Lanjut ke konten
Iklan

Posts from the ‘lists & seasonal previews’ Category

Anime Baru Musim Semi 2017

Spring kali ini adalah musim yang ditunggu. Sebagian alasannya karena akan tayangnya season baru dari sejumah seri lama yang populer.

Minatku belakangan berkurang. Tapi perlu kuakui, season baru kali ini memang termasuk menghebohkan. (Mungkin aku cuma sedang merana saja karena belum ada seri mecha baru yang bisa menggantikan Gundam IBO.)

Seperti biasa, daftar ini enggak terlalu bisa diandalkan.

(Maaf lama tak menulis. Komputerku bermasalah.)

Nanti akan aku sesuaikan kalau ada kabar-kabar lagi.

Shuumatsu Nani Shitemasu ka? Isogashii Desu ka? Sukutte Moratte ii Desuka ka? (C2C, Satelight))

Umat manusia nyaris punah oleh makhluk-makhluk yang disebut “Beast.” Sementara, makhluk-makhluk hidup lain yang masih tersisa kemudian mengungsi ke pulau-pulau terapung di langit. Tugas untuk melawan Beast kemudian diemban oleh para Faeries Leprechaun. Hanya mereka saja yang bisa menggunakan kekuatan pedang-pedang suci Kariyon yang diperlukan untuk melawan Beast. Namun Willem, manusia terakhir yang ternyata masih tersisa, kemudian terbangun sesudah lima ratus tahun. Sebuah pekerjaan mempertemukannya dengan para gadis peri ini, yang mengingatkannya kembali akan berbagai kenangan dalam perjuangannya sendiri melawan para Beast.

Juga dikenal dengan judul (panjang) Do you have what THE END? Are you busy? Shall you save XXX?, atau dengan judul alternatif (pendek) SukaSuka, ini seri yang sudah lumayan lama bikin aku penasaran. Premisnya terdengar tak menonjol, tapi banyak yang setuju kalau ini termasuk seri yang benar-benar tak biasa. Ceritanya diangkat dari seri novel buatan Kareno Akira yang diilustrasikan oleh ue. Berhubung ada homofon, judulnya sendiri sebenarnya secara kasar kira-kira berarti ‘Apa kau punya waktu di akhir pekan/dunia nanti? Apa kau sibuk? Bisa tolong selamatkan aku?’ Penyutradaraannya akan ditangani oleh Wada Junichi (Ragnastrike Angels, The Disappearance of Nagato Yuki-chan), tapi stafnya secara umum meyakinkan dengan Kareno-sensei yang terlibat dalam komposisi naskah.  Karena bobotnya yang ternyata lebih berat ke drama, seri ini menurutku berpotensi menjadi kejutan.

Busou Shoujo Machiavellism (SILVER LINK)

Nomura Fudou baru saja pindah ke sekolah yang di dalamnya, para siswi diperbolehkan membawa dan menggunakan senjata. Dengan kombinasi senjata dan ilmu bela diri, para siswi mendominasi para siswa lelaki. Namun sebagai satu-satunya yang menolak tunduk pada para gadis, kedatangan Nomura segera membawa kericuhan. Karenanya, ia menjadi sasaran Onigawara Rin, gadis bertopeng yang merupakan bagian dari Lima Pedang Penguasa yang berkuasa atas sekolah.

Diangkat dari seri manga karya Karuna Kanzaki dan Kurokami Yuuya, ini seri ‘aksi tempur pemberontakan sekolah’ yang juga dikenal dengan judul Armed Girls Machiavellism. Ceritanya punya nuansa aksi bela diri lumayan kental, yang mirip tapi enggak persis dengan yang dipunyai seri-seri macam Ikkitousen di dekade 2000an dulu. Tachibana Hideki (BlazBlue Alter Memory, Dragon Crisis!) yang akan menyutradarainya, dengan naskah yang dibuat Shimoyama Kento (Bleach, Servant x Service). Musiknya akan ditangani oleh Mizutani Hiromi (Jigoku Shoujo, Non Non Biyori) dari Nippon Columbia. Aku masih kurang tahu soal perkembangan ceritanya, tapi adegan-adegan aksinya menarik dengan bagaimana si tokoh utama tetap kuat meski bertangan kosong.

Anonymous Noise (Brains Base)

Nino, seorang gadis yang senang menyanyi, dua kali berpisah dengan dua teman masa kecilnya. Pertama dengan Momo yang disukainya. Kedua dengan Yuzu yang suka mencipta lagu. Dengan kedua anak lelaki tersebut, Nino berjanji untuk suatu hari menemukan suaranya, karena lewat suaranya tersebut mereka akan bisa menemukannya kembai. Bertahun-tahun kemudian, di bangku SMA, Nino secara kebetulan bertemu kembali dengan Yuzu. Pertemuan kebetulan tersebut menumbuhkan harapannya untuk juga kembali berjumpa dengan Momo.

Diangkat dari manga Fukumenkei Noise karya Fukuyama Ryoko, ini seri shoujo yang juga diadaptasi ke bentuk live action belum lama ini. Penyutradaraannya akan dilakukan oleh Takahashi Hideya (Keijo!!!!!!!!, Fantasista Stella) dengan komposisi seri ditangani oleh Akao Deko (Akagami no Shirayukihime, Noragami). Musiknya, yang berperan penting dalam cerita, akan ditangani oleh Sadesper Records. Aku pernah dengar kalau perkembangan ceritanya yang penuh dengan angst terbilang bagus. Mudah-mudahan adaptasinya baik.

Clockwork Planet (XEBEC)

Dunia dikisahkan telah mati karena kehabisan nyawa. Tapi sekian abad sebelumnya, di penghujung punahnya semua makhluk hidup, seorang pembuat jam misterius berhasil menemukan cara untuk membuat dunia tetap berputar melalui mekanisme roda gigi jam (clockwork). Namun demikian, tak ada seorangpun selain dirinya yang memahami metode kerjanya, yang telah mengubah dunia menjadi suatu mesin maha raksasa. Di masa kini, seorang remaja bernama Miura Naoto yang memiliki pendengaran tajam berjumpa seorang gadis automaton yang menjadi awal perubahan kembali seluruh dunia.

Diangkat dari seri novel karangan Kamiya Yuu (pengarang sekaligus ilustrator No Game, No Life) dan Himana Tsubaki, dengan ilustrasi yang dibuat oleh Shino, ini salah satu anime baru yang sebenarnya lumayan ditunggu. Penyutradaraannya akan dilakukan oleh Nagasawa Tsuyoshi (MM!, Nyaruko) sementara naskahnya akan ditangani oleh Sugihara Kenji (Shiki, Oreca Battle). Menilai dari komposisi stafnya dan key visual-nya, ada kemungkinan seri ini akan lebih bagus dari keluaran-keluaran XEBEC yang biasa. Aku dengar ceritanya punya banyak perkembangan tak terduga. Mungkin ini akan jadi salah satu judul yang aku perhatikan.

Re: Creators (TROYCA)

Mizushino Souta, seorang siswa SMA yang introvert tapi berhati baik, mendapati bahwa karakter-karakter dalam berbagai cerita anime, manga, dan game yang disukainya sebenarnya memiliki ‘maksud.’ Umat manusia, sebagai pencipta cerita-cerita tersebut, adalah keberadaan bagai dewa bagi karakter-karakter ini. Dengan munculnya karakter-karater tersebut secara nyata, dunia kita ada di ambang perubahan. Semua orang dapat menjadi Creator.

Ini proyek orisinil yang digagas oleh mangaka seri aksi populer Black Lagoon, Hiroe Rei. Aoki Ei (Aldnoah.Zero, Fate/Zero) yang akan menyutradarainya, dengan komposisi seri yang dikerjakan bersama oleh mereka berdua. Sawano Hiroyuki juga akan menangani musiknya. Berhubung temanya soal bagaimana karakter-karakter fiksi menjadi nyata, agak susah membayangkan premisnya menjadi bagus. Hanya saja, staf produksinya benar-benar kuat. Kurasa ini satu lagi seri baru yang akan menjadi tanda tanya di musim ini.

Sagrada Reset (David Production)

Sakurada adalah kota yang separuh populasinya memiliki kekuatan-kekuatan istimewa yang terlahir dari pengharapan di dalam hati. Biro administrasi di kota ini mengawasi individu-individu yang memiliki kekuatan, dan karena itu, para penduduknya bisa hidup dengan damai. Asai Kei adalah remaja yang kekuatannya berupa kemampuannya dalam mengingat apapun. Sedangkan Haruki Misora mampu ‘memutar balik’ (reset) waktu  sampai maksimal tiga hari. Dengan mengandalkan ingatan masa depan Kei yang tak hilang meski waktu dibalik, keduanya bekerjasama dalam Klub Servis untuk menyelesaikan berbagai permintaan dari teman-teman sekolah mereka. Salah satu alasannya: untuk menghapus suatu kesedihan masa lalu yang sama-sama mereka bagi.

Dikenal juga dengan judul Sakurada Reset, seri ini diangkat dari seri novel sains fiksi/fantasi remaja karya Kouno Yutaka yang belakangan juga diangkat ke bentuk live action. Kawatsura Shinya yang sebelumnya menangani Non Non Biyori yang akan menyutradarainya. Sedangkan naskahnya akan ditangani Takayama Katsuhiko. Makino Yui juga akan tampil kembali setelah sekian lama untuk membawakan lagu temanya. Sudah dikonfirmasikan seri ini akan sepanjang dua cour tanpa jeda. Ini salah satu seri baru yang terus terang akan aku perhatikan, terutama mengingat kualitas produksi studionya yang benar-benar solid.

Sakura Quest (P.A. Works)

Pada zaman ekonomi gelembung di Jepang, di sekitar tahun 1977, program micro-nation, yang dikoordinasikan pemerintah-pemerintahan lokal bersama berbagai biro wisata, mulai dijalankan secara nasional untuk menarik wisatawan dari seluruh negeri. Koharu Yoshino, seorang perempuan muda yang lamaran kerjanya sudah ditolak 30 perusahaan, mendapati dirinya diterima sebagai duta wisata/monarki dari micro nation Kerajaan Chupacabra di kota Manoyama yang kecil dan terpencil. Bersama empat perempuan lain dengan latar belakang berbeda-beda, Yoshino harus membangkitkan program wisata micro-nation kembali di kota mereka untuk biro wisata tempat mereka kini tergabung.

Menyusul Hana-Saku Iroha dan Shirobako, ini proyek orisinil ketiga buatan P.A. Works tentang dunia kerja. Ide dasarnya digagas Alexandre S. D. Celibidache (ini jelas pseudonim), penyutradaraannya akan dilakukan oleh Masui Soichi (Hitsugi no Chaika), dengan naskah ditangani oleh Yokotani Masahiro (Free!, Hataraku Maou-sama!). Pengembangan konsepnya biasanya menarik sekaligus sangat menambah wawasan. Aku benar-benar berharap hasilnya bagus.

Tsugumomo (Zero-G)

Harta paling berharga bagi Kagami Kazuya adalah kain obi peninggalan mendiang ibunya. Aroma bunga sakuranya telah membantunya menjalani hidup. Namun kain tersebut rupanya juga bisa menyelamatkan nyawanya saat berubah wujud menjadi gadis berkimono yang menyebut dirinya roh artefak. Roh tersebut bernama Kiriha, tsukumogami dari kain tersebut yang kemudian tinggal bersama Kazuya. Hidup Kazuya semakin ramai saat sejumlah gadis lain turut menyusul Kiriha untuk hidup bersamanya.

Diangkat dari seri web manga karya Hamada Yoshikazu, ini seri komedi supernatural yang sudah diserialisasikan lumayan lama. Kuraya Ryouichi akan memulai debutnya sebagai sutradara lewat seri ini, dan sekaligus juga menangani komposisi seri. Musiknya akan ditangani Takanashi Yasuharu dari Pony Canyon. Ini tak termasuk seri menonjol, tapi berhubung kelihatannya ditangani oleh staf relatif muda, aku berharap hasilnya lumayan.

Renai Boukun (EMT Squared)

Guri adalah seorang perempuan malaikat(?) bermasalah yang kemudian dipercayakan benda misterius yang bisa membuat dua orang yang berciuman saling jatuh cinta. Guri lalu muncul di hadapan seorang remaja bernama Aino Seiji untuk membantu kehidupan cintanya. Seiji selama ini memendam perasaan pada Akane, temannya di sekolah, yang sebenarnya juga suka padanya. Guri lalu mendemonstrasikan kegunaan alatnya. Lalu keadaan semakin kacau dengan terancamnya nyawa Seiji saat terungkap kalau Akane seorang yandere.

Diangkat dari seri manga komedi online karya Mihoshi Megane yang juga berjudul The very lovely tyrant of love, premisnya yang penuh kegilaan lumayan susah dijelaskan. Nigorikawa Atsushi (Anime De Training! Ex) yang akan menyutradarainya. Sedangkan Takahashi Natsuko (Long Riders!, Ore Monogatari!!) yang menangani komposisi seri. Grup idola/seiyuu Wake Up, Girls! serta monaca juga terlibat untuk menangani musiknya. Meski kurang cocok dengan seleraku, seri ini benar-benar termasuk terkenal.

Roku de Nashi Majutsu Koushi to Akashic Records (LIDEN FILMS)

Glenn Radars didatangkan gurunya untuk menjadi guru pengganti paruh waktu di Akademi Sihir Kekaisaran. Di awal, dirinya tidak memiliki motivasi, serampangan, dan tidak serius dalam mengajar. Namun Glen mulai berubah pikiran sesudah mengenal murid-muridnya. Lalu lambat laun terungkap pula bahwa dirinya bukanlah instruktur biasa.

Anime ini diangkat dari seri light novel aksi fantasi karya Hitsuji Taro dengan ilustrasi buatan Mishima Kurone. Juga dikenal dengan judul Akashic records of bastard magic instructor, meski tema dan kualitasnya mungkin tak menonjol, seri ini menarik perhatianku karena punya kedalaman cerita yang tak disangka. Kazuto Minato yang akan menyutradarainya, dengan naskah yang ditangani oleh Machida Touko (Lucky Star, The IDOLM@STER). Ada sistem sihir yang ekstensif dan karakterisasinya tak buruk. Kurasa ini salah satu seri yang tetap akan kuperhatikan terlepas dari hasilnya.

Atom The Beginning (OLM, Production I.G., Signal.MD)

Selepas bencana besar yang baru menimpa Jepang, dua ilmuwan jenius hadir untuk mewujudkan masa depan penelitian robotik. Salah satu dari mereka adalah Tenma Umatarou yang bermimpi untuk menciptakan ‘dewa.’ Sedangkan yang seorang lagi adalah Ochanomizu Hiroshi yang bermimpi menciptakan ‘sahabat.’ Keduanya berkolaborasi siang dan malam hingga akhirnya terlahir robot mutakhir A106, dewa, atau mungkin sahabat, yang kelak berujung pada penciptaan robot Atom.

Diangkat dari manga berjudul sama karangan Kasahara Tetsuro (Rideback), seri ini menjadi prekuel dari seri sangat terkenal Tetsuwan Atom/Astro Boy karangan mendiang bapak manga Tezuka Osamu. Tezuka Makoto, putra beliau, terlibat langsung dalam pengawasan dan pengembangan proyek ini, dengan sebagian konsep yang turut disumbang oleh Yuuki Masami (Patlabor, Birdy the Mighty). Sato Tatsuo (Martian Successor Nadesico, Madan no Ou to Vanadis) akan bekerjasama dengan Motohiro Katsuyuki (Psycho-Pass) untuk penyutradaraannya, lewat kerjasama juga dengan Tezuka Productions. Naskahnya akan diawasi oleh Fujisaku Jun’ichi (Blood+, Appleseed XIII). Sejumlah peneliti kecerdasan buatan juga konon mengawasi pengembangan anime ini! Ini salah satu judul baru yang kurasa sangat diharapkan bagus.

Kado: The Right Answer (Toei Animation)

Shindo Kojiro, dirjen muda Kantor Kementerian untuk Perencanaan Kebijakan, terjebak bersama 251 penumpang lain saat pesawat yang mereka tumpangi secara misterius dibawa masuk ke dalam Kado, sebuah struktur raksasa berteknologi canggih. Di dalamnya, mereka menjumpai sesosok pemuda yang menyerupai manusia biasa. Melalui pesan yang dikirim ke seluruh ponsel penduduk Jepang, Yaha-kui zaShunina, pemuda tersebut, menyampaikan maksudnya untuk terlibat dalam urusan dalam negeri Jepang. Inilah awal mula peran Shindo sebagai duta antara Jepang dengan kaum Anisotoron…

Juga dikenal dengan judul Seikai Suru Kado, Murata Kazuya (Gargantia on the Verdurous Planet) akan menjadi sutradara umum, dengan dibantu Watanabe Masaki sebagai sutradara seri. Novelis Nozaki Mado yang akan menangani naskah. Musiknya ditangani Iwashiro Taro (Arslan Senki). Sudah lama sejak Toei mengeluarkan seri anime baru, dan ini merupakan seri anime TV CG mereka yang pertama. Tema sains fiksinya mungkin hanya cocok untuk kalangan tertentu. Tapi aku benar-benar berharap hasilnya bagus.

Alice to Zouroku (J.C. Staff)

Sekelompok gadis muda menyimpan kekuatan misterius yang disebut Alice’s Dream yang memberi mereka kemampuan untuk mengubah pikiran mereka menjadi kenyataan. Dikurung dan dijadikan kelinci percobaan, anak-anak ini dikurung di suatu tempat rahasia, sampai salah seorang dari mereka berhasil lari. Sana, seorang gadis yang bisa mengabaikan seluruh hukum fisika, dalam pelariannya bertemu seorang pria tua keras kepala bernama Kashimura Zouroku. Hidup si kakek tak pernah sama lagi.

Diangkat dari seri manga karya Imai Tetsuya, sutradara Sakurabi Katsushi (Flying Witch) akan bekerjasama kembali dengan Takayama Fumihiko (Sword of the Stranger) sejak kolaborasi mereka di Gunparade March. Musiknya akan ditangani oleh TO-MAS. Visualnya cerah dan ceritanya bernuansa ringan. Agaknya, ini jenis seri yang perlu dilihat sendiri untuk dipahami daya tariknya.

Zero kara Hajimeru Mahou no Sho (WHITE FOX)

Seorang wanita penyihir bernama Zero berjumpa seorang tentara bayaran separuh binatang dalam perjalanannya memburu lembar-lembar kitab sihirnya yang dicuri. Sesudah membuka diri terhadap satu sama lain, sang tentara bayaran setuju untuk mengawal Zero yang awam terhadap urusan-urusan dunia dengan harapan dapat kelak diubah menjadi manusia. Perjalanan keduanya bermakna penting karena rahasia dalam kitab Zero yang dapat menghancurkan dunia.

Dikenal juga dengan judul Grimoire of Zero, novel aslinya yang dibuat oleh Kobashiri Kakeru memenangkan Penghargaan Novel Dengeki tahun 2013. Hirakawa Tetsuo (Kawa no Hikari, Hori-san to Miyamura-kun) yang akan menyutradarai seri ini. Ada pengharapan lumayan besar terhadap kualitasnya mengingat kesuksesan White Fox dengan Re: Zero tahun lalu. (Tak ada kaitan antara kedua seri ini.) Kudengar pembangunan dunianya memang termasuk bagus dengan tema-tema sosial yang diangkat. Mungkin menjadi salah satu judul paling menonjol musim ini.

Eromanga Sensei (A-1 Pictures)

Izumi Masamune adalah seorang siswa SMA yang sekaligus telah menjadi penulis light novel profesional, meski belum populer. Ilustratornya, meski bisa diandalkan, hanya dikenalnya dengan nama Eromanga-sensei, dan disangkanya adalah otaku gemuk mesum karena gaya gambarnya yang sangat provokatif. Sampai suatu ketika, Masamune menyadari bahwa ilustratornya ternyata tak lain adalah Sagiri, adik perempuannya sendiri, yang telah menjadi hikkikomori selama setahun. Perubahan-perubahan besar dalam hubungan mereka kemudian terjadi.

Diangkat dari seri novel buatan Fushimi Tsukasa yang diilustrasikan Kanzaki Hiro (iya, pengarang dan ilustrator dari seri novel Oreimo yang itu), ini seri ‘komedi romantis antar saudara’ yang arah perkembangannya (ehem) mungkin sudah dibayangkan sejumlah kalangan. Takeshita Ryohei (Gekkan Shoujo Nozaki-kun) akan menyutradarainya dengan naskah yang ditangani Takahashi Tatsuya (The IDOLM@STER Cinderella Girls). Secara teknis, kualitasnya nampaknya solid. ClariS dan TrySail akan masing-masing membawakan lagu pembuka dan penutupnya.

Hinako Note (Passione)

Sakuragi Hinako adalah seorang gadis yang memiliki kesulitan berbicara. Hinako tinggal di pedesaan di daerah terpencil di Jepang. Untuk meningkatkan kemampuannya berkomunikasi, Hinako memutuskan pindah sekolah ke SMA di Tokyo dan bergabung dengan sebuah klub teater. Asramanya, di luar dugaan, ternyata sebuah toko buku bekas, dan di sana, ia bertemu seorang gadis yang gemar melahap buku.

Ini seri ringan dengan karakter-karakter manis yang diangkat dari seri manga karya Mitsuki. Takahashi Takeo (Rozen Maiden, Spice and Wolf, Rokka no Yuusha) akan berperan sebagai sutradara kepala. Kitahata Toru (Haganai NEXT, Koi to Senkyou to Chocolate) akan menjadi sutradara. Naskahnya ditangani oleh Urahata Tatsuhiko (GATE, Horizon in the Middle of Nowhere). Musiknya akan ditangani Hashimoto Yukari. Kelihatannya ini judul yang akan jadi pilihan bagi kalian fans cowok yang mengharapkan sesuatu yang tak terlalu berat.

Kabukibu! (Studio DEEN)

Kurusu Kurogo adalah siswa SMA yang sangat mencintai kesenian kabuki. Kecintaannya sudah sedemikian besarnya sampai-sampai tingkahnya menyebalkan bagi orang lain. Kurogo akhirnya memutuskan untuk membangun sendiri klub kabuki di sekolahnya. Untuk itu, ia perlu mengumpulkan anggota-anggota dulu.

Berawal dari seri light novel karya Eda Yuuri yang dihiasi desain karakter khas buatan grup CLAMP yang terkenal, Yoneda Kazuhiro (Akatsuki no Yona) akan berperan sebagai sutradara dengan Nakamura Yoshiko (Hiiro no Kakera) yang akan menangani naskah. Daya tarik terbesar seri ini tentu saja ada pada para karakternya. Kurasa ini salah satu judul yang bisa menarik para pemirsa wanita.

The Royal Tutor (Bridge)

Menerima tugas Guru Kerajaan di ruang tahta Kerajaan Grannzreich, Heine Wittgenstein harus mengajar empat pangeran remaja pembuat onar yang memiliki sifat dan kecendrungan masing-masing. Masalahnya, tugas besar itu dipersulit oleh penampilan Heine yang seperti anak-anak, yang membuatnya dipandang dengan sebelah mata.

Juga dikenal dengan judul Oushitsu Kyoushi Heine, atau Königliche Familie Lehrer, ini seri lain yang lebih ditujukan untuk pemirsa wanita. Ceritanya diangkat dari seri manga komedi karya Akai Higasa dengan penyutradaraan yang dilakukan Kikuchi Katsuya (Idol Memories, Sengoku Paradise Kiwami). Naskahnya sendiri akan ditangani oleh Ueno Kimiko (Kuromajyo-san ga Tooru!!) dengan musik yang ditangani Inai Keiji di Avex Pictures.

Danmachi Gaiden: Sword Oratoria (J.C. Staff)

Aiz Wallenstein, ahli pedang terkuat, sekali lagi memasuki labirin raksasa Dungeon bersama teman-temannya di Kota Labirin Orario. Pada hari itu, di lantai kelima puluh, kelompoknya mendapati bangkai naga yang lebur menjadi abu serta pertanda-pertanda ganjil lain, yang mendorong Aiz untuk menjelajah lebih jauh ke kedalaman Dungeon, yang mengawali pertemuannya dengan seorang anak lelaki…

Sebagai proyek kesepuluh yang memperingati ulang tahun kesepuluh GA Bunko, anime ini mengadaptasi seri novel karya Oumori Fujino yang diilustrasikan Haimura Kiyotaka. Iya, seri ini merupakan cerita sampingan dari seri Is It Wrong to Pick Up Girls in a Dungeon? yang juga sempat dianimasikan J.C. Staff tahun 2015 lalu. Ceritanya kali ini mengambil sudut pandang Aiz sebelum pertemuannya dengan Bell Cranell, dan memberi gambaran lebih utuh tentang berbagai intrik yang sebenarnya tengah berlangsung di kota Orario. Sempat kudengar kualitas ceritanya tak kalah bagusnya dengan cerita utama.

Satu seri orisinil lain yang akan tayang adalah seri drama Tsuki ga Kirei yang diproduksi studio feel. Ceritanya berfokus pada Mizuno Akane dan Azumi Kotarou, dua siswa SMP kelas tiga, yang untuk pertama kalinya menjadi teman sekelas, serta hubungan mereka dengan orang-orang di sekeliling mereka. Kishi Seiji (Persona 4 The Animation, Aoki Hagane Arpeggio – Ars Nova) yang dikenal dengan arahan-arahan visualnya yang akan menyutradarainya. Sedangkan naskahnya akan ditangani Kakihara Yuuko (Orange, Digimon Adventure tri.) yang telah berpengalaman menangani seri-seri seperti ini. Gelagatnya sejauh ini lebih dari lumayan, walau aku tak bisa menyingkirkan kesan kalau ini dibuat karena Oregairu masih belum ada juga lanjutannya.

Keluaran terkini dari waralaba permainan slot Twin Angel, Twin Angel BREAK, juga akan tayang. Aku merasa aneh karena ini masih ada di usiaku yang segini. Buat yang belum tahu, ini waralaba bergenre mahou shoujo yang sempat lumayan populer. J.C. Staff yang akan memproduksinya. Jadi sekalipun ceritanya generik, kurasa hasilnya tetap akan lumayan.

Warau Salesman NEW, atau The Laughing Salesman NEW, yang diangkat dari seri lain buatan duo pengarang Doraemon, juga akan tayang. Ceritanya tentang pedagang keliling misterius yang membantu orang-orang dalam memenuhi ‘rongga’ dalam jiwa mereka… atau sebaliknya, merusak hidup mereka jika dirasa perlu. Perlu diperhatikan kalau genrenya komedi hitam dengan tema lumayan dewasa.

Menyusul berakhirnya bab-bab penutup Naruto Shippuden, Boruto: Naruto Next Generations produksi Studio Pierrot juga akan tayang. Iya, ini sekuel dari seri Naruto yang mengetengahkan petualangan anak-anak keturunan Uzumaki Naruto dan teman-temannya. Belum banyak yang diketahui soal arah perkembangannya. Kishimoto Masashi-sensei tetap terlibat. Kudengar cerita animenya mungkin berbeda cukup jauh dari manganya.

Beberapa seri baru lain mencakup: seri komedi ringan The iDOLM@STER Cinderella Girls Gekijou produksi Gathering, yang diangkat dari manga yang mengetengahkan kehidupan sehari-hari para personil Cinderella Project; Frame Arms Girl produksi ZEXCS dan studio A-CAT yang menonjolkan konsep mainan mecha musume Kotobukiya, yang pasti menarik perhatian kalangan tertentu; Love Kome – We Love Rice yang menampilkan personifikasi manusia dari jenis-jenis beras; Pri Pri Chi-Chan; The Snack World; dan Tomica Hyper Rescue Drive Head Kidou Kyuukyuu Keisatsu.

Seri fantasi petualangan berlatar dunia langit Granblue Fantasy The Animation yang diangkat dari game ponsel, yang sudah dinantikan dari musim lalu, juga akan tayang. Episode spesialnya menarik perhatian di musim sebelumnya, dan karenanya, judul ini mungkin mencolok. Produksinya masih dilakukan A-1 Pictures.

Juga akan ada sin Nanatsu no Taizai (tak ada kaitan dengan Nanatsu no Taizai yang ada Meliodas dan kawan-kawan) yang diproduksi TNK dan Artland dan dibasiskan pada konsep proyek multimedia Hobby Japan (mirip proyek Hyakka Ryouran Samurai Girls). Seri ini mengetengahkan karakter-karakter iblis perempuan rancangan Niθ yang masing-masing mewakili salah satu dari tujuh dosa besar. Ini kelihatannya jadi seri fanservice untuk musim ini.

Sebagai tambahan, kudengar seri lain yang diproduksi lewat kerjasama dengan Emon Studio dari China, The Silver Guardian, juga akan tayang. Ceritanya tentang seorang anak yang memasuki dunia game virtual untuk menyelamatkan teman sekelasnya.

Tambahan lain, seri orisinil baru dari Sanzigen Animation Studios, ID-0, juga akan tayang. Ini seri mecha yang ditangani oleh sutradara veteran Taniguchi Goro (Code Geass) dan dipenai Kuroda Yousuke (Gundam 00). Berkisah tentang siswi remaja Maya Mikuri yang terlibat insiden dengan kelompok pembajak saat menggunakan suatu I-Machine. Ini membuatnya jadi bagian kru di kapal luar angkasa suatu perusahaan ekskavasi. Ada gelagat cukup kuat kalau ini bakal jadi bagus, walau susah membayangkan persisnya karena apa.

Iya, musim kali ini banyak ditunggu karena munculnya banyak sekuel. Kesemuanya meliputi:

  • Kelanjutan seri fenomenal tentang drama perjuangan manusia lawan raksasa Attack on Titan, atau Shingeki no Kyojin (Season 2) akan ada. Stafnya tentu saja masih sama. Ceritanya akan melanjutkan pembeberan lumayan menggantung dari musim tayang sebelumnya. Aku lumayan yakin season baru yang ini akan diakhiri dengan pembeberan menggantung lagi tentang rahasia yang tersembunyi di ruang bawah tanah itu. (Para pembaca manganya, mohon untuk tidak memberi spoiler pada para penonton awam!)
  • Kelanjutan adaptasi anime baru dari seri fantasi gelap fenomenal Berserk (Season 2). Musim tayang pertamanya dinilai mengecewakan oleh para penggemar lama, tapi tak dapat dipungkiri, adaptasi ini berhasil menjangkau kalangan penggemar baru.
  • Kelanjutan seri drama komedi tentang kekeluargaan Uchouten Kazoku, atau The Eccentric Family (Season 2) juga akan tayang. Kudengar ceritanya mengangkat novel sekuel tentang keluarga tanuki Shimogamo yang hidup di Kyoto. Tentu saja akan ada karakter-karakter baru.
  • Duel Masters (Season 14) akan tayang. Aku dengar ini semacam reboot dari seri pemainan kartu ini dengan karakter-karakter yang baru sama sekali.
  • Seri baru Beyblade Burst God (Season 6) juga akan ada. Lumayan mengejutkan ini masih berlanjut.
  • Future Card Buddyfight Battsu (Season 4) juga.
  • Sekuel dari seri anime net populer Monster Strike the Animation (Season 2), tentang seseorang yang berusaha memulihkan ingatannya yang hilang melalui sebuah app, juga akan tayang.
  • Kelanjutan adaptasi anime dari salah satu manga populer Shonen Jump saai ini, Boku no Hero Academia, atau My Hero Academia (Season 2) juga akan ada. Aku terkesan dengan keputusan para produsernya untuk tak menciptakan filler.
  • Seri idola Idol Time Pripara (Season 4) akan tampil. Karakter-karakter cowok juga akan muncul.
  • Seri drama supernatural Natusume Yuujinchou Roku, atau Natsume’s Book of Friends (Season 6) masih akan lanjut. Basis penggemarnya benar-benar kuat.
  • Terlepas dari kabar buruk soal produksi Manaria Friends, Rage of Bahamut: Virgin Soul (Season 2) akan tayang. Ceritanya akan baru sama sekali, dengan fokus cerita yang baru pula. Tokoh utamanya baru, walau sejumlah tokoh lama akan kembali tampil. Kudengar umat manusia menjadi ras dominan setelah terlepasnya Bahamut di seri sebelumya.
  • Kelanjutan seri aksi komedi romantis supernatural remaja khas Takahashi Rumiko, Kyoukai no Rinne atau RIN-NE (Season 3) juga akan tayang.
  • Kelanjutan upaya Tomoya dan teman-teman perempuannya dalam membuat game di Saenai Heroine no Sodate-kata Flat atau Saekano: How to Raise a Boring Girlfriend (Season 2), juga ada. Aku pernah dengar kalau nuansa ceritanya akan mulai berubah di titik ini.
  • Seri idola penuh siswa tampan di akademi musik terkenal Starmyu (Season 2) juga akan ada.
  • Seri baru Yu-Gi-Oh! VRAINS (Season 6) yang akan lebih mendalami premis virtual reality di permainan kartu juga akan tayang. Ada sesuatu tentang konsepnya yang sangat menarik perhatianku.
  • Tambahan yang terlewat, paruh kedua dari seri ONA Mobile Suit Gundam Thunderbolt yang berlatar di Bumi juga akan tayang. Episode-episode baru dari seri mecha bernuansa musik jazz ini akan keluar secara bulanan. Sial, aku masih menganggap desain mechanya terlalu canggih untuk zamannya!

…Tunggu, bukannya anime Touken Ranbu yang diproduksi Ufotable harusnya tayang dalam waktu dekat?

Dari segi anime-anime pendek, yang terutama menonjol mencakup:

  • Kenka Bancou Otome -GIRL BEATS BOYS- tentang seorang gadis ahli bela diri yang menyamar sebagai siswa lelaki, menggantikan saudara kembarnya di sekolah khusus cowok yang penuh berandalan. Produksinya dilakukan project No.9 bersama A-Real. Ini diangkat dari game buatan Spike Chunsoft.
  • Room Mate ~One Room side M~, versi ‘untuk cewek’ dari anime One Room yang tayang di musim sebelumnya. Para penonton ditempatkan baru pindah ke suatu apartemen untuk mulai hidup mandiri, dan mulai bertemu cowok-cowok ganteng. Tyhoon Graphics yang kembali memproduksi.
  • Souryo to Majiwaru Shikiyoku no Yoru ni… yang diangkat dari seri manga dewasa untuk perempuan. Ceritanya berkisah tentang seorang wanita yang mendapati cinta pertamanya telah menjadi biksu, dan konflik batin berkecamuk saat asmara kembali tumbuh di antara mereka. Produksinya dilakukan oleh Seven. Sekali lagi, ini untuk dewasa.
  • Nobunaga no Shinobi (Season 2), musim tayang kedua tentang gadis ninja yang ingin bisa melayani tuannya.
  • Tambahan, Sekai no Yami Zukan yang akan menampilkan cerita-cerita seram dan ganjil dari berbagai penjuru dunia.

Dari segi OVA, tak ada seri baru yang benar-benar mencolok.

Dari segi film layar lebar, kurasa yang paling menonjol adalah Fairy Tail: Dragon Cry, movie kedua Fairy Tail yang memberi fokus pada karakter Natsu menjelang bab-bab akhir dari cerita di manganya.

Anime layar lebar romantis Yoru wa Mijikashi Aruke yo Otome, semacam spin off dari Youjou-han Shinwa Taikei, lengkap dengan berbagai keanehan di dalamnya, yang juga diangkat dari novel karya Morimi Tomihiko, juga akan diputar. Yuasa Masaaki juga yang menyutradarainya, dan produksinya kali ini dilakukan oleh studio Science SARU.

Lalu, tentu saja, film layar lebar BLAME! The Movie produksi Polygon Pictures yang diangkat dari manga aksi futuristik Nihei Tsutomu juga akan ada. Ceritanya akan agak berbeda dari versi manganya, lebih padat dan lebih mudah dipahami.

Tambahan, film layar lebar Yuki Yuna Is a Hero: Washio Sumi Chapter yang sudah lumayan lama ditunggu para fansnya juga akan keluar. Sori, aku lupa soal ini. Aku pernah dengar dari orang yang mengikutinya kalau ini seri yang cukup bagus.

Akan aku kabari kalau ada perkembangan-perkembangan lagi.

(Sumber dari ANN dan Anime-Now)

Iklan

Anime Baru Musim Dingin 2016-2017

…Ada banyak anime bagus yang tayang musim gugur lalu. Tapi untuk suatu alasan, hanya sedikit sekali seri yang akhirnya aku ikuti. Dari sana, aku mengerti. Orang bisa kehilangan minat karena terlanjur melewatkan momentum awal untuk memulai.

Jadi guys, jagalah momentum untuk hal-hal yang kalian anggap berarti.

Soal winter kali ini, musim kali ini agak… sibuk? Saking banyak judul baru yang diumumkan (sebagian untuk musim-musim yang lebih ke sana), lumayan susah menyusun daftar judul baru kali ini. Aku khawatir ini pertanda kondisi industri yang sudah tak lagi sehat.

Kayak biasa, daftar ini enggak terlalu bisa diandalkan.

Akan ditambahkan secara teratur kalau ada perkembangan lagi. Biasanya nanti menjelang pergantian tahun.

Akiba’s Trip: The Animation (Gonzo)

Akihabara adalah lingkungan berpikiran terbuka di mana semua orang, mulai dari para pemula sampai para ahli, akan disambut. Bahkan bila kau sendirian, apabila kau datang ke Akiba, besar kemungkinan kau akan menjumpai seseorang yang akan mengerti dirimu. Itu lingkungan di mana segalanya bisa terjadi; di mana siapapun seakan bisa melakukan apapun; sebuah lingkungan di mana kau bisa menelanjangi jiwa dan ragamu di hadapan orang lain. Lalu di lingkungan Akiba ini, yang menyediakan segalanya termasuk anime, game, maid, idola, barang-barang bekas, dan makanan murah, sebuah pertempuran antara kaum “Bagurimono” dan sebuah cerita “cewek bertemu cowok” yang teguh, akan dimulai!

Seri ini dibuat untuk memperingati ulang tahun ke-25 studio Gonzo, dan juga diangkat dari game PSP terkenal buatan Acquire, yang berlatar di Akihabara secara tepat. Dalam gamenya, kita sebagai pemain harus berhadapan dengan vampir-vampir yang kita kalahkan dengan merobek pakaiannya agar kulit mereka terekspos ke cahaya matahari. Cerita animenya sendiri kelihatannya akan berfokus ke tokoh Denkigai Tamotsu dan orang-orang yang ditemuinya dalam… yah, lebih baik nanti periksa sendiri. Ikehata Hiroshi yang sebelumnya menangani Robot Girls Z yang akan menyutradarainya. Hyodo Kazuho yang sebelumnya terlibat dalam anime ReLIFE akan menangani komposisi seri. Adik perempuanku sempat menyukai gamenya. Jadi memang ada daya tarik tertentu tentang seri ini yang sekilas tak terlihat.

Idol Incidents (MAPPA, VOLN)

Bintang-bintang idola bangkit untuk menentang pemerintahan yang korup sebagai “anggota-anggota Dewan idola” dan bekerja keras untuk megembalikan senyum rakyat Jepang melalui nyanyian dan tari. Para anggota Dewan idola tersebut tergabung dalam tujuh partai politik berbeda. Di antara mereka termasuk Hoshina Natsuki dari perfektur Niigata, Onimaru Shizuka dari perfektur Fukuoka, serta Kondou Sachie dari perfektur Toyama.

Dikenal juga dengan judul Idol Jihen, seri ini berawal dari proyek multimedia yang dicanangkan perusahaan pengembang MAGES dan 5pb. Games yang populer. Ada banyak desainer karakter ternama yang terlibat. Lalu produser musik terkenal Tsunku juga menyumbangkan lagu untuk pembuka dan penutup. Ini kasus agak aneh karena proyek game ponsel yang melandasinya telah diumumkan sejak tahun 2014, namun nyatanya masih dalam tahap pengembangan sampai sekarang. Premisnya juga agak berubah dari awal, dengan bagaimana para karakter idola sebelumnya saling bersaing memperebutkan posisi perdana menteri, sesudah suatu administrasi baru berbasis idola menyelamatkan ekonomi dan politik Jepang dari kehancuran. Mungkin sempat ada partai politik tertentu yang merasa tersindir? Animenya sendiri ditangani Yoshida Daisuke (F-Zero Falcon Densetsu, Souten Kouro). Naskahnya akan ditangani bersama oleh Takayama Naoya (Chihayafuru, Supernatural), Kawashima Sumino (Chihayafuru, Kurenai), dan Hayashi Soutarou (Photo Kano, Kurenai). Adaptasi manganya juga belum lama ini baru dirilis. Seperti yang bisa diharapkan dari MAGES, ini lagi-lagi konsep cetusan mereka yang aneh.

Urara Meirochou (J.C. Staff)

Di kota Meiro-chou, para perempuan peramal yang dikenal sebagai uranaishi hidup dan saling bersaing untuk menjadi peramal terhebat yang bergelar “Urara.” Di masa kini, seorang gadis penyendiri bernama Chiya tiba di gerbang kota. Namun kedatangan Chiya ternyata memiliki maksud selain untuk menjadi Urara. Di sana, Chiya lalu berjumpa tiga sahabat: Kon yang baik hati, Koume yang menggemari budaya barat, dan Nono yang pemalu.

Diangkat dari seri manga karya Harikamo yang diserialisasikan di majalah Manga Time Kirara, Suzuki Youhei yang sebelumnya menyutradarai Shimoneta dan Henneko yang akan menyutradarainya. Naskahnya akan dikerjakan Akao Deko yang belakangan menangani Akagami no Shirayukihime. Kalau tak salah, ini kali pertama J.C. Staff mengadaptasi suatu seri dari Manga Time Kirara. Potensi buat melihat karakter imut khas majalah tersebut dalam standar animasi J.C. Staff lumayan menarik. Maaf aku masih belum tahu banyak tentang seri ini.

Masamune-kun no Revenge (SILVER LINK)

Menjalani masa kecil sebagai anak yang sangat gendut, Makabe Masamune dendam terhadap Adagaki Aki, teman masa kecilnya yang meski sangat cantik, dengan jahat dulu menjahilinya. Kini menjadi remaja yang kurus dan tampan dengan nilai-nilai sekolah yang sempurna berkat latihan gila-gilaan yang ia jalani, Masamune pindah sekolah ke sekolah Aki dengan tekad untuk membalas Aki atas semua perbuatannya. Namun demikian, rencananya tak berjalan semulus yang ia kira.

Dibuat berdasarkan seri manga buatan Takeoka Hazuki yang digambar oleh ilustrator Korea Tiv, seri komedi romantis ini lumayan menarik perhatian semenjak diserialisasikan di Monthly Comic Rex milik Ichijinsha dari tahun 2012 lalu. Cerita manganya sudah memasuki bab-bab akhirnya, jadi nanti bisa kau harapkan cerita yang tuntas dari animenya juga. Minato Mirai yang sebelumnya menangani Fate/kaleid liner Prisma Illya akan menyutradarai. Sedangkan naskahnya akan dikerjakan Yokote Michiko (ReLife, Dagashi Kashi) bersama Shimoyama Kento (Shomin Sample, Servant x Service). Musiknya akan ditangani oleh Lantis. Meski terkadang tetap terjadi hal-hal absurd di dalamnya, cerita seri ini termasuk menarik untuk ukuran seri-seri sejenisnya karena banyaknya perkembangan tak terduga.

School Girl Strikers Animation Channel (J.C. Staff)

Akademi Goryoukan, sekolah swasta baru khusus perempuan yang populer dengan kampusnya luas, memiliki sisi tersembunyi yang bertujuan melatih kesatuan khusus Fifth Foce untuk melindungi dunia dari makhluk-makhluk supernatural tak terlihat yang disebut Oburi. Untuk melawan Oburi yang hendak memakan dunia, sebuah tim baru dibentuk dengan lima orang yang dipilih dari badan kesiswaan. Lima siswi tersebut mencakup Miyama Tsubame dan kawan-kawannya.

Diangkat dari aplikasi game smart phone bernuansa light novel kembangan Square Enix, penyutradaraannya akan ditangani Nishikiori Hiroshi yang sebelumnya menangani adaptasi anime To Aru Majutsu no Index dan Azumanga Daioh. Naskahnya akan ditangani oleh Yoshioka Takao (Sekirei, Shinmai Maou no Testament, dan High School DxD). Musiknya ditangani oleh Suzuki Mizuto dan Tokusashi Kengo, yang juga menangani musik dalam game. Mungkin masih terlalu awal buat menilai, apalagi mengingat gamenya baru keluar April lalu. Tapi kalau ditanya pendapatku pribadi, setidaknya kualitas presentasi seri ini bisa lumayan mengingat ini keluaran J.C. Staff. Meski ini mungkin bukan seri yang berbobot, ini mungkin akan jadi seri aksi fanservice yang relatif lumayan seru.

Hand Shakers (GoHands)

Di Osaka, tahun AD 20XX, sejumlah orang terpilih menerima Revelation of Babel dan memperoleh kekuatan dahsyat dalam wujud senjata-senjata Nimrode, yang terlahir dari dalam jiwa mereka. Senjata-senjata itu akan terwujud bila mereka berpegangan tangan dengan partner mereka. Mereka dikenal sebagai Hand Shakers, dan terlibat persaingan untuk menantang ‘tuhan.’

Ini merupakan proyek anime orisinil yang GoHands gagas bersama perusahaan produksi Frontier Works dan penerbit Kadokawa. Seri ini dipandang sebagian orang sebagai penerus spiritual dari waralaba K mereka, karena juga akan menampilkan karakter-karakter berjumlah banyak dan beragam dengan desain visual yang mencolok. Pasangan-pasangan yang sudah dikonfirmasi mencakup pasangan utama Tazuna bersama Koyori, lalu Riri bersama Masaru, Chizuru bersama Hayate, Kodama bersama Hibiki, dan dua sosok misterius Break bersama Bind. Musiknya akan ditangani oleh GOON TRAX. Soal rincian stafnya, masih belum ada pengumuman lanjut saat ini kutulis.

ēlDLIVE (Pierrot)

Kokonose Chuta tak punya banyak teman karena kelakuan anehnya yang sering menggumam. Ini semua dikarenakan Chuta kerap kali mendengar suara-suara di dalam kepalanya sendiri. Suara-suara itu sering mengajaknya berbicara. Sehingga semula, Chuta mengira kalau mungkin itu tanda kalau ia telah menjadi gila. Namun nyatanya, itu ternyata karena ada alien yang hidup di dalam tubuhnya, yang kemudian melibatkannya dalam berbagai urusan menyangkut polisi-polisi luar angkasa.

Seri ini diangkat dari seri manga berjudul sama karangan Amano Akira (pengarang seri manga Katekyo Hitman Reborn!) yang diserialisasikan di aplikasi Shonen Jump+ sejak tahun 2013. Aku belum tahu banyak tentang seri ini, tapi kudengar fansnya cukup antusias dan adegan-adegan aksinya terbilang seru. Furuta Takeshi (Saint Seiya: Soul of Gold, Uta no Prince-sama Legend Star) akan menyutradarai dengan dibantu Tanaka Tomoya (Blood Lad). Sedangkan naskahnya akan ditangani Takeuchi Toshimitsu (Shonen Ashibe GO! GO! Goma-chan). Musiknya akan ditangani oleh Takanashi Yasuharu dari Team-MAX. Sudah lama Pierrot tak mengeluarkan proyek baru. Kuharap hasilnya bagus.

Demi-chan wa Kataritai (A-1 Pictures)

Semenjak beberapa tahun sebelumnya, beragam monster legenda seperti vampir dan dullahan mulai bermunculan kembali di muka bumi. Mereka hadir sebagai semacam bentuk mutasi supernatural atas manusia, dan secara kolektif mulai dikenal dengan istilah ‘demi-human.’ Takahashi Tetsuo, seorang guru biologi di sebuah SMA, sebenarnya telah lama punya minat akademis terhadap fenomena ini. Tapi karena kelangkaan kasus-kasus tersebut, ia belum pernah berkesempatan mendalaminya. Sampai ketika datangnya tahun ajaran baru, sekolahnya kedatangan bukan hanya satu, tapi tiga murid baru yang merupakan demi. Takahashi memandang  ini sebagai kesempatan, dan mencoba mengadakan wawancara konseling berkala dengan murid-murid barunya yang istimewa ini. Ternyata masalah-masalah yang mereka hadapi berhubungan dengan hal-hal yang lebih lumrah dari yang ia kira.

Seri drama komedi ini diangkat dari seri manga karya Petosu yang sempat memenangkan penghargaan. Di tengah tren seri gadis monster yang belakangan melanda dunia manga, seri ini termasuk salah satu yang sebenarnya lebih ‘cerdas’ dari yang terlihat. Ando Ryo yang pernah terlibat dalam kedua musim tayang GATE akan memulai debutnya sebagai sutradara dengan seri ini. Staf veteran Yoshioka Takao yang pernah terlibat dalam Elfen Lied dan Zero no Tsukaima akan mengawasi dan menangani naskah. Musiknya akan ditangani oleh Yokoyama Masaru yang belakangan makin dikenal sesudah BBK/BRNK dan Gundam: IBO. Seri ini juga dikenal dengan judul Interviews with Monster Girls.

ACCA 13-Ku Kansatsu-Ka (MADHOUSE)

Di dunia yang terbagi ke dalam 13 bangsal, masing-masing bangsal memiliki suatu divisi pengamatan yang dikendalikan oleh sebuah organisasi besar bernama ACCA. Masing-masing divisi pengamatan bertugas untuk mencatat setiap kejadian yang terjadi di dalam ketiga belas bangsal untuk mencegah berbagai ketidakadilan dan konspirasi. Jean Otus adalah wakil kepala dari departemen inspeksi di kantor utama ACCA. Dirinya, yang dijuluki sebagai ‘penerima puntung rokok’, juga dikenal sebagai anggota paling lihai dari organisasi ini.

Diangkat dari seri manga seinen buatan Ono Natsume, seri ini terutama mencolok karena akan disutradarai oleh sutradara One-Punch Man, Natsume Shingo, dengan naskah yang ditangani oleh Suzuki Tomohiro (One-Punch Man, Tiger & Bunny). Musiknya akan ditangani Takahashi Ryou yang sebelumnya terlibat dalam Regalia: The Three Sacred Stars dan Oshiete! Galko-chan. Karena satu dan lain hal, seri ini merupakan salah satu judul paling mencolok di musim ini.

Kuzu no Honkai (Lerche)

Hanabi dan Mugi adalah sepasang remaja yang dipandang sebagai pasangan idaman. Mereka memiliki daya tarik menawan dan perilaku yang membuat mereka disegani. Namun demikian, keduanya sama-sama menyimpan rahasia: hubungan mereka nyatanya palsu. Keduanya sebenarnya saling menjalin hubungan dalam upaya melupakan rasa suka mereka yang sesungguhnya terhadap orang-orang lain. Lalu kepalsuan mereka lambat laun juga menjadi sesuatu yang semakin sulit mereka jaga.

Dikenal juga dengan judul Scum’s Wish, ini seri romansa psikologis yang diangkat dari seri manga agak kontroversial karangan Yokoyari Mengo. Ando Masaomi yang dikenal berkat arahannya di School-Live! akan menyutradarai seri ini. Naskahnya akan ditangani Uezu Makoto (Konosuba, Akame ga KILL!). Musiknya akan ditangani oleh Yokoyama Masaru (BBK/BRNK, Mayoiga). Kudengar manganya adalah jenis yang memikatmu dengan konsepnya di awal, tapi semakin menguji kesabaranmu seiring berkembangnya cerita. Terlepas dari itu, visualnya memiliki nuansa memikat. Ini seri yang akan tayang di Noitamina untuk musim ini.

Youjou Senki: Saga of Tanya the Evil (Studio NuT)

Seorang gadis muda ikut berjuang di garis depan medan pertempuran. Rambutnya pirang, matanya biru, dan kulitnya putih nyaris transparan. Ia terbang di udara dan menghabisi musuh-musuhnya tanpa ampun. Namanya adalah Tanya Degurechov. Dengan suara anak perempuan, ia memimpin sepasukan tentara. Tanya dalam kehidupannya yang lalu adalah salah satu eksekutif kantoran paling elit di Jepang. Namun kemarahan sosok dewa misterius X atasnya membuatnya terlahir kembali sebagai anak perempuan. Meski begitu, mengutamakan efisiensi di atas segalanya, ia kemudian menjadi penyihir paling berbahaya di kalangan penyihir kekaisaran.

Diangkat dari seri novel Carlo Zen yang diilustrasikan oleh Shinotsuki Shinobu, ini salah satu seri bergenre isekai yang belum sempat aku bahas. Penyutradaraannya akan dilakukan oleh Uemura Yutaka (Dantalian no Shoka). Ihara Kenta (Ajin) akan menangani naskahnya. Sedangkan musiknya akan ditangani oleh Katayama Shuuji (Overlord, Popin Q). Berhubung yang memproduksinya adalah studio relatif baru, ada banyak hal yang kayaknya dipertaruhkan. Tapi sejauh ini, gelagatnya terbilang baik, dengan banyak perhatian yang diberikan terhadap detail. Ceritanya sendiri punya nuansa militer yang kuat dengan latarnya di dunia alternatif yang mirip awal abad 20. Buat sebagian orang, adanya band MYTH&ROID yang membawakan lagu pembuka sudah menjadi cukup alasan untuk memeriksa seri ini.

Piacevole! My Italian Cooking (Zero-G)

Trattoria Festa adalah restoran masakan Italia yang dikelola oleh beragam orang yang tak biasa. Seorang siswi SMA bernama Nanase Morina mulai bekerja di sana. Lalu melalui hidangan-hidangannya yang tak biasa, Nanase juga mulai semakin dewasa sebagai pribadi.

Juga dikenal dengan judul Piace: Watashi no Italian, seri ini diangkat dari seri manga karya Watanabe Atsuko yang diserialisasikan di aplikasi manga Comico. Staf veteran Sakurai Hiroaki (Kodocha, Di Gi Charat) yang akan menyutradarainya, dengan Watanabe-sensei sendiri (yang pernah bekerja sebagai animator) terlibat dalam produksinya. Nuansa visualnya benar-benar manis. Mudah-mudahan hasilnya bagus.

Little Witch Academia (Studio Trigger)

Kagari “Akko” Atsuko terkesima oleh penampilan penyihir Shiny Chariot dalam pertunjukan sihir yang dilihatnya sewaktu kecil. Kekagumannya membawa gadis biasa tersebut untuk bergabung dalam Akademi Luna Nova, akademi penyihir perempuan yang ternama. Berbekal keyakinan bahwa “Hati yang percaya adalah kekuatan sihirmu.” Akko dan kawan-kawannya terlibat berbagai hal di sekolah tersebut.

Setelah pertama terwujud lewat bantuan dana Anime Mirai pada tahun 2013, dan kemudian dibuat film sekuelnya melalui crowdfunding, akhirnya proyek ini terwujud juga versi seri TV-nya. Yoshinari Yoh akan kembali sebagai sutradara dan desainer karakter asli proyek ini. Sedangkan Shimada Michiru, yang sebelumnya menangani naskah versi film layar lebar, akan kembali untuk menangani komposisi seri. Mudah-mudahan hasilnya tetap bagus. Ini salah satu seri baru paling mencolok di musim ini.

Chaos;Child (SILVER LINK)

Pada tanggal 9 November 2009, wilayah Shibuya di Tokyo diterpa gempa dahsyat berskala 7,8. Api hitam menyebar dan kepanikan massal terjadi, menelan korban tewas sebanyak 3.851 jiwa dan melukai 30.927 orang. Enam tahun sesudahnya, pada bulan Oktober 2015, di wilayah Shibuya yang tengah direkonstruksi, serangkaian kejadian kematian yang tak terjelaskan terjadi kembali. Kejadian ini menyerupai insiden-insiden kematian New Generation yang sempat berlangsung sebelum gempa Shibuya. Rangkaian kejadian ini mulai dikenal sebagai “Kembalinya kegilaan New Generation” dan menjadi pertanda akan kembali terjadinya bencana baru.

Seri psycho suspense Chaos;Child merupakan sekuel langsung Chaos;Head yang sebelumnya juga sempat diangkat jadi anime, yang merupakan judul pertama dalam seri game science adventure yang dikembangkan bersama oleh MAGES dan 5pb. Ceritanya kembali berlatar di Shibuya, namun akan mengangkat karakter-karakter baru sama sekali. Jinbo Masato akan mengarahkan anime ini dan sekalian menangani komposisi seri. Abo Takeshi (Steins;Gate, Robotics;Notes) dan onoken (Accel World) akan menangani musiknya. Kuakui, ini salah satu judul baru yang paling kuminati musim ini.

Fuuka (Diomedea)

Haruna Yuu adalah seorang remaja pemalu yang baru pindah sekolah. Karena pemalu, ia memiliki kebiasaan untuk membuka smart phone-nya untuk memeriksa Twitter. Yuu kemudian berkenalan dengan Akitsuki Fuuka, seorang gadis riang yang memikat namun tak punya ponsel. Di sisi lain, Yuu belakangan mulai terhubung lagi dengan teman masa kecilnya, Hinashi Koyuki, yang kini telah menjadi penyanyi ternama. Yuu lalu mengundang Fuuka untuk menghadiri salah satu konser Koyuki. Lalu di sanalah, ketiganya untuk pertama kalinya bertemu. Mulailah terjalin cinta segitiga antara cinta yang bermula dari media elektronik, dengan cinta yang tidak bermula dari media elektronik.

Diangkat dari manga drama romansa bernuansa dunia musik karya Seo Kouji, Fuuka semacam sekuel dari seri manga Seo-sensei terdahulu, Suzuka, dengan bagaimana Fuuka merupakan putri dari dua tokoh utama di Suzuka. Ceritanya benar-benar khas Seo-sensei, yang sifatnya agak hit or miss karena jenis konflik dan karakter yang diangkatnya. (Apa semua manga romansa di Weekly Shonen Magazine seperti ini?) Tapi adaptasinya sejauh ini terlihat benar-benar meyakinkan, dengan gaya visual memikat serta musik yang terdengar menjanjikan. Kusakawa Keizou (Kan Colle) yang akan menyutradarai, dengan naskah ditangani oleh Akashiro Aoi (Endride, Konosuba). Iga Takurou (Aria the Scarlet Ammo Double A) bersama WEST GROUND akan menangani musiknya. Oh iya, kau tak perlu sudah mengikuti Suzuka untuk bisa menikmati Fuuka. Adaptasi anime Suzuka sebelumnya juga tak mencakup keseluruhan cerita di manganya. (Pengisi suara Suzuka dan Yamato dari anime Suzuka juga menyuarakan peran mereka kembali di Fuuka.)

Minami Kamakura Koukou Joshi Jitensha-Bu (A.C.G.T., J.C. Staff)

Maiharu Hiromi adalah seorang gadis SMA yang baru pindah dari Nagasaki ke Kamakura. Menggunakan sepeda ke sekolah, Hiromi menyadari betapa lamanya ia sudah tak bersepeda. Saat itulah, Hiromi berjumpa dengan Akitsuki Tomoe, yang kemudian membantunya untuk lebih pandai dalam bersepeda.

Diangkat dari seri manga karya Matsumoto Noriyuki, penyutradaraannya akan ditangani oleh Kudo Susumu (Mardock Scramble: The First Compression) dengan naskah ditangani Sunayama Kurasumi (Bakuon!!). Kurasa ini jenis seri tentang gadis-gadis yang tergabung dalam suatu ekskul, namun ceritanya kudengar akan memaparkan soal kompetisi turnamen juga. Maaf aku masih belum tahu banyak tentangnya. Terlepas dari itu, pemandangan Kamakura yang menjadi latarnya kelihatannya akan benar-benar berkesan.

Kemono Friends (Yaoyorozu)

Di Japari Park, sebuah kebun binatang raksasa terintegrasi, ada zat misterius yang disebut ‘pasir bintang’ yang menyebabkan banyak binatang berubah wujud menjadi makhluk-makhluk serupa manusia yang disebut Animal Girls. Japari Park adalah tempat yang ramai dan banyak pengunjung. Namun suatu hari, ada seorang anak hilang yang tersesat di taman itu. Anak hilang tersebut melakukan perjalanan untuk bisa pulang. Tapi berhubung ada banyak Animal Girls yang kemudian ikut menemaninya, perjalanannya berubah menjadi petualangan besar.

Diangkat dari game ponsel buatan Nexon (yang justru akan berhenti layanannya sebulan sebelum seri ini tayang!), konsep karakter aslinya dibuat oleh Yoshizaki Mine, pembuat manga Keroro Gunsou dengan penyutradaraan dilakukan oleh TATSUKI (Tesagure! Bekatsu-mono). Naskahnya sendiri akan ditangani oleh Tanabe Shigenori (Danchi Tomoo). Nuansanya sendiri terkesan riang dan sederhana (dengan daya tarik lebih bagi kalian penyuka kemonomimi). Studio Yaoyorozu sudah lama tak terdengar kabarnya, jadi aku pribadi berharap hasilnya bagus. Oh iya, latarnya lebih cocok disebut taman safari raksasa ketimbang kebun binatang raksasa.

Gabriel Dropout (Doga Kobo)

Gabriel White Tenma, yang menjadi murid teladan di sekolah malaikat dan kemudian belajar di sekolah manusia di bumi dalam upaya mengejar pengetahuan, tahu-tahu mulai keranjingan bermain sebuah webgame dan akhirnya berubah menjadi orang yang terlalu malas pergi ke mana-mana. Jadilah dari seorang malaikat teladan, dirinya menjadi malaikat tak berguna. Seorang “datenshi.”

Diangkat dari seri manga karya Ukami, seri komedi ini menyatukan kembali para staf yang sebelumnya bekerja sama dalam Himouto! Umaru-chan. Ohta Masahiko akan menangani penyutradaraannya, dengan naskah ditangani oleh Aoshima Takashi. Seperti yang bisa diharapkan dari keluaran studionya, visualnya cerah, manis, dan penuh warna.

Kobayashi-san Chi no Maid Dragon (Kyoto Animation)

Kobayashi adalah wanita pekerja kantoran biasa yang menjalani hidup membosankan, tinggal sendirian di apartemennya yang kecil, sampai suatu hari, ia menyelamatkan seekor naga betina yang sedang kesusahan. Naga tersebut, yang dinamai Tohru, mampu berubah wujud menjadi anak perempuan yang manis. Lalu Tohru mulai bersikeras untuk membalas budi dengan mulai tinggal bersama Kobayashi.

Juga dikenal dengan judul Miss Kobayashi’s Dragon Maid, ini satu lagi seri komedi yang diangkat dari seri manga sederhana karya Coolkyoushinja (pengarang I Can’t Understand What My Husband Is Saying dan Komori-san wa Kotowarenai!). Berhubung KyoAni yang menganimasikannya, kita bisa harapkan tampilan visual yang mencolok. Penyutradaraannya akan dilakukan oleh Takemoto Yasuhiro (Amagi Brilliant Park, Hyouka) dengan naskah yang akan ditangani Yamada Yuka (Neo Angelique Abyss, Umi Monogatari). Musiknya akan ditangani oleh Itou Masumi di Lantis. Meski tak pernah terlalu menonjol, dari dulu karya-karya Cool-sensei selalu digagas dari ide yang sederhana, tapi menarik.

Selebihnya, akan ada proyek anime orisinil Seiren yang dicetus oleh Takayama Kisai, perancang karakter dari seri game romansa KimiKiss dan Amagami, yang produksinya ditangani oleh studio Gokumi dan AXsiZ. Jadi buat kalian para cowok yang sempat menyukai KimiKiss: Pure Rouge dan Amagami SS (dan sekalian saja aku sebut, meski Takayama-san tak terlibat di dalamnya, Photo Kano), mungkin ini seri yang akan kalian minati. Masih belum banyak yang diketahui tentang ceritanya, selain dari bagaimana tokoh utama bernama Masakazu(?) Shouichi menjalin hubungan dengan gadis-gadis kenalannya di SMA Teruhi Higashi. Pola ceritanya kabarnya akan seperti Amagami SS, dengan pendekatan per bab ke tiga heroine. Temanya kelihatannya akan seputar tumbuh dewasa dan menentukan masa depan.  Desain dan konsep karakternya menarik, dengan cakupan cerita yang kelihatannya tak hanya satu sekolah. Kobayashi Tomoki yang sebelumnya menangani Akame ga KILL! akan menyutradarainya. Sedangkan naskahnya akan dibuat oleh Takayama-san sendiri. Musiknya akan ditangani Nobusawa Nobuaki.

Untuk para fans cewek, Marginal#4 Kiss Kara Tsukuru Big Bang akan dianimasikan J.C. Staff. Seri ini diadaptasi dari waralaba idola milik Rejet dan Idea Factory. Marginal#4 ceritanya adalah grup idola cowok yang berada di bawah label Pythagoras Production milik Rejet, seperti halnya Unicorn Jr. dan Lagrange Point. Visualnya termasuk meyakinkan untuk anime sejenis ini, dengan Suzuki Kentaro (Little Busters!) sebagai sutradara. Naskahnya akan ditangani Yokotani Masahiro (Free!, Re:ZERO).

Studio XEBEC juga akan memproduksi BanG Dream!, suatu seri bertema girl band yang dibuat berdasarkan proyek multimedia Bushiroad dan OLM.  Ceritanya mengetengahkan Toyama Kasumi dan teman-temannya yang tergabung dalam band Poppin’Party. Novelis Nakamura Kou yang menggagas cerita aslinya dengan desain karakter asli buatan Hitowa. Ootsuki Atsushi (Argevollen, Wagnaria!!2) yang akan menyutradarai dan Ayana Yuniko (Locodol, Hello!! KINMOZA) yang akan menangani komposisi seri. Para seiyuu karakter utama juga akan menampilkan pertunjukan live terkait ini juga.

Masih menyusul tamatnya seri manga ninja Naruto, novel-novel epilog Naruto Hiden/Shinden juga akan mendapatkan adaptasi anime TV-nya di musim ini. Mungkin lagi-lagi jadi bagian seri Shippuden yang masih tayang? Ceritanya akan mencakup bagian-bagian cerita Shikamaru Hiden, Konoha Hiden dan Sasuke Shinden. Kudengar novel-novel lainnya masih terbit, jadi mungkin seri ini juga masih akan berlanjut.

Granblue Fantasy the Animation yang diangkat dari game ponsel keluaran Cygames juga akan dianimasikan oleh A-1 Pictures. Mungkin di antara kalian ada yang sudah kenal waralaba ini berkat visual dunia langitnya yang menggugah serta musiknya yang megah (yang ditangani oleh Uematsu Nobuo dan Narita Tsutomu, dua komposer  waralaba Final Fantasy). Penyutradaraannya akan dilakukan oleh Itoh Yuuki (Magical Girl Lyrical Nanoha ViVid). Mudah-mudahan ceritanya berbobot. (Buat yang mau tahu, intinya konon tentang bagaimana pemuda bernama Gran memulai perjalanan bersama si gadis misterius Lyria untuk lari dari kekaisaran jahat, sembari menuju suatu pulau di tempat di mana ayahnya berada.) Sedikit tambahan, seri TV-nya ternyata ditunda sampai April, dan yang nanti akan tayang adalah episode spesial Zankutinzeru-hen pada pergantian tahun.

Kudengar Onihei Crime Reports in Edo, atau Onihei Hankachou yang diproduksi Studio M2 juga akan tayang di musim ini. Seri ini diangkat dari seri novel karangan Ikenami Shoutarou yang berlatar di zaman Edo (1603-1868), dan mengisahkan tentang sepak terjang penyelidik Hasegawa Heizou dalam menghukum penjahat dan melindungi masyarakat dari perampokan dan pembakaran. Miya Shigeyuki (Buzzer Beater, Blood Lad) akan menyutradarai dan sekalian merancang karakter. Untuk yang belum tahu, Studio M2 merupakan studio baru yang didirikan oleh Maruyama Masao, pendiri studio Madhouse dan MAPPA. Kualitas animasinya kemungkinan besar akan mencolok. Ini menarik untuk kalian yang suka protagonis-protagonis yang sudah agak berusia.

Ada proyek 6HP – Six Hearts Princess cetusan Murakami Takashi, yang dianimasikan oleh Studio Poncotan. Seniman mebae terlibat di dalamnya sebagai desainer karakter dan sutradara animasi. Ini patut dilihat untuk visualnya yang mencolok. Mungkin ini akan jadi seri anime pendek.

Chiruran: Nibun no Ichi juga akan tampil. Ini sebenarnya merupakan seri komedi lepasan resmi bergaya SD dari seri utamanya, Chiruran: Shinsengumi Chinkon-ka yang dibuat oleh Umemura Shinya dan Hashimoto Eiji. Berita ini sempat membingungkan, karena justru seri utamanya yang disangka akan dianimasikan. (Ini juga mengecewakan sebagian fans, berhubung seri utama Chiruran penuh bishonen dengan latar belakang sejarah yang menarik.)

Sebagai tambahan, Nyanko Days yang diproduksi EMT Squared juga akan tayang. Ceritanya tentang seorang gadis pemalu yang menjalani kesehariannya dengan kucing-kucing peliharaannya (yang divisualisasikan seperti manusia). Ceritanya diangkat dari seri manga karya Tarabagani, dengan Hiraike Yoshimasa (Wagnaria!!, Kaleido Star) berperan sebagai sutradara.

Beberapa seri lama yang kabarnya akan lanjut dengan season baru di musim ini antara lain:

  • Anime bersepeda Yowamushi Pedal NEW GENERATION (season 3), yang berlatar di tahun ajaran baru sesudah lulusnya para sempai. Ceritanya akan ditandai dengan masuknya anggota-anggota baru? Sebagian besar staf produksinya masih sama. Produksinya masih dilakukan TMS Entertainment.
  • Musim tayang baru dari seri komedi fantasi hit Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku o! (season 2). Ceritanya kelihatannya akan langsung meneruskan tamat sedikit menggantung season pertamanya sesudah Kazuma ditahan pihak kerajaan. Ini kabar baik yang sudah ditunggu para fans.
  • Kelanjutan seri drama bersejarah tentang kesenian raku-go dan hubungan kuat antar para karakternya yang diangkat dari seri manga karya Kumota Haruko, Shouwa Genroku Rakugo Shinjuu: Sukeroku Futatabi-hen (season 2). Kudengar musim pertamanya lumayan mengguncang hati. Ini akan tayang di blok waktu Animeism.
  • Ao no Exorcist: Kyoto Fujou Ou-hen atau Blue Exorcist: Kyoto Impure King Arc (season 2), yang merupakan kelanjutan tak disangka dari anime aksi fantasi Ao no Exorcist. Masih diangkat dari manga karya Kato Kazue, produksinya akan dilakukan A-1 Pictures. Namun demikian, Hatsumi Koichi (Deadman Wonderland) yang kini akan menangani sebagai sutradara beserta pergantian sejumlah staf lainnya.
  • Seri fantasi Reikenzan: Eichi e no Shikaku (season 2) yang diangkat dari novel online Guo Wang Bi Xia juga akan tayang. Produksinya masih dilakukan Studio DEEN.
  • Seri boys love bernuansa kekeluargaan Super Lovers (season 2) juga akan tayang lagi.
  • Seri drama berbau supernatural sekaligus lingkungan hidup Rewrite: Moon-hen/Terra-hen (season 2) yang diangkat dari game buatan Key juga akan tayang. Sesudah rute umum (common) diangkat dalam season lalu, kudengar season kali ini akan mencakup rute Moon dan Terra dari gamenya, yang nantinya akan berujung ke akhir cerita yang sesungguhnya.
  • Seri komedi Ai Mai Mi (season 3) tentang tiga sahabat perempuan di satu sekolah kudengar juga akan lanjut.
  • Tambahan, Tales of Zestiria the X (season 2) juga akan lanjut, meneruskan cerita yang menggantung dari musim sebelumnya.
  • Aku lupa. Gintama juga. (Apa? Season berapa? Apa penting aku menyebut ini?)

Perlu disebut kalau Nanbaka (season 2) juga akan langsung berlanjut dari musim lalu, namun bukan lewat siaran TV, melainkan lewat layanan siaran digital.

Dari segi seri-seri pendek, sejauh yang kudengar, baru antara lain:

  • Sandwhale and Me, sebuah proyek orisinil dari Production I.G. yang juga dibuat untuk merayakan ulang tahun keduapuluh saluran Toonami milik Cartoon Network. Kabarnya tentang seorang prajurit wanita yang terdampar di gurun dan harus menangkap paus pasir untuk bertahan hidup?
  • One Room, sebuah proyek orisinil buatan Typhoon Graphic dengan karakter desain buatan Kantoku, desainer karakter buat Henneko.
  • Chou Shounen Tantei-dan NEO keluaran DLE. Inc. Kelihatannya lagi-lagi intepretasi dari karya-karya Edogawa Ranpo?
  • Tambahan, Sentai Heroes Sukiyaki Force yang dikeluarkan oleh Studio 4°C. Ini akan jadi komedi sureal yang akan fokus ke produksi pangan perfektur Gunma.
  • Tambahan, seri cerita seram Yamishibai yang cukup populer akan berlanjut dengan musim keempatnya.

Ada banyak film layar lebar yang mencolok di musim ini. Sejauh ini termasuk:

  • Popin Q yang dikeluarkan oleh Toei Animation, yang berkisah tentang lima gadis yang dipanggil ke dunia lain namun mendapati konflik mereka sendiri?
  • Film layar lebar Monster Strike yang kudengar akan bersifat prekuel
  • Film romansa Suki ni Naru Sono Shunkan o: Kokuhaku Jikko Iinkai yang meneruskan tema waralabanya soal pernyataan cinta.
  • Cyborg 009: Call of Justice yang memaparkan kembalinya Joe Shimamura dan kawan-kawannya untuk melawan kejahatan akibat bayang-bayang musuh baru. Kudengar gaya desain karakternya kembali berubah secara mencolok.
  • Kuroshitsuji: Book of the Atlantic yang sudah lama ditunggu oleh para fans. Ceritanya, tentu saja, berlatar di atas kapal.
  • Adaptasi layar lebar novel sains fiksi Genocidal Organ karangan Project Itoh yang akhirnya beres, sesudah kasus bubarnya studio Manglobe tempo hari.
  • Film layar lebar yang sudah lama ditunggu, Sword Art Online the Movie: Ordinal Scale yang mengangkat tema soal augmented reality, juga akan tayang. Konon penayangan ini juga akan mengiringi tampilnya arc baru di seri novel SAO yang sebelumnya tak ada di versi webnovelnya. (Iya, yang kumaksud adalah kelanjutan dari bab Alicization.)
  • Trilogi film Chain Chronicle: Haeccietas no Hikari keluaran Telecom Animation Film dan Graphinica yang diangkat dari game ponsel berjudul sama kembangan Sega. Ini seri bertema fantasi, dan kudengar cerita animenya memaparkan berlanjutnya perjuangan sesudah kegagalan sang pahlawan menyelamatkan dunia. Ceritanya tahun depan akan diadaptasi dalam format seri TV juga kok. Ralat: Seri TV-nya ini juga ternyata akan tayang di musim ini.
  • Kuroko no Basketball the movie: Last Game yang berlatar sesudah kedua tokoh utamanya naik kelas. Aku tak tahu apa film ini akan menutup cerita dari serinya. Tapi sejauh yang aku dengar, mereka akan berhadapan dengan lawan tanding tim bola basket jalanan dari Amerika. Ceritanya diangkat dari episode manga Extra Game?

Hmm? Kalau tak salah mau ada film layar lebar untuk Prince of Tennis dan Trinity Seven juga? Lalu kompilasi Kabaneri of the Iron Fortress juga ada?

Beralih ke soal OVA dan episode lepas. Menjelang pergantian tahun, kudengar akan ada episode spesial untuk Osomatsu-san dan Fate/Grand Order. Fate/Grand Order dari studio Lay-Duce terutama ditunggu oleh para penggemar Type Moon, dengan durasi lumayan panjang (74 menit!) dan pendekatan baru terhadap konsep Perang Cawan Suci. Kudengar ada anime spesial dari studio Khara, studio yang mengerjakan film layar lebar Rebuild of Evangelion, berjudul Dragon Dentist. Kudengar ada episode spesial untuk Milky Holmes, serta akan ada episode penutup dalam bentuk DVD yang sudah lama ditunggu untuk Kamisama Kiss. Ada juga OVA untuk Danmachi (adaptasi anime dari spin off-nya Sword Oratoria, masih belum ada kabar). Kalau tak salah, seri horor Higanjima juga akan dirilis ONA-nya.

Tambahan, seri lepasan dari Assassination Classroom, Koro Teacher Quest, akan mulai tayang Desember ini. Ceritanya mengetengahkan Koro-sensei sebagai raja iblis jahat di sebuah dunia fantasi yang harus dikalahkan oleh Nagisa dan kawan-kawan sekelasnya. Menyusul tamat seri utamanya, ini diadaptasi dari seri manga berjudul sama yang bisa jadi semacam pengobat bagi para fans yang berharap lebih.

Kalau ada kabar lainnya, mungkin akan aku tambahkan lagi.

(Dari ANN, ANIME NOW!, dan sumber-sumber lain.)

Xanadu Next

Terkadang, menulis soal game itu bisa seriusan susah.

Aku dulu pernah berjanji pada seseorang untuk menulis tentang seri Tactics Ogre. Lalu semakin aku mendalami tulisan-tulisan orang lain tentangnya, semakin susah untuk menulis itu tanpa mengaitkannya ke seri induknya, Ogre Battle Saga. Aku jadi stres sendiri! Meski jumlah gamenya enggak banyak, aku perlu mencoba beberapa judulnya secara ekstensif buat memahami feel dari masing-masing judulnya, dan… uh, itu enggak gampang.

Semua game dari seri Ogre Battle itu panjang, man!

Apalagi dengan kesibukanku(?) belakangan.

(…Oke. Mungkin bukan kesibukan. Yang lebih menyita waktu mungkin sebenarnya adalah krisis identitas. Belakangan aku terkadang iri pada para protagonis cerita-cerita isekai yang tahu-tahu meninggal dunia dan berkesempatan mulai dari awal di sebuah dunia lain.)

(…Oke. Tactics Ogre: The Knight of Lodis juga enggak terlalu panjang sih.)

Tapi terlepas dari itu, belum lama ini, pihak lisensor terpercaya XSEED membereskan lokalisasi ke Bahasa Inggris resmi untuk versi PC dari Xanadu Next.

Mereka bahkan merilisnya di Steam!

Xanadu Next merupakan game aksi RPG yang dikembangkan oleh perusahaan Nihon Falcom (para pembuat seri aksi RPG Ys dan Legend of Heroes). Game ini aslinya dirilis di PC tahun 2005(!). Sempat juga dilokalisasi. Tapi untuk suatu alasan, versi yang diterjemahkan dulu adalah versi port (yang sangat inferior, bahkan dengan cerita berbeda) yang dirilis untuk konsol permainan portable N-Gage buatan Nokia, yang terus terang, meski idenya menarik, merupakan suatu produk gagal. (Ini semua terjadi di zaman sebelum smart phone digunakan secara umum. Bahkan sebelum zaman ponsel Blackberry.)

Kenapa game jadul berusia lebih dari 10 tahun lalu dipaksa untuk diterjemahin sampai rilis sekarang? Bahkan sesudah ada patch terjemahan Bahasa Inggris yang sudah dibuat oleh para fans?

Karena ini bagus! Meski tampilannya sudah agak berusia (dan sebenarnya, visual gamenya memang terbilang agak kolot bahkan saat pertama rilis), Xanadu Next itu seriusan bagus!

Puri di Tengah Kabut

Cerita Xanadu Next berlatar di sebuah pulau bernama Harlech. Pulau ini terletak di tengah danau teramat luas. Lalu kita ceritanya berperan sebagai seorang mantan ksatria yang dimintai tolong oleh sahabat lamanya, Charlotte L. Wells, untuk menemaninya menjelajahi berbagai reruntuhan di sana. Mereka berharap bisa menguak kebenaran tentang berbagai misteri yang ada di tempat itu. Salah satunya adalah soal keberadaan Puri Strangerock, yang secara ajaib hanya muncul dan terlihat pada hari-hari berkabut.

Singkat cerita, ketika akhirnya sampai di Harlech, sedang merebak beberapa kabar tak enak berkenaan terbunuhnya seorang pengunjung lain oleh sesosok pria misterius beberapa waktu sebelum kita dan Char tiba. Lalu saat kita mulai menjelajah, suatu insiden terjadi. Karakter yang kita mainkan, tak dinyana juga menjadi korban dari sosok ahli pedang misterius yang belakangan diketahui bernama Dvorak ini. Untungnya, nyawa kita terselamatkan. Roh kita masih berhasil diikat ke badan berkat kehadiran makhluk-makhluk halus yang disebut Guardian, yang memang menjaga keselamatan masing-masing penduduk setempat semenjak mereka masih bayi. Para Guardian istimewa karena bahkan sanggup memberikan kekuatan-kekuatan tertentu pada orang-orang yang terikat dengan mereka.

Meski demikian, nasib kita jadinya terikat pada Harlech, berhubung para Guardian hanya terdapat di pulau tersebut. Tapi berdasarkan informasi yang dikumpulkan, kondisi kita konon bisa dipulihkan seperti sedia kala asalkan kita bisa menemukan pedang pusaka Dragonslayer, yang didesas-desuskan berada di suatu tempat di Pulau Harlech dan memiliki kekuatan sangat dahsyat.

Pencarian akan pedang tersebut meneruskan alasan awal kedatangan kita dan Char ke Harlech. Yakni untuk menemukan kebenaran tentang hilangnya peradaban kuno Xanadu, yang konon telah membangun jaringan labirin luas di bawah tanah pulau untuk suatu tujuan tertentu.

Kenangan Tahun-tahun Pertama Perusahaan

Sedikit membahas soal sejarah, Xanadu Next merupakan perilisan terkini dari seri Xanadu milik Falcom. Pada saat yang sama, seri Xanadu juga sebenarnya merupakan lepasan (spin off) dari seri Dragon Slayer mereka yang terkenal.

Seri Dragon Slayer ini… bagaimana menjelaskannya ya?

Wajar kalau kalian asing dengan seri Dragon Slayer, berhubung ini pertama keluarnya di masa sebelum seri Zelda dan Ys bahkan diciptakan. Jadi, seri ini berawal dari era game PC tahun 1984, sebelum kemunculan sistem NES atau Famicom. Tapi di dalamnya sudah ada konsep-konsep penjelajahan, pengumpulan barang, penaikan level, dan sebagainya.

Hanya saja, meski Dragon Slayer terbilang sebagai pencapaian besar pada zamannya (terutama dengan bagaimana Falcom pada dekade 80an menjadi pengembang yang fokusnya di PC, dan baru tahun-tahun belakangan saja mereka merambah ke konsol), sebagian besar game Dragon Slayer (game pertama maupun sekuel-sekuelnya) bakal terbilang terlalu mendokusai (enggak balik modal dari sisi waktu dan tenaga) untuk dimainkan di zaman sekarang. Karena bahkan dengan musik khas Falcom yang keren sekalipun, kesemuanya relatif susah. Apalagi dengan bagaimana game-game tersebut sebenarnya tak berkaitan dengan satu sama lain. Tak ada kaitan sama sekali dari sisi cerita. Hanya mengusung kemiripan tema, gaya gambar dan gaya musik.

Bahkan bisa dibilang kata ‘Dragon Slayer’ hanya kayak semacam ‘merek dagang’ yang Falcom tempelkan pada game-game pertama mereka.

Kalau kalian akrab dengan game-game Ys yang awal (tepatnya, game pertama sampai keempat), mungkin kalian tak asing dengan konsep ‘menyerang dengan menabrak’ yang game-game tersebut usung. Jadi, dengan mengasumsi tombol ‘serang’ belum diciptakan, karakter yang kita mainkan akan mengalahkan musuh-musuh dengan ‘menabrak’ mereka. Tapi ‘menabrak’ ini biasanya tak bisa secara langsung. Harus dari sisi samping atau serong depan. Atau kalau bisa, belakang. Ini susah, karena arah hadap si musuh lazimnya akan mengikuti gerakan kita.

(Aku pertama berpengalaman dengan pola permainan ini saat memainkan Ys IV: Mask of the Sun. Aku ingat jelas kalau aku memainkannya sampai tamat, tapi aku sempat tak bisa ingat apapun soal ceritanya, selain dari adanya karakter orang-orang bersayap dan bertopeng dan latarnya di pulau yang penuh hutan.)

Nah, meski dipopulerkannya oleh seri Ys,  awal mula konsep ‘menyerang dengan menabrak’ tersebut sebenarnya berawal dari seri Dragon Slayer ini.

Seperti seri Ys, game-game Dragon Slayer itu sepenuhnya dilihat dari ‘atas.’ Dalam game Dragon Slayer (yang paling pertama) kita ceritanya menjadi karakter yang harus menjelajahi semacam labirin raksasa. Tujuan akhir kita adalah untuk membunuh seekor naga. Hanya saja:

  1. Kita perlu menemukan senjata kita dulu. Sebelum kita bisa melakukan ‘menyerang sambil menabrak’ yang aku bilang tadi.
  2. Kita perlu grinding dulu dengan menjadi lebih kuat. Tapi ini bukan dilakukan dengan mengalahkan monster, melainkan dengan menemukan dan mengumpulkan sejumlah ‘batu kekuatan’ yang harus kita pindahkan(!) ke dalam ‘rumah’ kita (yang juga dapat kita gerakkan bila perlu).
  3. Kita perlu mengumpulkan berbagai barang dan kekuatan sihir untuk bisa memecahkan berbagai tantangan dalam labirin, seperti untuk menghancurkan tembok atau mendorong kotak. (Lalu kita hanya bisa membawa satu barang dalam satu waktu!)
  4. Banyak monster yang kita hadapi punya kemampuan aneh-aneh, yang termasuk di antaranya adalah mencuri batu-batu kekuatan yang dengan susah payah telah kita kumpulkan.

Game-game (yang mendapat cap) Dragon Slayer berikutnya menampilkan berbagai inovasi sekaligus perbaikan terhadap konsep mula ini. Singkatnya, kalau yang mau tahu, mereka terdiri atas:

  1. Xanadu, yang menjadi yang pertama mengkombinasikan konsep penjelajahan ini dengan sudut pandang permainan dari samping. Seperti Dragon Slayer, kita ceritanya harus menjelajahi labirin bawah tanah raksasa. Kita juga punya misi untuk membantai naga. Namun kini, ada beragam NPC yang kita temui di kota-kota (di dalam labirin), ada banyak perlengkapan yang dapat kita pakai dan beli (yang akan level up secara terpisah; jadi kalau kita beli senjata baru, perlu waktu smapai senjata baru kita menjadi lebih efektif dari senjata kita yang lama). Jadi, ada elemen-elemen platformer di dalamnya juga, seperti tangga dan lubang yang perlu dilompati. Kalau bertemu musuh atau masuk kota, sudut pandang permainan kembali berubah dari atas, dengan pengecualian saat melawan musuh-musuh besar. Seluruh dunianya benar-benar seperti labirin raksasa yang harus kita jelajahi. Namun penjelajahannya tak selalu linear, dan terkadang kemajuan yang kita peroleh terjadi tanpa kita pahami. Menyulitkannya lagi, ada semacam sistem Karma yang ditentukan oleh jenis-jenis monster tertentu kita kalahkan. Kalau kita terlalu banyak mengalahkan monster ‘baik’, maka kita takkan diizinkan untuk masuk ke Kuil-kuil yang kita perlukan untuk level up (alasannya konon karena para monster ‘baik’ itu aslinya adalah manusia yang dikutuk). Meski begitu, karena beneran keren untuk zamannya, seperti yang kubilang di atas, Xanadu kemudian berkembang menjadi serinya sendiri.
  2. Romancia, yang mirip dengan Xanadu, hanya saja ditampilkan dengan nuansa yang sangat kawaii. Segala sesuatunya juga disederhanakan, dengan dunia lebih kecil, aspek eksplorasi yang dikurangi, dan kebutuhan kustomisasi karakter yang dihilangkan. Meski demikian, tampilan imut itu seriusan menipu karena permainannya sendiri tetap brutal. Di samping sistem Karma yang masih tetap ada dan beragam proses aneh yang perlu kita lakukan, kita bisa kerap mentok karena alasan-alasan konyol. Ditambah lagi, ada juga batas waktu yang membatasi berapa lama permainan bisa kita selesaikan.
  3. Drasle Family (atau Legacy of the Wizard), yang lagi, mirip dengan Xanadu. Hanya saja kita bermain sebagai sebuah keluarga yang merupakan keturunan pahlawan yang mengemban tugas untuk mengalahkan kejahatan yang kembali sedang bangkit (termasuk dengan binatang peliharaan mereka). Jadi, ada sejumlah karakter dengan berbagai perbedaan dan keistimewaan masing-masing yang kita mainkan sekaligus. Labirinnya benar-benar besar. Menarik, tapi tetap tak gampang.
  4. Sorcerian, yang awalnya mirip dengan game RPG barat, yang dibuka dengan bagaimana kita membuat empat karakter untuk digunakan dalam satu party. Tapi daripada RPG pada umumnya, permainannya sendiri tetap platforming yang aksinya dilihat dari samping. Karakter-karakter kita juga punya keistimewaan masing-masing yang dapat kita pertukarkan sewaktu-waktu. Seperti Xanadu, Sorcerian juga berkembang menjadi serinya sendiri. Seri satu ini menonjol karena pengembangannya dilakukan secara modular, dengan jenis-jenis kampanye dengan berbagai tema yang beragam. Cerita-ceritanya juga kebanyakan berdiri sendiri dan tidak ‘menyatu.’ Kita tetap bisa mengumpulkan barang dan melakukan jual beli. Seri ini relatif lebih mudah dibandingkan judul-judul yang lain, tapi tetap lebih cocoknya untuk pecandu game-game antik.
  5. Legend of Heroes, yang merupakan RPG ‘normal,’ lengkap dengan sistem pertempuran berbasis giliran. Sistem permainannya sangat mirip seri Dragon Quest, hanya saja dengan empat orang dalam satu party dan musik yang terbilang bagus. Ceritanya di luar dugaan lumayan, dan akhirnya juga berkembang menjadi serinya sendiri. Masih tetap susah, dengan random encounter tinggi, walau mulai game kedua, musuh-musuh jadi terlihat di layar. Mulai game ketiga dan seterusnya, seri Legend of Heroes berkembang menjadi seri yang tersendiri, yang kesemua gamenya berlatar di dunia yang sama, tapi di waktu dan wilayah yang berbeda-beda. Yang paling terkenal di antaranya, tentu saja, adalah trilogi Trails in the Sky yang nuansa dunianya sangat kaya.
  6. Lord Monarch, yang merupakan seri RTS. Seri ini aneh dan tak terlalu menonjol, dengan motif-motif aneh seperti fast food dan opsi untuk membangun aliansi tapi keharusan untuk menang sendiri, jadi mungkin tak perlu banyak dibahas.

Putri Pengantin Hitam

Aku kepikiran untuk menggali lebih banyak soal seri Dragon Slayer (dan akhirnya membuat tulisan ini), karena cerita Xanadu Next seriusan membuatku penasaran soal game-game sebelumnya.

Setelah kutelusur, ternyata Xanadu Next memang tak punya kaitan apa-apa dengan game-game Xanadu yang telah lalu. Hanya tema dan motif permainannya yang mirip. Tapi bagaimana aku enggak penasaran? Sepanjang permainan, kita dihadapkan pada berbagai legenda dan mitos yang mereferensikan banyak kejadian yang telah lalu gitu.

Dalam Xanadu Next, kita ceritanya menjelajahi peradaban kuno Xanadu, yang disebut dibangun oleh raja ternama Kublai Khan (kalau di dunia nyata, ini namanya Shangdu, ibukota Dinasti Yuan di Cina). Lalu dalam penjelajahan kita atas berbagai labirin dan puing-puing di Pulau Harlech, ada berbagai prasasti batu yang bisa kita temukan. Kesemua prasasti itu ujung-ujungnya menjabarkan bagaimana Xanadu merupakan negeri yang sejahtera dan makmur, sampai datangnya iblis bersosok raja naga jahat yang bernama Galsis.

Dikisahkan kalau Galsis muncul dua kali dan dikalahkan juga sebanyak dua kali. Dirinya takluk oleh dua orang berbeda; pertama oleh seorang pahlawan misterius dan kedua oleh seorang putri. Konon ia takluk berkat kekuatan senjata pusaka Dragonslayer yang lagi kita cari itu. Tapi Xanadu anehnya lenyap bersama kekalahannya.

Keberadaan Puri Strangerock menjadi kayak semacam teka-teki berkelanjutan di sepanjang cerita. Berhubung di tempat tersebut, konon terlihat sosok misterius Black Bride (‘pengantin perempuan hitam’), yang kemunculannya menjadi pertanda akan datangnya bencana.

Lalu meski tak terlalu menonjolkan cerita, seperti halnya banyak game-game Falcom belakangan, nuansa dunianya benar-benar kuat. Meski aku baru mencobanya sebentar, Xanadu Next langsung mengingatkanku akan berbagai game keluaran Squaresoft di era PlayStation 1 (Persisnya, Brave Fencer Musashi serta Dewprism/Threads of Fate). Aku langsung jatuh cinta, karena nuansa dunia dan ceritanya memang sekuat itu (meskipun secara teknis, game ini pertama keluarnya di era PlayStation 2).

Ada dua macam prasasti yang dapat kita temukan, yakni tabulae dan memoires. Tabulae adalah rangkaian prasasti yang memaparkan sejarah lahir dan runtuhnya Xanadu yang misterius. Sedangkan memoires adalah rangkaian catatan kuno dari seorang putri(?) yang bisa jadi memberi kita informasi lebih jauh tentang penyebab lenyapnya Xanadu.

Lalu kita ceritanya adalah seorang ksatria dari kelompok legendaris Northsea Chevaliers yang telah kehilangan kehormatan dan tujuan hidupnya akibat kebijakan pemerintah kerajaan yang mengundang tanda tanya. (Tepatnya, kebijakan seorang perdana menteri yang mungkin jahat.) Nama mendiang atasan yang dulu kita hormati bahkan dikenali oleh para warga Harlech. Meski dengan grafis terbatas, seluruh warga Harlech juga diberi nama dan memiliki kepribadian masing-masing. Lalu mereka menyikapi kehadiran kita dengan cara beragam.

Meski tak berdampak besar pada permainan, semua cerita latar ini benar-benar memperkaya dunianya. Dunia permainannya jadi terasa besar dan lebih memikat, membuat semua tantangan dan upaya kita terasa lebih berarti.

Agak mengejutkan buatku, karakter Char, yang pertama menarik perhatianku dalam deskripsi gamenya, ternyata adalah semacam tipe karakter ‘adik perempuan’ yang berbicara dengan logat antik. Ceritanya, Char yang manis ini adalah seorang akademisi yang berasal dari panti asuhan yang sama dengan si tokoh utama. Lalu dirinya yang mengajak kita untuk turut serta dalam ekspedisi ini untuk memulihkan kita dari kesedihan sesudah hasil War of the Knights beberapa waktu sebelumnya. Dalam permainan, dirinya yang berperan menerjemahkan semua prasasti yang kita temukan. Padanya juga kita bisa menitipkan uang dan barang. Lalu sesekali, dirinya juga akan membuatkan kita bekal makanan (yang memulihkan lebih banyak HP dibandingkan penyembuh biasa).

Ceritanya sendiri berkembang dengan agak tak biasa. Semakin dalam kita menjelajahi labirin-labirin Harlech, kita mulai dihadapkan pada sejumlah monster kuno yang lepas dari segel. Lalu kita mulai bersimpangan jalan dengan sosok-sosok misterius yang mungkin berhubungan dengan sejarah Xanadu lebih dari yang kita kira.

Point and Click

Sebelum Xanadu Next dan selain game orisinilnya, secara garis besar, seri Xanadu terdiri atas game-game:

  • Faxanadu, yang pada dasarnya merupakan game Xanadu yang dirilis untuk Famicom, hanya saja dikembangkannya oleh Hudson, bukan Falcom. Sangat mirip dengan Zelda II, yang berupa game aksi platform dengan elemen-elemen RPG yang dilihat dari samping, hanya saja lebih mudah untuk dimainkan. Kita lagi-lagi menjelajahi sebuah dunia bawah tanah untuk menyelamatkan kampung halaman kita yang diserang kejahatan, tapi ceritanya tak berkaitan dengan game sebelumya.
  • Legend of Xanadu, atau Kaze no Densetsu: Xanadu, yang merupakan game baru sama sekali. Mulai memiliki nuansa visual anime yang kuat. Kita berperan sebagai semacam pangeran yang merupakan keturunan seorang pahlawan. Sangat mirip dengan game-game Ys, lengkap dengan urusan fetch quest-nya yang bisa berkepanjangan, hanya saja dengan jumlah musuh pada satu waktu yang lebih banyak serta peta-peta yang lebih luas. Kita juga akan memperoleh anggota-anggota tim yang ikut bertempur bersama kita. Aku seriusan suka gaya artwork-nya. Ada juga segmen-segmen platforming yang dilihat dari samping, yang akan muncul pada akhir setiap bab (dan biasanya lebih susah dari pertempuran biasa yang dari atas). Katanya oleh para penggemarnya, ini dipandang sebagai game yang beneran bagus.
  • Legend of Xanadu II, atau Kaze no Densetsu: Xanadu II, sekuel yang melanjutkan cerita dari game pertama. Karakter-karakter yang kita mainkan sama. Sangat mirip, hanya dengan durasi agak lebih pendek. Aksi para anggota tim kita lebih efektif, dan ada beberapa perbaikan pada sistem platforming-nya. Lalu kota-kota lama yang telah kita tinggalkan juga kini bisa kita datangi kembali.

Selain itu, ada juga game relatif baru Tokyo Xanadu yang baru dikeluarkan tahun 2015 lalu, yang merupakan game kembangan pertama Falcom yang berlatar di dunia modern. Nuansanya mirip game-game Persona modern kembangan Atlus yang belakangan terkenal. Hanya saja, dalam genre action RPG. Terjemahan Bahasa Inggrisnya sedang dibuat oleh Aksys Games dan dijadwalkan untuk rilis tahun depan.

Sebenarnya, Tokyo Xanadu adalah alasan utama aku tertarik dengan seri Xanadu sesudah Xanadu Next. Aku tahu pada akhirnya game ini tak berkaitan dengan game-game Xanadu sebelumnya. Dibandingkan adikku, aku memang masih awam dengan game-game Falcom. Tapi soal satu ini, lebih baik kita bahas lain kali.

Kalau menjelaskan secara singkat, Xanadu Next sendiri adalah kombinasi RPG dan genre tebas-tebasan pedang hack and slash. Ada bagian-bagian cerita dan teka-teki gitu. Sekilas, jadinya mirip dengan game-game Zelda atau Alundra. Tapi kalau ditilik lebih dalam, Xanadu Next sesuatu yang lebih dari itu.

Kekhasan game-game Xanadu kurasa terdapat pada:

  • Labirin luas yang bisa dijelajah.
  • Perlengkapan yang tumbuh kuat semakin seringnya kita pakai.

Xanadu Next memiliki kedua hal itu.

Xanadu Next benar-benar menonjolkan aspek penjelajahannya. Selama menjelajahi labirin dan memecahkan teka-teki, kita akan menemukan berbagai barang yang akan membantu dalam perjalanan kita. Ada jalan-jalan pintas yang kemudian bisa dibuka. Rasanya menarik melihat bagaimana setiap bagian jadi sambung-menyambung dengan yang lainnya.

Selain itu, semakin sering kita menggunakan sebuah senjata yang kita punya, maka keahlian kita dengan senjata tersebut juga akan semakin baik. Meski minor, ini menjadikan kita perlu melakukan sejumlah penyesuaian setiap kali ganti senjata.

Selain serangan biasa, kita juga bisa mempelajari sejumlah skill dari senjata-senjata yang kita gunakan. Skill-skill tersebut bisa aktif (seperti melancarkan serangan sihir es atau memunculkan medan pelindung listrik) maupun pasif (menambah parameter kekuatan, memunculkan lebih banyak uang dari musuh, dsb.). Namun kita hanya bisa dilengkapi empat skill dalam satu waktu. Di samping itu, kita harus menggunakan masing-masing senjata untuk jumlah tertentu untuk menjadikan skill yang dimilikinya permanen.

…Kita tetap perlu mendatangi kuil untuk mendistribusikan bonus stat yang kita peroleh setiap naik level sih. Itu satu khas lain seri Xanadu yang seri ini punya.

Hanya di kuil pula kita bisa mengubah Guardian yang menjaga kita. Sebagai orang yang kembali dari kematian, ceritanya ikatan roh kita terhadap Guardian terbilang lemah dibandingkan para penduduk Harlech yang biasa. Karenanya, kita bisa menukar-nukar Guardian yang terikat dengan kita berdasarkan kartu-kartu Guardian yang kita temukan. Dengan demikian, kita juga bisa mengubah bonus kemampuan yang kita peroleh dari sang Guardian. Guardian yang sedang terhubung dengan kita juga bisa naik level seiring dengan banyaknya musuh yang kita kalahkan, membuat keistimewaan yang dimilikinya semakin efektif.

Dari segi teknis permainannya sendiri, Xanadu Next juga lumayan mirip game-game Ys. Meski ada gerakan-gerakan menebas dan menangkis yang nyata, kita tetap perlu pandai-pandai mengatur posisi kita secara relatif terhadap musuh. Serangan dari arah samping atau belakang tetap akan memberikan kerusakan lebih besar. Lalu itu berlaku baik bagi kita maupun musuh.

Xanadu Next juga tak terlalu bisa dikatakan sebagai game yang susah. Tapi sebagai keluaran Falcom, ini tetap game yang menantang. Game ini takkan memaksamu melakukan grinding berlebih. Namun dari waktu ke waktu, Xanadu Next tetap memberimu kejutan. Mulai dari teka-teki yang membuatmu heran sampai ke musuh-musuh baru yang secara mengejutkan bisa memukul dengan sangat keras.

Resiko mengalami kematian di Xanadu Next termasuk lumayan. Kau bisa mempertahankan kemajuan karaktermu, tapi resikonya kau jadi kehilangan sebagian uang dan barang yang telah kau temukan. Tapi secara umum, Xanadu Next seriusan termasuk game seimbang.

Kadang terasa seperti ada hal-hal yang dengan sengaja tak dijelaskan sih. Seperti pada bagaimana lompatan kita bisa lebih tinggi secara diagonal, atau bagaimana kotak ternyata bisa didorong ke elevasi yang lebih tinggi. Tapi asal kau tak berhenti coba-coba dan bereksperimen, kau serius bisa menemukan gaya permainanmu sendiri.

Dari segi presentasi, visual Xanadu Next mungkin biasa, tapi musiknya terbilang keren. Ada nuansa sendu kuat yang diusung oleh cerita maupun musiknya, yang terus terang lumayan kusukai.

Satu hal unik lain dari Xanadu Next adalah apabila kita tak menggunakan gamepad, maka kendalinya secara umum dilakukan menggunakan tetikus (mouse). Ini membuatnya terdengar mirip seperti ARPG hack and slash macam Diablo dan Path of Exile, atau MOBA seperti League of Legends dan DOTA; tapi kendalinya secara teknis berbeda. Menggerakkan karakter kita dilakukan dengan menahan tombol kursor di satu arah, dan bukannya mengkliknya pada sasaran tujuan. Serangan biasa terhadap musuh juga hanya terjadi bila kita mengklik musuh yang berjarak dekat. Tombol roda mouse bahkan digunakan untuk mengubah sudut pandang kamera. Meski membuatku aneh di awal, skema kendali ini ternyata beneran bagus. Ini memudahkan pergerakan analog yang kadang perlu kita lakukan.

Perjalanan Baru

Aku sempat mendengar sejumlah keluhan soal game-game Falcom yang belakangan. Konon, kebanyakan seperti kurang berhasil mewujudkan potensi-potensinya yang sesungguhnya. Tapi sesudah mencoba Xanadu Next, aku serius tertarik untuk tahu lebih banyak tentang game-game Falcom yang lain.

Sejauh ini, yang baru kucoba adalah Trails in the Sky FC, tapi itupun belum tamat.

Mungkin yang kurasakan ini semacam dampak berhasilnya sebuah perusahaan dalam membuat produk yang bagus? Xanadu Next kayak mengingatkan diriku tentang pentingnya berpikir strategis dan menggali diri untuk menjadi lebih baik.

Mungkin habis ini aku akan mencoba memainkan lagi beberapa game Ys.

(Sumber informasi dari situs HardcoreGaming101)

Anime Baru Musim Gugur 2016

Maaf belakangan enggak nulis. Waktu yang aku punya semakin menipis. Selain karena kondisi pekerjaan, ada beberapa isu pribadi yang perlu dibereskan.

Terlepas dari itu, sekarang sudah mau musim gugur. Ini kayaknya akan jadi autumn yang agak lain dari biasa. Kurasa ada beberapa studio yang sedang melakukan upaya ofensif?

Kayak biasa, daftar ini enggak terlalu bisa diandalkan.

Akan disesuaikan sesudah ada kabar-kabar lagi.

Magic-kyun Renaissance (Sunrise)

Di dunia di mana karya-karya seni dapat menghasilkan keajaiban, orang-orang yang dapat memicu semangat hidup lewat penciptaan Magic Arts dikenal sebagai Artistas, yang juga dipekerjakan di bisnis dunia pertunjukan. Di SMA Swasta Hoshinomori yang mengkhususkan pendidikan untuk para Artistas, seorang siswi sedikit aneh bernama Aigasaki Ohana masuk sebagai murid pindahan. Oihana ditempatkan sebagai bagian panitia perencanaan Hoshinomori Summer Festa yang diadakan setiap tahun. Keputusan ini mengawali kehidupan sekolah romantisnya dengan enam siswa tampan yang memiliki spesialisasi Artista mereka masing-masing.

Seri ini adalah proyek multimedia yang konsep aslinya dicetuskan Yatate Hajime (dengan kata lain, keseluruhan staf studio Sunrise). Gamenya juga akan keluar dalam waktu dekat untuk konsol PS Vita. Ada beberapa anime pendek juga yang sudah dibuat untuk promosinya. Yamazaki Mitsue yang sebelumnya menangani Hakkenden: Eight Dogs of the East yang akan menyutradarainya. Konparu Tomoko, yang sudah berpengalaman dengan seri-seri macam ini lewat Dance with Devils dan seri Uta no Prince-sama, akan menangani naskahnya. Berhubung ini keluaran asli Sunrise, meski ini bergenre reverse harem, aku tak bisa tak membandingkannya dengan Love Live!. Untuk para fujoshi, visualnya terbilang menarik dengan desain baju seragam yang lumayan mencolok.

Magic of Stella (SILVER LINK)

Honda Tamaki, seorang siswi yang baru masuk SMA, tahu-tahu mendapati dirinya tergabung dalam Klub SNS, sebuah kegiatan ekskul di sekolahnya yang mengkhususkan pada pembuatan game-game indie (doujin). Di bawah kepemimpinan presiden klub Murakami Shiina (yang juga memprogram) dan dorongan Fuda Yumine (yang menjadi fujoshi), Honda bergabung sebagai ilustrator di grup tersebut.

Seri ini diangkat dari seri manga Stella no Mahou buatan Cloba.U, yang merupakan jenis seri tentang keseharian sebuah klub yang anggotanya siswi-siswi manis semua. Sutradara Non Non Biyori, Kawatsura Shinya, yang akan menyutradarainya. Shimo Fumihiko (Clannad, Myriad Colors Phantom World) yang akan menangani naskahnya. Meski tema soal membuat game sekarang sudah lumayan sering diangkat, gelagat seri ini masih terbilang bagus. Visualnya yang terbilang cerah juga memberi kesan kalau ini punya elemen penyembuhan (iyashikei), tapi mungkin itu cuma aku.

Girlish Number (Diomedea)

Karasuma Chitose adalah seorang mahasiswi yang bercita-cita menjadi pengisi suara idola. Memulai karirnya dari bawah, ia dibantu oleh kakak lelakinya, Karasuma Gojo, yang berperan sebagai manajer. Kehidupan barunya sebagai seiyuu ternyata membawanya pada berbagai hubungan persahabatan dan persaingan dengan para seiyuu lain.

Konsep asli ceritanya disusun oleh Watari Wataru, pengarang seri drama remaja terkenal Oregairu. Beliau juga yang menangani komposisi seri. Ilustrator QP:flapper, yang telah dikenal dengan desain-desain beliau yang sangat manis, yang akan merancang karakter-karakter untuk seri ini. Ibata Shota akan memulai debut sebagai sutradara seri sesudah sebelumnya terlibat dalam KanColle dan Medaka Box. Menilai keluaran-keluaran mereka belakangan, aku mendapat kesan Diomedea seperti sedang banyak bereksperimen. Terlepas dari itu, visualnya mencolok. Lalu ada potensi drama karakter yang kuat di seri ini.

Idol Memories (Seven Arcs Pictures)

Di tahun 2035, teknologi virtual reality telah berevolusi sedemikian rupa, sehingga pemirsa kini dapat merasakan perjalanan keliling dunia dan memperoleh pengalaman pertunjukan live dari dalam kenyamanan rumah mereka. Di masa ini, para bintang idola mengadakan pertunjukan untuk pemirsa di seluruh dunia. Seiring dengan bertambahnya popularitas para idola yang tampil dalam Ruang-ruang VR, Akademi Swasta Kanon didirikan di Beginning Island untuk melatih calon-calon idola baru. Para idola bersaing demi mencapai puncak Liga Idola Dunia. Dua grup idola baru yang masing-masing beranggotakan tiga orang, StarRing dan Shadow, mengawali karir mereka di sekolah ini.

Digagas oleh perusahaan Happy Elements Asia Pacific  yang mengembangkan game ponsel Ensemble Girls!! dan lepasannya, Ensemble Stars!, seri ini menjadi tayangan berformat baru yang separuhnya berupa animasi dan separuhnya lagi berupa segmen live action. Masih belum bisa komentar banyak tentangnya, tapi ada beberapa aspek dari konsepnya yang lebih menarik dari yang kukira. Kikuchi Katsuya, yang sebelumnya pernah menyutradarai Sengoku Paradise Kiwami, yang akan menyutradarainya. Ohnogi Hiroshi, yang pernah terlibat dalam Eureka Seven dan RahXephon, yang akan menangani naskahnya. Desain karakter orisinilnya dibuat oleh Graphinica.

Kiss Him, Not Me (Brain’s Base)

Seorang siswi SMA sekaligus fujoshi gemuk bernama Serinuma Kae mengalami syok saat karakter anime favoritnya meninggal dalam cerita. Ia kehilangan berat badan, dan sampai tak masuk sekolah selama berhari-hari. Namun sesudah pulih, Kae dengan bingung mendapati diri telah menjadi langsing dan sangat cantik. Kae kemudian menarik perhatian empat siswa tampan di sekolahnya yang memang telah lama dikenalnya. Namun bawaannya sebagai fujoshi justru membuatnya lebih berharap melihat keempat cowok itu dengan satu sama lain ketimbang bersama dirinya.

Diangkat dari manga Watashi ga Motete Dousunda karya Junko yang mungkin sudah kalian tahu, ini seri komedi romantis(?) shoujo yang menarik perhatian pada tahun-tahun belakangan. Mungkin karena pengalaman Junko sebagai pengarang BL, dari premis awalnya, perkembangan ceritanya lumayan menarik. Ishidori Hiroshi, yang sebelumnya menangani Peach Girl, yang akan menyutradarainya. Naskahnya akan ditangani Yokote Michiko (Yamada-kun and the Seven Witches, Dagashikashi). Berhubung pemilihan seiyuu-nya terbilang oke, kurasa gelagat seri ini lumayan solid. Ini salah satu seri paling menonjol di musim ini.

Drifters (Hoods Entertainment)

Shimazu Toyohisa, samurai yang berperang dalam Pertempuran Sekigahara yang bersejarah, mendapati diri telah berpindah ke sebuah dunia lain di penghujung kematiannya. Di dunia ajaib ini, ia menjumpai Oda Nobunaga dan Nasu no Yoichi, dua tokoh ternama yang hidup bertahun-tahun sebelum masa hidupnya. Mereka lambat laun berhadapan dengan pahlawan-pahlawan bersejarah lain dari berbagai penjuru dunia, yang ternyata dipaksa bersama mereka untuk terlibat dalam suatu pertempuran tiada akhir.

Diangkat dari seri manga buatan Hirano Kouta, pengarang seri aksi vampir Hellsing, anime ini dibuat untuk memperingati ulang tahun ke-70 dari penerbit Shonengahosha. Suzuki Kenichi, yang terlibat dalam produksi anime Jojo’s Bizarre Adventure, yang akan menyutradarai. Naskahnya akan ditangani bersama oleh Kurata Hideyuki (TWGOK, Tokyo Ravens) dan Kuroda Yousuke (Gungrave, Hellsing Ultimate). Cakupan ceritanya masih belum jelas, berhubung jumlah episodenya cuma 13. Tapi berhubung ini dibuat Hirano-sensei, ada pengharapan lumayan besar terhadap kualitas dan intensitas adegan-adegan aksinya.

Mahou Shoujo Ikusei Keikaku (Lerche)

Sebuah game sosial bernama The Magical Girl Raising Project memungkinkan satu di antara puluhan ribu orang untuk benar-benar menjadi mahou shoujo, yang memiliki kemampuan fisik dan penampilan sekaligus kekuatan sihir yang jauh melebihi manusia biasa. Snow White (Shirayuki), seseorang yang pernah mengalami kesulitan di masa lalu, adalah salah satu yang terpilih untuk menjadi gadis ajaib ini. Segalanya berlangsung lancar. Sampai suatu hari, administrasi mengumumkan perlunya mengurangi jumlah mahou shoujo sampai separuhnya karena masalah keterbatasan energi sihir. Segala aturan yang sebelumnya ditetapkan menjadi kacau balau saat persaingan di antara mereka berujung pada saling bunuh.

Dibuat berdasarkan proyek game sosial rangkaian novel Magical Girl Raising Project karangan Endou Asari (Eh? Bukannya gamenya dulu beneran pernah ada?), Hashimoto Hiroyuki, yang memperoleh nama dari penyutradaraannya di seri keseharian Gochiusa, yang akan menyutradarainya. Yoshioka Takao, yang pernah terlibat dalam seri-seri macam High School DxD sampai Your Lie in April, yang akan menangani naskahnya. Ini termasuk seri yang menonjolkan desain visualnya yang mencolok di samping premis dasarnya. Ada sebagian kalangan yang sudah lama menunggu adaptasi ini.

Soul Buster (Studio Pierrot)

Son Shin adalah seorang siswa SMA yang benci belajar sejarah periode Negara-negara Berperang di Cina. Meski pengecut, ia di luar dugaan cerdas dan memiliki rasa tanggung jawab. Saat sebuah kejadian di dalam mimpinya memicu terbentuknya segel yang mulai menghapus sejarah Negara-negara Berperang, ia berjumpa dengan Zhou Yu yang dihidupkan kembali di zaman modern. Bersama, keduanya terlibat dalam Perang Tiga Kerajaan yang baru.

Serupa dengan Hitori no Shita the Outcast, seri ini diproduksi lewat kerjasama Studio Pierrot dengan situs streaming video Youku Tudou dari Cina. Konsepnya mengadaptasi seri komik berjudul sama karangan Bai Mao. Direncanakan akan ada 12 episode, dengan durasi 15 menit per episode, jadi mungkin tak jelas cakupannya. Seri ini kabarnya akan mencakup elemen-elemen: sejarah The Romance of the Three Kingdoms, pertempuran, sekolahan, serta permainan kartu. Bekas jenderal dari negara Wu, Zhou Yu, ditampilkan sebagai perempuan di seri ini. Jadi meski mungkin seru, seri ini kayaknya bukan jenis yang baiknya kau tanggapi terlalu serius.

Nanbaka (Satelight)

Sebuah penjara memberi nomor pada setiap narapidana mereka. Juugo, seorang pria yang upayanya untuk kabur dari penjara telah memperpanjang masa penahanannya, kini turut membawa serta beberapa tahanan lain: Uno yang suka berjudi, Rokku yang sering berkelahi, dan Niko yang suka anime. Upaya mereka berujung pada berbagai urusan dengan Sugoroku Hajime, sipir mereka, beserta para penghuni penjara yang lain.

Takamatsu Shinji, yang kini telah dikenal sebagai ahli anime komedi, yang akan menyutradarai seri ‘komedi aksi bertegangan tinggi’ ini. Ceritanya didasarkan manga berjudul sama karya Futamata Shou, yang penuh karakter-karakter rupawan dan aneh. Naskahnya akan ditangani oleh Hirota Mitsutaka yang terlibat dalam The Prince of Tennis II dan Bayonetta: Bloody Fate. Ada kesan kalau seberantakan apapun jadinya, hasilnya bakal tetap menghibur.

Lostorage Incited WIXOSS (J. C. Staff)

Dua sahabat, Homura Suzuko dan Morikawa Chinatsu, terpisah di masa kecil dan bertemu lagi semasa remaja. Namun persahabatan mereka retak seiring terpilihnya Suzuko sebagai salah satu Selector, pemilik kartu khusus LRIG dalam permainan kartu ajaib WIXOSS yang konon mampu mewujudkan harapan pemainnya selama ia terus menang. Tanpa dapat mundur, Suzuko terus maju sebagai Selector dengan harapan dapat mengembalikan segalanya seperti seharusnya, sekalipun ingatannya harus menjadi pertaruhan.

Dua seri anime WiXOSS sebelumnya serta film layar lebarnya, yang dikembangkan dari permainan kartu buatan Takara Tomy, menarik perhatian di luar dugaan dengan nuansanya yang gelap dan aspek karakternya yang kental. Penyutradaraan untuk seri baru ini ditangani Sakurabi Katsushi yang belum lama ini menyutradarai Flying Witch. Sedangkan naskahnya kali ini akan ditangani Tsuchiya Michihiro yang sebelumnya terlibat dalam Major dan PriPara. Seperti yang bisa diharapkan dari J.C. Staff, aspek teknis seri ini kelihatannya benar-benar solid.

Monster Hunter Stories RIDE ON (David Production)

Sebagian besar monster di dunia diburu oleh para Hunter. Tapi di suatu sudut dunia, ada kaum Rider yang menjalin ikatan dan hidup bersama dengan para monster yang biasanya liar. Menggunakan bebatuan Kizuna Ishi, para Rider yang hidup dalam kerahasiaan mampu membangkitkan kekuatan tersembunyi di dalam Otomon, monster-monster yang menjadi partner mereka. Ryuto, seorang anak lelaki berusia 12 tahun, meninggalkan tempat tinggalnya di Hakum untuk menemukan Otomon-nya sendiri bersama teman-temannya, sekalipun ia belum menjalani upacara untuk memperoleh Kizuna Ishi. Perjalanannya ini berujung pada pertemuan ajaibnya dengan Rathalos.

Terinspirasi dari game Monster Hunter Stories yang akan dirilis Capcom untuk Nintendo 3DS, yang merupakan pecahan dari waralaba Monster Hunter mereka yang sangat terkenal, Hongo Mitsuru yang pernah menangani World Trigger yang akan menyutradarainya. Takahashi Natsuko yang pernah terlibat dalam Ore Monogatari!! dan 07-Ghost yang akan menangani naskahnya. Berhubung David Production yang memproduksinya, ada pengharapan cukup lumayan terhadap kualitasnya bahkan di kalangan terbatas.

March comes in like a lion (SHAFT)

Rei adalah seorang remaja tanggung yang telah menjadi pemain shogi profesional di usianya yang sangat muda. Namun karena situasi pribadi, ia selalu menjalani kehidupannya dalam kesendirian. Sampai suatu ketika, Rei berkenalan dengan keluarga tetangga yang tinggal di sebelah rumahnya: Akari beserta dua gadis kecil, Hinata dan Momo, serta sejumlah besar kucing; yang kembali mengingatkannya akan kehangatan sebuah keluarga.

Sutradara terkenal Shinbo Akiyuki kembali sebagai sutradara untuk seri yang diangkat dari manga Sangatsu no Lion karya Umino Chika ini. Untuk yang lupa, Umino-sensei adalah pengarang manga drama komedi kehidupan Honey and Clover yang sempat sangat terkenal di pertengahan dekade 2000an. Seri drama ini sempat meraih beberapa penghargaan. Ceritanya mungkin agak susah dimasuki. Tapi bagi penyuka drama, ini seri dengan premis tak lazim yang benar-benar bagus.

Trickster – Edogawa Rampo ‘Shounen Tantei-dan’ Yori (TMS Entertainment, Shinei Animation)

Tokyo, tahun 203X. Seorang anak lelaki bernama Kobayashi Yoshio tidak lagi bisa mati akibat pengaruh suatu Kabut Misterius. Karena itu pula, ia mengasingkan diri dari orang lain. Sampai suatu ketika, ia bersimpangan jalan dengan pimpinan sementara Boy Detectives Club, Hanazaki Kensuke. Klub tersebut berada di bawah bimbingan detektif misterius Akechi Kogorou, dan pertemuan tersebut tanpa sadar akan mengikat takdir mereka dalam menghadapi sosok jahat Iblis Berwajah Dua Puluh. Kobayashi akhirnya menempuh jalan hidup sebagai detektif demi bisa menemukan kematian kembali.

Agak seperti Rampo Kitan: Game of Laplace yang keluar beberapa waktu lalu, cerita seri ini pun diadaptasi dari karya-karya mendiang novelis misteri dan horor Edogawa Rampo. Desain karakter orisinilnya yang khas dibuat oleh Peach-Pit (Di Gi Charat, Rozen Maiden, Shugo Chara!), yang sudah lama tak terdengar kabarnya. Mukai Masahiro yang pernah terlibat dalam anime Hyperdimension Neptunia akan berperan sebagai sutradaranya. Naskahnya akan ditangani oleh pendatang baru Yoshida Erika yang sebelumnya membuat naskah untuk versi manga Tiger & Bunny. Agak susah menilainya, tapi mungkin saja seri ini menjadi suatu kejutan.

Long Riders! (Actas)

Kurata Ami, mahasiswi tahun pertama yang tak memiliki kelebihan khusus, suatu hari memperhatikan seseorang yang berpergian memakai sepeda lipat. Ami langsung jatuh cinta pada sepeda itu, dan menghabiskan tabungannya untuk membeli satu untuk dirinya. Keputusannya ini ternyata membawanya masuk ke dunia bersepeda jarak jauh, yang berujung pada bagaimana ia membentuk tim bersepeda ‘Fortuna’ beranggotakan sesama mahasiswi dari kampusnya.

Iya, ini satu lagi seri yang mengetengahkan suatu ekskul atau komunitas yang anggotanya perempuan semua. Yoshihara Tatsuya yang pernah menangani Yatterman Night dan Monster Musume akan menjadi sutradara. Sedangkan komposisi seri akan ditangani Takahashi Natsuko yang pernah terlibat dalam Yuyushiki dan Tokyo Magnitude 8.0. Ini diangkat dari manga berjudul sama karya Miyake Taishi. Kudengar ini termasuk seri yang informatif.

Classicaloid (Sunrise)

Kanae dan Sousuke adalah dua sahabat sejak kecil yang tinggal di sebuah kota dusun yang sedang menggiatkan diri dengan musik. Suatu hari, versi ‘Classicaloid’ dari musisi terkenal Beethoven dan Mozart muncul di depan mereka. Lalu saat para Classicaloid mencurigakan itu memainkan musik yang mereka sebut ‘mujik,’ terjadi beragam hal aneh seperti jatuhnya bintang-bintang dan munculnya robot-robot raksasa. Kekacauan semakin bertambah saat sejumlah tokoh Classicaloid lain seperti Bach, Chopin, dan Schubert; ikut hadir.

Ini seri orisinil baru yang akan mengkombinasikan genre aksi, komedi, serta sedikit romansa yang menghangatkan hati, dengan paduan aransemen pop, rock, dan techno dari berbagai karya musik klasik terkenal. Kerjasama NHK dengan beberapa pihak lain yang akan memproduserinya. Lalu Fujita Yoichi, yang belakangan semakin dikenal sesudah menangani Osomatsu-san, akan menjadi sutradara. Yang menarik, pengarang Sakaki Ichiro (Chaika, Outbreak Company) bersama Tsuchiya Michihiro (PriPara, Cross Game) akan bekerjasama untuk mengawasi naskah-naskah yang dibuat Asakawa Miya, Kida Tsuyoshi, Kogure Kyo, dan Matsubara Shuu. Mungkin ini bisa jadi seri konyol yang jenisnya belum pernah kita lihat sebelumnya.

Flip Flappers (Studio 3Hz)

Cocona adalah seorang siswi SMP teladan yang pembawaannya berhati-hati. Suatu ketika, ia bertemu seorang gadis misterius yang ceria dan tak kenal takut bernama Papika, yang membuka padanya sebuah dimensi lain bernama Pure lllusion. Bersama, mereka harus menjelajah dimensi tersebut untuk menemukan kristal-kristal misterius Shards of Mimi, yang konon dapat mengabulkan permohonan apapun. Lalu dalam keadaan bahaya, kristal-kristal tersebut secara misterius memungkinkan keduanya berubah wujud.

Jangan tertipu oleh desain karakternya yang sederhana, karena penganimasian seri ini sebenarnya luar biasa. Oshiyama Kiyotaka yang pernah terlibat dalam Space Dandy dan Xam’d yang akan menyutradarainya. Aku masih khawatir karena keluaran Studio 3Hz cenderung agak lemah di cerita. Tapi nuansa aksi sakuga di dalamnya mungkin bakal mengimbangi segala kekurangannya.

All Out!! (TMS Entertainment, Madhouse)

Gion Kenji, seorang murid SMA berbadan pendek, bertemu dengan Iwashimizu Sumiaki yang berbadan tinggi di hari pertamanya di SMA Kanagawa. Pertemuan ini mengawali bergabungnya Kenji dalam Klub Rugby, serta pertemuannya dengan berbagai kepribadian bertentangan yang dimiliki para anggotanya

Shimizu Kenichi, yang menangani Parasyte beberapa waktu lalu, akan menyutradarai seri ini dengan naskah buatan Yokotani Masahiro (Shimoneta, Beelzebub) dan Irie Shingo (Log Horizon, Kuroko no Basuke). Diadaptasi dari manga karya Amase Shiori, walau ini mungkin akan lebih dipandang menarik oleh para fujoshi, perlu diakui kalau key visual-nya benar-benar keren.

Touken Ranbu: Hanamaru (Dogakobo)

Di tahun 2205, para ‘revisionis sejarah’ mulai melakukan penyerangan-penyerangan ke masa lalu dalam upaya mereka untuk mengubah sejarah. Namun para Saniwa, yang telah ditugaskan untuk menjaga agar sejarah berjalan sebagaimana mestinya, menghadapi mereka dengan kekuatan untuk meniupkan nyawa ke benda-benda. Yang terkuat di antaranya adalah Touken Danshi, yang termasuk di antara mereka Yamatonokami Yasusada dan Kashuu Kiyomitsu.

Agak mirip dengan KanColle, game Touken Ranbu yang dibuat DMM menampilkan berbagai pedang terkenal dari sejarah Jepang sebagai lelaki-lelaki tampan yang desainnya dibuat oleh Nitroplus. Jumlah penggemar perempuannya sangat banyak, dan jumlah penggunanya sudah mencapai satu setengah juta meski baru dirilis tahun lalu. Naoya Takashi yang pernah terlibat dalam Luck & Logic akan tampil sebagai sutradara di seri ini. Pierre Sugiura konon akan menangani naskah, dengan musik secara mencolok akan ditangani komposer veteran Kawai Kenji. Terlepas dari premisnya, nampaknya adaptasi yang ini akan lebih tentang keseharian? Perlu diperhatikan bahwa ini bukan satu-satunya anime Touken Ranbu yang akan hadir dalam waktu dekat.

Time Bokan 24 (Tatsunoko Production)

Tokio, seorang murid SMP yang hidup di masa kini, tiba-tiba saja menjadi anggota dari Biro Administrasi Ruang-Waktu Abad Kedua Puluh Empat. Segera sesudah itu, Tokio kemudian mengetahui kalau sejarah yang dipelajarinya dari buku-buku sekolah tak benar-benar tepat. Ratu Cleopatra yang dikenal karena kecantikannya misalnya, sebenarnya adalah duo pelawak Cleo dan Patra. Lalu bersama rekan setimnya, Karen, Tokio menggunakan mecha sekaligus mesin waktu 24 Bokan untuk menemukan sejarah yang sesungguhnya.

Seri ini merupakan pembuatan ulang dari seri aksi komedi Time Bokan buatan Tatsunoko, yang salah satu lepasannya adalah seri Yatterman yang terkenal. Produksinya dilakukan bersama oleh Tatsunoko dan pengembang Level-5. Ogawara Kunio yang akan merancang mecha-mechanya yang sudah dipastikan akan bisa berubah bentuk sekaligus menyatu. Inagaki Takuya (Seiken Tsukai no World Break) yang akan menyutradarainya, dengan dibantu Kato Yoichi (Aikatsu!) untuk komposisi naskah. Aku tak peduli apa kata orang. Ini akan jadi salah satu seri baru yang akan aku perhatikan.

Keijo!!!!!!!! (Xebec)

Pada tahun 2003, olahraga baru ‘keijo’ diresmikan sebagai salah satu olahraga yang di dalamnya taruhan menggunakan uang diperbolehkan. Dalam keijo, para pesertanya berdiri di atas anjungan-anjungan yang mengapung di atas air, dan harus menggunakan dada dan panggul masing-masing untuk mendorong satu sama lain agar jatuh ke dalam air. Kaminashi Nozomi, seorang siswi SMA yang berasal dari keluarga miskin, berharap bisa mengubah nasibnya melalui keijo. Berkat pengalamannya berlatih senam, ia menjadi bakat baru yang memasuki dunia keijo.

Juga dikenal dengan judul Hip Whip Girl, seri ini diadaptasi dari manga berjudul sama karangan Sorayomi Daichi. Takahashi Hideya yang pernah menangani Fantasista Stella yang akan menyutradarainya, dengan Kato Takao (Triage X, To Love-Ru) menangani komposisi seri. Iya, ini seri fanservice paling mencolok di musim ini. Visualnya menarik kok.

Yuri!!! on Ice (MAPPA)

Katsuki Yuuri, yang mengemban harapan Jepang untuk memenangkan kompetisi seluncur es Gran Prix Finale, mengalami kekalahan menyakitkan. Ia pulang ke kampung halamannya di Kyushu dan separuh mempertimbangkan untuk pensiun. Namun juara dunia seluncur es lima kali, Victor Nikiforov, tahu-tahu berkunjung. Lalu datang bersamanya adalah Yuri Plisetsky, peselancar muda dari Russia yang tengah mulai dikenal. Keduanya membawa sebuah tantangan untuk Yuuri yang akan menentukan seluruh masa depan karirnya.

Ini seri orisinil yang konsepnya digagas bersama oleh sutradara Michiko & Hatchin, Yamamoto Sayo, dan mangaka Moteki, Kubo Mitsurou (Mungkin beliau lebih dikenal di sini sebagai pengarang seri penyelam penyelamat Tokkyuu!. Dirinya aslinya bukan om-om, buat yang belum tahu.). Naskahnya ditangani langsung oleh Yamamoto-san, dan desain karakter orisinilnya dibuat oleh Kubo-sensei. Ini seri yang cukup membuat antusias karena ini jenis kolaborasi yang belum ada sebelumnya. Untuk yang belum mengenal keduanya, biasanya ada pemaparan suka duka yang sulit terbayang, antar karakter-karakter dengan kepribadian sangat berbeda, serta masalah-masalah internal pribadi yang harus mereka hadapi. Sekali lagi untuk para penggemar drama, ini satu lagi seri yang patut diperhatikan.

Occultic;Nine (A-1 Pictures)

Sembilan orang berbeda: seorang pemandu roh, seorang penyanggah realis, seorang peramal moe, seorang reporter majalah supernatural, seorang medium ilmu hitam, seorang pria misterius, seorang pengarang doujin yang seakan memprediksi masa depan, seorang detektif otaku, dan seorang yang mengaku akan menjadi penyelamat dunia; sama-sama terhubung oleh blog ringkasan berita paranormal ‘Choujou Kagaku Kirkiri Basara’ yang dikelola pelajar SMA berusia 17 tahun, Gamon Yuuta. Serangkaian keganjilan yang melibatkan kesembilan orang ini berujung pada akan datangnya suatu kejadian tak terbayangkan yang dapat mengubah cara alam bekerja.

Diadaptasi dari novel karangan Shikura Chiyomaru, kepala MAGES sekaligus pencetus cerita misteri sains fiksi Steins;Gate, ini termasuk seri yang paling ditunggu meski tidak termasuk dalam rangkaian seri science adventure (walau anehnya, adaptasi gamenya juga sudah diumumkan). Penyutradaraannya akan ditangani oleh Ishiguro Kyohei yang sebelumnya menangani Lance N’Masques dengan dibantu oleh Kuroki Miyuki. Nuansa visualnya benar-benar kuat. Dari segi teknis, seri ini harusnya solid. Aku benar-benar berharap hasilnya bagus.

Poco’s Udon World (Liden Films)

Tawara Souta, putra seorang pemilik toko mi udon, berusia 30 tahun, kembali ke kampung halamannya di Kagawa tak lama ayahnya sesudah meninggal dunia. Di dalam toko lama milik mendiang ayahnya, Souta menemukan seorang anak lelaki aneh bernama Poco, yang dikiranya terpisah dari orangtuanya. Namun saat sedang merawatnya, tiba-tiba saja muncul ekor dan kuping dari dalam Poco, pertanda bahwa Poco seekor tanuki.

Seri ini diangkat dari manga “fantasi menghangatkan hati” Udon no Kuno no Kiniro Kemari karya Shinomaru Nodoka, yang kelihatannya menggabungkan aspek drama keseharian dengan hal-hal yang ajaib. Ibata Yoshihde (Attack on Titan: Junior High) yang akan menyutradarainya, dan Takahashi Natsuko (Moyashimon, 07-Ghost) yang akan menangani komposisi serinya. Belum banyak yang bisa kukatakan, selain daftar seiyuu yang terlibat di dalamnya benar-benar mengesankan. Seri ini kelihatannya menegaskan posisi Liden Films sebagai studio animasi yang telah berkembang.

Tiger Mask W (Toei Animation)

Dua pegulat profesional muda, Azuma Naoto dan Fujii Takuma, berlatih di bawah naungan tim pegulat pro kecil Jipang Pro Wrestling. Namun impian mereka harus kandas saat dojo mereka dihancurkan secara kejam oleh Global Wrestling Monopoly (GWM) yang jahat. Bertekad membalas dendam, Azuma berlatih di kaki Gunung Fuji dan menjadi sosok pegulat bertopeng Tiger Mask baru. Sedangkan Naoto memasuki The Tiger’s Hole, yang memanipulasi GWM, menempuh latihan berat hingga menjadi pegulat bertopeng Tiger the Dark, dan bertekad menghancurkan organisasi tersebut dari dalam.

Sutradara veteran Komura Toshiaki (Ring ni Kakero, Kinnikuman Nisei) akan mengarahkan seri ini. Sementara Chiba Katsuhiko akan menangani pembuatan naskah. Seri ini merupakan semacam sekuel dari seri Tiger Mask awal buatan Kajiwara Ikki dan Tsuji Naoki, yang manganya diserialisasikan di Weekly Shounen Magazine dari tahun 1968 sampai 1971, dan menjadi karya paling fenomenal Kajiwara-sensei selain Kyojin no Hoshi. Organisasi New Japan Pro-Wrestling akan berkolaborasi dengan Toei Animation untuk proyek ini, dan kudengar ada beberapa karakter pegulat asli yang juga akan tampil sebagai cameo. Aku lumayan berharap hasilnya bagus.

Soushin Shoujo Matoi (White Fox)

Sumeragi Matoi, seorang murid SMP yang sangat menikmati hidup damainya, bersahabat dekat dengan Kusanagi Yuma, anak dari pendeta utama di Kuil Tenman, di kota Kamaya. Keduanya kerap membantu sebagai miko di kuil tersebut. Sampai suatu hari, suatu serangan terjadi ke Kuil Tenman, yang menyebabkan terlukanya kedua orangtua Yuma. Ayah Matoi yang bekerja sebagai polisi menjumpai seorang pria tak waras yang bisa jadi adalah satu-satunya saksi mata. Lalu ini berujung pada bagaimana Yuma harus melakukan ritual khusus untuk menangani orang tersebut, yang anehnya, berujung pada bagaimana Matoi tiba-tiba memperoleh status sebagai dewa, dan kini harus menumpas roh-roh jahat.

Juga dikenal dengan judul Matoi the Sacred Slayer, seri ini akan jadi proyek orisinil pertama keluaran studio ternama White Fox. Ada nuansa mahou shoujo yang kuat di dalamnya. Serta ada kesan kalau ceritanya akan lebih serius dari yang sekilas terlihat. Terlepas dari itu, berhubung White Fox yang memproduksinya, ada pengharapan lumayan kalau hasilnya akan bagus. Sakoi Masayuki yang akan menyutradarainya, dengan naskah yang dibuat oleh Kuroda Yousuke.

Pada musim ini, Silver Link juga akan memproduksi spin off dari seri Strike Witches, Brave Witches, yang akan berfokus pada Hikari Karibuchi dan teman-temannya yang tergabung dalam 502nd Joint Fighter Wing (Untuk yang mau tahu, Strike Witches mengetengahkan 501st Joint Fighter Wing). Agak susah menjelaskan premis seri ini buat yang belum tahu (Intinya, ada celana bloomer, kemonomimi, pesawat-pesawat alien, gadis-gadis manis, dan berbagai persenjataan era Perang Dunia II). Tapi sutradara Takamura Kazuhiro akan kembali menangani, dan Suzuki Takaaki juga akan kembali sebagai penasihat sejarah militer untuk seri ini.

Mengisi slot tayang Noitamina, namun belum tersedia banyak info tentang produksinya, adalah The Great Passage yang diadaptasi dari novel Fune wo Amu karangan Miura Shion. Ceritanya berfokus pada Mitsuya Majime, seorang pria serius yang kurang bisa bergaul yang bekerja di divisi penjualan penerbit Genbu Shobo. Menarik perhatian Araki, seorang pegawai veteran, Mitsuya dipindahkan ke divisi bahasa di mana ia bertemu Nishioka Masashi yang berpembawaan terbuka. Bersama Nishioka, Mitsuya hendak dilibatkan sebagai editor dalam sebuah proyek monumental untuk menyusun kamus bahasa Jepang setebal 2900 halaman, yang akan menjadi ‘kapal’ untuk menjelajah ‘samudra kata’, yang tanpa diketahuinya akan memakan waktu sampai belasan tahun. Ceritanya kabarnya akan mengetengahkan kegigihan dan suka duka dalam persahabatan mereka (dan mestinya juga tentang cinta yang ditemukan Mitsuya). Adaptasinya ke bentuk film layar lebar sempat dibuat beberapa tahun lalu dan bahkan meraih penghargaan. ZEXCS yang akan memproduksi animasinya. Kuroyanagi Toshimasa (Sukitte Ii na yo) akan menangani penyutradaraannya.

Seri orisinil baru, Shuumatsu no Izetta (Izetta of the End, atau Izetta, Die Letzte Hexe), juga sudah dikonfirmasi akan tayang musim ini. Hanya saja, masih belum banyak info yang sudah diumumkan soal produksinya. Berlatar di tahun 1940 alternatif, negara Germania yang imperialis mulai membidik Elystadt, sebuah negara subur di tengah jajaran pegunungan Alps. Izetta adalah keturunan terakhir suatu klan penyihir yang telah mewarisi kekuatan misterius turun temurun. Sesudah lama berkelana mengelilingi Eropa, takdir mempertemukan Izetta dengan Fiine, gadis muda keturunan bangsawan Elystadt yang menjadi harapan negaranya untuk menghadapi kedatangan Germania. Key visual-nya sejauh ini mengesankan dengan banyak detil terhadap permesinan dan peralatan perang di era tersebut. Mungkin ceritanya akan sedikit yuri.

Digimon Universe: Appli Monsters juga akan diproduksi Toei Animation pada musim ini. Ceritanya kali ini akan berfokus pada Appmon, monster-monster digital yang bersemayam dalam aplikasi-aplikasi smartphone. ‘Last boss AI‘ Leviathan telah mulai menginfeksi seluruh sistem dengan virus. Harapan untuk melawannya jatuh ke Shinkai Haru, seorang anak lelaki yang memiliki alat khusus App Drive, yang kemudian mempertemukannya dengan Appmon partnernya, Gatchmon. Setelah sekian tahun tak ada seri Digimon baru, aku lumayan berharap hasilnya bagus.

Seri baru buatan Tsuzuki Masaki, pencipta Magical Girl Lyrical Nanoha, yang berjudul ViVid Strike!, juga akan tayang. Selain mengetengahkan dua anak perempuan yatim piatu, Fuuka dan Rinne, yang ingin bangkit dari kemiskinan dan kelemahan mereka, garis besar ceritanya masih tersamar. Kaitannya dengan seri Nanoha juga belum jelas. Tapi sudah diumumkan seri ini akan tayang di musim ini dengan produksi dilakukan oleh Seven Arcs.

Tambahan lain yang terlewat, Shakunetsu no Takkyuu Musume yang diangkat dari seri manga karya Asano Yagura. Ceritanya berfokus ke Tsumuzikaze Koyori dan teman-temannya dalam memasuki dunia ping pong siswi SMP. Desain karakternya imut dan fanservice-nya kelihatannya akan lumayan, namun aksinya kelihatannya akan lumayan berdarah panas. Irie Yasuhiro akan menyutradarainya di Kinema Citrus.

Beberapa anime lama yang akan lanjut dengan season baru di musim ini antara lain:

  • Aksi bola voli Hinata dan kawan-kawannya di Haikyuu!! yang kini memasuki season
    3.
  • Kelanjutan drama seputar hubungan antar orang di klub alat musik tiup keluaran KyoAni Sound! Euphonium (season 2) yang menarik perhatian beberapa waktu lalu.
  • Musim tayang kedua dari seri drama aksi Mobile Suit Gundam: Iron Blooded Orphans keluaran Sunrise yang juga sangat menarik perhatian pada tahun lalu.
  • Musim tayang kelima dari seri drama supernatural Natsume Yuujinchou, yang nampaknya akan memaparkan akhir perjalanan Natsume dan guru kucingnya.
  • BBK/BRNK!: Hoshi no Kyojin, musim tayang kedua proyek orisinil berbasis CG dari Sanzigen Animation Studios yang di luar dugaan meraih lumayan banyak fans di awal tahun ini.
  • Mysterious Joker (season 4) juga akan lanjut.
  • Tambahan, seri Working!! atau Wagnaria!! baru juga akan tayang. Aku sempat lupa akan ini. WWW. WORKING (iya, itu judulnya) berlatar di restoran keluarga Wagnaria cabang lain. Ceritanya kali ini mengetengahkan pelajar serius bernama Higashida Daisuke yang karena situasi keluarga, bekerja sambilan di sana. Seri ini sebelumnya diserialisasikan di situs web milik pengarangnya, Takatsu Karino-sensei, dengan judul Web-ban Working!!, sebelum diterbitkan secara satuan oleh penerbit Square Enix. Kamakura Yumi akan kembali untuk menyutradarainya di A-1 Pictures.
  • Sempat terlewat, paruh kedua Bungo Stray Dogs yang lumayan ditunggu sesudah jeda musim lalu juga akan tayang.
  • Seri BL tentang keluarga dan adopsi yang mencolok beberapa waktu lalu, juga akan kembali dengan season keduanya, Super Lovers 2. Sori, ini sempat terlewat.
  • Ajin, tentang manusia-manusia abadi berkekuatan supernatural yang diburu umat manusia, ternyata juga akan lanjut. Sori, ini juga terlewat.
  • Seri reverse harem berlatar idola, Uta no Prince-sama, juga ternyata akan lanjut dengan season keempatnya, Uta no Prince-sama Maji LOVE Legend Star. Season ketiganya kudengar berakhir menggantung tahun lalu. Aku serius lupa soal yang satu ini.
  • Menyusul seri anime pendeknya di musim lalu, Show by Rock!!#, seri adu musik produksi BONES yang dibuat berdasarkan konsep yang digagas Sanrio, juga akan tayang, melanjutkan kisah Cyan dan kawan-kawannya di band Plasmagica.

Beberapa info terkait anime-anime pendek:

  • Sengoku Chouju Giga, seri baru yang mengetengahkan makhluk-makhluk non manusia di era Sengoku yang dipaparkan dengan gaya lukisan tinta kuno Jepang. Ini kayaknya bakal menarik terutama karena gaya visualnya.
  • Nobunaga no Shinobi, yang diangkat dari manga 4-kotak karya Shigeno Naoko, yang berkisah tentang gadis ninja bernama Chidori yang ingin mendukung upaya Oda Nobunaga menghentikan kekacauan di negaranya. Seri ini sudah lumayan lama dinantikan. Untuk sebuah seri komedi pendek, jumlah korban yang berjatuhan di dalamnya lumayan banyak.
  • Seri komedi klub tenis perempuan Teekyu yang memasuki season 8. (Aku agak susah percaya ini sudah jadi sejauh ini.)
  • Kelanjutan kisah hidup siswi yang dipaksa menjadi gadis ajaib di season kedua Mahou Shoujo Nante Mouiidesukara. Ternyata benar seri ini lumayan berhasil meraih penggemar beberapa bulan lalu.
  • Crane Game Girls yang para karakternya berjuang menjadi idola sekaligus melawan alien agak di luar dugaan juga masuk ke season 2.
  • Lalu yang paling mengejutkan, PJ Berri no Mogu Mogu Munya Munya yang mengetengahkan para karakter dari game irama zaman PS1, Parappa the Rapper juga akan tayang! Tak perlu berharap banyak soal visualnya sih. Tapi produksi animasinya akan dilakukan oleh Dogakobo.
  • Sebagai tambahan, Bernard-jo Iwaku akan diproduksi Creators in Pack dengan mengadaptasi manga berjudul sama karya Shikawa Yuuki. Ceritanya tentang siswi pemalas bernama Machida “Miss Bernard” Sawako yang ingin tahu banyak tentang buku (tanpa membacanya sendiri) serta berbagai interaksinya dengan teman-teman sekolahnya yang notabene kutu buku. Hirasawa Hisayoshi yang sebelumnya menangani Oji-san to Marshmallow akan kembali untuk menyutradarainya.
  • Tambahan lain, ada anime penyelesaian teka-teki Nazotokine (jadi, sesuatu yang mirip seri game Professor Layton?) yang juga akan tayang. Produksinya dilakukan oleh studio pendatang baru Tengu Koubou.
  • Tambahan lain, Creators in Pack juga akan mengeluarkan Kiitarou Shounen no Youkai Enikki, yang diangkat dari seri manga karya Kageyama Riichi. Cerita ‘seri horor yang tidak menakutkan’ ini tentang seorang anak muda bernama Kiitarou yang memiliki indera keenam yang membuatnya banyak berinteraksi dengan siluman-siluman. Visualnya jauh lebih bagus dari yang mungkin kau bayangkan.
  • Tambahan lagi, Ao Oni: The Animation, yang berdasarkan pada waralaba game horor teka-teki berjudul sama tentang sekelompok teman yang menjelajah rumah yang kabarnya berhantu, juga akan tayang. Kabarnya, ini akan menjadi cerita parodi dari gamenya. Produksi animasinya akan dilakukan oleh Studio DEEN. Kabarnya, tahun depan juga bakal ada adaptasi anime lain berjudul sama yang akan lebih dekat (tapi berbeda) dengan cerita gamenya.
  • Tambahan lagi, Cheating Craft akan menjadi salah satu dari dua anime orisnil yang diproduksi perusahaan animasi Emon. Ceritanya kudengar tentang persaingan siswa-siswa yang menghadapi ujian, baik dengan cara jujur ataupun tidak jujur. Salah satu sutradara favoritku, Motonaga Keitarou, yang akan menyutradarainya.
  • Tambahan lagi, To Be Hero akan menjadi anime orisinil produksi Emon satunya yang akan tayang. Ceritanya tentang seorang bapak-bapak tampan, yang sudah punya seorang anak perempuan remaja, yang suatu hari memperoleh kekuatan untuk berubah wujud menjadi seorang superhero berwujud seorang om-om gemuk. Menariknya, sutradara veteran Watanabe Shinichi yang dulu menangani anime gila Excel Saga yang akan menanganinya. Mudah-mudahan hasilnya bagus.

Sedangkan untuk film-film layar lebar, agak tak biasa, aku memperhatikan perkembangannya untuk musim ini. Kabarnya antara lain:

  • Seri aksi mecha luar angkasa Ginga Kikoutai Majestic Prince akan keluar film layar lebarnya, yang akan melanjutkan cerita di seri TV-nya. Judul lengkapnya masih sedang di-polling saat ini kutulis. Kudengar akan ada episode baru di pengujung penayangan ulang seri TV-nya, yaitu episode 25, yang akan menampilkan karakter-karakter baru dan sekaligus menghubungkan cerita ke film layar lebarnya nanti.
  • Yowamushi Pedal: Spare Bike juga akan muncul, dari seri para remaja pebalap sepeda yang sedang terkenal belakangan.
  • Film layar lebar KanColle juga akan muncul.
  • Gantz: O dari seri terkenal Gantz karya Oku Hiroya, yang sudah tamat beberapa waktu lalu, juga akan tayang. Film aksi horor sains fiksi ini mencolok pertama karena hanya akan menampilkan bab cerita Osaka dari manganya; kedua karena visual CG-nya termasuk salah satu yang paling bagus saat ini, yang sangat cocok dengan gaya visual dari manganya.
  • In This Corner of the World juga akan tayang dari MAPPA, menampilkan pemandangan masa Perang Dunia II dari sudut pandang.seorang pengantin baru di Jepang.
  • Cyborg 009 Call of Justice akan menjadi awal trilogi baru dari seri klasik Cyborg 009. Ceritanya berlatar lebih di masa depan, sesudah Joe dan kawan-kawannya lama pensiun, dan akan menghadapkan mereka dengan suatu musuh baru yang rupanya telah lama mengendalikan dunia. Desain karakternya yang baru lumayan mencolok.

Selebihnya, Girl Friend Note yang merupakan game irama lepasan dari Girl Friend BETA akan mendapatkan seri web anime pendek.

Aku juga mendengar seri aksi mecha dengan karakter-karakter utama perempuan, Regalia: The Three Sacred Stars, yang sebenarnya mulai tayang musim panas lalu tapi ditunda penayangannya untuk memperbaiki kualitasnya, juga akan tayang lagi dari awal di Oktober ini.

Ada gosip tentang episode khusus dari seri Gundam Build Fighters and Gundam Build Fighters Try yang harusnya muncul dalam waktu dekat ini. (Dikonfirmasi salah satunya adalah episode khusus Gundam Build Fighters Try Island Wars.)

Tambahan, seri novel misteri Zaregoto karangan Nisio Isin akan mulai dirilis OVA-nya pada musim ini. Seri ini adalah karya beliau sebelum beliau mulai menulis seri Monogatari beliau yang terkenal. Sejauh yang sudah diumumkan, yang akan dianimasikan baru cerita buku pertama.

Selain itu, sempat kudengar juga seri OVA aksi fantasi Strike the Blood II akan keluar juga dalam waktu dekat. Tentu saja ini akan jadi sesuatu yang kuperhatikan.

Tambahan lain, seri Gakuen Handsome yang diangkat dari game berjudul sama tentang sekolah elit khusus cowok yang isinya cowok-cowok tampan(?) serta perasaan cinta yang mereka rasakan juga akan tayang.

Tambahan lagi, ‘proyek idola 2.5D’ keluaran sejumlah perusahaan dari grup Bandai Namco, Dream Festival!! juga akan tayang. Aku masih belum mengerti. Tapi konsepnya, para penggemar bisa menggunakan kartu-kartu khusus untuk membuka kostum-kostum istimewa dari para personilnya, sekaligus aksi khusus di atas panggung.

Ada satu seri baru yang akan khusus ditayangkan di Animax. Sayangnya, aku lupa judulnya. Aku juga kurang tahu banyak tentangnya. Itu adalah Luger Code 1951. Berlatar di masa Perang Dunia II alternatif, ceritanya mengetengahkan ahli linguistik jenius muda, Testa Lielbell, yang direkrut kakak kelasnya di tentara Sekutu, Alex Rossa, untuk memecahkan kode transmisi radio para manusia serigala di pihak lawan. Untuk itu, mereka perlu memperoleh seorang manusia serigala hidup sebagai contoh, yang akhirnya mereka dapatkan dalam wujud Yonaga, seorang manusia serigala perempuan (betina?). Konsep aslinya yang digagas Haneki Haruto kompetisi skenario yang diadakan Animax bersama Shonen Jump+ September lalu. Adaptasi manganya sempat dibuat Akatsuki Akira. Aku lumayan berharap hasilnya bagus.

Lalu, ada kabar tentang akan tayangnya seri baru Sin – Nanatsu no Taizai, yang bukan yang diangkat dari manga karya Nakaba Suzuki, tapi belum pasti kapan.

Tambahan di saat-saat terakhir: Bloodivores, yang mengetengahkan suatu obat untuk menyembuhkan penyakit, tapi menimbulkan efek samping mengubah penggunanya menjadi penghisap darah. Ini juga diangkat dari webcomic yang diadaptasi oleh perusahaan Emon.

Kalau ada kabar lainnya, akan aku tambahkan nanti.

(Dari ANN dan beberapa sumber lain.)

Anime Baru Musim Panas 2016

Belakangan aku ngerasa waktu yang aku punya semakin sempit. Aku enggak bisa menjelaskannya, tapi kayak ada hal nggak nyaman yang kayaknya akan kualami beberapa waktu ke depan.

Terlepas dari itu, separuh musim semi sudah dilalui, dan summer di pertengahan tahun nanti sudah kembali di depan mata. Musim ini kelihatannya adalah musim yang lebih memanjakan pemirsa wanita.

Kayak biasa, daftar ini tak terlalu bisa diandalkan.

Akan disesuaikan sesudah ada kabar-kabar lagi.

Regalia: The Three Sacred Stars (Actas)

Dua belas tahun sebelumnya, terjadi insiden besar di negara Rimguard yang meninggalkan misteri tak terselesaikan yang perlahan sirna dari ingatan orang-orang. Waktu berlalu, dan kakak beradik Yui dan Rena hidup dengan damai di Kekaisaran Enastria. Sampai suatu hari, sebuah robot raksasa menyerang, dan menyeret kakak beradik tersebut dalam pusaran takdir.

Ini seri anime mecha fantasi yang tokoh sentralnya perempuan semua. Meski aku biasanya bukan penggemar seri jenis ini, desain karakternya yang dibuat QP:flapper (Girlfriend Beta) enak dilihat dan desain mekaniknya yang dibuat Suzuki Kanta juga keren. Tosaka Susumu yang pernah menyutradarai Infinite Stratos yang akan menyutradarainya, dengan komposisi seri buatan Koyanagi Keigo. Studio yang memproduksinya juga relatif baru, jadi potensi seri ini masih tanda tanya. Sejauh yang terlihat, bisa jadi hasil akhirnya cukup berkesan.

Qualidea Code (A-1 Pictures)

Beberapa dekade sesudah kemunculan UNKNOWN yang menyerang umat manusia, enam anak remaja (Suzaku Ichiya bersama Utara Canaria; Chigusa Asuha bersama Chigusa Kasumi; dan Tenkawa Maihime bersama Rindo Hotaru) terbangun dari tidur dingin panjang, dan mendapati diri masing-masing telah memiliki kekuatan supernatural. Demi melindungi negara, mereka membangun basis-basis pertahanan di Tokyo, Kanagawa, dan Chiba, demi menghadapi UNKNOWN yang berdatangan dari Tokyo Bay Gate.

Anime ini diangkat dari Project Qualidea, proyek multimedia yang dicanangkan oleh lima redaksi: label Dash X Bunko dan majalah Jump SQ. milik Shueisha, label Fujimi Fantasia Bunko dan label MF Bunko J milik Kadokawa, serta Gagaga Bunko milik Shogakukan. Cerita dan naskahnya dipenai unit pengarang Speakeasy, yang terdiri atas tiga pengarang light novel: Sagara Sou (Henneko) yang menangani cerita di Tokyo, Tachibana Koushi (Date A Live) yang menangani cerita di Kanagawa, serta Watari Wataru (Oregairu) yang menangani cerita di Chiba; yang sekalian mengerjakan garis besar konsepnya bersama Marvelous. Penyutradaraannya ditangani Kawamura Kenichi, yang pernah terlibat dalam SoniAni dan Rozen Maiden. Berdasarkan pengalaman, proyek-proyek begini biasanya kurang begitu memuaskan… Tapi ini A-1 Pictures. Lalu tiga pengarang di atas juga jenis pengarang yang kelihatannya berpikir mendalam terhadap karya-karya mereka. Ini jenis seri yang baiknya kau dekati lebih karena rasa ingin tahu terhadap konsepnya. (Yaps, ini jadinya tayang di musim ini.)

Tales of Zestiria the X (ufotable)

Sorey dibesarkan di tengah kaum seraphim (tenzoku) yang tak terlihat oleh mata manusia biasa. Sebagai manusia, ia bercita-cita membuat dunia di mana manusia dan seraphim bisa hidup bersama dalam damai. Meyakini cerita lama tentang bagaimana setiap manusia bisa melihat seraphim di masa lalu, Sorey berkunjung ke ibukota manusia. Lalu dalam sebuah kejadian, ia mencabut sebilah pedang suci yang telah lama tertanam dalam batu. Pedang tersebut rupanya adalah penanda yang menunjuk Sorey sebagai Shepherd (‘gembala’), yang memiliki tugas suci untuk menghalau suatu ancaman besar atas dunia…

Diangkat dari game Tales of Zestiria keluaran Bandai Namco (yang ngomong-ngomong, sempat memicu kontroversi terkait perlakuan ceritanya terhadap salah satu tokoh utama perempuannya), ini salah satu anime baru yang pengumumannya agak mengejutkan. Meneruskan dari Tales of Symphonia the Animation dan episode spesial Tales of Zestiria: Doushi no Yoake, Sotozaki Haruo kembali menjabat sebagai sutradara dengan naskah yang ditangani bersama di ufotable. Seperti yang bisa diharapkan dari ufotable, key visual-nya terlihat benar-benar mengesankan. Kualitas teknisnya sepertinya takkan jelek. Mudah-mudahan ini juga diimbangi penceritaan yang bagus.

Scared Rider Xechs (Satelight)

Umat manusia terancam oleh kedatangan Nightfly O’Note, penyerang misterius dari dunia merah di balik perbatasan merah Scared. Untuk menghadapi ancaman ini, agensi pertahanan LAG dibangun di Kepulauan Ryuukyuu. Agensi ini mengutus beberapa unit tempur Scared Rider untuk menghadapi Nightfly O’Note, yang meski berjuang gagah berani, sampai lima kali habis tak bersisa dalam pertempuran. Lalu pada inkarnasinya yang keenam, Scared Rider Xechs, penyerangan Nightfly O’Note tiba-tiba saja terhenti. Ketika para personil SR Xechs resah karena tahu-tahu begitu saja kembali pada kehidupan biasa, seorang gadis muda bernama Asagi Akira ditunjuk sebagai instruktur dan komandan mereka yang baru

Diangkat dari otome game keluaran Rejet dan Red Entertainment, Komori Hideto akan menyutradarainya, dengan naskah yang ditangani Nagakawa Naruki dengan dibantu Kumagai Jun serta Fukushima Naohiro. Selain kekuatan istimewa dan baju tempur khusus, para lelaki tampan di seri ini nampaknya juga terlibat dalam bermain band. Ceritanya juga menghadirkan karakter orisinil bernama Salome Hako Sakura yang akan menemani Akira dalam tugasnya. Game aslinya sendiri sudah lumayan lama keluar, tepatnya di tahun 2010 di konsol PS2. Jadi ada sesuatu tentang produksi anime ini yang sebenarnya agak membuat penasaran. Dari segi naskah cerita setidaknya, seri ini menurutku terbilang solid.

Handa-kun (Diomedea)

Seishuu Handa, remaja SMA yang tampan, cerdas, dan juga ahli kaligrafi di usianya yang muda, adalah sosok yang sangat diidolakan di sekolahnya. Namun entah kenapa, Handa merasa bahwa perhatian berlebih semua orang adalah cara mereka melakukan bullying terhadapnya, dan ia yakin kalau mereka semua justru membencinya. Sayangnya, cara-cara yang Handa lakukan untuk lolos malah semakin menambah jumlah pengagumnya.

Masih diangkat dari manga karya Yoshino Satsuki, staf veteran Koyama Yoshitaka (Rune Soldier, Noramimi) yang kali ini akan menyutradarai. Sedangkan naskahnya akan ditangani Yokote Michiko yang belakangan sangat menonjol lewat Shirobako, Yamada-kun and the Seven Witches, dan Dagashikashi. Perbedaan stafnya kurasa takkan dipermasalahkan. Ini jenis seri yang tiba-tiba saja muncul dan kelihatannya pasti akan disambut oleh para fans lamanya. Eh? Iya. ini prekuel seri komedi keseharian Barakamon yang sempat dianimasikan beberapa tahun lalu.

Fukigen Mononokean (Pierrot Plus)

Ashiya Hanae terpaksa masuk UKS selama tujuh hari pertamanya di SMA gara-gara ada siluman yang terus menempelinya di sekolah. Untuk itu, Ashiya kemudian meminta tolong pada pemilik ruang minum teh kecil bernama “Mononokean,” yang ternyata adalah pribadi yang sangat pemuram. Ini hanya awal dari rangkaian kejadian misterius yang melibatkan sang pemilik ruang minum teh tersebut, Abeno Haruitsuki, dalam membimbing bermacam siluman tersesat ke dunia lain.

Juga dikenal dengan judul The Morose Mononokean dan diangkat dari manga karya Wazawa Kiri, Iwanaga Akira yang sudah berpengalaman di Tegami Bachi dan Corpse Party yang akan menyutradarainya. Komposisi seri akan ditangani oleh Yoshioka Takao yang pengalamannya mulai dari Ikki Tousen sampai Shigatsu wa Kimi no Uso. Agak bertentangan dengan tema ceritanya, nuansa visual seri ini terbilang cerah. Terutama dengan desain-desain silumannya yang relatif imut. Selebihnya, aku belum tahu banyak tentang seri ini, walau nampaknya ini jenis yang akan lebih menarik perhatian pemirsa wanita.

Fate/kaleid liner Prisma Illya 3rei!! (SILVER LINK)

Ritual Cawan Suci dimulai menyusul konfrontasi dahsyat di akhir perselisihan menyangkut Class Card. Namun sepeninggal sosok-sosok asing yang membawa Miyu pergi, Illya mendapati dirinya di kota Fuyuki yang anehnya, berselimutkan salju di tengah musim panas. Sedikit demi sedikit, Illya menyadari kalau dirinya dan teman-temannya kini berada di dunia lain, dan perlahan mengetahui asal usul sesungguhnya dari sahabatnya dan kaitannya dengan keluarga Ainsworth.

Masih diangkat dari manga karya Hiroyama Hiroshi, ini musim tayang ketiga keempat dari seri anime Prisma Illya yang merupakan spin off dari seri Fate/stay night. Aku terkesan karena adaptasi animenya sudah sampai sejauh ini. Ceritanya setahuku mulai jadi agak gelap di titik ini, tapi tanpa benar-benar melepas sisi komedinya. Adegan-adegan aksinya masih bisa diharapkan sih. Pengarahannya kembali dikepalai oleh Oonuma Shin dengan bantuan Takahashi Ken dan Jinbo Masato. Komposisi serinya ditangani oleh Inoue Kenji. Mudah-mudahan hasilnya tetap bagus.

Days (MAPPA)

Tsukamoto Tsukushi yang merasa tak menonjol dan sangat rendah diri memaksakan diri bertemu dengan Kazama Jin, seorang jenius sepakbola yang terasing, di suatu malam berbadai. Perjumpaan ini ternyata berujung pada pusaran badai yang melanda dunia sepakbola SMA.

Diangkat dari manga karya Yasuda Tsuyoshi yang diserialisasikan di Weekly Shounen Magazine, penyutradaraan anime ini akan ditangani Uda Kounosuke yang sebelumnya pernah terlibat dalam One Piece, Majin Bone, dan Ginga e Kickoff!!. Keluaran-keluaran studio MAPPA selama ini punya kualitas animasi yang benar-benar berkesan. Kalau tak salah, ini kali pertama mereka menangani seri bertema olahraga, dan kenyataan tersebut saja menjadi daya tarik tersendiri dari seri ini. Maaf, untuk selebihnya aku masih kurang tahu. Ngomong-ngomong, manganya belum lama ini meraih penghargaan. Sejauh yang kutahu, ceritanya memang bagus dengan kombinasi humor dan dramanya yang kuat.

Re:Life (TMS Entertainment)

Kaizaki Arata, pengangguran, lajang, 27 tahun, akhirnya tak lagi mendapat dukungan finansial dari orangtuanya. Ia buntu karena tak bisa mendapat pekerjaan akibat keputusannya meninggalkan pekerjaan lamanya di bawah tiga bulan. Namun suatu malam, Arata bertemu Yoake Ryou yang menawarkan Arata sebuah pil yang akan mengubahnya menjadi remaja 17 tahun kembali untuk suatu eksperimen tertentu. Setuju menjalani eksperimen ini, Arata kembali bersekolah di SMA dan bertemu Hishiro Chizuru, gadis cantik namun canggung yang berharap bisa mendapatkan teman. Melalui jalinan hubungan dengan teman-temannya yang baru, Arata harus bisa menemukan apa yang tak dimilikinya untuk bisa meraih kebahagiaan di dunia nyata dalam kurun waktu satu tahun.

Diangkat dari seri manga karya Yayoiso yang diserialisasikan dalam aplikasi manga Comico, ini seri drama yang lambat laun menarik perhatian banyak sekali kalangan dalam beberapa tahun terakhir. Kosaka Tomo yang pernah terlibat dalam Yowamushi Pedal dan Giant Killing yang akan menyutradarainya, dengan naskah yang ditangani bersama oleh Hyodo Kasuho (Himegoto, Ookiku Furikabutte) dan Yokote Michiko (Princess Tutu, Shirobako, Ookiku Furikabutte). Belum tentu cocok dengan semua orang, tapi aku benar-benar berharap hasilnya bagus. Kelihatannya ini akan jadi satu seri yang diperhatikan di musim ini. (Ngomong-ngomong, Katalis Pustaka belum lama ini melisensinya di Indonesia.)

Ange Vierge (SILVER LINK)

Dunia terancam kehancuran seiring terbukanya gerbang yang menghubungkan lima dunia: Dunia biru yang kita tinggali: Bumi; dunia hitam yang menguasai malam dan sihir: Darkness Embrace; dunia merah yang dilindungi para dewa: Terra Libri Aurora; dunia putih yang dikendalikan sains dan gelombang otak: System White Egma; dunia hijau yang dikendalikan persenjataan dan kemiliteran: Glynnesert. Lalu sejumlah gadis remaja dengan kekuatan-kekuatan yang disebut Progress turut terbangkitkan, dan secara kolektif mereka disebut Exceed. Sougetsu Saya, beserta gadis-gadis Exceed seperti dirinya dari dunia lain, kemudian dikumpulkan di kota akademi raksasa Akademi Aoran yang terletak di Pulau Seiran yang terpencil di Samudra Pasifik. Bersama, mereka berhadapan langsung dengan kehancuran dunia.

Diangkat dari trading card game keluaran Fujimi Shobo dan Media Factory, anime ini akan menandai debut Tamura Masafumi sebagai sutradara. Tamura-san yang pernah terlibat dalam SoniAni juga akan menangani desain karakter. Komposisi serinya ditangani Takayama Katsuhiko yang pernah terlibat dalam Aldnoah.Zero, ef: a tale of memories, dan Ga-Rei: Zero. Selebihnya, ini bukan jenis seri yang biasanya kuminati. Tapi mesti diakui, dari segi komposisi staf, ini termasuk seri yang kelihatannya menjanjikan. Setidaknya dari segi daya tarik karakter, seri ini kelihatannya takkan mengecewakan.

New Game! (Dogakobo)

Seorang gadis remaja bernama Suzukaze Aoba lulus SMA dan bergabung dengan perusahaan pembuat game Eaglejump. Kebetulan, orang yang dulu menciptakan game favoritnya di masa SD adalah seniornya di perusahaan tersebut. Kini tergabung dalam perusahaan kreatif yang karyawannya perempuan semua, Aoba berhadapan dengan berbagai suka duka dalam perusahaan ini.

Fujiwara Yoshiyuki (GJ-bu, Plastic Memories) akan mengarahkan seri ini, dengan komposisi seri buatan Shimo Fumihiko (Infinite Stratos, Kokoro Connect). Ini diangkat dari manga bertema kantoran karya Tokuno Shoutarou. Berhubung manga aslinya diserialisasikan di majalah Manga Time Kirara Charat, sudah terjamin kalau ini akan jadi seri yang ringan. …Kudengar ini salah satu yang populer di majalah tersebut. Jadi seri ini jelas punya daya tarik bagi mereka yang suka.

Hybrid x Heart Magias Academy Ataraxia (Production IMS)

Hida Kizuna dipanggil kakak perempuannya ke akademi pertahanan strategis Ataraxia. Di sana, Kizuna menjumpai Chidorigafuchi Aine, seorang gadis yang menjadi pilot zirah sihir Zerosu, yang tiba-tiba melakukan sesuatu yang menimbulkan kesalahpahaman memalukan bagi keduanya. Namun kemudian terungkap kalau Kizuna memiliki kemampuan terpendam untuk meningkatkan kekuatan gadis-gadis pilot di akademi tersebut, dan kemampuannya akan diperlukan dalam perang mereka melawan dunia lain.

Juga dikenal sebagai Masou Gakuen HxH, seri ini diangkat dari seri light novel karya Kuji Masamune. Seri ini lumayan sejenis dengan Shinmai Maou no Testament, hanya saja berlatar futuristis dengan mecha-mecha raksasa. Jadi, uh, iya. Ini seri fanservice yang mungkin hanya disukai kalangan tertentu. Desain karakter aslinya dibuat Hisasi, dan menjadi daya tarik tersendiri buat yang suka tampilan visual Netoge no Yome wa Onna no ko ja Nai to Omotta? yang tayang belum lama ini. Selebihnya, Furukawa Hiroyuki yang menangani Okusama wa Seitokaicho yang akan menyutradarainya. Naskahnya ditangani Yamada Yasutomo yang pernah menangani Venus Versus Virus. Aku pribadi penasaran dengan kualitas adegan-adegan aksinya. Tapi entah ya. Mungkin ini termasuk yang agak berlebihan buat sebagian orang?

B-Project: Kodou Ambitious (A-1 Pictures)

Sumisora Tsubasa, seorang pegawai baru yang jujur dan berpandangan positif, baru mendapat pekerjaan baru di departemen A&R perusahaan Gandala Music. Tsubasa ditugaskan untuk mengawasi unit idola “B-PROJECT” yang terdiri atas tiga grup idola: Kitakore, THRIVE, dan MooNs. Pekerjaan pertama Tsubasa ini membuatnya harus menghadapi bermacam lelaki muda dan tampan dengan masing-masing kepribadian mereka yang beragam.

Boleh percaya atau tidak, ini proyek keluaran pengembang MAGES dengan konsep asli yang dicetuskan oleh penulis/komposer Shikura Chiyomaru sendiri. Suganuma Eiji yang pernah terlibat dalam Karneval dan Sasameki Koto yang akan menyutradarainya, dengan naskah yang ditangani Akao Deko (Noragami, Akagami no Shirayukihime) bersama MAGES. Desain karakter aslinya dibuat oleh Yukihiro Utako, pencipta Devils and Realist. Lalu penyanyi pop T.M. Revolution (yang pernah menyumbang lagu mulai dari Rurouni Kenshin sampai Valvrave) akan berperan sebagai produser eksekutifnya! Seri-seri keluaran MAGES sebelumnya, macam Robotics;Notes dan Punch Line, adalah seri-seri yang ceritanya berat di intrik. Makanya, rasanya aneh mereka sekarang mengembangkan tema seperti ini. Ada tiga grup idola yang terlibat (yang masing-masing juga sudah meluncurkan CD), jadi karakter bishonen di dalamnya benar-benar banyak. Bisa jadi ini indikasi kalau ceritanya bakal lebih menarik dari yang terlihat.

Cheer Boys!! (Brain’s Base)

Bandou Haruki, bersama teman masa kecilnya, Hashimoto Kazuma, membentuk kelompok cheerleading di universitas lelaki tempat mereka bersekolah untuk mengenang mendiang orangtua Hashimoto. Mereka turut berjumpa dengan Tokugawa Shou serta para calon anggota mereka yang lain, yang membawa mereka pada berbagai pengalaman yang agak aneh sekaligus manis.

Diangkat dari seri novel Cheer Danshi!! buatan Asai Ryo, ini satu seri lain yang agak menonjol. Desain karakter aslinya dibuat oleh manga-ka Tegami Bachi: Letter Bee, Asada Hiroyuki. Penyutradaraannya akan ditangani Yoshimura Ai (Ao Haru Ride), sehingga pemaparan karakternya diantisipasi bakal bagus. Komposisi serinya akan ditangani Yoshida Reiko (Girls und Panzer, Haruchika) yang kelihatannya juga semakin produktif di musim ini. Terlepas dari temanya, karakter-karakter cowok di seri ini semuanya digambarkan punya aura yang benar-benar meyakinkan.

First Love Monster (Studio DEEN)

Nikaidou Kaho, seorang siswi SMA yang meninggalkan rumahnya yang nyaman untuk mencoba hidup mandiri di Tokyo, diselamatkan seorang pemuda tampan sesudah hampir tertabrak truk. Kaho jatuh cinta berat terhadapnya, dan dengan susah payah berhasil menemukan siapa identitasnya… hanya saja pemuda tersebut ternyata masih anak kelas 5 SD.

Juga dikenal dengan judul Hatsukoi Monster, anime ini diangkat dari seri manga karya Hiyoshimaru Akira yang diserialisasikan di majalah ARIA punya Kodansha. Penyutradaraannya ditangani oleh Inagaki Takuya (Rosario + Vampire, Kuusen Madoushi Kohosei no Kyoukan) dengan komposisi seri ditangani Akao Deko yang dibantu Ooba Sayuri dan Aoshima Takashi. Manganya kudengar bukan jenis seri yang perlu kau ikuti secara serius. Maksudku, dari segi cerita saja, mungkin seri ini takkan sebagus itu. Tapi aku tetap agak penasaran dengan hasilnya. Terutama dengan bagaimana ada lumayan banyak seiyuu veteran berperan di seri ini.

Sweetness and Lightning (TMS Entertainment, Shinei Animation)

Sepeninggal istrinya, seorang guru matematika bernama Inuzuka Kouhei sebisa mungkin berusaha membesarkan anak perempuannya, Tsumugi, seorang diri. Sayangnya, Kouhei tak begitu pandai memasak dan ia sendiri tak punya selera makan besar. Sampai secara kebetulan, Iida Kotori, salah satu murid Kouhei, bergabung bersama mereka di meja makan. Lalu dimulailah berbagai petualangan masak rumahan yang melezatkan drama makan malam mereka.

Iwasaki Tarou yang sebelumnya menangani Ishuukan Friends yang akan menyutradarai seri ini. Komposisi serinya akan ditangani oleh Hirota Mitsutaka yang pernah terlibat dalam TeniPuri II dan Bono Bono. Seri ini diangkat dari manga Amaama to Inazuma buatan Amagakure Gido yang memang lumayan populer. Terlepas dari bagaimana hasilnya nanti, ini seri ringan yang akan kuperhatikan karena ingin lebih bisa memasak

Taboo Tattoo (J.C. Staff)

Seigi adalah siswa SMP yang takkan menonjol kalau bukan karena kemampuan bela dirinya dan keinginannya untuk melindungi yang lemah. Dalam suatu insiden, Seigi berusaha melindungi seorang tuna wisma tua. Lalu pria misterius tersebut kemudian membakar sebuah tato dalam telapak tangan Seigi. Tato tersebut ternyata senjata rahasia dahsyat yang diincar banyak orang. Seigi harus bisa menggali potensi sesungguhnya dari tato tersebut demi menghadapi lawan-lawannya yang berkekuatan ajaib.

Diangkat dari manga berjudul sama karya Shinjirou, kudengar ini seri yang seru, hanya saja sempat agak kehilangan arah dan momentumnya sesudah hiatus. Terlepas dari itu, penanganannya akan dilakukan Watanabe Takashi yang baru menuntaskan Heavy Object dengan mulus beberapa waktu lalu. Lalu ditambah dengan bagaimana J.C. Staff yang akan menganimasikannya, aku punya pengharapan adaptasinya akan seru terlepas dari manganya sendiri. Mungkin ini seri yang akan cukup solid untuk para penggemar aksi.

Amanchu! (J. C. Staff)

Di kota Itou, perfektur Shizuoka, Kohinata Hikari dan Ooki Futaba sama-sama tergabung dalam klub menyelam di sekolah mereka. Mereka menjalani keseharian yang damai dengan pemandangan bawah laut yang menakjubkan, yang juga mendekatkan mereka pada orang-orang di sekeliling mereka.

Sato Junichi, yang dulu menyutradarai Aria the Animation, akan kembali sebagai kepala sutradara untuk seri mendamaikan lain karya Amano Kozue ini. Penanganan langsungnya sendiri akan dilakukan oleh Kasai Kenichi yang pernah terlibat dalam Bakuman dan Honey and Clover. Komposisi naskah akan dibuat oleh Akao Deko (Arakawa Under the Bridge, Akagami no Shirayukihime), yang baru kusadari juga sibuk di musim ini? Untuk kalian yang ingat manga Roman Club yang juga buatan Amano-sensei, seri ini berbagi latar dengan para karakter di seri tersebut.

Battery the Animation (Zero-G)

Harada Takumi pindah ke kota pegunungan di perfektur Okayama pada liburan musim semi sebelum ia masuk SMP karena kepindahan kerja ayahnya. Takumi, yang adalah seorang pitcher di olahraga bisbol, kehilangan rasa percaya diri akan bakatnya pada saat ia pindah. Namun teman sekelasnya yang bernama Nagakura Kou muncul di hadapannya, dan menyatakan keinginannya untuk membentuk pasangan battery (pitcher dan catcher) bersama Takumi.

Seri ini menandai keluaran pertama studio animasi Zero-G dalam format seri TV sesudah rangkaian OVA yang mereka buat (yang mencakup Shadow Skill dan MD Geist II – Death Force). Mochizuki Tomomi, yang sebelumnya menangani Pupa dan House of Five Leaves dengan gaya eksentriknya, yang akan menangani penyutradaraan dan naskahnya. Sedangkan desain karakter orisinilnya akan dibuat oleh manga-ka Hourou Musuko, Shimura Takako. Seri ini diangkat dari seri novel Asano Atsuko yang terbit dari 1996 sampai 2005 dan akan mengisi slot tayang Noitamina di musim ini. Meski tak menonjol, sejauh ini gelagatnya positif. Mudah-mudahan hasilnya bagus.

Nejumaki Seirei Senki: Tenkyou no Alderamin (Madhouse)

Di akademi militer Kekaisaran Katvarna yang tengah berperang dengan negara tetangganya, Republik Kioka, hadir pemuda pemalas penyuka wanita bernama Ikuta Sorouku. Ditekan keadaan, Ikuta dengan enggan mengikuti Ujian Perwira Militer Tingkat Tinggi. Lalu membantah perkiraan semua orang, keikutsertaannya menjadi awal karirnya sebagai komandan militer ternama dengan kecerdasan yang luar biasa.

Juga dikenal sebagai Alderamin on the Sky, seri ini diangkat dari seri light novel fantasi militer karya Uno Bokuto terbitan Dengeki Bunko yang lumayan menonjol beberapa tahun terakhir. Ichimura Tetsuo, yang sebelumnya menangani OVA kedua Ane Log, akan memulai debutnya sebagai sutradara seri TV lewat seri ini. Desain karakternya yang dibuat Katsuki Kunio agak… berbeda dari ilustrasi asli di seri ranobenya. Komposisi serinya sendiri akan ditangani Yasukawa Shogo yang terlibat dalam Terra Formars dan Shokugeki no Soma. Meski mereka studio ternama, terkadang ada keluaran Madhouse yang berakhir dengan hasil agak aneh. Mudah-mudahan hasilnya tetap bagus.

Servamp (Brains Base)

Seorang siswa SMA baru bernama Shirota Mahiru berpapasan dengan seekor kucing liar hitam bernama Kuro. Tapi Kuro yang bermata mengantuk ternyata bukan kucing biasa, melainkan servamp, servant vampire yang dapat berubah ke wujud mungil serupa maskot. Mahiru yang tak suka melibatkan diri ke dalam konflik kemudian jadi terseret dalam perselisihan kuno dan sureal antara manusia dan vampir.

Diangkat dari manga karya Strike Tanaka, walau terkesan penuh aksi, ini seri yang kudengar sebenarnya lebih ditonjolkan untuk pemirsa wanita dengan banyaknya karakter cowok di dalamnya. Produksi animasinya akan mempertemukan kembali para staf dari anime Aoharu x Machinegun, dengan penyutradaraan yang kini dikepalai Sara Itto. Terlepas dari semuanya, kudengar ceritanya terbilang seru, dan memang menarik buat yang suka.

91 Days (Shuka)

Di masa pelarangan penjualan alkohol di Amerika antara tahun 1920 dan 1933, di sebuah kota yang dikuasai mafia, seorang pria bernama Avilio kehilangan seluruh anggota keluarganya. Demi membalas dendam, sahabatnya harus ia bunuh. Di kota tersebut, ada seorang pria lain bernama Nero. Suatu hari nanti, ia akan menjadi kepala mafia. Suatu hari nanti juga, ia akan menjadi sasaran pembalasan dendam. Ini adalah buku harian tentang drama pembalasan dendam yang berlangsung selama 91 hari.

Ini seri orisinil baru yang akan mengisi slot waktu Animeism. Kaburaki Hiro yang sebelumnya menangani Kimi no Todoke dan Tonari no Kaibutsu-kun yang akan menyutradarainya. Sedangkan komposisi serinya akan ditangani Kishimoto Taku yang belakangan mencuat namanya karena naskahnya di Boku Dake ga Inai Machi. Ini keluaran berikutnya dari Shuka sesudah trilogi Durarara!!x2 mereka berakhir belum lama ini. Dengan pemaparan nuansanya yang kuat, kelihatannya secara teknis seri ini takkan jelek.

Rewrite (8-Bit)

Kazamatsuri adalah kota di mana peradaban dan alam dibangun selaras. Namun penanaman berlebihan pada tahun-tahun belakangan telah berujung pada rimbunnya pepohonan dan tumbuhan. Tennouji Kotarou dan teman-teman perempuannya di kelompok peneliti supernatural kerap menjelajah hutan yang mengelilingi kota untuk menemukan UMA. Pencarian mereka berujung pada serangkaian hal yang ternyata mempengaruhi masa depan umat manusia.

Diangkat dari game yang dikembangkan Key, seperti yang bisa diharapkan, seri ini memiliki nuansa magic realism yang kental di samping karakter-karakter yang manis. Namun agak berbeda dari keluaran-keluaran Key sebelumnya, seperti Air dan Clannad, (walau ini mungkin terdengar aneh) selain punya cerita menyentuh, Rewrite juga agak lebih berat di sisi aksi. Aku dengar gamenya benar-benar sukses sejak pertama dirilis tahun 2011. Adaptasi anime ini akan disutradarai Tensho yang sebelumnya menangani Kinmoza!, dengan naskah yang dibuat Romeo Tanaka dan Kai (dari Visual Arts). Ini nampaknya salah satu anime paling dinanti di musim ini. Kudengar intrik ceritanya juga lumayan rumit, jadi mudah-mudahan hasilnya bagus.

Berserk  (GEMBA, Millepensee)

Rakyat mengalami penderitaan berkepanjangan pasca perang. Lalu kabar tersiar tentang kemunculan beragam makhluk supernatural ganjil yang memangsa manusia. Di tengah itu semua, ada desas-desus tentang ahli pedang hitam dengan pedang raksasa yang kerap terlihat di tempat-tempat kekacauan terjadi. Ahli pedang tersebut adalah Guts, anggota tersisa dari tentara bayaran legendaris Band of the Hawk yang pernah menyelamatkan Kerajaan Midland dari keruntuhan. Seiring dengan tanda-tanda kehancuran yang kembali melanda, sebagian orang mulai menyadari bahwa harapan untuk bertahan hidup mungkin ada di pundak lelaki ini.

Masih diadaptasi dari seri manga aksi fantasi gelap sangat ternama buatan Miura Kentarou, seri TV kali ini akan menganimasikan bagian cerita Black Swordsman yang memaparkan masa-masa Guts berkelana bersama peri teman seperjalanannya, Puck. Berserk sudah dua kali diadaptasi ke bentuk anime, pertama dalam bentuk seri TV dan belakangan dalam bentuk seri layar lebar, tapi kedua adaptasi tersebut sama-sama lebih memaparkan bagian cerita Golden Age tentang masa lalu Guts. Jadi, seri TV ini bisa dibilang semacam kelanjutan yang mengadaptasi porsi cerita yang belum pernah dianimasikan sebelumnya. Itagaki Shin yang pernah menangani Basquash dan Ben-To akan menyutradarainya. Naskahnya akan ditangani Fukami Makoto (Psycho-Pass, Yuruyuri San Hai!) bersama Yamashita Takashi (Cencoroll). Ini jenis anime yang sebagus apapun hasilnya, kelihatannya bakal tetap dipermasalahkan sebagian penggemarnya. Ditambah lagi, belum diketahui cakupan ceritanya akan sejauh apa. Aku cuma bisa berkata kalau hasil akhirnya setidaknya sejauh ini kelihatan takkan jelek. Ini satu lagi seri yang akan mengisi slot tayang Animeism.

Orange (TMS Entertainment, Telecom Animation Film)

Takamiya Naho, seorang siswi SMA berusia enam belas tahun, pada suatu hari menerima sebundel surat misterius yang tertera berasal dari dirinya sendiri sepuluh tahun di masa depan. Surat itu secara akurat menyebut tentang kedatangan seorang murid pindahan bernama Naruse Kakeru, tentang bagaimana Naho kelak akan jatuh cinta padanya, dan bagaimana Naho harus mengawasinya baik-baik sebelum sesuatu yang teramat disesalinya terjadi…

Hamasaki Hiroshi yang pernah menjadi sutradara di Steins;Gate dan Terra Formars akan menangani seri ini. Ini diangkat dari manga drama karya Takano Ichigo yang belum lama ini tamat. Ceritanya lumayan menyentuh, walau temanya mungkin agak sensitif bagi sebagian orang. Pemandangan-pemandangan indah di manganya kelihatannya akan terbawa ke adaptasi animenya. Lalu seiyuu ternama Hanazawa Kana yang akan memegang peran kunci sebagai pengisi suara Naho. Man, tadinya kusangka ini baru keluar musim gugur nanti. Kalau ada satu seri untuk cewek yang musim ini layak ditonjolkan, maka itu adalah seri ini.

Mengejutkan semua penggemarnya, menyusul pengumuman tentang game baru Danganronpa V3, adalah pengumuman soal anime Danganronpa 3 – The End of Kibougamine Gakuen dari studio Lerche. Jadi, adaptasi anime baru dari waralaba game misteri penuh intrik buatan pengembang Spike Chunsoft ini bukanlah Danganronpa 2, melainkan langsung ke 3. Kishi Seiji akan kembali untuk menyutradarai. Anime ini akan terdiri atas dua bagian, yaitu Mirai Hen (Future Arc) yang berfokus pada karakter-karakter dari game pertama, dan Zetsubou Hen (Despair Arc) yang berfokus pada para karakter dari game kedua. Lalu yang mengesankan, kedua bagian cerita yang terpisah tapi berhubungan ini akan ditayangkan sekaligus! Ini seriusan?!

Tsukiuta. THE ANIMATION juga akan tayang. Pada dasarnya, ini tentang kelompok idola yang merupakan perwujudan dari bulan-bulan di kalender. Ada versi cewek maupun cowoknya, dengan versi cewek berlatar di dunia lain. Kayaknya anime ini akan berfokus ke versi cowoknya yang berlatar di Tokyo modern. …Err, penganimasiannya akan dilakukan Studio Pierrot.

Saiki Kusuo ni Psi Nan, yang bercerita tentang seorang siswa SMA bernama Saiki Kusuo yang punya kekuatan supernatural yang menyebabkan berbagai hal konyol, juga akan tayang. Ini seri yang sudah lumayan lama diserialisasikan di Shonen Jump tapi baru sekarang diangkat ke format seri TV. Sakurai Hiroaki, yang pernah menangani Di Gi Charat dan Kaichou wa Maid-sama! yang akan menyutradarainya, dengan Yokote Michiko (Shirobako, Kyoukai no Rinne) untuk komposisi naskah.

Kabar lain yang mengejutkan adalah D. Gray-man Hallow keluaran TMS Entertainment. Seri ini merupakan kelanjutan anime D.Gray-man sesudah animenya terputus dan cerita manganya di Weekly Shonen Jump sempat hiatus karena sakitnya Hoshino Katsura-sensei. Buat yang belum tahu, ini cerita fantasi alternatif berlatar di awal abad ke-20 tentang sekelompok Exorcist yang berusaha melawan kuasa jahat Millenium Earl yang misterius. Tampilannya mungkin agak berbeda, tapi kabarnya ini benar merupakan kelanjutan cerita anime sebelumnya. Ya, ini satu lagi seri yang menonjolkan karakter lelakinya. Kualitasnya sejauh ini terihat solid.

Seri konyol penuh bishonen Cute High Earth Defense Club LOVE! LOVE! atau Binan Koukou Chikyuu Bouei-bu Love! Love! juga akan muncul. Kembali berkisah tentang lima siswa pemalas yang dikasih kemampuan melindungi Bumi dengan kekuatan cinta oleh seekor wombat pink, musim kedua ini akan mengetengahkan kedatangan sepasang murid pindahan yang misterius. Studio Comet yang akan menggantikan Diomedea dalam produksinya.

Lalu untuk kasus tak biasa, Arslan Senki: Fuujin Ranbu atau  The Heroic Legend of Arslan: Dust Storm Dance juga akan memaparkan kelanjutan perjuangan Arslan dan teman-temannya dalam merebut kerajaannya kembali. Sayangnya, season kedua ini hanya akan punya 8 episode. Mungkin karena akan berbagi slot tayang dengan empat episode spesial dari Nanatsu no Taizai. Tapi juga mungkin karena menunggu perkembangan cerita di manganya.

Soal empat episode spesial tersebut, Nanatsu no Taizai: Seisen no Shirushi, atau Seven Deadly Sins: Signs of Holy War juga tayang pada Agustus nanti. Stafnya kabarnya agak berbeda dari sebelumnya, tapi masih ditangani A-1 Pictures.

Masih soal episode spesial, anime robot RS Project –Rebirth Storage-, yang konsepnya memenangkan kompetisi MechaTsuku dari perusahaan produsen novel ponsel Every Star tahun lalu, juga akan tayang. Ceritanya berlatar di dunia paralel yang mirip Jepang modern. Makhluk-makhluk asing bernama Kikou terjatuh dari langit pada tahun 2025 dan melenyapkan banyak kota. Lalu sembilan tahun kemudian, pilot bernama Midou Yuzuru dan asistennya, Sagami Rin, menggunakan robot raksasa yang dibuat dari jasad Kikou. Namun pertempuran dengan robot itu akan menyebabkan kehilangan ingatan bagi sang pilot, dan keduanya harus mengungkapkan kenapa. Kamei Osamu akan menandai debutnya sebagai sutradara lewat episode ini.

Seri anime pendek Ozmafia!! yang diangkat dari game keluaran Poni-Pachet juga akan tayang. Produksinya akan dibuat Creators in Pack (kalian tahu ‘kan studio ini punya cabang di Jakarta?). Cerita gamenya adalah tentang Fuka, seorang gadis yang kehilangan ingatan, yang ditolong dari jalanan oleh para anggota keluarga mafia Oz. Dalam kota berbahaya di mana kelompok-kelompok mafia berbeda saling berebut kekuasaan dan wilayah, Fuka harus menemukan jalan tengah antara persahabatan dan konflik dan menemukan alasan ia tak punya ingatan . …Tapi berhubung cerita seperti itu takkan masuk ke formatnya, cerita animenya diubah jadi cerita sekolahan.(!?) …Kayaknya ini kasusnya mirip Wagamama High Spec.

Ada kabar tentang adaptasi anime seri manga Sangatsu no Lion atau March comes in like a lion yang akan dibuat SHAFT, tapi penayangannya masih belum jelas. Ceritanya tentang seorang pemain shougi muda jenius yang terasing, yang menemukan kehangatan hubungan sosial lagi dalam bentuk keluarga yang menjadi tetangganya.

Hal yang sama juga berlaku untuk Drifters, tentang para pahlawan bersejarah yang didatangkan ke suatu dunia lain selepas kematian mereka untuk bertempur. Animasinya dilakukan Hoods Entertainment dan stafnya sudah diumumkan. Tapi penayangannya juga belum jelas.

Menyusul adaptasi manganya yang belum lama ini berakhir, ada desas-desus juga tentang penganimasian game media sosial Mahou Shoujo Ikusei Keikaku atau Magical Girl Raising Project dari studio Lerche. Sutradara dan penulis naskahnya sudah ditetapkan, yakni Hashimoto Hiroyuki (Gochuumon Usagi desu ka?) dan Yoshioka Takao (Shigatsu wa Kimi no Uso, Elfen Lied). Ceritanya tipikal konflik gelap yang menyorot tentang sekelompok gadis ajaib saat tiba-tiba saja jumlah mereka harus dikurangi yang berujung pada bagaimana mereka saling bunuh.

…Setelah kupikir, kelanjutan kabar tentang adaptasi anime dari manga shoujo Watashi ga Motete Dousunda (Kiss Him, Not Me) juga belum ada.

Dari segi film layar lebar, Accel World: Infinite Burst keluaran Sunrise akan dirilis Juli ini dan akan memperkenalkan karakter Shinomiya Utai/Ardor Maiden, salah satu anggota asli Nega Nebulus yang juga muncul di seri novelnya. Film layar lebarnya sendiri kudengar adalah cerita orisinil yang dipenai oleh Kawahara Reki-sensei sendiri. Tapi tetap saja kurasa ini melanjutkan cerita di seri TV-nya.

Selebihnya, maskot kucing dalam pisang Bananya juga akan dianimasikan oleh TMS Entertainment dan Gathering. …Aku enggak bisa komentar banyak soal ini.

Tambahan pertama: yang terbaru dari waralaba Love Live! keluaran Sunrise yaitu Love Live! Sunshine!! akhirnya akan keluar juga seri TV-nya. Ceritanya berfokus pada suatu grup idola baru, yaitu Aqours, yang terinspirasi μ’s dan memulai dari nol di sebuah kota di tepi laut. Sakai Kazuo yang sebelumnya menangani Mushi-Uta yang akan menyutradarainya, dengan naskah yang kembali ditangani oleh Hanada Jukki. Ya, kayaknya ini akan jadi salah satu judul yang disorot di musim ini.

Tambahan lain: seri anime pendek Honobono Log akan diproduksi studio Fanworks untuk musim ini. Ini diangkat dari buku ilustrasi karya Fukamachi Naka yang menyoroti kehidupan berbagai keluarga dan pasangan kekasih yang menghangatkan hati.

Satu tambahan yang agak terlewat, Fudanshi Koukou Seikatsu, yang diangkat dari seri manga karya Michinoku Atami. Ceritanya tentang Sakaguchi, seorang cowok SMA yang memiliki ketertarikan mendalam terhadap karya-karya yaoi, beserta orang-orang di sekelilingnya. Untuk yang tak menyadarinya, ‘fudanshi’ di judulnya adalah plesetan dari istilah fujoushi. (Sudah aku bilang musim ini akan lebih memanjakan pemirsa wanita.) Produksinya akan dilakukan oleh EMT Squared yang belum lama ini ambil bagian dalam produksi seri Kumamiko serta disutradarai Tokoro Toshikatsu (Moeyo Ken, Soul Link).

Tambahan yang lain yang baru diumumkan: Time Travel Shōjo ~Mari Waka to 8-nin no Kagakusha-tachi, proyek orisinil yang akan ditangani Yamazaki Osamu (Terra e, Hakuouki). Belum banyak info yang diketahui tentangnya, selain dua tokoh utamanya Hayase Mari dan Mizuki Waka, yang akan diperankan Toyosaki Aki dan Kotobuki Minako, dan kaitan mereka dengan delapan ilmuwan.

Tambahan yang terlewat: Kono Bijutsu-bu niwa Mondai ga Aru! yang diangkat dari manga komedi karya Imigimuru, juga akan tayang. Studio feel. yang akan memproduksinya, dengan Oikawa Kei dan sebagian besar staf lain yang memproduksi Oregairu Zoku yang akan menangani. Ceritanya tentang sebuah klub seni rupa di suatu sekolah menengah tertentu, yang di dalamnya seorang siswi bernama Usami Mizuki adalah satu-satunya orang normal di sana. Aku belum tahu kalau soal cerita, tapi dari segi teknis seri ini kelihatannya bakal termasuk bagus.

Show by Rock!! Short!! juga akan tayang. BONES akan kembali untuk menganimasi waralaba seri musik dari Sanrio ini. Ceritanya merupakan sekuel dari seri Show by Rock!! sebelumnya, hanya saja dalam format anime pendek. Konon ada sekuel lain berdurasi penuh yang sedang direncanakan, namun belum jelas ditayangkannya kapan. Kabarnya di seri ini ada band baru yang akan tampil.

Shokugeki no Souma: Ni no Sara, season kedua yang kembali menampilkan Souma dan teman-temannya di kerasnya ajang-ajang memasak Akademi Tootsuki, juga akan tayang. Stafnya masih tak jauh berbeda dari sebelumnya.

Diangkat dari game populer, Puzzle x Dragons X juga akan tayang dengan penganimasian oleh Studio Pierrot. Kesannya lebih meyakinkan dibandingkan anime-anime lain sejenisnya.

Seri aksi(?) polisi dengan elemen-elemen tokusatsu keluaran Production IMS, Active Raid, juga akan kembali dengan season keduanya. Musim tayang pertamanya agak kurang menonjol. Tapi ceritanya sendiri kudengar sebenarnya menarik dengan perkembangan enggak biasa.

Tambahan lain, dari para pembuat gdgd Faeries, adalah Mahou Shoujo? Naria Girls. Ceritanya tentang tiga orang gadis yang memutuskan untuk mencoba menjadi terkenal dengan membuat versi anime dari diri mereka sendiri. Lalu genre yang mereka pilih adalah mahou shoujou dengan durasi penayangan sepanjang satu cour. Kayaknya mereka lagi-lagi mereka pilih tema yang aneh.

Beberapa tambahan lain lagi: Mob Psycho 100, yang diangkat dari manga lain karya ONE, pengarang One-Punch Man. Ceritanya tentang seorang siswa SMP yang memiliki kekuatan supernatural psikis dahsyat, yang selama ini berusaha hidup normal. Namun, sesuatu konon akan terjadi kalau kapasitas emosinya mencapai 100%. Tachikawa Yuzuru (Death Parade) akan menyutradarainya di studio BONES. Hmm, kukira ini keluar musim gugur nanti.

Seperti Reikenzan, ada anime lain, Hitori no Shita the outcast, juga akan keluar lewat kerjasama China-Jepang. Ini diangkat dari suatu webcomic bergenre aksi kekuatan super. Tokoh utamanya seorang mahasiswa biasa yang kemudian mengalami suatu insiden yang mengubah hidupnya di suatu desa terpencil.

… …

Ini agak telat. Ada adaptasi anime juga dari kinetic novel Planetarian buatan Key. David Productions yang akan menanganinya. Penyiarannya akan dilakukan melalui web.

Wow. Tren baru untuk musim ini benar-benar aneh.

Kalau ada kabar-kabar lain aku usahakan akan aku tambahkan lagi.

(Sumber dari ANN dan MyAnimeList)

Macross Delta preview & Daftar Seri Macross

Pada awal tahun 2016 lalu, ada episode spesial bersifat preview untuk anime baru Macross Delta. Macross Delta resminya mulai tayang April ini, dan episode pertamanya yang ‘lengkap’ telah keluar saat ini kutulis. Tapi episode spesial tersebut sempat memberi gambaran nuansanya akan kayak apa.

Buat yang belum tahu, Macross Delta merupakan keluaran terbaru dari waralaba anime mecha Macross cetusan Kawamori Shouji. Produksinya dilakukan oleh studio Satelight, dan direncanakan akan tayang sepanjang dua cour.

Alasan kenapa aku menulis ini karena: satu, tiba-tiba aku menyadari banyaknya detil visual bermakna pada setiap frame, yang mestinya kusadari dari zaman Macross Frontier dulu; lalu dua, karena penayangan Macross Delta agak membuat orang-orang penasaran soal waralaba Macross belakangan.

Kayak beberapa penggemar lain, aku membandingkan perbedaan antara versi preview waktu itu dengan versi lengkap yang keluar kali ini. Beberapa hal yang terlintas di kepalaku saat membandingkan keduanya adalah:

  • Tokoh utama cowoknya ternyata benar adalah Hayate Immelman.
  • Freyja Wion benar-benar karakter yang ekspresif. Pemilihan Suzuki Minori sebagai seiyuu untuknya pasti lagi-lagi ketat.
  • Keterampilan pengendalian mecha Hayate yang peka terhadap irama, yang membuatnya pandai menari, sebelumnya luput dari perhatianku karena aku terlalu terfokus pada Walküre.
  • Para personil Walküre dikisahkan memiliki suara yang trans dimensional. Jangan-jangan itu syarat untuk bisa terpilih sebagai personil?
  • Aksesoris-aksesoris yang Hayate kenakan! Terutama kalung di lehernya! Gara-gara film layar lebar Macross Frontier, aku jadi terus-terusan berpikir kalau kayaknya itu bakal punya peran dalam cerita.
  • Bentuk hati yang terpasang di rambut Freyja sekilas terlihat seperti jepit rambut. Tapi ternyata bukan, itu sesuatu yang memang ‘mencuat’ dari dalam percabangan rambutnya. Mungkin itu apa yang disebut sebagai Rune olehnya, dan merupakan ciri khas orang-orang dari planet Winderemere? Berarti Winderemere benar termasuk jenis spesies manusia baru yang ditemukan manusia Bumi?
  • Aku perhatikan bahwa setiap anggota Aerial Knights dari Kingdom of Wind ternyata juga memiliki sesuatu serupa Rune di rambut mereka. Apa mungkin ada kaitan antara Winderemere dengan Kingdom of Wind?
  • Ada cinta segitiga. Pasti. Romansa kelihatannya akan terjalin antara para personil Walküre dengan pilot-pilot Delta Squadron yang melindungi mereka. Pengecualiannya mungkin pada Mirage Fallyna Jenius, satu-satunya perempuan di Delta Squadron, yang sepertinya bertugas mengawal Mikumo Guynemer.
  • Dengan demikian, kalau menilai materi-materi promo seri ini, maka cinta segitiga utamanya akan antara Hayate, Freyja, dan Mirage?
  • …Tunggu, ini aneh. Berarti nanti Mikumo dengan siapa?
  • Oiya. Masih ada para bishounen di Aerial Knights. Iya juga. Pasti ada salah satu dari mereka yang bisa jadi pasangan Mikumo. Berarti di masa mendatang kayaknya bakal ada adegan penawanan.
  • Kelihatannya, kalau sudah terbawa untuk menyanyi, Freyja benar-benar menjadi sulit mengendalikan diri.
  • Delta Suadron masih belum jelas dibekingnya sama siapa…

Selain adegan klimaks di akhir yang tak ada di preview—yang mana Hayate menjalankan aksi klasik mengambil alih sebuah pesawat Valkyrie demi menyelamatkan Freyja—ternyata ada sejumlah adegan dialog tambahan juga di tengah episode. Episode komplitnya juga memaparkan sedikit lebih banyak soal para personil Walküre lain selain Mikumo, serta interaksi antara mereka dengan Delta Squadron.

Seperti yang bisa diharapkan, untuk ukuran sebuah episode pertama, episode ini dipenuhi berbagai adegan mencolok. Terlepas dari semuanya, kurasa ini satu seri yang perkembangannya ingin kuikuti di musim ini. Kesan awalnya buatku lumayan positif.

Kalian juga tak harus mengikuti seri-seri Macross sebelumnya untuk menikmati seri ini kok. Ceritanya lumayan berdiri sendiri. Sedikit pengetahuan tentang seri-seri sebelumnya memang bisa membuatmu lebih menikmatinya sih.

Trilogi Super Dimension dan Robotech

Meski dicetuskan di zaman yang sama dengan waralaba Gundam, waralaba Macross memiliki sejarah agak rumit, sekalipun dengan jumlah keluarannya yang lebih sedikit.

(Aku bukan penggemar besar Macross, jadi yang kutulis ini baiknya nanti aku lengkapi lagi.)

Seri Macross ini, pada awalnya, menjadi yang pertama dari trilogi Super Dimension (Chou Jikuu). Trilogi ini terdiri atas tiga seri anime sains fiksi yang tidak saling berhubungan, tapi sama-sama mengusung motif soal drama kehidupan di tengah konflik melawan alien serta mecha-mecha yang bisa bertransformasi. Menariknya, hanya Macross saja di antara ketiga seri ini yang kemudian berkembang menjadi waralaba besar.

Ketiga seri TV yang menjadi bagian dari trilogi di atas antara lain:

  • The Super Dimension Fortress Macross (1982) tentang pesawat luar angkasa raksasa berteknologi asing yang jatuh ke Bumi. Tak dinyana, pengaktifan kembali kapal ini sesudah diperbaiki manusia Bumi mengundang datangnya ras alien Zentradi (dan nantinya, ras alien Meltlandi) untuk menyerang. Produksi animasinya dibuat oleh Tatsunoko Production, dan ciri khas seri ini terdapat pada bagaimana musik ternyata berperan vital dalam penyelesaian peperangan.
  • Super Dimension Century Orguss (1983) yang dibuka dengan konflik perebutan space elevator antara dua pihak superpower, yang berujung pada diledakkannya suatu senjata dahsyat jenis baru yang mempengaruhi ruang dan waktu. Ledakan tersebut di luar dugaan membawa si tokoh utama, Katsuragi Kei, ke masa depan yang hancur dua puluh tahun mendatang. Kei kini dikejar banyak pihak karena suatu alasan yang tak dipahaminya, dan Orguss adalah nama mecha yang kemudian dikemudikannya. Produksi animasinya dibuat oleh Tokyo Movie Shinsha (yang sekarang kita kenal sebagai TMS Entertainment) dan sempat disusul dengan sekuel berupa OVA. Konfliknya terdapat pada berbagai hubungan cinta yang dijalin si tokoh utama, serta tragedi bagaimana ia jadi meninggalkan kekasihnya yang sedang mengandung di masa lalu.
  • Super Dimension Cavalry Southern Cross (1984) tentang konflik di sebuah planet baru bernama Glorie yang kini ditempati manusia sesudah ekosistem Bumi hancur, tapi kemudian diperebutkan sesudah terkuak planet itu tempat asal ras alien Zor yang datang kembali setelah meninggalkannya di masa silam. Southern Cross adalah nama kesatuan tentara yang melindungi manusia di planet ini. Tokoh utamanya adalah tiga wanita muda Jeanne Fránçaix, Mary Angel, dan Lana Isavia yang masing-masing memiliki misi pribadi dalam perang tersebut. Produksi animasinya kembali dibuat oleh Tatsunoko Production. Konfliknya terutama terdapat pada bagaimana pihak Zor menggunakan tawanan manusia yang telah dicuci otak sebagai ‘inti’ pasukan mecha mereka.

Produksi ketiga seri tersebut disponsori oleh perusahaan media Big West Advertising, yang juga mensponsori seri-seri Macross modern di masa sekarang.

Pada tahun 1985, ada upaya untuk memasukkan seri Macross yang pertama ke dunia barat. Pemrakarsanya adalah perusahaan Harmony Gold USA yang bekerjasama dengan Tatsunoko Production. Namun sehubungan dengan ketentuan sindikasi seri televisi yang dihadapi di masa itu—yang hanya memungkinkan penayangan di hari-hari kerja, dan bukan mingguan, selama kurun waktu yang ditentukan (dibutuhkan total 65 episode, 13 minggu dengan lima episode per minggu)—pihak Harmony Gold memutuskan untuk ‘menggabungkan’ tiga seri TV yang tak saling berkaitan menjadi satu seri baru yang dinamai Robotech.

Karena kerjasama Harmony Gold adalah dengan Tatsunoko, maka dari trilogi Super Dimension, yang akhirnya bisa ‘diambil’ hanyalah Macross dan Southern Cross (mengambil Orguss konon perlu proses lagi lewat TMS). Maka untuk melengkapi Robotech, kemudian diambil satu seri Tatsunoko yang lain, yaitu Genesis Climber MOSPEADA, yang diproduksi tahun 1984 dan menampilkan mecha yang bisa bertransformasi (dalam hal ini, ke bentuk sepeda motor).

Cerita MOSPEADA sendiri adalah tentang perjuangan umat manusia melawan ras alien misterius Inbit dengan tema-tema tentang polusi lingkungan dan sumber daya alam. Tokoh utamanya adalah pejuang bernama Stikk Bernard yang ingin membalas dendam pada Inbit atas kematian kekasihnya.

(…Setelah kupikir, banyak juga seri buatan Tatsunoko yang di masa itu disindikasi di barat. Dua di antaranya termasuk Gatchaman dan Time Bokan. Kurasa ini berarti mereka semacam pionir?)

Dalam perkembangannya, Robotech berkembang menjadi waralaba besar tersendiri yang terkenal di Amerika. Mulanya memang hanya terbentuk dari pengeditan cerita, video, dan sulih suara besar-besaran. Intinya soal bagaimana video dari ketiga seri di atas bisa jadi cerita yang saling nyambung. Tapi yang menarik adalah bagaimana penulisan ulang yang dilakukan untuk membuat Robotech ternyata benar-benar bagus.

Sebagai efek samping dari itu, hak atas merk dagang ‘Macross’ di Amerika hingga sekarang masih dipegang oleh Harmony Gold. Karenanya, hingga saat ini kutulis, semua seri Macross baru sesudahnya (yang diproduksi oleh pihak selain Tatsunoko?) jadi tak bisa dilisensi secara resmi di Amerika.

Apa kau masih ingat cinta?

Terlepas dari perkembangannya di barat, kesan kuat yang diberikan seri Macross pertama berlanjut dengan dibuatnya film layar lebar The Super Dimension Fortress Macross: Do You Remember Love? pada tahun 1984 dan seri OVA The Super Dimension Fortress Macross: Flash Back 2012 pada tahun 1987. Produksinya sama-sama masih dilakukan lewat kerjasama Big West dan Tatsunoko Production.

Kedua proyek ini sama-sama mewujudkan sebagian visi yang belum terwujud dari Studio Nue yang sudah direncanakan, tapi pada akhirnya tak sempat dianimasikan untuk versi seri TV-nya. Ini terutama menyangkut kesudahan nasib akhir ketiga tokoh utamanya, sang pilot Ichijyou Hikaru, sang penyanyi idola Lin Minmei, serta sang wakil laksamana Hayase Misa. Proyek ini memvisualisasikan adegan konser terakhir Minmei di Bumi sebelum ia berangkat bersama Hikaru dan Misa sebagai bagian awak kapal induk baru penerus SDF-1 Macross, SDF-2 Megaroad-01, yang akan menjelajahi alam semesta.

Do You Remember Love? merupakan penceritaan ulang dari seri TV-nya, dengan cerita yang lebih dipadatkan serta penambahan animasi baru. Ada beberapa perbedaan poin cerita yang mencolok. Salah satunya ada pada lagu baru yang dibawakan Minmei, “Ai, Oboete imasuka?”, yang liriknya konon berasal dari peradaban kuno Protoculture. Karena ceritanya agak ‘berbeda’ dari versi seri TV, yang menarik adalah bagaimana film layar lebar ini juga direferensikan sebagai suatu film layar lebar bersejarah ternama di dalam dunia Macross sendiri dalam beberapa seri ke belakang.

Sedangkan Flash Back 2012 merupakan seri pendek yang menampikan rangkaian video klip lagu-lagu hit Minmei,  yang diambil dari konsernya yang terakhir di Bumi, yang di antaranya diselingi klip-klip cerita menjelang keberangkatan armada Megaroad-01 pimpinan Misa (kini bernama Ichijyou Misa) sebelum mereka dikisahkan menghilang di dekat pusat alam semesta.

Generasi Baru

Pada tahun 1991, pihak Big West ingin mengeluarkan suatu seri Macross baru untuk memperingati ulang tahun kesepuluh seri ini. Namun pihak Studio Nue tidak terlibat dalam proyek ini, karena konon sedang tidak tertarik untuk memproduksi sebuah sekuel.

Hasilnya adalah seri OVA enam episode Macross II – Lovers Again yang diproduksi lewat kerjasama studio animasi AIC dan Oniro. Ceritanya berlatar 80 tahun sesudah akhir seri pertama, dan menampilkan konflik antara pihak Bumi dengan ras alien humanoid Marduk. Kaum Marduk dikisahkan tiba di tata surya Bumi dengan pejuang-pejuang Zentradi dan Meltlandi yang diperbudak. Tokoh utama seri ini adalah seorang wartawan bernama Kanzaki Hibiki, yang menolong seorang perempuan Marduk bernama Ishtar yang ternyata merupakan salah satu Emulator, penyanyi istimewa yang membuat pasukan Marduk kebal terhadap efek nyanyian dari pasukan Bumi. Dengan bantuan seorang pilot bernama Silvie Gena, Hibiki berupaya memperkenalkan budaya Bumi pada Ishtar dengan harapan nyanyian baru Ishtar dapat membawa perdamaian antara manusia dan Marduk.

Macross II diikuti beberapa media pelengkap seperti game, manga dan novel. Namun keterlibatan kembali Studio Nue dalam produksi seri-seri Macross berikutnya membuat cerita Macross II dinyatakan non-canon.

Ini bukan seri yang pernah kuikuti. Jadi maaf karena tak bisa berkomentar.

Pada tahun 1994, seri OVA empat episode Macross Plus kemudian dirilis. Versi OVA ini lalu disusul versi layar lebarnya pada tahun 1995. Produksi animasinya dilakukan oleh Triangle Staff (studio yang tersusun atas staf dari Madhouse, tapi sekarang sudah tak aktif) dengan perilisan yang dilakukan oleh Bandai Visual. Ceritanya berlatar pada tahun 2040 di planet Eden, salah satu planet baru yang telah dikolonisasi manusia, tiga puluh tahun sesudah akhir perang di seri yang pertama. Tiga tokoh utamanya adalah dua pilot rival Isamu Alva Dyson dan Guld Goa Bowman—yang saling bersaing dalam Project Super Nova, suatu pekerjaan tender untuk menentukan teknologi pesawat tempur yang akan dipilih sebagai pesawat baru pemerintahan UN—serta kawan masa kecil mereka, Myung Fang Lone. Hubungan persahabatan ketiganya tercabik akibat suatu insiden di masa lalu. Lalu pertemuan mereka kembali menimbulkan konflik batin bagi Myung. Ini berdampak terutama pada pekerjaan Myung sebagai produser musik bagi idola virtual yang sedang hit saat itu, Sharon Apple, AI yang terwujud lewat hologram, yang lagu-lagunya merupakan ekspresi dari perasaan Myung.

Macross Plus lumayan bersejarah di dunia anime, karena menjadi seri animasi pertama yang mengkombinasi teknik animasi sel tradisional dengan teknik animasi CG dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya. (Versi layar lebarnya lebih direkomendasikan.)

Aku sempat melihat sebagian Macross Plus. Nuansanya lumayan berbeda dari seri Macross yang orisinil maupun seri-seri Macross yang lebih modern. Mungkin juga karena arahannya oleh Watanabe Shinichirou yang belakangan menyutradarai Cowboy Bebop. Aku ingat aku merasakan sedikit kekecewaan karena pemaparan dunianya tidak lebih banyak.

Seri TV Macross 7 kemudian menyusul pada tahun yang sama, dengan produksi animasi oleh Ashi Productions. Berlatar 35 tahun sesudah akhir seri pertama, ceritanya berkisah tentang kapal induk Macross 7 yang memimpin armada kolonial ke-37. Di dalam Macross 7, ada band Fire Bomber pimpinan Nekki Basara, yang musiknya menjadi andalan utama dalam menghadapi ancaman ras alien Protodeviln. Protodeviln dikisahkan hendak memanen energi Spiritia yang diperoleh dari manusia. Sesudah diambil Spiritia-nya, manusia bersangkutan akan jatuh ke dalam koma. Namun nyanyian Basara mampu membangkitkan kembali energi Spiritia ini dan membangunkan kembali para korban. Dengan demikian, Basara dan kawan-kawannya terlibat dalam suatu proyek militer kontroversial untuk menggunakan kembali nyanyian sebagai senjata pertahanan. Sementara di sisi lain, kaum Protodeviln lambat laun memandang Basara sebagai sumber Spiritia tak terbatas yang selama ini mereka cari.

Macross 7 cukup dikenal di masanya, dengan seri TV yang tayang selama setahun penuh dengan diiringi film layar lebar dan serangkaian OVA. Film layar lebar pendek Macross 7: The Galaxy’s Calling Me, dan rangkaian OVA tiga episode Macross 7 Encore berlatar di tengah berlangsungnya seri TV-nya. Baru sesudahnya, seri OVA empat episode Macross Dynamite 7 (kini diproduksi Hal Film Maker) melanjutkan cerita di seri TV-nya, yang menampilkan apa yang dialami dalam pengelanaan Basara sepeninggal ia dari Macross 7. Seri ini juga mencolok karena menampilkan karakter Mylene Flare Jenius, putri ketujuh dari pasangan manusia-Meltlandi pertama, Maximilian Jenius dan Milia Fallyna Jenius, yang merupakan pasangan pilot as dari seri Macross pertama.

Aku sama sekali tak mengikuti Macross 7. Tapi aku banyak mendengar bahwa lagu-lagunya bagus dan enak didengar, sekalipun alur ceritanya terasa lamban dan ke mana-mana.

Pada tahun 2002, Macross Zero menjadi seri OVA lima episode yang memperingati ulang tahun kedua puluh seri ini dengan produksi dilakukan studio Satelight. Ceritanya berlatar setahun sebelum seri Macross yang paling pertama, pada tahun 2008, saat perang dengan gentingnya berlangsung antara tentara UN Spacy melawan tentara anti-UN, sembilan tahun sesudah jatuhnya suatu pesawat ruang angkasa asing ke Bumi. Di lautan Pasifik selatan, seorang pilot UN bernama Kudou Shin ditembak jatuh oleh pesawat yang bisa berubah wujud. Ia kemudian mendarat darurat di suatu pulau Mayan terpencil, di mana para penduduknya hidup damai dengan menyembunyikan rahasia besar terkait peradaban makhluk asing. Shin terlibat hubungan dengan kakak beradik Sara Nome dan Mao Nome, dan mengalami konflik soal bagaimana ia mencegah pulau tersebut terseret dalam perang. Seri ini mencolok karena memberikan latar belakang lebih terhadap situasi politik di seri TV pertama, khususnya tentang masa lalu Roy Fokker, pilot as yang menjadi mentor Hikaru, yang dalam seri TV kemudian mewariskan posisi pimpinan Skull Squadron padanya.

Aku sama sekali tak mengikuti Macross Zero. Tapi sekali lagi, aku pernah mendengar komentar yang menyebut kalau ceritanya ditutup dengan agak aneh.

Lima tahun berikutnya di tahun 2007, Satelight kembali memproduksi seri Macross baru, yakni Macross Frontier untuk memperingati ulang tahun seri ini yang kedua puluh lima. Ceritanya memaparkan hubungan cinta segitiga antara remaja pilot Alto Saotome, dengan dua penyanyi: Sheryl Nome yang telah tenar dan populer, yang tengah berkunjung dari armada Macross Galaxy; dan Ranka Lee, gadis muda yang kepopulerannya sebagai penyanyi baru naik daun; di tengah ancaman makhluk asing buas Vajra yang dapat muncul sewaktu-waktu. Seri TV-nya dilanjutkan oleh dua film layar lebar yang menjadi cerita alternatif dari seri TV-nya, yaitu Macross Frontier the Movie: The False Songstress pada tahun 2009 dan Macross Frontier the Movie: The Wings of Goodbye pada tahun 2011.

Meski sempat membuatku aneh di beberapa bagian, perlu kuakui kalau Macross Frontier termasuk seri yang bisa kusukai. Kurasa seri Macross untuk pangsa pasar modern dimulai dari seri ini. Ceritanya tak seimbang di banyak bagian, tapi bisa dibilang diakhiri dengan memuaskan.

Mengiringi kepopuleran Macross Frontier, pada tahun 2012 hadir tayangan layar lebar Macross FB 7: Listen to My Song keluaran Satelight yang menampilkan ‘dokumentasi’ cerita Macross 7, yang disaksikan oleh para karakter Macross Frontier (serupa juga dengan bagaimana cerita Macross Zero sempat dijadikan film layar lebar lagi di dalam dunia Macross Frontier). Tayangan ini menitikberatkan faktor nostalgia yang dimiliki sebagian karakternya, serta diiringi beberapa lagu baru dari band Fire Bomber.

…Tayangan layar lebar ini lebih khusus diperuntukkan oleh para penyuka lagu-lagunya. Ehem. Kalau kalian ngerti maksudku.

Ada sejumlah media lain berupa komik dan game yang dapat bersifat sebagai cerita pelengkap maupun cerita yang berdiri sendiri. Tapi cakupannya terlalu banyak untuk bisa kubahas sekarang.

Yah, mungkin nanti kita lihat lagi perkembangannya sesudah Macross Delta tuntas.

Anime Baru Musim Semi 2016

Sudah lewat separuh Februari. Season ini sudah separuh jalan.

Musim dingin kali ini punya lebih banyak judul berkesan dari perkiraan. Tapi kayak biasa, sehabis ini musim semi. Biasanya pas musim semi semuanya jadi serius, dan memang ada lumayan banyak judul baru yang sudah diumumkan.

Spring kali ini agak campur aduk. Tak ada tren genre yang benar-benar jelas. Tapi kayaknya lagi ada kecendrungan di sejumlah studio untuk bereksperimentasi dengan proyek orisinil masing-masing, di samping beberapa adaptasi yang menonjol.

Kayak biasa, daftar ini enggak terlalu bisa diandalkan.

Kayak biasa juga, biasanya ada update lagi sekitaran pertengahan Maret.

…Untuk ke depan, kuharap produktivitasku bisa lebih ditingkatkan.

Super Lovers (Studio DEEN)

Kaidou Haru, saat masih SMA dan tinggal di luar negeri, diperintah ibunya untuk mengasuh dan ‘mendidik’ Ren, adik lelaki angkatnya yang semula liar dan tak suka bicara dengan orang. Hubungan mereka di awal bermusuhan, tapi lambat laun mereka mulai bisa saling memahami.

Diangkat dari manga karya Abe, selain soal Haru dan Ren, ceritanya juga melibatkan orang-orang di sekeliling mereka, termasuk saudara-saudara Haru. Heh? Iya, ini seri BL. Ishihara Shinji, yang sempat menangani Fairy Tail dan Log Horizon, yang akan menyutradarainya. Naskahnya akan ditangani Nakamura Yoshiko, yang selain Hakuouki dan Gekkan Shoujo Nozaki-kun, juga pernah menangani naskah anime Hakkenden: Touhou Hakken Ibun yang merupakan karya Abe sebelumnya. Untuk ukuran seri sejenisnya, ada ‘sesuatu’ tentang ini yang kayaknya enggak biasa.

Hai-Furi (Production IMS)

Di Jepang, 100 tahun sesudah pergeseran lempeng tektonik menyebabkan tenggelamnya berbagai negara, kota-kota pesisir dibangun ulang dan diluncurkan ke lautan untuk bisa menyelamatkan negara-negara yang masih tersisa. Rute-rute pelayaran kemudian diperluas. Dengan ini, kebutuhan personil untuk mengamankan lautan juga meningkat. Blue Mermaids, wanita-wanita yang bekerja di industri baru ini, menjadi sumber kekaguman banyak orang seiring berlalunya waktu. Dua sahabat sejak kecil, Misaki Akeno dan China Moeka, kemudian bersekolah di SMA Kelautan Yokosuka seperti banyak gadis lain yang bercita-cita untuk bergabung bersama Blue Mermaids.

Atto, pengarang Non Non Biyori, membuat lebih dari 30 desain karakter untuk proyek orisinil ini. Penyutradaraannya ditangani Nobuta Yuu yang pernah terlibat di Blade & Soul serta Code Geass: Hangyaku no Lelouch R2. Yoshida Reiko, yang sudah dinilai handal  mengkomposisi seri-seri keseharian kayak gini, yang akan menangani naskah. Secara visual, seri ini kelihatannya memikat. Ada sedikit kekhawatiran karena proyek ini melebihi standar produksi Production IMS yang biasa, terlebih dengan jumlah karakternya yang lumayan banyak. Tapi buat kalian yang tertarik pada seri keseharian moe dengan karakter-karakter manis, ini tetap bisa jadi pilihan.

Wagamama High Spec (AXsiZ)

Narumi Kouki adalah siswa SMA yang juga bekerja sebagai manga-ka untuk suatu majalah mingguan. Berhubung manga yang digambarnya termasuk ecchi, Kouki tak ingin profesinya diketahui orang. Namun Rokuonji Kaoruko, gadis yang menjadi ketua dewan siswa di sekolahnya, kemudian mengetahui rahasia Kouki. Kaouruko memaksa Kouki untuk bergabung dengannya di dewan siswa sebagai imbalan agar rahasianya tak bocor… sekalipun ada anggota lain yang tidak setuju. Sementara, permintaan-permintaan kerja untuk mereka terus bertambah…

Seri ini diangkat dari game PC berjudul sama keluaran Madosoft yang akan rilis seiring penayangan animenya (versi Bahasa Inggris keluaran Sekai Project menyusul tahun ini). Desain karakternya ‘galge’ sekali, dan studio yang memproduksinya juga relatif baru. Shimizu Satoshi, yang pernah terlibat sebagai sutradara episode di Mushi-Shi dan Fairy Tail, yang akan menangani penyutradaraannya. Naskahnya dibuat oleh Nakamura Koujirou. Daya tarik para karakternya sepertinya akan menjadi yang utama ditonjolkan di seri ini. …Mungkin ceritanya secara tak terduga bakal lebih ‘dalam’ dari yang terlihat? Karena ini keluaran studio baru, kuharap hasilnya enggak jelek. (Ah, ternyata ini seri dengan durasi per episode 5 menit.)

Kuromukuro (P.A. Works)

Pada tahun 2016, teknologi robotika mengalami lompatan besar berkat penemuan suatu artefak misterius dalam proyek pembangunan bendungan di salah satu lembah Tateyama Kurobe. Ouma Tokisada Kennosuke, seorang samurai dari masa lampau, kemudian terbangun kembali di masa ini dan bertemu para remaja yang bersekolah di sekolah khusus untuk sanak keluarga para peneliti, seiring diperlukannya lagi keberadaan Kuromukuro…

Ini seri aksi mecha orisinil yang dibuat untuk memperingati ulang tahun kelima belas studio P.A. Works. Kalau tak salah, ini pertama kalinya mereka membuat anime kayak gini. Okamura Tensai (Darker than Black, Seven Deadly Sins) yang akan menangani penyutradaraannya, dengan komposisi seri ditangani Higaki Ryou (Another, Seirei no Moribito). Kalau kalian menyukai gaya pengarahan Okamura-san yang khas, yang mana kalian perlu sedikit memperhatikan detil yang mungkin terjadi sebelum diberi penjelasan tentangnya, kurasa ada suatu daya tarik tertentu yang akan kalian temukan. Karakterisasinya juga kayaknya agak enggak biasa. Selebihnya, aku harap nuansa pemandangan indah P.A. Works tetap ada di seri ini. Oh, dan juga aksi-aksi mecha.

Sansha Sanyou (Dogakobo)

Tiga gadis sama-sama memiliki kanji ‘daun’ pada nama mereka, tapi masing-masing memiliki sifat sangat berbeda: Odagiri Futaba, yang sangat enerjik namun makan banyak; Hayama Teru, si ketua kelas yang berpenampilan polos dan murni, namun bersifat sedikit kejam; serta Nishikawa Youko, seorang ‘nona besar’ yang sudah bukan ‘nona besar’ lagi semenjak perusahaan ayahnya bangkrut dan keluarganya hidup miskin. Ketiganya bertemu di kelas yang sama dan mulai menjalani keseharian bersama.

Seperti Mikakunin de Shinkoukei beberapa waktu lalu, Dogakobo kembali mengangkat manga karya Cherry Arai untuk seri komedi keseharian mereka kali ini. Visualnya punya daya tarik manis sesuai pengharapan. Penyutradaraannya akan dilakukan Kimura Yasuhiro, dalam debut pertamanya sebagai sutradara seri (pernah terlibat dalam Sekai Seifuku: Bouryaku no Zvezda dan Cute High Earth Defense Club LOVE!), jadi mungkin ada sedikit kekhawatiran. Naskahnya ditangani Koyasu Hideaki, yang sebelumnya pernah menangani naskah GJ-bu dan Lance N’Masques. Kualitasnya kayaknya lumayan bergantung pada eksekusinya. Mudah-mudahan hasilnya bagus.

Bakuon!! (TMS Entertainment)

Sakura Hane, siswi SMA Putri Okanoue, suatu hari melihat teman sekolahnya, Amano Onsa, mengemudikan sepeda motor ke sekolah, saat ia sendiri tengah kelelahan mendaki jalan menanjak ke sana. Semenjak itu, Sakura mulai tertarik pada dunia sepeda motor. Bersama Onsa, ia bergabung dengan klub sepeda motor di Okanoue, dan mencoba memperoleh SIM-nya sendiri.

Seri ini diangkat dari seri manga berjudul sama karya Orimoto Mimana, yang memang mengetengahkan siswi-siswi SMA yang menemukan daya tarik sepeda motor. Singkatnya, ini satu lagi seri ‘keseharian klub dengan karakter-karakter manis’ yang kali ini mengangkat dunia otomotif sepeda motor sebagai temanya. Anime ini berkolaborasi dengan kampanye Good Riders untuk mempromosikan cara mengendarai sepeda motor yang aman. Penyutradaraannya ditangani Nishimura Junji, yang sebelumnya menangani Simoun, Dog Days, serta Glasslip. Naskahnya sendiri ditangani Sunayama Kurasumi, yang pernah menangani Gunslinger Girl dan Romeo x Juliet. Gaya desain karakternya lumayan ‘masuk’ dengan desain mekanik motor-motornya, dan itu jadi daya tarik tersendiri. Ada episode OVA juga yang akan mendahului penayangannya. Mungkin ada sesuatu tentangnya yang bakal perlu penyesuaian untuk sebagian penggemar, tapi secara teknis kurasa takkan jelek. Sudah jelas kalau seri ini punya daya tarik lebih untuk pasar seinen.

Endride (Brains Base)

Endra, dunia yang tersembunyi di bawah permukaan Bumi, memiliki Adamas raksasa yang bercahaya di atasnya serta pita-pita tujuh warna yang melintasi langitnya. Emilio, pangeran yang memiliki konflik dengan Raja Deruzain yang tengah berkuasa, akhirnya ditahan dan dipenjara sesudah terbukti besarnya perbedaan kekuatan antara mereka. Di tengah kebimbangan Emilio, Asanaga Shun, siswa SMP yang berpandangan positif dan ceria dari ‘dunia atas’, tiba-tiba saja muncul di depan Emilio, sesudah yang bersangkutan terbawa ke Endra akibat menyentuh kristal misterius di perusahaan ayahnya.

Ini seri orisinil yang menonjolkan desain karakter buatan dua manga-ka ternama, Watsuki Nobuhiro (Rurouni Kenshin, Busou Renkin) dan Hagiwara Kazushi (Bastard!!). Penyutradaraannya ditangani staf anime veteran Gotoh Keiji (Kiddy Grade, Sengoku Collection) dengan naskah buatan Machida Touko (Show By Rock!!, Lucky Star). Nuansanya sangat mengingatkan pada anime-anime petualangan bertema perpindahan dunia di zaman 90an, seperti El Hazard dan Escaflowne (atau bahkan Dunbine), terutama karena penggambaran dunia Endra yang benar-benar indah. Ceritanya sepertinya akan menitikberatkan aksi antar individu, dengan berbagai senjata khusus dan hal-hal ajaib. Sudah dikonfirmasi jumlah episodenya sebanyak 24. Kelihatannya ini akan jadi salah satu seri yang aku perhatikan.

Mayoiga (Diomedea)

Mitsumine, Masaki, dan orang-orang lain yang dijerat keputusasaan dan luka hati, tergabung dalam rombongan bus mencurigakan yang terdiri atas 30 pemuda dan pemudi, ke suatu desa di tengah pegunungan bernama Nanakimura. Di Nanakimura, segala bentuk kebahagiaan konon akan bisa ditemukan. Namun tempat yang mereka datangi ternyata desa tak berpenghuni yang hanya sedikit menyisakan jejak orang…

Sutradara Shirobako, Mizushima Tsutomu, akan menangani seri ini dengan naskah yang pengawasannya dilakukan Okada Mari (AnoHana, Gundam: Iron-Blooded Orphans). Karenanya, pengharapan terhadap kualitas seri ini benar-benar terbilang besar. Desain karakter Ide Naomi terbilang menarik, menghasilkan nuansa sangat berbeda dari karya-karya Diomedea yang biasa. Ceritanya kayaknya meyakinkan dan akan membuat penasaran. Secara teknis, hasilnya kelihatannya bakal bagus. Sisanya, kurasa tergantung kapasitas studionya sendiri. Mudah-mudahan Diomedea berhasil dengan proyek satu ini. (Belakangan beredar kabar di Internet kalau urban legend tentang desa Nanakimura benar-benar ada.)

Twin Star Exorcists (Studio Pierrot)

Enmadou Rokurou adalah anak SMP yang berulangkali mengubah cita-citanya karena ingin meninggalkan masa lalunya sebagai onmyouji. Sampai suatu ketika, Rokurou bertemu gadis pendiam sebayanya bernama Adashino Benio. Benio mengingatkan Rokurou kembali akan masa lalunya, yang berlanjut pada bagaimana mereka ternyata telah ditakdirkan untuk menikah dan menjadi pasangan onmyouji terkuat sepanjang masa. Terutama, untuk mengakhiri konflik panjang manusia dengan dimensi Magano, dari mana makhluk-makhluk Kegare yang jahat berasal.

Diangkat dari manga Sousei no Onmyouji karya Sukeno Yoshiaki, pengarang Binbougami-ga!, ini seri aksi fantasi komedi di majalah Jump SQ. yang sempat memukau banyak orang dengan konsepnya. Aksinya terbilang seru, walau temanya mungkin tak cocok untuk sebagian kalangan. Penyutradaraannya akan dilakukan oleh Taguchi Tomohisa, yang sebelumnya menangani proyek adaptasi anime dari game-game Persona keluaran Atlus. Arakawa Naruhisa, yang pernah terlibat dalam Outbreak Company dan Kingdom, yang akan menangani komposisi serinya. Nampaknya ini salah satu seri baru yang kualitas teknisnya paling meyakinkan di musim ini.

Qualidea Code (A-1 Pictures)

Beberapa dekade sesudah kemunculan UNKNOWN yang menyerang umat manusia, enam anak remaja (Suzaku Ichiya bersama Utara Canaria; Chigusa Asuha bersama kakaknya, Chigusa Kasumi; dan Tenkawa Maihime bersama Rindo Hotaru) terbangun dari tidur dingin panjang, dan mendapati diri masing-masing kini telah memiliki kekuatan supernatural. Demi melindungi negara, mereka membangun basis-basis pertahanan di Tokyo, Kanagawa, dan Chiba, untuk menghadapi UNKNOWN yang berdatangan dari Tokyo Bay Gate.

Anime ini diangkat dari Project Qualidea, suatu proyek multimedia yang dicanangkan oleh lima redaksi: label Dash X Bunko dan majalah Jump SQ. milik Shueisha, label Fujimi Fantasia Bunko dan label MF Bunko J milik Kadokawa, serta Gagaga Bunko milik Shogakukan. Cerita dan naskahnya dipenai oleh unit pengarang Speakeasy, yang terdiri atas tiga pengarang light novel: Sagara Sou (Henneko) yang menangani cerita di Tokyo, Tachibana Koushi (Date A Live) yang menangani cerita di Kanagawa, serta Watari Wataru (Oregairu) yang menangani cerita di Chiba; yang sekalian mengerjakan garis besar konsepnya bersama Marvelous. Penyutradaraannya ditangani Kawamura Kenichi, yang pernah terlibat dalam SoniAni dan Rozen Maiden. Berdasarkan pengalaman, proyek-proyek begini biasanya kurang begitu berhasil… Tapi ini A-1 Pictures. Lalu tiga pengarang tersebut juga jenis pengarang yang berpikir mendalam terhadap karya-karya mereka. Kayaknya, ini lagi-lagi jenis seri yang baiknya kau dekati karena rasa ingin tahu terhadap konsepnya.

Joker Game (Production I.G)

Pada tahun 1937, meski mendapat pertentangan dari dalam Tentara Kekaisaran Jepang, Letkol Yuuki membangun unit intel ketentaraan Agensi D, yang langsung berada di bawah bimbingan dan perintahnya sendiri, dengan syarat kerahasiaan penuh untuk melatih agen-agen lapangan. Menjadi saksinya adalah Letnan Sakuma, yang mengawasi berjalannya berbagai operasi Agensi D baik di dalam maupun di luar negeri, yang memiliki moto berlawanan dengan doktrin tentara saat itu: “Jangan membunuh, jangan terbunuh, jangan tertangkap.”

Nomura Kazuya, yang sebelumnya menangani Robotics;Notes, yang akan menyutradarai seri yang diadaptasi dari seri novel misteri spionase karangan Yanagi Kouji ini. Novelnya pernah memenangkan penghargaan Nihon Suiri Sakka Kyoukai-shou, dan sempat diadaptasi ke bentuk live action juga pada awal tahun ini. Naskahnya ditangani oleh Kishimoto Taku, yang menangani naskah Haikyu!! dan Boku Dake ga Inai Machi. Ceritanya terbilang sangat ‘cowok’ sekali, dan agak berat di intrik dan dialog. Melihat kapasitas stafnya, kelihatannya akan menjadi salah satu seri paling menonjol di musim ini.

Koutetsujou no Kabaneri (Wit Studio)

Berlatar di negara pulau Hinomoto, manusia-manusia melindungi diri di balik benteng-benteng baja yang disebut ‘stasiun’ dari ancaman ‘Kabane,’makhluk-makhluk berhati baja serupa mayat hidup. Karena ancaman Kabane, transportasi antar stasiun hanya dapat dilakukan melalui lokomotif berzirah yang disebut Hayajiro. Ikoma, seorang pandai besi uap muda dari Stasiun Aragane, mengembangkan senjata baru bernama Tsuranuki Zutsu untuk melawan Kabane bersama sahabatnya, Takumi. Ciptaan mereka mengawali pertemuan Ikoma dengan Mumei, seorang gadis misterius yang suatu ketika muncul di Stasiun Aragane.

Juga dikenal dengan judul Kabaneri of the Iron Fortress, ini proyek orisinil bergenre steampunk survival action yang digagas oleh staf yang membuat adaptasi anime Attack on Titan. Sutradara Araki Tetsuro (High School of the Dead, Guilty Crown) juga kembali untuk menanganinya. Okouchi Ichirou (Code Geass, Guilty Crown) yang akan menangani naskahnya. Tapi yang paling menarik perhatianku adalah ilustrator veteran Mikimoto Haruhiko sebagai desainer karakter serta Sawano Hiroyuki untuk komposisi musik. Terlepas dari apa kalian suka mesin uap atau tidak, (dan menyukai gaya cerita Okouchi-san atau tidak) kelihatannya ini akan menjadi salah satu seri yang terbilang seru. Seri ini yang mengisi slot tayang Noitamina di musim ini.

Netoge no Yome wa Onna no Ko ja nai to Omotta? (Project No. 9)

Nishimura Hideki pernah menyatakan cinta kepada perempuan yang ditemuinya dalam sebuah game online, namun ‘perempuan’ tersebut ternyata adalah laki-laki. Semenjak itu, Hideki berjanji takkan pernah mempercayai ‘perempuan’ di dunia maya lagi. Sampai suatu ketika, seorang perempuan lain dalam sebuah game juga menyatakan cintanya pada Hideki. Perempuan tersebut ternyata benar-benar perempuan, seorang gadis cantik bernama Tamaki Ako. Namun lambat laun, Hideki menyadari ada yang aneh dengan Ako, yaitu ketidakmampuannya membedakan dunia nyata dan maya. Maka dari itu, Hideki dan kawan-kawan satu guild-nya memutuskan untuk mencoba membantunya.

Juga dikenal dengan judul And you thought there is Never a girl online?, ini variasi yang tak biasa akan tren cerita game online yang melanda beberapa waktu belakangan. Diangkat dari seri ranobe karya Kineko Shibai dengan ilustrasi karya Hisasi, penyutradaraannya akan dilakukan oleh Yanagi Shinsuke (Ro-Kyu-Bu! SS, Momo Kyun Sword) dengan naskah yang dibuat Takahashi Tatsuya (The IDOLM@STER Cinderella Girls, Atelier Escha & Logy). Desain karakternya terbilang menarik untuk sebagian orang. Lalu meski punya sisi manis, ceritanya juga terbilang agak berat di sisi fanservice. Aku tetap penasaran dengan bagaimana hasil akhirnya.

Kiznaiver (Trigger)

Di Sugomori, sebuah kota yang didirikan di atas tanah reklamasi namun semakin menurun populasinya; Agata Katsuhira, seorang remaja penyendiri, didatangi Sonozaki Noriko, teman sekelasnya yang misterius dan tak kalah datarnya. Sonozaki menyatakan bahwa Agata telah terpilih untuk menjadi salah satu Kiznaiver, orang-orang yang terhubung pada Kizuna System yang memungkinkan satu sama lain untuk saling berbagi luka. Kini ‘terhubung’ bersama remaja-remaja lain, yang memiliki kehidupan dan kepribadian yang berbeda jauh darinya, Agata dan teman-temannya memperoleh misi demi misi dari Sonozaki untuk suatu tujuan tertentu.

Desain karakter orisinilnya yang mencolok dibuat Miwa Shirow, pengarang Dogs: Bullets & Carnage. Konsep ceritanya sendiri dicetus Studio Trigger bersama Okada Mari (sekali lagi, AnoHana), yang juga menulis dan mengawasi pembuatan naskahnya. Musiknya akan ditangani Hayashi Yuuki, yang belakangan makin dikenal berkat komposisinya di Haikyu!! dan Death Parade. Selain dua tokoh utamanya, karakter-karakter lainnya benar-benar beragam. Aku masih belum yakin soal porsi aksinya, yang kukira merupakan ciri utama studio Trigger. Tapi untuk mereka yang suka ciri khas Okada-san lewat pembangunan hubungan antar karakternya, kurasa ini seri yang sebaiknya tak dilewatkan. Penyutradaraannya akan dilakukan Kobayashi Hiroshi (pernah terlibat dalam Rage of Bahamut: Genesis dan Kill la Kill), yang memulai debutnya sebagai sutradara lewat seri ini. Kuharap hasilnya bagus.

Seisen Cerberus: Ryuukoku no Fatalite (Bridge)

Benua Kunaan yang dikuasai pedang dan sihir diwarnai keseimbangan rapuh antara tiga pihak: Kerajaan Suci Amoria, Kerajaan Ishilfen, dan Kerajaan Vanrodis. Kondisinya sedemikian rupa sehingga bencana yang menimpa satu negera dapat mengakibatkan perang di seluruh Kunaan. Namun, ada satu kekuatan lain di Kunaan yang tak terkendali, yakni naga jahat Daganzord, yang selalu meninggalkan kehancuran ke manapun ia pergi. Hiiro adalah putra dua orang penting dalam Tragedi Balbagoa yang terjadi sebagai upaya untuk mengatasi Daganzord. Sesudah berusia 16 tahun, Hiiro melakukan perjalanan untuk memburu naga tersebut dan menuntaskan misi kedua orangtuanya.

Diangkat dari game RPG kartu Seisen Cerberus keluaran GREE, ada sejumlah staf veteran yang menanganinya, meliputi Kondo Nobuhiro (Keroro Gunsou, Jewelpet: Magical Change) sebagai sutradara dan Ohnogi Hiroshi (Fullmetal Alchemist: Brotherhood) sebagai pembuat naskah. Aku tak bisa komentar banyak, selain soal bagaimana ini kelihatannya akan menjadi seri fantasi yang generik. Tapi mungkin karena gamenya sudah agak lama keluar, aku merasa ada kesan rapi dalam perencanaannya. …Mungkin hasil akhirnya bakal lebih bagus dari yang kukira.

Jojo’s Bizarre Adventure: Diamond is Unbreakable (David Production)

Wilayah Morioh di kota S, perfektur M, Jepang, telah berkembang pesat semenjak akhir dekade 1980an. Pada tahun 1999, populasi penduduknya sebanyak 58.713 jiwa. Namun di balik kenormalannya, hal-hal ganjil berlangsung, karena 81 kasus orang hilang telah terjadi semenjak awal tahun, jauh lebih tinggi dari angka rata-rata di kota-kota lain. Kujo Jotaro datang ke kota ini sebelas tahun sesudah perjalanannya ke Mesir. Di sana, ia bertemu Higashikata Jousuke yang memiliki Stand Crazy Diamond, yang membuktikan padanya bahwa fenomena Stand pun telah terjadi di kota ini.

Staf yang sama dari seri sebelumnya kembali untuk menangani bagian keempat dari adaptasi manga terkenal karya Araki Hirohiko ini. Tsuda Naokatsu masih akan menyutradarainya. Komposisi seri juga masih ditangani Kobayashi Yasuko. Aku tahu kualitas dua seri sebelumnya terbilang solid, tapi aku terus terang tak menyangka Diamond is Unbreakable akan sampai dianimasikan juga, mengingat struktur dan nuansa ceritanya yang mulai bagian ini semakin ‘ajaib.’ Jadi kalau David Production berhasil mengadaptasi ini secara bagus, menurutku itu sebuah prestasi yang benar-benar gila. Tapi semua penggemar seri Jojo kurasa pasti menyambut anime ini. Lalu kayak biasa, seri baru ini juga jadi titik yang pas bagi penggemar baru untuk masuk. Mungkin perlu kusebut kalau beberapa karakter Jojo paling berkesan di sepanjang seri ini juga munculnya di bagian ini.

Hundred (Production IMS)

Untuk menguasai penggunaan Hundred—peralatan eksoskeleton yang menjadi satu-satunya senjata efektif untuk melawan monster-monster Savage yang telah menyerang Bumi—sekaligus untuk membantu adik perempuannya, Kisaragi Hayato mendaftar di kota akademi militer Little Garden yang terapung di atas laut. Di sana, Hayato berjumpa dengan Emil Crossford, teman sekamarnya yang terasa pernah dikenalnya di suatu tempat, yang membawanya pada tantangan duel melawan Claire Harvey, Slayer terkuat di Little Garden saat itu.

Menyusul Rakudai Kishi no Chivalry dan Saijaku Muhai no Bahamut, Hundred kalau tak salah jadi adaptasi anime terakhir dari seri-seri ranobe terbitan GA Bunko dalam kurun waktu ini. Ceritanya diangkat dari seri light novel karangan Misaki Jun dengan ilustrasi buatan Okuma Nekosuke (yang juga membuat desain karakter orisinil Shinmai Maou no Testament). Premis ceritanya sedikit mirip Infinite Stratos, dengan fitur peralatan mekanis yang dipasang di badan, tapi tetap saja nuansanya lumayan beda (terutama dengan adanya siswa-siswa cowok selain Hayato di Little Garden, serta ancaman musuh alien). Kobayashi Tomoki yang telah menangani Akame ga KILL! yang akan menyutradarainya, jadi kualitasnya kurasa takkan sampai jelek. Apalagi dengan Shirane Hideki (Danmachi, Date A Live) yang menangani komposisi serinya. Perasaanku masih campur aduk tentangnya, tapi kelihatannya ini tetap jadi seri menarik buat mereka yang suka seri-seri aksi harem macam ini. Kuakui, sesuatu tentang key visual-nya sedikit di luar bayanganku.

Kuma Miko: Girl Meets Bear (Kinema Citrus, EMT Squared)

Amayadori Machi, seorang siswi SMP yang juga menjadi miko dari suatu kuil Shinto tertentu di wilayah pegunungan Touhoku yang menghormati beruang, tiba-tiba saja ingin bersekolah di perkotaan. Keinginan ini membuat Natsu, beruang penjaga Machi yang bisa berbicara, khawatir. Karenanya, Natsu kemudian menyiapkan serangkaian ujian bagi Machi yang nyatanya memang masih kurang memahami adat istiadat dunia luar.

Matsuda Kiyoshi yang pernah terlibat di Working!! dan Durarara!! akan memulai debutnya sebagai sutradara di seri ini. Naskahnya ditangani bersama oleh Iketani Masao dan Pierre Sugiura. Ceritanya diangkat dari seri manga karya Yoshimoto Masume yang diserialisasikan di Monthly Comic Flapper. Sejauh ini, gelagat seri ini lebih bagus dari perkiraan. Setidaknya, seri ini direkomendasikan untuk kalian para penyuka beruang.

Shounen Maid (8-Bit)

Komiya Chihiro, seorang siswa SD yang enerjik, sangat pandai melakukan pekerjaan rumah tangga, sesuai moto mendiang ibunya, “Tak kerja, tak makan.” Sepeninggal ibunya, seorang lelaki bernama Taketori Madoka muncul dan mengaku sebagai kerabatnya, dan kemudian mengajaknya untuk tinggal bersama. Sesudah Chihiro yang semula menolak, kemudian sekalian membersihkan rumah Madoka yang kondisinya kotor, Madoka kembali menawarkan pada Chihiro untuk tinggal bersamanya, sebagai ganti jasa Chihiro untuk merawat rumahnya. Chihiro menerima, dan tahu-tahu mendapati dirinya telah berseragam maid.

Diangkat dari seri manga karya Ototachibana. Yamamoto Yusuke yang pernah menangani NHK ni Youkoso!, Keroro Gunsou, dan Aquarion Evol, yang akan menyutradarainya. Nakamura Yoshiko (Hiiro no Kakera, Gekkan Shoujo Nozaki-kun) yang akan menangani komposisi seri. Meski kesan pertamanya agak berbau shounen-ai, genre ceritanya sebenarnya lebih berat ke shoujo dan bertema keseharian, dan mungkin agak lebih bagus dari yang kau kira. Secara teknis, seri ini kelihatannya tak akan jelek.

Anne Happy (SILVER LINK)

Kelas 1-7 di Akademi Tennogofune sepertinya adalah kelas di mana para siswa dengan ‘karma buruk’ dikumpulkan. Hibari, salah satu siswi di kelas ini (yang sepertinya punya takdir menjalani cinta tragis), bertemu Hanako yang selalu positif (meski selalu tidak beruntung), serta Botan yang berbadan tidak sehat dan sangat rapuh. Lalu bersama-sama, mereka berusaha mencari cara agar kehidupan sekolah mereka bisa bahagia.

Diangkat dari manga Unhappy Go Lucky karya Cotoji, ini seri komedi baru yang akan disutradarai Oounuma Shin yang sudah mendapat nama lewat arahannya di BakaTest, Prisma Illya, serta WATAMOTE. Naskahnya akan ditangani Tanaka Hitoshi yang sebelumnya baru menangani komposisi seri untuk Go! Princess Precure, tapi sejauh ini kualitasnya kelihatannya solid. Ah iya, ini jenis komedi yang karakternya perempuan manis semua. Jadi sepertinya tak ada plot romansa di dalamnya. Mungkin.

Macross Delta (Satelight)

Di planet Al Shahal, Hayate Immelman, pemuda yang sering berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, menemukan seorang gadis remaja bernama Freyja Wion yang menjadi penumpang gelap dalam kargo yang sedang ditanganinya. Freyja, yang terlahir di perbatasan galaksi yang jauh, bercita-cita untuk bergabung dengan tactical sound unit Walküre dalam audisi yang akan diadakan tak lama lagi. Di masa itu, Walküre berperan vital dalam menangani wabah Var Syndrome yang tengah melanda galaksi, di bawah perlindungan skuadron Valkyrie khusus, Delta Team. Namun, tatkala wabah pecah di Al Shahal, Freyja menjumpai Walküre lebih awal, seiring dengan kemunculan para Aerial Knights dari Kingdom of Wind yang memiliki kaitan tertentu dengan Var Syndrome.

Menyusul preview episode pertamanya di awal tahun ini, ini seri TV Macross baru yang akhirnya akan tayang semenjak Macross Frontier di tahun 2008. Yasuda Kenji, yang pernah menangani Arata Kangatari dan Noein, yang akan menyutradarainya, sementara naskah akan ditangani Nemoto Toshizo yang pernah terlibat dalam Inu X Boku SS dan Log Horizon. Sejauh yang terlihat, nilai-nilai produksinya terbilang benar-benar tinggi. Pemakaian CG-nya kelihatannya kaya. Plot cinta segitiga dan kejar-kejaran antar mecha Valkyrie (yang dapat berubah bentuk menjadi pesawat) kelihatannya akan kembali hadir. Untuk pertama kalinya dalam seri utama Macross, sorotan kelihatannya akan diberikan pada kelompok penyanyi, dan bukan penyanyi individual. Kualitas presentasinya kurasa tak perlu diragukan. Namun berhubung jumlah tokohnya banyak, kuharap penyampaian ceritanya bakal efektif dan bagus.

ReLIFE (TMS Entertainment)

Kaizaki Arata, pengangguran, lajang, 27 tahun, akhirnya tak lagi mendapat dukungan finansial dari orangtuanya. Ia buntu karena tak bisa mendapat pekerjaan akibat keputusannya meninggalkan pekerjaan lamanya di bawah tiga bulan. Namun suatu malam, Arata bertemu Yoake Ryou yang menawarkan Arata sebuah pil yang akan mengubahnya menjadi remaja 17 tahun kembali untuk suatu eksperimen tertentu. Setuju menjalani eksperimen ini, Arata kembali bersekolah di SMA. Melalui jalinan hubungan dengan teman-temannya yang baru (yang termasuk Hishiro Chizuru, gadis cantik namun canggung yang berharap bisa mendapatkan teman), Arata punya satu tahun untuk menemukan apa yang tak dimilikinya demi meraih kebahagiaan di dunia nyata.

Diangkat dari seri manga karya Yayoiso yang diserialisasikan dalam aplikasi manga Comico, ini seri drama yang lambat laun menarik banyak perhatian dalam beberapa tahun terakhir. Kosaka Tomo yang pernah terlibat dalam Yowamushi Pedal dan Giant Killing yang akan menyutradarainya, dengan naskah yang ditangani bersama oleh Hyodo Kasuho (Himegoto, Ookiku Furikabutte) dan Yokote Michiko (Princess Tutu, Shirobako, Ookiku Furikabutte). Mungkin temanya agak sensitif bagi sebagian orang, tapi aku benar-benar berharap hasilnya bagus.

Re: Zero Kara Hajimeru isekai Seikatsu (WHITE FOX)

Natsuki Subaru mendapati diri terdampar di dunia lain, di mana ia kemudian ditolong oleh seorang gadis berambut perak bernama Emilia. Subaru memutuskan untuk mengikuti Emilia untuk membalas budi. Namun Emilia kemudian diserang oleh suatu pihak tertentu dan Subaru ikut terbunuh bersamanya. Saat itu, Subaru mengetahui bahwa dirinya kini memiliki suatu kemampuan untuk memutar kembali waktu setiap kali ia tewas. Kembali ke waktu ketika ia dan Emilia pertama bertemu, Subaru dengan segala cara kini bertekad untuk bisa menyelamatkannya.

Juga dikenal dengan judul Re: Life in a different world from zero, ceritanya diadaptasi dari seri novel karya Outsuka Shintarou dan Nagatsuki Tappei. Ceritanya mengkombinasikan aspek genre misteri dan fantasi dunia lain, dengan pertemuan Subaru dengan Emilia hanyalah awal dari berbagai hal. Watanabe Masaharu, yang sebelumnya menangani Wakaba Girl, yang akan jadi menyutradarainya. Key visual-nya sejauh ini benar-benar meyakinkan. Yokotani Masahiro (Maria Holic, Shimoneta, Free!) yang akan menangani komposisi seri. Ini bisa jadi seri baru dengan kualitas paling solid di musim ini.

Episode spesial Naruto: Itachi Shiden, yang menampilkan apa sesungguhnya yang terjadi di masa lalu Uchiha Itachi, juga akan tayang dalam waktu dekat ini. Setahuku, ini salah satu cerita yang dibuat menyusul berakhirnya manganya. Makanya, aku terkesan bagaimana ini akan dianimasikan sementara Naruto Shippuden sendiri masih belum tamat.

Seri keseharian Flying Witch yang diangkat dari manga karya Ishizuka Chihiro juga akan tayang. Aku sudah agak lama jadi penggemar seri ini. Ceritanya mengetengahkan gadis penyihir 15 tahun bernama Kowata Makoto yang pindah dari kota besar Yokohama ke pedesaan Aomori yang damai, untuk ikut tinggal bersama keluarga sepupunya demi melanjutkan pelatihan sihirnya. Desain karakternya ringan di mata, materi ceritanya tak pernah berat, dan ada hal-hal menarik yang selalu terjadi. Berhubung J.C. Staff yang menganimasikannya, dengan staf veteran Sakurabi Katsushi (Kamisama no Memochou, Gunparade March) sebagai sutradara, kurasa kualitasnya lumayan terjamin.

Manga komedi populer Sakamoto desu ga? karya Sano Nami, tentang siswa SMA paling cool dan keren dalam sejarah (seaneh dan sekonyol apapun yang dilakukannya), kabarnya juga memperoleh adaptasinya di musim ini. Studio DEEN yang menangani adaptasinya, dengan penyutradaraan dilakukan sutradara anime komedi veteran Takamatsu Shinji. Kurasa, sekalipun nilai produksinya tidak tinggi, hasilnya tetap bakal lumayan. Apalagi mengingat manganya juga baru tamat belum lama ini.

Bungo Stray Dogs yang diproduksi BONES juga akan tayang. Ini seri aksi tempur yang diangkat dari seri manga karya Asagiri Kafka dan Harukawa Sango. Ceritanya menampilkan para sastrawan klasik ternama Jepang sebagai detektif-detektif berkekuatan supernatural. Karakter-karakter utamanya mencakup Akutagawa Ryuunosuke (pengarang Kappa), Dazai Osamu (pengarang Ningen Shikkaku), serta Nakajima Atsushi. …Iya, Edogawa Rampo dan Miyazawa Kenji juga ada. Ini lengkap dengan penggambaran nuansa dekade 1960annya. Penyutradaraan dan naskahnya masing-masing akan dilakukan oleh Igarashi Takuya dan Enokido Youji (tim yang menangani Star Driver, Ouran High School Host Club), jadi hasilnya juga kurasa bakal solid.

Big Order keluaran Asread yang diadaptasi dari manga karya pengarang Mirai Nikki, Esuno Sakae, juga kabarnya bakal tayang. Staf dari OVA-nya akan kembali, dengan Kamanaka Nobuharu sebagai sutradara dan Takayama Katsuhiko, yang pernah terlibat dalam Mirai Nikki, yang menangani naskahnya. Ceritanya tentang Hoshimiya Eiji, yang di waktu muda pernah mengharapkan kehancuran dunia. Tak dinyana, ada peri-peri yang salah satunya mengabulkan permohonannya ini lewat kekuatan-kekuatan ajaib yang disebut Order. Kehadiran yandere, aksi keras, serta tema-tema berat seperti soal makna hidup sepertinya bisa diharapkan darinya.

Satu judul yang akhirnya muncul adalah Shingeki no Bahamut: Manaria Friends, adaptasi anime kedua dari game Rage of Bahamut buatan Cygames. Produksinya dilakukan Studio Hibari. Ceritanya mengadaptasi event Manaria Mahou Gakuin/Mysteria Academy dari gamenya, dengan mengetengahkan dua karakter: Anne, putri kerajaan manusia yang jadi pelajar teladan; serta Grea, putri yang terlahir dari naga dan manusia; di Akademi Manaria yang tidak membeda-bedakan murid manapun dari tiga ras besar yang biasanya berselisih. Visualnya sejauh ini mengesankan, dengan staf veteran Hoshikawa Takafumi (Happy Lesson) yang melakukan penyutradaraan sekaligus penanganan naskah.

Seri shoujo 12-Sai: Chiccha na Mune no Tokimeki, yang diangkat dari manga karya Maita Nao juga kabarnya akan tayang. Ceritanya mengetengahkan Hanabi, Takao, dan suka duka anak-anak kelas enam lain yang baru menjelang remaja. Kabar tentang staf produksinya masih belum ada saat ini kutulis. Taichu Seiki, yang sebelumnya menangani OVA-nya, akan kembali sebagai sutradara. Produksinya akan ditangani studio OLM.

Meneruskan season pertamanya yang berakhir menggantung, Terraformars Revenge juga akan tayang. Stafnya berbeda dari musim sebelumnya. Produksi kali ini dilakukan lewat kerjasama LIDEN FILMS dan TYO Animations. Fukuda Michio (Nurariyhon no Mago, Hyakko) kini berperan sebagai sutradara, dengan Arakawa Narushisa (Maoyuu, Kingdom) menangani naskah. Ceritanya masih tentang upaya suatu tim multinasional berkekuatan serangga yang dikirim dari Bumi untuk menaklukkan planet Mars yang telah dikuasai makhluk-makhluk hasil evolusi kecoa. Kuharap hasilnya akan lebih bagus dari musim sebelumnya. (Adaptasi layar lebar live action-nya juga kalau tak salah akan keluar sebentar lagi.)

Sejumlah seri lama yang kabarnya akan lanjut meliputi: musim tayang kedua Gakusen Toushi Asterisk, yang memaparkan kelanjutan perjuangan Ayato dan Julis untuk memenangkan kejuaraan Phoenix di kota Asterisk, Rikka (kayaknya betul adaptasinya hanya sampai Phoenix); kelanjutan perjalanan supernatural Ushio dan Tora dengan tombak pusaka keramat di season 2 Ushio & Tora; season 2 Concrete Revolutio yang melanjutkan intrik dan misteri para manusia berkekuatan super bernuansa era Showa; PriPara season 3, yang konon kabarnya akan menghadirkan karakter rival baru; season ketiga juga untuk Mysterious Joker; serta kelanjutan ajang memasak di Akademi Tootsuki di Shokugeki no Souma season kedua. …Oya, season kedua seri aksi komedi supernatural RIN-NE juga akan ada.

Tanaka-kun wa Itsumo Kedaruge dari SILVER LINK juga akan tayang. Ceritanya diangkat dari manga karya Uda Nozomi, tentang Tanaka, siswa SMA yang sepertinya selalu cuek dan malas, serta teman sekelasnya yang pendiam, Ohta, yang tak bisa membiarkannya.

Selebihnya: ada Hakuouki –Otogisoushi- yang menampilkan para ahli pedang dari seri otome ini dalam bentuk chibi; dan Space Patrol Luluco, tentang gadis super normal Luluco yang berhadapan dengan alien di wilayah khusus Ogikubo. Sempat kudengar juga akan ada adaptasi anime dari game pengadilan sangat terkenal Gyakuten Saiban?

Selain itu, juga ada kabar tentang film layar lebar Garo: Divine Flame, yang merupakan film animasi layar lebar Garo yang pertama, yang akan melanjutkan cerita dari animenya yang pertama. Lalu ada kabar film layar lebar untuk drama ekskul alat musik Sound! Euphonium. Lalu yang ditunggu sebagian fans, duel terkini Yugi dan Kaiba dalam Yu-Gi-Oh!: The Dark Side of Dimensions.

Dari sisi OAV, Kurage no Shokudou yang diangkat dari novel karya Aoyama Miyako akhirnya akan ada juga.

Satu tambahan yang agak terlewat, seri TV Onigiri yang diadaptasi dari MMORPG buatan Cyberstep juga akan tayang. Studio Pierrot Plus yang akan memproduksinya, dengan Yamamoto Takeshi (Final Approach, Nanatsuiro Drops) sebagai sutradara. Ceritanya berlatar di Jepang yang bernuansa mistis, di mana kita sebagai Oni harus melawan pengaruh jahat Kamikui yang tersebar di daratan.

Tambahan lain: Aikatsu Stars!, seri Aikatsu baru keluaran Bandai Namco, juga akan tayang. Ceritanya mengetengahkan karakter baru, Nijino Yume, yang bersekolah di Akademi Yotsusei dan bercita-cita menjadi idola terkemuka. Karenanya, ia harus berusaha untuk bisa menjadi bagian S4, empat bintang idola paling aktif di sekolah tersebut. Sudah empat season semenjak seri yang sebelumnya tayang, dan aku terkesan dengan kesuksesannya.

Tambahan lain lagi yang beneran-kelewat-engga-tau-gimana: Magi: Sinbad no Bouken, spin off dari seri populer Magi, yang mengisahkan perjalanan Sinbad dalam menjadi raja sekitar 30 tahun sebelum cerita utamanya. Menyusul 5 OVA yang sebelumnya sudah keluar, kali ini seri TV-nya akan hadir juga.

Tambahan lain: Pan de Peace! yang bercerita tentang Minami, seorang gadis yang meski sedikit lambat, senang membuatkan roti untuk teman-temannya karena percaya rasa lembutnya bisa membawa kebahagiaan. Seri ini diangkat dari seri manga karya emily. Studio Asahi Production yang akan memproduksinya. Sesudah kasus Million Doll beberapa waktu lalu, kuharap hasilnya bagus.

Sori. Tambahan yang satu ini bisa-bisanya sampe kelewat: Boku no Hero Academia, atau My Hero Academia, yang diangkat dari seri manga karya Horikoshi Kouhei yang menjadi salah satu judul paling populer di Weekly Shonen Jump saat ini. Nagasaki Kenji (Gundam Build Fighters, Classroom Crisis, No. 6) yang akan menyutradarainya di studio BONES, dengan Kuroda Yousuke (Honey and Clover) yang menangani naskah. Ceritanya berlatar di dunia di mana kekuatan super yang disebut quirk merupakan hal yang lazim, dan seorang anak bernama Midoriya Izuku justru menjadi orang langka yang tak punya kekuatan apa-apa. Tapi segalanya berubah saat Midoriya bertemu pahlawan idolanya, All Might, yang bisa melihat hati seorang pahlawan di dalam diri Midoriya.

Empat episode terakhir dari anime God Eater keluaran Ufotable, yang mencakup bagian cerita Meteorite Arc, juga akhirnya akan keluar dalam waktu benar-benar dekat. Man, ini satu anime yang kasus penayangannya benar-benar enggak biasa.

Masih ada desas-desus soal akan tayangnya Drifters! dari adaptasi manga Hirano Kouta.

Di samping itu, season ketiga Sailor Moon Crystal yang memaparkan konflik melawan Death Busters dan menjadi salah satu bagian tergelap dari manganya, juga akan tayang.

Satu tambahan untuk anime pendek, Crane Game Girls, atau Bishoujo Yuugi Unit Crane Geeru, juga akan tayang. Keluar dari studio Kyotoma yang memproduksi JK Meshi!, intinya tentang tentang tiga orang gadis yang direkrut untuk menyelamatkan bumi dari tabrakan asteroid, yang kemudian direkrut oleh suatu organisasi bayangan misterius, untuk dijadikan idol, dan untuk suatu alasan kemudian dibawa ke game arcade untuk main… yah, mending lihat saja sendiri.

Satu tambahan lagi: Ini sudah agak lama kudengar, tapi aku sempet enggak yakin apa benar akan keluar season depan: Mobile Suit Gundam UC RE:0096, yang merupakan penceritaan ulang dari seri OVA Gundam Unicorn yang terkenal, hanya saja kali ini dalam bentuk seri TV sepanjang dua cour. Kalau menghitung dari durasi menit OVA-nya secara total, memang pas sih buat seri TV sepanjang sekitar 24 episode. Tapi kalau enggak disertai dengan pengeditan cerita dan pembuatan animasi baru, hasilnya bakal benar-benar aneh. Kalau ternyata ini dibuat dengan cerita lebih mendekati novel aslinya, seri ini bisa benar-benar jadi suatu kejutan. Bagaimanapun, mengingat betapa mahal harga Blu-ray satuan Gundam Unicorn saat dirilis dulu, pengumuman soal ini lumayan menuai kontroversi.

Tambahan untuk film layar lebar, Zutto Mae Kara Suki Deshita: Kokuhaku Jikkou Inkai yang diangkat dari proyek Vocaloid-nya Honey Works, juga akan hadir. Produksinya dilakukan oleh Qualia Animation, dan setahuku ini rangkaian cerita tentang cinta dan pernyataannya.

Kayak biasa, kabar-kabar tambahan akan kusampaikan nanti.

(Sumber dari ANN dan lainnya.)

Anime Baru Musim Dingin 2015-2016

Sudah Desember dan tahun ini sudah hampir berakhir. Aku ingin mengatakan sesuatu seperti, “Enggak kerasa, ya?” Tapi mungkin karena kesibukanku, aku enggak bisa.

…Aku lumayan merasakannya. Tahun ini terasa panjang.

Sehubungan dengan itu, aku agak keteteran dalam menyusun materi preview untuk winter kali ini. Jadi daftar kali ini mungkin akan lebih tidak bisa diandalkan daripada biasa.

Kalau ada kabar lanjut, mungkin akan aku kabari lagi.

Sedikit komentar: selain genre misteri yang belakangan sedang diminati, kelihatannya tak ada tren khusus untuk musim ini. Seolah seri-seri yang muncul adalah seri-seri yang ‘akhirnya’ atau ‘tiba-tiba’ muncul.

Boku dake ga Inai Machi (A-1 Pictures)

Fujinuma Satoru, seorang pembuat manga yang masih berjuang untuk debut, sebenarnya punya kekuatan aneh untuk memutar kembali waktu semenjak suatu peristiwa traumatis terjadi di masa lalunya. Setelah beberapa kali menggunakannya untuk menolong orang, suatu kejadian tertentu kemudian menghadapkannya pada masa kecil yang sudah hampir ia lupakan, yang berkaitan dengan hilangnya seorang gadis bernama Hinadzuki Kayo.

Diangkat dari manga drama misteri karya Sanbe Kei, yang pernah dinominasikan untuk Penghargaan Manga Taisho dan Osamu Tezuka, kalau tak salah, ini karya pertama beliau yang dianimasikan sesudah sekian lama. Terlepas dari itu, ini termasuk salah satu keluaran terbaik beliau. Karakterisasinya menggigit dan perkembangan ceritanya membuat bertanya-tanya. Kalau tak salah, ada adaptasi live action-nya juga? Ito Tomohiko, sutradara Sword Art Online, yang akan menangani sebagai sutradara. Sedangkan naskahnya dibuat oleh Kishimoto Taku, yang pernah menangani Silver Spoon. Kualitasnya secara teknis harusnya solid. Aku benar-benar berharap adaptasi anime ini jadi bagus. Juga dikenal dengan judul ERASED.

Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku o! (Studio DEEN)

Satou Kazuma, seorang remaja hikkikomori penggemar game, anime, dan manga, meninggal dunia secara tak berguna dalam suatu kecelakaan lalu lintas. Sesudah meninggal, ia berjumpa dengan Aqua, seorang dewi cantik yang menawarinya untuk menjalani hidup baru di suatu dunia fantasi alternatif. Aqua bahkan bilang kalau ia bisa bebas memilih satu benda tertentu untuk dibawanya ke sana. Tapi kemudian Kazuma memilih Aqua sendiri, yang malah membuat Aqua dipecat dari pekerjaannya sebagai dewi, dan dipaksa menemani Kazuma ke dunia yang baru…

Diadaptasi dari seri ‘komedi rumah dunia lain’ karya Akatsuki Natsume dengan ilustrasi buatan Mishima Kurone, aku terkesan dengan gaya desain karakter anime yang dibuat Kikuta Koichi, serta pemilihan Fukushima Jun sebagai Kazuma. Kanasaki Takaomi yang pernah terlibat dalam Tokyo Ravens dan Kore wa Zombie desu ka? yang akan menyutradarainya, jadi hasil yang tak jelek kurasa sudah terjamin. Komposisi serinya sendiri akan ditangani staf veteran Uezu Makoto. Ceritanya setahuku benar-benar konyol. Staf yang berada di baliknya juga kayaknya sedikit lebih meyakinkan dari yang kukira.

Ao no Kanata Four Rhythm (Gonzo)

Berlatar di suatu kepulauan yang ada jauh di selatan Jepang, suatu olahraga baru bernama Flying Circus telah muncul berkat penemuan sepatu anti-graviton yang disebut ‘grash’ yang memungkinkan penggunanya melayang di angkasa. Seorang murid pindahan bernama Kurashina Asuka tertarik untuk tahu tentang cara terbang di angkasa. Minatnya itu menjadi pemicu kembalinya seseorang tertentu untuk kembali menggeluti olahraga ini.

Diangkat dari game dewasa buatan sprite/fairys, Oizaki Fumitoshi yang pernah menangani Romeo x Juliet dan Etotama yang akan menyutradarainya, dengan komposisi seri yang dibuat Yoshida Reiko, yang dulu berperan dalam Bakuman dan K-ON!. Tampilan visualnya menarik. Nuansa langitnya membuatnya masuk akal kenapa Gonzo yang dipilih untuk memproduksinya (Ehem, Last Exile). Tapi hasil akhirnya menurutku agak sulit tertebak, meski jelas terlihat bagaimana ceritanya akan mengangkat hal-hal yang menarik. Cerita asli AoKana sendiri dibuat oleh Kio Nachi, yang juga mempenai Grisaia no Kajitsu. Kudengar cerita gamenya sendiri lebih berat ke romansa yang benar-benar manis. (Ini mungkin cuma aku, tapi nama resmi protagonis untuk versi animenya belum diumumkan saat ini kutulis.)

Nurse Witch Komugi R (Tatsunoko Production)

Yoshida Komugi adalah siswi kelas 2 SMP yang agak ceroboh tapi bersemangat. Bekerja sebagai idol seperti Saionji Kokona yang merupakan teman sekelasnya, serta Kisaragi Tsukasa yang sering berpakaian seperti laki-laki, Komugi sebenarnya kalah tenar dibandingkan mereka berdua. Namun suatu makhluk misterius yang terluka bernama Usa-P tiba-tiba muncul di hadapannya. Komugi kemudian diubahnya menjadi seorang Legendary Girl dengan kekuatan ajaib, demi menghadapi sosok-sosok bertopeng misterius…

Seri komedi slapstick Nurse Witch Komugi berawal dari seri OVA yang menjadi spin off dari anime Soul Taker. Meski tak sampai menonjol, seri ini sempat berhasil meraih kalangan penggemar beratnya sendiri di pertengahan dekade 2000an. Komugi R ini semacam remake yang menampilkannya untuk pertama kali dalam bentuk seri TV. Pengisi suara Komugi di seri OVA-nya, Halco Momoi, kali ini akan berperan juga sebagai ibu Komugi. Penyutradaraannya akan dilakukan oleh Kawaguchi Keiichiro yang sebelumnya jadi sutradara Jinsei dan Oniai, dengan naskah yang dibuat Murakami Momoko bersama Fudeyasu Kazuyuki. Ceritanya kabarnya akan dipenuhi derai tawa sekaligus air mata(?) dari Komugi dan para saingan(?)nya, dan sudah dijanjikan kalau adegan-adegan konser mereka akan dianimasikan dalam bentuk 3D CG. Kalau tak salah, seri aslinya memang termasuk seri yang ‘otaku’ sekali.

HaruChika (P. A. Works)

Klub alat musik tiup di sekolah mereka terancam dibubarkan, sekalipun dua teman masa kecil Homura Chika dan Kamijou Haruta telah bersusah payah latihan demi mencapai Fumonkan, kompetisi yang merupakan semacam Koshien untuk alat musik tiup. Di tengah upaya mereka untuk bisa mendapatkan anggota baru, serta kekhawatiran mereka sendiri soal cinta segitiga yang melibatkan mereka berdua, suatu insiden terjadi, yang memaksa mereka berdua bekerjasama untuk menyelesaikannya.

Diangkat dari seri novel ‘misteri masa muda alat musik’ HaruChika: Haruta to Chika wa Seishun Suru karya Hatsuno Sei, ini salah satu seri yang menonjol musim ini karena tampilan visualnya yang terbilang memikat. Hashimoto Masakazu yang sebelumnya menyutradarai Tari Tari dan Soul Eater Not! yang akan menanganinya, dengan komposisi seri yang ditangani oleh Yoshida Reiko juga. Nuansa akhirnya agak beda, tapi ada kemiripan tema yang seri ini punya dengan yang dulu pernah diangkat Hyouka. Ini mungkin bakal jadi seri yang menarik buat mereka yang suka drama misteri sekolahan yang tak terlalu berat.

Dimension W (3Hz, Orange)

Pada tahun 2071, masalah-masalah energi dunia seakan terpecahkan berkat penemuan jaringan induktor-induktor medan elektrik lintas dimensi yang disebut coil, yang mengekstrak energi dari suatu sumber tertentu yang tak ada habisnya. Sumber tersebut adalah dimensi W, suatu bidang keempat yang terdapat di balik dimensi-dimensi Z, Y, dan Z. Namun ada banyak coil illegal dan tidak resmi yang tak dapat ditangani polisi, yang menjadi tugas Mabuchi Kyouma, dan partner coil androidnya, Yurisaki Mira, untuk menanganinya.

Seri ini diangkat dari manga sains fiksi karya Iwahara Yuji, yang kini dikenal sebagai desainer karakter Darker than Black serta pembuat seri King of Thorn. Sutradara handal Kamei Kanta (Oreshura, Saekano) yang akan menanganinya, dengan naskah yang akan ditangani Suga Shotaro. Aspek teknis seri ini dari sudut manapun kelihatannya bakal bagus. Jadi kurasa untuk sisanya hanya soal apa temanya cocok dengan kalian?. …Sesuatu tentang seri ini mengingatkan akan bagaimana aku telah menjadi om-om.

Grimgar of Fantasy and Ash (A-1 Pictures)

Dari kegelapan, Haruhiro terbangun di suatu dunia asing bernama Grimgar bersama sejumlah remaja lain sebayanya, tanpa ingatan apapun tentang asal atau latar belakang mereka. Di sini, mereka dipaksa menjalani kehidupan dengan mengumpulkan uang dan memperoleh kekuatan. Membentuk kelompok-kelompok sendiri untuk bertahan hidup, lambat laun secara bawah sadar mereka menyadari bahwa mereka seperti ada di dalam ‘game’, tapi mereka sama-sama sudah tak bisa ingat kata ‘game’ itu artinya apa.

Juga berjudul Grimgar le Monde des cendres et de fantaisie, atau Hai to Gensou no Grimgar, seri ini diadaptasi dari novel karangan Juumonji Ao dengan ilustrasi buatan Shirai Eiri. Nakamura Ryosuke (sutradara Aiura dan Mouryou no Hako) yang akan menangani penyutradaraan serta naskahnya. Sejauh ini, key visual dan desain karakternya benar-benar memikat dan menjanjikan. Ceritanya banyak seputar hubungan antar karakter sekaligus petualangan. Aku pribadi sudah menjadi penggemar seri novelnya, dan aku benar-benar tertarik untuk tahu seperti apa hasil adaptasinya. Mudah-mudahan hasilnya tak jelek.

Saijaku Muhai no Bahamut (Lerche)

Lux, yang dahulunya pangeran dari Kekaisaran Arcadia yang telah tumbang dalam pemberontakan lima tahun silam, suatu ketika mendapati diri tanpa sengaja telah memasuki pemandian asrama wanita. Menjadi sasaran kemarahan Lisesharte Atismata, sang putri kerajaan yang baru, Lux ditantang dalam duel Drag-Ride, senjata-senjata mekanik berzirah yang ditemukan dari berbagai puing di seluruh penjuru dunia. Di sinilah Lux terungkap sebagai seseorang yang pernah diakui sebagai Drag-Knight terkuat, yang kini dikenal karena keengganannya menyerang.

Juga dikenal sebagai Undefeated Bahamut Chronicle, kudengar ini salah satu seri yang diadaptasi dalam rangka peringatan ultah ke-10 dari label GA Bunko, menyusul Danmachi dan Haiyore! Nyaruko-san F. Seri novel aslinya ditulis Akatsuki Senri dengan ilustrasi buatan Kasuga Ayumu. Penyutradaraannya akan dilakukan oleh Ando Masaomi, yang belakangan makin dikenal karena arahannya dalam Gakkou Gurashi!. Lalu komposisi serinya ditangani Kakihara Yuuko yang sebelumnya menangani Unbreakable Machine Doll dan Heaven’s Lost Property. …Singkat kata, ini lagi-lagi jenis seri aksi fantasi harem yang memberiku perasaan campur aduk. Walau begitu, mungkin akan ada beberapa hal tertentu di seri ini yang akan lebih bagus dari perkiraan.

Prince of Stride Alternative (MADHOUSE)

‘Stride’ merupakan olahraga ekstrim yang melibatkan tim-tim yang terdiri atas enam orang, yang melakukan lari relai melintasi kota-kota. Fujiwara Takeru dan Sakurai Nana berupaya mengumpulkan enam orang untuk membangkitkan kembali Klub Stride di Akademi Hounan, demi bisa memenangkan kompetsisi Stride terbesar di Jepang timur, End of Summer. Sasaran pertama yang coba mereka rekrut adalah Yagami Riku, yang langsung menolak dengan alasan bahwa Stride merupakan satu hal yang tidak sudi ia lakukan…

Diangkat dari otome game Prince of Stride keluaran Kadokawa Games, ini seri baru yang dipenuhi bishonen yang menonjol karena temanya yang tak biasa. Ishizuko Atsuko yang sebelumnya menangani Hanayamata dan No Game, No Life yang akan menyutradarainya, jadi ada pengharapan lumayan besar terhadap kualitasnya. Kishimoto Taku yang pernah terlibat dalam Haikyu!! dan Usagi Drop yang akan menangani komposisi seri. Ada gelagat kalau perkembangan ceritanya akan agak berbeda ketimbang gamenya.

Ajin – Demi Human (POLYGON PICTURES)

Persis sebelum liburan musim panas, seorang remaja SMA bernama Nagai Kei terkena kecelakaan lalu lintas, dan mendapati dirinya terlahir kembali sebagai Ajin, sebutan untuk manusia-manusia yang punya kekuatan abadi dan kekuatan misterius lainnya, yang pertama ditemukan di medan perang Afrika 17 tahun sebelumnya. Karena bisa pulih dari luka macam apapun, para Ajin diburu untuk diteliti. Kini diasingkan oleh keluarganya sendiri dan juga dikejar oleh hampir seluruh umat manusia, Kei harus mengambil keputusan untuk melindungi dirinya sendiri sekaligus orang-orang di sekelilingnya.

Menyusul film layar lebar pertamanya yang belum lama ini keluar, seri TV Ajin akan mengungkap lebih banyak detil dunia dari ceritanya. Buat yang belum tahu, seri ini diangkat dari manga Ajin karya Sakurai Gamon, yang sempat dinominasikan untuk penghargaan budaya Tezuka Osamu. Seri manganya sempat direkomendasikan oleh banyak kalangan, karena benar-benar menarik dengan perkembangan cerita yang memukau. Sebagian besar staf yang menangani anime Knights of Sidonia kembali untuk menangani seri ini. Kalau kau suka tema-tema kemanusiaan yang diangkat dalam Tokyo Ghoul, ada kemungkinan cerita Ajin juga bakal membuatmu tertarik.

Dagashi Kashi (feel.)

Shikada Kokonatsu tak mau mengikuti keinginan ayahnya untuk mewarisi toko permen keluarganya di suatu daerah terpencil. Namun seorang gadis aneh bernama Hotaru, yang tergila-gila dengan toko-toko permen, suatu ketika tiba-tiba muncul dan mulai berulangkali datang demi membujuk (memaksa) Kokonatsu untuk mau mewarisinya.

Diangkat dari seri manga karya Kotoyama, Takayanagi Shigehito (sutradara The World God Only Knows) yang akan menyutradarinya, dengan Kamo Yasuko yang menangani naskah. Keduanya sama-sama pernah terlibat dalam Kanamemo dan Tokyo ESP. Belum banyak yang bisa dikatakan tentang seri ini. Tapi ada kemungkinan ini akan menjadi seri yang paling tak terduga di musim ini.

Active Raid: Special Public Security Fifth Division Third Mobile Assault Eighth Unit (Production IMS)

Berlatar di masa ketika sebagian Tokyo telah tenggelam dalam lumpur hisap, Kuroki Takeru dan kawan-kawannya dalam Unit Kedelapan Tim Serang Cepat Ketiga dari Divisi Kelima Biro Khusus Pengamanan Publik, menggunakan powered armor eksoskeleton Willware untuk menanggulangi meningkatnya tingkat kejahatan. Suatu hari, inspektur asisten Kazari Asami, seorang perempuan jenius berusia 19 tahun dan berpangkat letnan, ditugaskan ke unit mereka untuk peninjauan. Namun tujuannya yang sesungguhnya ternyata adalah untuk merehabilitasi unit yang dikenal seenaknya ini.

Juga berjudul Active Raid: Kidou Kyoushuushitsu Dai-Hakkei, ini proyek orisinil baru yang diprakarsai Taniguchi Goro, sutradara ternama dari Code Geass dan Planetes. Akitaya Noriaki (yang pernah terlibat dalam Bakuman) yang akan menyutradarainya. Naskahnya ditangani Arakawa Naruhisa, yang sebelumnya menangani MAOYU serta Outbreak Company. Desain karakter aslinya dibuat oleh Saeki Shun, pengarang Shokugeki no Souma, jadi ada daya tarik tersendiri di visualnya. Lalu dengan konsep mecha eksoskeleton, ditambah temanya tentang kepolisian, ini seri yang buatku betul-betul menarik perhatian. Kualitas naskah dan eksekusinya gelagatnya kuat. Tapi berhubung temanya yang tentang kepolisian, ada kemungkinan juga ceritanya hanya akan cocok untuk sebagian orang.

Luck and Logic (Dogakobo)

Suatu konsep bernama “Logic” mengatur semua aspek kehidupan, termasuk emosi, bakat, ingatan, serta kedewataan. Lalu pada tahun L.C. 922, umat manusia di dunia manusia Septipia menghadapi krisis tak terduga seiring dengan migrasi besar-besaran para dewata yang kalah dalam perang mereka di Tetra Heaven. Dalam salah satu serangan yang terjadi, seorang warga sipil bernama Tsurugi Yoshichika yang tidak memiliki Logic bertemu dewi cantik bernama Athena yang memiliki Logic yang tak ia miliki. Terseret dalam medan tempur, Yoshichika kemudian memulai trance dengan Athena untuk bersama kepolisian khusus ALCA melindungi kota yang mereka tinggali.

Dikembangkan bersama proyek TCG bernama sama keluaran Bushiroad, ini satu lagi proyek orisinil baru yang memiliki konsep dan desain menarik. Chigira Koichi (yang pernah terlibat dalam Gate Keepers dan Full Metal Panic!) akan bekerjasama dengan Naoya Takashi (pernah terlibat dalam A Certain Scientific Railgun S dan Selector Infected Wixoss) untuk menyutradarainya. Takahashi Yuuya, yang menangani naskah untuk seri Lupin III baru tahun ini, yang telah mencetuskan konsep awalnya dan akan menangani komposisi seri. Ini kelihatannya jenis seri di mana ada banyak hal di dalamnya yang bakal terjadi. Secara teknis seri ini kelihatannya takkan buruk.

Schwarzesmarken (Ixtl, LIDEN FILMS)

Jerman, tahun 1983. Invasi makhluk asing BETA secara perlahan menjurus ke barat dan mulai memasuki wilayah Eropa. Sebagai upaya menanggulangi hal ini, Theodor Eberbach dan sejumlah personil terpilih lain ditugaskan ke dalam Skuadron TSF ke-666, suatu unit gerak cepat yang menjadi harapan Jerman Timur untuk bisa bertahan melawan BETA melalui strategi-strateginya yang tidak konvensional.

Diangkat dari seri novel Schwarzesmarken buatan Uchida Hiroki, seri ini menjadi bagian dari waralaba Muv-Luv cetusan Yoshida Hirohiko dan pengembang age. Ceritanya masih nyambung dengan seri Muv-Luv Alternative: Total Eclipse yang sempat tayang beberapa tahun lalu, hanya saja berlatar 18 tahun sebelumnya, di tahap-tahap awal serbuan BETA. Mecha-mechanya masih ada, dan demikian juga dengan desain karakter penuh fanservice-nya. Ceritanya sendiri kelihatannya akan memaparkan kejatuhan front Eropa, dengan nuansa cerita yang lebih berat daripada sebelumnya. Watanabe Tetsuya, sutradara Kimi ga Nozomu Eien, akan kembali setelah sekian lama untuk menyutradarainya. Higuchi Tatsuto yang terlibat dalam Cross Ange yang ditugaskan menangani naskah. Sepertinya akan ada peningkatan kualitas yang cukup mencolok dibandingkan Total Eclipse. Terlepas dari semuanya, ini menjadi salah satu seri yang kurasa patut diperhatikan.

Norn9: Norn + Nornette (Kinema Citrus, Orange)

Sebuah lagu membawa seorang anak lelaki bernama Suzuhara Sorata ke suatu tempat dan zaman yang berbeda. Di kota tua asing yang mengingatkannya akan era Meiji dan Taishou, ia menjumpai tiga orang gadis dan sembilan orang pemuda, yang membawanya pergi dalam perjalanan melintasi angkasa dengan kapal udara Norn yang raksasa.

Diangkat dari otome game berjudul sama keluaran Otomate, selain latarnya yang menarik, premisnya menarik perhatian dengan banyaknya karakter yang ada di dalamnya. Di game aslinya, kita bisa memilih mana dari tiga gadis tersebut (Koharu, Kuga Mikoto, dan Shiranui Nanami) yang mau kita pilih sebagai tokoh utama, dan ketiganya sama-sama memiliki tiga love interest-nya masing-masing. Belum jelas bagaimana bentuk cerita ini akan dipaparkan dalam format anime TV. Terlepas dari itu, ini menjadi debut Abo Takao (pernah terlibat dalam Eureka Seven, Macross Frontier, serta Shingetsutan Tsukihime) sebagai sutradara utama. Lalu naskahnya akan ditangani Takahashi Natsuko yang belum lama ini turut menangani Ore Monogatari!!. Aku benci mengatakan ini. Tapi tergantung format penceritaannya, mungkin aku juga akan tertarik dengan seri ini.

Reikenzan: Hoshikuzu-tachi no Utage (Studio DEEN)

Suatu komet yang melintas menandakan akan datangnya suatu bencana besar. Lalu untuk memilih seorang anak yang ditakdirkan oleh komet tersebut, keluarga klan Reiken yang memiliki sejarah panjang sekali lagi membuka proses ujian masuk untuk mencari murid. Seorang pemuda bernama Ouriku (Lu Wang), yang nampaknya memiliki jiwa istimewa yang hanya muncul sekali dalam seribu tahun (dalam hal ini, kecerdasan hebat sekaligus harga diri tinggi), memutuskan untuk mengambil ujian masuk ini, demi menempuh jalan untuk menjadi orang bijak yang hebat.

Diangkat dari seri novel online Cong Qian You Zuo Ling Jian Shian yang dibuat oleh Guo Wang Bi Xia yang populer di China dan juga diadaptasi ke bentuk komik, ini seri yang terlepas dari kesan seriusnya, dikabarkan akan penuh lelucon. Suzuki Iku yang pernah terlibat dalam Maze, Kodocha, dan DearS yang akan menyutradarainya (hoo, nama veteran). Seri ini diproduksi dengan kerjasama antara Studio DEEN dan Shenzhen Tencent Computer System Company Limited, dan makanya akan disiarkan bersamaan di Jepang dan China.

Shoujo-tachi wa Kouya o Mezasu (Project No.9)

Houjou Buntarou, seorang remaja yang ingin bisa melakukan sesuatu yang berarti tapi belum tahu apa, didatangi teman sekelasnya yang bernama Kuroda Sayuki, yang tahu-tahu mengumumkan kalau dirinya sedang mencoba membuat suatu bishoujo game. Sayuki ingin mengajak Buntarou bekerjasama karena naskah bagus yang pernah dipenai Buntarou untuk klub drama. Tapi Buntarou ragu karena selama ini tak tahu apa-apa tentang game-game bishoujo.

Juga dikenal dengan judul Girls Beyond the Wasteland, Satou Takuya, yang berperan dalam Steins;Gate dan Selector Infected Wixoss, yang akan menyutradarainya. Sedangkan naskahnya akan ditangani Ayana Yuniko yang pernah terlibat dalam Bakuman. dan Kinmoza. Ini diangkat dari game berjudul sama yang belum lama ini dirilis MinatoSoft. Lalu ini juga menjadi seri ketiga yang mengadaptasi cerita buatan Takahiro, sesudah Akame ga KILL! dan Yuuki Yuuna is a Hero, walau untuk kali ini beliau dibantu oleh Romeo Tanaka untuk naskahnya. Seri ini mungkin sekilas tak terlihat menonjol, dan terkesan seperti anime komedi harem biasa. Tapi berhubung konsep aslinya dicetuskan oleh mereka, biasanya ada kejutan-kejutan tertentu yang bisa diharapkan di dalamnya.

Myriad Colors Phantom World (Kyoto Animation)

Di suatu dunia yang seakan sempurna, yang sebenarnya terlahir dari imajinasi manusia, Ichijou Haruhiko adalah murid di Perguruan Hosea yang melawan makhluk-makhluk yang disebut phantom bersama sejumlah kawan sekolahnya yang lain. Mereka menjalani kehidupan sekolah yang wajar dan damai, sampai terjadinya suatu insiden yang membawa mereka pada kebenaran dunia ini yang sesungguhnya.

Juga dikenal dengan judul Musaigen no Phantom World, seri ini kembali menjadi salah satu proyek KyoAni yang diangkat dari salah satu novel mereka, yang kali ini dari karya Hatano dengan ilustrasi buatan Shirabi. Ishihara Tatsuya yang tenar karena arahan beliau di Harumiya, Chuunikoi, dan belakangan Sound! Euphonium, akan kembali untuk menanganinya. Kualitasnya kelihatan meyakinkan seperti biasa, dan genrenya lumayan membuatku tertarik.

Fairy Tail Zero (A-1 Pictures)

Di Sirius Island, Mavis Vermilion adalah gadis pelayan yang diperlakukan kasar oleh sang guild master dan putrinya, Zera. Namun Mavis terus berpandangan positif, karena perkataan ibunya yang mengatakan kalau para peri tak akan mengunjungi orang-orang yang menangisi masalah-masalah mereka. Sampai guild mereka diserang suatu hari, dan Mavis menyelamatkan Zera dari puing-puingnya. Tujuh tahun sesudahnya, tiga penyihir kuat, Warrod Sequen, Precht, dan Yuri Dreyer datang ke pulau tersebut dan mengetahui tentang insiden itu, tanpa menyadari bagaimana perjalanan mereka akan mengubah haluan sejarah sihir…

Ini adalah seri TV baru yang mengangkat cerita masa lalu awal terbentuknya guild penyihir Fairy Tail. Apa lagi yang perlu aku sebut? Kalau kalian sudah menjadi fans seri Fairy Tail karangan Mashima Hiro… sudah jelas kalian perlu mengikuti seri ini.

Nijiiro Days (Production Reed)

Empat sahabat: Hashiba Natsuki, Matsunaga Tomoya, Katakura Keiichi, dan Naoe Tsuyoshi sama-sama adalah siswa SMA yang tak mengikuti kegiatan klub. Mereka serius menekuni pelajaran mereka di sekolah agar sepulangnya mereka bisa meluangkan waktu bersenang-senang. Topik yang terutama mereka minati adalah soal cinta. Khususnya, tentang rasa suka terpendam Natsuki terhadap Kobaya Anna, seorang gadis dari kelas sebelah.

Seri yang kelihatannya akan menjadi seri drama paling ‘normal’ di musim ini diangkat dari manga shoujo berjudul sama karya Mizuno Minami, dengan cerita yang sepertinya banyak berkembang ke seputar hubungan antar orang. Penyutradaraannya akan dilakukan oleh Amino Tetsuro yang pernah terlibat dalam Shiki dan Macross 7. Lalu naskahnya akan dibuat oleh Itami Aki, yang juga berperan dalam Aku no Hana serta Mushi-Shi. Mungkin karena desain karakternya, ada sesuatu tentang seri ini yang benar-benar menarik perhatian. Terlepas dari itu, kuharap hasilnya bagus.

Beberapa judul baru lain di musim ini meliputi: Ouya-san wa Shishunki! yang tentang seseorang yang baru pindah ke tempat tinggal baru, yang mendapati bahwa ‘pemilik kosnya’ adalah seorang gadis SMP manis yang sekaligus juga mengerjakan segala pekerjaan rumah tangga di sana, selazimnya seperti yang dilakukan seorang ‘adik perempuan’; Ojisan to Marshmallow, yang menceritakan tentang bagaimana seorang karyawati diam-diam jatuh hati pada rekan sekantornya yang sudah paruh baya… dan menyukai marshmallow; Sekkou Boys, yang tentang… uh, patung-patung kepala fisuf Yunani yang mau bersatu membentuk group idol; serta Shouwa Genroku Rakugo Shinjuu yang mengetengahkan kesenian rakugo di era Shouwa.

Hampir aku lupakan, akan ada juga Oshiete! Galko-chan, yang mengetengahkan tiga siswi SMA berbeda dari latar belakang berbeda, yang dalam persahabatan mereka, kerap membahas dari tiga sudut pandang berbeda ‘berbagai rahasia perempuan yang tak bisa kau bagi bersama lelaki.’

Phantasy Star Online 2: The Animation yang diangkat dari MMORPG futuristik buatan Sega juga akan tayang. Dibuat sebagai peringatan 15 tahun berjalannya waralaba PSO, ceritanya akan sama sekali baru, dan kabarnya sejumlah pemain aktif PSO2 juga dapat tampil sebagai cameo(?) di dalamnya. Walau aku lebih mengenal versi waralaba Phantasy Star yang lebih old school, aku benar-benar lemah terhadap premisnya. Terlepas dari hasilnya, ini bisa menjadi satu seri baru yang aku perhatikan.

Sedangkan untuk seri-seri lama yang akan lanjut kembali meliputi season kedua untuk Assassination Classroom tentang Koro-sensei dan murid-muridnya, yang terindikasi menjadi anime yang kelanjutannya musim ini paling diminati; musim tayang kedua drama militer yang menjelajah dunia lain GATE, yang juga tak kalah peminatnya di kalangan otaku cowok, bagian penutup dari trllogi berbagai konflik Ikebukuro, Durarara!! x2 Ketsu; serta season kedua hubungan si gadis tabib dan pangeran di Akagami no Shirayukihime.

Untuk seri-seri pendek, seri cerita hantu Yamishibai yang termasuk diminati kembali berlanjut dengan musim ketiganya. Teekyu masih berlanjut dengan musim tayangnya yang ketujuh, walau aku tak tahu apa ini masih tentang tenis atau tidak. Lalu kelihatannya akan ada seri Mahou Shoujo Nante Mou Ii Desu Kara. yang tentang seorang gadis serba bisa yang diubah menjadi mahou shoujo oleh suatu makhluk benar-benar mencurigakan yang ditemukannya di tempat sampah.

Servamp yang diangkat dari manga karya Strike Tanaka, dikabarkan juga akan tayang musim ini. Tapi rincian lebih lanjut tentangnya belum ada. Inti ceritanya tentang seorang siswa SMA baru bernama Shirota Mahiru yang berpapasan dengan seekor kucing liar hitam bernama Kuro. Tapi Kuro ternyata bukan kucing biasa, melainkan servamp, servant vampire yang dapat berubah ke wujud-wujud mungil serupa maskot. Mahiru yang tak suka melibatkan diri dalam konflik kemudian terseret dalam perselisihan kuno dan sureal antara manusia dan vampir. Walau terkesan penuh aksi, ini seri yang kudengar sebenarnya lebih ditonjolkan untuk pemirsa wanita dengan banyaknya karakter cowok di dalamnya. Kudengar ceritanya sendiri terbilang seru, dan menarik buat yang suka.

Seri orisinil Bubuki Buranki juga akan dibuat menyambut ulang tahun SANZIGEN Animation Studios yang kesepuluh. Ceritanya… masih agak susah dijelaskan. Tentang bagaimana si tokoh utama Akira Azuma pulang ke Jepang setelah sepuluh tahun, untuk kemudian diculik kawanan bersenjata sebelum kemudian ditolong kekuatan Bubuki milik seorang gadis bernama Asabuki Ougon. Komatsuda Daizen, yang pernah terlibat dalam Evangelion 1.0, akan memulai debutnya sebagai sutradara. Sedangkan naskahnya ditangani oleh Ishii Jirou (CANAAN, Monster Strike) dan Kitajima Yukinori (Gokukoku no Brynhildr, Hamatora).

Satu tambahan adalah akan tayangnya seri empat episode arahan Yamamoto Soubi, yang terbaru dari seri Kono Danshi ciptaannya, Kono Danshi, Mahou ga Oshigoto Desu. Inti ceritanya yang berbau shonen ai tentang… seorang pemuda serius yang pekerjaannya berkaitan dengan sihir, dan suatu hari bertemu seorang pemuda lebih muda yang tertarik padanya. Kalau enggak salah seri ini termasuk dalam rangkaian anime pendek Comix Wave Films Omnibus, yang di dalamnya juga termasuk Tabi Machi Late Show dan juga Kanojo to Kanojo no Neko: Everything Flows- yang dibuat oleh sutradara Shinkai Makoto sendiri.

Satu lagi yang terlewat adalah Pandora In the Crimson Shell: Ghost Urn yang diangkat dari manga karya Shirow Masamune dan Rikudou Koushi. Menyusul versi layar lebarnya yang keluar awal Desember ini, ceritanya tentang seorang anak perempuan cybernetically-enchanced bernama Nanakorobi Nene yang pindah untuk tinggal bersama bibinya di pulau metropolis Cenacle. Di sana ia berjumpa dengan penemu super kaya Uzel Delilah dan kawan cyborgnya, Clarion. Lalu tatkala teroris mengancam pulau tersebut, Nene harus menggabungkan kekuatan dengan Clarion untuk menggunakan kemampuan-kemampuan yang tak diketahuinya sendiri. Nawa Munenori yang pernah menyutradarai Kissxsis dan Nogizaka Haruka no Himitsu yang akan menanganinya. Tapi yang agak mencolok adalah naskahnya yang dipenai Takahashi Tatsuya, yang sebelumnya menangani film layar lebar pertama IDOLM@STER dan Grisaia no Kajitsu. Produksi animenya dilakukan lewat kerjasama Studio Gokumi dan AXsiZ. (…Aku tak yakin apa ini bisa dikatakan sebagai versi lebih moe dari Ghost in the Shell.)

Ada rumor beredar tentang adaptasi anime Drifters yang diangkat dari manga karya pengarang Hellsing, lalu seri keseharian Flying Witch, serta kelanjutan anime fantasi aksi penuh ksatria Nanatsu no Taizai. Mending kita tak bahas dulu soal itu.

Tapi satu rumor yang mungkin layak disinggung adalah akan tayangnya preview episode pertama seri Macross baru, Macross Delta, sebagai episode TV spesial di pergantian tahun ini.

Menjelang Natal, kabarnya episode pertama dari seri baru Mobile Suit Gundam Thunderbolt juga sudah akan tersedia. …Meski animasinya terjamin akan memukau, tetap sayang durasinya hanya 18 menit.

Dari sisi film layar lebar: ada High Speed! – Free! Starting Days, yang mengetengahkan tentang masa SMP Haruka dan kawan-kawannya dari klub renang, yang merupakan cerita asli dari novelnya. Serta… (mainkan drumroll), film pertama dari trilogi anime Kizumonogatari yang telah bertahun-tahun dinantikan oleh para fans seri Monogatari karya Nisio Isin. Di sini akan terungkap awal mula vampirisime yang melanda Araragi Koyomi serta pertemuannya dengan vampir yang nanti menjadi Oshino Shinobu.

Kabar lainnya lagi adalah akan mulai beredarnya episode pertama dari rangkaian cerita pendek Koyomimonogatari, yang (seperti halnya Owarimonogatari yang musim gugur ini tayang) juga termasuk bagian dari season ketiga seri Monogatari. Berhubung formatnya sebagai rangkaian cerita pendek, tiap episodenya akan berformat episode-episode anime pendek yang akan disiarkan melalui aplikasi khusus untuk smart phone. Ceritanya berlatar di titik-titik waktu yang berbeda pada timeline cerita utamanya, dan akan berfokus sepenuhnya pada Araragi Koyomi.

Kalau ada kabar lainnya, akan aku kabari lagi. Mungkin.

Oya, adaptasi lain dari game, Divine Gate, kabarnya juga akan tayang di musim ini.

Satu adaptasi lainnya adalah anime Momokuri, yang diangkat dari manga karya Kurose, tentang romansa manis antara sepasang remaja yang saling suka dan saling memperhatikan satu sama lain (walau satu jauh melebihi yang satunya sih), Kurihara Yuki dan Momotsuki Shinya. Episodenya akan keluar secara bulanan dengan durasi yang bervariasi.

(Dari ANN dan berbagai sumber.)

Anime Baru Musim Gugur 2015

Entah siapa yang mulai. Tapi pada beberapa bulan terakhir beredar rumor yang menyebut kalau Kiyora Milk Tea adalah minuman pilihan para otaku. Jadi seseorang bisa dinilai tingkat fanatismenya dengan melihat apa yang mereka minum di acara-acara event gitu.

Eniwei, Oktober sudah hampir tiba. Musim sudah mau berganti, dan belakangan aku sering kepikiran apa aku sudah meluangkan waktu secara baik.

Sejujurnya, lumayan berat membuat daftar kali ini. Ada lumayan banyak judul klasik yang dibuat baru. Lalu ada banyak anime adaptasi light novel yang lumayan ingin kutonton. Membayangkan kalau aku mungkin takkan bisa mengikuti semuanya lumayan menyakitkan.

Kayak biasa, daftar ini enggak terlalu bisa diandalkan.

Mungkin akan aku kabari kalau ada perkembangan lagi.

Ore ga Ojou-sama Gakkou ni “Shomin Sample” Toshite Gets-rareta Ken (SILVER LINK)

Seorang pelajar SMA bernama Kagurazaka Kimito pada suatu hari diculik sekelompok pria berotot ke Perguruan Seika, suatu sekolah khusus putri terpencil dan rahasia, yang membesarkan anak-anak perempuan dari keluarga-keluarga kaya dan terpandang. Kimito rupanya hendak ditempatkan di sekolah tersebut sebagai ‘sampel orang kebanyakan’ menyusul serangkaian insiden di mana para lulusan Seika justru mengalami syok terhadap dunia nyata selepas sekolah, dan akhirnya menjadi hikkikomori.

Diangkat dari seri ranobe berjudul hampir sama karangan Nanatsuki Takafumi, dengan ilustrasi buatan Uruu Gekka (yang juga membuat ilustrasi berciri khas di seri OniAi), Jinbo Masato yang sebelumnya menangani Nozo x Kimi dan Prisma Illya 2wei! yang akan menyutradarainya. …Ini jenis seri komedi harem yang justru bisa membuatmu terdiam antara geli dan kasihan. Tapi aku pribadi mungkin akan lumayan merekomendasikannya, terutama untuk kalian yang menyukai fanservice dan hal-hal yang agak absurd. Kualitas teknisnya sejauh ini kelihatannya bakal cukup tinggi.

Dance With Devils (Brains Base)

Tachibana Ritsuka, seorang siswi kelas dua SMA di Perguruan Shiko, selama ini menjalani kehidupan sekolah yang sangat biasa bersama ibunya yang tinggal bersamanya. Namun kedamaiannya hancur tatkala ia mulai terlibat dengan keberadaan grimoire terlarang yang berhubungan dengan iblis, vampir, dan para pengusirnya; serta menarik perhatian para lelaki rupawan di Dewan Siswa yang sebenarnya adalah iblis.

Anime ini diangkat dari otome game buatan Rejet yang tentu saja dipenuhi bishonen. Tapi yang menarik adalah bagaimana penyutradaraannya ditangani oleh Yoshimura Ai, yang belakangan dikenal berkat kehandalan beliau dalam season pertama Oregairu serta Ao Haru Ride. Konparu Tomoko, yang sebelumnya terlibat dalam Ao Haru Rde serta Uta no Prince-sama, yang akan menangani naskahnya. Walau ini jelas bukan jenis seri yang biasanya aku minati, aku lumayan penasaran dengan hasilnya.

Sakurako-san no Ashimoto ni wa Shitai ga Umatteiru (TROYCA)

Berlatar di kota Asahikawa, Hokkaido, seorang remaja SMA berpembawaan serius bernama Tatewaki Shoutarou mempunyai seorang kekasih bernama Kujyou Sakurako. Namun Sakurako, yang terkadang Shoutarou pamerkan, adalah seorang perempuan sangat cantik di pertengahan usia 20an, yang berasal dari suatu keluarga kaya raya yang punya kecintaan terhadap ‘tulang-tulang indah.’ Kenyataan tersebut yang kelihatannya kemudian melibatkan keduanya dalam berbagai insiden yang berkaitan dengan tulang belulang.

Juga dikenal dengan judul A Corpse is Buried Under Sakurako’s Feet, atau Beautiful Bones – Sakurako’s Investigation, dan diangkat dari seri novel misteri karangan Outa Shiori dengan ilustrasi buatan Tetsuo, kualitas visualnya yang menjanjikan cukup setara dengan kualitas TROYCA yang biasa. Katou Makoto akan memulai debutnya sebagai sutradara lewat seri ini, dengan dibantu Bessho Makoto sebagai asistennya, Ikami Takayo untuk naskah, dan Satou Michio untuk desain karakter dan animasi. Nuansanya kelihatannya jelas bakal agak shota. Tapi tak bisa disangkal kalau premisnya lumayan bikin penasaran. Secara teknis, seri ini kayaknya enggak akan jelek.

Heavy Object (J.C. Staff)

Berlatar jauh di masa depan, ketika paradigma peperangan mulai beralih ke ‘perang hijau’ berkat penemuan senjata-senjata pemusnah massal berupa kendaraan raksasa yang disebut Object (yang kebal terhadap leadakan nuklir, radiasi, dan sebagainya), Quenser dan Heivia bergabung dengan kemiliteran di bawah kepemimpinan Mayor Floretia Capistrano, dan dengan pasrah mengira akan menjalani keseharian yang santai dan membosankan, berhubung urusan perang di zaman ini telah sepenuhnya ditangani lewat Object. Namun saat Object mereka kalah, dan Milinda, gadis elit yang menjadi pilotnya, tertawan musuh; dua orang bodoh ini dengan nekat membangkangi perintah dan memulai upaya penyelamatan, sekalipun harus menghadapi Object musuh dengan persenjataan seadanya.

Seri yang ‘akhirnya dianimasikan juga’ ini diangkat dari seri ranobe karangan Kamachi Kazuma, yang telah sangat dikenal sebagai pengarang seri To Aru Majutsu no Index. Mungkin ada nuansa-nuansa yang enggak disangka di seri ini (mulai dari MacGyver sampai Metal Gear Solid). Tapi pada dasarnya ini kembali mengangkat tema khas Kamachi-sensei soal yang lemah mengalahkan yang kuat. Staf veteran Watanabe Takashi yang akan menyutradarainya dengan dibantu Yoshino Hiroyuki untuk naskah. Sejauh ini, kualitas seri ini kelihatannya bakal sangat solid. Kusarankan agar jangan berharap banyak pada perkembangan karakternya, tapi berharaplah lebih banyak pada aksinya.

Lance N’Masques (Studio Gokumi)

Hanafusa Youtarou adalah bagian dari orde ksatria terakhir yang masih tersisa di abad ke-21, “Knights of the World.” Di balik identitas bertopengnya sebagai Knight Lancer yang misterius, Youtarou berjuang untuk melindungi mereka yang lemah. Suatu ketika, ia menjumpai seorang gadis bernama Kidouin Makio, dan begitu mengetahui bahwa Makio hidup sendiri, Youtarou memutuskan untuk menjaga dan mengawasinya.

Ini seri aksi fantasi tarung yang diangkat dari seri novel karangan Koyasu Hideaki. Penerbitan novelnya juga ditangani Studio Gokumi sebelum produksi animasinya dimulai. Sutradaranya adalah Ishiguro Kyouhei yang telah menangani Shigatsu wa Kimi no Uso, dan Koyasu-sensei sendiri juga terlibat dalam penanganan naskahnya (beliau sebenarnya lebih berpengalaman dalam menangani skenario anime sih). Ada sesuatu tentang proses produksinya yang membuatku tertarik. Aku masih belum yakin soal hasilnya, tapi kualitas visual Studio Gokumi selama ini terbilang lumayan konsisten.

Valkyrie Drive –Mermaid(ARMS)

Seorang gadis polos bernama Tokonome Mamori baru saja dipindahkan ke Mermaid, satu dari lima pulau buatan, yang diperuntukkan sebagai karantina bagi orang-orang berkekuatan khusus. Saat Mamori diserang, seorang gadis lain bernama Shikishima Mirei, yang juga baru dipindahkan, tiba-tiba menolongnya. Namun lawan mereka tangguh dan keduanya semakin terdesak. Sampai Mirei kemudian mencium Mamori, yang membuat Mamori berubah menjadi sebilah pedang, yang kemudian digunakan Mirei untuk balas menyerang.

…Ini salah satu keluaran proyek multimedia baru Valkyrie Drive (di samping Valkyrie Drive –Siren yang merupakan game sosial serta Valkyrie Drive –Bhikkhuni yang dibuat untuk PlayStation Vita) yang gampangnya, menghadirkan aksi tempur seksi bishoujo. Pencetus Senran Kagura, Takaki Kenichirou, bekerjasama dengan Kaneko Hiraku, yang pernah menangani Seikon no Qwaser dan Manyuu Hiken-chou, dalam menangani proyek ini. Jadi kalian kurang lebih bisa punya bayangan tentang bagaimana hasilnya. Selebihnya, Kuroda Yousuke, yang dulu menangani naskah Gundam 00 serta Jormungand, yang akan menangani komposisi serinya. Dari segi teknis menurutku seri ini kelihatannya takkan buruk. Terlepas dari semuanya, mungkin ceritanya juga akan lumayan. …Oh, dan ya, desain karakter-karakter ceweknya menarik. Dan enggak, sejauh ini enggak ada karakter cowok sama sekali.

AntiMagic Academy “The 35th Test Platoon” (SILVER LINK)

Di dunia di mana orang-orang berkekuatan sihir hampir dipunahkan, akibat pergeseran kekuatan dari sihir ke senjata api, Kusanagi Takeru adalah salah satu murid di AntiMagic Academy, fasilitas pelatihan untuk mendidik para Inquisitor of Heretics dalam menghadapi ancaman para pengguna sihir. Namun Takeru tak berbakat menggunakan pistol atau senapan sama sekali, meski dirinya sangat ahli kalau soal ilmu pedang. Sehingga Takeru dialihkan ke Peleton Uji ke-35 yang penuh masalah, yang di luar dugaan pada suatu hari kedatangan ahli pistol elit Outori Ouka, yang seharusnya sudah memenuhi kualifikasi untuk menyelesaikan pelatihan.

Ini seri aksi fantasi sekolahan yang diangkat dari seri light novel karangan Yanagimi Touki. Ilustrasi aslinya dibuat oleh Kippu, yang juga menangani ilustrasi di No-Rin. Terlepas dari tampilannya, daripada komedi, perkembangan ceritanya setahuku bisa ke arah yang lumayan berat dan gelap. Dari sisi staf, Kawamura Tomoyuki, yang sebelumnya menangani Kamigami no Asobi, yang akan menjadi sutradaranya. Sedangkan Shimoyama Kento, yang dulu terlibat di Bleach dan Servant X Service, yang akan menangani komposisi serinya.

Subete ga F ni Naru – The Perfect Insider (A-1 Pictures)

Saikawa Souhei, anggota Lab Penelitian Saikawa, bertemu dengan Nishinosono Moe, putri mentornya, dalam acara liburan yang diselenggarakan Lab. Namun di sana keduanya menemukan sesosok jenazah yang menandai awal keterlibatan mereka dalam suatu misteri pembunuhan berantai.

Diangkat dari seri novel karangan Mori Hiroshi, yang desain karakter aslinya dibuat oleh Asano Inio (Oyasumi Punpun dan Solanin), ini seri misteri dari tahun 1996 yang mengawali seri novel S&M buatan Mori-sensei, dan pembuatan animenya menyusul adaptasi dorama live action yang baru mengudara tahun lalu. Kanbe Mamoru yang sebelumnya menangani Elfen Lied dan I”s Pure yang akan menyutradarainya, dengan Ono Toshiya (tsuritama dan Gatchaman Crowds) yang akan menangani naskah. Mungkin ini bakal jadi jenis seri kurang begitu menonjol yang akan kuminati karena sebab yang tak disangka.

One Punch Man (Madhouse)

Di dunia di mana para pahlawan super melindungi dunia dari berbagai marabahaya, muncul seorang pahlawan tak dikenal yang dapat mengalahkan apapun lawannya hanya dengan satu pukulan. Tapi Saitama, si pahlawan yang dimaksud, ternyata adalah orang bertampang sangat biasa yang bahkan tak dikenal dalam basis data Asosiasi Pahlawan. Mulai merana karena merasa dirinya terlalu kuat, sehingga semua tantangan yang dihadapinya jadi terlalu gampang, Saitama tanpa sadar malah jadi mengundang perhatian dan pertanyaan para pahlawan lain terhadap aksi-aksinya.

Diangkat dari manga aksi komedi populer karya Murata Yuusuke, yang menangani artwork di Eyeshield 21, yang juga diangkat dari web manga karangan ONE, ini seri yang dikenal karena pembangunan suasananya yang serius. Seri ini baiknya dinilai sendiri karena perkembangannya kadang tak benar-benar sesuai pengharapanmu, walau bukan dalam artian buruk. Berhubung Natsume Shingo, yang sebelumnya menangani Space Dandy, yang akan menyutradarainya, kayaknya visualisasi adegan yang memukau bisa diharapkan di dalamnya.

Mobile Suit Gundam: Iron-Blooded Orphans (Sunrise)

Tiga abad sesudah peperangan besar yang terjadi antara Mars dan Bumi, Mikazuki Augus dan kawan-kawannya dari kesatuan pengamanan CGS ditugaskan untuk mengawal Kudelia Aina Bernstein yang akan menegosiasikan kemerdekaan kota Chryse di Mars dengan Pemerintahan Bumi. Namun mereka kemudian diserang pasukan elit Gjallarhorn, yang bermaksud memadamkan segala bentuk api pemberontakan atas pemerintah. Lalu untuk melindungi teman-temannya, Mika ditugasi Orga Itsuka, pemimpin sekaligus kawan lamanya, untuk menggunakan mobile suit yang mereka gunakan sebagai reaktor tenaga dari zaman perang tiga abad lampau: Gundam Barbatos.

Ini seri Gundam baru yang telah sangat diantisipasi sesudah akhir GBF Try dan Reconguista in G di perempat awal tahun ini. Pengumumannya pada bulan Juli lalu menjadi kejutan karena melibatkan Nagai Takayuki sebagai sutradara dan Okada Mari sebagai penulis naskah, dua orang yang sebelumnya lebih dikenal karena kerjasama mereka di seri drama remaja AnoHana. Meski demikian, Nagai-san juga dikenal sebagai sutradara To Aru Kagaku no Railgun yang koreografi adegan-adegan aksinya keren. Lalu Okada-san juga dikenal produktif dengan penulisan naskah yang konsisten. Meski bahasan tentang konflik ideologi dan pemikirannya mungkin takkan terlalu menonjol, daya tarik konflik antar karakternya kelihatannya sudah terjamin. Jadi ini tetap bakal jadi salah satu seri baru yang paling diperhatikan di musim ini. …Berhubung mecha utamanya akan perlu mengambil komponen-komponen lawan untuk bertambah kuat, aku lumayan penasaran dengan seperti apa wujud terakhirnya.

High School Star Musical (C-Station)

Perguruan Ayana berfokus pada kegiatan-kegiatan di bisnis hiburan. Cara termudah untuk bisa tergabung dalam departmen musik Ayana yang prestisus adalah dengan lulus ujian ke kelas Star Frame, yang dilatih oleh Kao Kai, tiga siswa elit yang paling mendekati status bintang di sekolah tersebut. Hoshiya Yuuta, beserta empat murid lain, dinilai bahkan belum tentu bisa bertahan sebagai kandidat di sana. Sampai salah satu anggota Kao Kai, Outori, mulai menaruh minat terhadap mereka…

Seri komedi slapstick yang kelihatannya akan dipenuhi bishonen ini dibuat berdasarkan ide orisinil yang dicetuskan Hinata Rin. Tada Shunsuke yang akan menyutradarainya, dan melihat pengalaman beliau dalam KuroBas dan TeniPuri, mungkin beliau takkan kesulitan dalam menangani seri ini. Harada Sayaka yang akan menangani naskahnya. Selain persaingan antar grup-grup (yang berkilau bagai bintang), akan ada lumayan banyak adegan koreografi dansa. Kelihatannya seri ini bisa menarik bagi mereka yang suka.

Rakudai Kishi no Cavalry (SILVER LINK)

Magic Knights adalah para ksatria penyihir modern yang menggunakan persenjataan yang ditenagai kekuatan jiwa. Kurogane Ikki adalah salah satu siswa Magic Knight yang tinggal kelas karena tak mempunyai kemampuan sihir. Namun di awal tahun ajaran baru, menyusul perubahan susunan administrasi pengajar, Ikki dipasangkan dengan Stella Vermillion, seorang murid dari luar negeri yang dikenal sebagai salah satu murid nomor satu. Pertemuan mereka berujung pada hasil di luar dugaan.

Diangkat dari seri light novel buatan Misora Riku dengan ilustrasi buatan Won, seri ini menjadi adaptasi anime pertama yang dibuat untuk memperingati ulang tahun kesepuluh GA Bunko, yang nanti disusul oleh Saijaku Muhai Bahamut dan Hundred. Terlepas dari aksinya, kesan pertamaku terhadapku seri ini ada pada heroine-nya, yang secara licik mempunyai trait-trait: tuan putri, maid, tsundere, twin-tailed, ksatria, dan dorei sekaligus. Tapi terlepas dari itu juga, ini seri dengan interaksi antar karakter yang lumayan. Oonuma Shin yang menangani BakaTesto dan WATAMOTE akan menyutradarainya dengan dibantu Tamamura Jin. Sedangkan Yasukawa Shogo, yang terlibat dalam Shokugeki no Souma, yang akan menangani naskahnya. Studio SILVER LINK kelihatannya sedang habis-habisan di musim ini. Jadi aku juga menaruh harapan kalau fanservice-nya juga bakal bagus. (…Sori, aku benar-benar merasa mesti mengatakannya.) Secara mengejutkan, Ali Project yang akan menangani lagu penutupnya.

Comet Lucifer (8-Bit)

Di planet Gift, di mana kristal-kristal berharga yang disebut Giftjium terkubur dalam tanah, seorang pemuda yatim piatu bernama Sougo, yang memiliki hobi mengumpulkan kristal-kristal langka, terseret dalam kerusuhan yang dipicu oleh teman-teman sekelasnya. Sougo kemudian menemukan sebuah danau yang berada jauh di bawah reruntuhan pertambangan kota Garden Indigo, di mana ia menemukan sesosok gadis misterius dengan rambut biru dan mata merah memancar bernama Felia, dan terlibat petualangan dengannya…

Ini seri sains fiksi orisinil baru yang disutradarai Kikuchi Yasuhito, yang pernah menangani Infnite Stratos dan Macross Frontier. Nomura Yuuichi, yang terlibat dalam Rinne no Lagrange dan Eureka Seven, yang akan menangani naskahnya. Secara visual, kelihatannya seri ini cukup menarik. …Ada sesuatu tentangnya yang mengingatkanku akan Fractale, jadi mungkin ini jenis seri yang hasil akhirnya lumayan susah ditebak. Tapi ceritanya sendiri kelihatannya takkan terlalu berat.

K: Return of Kings (GoHands)

Sepeninggal Raja Merah, Suoh Mikoto, di tangan sang Raja Biru, Munakata Reisi, anggota klan merah Homra, sang gadis kecil Kushina Anna, bangkit kekuatannya sebagai Raja Merah baru. Ketika ia mempersatukan lagi ikatan di antara anggota-anggota klannya, Anna juga menjadi sasaran klan hijau, Jungle. Lalu Hisui Nagare, pemimpin Jungle, di luar dugaan juga berkepentingan menemukan Raja Putih Isana Yashiro, yang diyakini masih hidup oleh kedua pengikut setianya, Neko dan Yatogami Kuroh, yang masih terus mengejar jejaknya.

Melanjutkan cerita dari movie-nya, season kedua dari seri orisinil K Project, di mana sejarah seakan menyatu dengan dunia modern sekarang, akhirnya berlanjut juga. Suzuki Shingo kembali sebagai sutradara untuk seri ini, dengan visual dan desain karakter yang kelihatannya masih bakal keren seperti sebelumnya. Berhubung ceritanya lumayan terhubung dengan season terdahulu dan movie di antara keduanya, apalagi jumlah tokohnya banyak, mungkin seri ini bakal agak susah dimasuki oleh para penggemar baru. Tapi ini tetap kabar baik buat para penggemarnya.

Concrete Revolutio: Choujin Gensou (BONES)

Berlatar di ‘Jepang’ yang lain, di suatu zaman dewata yang berlangsung sekitar 20 tahun pasca perang, Jepang telah berkembang jauh dibanding sebelumnya, salah satunya berkat keberadaan manusia-manusia super yang hadir ke dunia karena berbagai keadaan. Di bawah Kementrian Kesehatan dan Kesejahteraan, suatu lembaga yang disebut Lab Penelitian Overpopulasi, atau yang juga dikenal sebagai Biro Manusia Super, bertugas untuk mengidentifikasi, mendekati, mengawasi, dan melindungi manusia-manusia super ini. Lalu yang menjadi anggota dari biro ini adalah Hitoyoshi Jirou dan rekan-rekannya.

Sutradara Mizushima Seiji, penulis naskah Aikawa Shou, serta para staf lain dari anime Fullmetal Alchemist yang pertama, akan bertemu lagi melalui seri ini. Cakupan ceritanya masih belum jelas, walau durasi seri ini akan dua cour. Tapi nuansanya sejauh ini kelihatannya akan penuh warna dan aksi. Nuansa karakternya beragam, dengan konsep yang diberikan dari banyak orang. Lalu dunianya mungkin lebih menarik dari dugaan. Mungkin ini seri yang akan menjadi kejutan di musim ini.

The Asterisk War: The Academy City of Water (A-1 Pictures)

Seabad sesudah dunia nyaris hancur dalam bencana alam luar angkasa Invertia, lahir jenis manusia baru yang mewarisi kekuatan bintang yang disebut Genestella. Setelah bertahun-tahun menyatakan penolakan, pewaris ilmu pedang aliran Amagiri, Amagiri Ayato, akhirnya memenuhi undangan untuk datang ke Rikka, kota terapung buatan yang dibuat khusus untuk membesarkan para Genestella, dengan maksud untuk menelusuri jejak kakak perempuannya yang hilang. Namun di sana, Ayato terlibat intrik antara keenam akademi yang ada, yang saling berebut pengaruh dalam kompetisi antar mereka untuk memungkinkan terwujudnya suatu permohonan.

Anime ini diangkat dari seri light novel aksi tempur Gakusen Toushi Asterisk karangan Miyazaki Yuu dengan desain karakter buatan okiura (Infinite Stratos, Plastic Memories). Secara pribadi, aku sudah lumayan menantikan adaptasi ini. Tokoh-tokohnya beragam, aksinya konsisten, nuansa futuristis dunianya berkesan, desain-desain senjatanya keren, dan ada misteri berkelanjutan yang lumayan dijaga. Namun kelihatannya tetap ada sedikit kekhawatiran soal bagaimana hasil akhirnya. Ono Manabu dengan dibantu Seto Kenji (keduanya pernah bekerjasama dalam Saki dan A Channel) yang akan menyutradarainya, dengan desain karakter anime yang agak tak disangka dari Kawakami Tetsuya. Rasmus Faber juga yang akan menangani musiknya. Jadi mudah-mudahan hasilnya bagus.

Untuk selebihnya, satu judul lain yang menonjol adalah Utawarerumono – Itsuwari no Kamen yang akan dikerjakan WHITE FOX. Anime ini akan diangkat dari game berjudul sama keluaran AQUAPLUS yang juga baru akan keluar pada September ini. Berlatar di dunia alami di mana manusia-manusia bertelinga dan berekor hewan hidup, dengan motif khas yang dipengaruhi oleh kebudayaan Ainu, ceritanya berawal dari bagaimana Kuon, seorang dokter perempuan yang sedang mengembara dari tanah kelahirannya, menyelamatkan seorang pemuda pengelana yang kemudian dinamai Haku, karena belakangan diketahui kehilangan ingatannya. Itsuwari no Kamen merupakan sekuel yang sudah sangat lama dinanti dari game Utawarerumono yang lumayan menarik perhatian di sekitar tahun 2002 dulu (dan juga diangkat jadi anime pada tahun 2006). Buat yang belum tahu, selain soal pengembaraan dan interaksi serta romansa, ceritanya setahuku lambat laun juga berkembang ke soal perang dan misteri. Motonaga Keitarou (Date A Live, School Days) yang akan menyutradarainya, dengan durasi sepanjang dua cour. Jadi walau ada beberapa tantangan, hasilnya kurasa takkan sampai benar-benar jelek.

Lalu ada beberapa kabar untuk penggemar seri-seri klasik.

Adaptasi anime baru Lupin III juga akan tayang musim ini, dengan mengetengahkan sosok pencuri legendaris Lupin di pertengahan usia 20annya, terikat pernikahan dengan karakter baru Rebecca, seorang perempuan muda yang tak kalah berbahayanya, dengan profesinya sebagai model, aktris, serta pemimpin muda suatu perusahaan konglomerasi besar di Republik San Marino. Produser musik Tsunku terlibat dalam pembuatan musiknya. Lalu Tomonaga Kazuhide, sutradara veteran khusus untuk seri ini, yang akan menanganinya dengan dibantu Yano Yuichiro melalui Telecom Animation Film.

Young Black Jack keluaran Tezuka Productions akan mengangkat manga buatan Tabata Yoshiaki dan Oukuma Yuu-Go tentang masa muda Hazama Kuro, dokter jenius liar yang beroperasi tanpa izin, dari seri manga lawas ciptaan Osamu Tezuka. Kase Mitsuko (Ristorante Paradiso) yang akan menyutradarai, dengan pengawasan dan naskah dari sutradara veteran Takahashi Ryousuke sendiri.

Lalu ada Osomatsu-san, yang merupakan anime yang menjadi sekuel dari seri manga komedi sangat lawas Osomatsu-kun, yang menampilkan bagaimana enam saudara kembar (yang semuanya suka pada Totoko, gadis yang sama) kini telah dewasa. Studio Pierrot yang akan kembali menangani adaptasinya, dengan berbagai karakter lama juga akan dihadirkan kembali.

Untuk seri-seri sekuel, ada Noragami Aragoto, season kedua Noragami yang akan mengetengahkan arc Bishamon; Diabolik Lovers More, Blood, season kedua Diabolik Lovers dari game Rejet tentang Yui yang diincar oleh para vampir bersaudara yang menginginkan dirinya (sekali lagi, dari dulu aku sering terpikat pada artwork-nya); season kedua tentang gadis-gadis manis yang suka berkumpul di kafe, Gochuumon wa Usagi Desu ka??; aksi bola voli remaja cowok berjulukan raksasa kecil di Haikyuu!! Season 2; Shinmai Maou no Testament BURST, season kedua seri aksi fantasi yang lumayan menarik perhatian karena fanservice dan aksinya; Yuruyuri San Hai!, musim ketiga dari seri tentang para gadis di Goraku-bu yang menyukai segala kegiatan menyenangkan; Ameiro Cocoa – Rainy color e Youkoso!, musim kedua dari para cowok yang bekerja di kafe, dan rasa ketertarikan aneh di antara mereka; kelanjutan perjuangan melawan kuasa para vampir dalam season kedua Owari no Seraph; serta kelanjutan perjuangan umat manusia di pulau Tatsumiya menghadapi Festum di musim kedua Fafner: Exodus.

…Kelihatannya kelanjutan seri detektif remaja Kindaichi Shounen no Jikenbo R juga akan tayang.

Dua tambahan yang agak lupa: seri spin off komedi Attack on Titan: Junior High, yang menampilkan Eren dan para anggota scouting legion lainnya sebagai murid-murid SMP. Kabarnya, bahkan untuk sesuatu seperti ini, grup musik Linked Horizon tetap yang akan menyajikan lagu pembukanya. Kemudian ada Aria the Scarlet Ammo Double A, atau Hidan no Aria AA, yang berlawanan dengan sangkaan sebagian orang, bukanlah season baru dari seri Aria the Scarlet Ammo. Ini diangkat dari manga spin off yang dikerjakan bersama oleh Akamatsu Chuugaku dan Kobuichi. Ceritanya tentang Mamiya Akari, murid baru berperingkat E di Tokyo Butei High School, yang mengidolakan Aria H. Kanzaki yang berperingkat S, dan berupaya menjadikan Aria sebagai partner Amica dalam pelatihannya.

Satu tambahan lain, anime kedua dari seri Garo, yaitu Garo: Guren no Tsuki (Garo: Crimson Moon), yang kali ini akan berlatar di zaman Heian dan mengetengahkan karakter utama wanita. Mangaka Masakazu Katsura yang secara mencolok menangani desain karakternya, dengan musik yang melibatkan monaca. Produksinya masih ditangani studio MAPPA.

Satu tambahan penting yang agak telat, adalah Owarimonogatari, babak terbaru drama supernatural yang melibatkan Araragi Koyomi dan kawan-kawannya sesudah Tsukimonogatari di awal tahun ini. Ceritanya akan memaparkan lebih banyak tentang Oshino Ougi dan sekaligus memperkenalkan karakter baru Oikura Sodachi. Ada info kalau baru dua buku awalnya dulu yang akan dianimasikan sih. Jadi mungkin ada kabar lain yang menyusul tentang itu.

Selebihnya, anime World Trigger masih akan berlanjut, tapi season ini akan memulai memasuki bab filler. …Aku jadi agak mengkhawatirkan bagaimana dampaknya pada perkembangan para karakternya.

Lalu dari seri anime pendek: Tantei Team KZ Jiken Note, tentang gadis kelas enam Tachibana Aya yang tahu-tahu bergabung bersama empat anak lelaki (yang nama mereka mengandung huruf K dan Z semua) yang dikenalnya di bimbel dalam suatu grup detektif; Hacka Doll the Animation, yang diangkat dari game buatan DeNa; seri horor Kagewani; serta yang mungkin paling menonjol, Komori-san Kotowarenai, yang diangkat dari manga karya Cool Kyou Sinnjya (pengarang Danna ga Nani…), tentang seorang gadis yang tak pernah sanggup menolak permintaan orang lain, tapi jadi memperoleh berbagai keterampilan luar biasa sebagai hasilnya.

Tambahan lain: Onsen Yousei Hakone-chan, yang mengetengahkan seiyuu Ono Saki yang belakangan ini populer. Lalu Miss Monochrome The Animation 3 yang akan langsung melanjutkan penayangan musim yang sekarang.

Tambahan lain lagi: JK Meshi! yang mengetengahkan tema siswi-siswi SMA dan makanan. Lalu Fushigi na Somera-chan, yang diangkat dari seri manga karya Choboraunyopomi yang membuat Ai Mai Mi, tentang, uh, keseharian seorang gadis yang mempunyai suatu kekuatan ajaib yang misterius.

(Tiba-tiba aku merasa perlu berkomentar, tapi aku tak tahu harus berkomentar apa.)

Dari segi film layar lebar, drama The Anthem of the Heart atau Kokoro ga Sakebitagatterun Da dari tim yang membuat AnoHana dan Toradora! akhirnya akan tayang. Ceritanya tentang bagaimana seorang gadis bernama Naruse Jun, yang suaranya telah tersegel karena suatu hal menyakitkan yang pernah terjadi sewaktu ia kecil, tahu-tahu mendapati dirinya terpilih sebagai salah satu anggota eksekutif dari community outreach council sekaligus tokoh utama dalam pentas musikal di sekolahnya.

Selain itu, film layar lebar Tamayura ketiga juga ada.

Tambahan yang sempat terlewat, film pertama dari trilogi anime Ajin yang diangkat dari seri manga peraih penghargaan karya Sakurai Gamon. Ceritanya tentang Nagai Kei, seorang remaja SMA yang harusnya sudah meninggal dunia dalam suatu kecelakaan lalu lintas, tapi kemudian mendapati dirinya bangkit kembali sebagai Ajin, semacam manusia abadi yang pertama kali diketahui keberadaannya di medan perang Afrika 17 tahun sebelumnya. Kenyataan ini membuat dirinya diasingkan oleh keluarganya sendiri, sekaligus dikejar berbagai pihak yang kemudian memburunya. Berita yang agak mengejutkan adalah bagaimana anime versi seri TV untuk Ajin juga telah disetujui, dan dikabarkan bakal tayang Januari depan. POLYGON PICTURES yang akan memproduksinya, dengan Seshita Hiroyuki yang pernah menangani Knights of Sidonia sebagai sutradara.

Film pertama Digimon Adventure tri juga kelihatannya akhirnya akan tayang.

Lalu film layar lebar High Speed! -Free! Starting Days- yang mengetengahkan masa awal Haruka dan kawan-kawannya di klub renang saat baru masuk SMP Iwatobi kudengar juga akan tayang.

Lalu dua film layar lebar terbaru Wake Up, Girls! keluaran Ordet.

Untuk sisanya, seperti biasa, mungkin akan kukabari lagi.

(Sumber dari ANN dan lain-lain.)

Daftar Seri Bertema Isekai

Belakangan ini…

Oke, aku juga kurang yakin persisnya berapa lama.

Belakangan ada banyak banget cerita bertema soal terlempar ke dunia lain (isekai: ‘dunia lain’).

Lazimnya, seri-seri ini berawal dalam bentuk webnovel yang diserialisasikan gratis. Habis itu baru diangkat ke bentuk light novel, lalu ke bentuk manga, lalu baru ke bentuk anime.

Seri-seri ini berkisah tentang bagaimana si tokoh utama terjebak di sebuah dunia lain (biasanya dunia fantasi) dan terjebak dalam artian tak punya cara buat kembali ke dunia asal. Dengan begitu, biasanya tak ada tema ‘bolak-balik antar dunia’ di dalamnya. Lalu berkat pengetahuan lamanya tentang dunia asal atau keistimewaan tertentu lain, si tokoh utama bisa ‘membangun kekuatan’ sebelum berperan menjadi tokoh yang besar.

Kadang ada tema-tema soal perubahan menjadi lebih baik di dalamnya, tapi enggak selalu.

…Sesudah aku pikirkan, mungkin tren ini dampak tak langsung dari kesuksesan Sword Art Online.

Di dekade 90an dulu, ide berpindah ke dunia lain ini lumayan sering diangkat. Ada seri-seri macam Fushigi Yuugi atau Juuni Kouki. …Atau Escaflowne atau Kanata Kara. Bahkan anime mecha macam Aura Battler Dunbine. Tapi yang membedakan seri-seri isekai lawas dengan seri-seri baru di masa sekarang terutama adalah tren nuansa per-game-an di dalamnya, sekalipun ceritanya kadang tak berhubungan dengan teknologi game sama sekali.

Di tengah kesibukanku belakangan, aku suka iseng membaca cerita-cerita macam ini. Alasannya karena di dalamnya sudah ‘terjamin’ ada sesuatu yang menurutku  menarik.

Lalu saking banyaknya cerita-cerita macam ini yang telah dibuat, aku iseng membuat daftarnya.

Jumlahnya beneran banyak.

Lalu meski semuanya punya ciri khas masing-masing, enggak semuanya bisa benar-benar dibilang bagus…

Honorable Mentions

Sebelum mulai, ada beberapa judul yang baiknya kusebut sebagai honorable mention.

Judul-judul ini mengusung tema dunia lain tapi sudah relatif tenar lebih awal jauh sebelum tren isekai ini melanda. Semua yang disebut di honorable mention ini sudah memperoleh adaptasi anime pada waktu daftar ini mulai kutulis.

  • Zero no Tsukaima – Diadaptasi dari seri novel karya Yamaguchi Noboru dengan desain karakter buatan Usatsuka Eiji. Si tokoh utama, Hiiraga Saito, suatu hari menemukan semacam cermin di tengah jalan, yang menyeretnya ke dunia lain, di mana dia kemudian dijadikan familiar oleh Louise, si tokoh utama wanita (yang dari segi akademis dinilai tidak kompeten). Saito harus tinggal bersama Louise dalam suatu sekolah sihir (Saito menjadi satu-satunya familiar berwujud manusia) dan jadi berurusan dengan bermacam hal. Seri ini muncul sebelum tren isekai melanda, tapi sudah menampakkan beberapa ciri khas genrenya: pengetahuan Saito tentang dunia asalnya, kemampuan khusus milik Saito (untuk menguasai cara pakai bermacam senjata), serta adanya legenda kuno yang mengindikasikan bahwa mungkin dirinya ditakdirkan menjadi pahlawan. Bernuansa harem, seri ini juga jenis yang menonjolkan para karakter wanita. Zero no Tsukaima terutama dikenal karena berakhir tak tertuntaskan sesudah pengarangnya wafat karena sakit. Baru belakangan ceritanya diselesaikan berdasarkan catatan-catatan yang beliau tinggalkan. Diproduksi oleh J.C. Staff, adaptasi animenya sendiri berakhir dengan versi akhir cerita yang dicetuskan oleh para stafnya. Buku pertamanya sudah diterbitkan secara resmi di sini oleh penerbit Shining Rose Media.
  • Log Horizon – Diangkat dari seri novel buatan Mamare Touno, ini salah satu cerita pertama yang mengangkat soal masuk ke dunia game secara ‘ajaib.’ Kisahnya tentang sekelompok pemain MMORPG yang mendapati diri mereka terkurung secara misterius di dunia game Elder Tale yang mereka mainkan. Dunianya adalah dunia lain yang benar-benar nyata, di mana para NPC mulai berperilaku selayaknya manusia dan memiliki kehidupan mereka sendiri-sendiri. Berbagai mekanisme permainan masih berlaku dan mempengaruhi kehidupan para tokoh utama (seperti sistem level, bangkit kembali sesudah mati, dan sebagainya), tapi dengan berbagai dampak dan efek samping yang tidak mereka sangka (seperti resiko kehilangan ingatan dan identitas). Berhubung dicetus oleh pengarang seri Maoyuu, ada banyak aspek politik dan ekonomi yang diangkat. Seri ini memberikan sudut pandang yang lumayan enggak biasa terhadap subjek yang sekilas terasa tak asing. Meski karakterisasinya tak cocok untuk semua orang, seri ini mengesankan dengan bagaimana Shiroe, sang tokoh utama yang ahli siasat, menyatukan orang-orang untuk menyelesaikan berbagai masalah. Seri ini menarik karena cara-cara penyelesaian masalahnya kerap tak terduga. Produksi animasinya dilakukan oleh Satelight untuk season pertama dan Studio DEEN untuk season kedua.
  • Mondaiji-tachi ga Isekai kara Kuru Sou Desu Yo – Berawal dari seri novel buatan Tatsunaka Tarou dengan ilustrasi buatan Amano Yuu, ini cerita sederhana tentang bagaimana tiga remaja berkemampuan ajaib, yang mungkin berasal dari zaman berbeda-beda, pada suatu hari menerima sepucuk amplop misterius yang sesudah dibaca membawa mereka ke dunia lain. Di dunia lain bernama Little Garden ini, berbagai mitologi di dunia bersifat nyata. Lalu setiap penduduk memiliki semacam anugrah ajaib tertentu yang disebut Gift. Ada intrik yang ditampilkan dalam ajang permainan Gift Game, yang mengambil tema-tema dongeng dan mitologi sebagai acuan. Ceritanya berkesan karena Sakamaki Izayoi, sang tokoh utama lelaki, dengan kekuatan Gift-nya yang misterius, ditampilkan teramat sangat kuat dan seakan tak terkalahkan. Bersama-sama, Izayoi dan kawan-kawannya menolong sekelompok anak terlantar membangun komunitas No Name mereka untuk menghadapi pihak-pihak jahat yang bermaksud menindas. Produksi animasinya dibuat oleh Diomedea.
  • No Game No Life – Sepasang kakak beradik hikkikomori jenius berjulukan Kuuhaku, yang tak bisa terpisahkan dari satu sama lain karena faktor psikologis, menyelesaikan tantangan bermain catur yang mereka terima lewat Internet. Kemenangan tersebut kemudian melempar mereka ke dunia lain di mana segala sesuatu perselisihan harus dan hanya bisa diselesaikan melalui permainan. Ada sepuluh aturan dasar yang mengikat, yang kesemuanya mengindikasikan bahwa tak ada konsekuensi dari berbuat curang asal tak ketahuan. Bersama, mereka memimpin ras manusia yang sebelumnya tertindas untuk melawan ras-ras lain. Ras-ras lain tersebut mempunyai berbagai ciri khas dan kemampuan khusus masing-masing, seperti manusia binatang atau manusia bersayap. Diadaptasi dari seri novel buatan Kamiya Yuu, adaptasi animenya diproduksi Madhouse dan terbilang mengesankan. Lumayan kurekomendasikan kalau otaku factor kalian telah mencapai level menengah. Buku pertama seri ini juga telah diterjemahkan di sini oleh penerbit Shining Rose Media.
  • .hack//SIGN – Seri ini sempat terlewat karena sudah agak berusia, tapi baiknya kusebut karena statusnya sebagai pionir. Diangkat dari waralaba game .hack keluaran Bandai Namco untuk konsol PS2, .hack//SIGN diproduksi sebagai semacam prekuel untuk cerita di gamenya. Ceritanya tentang berbagai intrik yang berlangsung seputar seorang pemuda penyendiri bernama Tsukasa yang secara misterius dirumorkan menyimpan kekuatan sangat dahsyat di dalam permainan MMORPG virtual The World. Sesudah Tsukasa menjalin persahabatan dengan kenalan-kenalan baru di dunia tersebut, terungkap bahwa karena suatu sebab, Tsukasa tak bisa logout. Dirinya juga telah kehilangan ingatan masa lalunya akan dunia nyata. Mengikuti gamenya, .hack//SIGN sebenarnya seri anime pertama yang mengangkat tema dunia virtual sebelum ketenaran SAO. Meski ada aksinya, ceritanya lebih berbasis pada drama dan dialog. Ceritanya mungkin agak susah dimasuki. Di sisi lain, daya tariknya juga terdapat pada banyaknya pemandangan The World yang berkesan dengan iringan musik gubahan Kajiura Yuki. Bagaimana para karakter memandang keberadaan Tsukasa sebagai suatu ‘fenomena,’ dan bagaimana mereka mencoba memahami satu sama lain menjadi bahasan utama seri ini. Seri .hack yang orisinil tuntas dalam empat game, tapi kesudahan nasib semesta The World dilanjutkan dalam game trilogi sekuel .hack//GU yang memaparkan tokoh-tokoh baru. Serupa dengan pendahulunya, perilisan .hack//GU juga diiringi produksi seri anime .hack//Roots yang juga menjadi semacam prekuel seperti halnya .hack//SIGN. Produksi animasi kedua seri tersebut dibuat oleh studio Bee Train. Sejumlah adaptasi manga dari waralaba ini juga telah diterbitkan secara resmi di sini.
  • Juuni Kouki atau The Twelve Kingdoms. Diangkat dari seri novel karya Ono Fuyumi (yang juga mengarang Shiki dan Ghost Hunt), ini seri lain yang baiknya disebut karena sedemikian luasnya pembangunan dunianya, yang sejumlah elemennya banyak terlihat dalam seri-seri isekai belakangan. Berlatar di dunia lain yang terinspirasi oleh mitologi Cina, cerita dibuka dengan berpindahnya seorang siswi SMA berambut merah bernama Nakajima Youko bersama dua teman sekelasnya ke dunia tersebut. Meski demikian, ceritanya berkembang sangat jauh dengan peralihan fokus ke berbagai karakter di negara-negara lain. Adaptasi animasinya pernah dibuat di awal tahun 2000an dengan disutradarai mendiang Kobayashi Tsuneo, dan sempat menjadi kasus aneh karena berakhir lebih panjang dari durasi ideal. Produksi animasinya dilakukan oleh Pierrot.

The List

Terlepas dari semuanya, berikut daftarnya.

Sekali lagi, terlepas dari semua kelemahannya, aku lumayan menggemari Sword Art Online (walau sebenarnya aku lebih suka Accel World). Ada sesuatu yang kayak merangsang pikiranku soal ‘persepsi kenyataan’ di dalam seri ini. Hal-hal kayak: Sejauh apa batasan manusia dipengaruhi oleh persepsi? Atau: Kalau aku misalnya mengubah sudut pandangku dikit, apa mungkin sesuatu yang enggak suka/malas aku lakukan bisa menjadi sesuatu yang kulakukan secara rajin? Dsb.

Sebenarnya, apa yang kupikirkan lebih dalam dari itu sih. Ujung-ujungnya mungkin bakal seperti tema di The Matrix lagi. Ini sesuatu yang sudah bolak-balik diangkat dalam buku-buku pengembangan diri, makanya aku yakin ini bukan pikiran tolol.

…Oke. Mungkin soal itu tak usah kubahas lebih jauh.

Balik ke soal daftar, ada banyak judul yang lebih cocok untuk para pembaca dewasa. Sekali lagi, enggak semuanya bisa dibilang bagus. Sebagian terkesan seperti male empowerment fantasy banget. Jadi hati-hati saja dan pilih-pilih dengan bijak kalau ada yang mau coba kalian ikuti.

Silakan disinggung dalam komen kalau misalnya ada judul-judul lain yang belum aku tahu. Ntar akan aku tambahkan dari waktu ke waktu.

…Mungkin.

Mushoku Tensei – Isekai Ittara Honki Dasu

Seorang NEET gemuk berusia 32 tahun diusir dari rumah pada hari pemakaman orangtuanya. Ia berusaha melakukan satu tindakan baik terakhir dengan mengorbankan diri untuk menolong tiga remaja SMA dari truk yang akan menabrak. Sesudahnya, ia mendapati diri terlahir kembali sebagai bayi bernama Rudeus Greyrat di sebuah dunia abad pertengahan, di mana ada sihir dan makhluk-makhluk ajaib. Memiliki kesadaran orang dewasa di tubuh bayi yang masih tumbuh, ia ingin memperbaiki hidupnya dan mencoba mempelajari sihir dari usia muda, dan berujung pada bagaimana sesudah besar ia menjadi punya kekuatan sihir luar biasa.

Berawal dari webnovel karangan Rifujin na Magonote, seri ini belakangan terbit resmi sebagai LN dengan ilustrasi buatan Shirotaka. Selain karena belakangan terkenal dan cerita utamanya sudah tamat, Mushoku Tensei perlu kusebut khusus karena memang benar-benar berkesan. Temanya sederhana, soal seseorang yang dalam hidup diberi kesempatan kedua untuk memperbaiki diri. Tapi ceritanya menjadi keren karena aspek komedinya yang kocak, perkembangannya yang penuh kejutan, serta karakterisasinya yang simpatik. Ceritanya juga lumayan bernuansa dewasa dengan bagaimana perkembangannya menyinggung soal pernikahan, penindasan, tujuan hidup, dan drama kekeluargaan, sekalipun para tokohnya berusia sangat muda. Di sisi lain, worldbuilding-nya terkadang aneh dan sejumlah perkembangan ceritanya cukup mengangkat alis. Sekalipun demikian, seri ini termasuk bagus untuk jenisnya dan karenanya cukup dikenang.

Unsur-unsur khasnya:

  • Labirin-labirin misterius yang memunculkan fenomena-fenomena aneh terhadap dunia.
  • Adanya orang-orang yang memiliki kekuatan ajaib yang tak jelas dari mana asalnya.
  • Pemaparan soal kehidupan, dari saat si karakter masih bayi hingga dewasa. Perkembangan kepribadiannya dalam upaya memperbaiki diri.
  • Pengembangan boneka dan mainan, yang berujung pada penciptaan zirah sihir.
  • Adanya daftar peringkat orang-orang terkuat di dunia yang bisa terbarui sendiri secara ajaib.
  • Skala konflik yang melintasi ruang dan waktu, dengan bagaimana para karakternya hanya merupakan bagian kecil dari sejarah, yang bersinggungan dengan jalan-jalan takdir lain yang lebih besar.
  • Tokoh antagonis utama Hitogami yang unik.

Re:Monster – Shisatsu Kara Hajimaru Kaibutsu Tensei-ki

Seorang pemuda bernama Tamakui Kanata tewas sebagai korban pembunuhan. Tapi ia mendapati diri terlahir kembali sebagai seorang goblin di sebuah dunia lain, dengan nama panggilan Gobu-rou. Kemampuan genetik yang memungkinkannya memperoleh kekuatan baru dari segala yang dilahapnya ternyata ikut terbawa ke dalam kehidupannya yang baru. Lalu dengan mengandalkan kekuatan-kekuatan yang diperolehnya dari berbagai makhluk yang ia makan, Rou membesarkan klannya, yang semula dipandang sebagai spesies monster terlemah, untuk bisa tumbuh di dunia yang diatur hukum rimba.

Berawal dari webnovel buatan Kanekiru Kogitsune, seri ini termasuk yang bernuansa dewasa dengan moralitas ‘abu-abu’ para karakternya. Di samping karena menampilkan karakter utama yang hobi mencicipi makanan baru, Re:Monster perlu didekati hati-hati juga karena si pengarang suka memasukkan hal-hal begitu ke dalam ceritanya. …Termasuk soal tentakel.

Beberapa ciri khas Re:Monster:

  • Karakter utama yang sangat kuat dengan deretan kemampuan yang seakan tak ada habisnya.
  • Penggambaran berbagai monster yang beraneka ragam, berbagai kekuatan yang mereka miliki, kemampuan mereka untuk berevolusi, serta kelebihan-kelebihan yang Rou peroleh untuk dirinya dan kelompoknya.
  • Cerita yang berfokus pada konflik antar spesies dan perselisihan rasial.
  • Narasi ringkas per hari yang menyerupai format buku harian.
  • Cerita yang berkembang ke arah pembentukan pasukan tentara bayaran yang memiliki kedudukan netral di antara pihak-pihak lain yang berseteru.

Hai to Gensou no Grimgar

Sekelompok remaja terbangun di dasar menara misterius. Tanpa bisa mengingat apapun tentang diri mereka, sesudah keluar, mereka mendapati diri di dunia asing Grimgar di mana bulan bercahaya dengan warna merah. Ternyata, mereka bukanlah kelompok pertama ataupun terakhir yang muncul dari sana. Lalu ternyata mereka kini berstatus sebagai tentara cadangan dari Kerajaan Altana, yang kesehariannya mengharuskan mereka berhadapan dengan kawanan-kawanan monster liar serta kabar-kabar tentang pasukan Raja yang Tak Bisa Mati. Haruhiro, si tokoh utama yang tak pandai bicara dan kurang percaya diri, tersisihkan bersama anak-anak lain yang ‘tak diminati’, dan harus berjuang untuk menemukan cara agar bisa mandiri dalam kehidupan mereka yang baru.

Diangkat dari seri novel karangan Juumonji Aoi dengan ilustrasi buatan Shirai Eiri, Grimgar menonjol dibandingkan seri-seri sejenisnya karena menampilkan karakter dalam jumlah banyak sekaligus, lengkap dengan segala keragaman kepribadian di antara mereka. Ada isu-isu persahabatan dan kepemimpinan yang diangkat. Lalu meski ceritanya dimulai dengan lambat dan ada banyak tokoh yang namanya tiba-tiba harus diingat, perkembangannya memang menarik dan menghanyutkan. Di antara semua cerita di daftar ini, mungkin Grimgar adalah yang paling ‘aman’ untuk kurekomendasikan.

Grimgar juga sudah diangkat ke bentuk anime pada waktu tulisan ini aku edit. Produksi animasinya dibuat oleh A-1 Pictures dan memiliki nuansa visual khas yang mirip lukisan kuas.

Sejumlah ciri khas Grimgar:

  • Para karakter kehilangan ingatan atas dunia mereka yang asal, yang terkadang termunculkan lewat kata-kata atau perbuatan bawah sadar.
  • Para karakter harus mendalami aspek keprofesian (job/class) lewat berbagai guild, yang darinya memungkinkan mereka mempelajari kemampuan-kemampuan baru.
  • Kemampuan-kemampuan sihir yang didasarkan perlindungan dewata.
  • Kemampuan-kemampuan baru yang dilatih ke dalam tubuh si pengguna.
  • Menonjolkan misi-misi perburuan monster secara berkelompok, yang memberi bahaya kematian nyata bagi mereka
  • Para karakter utama berstatus underdog yang ‘ketinggalan’ dan benar-benar harus berjuang dari bawah. Mereka juga tak memiliki kemampuan khusus yang membuat mereka menonjol.

Re: Zero Kara Hajimaru Isekai Seikatsu

Sepulang belanja dari convenience store, seorang remaja bernama Subaru Natsuki tahu-tahu telah berada di tengah pasar ibukota Kerajaan Lugunica yang terdapat di sebuah dunia lain. Sesudah berkenalan dengan seorang gadis separuh elf, Subaru terlibat serangkaian kejadian yang berujung pada tewasnya dirinya dan orang-orang yang baru dikenalnya. Tapi sesudah terbunuh, Subaru mendapati diri kembali berada di tengah pasar yang sebelumnya, dengan waktu yang sudah terputar balik. Kini berbekal kemampuan untuk memutar balik waktu setiap kali mati, Subaru berusaha mencari cara menghindari tragedi dan memungkinkan semua pihak untuk selamat.

Diangkat dari seri novel karangan Nagatsuki Tappei, seri ini juga berawal dari webnovel sebelum terbit resmi dengan ilustrasi buatan Otsuka Shinichirou. Re:Zero istimewa karena caranya mengkombinasikan tema dunia lain, misteri, dan drama pribadi yang benar-benar kuat. Selain ganjilnya misteri-misteri yang dihadapi, tokoh utamanya menjadi daya tarik utama dengan bagaimana kepribadian dan kejiwaannya secara berkelanjutan digali. Karena itu pula, meski cakupan dunianya terkesan terbatas, ceritanya penuh kejutan dengan banyaknya perkembangan yang tak biasa.

Meski tak cocok untuk semua orang, seri ini telah dianimasikan oleh studio White Fox dan menjadi salah satu seri fenomenal pada tahun 2016. Menurutku pribadi, seri ini mungkin bahkan menjadi salah satu adaptasi novel ke anime paling bagus yang pernah ada.

Beberapa kekhasan seri ini meliputi:

  • Kemampuan Subaru untuk memutar balik waktu setiap kali tewas, kematian-kematian keji yang menguras mental, serta berbagai konsekuensi terselubung yang diakibatkannya.
  • Bagaimana aspek negosiasi dan pengumpulan informasi ditonjolkan sebagai elemen vital dalam penyelesaian masalah.
  • Hadirnya berbagai karakter sampingan yang kerap memiliki kekuatan jauh melampaui Subaru.
  • Sistem sihir/kekuatan beragam yang berbasis pada elemen dan ras.
  • Konflik berkelanjutan seputar perebutan tahta yang diperumit dengan konflik ideologi, kasta, dan ras.
  • Misteri berkelanjutan seputar sosok penyihir kuno Satella serta apa hubungannya dengan takdir yang dimiliki Subaru.
  • Tangan-tangan tidak terlihat yang hanya bisa dilihat oleh Subaru dan orang-orang lain yang berhubungan dengan Satella.

Overlord

Suzuki Satoru, pria muda sebatang kara yang hidup untuk pekerjaannya, dengan sedih harus menerima MMORPG virtual Yggdrasil yang disukainya akan diberhentikan. Menggunakan karakter undead lich ciptaannya yang bernama Momonga, ia ingin mengenang masa-masa jaya guild-nya yang dulu pernah menguasai permainan. Tapi saat bertahan sampai detik terakhir penutupannya, Momonga mendapati bahwa dunia virtual yang dihuninya ternyata berlanjut dan menjadi nyata. Para NPC bawahan, yang ia dan teman-temannya dulu ciptakan, kini hidup dengan kepribadian dan pikiran masing-masing. Tapi dunia tempat mereka berada sudah berbeda dibandingkan waktu game dulu. Terjebak di wujudnya yang kini sebagai tengkorak, Momonga lalu memimpin para bawahan barunya untuk meninggalkan jejak di dunia dengan menguasainya.

Overlord dikarang Maruyama Kugane dengan ilustrasi khas bernuansa gelap buatan so-bin. Seri ini terutama menonjol karena menampilkan ciri khas berupa tokoh utama yang tak lagi berwujud manusia, sehingga memunculkan kombinasi nuansa horor dan game yang kental. Ceritanya sendiri menarik karena dunia Momonga yang baru ternyata berbeda dari MMORPG yang sebelumnya dikenalnya, meski berbagai skill dan monster di dalamnya tetap serupa. Hal ini memunculkan ketimpangan antara harapan dan kenyataan yang berulangkali si tokoh utama pertanyakan.

Seri ini juga sudah diadaptasi ke bentuk anime, dengan produksi yang dilakukan oleh Madhouse.

Ciri khas Overlord di antaranya termasuk:

  • Fokus pada karakter-karakter non-manusia yang terkesan mengerikan. Para karakter utama bahkan adalah monster dari berbagai jenis yang notabene antipati terhadap manusia. Momonga sebagai makhluk tengkorak ternyata tidak lagi perlu makan dan tidur, dan bahkan telah terkikis naluri manusianya.
  • Fokus pada komplikasi-komplikasi interaksi sosial dan strategis yang Momonga perlu atasi, bagaimana dirinya diharuskan untuk menjaga kewibawaannya dan tak bisa berbuat semaunya, sekalipun ia berkekuatan dahsyat.
  • Adanya pusaka-pusaka misterius dengan kekuatan-kekuatan tak tertebak yang menghantui konflik antar negara, karena dapat mengubah cara kerja dunia.
  • Hadirnya Albedo, tangan kanan sekaligus love interest tokoh utama yang berpembawaan yandere.

Death March kara Haijimaru Isekai Kyusoukyoku

Seorang programmer berusia 29 tahun bernama Suzuki Ichirou kewalahan mengejar deadline proyek RPG di kantornya (yang ia ragukan bakal sukses) sesudah juniornya tiba-tiba menghilang. Tiba-tiba saja, ia terbangun dan mendapati dirinya telah menjadi remaja 16 tahun kembali di sebuah dunia lain, dengan nama Satou. Menyangka kalau ini cuma mimpi—karena ada fitur menu ala RPG melayang-layang di depannya, yang serupa dengan yang dikembangkannya untuk game—Satou terancam nyawanya dan tak dinyana menggunakan fitur serangan hujan meteor yang bisa dilepas secara terbatas (yang mungkin ada karena pihak manajemen menilai game rancangannya terlalu susah untuk pemula). Serangan itu memusnahkan sejumlah besar musuh di sekitarnya, langsung menaikkan level Satou dari 1 ke 310, memberinya loot berbagai pusaka dan harta, dan membuatnya menjadi sosok yang sangat kuat.

Dikarang oleh Ainana Hiro dengan ilustrasi versi novel buatan Shri, DesuMachi unik karena juga memiliki elemen-elemen game sosial di samping elemen-elemen RPG tradisional. Meski ada drama dan aksi, nuansa ceritanya dipertahankan ringan dengan bagaimana Satou sebisa mungkin menikmati waktunya  dengan berwisata keliling dunia bersama teman-temannya yang baru (sesudah dibuat stres karena kerjaan di dunianya yang lama) dengan mengaku sebagai pedagang keliling yang tak istimewa, terlepas dari hal-hal besar yang terjadi di sekeliling mereka. Meski tak terlalu menonjolkannya, seri ini juga lumayan memiliki elemen-elemen dewasa.

Adaptasi anime untuk seri ini telah dikonfirmasi pada waktu editan ini aku tulis.

Meski secara umum mengikuti alur cerita sama, perlu dicatat kalau ini seri yang versi novel cetaknya berbeda cukup jauh dari versi novel webnya.

Sejumlah elemen khas yang DesuMachi punyai antara lain:

  • Antarmuka pengguna berbasis augmented reality yang hanya bisa dilihat Satou, yang memunculkan fitur-fitur istimewa seperti pembacaan status, pembacaan kemampuan dan gelar, fungsi peta, fungsi marker, serta Storage barang dengan jumlah tak terbatas.
  • Kemampuan istimewa Satou untuk mempelajari kekuatan/kemampuan apapun sesudah ‘mengalaminya’ sekali, dan meningkatkan penguasaannya lewat sistem poin.
  • Dunia politeistis yang setiap dewa dan pengikutnya dapat berpengaruh pada dunia.
  • Adanya ‘musim’ Demon Lord yang terjadi dalam siklus tertentu.
  • Kemunculan labirin-labirin raksasa yang dapat dieksploitasi seiring kemunculan Demon.
  • Bagaimana Satou merahasiakan identitasnya sebagai pahlawan bertopeng Nanashi dan berbagai alias lain.
  • Hadirnya tokoh-tokoh selain Satou yang juga dipanggil dari dunia lain dengan berbagai nasib, baik di masa lalu ataupun di masa akan datang.
  • Tokoh utama yang diam-diam membangun perusahaan untuk mengembangan produk-produk baru.
  • Cerita yang lebih berfokus ke perjalanan wisata dan wisata kuliner.
  • Fokus pada pembuatan barang, pengembangan sihir, serta pembuatan masakan.
  • Jumlah heroine-nya yang benar-benar

Tensei Shitara Slime Datta Ken

Mikami Satoru, pegawai kantoran lajang berusia 37 tahun, meninggal dunia saat melindungi juniornya yang diserang pria berpisau. Mikami kemudian terlahir kembali kembali sebagai sesosok slime di sebuah dunia lain. Lalu karena kesalahpahaman (yang berakar dari gosip Internet yang menyebut bagaimana bila seseorang tetap perjaka sampai usia 30 tahun, dirinya akan menjadi wizard; sampai 40 tahun, menjadi sage; dan sampai 50 tahun, menjadi archsage), ia diberkahi kemampuan khusus sage yang memberinya penjelasan dan petunjuk akan segala sesuatu yang ada di dunia ini (melalui sebuah suara di dalam kepala(?)nya). Sesudah memindahkan seekor naga legendaris dari tempat penyegelannya (karena keduanya sama-sama kesepian), dirinya kini bernama Rimuru Tempest, dan terlibat intrik antar berbagai ras selepas absennya naga tersebut.

Diangkat dari web novel karangan Fuse, Tensei Shitara Slime Datta Ken unik karena sudut pandang karakter utamanya sebagai segumpal slime mungil yang lucu(?). Ceritanya terbilang menarik di balik nuansanya yang ringan, dengan pembangunan dunia yang bagus yang diiringi tema perkembangan masyarakat dan perebutan pengaruh. Seperti yang bisa diharapkan dari seri-seri begini, terkadang ada perkembangan ceritanya yang lumayan mengangkat alis.

Beberapa kekhasan seri ini:

  • Fokus cerita pada tokoh-tokoh non-manusia dan aliansi serta masyarakat yang mereka bangun.
  • Tokoh utama berwujud slime, yang dari awal dirinya hanya bisa bergerak tanpa bisa melihat dan mendengar, sampai ketika ia bisa ‘melihat’ dan ‘mendengar’ serta mewujudkan badan sesuai apa-apa yang diserapnya. Hal ini sekaligus memberinya kekuatan-kekuatan baru, termasuk meniru wujud, menduplikasi benda, dan bahkan mengubah jenis kelamin. (Lagi-lagi menjadikannya tokoh utama yang sangat kuat dan serba bisa.)
  • Bagaimana memberikan ‘nama’ pada suatu makhluk hidup sekaligus juga akan memberinya kekuatan.

Tate Yuusha no Nariagari

Empat pemuda dipanggil dari dunia lain untuk menyelamatkan dunia menggunakan empat senjata pusaka. Tapi sang tokoh utama, seorang mahasiswa otaku bernama Iwatani Naofumi, yang terpilih sebagai ‘pahlawan tameng’, mendapati dirinya ditipu dan dipermalukan pada hari ketiga di dunia tersebut. Fitnah yang dialaminya membuatnya mengalami krisis kepercayaan yang sampai membuatnya kehilangan rasa indera pengecap. Tak bisa menggunakan senjata lain selain tameng dan karenanya tak bisa menyerang, Naofumi yang kini pemuram terpaksa menggunakan cara-cara lain untuk bertahan, yang selanjutnya membuatnya tenar secara baik sekaligus buruk.

Diangkat dari novel buatan Yusagi Aneko dan ilustrasi buatan Seira Minami, daya tarik Tate Yuusha ada di konflik moral yang dialami karakter Naofumi. Dari pesimis dan tak peduli sesudah dikhianati, ia perlahan kembali menjadi orang yang punya pengharapan selama perjalanan yang penuh konflik. Tate Yuusha salah satu seri yang sudah tamat waktu ini kutulis. Durasinya lumayan panjang dengan perkembangan berbobot yang terbilang seru. Karena jenis konfliknya yang tak biasa, seputar diskriminasi rasial dan agama, ini termasuk seri yang aku rekomendasikan. Ada sedikit nuansa dewasa di dalamnya, meski tak menonjol.

Ciri khas seri ini:

  • Adanya interaksi dan persaingan antara keempat Pahlawan yang memiliki cara pandang, kekuatan, dan pengikut berbeda-beda.
  • Hadirnya berbagai kemampuan baru berbasis senjata pusaka, dengan bagaimana masing-masing pusaka milik para Pahlawan dapat berubah wujud dan memberikan kemampuan-kemampuan baru (yang sebagian di antaranya misterius).
  • Hadirnya siklus gelombang kehancuran yang harus para Pahlawan lawan.
  • Status Naofumi dan rekan-rekannya sebagai pedagang keliling yang menjual dan menciptakan barang, yang diam-diam memecahkan berbagai masalah.
  • Karakter burung keramat Firo dan rasnya yang dapat berubah bentuk menjadi manusia.
  • Hadirnya pahlawan-pahlawan lain dari dunia-dunia berbeda.

Isekai Maou to Shoukan Shoujo Dorei Majutsu

Di MMORPG Cross Reverie, Sakamoto Takuma yang tak pandai bergaul dikenal sebagai Diablo berkat kekuatannya yang jauh melampaui pemain lain. Tapi suatu ketika, Takuma mendapati diri berada di dunia lain dengan wujud Diablo dari Cross Reverie, dan mendapati ada dua gadis—seorang gadis elf dan seorang gadis kucing—yang bertengkar tentang siapa sesungguhnya yang telah memanggilnya. Sihir yang mengharuskan Takuma tunduk sebagai budak kemudian balik terpantul pada keduanya akibat kemampuan Magic Reflection Diablo yang langka. Tak bisa melepas dua gadis yang kini hanya bisa patuh terhadapnya, Takuma tak punya pilihan selain bersikap ala Raja Iblis dari dunia lain, karena tak punya cara lain untuk menghadapi mereka.

Seri ini berawal dari webnovel buatan Murasaki Yukiya, dengan ilustrasi asli buatan Tsurusaki Takahiro. Sejujurnya, ini satu seri yang benar-benar kuperhatikan semata-mata karena karakter-karakter perempuannya. Plotnya kurang menonjol dibandingkan judul-judul lain yang sejenis. Ditambah lagi, struktur ceritanya lumayan aneh. Tapi kekurangan tersebut diimbangi dengan pemaparan beragam situasi yang menarik, yang biasa ditimbulkan oleh saking kuatnya Diablo, serta begitu berbedanya dunia Cross Reverie yang ini dengan yang sudah dikenalnya (karena dunia yang ini lebih berlatar di masa depan?). Meski ditampilkan sederhana, ada elemen-elemen intrik politik dan kebangkitan raja iblis yang jahat di dalamnya juga.

Beberapa ciri khas di dalamnya:

  • Pembawaan Takuma yang berbeda antara dalam dan luar, yang mana ia harus mengaktifkan sisi chuunibyou-nya sebagai Diablo semata-mata untuk bisa berkomunikasi.
  • Tema sihir perbudakan yang mengikat para karakternya, yang kemudian menggerakkan mereka untuk melakukan perjalanan.

Risou no Himou Seikatsu

Yamai Zenjirou, pegawai kantoran biasa, mendapat undangan untuk hidup di dunia lain sebagai suami seorang perempuan cantik yang ternyata seorang ratu di dunia tersebut. Terungkap sebagai keturunan keluarga kerajaan yang pernah pindah dari dunia tersebut, Zenjirou menerima tawaran perjodohan itu karena masih lajang, sudah tak punya kerabat dekat, dan tak benar-benar punya alasan buat menolak. Tapi ada situasi perpolitikan tertentu yang membuat kehadirannya berperan lebih besar dari yang semula ia sangka.

Dikarang oleh Watanabe Tsunehiko dan diilustrasikan oleh Ayakura Juu, seri ini menampilkan contoh paling ‘normal’ dari ‘kehidupan baru di dunia lain,’ yang mungkin bisa digambarkan dengan bagaimana sang suami ikut pindah mengikuti sang istri. Ceritanya lebih cocok buat dewasa (karena fokusnya ke soal pernikahan) dan alurnya agak lambat (meski ada sihir, tak benar-benar ada aksi di dalamnya) dengan fokusnya ke keseharian. Tapi ada lumayan banyak hal menarik di dalamnya, terutama menyangkut berbagai barang berteknologi yang Zenjirou bawa dari dunia asalnya, seperti kulkas, AC, dan konsol game portabel. Ada perjuangan yang Zenjirou harus lalui untuk menghasilkan listrik dengan generator mikrohidro yang ia bawa. Lalu ada juga hal-hal seperti etika sosial yang harus ia pahami, mulai dari soal membaca huruf sampai ke kancah perpolitikan yang istrinya hadapi.

Beberapa ciri khas seri ini:

  • Dunia lain yang memiliki iklim hangat dan para penduduk berkulit cokelat.
  • Pergulatan Zenjirou dengan teknologi baru serta tata cara hidup dalam lingkungan kerajaan.
  • Isu-isu politik dan sosial yang diangkat sebagai tema.

Konjiki no Word Master

Dengan taruhan nyawa sang putri, empat teman sekelas dipanggil ke dunia lain untuk menjadi pahlawan. Tapi ada satu orang tambahan, seorang remaja penyendiri bernama Okamura Hiro, yang secara kebetulan ikut terbawa. Memutuskan untuk menjelajahi dunia sendiri tanpa terikat kewajiban untuk menyelamatkan dunia, Hiro mendapati dirinya telah dianugrahi kekuatan Word Master, yang bagaikan cheat di dunia yang menyerupai game ini.

Dikarang oleh Tomoto Sui dan diilustrasikan oleh Sumaki Syungo, seri ini menonjolkan tak hanya soal bagaimana kalau misalnya kau terbawa ke dunia lain, tapi juga soal bagaimana kalau kau misalnya punya akses ke cheat untuk melakukan hampir semua yang kau mau di dunia tersebut. Ini juga salah satu cerita yang sebenarnya sudah lumayan panjang, tapi belum sempat kuikuti lebih jauh karena beberapa alasan.

Beberapa ciri khas seri ini antara lain:

  • Tokoh utama yang pasif, hampir egois, yang lebih banyak digerakkan oleh adanya buku dan makanan.
  • Kemampuan unik Hiro untuk menulis aksara kanji ke udara dan ke benda-benda, yang membuatnya dapat memanipulasi sifat dan parameter berbagai hal di sekelilingnya.
  • Cerita yang mengangkat soal konflik ras, meski sebenarnya bisa ke mana-mana.

Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku o!

Satou Kazuma, seorang otaku sekaligus hikkikomori, meninggal dunia secara membosankan dalam suatu kecelakaan lalu lintas. Tapi saat berikutnya, ia diberitahu kalau ia memperoleh kesempatan menjalani kehidupan baru di sebuah dunia lain oleh seorang dewi bernama Aqua. Saat Aqua mengatakan ada satu hal yang secara bebas bisa Kazuma minta untuk bawa, Kazuma berkata kalau lebih baik Aqua saja yang ia bawa ke dunia lain tersebut. Bahkan tanpa kesempatan protes, permintaan tersebut ternyata dikabulkan, mengakibatkan Aqua ‘dipecat’ dari posisinya, langsung digantikan oleh seorang dewi lain, dan terpaksa ikut Kazuma ke dunia yang baru. Tapi kenaifan Aqua, beserta kekuatan besar yang dimilikinya, tak dinyana malah menyeret Kazuma yang hanya ingin sebuah kehidupan damai ke dalam berbagai masalah.

Dikarang oleh Akatsuki Natsume dan diilustrasikan oleh Mishima Kurone, berbeda dari seri sejenisnya, ini seri yang murni lebih bersifat komedi. Tema-tema dari genre ini tetap ada, seperti calon-calon pahlawan dengan senjata-senjata pusaka dan tentara kegelapan yang dari jauh dikabarkan akan menyerang. Tapi seri ini mempelesetkan semuanya dengan cara-cara konyol. Tak ada ‘sistem permainan’ yang benar-benar bisa didalami, tapi konsep dunianya secara umum menarik. Seri ini sudah diadaptasi menjadi anime oleh Studio DEEN, yang secara mengejutkan lebih bagus dari sangkaan penggemar.

Beberapa ciri khasnya:

  • Seorang dewi bodoh.
  • Seorang penyihir yang terobsesi dengan ledakan.
  • Seorang ksatria yang masokis.
  • Bahan-bahan makanan yang bisa terbang.
  • Kemampuan Steal yang secara ajaib khusus mencuri celana dalam.
  • Bagaimana status sebagai Petualang memungkinkan seseorang mempelajari kemampuan kelas-kelas lain selama ada yang mengajarkannya.

World Customize Creator

Saat sedang memainkan gamenya di kuil, Tagami Yuusuke mendengar suara di dalam kepalanya dan tahu-tahu terbawa ke dunia lain. Ia terbangun di kuil Dewa Kehancuran, dan disangka merupakan inkarnasi dewa tersebut karena memiliki rambut berwarna hitam yang langka. Saat menyadari bagaimana kemampuan kustomisasi benda yang sebelumnya ia sangka hanya ada pada gamenya ternyata dianggap sebagai suatu kekuatan mistis yang tak dimiliki orang lain, Yuusuke terlibat dalam konflik antar negara yang dipicu oleh perbedaan strata antara orang-orang yang berkekuatan sihir dan yang tidak.

Dikarang oleh Hero Tennki dengan ilustrasi buatan Kyouka Hatori, WCC termasuk punya alur cerita sederhana dibandingkan seri-seri sejenisnya. Meski terkesan kurang menonjol, ceritanya menjadi cukup menarik sesudah berkembang.

Beberapa ciri khas seri ini:

  • Kemampuan khusus Yuusuke untuk mengkustomisasi suatu benda, yang meliputi perubahan bentuk dan sifat, dengan ketersediaan jumlah material sebagai batasan. Aksinya meliputi bagaimana ia membangun tembok-tembok dari tanah atau memunculkan jebakan-jebakan instan di dalam ruangan, sampai membangun menara di tengah kota dalam sekejap.
  • Kekuatan mistis yang berbasis manipulasi elemen-elemen air, angin, tanah, dan api.
  • Tema yang berkutat pada konflik antar negara dan kasta.

10 nen goshi no HikiNEET o Yamete Gaishutsushitara Jitaku goto Isekai ni Ten’ishiteta

Sepeninggal orang tuanya, Houjou Yuuji, 30 tahun dan pengangguran, akhirnya memutuskan untuk keluar rumah sesudah sepuluh tahun menjadi hikkikomori. Namun rumahnya sepertinya telah berpindah ke dunia lain berhubung hal pertama yang ia lihat bersama anjingnya adalah makhluk bersayap berukuran benar-benar besar. Anehnya, pasokan listrik dan air serta koneksi Internet di rumahnya juga masih tersedia.

Dikarang oleh Bandou Tarou dengan ilustrasi buatan Benio, ini satu-satunya cerita bertema isekai yang aku tahu yang benar-benar sepenuhnya mengangkat sisi soal kehidupan sehari-harinya. Tak lama sesudah awal cerita, si tokoh utama menjumpai seorang anak perempuan yang kemudian sedikit banyak diasuhnya. Berbagai aspek dunia lain yang ceritanya gali lebih ke soal mencari penghidupannya. (Kalau pakai contoh RPG, ini lebih ke Harvest Moon daripada Dragon Quest?).

Beberapa ciri khasnya:

  • Sambungan Internet di dunia lain, beserta sambungan telepon, listrik, dan air.
  • Karakter anjing si tokoh utama yang jauh lebih mengesankan ketimbang pemiliknya.

Gunota ga Mahou Sekai ni Tensei Shitara, Gendai Heiki de Guntai Harem o Tsukucchaimashita!

Seorang pemuda mantan hikkikomori bernama Hotta Youta terbunuh akibat masa lalu yang teramat ia sesali. Lalu ia terlahir kembali sebagai seorang anak yatim piatu bernama Lute di dunia lain. Berharap bisa menebus kesalahannya yang telah lalu, Lute ingin menjadi kuat agar bisa menolong orang lain. Namun Lute ternyata tak terlahir dengan cukup kekuatan sihir yang menentukan strata sosial orang di dunia ini. Meski begitu, Lute memutuskan untuk tetap melakukan apa yang ia bisa, sekalipun dengan kekuatan sihir yang terbatas. Solusi yang ditemukannya adalah dengan mengandalkan pengetahuannya yang mendalam tentang seluk-beluk senjata api.

Seri ini dikarang oleh Meikyou Shisui dengan ilustrasi buatan Shizuri. Di antara semua seri di daftar ini, seri ini yang paling direkomendasikan untuk mereka yang lebih menyukai tembak-tembakan serta karakter-karakter bertelinga binatang. Sang karakter utama memperkenalkan beragam senjata api serta berbagai metode pemakaiannya di dunia abad pertengahan yang didominasi sihir. Elemen-elemen pembangunan dunianya yang sederhana mendukung awal ceritanya menarik. Hanya saja, pola perkembangan ceritanya lumayan uh, tak lazim.

Beberapa ciri khas seri ini antara lain:

  • Penggunaan beragam senjata api, peralatan-peralatan militer pelengkapnya, beserta strategi-strategi penerapannya, melawan makhluk-makhluk ajaib khas dunia fantasi.
  • Pembuatan senjata api berbasis logam ajaib yang bisa dibentuk.
  • Cerita yang menonjolkan pembuatan barang.
  • Adegan-adegan aksi dinamis yang menonjolkan pemakaian sihir penguatan tubuh.
  • Bagaimana Lute dan kawan-kawannya jadi terseret pada konflik kepentingan berbagai orang.

Tilea no Nayamigoto

Shioda Tetsuya, karena masalah delusi yang timbul karena chuunibyou, berakhir dikucilkan oleh keluarganya dan meninggal dunia dalam keputusasaan sebagai perjaka berusia tiga puluh tiga tahun. Ia bersumpah bahwa seandainya terlahir kembali, ia akan menjauhi segala macam khayalan dan menjalani hidupnya secara penuh. Ternyata, hal tersebut benar-benar terjadi. Tetsuya terlahir kembali di dunia lain sebagai anak perempuan bernama Tilea dari suatu keluarga bahagia dengan semua ingatan lamanya. Meski jenis kelaminnya berubah, segalanya berlangsung relatif lancar… sampai saat adik perempuannya juga mulai menunjukkan gejala chuuni dengan bertingkah seolah dirinya adalah reinkarnasi dari salah satu Jendral sang Raja Iblis.

Dikarang oleh Rina Shito dan diilustrasikan oleh U35, seri ini mengangkat premis tak asing soal reinkarnasi ke dunia lain dan mengubahnya menjadi komedi kesalahpahaman yang benar-benar tak biasa. Si tokoh utama, tanpa disadarinya sendiri, adalah tipe karakter imba yang punya kekuatan jauh melebihi manusia lain. Tapi ia bertindak dan bersikap seolah si adik perempuan dan kawan-kawan barunya adalah orang-orang yang menderita chuunibyou akut, dan makanya berusaha membantu mereka (meski nyatanya, mereka benar-benar adalah reinkarnasi antek-antek sang Raja Iblis). Ini termasuk yang ringan dibaca dan menghibur.

Beberapa ciri khasnya:

  • Setting cerita di restoran.
  • Adegan-adegan perbedaan kekuatan drastis yang berujung ke arah komedi.

The New Gate

Suatu MMORPG virtual bernama The New Gate berubah menjadi permainan kematian yang menjebak para pemainnya di dalamnya. Sesudah perjuangan penuh pengorbanan, salah satu pemain terkuat, Shin, berhadapan dengan musuh terakhir, Origin, dan berhasil mengalahkannya. Menjelang akhir permainan, ketika para pemain akhirnya bisa logout, Shin memperoleh sejumlah titel baru yang membuat parameternya berlipat ganda yang awalnya tak ditanggapinya serius. Namun sebelum ia sendiri menekan tombol untuk keluar, sebuah pintu misterius terbuka, yang tak dinyana, membawa Shin ke dunia 500 tahun di masa depan sesudah kekalahan Origin, di mana tantangan-tantangan baru akan mesti ia hadapi.

Seri ini dikarang oleh Kazanami Shinogi dan diilustrasikan oleh Makai no Juumin. Terlepas dari kemiripan awalnya dengan SAO, The New Gate termasuk menarik karena mengeksplorasi jeda waktu 500 tahun sesudah kemenangan Shin serta bagaimana dunianya berubah menjadi nyata dan bukan lagi sekedar dunia game. Ibaratnya, porsi ekspansi di mana karakter kita yang sudah kuat terbawa ke konten permainan yang baru. Ceritanya tak terlalu menonjol dari segi tema, namun perkembangannya mudah dinikmati.

Beberapa hal yang ditonjolkan dalam ceritanya antara lain:

  • Perbedaan dunia masa lalu dengan masa kini, yang di antaranya terdapat pada bagaimana karakter NPC ciptaan tokoh utama menjadi hidup dan telah menjadi tokoh besar sendiri.
  • Karakter utama yang jauh lebih kuat dibandingkan sekelilingnya.
  • Adanya karakter maskot rubah yang sebenarnya adalah dewa.
  • Adanya elemen-elemen pedagangan dan pembuatan barang.
  • Misteri seputar kemunculan kembali Shin sesudah 500 tahun menghilang.

Kekkon Yubiwa Monogatari

Siswa SMA biasa bernama Satou menyukai Hime, gadis blasteran dan teman sekelasnya yang telah menjadi sahabatnya sejak kecil. Namun saat liburan musim panas, Hime yang tinggal bersama kakeknya hendak berpamitan karena sudah waktunya ia kembali ke negaranya. Tak rela membiarkan Hime pergi tanpa sempat mengutarakan perasaannya, Satou akhirnya menyusul Hime… yang negara asalnya ternyata berada di dunia lain. Hime rupanya adalah putri kerajaan Nokanautica yang mengemban tugas untuk menikah dengan Raja Cincin yang merupakan satu-satunya orang yang mampu melawan kekuatan Abyssal King yang jahat. Karena serangkaian keadaan, peran Raja Cincin kemudian diambil alih oleh Satou, yang meski senang karena bisa bersama Hime lagi, mulai bingung saat cincin pernikahan yang perlu diperolehnya ternyata bukan hanya satu pasang.

Ini seri manga yang belakangan terkenal yang dibuat secara mencolok oleh Maybe, pengarang Tasogare Otome x Amnesia. Terlepas dari bawaan si pengarang untuk menjadi sedikit nakal (dan karenanya, membuat seri ini lebih cocok buat dewasa), di balik kesan awalnya yang sederhana, ceritanya terbilang seru dengan gaya gambar yang benar-benar indah. Satou, meski terlihat seperti karakter utama cowok yang generik, kerap bertingkah di luar dugaan dengan melakukan hal-hal yang konyol. Kurasa seri ini bisa semakin terkenal pada beberapa waktu ke depan.

Beberapa ciri khasnya meliputi:

  • Adanya lima pengantin wanita dari lima ras berbeda, yang masing-masing darinya menyimpan salah satu cincin.
  • Tokoh utama generik yang kerap memunculkan ide-ide konyol yang kocak.

Isekai de “Kuro no Iyashite” tte Yobareteimasu

Sepulang acara karaoke bersama teman-temannya, seorang gadis berusia 22 tahun bernama Kanzaki Misuzu tahu-tahu diseret tangan-tangan hitam yang membawanya berhadapan dengan seorang lelaki misterius. Saat berikutnya, ia tiba-tiba tersadar telah berada di sebuah dunia lain yang ajaib, lengkap dengan sihir dan kerajaan. Dengan memanfaatkan pengalamannya membaca berbagai novel tentang reinkarnasi dunia lain, Misuzu mendapati ada sistem mirip game yang bisa digunakannya untuk mengembangkan kekuatan. Memperkenalkan diri sebagai pengelana tersesat bernama Renee Kanzack, ia lambat laun dikenal sebagai sang “Penyembuh Hitam” karena warna rambutnya yang hitam dan betapa langkanya kekuatan sihir penyembuhan yang ada di dunia tersebut.

Dikarang oleh Fujimiya Miya dan diilustrasi oleh Murakami Yuichi, ini salah satu seri bertema isekai yang lebih condong untuk pembaca perempuan. Renee dikisahkan bertemu berbagai pria tampan, baik dari kalangan orang biasa, ksatria, maupun pangeran; serta bermacam situasi yang mengharuskannya bersikap taktis demi menghilangkan kecurigaan dan mencegah masalah. Kalau diceritakan, kesannya tak semenarik itu. Tapi ada sesuatu tentang seri ini yang membuatnya tetap menarik dibaca.

Beberapa ciri khas Kuro Iyashitte antara lain:

  • Fitur Menu serupa augmented reality yang dapat Renee buka dan hanya terlihat olehnya.
  • Peran karakter utama sebagai penyembuh karena langkanya kekuatan penyembuhan sekaligus kekuatan medis.
  • Bagaimana orang-orang yang mempunyai kekuatan sihir akan bisa berusia sangat panjang dan sangat awet muda, dan kadang membuat Renee bingung soal hubungan di antara mereka.

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu

Misumi Makoto, seorang siswa SMA, dipanggil ke dunia lain untuk menjadi pahlawan karena kontrak yang dibuat kedua orangtuanya (yang ternyata berasal dari dunia tersebut). Hanya saja, begitu dipanggil, dirinya dianggap ‘jelek’ oleh dewi di dunia bersangkutan, dan kemudian ditelantarkan di wilayah tandus para monster tanpa diberikan kekuatan yang harusnya menjadi bagiannya. Untungnya, Tsukuyomi, dewa bulan yang mengawasi dunia asal Makoto, menyadari perilaku buruk sang dewi. Tsukuyomi lalu memberikan sebagian besar kekuatan yang dimilikinya untuk menolong Makoto bertahan hidup.

Dikarang oleh Azumi Kei dengan ilustrasi buatan Matsumoto Mitsuaki, ini seri bertema dunia lain yang menonjol karena punya nuansa dongeng mitologinya yang kuat. Meski alur plotnya relatif biasa, pembangunan dunianya menarik dengan keterlibatan dewa-dewi atas manusia serta makhluk-makhluk pengikut yang lain. Situasi Makoto terbilang unik, karena dikisahkan ia tak mampu memahami bahasa manusia (tapi bisa memahami bahasa monster) akibat tak memiliki berkah sang dewi. Memperumit keadaan, ada dua orang lain selain Makoto yang konon juga telah didamparkan sang dewi ke dunia ini. Tapi di sisi lain, Makoto menemukan kawan-kawan seperjalanan dari sejumlah ras nonmanusia, yang sebagai memberinya kekuatan menakjubkan.

Beberapa ciri khas seri ini antara lain:

  • Fokus cerita pada karakter non-manusia.
  • Hubungan karakter-karakter dewa dan pengikutnya yang tak biasa dalam hubungan berkat antara keduanya.
  • Kemampuan Makoto untuk membentuk semacam ‘ruang penciptaan’ di sekelilingnya, yang memungkinkannya memanipulasi apapun yang ia mau.
  • Adanya semacam alam lain yang dapat dibawa-bawa di mana Makoto dan para pengikutnya membangun peradaban.
  • Keahlian asli Makoto dalam menggunakan busur dan panah.
  • Bagaimana ingatan Makoto menjadi bahan penciptaan sekelilingnya dan dapat dilihat oleh pengikutnya.
  • Kutukan dan cara kerjanya yang mengerikan.
  • Tokoh-tokoh perempuan yang merupakan jelmaan dari makhluk-makhluk mitologis.

Kumo Desu ga, Nani ka?

Dalam konflik terakhir antara sang Pahlawan dan Raja Iblis, sebuah kelas berisi siswa-siswa SMA menjadi korban tak disengaja dari dahsyatnya benturan kekuatan yang melintasi dimensi. Seorang siswi pemuram, yang selama ini menjalani hidup asosial di rumah maupun di sekolah, mendapati dirinya terlahir kembali sebagai sesosok monster laba-laba. Berusaha mencari jalan untuk bertahan hidup, sekaligus keluar dari Labirin Agung Elro tempat ia dilahirkan, ia mendapati ada banyak elemen game dalam dunianya yang baru yang kemudian menunjangnya untuk menjadi monster yang kuat.

Dikarang oleh Okina Baba dan diilustrasikan Tsukasa Kiryu, ini judul relatif baru yang pada saat ini kutulis, benar-benar sedang populer. Memiliki elemen-elemen yang mirip Re:Monster, daya tarik seri ini terletak pada kepribadian internal Kumoko-chan yang riang dan konyol (“Nai waaa!”), serta perkembangan ceritanya yang benar-benar ambisius. Dari waktu ke waktu, ceritanya akan memunculkan bab-bab side story yang tiba-tiba mengisahkan apa yang terjadi pada teman-teman sekelas si tokoh utama. Bab-bab tersebut awalnya agak mengganggu aliran cerita. Namun lambat laun, seluruh ceritanya kemudian menyatu dengan perkembangan-perkembangan yang besar. Terdapat sejumlah perkembangan yang benar-benar gelap dan nuansa cerita berubah secara drastis pada satu titik. Tapi seri ini termasuk benar-benar seru.

Beberapa elemen khas seri ini antara lain:

  • Cerita yang berfokus pada karakter utama non-manusia, dalam hal ini, laba-laba, serta segala kemampuan serupa laba-laba yang dimilikinya.
  • Monolog internal Kumoko-chan yang ceria, yang digunakannya untuk menutupi sisi depresinya akibat kesulitannya berkomunikasi dengan orang lain.
  • Nuansa penjelajahan labirin yang menjadi fokus utama pada paruh awal cerita.
  • Kemampuan tokoh utama berevolusi menjadi spesies yang lebih kuat.
  • Hadirnya karakter-karakter berkekuatan dahsyat yang bagaikan dewa dalam realita ini.
  • Adanya suatu sistem serupa dalam game (‘Suara Langit’) yang mengatur berbagai aspek di dunianya.
  • Kemampuan Appraisal (untuk mengenali/membaca benda dan barang) yang berperan vital bagi si tokoh utama dalam memperoleh informasi, termasuk tentang dirinya sendiri.
  • Adanya kemampuan ‘pembagian jiwa’ yang memungkinkan percepatan pikiran, dengan konsekuensi-konsekuensinya yang tak disangka.
  • Cerita yang berkembang dengan banyak sudut pandang, dengan urutan penceritaan adegan yang ambigu.

Arifureta Shokugyou de Sekai Saikyo

Nagumo Hajime dan teman-teman sekelasnya, dan juga wali kelas mereka, dipanggil ke dunia paralel bernama Tortus oleh dewa Eht untuk menyelamatkannya dari marabahaya. Namun berbeda dari teman-teman sekelasnya yang berbakat—dan jadinya, kini berkekuatan bagaikan dewa—Hajime hanya memiliki parameter kekuatan rata-rata dengan kelas Synergist yang hanya bisa membuat peralatan. Tertekan dan rendah diri, amarah Hajime mencapai puncaknya saat ia dikhianati salah satu kawannya, kemungkinan karena kedekatannya dengan salah satu siswi tercantik di kelasnya. Terjatuh ke dalam jurang labirin, terdampar, kehilangan sebelah tangan, sekarat, dan nyaris menjadi makanan monster, Hajime dengan kemampuan seadanya bertekad membalas dendam. Sekalipun itu berarti ia harus menanggalkan kemanusiaannya.

Arifureta termasuk salah satu seri dalam genre ini yang menonjol berkat cara penceritaannya yang menarik. Dikarang Chuuni Suki dan diilustrasikan Takayaki, ceritanya menyuguhkan potensi perkembangan yang benar-benar besar, terutama lewat jumlah karakter yang banyak. Sejumlah adegan di dalamnya benar-benar keren. Terutama memukau dengan bagaimana si tokoh utama bertransformasi dari pribadi lemah menjadi seseorang yang agak gila dan rela menghalalkan segala cara. Cerita dalam versi WN, sayangnya, berkembang secara aneh dengan nuansa chuunibyou yang sangat kental. Mungkin itu akan berbeda dalam versi LN.

Beberapa elemen khas seri ini antara lain:

  • Dunia yang kaya dengan konflik sejarah antar ras.
  • Konflik rahasia antar dewata melalui manusia.
  • Cerita yang sarat dengan nuansa komedi yang konyol.
  • Kelas dan kemampuan yang sangat beragam dari berbagai karakter yang ditentukan oleh bakat internal masing-masing. Ada hal-hal seperti transformasi tubuh dan perpindahan roh antar badan.
  • Perjalanan tokoh utama yang mental dan fisiknya terguncang akibat siksaan berulang di awal cerita.
  • Kemampuan transmutasi serta pemahaman semua bahasa.
  • Berbagai peralatan, persenjataan api, hingga kendaraan yang dibuat lewat transmutasi, yang digunakan Nagumo untuk bertahan hidup.
  • Kemampuan mengalirkan listrik melalui tangan dan berbagai kemampuan lain yang diperoleh dari memakan daging monster.

Spirit Migration

Suatu roh yang telah kehilangan badan sekaligus ingatannya melayang-layang di dasar labirin di sebuah dunia lain yang ajaib. Lambat laun, roh tersebut memperoleh kemampuan untuk merasuki badan makhluk-makhluk hidup dan menemukan jalan keluar dari labirin itu. Dinamai Kou oleh manusia-manusia yang ia tolong, roh itu berharap bisa memperoleh ingatannya kembali. Untuk itu, ia memulai perjalanan untuk melihat dunia dengan melompat dari satu badan makhluk hidup ke badan lainnya.

Ini termasuk seri isekai tak biasa yang dikarang oleh Hero Tennki dengan ilustrasi oleh Ishibashi Yosuke. Meski kurang begitu dikenal, dan juga dengan perkembangan cerita yang terbilang tak cepat, ceritanya sangat unik dengan cukup banyak karakter simpatik. Meski ada aksinya, ceritanya punya nuansa keseharian kental dengan alur yang lebih banyak digerakkan oleh karakter. Terutama membuatnya menarik adalah latar cerita serta tokoh-tokoh pendukung yang terus berganti, dengan misteri yang mungkin memuncak saat Kou menjumpai orang dari dunia asal yang sama dengannya.

Beberapa ciri khas seri ini antara lain:

  • Tokoh utama dengan wujud berubah-ubah dan kemampuan berubah-ubah, karena berpindah dari badan satu makhluk hidup ke yang lain.
  • Sudut pandang cerita dari kaum non-manusia seperti binatang, dengan banyak memperhatikan tingkah laku manusia dari luar.
  • Kemampuan ajaib Kou untuk menyimpan dan mengeluarkan barang dalam jumlah tak terbatas.
  • Latar cerita yang dinamis. Mulai dari labirin misterius, sampai kota petualang, rumah seorang bangsawan, hingga markas tentara bayaran dan istana kerajaan.
  • Karakter-karakter pendukung yang terus berubah, dengan sudut pandang penceritaan yang terus bergulir.
  • Bagaimana dalam perkembangan cerita, Kou menggunakan badan golem ciptaan seorang ilmuwan eksentrik.

Koushaku Reijou no Tashinami

Seorang wanita kantoran lajang mengalami kecelakaan lalu lintas sepulang lembur dari kantor. Saat berikutnya ia sadar, dirinya tahu-tahu berada di dunia otome game yang sebelumya dimainkannya. Hanya saja, ia kini berperan bukan sebagai karakter utama. Jiwanya malah menyatu dengan sosok Iris Lana Armelia, gadis bangsawan mantan tunangan pangeran kedua di Kerajaan Tasmeria, yang menjadi saingan Yuuri Neuer, tokoh utama yang ia mainkan dalam game, yang sebagai Iris telah berulangkali ia jahati. Terusir dari sekolah dan nyaris kehilangan status kebangsawanannya, Iris, yang kini memiliki ingatan akan dua kehidupan, telah berubah perangainya, dan selanjutnya diuji dengan tugas mengelola wilayah kekuasaan keluarganya.

Diangkat dari cerita yang ditulis Reia dengan ilustrasi karakter buatan Futaba Hazuki, ini termasuk salah satu seri isekai lain yang diperuntukkan untuk wanita, dan salah satu yang mengangkat premis populer soal bagaimana si tokoh utama bukan terlahir sebagai tokoh yang ia harapkan. Meski semula berkesan seperti plesetan dating sim, ceritanya di luar dugaan benar-benar berbobot. Ada tema kehormatan, kesetiaan, dan kekeluargaan yang diangkat. Iris, bersama teman-teman yang setia padanya, jadi berhadapan dengan berbagai masalah kemasyarakatan, yang kemudian Iris atasi berkat pengetahuan manjerialnya sebagai pegawai perusahaan. Dialognya banyak, dan tak benar-benar ada aksi di dalamnya. Tapi ini salah satu seri yang kemudian banyak diperhatikan.

Beberapa ciri khas seri ini:

  • Karakter utama yang jiwanya menyatu dan memiliki dua ingatan. Kalau tak salah, ini salah satu cerita isekai pertama yang menyodorkan tema ini.
  • Adanya berbagai karakter tampan dan cantik yang berasal dari berbagai latar belakang, yang memiliki ikatan dan hubungan masa lalu mereka sendiri-sendiri dengan Iris.
  • Dunia otome game yang semula terkesan sederhana, yang menjadi diperluas.
  • Perkembangan cerita yang berfokus pada kalangan bangsawan. Lengkap dengan gaya bahasa khas, intrik, serta kebiasaan kalangan atas.
  • Upaya tokoh utama dalam menjalankan perbaikan ekonomi melalui pembangunan jalan raya, perubahan kebijakan pajak, perusahaan transportasi, dan juga sistem perbankan.

Isekai wa Smartphone to Tomo ni

Karena sedikit kesalahan, Mochizuki Touya meninggal dunia dalam kecelakaan aneh yang melibatkan angin dan petir. Berhadapan dengan Dewa, si Dewa kemudian meminta maaf karena tak sengaja membuatnya terbunuh. Dewa tak bisa mengDewa lalu menawarkan untuk menghidupkan Touya kembali di sebuah dunia fantasi yang penuh dengan pedang dan sihir. Lengkap dengan kekuatan tambahan dan uang. Sebagai bonus, smartphone miliknya beserta segenap fitur and aplikasinya bisa turut ia bawa serta!

Dikarang oleh Fuyuhara Patora dengan ilustrasi oleh Usatsuka Eiji, ini cerita yang sudah diakui dari sana punya premis yang gaje, tapi dengan potensi perkembangan yang sebenarnya lumayan. Ceritanya ringan, bernuansa keseharian dan harem, dan kerap konyol. Tokoh utamanya yang pasif juga tak cocok untuk semua orang. Tapi anehnya, ada sesuatu tentang seri ini yang membuatnya tak bisa dibilang jelek juga.

Secara tak terduga, ini sudah dikonfirmasi akan diangkat menjadi anime dalam waktu dekat oleh Production Reed.

Beberapa ciri khas seri ini antara lain:

  • Ponsel pintar beserta segenap aplikasi di dalamnya. Touya masih bisa merambah Internet, masih bisa mengikuti perkembangan tren dan berita di dunia asalnya, dan bahkan bisa memakai semacam peta dan GPS yang telah disesuaikan dengan dunianya yang saat ini.
  • Dunia yang sangat damai dengan cerita yang lebih berfokus pada keseharian.
  • Dewa yang bisa ditelepon kalau ada masalah apa-apa, dan bagaimana tokoh utama jadi bersahabat dengannya.
  • Adanya sihir non-elemen Null Magic, yakni sihir pribadi yang menjadi hak istimewa seseorang, dan bagaimana Touya menjadi sangat kuat karena bisa menggunakan Null Magic manapun yang namanya telah dia ketahui.
  • Bagaimana tokoh utama memperoleh kekuatan berkat persahabatannya(?) dengan Dewa.
  • (Sedikit spoiler.) …Mecha.

Youjo Senki

Seorang manajer kantoran yang kejam tewas terbunuh akibat dendam bawahannya yang dipecat. Menjelang maut, dirinya dihadapkan dengan sosok misterius yang mengaku sebagai tuhan. Tak bisa mengakui adanya sosok yang bisa lebih kuat dari dirinya, sosok itu kemudian disebutnya Makhluk X. Gusar dengan bagaimana si manajer tak mau mengakui dosa-dosanya, Makhluk X mereinkarnasikan si manajer menjadi seorang gadis kecil di dunia lain yang mirip Eropa pada masa Perang Dunia I. Namanya sekarang adalah Tanya Degurechaff. Makhluk X menantang Tanya untuk hidup sampai berusia panjang di dunia yang penuh perang ini. Jika tidak, ia akan langsung diseret ke neraka atas semua dosa di kehidupannya yang lampau.

Ditulis Carlo Zen dengan ilustrasi buatan Shinotsuki Shinobu, ini seri isekai tak biasa dengan tokoh utama tak bermoral yang mengutamakan efisiensi untuk kepentingan pribadi di atas segala-galanya. Daya tarik cerita terdapat pada bagaimana Tanya dan Makhluk X saling berusaha menundukkan satu sama lain. Makhluk X akan mempengaruhi lingkungan sekitar Tanya dengan maksud untuk membuatnya tewas atau tunduk kepadanya, sedangkan Tanya hendak bertahan hidup dan menjauh dari bahaya, apapun bayarannya. Ceritanya punya nuansa komedi hitam dengan banyaknya hal tak disangka yang terjadi. Seri ini takkan cocok untuk kebanyakan orang, tapi mereka yang bisa menikmatinya bisa lumayan terkesan. Juga dikenal dengan judul Saga of Tanya the Evil.

Sudah diadaptasi ke bentuk anime dengan kualitas presentasi luar biasa oleh studio NUT.

Sejumlah ciri khas seri ini antara lain:

  • Nuansa dunia militeralistik ala Perang Dunia I, lengkap dengan bunker dan meriam, sekaligus dunia yang didominasi kaum laki-laki.
  • Kombinasi teknologi militer pertengahan abad 20 dengan sihir yang mengatur hukum fisika.
  • Tokoh utama yang kejam dan tak segan mencelakakan orang lain, dalam wujud yang membuat orang-orang di sekelilingnya gusar.
  • Perkembangan cerita yang dipenuhi kejutan-kejutan konyol.
  • Fokus cerita pada strategi perang dan manuver politik, dan bukan hubungan antar karakter.
  • Aksi-aksi pertempuran menegangkan berbasis pertempuran udara, tapi tanpa pesawat.
  • Adu akal tokoh utama dengan tokoh antagonis yang tak jelas nyata tidaknya.

Knight’s & Magic

Tsubasa Kurata, seorang programmer brilian yang sangat menggemari mecha, mengalami kecelakaan sepulang kerja dan dilahirkan kembali di dunia lain. Kurata kini menjadi seorang anak berwajah cantik bernama Ernesti Echavarria. Meski semula kecewa karena terpisahkan dari hobinya, dia girang saat mengetahui robot-robot raksasa yang dipiloti langsung dan ditenagai sihir bernama Silhouette Knight ternyata benar-benar ada di dunia ini. Bersama dua sahabat masa kecilnya, kakak beradik Archid dan Adeltrud Walter, mereka sama-sama beraspirasi menjadi pilot.

Dikarang Amazake no Hisago dengan ilustrasi yang dibuat Kurogin, Knight’s & Magic mencolok karena menjadi cerita isekai yang mengetengahkan robot-robot raksasa. Ceritanya mungkin susah dimasuki karena banyaknya pemaparan teknis tentang cara kerja Silhouette Knight. Seri ini benar lebih diutamakan bagi para penggemar robot raksasa di atas segalanya. Tapi kalau kau cocok dengan temanya dan bisa terbiasa, latar cerita dan karakter-karakternya menarik. Perkembangan ceritanya juga termasuk seru.

Seri ini sudah akan diangkat menjadi anime yang diproduksi oleh 8-bit.

Beberapa daya tarik khasnya meliputi:

  • Diperlukannya kombinasi keahlian ilmu pedang dan sihir untuk menjadi ksatria.
  • Kehadiran robot-robot raksasa dalam dunia bernuansa fantasi, yang bernuansa ksatria.
  • Berbagai robot raksasa yang digunakan oleh para karakternya, bukan hanya satu.
  • Robot-robot raksasa yang bukan hanya menggunakan pedang, tapi tombak dan tongkat sihir juga.
  • Aksi yang mengkombinasikan berbagai aspek permesinan.
  • Tokoh utama berwajah cantik yang kerap disangka perempuan.
  • Upaya panjang tokoh utama untuk membangun robot raksasanya sendiri serta berbagai dampak dan kajiannya.
  • Implementasi filosofi pemrograman dalam sihir.
  • Pistol-pistol sihir yang digunakan pula sebagai pendorong.
  • Pakaian istimewa Sillhoutte Gear yang merupakan semacam mecha mini.

Isekai Yakkyoku

Peneliti dan dosen brilian di bidang farmasi bernama Yakutani Kanji trauma oleh kematian adik perempuannya karena tumor otak. Namun, obsesi Yakutani untuk menemukan obat baru membuatnya meninggal dunia karena kelelahan kerja. Saat berikutnya ia tersadar, Yakutani ternyata menempati badan Falma de Medicis, anak sepuluh tahun putra bangsawan ahli pengobatan di Kekaisaran San Fleuve, yang baru tersadar sesudah tersambar petir. Falma mendapati bahwa ilmu pengobatan di dunia ini bukan hanya belum maju, tapi juga dimonopoli oleh orang-orang yang membatasi penyebaran obat sekaligus menyediakan obat palsu. Sadar bahwa dirinya kini perlu hidup untuk dirinya sendiri, Falma mengembangkan apoteknya sendiri untuk memperbaiki dunia pengobatan.

Dibuat berdasarkan novel karangan Takayama Liz dengan ilustrasi buatan keepout, ini seri isekai dengan struktur perkembangan cerita khas. Temanya yang unik yang membuatnya jadi bagus, dengan banyaknya informasi pengobatan medis yang ditampilkan di dalamnya. Meski kau awam dengan dunia farmasi, ini tetap bisa jadi seri yang lebih menarik dari dugaan.

Beberapa kekhasan seri ini:

  • Adanya kemampuan elemen yang ditentukan dari lahir oleh kehadiran dewa-dewa pelindung.
  • Karakter utama yang harusnya hanya memiliki kemampuan suci untuk menghasilkan air, tapi ternyata kini berkemampuan menciptakan zat apapun yang ia tahu komposisi kimianya.
  • Karakter utama yang bisa melihat penyakit seseorang dengan melihat saja.
  • Pengembangan karakter yang berfokus di bidang pengobatan.
  • Pendekatan cerita yang ilmiah sekalipun ada sihir.
  • Adanya karakter maid yang menarik di dalamnya.
  • Keraguan sang karakter utama soal apakah dirinya masih manusia atau tidak.

Tondemo Skill de Isekai Hourou Meshi

Mukoda Tsuyoshi, pekerja kantor lajang berusia 27 tahun, tahu-tahu berada di dunia lain sesudah terbawa ritual pemanggilan tiga pahlawan dari Kerajaan Reisir. Curiga dengan maksud sang raja memanggil mereka, dan juga karena dirinya hanya orang biasa yang ikut terbawa, bukan termasuk salah seorang remaja pahlawan, Mukoda meminta untuk diizinkan pergi dan akhirnya dibiarkan. Perjalanannya untuk pergi ke negara lain berujung pada bagaimana ia menjinakkan Fenrir, serigala legendaris yang kemudian menjadi familiarnya.

Dikarang oleh Yosei Ichigo, ini termasuk seri yang relatif tak istimewa, walau memang ada hal-hal menarik di dalamnya. Belum banyak yang bisa dikatakan selain potensi perkembangan yang terbilang besar. Daya tariknya yang terbesar terdapat pada aspek perdagangan serta serigala peliharaannya.

Kekhasan seri ini antara lain:

  • Kemampuan Net Supermarket, yang memungkinkan tokoh utama memesan bahan makanan dari dunia lain yang dapat langsung terkirim padanya dalam sekejap, seperti halnya belanja online.
  • Kombinasi kemampuan khusus Item Box untuk menyimpan barang dan Appraisal yang hanya dimiliki orang-orang dari dunia lain untuk menganalisa mutu barang
  • Tokoh utama yang kemampuan khususnya di awal hanya memasak.
  • Selain kemampuan memasak, fokus ke penyediaan peralatan makan dan peralatan masak.
  • Masakan-masakan yang ternyata bisa menambah kekuatan kalau dimakan.
  • Masakan yang kemudian mengundang karakter lain untuk berkumpul ke tokoh utama.

Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu

Seorang penggemar MMORPG tertidur di tengah permainan dan mendapati diri terbangun di suatu dunia asing bernuansa abad pertengahan. Masalahnya, ia terbangun dengan wujud karakter yang ia bangun di gamenya, lengkap dengan segala peralatan dan benda yang dimilikinya, yang kebetulan sedang menggunakan skin manusia tengkorak. Mengenalkan diri sebagai Arc, nama karakter yang ia mainkan, ia berkelana dengan perangkat zirah lengkap untuk menutupi wujud aslinya. Lambat laun, ia menyadari bahwa semua keterampilan dan kekuatan yang telah ia peroleh dalam game juga terbawa ke dunia ini. Lalu saat menerima pekerjaan dari seorang dark elf bernama Ariana, dan terseret  urusan perebutan kekuasaan dan pusaran konflik ras, ia mendapat indikasi bahwa mungkin bukan dirinya satu-satunya orang yang pernah terbawa ke dunia ini.

Seri yang dikarang oleh Hakari Enki dan diilustrasikan oleh KeG ini menonjolkan aspek perjalanan sang tokoh utama dan orang-orang yang ditemuinya. Karena perlengkapan zirahnya yang mewah, Arc kerap disangka sebagai ksatria terhormat. Tema ceritanya lumayan klasik dengan Arc selalu berujung menolong orang ke manapun ia pergi. Tempo ceritanya santai, jadi mungkin takkan cocok dengan kebanyakan orang. Ceritanya juga lumayan memiliki nuansa dewasa. Apalagi dengan temanya yang terkadang berat dan adegan-adegan aksinya yang berdarah-darah.

Beberapa yang khas tentang seri ini:

  • Tokoh utama berwujud tengkorak dan harus merahasiakan wujudnya, meski secara fungsional, dirinya tidak jauh berbeda dari manusia. (Dirinya masih bisa makan, tidak perlu ke toilet, masih bisa tidur juga kalau mau.)
  • Tokoh utama yang sudah relatif berumur.
  • Tokoh utama yang selain kuat, tapi juga sejak awal telah berbekal berbagai peralatan pusaka.
  • Cerita yang berat di perjalanan dan petualangan, dengan karakter-karakter pendukung yang cepat berubah.
  • Hadirnya binatang roh angin serupa rubah yang jinak, yang menjadi kawan seperjalanan tokoh utama.
  • Sistem job yang semula terpisah-pisah tapi jadinya bercampur, menjadikan tokoh utama bisa menggunakan Skill yang sangat banyak dengan batasan minim.
  • Ilmu teleportasi jarak dekat Dimensional Step yang menjadi andalan tokoh utama.
  • Cerita yang menitikberatkan pada deskripsi latar dan nuansa perjalanan.

Saihate no Paladin

Di sebuah kota mati yang terselubung kabut, seorang bayi laki-laki ditemukan. Dinamai Will, bayi itu kemudian dibesarkan tiga makhluk undead penghuni kota tersebut: Blood, seorang petarung tengkorak yang kekar; Mary, sesosok jenazah hidup yang anggun dan alim; serta Gus, penyihir hantu yang mudah gusar tapi tahu banyak hal. Tanpa sepengetahuan mereka, Will sebenarnya  adalah reinkarnasi seorang manusia dari dunia lain yang meninggal dunia dalam keterpurukan. Sesudah menerima kenyataan, Will berusaha menjalani hidupnya yang baru dengan sepenuh tekad. Lambat laun, Will menyadari ada suatu rahasia yang disembunyikan tiga orangtua angkatnya darinya. Rahasia yang berkaitan dengan asal usul mereka serta awal mula kota mati tersebut.

Meski masih memiliki sejumlah kelemahan, seri satu ini dipandang sebagai seri yang bagusnya keterlaluan. Meski mungkin masih kurang dikenal karena masih relatif baru dibandingkan seri-seri webnovel lain, hampir semua pihak yang membacanya sepakat kalau ceritanya benar-benar luar biasa bagus. Pengarangnya, Yanagino Kanata, mendapat banyak pengaruh dari sesi-sesi RPG meja sekaligus novel-novel fantasi barat yang tercermin dalam nuansa yang dimilikinya. Ilustrasinya yang dibuat oleh Rin Kususaga memperkuat nuansa fantasi murni khas yang dimiliki seri ini. Padahal genrenya tetap isekai dan statusnya semula tetap berformat webnovel saat pertama dibuat.

Juga dikenal dengan judul The Faraway Paladin atau Paladin of the End, beberapa kekhasan seri ini:

  • Sihir berbasis Kata yang lebih menyerupai sistem sihir di novel-novel fantasi barat ketimbang game, yang mengutamakan kreativitas dan kelihaian implementasi.
  • Dunia yang dipenuhi bermacam ras yang memiliki ciri khas dan jalan hidup masing-masing.
  • Dunia dengan berbagai macam dewa, yang masing-masing dari mereka menjadi pelindung dari suatu individu berdasarkan sumpah yang mereka ambil.
  • Tokoh utama yang menjadi incaran dewa undeath, Stagnate.
  • Hampir tidak adanya subplot romansa di awal cerita. (Kecuali, mungkin, kalau interaksi dengan Gracefeel, dewi pelindung sang tokoh utama, ikut dihitung.)
  • Latar cerita yang sangat terpengaruh dunia novel-novel fantasi barat.
  • Dewa-dewa yang dapat mempengaruhi dunia melalui titisan Echo serta penyuara Herald.
  • Kemampuan Benediction yang dapat menghasilkan makanan dari doa.
  • Cerita yang sarat dengan nilai-nilai kekeluargaan.
  • Cerita yang sarat dengan persahabatan dan bromance.

 (Jumlah seri bertema isekai ini seriusan udah terlalu banyak! Kalian yang baca ini, ayo tolong bantu lengkapi!)