Posts tagged ‘BONES’

13/08/2014

Star Driver: The Movie

Star Driver: The Movie, merupakan pelengkap seri anime televisi Star Driver: Kagayaki no Takuto, yang berakhir pada perempat awal tahun 2011. Film layar lebar ini keluar pada awal tahun 2013, dan pada dasarnya merupakan film kompilasi yang merangkum cerita pada seri televisinya. (tact?)

Berhubung sifatnya sebagai film kompilasi, sebagian besar adegannya disusun dari adegan-adegan yang pernah dibuat pada seri televisinya. Meski garis besar ceritanya sama, aku sempat penasaran lumayan lama tentang apa yang diceritakan di film ini. Seperti yang bisa diharapkan, memang ada penambahan adegan-adegan baru. Tapi bukan itu sebenarnya intinya sih… Film layar lebar ini memperjelas beberapa poin cerita yang mungkin belum sepenuhnya tersampaikan dari versi seri televisinya. Film ini juga memberi sedikit gambaran tentang kelanjutan nasib para tokoh utamanya sesudah cerita di seri televisinya berakhir.

Penyutradaraannya masih ditangani oleh Igarashi Takuya dengan naskah yang dibuat oleh Enokido Yoji. Durasinya lumayan lama, yakni sekitar dua setengah jam, dan karenanya aku lumayan terkejut sendiri karena keseluruhan inti cerita pada seri televisinya berhasil dicakupi.

Ada daya tarik tertentu yang film ini punyai buatku. Star Driver buatku memang termasuk salah satu anime paling enggak biasa yang pernah kulihat. Tapi aku pribadi enggak menyangka bakal punya perasaan sentimentil terhadapnya sedalam ini.

Lukisan Gadis di Tepi Lautan

Buat yang belum tahu atau sudah agak lupa, Star Driver berkisah tentang kehidupan para muda-mudi di Pulau Southern Cross.

Pulau yang berada di wilayah selatan Jepang ini merupakan pulau indah yang memiliki iklim hangat yang dipengaruhi laut. Namun ada suatu rahasia besar yang Pulau Southern Cross sembunyikan, yakni keberadaan peninggalan-peninggalan suatu peradaban alien masa lampau. Peradaban alien kuno ini berupa teknologi ajaib yang terwujud dalam bentuk robot-robot raksasa serupa manusia bernama Cybody, yang selama berabad-abad secara ajaib telah ‘tersegel’ di pulau ini.

Suatu organisasi rahasia bernama Kiraboshi Juujidan, atau Glittering Crux Brigade, yang seluruh anggotanya bertopeng dan mengenakan pakaian-pakaian provokatif, tengah bergerak untuk membangkitkan teknologi kuno berkekuatan dahsyat ini untuk menguasai dunia. Mereka ingin mematahkan segel-segel yang mengurung seluruh Cybody. Tapi rencana mereka terhambat bersama kedatangan seorang pemuda asing pada suatu malam, yang ditemukan seorang gadis bernama Agemaki Wako di pesisir pantai, sesudah pemuda itu datang ke pulau tersebut dengan berenang…

Aku beberapa kali ditanya soal ini. Jadi berikut adalah daftar sebagian tokoh yang memegang peranan penting dalam cerita. Mungkin dari sana gambaran umum soal cerita seri ini bisa kalian dapatkan:

  • Tsunashi Takuto; sang karakter utama yang easygoing, yang ditemukan Wako terdampar di pantai. Juga dikenal sebagai sang Ginga Bishonen (‘Galactic Pretty Boy’), yang disebut-sebut dalam rencana (ramalan?) Kiraboshi Juujidan akan membuka pintu menuju Keberangkatan. Cybodynya adalah Tauburn, yang lambangnya ia warisi secara langsung dari kakeknya. Telah terlatih sejak kecil dalam kendo nitoryu. Alasan awal ia datang ke Southern Cross adalah untuk mencari jejak ayahnya yang hilang. Tapi belakangan tujuannya berubah untuk melindungi Wako dan menggagalkan rencana Juujidan. Sekalipun menjadi tokoh utama, kekuatan fase pertama miliknya tak pernah terungkap, walau Wako menduga itu adalah kemampuannya membahagiakan orang dan membuat mereka tersenyum.
  • Shindou Sugata (alias: King); sahabat masa kecil sekaligus tunangan Wako, yang kalem, terlatih dalam bela diri, dan belakangan juga menjadi sahabat dan pelatih bela diri Takuto semenjak yang bersangkutan ditolong oleh gadis itu. Keluarganya secara turun-temurun telah mewariskan lambang Cybody raja, Samekh, dan karenanya, seperti para Miko, dirinya terlarang untuk meninggalkan pulau. Kekuatan fase pertamanya adalah Ou no Hashira/King’s Pillar, berwujud pilar cahaya raksasa yang mampu melumat, memperkuat, dan mentransfer energi libido kehidupan dalam jumlah teramat besar, namun dengan bayaran teramat mahal pula. Meski berkesan dingin, dirinya sebenarnya menyayangi dan protektif terhadap Wako.
  • Shinada Benio (alias: Scarlet Kiss); kakak kelas perempuan bertubuh kecil yang merupakan pemimpin divisi Filament dari Juujidan, kapten Klub Kendo sekolah, sekaligus merupakan pengelola asrama tempat Takuto tinggal. Kekuatan fase pertama miliknya adalah kemampuan mengendalikan (mempengaruhi?) lelaki manapun yang diciumnya. Telah lama memendam suka terhadap Sugata karena kekagumannya terhadap orang-orang kuat, walau dirinya juga telah semenjak kecil bersahabat dengan dua anak cowok lain. Cybody miliknya adalah Peshent.
  • Honda Jouji (alias: Raging Bull); anggota Filament yang mendalami olahraga tinju. Sangat setia terhadap Benio yang merupakan teman masa kecilnya. Cybody miliknya adalah Alephist, yang menjadi lawan pertama yang Takuto hadapi sekaligus kalahkan.
  • Gouda Tetsuya (alias: Speed Kid); anggota Filament yang gemar mengendarai sepeda motor. Dekat dengan Honda Jouji dan setia terhadap Benio karena persahabatan mereka semenjak kecil. Cybody miliknya adalah Tetrioht. Sifat pendiamnya sepertinya agak berubah saat ia mulai mengendarai sepeda motor…
  • Watanabe Kanako (alias: President/Todori); pemimpin divisi Otona Ginkgo/Adult Bank dari Juujidan, teman sekelas Takuto, yang sudah menikah, kaya raya, tapi tak berkeberatan rayu-merayu dengan cowok-cowok yang tak dia kenal. Meski sering terlihat bosan, dirinya menyembunyikan kecerdasan dan kemampuan perencanaan luar biasa, dan setiap tindakannya dapat mempengaruhi status perekonomian dunia. Suaminya adalah Leon Watanabe, pria berusia 65 tahun yang merupakan salah seorang konglomerat terkaya. Memiliki kemampuan tinju yang bahkan melebihi Jouji. Cybody miliknya adalah Betreida. Dalam seri TV-nya, kekuatan fase pertamanya disiratkan merupakan kemampuan untuk memicu proses regenerasi. Seiring perkembangan cerita, diindikasikan dirinya menyimpan perasaan terhadap Takuto.
  • Simone Aragon (alias: Secretary); pelayan pribadi Kanako yang pendiam yang juga sekelas dengannya, sekaligus anggota Adult Bank. Memiliki latar belakang hubungan yang rumit dengan Kanako. Dalam seri TV-nya, dikisahkan bahwa nama aslinya adalah Pamela Watanabe, dan dirinya merupakan anak tiri Kanako. Lalu semula ia memendam kebencian terhadap Kanako sebelum mengetahui apa sebenarnya yang dialaminya. Kekuatan fase pertamanya digambarkan sebagai kemampuan menciptakan medan pelindung. Cybody miliknya adalah Daletos.
  • Dai Takashi (alias: Banker); pelayan handal Kanako, yang sekelas dengannya, dan juga anggota Adult Bank. Mendalami kendo, dirinya menjalin semacam hubungan asmara dengan Simone (meski Simone mungkin bermaksud memperalatnya di awal). Cybody miliknya adalah Tzadikt. Dalam seri TV terungkap kalau dirinya salah satu dari sekian sedikit anggota Juujidan yang semenjak awal ternyata telah memiliki lambang asli.
  • Okamoto Midori (alias: Professor Green); perawat di ruang medis sekolah, yang secara diam-diam memiliki kesukaan terhadap lelaki-lelaki muda dan tampan. Dirinya adalah pemimpin Science Guild Juujidan, yang menjalankan riset terhadap Cybody. Cybody miliknya adalah Yoddock. Dalam seri TV-nya, kemampuan fase pertamanya memungkinkannya untuk mempermuda usianya.
  • Yano Mami (alias: Ondine); Gadis berkulit coklat yang menjadi anggota divisi Bouganville dari Juujidan. Menyimpan rasa antipati terhadap Wako akibat kedekatannya dengan Takuto dan Sugata. Dalam seri TV terungkap kalau dirinya juga memiliki lambang asli. Kekuatan fase pertama miliknya mampu menciptakan boneka-boneka tempur Mermaidoll dari air. Namun kekuatannya tersebut belum bisa dikendalikannya secara penuh. Kemunculannya menandai awal situasi yang memaksa Sugata untuk mengapprivoise Samekh. Cybody miliknya adalah Kaphrat.
  • Yoh Marino (alias: Manticore); saudari kembar Yoh Mizuno yang dikenal sebagai bintang olahraga di sekolah, serta yang dikenal lebih ‘normal’ dibandingkan saudarinya. Dalam seri TV-nya, dikisahkan ia bergabung dengan Juujidan sebagai pemimpin sementara divisi Vanishing Age, untuk menutupi identitas Mizuno sebagai Miko. Cybody miliknya di seri TV adalah Ayingott, yang disiratkan terkutuk dan pernah dihancurkan Samekh sebelumnya, dan merupakan Cybody jahat yang memiliki kemampuan melacak Miko. Seperti halnya saudarinya, dirinya juga diindikasikan menyimpan perasaan terhadap Takuto.
  • Miyabi Reiji (alias: Head); pelukis yang menjadi pemimpin divisi Vansihing Age dari Juujidan, yang sekaligus merupakan ayah kandung Takuto. Nama aslinya adalah Tsunashi Tokio, dan untuk waktu lama dirinya telah berhenti menua. Dirinya adalah antagonis utama di seri ini, yang menjadi motor di balik sebagian besar tindakan Juujidan. Cybody miliknya adalah Reshbal, sebelum kemudian digantikan Synpathy.
  • Katashiro Ryosuke (alias: Chairman/Gichou); pria paruh baya yang merupakan wakil pemimpin divisi Vanishing Age, dirinya adalah sahabat lama Tokio sebelum apa yang terjadi dalam masa lalu mereka. Dirinya pemilik asli lambang Reshbal, yang kemudian diserahkannya pada Reiji, sebelum Reiji menggantinya dengan lambang Synpathy.

Segel yang menutupi seluruh Cybody di Southern Cross diwakili oleh empat orang Miko (‘gadis kuil’).

Pada awal cerita, mereka masih belum mengetahui status Miko satu sama lain. Lalu berkenaan status mereka, mereka sama-sama terlarang untuk meninggalkan pulau, walau kata ‘terlarang’ di sini mungkin enggak persis menggambarkan situasinya…

Lambang dan segel yang mereka miliki kelihatannya juga diwariskan secara turun-temurun.

  • Sakana-chan (‘gadis ikan’), sang Miko utara yang nama aslinya tak pernah dibeberkan. Pecahnya segel miliknya memungkinkan Juujidan untuk mengakses seluruh Cybody melalui teknologi cybercasket yang mereka ciptakan. Segel miliknya dihancurkan secara pribadi oleh Reiji (menggunakan Star Sword yang dipanggil tanpa Cybody). Walau demikian, diimplikasikan bahwa Sakana-chan membiarkan segelnya dipecahkan secara sukarela. Dirinya yang menuturkan dongeng “Sam, si Penusuk Cumi” kepada Reiji, yang menjadi alegori terhadap apa yang dialaminya dalam keseluruhan cerita. Disiratkan juga bahwa Sakana-chan mencintai Reiji, tapi menjadi tak bisa menerima dirinya sesudah tahu seperti apa ambisi Reiji sesungguhnya. Sifatnya cenderung datar, namun ia bisa menampilkan ekspresi-ekspresinya bila mau. Cybody miliknya adalah Nunna. (Lagu tema miliknya adalah “Monochrome”)
  • Yoh Mizuno, sang Miko barat, gadis eksentrik yang percaya pada sihir dan kemampuannya untuk berbicara dalam bahasa binatang. Sering terlihat melompat keluar lewat jendela dan mengendarai bus di atap. Sifatnya terpengaruh oleh pengalaman masa lalunya, yang mana sesudah ayah kandungnya meninggal, ibunya menelantarkan dirinya untuk mengejar pria lain. Pecahnya segel miliknya menandai saat Juujidan akhirnya bisa mengendarai Cybody-Cybody secara langsung tanpa topeng dan cybercasket, dengan syarat penggunanya memiliki lambang asli. Seiring perkembangan cerita, seperti saudarinya, Mizuno juga jatuh hati pada Takuto. Cybody miliknya bernama Memna. (Lagu tema miliknya adalah “Innocent Blue”)
  • Nichi Keito (alias: Ivrogne), sang Miko timur, ketua kelas Takuto yang serius, sekaligus pemimpin divisi Bouganville dari Juujidan. Sahabat sejak kecil Wako dan Sugata. Tapi kedekatan di antara mereka merenggang seiring mereka dewasa. Ia mencintai Sugata sejak kecil, walau ia menyadari status tunangan yang Sugata telah punyai dengan Wako. Kekuatan fase pertamanya memungkinkannya berbagi energi libido kehidupannya dengan orang lain, dan Keitolah yang ternyata menyokong nyawa Sugata semenjak ia mengapprivoise Samekh. Segel miliknya secara khusus mengunci Samekh, sang Cybody Raja. Motivasinya bergabung dalam Juujidan semata-mata untuk yang diyakininya sebagai kepentingan Sugata. Cybody miliknya adalah Hethna. (Lagu tema miliknya adalah “Shuushoku no Aria”)
  • Agemaki Wako, sang Miko selatan. Sahabat sejak kecil Sugata, yang sekaligus berstatus sebagai tunangannya. Walau sesudah kedatangan Takuto, Wako mulai memiliki perasaan terhadap Takuto juga. Segel Wako mengunci keseluruhan dimensi Zero Time/Zero Jikan di mana seluruh Cybody terkurung, karena itu lambat laun Juujidan pasti akan mengincarnya juga. Kekuatan fase pertamanya kelihatannya adalah indera penciumannya yang teramat sangat tajam? Cybody kepunyaannya adalah Wauna. (Lagu tema miliknya adalah “Komorebi no Contact”)

Kuil yang Tiada Sesudah Badai

Star Driver: The Movie melakukan kerja bagus dalam memaparkan inti cerita dari seri TV-nya. Persisnya: hubungan segitiga antara Takuto, Wako, dan Sugata; serta segala konflik menyangkut Cybody. Subplot-subplot yang ditampilkan kelihatan sengaja dipilah untuk memperjelas apa-apa yang ketiga tokoh utamanya alami. Ini terutama menyangkut sifat dan proses apprivoise dari Cybody, konsekuensi-konsekuensi dari tindakan-tindakan yang dapat mereka ambil, pilihan-pilihan yang mereka punya, serta apa-apa sesungguhnya yang ingin mereka lakukan.

Eh? Dari tadi aku menyinggung soal apprivoise tapi aku belum menjelaskan itu apa? Ringkasnya, kudengar itu diambil dari bahasa Perancis dan artinya sedikit banyak adalah ‘menjinakkan.’ Memang perlu kalian lihat sendiri agar bisa ada gambarannya sih.

Seri Star Driver sejak awal membuatku terkesan dengan caranya menampilkan gejolak masa muda. Terutama soal bagaimana masa tersebut berpengaruh pada masa depan setiap individu. Memang ada kelemahan-kelemahannya, seperti kurang hadirnya faktor orang dewasa. Tapi kelemahan-kelemahan itu kurang lebih telah teratasi dalam film layar lebar ini. Ada semacam keseimbangan yang kayaknya berhasil dicapai dalam versi ini. Ada banyak yang disampaikan di dalamnya. Durasinya terbilang panjang, tapi alurnya tak terasa berat atau membosankan.

Ada bagian-bagian cerita minor dalam seri TV-nya yang tak dibahas di film ini, yang sebenarnya memberi banyak penjelasan tentang apa yang berlangsung dalam cerita. Karena itu, mungkin film layar lebar ini baiknya ditonton kalau sudah beres menonton seri televisinya sih. Tapi mereka yang menonton cuma karena sekedar ingin tahu garis besar cerita Star Driver itu seperti apa kurasa juga bisa puas.

Sebab beneran, agak kontras dengan seri TV-nya yang dinilai punya adegan-adegan aksi terbatas, sebagian besar adegan aksi yang sempat terjadi di sana dicoba dipadatkan kembali ke sini. Bahkan dengan sedikit modifikasi dan penambahan animasi! Jadinya, di luar dugaan, movie ini lebih sarat aksi dari yang kukira. Ini paling terlihat dalam adegan klimaks antara Tauburn dan Samekh sih, yang jelas-jelas diekstensi. Penataan musiknya, dan lagu milik keempat Miko yang mengiringi pertarungan-pertarungan antar Cybody, juga tertata dengan lumayan seimbang.

Adegan tambahan yang dimasukkan ke film ini turut menampilkan bahwa ternyata memang ada pihak tertentu (selain Juujidan?) yang berusaha melepas Cybody-Cybody ke dunia nyata. Hanya saja, soal ini dengan cepat langsung diatasi oleh sang Ginga Bishonen. Jadi cerita film ini benar-benar lebih berat ke apa yang terjadi di sepanjang seri TV-nya ketimbang apa yang berlangsung sesudahnya.

Kayak, ada yang nanya: “Lalu akhirnya semua Cybody yang kesisa itu gimana?” Lalu movie ini seolah ngejawab, “Ada pihak-pihak enggak bertanggung jawab mau memanfaatkannya. Tapi tenang, Takuto dkk nanti pasti langsung bakal mengatasinya!”

Yah, kira-kira kayak gitu.

Kebanyakan porsi cerita di seri TV-nya, yang agak tangensial dibanding konflik utama, dan karenanya dipangkas dan disisihkan, kucatat meliputi:

  • Pentas teater yang dilakukan kelompok teater Night Flight, yang sebenarnya mempertegas asal-usul Cybody dari kaum Entropeople lewat monolog Endo Sarina.
  • Revolusi yang melanda Juujidan terkait tampil ke depannya Vanishing Age dengan para anggotanya yang punya lambang asli, termasuk bergabungnya dua karakter mencolok Kei Madoka (alias: Window Star) dan Atari Kou (alias: Needle Star).
  • Subplot tentang Ayingot dan Manticore.
  • Pembagian kekuatan fase dan apa yang terjadi saat apprivoise.
  • Tentang bagaimana pengalaman masa lalu Takuto bersama dua sahabat lamanya, Hana dan mendiang Natsuo, diimplikasikan berdampak besar pada penguasaannya atas Tauburn. Di samping karena Tauburn tak terikat oleh segel di pulau, alasan Takuto menjadi kuat mungkin karena Tauburn menjadi satu-satunya Cybody yang diciptakan sejak awal untuk digunakan manusia.

Langit Lebih Menakjubkan yang Akan Kita Lihat Esok Hari

Singkat kata, ini film yang terbilang memuaskan buat para penggemar lama Star Driver. Ya, sekalipun garis besar ceritanya masih sama.

Kurasa, masa lalu orang—dalam hal ini, masa remaja—beneran berdampak besar terhadap dia jadi orang kayak gimana di kemudian hari. Mengikuti ulang cerita ini, aku kembali menyadari sejumlah hal tentang karakternya. Mungkin karena apa yang mereka alami agak-agak mirip dengan apa-apa yang pernah kualami sendiri.

Khususnya, soal perasaan Gichou yang bisa menyayangi Takuto, yang merupakan anak dari orang yang pernah dicintainya. Lalu soal motivasinya untuk berada di Juujidan, yang lebih karena keberadaan Reiji, sahabatnya, terlepas dari apa yang pernah Reiji lakukan terhadapnya di masa lalu.

Reiji itu kayak… digambarkan sebagai sosok paling menyedihkan di seri ini, sehubungan dengan betapa terjebaknya ia pada masa lalu. Sekalipun peringatan berulangkali dari orang-orang terdekatnya—Sakana-chan, Gichou, dan Shingo—telah ia dapatkan. Karena itu, meski Ryosuke memiliki alasan untuk membencinya, hubungan persahabatan lama mereka mendorongnya untuk mengawasinya.

Aku agak kecewa soal bagaimana adegan ‘tatapan saling memahami’ antara Takuto dan Wako pada klimaks cerita jadi digantikan oleh, uh, semacam pernyataan yang ditanggapi secara aneh. Tapi sudahlah. Kurasa itu juga jadi salah satu hal dari seri TV-nya yang sayangnya juga perlu diperjelas.

…Rasanya masih ada hal-hal lainnya juga. Tapi kayaknya aku sudah memperoleh sebagian besar yang ingin aku tahu.

Ada terlalu banyak hal yang bisa tersirat di dalamnya sih.

Penilaian

Konsep: A-; Visual: A+; Audio: A+; Perkembangan: B+; Eksekusi: A-; Kepuasan Akhir: A

Iklan
02/12/2012

Eureka Seven AO

Aku tahu ini mungkin agak telat, tapi aku baru saja membereskan Eureka Seven AO.

Damn, kasih aku kesempatan buat menyortir pikiran dulu. Akhir ceritanya benar-benar bagus dengan cara yang enggak terduga.

Oke. Sebelumnya, aku katain yang udah pasti aja.

Eureka Seven AO adalah sesuatu yang kusangka enggak akan pernah kulihat lagi sesudah tahun 2005. Maksudku bukan sebagai sekuel. Tapi lebih sebagai sebuah seri mecha.

Dekade 90an dan awal 2000an masih memiliki seri-seri super robot yang agak-agak over the top. Tapi gara-gara Neon Genesis Evangelion, era itu lebih banyak diisi oleh seri-seri mecha dengan tema cerita berat dan nuansa agak suram. Aspek fiksi ilmiah berbagai seri yang keluar di era itu benar-benar kental. Ada omongan tentang alien, rasa kehilangan, kemanusiaan, dan sebagainya. Meski sudah menonton sampai tamat pun, cerita seri-seri di era tersebut kadang masih memerlukan pemikiran mendalam buat mengerti apa-apa yang terjadi di dalamnya. Yang aku bicarakan di sini: seri-seri yang dengan sengaja ngebikin kamu bingung.

Eureka Seven AO, singkat kata, tampil kembali sebagai sebuah seri yang kayak gitu.

Episode-episode pertamanya, sumpah, benar-benar ngebingungin. Aku katain ini sebagai penggemar berat seri Eureka Seven yang orisinil ya. Bahkan aku, penggemar lama yang telah memiliki pemahaman tentang konsep dunia di ceritanya, agak-agak enggak yakin sekuel satu ini sebenarnya maunya apa.

Bentar, sebenarnya, aku juga curiga para pembuatnya pun pada awalnya enggak yakin seri ini bakal dibawa ke mana. Aku ngerasa tema seri ini bahkan kayak berganti beberapa kali di sepanjang cerita. Lalu kalau kupikir lagi, dari segi perkembangan karakter, kayaknya ada banyak banget karakter yang perkembangannya kayak ‘ditelantarkan’ begitu saja. Ini betulan kontras dengan 50an episode yang dihadirkan dalam Eureka Seven. Dalam Eureka Seven AO, kayaknya ada beberapa twist yang ‘disengaja’ banget dalam naskahnya.

Jadi, kalau kau penggemar lama yang nanya apa Eureka Seven AO sebagus Eureka Seven yang menjadi pendahulunya, aku serta merta bakal jawab, “ENGGAK!”

Tapi dari segi cerita, Eureka Seven AO jadi sesuatu yang… apa ya? Semacam prestasi tersendiri gitu deh.

Ini cerita dengan konsep yang benar-benar enggak kebayang sebelumnya. Lalu meski ada banyak sekali keterbatasan dan kekurangannya, studio produksi BONES berhasil mengakhiri seri ini secara berkesan dan memuaskan.

Eeh, maksudnya, ini seri yang mengecewakan. Tapi tamatnya agak lumayan. Ngerti maksudku?

Okinawan Independence

Eureka Seven AO mengetengahkan tokoh utama Fukai Ao, anak remaja usia SMP dengan asal-usul agak misterius, yang dibesarkan oleh seorang dokter bernama Fukai semenjak dirinya bayi, di pulau Iwato Jima yang merupakan bagian dari negeri bernama Republik Okinawa.

Di latar cerita ini, Okinawa dikisahkan terpisah dari negara Jepang. Alasan pemisahan dan kemerdekaannya terkait dengan peristiwa Scub Burst yang menghancurkan ibukota Tokyo bertahun-tahun silam. Hingga dimulainya awal cerita, ketegangan masih kerap terjadi antara kedua negara tersebut.

Scub Burst ini pada dasarnya merupakan ledakan partikel trapar yang diakibatkan oleh fenomena letusan Scub Coral—relief-relief serupa terumbu karang yang bermunculan secara liar dan tanpa terkendali di berbagai tempat di seluruh belahan dunia. Fenomena terjadinya Scub Burst kerap diikuti oleh kemunculan G-Monster—atau lebih dikenal di dunia internasional dengan istilah Secret—makhluk-makhluk amorfik raksasa yang tersusun dari kristal-kristal hitam dengan pendar kemerahan dan kerap membawa kekacauan dan kehancuran ke manapun mereka pergi.

Keterkaitan sesungguhnya antara Secret dan Scub Burst belum diketahui publik. Namun ada suatu lembaga internasional khusus bernama Generation Bleu yang berwenang dan mampu menangani fenomena-fenomena bencana ini lewat intervensi pasukan mecha IFO mereka.

Dalam salah satu konflik antara pasukan bela diri Jepang dan Okinawa, suatu IFO jenis baru, yang disebut Type-1, yang ternyata merupakan kerangka paling dasar dari semua IFO, jatuh ke tangan Ao. Ao secara tak sengaja terlibat dalam rencana sekelompok pemuda Okinawa idealis pimpinan Gazelle saat mereka hendak melakukan semacam barter dengan pihak pasukan Jepang.

Type-1 ini ternyata tak lain adalah IFO Nirvash, yang sebelumnya dibawa oleh ibu Ao, Eureka (tokoh yang sama dari Eureka Seven), saat ia ‘terjatuh dari langit’ ketika baru ‘datang dari dunia lain.’ Eureka dikisahkan menghilang secara misterius dalam suatu insiden pada saat Ao masih balita. Lalu sesudah sepuluh tahun berlalu, Ao menemukan sedikit kepingan petunjuk tentang asal-usulnya, yang menyebabkan warna rambutnya yang sebelumnya gelap berubah kembali ke warna aslinya yang hijau/biru terang.

Jatuhnya Nirvash ke tangan Ao, beserta kehandalannya dalam mengemudikannya demi melindungi penduduk pulau Iwato Jima dari serangan G-Monster, selanjutnya menarik perhatian Team Pied Piper pimpinan seorang pria paruh baya bernama Ivica, yang telah diutus oleh Generation Bleu. Di sinilah Ao kemudian berkenalan dengan dua orang gadis yang kemudian menjadi rekannya, Fleur Blanc yang cantik dan populer yang mengendalikan IFO Aleluia, serta Elena Peoples yang eksentrik dan mengendalikan IFO Kyrie.

Type-1 akhirnya lepas dari pengawasan militer, dan bergabunglah Ao sebagai bagian dari Team Pied Piper Generation Bleu sesudah diselundupkan ke luar Okinawa. Maka dimulailah kehidupan baru Ao yang membawanya ke berbagai belahan dunia, demi menumpas kemunculan Secret, sekaligus menemukan petunjuk tentang dari mana dirinya berasal.

No Romance

Episode-episode yang mengetengahkan karir Ao dalam Generation Bleu sebenarnya memberi fokus terhadap eksplorasi konsep Secret dan Scub Coral. Ao, bersama Fleur dan Elena, di bawah bimbingan Ivica dan rekan-rekan mereka yang lain, akan diutus untuk menangani masalah Secret di suatu wilayah—dan sesudahnya Ao beserta kawan-kawannya akan memiliki pemahaman lebih tentang ‘apa’ sebenarnya yang mereka hadapi selama ini.

(Asal tahu saja, karena suatu alasan tertentu, hanya anak-anak seusia Ao yang dapat menggerakkan IFO. Lalu entah karena apa pula, hanya Ao seorang pilot IFO cowok di Generation Bleu…)

(Err, aku ga akan nyangkal gimana ‘rasa’ Evangelion agak kental dari sisi ini.)

Di samping tentang Secret, Ao juga jadi mengetahui banyak hal tentang Generation Bleu yang ternyata dipimpin oleh ayah Fleur, Cristoph Blanc. Ao, yang notabene ‘berbeda’ dari manusia lainnya, turut menjadi subjek pengamatan menarik bagi Generation Bleu dengan kemampuannya untuk ‘melihat’ jalur-jalur partikel trapar.

Ao juga belakangan mengetahui bahwa alasan Ivica ngotot untuk membawanya bergabung ternyata tak lain karena Ivica pernah diselamatkan nyawanya oleh Eureka sepuluh tahun silam. Ivica berkeinginan membalas budi dan membantu Ao menemukan ibunya kembali.

Segala situasi terkait peran Generation Bleu dan kedudukannya yang ‘netral’ di dunia internasional benar-benar menarik. Apa yang dipaparkan di seri ini beda jauh dari ‘drama pribadi’ yang diperlihatkan dalam Eureka Seven. Tapi cakupan pembahasan ceritanya jadi benar-benar luas. Ada soal Secret, ada soal Ao, ada juga soal Gazelle dkk yang diam-diam menyusup ke Triton, kapal induk Team Pied Piper, agar bisa dipekerjakan juga oleh Generation Bleu; apalagi Eureka Seven AO terlihat enggan untuk melepas fokus mereka terhadap pengembangan sisi karakterisasi juga. Ini yang kumaksud dengan gimana seri ini jadi terkesan enggak jelas maunya ke arah mana. Belum lagi di samping Team Pied Piper, terdapat pula tim-tim IFO lain di Generation Bleu macam Team Goldilocks dan Team Harlequin.

(Eh, bentar. Ternyata Ao bukan pilot cowok satu-satunya ding.)

Tapi dari segala ‘arah’ yang mungkin diambil oleh seri ini, yang diambil malah arah yang benar-benar ‘baru’ saat ceritanya mengalami titik balik dengan hadirnya pemuda misterius bernama Truth.

Untuk sebagian besar durasi cerita, Truth tampil sebagai tokoh antagonis yang menimbulkan kekacauan di manapun Secret bermunculan. Dia mampu merubah wujud dan suaranya menjadi orang lain. Dirinya dapat terbang. Dirinya memiliki semacam kekuatan telekinesis. Dirinya terkuak sebagai biang kerok beragam kebijakan politik berbagai negara terkait masalah Scub (termasuk soal penemuan Type-1 oleh pemerintahan Jepang). Dirinya dengan mudah dapat mengimbangi para pengguna IFO bahkan tanpa memakai IFO(!). Truth dapat dikalahkan, tapi berulangkali terbukti seakan-akan tak dapat dibunuh.

Arata Naru, gadis teman masa kecil Ao di Iwato Jima yang semenjak dulu terganggu kesehatannya dan terpaksa ditinggalkan Ao, mengalami kontak dengan Truth dan kemudian ‘berubah.’

Perubahan ini… beneran sukar dijelaskan dan mesti kalian lihat sendiri biar ada gambaran.

Tapi Naru kemudian menjadi tokoh penting yang seakan mengambil sudut pandang yang berlawanan dengan Ao dan Generation Bleu. Ia secara aktif, dengan kekuatan-kekuatan barunya, serta dengan apa yang nampaknya merupakan tiruan dari Nirvash typeZERO dari seri pertama, berpihak pada Truth dan menentang penggunaan materi Quartz yang dihasilkan Scub Coral sebagai sumber pembangkit energi oleh berbagai negara di seluruh dunia.

Segala intrik Eureka Seven AO, jika kau cukup sabar untuk mengikutinya, benar-benar pelik dan memikat.

Lalu semuanya kemudian sampai pada kesimpulan tentang bagaimana kepingan terakhir jawaban yang mereka cari sesungguhnya dipegang tak lain oleh Eureka tanpa diketahuinya sendiri, yang dalam sosoknya kini, tengah terhempas dalam mengarungi dimensi ruang dan waktu.

Third Engine

Eureka Seven AO berdurasi 24 episode, kurang dari separuh dari durasi total pendahulunya, namun cakupan ceritanya benar-benar lebih banyak. Aku pribadi sempat skeptis saat mendengar berapa total episode yang direncanakan untuk seri ini. Karena bahkan di episode 19 pun, perasaan kalau ini semua baru ‘separuh jalan’ itu ada.

Tim yang menangani Eureka Seven AO agak berbeda dari Eureka Seven. Karenanya, aku sempat menyempatkan waktu buat mencari-cari info seputar produksinya. Mungkin ada kendala di sisi finansial atau kreatif atau apa. Aku pikir pasti bakal ada, mengingat betapa fenomenalnya Eureka Seven di Jepang dulu. Tapi sejauh ini aku belum menemukan apapun.

Kasusnya, secara garis besar, agak mirip kasusnya Bounen no Xamdou. Namun berbeda dari Bounen no Xamdou yang masih tersamar maknanya bahkan hingga akhir, Eureka Seven AO lebih banyak ‘kena’ daripada ‘meleset’-nya.  Lalu seperti yang pernah kusinggung sebelumnya, dari episode 19 yang kerasa masih banyak yang menggantungnya tersebut, seluruh ceritanya berhasil dirampungkan dengan baik dan memuaskan hanya dalam hitungan hanya beberapa episode. Dan itu masih ditambah dengan beberapa adegan pertempuran mecha keren di episode 23 dan 24 lagi!

Eureka Seven dengan durasinya yang panjang mengeksplorasi banyak sekali hal tentang dunia dan karakternya. Tapi Eureka Seven AO enggak memiliki keleluasaan itu. Jadi sayangnya memang ada banyak banget aspek dari segi karakterisasi maupun latar dunia yang kerasa ditelantarkan.

Aspek yang ditelantarkan ini enggak sebanyak yang kusangka bakal ada sih. Soalnya pada suatu titik, tema dimensi-dimensi paralel bakal diangkat. Lalu karena suatu sebab—yang sebenarnya agak sedih—hanya Ao seorang yang bakal mengingat setiap rincian dari perubahan dunia yang ditimbulkannya. Tapi dari yang awalnya gaje, inipun kemudian tergali secara keren kok.

Ngomong-ngomong soal mecha dan adegan pertempuran, mecha-mecha IFO di Eureka Seven AO lebih banyak ‘dipersenjatai’ dibandingkan mecha-mecha LFO maupun KLF di Eureka Seven. Desain-desainnya bagi beberapa orang mungkin tak sememukau desain-desain mecha di Eureka Seven sih. Tapi dengan penjabaran soal bagaimana dunia sekarang tak padat dengan trapar (maksudnya, berbeda dengan di Eureka Seven, partikel trapar sengaja dibawa masing-masing mecha sebagai bahan bakar, aspek ini ntar berperan dalam cerita loh!), sejumlah perbedaannya itu bisa dimengerti. (Setiap IFO dengan desainnya masing-masing masih dapat berubah ke bentuk pesawat.)

Adegan-adegan aksi di tiap episode itu ada, cuma kadang luar biasa padat, ringkas, dan enggak bisa dibilang memukau. Memang ini mungkin mengecewakan bagi beberapa orang. Tapi meski tak sampai membuatku menahan nafas kayak beberapa adegan aksi di seri pendahulunya, masih tetap ada sejumlah adegan tempur di Eureka Seven AO yang bikin aku wow kok.

Enggak ada kekurangan yang bisa kukatakan dari segi visual. Pada saat sedang bagus, visualnya benar-benar bagus. Karena kita dibawa keliling dunia, ada banyak tempat eksotis dan keren yang didatangi Ao dan kawan-kawannya. Keterangan nama tempat dan latar yang diberikan pada layar banyak membantu dalam memberi insight tentang dunianya.

Dari segi audio, musik dan pengisian suaranya cukup keren. Hanya… entah ya. Ada suatu nuansa aneh yang kadang kudapatkan yang enggak bisa kujelasin. Bukan soal kualitasnya, tapi lebih pada gimana audionya dipakai dan ditata… entahlah. Mungkin itu cuma aku.

Akhir kata, kelemahan Eureka Seven AO adalah koherensi dari awal sampai akhirnya yang tak sebaik pendahulunya. Semuanya nyambung, tapi secara tersegmentasi gitu. Tema yang diangkat dan berusaha dilingkupinya enggak cuma satu. Makanya, yea, ini kalah telak dibanding Eureka Seven yang meski tersendat di banyak bagian, saat ‘kena’-nya itu beneran kena dan semuanya ngebentuk ‘gambar utuh’ pada akhir cerita. Ada beberapa aspek di Eureka Seven AO yang malah bisa membuat sejumlah penggemar lama merasa terasing.

Tapi hasil akhirnya sama sekali enggak akan kukatakan jelek kok.

(Ngomong-ngomong, ‘AO’ merupakan kepanjangan dari ‘Astral Ocean’.)

(Oh yeah. The band Hemenway totally rocks.)

Penilaian

Konsep: X; Visual: A; Audio: B+; Perkembangan: B+; Eksekusi: A-; Kepuasan Akhir: A-

05/04/2011

Star Driver: Kagayaki no Takuto (end)

Seri anime Star Driver: Kagayaki no Takuto, yang dimulai pada musim gugur 2010, belum lama ini tamat dengan durasi total 25 episode. (Omong-omong, bahasan soal movie dan lebih banyak soal tokohnya bisa dilihat di sini)

Saat yang dinantikan Head akhirnya tiba. Segel miko yang ketiga dipatahkan. Samekh, Cybody raja, bangkit. Lalu Tsunashi Takuto harus menghadapi pertarungan terakhirnya demi melindungi Agemaki Wako sekaligus dunia.

Soal kesanku, aku sependapat dengan sebagian orang soal bagaimana seri ini tidak berakhir se-epic yang dibayangkan. Ceritanya berkembang sesuai yang terbayangkan, dan konklusinya secara mengecewakan lumayan ‘terbuka.’ Tamatnya adalah jenis tamat yang membuatmu tak bisa tak berharap bakal ada epilog atau lanjutan. Pokoknya, OVA atau manga apaa gitu yang akan mengklarifikasi berbagai hal yang tersamar serta membeberkan kelanjutan nasib tokoh-tokohnya. Segala yang terjadi di episode terakhirnya benar-benar agak sulit dimengerti bagi mereka-mereka yang tak mencermati jalinan cerita episode-episode sebelumnya.

Star Driver sejauh ini bagus karena kedinamisan hubungan antar karakternya dan pembangunan situasinya yang berkesan. Ada banyak visualisasi yang benar-benar keren di dalamnya, tertuang dalam ganasnya pertempuran terakhir yang harus Tauburn lalui. Tapi kebagusan ini berakhir tak tuntas karena kesannya ada banyak unsur cerita yang terpaksa dibiarkan tak tergarap.

Eksekusinya luar biasa sih. Karena kedua puluh lima episode ini benar-benar berhasil mengangkat segala elemen yang mau diangkat dan memaparkannya secara menghibur.

Setidaknya di episode terakhir, segala konflik yang diwarnai segala pertentangan antara ambisi, cinta, dan persahabatan digambarkan berakhir. Wako mengungkapkan perasaannya yang sesungguhnya. Lalu adegan penentuan saat  Takuto dan Wako hanya saling bertukar pandang tanpa kata dan seketika saling memahami bagiku adalah adegan terbaik di sepanjang seri.

Indikasi-indikasi terselubung, seperti soal sekaratnya Sugata dan asal usul Sarina, sayangnya hanya bisa kita tebak penyelesaiannya. Sejauh ini tak ada penjelasan eksplisit yang diberikan untuk hal-hal tersebut.

Seri ini benar-benar berakhir sebagai cerita yang mengetengahkan soal drama remaja. Dengan segala warna dan sedikit fanservice yang dimilikinya, karakterisasi yang agak melompat-lompat, cerita abstrak yang penuh teka-teki tapi tanpa terjatuh menjadi ‘suram,’ dan ketiadaan ‘ambisi’ yang memajukan plot, aku bisa memaklumi bila seri ini memang tak cocok dengan sebagian orang. Ini seri yang kesan orang terhadapnya akan sangat subjektif. Tapi sebagai seri yang begitu mengingatkan akan betapa berartinya semangat hidup (dan dengan adegan-adegan aksi mecha yang keren, seenggaknya sampai pertengahan seri), tetap saja aku tak bisa tak menyukainya.

Sayang durasi seri ini tak bisa lebih panjang.

Penutup seri ini adalah kutipan dari Sakana-chan, yang meski agak menyebalkan, memang memberi nuansa pas sebagai penutup: Dengan demikian, petualangan kehidupan pun berlanjut…

Penilaian

Konsep: B+; Visual: A+; Audio: A; Perkembangan: B-; Eksekusi: A; Kepuasan Akhir: A-

14/10/2010

Star Driver: Kagayaki no Takuto

(Ini adalah bahasan untuk bagian awal versi seri TV-nya. Bahasan soal movie dan lebih banyak soal tokohnya bisa dilihat di sini)

Aku bisa gila kalau tak menulis sesuatu tentang ini.

Salah satu anime yang menjadi highlight di musim ini bisa jadi merupakan salah satu anime mecha paling aneh yang pernah dibuat.

Sesudah mendengar kabar tentang produksinya pada pertengahan 2010 lalu, aku dan banyak penggemar (mecha) lainnya menanti dengan penuh harap saat-saat anime ini ditayangkan. Kabar bahwa studio animasi BONES bertanggung jawab atas pembuatannya semakin menuai sensasi. Lalu keterlibatan Enokido Yojii (pencetus cerita Shoujo Kakumei Utena) juga membuat para pemerhati semakin bertanya-tanya.

Sesudah episode pertamanya keluar dua minggu sebelum tulisan ini dibuat, sepertinya ada banyak sekali yang bisa kukatakan tentang anime ini.

Kukatakan sekali lagi, anime ini bisa jadi merupakan anime mecha paling aneh yang pernah kutonton.

Singing out my youth!

Pada dasarnya, Star Driver: Kagayaki no Takuto, atau Star Driver: Takuto of the Radiance, bergenre super robot. Artinya, kau takkan menemukan mecha-mecha meluncur dari hangar dan dipersenjatai dengan teknologi-teknologi baru dsb. Yang kau temukan adalah mecha-mecha ‘tak masuk akal’ yang bisa saja muncul entah dari mana dan pada setiap episode baru, menampilkan jurus atau senjata baru yang sama atau lebih ‘gila’ dibandingkan apa yang pernah dipelihatkan pada episode-episode sebelumnya.

Ya, seperti Getter Robo atau Mazinger Z. Anime-anime super robot klasik gitu.

Tapi Star Driver itu jauh, jauh, jauh lebih berwarna-warni, enggak lazim, sulit dicerna, dan dramatis.

Seperti yang pernah kuceritakan pada tulisan yang lalu, Tsunashi Takuto adalah seorang pemuda yang sesudah bersusah payah berenang dari daratan, menjadi murid baru di SMA yang terdapat di Pulau Southern Cross. Ia lalu berkenalan dengan Agemaki Wako, gadis yang secara kebetulan menyelamatkannya, serta Shindo Sugata, yang merupakan tunangan Wako. Keduanya memperkenalkan Takuto pada teman-teman mereka yang lain di klub drama sekolah Midnight Flight, yang dipimpin seorang kakak kelas bernama Endo Sarina.

Di suatu tempat di pulau ini, tersembunyi sekitar 20an mecha raksasa berbentuk patung manekin ramping yang disebut Cybody. Mecha-mecha ini dapat diaktifkan (apprivoise) dan dikemudikan oleh orang-orang tertentu yang disebut Star Driver. Masih belum dijelaskan dari mana dan untuk apa mecha-mecha ini diciptakan. Tapi sebuah organisasi rahasia bernama Kiraboshi Juujidan (‘The Order of Glittering Stars,’ atau disebut juga ‘The Glittering Crux‘) bermaksud untuk mempergunakan mecha-mecha ini untuk kepentingan mereka sendiri.

Apabila sebuah Cybody diaktifkan, maka aliran waktu di dunia akan berhenti kecuali bagi orang-orang tertentu(!). Suatu alam paralel lain akan melingkupi seisi dunia (zero time). Kemudian patung Cybody yang serupa manekin di dunia nyata akan menampakkan wujud aslinya dan bisa bergerak bebas dalam alam paralel lain ini. Dengan demikian,  masing-masing Cybody bisa dikatakan memiliki kekuatan yang setara  dengan semacam senjata pemusnah massal.

Ada empat orang gadis khusus yang disebut ‘miko‘ di pulau ini yang keberadaannya menjadi semacam segel bagi keseluruhan Cybody. Keempatnya diburu oleh Kiraboshi Juujidan untuk dipatahkan segelnya, dan sebagaimana diketahui oleh para penduduk pulau yang lain, Wako merupakan salah seorang di antara mereka.

Di awal cerita, gadis yang menjadi miko utara telah dipatahkan segelnya, dan Wako kemudian menjadi sasaran Kiraboshi Juujidan yang selanjutnya.

Tapi di luar dugaan setiap orang, Takuto kemudian membuka tabir atas identitas sesungguhnya sebagai Ginga Bishonen (‘the Galactic Pretty Boy‘) yang legendaris dan menyelamatkan Wako dengan menggunakan Cybody miliknya sendiri, Tauburn.

Selanjutnya terungkap bahwa ada dua pihak yang secara diam-diam saling berseteru di pulau itu, yakni Kiraboshi Juujidan dengan orang-orang yang menentang mereka. Untuk suatu alasan, Midnight Flight mengetahui tentang keberadaan organisasi rahasia tersebut dan berada dalam posisi menentang mereka. Berterima kasih pada Takuto, para anggotanya kemudian mendukung Takuto dalam upayanya untuk terus melindungi Wako dan kedua miko lain yang masih tersisa. Mereka juga membantunya dalam menyelidiki lebih lanjut tentang kebenaran sesungguhnya dari Kiraboshi Juujidan dan orang-orang yang menyusunnya.

Apprivoise!

Ada banyak sekali tokoh yang terlibat dalam seri ini, sehingga agak susah menjabarkan mereka satu persatu. Tapi intinya, orang-orang bertopeng di Kiraboshi Juujidan adalah orang-orang yang juga dikenal Takuto dan kawan-kawannya di sekolah. Lalu dengan kerahasiaan identitas yang mereka miliki, sepertinya mereka secara berkala akan menantang Takuto dalam adu Cybody dalam upaya mereka mendapatkan Wako.

Nuansa ceritanya mirip sekali dengan Utena. Terlebih dengan beragam karakternya yang memiliki sifat-sifat unik mereka sendiri-sendiri. Kita sebagai penonton langsung dihadapkan pada beragam hal aneh di Southern Cross, dan dibiarkan untuk ‘menelan saja dulu’ semua keanehan ini sebelum penjelasannya muncul pada saatnya tiba. Siapa sebenarnya Takuto, sang Ginga Bishounen, dan mengapa para anggota Juujidan menyebutnya legendaris? Siapa sebenarnya anggota-anggota Midnight Flight? Siapa sebenarnya pula para miko dan dari mana kekuatan mereka berasal? Apa pertolongan CPR benar-benar bisa dihitung sebagai first kiss? Sepertinya masih akan ada waktu cukup lama sampai pertanyaan-pertanyaan itu terjawab.

Terlepas dari itu, secara pribadi aku menganggap aspek presentasi anime ini sebagai salah satu yang terbaik dalam musim gugur ini. Animasinya sangat tajam dan halus. Musik dan suara para karakter dengan jelas menghidupkan dunia Star Driver yang penuh kejutan ini. Adegan-adegan pertarungan mechanya mungkin agak mengecewakan bagi mereka yang mengharapkan sesuatu seperti Gundam. Adegan-adegan pertarungan tersebut bahkan berbeda dari jenis yang ditampilkan di Gurren Lagann. Adegan-adegan aksinya benar-benar lebih banyak mengingatkanku akan seri klasik Mazinger Z, di mana yang terpenting untuk ditampilkan adalah pose keren dan semangat–meski jelas para tokoh di Star Driver tak berdarah panas seperti di anime-anime super robot kebanyakan.

Aspek misteri dan karakternya sepertinya akan menjadi daya pikat utama. Tapi ini bukan tontonan yang berat dan memaksa penonton banyak mikir. Ini jenis seri yang akan disukai oleh mereka-mereka yang tak berharap terlalu banyak, dan menerima saja apapun hal aneh yang akan disuguhkan pada mereka. Di balik premisnya yang agak absurd dan nonsensical, pembangunan suasananya benar-benar keren, btw. Nyanyian sang miko utara yang mengiringi setiap konfrontasi antar Cybody benar-benar menjadi salah satu BGM yang takkan kulupakan dalam waktu dekat. (Mengingatkan akan lagu ‘Absolute Destiny Apocalypse’ dari seri Utena)

Beberapa seiyuu ternama turut hadir di seri ini. Ada Fukuyama Jun (Lelouch Lamperouge) dan Sakamoto Maaya (Nino-san). Tapi yang mendapat sorotan utama jelas-jelas adalah Miyano Mamoru (Setsuna F. Seiei), yang peranannya sebagai Takuto banyak mengingatkanku akan perannya sebagai Kida Masaomi dalam Durarara!!

Yah, kita lihat saja dulu seperti apa perkembangannya.

Extra Mini Review: Tentang Utena

Buat mereka yang bertanya-tanya, Shoujo Kakumei Utena, atau Revolutionary Girl Utena, merupakan sebuah seri anime super aneh yang sempat keluar menjelang akhir tahun 90an. Versi manga dengan nuansa yang sama, tapi perkembangan cerita yang berbeda, sempat dibuat oleh manga-ka ternama Saito Chiho.

Ceritanya berlatar di sebuah perguruan (SMA) bernama Otori Gakuen. Di sekolah bernuansa aristokratik ini, duel-duel pedang ala anggar kerap dilangsungkan untuk mempertaruhkan kepemilikan atas sang Rose Bride, Himeya Anthy. Apa peran Anthy dan kekuatan dahsyat macam apa yang dimilikinya, sehingga ia kerap dilecehkan oleh siswa-siswa lelaki yang memilikinya, baru akan dijelaskan menjelang akhir cerita. Tapi kontroversi nyata-nyata terjadi tatkala Anthy secara tak terduga jatuh ke tangan Tenjou Utena, seorang siswi(!) yang berkeinginan menjadi ‘pangeran’ yang melindungi sang putri. Utena yang tomboi kemudian berjuang untuk melindungi Anthy dari orang-orang yang berkeinginan untuk memanfaatkannya, dan inti seri ini adalah tentang hubungan yang terjalin di antara mereka.

Di samping memaparkan beragam misteri yang melingkupi Otori Gakuen (yang biasanya berujung dengan duel pedang antara Utena dan seorang penantang), seri ini juga membahas sisi-sisi gelap para murid, yang membuatnya menjadi semacam drama psikologis yang sukar dipahami, yang kegejeannya kurang lebih setara dengan seri TV Evangelion. Ceritanya, terus terang saja, sakit dan tamatnya lumayan menuai pertanyaan mengenai apa persisnya yang terjadi di dalam seri ini.

Tapi ini seri yang bagus kok. Tanpa diragukan, termasuk salah satu seri anime yang dianggap klasik.

Kalau sanggup, cobalah cek beberapa episodenya bila mendapat kesempatan

Tag: , ,
02/09/2010

September 2010, Film Gundam 00, OG2, Star Driver, Awal Musim Gugur (news)

Aku agak sibuk belakangan. Tapi aku masih mengikuti kabar-kabar berita terkini kok.

Tanggal perilisan movie Gundam 00: A wakening of the Trailblazer di Jepang akhirnya keluar. Bulan September tanggal 18. Premiernya di Amerika dilakukan pada Festival Anime New York pada bulan Oktober, jadi kurasa takkan butuh waktu lama lagi sampai film ini beredar secara internasional.

Bandai/Sunrise kelihatannya telah bekerja beneran keras untuk seri ini, jadi aku benar-benar merasa enggak enak bila cuma menontonnya lewat Internet. Kurasa pada akhirnya seperti biasa aku hanya bisa mendukung mereka lewat pembelian model-model kitnya saja sih. Tapi dedikasi dan kualitas yang mereka perlihatkan beneran membuatku terharu.

Soal ceritanya sendiri, tampaknya dipastikan bahwa memang ada alien yang akan menjadi lawan Setsuna F. Seiei dan kawan-kawan. Mereka disebut ELS, yang pada dasarnya disebut sebagai sejenis makhluk hidup yang belum dikenal, yang datang bersama sebuah kapal penelitian misterius yang konon muncul kembali setelah sekian lama hilang di luar angkasa (kalo aku ga salah…). Kelihatannya, nyawa Setsuna secara khusus akan dipertaruhkan sebagai penentu kelangsungan umat manusia.  Belum jelas bagaimana kedudukan para tokoh antagonis (perwira Federasi Descartes Shaman) dalam konflik ini. Sejauh yang trailer-nya perlihatkan, tampaknya kaum Innovator memang telah semakin diakui keberadaannya di muka bumi, jadi kurasa memang akan ada banyak kejutan yang bisa dinanti.

Soal animasinya sendiri, bayangkan kualitas animasi mecha di OVA Gundam Unicorn. Cuma jauh, jauh, jauh lebih ‘rame’.

Sebagai penutup untuk berita ini, aku setuju bahwa ada kemungkinan kualitas cerita movie ini bakal  ‘jelek’ karena banyaknya karakter (kayak movie Fullmetal Alchemist: The Conquerer of Shambala beberapa tahun lalu). Tapi sebagaimana yang bisa diharapkan dari seri Gundam 00, setidaknya kita bakal terpuaskan oleh adegan-adegan mechanya. Lebih banyak detil tentang Gundam-Gundam yang baru ini bisa dilihat sendiri di trailer di atas.

Kabar lain soal seri mecha adalah munculnya OVA 2 Gundam Unicorn, bertajuk The Second Coming of Char pada bulan yang sama. Sebagaimana yang subjudulnya indikasikan, tokoh Full Frontal yang bertopeng akan diperkenalkan sebagai tokoh antagonis utama di episode ini. Akhirnya kita bisa melihat MS andalannya, Sinanjuu, yang super keren dalam bentuk animasi!

Aku tak yakin apa kali ini aku akan berkesempatan menontonnya atau tidak. Tapi setidaknya trailer-nya bisa dilihat di sini.

Kabar lain lagi soal anime-anime di musim gugur adalah dikeluarkannya seri TV baru SRW OG 2: The Inspector, yang merupakan sekuel dari seri TV SRW OG: The Divine Wars, hanya saja dikerjakan oleh staf yang sama sekali berbeda (!). Sutradaranya Obari Masami, yang sudah berpengalaman di bidang ini. Cuma karena beberapa ‘alasan khusus’, aku tak pernah bisa menjadi penggemar karya-karyanya. Sehingga aku masih enggak yakin apa aku bakal menyukai hasil akhir seri ini apa enggak.

Eniwei, adaptasi kedua dari seri game strategi populer Super Robot Wars Original Generation keluaran Banpresto (sekarang Bandai Namco) ini mungkin tak memiliki kualitas animasi sebagus yang kuharapkan. Tapi terlihat jelas betapa pergantian sutradara membuat seri ini terkesan jauh lebih berkualitas dibandingkan seri pertama.

Mungkin aku akan menulis lebih lanjut soal ini nanti. (Ya, ada trailernya, cuma untuk ini aku malas menyertakannya karena suatu alasan.)

Beberapa kabar lain tentang seri mecha baru buatan studio animasi BONES, Star Driver: Kagayaki no Tact, sebenarnya sudah keluar, menyangkut desain karakter, latar, dan sebagainya. Tapi sial, aku kesusahan menemukan terjemahan yang jelas tentangnya.

Pada dasarnya, cerita berlatar di sebuah pulau bernama Southern Cross Island (bukan luar angkasa?). Lalu sang tokoh utama, Takuto Tsunashi, ditemukan hanyut di pantainya sesudah bersusah payah berenang dari daratan. Ia sepertinya datang ke pulau ini untuk sebuah tujuan khusus. Sebab sesudah ia bergabung sebagai murid di SMA lokal, kemudian diungkapkan bahwa ada misteri yang disembunyikan oleh para penduduk pulau berkenaan keberadaan sekitar 20-an robot raksasa misterius yang disembunyikan di bawah sekolah. Mecha-mecha ini disebut Cybuddy, dan salah satunya, Taubaan, kelihatannya akan jatuh ke tangan Takuto (atau malah sudah berada di tangannya?). Akan ada organisasi rahasia misterius (‘Kirahoshi Juujidan‘, ‘Holy Order of Glittering Stars’, ‘Orde Suci Bintang Berkilau’) yang terlibat dalam pencarian para ‘biarawati kuil’ (miko), yang akan mampu mengangkat suatu segel yang menaungi seluruh pulau. Wako Agemaki, gadis anggota klub drama sekolah, Midnight Flight, yang menjadi lawan main Takuto, diduga sebagai salah satu miko ini.

Yah, aku tahu semua itu kedengarannya enggak jelas. Tapi percayalah, waktu kabar tentang Eureka Seven keluar, kisi-kisi tentang ceritanya juga sangat enggak jelas, dan ternyata kita disuguhi sebuah mahakarya.  Setidaknya, konsep cerita seri ini terdengar segar dan menarik (Klub drama ya? Hmmmm…). Aku tak sabar menantikan ini di bulan Oktober nanti.

Ada juga kabar soal film kompilasi Macross Frontier (bertajuk ‘sang diva palsu’) yang menghadirkan cerita yang berbeda dari seri TV-nya. Kabar ini disusul dengan akan dibuatnya satu film layar lebar lain yang disebut-sebut akan menuntaskan cerita di seri TV-nya. Mungkinkah ini pertanda bahwa cinta segitiga antara Alto, Sheryl, dan Ranka akhirnya akan terselesaikan?

Tayangan lain yang secara pribadi kuperhatikan di musim gugur nanti adalah adaptasi animasi manga Bakuman karya Ohba Tsugumi dan Obata Takeshi. Aku sebenarnya telah menjadi penggemar berat manga-nya, dan aku tak sabar menantikan penerbit lokal untuk melisensikannya di sini.

Buat yang belum tahu, manga ini berkisah tentang perjuangan sepasang anak muda (Mashiro Moritaka alias Saiko sebagai penggambar, yang mewarisi cita-cita pamannya; serta si murid teladan Takagi Akito alias Shuujin sebagai penulis cerita, dalam duo yang belakangan dikenal sebagai Ashirogi Muto) dalam membuat manga untuk majalah komik terkenal Shonen Jump (di mana Naruto dan Bleach terbit). Tapi yang bikin seri ini bagus adalah aspek realismenya, drama roman antar tokohnya, komedinya yang sederhana, serta intrik-intrik persaingan antar pengarang komik dalam menciptakan karya-karya mereka untuk memenangkan adu kepopuleran komik-komik Jump yang ditentukan oleh voting dari para fans. Sekali lagi, sebaiknya kisah cinta yang dihadirkan di seri ini jangan dilewatkan!

Oya, sejujurnya belum lama ini aku juga melihat adaptasi animasi seri mecha Break Blade, tapi aku tak ingin berkomentar banyak tentang itu saat ini.

(dari ANN dan berbagai sumber)

09/06/2010

Star Driver: Kagayaki no Tact (news)

Ada berita baru yang menarik. Pada majalah Newtype bulan Juli 2010 yang baru, ada artikel yang menyebutkan bahwa studio animasi BONES tengah menggarap seri anime mecha baru berjudul Star Driver: Kagayaki no Tact. Anime yang kayaknya orisinil ini (dalam artian ga diangkat dari manga ato novel ato apa) dikabarkan akan disutradarai oleh orang yang sama dengan yang menggarap anime Soul Eater (Igarashi Takuya). Penulis skenario utamanya dikabarkan adalah orang yang menulis skenario untuk anime Shoujo Kakumei Utena (Enokido Yoji!), yang dengan demikian kurang lebih mengindikasikan bahwa kita boleh berharap akan adanya unsur-unsur ‘kejutan’ di dalamnya. Yang menangani musiknya adalah Kousaki Satoru, yang sejauh ini telah menangani musik-musik yang menarik di seri Suzumiya Haruhi dan Bakemonogatari.

Berita ini lumayan menuai hype di kalangan penggemar mecha, mengingat ‘gersangnya’ pasar anime dari anime-anime mecha belakangan. Latar belakang lain yang mendorong timbulnya sensasi adalah sejarah BONES sebagai pembuat seri-seri mecha yang ‘berbeda’ dari kebanyakan seri mecha yang pernah ada. Karya-karya mecha BONES sebelumnya meliputi RahXephon (yang merupakan intepretasi ulang dari anime super robot klasik Yuusha Reideen), Eureka Seven (yang fenomenal), serta belakangan, yang menjadi hasil kolaborasi bersama dengan pembuat komik Amerika legendaris Stan Lee, Heroman. (ditambah Bounen no Xamdou, seandainya yang itu memang bisa disebut sebagai anime mecha…)

Soal anime-nya sendiri, masih sedikit sekali informasi yang sudah diketahui tentangnya. Pada dasarnya ada seorang pemuda bernama Takuto yang dikisahkan akan berperan mengendalikan sebuah mecha raksasa misterius bernama Taubaan. Makna ‘Takuto yang bersinar’ sebagaimana yang tercantum pada subjudulnya memperkuat gelagat bahwa seri ini akan memiliki subgenre super robot. Secara pribadi, desain mecha-nya yang eksotis sedikit banyak mengingatkanku akan desain Nagano Mamoru di Five Star Stories. Tapi aku butuh lebih banyak screenshot untuk bisa menilai lebih jauh.

Beberapa forum yang membahas tentang anime mecha dalam dua hari terakhir cukup diramaikan oleh pembicaraan tentang anime ini. Sebagaimana yang mungkin pernah kusebutkan, mengingat kecendrungan BONES untuk membuat sesuatu yang ‘beda,’ beberapa diskusi yang semula seputar spekulasi berujung menjadi perdebatan tentang faktor-faktor apa saja yang menentukan bagusnya suatu anime mecha.

Pada akhirnya secara garis besar sejumlah penggemar mengharapkan sesuatu yang sekaliber Eureka Seven lagi, dan diharapkan sesuatu yang tidak serupa Rahxephon.

star driver screen shot

Sejujurnya sih, meski secara pribadi aku bisa menyukai sebagian besar seri anime mecha yang ada (dengan alasan yang berbeda-beda untuk tiap seri tentunya), aku memang agak berharap ini akan jadi sesuatu yang berbeda sama sekali, yang bisa dibilang belum pernah ada sebelumnya. Yah, mungkin kayak Code Geass empat tahun lalu. (Aku sebenarnya bisa mengharapkan hal ini dari penulis naskah anime Utena, mengingat betapa unik dan tak lazimnya Utena bahkan untuk ukuran anime zaman sekarang.)

Beberapa anime mecha lain yang kabarnya kudengar akan muncul meliputi drama militer fantasi Break Blade, kelanjutan perjuangan anak-anak hasil pembibitan buatan melawan makhluk asing Festum dalam sekuel Soukyuu no Fafner, film layar lebar Gundam 00, serta OVA kedua Gundam Unicorn.

Kabar lebih lanjut kutuliskan nanti.

Tag: ,
26/04/2010

April 2010

Musim tayang yang baru sudah berlangsung selama beberapa minggu. Mungkin ada baiknya aku menulis sesuatu tentangnya.

Singkat kata, yang paling bisa kusukai di musim tayang baru ini adalah Arakawa Under the Bridge. Gag comedy ini berkisah tentang keseharian seorang cowok elit parlente bernama Ichinomiya Kou semenjak ia menjalin hubungan dengan seorang gadis manis berambut pirang yang dipanggil Nino-san, yang telah menyelamatkannya pada saat ia hampir tenggalam di sungai. Karena prinsip hidup keluarganya yang tidak memperbolehkannya berutang budi pada siapapun, Kou memenuhi permintaan Nino-san untuk menjadi pacarnya dan mulai hidup bersamanya di bawah jembatan bersama sederetan orang-orang aneh lainnya. Nino-san percaya bahwa dirinya orang Venus, dan Kou, mengikuti adat istiadat para penghuni kolong jembatan, dinamai ulang oleh sang kepala desa(?) sebagai Recruit. Siapapun yang menikmati Sakigake! Cromartie High School kurasa juga akan bisa menikmati anime ini (Ya, di dalamnya ada tokoh-tokoh ceweknya kok). Sutradara yang bertanggung jawab atas seri ini sendiri, sebagaimana yang mungkin sudah bisa kalian tebak, adalah Akiyuki Shinbo dari SHAFT. Sementara desain karakternya banyak mengingatkanku akan goresan Ninomiya Tomoko pada Nodame Cantabile, tapi mungkin itu cuma perasaanku saja.

Judul-judul lain yang lebih ‘wajar’ di musim tayang ini meliputi Angel Beats!, Giant Killing, Heroman, Rainbow, serta adaptasi anime yang tak kusangka dari Kaichou wa Maid-sama!.(terbitan lokalnya yang berjudul My Lovely Kaichou sudah terbit di sini sampai jilid kedelapan loh, dan enggak, aku enggak dibayar oleh Elex buat ngasi tau ini).

Angel Beats! adalah seri yang pada musim tayang ini paling menyedot perhatian. Ceritanya tentang seorang cowok yang mendapati dirinya mati dan tahu-tahu sudah berada di alam yang semacam akhirat, di mana di dalam sekolah di alam tersebut, cowok tersebut kemudian terlibat dalam pemberontakan lokal menentang tuhan. Sejujurnya, meski kudengar presentasinya memikat, aku sama sekali tak tertarik untuk menonton ini. Tapi mungkin ada sebagian di antara kalian yang cukup suka dengan temanya, kalau bukan karena di dalamnya ada remaja-remaja cewek sekolahan yang memegang senapan.

Giant Killing adalah drama tentang perjuangan sebuah klub sepakbola profesional yang berada di papan bawah. Karena ini klub profesional, ada nuansa realisme dewasa yang jarang sekali ditemui dalam kisah-kisah olahraga lainnya. Di dalamnya kudengar juga ada fokus yang cukup dalam pada aspek-aspek manajerial.

Heroman merupakan percobaan(?) aneh yang dilakukan komikus Amerika ternama Stan Lee (sang pencipta Spiderman) di dunia anime. Kisahnya tentang seorang bocah bernama Joey yang mendapati mainan robot-robotannya bisa berubah menjadi besar sesudah tersambar petir misterius dan kemudian mendapatinya menjadi andalan Bumi dalam melawan serbuan makhluk-makhluk luar angkasa. Seperti anime-anime buatan BONES lainnya, terlepas dari faktor anak-anak yang menjadi target pangsa pasarnya, seri ini bukanlah sesuatu yang bisa langsung dipandang dengan sebelah mata.

Rainbow adalah adaptasi anime dari manga berjudul sama yang sudah diterbitkan Level, tentang tujuh cowok yang dipenjara pada masa pasca Perang Dunia. Mengangkat tema kehidupan yang sangat keras dan kelam. Kalian para penggemar manga-nya lebih tahu tentangnya daripada saya.

Sementara Kaichou wa Maid-sama! diperuntukkan bagi siapapun yang mengharapkan tayangan bernuansa shoujo yang ringan.

Di samping yang di atas, hal menarik lainnya adalah season baru dari anime bisbol Major yang baru belakangan kuketahui ternyata memiliki cukup banyak penggemar; sesi kedua dari Durarara!! yang makin ke sini entah mengapa terkesan semakin keren; seri TV baru Senkou no Night Raid yang berlatar historis (tentang kelompok rahasia beranggotakan empat orang berkekuatan istimewa yang menjalani misi-misi khusus bagi pemerintahan Jepang pada tahun 1930an); serta House of Five Leaves, keluaran terbaru Manglobe sesudah Michiko E Hatchin yang sejauh ini hanya bisa kukatakan merupakan anime samurai yang teramat, sangat aneh… (ya, bahkan melebihi Samurai Champloo atau Katanagatari, aku sampe kini masi mikir gimana baiknya aku mengulas ini.

Bagi penggemar anime yang rada ‘ga jelas’, masih ada sesuatu yang berjudul Daimao apaa gitu, serta B Gata H Kei. Tapi aku tak akan komentar lebih jauh soal itu.

Dari segi manga (sori, aku bukan pembaca manga cewek yang teratur ^^), yang cukup menarik perhatianku selama bulan ini adalah Naruto, yang nuansa penceritaannya seakan sudah menemukan jati dirinya kembali (Naruto dan Killerbee akhirnya bertemu dan bertatap muka, tapi aku yakin kalian yang baca ini pasti sudah tahu), serta Break Blade yang ceritanya tampaknya kembali telah mencapai level yang baru.

Meski tidak diimbangi perkembangan karakter secara penuh, Break Blade secara konstan menghadirkan karakter-karakter baru yang menarik serta adegan-adegan pertempuran darat keren antar mecha yang sudah lama sekali tak kita lihat dalam bentuk media apapun. Alur adegan-adegannya memang jadi agak sedikit lebih sulit diikuti, tapi itu dikarenakan lingkup ceritanya yang sudah mencapai tingkatan kolosal.

Ada juga manga Shonen Jump relatif baru yang belakangan menarik perhatianku juga. Judulnya Lock On!, yang di balik gaya gambar dan tema ceritanya yang sangat sederhana, memiliki fondasi kuat untuk entah bagaimana menjadi populer.

Ah, hampir lupa. Bagi mereka yang merasa minatnya terhadap Katanagatari hilang sesudah menonton tiga episode, sangat kusarankan untuk menunda pendapat akhir mereka tentang seri ini sampai menonton episode keempat. Sekali lagi, episode KEEMPAT!

(dari berbagai sumber… dan enggak, aku enggak ngikutin semuanya kok)

(masi ada banyak judul lain yang belum kuperiksa juga kok, jadi ini lebih buat catatan pribadiku aja.)

03/08/2009

Bounen no Xamdou

BONES itu studio animasi yang sudah ternama. Karya-karya mereka itu, baik yang bagus apa enggak, selalu punya animasi berkualitas tinggi dan ciri khas tersendiri di dalamnya.

Ciri khas itu juga ada di Bounen no Xamdou, yang berformat ONA yang didistribusikan melalui saluran Playstation Network (gampangnya, colokan online bagi mereka yang punya PS3). Cuma ngeliat sekejap aja, orang bisa tahu kalau serial 26 epsode ini dibikin dengan biaya lumayan tinggi. Tapi ciri khas itu di sini… anehnya, enggak akan begitu menonjol sampai pertengahan seri. Jadi orang yang nonton serial ini enggak akan begitu jelas demografinya sampai ceritanya sendiri… uh, udah mulai jelas. (uh, maksudku enggak jelas ya?)

Tapi sayangnya, masalah pertama yang Xamdou miliki adalah: hampir separuh awal ceritanya bener-bener enggak jelas.

Remaja Korban Perang

Untuk lebih gampangnya, Xamdou mungkin bisa dibilang bergenre fantasi melodrama. Dunianya berlatar kontemporer, meski teknologi yang berkembang sama sekali berbeda dengan teknologi yang berkembang di dunia kita. Di dunia ini, listrik dihasilkan dari senyawa-senyawa organik. Lalu ada pesawat-pesawat berbentuk eksotis yang terbang dengan letupan-letupan sinar berwarna pelangi. Sisanya, yah, kurang lebih sama dengan masyarakat dunia kita (Jepang) di mana ada ibu-ibu rumah tangga, sepeda, mobil, es krim, mesin penjual minuman kaleng, roti coklat, dojo bela diri, lautan, gunung, serta sekolah.

Nah, ada dua negara yang ceritanya sedang berperang, yakni Utara dan Selatan. Di pulau Sentan, yang terletak di perbatasan kedua negara ini, tapi termasuk ke dalam wilayah Selatan, hidup remaja SMA bernama Akiyuki Takehara. Pada suatu pagi, saat ia naik bis menuju sekolah bersama dua sahabatnya, Haru Nishimura dan Furuichi Teraoka, diam-diam ia meloloskan seorang gadis asing berambut putih—yang disangkanya sebagai murid pindahan—dari pengawasan pihak militer yang tengah mengawasi segala sesuatu untuk mencegah masuknya mata-mata Utara. Dan ternyata, sesampainya di gerbang sekolah, gadis yang ditolong Akiyuki ini kemudian ‘meledakkan’ bis yang baru mereka naiki!

Syok, Akiyuki yang menyadari bahwa gadis tersebut pastilah salah satu pelaku ‘bom bunuh diri’ yang belakangan banyak dibicarakan, berlari kembali ke bis untuk memeriksa keadaannya. Di sana, benih Hiruko yang telah disebarkan gadis itu lalu tertanam dalam diri Akiyuki, mengubahnya menjadi makhluk putih aneh yang membuat panik semua orang. Sesaat sebelum kehilangan kesadaran, gadis itu meyakinkan Akiyuki bahwa semuanya akan baik-baik saja, dan menyebut Akiyuki yang telah berubah wujud itu sebagai ‘Xam’d dari Ingatan yang Hilang’.

Tepat pada saat itu, sirene peringatan berkumandang, pertanda bahwa pihak Utara akan melancarkan serangan udara.

Sang Penunggang Awan

Zanbani adalah sebuah kapal pos yang agak istimewa. Mereka memang bekerja mengantar surat, tapi cara mereka melakukannya… tidak bisa dibilang sepenuhnya ‘bersih’.

Kapal udara ini ceritanya terdesak ke pulau Sentan karena kejaran kapal-kapal militer dari Utara. Salah satu awaknya, Nakiami, mengabaikan peringatan kaptennya, Ishu, dan mengendarai sepeda motor udara Beat Kayak untuk melihat keadaan di sekitar. Sebenarnya, Nakiami nekad pergi karena secara telepatis mendengar suara panggilan dan seketika menyadari bahwa ada ‘sesuatu’ yang membutuhkan dirinya.

Nakiami sendiri sama sekali bukan gadis biasa. Perempuan dengan dandanan unik dan jarang tersenyum ini mampu mendengarkan ‘suara-suara’ bentuk-bentuk kehidupan lain dan dengannya mampu melakukan jurus-jurus hipnotis aneh yang mampu mempengaruhi kesadaran lawan. Orang-orang seperti dirinya belakangan dikenal dengan sebutan ‘Tamayobi’.

Nah, di tengah kekacauan pertempuran yang merebak, Akiyuki yang telah berubah menjadi monster mengamuk dan menghancurkan monster-monster Humanform (‘Hitogata’) yang dijatuhkan pihak Utara dari pesawat-pesawat mereka. Haru yang bakatnya sebagai Tamayobi mulai bangkit akhirnya menyadari bahwa monster putih itu sesungguhnya adalah Akiyuki. Lalu meski dianugrahi kekuatan luar biasa sebagai Xam’d, kesadaran Akiyuki akan tergantikan oleh kesadaran Hiruko yang sepenuhnya berusaha mengikuti nalurinya untuk bertahan hidup. Saat benak Akiyuki mulai melupakan dirinya sebagai individu dan semakin tenggelam dalam kesadaran Hiruko, maka pada saat itu pulalah tubuhnya akan mengkristal hingga akhirnya ia berubah menjadi batu.

Beruntung, Nakiami datang tepat pada waktunya untuk meredakan amarah Hiruko dan memulihkan tubuh Akiyuki dari kondisi tersebut. Nakiami kemudian memerintahkan Akiyuki untuk ‘berpikir’ agar dirinya tak sampai lupa diri dan, karena terdesak oleh pertempuran yang mengganas, di depan mata Haru, Nakiami terpaksa pula ‘menculik’ Akiyuki yang pingsan dan membawanya ke Zanbani untuk kabur dari pulau Sentan yang dilanda perang.

Kehidupan Orang-orang Kesepian

Masalah kedua yang Xamdou miliki adalah: orang-orang enggak akan dengan gampang mencerna apa yang baru saja terjadi.

Tahu-tahu saja cerita sudah beralih ke sudut pandang kedua orangtua Akiyuki, yang sebenarnya sedang tak begitu akur, yang sama-sama terpukul oleh hilangnya putra mereka satu-satunya. Ayah Akiyuki, yang kini berprofesi sebagai dokter, diam-diam mempertanyakan apakah bencana yang menimpa putranya adalah karma akibat perbuatannya sendiri di masa lalu yang telah lama ia tinggalkan. Lalu Furuichi, yang diam-diam menyukai Haru, bersikeras untuk percaya bahwa Akiyuki telah mati dan menolak untuk mendengarkan perkembangan situasi aneh yang telah Haru saksikan. Hal itu akhirnya memicu konflik di antara mereka, yang membawa mereka sama-sama bergabung bersama militer. Sementara itu, kepemimpinan pemerintah militer di pulau Sentan telah berganti, dan sebuah agenda rahasia sekaligus berbahaya diam-diam mulai dijalankan…

Akiyuki sendiri, yang masih belum sepenuhnya memahami apa yang telah terjadi pada dirinya, akhirnya terpaksa ikut hidup sebagai tukang pos bersama awak-awak kapal lain di Zanbani. Saat ia akhirnya mengerti bahwa kini ada ‘makhluk lain’ yang bersimbiosis bersama dirinya, dan membiarkan makhluk aneh itu mengambil alih akan memberinya kekuatan luar biasa dengan resiko drinya akan lupa diri dan akhirnya membatu, Akiyuki lalu bertekad untuk mencoba hidup berdampingan bersama Hiruko tersebut. Dan bukan hanya bersama Hiruko, melainkan juga bersama semua bentuk kehidupan berkesadaran lain yang ada di planet ini. Tekadnya itu ternyata akan diuji sampai berulang-ulangkali sepanjang cerita.

Lalu siapa sebenarnya Nakiami? Bagaimana bisa dia mengerti cara-cara yang diperlukan untuk ‘mendidik’ Akiyuki dan Hiruko di dalam dirinya, sekaligus senantiasa menjauhkan mereka berdua dari marabahaya? Apa pula hubungannya dengan orang-orang berambut putih yang menyebarkan benih-benih Hiruko di dunia ini? Dan siapa, atau apa, sesungguhnya kaisar Hiruken yang disebut sebagai biang semua masalah ini?

Kisah Xamdou berpusar tentang kehidupan di antara orang-orang ini selama bulan-bulan panjang saat Akiyuki melakukan pengembaraannya untuk mencari jati diri. Meski episode-episode ke sananya berfokus lebih pada melodrama, BONES masih berhasil menyelipkan plot-plot pelik tentang intrik, kemanusiaan, kekeluargaan, serta diskriminasi rasial sepanjang ceritanya, yang bisa dianggap sebagai alegori dan bisa juga tidak, dan menuntaskan semuanya (wow…) di episodenya yang terakhir. Tentunya dengan presentasi yang kaya dan artistik yang jarang ditemukan di seri-seri anime lainnya.

Mungkin agak mirip Wolf’s Rain mereka dulu. Cuma dalam bentuk yang jauh lebih manusiawi dan gampang dimengerti (mungkin), asalkan orang tak berpikir terlalu jauh soal perkembangan situasi dan tokoh-tokohnya yang terkadang agak ‘maksa’ dan ‘berlebihan’.

Kisah cinta antara Akiyuki dan Haru ini bisa dijelaskan dengan satu kata: aneh. Sama sekali enggak jelek kok. Cuma, cenderung menuai tanggapan yang agak terlalu subjektif. Jadi jangan paksakan diri menonton bila kau tak suka melodrama.

Penilaian

Konsep: B+; Visual: S; Audio: S; Eksekusi: B+; Perkembangan: B; Kepuasan Akhir: B+