Posts tagged ‘AIC’

05/12/2012

Amagami SS+

…Emang memerlukan waktu lama, tapi belum lama ini, aku akhirnya melihat sendiri episode terakhir dari Amagami SS+.

Meski masih didasarkan pada game Amagami keluaran Enterbrain, seri ini merupakan sekuel sekaligus ekspansi dari seri anime pendahulunya, Amagami SS. Jadi materi yang ditampilkan di sepanjang penayangannya benar-benar adalah materi cerita baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Seperti yang judulnya implikasikan, Amagami SS+ membeberkan kesudahan kisah cinta Tachibana Junichi dengan masing-masing gadis yang dapat dipilihnya dalam masing-masing character arc. Dipadatkan durasinya menjadi hanya 13 episode dari seri sebelumnya yang 26, ditambah dengan tim penulis yang sama tapi sutradara baru, aku terkesan dengan peningkatan kualitas cerita yang dihadirkan dalam seri ini tanpa hilangnya ciri-ciri khas yang ada dari pendahulunya. Seperti yang bisa tertebak, masing-masing gadis mendapat porsi cerita sebanyak dua episode, dan episode terakhir seperti sebelumnya disisakan sebagai episode spesial untuk adik perempuan Junichi, Tachibana Miya.

Eniwei, pada titik ini, anime Amagami SS itu sudah seperti semacam kawan lama bagiku. Kayak, seseorang yang aku enggak akan sanggup hadapi kalau mesti ketemu tiap hari, tapi bakal bisa selalu kuajak hang out dan have fun bila cuma ketemu sesekali sesudah waktu lama.

Jadi, yea, aku perlu waktu agak lama buat menyudahinya. Tapi bagusnya, ada semacam closure yang dihadirkan oleh setiap bab dalam seri ini. (Ditambah pula dengan porsi fan service khasnya seperti biasa.)

Boku no Kokuhaku

Inti cerita buat masing-masing bab kurang lebih sebagai berikut:

  • Ayatsuji Tsukasa; Mengisahkan kelanjutan hubungan Junichi dan Ayatsuji sesudah mereka naik kelas. Berlatar pada masa pemilihan ketua Dewan Siswa yang baru di musim semi, dengan Ayatsuji sebagai salah satu kandidatnya dan Junichi sebagai wakilnya. Sekilas idenya terkesan biasa. Tapi penyampaiannya yang lebih berat ke drama memberi kesan lumayan baik. (Apa boleh buat, mengingat adegan Junichi dan Ayatsuji di masa depan justru menjadi penutup seri pendahulunya.) (Sial! Aku agak berharap kakak perempuan Ayatsuji bakal muncul kembali!)
  • Sakurai Rihoko; Menyajikan akhir cerita cinta Junichi dan Rihoko yang berakhir sangat menggantung di seri sebelumnya. Berlatar di musim gugur(?), Rihoko dengan ditemani Junichi telah menjadi ketua Klub Teh. Tapi hubungan mereka—bagi keduanya—seakan masih berjalan di tempat. Masih dengan kelucuan-kelucuan Rihoko yang khas, tapi dengan sisi serius baru yang membawakan bab dengan tamat paling memuaskan di seri ini.
  • Nanasaki Ai; Salah satu bab dengan nuansa cerita terberat. Berlatar di musim dingin, mengisahkan masa-masa down Nanasaki pada saat ia harus menghadapi tuntutan performanya di Klub Renang, sementara Junichi tengah tersita waktunya dengan belajar untuk ujian akhir. (Iya, walau begitu, bab Nanasaki tetap masih jadi yang menghadirkan adegan-adegan paling mendebarkan di sepanjang seri ini.)
  • Tanamichi Kaoru; Berlatar di musim panas, mengetengahkan perjalanan wisata berdua Junichi dan Kaoru pada saat liburan sekolah. Hasil kerja keras mereka dalam bekerja sambilan terbayar sudah. Tapi perjalanan mereka tidak berlalu dengan tanpa masalah… Secara mengejutkan bab ini mengeksplorasi sisi Kaoru yang lebih ceria.
  • Nakata Sae; Mengisahkan bagaimana Junichi berusaha mendukung Sae-chan yang telah terpilih sebagai ketua panitia persiapan festival sekolah yang berikutnya. Berlatar menjelang musim dingin dan natal. Masih menghadirkan kostum-kostum untuk Sae kenakan, serta suara narator yang sama seperti pada bab pendahulunya.
  • Morishima Haruka; Berlatar menjelang masa kelulusan, memperkenalkan karakter baru, Jessica, yang merupakan kerabat Haruka yang teramat sangat mirip dengannya; serta bagaimana sisi enggak tahu malu Junichi muncul kembali dalam adegan lamaran yang menutup character arc terakhir dalam seri ini.

Plus

Sisi bagus lain dari seri ini adalah bagaimana hampir semua karakter pendukung dari seri pertama disempatkan untuk tampil kembali; ditambah beberapa karakter baru yang kehadirannya lebih untuk menggerakkan cerita.

Dari segi teknis, seri ini masih menghadirkan kualitas presentasi yang sama, kalau enggak lebih, dari pendahulunya kok. Yang paling berkesan buatku meski semua materi ceritanya baru, di samping memperkenalkan sisi lain masing-masing gadis yang agak luput dikenalkan pada seri pertama, seri ini membawa kita kembali ke kedamaian dan keramaian kota Kibitou. Mulai dari sekolahnya, taman bermainnya, bukaan dekat lautnya, lalu rumah Junichi serta Miya. Kau tahu gimana ‘latar’ dalam dating sim menjadi salah satu aspek desainnya yang terpenting? Kota Kibitou yang ada dalam game-nya berhasil disajikan secara pas dalam bentuk anime.

Nyanyian Azusa yang menghiasi pembuka dan penutup seri ini membawakan nuansa romansa dan sentimentil yang pas. Walau aku tetap bakal bilang seri ini lebih berat buat penonton cowok daripada ceweknya sih. Apalagi dengan penyampaian ceritanya pada episode terakhir.

Aku skeptis apa dalam waktu dekat bakal ada seri romansa (buat cowok) yang sebaik ini lagi. Kurasa itu alasan mengapa aku memperhatikan seri ini. Aku enggak selalu tahan menontonnya emang. Tapi saat aku bisa, kurasa aku selalu menemukan apa yang ingin kudapatkan kok.

(Ah, sudah mau Natal dan akhir tahun lagi ya?)

Penilaian

Konsep: A; Visual: A; Audio B+; Perkembangan: B; Eksekusi: B+; Kepuasan Akhir: A-

Iklan
25/04/2011

Persona 4 The Animation (news)

Belum lama ini ada berita bahwa RPG hit keluaran Atlus Persona 4 bakal diadaptasi ke bentuk anime! Aku sudah lama jadi penggemar seri Persona, dan meski sudah beberapa kali dikecewakan karena belum ada lagi yang ceritanya sebagus Persona 2, premis cerita Persona 4 menurutku lumayan mendekati. Jadi tetap saja aku lumayan senang dengan hadirnya berita ini.

Inti cerita Persona 4 adalah tentang upaya sekelompok anak SMA di kota dusun Inaba yang menyelidiki fenomena misterius Mayonaka TV (Midnight Channel). Pada setiap malam berhujan, bila kau memandangi layar televisi di rumahmu persis saat jam berdentang tengah malam, konon  TVmu akan menyala sendiri dan kau akan bisa melihat wajah orang yang ditakdirkan bersamamu. Fenomena misterius ini belakangan diketahui hanyalah efek samping dari rangkaian kejadian meresahkan yang akan menghantui Inaba selama berbulan-bulan ke depan.

Tokoh utama kali ini bernama Narukami Yu (di manga bernama ‘Seta Souji’). Ia seorang murid pindahan yang dititipkan untuk sementara waktu di rumah adik ibunya, seorang detektif polisi bernama Dojima, yang hidup menduda bersama anak perempuan tunggalnya yang masih duduk di bangku SD, Nanako. Kebangkitan kekuatan misteriusnya yang dilandasi kekuatan hati, Persona, memungkinkannya menghadapi bahaya yang mengancam dari dunia di balik layar televisi. Bersama teman-temannya yang baru, mereka menjalani penyelidikan di sela-sela kesibukan sekolah untuk mencegah terjadinya kematian yang mereka yakini akan terjadi pada setiap malam berkabut.

Produksi animasi akan dilakukan oleh studio AIC-ASTA (sebelumnya menangani Bamboo Blade), dengan mempertahankan desain karakter buatan Shigenori Soejima dan desain Persona buatan Kazuma Kaneko. Shoji Meguro kabarnya juga akan bertanggung jawab atas musik di versi adaptasi ini, meski masih belum jelas apakah musiknya versi daur ulang yang di game atau sama sekali baru. Masih belum ada kabar tentang siapa yang menjadi sutradara.

Masih belum jelas apakah hasil adaptasi akan bagus atau tidak. Tapi semenjak menamatkannya pertama kali, aku selalu berharap akan ada versi yang sedikit memperbaiki jalan ceritanya. Sebelumnya, Persona 3 juga sempat menginspirasi dibuatnya anime drama misteri Persona – Trinity Soul. Tapi meski konsepnya keren, seri tersebut untuk suatu alasan kurang nyaman kulihat.

Eniwei, trailer promosinya sudah dapat dilihat sebagai berikut.

EDIT

Sudah diumumkan bahwa Seiji Kishi (juga menyutradarai Angel Beats!) akan menjadi sutradara. Para pengisi suara di game versi Jepang sudah ditetapkan akan kembali mengisi suara karakter yang mereka perankan di sini.

Tag: ,
03/12/2010

Amagami SS

Amagami SS merupakan adaptasi animasi dari game Amagami yang keluar di konsol PS2 pada tahun 2009 (di Jepang). Game aslinya yang bergenre dating sim diproduksi oleh Enterbrain (yang juga membuat Kimikiss), sedangkan versi anime ini ditangani oleh studio animasi AIC, yang tentangnya aku enggak bisa berkomentar banyak.

Seperti kebanyakan anime yang diangkat dari dating sim, ceritanya tentang seorang cowok relatif biasa yang pada suatu ketika dihadapkan pada sejumlah cewek cantik dari berbagai latar belakang yang beragam.  Tapi berbeda dengan anime-anime lain sejenisnya, anime ini menghadirkan pendekatan per bab. Masing-masing bab mengetengahkan hanya satu tokoh utama cewek dan bagaimana hubungan cintanya dengan si tokoh utama. Sesudah satu bab berakhir, cerita dimulai lagi dari awal dengan tokoh utama cewek lain di episode berikut. Setiap bab memiliki nuansa khasnya sendiri-sendiri, sehingga kesan akhir yang akan kau dapatkan dari anime ini mungkin agak bercampur.

Sejujurnya, anime ini bukan jenis anime yang akan kurekomendasikan. Sebab konsep dan eksekusinya terus terang sama sekali tak akan cocok dengan sebagian orang. Plotnya relatif datar dan tertebak. Elemen-elemen dating sim-nya dipertahankan dengan kuat. Lalu meski tidak sepenuhnya mengandalkan fanservice sebagai daya tarik, fanservice itu tetap ada. Meski bukan dalam bentuk yang lazimnya kau lihat sih…

Anime ini pertama keluar pada musim panas tahun 2010 (yang dikenang sebagai musim panas yang lesu dengan anime bagus) dan terdiri atas 24 episode (tiap bab terdiri atas 4 episode). Rencananya, ada 2 episode bonus yang dimunculkan dalam versi DVD. Tapi soal itu akan kubahas lagi nanti.

Wardrobe Planetarium

Amagami SS berlatar di SMA Kibitou, yang pada malam Natal setiap tahun mengadakan acara Festival Pendiri Sekolah (founder’s festival). Tokoh utamanya adalah seorang cowok yang mengalami patah hati perih pada malam Natal tahun sebelumnya, Tachibana Junichi. Semenjak patah hati itu, Junichi menjadi tak lagi berminat terhadap romansa ataupun perayaan Natal (yang di Jepang menjadi semacam waktu khusus bagi para pasangan untuk bermesraan). Tapi pada tahun keduanya di SMA ini, siapa tahu sesuatu akan berubah…

Secara mengejutkan, aku dapati Junichi sebagai tokoh utamanya yang lumayan likable. Dia memang bukan tipe cowok yang bakal kau segani sih. Hobinya di waktu luang hanyalah membaca komik dan memeriksa gravure idol di beragam photobook. Tapi dia mengesankan karena pola berpikirnya ‘berbeda’ dan jenis-jenis fetish yang dimilikinya sama sekali enggak lazim (uh, kedua hal ini sebenarnya bukan sifat yang bisa dikatakan positif sih..). Dia juga relatif menjadi manusia yang lebih baik, bergantung pada tokoh cewek mana yang ia dekati.

Eniwei, agak berbeda dari kebanyakan cerita dating sim, timeframe cerita untuk setiap bab bisa berbeda-beda. Porsi besar cerita di tiap bab memang akan berlangsung di musim dingin. Tapi bergantung pada tokohnya, sebagian cerita juga dapat berlatar di musim semi dan musim panas.  Secara umum kesemuanya memiliki klimaks di sekitar festival tanggal 24 Desember yang telah kusebutkan di atas.

Sedikit keunikan lain dari Amagami SS, semua tokoh di dalamnya memiliki ‘karakter pendukung’ mereka masing-masing. Karakter-karakter pendukung ini  saling terkait dengan satu sama lain, mengesankan bahwa dunia Amagami lebih besar dibandingkan game dating sim yang biasanya. FYI, tokoh pendukung Junichi tidak lain adalah sehabat kentalnya sesama penggemar photobook, Umehara Masayoshi, putra pengusaha sushi; serta adik perempuannya yang sangat menyukai bakpau daging (yang punya banyak penggemar di kalangan fans), Tachibana Miya.

Eniwei, secara berurut, keenam cewek yang bisa Junichi dekati antara lain:

  • Morishima Haruka, kakak kelas Junichi, sekaligus gadis paling populer di sekolah. Sangat ceria, sangat suka hal-hal yang ‘imut’, dan selalu bertingkah sesuka hati. Mungkin sikapnya di satu sisi adalah untuk menyembunyikan segala kecemasan hatinya. Babnya lebih banyak diisi berbagai tingkah usil yang ia lakukan bersama Junichi. Lalu meski menyadari sudah ada begitu banyak cowok yang ditolaknya, Junichi tanpa menyerah mencoba menyatakan perasaannya padanya.  Secara pribadi, babnya adalah bab yang paling tak kusukai sepanjang seri. Sahabatnya adalah Tsukahara Hibiki, gadis kakak kelas yang aktif sebagai kapten klub renang. Kata kunci adegan highlight: gudang.
  • Tanamichi Kaoru, sahabat kental Junichi semenjak SMP sekaligus teman hang out-nya bersama Umehara. Ia cewek yang mandiri dan suka menolong. Junichi mempertanyakan status hubungan antara mereka berdua, dan akhirnya memutuskan ia ingin menjadi seseorang yang lebih dari sekedar teman. Babnya memiliki nuansa drama yang lebih kental dibandingkan bab-bab lain. Sahabatnya adalah teman sekelas Tanaka Keiko yang dibantunya mengatasi rasa suka dengan cowok lain. Kata kunci adegan highlight: perpustakaan.
  • Nakata Sae, adik kelas Junichi sekaligus salah satu sahabat dekat Miya. Anak orang kaya yang manis tapi sangat gugup dan pemalu. Terkesan padanya, Junichi memutuskan untuk membantunya mengatasi penyakit gugupnya. Babnya menggambarkan nuansa jalinan cinta sederhana yang light-hearted. Aku kurang cocok dengan pengisi suaranya. Kata kunci adegan highlight: ruang PKK
  • Nanasaki Ai, adik kelas Junichi sekaligus salah satu sahabat dekat Miya. Sifatnya baik hati dan cool, meski tampilannya yang dingin bisa membuatnya terkesan sulit didekati. Aktif sebagai salah satu unggulan klub renang, karenanya ia dekat juga dengan Hibiki.  Sesudah sebuah pertemuan tak sengaja di taman, Junichi menjadi sering hang out dengannya dan membantunya menyelesaikan masalah-masalah pribadinya.  Kenekatan Junichi paling tampak di bab ini. Akhir ceritanya juga merupakan akhir cerita paling steamy di sepanjang seri. Kata kunci adegan highlight: ayunan.
  • Sakurai Rihoko: teman semenjak kecil Junichi dan Miya, sekaligus anggota aktif dari klub minum teh. Ia agak ceroboh dan kurang cepat tanggap, meski pada dasarnya selalu bermaksud selalu baik. Karena hobi ngemil klubnya, ia agak mencemaskan soal berat badannya. Ia telah lama memendam rasa suka terhadap Junichi. Dalam babnya, Junichi banyak membantu dalam menangani urusan-urusan klub minum teh yang terancam ditutup bila tak ada anggota.  Bab ini agak berbeda karena banyak diambil dari sudut pandang Rihoko sendiri.  Rentang waktu ceritanya juga terkesan lebih panjang dengan akhir cerita yang tidak terlalu definitif. Sahabat-sahabat Rihoko (yang berupaya mensukseskan Rihoko dengan Junichi) adalah sahabatnya, Ito Kanae (juga memiliki fans di kalangan penggemar), serta dua gadis kakak kelasnya di klub: Yuzuki Ruriko yang outgoing dan Hiba Manaka yang penuh teka-teki. Kata kunci adegan highlight: “Oi, kamu yang memegang-megangi bakpau daging di bawah pohon sambil tersipu-sipu!”
  • Ayatsuji Tsukasa: ketua kelas Junichi yang sekaligus sangat aktif dalam berorganisasi. Tahun ini ia kembali sibuk dalam panitia persiapan festival, dan karena ingin berubah, Junichi secara sukarela menawarkan diri untuk membantunya. Ada alasan sangat bagus mengapa tokoh ini mendapat giliran cerita paling akhir. Babnya memiliki nuansa yang sedikit lebih serius dibandingkan bab-bab lain. Ayatsuji juga merupakan satu-satunya karakter utama cewek di anime ini yang konsepnya bagiku paling masuk di akal. Karakter pendukungnya ialah Takahashi Maya, guru wali kelasnya bersama Junichi, serta Ayatsuji Yukari, kakaknya sendiri. Kata kunci adegan highlight: pelajaran tambahan.

Kimi no, kimi no mama de; boku no, boku no mama de…

Sebenarnya, kau tak perlu mengikuti anime ini kalau hanya sekedar ingin tahu ceritanya sih. Berbagai versi manga Amagami yang beredar menampilkan jalan cerita masing-masing tokoh yang pada dasarnya sama dengan yang di versi anime. Yah, kau bisa tetap menonton ini untuk melihat eksekusi adegan-adegan tambahannya sih. Tapi sejujurnya apa yang ditampilkan di sini tak sekeren itu.

Aku terus terang menonton ini lebih karena ingin tahu hasilnya akan seperti apa. Aku mendalami archtype tiap tokoh untuk dijadiin materiku menulis. Lalu karena tak menganggapnya jelek-jelek amat, dan karena para produser sepertinya tahu cara mengemasnya menjadi menarik, aku sampai sekarang malah mengikutinya sampai akhir. Yah, aku terutama tertarik dengan nuansa macam apa yang akan mereka berikan pada masing-masing bab. Oya, apa sudah kukatakan bahwa lagu penutup untuk tiap episode dinyanyikan oleh pengisi suara heroine pada bab bersangkutan? (enggak, ini bukan hal bagus juga sih, tapi aku suka dua lagu pembukanya, jadi ya sudahlah…)

Secara teknis, anime ini bagus kok. Lalu asalkan kau dapati dirimu tahan melewati bab paling pertamanya, bisa jadi kau salah satu orang yang sanggup menikmatinya. Anime ini sama sekali tak memberikan kesan mendalam. Kualitas ceritanya memang kalah dibandingkan jalinan drama apik yang ditampilkan dalam Kimikiss: Pure Rouge. Tapi lingkup potensi penontonnya lebih luas, dan siapa tahu kalian yang jomblo bisa menemukan perasaan enak sesudah menontonnya.

(Oya, sampai akhir aku masih belum tahu ‘SS’ di judulnya maksudnya apa. Perwira khusus Nazi Jerman?)

Penilaian

Konsep: C; Visual: A-; Audio: B+; Perkembangan: C; Eksekusi: X; Kepuasan Akhir: B

(nilai X berarti bisa sangat bagus di beberapa bagian tetapi bisa sangat jelek di beberapa bagian lain)

Tentang Risa (karakter rahasia)

Dua episode tambahan yang semula direncanakan untuk DVD kabarnya adalah episode Kamizaki Risa dan episode Tachibana Miya. Risa (yang wajahnya hanya ditampilkan sekilas di animasi lagu pembuka) pada dasarnya seorang gadis stalker yang mengetahui kebenaran tentang patah hati yang Junichi alami di masa lalu. Mungkin untuk menghadirkan semacam penutup, episode khusus yang menghadirkan gadis manis ini sebagai tokoh utama akhirnya turut mengudara, sehingga kini Amagami SS berdurasi total 25 episode.

Er, aku tak bisa berkomentar banyak tentang dirinya ataupun episode terakhir ini sih. Nuansa ‘episode ekstra’-nya beneran kerasa. Tapi untuk suatu alasan, kelihatannya ada cukup banyak penggemar yang menyukainya.

Terlepas dari itu, penilaian akhirku terhadap seri ini tetap tak berubah kok.

06/06/2008

Bamboo Blade

Apa ada di antara kalian yang memiliki fetish terhadap cewek-cewek ber-hakama? Jika ada, besar kemungkinan tontonan yang satu ini memang cocok untuk Anda. Terlepas dari itu, tontonan ini sangatlah bagus sekalipun intinya tak ada hubungannya dengan kenyataan apakah tokoh-tokoh cewek yang tampil dalam anime ini mengenakan hakama atau tidak.

Mimpi menjadi seorang pembela kebenaran…

Kawazoe Tamaki, alias Tama-chan bagi sahabat kecilnya, Yuji, dan teman-teman dekatnya, adalah seorang anak perempuan kelas satu SMA yang mendalami olahraga Kendo. Alasannya bukan hanya karena rumahnya merangkap sebagai dojo bagi masyarakat di sekitarnya. Namun juga karena Kendo merupakan salah satu bentuk penyaluran atas kesukaannya terhadap serial tokusatsu favoritnya, Blade Braver.

Suatu hari, guru pembimbing klub ekskul Kendo di sekolahnya, Kojiro, sesudah melihat keahliannya secara langsung, berusaha dengan segala cara merekrut Tama ke dalam klubnya. Belakangan Tama mengetahui bahwa Kojiro telah bertaruh dengan salah seorang sempai-nya untuk mengadu anggota-anggota perempuan di klub Kendo masing-masing. Tama saat itu masih belum menyadari bahwa ini akan menjadi awal perkembangan dirinya bukan hanya sebagai Kendo-ka, melainkan juga sebagai seorang manusia.

dan kenyataan.

Bamboo Blade, dari segala sudut pandang, adalah sebuah tontonan drama anime yang teramat ringan. Tapi jangan tertipu dengan desain-desain karakternya yang imut. Serial ini serius menghadirkan salah satu cerita drama paling berbobot yang pernah aku lihat. Maksudku, ada nilai dan pesan yang disampaikan di balik unsur-unsur komedinya yang tak berlebih. Dan penyampaiannya dilakukan secara bagus, gitu.

Inti ceritanya berpusat pada klub Kendo beranggotakan lima orang cewek dan dua orang cowok yang diikuti Tama ini, sekaligus guru pembimbingnya yang enggak begitu bisa diandalkan, serta masalah-masalah yang mereka hadapi. Jadi enggak, ini bukan serial olahraga yang hanya berfokus pada Kendo doang. Meski pada saat-saat serial ini emang membahas tentang Kendo, pembahasannya dilakukan secara benar-benar baik.

Kayak gimana ya ngebandinginnya? Maksudku, salah satu hal baik tentang serial ini adalah ceritanya enggak menggambarkan Kendo secara berlebihan gitu. Semuanya betul-betul ditampilkan secara wajar dan nyata. Agak serupa dengan kayak gimana olahraga basket ditampilkan dalam Slam Dunk. Lalu penggambaran ini dilakukan secara konsisten sehingga ceritanya benar-benar enak untuk diikuti. (Aku mengatakan ini berdasarkan pengalamanku berlatih Kendo di kampus dulu.)

Masa depan dunia anime kini berada di tangan generasi muda!”

Animasinya menggunakan warna-warna cerah yang… uh, mungkin pada beberapa segi agak kerasa kekanak-kanakan. Musiknya juga sama sekali enggak menonjol. Bahkan terasa dibuat seadanya, meski sama sekali bukan berarti jelek. Tapi walau begitu, ini malah semakin memperdalam kesan ringan yang serial ini miliki, sehingga anehnya, kita justru enggak bosen-bosen melihatnya.

Lalu daya tarik utama yang serial ini miliki, sebenarnya terletak pada kemanisan tokoh-tokoh utamanya. Terutama Tama-chan yang pendiam dan pemalu pada saat biasa, namun luar biasa beringas saat memakai bogu dan memegang shinai. Mereka sebagai sebuah klub mengalami hal-hal yang… benar-benar bisa dikatakan menarik, tanpa pernah terlepas dari semangat kepahlawanan yang diperlihatkan Blade Braver. Bahkan ada satu episode tertentu yang nampaknya didedikasikan secara khusus untuk Goro Taniguchi (sutradara serial-serial anime bermutu seperti Planetes, Code Geass) yang ide tentangnya saja sudah membuatku ngakak. Intinya, kalau kamu alergi sama drama-drama olahraga seperti Slam Dunk atau Eyeshield 21, jangan takut mengikuti serial ini.

Penilaian

Konsep: B. Eksekusi: S. Visual: B(?). Audio: B+. Perkembangan: A. Desain: A.

Kepuasan Akhir: A

Komentar: Ini adalah serial animas kedua yang diangkat dari komik Square-Enix yang benar-benar saya hargai. (Yang pertama adalah Fullmetal Alchemist)

Kosa Kata

fetish : rasa kesukaan berlebih terhadap suatu hal yang tak bisa dijabarkan secara sehat

hakama : celana panjang menggelembung dan berlipat yang tampak seperti rok.

anime : animasi Jepang

dojo : sebutan untuk tempat latihan bela diri Jepang

tokusatsu : sebutan untuk tontonan penuh efek khusus dari Jepang

sempai : senior, rekan yang mendalami suatu bidang mendahului kita, kakak kelas

bogu : perangkat pelindung dalam Kendo

shinai : pedang bambu yang digunakan dalam Kendo