenya jauh lebih moderat dan simpatik.

Puncak cerita ini ditandai dengan kemunculan Ash Grey, seorang perwira gila dari ZAFT yang dengan menggunakan Regenerate Gundam berupaya mengambil alih GENESIS Alpha,  prototipe miniatur senjata pemusnah massal GENESIS yang nantinya akan dipakai dalam pertempuran puncak antara ZAFT dan Aliansi di Jachin Due. Demi mengalahkannya, semua pihak yang semula saling berselisih akhirnya bersatu dan menyingkirkan perbedaan masing-masing agar bisa menghentikan ambisi gilanya untuk sekali dan selamanya.

The mechs

Sepanjang cerita, masing-masing pemilik Astray mulai menyempurnakan kekurangan MS-nya masing-masing, menghasilkan desain-desain variasi yang membuat seri Astray ternama.

Lowe yang ceria dan selalu berusaha membantu orang, mulai belajar ilmu pedang di pertengahan cerita demi bisa menggunakan pedang katana raksasa Gerbera Straight untuk Red Frame sebagai kompensasi kelemahannya di bidang energi (Red Frame tak bisa menggunakan senjata-senjata beam). Red Frame mungkin adalah mecha yang mengalami perombakan paling banyak dalam seri manapun karena rupanya terus di-upgrade Lowe sesuai kebutuhannya.

Gai sendiri yang selalu cool dan calm ini dengan bantuan Junk Guild memodifikasi Blue Frame miliknya agar bisa memakai berbagai senjata berat sekaligus. Blue Frame akhirnya menjelma menjadi Blue Frame Second, dengan beberapa pilihan pack berbeda (L dan G), yang membuatnya bisa memiliki meriam energi Lohengrin portabel untuk jarak dekat dan sebilah pedang raksasa sekaligus.

Sahaku sendiri menemukan pengganti lengan Gold Frame-nya yang putus dari sisa lengan Blitz Gundam yang telah hancur, memberinya suatu kombinasi unik pada MS-nya karena di samping mampu menggunakan mirage colloid, Gold Frame juga memiliki akses terhadap jenis-jenis senjata yang tak dapat digunakannya sebelumnya karena perbedaan antarmuka. Sesudah jatuh ke tangan Mina, Gold Frame Amatu dikembangkan lagi ke wujud Gold Frame Amatu Custom… yang memiliki ciri khas sepatu hak tinggi…

Regenerate Gundam yang berukuran raksasa menjadi sesuatu yang agak aneh, mengingat kemampuan uniknya untuk mengganti bagian-bagian tubuh yang rusak lewat serangkaian suku cadang yang selalu dibawa di bagian punggung. Tapi ia terbukti menjadi lawan berbahaya yang baru dikalahkan sesudah terseret ke dalam gravitasi bumi.

Di samping para tokoh utama, para tokoh sampingan yang menyertai merekapun teramat menarik—seringkali dengan mecha-mecha produksi massal custom milik mereka sendiri. Orang-orang Junk Guild yang ceria didukung seorang perempuan misterius berjulukan ‘Profesor,’ yang sepertinya merupakan kenalan insinyur utama dari Morgenruete itu. Mereka juga didukung kepribadian artifisial tiruan dari George Glenn sendiri, yang akhirnya jadi kapten kapal mereka (HOME, dan nantinya Re-HOME)! Salah satu rekan Gai di Serpent Tail yang bernama Elijah Kiel jelas-jelas diceritakan sebagai Coordinator yang cacat secara genetik, tapi berkat kerja kerasnya, tetap menjadi lawan yang tangguh di medan perang. Lalu ada pasangan ibu dan anak Loretta dan Kazahana Aja yang menjadi penerima misi-misi mereka. Masih ada banyak tokoh lain yang karena durasi cerita-ceritanya yang pendek, nama-nama mereka selalu gagal kuingat. Tapi tokoh-tokoh ini memberi warna baru pada dunia GS dan menjadi daya tarik utama Astray di samping variasi-variasi mecha-nya.

Penceritaan bagian pertama Astray ini memang bisa dibilang agak aneh, mengingat ada tiga media berbeda yang menceritakannya secara setengah-setengah. Memang menyebalkan sih, tapi setidaknya ketiganya memenuhi fungsinya sebagai gaiden.

Sisa seri Astray yang lainnya biar kujelaskan di lain waktu saja. (klik aja tag ‘Astray’ di halaman depan blog ini)

EDIT

Err, belum lama ini, berdasarkan info dari Zeonic Republic, nampaknya seluruh manga Astray akan dikompilasi ulang menyusul remastered-nya kedua seri anime Gundam SEED dan Gundam SEED Destiny.

Aku masih belum tahu sejauh apa kompilasinya. Tapi kita lihat aja nanti.

10/04/2009

Gundam SEED Destiny

Melanjutkan ulasan yang terdahulu…

Kidou Senshi Gundam SEED Destiny (Sunrise, 2004an) merupakan sekuel langsung dari Kidou Senshi Gundam SEED yang dipandang sukses kurang lebih setahun sebelumnya. Layak dicatat bahwa ini pertama kalinya ada seri Gundam AU mendapat sekuel berupa seri TV lagi.

Kejadian Serupa di Pihak Berlawanan

Dikisahkan bahwa dua tahun sesudah akhir seri terdahulu, Cagalli Yura Atha, putri sekaligus kepala negara Orb dan juga saudari kembar dari Kira Yamato, melakukan kunjungan diplomatis ke Armory One, PLANT, untuk membahas tentang keberadaan sejumlah tenaga kerja dari negaranya yang bekerja di bidang pengembangan teknologi militer di sana. Ia dikawal tak lain tak bukan oleh Athrun Zala, yang menyamar dengan menggunakan nama Alex Dino.

Namun naas karena pada hari yang sama, persis ketika kapal baru Minerva milik ZAFT akan diresmikan, pasukan khusus Phantom Pain dari pihak Aliansi Bumi tiba-tiba menyerang dan membajak ketiga MS baru yang ternyata memang sudah ZAFT kembangkan. Terjebak di tengah pertempuran yang berlangsung, Cagalli dan Athrun bertemu dengan Shinn Asuka, seorang pilot ZAFT asal Orb yang memiliki masa lalu tragis. Shinn kemudian mengemudikan MS baru Impulse Gundam—yang selamat dari pencurian karena keberadaannya yang dirahasiakan—dalam upaya merebut kembali ketiga Gundam yang dicuri. Cagalli dan Athrun karena keadaan yang mendesak akhirnya terbawa serta bersama awak kapal Minerva yang berupaya mengejar ketiga Gundam yang tengah dilarikan.

Pengejaran mereka berlangsung singkat sebab sekelompok Coordinator garis keras rupanya telah menggerakkan apa yang tersisa dari koloni luar angkasa Junius Seven ke arah bumi. Pertempuran dengan Phantom Pain kembali berlangsung di Junius Seven, namun tragedi jatuhnya Junius Seven ke permukaan bumi yang terjadi sesudahnya kemudian menjadi pemicu dimulainya perang antara ZAFT dan Aliansi lagi…

Dicemaskan oleh prospek terjadinya perang berkepanjangan, Athrun kemudian menerima tawaran pemimpin PLANT, Gilbert Durindal, untuk bergabung kembali bersama ZAFT. Bersama Shinn dan lainnya, Athrun yang menjadi bagian dari keperwiraan dengan wewenang khusus FAITH bergerak bersama awak kapal Minerva untuk melawan dominasi Aliansi Bumi.

Di sisi lain, Cagalli yang semakin kehilangan posisinya dalam pemerintah tak bisa berbuat apa-apa mengenai bergabungnya Orb ke pihak Aliansi. Ia akhirnya dilarikan oleh Kira dan awak kapal Archangel yang selamat untuk sekaligus meloloskan diri dari pihak misterius yang tengah mengincar nyawa mereka.

Pihak Archangel bersama sekutu-sekutunya sekali lagi berupaya menjadi pihak ketiga yang ingin menghentikan konflik antara Aliansi dan PLANT. Namun keadaan mereka terdesak karena sejak awal mereka telah dipandang sebagai musuh oleh kedua belah pihak tersebut.

Serangkaian tragedi yang terjadi kemudian mengiringi terungkapnya keberadaan Logos, suatu masyarakat rahasia yang diam-diam telah menguasai dunia sejak dulu, dan selama ini menjadi pendukung utama dari organisasi anti-Coordinator radikal Blue Cosmos. Pemimpinnya adalah seorang lelaki bernama Lord Djibril yang menggantikan Murata Azrael sebagai pemimpin Blue Cosmos. Pihak Aliansi mulai rapuh dari dalam saat kerusuhan massal terjadi di seluruh penjuru dunia. Perburuan sengit berlangsung terhadap Lord Djibril yang kini diakui sebagai penjahat perang.

Namun, sejumlah indikasi mencurigakan membuat Athrun mulai mempertanyakan kepentingan sesungguhnya yang PLANT miliki di dalam peperangan ini. Di sisi lain, Shinn yang semakin tertekan oleh musibah-musibah yang ia alami—terutama kematian Stella Loussier, pilot Phantom Pain yang ia cintai—akhirnya menyatakan kesetiaan penuhnya terhadap Gilbert Durindal.

Konflik terakhir pun pecah saat Durindal akhirnya mengungkapkan pada dunia apa sesungguhnya yang hendak ia capai dengan mengakhiri perang, beserta dua senjata pemusnah massal yang kini jatuh ke tangannya dan akan digunakannya untuk mencapai maksudnya, REQUIEM dan Neo GENESIS.

Mencoba Sukses Kembali

Menggunakan resep yang sama seperti pendahulunya, GSD sepertinya cukup menarik perhatian banyak pemirsa pada masanya. Tapi meski memiliki konsep yang lebih matang dan mengetengahkan alur perpolitikan yang lebih rumit, GSD menurutku malah berakhir menjadi salah satu seri paling berantakan yang pernah aku lihat.

Melodrama yang menjadi ciri khas dari seri sebelumnya masih kental di sini. Tapi dosisnya semakin bertambah hingga sampai ke tingkat yang di luar nalar. Sebagai akibatnya, motif dan perkembangan masing-masing karakternya menjadi sulit untuk dipahami. Sementara di sisi lain, tempo cerita terus melambat dan akhirnya malah jadi bertele-tele. Baru menjelang akhir seri saja segala aspek tentang cerita akhirnya dikebut, membuat tamatnya terkesan ‘maksa’.

Konon ini ada hubungannya dengan kejadian sakitnya si penulis skenario utama untuk waktu yang berkepanjangan… (kasus terkenal yang bener-bener enggak enak diungkap) dan banyak penggemar akhirnya protes tentang ancurnya cerita di seri ini.

Di samping itu, sebagai anime mecha, adegan-adegan mecha-nya menurutku justru enggak seru. Memang mecha-nya berlimpah ruah, warna-warni, dan bermacam jenisnya. Tapi justru hal itulah yang membuat ketiadaan suatu fokus di dalamnya. Sehingga yang hadir malah suatu kesan hambar yang entah mengapa mengiringi perkembangan ceritanya yang sebenarnya enggak beranjak ke mana-mana.

Sisi positif yang seri ini miliki mungkin terdapat pada diperkenalkannya sejumlah karakter baru, seperti Durindal dan Lunamaria Hawke, yang notabene menarik perhatian para fans. Serta kemunculan kembali (?) Mwu La Flaga sesudah kematiannya di Gundam SEED. Intinya, GSD menawarkan hal-hal yang hampir sama persis dengan Gundam SEED tawarkan dulu, namun tanpa konflik antara dua sahabat Kira dan Athrun yang dulu membuatnya menarik serta alur logika cerita yang dulu membuatnya begitu berpotensi.

Sekali lagi, seri ini menarik bila kalau cuma sekedar buat cuci mata. Bila kau memang memaksa buat menontonnya, aku lebih merekomendasiin versi special edition-nya yang sudah dipadatkan dan diperingkas. Versi TV-nya benar-benar terlalu bertele-tele.

Penilaian

Konsep: A. Eksekusi: D. Visual: A+. Audio: A. Perkembangan: C. Desain: C.

Kepuasan Akhir: D

10/04/2009

Mobile Suit Gundam SEED

Ada seseorang yang memintaku mengulas ini.

Kidou Senshi Gundam SEED (Sunrise, 2002an) dibuat dengan maksud untuk menjadi titik balik seri Gundam yang agak meredup ketenarannya bagi generasi muda di awal abad 21. Upaya kebangkitan ini terbukti sukses lewat kombinasi cerita yang mengadaptasi cerita Gundam 0079 yang orisinil, soundtrack dari penyanyi yang lagi nge-hit, desain mecha yang mencolok, sekaligus desain karakter yang berpenampilan menarik.

Kelanjutan insiden Bloody Valentine

Dikisahkan bahwa di masa depan, di zaman Cosmic Era, secara genetis umat manusia terbagi menjadi dua kelompok, yakni Natural (mereka yang gen-nya berkembang secara alami) dan Coordinator (mereka yang gen-nya dimodifikasi secara buatan). Sebagian besar Coordinator dikisahkan tinggal di koloni-koloni luar angkasa yang secara keseluruhan dikenal dengan sebutan PLANT.

Lalu karena suatu sebab, pecah perang di antara keduanya. Perang ini dipicu oleh serangan nuklir ke koloni luar angkasa Junius Seven oleh OMNI, Aliansi Bumi, tepat pada hari Valentine. Organisasi ZAFT, pihak militer milik PLANT, kemudian membalas dengan menjatuhkan modul-modul N-Jammer yang mencegah berlangsungnya reaksi fisi nuklir, sehingga menyebabkan terjadinya krisis energi berkepanjangan di muka bumi. Tindakan ini kemudian diikuti pula dengan dikirimkannya senjata terbaru berupa mecha-mecha yang disebut mobile suit (MS), yang belum ada tandingannya di pihak Aliansi.

Kira Yamato, seorang Coordinator generasi pertama sekaligus seorang pelajar yang tinggal di koloni luar angkasa Heliopolis milik negara Orb, bertemu kembali dengan sahabat lamanya, Athrun Zala, ketika Heliopolis yang seharusnya berada dalam posisi netral tiba-tiba diserang saja oleh pasukan ZAFT. Ternyata serangan ini dilakukan karena pihak Heliopolis diam-diam telah mengembangkan seri MS generasi baru yang diharapkan akan menjadi dasar bagi perkembangan MS pihak bumi. Athrun yang merupakan bagian dari pasukan ZAFT, beserta kawan-kawannya, mendapat tugas untuk membajak kelima MS baru yang sedang dikembangkan ini dan membawanya ke pihak ZAFT.

Singkat cerita, empat dari lima MS tersebut berhasil dicuri. Tapi MS yang terakhir, Strike Gundam, karena bermacam keadaan, akhirnya jatuh ke tangan Kira Yamato. Kira dengan mengemudikan Strike akhirnya bergabung bersama awak kapal Archangel dengan harapan dapat melindungi teman-temannya yang turut serta dalam pelarian mereka ke bumi. Pada saat yang sama, ia juga harus menghadapi dilema karena terpaksan berhadapan dengan sahabat karibnya di medan perang…

Setelah melalui perjalanan panjang, kapal Archangel yang dengan susah payah sampai ke markas pihak Aliansi di Alaska mengetahui bahwa pihak Aliansi sebenarnya telah dimotori oleh organisasi Blue Cosmos, sekelompok orang radikal yang bermaksud melakukan pembantaian massal terhadap semua Coordinator yang masih ada. Di sisi lain, ZAFT yang dipimpin oleh Patrick Zala, ayah Athrun, ternyata telah mencapai resolusi serupa untuk menghabisi semua Natural yang hidup di muka bumi, dengan keyakinan bahwa pihak Coordinator, sebagai wujud evolusi lebih lanjut manusia-lah, yang lebih berhak menguasai alam semesta. Kira dan kawan-kawan akhirnya hengkang dari Aliansi dan bergabung bersama sekiutu-sekutu mereka di luar angkasa demi menghentikan pembunuhan massal yang akan terjadi di antara keduanya.

Namun Raww Le Creuset, lelaki misterius bertopeng yang menjadi atasan Athrun, menjadi penghalang utama Kira saat dia mengungkapkan siapa dirinya yang sebenarnya…

Untuk apa kamu berjuang?!

Meski bisa dipahami adanya nuansa tragis, salah satu unsur yang mengganggu di SEED bagiku adalah melodramanya yang berkepanjangan (meski mungkin di sisi lain unsur ini pulalah yang membuatnya banyak menarik perhatian). Perkembangan karakternya buatku  agak bertele-tele dan tidak realistis. Segalanya sesudah dilihat lebih dekat terasa… agak dangkal dan tak bermakna. Lalu semuanya terkesan agak di-’berat’-kan di bagian akhir. Kalau mau diungkapkan secara singkat, meski tak bisa dibilang jelek, pada saat yang sama Gundam SEED juga tak bisa dibilang bagus.

Meski demikian, dengan mengecualikan satu-dua perkembangan klise, secara keseluruhan aku cukup suka idenya. Agak sayang juga mengingat eksekusinya sebetulnya bisa lebih bagus. Adegan-adegan pertempurannya terutama. Dengan beragamnya MS yang ada dan teramat banyaknya pihak yang bermain, segala sesuatunya bisa dibuat lebih menegangkan dan mendebarkan. Tapi harapan kita untuk hal itu seringkali tak kesampaian.

Sebenarnya, tak banyak yang bisa didapat dari menonton ini (suatu hal yang lumayan mengecewakan bila kamu suka seri-seri Gundam klasik). Tapi tak bisa disangkal kalau seri ini memang sedap dipandang mata.  Terlihat jelas bahwa pihak Sunrise menjalankan proyek ini dengan ambisius. Ini benar-benar contoh anime yang bagus kalau cuma sekedar mau cuci mata. Tapi enggak terlalu bagus kalau kamu pengen nyari sesuatu yang agak bermakna.

Penilaian

Konsep: B. Eksekusi: C. Visual: A+. Audio: A. Perkembangan: B. Desain: A-.

Kepuasan Akhir: B