Posts tagged ‘Geass’

12/07/2010

Code Geass GAIDEN: Boukoku no Akito (news)

Aku mesti akui kalau aku telat menulis tentang ini. Padahal kabarnya sudah keluar sekitar akhir April lalu. Benar-benar sedang banyak urusan belakangan. Jadi terkadang beberapa berita baru yang mestinya kutuliskan di blog ini agak terlewatkan. Tapi sial, ini soal Code Geass!

Eniwei, pada keluaran blu-ray picture drama/live panggung Code Geass: Lelouch no Rebellion Kiseki no Birthday, disertakan trailer yang memperlihatkan seri baru ini: Code Geass GAIDEN: Boukoku no Akito. Kata ‘gaiden’ menunjukkan bahwa ini cerita sampingan, yang artinya takkan terlalu terikat dengan seri aslinya. Sedangkan subjudulnya katanya berarti ‘Akito dari negeri yang hancur’, meski aku merasa ada semacam arti lain. Format kelanjutan anime populer yang telah dikabarkan produksinya semenjak November 2009 ini juga masih belum jelas apa. Tapi meski sejumlah fans mengharapkan adanya seri TV lagi, gelagatnya lebih ke arah movie atau OVA.

Premis ceritanya sendiri cukup… menarik.

Berlatar waktu di a.t.b. 2017, jadi sekitar lima tahun sesudah akhir Code Geass R2, peperangan di seluruh dunia diceritakan masih belum sepenuhnya berakhir. Di suatu tempat di Eropa (Skandinavia? Ada latar kastil di trailer-nya), sepasukan kecil devicer Knightmare Frame yang terdiri atas sejumlah anak(?) dari Area 11 diterjunkan ke panasnya kancah pertempuran untuk menjalankan suatu misi yang hanya memiliki persentase keberhasilan sebesar 5%.

Desain karakter maupun mecha sama sekali masih belum ada. Tapi ada sejumlah pengumunan tentang staf. CLAMP masih akan bertanggungjawab menangani desain karakter, yang selanjutnya disesuaikan lagi oleh Kimura Takahiro. Sedangkan posisi sutradara kali ini akan diduduki oleh Kazuki Akane (yang dikenal sebagai sutradara Noein, Birdy the Mighty Decode, serta seri Tenkuu no Escaflowne yang legendaris) yang menggantikan posisi Taniguchi Goro. Goro-sensei sendiri bersama tangan dingin Okouchi Ichirou masih akan bertanggung jawab atas konsep cerita. Desain mecha akan kembali ditangani Yasuda Akira.

Sejauh ini tanggapan fans cukup antusias. Sama sekali tak ada masalah berkenaan pergantian sutradara, dan bahkan Kazuki-sensei diharapkan mampu melengkapi sejumlah kekurangan yang Taniguchi-sensei dulu miliki (seperti membuat penonton larut dalam suasana, bukan hanya memperhatikan belaka).

Kabar lebih lanjut tentang ini akan kutulis.

EDIT 21-4-2012

Aku kurang yakin apa yang membuatnya makan waktu lama. Tapi telah ditetapkan belum lama ini kalau formatnya adalah OVA 6 episode. Masing-masing episode akan dirilis dalam rentang bulanan (ala Gundam Unicorn?), jadi sabar saja bagi yang berminat mengikutinya ya.

Iklan
13/12/2009

Good (Mecha) News

Sebuah sekuel baru lagi dari Code Geass telah dikonfirmasi.

Berita yang sudah diterima tentang lanjutan yang masih belum jelas formatnya ini menunjukkan bahwa tokoh utama tampaknya bukan Lelouch, meski C.C tetap akan hadir sebagai karakter pendamping. Settingnya sendiri tampaknya bukan di Jepang moderen. Jadi mungkin ini bakal jadi semacam kilasan kisah masa lalu, yang sepertinya akan lebih banyak menjelaskan tentang asal-usul Geass itu sendiri, yang memang masih belum banyak dijelaskan dalam dua seri aslinya.

Sial. Kisahnya Lelouch mungkin memang sudah tamat sih. Tapi tetap rasanya kepengen bisa ngelihat dia lagi.

Di sisi lain, telah ditetapkan bahwa bentuk anime Gundam Unicorn akan dimunculkan dalam bentuk OVA dalam perempat pertama 2010. Masih agak berharap-harap cemas soal seri ini, mengingat desain mechanya yang teramat keren serta latarnya yang kembali ke UC, namun dengan kesadaran penuh bahwa akhir novelnya yang menggantung teramat sangat menyebalkan.

Tampaknya, berbeda dari tahun ini, tahun depan bakal diisi dengan cukup banyak kejutan.

23/09/2008

Code Geass: Lelouch of the Rebellion R2

Seri televisi Code Geass: Lelouch of the Rebellion berkisah tentang upaya balas dendam sang pangeran terbuang, Lelouch Lamperouge, terhadap Kekaisaran Suci Britannia, tanah airnya sendiri, yang ia anggap telah menyebabkan kematian ibunya sekaligus cacatnya Nunnally, adik perempuan yang teramat disayanginya. Code Geass: Lelouch of the Rebellion R2 merupakan season kedua dari seri televisi pertama.

Lelouch dengan menggunakan kedok samaran sebagai Zero, sang ahli siasat misterius, akhirnya memulai pemberontakan besar-besaran terhadap Kekaisaran Suci Britannia di Area Eleven alias Jepang. Namun di klimaks cerita, Nunnally menghilang. Lalu Lelouch  dikonfrontasi oleh Kururugi Suzaku, perwira Brittannia sekaligus sahabat masa kecilnya, yang akhirnya mengetahui kebohongannya selama ini. Musim tayang pertama ditutup dengan meletusnya kedua pistol yang saling mereka arahkan terhadap satu sama lain.

The Demon Awakens

Kini, sesudah setahun berlalu, Lelouch, yang telah menjalani kehidupan biasa sebagai pelajar, bertemu kembali dengan sang penyihir C.C. dan memperoleh kembali ingatannya yang asli. Tampil kembali sebagai Zero, Lelouch membebaskan kawan-kawannya yang tertawan, membangkitkan kembali kelompok Ksatria Hitam, dan sekali lagi menantang pemerintahan opresif Britannia demi membalas dendam pada Charles Di Brittannia, kaisar Britannia sekaligus ayahnya sendiri.

Dalam upayanya tersebut, Lelouch  terus berusaha melacak keberadaan Nunnally, adik aslinya, yang perannya secara misterius telah digantikan oleh seorang remaja lelaki bernama Rolo Lamperouge. Namun Suzaku yang kini telah menjadi salah satu Knight of Rounds, bagian dari kesatuan prajurit paling elit milik Britannia, telah kembali ke Jepang untuk mengawasinya…

Ada banyak sekali tokoh baru yang dimunculkan, dan konflik di antara mereka semakin bertambah. Ada banyak, banyak sekali kepentingan yang saling berbenturan, sehingga kita memerlukan banyak konsentrasi untuk secara sepenuhnya memahami apa saja yang sedang terjadi.

Kouzuki Karen alias Kallen Stadfield, saksi langsung atas stand off antara Lelouch dan Suzaku di akhir musim tayang lalu, muncul kembali di hadapan Lelouch setelah setahun untuk memastikan apakah ia bisa dipercaya apa tidak. Suzaku, masih dendam atas matinya Euphy, senantiasa bertanya-tanya tentang kontradiksi sikap Zero sesudah segala yang pernah terjadi. Rolo yang berhati labil ingin sekali membunuh Nunnally dan menggantikan kedudukannya. Di sisi lain Lelouch sebaliknya malah ingin membunuh Rolo karena semua kebohongan yang ia perankan. Kaname Ohgi, salah satu tangan kanan Zero, mulai menampakkan bakat tersembunyinya sebagai pemimpin. Viletta Nu yang semestinya telah kehilangan kedudukannya tiba-tiba muncul di Ashford Academy sebagai guru. Lalu tentang C.C., perempuan misterius yang telah memberikan kekuatan Geass pada Lelouch, bagaimana kedudukannya di dalam semua ini? Di samping itu, apa pula tujuan V.V., bocah misterius yang memiliki kemampuan serupa seperti C.C.? Apa pula kehendak sang kaisar yang sesungguhnya?

Masih banyak tokoh lain yang belum disebutkan, tapi seperti layaknya dalam pertunjukan panggung, semua benar-benar memainkan peranannya masing-masing. Hampir tak ada yang terlewatkan. Yeah. Segala sesuatu dalam Code Geass memang menghadirkan suatu kesan ‘teater’, dan kupikir hal inilah yang paling menjadikannya unik.

Jalinan cerita semakin berkembang dengan turut bermainnya pihak-pihak dari Cina yang berupaya menjalin hubungan bilateral, lalu dengan  semakin dominannya kakak Lelouch, Schniezel, serta hadirnya tokoh-tokoh Gino dan Anya, dua orang Knight of Rounds lain yang turut bersekolah di Ashford.

Sedikit memusingkan…

Kalau ada satu kata yang dengan ringkas bisa menggambarkan pendapatku terhadap serial ini, maka itu adalah ngejelimet. Tapi bukan dalam arti yang buruk sih.

Maksudnya, pada setiap episode, ada banyak sekali hal yang terjadi. Saking banyaknya, sampai-sampai ada kesan bahwa kita sebagai penonton hanya diberitahukan tentang apa yang terjadi secara sekilas-kilas aja. Dengan demikian, aspek perkembangan karakter dan pemahaman alur menjadi sedikit kurang maksimal. Ada salah satu karakter yang mati, misalnya. Kematiannya sedemikian tragis dan tak terduga. Kita dibuat terkejut, tapi kita tak sampai dibuat sedih atau kehilangan.

Namun mesk demikian, mungkin karena musiknya atau penataan adegannya yang secara sedemikian rupa terasa teatrikal, plot cerita ini mengalir secara pas dan sangat bisa dinikmati. Kita seperti biasa masih dibuat kagum dengan setiap intrik dan kejutan yang terjadi. Adegan-adegan perangnya masih cukup seru. Kekonyolan-kekonyolan yang ada masih tetap konyol tanpa terlalu terasa dipaksakan (meski memang masih agak sedikit terasa ‘terpaksa’).

Tentang detil-detil lainnya, mungkin lebih baik kukatakan nanti.