Posts tagged ‘anime’

11/11/2009

Kimikiss Pure Rouge

Ada seorang temanku yang mendorongku untuk menonton ini. Aku tak benci seri-seri romantis, tapi aku malas mendekati segala sesuatu yang bernuansa harem. Namun temanku bilang kalau nuansa dalam seri ini mirip dengan gaya penceritaanku yang suka membuat adegan-adegan menggantung saat perasaan para tokohnya tiba-tiba memuncak. Jadi akhirnya aku menontonnya juga.

Dan ternyata, ini sama sekali bukan cerita harem.

Terlepas dari itu, KimiKiss: Pure Rouge (kurang lebih berati ‘ciumanmu’, dengan subjudul berarti ‘warna merah rouge murni’) merupakan adaptasi anime dari game KimiKiss keluaran Enterbrain untuk PS2, yang lumayan berpengaruh pada masanya di tahun 2006. Produksi animasinya dibuat oleh J.C. Staff pada perempat akhir 2007, dengan Kasai Kenichi sebagai sutradaranya dan jumlah total episode sebanyak 24.

Um, Ceweknya Ada… Tujuh?

Inti cerita seri ini adalah tentang jalinan romansa antara… uh, sejumlah siswa-siswi SMA. Nuansanya entah mengapa banyak mengingatkanku akan Boys Be atau Salad Days, hanya saja menggunakan tokoh-tokoh tetap dan alur cerita yang berkelanjutan.

Ada tiga sekawan yang dulu menjalani masa kecil bersama-sama: dua sahabat Sanada Koichi dan Aihara Kazuki, serta gadis yang setahun lebih tua dari mereka, Mizusawa Mao.

Kisahnya, Mao-nee yang baru pulang dari Perancis tiba-tiba saja muncul di halaman rumah Koichi dan memperlihatkan bagaimana dirinya telah berevolusi dari seorang kutu buku berkacamata tebal, menjadi seorang gadis cantik yang dengan segera menjadi populer di SMA Kibina yang mereka bertiga masuki. Kelanjutannya, yah, inti serial ini tentang bagaimana tokoh-tokohnya kemudian mengenal cinta.

Koichi yang kini harus hidup bersama Mao-nee (yang dititipkan orangtuanya pada keluarga Koichi) sebenarnya sudah lama naksir pada teman sekelasnya yang penutup dan pendiam, Hoshino Yuumi. Sedangkan Kazuki, yang memiliki seorang adik perempuan manis bernama Nana, belakangan galau karena telah dijadikan objek ‘percobaan’ oleh sang siswi jenius yang eksentrik, Futami Eriko (sesuatu yang berkaitan dengan, ehem, ciuman). Mao yang mengira dirinya akan kembali menjadi ‘kakak’ yang mengurusi mereka jadi merasa sedikit kesepian karena perhatian mereka berdua tak lagi terpaku pada dirinya.

Dan,  kehidupan mereka berlanjut. Kurang lebih seperti itu.

Seorang cowok cool bernama Hiiragi Akira (yang love interest-nya di seri ini adalah anggota panitia disiplin sekolah Kuryuu Megumi)  kemudian menyeret Kazuki dan Koichi untuk membantunya membuat film indie yang akan diputarkan dalam festival sekolah. Koichi yang kemudian jadi penulis naskahnya. Dengan ini sebagai pemicu, cerita tentang tokoh-tokoh tersebut mulai berkembang.

Tokoh-tokoh ceweknya yang menonjol memang total ada tujuh.

Selain Mao-nee, Yuumi, dan Eriko, ada Sakino Asuka, gadis lincah pemain sepakbola yang kebiasaannya menyeret Kazuki berlatih tanding dengannya, yang semakin memperteguh tekad pemuda itu untuk berjuang mendapatkan gadis yang ia sukai. Lalu ada nona besar Shijou Mitsuki, yang dengan sukarela memodali Hiiragi dkk dalam pembuatan film mereka. Dan terakhir… Satonaka Narumi, sahabat Nana yang bertekad membuat mi udon paling enak sedunia. Tapi selain Asuka yang perlahan-lahan mulai menyukai Kazuki, Mitsuki dan Narumi kurang memegang peran signifikan dan ada lebih karena keberadaan mereka sebagai heroine di versi game-nya.

Antara Lurus dan Segitiga

Kelemahan terbesar Pure Rouge mungkin ketidakkonsistenan tema ceritanya, yang terbagi antara mengisahkan tentang berkembangnya hubungan dua orang yang sebenarnya saling mencintai, atau tentang dinamisnya hubungan orang-orang yang terlibat cinta segitiga. Nilai yang bisa tersampaikan melalui seri ini karenanya menjadi tersamar, sehingga menjelang pertengahan cerita, daya tariknya lumayan menurun. Aku curiga kekacauan tema ini akibat intervensi suatu faktor eksternal. Tapi pada akhirnya tak ada yang bisa dilakukan tentangnya.

Dengan demikian pula, aku pribadi kurang suka dengan tamat seri ini, walau kudengar orang-orang tertentu yang kurasa lumayan puas dengannya.

Yah, keadaannya bisa jadi lebih buruk sih. Bagaimanapun, pada titik ini, KimiKiss tetap jadi anime produksi JC Staff yang kedua paling aku sukai sesudah Yume Mahou. Di samping karena desain karakternya yang benar-benar memikat (padahal game-nya sendiri kudengar termasuk jenis yang bersih), juga karena lagu pembukanya yang—meski benci kuakui—terlanjur sangat kusukai.

Kekreatifan tim pembuatnya untuk memisahkan sang tokoh utama dalam game menjadi dua orang (perhatikan bahwa nama tokoh yang kita mainkan dalam game adalah ‘Aihara Koichi’), memasukkan unsur drama yang kuat, tidak mengarahkannya ke jalur harem, dan memasukkan tokoh baru (Kai Eiji-kun, yang jadi love interest Mao-nee) juga patut dipuji.

Aku bisa memahami keadaannya. Tapi pada akhirnya tetap saja aku jadi mencari-cari doujin untuk menyalurkan ketidakpuasanku saking besarnya pengharapanku.

…Untuk suatu alasan, kesannya jadi kayak Gundam 00.

Akhir kata, bagaimana naskahnya berusaha memaksakan sejumlah skenario di gamenya menyatu memang agak membuat kening mengernyit. Tapi selebihnya, ini salah satu seri romansa paling solid yang aku tahu. Ada suatu nuansa khas yang besar kemungkinan takkan kau temukan di seri lain, dan kurasa itu sudah cukup alasan bagi penggemar untuk tertarik dengannya.

Sekali lagi, desain karakternya benar-benar memikat.

Penilaian

Konsep: B;Visual: B; Audio: B+; Perkembangan: C; Eksekusi: A; Kepuasan Akhir: B-

Iklan
11/11/2009

Turn A Gundam

Turn A Gundam mungkin merupakan seri Gundam terakhir yang masih ‘asli’; dalam artian dibuat langsung oleh sutradara yang menciptakannya sendiri, Yoshiyuki Tomino.(Setidaknya, sebelum Gundam: G no Reconguista keluar di tahun 2014.)

Meski demikian, terdapat jeda panjang antara seri ini dengan seri Kidou Senshi V Gundam yang beliau sebelumnya buat, dan di antaranya sudah ada tiga seri Gundam AU yang telah dibuat orang lain, yakni Gundam G, Gundam Wing, dan Gundam X. Sudah pasti ada pergeseran selera pemirsa dan perubahan paradigma terhadap apa yang disebut sebuah seri anime mecha.

Mungkin itu alasan mengapa ada kesan kalau Turn A Gundam dibuat dengan begitu seenaknya sendiri.

Bumi Itu Luar Biasa!

Meski ‘asli’, seri ini merupakan seri Gundam paling ‘aneh’ yang pernah ada. Alih-alih berlatar futuristis, sebagian besar cerita bertempat di bumi di masa ketika peradaban manusia telah ‘mundur’ ke masa lampau, menjadi kurang lebih sama seperti ketika masa-masa sebelum dimulainya Revolusi Industri.

Alkisah, tanpa sepengetahuan orang-orang bumi, hidup di bawah permukaan bulan, terdapat segolongan manusia yang masih menjalani peradaban canggih yang tersisa dari masa lalu. Kaum ini disebut Moonrace.

Tiga remaja Moonrace: Loran Cehack, Keith Laijie, dan Fran Doll; lalu diutus ke Bumi oleh pemerintahan mereka sebagai ‘mata-mata’ untuk memastikan apakah Bumi sudah menjadi tempat yang layak bagi masyarakat bulan untuk ‘kembali’ atau belum. Tiba di Bumi dengan menggunakan MS FLAT, mereka bertiga berpisah jalan. Loran, sang tokoh utama, kemudian menuju kota Vicinity di negeri Inglessa, benua Ameria, untuk melamar kerja sebagai pekerja di pertambangan milik keluarga Heim.

Sesampainya di sana, Loran lalu berkenalan dengan kedua putri keluarga tersebut yang sebaya dirinya: Kihel Heim dan Sochie Heim. Satu fakta yang mengejutkan adalah bahwa sang kakak, Kihel Heim, ternyata memiliki wajah dan pembawaan yang sama persis dengan pemimpin Moonrace, Ratu Dianna Soriel yang sudah lama Loran kagumi. Loran tak pernah menduga bagaimana kebetulan fenomenal ini kelak akan begitu mempengaruhi nasibnya.

Dua tahun kemudian berlalu.

Loran, berkat kehandalannya menangani mesin, telah naik pangkat menjadi supir pribadi keluarga Heim. Keith telah bekerja sebagai pembuat roti. Fran telah berprofesi sebagai fotografer surat kabar. Ketiganya bertemu kembali di ibukota Inglessa, Nocis, menjelang upacara adat kedewasaan yang sebentar lagi harus Loran dan Sochie jalani sebagai tradisi penduduk Vicinity.

Dalam upacara tersebut, para remaja yang beranjak dewasa akan menari dan menyanyi di bawah naungan patung putih yang mereka puja, White Doll. Namun perayaan tersebut ternyata akan dilangsungkan pada hari yang sama dengan pawai Militia Inglessa di Nocis. Sesudah bertukar kabar, tiga sekawan itu segera memahami bahwa negeri Inglessa konon tengah mempersiapkan diri akan datangnya serangan dari negara asing yang disebut ‘Galia’. Rupanya untuk alasan tersebutlah Militia dibentuk dan senjata-senjata berat ditempatkan di seluruh penjuru Nocis.

Namun di luar dugaan, tanpa sepengetahuan orang-orang awam, negeri Galia yang dimaksud orang-orang ternyata tak lain adalah Moonrace yang datang dari luar angkasa! Pemimpin Inglessa yang masih muda, Guin Sard Lineford, selama dua tahun terakhir rupanya telah menjalin kontak lewat radio secara diam-diam dengan orang-orang bulan. Guin, dengan didorong keinginan untuk mengindustrialisasi negaranya, hanya bersedia memberikan sebagian tanahnya untuk tempat tinggal Moonrace sesudah mereka terlebih dahulu ‘berbagi’ teknologi dengannya.

Perdebatan alot selama dua tahun ini mencapai puncaknya tatkala pasukan Moonrace secara sepihak menyatakan perang dengan menginvasi kota Nocis menggunakan pasukan mobile suit WaDom dan WaD, persis pada malam dilangsungkannya upacara kedewasaan yang diikuti Loran dan Sochie.

Dalam pertempuran yang tak terelakkan lagi, patung White Doll yang Loran dan Sochie panjati tiba-tiba saja bergerak sendiri. Kulit permukaan patung tersebut mengelupas, memperlihatkan sosok sesungguhnya sebagai mobile suit putih yang ‘berkumis’. Mengikuti nalurinya, Loran membimbing Sochie menaiki White Doll yang mekanisme pertahanan diri otomatisnya berhasil memukul mundur pasukan Moonrace…

Faktor Tak Terduga

Kemunculan White Doll menjadi faktor tak terduga yang harus diperhitungkan oleh semua pihak.

Loran, berkat pengetahuannya akan mesin, semakin memahami cara-cara pengendalian White Doll dari ‘laptop’ petunjuk yang ia temukan di kokpitnya. Namun karenanya ia dipaksa Guin untuk bergabung bersama Militia sebagai pilot White Doll, yang nantinya hendak ia gunakan sebagai kartu yang bisa ia mainkan dalam pertarungan diplomasi melawan Moonrace.

Sochie, yang ayahnya terbunuh dalam serangan malam itu, memutuskan untuk turut serta bergabung bersama Militia demi membalas dendam. Sementara Kihel, yang kini sibuk dengan tanggung jawabnya sebagai sekretaris Guin, masih terjebak bersama ibunya di Nocis dan bahkan masih belum mengetahui bahwa ayahnya telah meninggal dunia. Fran ingin mendokumentasikan kejadian-kejadian bersejarah ini dengan memotretnya. Tapi tak ada satupun surat kabar yang bersedia membeli foto-foto karyanya karena mencemaskan intervensi dari salah satu pihak militer. Keith sendiri menolak ikut campur sama sekali dengan segala perselisihan, dan bersikeras menjual rotinya sebagai bahan pangan kepada kedua belah pihak.

Menyaksikan tekad mereka, Loran akhirnya bersedia untuk bergabung bersama Militia agar bisa menggunakan kekuatan White Doll untuk mencegah jatuhnya korban.

Pihak Moonrace sendiri, yang dipelopori tentara Dianna Counter, dengan dipimpin oleh Aji, sama sekali tidak menduga bahwa pihak bumi juga memiliki mobile suit. Karena itu mereka sudi menerima tawaran Guin untuk membuka kembali jalur diplomasi.

Namun pembicaraan damai yang dilangsungkan itu berakhir pahit saat Aji secara misterius terbunuh oleh orang-orang yang menyatakan diri sebagai bagian dari Militia. Wakil Aji, Phil Ackman, mengambil alih peran sebagai pemimpin pihak Moonrace untuk sementara bersama ajudannya, Poe.

Kedudukan Guin menjadi sulit. Namun untunglah ia kembali diselamatkan oleh kedatangan Dianna Soriel sendiri dari bulan, yang tiba bersama pengawalnya yang terpercaya, Harry Ord.

Berbeda dengan sebagian besar orang di sekelilingnya, Dianna rupanya sungguh-sungguh ingin suatu hubungan damai bisa terjalin antara kedua belah pihak. Tapi hubungan mereka sudah terlanjur memburuk. Terlebih sesudah pihak Militia menemukan MS-MS mereka sendiri yang terkubur di wilayah-wilayah yang disebut Mountain Cycle, yang Guin pandang sebagai peluangnya untuk membuka era baru yang dicita-citakannya.

Berkat kesigapan Loran dan Harry, terungkaplah indikasi akan adanya pihak-pihak tertentu yang memang mengharapkan berlangsungnya perang antara pihak bulan dan bumi. Hal ini semakin dipertegas dengan terjadinya beberapa upaya untuk membunuh Dianna. Indikasi ini semakin memuncak dengan dilepasnya penjahat perang berbahaya Corin Nander yang sebelumnya dikurung dalam penjara kriogenik. Pengirimanya ke bumi untuk membantu pihak Moonrace ternyata didalangi sosok misterius bernama Agrippa Maintainer.

Corin yang sudah separuh gila, dengan penuh nafsu memburu White Doll dan bahkan seorang diri menghancurkan kota Nocis demi mencarinya, menyebut-nyebutnya sebagai mimpi buruk yang dulu pernah membinasakan peradaban umat manusia: Turn A Gundam.

Dan Cinta Di Antara Kita Akan Memulihkan Tanah Ini!

Dari ringkasan cerita di atas bisa tertebak bahwa bahwa plot seri ini berjalan jauh lebih lambat dibandingkan seri-seri Gundam lain. Pokoknya, Turn A Gundam secara garis besar lebih banyak berfokus pada bagaimana tiap-tiap karakter di dalam cerita berupaya melakukan sesuatu yang dipikirkannya benar, tapi tanpa sepenuhnya memahami bagaimana implikasi tindakannya tersebut bagi orang-orang di sekelilingnya. Dengan pola seperti inilah, plot sederhana yang dimiliki Turn A Gundam bergerak.

Seperti Eureka Seven, porsi adegan-adegan pertempuran di Turn A Gundam jauh lebih sedikit dibandingkan porsi yang dihabiskan untuk perwatakan tokoh. Bahkan momen ‘perang penentuan besar’ sebagaimana yang biasa ditemukan dalam seri-seri Gundam lain bisa dikatakan absen(!) dalam seri ini. Meski begitu, tak dapat disangkal bahwa sekalipun dengan durasinya yang terbatas, koreografi adegan-adegan pertarungan mecha di Turn A Gundam termasuk salah satu yang paling keren dan detil yang pernah ada. Di mataku sebagai penggemar berat anime mecha, adegan-adegan pertarungannya sangat rame. Tapi sebagai drama komedi dan kehidupan pun, Turn A Gundam sebenarnya sudah lebih dari bagus. Seperti ide-ide ceritanya yang aneh, desain mechanya yang ‘unik’ juga sebenarnya tak jadi masalah, karena lama-lama kita bakal terbiasa dan bahkan menyukainya. Sayang sisi mechanya tak terlalu ditonjolkan, sehingga tak banyak yang bisa kukatakan tentangnya…

Soal mecha-mechanya sendiri, tak dapat disangkal bahwa teknologi yang terkandung di dalamnya mungkin adalah yang tercanggih dalam seri Gundam manapun.

Turn A Gundam, yang desain anehnya seolah menegaskan bahwa ‘MS ini enggak jelas buat apa’, tampil sebagai sebuah MS serbaguna yang Loran kemudian gunakan untuk berbagai urusan, mulai dari membantu-bantu urusan penggalian sampai urusan mencuci pakaian(!). Tapi kecanggihan yang Turn A miliki baru belakangan terlihat, saat Loran dan kawan-kawannya sadar bahwa mecha ini memiliki kemampuan untuk meregenerasi diri sendiri(!). Mecha yang rangkanya ‘kosong’ ini juga digambarkan memiliki tenaga output yang luar biasa (meski tak bisa dibilang bisa terbang, tenaga jet pendorong Turn A setara dengan tenaga jet pendorong sebuah kapal induk) serta keluwesan alami yang tak dimiliki MS-MS lain. Selain sepasang beam saber (pedang sinar) dan beam rifle (senapan sinar) yang opsional, terkandung pula di dalamnya adalah senjata legendaris Moonlight Butterfly yang berupa pelepasan nanomesin berbentuk lapisan serat-serat cahaya berjumlah banyak yang mampu mendisintegrasikan apapun yang disentuhnya. MS ini juga memiliki I-Field penangkal serangan beam yang (tak seperti MS-MS yang ada di era UC) bisa diatur bentuk dan kekuatannya.

MS SUMO, yang digunakan oleh  pasukan pengawal kerajaan Dianna, merupakan jenis  MS lain yang menarik perhatian karena bentuknya yang ‘gempal.’  Di mataku, mecha ini memiliki sisi kerennya tersendiri dengan senjata Heat Fan dan Beam Gun-nya, serta medan I-Field yang dapat dibentuk menjadi senjata. Hal lain yang sangat kusukai adalah SUMO khusus yang Harry gunakan memiliki lapisan permukaan berwarna emas yang berkesan.

Beralih ke MS-MS produksi massal, di pihak Militia gabungan, ada beberapa MS bawah air Kapool yang salah satunya Sochie gunakan serta sepasukan MS serbaguna Borjarnon (yang pada dasarnya merupakan MS Zaku dari seri UC klasik) yang membentuk pasukan utamanya. FLAT yang Loran dkk bawa dan dinamai kembali sebagai High Heel turut diimplementasikan dalam pertempuran berkat fitur ‘permukaan getar’-nya yang secara efektif menangkal hampir semua serangan fisik.

Di pihak Moonrace, selain WaD dan WaDOM, yang tinggi besar seperti menara berjalan dan ceking seperti raptor, juga ada Mahiroo yang menjadi inti pasukan utamanya di luar angkasa serta beberapa MS lain, seperti peluncur misil Zssan (yang merupakan tiruan Zssa) serta Bandit yang dapat digerakkan berpasangan secara otomatis(?).

Turn X Gundam yang Gym temukan, dan menimbulkan efek resonansi aneh dengan Turn A, menjadi mecha aneh yang mampu melepas bagian-bagian tubuhnya sendiri, di mana bagian-bagian tubuhnya tersebut melayang sama-sama dan secara bersamaan menyerang seperti selayaknya bit. Turn X juga memiliki jurus bernama Shining Finger (dari G Gundam) serta memiliki senjata Moonlight Butterfly miliknya sendiri.

Ada banyak mecha lain hasil desain Syd Mead yang memberikan nuansa yang lain dari yang lain untuk sebuah seri mecha. Tetapi karena bentuk-bentuknya yang ‘ajaib’, desain-desain Turn A kalah populer dibandingkan desain-desain mecha seri lainnya, sehingga jarang sekali dibuat model kitnya.

Romantisme Di Balik Pertanyaan Tentang Siapa Sebenarnya Agrippa Maintainer

Pada akhirnya, meski dipandang sebagai seri Gundam paling abnormal, kisah cinta antara Ratu Dianna dan Loran yang menjadi ksatrianya ini tetap berhasil meraih sejumlah penggemar fanatik di seluruh penjuru dunia. Soalnya, memang susah untuk tak jatuh cinta pada setiap tokoh-tokohnya sih. Secara pribadi, aku memang kecewa karena unsur intrik dan pertempurannya tak sebanyak yang semula aku kira. Tapi whew, aku bohong kalau bilang aku enggak puas.

Satu hal lagi yang perlu dicatat adalah bahwa di sepanjang seri ini, sutradara Tomino sebisa mungkin tidak memperlihatkan adegan-adegan kematian dan pengrusakan secara langsung. Memang ini terasa aneh untuk sebuah seri Gundam, yang di dalamnya seringkali ada adegan-adegan kehancuran besar-besaran dan pembunuhan massal. Apalagi Tomino sendiri dulu terkenal karena pernah menyutradarai adegan hilangnya kepala seorang anak kecil akibat letusan meriam. Tapi mungkin Tomino ingin mencoba memberi suatu warna lain pada karyanya.

Sesuatu yang lebih… optimis dan bernuansa positif.

Kurasa itulah alasan mengapa Turn A Gundam begitu nyaman ditonton; sekalipun ada sedikit bumbu nudity di sana-sini, sebab di balik kesederhanaannya, dilatari keindahan musik Yoko Kanno yang cemerlang, seri ini menyajikan cerita bermakna yang indah buat dikenang.

Oya. Dan aku berharap suatu saat aku bisa cosplay sebagai Harry Ord.

Penilaian

Konsep: A; Visual: A; Audio: A+; Eksekusi B+; Perkembangan: B-; Kepuasan Akhir: A

11/11/2009

Macross Frontier

Entah mengapa, aku sedikit malas mengulas ini. Aku menikmatinya, cuma ada sesuatu tentang seri ini yang membuatku enggan mengingatnya sesudah mengikutinya sampai akhir.

Seperti halnya Gundam Seed, Macross Frontier (atau Macross F) merupakan seri Macross yang ditujukan bagi generasi baru. Seri baru ini dibuat cukup lama sesudah waralaba ini vakum. Seri Macross terakhir sebelum Macross Frontier adalah seri OVA Macross Zero yang keluar pada tahun 2002 dan berakhir dengan cara agak aneh, serta lebih dinikmati oleh kalangan terbatas. Tapi untuk seri TV, yang terakhir sebelum ini adalah Macross 7, yang cukup menarik perhatian untuk waktu lama semenjak pertama keluar tahun 1994.

Macross Frontier sendiri pertama keluar dalam format seri TV pada pertengahan tahun 2008. Jumlah episodenya sebanyak 25. Beberapa waktu kemudian, seri ini diceritakan ulang dalam bentuk dua film layar lebar (dalam cerita alternatif yang agak berbeda dari versi seri TV), masing-masing pada tahun 2009 (dengan subjudul Itsuwari no Utahime) dan 2011 (dengan subjudul Sayonara no Tsubasa, yang sekaligus menuntaskan isu cinta segitiga di dalamnya). (Aku sempat bahas kedua film layar lebarnya secara terpisah. Satu di sini dan satu lagi di sini.)

Buat yang belum tahu, seri Macross merupakan waralaba anime mecha lawas yang menonjol pada dekade 1980an seperti halnya Gundam. Di samping mecha-mecha humanoid yang dapat berubah bentuk jadi pesawat, ciri khas utama seri ini ada pada adegan pentas musik serta jalinan cinta segitiga yang (hampir) selalu ada di dalamnya.

Pencetus asli waralaba Macross adalah desainer mecha Kawamori Shoji yang pertama mendesain konsep pesawat dan robotnya, dengan konsep seri pertama yang dibuat oleh Studio Nue.

Kawamori-san juga yang kali ini menjadi sutradara sekaligus pencetus cerita dari Macross Frontier, dengan dibantu oleh Kikuchi Yasuhito dan Yoshino Hiroyuki.

Produksi animasi kali ini dibuat studio Satelight, yang menjadi studio utama yang menangani waralaba ini semenjak produksi OVA Macross Zero di tahun 2002.

Macross Frontier dibuat untuk menyambut ulang tahun ke-25 dari waralaba ini. Di dalamnya, mereka membungkus kembali berbagai elemen dari seri-seri Macross lama (alien, pesawat Valkyrie yang bisa berubah ke bentuk humanoid, cinta segitiga, penyanyi-penyanti pop) dalam suatu kemasan baru dengan kualitas animasi yang benar-benar mencolok.

Meski termasuk anime mecha, aku sebenarnya bukan penggemar seri-seri Macross. Aku sangat terkesan oleh seri Macross yang paling pertama. Tapi perasaanku terhadap seri-seri berikutnya agak campur aduk. Tapi sewaktu pertama melihat Macross Frontier, kesan pertamaku: Wow, ini benaran menarik. Singkatnya begitu.

(Tulisan ini kuedit ulang di Februari dan Maret 2016, untuk menyambut seri baru Macross Delta yang akan keluar April nanti. Uh, sori untuk kualitas tulisan yang lama.)

Sebelum Konser

Ceritanya berlatar di kapal induk Macross Frontier (aku menuliskannya dalam format miring karena memang itu nama kapalnya), sekian belas tahun sesudah armada-armada kapal raksasa sejenis mereka meninggalkan planet Bumi demi menjelajahi angkasa raya. Mereka mencari tempat-tempat hunian baru melalui teknologi perpindahan dimensi ruang yang disebut ‘fold’ yang umat manusia telah berhasil kembangkan dari teknologi asing Protoculture yang ditemukan dari kapal induk Macross yang paling pertama.

(Latar belakang kepergian umat manusia diceritakan dalam seri Macross paling pertama, The Super Dimension Fortress Macross. Singkat ceritanya adalah untuk menyebar benih-benih spesies manusia sesudah mereka nyaris ‘punah’ dalam peperangan melawan ras alien Zentradi.)

Tokoh utama kali ini adalah Alto Saotome, remaja lelaki ‘cantik’ yang memberontak terhadap tradisi seni kabuki yang ditekankan oleh ayahnya dengan bersekolah di jurusan penerbangan. Pada awal cerita, Alto depresi karena langit buatan di dalam kapal yang diterbanginya memiliki luas yang amat terbatas. Sehingga meski sudah meninggalkan rumah, Alto tetap merasa ‘terkekang’ karena belum menemukan kebebasan yang dicarinya.

Sampai suatu waktu, penyanyi pop terkenal Sheryl Nome dari kapal induk Macross Galaxy berkunjung ke Frontier untuk mengadakan konser. Alto dan dua kawan dekatnya, si playboy Mikhail Blanc dan Luca Angelloni yang mungil namun cerdas, mendapat pekerjaan sebagai penerbang latar dalam penampilannya nanti.

Sebagai murid-murid jurusan penerbangan, Alto dan kawan-kawannya akan terbang saat konser ala penari, melakukan segala macam manuver dengan menggunakan perangkat EX-Gear yang dapat dipasangkan pada badan, yang sekaligus dapat menjadi antarmuka pengendali saat hendak memiloti pesawat.

Menjelang pelaksanaan konser, di halaman belakang gedung pertunjukan yang berbatasan dengan hutan, Alto secara kebetulan menolong Ranka Lee, seorang gadis manis yang sangat mengidolakan Sheryl. Terinspirasi oleh Sheryl, (dan sangat seperti kasus Lin Minmei dari seri Macross pertama) Ranka diam-diam juga memiliki cita-cita untuk menjadi penyanyi. Ia juga meminta Alto untuk mengunjungi restoran masakan Cina Nyan-Nyan tempat Ranka bekerja agar ia bisa membalas kebaikannya nanti.

Civilian Military Provider

Meski pertemuan pertama antara Alto dan Sheryl kurang mulus karena sifat mereka yang bertentangan, konser Sheryl berhasil terlaksana dengan sukses. Namun konser terpaksa dihentikan akibat serangan tiba-tiba dari ras alien misterius yang disebut Vajra.

Vajra adalah makhluk-makhluk serupa serangga raksasa yang bisa tiba-tiba saja muncul lewat perantara lubang dimensi fold. Mereka terbukti menjadi lebih dari sekedar tandingan pesawat-pesawat Valkyrie NUNS (New United Nations) yang menjadi basis pertahanan Frontier. Para Vajra yang seakan liar ini memiliki ‘sesuatu’ yang mampu mendistorsi dimensi ruang, yang menjadikan senjata-senjata konvensional pasukan NUNS menjadi tak mempan terhadap mereka.

Dalam keadaan genting, sepasukan pesawat Valkyrie misterius yang terpisah dari NUNS tiba-tiba saja muncul dan membalikkan keadaan. Belakangan diketahui kalau pasukan ini berasal dari perusahaan militer swasta SMS (Strategic Military Services) yang dimiliki pengusaha Zentradi ternama Richard Bilrer. Pesawat-pesawat ini lebih canggih dan tampak jelas dikemudikan oleh orang-orang yang lebih ahli.

Alto, tercengang akibat kemunculan Vajra dan pasukan SMS, kini terjebak dalam aksi tembak-menembak karena berusaha menolong Ranka yang terpisah dari kerumunan penonton lain. Salah satu pesawat variabel Valkyrie VF-25 Messiah yang dikemudikan Henry Gilliam dari SMS kemudian menyadari keberadaan mereka dan mencoba ikut menolong.

Tapi upaya berani Gilliam untuk meloloskan Alto dan Ranka berakhir tragis saat salah satu Vajra tiba-tiba menyergap Gilliam ketika keluar kokpit.

Terdesak dan nekad, Alto akhirnya mengambil alih kemudi pesawat Messiah milik Gilliam dengan menggunakan EX-Gear yang masih dikenakannya. Lalu secara mengejutkan, ia berhasil membawa pesawat itu melarikan diri dari kejaran Vajra sambil membawa Ranka.

Keadaan darurat diterapkan di Frontier sesudah serangan mereda. Vajra ditetapkan sebagai ancaman yang dapat menyerang sewaktu-waktu dan keadaan siaga diberlakukan sampai informasi tentang mereka berhasil dikumpulkan.

Alto dimarahi karena sudah membawa lari sebuah Valkyrie secara seenaknya, terutama mengingat statusnya sebagai seorang warga sipil. Namun Alto balik menuntut untuk bisa bergabung bersama SMS. Alasannya agar bisa melindungi Frontier, meski sebenarnya ia masih punya sejumlah alasan pribadinya yang lain.

Secara mengejutkan, Alto mendapati bahwa kedua sahabatnya, Mikhail dan Luca, ternyata semenjak awal juga adalah anggota SMS. Mikhail berperan sebagai penembak jitu dari jarak jauh, sementara Luca adalah ahli radar dan pemantauan. Di samping itu, pemimpin Skull Squadron andalan SMS, yang telah membalikkan keadaan melawan Vajra tersebut, ternyata tak lain adalah Ozma Lee, kakak angkat Ranka, yang selama ini merahasiakan profesinya yang sesungguhnya dari sang adik.

Bersama perubahan situasi ini, Alto terseret ke dalam pusaran kebimbangan saat secara perlahan mulai menjalin hubungan mendalam dengan Sheryl dan Ranka, dua orang gadis yang menjadi sepasang sayap yang membawanya terbang tinggi.

Siapa yang Akan Kau Cium?

Macross Frontier secara garis besar bercerita tentang kehidupan orang-orang di kapal Frontier selama mereka mempertahankan diri dari ancaman Vajra. Untuk anime berdurasi 25 episode, ada banyak tokoh dan jalinan hubungan yang diperkenalkan.

Di samping bersekolah, Alto harus bekerja keras agar bisa diterima sebagai anggota SMS yang pantas menggantikan Gilliam. Akibat pertemuan langsungnya dengan Sheryl, Ranka bertekad untuk secara serius memulai karirnya sebagai penyanyi. Ia berjumpa dengan Elmo Kridanik, manajer sekaligus presiden dari agensi kecil Vector Productions, yang melihat bakat terpendam Ranka yang dengan penuh tekad ingin ia poles. Sheryl sendiri, yang kini terpaksa harus tinggal di Frontier sesudah putusnya kontak Frontier dengan Galaxy akibat serangan Vajra, berusaha menemukan kembali makna hidupnya lewat pertemuannya dengan Alto dan Ranka.

Ozma Lee, kakak laki-laki Ranka yang keras, ternyata pernah menjalin hubungan dengan Catherine Glass, putri presiden NUNS Howard Glass. Namun Catherine statusnya saat ini bertunangan dengan Leon Mishima, bawahan Howard, yang dalam perkembangan cerita mulai menyadari keterkaitan antara kemunculan Vajra dan kehadiran Ranka di konser Sheryl.

Clan Clang, teman masa kecil Mikhail dan sesama pegawai SMS, adalah Zentradi yang memiliki kelainan genetik langka yang membuatnya bersosok anak-anak dalam wujudnya yang telah di-micronized, meski dirinya bersosok dewasa dalam wujud raksasanya yang normal. Karenanya, ia memiliki hubungan pertemanan yang unik dengan Mikhail, dan Alto sedikit banyak menjadi saksi mereka.

Grace O’Connor, manajer Sheryl yang berkemampuan, menyembunyikan sesuatu tentang dirinya yang kerap membuat Sheryl kesal.

Lalu ada Brera Sterne, pilot misterius dari Galaxy yang datang bersama pesawat Valkyrie yang tak kalah misteriusnya, yang kerap muncul tiba-tiba di hadapan Alto dan Ranka.

Seiring dengan berkembangnya masing-masing tokoh, secara perlahan tapi pasti teka-teki tentang asal-usul Vajra dan alasan penyerangan berkala mereka atas Frontier semakin terkuak. Ada suatu rencana terselubung yang benar-benar besar di balik kedatangan Sheryl ke Frontier. Semuanya ternyata terhubung dengan sebuah eksperimen gagal di masa lalu, serta suatu persekongkolan rahasia demi menguasai alam semesta…

What About My Star?

Sebagai bentuk peringatan atas ulang tahun ke-25 waralaba Macross,  ada lumayan banyak referensi terhadap seri-seri Macross terdahulu yang bisa ditemukan buat mereka yang jeli.

Ranka, Clang, dan banyak tokoh lainnya misalnya, dikisahkan sama-sama memiliki darah ras manusia raksasa Zentradi yang kini telah berdamai dengan manusia Bumi. Ranka sendiri punya seperempat darah Zentradi, yang membuatnya punya kemampuan untuk bertahan agak lama di ruang hampa udara, serta dalam kondisi-kondisi tertentu mampu mengendalikan arah pergerakan rambutnya.

Ada sejumlah adegan yang Alto lakukan yang sangat mirip adegan-adegan di seri-seri Macross terdahulu. Penyelamatan Alto terhadap Ranka serupa dengan penyelamatan  Hikaru Ichijyo atas Minmei pada seri Macross pertama. Lalu kendali Valkyrie jarak jauh yang Alto lakukan menjelang penghujung cerita juga mirip dengan yang Isamu Dyson lakukan di Macross Plus.

Lagu-lagu dari grup musik ‘lawas’ Fire Bomber dari seri Macross 7 ditampilkan sebagai lagu-lagu favorit Ozma. Ada ‘adegan nanas’ yang mirip dengan yang ada di Macross pertama. Bahkan ada satu episode yang secara khusus merangkum apa-apa yang terjadi dalam Macross Zero, dengan menampilkannya sebagai suatu proses syuting film layar lebar.

Meski tak mulus di beberapa bagian, dan jelas ada keterbatasan durasi dalam penyampaian cerita, drama kehidupan, cinta, dan komedi, yang sekaligus diwarnai aksi pertempuran mecha seru antara alien dengan pesawat-pesawat yang bisa berubah bentuk, mewarnai keseluruhan seri ini. Ceritanya juga ditutup dengan salah satu adegan pertempuran terakhir paling ‘menggelegar’ yang pernah aku lihat. Adegan pertempuran terakhir di Macross Frontier menurutku bahkan lebih memuaskan daripada adegan pertempuran akhir di Gundam 00. Melihatnya, terus terang aku terkejut sendiri dengan kualitas akhir seri ini.

Membahas soal teknis, Macross Frontier memiliki kualitas aspek presentasi yang luar biasa. Visualnya termasuk salah satu yang paling bagus untuk masanya, dengan warna-warna terang nan tajam dan pergerakan animasi yang halus dan lancar. Ada satu adegan sederhana ketika Ranka memanjati sebatang pohon tumbang yang takkan kulupakan karena saking mulus eksekusinya.

Musiknya ditangani oleh Kanno Yoko, yang kemampuan aransemennya tak perlu diragukan lagi. Beberapa lagu tema Macross Frontier yang dibuat khusus oleh beliau bertahan cukup lama di posisi-posisi atas tangga lagu Oricon Chart selama serial ini ditayangkan. May’n, penyanyi yang waktu itu masih relatif belum dikenal dan menjadi pengisi suara nyanyian Sheryl, mendapat sorotan teramat besar melalui seri ini berkat kualitas vokalnya. Lagu penutup “Diamond Crevase” yang dibawakannya memberi nuansa yang benar-benar khas untuk Macross Frontier. Lagu pembuka seri ini, “Triangular”, juga benar-benar mencolok. Vokalnya dibawakan salah satu seiyuu favoritku, Sakamoto Maaya, yang juga sempat menyumbang suaranya untuk peran Ranshe Mai, mendiang ibu Ranka.

Macross Frontier sekaligus menandai debut seiyuu Nakajima Megumi sesudah audisi terbuka yang terbilang ketat. Selain menyanyi, suara renyahnya juga menghidupkan karakter Ranka. Peran ini kalau tak salah juga melibatkannya dalam pengembangan salah satu edisi Vocaloid. (Kalau tak salah, Gumi?)

Sedikit bicara soal mecha, pesawat-pesawat Valkyrie di seri ini masih menampilkan manuver-manuver adu kelincahan berkecepatan tinggi. Meski lebih mencolok di drama, adegan-adegan aksi di Macross Frontier terbilang keren.

Agak susah menjelaskannya, berhubung aku agak awam di soal teknologinya. Tapi pesawat-pesawat Valkyrie di Macross Frontier dilengkapi peralatan-peralatan tambahan yang membuatnya berkesan lebih ‘berat’ dibandingkan seri-serinya yang telah lalu. ‘Berat’ tapi lebih ‘cepat’ di waktu yang sama.

Pastinya, adegan-adegan Itano Circus (kejaran-kejaran pesawat di antara tembakan misil berjumlah banyak) yang mempopulerkan seri ini masih tetap ada.

Sori. Karena aku juga kurang mendalaminya, aku enggak bisa komentar lebih banyak.

Selain kapal Macross Frontier yang dilengkapi kota hunian dan sebagainya (serta dapat memisah dengan kapal induknya sendiri, Battle Frontier), kapal induk utama di seri ini sebenarnya adalah Macross Quarter milik SMS yang dikomandoi oleh Jeffrey Wilder. Seiring bertambah rumitnya perpolitikan di Frontier, mereka juga berperan penting dalam resolusi konflik melawan para tokoh antagonisnya (yang bakal spoiler besar kalau kuungkap siapa identitasnya).

Sebenarnya, ada banyak aspek sains fiksi dari seri ini yang benar-benar keren. Selain seperti Ex-Gear yang kusinggung di atas dan… um, bagaimana Macross Quarter masih dilengkapi meriam besar dan dapat berubah ke bentuk humanoid (walau mungkin berukuran lebih kecil dari kapal induk Macross di seri-seri sebelumnya?), penggambaran kehidupan di Frontier terbilang menarik. Ponsel yang para karakter gunakan memiliki semacam bentuk organik. Lalu desain interior, tata kota, dan sebagainya, secara visual benar-benar menarik untuk dilihat.

Macross Frontier juga menampilkan semacam revolusi dalam penggambaran adegan-adegan konser, yang kini banyak dihiasi CG untuk menampilkan efek-efek holografis. Ini sebenarnya paling kelihatan di dua film layar lebarnya sih. Tapi bahkan di seri TV-nya pun, adegan-adegan konsernya buatku memukau. Aku sebenarnya tak terlalu menggemari seri-seri bergenre idol, tapi bahkan aku pun lumayan terkesan dengan kualitasnya.

Tentu saja, seperti tradisi Macross, nyanyian Sheryl dan Ranka berperan penting dalam penyelesaian konflik melawan Vajra. Tapi lebih banyak soal itu lebih baik kalian lihat sendiri.

Untuk kekurangannya, ada sejumlah subplot yang penyelesaiannya agak seadanya. Beberapa pertanyaan sayangnya kurang terjawab; seperti soal identitas sesungguhnya Richard Bilrer (diimplikasikan bahwa keterkaitannya dengan jaringan fold semata-mata untuk menemukan jejak Minmei, yang pada penghujung kisah Macross pertama, dikisahkan hilang bersama Hikaru, Misa Hayase, dan awak-awak lain di armada kapal induk Megaroad), bagaimana teknologi Valkyrie tercanggih jatuhnya ke pihak swasta SMS dan bukannya militer NUNS (lagi, karena intervensi Bilrer?), serta kejelasan lebih soal hubungan Sheryl dengan kakak beradik Sara dan Mao Nome yang menjadi dua tokoh utama di Macross Zero. Tapi cara penuturannya yang pas justru memperkaya warna-warni seri ini. Jadi sejujurnya, aku pribadi tak terlalu merasa ada keluhan.

Mungkin perkembangan karakternya bisa dibuat lebih mulus. Tapi dengan jumlah episode yang tak sebanyak seri Macross pertama maupun Macross 7, kurasa hal tersebut bisa dimaklumi.

Dua film layar lebar Macross Frontier merupakan penceritaan ulang dari seri TV-nya. Tapi sekali lagi, keduanya bukan film kompilasi. Keduanya memaparkan cerita yang sama sekali baru. Jadi walau ada dua movie itu, seri TV-nya tetap punya daya tariknya tersendiri. Kayak gimana hasilnya ntar tentu perlu kita liat nanti.

Akhir kata, mungkin masih jauh dari sempurna. Tapi kalau kau tertarik pada waralaba Macross, Macross Frontier merupakan seri yang pas untuk mulai mengenalnya. Dramanya lumayan pelik, dan jumlah tokohnya yang banyak mungkin membuatnya agak susah diikuti. Di samping itu, ada beberapa hal yang mungkin membuatmu tak nyaman (seperti fanservice-nya misalnya). Tapi ceritanya terbilang mengesankan, dan itu cukup memuaskan untuk beberapa orang.

Penilaian

Konsep: A; Visual: S; Audio: S; Perkembangan: B; Eksekusi: B; Kepuasan Akhir: A

25/10/2009

Ergo Proxy

Ini merupakan salah satu seri paling ‘menyegarkan’ yang muncul pada awal tahun 2000an, tak lain tak bukan karena animasinya yang halus dan latar futuristisnya yang benar-benar dibuat secara total. Genre-nya post-apocalyptic cyberpunk. Udah lama banget ga ada studio yang mengangkat tema ini sejak zaman tahun 90an. Manglobe bener-bener mengambil tindak langkah yang berani.

Terus terang, pada mulanya, aku sama sekali tak begitu tertarik menonton seri ini. Aku cuma setuju kalau seri ini bagus secara teknis saja. Ceritanya sendiri tampak terlalu gelap dan rumit, apalagi dengan mengetengahkan pertanyaan-pertanyaan berbau filosofis yang tak benar-benar jelas maksud dan tujuannya apa. Tapi, semakin aku dewasa, semakin aku bisa memandang seri ini pikiran yang lebih jernih dan objektif.

Ceritanya emang rumit. Tapi penyajiannya enggak selalu segelap yang kusangka. Apalagi dengan soundtracknya yang dinyanyiin monoraul dan Radiohead. Dua band ternama bro! Daya pikat musiknya sulit buat ditolak!

Jadi, yah, aku emang setuju kalo seri ini emang bukan sesuatu yang bisa dinikmatin sama semua orang. Buat ngerti cerita ini juga enggak cukup dari cuma nonton sekali. Tapi aku juga ngerti bahwa itu bukan berarti sama sekali enggak ada hal berarti yang bisa aku ‘dapetin’ dari seri ini.

Makanya, aku coba nonton. ^^

Futuristik

Ergo Proxy bisa dibilang bergenre post-apocalyptic cyberpunk. Berlatar jauuuh di masa depan saat sebagian besar permukaan bumi sudah rusak dan tandus karena suatu sebab. Kehidupan manusia hanya ada dalam kubah-kubah khusus yang diatur sedemikian rupa oleh aturan-aturan totaliter yang ketat. Manusia hidup dengan didampingi android-android pembantu yang disebut ‘autorave’, yang diam-diam sebenarnya turut berperan sebagai pengawas masing-masing individu.

Di kota Romdeau, tersebutlah seorang pemuda bernama Vincent Law. Vincent adalah seorang warga kota kelas bawah yang menjadi imigran dari kubah lain bernama Moskow. Pekerjaannya sehari-hari adalah memburu dan menangkap autorave-autorave liar yang lepas kendali akibat berjangkitnya sebuah virus misterius bernama Cogito, yang entah bagaimana tampaknya membuat para autorave tak lagi berperilaku sebagaimana mestinya.

Vincent ini memiliki nasib yang benar-benar buruk. Dia sering sekali terlibat serangkaian kejadian aneh yang sama sekali tak dapat ia pahami. Terlebih dari itu, ia jatuh cinta pada perwira polisi wanita yang dahulu pernah menangkapnya, Riil Meyer, yang sebenarnya juga merupakan cucu salah seorang tokoh paling berpengaruh di kota tersebut. Intinya, berbeda dari dirinya, Riil merupakan seorang warga kota kelas atas yang seakan-akan berada di luar jangkauan.

Di tengah tekanan hidup yang semakin memuncak, kejadian paling aneh dan memusingkan akhirnya Vincent alami. Suatu hari, sepulang kerja, Vincent mendapati dirinya dikejar-kejar seekor (seorang?) monster.

Dalam pelariannya, monster tersebut membantai segala sesuatu yang menghalangi jalan antara dirinya dan Vincent. Korban dalam jumlah sangat banyak berjatuhan. Kehidupan teratur di Romdeau setelah sekian lama akhirnya ‘rusak’ untuk pertama kalinya akibat kejadian tersebut.

Berhasil meloloskan diri dari monster tersebut, sesampainya di rumah, Vincent kemudian mendapati bahwa autorave pribadinya, Dorothy, yang selama ini bertanggung jawab mengatur hidupnya, rupanya telah hancur mengenaskan secara misterius. Vincent kini turut dikejar-kejar polisi bukan hanya akibat insiden monster itu, tapi juga atas tuduhan utama telah ‘membunuh’ autorave pribadinya sendiri.

Dalam pelarian, Vincent dengan sia-sia berusaha meyakinkan Riil yang mengejarnya bahwa ia sama sekali tak bersalah.

Tapi tuduhan tersebut tak akan dilepaskan begitu saja karena rupanya monster yang mengejar-ngejar Vincent tersebut bukan hanya sekedar ‘monster’ belaka. Monster tersebut adalah Proxy, suatu makhluk hidup misterius yang selama ini diteliti di bawah pengawasan rahasia pemerintah. Pemerintah mengetahui apa sesungguhnya makhluk ini, dan berupaya menangkap kembali Proxy yang telah berhasil meloloskan diri, yang ternyata tak lain dari penyebab berjangkitnya wabah virus Cogito yang menimpa para autorave.

Dengan demikian, muncullah pertanyaan: apa hubungan Proxy dengan Vincent? Apa sebenarnya makhluk yang disebut Proxy itu, dan siapakah Vincent sebenarnya?

Vincent yang menyadari bahwa kehidupannya di Romdeau telah berakhir dengan berat hati memutuskan untuk meninggalkan kota tersebut. Namun Raul Creed, pemimpin Romdeau saat ini, tak mau melepas penyebab aib dalam karirnya begitu saja. Demikian pula dengan Riil, yang akibat keterlibatannya menyadari bahwa ada suatu hal besar yang disembunyikan pemerintahan Romdeau dari para warganya.

Maka dimulailah perjalanan panjang Vincent dalam menemukan jati dirinya sekaligus jawaban atas kejadian-kejadian misterius yang melingkupi dirinya. Ditemani oleh Pino, seorang autorave berwujud anak perempuan yang telah terjangkit virus Cogito, dan nantinya Riil Meyer sendiri, yang dengan enggan harus mengakui ada ketertarikan yang dirasakan olehnya terhadap Vincent.

Aneh, Tapi Bagus Juga

Virus Cogito merupakan virus aneh yang menyebakan para autorave menyadari jati diri mereka sendiri. Dengan kata lain, virus tersebut membuat para autorave ‘berkepribadian’ dan ‘memiliki emosi’ selayaknya manusia, dan tidak lagi hanya menjadi bongkahan logam yang bertindak mengikuti setelan peraturan yang telah ditetapkan. Dengan mengambil gagasan itu sebagai acuan, perbandingan harga kemanusiaan dan harga keteraturan merupakan tema yang berulangkali terungkap dalam seri ini.

Tapi kalau harus bicara soal tema, agak susah untuk mengatakan keseluruhan tema ‘Ergo Proxy’ adalah tentang apa. Seri ini agak terlalu… aneh untuk bisa dijelaskan. Seringkali satu episode memiliki nuansa yang begitu berbeda dari episode sebelumnya, sehingga kau dibuat bertanya-tanya apakah kau masih menonton anime yang sama. Dan ini terjadi berulangkali, bahkan hingga akhir cerita. Meski plot cerita ini ada dan semua teka-teki akhirnya terungkap dan dijelaskan, penjabaran yang dipakai sama sekali enggak lazim dan sulit dimengerti.

Masih bagus sih. Cuma aneh.

Kalau kamu merasa kamu cukup dewasa sebagai manusia dan berkeinginan menonton suatu anime yang ‘beda’ dan bisa membuat kamu sedikit mikir, tontonlah ‘Ergo Proxy’. Emang dibutuhkan banyak kesabaran sih. Tapi hasil akhirnya lumayan seru kok.

Penilaian

Konsep: A; Visual: S; Audio: A+; Eksekusi: X; Perkembangan: A-; Kepuasan Akhir: B+

10/04/2009

Gundam SEED Destiny

Melanjutkan ulasan yang terdahulu…

Kidou Senshi Gundam SEED Destiny (Sunrise, 2004an) merupakan sekuel langsung dari Kidou Senshi Gundam SEED yang dipandang sukses kurang lebih setahun sebelumnya. Layak dicatat bahwa ini pertama kalinya ada seri Gundam AU mendapat sekuel berupa seri TV lagi.

Kejadian Serupa di Pihak Berlawanan

Dikisahkan bahwa dua tahun sesudah akhir seri terdahulu, Cagalli Yura Atha, putri sekaligus kepala negara Orb dan juga saudari kembar dari Kira Yamato, melakukan kunjungan diplomatis ke Armory One, PLANT, untuk membahas tentang keberadaan sejumlah tenaga kerja dari negaranya yang bekerja di bidang pengembangan teknologi militer di sana. Ia dikawal tak lain tak bukan oleh Athrun Zala, yang menyamar dengan menggunakan nama Alex Dino.

Namun naas karena pada hari yang sama, persis ketika kapal baru Minerva milik ZAFT akan diresmikan, pasukan khusus Phantom Pain dari pihak Aliansi Bumi tiba-tiba menyerang dan membajak ketiga MS baru yang ternyata memang sudah ZAFT kembangkan. Terjebak di tengah pertempuran yang berlangsung, Cagalli dan Athrun bertemu dengan Shinn Asuka, seorang pilot ZAFT asal Orb yang memiliki masa lalu tragis. Shinn kemudian mengemudikan MS baru Impulse Gundam—yang selamat dari pencurian karena keberadaannya yang dirahasiakan—dalam upaya merebut kembali ketiga Gundam yang dicuri. Cagalli dan Athrun karena keadaan yang mendesak akhirnya terbawa serta bersama awak kapal Minerva yang berupaya mengejar ketiga Gundam yang tengah dilarikan.

Pengejaran mereka berlangsung singkat sebab sekelompok Coordinator garis keras rupanya telah menggerakkan apa yang tersisa dari koloni luar angkasa Junius Seven ke arah bumi. Pertempuran dengan Phantom Pain kembali berlangsung di Junius Seven, namun tragedi jatuhnya Junius Seven ke permukaan bumi yang terjadi sesudahnya kemudian menjadi pemicu dimulainya perang antara ZAFT dan Aliansi lagi…

Dicemaskan oleh prospek terjadinya perang berkepanjangan, Athrun kemudian menerima tawaran pemimpin PLANT, Gilbert Durindal, untuk bergabung kembali bersama ZAFT. Bersama Shinn dan lainnya, Athrun yang menjadi bagian dari keperwiraan dengan wewenang khusus FAITH bergerak bersama awak kapal Minerva untuk melawan dominasi Aliansi Bumi.

Di sisi lain, Cagalli yang semakin kehilangan posisinya dalam pemerintah tak bisa berbuat apa-apa mengenai bergabungnya Orb ke pihak Aliansi. Ia akhirnya dilarikan oleh Kira dan awak kapal Archangel yang selamat untuk sekaligus meloloskan diri dari pihak misterius yang tengah mengincar nyawa mereka.

Pihak Archangel bersama sekutu-sekutunya sekali lagi berupaya menjadi pihak ketiga yang ingin menghentikan konflik antara Aliansi dan PLANT. Namun keadaan mereka terdesak karena sejak awal mereka telah dipandang sebagai musuh oleh kedua belah pihak tersebut.

Serangkaian tragedi yang terjadi kemudian mengiringi terungkapnya keberadaan Logos, suatu masyarakat rahasia yang diam-diam telah menguasai dunia sejak dulu, dan selama ini menjadi pendukung utama dari organisasi anti-Coordinator radikal Blue Cosmos. Pemimpinnya adalah seorang lelaki bernama Lord Djibril yang menggantikan Murata Azrael sebagai pemimpin Blue Cosmos. Pihak Aliansi mulai rapuh dari dalam saat kerusuhan massal terjadi di seluruh penjuru dunia. Perburuan sengit berlangsung terhadap Lord Djibril yang kini diakui sebagai penjahat perang.

Namun, sejumlah indikasi mencurigakan membuat Athrun mulai mempertanyakan kepentingan sesungguhnya yang PLANT miliki di dalam peperangan ini. Di sisi lain, Shinn yang semakin tertekan oleh musibah-musibah yang ia alami—terutama kematian Stella Loussier, pilot Phantom Pain yang ia cintai—akhirnya menyatakan kesetiaan penuhnya terhadap Gilbert Durindal.

Konflik terakhir pun pecah saat Durindal akhirnya mengungkapkan pada dunia apa sesungguhnya yang hendak ia capai dengan mengakhiri perang, beserta dua senjata pemusnah massal yang kini jatuh ke tangannya dan akan digunakannya untuk mencapai maksudnya, REQUIEM dan Neo GENESIS.

Mencoba Sukses Kembali

Menggunakan resep yang sama seperti pendahulunya, GSD sepertinya cukup menarik perhatian banyak pemirsa pada masanya. Tapi meski memiliki konsep yang lebih matang dan mengetengahkan alur perpolitikan yang lebih rumit, GSD menurutku malah berakhir menjadi salah satu seri paling berantakan yang pernah aku lihat.

Melodrama yang menjadi ciri khas dari seri sebelumnya masih kental di sini. Tapi dosisnya semakin bertambah hingga sampai ke tingkat yang di luar nalar. Sebagai akibatnya, motif dan perkembangan masing-masing karakternya menjadi sulit untuk dipahami. Sementara di sisi lain, tempo cerita terus melambat dan akhirnya malah jadi bertele-tele. Baru menjelang akhir seri saja segala aspek tentang cerita akhirnya dikebut, membuat tamatnya terkesan ‘maksa’.

Konon ini ada hubungannya dengan kejadian sakitnya si penulis skenario utama untuk waktu yang berkepanjangan… (kasus terkenal yang bener-bener enggak enak diungkap) dan banyak penggemar akhirnya protes tentang ancurnya cerita di seri ini.

Di samping itu, sebagai anime mecha, adegan-adegan mecha-nya menurutku justru enggak seru. Memang mecha-nya berlimpah ruah, warna-warni, dan bermacam jenisnya. Tapi justru hal itulah yang membuat ketiadaan suatu fokus di dalamnya. Sehingga yang hadir malah suatu kesan hambar yang entah mengapa mengiringi perkembangan ceritanya yang sebenarnya enggak beranjak ke mana-mana.

Sisi positif yang seri ini miliki mungkin terdapat pada diperkenalkannya sejumlah karakter baru, seperti Durindal dan Lunamaria Hawke, yang notabene menarik perhatian para fans. Serta kemunculan kembali (?) Mwu La Flaga sesudah kematiannya di Gundam SEED. Intinya, GSD menawarkan hal-hal yang hampir sama persis dengan Gundam SEED tawarkan dulu, namun tanpa konflik antara dua sahabat Kira dan Athrun yang dulu membuatnya menarik serta alur logika cerita yang dulu membuatnya begitu berpotensi.

Sekali lagi, seri ini menarik bila kalau cuma sekedar buat cuci mata. Bila kau memang memaksa buat menontonnya, aku lebih merekomendasiin versi special edition-nya yang sudah dipadatkan dan diperingkas. Versi TV-nya benar-benar terlalu bertele-tele.

Penilaian

Konsep: A. Eksekusi: D. Visual: A+. Audio: A. Perkembangan: C. Desain: C.

Kepuasan Akhir: D

10/04/2009

Mobile Suit Gundam SEED

Ada seseorang yang memintaku mengulas ini.

Kidou Senshi Gundam SEED (Sunrise, 2002an) dibuat dengan maksud untuk menjadi titik balik seri Gundam yang agak meredup ketenarannya bagi generasi muda di awal abad 21. Upaya kebangkitan ini terbukti sukses lewat kombinasi cerita yang mengadaptasi cerita Gundam 0079 yang orisinil, soundtrack dari penyanyi yang lagi nge-hit, desain mecha yang mencolok, sekaligus desain karakter yang berpenampilan menarik.

Kelanjutan insiden Bloody Valentine

Dikisahkan bahwa di masa depan, di zaman Cosmic Era, secara genetis umat manusia terbagi menjadi dua kelompok, yakni Natural (mereka yang gen-nya berkembang secara alami) dan Coordinator (mereka yang gen-nya dimodifikasi secara buatan). Sebagian besar Coordinator dikisahkan tinggal di koloni-koloni luar angkasa yang secara keseluruhan dikenal dengan sebutan PLANT.

Lalu karena suatu sebab, pecah perang di antara keduanya. Perang ini dipicu oleh serangan nuklir ke koloni luar angkasa Junius Seven oleh OMNI, Aliansi Bumi, tepat pada hari Valentine. Organisasi ZAFT, pihak militer milik PLANT, kemudian membalas dengan menjatuhkan modul-modul N-Jammer yang mencegah berlangsungnya reaksi fisi nuklir, sehingga menyebabkan terjadinya krisis energi berkepanjangan di muka bumi. Tindakan ini kemudian diikuti pula dengan dikirimkannya senjata terbaru berupa mecha-mecha yang disebut mobile suit (MS), yang belum ada tandingannya di pihak Aliansi.

Kira Yamato, seorang Coordinator generasi pertama sekaligus seorang pelajar yang tinggal di koloni luar angkasa Heliopolis milik negara Orb, bertemu kembali dengan sahabat lamanya, Athrun Zala, ketika Heliopolis yang seharusnya berada dalam posisi netral tiba-tiba diserang saja oleh pasukan ZAFT. Ternyata serangan ini dilakukan karena pihak Heliopolis diam-diam telah mengembangkan seri MS generasi baru yang diharapkan akan menjadi dasar bagi perkembangan MS pihak bumi. Athrun yang merupakan bagian dari pasukan ZAFT, beserta kawan-kawannya, mendapat tugas untuk membajak kelima MS baru yang sedang dikembangkan ini dan membawanya ke pihak ZAFT.

Singkat cerita, empat dari lima MS tersebut berhasil dicuri. Tapi MS yang terakhir, Strike Gundam, karena bermacam keadaan, akhirnya jatuh ke tangan Kira Yamato. Kira dengan mengemudikan Strike akhirnya bergabung bersama awak kapal Archangel dengan harapan dapat melindungi teman-temannya yang turut serta dalam pelarian mereka ke bumi. Pada saat yang sama, ia juga harus menghadapi dilema karena terpaksan berhadapan dengan sahabat karibnya di medan perang…

Setelah melalui perjalanan panjang, kapal Archangel yang dengan susah payah sampai ke markas pihak Aliansi di Alaska mengetahui bahwa pihak Aliansi sebenarnya telah dimotori oleh organisasi Blue Cosmos, sekelompok orang radikal yang bermaksud melakukan pembantaian massal terhadap semua Coordinator yang masih ada. Di sisi lain, ZAFT yang dipimpin oleh Patrick Zala, ayah Athrun, ternyata telah mencapai resolusi serupa untuk menghabisi semua Natural yang hidup di muka bumi, dengan keyakinan bahwa pihak Coordinator, sebagai wujud evolusi lebih lanjut manusia-lah, yang lebih berhak menguasai alam semesta. Kira dan kawan-kawan akhirnya hengkang dari Aliansi dan bergabung bersama sekiutu-sekutu mereka di luar angkasa demi menghentikan pembunuhan massal yang akan terjadi di antara keduanya.

Namun Raww Le Creuset, lelaki misterius bertopeng yang menjadi atasan Athrun, menjadi penghalang utama Kira saat dia mengungkapkan siapa dirinya yang sebenarnya…

Untuk apa kamu berjuang?!

Meski bisa dipahami adanya nuansa tragis, salah satu unsur yang mengganggu di SEED bagiku adalah melodramanya yang berkepanjangan (meski mungkin di sisi lain unsur ini pulalah yang membuatnya banyak menarik perhatian). Perkembangan karakternya buatku  agak bertele-tele dan tidak realistis. Segalanya sesudah dilihat lebih dekat terasa… agak dangkal dan tak bermakna. Lalu semuanya terkesan agak di-’berat’-kan di bagian akhir. Kalau mau diungkapkan secara singkat, meski tak bisa dibilang jelek, pada saat yang sama Gundam SEED juga tak bisa dibilang bagus.

Meski demikian, dengan mengecualikan satu-dua perkembangan klise, secara keseluruhan aku cukup suka idenya. Agak sayang juga mengingat eksekusinya sebetulnya bisa lebih bagus. Adegan-adegan pertempurannya terutama. Dengan beragamnya MS yang ada dan teramat banyaknya pihak yang bermain, segala sesuatunya bisa dibuat lebih menegangkan dan mendebarkan. Tapi harapan kita untuk hal itu seringkali tak kesampaian.

Sebenarnya, tak banyak yang bisa didapat dari menonton ini (suatu hal yang lumayan mengecewakan bila kamu suka seri-seri Gundam klasik). Tapi tak bisa disangkal kalau seri ini memang sedap dipandang mata.  Terlihat jelas bahwa pihak Sunrise menjalankan proyek ini dengan ambisius. Ini benar-benar contoh anime yang bagus kalau cuma sekedar mau cuci mata. Tapi enggak terlalu bagus kalau kamu pengen nyari sesuatu yang agak bermakna.

Penilaian

Konsep: B. Eksekusi: C. Visual: A+. Audio: A. Perkembangan: B. Desain: A-.

Kepuasan Akhir: B

10/04/2009

Gundam 00 (End, Season 2)

Empat bulan telah berlalu semenjak menara Orbital Elevator Afrika hancur dalam insiden kudeta yang dilancarkan faksi Hercules. Sesudah melewati masa pelarian selama empat bulan, pihak Celestial Being yang dimotori Setsuna dkk di kapal Ptolemaios II akhirnya berhasil mengumpulkan cukup kekuatan untuk menghancurkan senjata pemusnah massal Memento Mori Mk.II yang ditempatkan di luar angkasa–pemicu awal terjadinya insiden di atas.

Namun dalam kurun waktu tersebut, pasukan A-LAWS telah semakin menancapkan kekuasaan mereka di muka bumi. Sebagian besar pihak yang melawan kekejian mereka telah berhasil dilenyapan. Sisa-sisa kelompok pemberontak Katharon telah melarikan diri ke luar angkasa. Sementara Ribbons Almark, dengan dukungan komputer super Veda di belakangnya, telah memulai tirani  melalui pengendalian arus informasi terhadap dunia.

Hanya ada satu cara yang bisa Celestial Being lakukan untuk membalikkan keadaan: menemukan keberadaan Veda, merebutnya kembali, atau bahkan menghancurkannya sebelum mereka sendiri dihancurkan.

Bayang-bayang Para Innovator

Upaya CB untuk menawan salah seorang Innovator dan memeras informasi darinya menemui kendala saat Anew Returner, anggota baru di kapal sekaligus kekasih Lockon Stratos, berkhianat dan membantu Revive Revival yang tertawan melarikan 0-Raiser. Anew ternyata merupakan mata-mata yang sengaja ditempatkan di dalam CB dan seperti halnya Louise Halevy, pikirannya turut dikendalikan oleh Ribbons Almark.

Meski Anew akhirnya harus tewas secara tragis, kesedihan yang merundung harus mereka singkirkan karena datangnya transmisi dari Wang Liu Mei, agen mereka yang telah lama menghilang. Liu Mei rupanya telah mendapatkan kode koordinat lokasi Veda dari Regene Regetta, dan berpesan akan menyerahkan koordinat itu secara langsung kepada mereka di koloni luar angkasa Eclipse yang telah lama ditinggalkan. Namun Liu Mei dan pengawalnya, Hong Long, pada saat yang sama tengah diburu oleh Nena Trinity yang mengkhianati mereka akibat campur tangan Regene. Setsuna dan Saji Crossroad memang akhirnya berhasil mendapatkan kode koordinat yang dijanjikan, tapi keadaan berubah menjadi sangat genting saat Louise dan Mr Bushido muncul atas perintah Ribbons. Louise di satu sisi kemudian membalas dendam kematian keluarganya terhadap Nena, sementara Mr Bushido menantang Setsuna bertarung untuk yang terakhir kali–sebuah pertarungan yang semakin mematangkan evolusi Setsuna sebagai seorang Innovator alami.

Setsuna dkk akhirnya memantapkan tekad untuk menuju sisi gelap bulan di mana Veda diyakini telah disembunyikan. Tapi untuk mencapai koordinat itu, terlebih dahulu mereka harus menghadapi keseluruhan armada luar angkasa A-LAWS yang telah menanti mereka.

Revival

Sebenernya, konon menurut gosip ada banyak sekali kendala dalam proses produksi Gundam 00. Ditambah lagi, ada suatu upaya dari pihak produsen untuk memenuhi SEMUA pengharapan dari SEMUA kalangan penggemar. Sehingga hasil akhir Gundam 00 dari segi cerita amat sangat tak memuaskan. Ceritanyadangkal. Tanggung. Terkesan tak selesai. Meskipun punya potensi awal yang sangaaat besar.

Paruh awal season kedua berlangsung cepat dan menarik. Tapi pada paruh akhir, plot mulai melambat dan arah perkembangan cerita mulai tidak jelas. Beruntungnya pada episode-episode terakhir para pembuat sepertinya mulai menyadari (atau tidak) bahwa pendekatan penceritaan yang mereka gunakan itu kurang pas (untuk cerita seperti Gundam 00, gaya penceritaan seperti pada Gundam Wing yang padat dan dari banyak sudut pandang mungkin akan lebih efisien). Sehingga daripada mengebut semuanya agar dijelaskan pada episode paling akhir, tampaknya semua akhirnya sepakat untuk membiarkan beberapa pertanyaan tetap ‘menggantung’ dan memenuhi episode-episode akhir dengan aksi-aksi mecha keren yang bakal jauh lebih meninggalkan kesan.

Dengan kata lain, meskipun pada akhirnya ada sejumlah perkembangan cerita yang terkesan dipaksakan, dan masih ada sejumlah (banyak) pertanyaan yang belum terjawab, menurutku, hasil akhir yang dicapai tim pimpinan Seiji Mizushima ini tak buruk-buruk amat.

Ya, kita rada kecewa. Tapi kekecewaan itu sama sekali tak seburuk waktu nonton GSD, misalnya.

Satu hal sudah pasti. SEMUA pengharapan dari SEMUA kalangan penggemar Gundam yang mencakup orang-orang dengan perbedaan usia sampai mencapai 30 tahun MEMANG terpenuhi. Trans-Am Burst yang oo-Raiser alami (yang bisa dikatakan sebagai deus ex-machina yang membalikkan keadaan) sangat mirip dengan Moonlight Butterfly dari Turn A Gundam, Louise dan Anew menjadi semacam tokoh Four, ada adegan-adegan yang akan mendatangkan inspirasi bagi pengarang BL. Tokoh Andrei menjadi wujud dari soal masalah kekeluargaan, dsb dsb. Lalu tentu saja, ada adegan-adegan aksi keren yang sedap dipandang mata (yang tentunya bakal lebih memukau seandainya saja perkembangan plotnya matang).

Soal perkembangan plot, memang terdapat banyak sekali perkembangan dan eksekusi yang berakhir mengecewakan. Tokoh Mr Bushido dan mecha Masurao Custom – Susanowo miliknya, misalnya. Padahal kekerenan keduanya mungkin melebihi kekerenan Setsuna dan 00-Raiser. Para petinggi A-LAWS hampir tak pernah ‘disentuh.’ Perjuangan Katharon juga digambarkan hanya setengah-setengah. Tokoh Marina Ismail, yang diimplikasikan memegang suatu peranan penting dalam pencapaian perdamaian pun, dalam penceritaannya berakhir sedemikian rupa dengan cara yang membuatnya bisa-bisa dibenci penonton.

Beberapa perkembangan yang menarik yang ada sayangnya agak bisa ditebak. Pada pertengahan seri, terungkap bahwa Ribbons-lah yang mengemudikan 0 Gundam yang dilihat Setsuna bertahun-tahun lalu, dan Setsuna diterima dalam Celestial Being dan dididik sebagai pilot Gundam Exia pun semata-mata karena intervensi Ribbons semata. Ribbons berbuat demikian karena terkesan oleh pandangan ‘memuja’ yang Setsuna perlihatkan pada 0 Gundam waktu itu, yang dengan kata lain semakin mempertegas besarnya ego yang dimilikinya. Namun karena Setsuna pulalah, ego besar Ribbons dipatahkan, yang secara tak langsung pula akhirnya menjadi penyebab kejatuhannya.

Meski bisa menerima perkembangan cerita ini, aku tetap agak menyayangkan plot ceritanya tidak dibuat lebih berlapis dan dalam.

Sangat susah mengulas kelemahan-kelemahan Gundam 00 lainnya secara objektif, mengingat latar belakang dan alasan mengapa kesalahan-kesalahan itu terjadi hanya bisa kita tebak-tebak. Belum lagi sebagian pertanyaan (secara menyebalkan) akan dimunculkan jawabannya dalam media-media lain.

Tapi aku serius soal adegan-adegan mechanya. Adegan-adegan pertempuran mecha yang ditampilkan dalam dua episode terakhir seri ini mungkin mungkin merupakan adegan-adegan pertempuran mecha PALING KEREN yang pernah kulihat semenjak Eureka Seven yang diproduksi tahun 2005. Kelihatan jelas kalo tim produksi habis-habisan pada dua episode terakhir ini, dan sekali lagi kubilang, seandainya ada pembangunan plot yang lebih baik, pasti hasilnya bakal JAUH lebih memukau lagi.

Oh ya. Bicara soal mecha. Meski jumlahnya sudah banyak, tetap saja aku berandai air time adegan-adegan mecha bisa diperbanyak.

Louise mengemudikan sebuah MA bernama Regnant yang merupakan penyempurnaan dari Empruss yang digunakan Devine dan Bring dulu. MA ini cukup mengerikan karena di samping ukurannya yang sangat besar, persenjataannya yang berat, serta daya tahannya yang gila-gilaan, MA ini juga memiliki serangan beam berkekuatan tinggi yang dapat dibengkokkan(!). Aku cukup terkesan karena mecha besar ini bisa dibilang merupakan satu-satunya mecha yang kalah secara ‘kebetulan’ dalam pertempuran terakhir.

Sementara Mr Bushido, seperti yang sudah dibilang, mengemudikan Masurao Susanowo yang super keren. Sebagai mecha yang sangat berfokus pada serangat-serangan jarak dekat dalam kecepatan teramat tinggi, Masurao juga dilengkapi meriam partikel yang serupa dengan yang Seravee miliki! Kemunculan mecha ini yang hanya sebentar tampaknya membuat cukup banyak penggemar menjadi geram. Masurao kalah dalam duel kilat melawan 00-Raiser, dan terungkap wujud sebenarnya sebagai sebuah Overflag.

Untuk produksi massal, ada MS Gaga yang dirancang oleh Billy Katagiri yang dikemudikan oleh klon massal Devine dan Bring. Uh, tampaknya untuk yang ini, aku tak bisa bicara banyak.

Lawan terakhir yang harus Setsuna hadapi sendiri adalah Reborns Gundam/Cannon yang dikemudikan Ribbons. Sayangnya, untuk yang ini, aku juga tak bisa bicara banyak selain… gila. Ini mungkin mecha dengan desain paling gila dan berlebihan yang pernah kulihat.

(tapi latar belakang semua mecha sejauh yang diceritakan dalam beragam side-storynya tampak menarik kok)

Terlepas dari segala kekurangannya, segini juga udah lumayan kok. Terlebih mereka menjanjikan kita sebuah movie sekuel untuk tahun depan, yang ditandai dengan munculnya empat titik cahaya GN Drive hijau di sekitar orbit planet Jupiter. Jadi dosa tim produksi karena membuat sejumlah perkembangan berakhir seadanya agaknya bisa terbayar.

Mungkin di movie itu akan ada banyak pertanyaan yang akhirnya bakal terjawab. Jadi bakal agak kayak Endless Waltz bagi seri Gundam Wing.

Oke. Itu boleh juga.

Penilaian

Konsep: A; Eksekusi: B; Visual: A. Audio: A; Perkembangan B-; Kepuasan Akhir: B

16/01/2009

Gundam 00 Season 2

Karena kini Gundam 00 sudah mencapai pertengahan season kedua, kayaknya aku mesti mulai nulis sesuatu lagi tentangnya.

Dikisahkan bahwa empat tahun yang panjang sudah berlalu semenjak pertempuran terakhir di penghujung season pertama. Selama empat tahun itu, Setsuna F. Seiei terus berjuang seorang diri dengan apa yang masih tersisa dari Gundam Exia miliknya. Ia masih berusaha mempertahankan prinsip lama yang dianutnya; di mana dirinya, sebagai bagian dari organisasi paramiliter Celestial Being, harus melakukan apa yang ia bisa demi menghapus segala bentuk peperangan dari muka bumi. Namun yang ia hadapi kini bukan lagi kelompok-kelompok terpisah yang menjadi penyebab konflik-konflik wilayah. Yang ia harus ia tantang ialah orang-orang yang secara harfiah telah nyaris berhasil menguasai seluruh dunia.

Intervensi-intervensi bersenjata yang dilakukan kelompok Celestial Being empat tahun lalu memang telah membuat ketiga poros kekuatan besar di dunia bersatu di bawah nama Federasi Bumi. Tapi di balik kesejahteraan dan perdamaian yang Federasi Bumi tawarkan—yang dinikmati secara terang-terangan oleh negara-negara maju yang menjadi anggota-anggota utamanya—tersembunyi suatu sisi kelam berupa kemiskinan dan penindasan yang terjadi di negara-negara miskin sebagai akibat dari upaya-upaya Federasi untuk membangun kekuasaan. Suatu bentuk monopoli mutlak atas manfaat orbital elevator yang sebelumnya telah mereka kembangkan.

Sebuah pasukan otonomi khusus dengan nama A-LAWS pun terbentuk. Tujuan pasukan khusus ini hanya satu, yakni menekan segala bentuk perlawanan yang dilakukan terhadap Federasi Bumi. Segala bentuk pertahanan militer tidak lagi boleh dimiliki per negara. Segala bentuk kekuatan militer hanya boleh dipunyai oleh Federasi. Dengan kata lain, negara-negara yang tidak sepakat untuk bergabung bersama Federasi akan dijajah dan ditindas, ‘didisiplinkan’ atas nama perdamaian dunia, sekalipun bentuknya yang sesungguhnya tak lebih dari pembantaian-pembantaian massal.

Di dunia yang keras dan tak adil inilah, Setsuna dan kawan-kawannya kembali dari pengasingan untuk mencoba memperbaiki kesalahan yang telah mereka buat. Sebuah kesalahan yang dipicu dengan munculnya sebuah kelompok penentang perang yang bernama Celestial Being…

“Belum ada satupun hal yang berubah…!”

Di sebuah koloni luar angkasa bernama Proud yang terletak di sektor Lagrange 4, orang-orang yang tertangkap hendak memberontak terhadap tindakan sewenang-wenang Federasi dipekerjakan secara paksa di bagian kompleks industri bergravitasi tinggi. Salah satu yang tertangkap itu ialah Saji Crossroad, yang kini hidup sebatang kara semenjak kematian Kinue, kakaknya, serta hilangnya Louise Halevy, kekasihnya, empat tahun silam. Saji yang tidak tahu apa-apa tentang kelompok pemberontak bernama Katharon itu sesungguhnya hanya kebetulan berada di tempat yang salah pada di waktu yang salah. Namun suatu plot dari A-LAWS untuk menyingkirkan semua yang terlibat dalam pemberontakan—sekaligus orang-orang yang berpotensi untuk menjadi saksi dan simpatisan mereka—sebentar lagi akan mengubah hidup Saji untuk selama-lamanya.

Di sinilah Setsuna tiba-tiba muncul dan menyelamatkan hidupnya. Upaya Setsuna untuk membebaskan sebanyak mungkin tawanan A-LAWS sebelum pembantaian sesungguhnya dilakukan berakhir dengan pertemuannya kembali dengan Saji, tetangganya sewaktu ia masih berdomisili di Jepang empat tahun lalu. Kejadian tersebut sekaligus membuka kedok Setsuna sebagai salah satu Gundam Meister Celestial Being, pihak yang menjadi objek kemarahan terpendam yang selama empat tahun telah Saji rasakan. Lalu di tengah semua kekacauan yang berlangsung saat pasukan luar angkasa Katharon mencoba dengan sia-sia untuk membebaskan teman-teman mereka, Seravee Gundam yang dikemudikan Tierie Erde tiba-tiba muncul dan berhasil memukul mundur pasukan MS A-LAWS.

Dengan ditemukannya Setsuna yang selama empat tahun menghilang oleh organisasi Celestial Being yang ternyata masih bertahan, kini harapan bagi mereka muncul kembali karena GN Drive, generator surya, yang Exia punya menjadi harapan terakhir untuk melengkapi twin drive system yang akan menggerakkan senjata terakhir yang mereka punya, MS yang disebut-sebut akan mampu mengubah dunia, 00 Gundam.

Suara-suara 00

Celestial Being yang sekarang berbeda dengan Celestial Being empat tahun lalu. Tujuan utama mereka kini adalah untuk menentang segala tindak-tanduk tak berperikemanusiaan yang A-LAWS lakukan. Dari segi teknologi mereka memang tak kalah dibandingkan pihak lawan. Namun mereka kini telah kehilangan dukungan dari superkomputer yang sebelumnya menjadi landasan atas kegiatan-kegiatan yang sebelumnya mereka lakukan, Veda. Mereka juga tengah mengalami keterbatasan orang dan amat sangat terdesak dalam hal jumlah, mengingat pihak Federasi telah berhasil memproduksi massal generator-generator surya buatan mereka sendiri.

Maka langkah pertama Setsuna bersama Celestial Being yang baru adalah untuk memanggil kembali ahli siasat lama mereka bagi kapal induk Ptolemaios II, Sumeragi Li Noriega, yang kini menjalani hidupnya dalam kentalnya alkohol dan keterpurukan; sekaligus pengganti bagi Gundam Meister mereka yang empat tahun lalu gugur sebagai pahlawan, Lockon Stratos.

Kemunculan 00 Gundam membuat berang Ribbons Almarck bersama kelompok Innovator miliknya, yang merupakan dalang sesungguhnya di balik pembentukan Federasi Bumi. Sebab twin drive 00 Gundam serta Trans-Am system yang terdahulu merupakan dua rahasia peninggalan Aeolia Schenberg yang tidak tercantum keberadaannya dalam catatan-catatan Veda yang telah berhasil ia bajak.

Maka sesudah membebaskan Allelujah Haptism, Gundam Meister mereka yang terakhir, yang telah ditawan oleh Federasi Bumi selama empat tahun, Celestial Being, dengan persenjataan baru dan keyakinan bahwa dunia sekali lagi dapat diubah, memulai perang gerilya mereka untuk melawan dominasi A-LAWS.

Tanda-tanda Zeta

Penggemar Gundam manapun pasti akan langsung mengenali pola perkembangan cerita di atas.

Pihak antagonis yang disebut A-LAWS di sini teramat serupa dengan pihak Titans dalam Zeta Gundam. Situasi perpolitikannya juga kurang lebih sama. Sama-sama terbentuk suatu pasukan khusus milik Federasi Bumi sesudah suatu masa revolusi dan pasukan itu sama-sama terdiri atas orang-orang yang bertindak sewenang-wenang dan kejam, yang dengan lihainya mengatur arus perputaran informasi; rasanya tak ada ‘referensi’ yang lebih mencolok lagi. Tapi berbeda dengan sejumlah kesamaan cerita yang Gundam SEED perlihatkan dengan seri-seri Gundam klasik pada era UC, Gundam 00 (di luar dugaan) masih berhasil menyajikan cerita yang bermutu dan teramat sangat menarik. Kesan Gundam Wing yang semula dimilikinya sudah banyak tercampur unsur-unsur dari seri-seri Gundam yang lain.

Ada banyak tokoh baru yang bermunculan di sini. Meski drama dan perkembangan karakter yang terjalin di antara mereka tak sebanyak itu, masing-masing tokoh tetap bisa meninggalkan suatu kesan yang menarik.

Tokoh-tokoh lama seperti Setsuna, Tieria, maupun Allelujah tampil dalam sosok baru. Setsuna yang menjadi tokoh utama, sekalipun masih teramat pendiam dan tak (mampu) berekspresi seperti dulu, kini sudah lebih dewasa dan lebih bersikap seperti pemimpin sekarang. Dialah yang tampaknya berperan sebagai ‘penegas’ akan apa-apa yang CB yang baru harus lakukan. Ia juga terkesan lebih mudah disukai karena banyaknya adegan yang memperlihatkan saat-saat ketika ia merenung. Tieria yang tampilannya di sisi lain tak banyak berubah kini tampak lebih manusiawi. Wafatnya Lockon empat tahun sebelumnya terlihat jelas telah mempengaruhi dirinya. Allelujah sendiri yang tentunya melemah setelah pengurungannya selama empat tahun akhirnya menemukan kembali alasannya untuk bertempur dalam bentuk Soma Pieris yang ternyata tak lain adalah Marie Parfacy, sahabat/kekasihnya sewaktu ia masih menjadi subjek penelitian di institusi prajurit super dulu. Sekalipun Hallelujah, kepribadiannya yang lain, telah tiada(?), ia masih membuktikan diri sebagai seorang pilot MS yang andal. Masa lalunya bersama Marie secara mengejutkan terungkap cukup awal di paruh pertama season kedua ini.

Masa lalu Sumeragi sebagai Leesa Kujo juga terungkap, beserta hubungannya dengan Kati Manequin dan Billy Katagiri yang kini sama-sama berpihak pada Federasi..Mereka rupanya dulu pernah bersekolah di tempat yang sama dan memiliki cita-cita yang serupa, sebelum suatu ‘miskoordinasi’ berkenaan suatu perintah militer membuat Sumeragi hengkang dan bercita-cita untuk mengubah dunia.

Wang Liu Mei, perempuan yang menjadi agen intelijen utama CB, kini lebih jelas ditampilkan kemunafikannya. Semakin ditegaskan bahwa ia tak peduli bagaimana caranya, yang penting baginya adalah agar dunia secepatnya berubah, sekalipun kekacauan dan pembunuhan massal sampai harus terjadi. Makanya, ia membocorkan informasi antara kepada kedua belah pihak CB dan A-LAWS sekaligus. Terindikasi juga bahwa Hong Long, lelaki yang selama ini teramat setia mengawalnya, ternyata tak lain adalah kakaknya sendiri. Tapi hubungan sesungguhnya di antara mereka sama sekali masih belum jelas.

Yang jelas mendapat porsi tayang lebih banyak tak lain ialah Saji dan Louise. Saji pada episode pertama diperlihatkan terseret ke dalam urusan CB sebagai salah seorang saksi kekejaman A-LAWS yang lolos hidup-hidup. Tanpa sepengatahuannya, Louise, kekasihnya yang empat tahun lalu menghilang semenjak seluruh keluarganya tewas akibat tindakan sewenang-wenang Team Trinity CB, telah bergabung bersama A-LAWS sebagai pilot. Louise juga tampaknya menjadi mata-mata bagi Ribbons dan komplotannya dalam tubuh A-LAWS. Kepribadiannya pun telah banyak berubah. Ia tak lagi cerewet dan centil seperti dulu, melainkan lebih pendiam dan menjaga jarak. Ia juga kini mengkonsumsi semacam pil yang tampaknya berperan untuk meredam emosinya. Tangan kirinya yang semestinya telah cacat secara misterius telah ditumbuhkan kembali. Cukup jelas tampak di sini bahwa Louise di Gundam 00 akan berperan sebagai Four Murasame yang baru (bagi kalian yang enggak kenal siapa Four Murasame, mungkin kalian bakal lebih ngerti kalo kusebutkan nama Stella Louisser). Mungkin kisah cintanya dengan Saji akan berakhir tragis.

Tapi bicara soal karakter lama yang berubah, tak ada perubahan sedrastis yang dialami oleh Graham Aker. Pilot paling berbahaya dari Union ini kini telah mengenakan topeng perang ala Jepang dan menyebut dirinya dengan nama Mister Bushido (!?). Ia sepertinya terobsesi dengan kode etik perang samurai dan memandang dirinya dengan harga diri yang tinggi. Ia mendapat lisensi khusus untuk ‘berbuat semaunya’ dalam kemiliteran dan kini menjadi rival utama Setsuna dari A-LAWS. Keinginannya hanya satu, yaitu agar ia bisa berhadapan dengan para Gundam secara adil sebagai sesama pendekar. Tapi terus terang, berbeda dari tokoh penjahat bertopeng lainnya dari suatu seri animasi buatan Sunrise, Mister Bushido 100% murni adalah orang aneh. Pokoknya, kesan yang dia punya sudah agak melenceng dari kesan keren dan cool yang Char Aznable punya gitu. Tapi entah gimana di mataku dia masih cukup menarik perhatian kok.

Menghapus peperangan dari muka bumi, menyatukan semua negara yang ada di dunia, selanjutnya membawa umat manusia ke luar angkasa…

Menjelang akhir season pertama kita mendapat indikasi bahwa keseluruhan operasi intervensi militer yang CB lakukan didasarkan oleh suatu ‘rencana’. Seperti apa ‘rencana’ tersebut, kita sebagai penonton tak pernah tahu. Kita hanya mendapat gambaran bahwa ‘rencana’ tersebut dibuat oleh Aeolia Schenberg dan semula diyakini bertujuan untuk menghapus seluruh peperangan dari muka bumi.

Namun, ternyata… ‘rencana’ tersebut mungkin lebih rumit dari yang semua dikira. Sebab kelompok yang dipimpin Ribbons Almarck yang menyebut diri mereka Innovator ini menyatakan bahwa kehancuran CB termasuk bagian dari ‘rencana yang sesungguhnya’, serta para Innovator inilah yang akan mengambil alih ‘pelaksanaannya’.

Para Innovator merupakan manusia-manusia aneh yang sejenis dengan Tieria. Awet muda, berkulit pucat, agak sulit dibedakan jenis kelaminnya, serta mampu melakukan koneksi langsung dengan Veda melalui gelombang otak kuantum. Dari mana mereka berasal, hal itu masih belum terungkap. Merekalah dalang sesungguhnya yang menggerakkan Federasi dari balik bayang-bayang, di balik penguasa-penguasa seperti Homer Katagiri (paman Billy Katagiri…) dan Arthur Goodman (pria pirang paruh baya besar gemuk yang ternyata salah satu petinggi A-LAWS) beserta sponsor-sponsor lainnya. Terlebih lagi, masing-masing dari mereka teramat handal sebagai pilot MS.

Mereka sejauh pertengahan seri ini terdiri atas:

  • Ribbons Almarck, pria yang sebelumnya membantu duta besar PBB Alejandro Corner dalam pengkhianatannya atas CB dan secara tidak langsung berkontribusi terhadap kematiannya. Belum lama ini ia juga terungkap sebagai pilot dari 0 Gundam yang dahulu pernah menyelamatkan Setsuna semasa perang saudara.
  • Regene Regetta, perempuan(?) yang berwajah sangat mirip dengan Tieria. Sifat dan tindakannya yang seenaknya agak menyulitkan cara Ribbons bekerja. Dialah sosok misterius yang ditampilkan bersama Louise pada epilog season pertama.
  • Revive Revival, seorang lelaki berperangai halus dan ramah yang menjadi pilot dari MS Gadessa. Seperti halnya Mr Bushido, dirinya pun memiliki ‘lisensi’.
  • Bring Stabity, seorang lelaki pendiam yang memiliki sifat tegas. Sempat menjadi lawan berbahaya bagi CB di dalam MS Garazzo miliknya.
  • Hilling Care, pasangan Ribbons yang berwajah mirip dengannya. Seorang gadis yang sangat handal dalam bertarung dan sepertinya menyukai kekerasan. Ia pun mengemudikan sebuah unit Gadessa.

Mengesampingkan Tieria, masih terdapat beberapa anggota lain yang masih belum jelas nama dan wajahnya. Di antara mereka mungkin termasuk Anew Returner, gadis lembut yang berwajah teramat mirip dengan Revive Revival, yang kemudian bergabung bersama awak kapal Ptolemaios II sebagai seorang teknisi. Tampaknya, dialah mata-mata para Innovator dalam tubuh Celestial Being. Belakangan ia tampak menjalin suatu hubungan persahabatan dengan Lockon Stratos yang baru.

Bicara soal Lockon, Gundam Meister baru yang menjadi penggantinya tak lain ialah adik kembarnya sendiri yang bernama asli Lyle Dylandy. Nama kodenya masih sama, dan mungkin terdapat sejumlah alasan tertentu yang menyebabkan mengapa dirinya dipilih. Ketiadaan Veda mungkin mengharuskan adanya kemiripan biometrik agar Cherudim Gundam—penerus bagi Gundam Dynames yang telah hancur—dapat dioperasikan secara baik. Yang pasti, terdapat sejumlah implikasi berkenaan perekrutannya, karena Lockon yang baru ini sekaligus merupakan seorang agen intelejen bagi kelompok pemberontak Katharon. Sifat periangnya mungkin memang masih mirip kakaknya, tapi benturan kepentingan akan membuat posisinya agak rumit.

Katharon sendiri dipimpin oleh seorang pria handal yang dikenal dengan nama Klaus Grado. Ia dibantu oleh banyak orang yang menjadi wakilnya. Di antara mereka termasuk Shirin Bakhtiar yang sebelumnya membantu Putri Kerajaan Azadistan, Marina Ismail. Di samping itu terdapat Ikeda, wartawan kantor berita JNN di Jepang yang sebelumnya cuma muncul sebagai tokoh minor dalam kilas-kilas berita di lapangan, tapi entah bagaimana kini ia mendapat porsi cukup besar sebagai salah satu pengumpul informasi terpenting bagi Katharon.

Wilayah dunia yang dikenal sebagai Timur Tengah digambarkan sebagai wilayah yang paling menderita akibat terbentuknya Federasi. Salah satu negaranya, Azadistan, yang menjadi latar salah satu konflik utama di season pertama, kini dilanda perang saudara yang akhirnya pecah. Di padang-padang tandus dan liar inilah, Katharon menempatkan salah satu markas utamanya demi melakukan apa yang bisa mereka lakukan untuk melawan Federasi dan membantu CB (sejujurnya, agak mirip dengan hubungan kelompok Karaba yang membantu AEUG dalam seri Gundam klasik, jadi keberadaannya sendiri cukup keren…).

“Waktu pengaktifannya juga menjadi kuadrat?!”

Satu hal yang kusukai tentang season 2 ini adalah betapa mecha-mechanya tak digambarkan sebagai ajang ‘pamer logam’ belaka.

00 Gundam yang menjadi mesin utama digambarkan sebagai ‘mecha teramat kuat namun bermasalah’ yang menggunakan sepasang GN Drive. Teori tersembunyi yang diketemukan oleh mekanik CB Ian Vashty ini (yang omong-omong memiliki istri bernama Linda yang jauh lebih muda darinya serta seorang putri bernama Mileina yang sama-sama menggeluti bidang mekanis ini (Mileina juga menjadi operator Ptolemy menggantikan Christina, btw, sementara Anew menggantikan Lichty)) mengungkapkan bahwa penggunaan twin drive system akan mengkuadratkan(!) nilai keluaran yang dapat dihasilkan oleh masing-masing drive. Tapi permasalahannya terdapat pada kecocokan antara kedua GN Drive yang digunakan serta kestabilan sistemnya saat memasuki mode Trans-Am. Karena itulah GN Drive milik Exia yang ‘terbawa’ selama empat tahun oleh Setsuna memegang peranan begitu penting.

00 Gundam, yang memiliki kecepatan teramat tinggi untuk ukurannya serta keseimbangan lebih baik antara persenjataan jarak jauh dan dekat ini, diceritakan mampu melakukan keajaiban-keajaiban tertentu yang takkan mampu dilakukan Gundam-Gundam lainnya—kemampuan mementalkan serangan hanya dengan emisi partikel GN, misalnya.

Tapi 00 Gundam sendiri masih belum sempurna. Karenanya suatu pesawat penyelaras yang dinamakan 0-Raiser (yang sekali waktu dipiloti oleh Saji Crossroad(!)) diperlukan untuk menstabilkan sistem pada saat Trans-Am tercapai. Kombinasinya ialah sebuah mecha yang dikenal sebagai 00-Raiser, yang secara pribadi menurutku merupakan salah satu mecha dengan desain paling keren yang pernah ada. Keajaiban sesungguhnya yang twin drive system dapat lakukan terdapat pada 00-Raiser ini, di mana setiap orang yang ada di sekelilingnya dapat ‘mendengar’ suara satu sama lain.

Susah dijelasin. Lebih lanjutnya cari tau aja sendiri.

Selain itu, aku pengen ketawa karena penamaan mecha ini juga merupakan ‘referensi’ terhadap penamaan beberapa Gundam terdahulu. Kayak gimana Zeta Gundam dulu digantikan oleh Double Zeta Gundam, lalu Gundam X digantikan oleh Gundam Double X.

Arios Gundam menjadi pengganti Kyrios yang dikemudikan oleh Allelujah. Masih bisa berubah jadi pesawat, masih jadi MS dengan mobilitas amat cepat, masih dengan sejumlah artileri otomatis yang dapat memuntahkan serangan dalam kecepatan tinggi. Tapi senjata capitnya kini tampak menyatu dengan moncongnya saat menjadi pesawat. Membuatku bertanya-tanya apakah Alllelujah suatu saat akan melakukan jenis serangan pamungkas yang sama seperti Camille Vidan…

Bila 00 Gundam punya 0-Raiser, maka Arios memiliki pesawat pendukung bernama GN Archer yang sayangnya sampai saat ini kutulis masih belum memulai debut. Konon, GN Archer yang berbentuk pesawat ini berkemampuan untuk berubah menjadi sebuah MS tersendiri.

Cherudim Gundam milik Lockon untuk suatu alasan sayangnya tak membuatku jatuh hati seperti halnya Dynames. Haro warna oranye memang masih berperan sebagai ko-pilotnya. Tapi bila dibandingkan dengan pendahulunya, Cherudim nampaknya lebih terspesifikasi untuk pertempuran-pertempuran jarak jauh. Sepasang beam saber yang dulu dimiliki Dynames dihilangkan (padahal saat-saat langka di season satu ketika Lockon terpaksa mencabut beam saber-nya merupakan saat-saat paling keren). Sebagai penggantinya, untuk jarak dekat ke menengah, melengkapi senjata-senjata laras panjang yang ia punya, sepasang pistol yang dimilikinya juga dapat berperan sebagai ‘kampak’ yang tahan terhadap beam. Penambahannya yang paling menonjol mungkin adalah shield bit-nya. Mirip dengan Fang yang dimiliki oleh Gundam Throne Zwei, tapi bersifat defensif dengan terbang mengitari Cherudim demi melindunginya dari serangan-serangan proyektil.

Seravee Gundam milik Tieria masih berperisai tebal dengan meriam-meriam besar dan GN Field-nya yang khas. Tapi kini desainnya tampak lebih rumit dengan keluaran yang jauh lebih besar (empat tembakan meriam berbentuk beam dari bahu dan tangan sekaligus?!), senjata beam saber rahasia yang dapat terlepas dari kaki, ditambah… err, sebuah muka Gundam besar yang terdapat pada punggungnya.

Ternyata… muka Gundam di bagian punggung, yang tampak sebagai tempat dipancarkannya partikel GN ini, merupakan bagian ‘muka’ dari sisi lain yang Seravee sembunyikan. Bila di dalam Virtue dulu terdapat Nadleeh, di Seravee terdapat si ramping Seraphim Gundam yang mampu memisahkan diri Seravee (dengan kata lain, bukan satu tubuh yang tadinya mengenakan armor tebal, tapi sungguh-sungguh sepasang tubuh yang tadinya menempel jadi satu) dan melakukan serangan secara terpisah.

Di pihak A-LAWS, dengan banyaknya GN Drive tiruan berpartikel merah yang mereka miliki, MS GN-X yang dulu dibagi rata ramai-ramai telah dikembangkan sampai generasinya yang ketiga, yakni GN-XIII, yang menjadi MS standar yang digunakan Federasi (MS milik A-LAWS secara standar diwarnai merah). GN-XIII, yang kemampuannya jauh melebihi MS produksi massal zaman dahulu macam Realdo dan Tieren yang kini banyak digunakan Katharon, sangat mengancam dengan senjatanya yang berbentuk tombak yang berperan sekaligus sebagai senjata jarak jauh dan pendek.

Dari GN-XIII, kemudian telah dikembangkan Ahead yang lebih berbahaya, yang menjadi MS yang dikemudikan secara khusus oleh pilot-pilot elit milik Federasi. Agak lebih besar dari GN-XIII, MS Ahead menjadi pembawa paket-paket automaton yang menjadi perangkat pembunuh massal milik A-LAWS. Terdapat dua varian dari MS ini, yakni Ahead Smultron yang digunakan Soma Pieris (dan nantinya oleh Louise Halevy), dengan spesifikasi langsung yang disesuaikan dengan kemampuannya sebagai prajurit super, berkecepatan tinggi dengan senjata jarak menengah dengan perisai agak ringan, mungkin tipe yang agak mirip dengan Arios; serta Ahead Sakigake, yang digunakan oleh Mr Bushido, disesuaikan secara khusus untuk menghasilkan kecepatan dan kelincahan teramat tinggi, dan dilengkapi sejumlah pedang berbentuk katana untuk memenuhi kesukaannya atas pertempuran jarak pendek.

GN Mega Launcher yang dulu dimiliki Throne Eins kini beralih tangan sebagai senjata utama pada unit-unit Gadessa yang dipakai oleh Revive dan Care. Spesifikasi serangannya adalah tipe artileri jarak jauh. Tapi terdapat beam saber untuk jarak dekat dan semacam beam machine gun untuk jarak menengah. Sekalipun kemampuan manuvernya tak ditonjolkan, nilai keluaran yang dapat dihasilkannya untuk serangan sama sekali tak boleh diremehkan.

Garazzo yang digunakan oleh Bring merupakan MS super lincah yang mengkhususkan diri untuk pertempuran jarak dekat. Agak berbeda dari kebanyakan, senjata andalannya adalah beam nail (kuku-kuku cakar yang dapat memanjang berbentuk sinar, macam senjata yang tak terlihat sejak… kapan, ya? Z’gok E? UC 0079?!!?) pada kedua tangan, yang bila disatukan akan menghasilkan sebentuk beam saber yang ketajamannya bahkan dapat menandingi kerasnya GN Blade.

Pengganti ketiga Gundam Throne dari musim terdahulu adalah Arche Gundam yang teramat ceking, yang dikemudikan tak lain tak bukan oleh Ali Al-Saachez yang ternyata masih hidup dan telah dipulihkan oleh para Innovator dari cacat dan luka-luka bakar yang Lockon tinggalkan untuknya. Mecha yang teramat berbahaya ini dikembangkan dari apa yang dulu tersisa dari Gundam Throne Zwei. Ia menyembunyikan sejumlah beam saber sebagai senjata rahasia pada beberapa tempat di tubuhnya, memiliki senjata utama berupa sebuah GN Buster Rifle, sebuah GN Buster Sword yang tersimpan pada bagian atas lengannya, serta bit-bit Fang yang jauh lebih berbahaya daripada sebelumnya.

Tampaknya, masih banyak mecha-mecha baru yang akan muncul dan berperan di episode-episode berikutnya. Pesawat Rean yang Nena Trinity gunakan dalam misi-misi pengintaian dari Wang Liu Mei, misalnya. Sekalipun tampaknya memiliki GN Drive tiruan, pesawat yang satu itu masih belum memperlihatkan peran yang menonjol.

Over 300 episodes to live up to…

Sunrise secara serius menggarap Gundam 00 agar dapat memenuhi selera penggemar Gundam yang berdemografi teramat luas. Franchise Gundam yang diciptakan pada tahun 1979 oleh Yoshiyuki Tomino ini telah mencapai usia 30 tahun, dan perbedaan selera antara anak-anak muda dan orang-orang dewasa berjarak 30 tahun ini sama sekali bukanlah sesuatu yang gampang dijembatani.

Mungkin kita perlu sedikit menghargai usaha keras staf produksi ini. Gundam 00 merupakan sebuah serial animasi yang teramat direkomendasikan. Masih ada pesan dan makna yang bisa diambil dari dalamnya kok. Sekalipun ada cowok-cowok cantik, sekalipun ada hal-hal yang belum jelas juntrungannya gimana, dll. jangan percaya mereka yang bilang serial ini jelek.

Masih ada tulisan-tulisan tentang Gundam 00 yang akan menyusul.

06/06/2008

Bamboo Blade

Apa ada di antara kalian yang memiliki fetish terhadap cewek-cewek ber-hakama? Jika ada, besar kemungkinan tontonan yang satu ini memang cocok untuk Anda. Terlepas dari itu, tontonan ini sangatlah bagus sekalipun intinya tak ada hubungannya dengan kenyataan apakah tokoh-tokoh cewek yang tampil dalam anime ini mengenakan hakama atau tidak.

Mimpi menjadi seorang pembela kebenaran…

Kawazoe Tamaki, alias Tama-chan bagi sahabat kecilnya, Yuji, dan teman-teman dekatnya, adalah seorang anak perempuan kelas satu SMA yang mendalami olahraga Kendo. Alasannya bukan hanya karena rumahnya merangkap sebagai dojo bagi masyarakat di sekitarnya. Namun juga karena Kendo merupakan salah satu bentuk penyaluran atas kesukaannya terhadap serial tokusatsu favoritnya, Blade Braver.

Suatu hari, guru pembimbing klub ekskul Kendo di sekolahnya, Kojiro, sesudah melihat keahliannya secara langsung, berusaha dengan segala cara merekrut Tama ke dalam klubnya. Belakangan Tama mengetahui bahwa Kojiro telah bertaruh dengan salah seorang sempai-nya untuk mengadu anggota-anggota perempuan di klub Kendo masing-masing. Tama saat itu masih belum menyadari bahwa ini akan menjadi awal perkembangan dirinya bukan hanya sebagai Kendo-ka, melainkan juga sebagai seorang manusia.

dan kenyataan.

Bamboo Blade, dari segala sudut pandang, adalah sebuah tontonan drama anime yang teramat ringan. Tapi jangan tertipu dengan desain-desain karakternya yang imut. Serial ini serius menghadirkan salah satu cerita drama paling berbobot yang pernah aku lihat. Maksudku, ada nilai dan pesan yang disampaikan di balik unsur-unsur komedinya yang tak berlebih. Dan penyampaiannya dilakukan secara bagus, gitu.

Inti ceritanya berpusat pada klub Kendo beranggotakan lima orang cewek dan dua orang cowok yang diikuti Tama ini, sekaligus guru pembimbingnya yang enggak begitu bisa diandalkan, serta masalah-masalah yang mereka hadapi. Jadi enggak, ini bukan serial olahraga yang hanya berfokus pada Kendo doang. Meski pada saat-saat serial ini emang membahas tentang Kendo, pembahasannya dilakukan secara benar-benar baik.

Kayak gimana ya ngebandinginnya? Maksudku, salah satu hal baik tentang serial ini adalah ceritanya enggak menggambarkan Kendo secara berlebihan gitu. Semuanya betul-betul ditampilkan secara wajar dan nyata. Agak serupa dengan kayak gimana olahraga basket ditampilkan dalam Slam Dunk. Lalu penggambaran ini dilakukan secara konsisten sehingga ceritanya benar-benar enak untuk diikuti. (Aku mengatakan ini berdasarkan pengalamanku berlatih Kendo di kampus dulu.)

Masa depan dunia anime kini berada di tangan generasi muda!”

Animasinya menggunakan warna-warna cerah yang… uh, mungkin pada beberapa segi agak kerasa kekanak-kanakan. Musiknya juga sama sekali enggak menonjol. Bahkan terasa dibuat seadanya, meski sama sekali bukan berarti jelek. Tapi walau begitu, ini malah semakin memperdalam kesan ringan yang serial ini miliki, sehingga anehnya, kita justru enggak bosen-bosen melihatnya.

Lalu daya tarik utama yang serial ini miliki, sebenarnya terletak pada kemanisan tokoh-tokoh utamanya. Terutama Tama-chan yang pendiam dan pemalu pada saat biasa, namun luar biasa beringas saat memakai bogu dan memegang shinai. Mereka sebagai sebuah klub mengalami hal-hal yang… benar-benar bisa dikatakan menarik, tanpa pernah terlepas dari semangat kepahlawanan yang diperlihatkan Blade Braver. Bahkan ada satu episode tertentu yang nampaknya didedikasikan secara khusus untuk Goro Taniguchi (sutradara serial-serial anime bermutu seperti Planetes, Code Geass) yang ide tentangnya saja sudah membuatku ngakak. Intinya, kalau kamu alergi sama drama-drama olahraga seperti Slam Dunk atau Eyeshield 21, jangan takut mengikuti serial ini.

Penilaian

Konsep: B. Eksekusi: S. Visual: B(?). Audio: B+. Perkembangan: A. Desain: A.

Kepuasan Akhir: A

Komentar: Ini adalah serial animas kedua yang diangkat dari komik Square-Enix yang benar-benar saya hargai. (Yang pertama adalah Fullmetal Alchemist)

Kosa Kata

fetish : rasa kesukaan berlebih terhadap suatu hal yang tak bisa dijabarkan secara sehat

hakama : celana panjang menggelembung dan berlipat yang tampak seperti rok.

anime : animasi Jepang

dojo : sebutan untuk tempat latihan bela diri Jepang

tokusatsu : sebutan untuk tontonan penuh efek khusus dari Jepang

sempai : senior, rekan yang mendalami suatu bidang mendahului kita, kakak kelas

bogu : perangkat pelindung dalam Kendo

shinai : pedang bambu yang digunakan dalam Kendo

24/01/2008

Kara no Kyoukai (news)

Aku merasa campur aduk waktu pertama kali mendengar Kara no Kyoukai akan dianimasikan.

Kara no Kyoukai, atau biasa disingkat Rakyou (terjemahan kasarnya mungkin adalah ‘Perbatasan Menuju Ketiadaan’, sub-judulnya adalah ‘The Garden of Sinners’—‘taman para pendosa’), buat yang belum tahu, merupakan sebuah novelet yang ditulis oleh Kinoko Nasu, orang yang sama dengan yang dulu menciptakan novel visual legendaris Tsukihime bersama rekannya, Takashi Takeuchi, dalam kelompok Type-Moon. Hal menarik yang bisa dikatakan tentang novel ini mungkin adalah bahwa si pengarang menyebutkan kalau sebuah novel dibuat tanpa gambar dan suara, maka ceritanya harus tiga kali lipat lebih menarik dari versi cerita pada media lain, untuk mengisi ketiadaannya gambar dan suara. Ungkapan kalimat itu yang mendorong aku, sebagai novelis amatir, tertarik untuk tahu tentang novel ini.

Beberapa tahun ke belakang, aku mencari-cari tahu tentang Tsukihime di internet dan sampai ke salah satu situs fans mereka yang paling terkemuka, The Moonlit World. Di sana, untuk pertama kalinya aku tahu tentang Kara no Kyoukai.

Gambaran kasar cerita itu langsung kudapatkan waktu itu. Gamblangnya, seorang cewek bernama Ryougi Shiki, suatu hari terkena kecelakaan dan jatuh koma selama dua tahun. Sesudah ia bangun, ia merasa ada sesuatu yang enggak beres pada ingatannya.

Ha?

Cuma itu satu-satunya reaksiku waktu itu. Sebab kelanjutan penjelasan cerita itu bisa dibilang agak-agak enggak jelas.

Sesudah kecelakaan itu, Shiki mendapat kemampuan untuk melihat ‘garis-garis kematian’ di tiap benda. Kemampuan yang nyaris sama dengan apa yang dimiliki Tohno Shiki dari Tsukihime. Istlahnya, the Mystic Eyes of Death Perception. Saat ‘garis-garis kematian’ suatu benda dipotong, maka benda tersebut akan hancur. Dan kemampuan itu harus dimanfaatkannya untuk menghadapi berbagai kasus supranatural.

You know, lah. Kalau memang cuma sampai sejauh itu.

Cuma masalahnya, cerita ini sama sekali enggak cuma sejauh itu. Gimana menjelaskannya ya?

Oke, sebelumnya, ada yang pernah bilang cerita ini adalah prototip dari Tsukihime. Memang begitu pada beberapa segi. Tapi tema ceritanya berkembang menjadi jauh, jauh berbeda, dengan makna yang mungkin saja sedikit lebih dalam.

Pertama yang mesti diperhatiin adalah karakter. Bila kau entah gimana pernah main Tsukhime, mungkin kau akan memperhatikan kalau marga Shiki adalah salah satu marga yang pernah Tohno Akiha sebutkan sebagai… uh, musuh alami kaum non-manusia, dan memang begitu ceritanya. Bila belum tahu, hampir semua cerita karya Kinoko Nasu berlatar dalam dunia yang sama. Begitu pula dengan Rakyou dan Tsukihime. Jadi ada sedikit hubungan antar tokoh-tokohnya, dan di Rakyou ini ada tokoh pembuat boneka misterius bernama Aozaki Tohko, yang tidak lain tidak bukan adalah saudara perempuan si penyihir misterius Aozaki Aoko di Tsukihime. Mesti kutegaskan di sini bahwa Tohko amat sangat berlawanan dengan saudara perempuannya yang lembut. Dikisahkan pula, hubungan kekeluargaan di antara keduanya pun untuk suatu alasan sudah hancur lebur berantakan tanpa bisa diperbaiki lagi.

Tapi cukup soal itu, sebab itu cerita lain lagi.

Tokoh lain yang menonjol adalah teman cowok Shiki, mungkin satu-satunya manusia normal dalam cerita, Kokutou Mikiya. Secara tampang, ia cukup mirip dengan Shiki dari Tsukihime. Baik hati, berkacamata, dan agak culun, tapi ia memiliki bakat yang sangat abnormal dalam melakukan investigasi. Bila ia ingin mencari sesuatu, ia bisa dibilang hampir pasti akan menemukannya. Hal tersebutlah yang kemudian membawa Mikiya masuk ke dalam dunia ajaib di mana Shiki tinggal dan akhirnya mempertemukannya dengan sang penyihir Tohko, yang kemudian dengan senang hati memperkerjakannya paruh waktu untuk mengurusi hal-hal yang enggak jelas.

Lalu ada Kokutou Azaka, adik perempuan Mikiya, secara tampang mirip Akiha dari Tsukihime, yang entah bagaimana jatuh cinta pada kakaknya sendiri sehingga ia teramat membenci kedekatan antara kakaknya dengan Shiki. Ia pada bab-bab selanjutnya memainkan peran penting dalam cerita dan menjadi murid Tohko dalam belajar sihir.

Yah, keempat tokoh itu menjadi tokoh sentral, dan pada tiap episode mereka bersama-sama berurusan dengan kejadian-kejadian supernatural. Tapi keempat tokoh itu, sesungguhnya, sama-sama enggak bisa dibilang beres. Bukannya gila sih, tapi cara pandang mereka terhadap segala sesuatu yang terjadi, dialog-dialog yang mereka lakukan berkenaan dengan makna setiap kejadian, entah gimana menjadi daya tarik utama cerita ini. Di samping itu adalah hubungan di antara mereka, bagaimana orang-orang aneh ini bisa sampai bertemu dan dalam keadaan apa. Sebab cerita ini bukan cuma tentang mereka berempat, tapi juga tentang ‘orang-orang bermasalah’ yang mereka hadapi sebagai sumber setiap kejadian ganjil yang terjadi pada tiap bab. Keempat tokoh ini secara lugas menguraikan pendapat mereka tentang apa-apa yang tiap tokoh bermasalah ini alami. Meski omongan mereka aneh dan cenderung sulit dimengerti, hasil akhirnya tetap adalah ‘wow’ dan pembaca pada umumnya enggak bisa enggak terkesan dengan apa yang mereka bicarakan. Selama para pembaca itu masih mau mikir.

Kedua yang harus diperhatikan adalah penceritaan. Ini hal yang paling gila. Penceritaan dilakukan dengan gaya minimalis, seperti halnya beragam novelet dan novel visual lainnya. Tapi bukan Kinoko Nasu namanya kalau enggak ditulis dalam gaya khasnya yang aneh.

Dengan mempertahankan porsi deskripsi yang minimum, ceritanya cenderung melompat-lompat dari sudut pandang pertama satu tokoh ke sudut pandang pertama tokoh lainnya, beberapa kali juga bahkan dilihat dari sudut pandang orang ketiga. Di samping itu, alur ceritanya juga maju mundur antara waktu ketika Shiki masih ‘normal’ sebelum kecelakaan dan ketika dia menjadi ‘terganggu’ sesudah kecelakaan.

Betul, Shiki bukan cuma gadis cantik yang bisa melihat garis-gairs kematian dan merasa ada yang enggak beres dengan ingatannya. Dia tokoh yang… bagaimana ya? Susah dijelaskan dengan kata-kata. Sebab latar belakang keluarganya sendiri yang melandasi cara hidupnya sama sekali enggak normal.

Dengan gaya cerita enggak jelas kayak demikian, orang mungkin bakal heran kenapa masih ada orang yang mau baca. Tapi di situ uniknya, karena setiap adegan yang berlangsung di dalamnya begitu aneh dan abnormal sehingga ada saja orang-orang tertentu yang mau baca.

Kalau kau tertarik, coba baca sendiri terjemahan bahasa inggris cuplikannya di www.baka-tsuki.net. Kalau kamu bisa bahasa inggris tentunya, dijamin kamu bakal mengernyit, ternganga, atau hanya sekedar merasa jijik.

Dengan semua keadaan itu, ditambah keskeptisan sesudah melihat sendiri hasil adaptasi animasi Tsukihime dan Fate/Stay-Night, para penggemar enggak bisa enggak ragu saat mendengar versi animasi Kara no Kyoukai akan dibuat oleh UFOTable. Ceritanya, Rakyou akan dibuat dalam format layar lebar berseri, dengan tiap episode mengetengahkan satu kasus supernatural dalam seri noveletnya. Rasanya heran deh, gimana caranya cerita sakit enggak jelas begini bisa dibuat enak untuk ditonton.

Tapi dari semua ulasan yang pernah kubaca di internet mengenai film pertamanya yang baru beredar, semua orang bilang hasilnya luar biasa bagus. Bahkan melebihi versi layar lebar dua animasi yang dinanti waktu itu, Rebuild of Evangelion dan Clannad. Komentar-komentar seperti betapa Shiki adalah moè(?), adegan-adegan dialog yang khas, sudut-sudut pengambilan gambar yang tak biasa, pertarungan-pertarungan yang sangat seru, brengsek, semua itu membuatku penasaran dan pengen nontoooooon!! Ditambah lagi, pengisi suara Ryougi Shiki adalah salah satu pengisi suara favoritku, Sakamoto Maaya-san (Leaf, Lodoss: Eiyuu Kishinden dan Lunamaria Hawke, Gundam Seed Destiny). Kabarnya ia melakukan gebrakan baru dalam perannya sebagai Shiki, bahkan mungkin lebih baik dari perannya sebagai Kanzaki Hitomi di The Vision of Escaflowne dulu.

Ha, sayangnya, seperti biasa, kita penggemar miskin di Indonesia hanya bisa bersabar menunggu sampai sesuatu seperti versi bajakannya keluar. Kita ini memang benar-benar menyedihkan.

Tapi cerita ini benar-benar menyegarkan, lho. Membuatmu merasa terbebas karena telah bisa membuatmu melihat dunia dalam satu sudut pandang yang lain. Bagaimanapun, ini cerita bertema boy meets girl paling aneh yang pernah kuikuti. Sangat direkomendasikan.