Posts tagged ‘5pb.’

28/04/2017

Chaos;Child

Pada tahun 2009, gempa bumi dahsyat meluluhlantakkan Shibuya, Tokyo.

Dalam insiden tersebut, beredar kesaksian terlihatnya cahaya putih terang. Gempa tersebut juga menonjol karena terjadi di penghujung rangkaian pembunuhan ganjil Kegilaan New Generation di Shibuya, dan sejumlah teori mencurigai kalau keduanya sebenarnya berhubungan.

Beberapa tahun sesudahnya, kota Shibuya dibangun ulang.

Pada tahun 2015, Miyashiro Takuru, siswa SMA berkacamata sekaligus ketua Klub Surat Kabar di sekolahnya, memperoleh informasi tentang kembali terjadinya pembunuhan-pembunuhan ganjil New Generation di Shibuya. Bersama teman-teman dekatnya, Takuru memulai penyeldikan. Ini berujung pada bagaimana ia menyadari kalau kasus-kasus pembunuhan New Generation  yang baru selalu terjadi pada tanggal yang sama dengan kasus-kasus pembunuhan yang lama.

Mata itu adalah mata Dewa

Anime Chaos;Child mengudara pada Januari 2017. Anime ini menjadi cukup diantisipasi karena diadaptasi dari salah satu game science adventure produksi 5pb., yang sebelumnya mencakup seri Chaos;Head (prekuel langsung Chaos;Child), Steins;Gate, dan Robotics;Notes.

Game Chaos;Child pertama keluar di konsol Xbox One di Jepang pada penghujung tahun 2014. Perilisan ini disusul port untuk konsol PS3, PS4, dan PS Vita pada pertengahan 2015. Versi Windows keluar pada musim semi 2016. Versi iOS juga dilepas pada awal tahun ini.

Gamenya disutradarai Wakabayashi Kanji dengan diproduseri Matsubara Tatsuya. Naskahnya ditangani bersama oleh Hayashi Naotaka, penulis awal Chaos;Head, yang kini dibantu Umehara Eiji, Takimoto Masashi, dan Yasumoto Tooru. Musiknya diaransemen komposer veteran waralaba ini, Abo Takeshi. Visualnya ditangani oleh Sasaki Mutsumi, Matsuo Yukihiro, dan dibantu Choco untuk desain, uh, persenjataannya.

Sayangnya, berbeda dari Steins;Gate (dan midkuelnya yang baru-baru ini rilis, Steins;Gate 0) yang menjadi ‘saudara’-nya, versi VN dari Chaos;Child masih belum dirilis dalam Bahasa Inggris pada saat ini aku tulis.

Animenya sendiri diproduksi Silver Link. Jumlah episode totalnya sebanyak 13, dengan tambahan satu episode spesial yang masih akan menyusul. Penyutradaraannya dilakukan Jinbo Masato, yang sekarang dikenal berkat arahan beliau dalam setiap season anime Fate/kaleid liner Prisma Illya. Selain gubahan Abo-san dari game yang dipakai kembali, Onoken juga turut membantu menangani musik.

Karena aku sempat mengikuti prekuelnya, Chaos;Head, aku penasaran cerita Chaos;Child berkembang ke arah mana. Aku pribadi antusias dengan anime ini. Apalagi penayangannya langsung menyusul adaptasi anime Occultic;Nine pada musim gugur lalu.

Sayangnya, ada banyak hal tentang anime Chaos;Child yang ternyata baiknya dibahas…

Digital Native

Untuk yang belum tahu, seluruh game science adventure 5pb. saling berhubungan. Meski mengangkat tema-tema sains fiksi berbeda, semuanya bercerita tentang orang-orang biasa yang tahu-tahu terjebak dalam intrik besar yang mengancam dunia.

Berlatar di tahun 2015, Chaos;Child adalah sekuel langsung Chaos;Head, game science adventure yang pertama. Meski mengetengahkan tokoh-tokoh berbeda, cerita Chaos;Child mengangkat tema-tema hampir sama—yakni soal delusi mental dan persepsi kenyataan—di samping cerita yang berhubungan langsung dengan pendahulunya.

Perlu kukatakan, versi game Chaos;Child konon benar-benar bagus. Kata seorang kenalanku yang memainkannya (dalam Bahasa Jepang), ceritanya punya karakterisasi dan misteri yang bisa sangat melarutkanmu gitu. Karenanya, kita bisa sedemikian terpengaruh oleh perkembangan-perkembangan gelap yang menimpa para karakternya.

Kebagusan Chaos;Child juga konon karena dianggap memperbaiki kekurangan-kekurangan Chaos;Head. Dengan elemen-elemen cerita yang tak seimbang dan sejumlah aspek presentasi bermasalah, sebagai game science adventure 5pb. pertama, Chaos;Head memang tak sebagus seri-seri yang menyusulnya. Mungkin karena itu pula, pengharapan terhadap anime Chaos;Child terbilang besar.

Lalu karena itu juga… sempat ada spekulasi-spekulasi negatif saat anime Chaos;Child dikonfirmasi hanya satu cour. Meski durasi gamenya lebih panjang, ini membuat animenya hanya punya durasi yang sama dengan durasi anime Chaos;Head.

Lalu sesudah mengudara, yah, sesuai perkiraan, para penggemar gamenya ternyata benar-benar mengamuk.

Pengkhianatan

Sebelum membahas ceritanya lebih lanjut, perlu disebut kalau anime Chaos;Child secara teknis sebenarnya lumayan. Visual dan audionya termasuk bagus. Akting para seiyuu-nya meyakinkan. Beberapa BGM-nya keren. Lalu ada episode-episode tertentu yang sempat membuatku terkesima dengan cara adegannya dibawakan.

Masalahnya ada di… naskah.

Naskah animenya terlalu maksa. Gampangnya, versi anime Chaos;Child, kalau mengacu ke perkataan kenalanku tersebut, hanya sekedar menyambungkan titik-titik alur penting pada gamenya tanpa memaparkan apa-apa yang membuatnya jadi bagus.

Karakterisasinya, secara relatif, hancur. Pribadi Takuru di versi game yang menyebalkan misalnya, dengan bawaannya yang cenderung sombong karena selalu ingin bisa menjadi yang paling tahu (karena mengusung moto bahwa ‘pengetahuan adalah kekuatan’), kurang tersampaikan. Padahal Chaos;Child justru dipandang bagus karena memaparkan perkembangan kepribadian Takuru menjadi orang lebih baik.

Di samping itu, ada beberapa pembeberan mengejutkan yang jadi berantakan urutannya. Karenanya lagi, kenalanku sampai bilang, kalau dalam waktu dekat kalian berpikiran untuk memainkan game Chaos;Child, kalian sangat tidak direkomendasikan untuk mengikuti anime ini. (Edit: Perilisan gamenya ke Bahasa Inggris sudah dikonfirmasi.)

Kalau kupikir, anime Chaos;Head yang dibuat oleh Madhouse dulu juga mengadaptasi cerita dengan cara begini. Tapi selain lebih berhasil karena game Chaos;Head punya durasi lebih pendek, anime Chaos;Child juga jadi begini karena punya struktur cerita yang agak-agak… beda.

Apa kalian melihat cahaya?

Masuk ke soal cerita, agak sulit merunutkannya karena banyaknya hal yang terjadi secara bersamaan.

Miyashiro Takuru dikisahkan satu dari sejumlah yatim piatu korban gempa bumi besar yang menimpa Shibuya enam tahun silam. Takuru kehilangan kedua orangtuanya dalam insiden itu. Tapi orangtuanya wafat bukan dalam gempa itu sendiri, melainkan sesuatu yang secara tragis berlangsung sesudahnya.

Sesudah insiden itu, Takuru sempat dibesarkan oleh Sakuma Wataru, dokter umum ceria yang membesarkan sejumlah anak yatim piatu lain di kliniknya. Keluarga angkat ini mencakup Kurusu Nono, gadis seusia Takuru yang menjadi semacam kakak perempuan angkatnya; lalu dua adik angkat di usia SD, Tachibana Yui dan Tachibana Yuuto. Hanya saja, menjelang remaja, Takuru tak lagi kerasan dengan mereka, dan memutuskan keluar dari rumah dokter Sakuma dan hidup sendiri.

Di sekolah, meski sesekali bertemu Nono yang aktif sebagai pengurus Dewan Siswa, Takuru lebih dekat dengan sesama anggota Klub Surat Kabar. Mereka mencakup Onoe Serika, seorang gadis manis berambut pendek yang merupakan teman sejak kecil Takuru; Itou Shinji yang supel, orang ramah dan pedulian yang menjadi teman sesama cowok paling dekat dengan Takuru saat ini; serta Kazuki Hana, gadis mungil berkacamata sangat pendiam yang handal dalam pekerjaannya, tapi sehari-harinya lebih banyak memainkan MMORPG di komputer klub bila sedang tak ada kerjaan.

Dalam penyelidikan mereka, Takuru dan Serika memperkirakan TKP pembunuhan yang berikutnya adalah sebuah love hotel. Keduanya gagal mencegah pembunuhan yang terjadi. Tapi di sana, mereka menjumpai gadis berkuncir dua bernama Arimura Hinae, adik kelas mereka yang didapati pingsan, yang agaknya menjadi saksi pembunuhan tersebut. Hinae yang bermulut pedas semula sangsi terhadap Takuru. Tapi ia lalu, secara membingungkan, memperingatkan Takuru kalau dirinya berpotensi menjadi salah satu korban.

Pada titik ini, Takuru menyadari keberadaan banyaknya gambar-gambar tempel Sumo Sticker (rikishi seal) di setiap TKP. Gambar-gambar tempel ini berwujud seperti muka-muka pesumo yang dikali tiga dan ditempelkan secara ganjil dengan satu sama lain, menyerupai wujud guci. Meski diketahui ada beberapa variasi, kesemuanya bermunculan secara misterius di sejumlah tempat di Shibuya semenjak beberapa tahun silam.

Secara ganjil merasa diawasi oleh gambar-gambar tempel ini, Takuru mulai menduga ada kaitan antara semua Sumo Sticker ini dengan pembunuhan-pembunuhan yang terjadi.

Tanpa Takuru dan Serika ketahui di awal, Shinjou Takeshi, polisi muda yang menginterogasi Hinae, menggunakan cara-caranya sendiri untuk menyelidiki. Shinjou ternyata menjalin kontak dengan seorang ilmuwan sangat muda bernama Kunosato Mio, yang ternyata juga menjadi kakak kelas di sekolah Takuru.

Kunosato—yang membenci manusia secara umum—mendalami penelitian saraf. Ia rupanya mengetahui ada sesuatu yang lebih besar di balik pembunuhan-pembunuhan New Generation. Karena suatu alasan tertentu, Kunosato terobsesi mengungkapkan kebenarannya, yang agaknya berhubungan dengan keberadaan suatu Komite.

Dengan memanfaatkan topengnya sebagai narasumber Internet bernama Kei, Kunosato membajak teori Sumo Sticker yang berhasil Takuru rumuskan dan menyebarkannya ke khalayak luas. Perhatian massal terhadap Sumo Sticker kemudian terpicu. Ini berujung pada desas-desus bahwa penciptanya ternyata seorang pasien di RSU AH Tokyo yang secara rahasia dirawat di sana sesudah menderita koma.

Ada seorang wartawan terkemuka bernama Watabe yang juga menyelidiki kasus ini. Watabe diundang sebagai narasumber untuk kegiatan festival sekolah Takuru.

Takuru untuk sementara mematuhi permintaan Nono yang mengkhawatirkan keadaannya semenjak penyelidikan dimulai. Namun di hari festival, Watabe justru menjadi korban berikutnya yang tewas. Ia meninggal secara misterius di depan umum dengan memuntahkan Sumo Sticker dalam jumlah tak terhitung.

Tak lagi bisa diam sesudah kematian Watabe, pada malam harinya, Takuru, Serika dan Shinji akhirnya nekat menginfiltrasi RSU AH Tokyo untuk menemukan kebenaran di balik gambar-gambar tempel Sumo Sticker.

Di luar dugaan, mereka menemukan instalasi bawah tanah tersembunyi di rumah sakit itu. Di sana, ada sejumlah orang yang nampak sudah hilang akal dipenjara dalam ruangan-ruangan khusus. Di sana pula, Takuru dan kawan-kawannya bersimpangan jalan lagi dengan Kunosato Mio.

Kunosato, yang rupanya memiliki maksud sama dengan mereka, kemudian mengungkapkan tentang eksperimentasi kejam dan rahasia yang rupanya pernah berlangsung sampai enam tahun silam. Tujuan eksperimentasi manusia tersebut untuk menghasilkan manusia-manusia istimewa yang disebut Gigalomaniacs. Menurut Kunosato, para Gigalomaniacs sangat berbahaya karena memiliki kemampuan untuk mewujudkan apa-apa yang mereka khayalkan menjadi nyata.

Lalu di instalasi bawah tanah rahasia itulah, mereka konon diciptakan.

Re-Real Booting

Sesudah terungkapnya keberadaan para Gigalomaniacs—orang-orang yang sampai lingkup tertentu, mampu memproyeksikan delusi menjadi kenyataan melalui proses yang disebut Real Booting—apalagi sesudah Hinae, atas permintaan Kunosato, memperlihatkan pada Takuru demonstrasi kekuatannya secara langsung; cerita Chaos;Child berkembang dengan bagaimana Takuru dan kawan-kawannya berusaha lolos dari pembunuh New Generation baru yang kini mengincar mereka.

Alasannya? Karena korban-korban pembunuhan sebelumnya rupanya adalah Gigalomaniacs.

Takuru, dan orang-orang lain yang melihat ‘cahaya’ pada hari terjadinya gempa, ternyata juga adalah Gigalomaniacs. Takuru sendiri belakangan mengetahui bahwa dorongannya untuk mengungkapkan kebenaran menyebabkan kekuatan Gigalomaniacs-nya bermanifestasi sebagai kemampuan psikokinesis untuk membuka segala jenis kunci.

Dengan kata lain, ada suatu pihak yang bermaksud melenyapkan para Gigalomaniacs dari muka bumi. Tapi pihak itu tidak diketahui siapa.

Dugaan sejauh ini jatuh pada Minamisawa Senri, seorang gadis remaja seusia Takuru, yang merupakan satu-satunya korban percobaan yang hilang tanpa ditemukan jasadnya. Apalagi sesudah Takuru dan Hinae sempat diserang seorang pengguna kekuatan api yang berwajah mirip dengan Senri.

Chaos;Child gampangnya bercerita tentang fallout yang berlangsung sesudah apa-apa yang terjadi dalam Chaos;Head. Persisnya, dampak apa-apa yang terjadi sesudah para tokoh utama Chaos;HeadNishijou Takumi dan kawan-kawannya—menghentikan upaya perusahaan jahat Nozomi sekaligus mengungkap pelaku pembunuhan berantai New Generation yang pertama. Dalam anime Chaos;Child, apa yang terjadi di Chaos;Head sedikit banyak diungkapkan melalui episode nolnya yang menjadi prolog cerita.

Game Chaos;Child dianggap istimewa katanya karena caranya menutupi bagian-bagian ‘bolong’ dari cerita Chaos;Head sembari menuturkan ceritanya sendiri. Ceritanya tak kalah ganjil dan gelap. Tapi berbeda dari Chaos;Head yang secara umum mengikuti hanya satu rute (dengan dua potensi akhir cerita), game Chaos;Child mempunyai lima rute karakter ditambah satu rute final yang hanya bisa dibuka sesudah semua rute sebelumnya kita jalani.

Jadi, meski sistem permainannya kurang lebih sama, kalian bisa bayangkan besarnya ekspansi yang diberikan Chaos;Child. Buat yang mau tahu, masing-masing rute Chaos;Child meliputi:

  • Rute utama, atau rute Onoe Serika, teman masa kecil Takuru. Bersama Serika, Takuru pernah menyaksikan bagaimana Minamisawa Senri dieksperimentasi sewaktu kecil, dan terpaksa melarikan diri tanpa sempat menolongnya. Serika semula menyembunyikannya, tapi kemampuan khusus miliknya adalah semacam telepati. Anime Chaos;Child secara umum mengikuti cerita rute ini, meski ada elemen-elemen rute Nono yang masuk juga.
  • Rute Kurusu Nono, saudara perempuan angkat Takuru yang sedikit lebih tua, yang belakangan mengakui kalau Senri adalah teman masa kecilnya. Karenanya, Nono tak bisa percaya kalau Senrilah pelaku semua pembunuhan itu. Nono semula juga enggan mengakuinya, tapi kemampuan khusus miliknya adalah kekuatan menyamarkan diri.
  • Rute Kazuki Hana, yang disebut merupakan rute yang paling ‘beda sendiri’ karena tak memaparkan misteri pembunuhan (karenanya, peran Hana di anime lumayan terbatas). Kemampuan khusus Hana, yang masih sulit dikendalikannya, berkaitan dengan alasan kenapa ia jarang berbicara. Cerita rutenya membeberkan informasi lebih jauh tentang keberadaan Komite, yang ternyata sangat dekat kehadirannya dengan keseharian para tokoh utama.
  • Rute Arimura Hinae, yang membawa Takuru lebih jauh ke latar belakang keluarga Arimura sehubungan kematian kakak lelaki Hinae enam tahun silam. Keinginan Hinae untuk mengungkap kebenaran kata-kata terakhir kakaknya membuatnya punya kemampuan untuk secara absolut membedakan kebenaran dan kebohongan. Cerita rutenya berkutat soal misteri pembunuhan yang terus berlanjut meski pelakunya harusnya sudah tertangkap. Secara pribadi, Hinae adalah karakter favoritku di seri ini.
  • Rute Yamazoe Uki, gadis kecil yang ditemukan Kunosato dan Takuru di instalasi bawah tanah RSU AH Tokyo, dan diduga telah hidup di sana sembari merawat pasien-pasien lainnya selama bertahun-tahun. Cerita rutenya memaparkan hidup yang berlanjut di dunia bahagia sesudah ia diadopsi keluarga angkat Takuru, yang sayangnya, tak seperti yang terlihat.
  • Rute Chaos Child, rute penutup, yang merupakan akhir cerita sesungguhnya yang memaparkan apa yang terjadi sesudah akhir rute utama. Mengisahkan tentang sindrom misterius yang menimpa para remaja Gigalomaniac yang memperoleh kekuatan mereka sesudah gempa enam tahun silam. Pihak sesungguhnya yang bermaksud menghapus keberadaan mereka sekali lagi terungkap di rute ini.

Sebagai catatan, meski aku pribadi kurang menyukainya, aku juga sempat heran bagaimana Kunosato tak punya rutenya sendiri.

Mungkin menarik kalau kusinggung kalau cerita Chaos;Child tak berakhir dengan sepenuhnya bahagia.

Langit yang Sunyi

Chaos;Child bukan anime yang akan aku rekomendasikan. Kalau kalian penggemar cerita-cerita science adventure 5pb., cukup wajar kalau kalian tertarik mengikutinya. Tapi anime ini bisa sedemikian merusak kesan gamenya, apalagi dengan potensinya yang sedemikian besar, dan karena itu sulit dibilang bagus.

Di animenya, ceritanya jadi kayak… sekedar saling menyambungkan kejutan demi kejutan untuk menghadirkan shock value. Ceritanya jadi berkesan kurang berbobot dan mudah disalahartikan.

Soalnya, hal-hal ‘gelap’ yang terjadi di dalam Chaos;Child itu benar-benar menakutkan dan sakit. Ada temanku yang sampai dibuat berhenti mengikuti pada satu titik karena saking muaknya. Kenalanku, yang pertama sampai di titik bersangkutan lewat gamenya, bahkan sampai dibuat meraung dan menjerit malam-malam saat sampai di bagian itu.

Hasil akhir animenya itu menyakitkan karena sebaliknya, dengan karakterisasinya yang sedemikian kuat, cerita dalam gamenya justru sangat berbobot. Aku pribadi terutama kecewa karena banyaknya motivasi karakter yang jadinya tersamar, gaje, atau tak diungkap.

Mungkin ini mirip kasus anime Shingetsutan Tsukihime yang konon banyak dibenci para penggemar game Tsukihime karena alasan-alasan serupa.

Yah, memang ada banyak hal mengecewakan tentang anime Chaos;Child. Tapi di pembeberan di episode terakhir, bahkan akupun dibuat tercenung dengan apa-apa yang terjadi. Jadi kayak, apa yang terjadi memang enggak segede harapan. Tapi cara semuanya bercampur berakhir lebih rumit dari dugaan. Dengan kata lain, hasil akhirnya enggak sepenuhnya jelek. Tapi sangat mengecewakan karena sedemikian kelihatan bagaimana sebenarnya ini bisa jadi bagus.

Di samping itu, ada banyak referensi terhadap judul-judul science adventure lain. RSU AH Tokyo misalnya, adalah rumah sakit tempat Nishijou Takumi beberapa kali memeriksakan kesehatan kejiwaannya. Partner lain Shinjou, Momose Katsuko yang mengepalai biro detektif swasta Freesia, adalah karakter yang sama dari Chaos;Head, yang sebelumnya membantu penyelidikan Ban Yasuji. Teman Hana di game online, Neithardt, bisa jadi adalah Nishijou Takumi sendiri. Kunosato nampaknya bahkan menjalin kontak dengan para protagonis Steins;Gate dengan upayanya melarikan para tokoh utama ke luar Shibuya. Lalu, Komite yang menjadi dalang ini semua, tak lain adalah Committee of 300 yang merupakan pihak antagonis utama di Robotics;Notes.

Aku sempat sedikit heran. Aku sudah dengar tentang bagaimana Komite berada di balik Nozomi dan SERN. Tapi sekarang, ceritanya, kita jadi melawan mereka lagi? Baru belakangan aku sadar itu karena cerita Chaos;Child berlangsung sebelum cerita Robotics;Notes. Tepatnya, lima tahun sebelum seri tersebut, yang memang berlatar di tahun 2020.

Aku terus terang makin penasaran dengan game Chaos;Child sekarang. Tapi dengan kesibukanku belakangan, sayangnya ada hal-hal lain yang perlu lebih aku dalami dulu.

Soal jalan-jalan keliling Shibuya?

Yah, ada beberapa pemandangan khas wilayah itu yang diperlihatkan dalam anime ini sih. Tapi kesempatan wisata lewat anime kali ini sayangnya enggak segede itu.

Sebagai penutup, aku setuju dengan pandangan Takuru soal bagaimana pengetahuan adalah kekuatan. Banyak-banyaklah baca koran dan mengumpulkan informasi bermanfaat. Tapi jangan sampai besar kepala dan sombong. Gunakan apa yang kau peroleh untuk membangun dirimu sendiri, dan mungkin saja kau juga akan bisa selamat sampai akhir.

(Sedikit trivia: kemunculan Sumo Sticker yang misterius di wilayah Shibuya itu benar-benar pernah terjadi. Tentu saja tak ada kaitannya dengan organisasi rahasia atau konspirasi apapun. Mungkin.)

Penilaian

Konsep: A; Visual: B+; Audio: B+; Perkembangan: D-; Eksekusi: B; Kepuasan Akhir: C

(Sumber dari Wikipedia dan beberapa situs lain.)

Iklan
27/12/2016

Occultic;Nine

Occultic;Nine adalah seri misteri sains fiksi yang di permukaan, mengetengahkan sembilan orang berikut:

  • Gamon Yuuta, seorang siswa SMA kelas dua yang dengan maksud untuk memperoleh pemasukan dari iklan, membuka situs blog afiliasi Kiri Kiri Basara yang mengumpulkan berita-berita supernatural. Salah satu kekhasan web Kiribas adalah sudut pandang bahasannya yang kritis dan skeptis terhadap kasus-kasus supernatural. Meski ceria dan terkadang banyak omong, sifat Gamon bisa lembek dan tak mau terlibat masalah. Dirinya juga sadar dengan kecendrungannya untuk menjadi NEET. Nama panggilannya adalah Gamo-tan (seperti kodok) atau Gamonosuke (seperti samurai) atau sekedar Gamo-senpai.
  • Narusawa Ryoka, teman perempuan Yuuta yang satu sekolah dengannya (dan berdada besar) yang menyatakan diri sebagai bawahannya, yang dengan setia(?) dan sangat ceria(?) akan mengikutinya ke mana-mana. Ryoka, yang nama panggilannya Ryo-tas, mendukung kesuksesan situs web Kiribas agar suatu hari Gamon mentraktirnya makan frozen yogurt dengan uang pemasukan yang mereka peroleh. Untuk suatu alasan, Narusawa punya semacam stun gun berbentuk senjata laser berdesain jadul yang disebut Poya Gun yang terkadang digunakannya untuk menyetrum Gamon.
  • Hashigami Sarai, seorang mahasiswa tingkat awal yang mengambil sudut pandang ultra-realis dan sangat kritis terhadap segala berita berbau supernatural. Dirinya pengunjung tetap di situs web Kiribas. Ayahnya adalah Hashigami Kansei, seorang ilmuwan fisika yang belum lama ini menjadi figur narasumber ternama untuk segala hal berbau supernatural.
  • Aikawa Miyuu, adik kelas Gamon dan Narusawa yang belakangan populer sebagai peramal online berwajah imut. Menggunakan kartu-kartu tarot, ia memiliki tingkat akurasi yang tinggi untuk prediksi-prediksinya. Sifatnya riang dan baik hati. Nama panggilan untuknya adalah Myu-pom.
  • Sumikaze Touko, seorang perempuan muda berkacamata yang bekerja sebagai reporter majalah Mumuu yang khusus membahas berita-berita supernatural. Memiliki pribadi yang aktif serta kemampuan pengamatan tajam. Ia sering mengucapkan kata Ascension!” saat ada suatu hal baru yang dipahaminya.
  • Kurenaino Aria, seorang gadis remaja dengan wajah seperti boneka yang membuka jasa layanan kutukan berbasis ilmu hitam. Untuk melakukan jasanya, ia memerlukan bagian tubuh dari target bersangkutan, seperti kuku dan rambut. Sifatnya pendiam dan antisosial. Menyembunyikan masa lalu yang agak kompleks.
  • Kusakabe Kiryuu, seorang pria misterius bernuansa gelap yang kerap menampakkan diri di tempat Aria baik dalam wujud nyata maupun gaib. Mungkin bisa dibilang semacam rekan kerjanya.
  • Nishizono Ririka, seorang mahasiswi(?) di universitas yang sama dengan Sarai, yang juga memiliki profesi sebagai pembuat doujinshi. Sangat cantik, namun juga memiliki sisi misterius dengan bagaimana ia membatasi diri dari orang lain. Pada suatu titik, terindikasi bahwa adegan-adegan dalam komik-komik doujin buatannya sedikit banyak menggambarkan kejadian-kejadian yang akan berlangsung di masa depan.
  • Moritsuka Shun, seorang detektif kepolisian dengan badan seperti anak-anak. Karenanya, dia jadi sering terlihat seperti anak remaja yang sedang cosplay, meski nyatanya dia polisi betulan. Nyata-nyata seorang otaku. Karenanya, metode-metode penyelidikannya tak konvensional. Cenderung banyak omong. Tapi seperti Colombo, mungkin itu yang membuat orang-orang gampang lengah bila berada di dekatnya.

Berlatar di Kichijoji, Tokyo, pada  suatu masa ketika booming segala sesuatu berbau occult tengah melanda masyarakat, Occultic;Nine berlangsung pada beberapa minggu menjelang akhir musim dingin, dari akhir Februari sampai awal Maret. Tepatnya, ketika serangkaian kasus ganjil terjadi yang memunculkan tanda tanya bagi setiap orang. Diawali kematian misterius sesosok ilmuwan ternama, kejadian bunuh diri massal ratusan orang hanya dalam semalam, serta hadirnya sosok-sosok misterius di jalanan yang mungkin hanya bisa dilihat sebagian orang.

Dasar Air yang Gelap

Anime Occultic;Nine diangkat dari seri novel berjudul sama karangan Chiyomaru Shikura, dengan ilustrasi yang dibuat pako. Penerbitnya adalah Overlap. Buku pertama diterbitkan pada Agustus 2014 dan buku kedua diterbitkan pada April 2015.

…Iya. Baru dua buku yang terbit waktu ini kutulis. Cerita seri novelnya sendiri konon masih belum tamat. (Atau dipaksa tamat?)

Aku samar-samar ingat sempat ada kehebohan ketika beredar kabar kalau penerbitan buku ketiganya akan ditunda. Kejadiannya, kurasa sekitar akhir tahun 2015? Penundaan itu mungkin terjadi menyangkut keputusan untuk mengangkat seri ini ke bentuk game. Lalu keputusan untuk mengadaptasi ceritanya ke bentuk anime mungkin juga dalam rangka untuk menyambut game tersebut.

Buat yang belum tahu, Chiyomaru-sensei, yang juga bekerja sebagai ‘penulis’ di perusahaan pengembang 5pb. Games, dikenal sebagai salah satu pencetus seri game science adventure  yang 5pb. awalnya kembangkan bersama Nitroplus. Dalam hal ini, khususnya, seri perjalanan waktu fenomenal Steins;Gate dari tahun 2010 yang masih disayang para penggemarnya bahkan hingga kini. (Aku sebut ‘penulis’ karena jabatan beliau yang sebenarnya adalah sebagai direktur eksekutif perusahaan Mages. Inc., yang menjadi perusahaan induk 5pb. serta beberapa perusahaan lain.)

Versi game Occultic;Nine sendiri juga dikembangkannya oleh 5pb.. Perilisannya dijadwalkan pada tahun 2017 yang akan datang.

Salah satu alasan Occultic;Nine menuai sensasi dulu adalah karena ketiadaan kaitan Occultic;Nine dari segi cerita dengan tiga seri science adventure Chaos;Head, Steins;Gate, dan Robotic;Notes. (Ditambah kini, yang akan tayang pada musim dingin nanti, Chaos;Child, yang menjadi sekuel langsung dari Chaos;Head.) Karena ketiga game tersebut punya cerita latar yang saling berhubungan (tepatnya, di soal tema konspirasi yang diangkat), terbitnya Occultic;Nine seperti menjadi awal suatu seri sejenis, namun terbebas dari yang lalu-lalu gitu. Sekalipun, Occultic;Nine rupanya tetap mempertahankan cara penulisan judulnya yang khas.

Animenya sendiri diproduksi oleh studio ternama A-1 Pictures. Penyutradaraannya ditangani bersama oleh Ishiguro Kyouhei dan Kuroki Miyuki. Komposisi serinya ditangani oleh Morita To-Jumpei. (Aku tak kenal nama ini. Mungkinkah ini pseudonym?) Musiknya ditangani oleh Yokoyama Masaru yang belakangan tengah naik daun. Pertama tayang pada musim gugur tahun 2016, jumlah episodenya sebanyak 12.

Kalau memikirkan baik-baik segala situasi dan kondisi terkait produksinya, lumayan wajar bila berbagai kontroversi menyangkut anime Occultic;Nine agak tak bisa dihindari.

Matamu Akan Menjadi Mimpi Tiada Akhir

Jadi, sebelum menyinggung kualitasnya secara teknis, perlu kusinggung bahwa di samping temanya yang aneh, adaptasi anime Occultic;Nine terus terang punya aspek cerita yang agak, uh, cacat.

Selain karena cerita di novelnya belum tuntas, durasi animenya dibatasi hanya 12 episode (dan bukan 20-an seperti adaptasi anime seri-seri science adventure pendahulunya). Hal ini memaksa narasinya dipadatkan sedemikian rupa dan disampaikan dengan tempo gila-gilaan. Belum lagi dengan jumlah tokoh sentralnya yang banyak, yang masih ditambah dengan tokoh-tokoh baru dan tokoh-tokoh sampingan yang lain. Sehingga tak hanya menampilkan misteri yang belum tuntas pembahasannya, penyampaiannya juga dilakukan dengan sedemikian rupa yang membuat ceritanya sulit dipahami oleh kalangan penonton awam.

Sewaktu episode pertama ditayangkan, konon, semua pemerhatinya kebingungan. Para penonton awam bingung karena sulit mencerna apa-apa yang baru terjadi. Para penggemar lama yang telah membaca novelnya juga konon bingung karena episode satunya saja sudah mencakup hampir seluruh cerita di buku pertamanya.

Secara pribadi, aku jadi benar-benar merasa kalau mungkin anime ini diproduksi dengan tujuan semata-mata untuk mempromosikan gamenya? Soal novelnya bahkan tak perlu disinggung. Lanjutannya masih belum jelas kapan akan keluar. Jadi semua jawaban yang kita cari kelihatannya hanya akan ada di versi gamenya.

Jadinya, ada lumayan banyak teka-teki dalam animenya yang dibiarkan menggantung dan tak terjawab sampai akhir. Maksudku, lebih banyak dari biasa untuk ukuran seri anime sejenis ini. Siapa sebenarnya anak albino yang melakukan rangkaian pembunuhan sadis itu? Pada pihak mana Moritsuka melapor? Apa sebenarnya agenda yang dimiliki Nishizono?

Untungnya, kelemahan-kelemahan ini lumayan berhasil diimbangi dengan sejumlah keunggulan dari sisi teknis.

Pertama, visual anime ini keren. Ada suatu kekhasan kuat pada desain karakter pako-sensei (meskipun iya, gaya beliau adalah gaya yang bisa membuat ilfil sebagian orang). Lalu arahan visual anime ini secara sukses mendukung hal tersebut.

Ada banyak pemandangan latar urban yang berkesan dari Kichijoji—kerap kali dari sudut-sudut pengambilan gambar yang tak biasa—dengan perhatian terhadap detail yang seriusan memukau. Mulai dari kafe Blue Moon (benar ini cara mengeja namanya?) milik seorang lelaki feminin bernama Izumi Kouhei (yang wi-fi gratisnya kerap  Gamon dan Narusawa gunakan), taman bermain anak tempat Gamon dan Narusawa pertama bertemu, rumah dan ruang kerja Hashigami di mana ia menjalankan penelitiannya yang penuh rahasia, kampus Sarai yang menjadi TKP, kuil-kuil Shinto di Kichijoji, gedung sekolah Gamon dan Narusawa, hingga ruang pertemuan misterius dan gelap tempat Takasu menyampaikan presentasinya kepada para petinggi yang mensponsori konspirasi.

Aspek audionya sendiri benar-benar kuat. Ada banyak nama veteran yang berperan sebagai seiyuu. Itou Kanako, seperti dalam adaptasi anime seri science adventure lain, kembali sebagai penyanyi yang membawakan lagu pembuka seri. Pendatang baru Asaka membawakan lagu “Open Your Eyes” yang menutup tiap episode secara pas dengan nuansanya yang menggambarkan betapa rapuhnya kita sebenarnya sebagai manusia. Lalu, ada aransemen musik khas dari Yokoyama-san yang memberi kombinasi nuansa suram sekaligus kocak terhadap cerita.

Lalu soal eksekusinya… meski menyakitkan bagaimana semua ide menarik Occultic;Nine dipaksa masuk tanpa benar-benar terjelaskan ke dalam cerita, perlu kuakui pengeditannya brilian. Ada pemotongan adegan berulang. Sorotan ceritanya melompat ke mana-mana. Lalu ada dialog-dialog yang dilangsungkan dalam tempo yang benar-benar cepat. Walau begitu, benang merah cerita yang utama secara umum tersampaikan. Lalu, kalau mengkaji struktur ceritanya, aku agak bisa memaklumi kenapa narasinya jadi berantakan begini. Plotnya terstruktur bukan dengan bentuk saling sambung menyambung gitu, tapi lebih ke gimana satu tertumpuk di atas yang lain. Jadi, cocok bila dibawakan dalam media tertulis, tapi perlu waktu dan kehati-hatian dalam bentuk tontonan.

Kelanjutan Mimpi Ini… Ada di Masa Depan yang Terlampau Jauh

Satu kabar baik yang mengiringi penayangan anime ini adalah telah dimulainya penerjemahan novelnya ke Bahasa Inggris. Lisensornya adalah pihak relatif baru J-Novel Club yang menampilkan terjemahan Bahasa Inggris per bab berbagai light novel menarik untuk para anggota berbayar (sebagian besar adalah judul-judul relatif baru, dengan harga yang perlu kuakui bener-bener murah).

(Untuk para pengunjung yang belum berbayar, bab-bab awal sebuah seri akan bisa dibaca gratis sampai buku pertamanya beres diterjemahkan.)

Novel Occultic;Nine merupakan salah satu novel pertama yang mereka sediakan. Lalu berdasarkan ulasan yang aku baca dan pengalaman pribadiku membaca bab-bab awalnya, cerita novelnya seriusan bagus. Enak dan menarik untuk dibaca. Lalu, buat kalian yang kurang tahan dengan sikap Gamon dan Narusawa yang banyak tingkah, karena suatu alasan kalian akan bisa jauh mentolerir mereka dalam versi novelnya ini.

Buat kalian yang masih bingung bahkan setelah mengikuti animenya hingga akhir, sederhananya , Gamon dan kedelapan orang lainnya adalah korban eksperimen massal yang dicanangkan konglomerat medis MMG. Narusawa, dengan bimbingan roh Aveline dari masa lalu, mengkhianati keluarganya sendiri untuk menggagalkan proyek jangka panjang mereka yang telah berlangsung puluhan tahun. Tema yang diangkatnya seputar bagaimana konsep roh telah bisa didefinisikan dari sudut pandang sains. Gampangnya, sebagai semacam badan energi yang dapat dipengaruhi dengan gelombang-gelombang elektromagnetik. Lalu konfliknya berakar dari bagaimana ada suatu pihak dengan pengaruh sangat besar hendak menawarkan teknologi baru ini kepada orang-orang terpilih dengan mengorbankan orang-orang lainnya. Mendiang ayah Gamon, ceritanya, terlibat dalam pembangunan organisasi ini sebelum terjadi perpecahan dan ia menjadi korban. Lalu oleh ayahnya, Gamon sebenarnya telah diwariskan salah satu kunci yang diperlukan untuk menggagalkan rencana mereka.

Berbagai fenomena supernatural dikisahkan sebenarnya disebabkan oleh badan-badan energi ‘roh’ ini. Badan-badan energi roh biasanya tak kasat mata karena berada dalam dimensi waktu yang berbeda dari zat-zat hidup (kalau enggak salah, karena jadi punya… frekuensi dan panjang gelombang yang berbeda sesudah kehilangan ‘wadah’ fisiknya). Tapi lewat injeksi suatu zat bernama Scandium, ditambah rangsangan dari suatu gelombang elektromagnetik tertentu, perbedaan panjang gelombang ini ceritanya bisa disiasati melalui suatu teknologi yang disebut World System. Hasilnya, badan-badan energi jadi bisa ‘dijangkarkan’ ke dimensi waktu yang sama dengan benda hidup. Teorinya, ini memungkinkan orang-orang yang meninggal dunia jadi bisa tetap bertahan di dunia, dan secara efektif memperoleh kehidupan abadi.

Rinciannya tentu saja lebih rumit dari itu sih. Soalnya, intrik dalam Occultic;Nine sebenarnya sangat banyak.

Terasa bagaimana ada banyak subplot yang semula hendak dimasukkan dalam cerita, tapi berakhir tak tertuntaskan. Beberapa contohnya seperti: penelepon misterius yang menghubungi Aikawa dalam salah satu acara meramalnya, yang berakhir tak terungkap identitasnya meski diindikasikan kuat bahwa ia terlibat dalam cerita; siapa sang Kaisar yang dilayani oleh Takasu dan apa sesungguhnya yang telah menimpanya; signifikasi peran Minase Ria dengan mendiang kakaknya, Takaharu; hadirnya seorang agen FBI remaja dengan kekuatan psychometry bernama Kisaki Asuna yang ikut dalam penyelidikan karena mengejar jejak Moritsuka (belakangan ia ikut bergabung sebagai salah satu Basara Girls dengan nama panggilan Asu-nyan);lalu twist terbesar sebelum kejutan penutup di penghujung cerita, bagaimana Nishizono bisa tiba-tiba kembali lenyap bahkan sesudah para karakter kembali ke dimensi waktu yang asal.

Mau tak mau, aku jadi berpikir kalau Occultic;Nine mungkin masih berkaitan dengan Anonymous;Code, proyek lain dari 5pb. yang pengembangannya sudah diumumkan sejak perempat awal tahun 2016, tapi masih belum rilis sampai saat ini aku tulis.

…Mungkin karena temanya yang mirip.

Mutual Recognition

Mungkin karena ketertarikanku terhadap genre misteri dan sains fiksi, aku selalu senang bila ada seri science adventure yang diangkat menjadi anime. Kesukaanku sedemikian besarnya sampai-sampai aku bisa tahan dengan sifat para karakternya, seaneh apapun kelakuan mereka.

Occultic;Nine secara umum memang mengecewakan. Tapi daripada karena jelek, mengecewakannya lebih karena sifatnya yang lebih mirip teaser ketimbang karya jadi.

Setelah kupikir, kasusnya mungkin mirip anime Punch Line beberapa waktu lalu, yang juga berakhir dengan dibuat gamenya. Sebagai anime, Punch Line masih lebih menghibur ketimbang Occultic;Nine, sekalipun dari segi konsep, Occultic;Nine sebenarnya lebih keren. Mungkin juga karena cakupan cerita Occultic;Nine yang benar-benar terlalu besar. Seperti halnya Punch Line, versi game Occultic;Nine juga akan menawarkan rute-rute cerita baru dengan potensi akhir cerita yang berbeda pula (yang kudengar akan dipicu lewat postingan-postingan baru di situs Kiribas). Yah, mungkin soal ini aku akan ulas lagi setelah memperoleh informasi lebih banyak.

Sedikit info soal judul-judul science adventure yang lain sebagai penutup.

Anonymous;Code adalah salah satu judul akan datang yang sejak awal diinfokan tak berhubungan dengan tiga game science adventure yang pertama. Ceritanya dimulai pada tanggal 6 Februari  2036 pada jam 06:28:15, ketika algoritma perhitungan waktu pada seluruh komputer di dunia mengalami overflow, menyebabkan kelumpuhan sistem berakibat bencana fatal pada sejumlah kota besar. Sehubungan bencana serupa yang lebih besar diprediksi akan terjadi pada tahun 2038, suatu ‘simulator Bumi’ dijalankan melalui komputer super Gaia untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Namun demikian, ditemukan serangkaian hal aneh menyangkut keberadaan manusia di simulasi itu. Lalu saat para manusia di Bumi simulasi mulai membangun simulator Bumi mereka sendiri, para peneliti, yang semula senang, menjadi curiga kalau jangan-jangan keberadaan mereka sendiri juga sebenarnya hanyalah hasil suatu simulasi. Tokoh utamanya seorang pemuda hacker bernama Takaoka Poron, yang lewat kontaknya dengan seorang gadis misterius bernama Aizaki Momo, dihadapkan pada kenyataan dunia yang sebenarnya. (Mungkin kalian sekarang mengerti kenapa aku merasa game ini berkaitan dengan Occultic;Nine.)

Steins;Gate 0 yang belum lama ini dirilis juga konon sudah dikonfirmasi akan diangkat ke bentuk anime. Buat kalian yang sempat mengikuti cerita Steins;Gate yang orisinil, mungkin kalian ingat bagaimana menjelang akhir cerita, Okarin mendapat petunjuk terakhir dari sosok dirinya sendiri di masa depan. Cerita Steins;Gate 0 pada dasarnya adalah tentang sosok Okarin yang telah gagal di masa depan tersebut. Sejauh yang aku dengar, ceritanya benar-benar bagus dan tak kalah dari Steins;Gate yang pertama. Ibaratnya, itu cerita ekspansi yang tak kau kira akan perlu.

Chaos;Child sendiri, yang gamenya sudah dirilis agak lama dan animenya akan tayang musim depan, berlatar enam tahun sesudah Chaos;Head. Tokoh utamanya adalah Miyashiro Takuru, kepala Klub Surat Kabar di sekolahnya. Bersama Onoe Serika, sahabat masa kecilnya, dan Kurusu Nono, adik perempuan angkatnya, Takuru melakukan penyelidikan atas serangkaian pembunuhan sadis yang meniru rangkaian pembunuhan New Generation yang terjadi dalam Chaos;Head. Kesemua tokohnya adalah mereka yang bertahan hidup dalam bencana gempa enam tahun silam, dan ceritanya mengangkat soal kekuatan-kekuatan super pengubah realita yang jadi mereka miliki. Meski berdurasi panjang, aku dengar gamenya benar-benar bagus, dengan sistem delusional trigger dari Chaos;Head yang juga kembali hadir di dalamnya. Karena itu pula, sejumlah penggemar konon mengamuk dan langsung pesimis begitu beredar kabar kalau animenya hanya akan berdurasi satu cour.

Aih, nampaknya tren buruk yang dialami Grisaia dan Rewrite masih akan berlanjut.

Yah, kembali soal Occultic;Nine, aku kagum dengan bagaimana para karakternya bersuara dan bergerak. Tapi aku tetap penasaran dengan ceritanya. Karenanya, aku mau mengusahakan bisa membeli dan membaca terjemahan Bahasa Inggris novel-novelnya di masa depan.

Untuk kalian penyuka misteri, mungkin anime ini takkan benar-benar aku rekomendasikan. Tapi untuk kalian penyuka beragam hal aneh yang hanya bisa ditemukan dalam anime… (kalau kalian tahu maksudku) kurasa ini seri yang patut dilihat. Aku takkan menilainya jelek sih, tapi aku takkan menilainya bagus juga. Inspiratif… mungkin lebih tepat.

Aku punya perasaan bahwa seandainya ini berlanjut sebagai novel, ceritanya sebenarnya hendak mengeksplorasi berbagai hal aneh menyangkut dunia occult. Seperti soal hantu, monster, masyarakat rahasia, dan alien. Kalian tahu, seperti dalam Sekimatsu Occult Gakuin atau The X Files. Hanya, mungkin, dalam cerita yang lebih terintegrasi.

Tapi sudahlah soal itu.

Penilaian

Konsep: A-; Visual: A; Audio: B; Perkembangan B-; Eksekusi: B+; Kepuasan Akhir: B

17/02/2014

Steins;Gate: Fuka Ryouiki no Déjà vu

Steins;Gate: Fuka Ryouiki no Déjà vu (subjudul kira-kira berarti ‘wilayah penopang beban déjà vu’) merupakan film layar lebar yang menjadi semacam epilog bagi adaptasi animasi Steins;Gate yang keluar pada pertengahan tahun 2011 lalu. Dirilis pada bulan April tahun 2013, sama halnya dengan seri TV-nya, movie ini berdurasi sekitar 90 menit dan animasinya masih dibuat oleh studio White Fox. Sutradaranya kali ini Wakabayashi Kanji. Tapi naskahnya masih ditangani oleh Hanada Jukki, jadi ceritanya masih nyambung dengan cerita di seri TV-nya.

Sebenernya, enggak banyak yang bisa kukatakan tentang film ini, selain kenyataan kalau ini menjadi penutup yang benar-benar manis. Ceritanya sangat terhubung dengan cerita di seri TV-nya. Jadi sebaiknya film ini dijauhi oleh mereka-mereka yang bukan (belum?) merupakan penggemar anime Steins;Gate.

Berhubung ceritanya berfokus pada efek samping yang masih tersisa dari perjalanan waktu (dan dunia paralel) yang dilakukan Okabe Rintarou (alias ilmuwan gila Hyouin Kyouma), misteri dan suspens yang sempat hadir dalam seri TV-nya agak hilang pada film ini. Sehingga pada satu sisi, film ini mungkin agak mengecewakan bagi sebagian orang. Film layar lebar ini lebih banyak diisi percakapan dan jelas tak seseru atau semenegangkan seri TV-nya.

Tapi film ini bagus.

Emang enggak bisa dibilang rame. Tapi, ini film yang jadi penutup cerita yang memuaskan jika kalian penyuka karakter-karakter seri ini.

Agustus 2011

Berlatar setahun sesudah kejadian-kejadian di seri TV-nya, Makise Kurisu kembali berkunjung ke Jepang untuk suatu acara konferensi pers. Seiring dengan banyaknya déjà vu yang ia alami berkenaan pengalaman-pengalamannya di Garis Dunia lain, Makise reuni kembali dengan teman-temannya dari Mirai Gadget Lab.

Namun tanpa sepengetahuannya, Okabe secara diam-diam telah mulai mengalami gejala-gejala aneh yang mungkin diakibatkan oleh kemampuan Reading Steiner yang dimilikinya: ia secara tiba-tiba akan mulai melihat kilasan-kilasan peristiwa dari Garis-garis Dunia lain. Sebagai puncaknya, Kurisu menjadi saksi langsung atas lenyapnya Okabe begitu saja dari depan matanya, sekaligus mendapati bagaimana para anggota lab yang lain seakan tak bisa mengingat kalau Okabe pernah ada.

Suatu kunjungan tak disangka dari Amane Suzuha membuat Makise mengetahui kalau hilangnya Okabe mungkin berkaitan dengan bagaimana kemampuan Reading Steiner-nya lepas kendali. Okabe telah kehilangan persepsi akan di Garis Dunia mana ia sebenarnya berada akibat terlalu seringnya ia mengubah masa lalu.

Sebagian besar film ini berisi pada upaya Makise menemukan cara untuk mendatangkan Okabe kembali. Makise, yang skeptis pada awalnya, dengan petunjuk Suzuha dan akumulasi pengetahuan bawah sadarnya, kemudian berhasil membangun ulang perangkat Time Leap Machine dan mulai menjalani secara langsung pengalaman-pengalaman serupa dengan yang Okabe pernah jalani.

Upayanya menemukan Okabe membawanya pada sebuah kejadian bertahun-tahun lalu, yang mungkin saja mengimplikasikan pertemuan paling awal yang pernah terjadi antara keduanya, sekaligus lahirnya nama Hyouin Kyouma…

Sora no Kanshokusha

Membahas soal hal teknis… kayaknya sebenernya enggak banyak yang perlu dibahas. Sial. Soal visual ga banyak yang bisa dikatakan selain kalau hasilnya bagus. Lalu kalau soal audio, para pengisi suaranya menurutku menampilkan performa terbaik mereka.

Sebenarnya yang bisa agak banyak didiskusikan adalah soal ceritanya sendiri sih. Tapi sesudah melihat sendiri film ini, entah kenapa, aku enggak merasa perlu berkomentar apa-apa. Ceritanya terstruktur dengan baik. Walau mungkin agak tertebak, adegan-adegannya bagus. Lalu susah untuk tak menganggap bagaimana perjuangan Makise menarik. Mungkin bakal ada sejumlah pertanyaan tentang fenomena apa sebenarnya yang Okabe alami, dan seperti apa penjelasan sainsnya. Tapi entah ya. Mereka yang menonton film ini dan menikmatinya kurasa pada akhirnya juga enggak akan terlalu mempermasalahkannya. Sekalipun plotnya sendiri kalau dipikir agak keju, dan para karakter lain enggak seberperan yang mungkin kita harapkan.

Kita bisa ketemu geng yang sama dari Mirai Gadget Lab dan suatu penutup memuaskan dari kisah cinta antara Okarin dan Kurisu saja sudah cukup.

Dari segi eksekusi dan naskah, peralihan tokoh utama dari Okabe ke Makise menurutku benar-benar ide bagus. Pelaksanaannya pun efektif. Lalu awal pembukaan film yang menampilkan mimpi Makise yang kemudian dilanjutkan dengan pemandangan pesawatnya yang mulai terbang rendah, dengan BGM lagu pembuka, untuk suatu alasan menampilkan kesan yang beneran keren.

Seri TV Steins;Gate menurutku sudah berakhir cukup memuaskan untuk ukuran anime. Jadi sebenarnya enggak ada lanjutannya lagi pun kurasa takkan masalah. Maka dari itu, kurasa enggak ada motivasi apa-apa yang bisa secara khusus membuatmu ingin melihat ini. Tapi kalau kau lihat, mungkin kau bakal seneng.

Eh? Aku sendiri?

Aku cuma merasa udah lama enggak ngelihat karakter tsundere yang bagus belakangan aja.

Penilaian

Konsep: B; Visual: A; Audio: A-; Perkembangan: B; Eksekusi: A-; Kepuasan Akhir: B+

23/04/2013

Robotics;Notes

Robotics;Notes adalah game ketiga dari rangkaian game visual novel seri science adventure yang dirilis melalui kerjasama antara Nitroplus dan 5pb.

Selaku penerus Chaos;Head dan juga Steins;Gate, ada lumayan banyak pengharapan dan perhatian yang diraih game ini bahkan saat masih digodok. Lalu, seiring dengan kesuksesan besar Steins;Gate, Robotic;Notes telah dipastikan akan dibuat adaptasi animenya bahkan sebelum gamenya sendiri pertama diluncurkan.

Animenya berdurasi 22 episode dan pertama tayang di blok Noitamina pada musim gugur tahun 2012. Produksi animenya dilakukan oleh Production I.G. (Anime Chaos;Head kalau tak salah dibuat oleh Madhouse, sedangkan anime Steins;Gate dibuat oleh White Fox), sehingga meski aku tak meragukan kualitas visualnya, sejak awal aku memang sudah dapat firasat aneh kalau adaptasinya mungkin takkan sebagus Steins;Gate.

Sebelumnya, aku bahkan enggak tahu apa-apa tentang ceritanya. Aku cuma tahu kalo temanya berhubungan dengan upaya buat sungguh-sungguh ngebikin sebuah robot raksasa demi menyelamatkan dunia(?!).

Berhubung aku memang penggemar anime-anime yang menghadirkan robot-robot raksasa, aku memutuskan untuk tetap memeriksanya, sekalipun hasil jadinya benar-benar melenceng dari segala pengharapanku semula.

Apa yang akan terjadi jika kau sungguh-sungguh berusaha membangun sebuah robot raksasa?

Berlatar tak terlampau jauh di masa depan, Robotics;Notes dibuka dengan bagaimana klub robotika di SMA Chuo Tanegashima terancam untuk dibubarkan. Ekskul ini di awal cerita hanya terdiri dari dua anggota, yakni ketuanya, seorang gadis penuh semangat bernama Senomiya Akiho; dan teman masa kecilnya yang cuek dan lebih tertarik melewatkan waktunya dengan bermain game daripada membantu proyek robot Akiho, Yashio Kaito.

Robotics;Notes berlatar di masa ketika ketinggian permukaan laut nampaknya telah meninggi, sepeda-sepeda motor listrik lebih banyak digunakan untuk menggantikan sepeda, serta sebagian besar orang hidup dengan memiliki perangkat tablet Poke-com yang menggantikan fungsi telepon genggam. Perangkat yang kelihatannya juga disebut Phone-droid ini bisa digunakan untuk browsing, melakukan video call, mengakses jejaring sosial,  bermain game, dan yang paling berkesan mengakses IRUO, semacam aplikasi pengenalan citra berbasis augmented reality, yang mana orang dapat membidik Poke-com mereka ke berbagai arah bagaikan kamera dan memperoleh berbagai informasi secara terinci. Di samping itu, perangkat bantu bionik yang ‘dipasangkan’ pada tubuh juga telah banyak digunakan di masyarakat, untuk membantu para manula yang telah melemah tubuhnya ataupun mereka yang sempat mengalami kelumpuhan anggota tubuh pasca terjadinya kecelakaan.

Kita kemudian dibeberkan tentang bagaimana klub robotika yang dikepalai Akiho ini mewarisi cita-cita sekaligus proyek jangka panjang para sempai mereka untuk membangun sebuah robot raksasa seperti di anime-anime. Robot raksasa yang hendak mereka bangun diberi nama kode Gantsuku-1, yang desainnya didasarkan atas Gunvarrel, sebuah anime super robot yang sempat sangat populer di masa silam. Proyek ini pertama dicanangkan oleh kakak perempuan Akiho, Senomiya Misaki, yang dulu bahkan pernah memimpin klubnya memenangkan kejuaraan robotika nasional Robo-One. Namun sesuatu di masa lalu nampaknya telah terjadi, sehingga Misaki kemudian mengabaikan proyek jangka panjang ini, dan hubungannya yang dulu dekat dengan Akiho dan Kaito kemudian menjadi renggang.

Dari sudut pandang Kaito, Robotics;Notes memaparkan berbagai suka duka yang para anggota klub robotika alami selama terlibat dalam proyek Gantsuku-1. Cerita pada awalnya membeberkan cara-cara yang harus Kaito dan Akiho temukan agar klub mereka dapat terus berjalan, dimulai dari pencarian anggota-anggota baru, pencarian sponsor, sampai memenangkan kejuaraan Robo-One untuk tahun tersebut.

Anggota-anggota baru mereka kemudian meliputi:

  • Hidaka Subaru, alias Mister Pleiades, adik kelas Akiho dan Kaito yang lebih ahli tentang robotika dari sangkaan orang karena alasan pribadi.
  • Frau Koujiro, alias Furugouri Kona, murid pindahan hikkikomori yang ternyata adalah programmer game Kill-Ballad (sejenis Virtual On) yang selalu dimainkan Kaito di Poke-comnya. Menyimpan rahasia besar di masa lalunya yang terkait proyek jangka panjang klub robotika.
  • Junna Daitoku, gadis pemalu anggota klub karate yang kemudian Akiho mintai jadi model pergerakan robot-robotnya, yang ternyata adalah cucu Doc, kakek-kakek penggemar rock yang merupakan pemilik toko langganan tempat klub robotika membeli komponen-komponen robot mereka.

Tapi, sesudah itu semua, ceritanya benar-benar berkembang ke arah yang enggak disangka-sangka.

Tunggu, arah perkembangannya mungkin tertebak sih. Tapi cara ke sananya itu…

Bullet Time

Pada suatu titik, kita kemudian mengetahui bagaimana pada waktu kecil, baik Kaito maupun Akiho dulu pernah terlibat dalam suatu insiden misterius di kapal pesiar Anemone. Pada insiden ini, seluruh penumpang kapal tersebut tiba-tiba saja kehilangan kesadaran dan bahkan jatuh ke dalam koma. Insiden ini kalau tak salah diduga terpicu oleh fenomena solar flare di matahari yang menimbulkan terjadinya suatu anomali elektromagnetik. Sebagai dampak kejadian ini, Akiho dan Kaito kemudian menderita sesuatu yang disebut Elephant-Mouse Syndrome, yang pada saat sedang kambuh, mengakibatkan persepsi waktu terasa melamban bagi Kaito dan sebaliknya terasa dipercepat bagi Akiho.

Dalam upaya mereka menemukan cara untuk menyelamatkan klub mereka, Kaito secara tak sengaja berpapasan dengan Airi—sesosok gadis hantu kecil yang seakan-akan hidup dalam sistem IRUO. Airi jadi semacam sosok yang hanya bisa dilihat dan didengar melalui perangkat Poke-com masing-masing orang gitu, dan sehari-harinya ia menginformasikan pada orang-orang yang ditemuinya tentang perkiraan cuaca sehari-hari.

Melalui pertemuannya dengan Airi, Kaito turut menyadari adanya sejumlah rahasia masa lalu yang mungkin saja tersembunyi di kotanya sendiri, yang berkaitan dengan fenomena-fenomena misterius yang terjadi di dunia maya, dengan insiden kapal Anemone, dan mungkin saja dengan proyek jangka panjang klubnya sendiri.

Seiring dengan kemajuan proyek robot raksasa mereka, semakin banyak pula rahasia aneh yang terungkap oleh Kaito yang tampaknya berhubungan pula dengan sesuatu yang dirahasiakan Misaki.

Semuanya ternyata terhubung dengan sebuah konspirasi jangka panjang yang direncanakan oleh sesuatu yang disebut Committee of 300 untuk sungguh-sungguh menghancurkan dunia. Lalu satu-satunya orang yang berhasil mengungkap hal ini, seseorang bernama Kimijima Kou, ternyata telah lama meninggal karena terbunuh, dan hanya jejak pesan-pesan rahasianya semata yang tertinggal untuk ditelusuri Kaito dan dibuktikan kebenarannya.

Tapi apa yang kemudian Kaito temukan ternyata tetap lebih mengejutkan dari yang ia kira…

Lebih ke Drama Daripada Misteri

Robotics;Notes dipaparkan dengan alur yang sangat luar biasa lamban. Ini sesuatu yang membuatku skeptis pada awalnya, apalagi dengan jumlah episode yang lebih sedikit dibandingkan adaptasi seri-seri pendahulunya. Tapi seiring perkembangannya, aku mulai nyadar bahwa ‘kelambatan’ ini memang diperlukan, sebab segala sesuatunya memang perlu diceritakan secara runut.

Pastinya, sekalipun aspek misterinya tetap ada, kelambatan ini menghadirkan nuansa yang sama sekali berbeda dibandingkan Chaos;Head maupun Steins;Gate. Bila tokoh utama pada kedua seri tersebut secara berkelanjutan dihadapkan pada suatu situasi genting, Kaito berusaha menangani sesuatu yang kalau ‘dibiarkan’ juga mungkin dirinya takkan mengalami masalah.

Seiring dengan berakhirnya episode-episode awal, kau benar-benar kehilangan bayangan soal ke mana sebenarnya seri ini mau dibawa. Ceritanya jadi lebih kayak drama slice-of-life daripada misteri sains fiksi. Kamu kayak, beneran bisa kehilangan motivasi buat nonton gitu. Lalu hingga akhir, karena kaitannya dengan tempo cerita dan pembangunan suasana, seri ini tak benar-benar bisa dibilang berakhir sebagai sesuatu yang ‘seru.’

Kita kayak susah merasakan emosi apa-apa dari menonton ini. Lebih banyak datarnya.

Mungkin kaitannya ada pada hal teknisnya juga sih. Pada banyak bagian, meski kadar dramatisasinya cukup pas, aku benar-benar merasa kalau sorotan kameranya benar-benar kurang dinamis. Mungkin ada kontras yang berusaha diciptakan antara antusiasme Akiho dan kedataran sikap Kaito, tapi tetap jadinya kita sulit ‘masuk.’ (Siapa sih, art director-nya?)

Tapi perkembangan ceritanya itu seriusan gila-gilaan.

Seriusan, ada banyak sekali hal yang terjadi dalam cerita. Sehingga terkadang kita terasa kesulitan mengikutinya, sekalipun para pembuat sudah berusaha sebaiknya agar semuanya gampang dicerna dan bisa tersampaikan secara mudah.

Untung perkembangan ceritanya berbobot dan memang para karakternya menarik dan terasa hidup. Di samping itu, aspek-aspek sains fiksinya memang benar-benar memikat.

Mungkin karena memang sudah terlanjur mengikuti keseharian mereka, kita berhasil dibuat merasakan semacam kepedulian dan simpati terhadap Kaito dan kawan-kawannya. Lalu murni kita jadi sedikit ingin tahu apa di akhir cerita mereka beneran berhasil membangun robot raksasa mereka atau tidak.

Misterinya itu juga untungnya adalah jenis yang bertambah ‘aneh’ saat semakin dalam ditelusur. Ada beberapa perkembangan cerita yang serius bikin aku membelalakkan mata.

Salju

Robotics;Notes adalah jenis seri yang kayaknya lebih mending dimainin game-nya daripada ditonton animenya, tapi bukan cuma karena alasan game-nya lebih bagus dari anime. Anime Robotics;Notes itu sama sekali enggak jelek. Cuma game-nya yang kayaknya terlampau bagus untuk diangkat sebagai anime. (Walau belakangan kudengar narasi di gamenya agak bertele-tele sih.)

Ada banyak sekali detil menarik yang kayaknya jadi dipotong atau dipersingkat, mengakibatkan beberapa hal hingga akhir kerasa kayak enggak terjelaskan. Itu juga yang kayaknya mengakibatkan masalah tempo. Tapi para pembuatnya, akibat keterbatasan waktu, kelihatannya memilih untuk memasukkan hal-hal yang pentingnya saja, dan hal-hal penting tersebut itu yang pada akhirnya berusaha mereka tampilkan sebaik-baiknya. (Walau sekali lagi, kudengar narasi di gamenya beneran bertele-tele.)

Dengan begitu, kesan terakhirku terhadap seri ini berakhir agak… uh, campur aduk.

Ini sebenarnya bukan judul yang akan kurekomendasikan jika kau bukan penggemar cerita-cerita macam begini. Tapi kalau kau sempat merasakan antusiasme terhadap Chaos;Head, lalu merasakan juga antusiasme terhadap Steins;Gate, aku tak bisa tak merasa ada baiknya kau memeriksa Robotics;Notes. Soalnya cerita( dan konspirasi)nya pada beberapa titik emang terkait. (Tennoji Nae, gadis kecil putri Mr Brown di Steins;Gate, tampil sebagai karakter dewasa yang berperan lumayan penting di seri ini, tepatnya saat proyek Akiho dkk mulai melibatkan JAXA(!).)

Satu hal lain yang sungguh-sungguh kupelajari dari seri ini adalah bagaimana kau benar-benar enggak akan bisa nebak kehidupan akan mempersiapkanmu buat apa. Di balik segala kebingungan, kemarahan, keputusharapan yang mungkin pernah kau rasain, pasti ada sesuatu di ujung jalan yang akan harus kau perjuangin.

Apalagi, saat pertaruhannya juga melebihi segala yang kau bayangin…

Adegan saat robot raksasa mereka beneran jadi dibuat itu beneran kerasa keren.

(Maksudku, itu robot raksasa, man! They literally made a giant frickin’ robot!)

Penilaian

Konsep: S; Visual: A-; Audio: B+; Perkembangan: A; Eksekusi B; Kepuasan Akhir: B

17/01/2009

Chaos;Head

(Ini adalah versi edit ulang dari ulasan sebelumnya dalam rangka menyambut penayangan anime Chaos;Child yang menjadi sekuel seri ini.)

Chaos;Head mungkin anime paling aneh yang pernah kutonton dalam sepuluh tahun terakhir.

Aku semula tertarik karena mengira ini drama suspens misteri macam Higurashi no Naku Koro Ni. Seperti halnya Higurashi, ada rangkaian pembunuhan misterius bernuansa horor di dalam Chaos;Head, ada karakter-karakter cewek manis, lalu tokoh utama cowoknya juga memiliki sifat yang lumayan menonjol. Tapi dalam perkembangan cerita… yah, sebut saja Chaos:Head berakhir menjadi makhluk yang lumayan berbeda.

Dari desain karakternya yang termasuk bishoujo, aku langsung sadar bahwa anime ini pasti diangkat dari sebuah game. Aku belakangan mengetahui pengembangannya dilakukan melalui kerjasama Nitroplus dan 5pb.. Chaos;Head adalah game yang menjadi judul pertama dari rangkaian VN science adventure mereka yang kemudian disusul Steins;Gate dan Robotics;Notes.

Versi anime dari Chaos;Head ini berjumlah 12 episode, disutradarai oleh Ishiyama Takaaki, dipenai Inoue Toshiki, dengan musik ditangani oleh Abo Takeshi. Produksinya dilakukan oleh studio animasi Madhouse dan seri ini pertama tayang pada cour terakhir tahun 2008.

Aku Ingin Berjumpa Denganmu

Chaos;Head berkisah tentang seorang remaja SMA bernama Nishijou Takumi.

Takumi tinggal di Shibuya. Dia… memiliki kecendrungan buat jadi hikkikomori. Dia tinggal sendirian. Dia sangat rendah diri. Dia sama sekali tak merasa nyaman berada bersama orang lain. Bicaranya juga gagap.

Takumi sepanjang hari menghabiskan hampir seluruh waktunya secara online di depan komputer. Dia datang ke sekolahnya hanya untuk memenuhi kuota kehadiran minimal untuk bisa naik kelas yang pembagian harinya bahkan sudah dia jadwal. Takumi biasa online baik dari rumahnya maupun dari warnet yang sering dikunjunginya. Sekali lagi, dia cuma datang ke sekolah seperlunya saja.

Lalu dalam kesendiriannya, Takumi sering berhalusinasi tentang Orgel Seira-tan, tokoh dari seri mahou shojo Blood Tune yang figurinnya sejak dulu ia koleksi dengan setia. Pada awal cerita, berbagai halusinasi /delusinya tersebut sudah mencapai tingkatan sedemikian ekstrimnya, sampai-sampai Seira-tan seolah menjadi nyata. Takumi sampai bisa mendengarnya berbicara dan bahkan kerap terlibat percakapan dengannya. Status Seira-tan di kamar Takumi (di semacam boks trailer yang dimodifikasi menjadi sebuah kamar di atap salah satu gedung milik keluarganya) sudah hampir jadi seperti istrinya, dengan bagaimana halusinasi akan Seira-tan kerap berakhir dengan bagaimana ia memeluk Takumi dan memuji-muji tentang betapa ia begitu hebat.

Tapi kehidupan monoton Takumi seakan berakhir saat pada suatu waktu, ketika sedang chatting bersama sobat online-nya, Grim, di chatroom yang biasa mereka gunakan (cerita ini berlangsung di masa ketika Internet sudah merambah, tapi penggunaan smart phone belum), Takumi yang hampir tak pernah ke mana-mana kemudian diberitahu Grim untuk waspada terhadap rangkaian kejadian aneh yang belakangan berlangsung di sekitar tempat tinggalnya. Rangkaian kejadian ini pada dasarnya adalah kematian-kematian (pembunuhan?) aneh yang metode pelaksanaannya tak terjelaskan oleh akal sehat. Entah dimulai siapa, rangkaian insiden ini tahu-tahu mulai dikenal secara luas dengan sebutan rangkaian kegilaan New Generation.

Selepas perginya Grim, tiba-tiba muncul seorang pengunjung asing yang tak Takumi kenal di chatroom. Pengunjung tersebut menggunakan nama Shogun. Lalu tanpa banyak basa-basi, Grim mulai memposting tautan-tautan berisi gambar-gambar foto yang konon berhubungan dengan rangkaian insiden tersebut. Terdorong rasa penasaran, Takumi membuka salah satu tautan. Lalu di sana Takumi melihat foto seorang pria yang tewas di sebuah gang dengan sekujur tubuh tertancap pasak-pasak logam.

Tak kuat dengan hal-hal yang guro, Takumi berusaha melupakan kejadian ini dan menegaskan bahwa urusan ini sama sekali tak berhubungan dengan dirinya.

Namun esoknya, sepulang sekolah, sesudah ia mangkal di warnet—dalam upaya menyingkirkan gangguan Nishijou Nanami, adik perempuannya yang setahun lebih muda—Takumi mencoba mengambil jalan pintas menuju rumah. Namun tanpa sadar, ia melewati gang yang ternyata sama persis dengan yang dilihatnya di dalam foto.

Bukan hanya itu.

Anehnya, Takumi juga melihat sendiri jasad pria yang dilihatnya, dalam kondisi baru tewas oleh pasak-pasak logam di sekujur tubuh.

Bukan hanya karena menjadi yang pertama menemukan TKP, Takumi langsung panik karena menyadari betapa tak masuk akalnya semua ini. Bagaimana mungkin foto yang dibukanya kemarin bisa menampilkan sesuatu yang baru terjadi hari ini? Apa yang sedang terjadi? Apa mungkin foto yang dilihatnya hasil rekayasa?

Di tengah kepanikannya, Takumi kemudian menyadari bahwa ternyata ia tak sendirian di gang itu. Tak disadarinya di awal, ternyata hadir seorang gadis berambut pink, yang mengenakan seragam sekolah yang sama dengan Takumi, yang dengan wajah sedikit terciprat darah, kemudian memandang Takumi dan dengan suara halus berkata kalau ia sudah lama ingin berjumpa dengannya.

Mengira nyawanya terancam karena mengira gadis itulah pelaku yang sesungguhnya, Takumi langsung lari tunggang-langgang. Ia lari secepatnya menuju rumah trailernya dan sebisa mungkin ingin percaya ini semua lagi-lagi hanyalah bagian dari halusinasinya.

Namun esok hari, di sekolah, betapa herannya Takumi saat mendapati bahwa gadis berambut pink kemarin ternyata duduk sekelas dengannya!

Namanya adalah Sakihata Rimi. Sikapnya riang dan akrab, dan ia benar-benar nampak kebingungan dengan segala reaksi Takumi yang seolah takut terhadapnya. Berdasarkan kesaksian Misumi Daisuke, teman sekelas Takumi yang agak playboy sekaligus satu-satunya teman sekolahnya yang masih mau berbicara dengannya, mereka bertiga rupanya telah lama bersahabat. Daisuke heran soal bisa-bisanya Takumi lupa terhadap Rimi. Daisuke bahkan menyimpan foto mereka bertiga di dalam ponselnya.

Tersadar dengan penyakit delusinya yang mungkin sudah mencapai batas yang keterlaluan, ini adalah awal mula ragunya Takumi terhadap segala ingatan dan persepsinya atas dunia.

Mata Itu, Mata Milik Siapakah Itu?

Tema yang diangkat Chaos;Head tak lain tentang delusi dan persepsi terhadap realita. Temanya sendiri dipaparkan lewat pribadi Takumi yang sedikit demi sedikit merasa seolah akan kehilangan kewarasannya. Takumi terutama diresahkan dengan bagaimana pada waktu-waktu tertentu, ia kerap merasakan tatapan seseorang atas dirinya, sekalipun dirinya sedang mengurung diri di dalam kamarnya yang notabene tertutup dan tak berjendela.

Dalam gamenya, daripada pilihan-pilhan dialog tradisional yang akan menentukan percabangan cerita mana yang akan kita lalui, ada suatu sistem yang disebut Delusional Trigger yang secara bertahap akan membentuk pribadi Takumi. Ada tiga kemungkinan yang dapat kita pilih dalam bagian-bagian cerita ketika suatu delusi/halusinasi berpotensi untuk Takumi alami, yakni:

  • Khayalan yang condong ke arah kekerasan.
  • Khayalan yang condong ke arah sesuatu yang, uh, nakal.
  • Tidak berkhayal dan tetap berpijak pada realita.

Kemungkinan mana yang kita ambil dipicu dengan memilih (atau tidak memilih) salah satu dari dua ‘gelombang’ yang akan muncul di layar seiring terdengarnya suatu bunyi khusus.

Mana yang terbaik? Yah, itu tergantung pada apa yang sedang terjadi pada waktu itu. Pastinya, alasan adanya sistem ini terungkap belakangan dalam cerita kok.

Gamblangnya, sehubungan tema supernatural yang diangkatnya, Chaos;Head sebenarnya punya cerita yang lebih bersifat sains fiksi ketimbang misteri. Makanya, perkembangan ceritanya sempat pada satu titik benar-benar membuatku kecewa sebagai penggemar misteri. Namun begitu, meski tak seberkesan yang kau harap, cerita Chaos;Head menurutku masih termasuk bagus. Ada tema-tema persahabatan dan penerimaan diri yang tak kusangka. Lalu ada twist yang menurutku keren menjelang penghujung cerita.

Meski kurang seimbang elemen-elemennya, versi anime Chaos;Head lumayan berhasil memaparkan rute utama gamenya. Eksekusinya mungkin memang bisa lebih baik. Tapi ceritanya setidaknya berakhir lumayan tertuntaskan.

Ceritanya sendiri berkembang dengan semakin bermunculannya kejadian-kejadian aneh yang Takumi sukar bedakan nyata atau tidaknya.

Terkait kehadirannya di TKP, sosok Takumi terekam CCTV. Karena itu, Takumi sempat didatangi pasangan detektif Ban Yasuji dan juniornya, Suwa Mamoru. Keduanya terlibat penyelidikan resmi kejadian-kejadian New Generation yang dilakukan polisi. Lalu saat menanyai Takumi sebagai saksi, keduanya samar-samar merasakan ada hal tertentu yang Takumi sembunyikan.

Di jalanan Shibuya, Takumi berpapasan dengan Aoi Sena, seorang siswi berandalan di sekolahnya, yang dengan cepat menyadari kalau Takumi bisa melihat sesuatu yang tak bisa dilihat orang lain. Meski semula takut terhadap Sena, Takumi kebingungan saat Sena–yang belakangan terungkap adalah putri seorang ilmuwan–tiba-tiba menjelaskan perihal teknologi rekonstruksi visual kepadanya.

Tak lama sesudah itu, Takumi didekati teman sekolahnya yang elegan bernama Kusunoki Yua, yang Takumi sulit percaya akan mau berteman dengan orang seperti dirinya. Yua tak dinyana mendekati Takumi sebenarnya karena juga mencurigai keterlibatannya dalam insiden New Generation. Lalu meski kekurangan bukti, ia mengajukan teori yang sulit Takumi bantah soal bagaimana Shogun sebenarnya adalah Takumi sendiri.

Rumor tersebar bahwa lagu-lagu yang dibawakan vokalis FES dari band indie Phantasm sebenarnya mengandung ‘ramalan’ untuk setiap insiden New Generation di dalam lirik-liriknya. Identitas asli FES ternyata adalah seorang adik kelas bernama Kishimoto Ayase. Namun lagi-lagi terjadi hal-hal ganjil saat Takumi mendatangi konsernya.

Kegilaan New Generation terus terjadi. Ada kabar tentang orang-orang hilang. Lalu di jalanan, muncul kesaksian tentang kumpulan massa yang tak diketahui asal muasal maupun tujuannya.

Ketika keanehan-keanehan semakin memuncak, seorang siswi pindahan bernama Orihara Kozue memaparkan ramalan aneh tentang sebuah bencana besar yang akan menimpa Shibuya, dan bagaimana dirinya—serta orang-orang lain seperti dirinya—sebenarnya telah didatangkan ke sana untuk mencegahnya.

Semakin kesulitan melihat kenyataan, Takumi didorong untuk mempercayai Rimi, yang menjadi faktor konstan yang terus bersikeras kalau ia akan selalu berada di pihaknya.

Cepat Temukan Pedangmu

Bicara soal teknis, Chaos;Head lumayan… menengah?

Visualnya punya ciri khas, tapi tak benar-benar bisa dibilang bagus.

Meski ceritanya cenderung suram, tetap ada nuansa keju yang kentara. Fokus ceritanya kerap melompat. Ditambah lagi, dengan desain karakternya yang warna-warni, jadinya ada semacam… ketimpangan antara warna-warni ini dengan kesuraman yang dicoba dihadirkan.

Baru belakangan aku sadar kalau pihak pengembangnya juga mungkin masih mencari-cari nuansa yang pas untuk gamenya. Makanya juga game ini bisa sedemikian berbedanya dibandingkan game-game science adventure yang menyusulnya. Lalu kesan percobaan itu pun jadinya ikut terbawa ke animenya dengan cara yang kurang optimal.

Dengan kata lain, tak ada yang benar-benar menonjol dari segi visual maupun audio pada seri ini. Desain karakternya adalah desain karakter yang sangat bergaya VN, dengan proporsi anatomi yang kurang pas kalau kau tipe yang memperhatikan baik-baik. Jadi mungkin itu akan terkesan kurang menarik bagi sebagian orang. Tapi audionya lumayan. Serius. Audionya lumayan. Dalam arti kayak tak bagus, tapi bisa gampang melekat dalam kepala.

Susah menjelaskannya. Tapi intinya, hasil akhir Chaos;Head menurutku termasuk lumayan bisa dinikmati.

Cerita utamanya yang terkesan rumit sekali lagi sebenarnya sederhana. Chaos;Head pada dasarnya tentang bagaimana berbagai pihak yang semula terpencar akhirnya bersatu untuk menentang rencana jahat Norose Genichi, direktur perusahaan iptek Nozomi.

Nozomi-lah yang rupanya menjadi dalang di balik semua yang terjadi. Melalui kerjasama rahasia dengan suatu partai politik sekaligus suatu aliran kepercayaan tertentu, Nozomi rupanya telah menjadikan seluruh Shibuya sebagai lahan percobaan untuk suatu senjata misterius baru bernama Noah II yang dapat mendatangkan korban jiwa yang tak terhitung jumlahnya.

Ada banyak hal di dalamnya yang sempat membuatku aneh. Tapi aku tetap aku terkesan dengan bagaimana semuanya menyatu di akhir. Memang terasa ada beberapa hal yang luput terjelaskan, tapi mungkin lebih baik aku bahas soal itu sesudah menuntaskan gamenya. Terlepas dari berbagai kelemahannya, ceritanya terus berkembang secara seru dengan momentum yang terus terjaga. Jadi sekali lagi, hasilnya enggak bisa kubilang jelek.

Ada sesuatu tentang bagaimana Takumi yang semula begitu rendah diri jadi bisa bangkit berkat dukungan dari para perempuan di sekelilingnya. Ada sesuatu tentang ini yang… tak benar-benar bisa aku sukai, tapi tak bisa aku benci juga.

It’s weird.

Dirinya memang menyedihkan. Tapi aku merasa kalau aku bisa jadi kayak dia seandainya berada dalam posisinya.

…Mungkin juga aku merasa kayak gini karena aku pun pernah mengalami masa-masa sulit membedakan kenyataan dan khayalan. Tapi sudahlah soal itu.

Anggap saja itu bagian dari sejarah gelap pribadiku. (Di sini juga ada Gero-tan.)

Penilaian

Konsep: C+; Visual: B-; Audio: B+; Perkembangan: A-; Eksekusi: B; Kepuasan Akhir: B+

(Pelakunya adalah si suster dan polisi junior. Shogun adalah Nishijou Takumi yang asli, dan Takumi yang kita kenal adalah manusia yang diciptakan dengan kekuatan Gigalomaniac yang kemudian mewarisi ingatan yang asli.)