Archive for ‘lists & seasonal previews’

02/10/2017

Anime Baru Musim Gugur 2017

Maaf (sangat) telat. Maaf belakangan ga nulis. Kesehatanku menurun. Soal pekerjaan bermasalah. Lalu aku sedang dilanda ketidakpastian soal masa depan.

Terlepas dari itu, jumlah seri baru di fall kali ini mungkin enggak banyak, tapi seri-seri baru yang keluar terbilang unik. Pastinya, banyak nama sutradara baru yang bermunculan.

Mungkin ini musim yang bagus untuk mengejar ketertinggalan seri-seri lama?

Kayak biasa, daftar ini enggak bisa diandalkan.

Akan diupdate berkala apabila perlu.

Mahou Tsukai no Yome (Wit Studio)

Seorang gadis muda bernama Hatori Chise menjadikan dirinya budak karena berbagai kesedihan semasa hidup. Chise lalu dibeli oleh Elias Ainsworth, pria misterius berdarah manusia sekaligus peri yang juga seorang penyihir. Elias rupanya telah memilih Chise untuk dijadikan murid sekaligus pengantinnya. Maka dimulailah kehidupan bersama mereka, yang sebenarnya dilandasi keinginan Elias untuk mencegah Chise meninggal dunia.

Dikenal juga dengan judul The Ancient Magus’s Bride, ini proyek unggulan Wit Studio selama beberapa tahun terakhir yang juga sempat dibuat OVA. Cerita OVA-nya berdiri sendiri, jadi kalian tak perlu melihatnya dulu untuk bisa mengikuti seri TV ini. Certanya diangkat dari manga buatan Yamazaki Kore di majalah Monthly Comic Blade dan Monthly Comic Garden. Seluruh staf dari OVA akan kembali, dipimpin Naganuma Norihiro sebagai sutradara. Ceritanya menakjubkan dalam artian fantastis. Ada banyak hal ajaib dan karakter-karakter menarik. Kualitas teknisnya kelihatannya menjanjikan. Tapi, mungkin ini tipe seri yang memerlukan alasan pribadi dari kalian sebelum bisa diikuti. Kudengar ini salah satu seri paling dinanti di musim ini

Anime-Gataris (Wao World)

Asagaya Minoa, pelajar baru di SMA Swasta Sakaneko, diundang ke Klub Penelitian Anime oleh teman sekelasnya, Kamiigusa Arisu yang kaya raya. Minoa lama-lama menjadi penggemar anime juga berkat perbincangan dengan berbagai sempainya (yang notabene orang-orang aneh). Bersama, mereka berusaha mencegah klub mereka dibubarkan, mengabaikan kehancuran dunia, serta membicarakan soal anime di manapun mereka berada.

Ini seri orisinil baru dari studio yang relatif baru pula. Genrenya komedi. Tokohnya banyak dan juga beragam. Morii Kenshiro yang pernah terlibat di Gakumon! dan Wake Up Girl Zoo! yang akan menyutradarai. Naskahnya ditangani Hirota Mitsutaka (Sweetness & Lightning). Aku pribadi belum yakin ini akan dibawa ke mana, tapi gelagatnya sejauh ini termasuk kuat. Mungkin bakal ada kejutan-kejutan enggak disangka dalam ceritanya.

Blend S (A-1 Pictures)

Sakuranomiya Maika memiliki tatapan tidak suka yang alami di wajahnya. Lalu suatu hari, ia diterima kerja di suatu kafe di mana para pelayan wanitanya diberikan atribut-atribut tertentu. Manajer kafe tersebut kemudian memberi Maika atribut “Do S” (kesadisan ekstrim) sebagai pelayan. Maka dari itu, Maika jadi harus belajar menjadi lebih dominan dan agresif.

Masuyama Ryouji yang pernah terlibat dalam The IDOLM@STER dan Gurren Lagann Parallel Works yang akan menyutradarai, dengan Zappa Go (Nakaimo, Koihime Musou) yang menangani naskah. Kikuya Tomoki (Eromanga Sensei) akan menangani musik. Ini berawal dari seri tamu di majalah Manga Time Kirara Carat yang dikarang Nakayama Miyuki. Intinya, ini seri komedi tentang orang-orang yang bersikap tidak sesuai tampang luar mereka. …Aku lumayan kesusahan menilai seri-seri seperti ini.  Iya, desain karakter-karakternya manis.

Shoujo Shuumatsu Ryokou (White Fox)

Peradaban telah berakhir. Mesin-mesin telah mati. Kota-kota telah berubah menjadi labirin-labirin lapuk. Sebagian besar umat manusia telah meninggal dunia. Tapi dua gadis, Chito dan Yuuri, masih berkelana, keliling dunia, menggunakan motor traktor Kettenkraftrad kesayangan mereka. Bersama, mereka berusaha bertahan hidup di tengah dunia dingin yang semakin suram.

Dikenal juga dengan judul Girl’s Last Tour, ini seri post-apocalyptic menghangatkan hati yang diangkat dari seri manga karya Tsukumizu di majalah digital Kurage Bunch. Desain karakternya imut dan ada banyak pemandangan latar menarik penuh detil di dalamnya. Ozaki Takaharu (Persona 5 the Animation – The Day Breakers) yang akan menyutradarai. Fudeyasu Kazuyuki (Monmusu) yang akan menangani naskah. Musik ditangani Suehiro Kenichiro (Re: ZERO). Sejauh ini, kualitas teknisnya kayaknya benar-benar kuat.

Dies irae (ACGT)

Pada suatu hari, Fujii Ren tiba-tiba berkelahi dan nyaris saling bunuh dengan sahabatnya, Yusa Shirou, karena alasan yang berakhir tak terungkap. Dua bulan kemudian, pada bulan Desember di kota Suwahara, Ren yang sudah keluar rumah sakit mulai dihantui mimpi-mimpi ganjil tentang guilotin. Serangkaian pembunuhan sadis terjadi di jalanan, mengingatkan Ren akan kata-kata Shirou sebelum ia menghilang. Semua misteri ternyata berhubungan dengan ritual yang dicanangkan kelompok Nazi Reichskanzlei pada penghujung Perang Dunia II, yang dilakukan demi mendatangkan Order of 13 Lances untuk menghancurkan dunia.

Diangkat dari visual novel dewasa yang dikembangkan Light, perlu disinggung kalau anime ini diproduksi berkat upaya pengumpulan dana yang Light canangkan, yang berujung menjadi salah satu crowdfunding paling sukses di Jepang (target 30 juta yen, terkumpul 96,5 juta). Kudo Susumu (Mardock Scramble, Coppelion) yang akan menyutradarainya. Naskahnya akan ditangani Masada Takashi yang juga menangani naskah untuk gamenya. Yonao Keiji juga kembali untuk mengkomposisi musik. Buat yang belum tahu, ini pada dasarnya cerita aksi yang penuh elemen chuunibyou. Tapi, pemaparannya dibuat sedemikian rupa sehingga ujung-ujungnya malah berakhir lumayan keren. Common route untuk visual novel-nya dalam Bahasa Inggris tersedia secara gratis di Steam. Seri ini dikabarkan berjumlah 18 episode. Dua belas episode pertama akan disiarkan, sedangkan sisanya akan tersedia lewat stream.

Code: Realize – Sousei no Himegimi (M.S.C)

Seorang gadis bernama Cardia mengurung diri di sebuah rumah besar di tepi kota London. Dalam tubuhnya, tersimpan racun berbahaya yang bisa meluluhkan apapun yang kulitnya sentuh. Satu hari, keterasingannya terusik saat Pasukan Pengawal Kerajaan tiba-tiba datang dengan maksud untuk menangkapnya. Saat itulah, Arsène Lupin, pencuri budiman, datang untuk menolongnya. Bersama, mereka melakukan perjalanan untuk menemukan ayah Cardia yang mungkin memnyimpan jawaban terhadap kondisinya.

Didasarkan pada game bernuansa steampunk keluaran Idea Factory dan Design Factory, seri ini menghadirkan berbagai karakter terkenal lain seperti Abraham Van Helsing dan Victor Frankenstein sebagai lelaki-lelaki tampan yang menjadi kawan-kawan seperjalanan Cardia. Sori, aku belum tahu banyak tentang gamenya. Yamamoto Hideyo yang menyutradarai Strike the Blood yang akan menyutradarainya. Harada Sayaka (STARMYU) yang akan menangani komposisi seri. Studionya masih baru, jadi belum banyak yang bisa aku komentari. Gelagatnya sejauh ini tidak akan jelek, walau mungkin tidak sampai bagus juga.

Just Because! (PINE JAM)

Musim dingin tiba. Waktu yang para siswa kelas tiga punyai di SMA sudah semakin sedikit. Semua orang di kelas kini hanya tinggal menunggu kelulusan. Tapi, di masa inilah, Izumi Eita kembali ke kota kelahirannya setelah meninggalkannya selama empat tahun. Reuninya dengan teman-teman lamanya mengubah banyak hal di hari-hari terakhir menjelang kelulusan mereka.

Seri drama ini adalah anime orisinil keluaran studio PINE JAM yang masih relatif baru. Seri ini menonjolkan desain karakter buatan mangaka Himura Kiseki (yang belum lama ini terkenal berkat Getsuyoubi no Tawawa). Di samping itu, PINE JAM berhasil menarik perhatian di musim lalu lewat Gamers!, sehingga gelagat seri baru ini termasuk kuat. Kobayashi Atsushi (Girls & Panzer) akan memulai debut sutradaranya lewat seri ini. Kamoshida Hajime (The Pet Girl of Sakurasou) yang menangani naskahnya. Yanagi Nagi akan memproduksi musiknya.

Inuyashiki: Last Hero (MAPPA)

Inuyashiki Ichirou adalah kepala rumah tangga berusia lanjut yang telah bekerja keras, tapi dipandang sebelah mata oleh keluarganya sendiri. Dia tidak dihargai di rumah maupun di tempat kerjanya. Tubuhnya menua lebih cepat dari usianya. Lalu, dia pun didiagnosa mengidap penyakit mematikan. Tapi… semua berubah saat suatu UFO tanpa sengaja menabraknya di taman, dan membangun ulang tubuhnya dari awal.

Diangkat dari seri manga seinen serius karangan Oku Hiroya (pengarang seri aksi sains fiksi Gantz), kau bisa mengharapkan banyak komentar sosial sekaligus aksi-aksi menakjubkan. Sejauh ini, key visual-nya kelihatannya berhasil mengadopsi gaya visual Oku-sensei yang khas. Satou Keiichi (Tiger & Bunny, GANTZ:O) menjadi sutradara utama. Yabuta Shuhei (Highschool of the Dead, Attack on Titan) akan menjadi sutradara seri. Naskahnya akan ditangani Seko Hiroshi (Ajin, Kotetsujou no Kabaneri). Berhubung seri manganya sudah tamat, ditambah dengan kualitas animasi MAPPA yang dikenal mumpuni, bakal ada lumayan banyak pengharapan untuk seri ini. Berhubung sifat ceritanya, ini mungkin bukan seri yang cocok untuk semua kalangan.

Imouto Sae Iireba Ii (SILVER LINK)

Hashima Itsuki adalah novelis dan juga “Pygmalion zaman modern” yang bekerja siang dan malam karena terobsesi menciptakan sosok adik perempuan yang sempurna. Dia dikelilingi seorang penulis cantik dan jenius yang jatuh hati padanya, teman kuliahnya yang bagaikan kakak perempuan, sesama teman penulis, seorang akuntan pajak yang sadis, editornya sendiri; dan mereka semua diurusi oleh Chihiro, “adik tiri laki-laki” Itsuki, yang menyimpan suatu rahasia besar.

Diangkat dari seri novel komedi karangan Hirasaka Yomi (pengarang Haganai)… yah, kalau kalian kenal pengarangnya, mungkin kalian bisa menebak kira-kira seperi apa perkembangannya. Sutradara andal Oounuma Shin (WATAMOTE, Anne-Happy) yang akan menangani produksinya dengan dibantu Tamamura Jin (Rakudai Kishi no Chivalry). Musik ditangani Kikuya Tomoki (Hentai Ouji to Warawanai Neko). Naskahnya akan ditangani oleh Hirasaka-sensei sendiri. Kalau kalian tidak keberatan dengan tema ceritanya, kualitas produksinya sejauh ini terbilang meyakinkan.

Konohana Kitan (Lerche)

Kokohana-tei adalah hotel dengan pemandian air panas yang terletak di kota penginapan yang terletak di batas antar dunia. Yuzu, seorang pekerja baru, bergabung bersama gadis-gadis siluman rubah lain dalam mengelola penginapan tersebut. Bersama-sama, mereka berusaha menyembuhkan keletihan jiwa para tamu yang datang.

Diangkat dari manga karya Amano Sakuya, yang diserialisasikan di majalah Comic Yuri Hime S milik Ichijinsha sebelum diserialisasi ulang di Comic Birz milik Gentosha, kudengar ini lumayan ditunggu oleh penyuka seri-seri ringan dan manis semacam ini. Okamoto Hideki (Da Capo II, Nagasarete Airantou) akan kembali menyutradarai setelah sekian lama, dengan Yoshioka Takao (WATAMOTE, Ikki Tousen) menangani komposisi seri.  Aku masih belum tahu banyak tentang seri ini, tapi karakter-karakternya yang manis dan nuansa dunia lainnya menjadi daya tariknya yang terbesar.

Ousama Game The Animation (Seven)

Seluruh siswa di suatu kelas SMA yang sama, berjumlah 32 orang, pada suatu hari memperoleh pesan yang sama lewat ponsel dari seseorang yang menyebut dirinya “Raja.” Pesan tersebut berisi perintah yang wajib dituruti oleh semua murid di kelas tersebut, dengan resiko kematian sebagai hukuman bila tidak dipenuhi. Awalnya, hal tersebut terkesan main-main. Tapi, saat orang-orang benar-benar mulai terbunuh dan perintah-perintah yang diberikan semakin keji, Kanazawa Nobuaki dan kawan-kawannya berusaha mencari cara untuk bertahan hidup.

Juga dikenal dengan judul King’s Game, ini diangkat dari seri novel ponsel karangan Kanazawa Nobuaki (iya, pengarangnya menggunakan nama yang sama dengan nama karakter utama) terbitan Futabasha yang sempat menarik perhatian bertahun-tahun silam dari tahun 2009. Ada adaptasi manga, live action, dan pembuatan sekuel dan prekuel segala. Ceritanya, setahuku, sebenarnya lumayan mengandalkan shock value dan kurang bisa dikatakan bagus. Karenanya, ada harapan kalau versi anime ini akan memberi perbaikan pada ceritanya. Sasaki Noriyoshi (Ojisan to Marshmallow) yang akan menyutradarainya. Konuta Kenji (Haitai Nanafa, Daiya no Ace) yang akan menangani komposisi seri. Jujur saja, gelagatnya sejauh ini lebih meyakinkan dari keluaran-keluaran Seven yang terdahulu. Ini menarik buat para penyuka thriller.

Houseki no Kuni (Orange)

Jauh di masa depan, suatu bentuk kehidupan baru yang dikenal sebagai “houseki” (permata) telah terlahir. Mereka harus berhadapan dengan kaum “tsukijin” (orang-orang bulan) yang menyerang mereka karena hendak mengubah mereka menjadi hiasan. Masing-masing houseki karenanya mendapat peran dalam pertempuran. Namun Phos, seorang houseki yang berharap bisa ikut bertarung, tidak mendapat peran. Kongo, manajer mereka, di luar dugaan kemudian menyuruhnya menjadi editor suatu majalah sejarah alam.

Ini seri yang sulit kelihatan daya tariknya sebelum kalian melihatnya sendiri. Diangkat dari manga buatan Ichikawa Haruko, yang diserialisasikan di majalah Afternoon milik Kodansha, premisnya mungkin aneh, tapi perkembangan ceritanya benar-benar menarik. Berhubung Orange yang menganimasikannya, kualitas animasinya juga diharapkan bagus. Dikenal juga dengan judul Land of the Lustrous. Sutradaranya adalah Kyougoku Takahiko (Love Live!, GATE). Naskahnya akan ditangani Ono Toshiya (Gatchaman Crowds, Subete ga F ni Naru). Beberapa tahun lalu juga sempat keluar adaptasi OVA-nya yang diproduksi Studio Hibari. Serius, kalian mending melihatnya sendiri. Nuansa fantasinya lebih menarik yang aku kira.

Boku no Kanojo ga Majime Sugiru Shoujo Bitch na Ken (Diomedea, Studio Blanc)

Karena terlanjur naksir, remaja SMA bernama Shinozaki Haruka akhirnya menyatakan perasaannya pada ketua kelasnya yang cantik dan sangat serius, Kosaka Akiho. Di luar dugaan, Kosaka menerima perasaan Shinozaki. Tapi, berhubung Kosaka orang yang sangat serius, ia berusaha mempelajari berbagai cara agar hubungan mereka awet. Hal ini berujung pada bagaimana Kosaka dengan polosnya mempraktekkan berbagai tips soal menjalin hubungan yang sebenarnya nakal.

Juga dikenal dengan judul My Girlfriend is Shobitch, ini diangkat dari seri manga karya Matsumoto Namiru. Iya, ini seri komedi berbahaya yang agak aneh. Nagayama Nobuyoshi (Hinako Note) akan tampil sebagai sutradara untuk seri ini. Naskahnya akan ditangani Shirane Hideki (Kill Me Baby, Date A Live). Kelihatannya, ini akan jadi jenis seri yang lumayan menonjol di satu bagian, tapi kurang menonjol di bagian lain.

Netoju no Susume (Signal.MD)

Morioka Moriko, seorang perempuan lajang berusia 30 tahun, memutuskan keluar dari perusahaannya akibat stres kerja. Ujung-ujungnya, dia malah menjadi NEET. Muak dengan dunia nyata, dia mulai menggandrungi permainan-permainan MMO di mana dia bermain sebagai karakter lelaki bernama Hayashi. Sampai suatu ketika, Hayashi berkenalan dengan Lily, karakter perempuan sangat menawan bagaikan bidadari. Berkat Lily, Moriko mulai menemukan tempat berada sekaligus semacam kepuasan dalam hidupnya. Sampai ketika Moriko tanpa sengaja berkenalan di dunia nyata dengan Sakurai Yuta, seorang pebisnis tampan, yang lagi-lagi mengawali semacam perubahan dalam hidupnya.

Juga dikenal dengan judul Recovery of an MMO Junkie atau Recommendation of the Wonderful Virtual Life, ini diangkat dari manga karya Kokuyorin yang diserialisasikan lewat aplikasi Comico. Studio animasi Signal.MD selama ini mungkin kurang menonjol. Kualitas teknisnya juga mungkin tidak wah. Tapi, ada sesuatu tentang seri ini yang lumayan berkesan. Yaginuma Kazuyoshi (Bokurano) akan tampil sebagai sutradara untuk seri ini. Komposisi serinya akan ditangani oleh Fudeyasu Kazuyuki (Gochiusa, Denkigai). Noto Mamiko yang handal yang akan mengisi suara tokoh utamanya.

Black Clover (Studio Pierrot)

Di dunia di mana sihir merupakan segalanya, Asta dan Yuno adalah dua anak lelaki yatim piatu yang ditelantarkan di pintu gereja pada hari yang sama. Yuno memiliki bakat sihir yang luar biasa, sementara Asta terlahir tanpa bakat sedikitpun. Sesudah mereka menginjak usia 15 tahun, keduanya menerima grimoire masing-masing yang memperkuat sihir yang mereka miliki. Sesudah sedikit konflik, Asta kemudian menerima grimoire langka yang memberinya kekuatan anti-sihir. Persaingan mereka dalam keksatriaan untuk menjadi Raja Penyihir di masa mendatang pun dimulai.

Diangkat dari seri manga shonen karya Tabata Yuuki yang diserialisasikan di Weekly Shonen Jump, ini seri aksi untuk cowok yang sebenarnya sangat generik, tapi sama sekali enggak jelek juga. Menilai kasus Naruto, Bleach, dan One Piece, mungkin adaptasi seri ini bakal panjang. Tapi, kalau melihat gelagat My Hero Academia, mungkin juga enggak. Sutradara muda Yoshihara Tatsuya (Monmusu, Yatterman Night) akan menyutradarai. Fudeyasu Kazuyuki (Gochiusa, Milky Holmes) yang akan menangani komposisi seri. Potensinya sejauh ini terlihat lebih menjanjikan dari dugaan.

Two Car (SILVER LINK)

Miyata Yuri dan Meguro Megumi adalah sepasang gadis remaja yang mengikuti kejuaraan balap motor sespan di Pulau Miyake, suatu pulau kecil dan terpencil sekitar 200 km di selatan pusat Tokyo, tapi masih termasuk wilayah Tokyo Metropolitan. Meski kepribadian mereka bertentangan, mereka saling melengkapi selama balapan. Bersama, mereka menghadapi berbagai tim balap motor sespan lain dari seluruh Jepang dengan kepribadian mereka masing-masing.

Dikenal juga dengan judul Two Car: Racing Sidecar, ini sekilas terlihat seperti tipikal anime tentang gadis-gadis manis yang melakukan suatu kegiatan. Tapi, kalau kau perhatikan baik-baik, ada banyak detilnya yang benar-benar menarik. Tamura Masafumi (Ange Vierge) yang akan menyutradarai. Naskahnya akan ditangani Takayama Katsuhiko (Hanbun no Tsuki ga Noboru Sora, Ga-Rei: Zero). Musiknya akan ditangani Takahashi Ryo (ACCA, Oshiete! Galko-chan). Menurutku, ini seri yang sulit diperkirakan bagus tidaknya. Meski begitu, ada banyak hal yang patut dilihat di dalamnya.

Garo – Vanishing Line (MAPPA)

Seorang pria tangguh bernama Sword datang ke Russell City yang makmur dengan maksud untuk menyelidiki suatu konspirasi yang dapat mengguncang dunia. Petunjuk yang dimilikinya hanya kata kunci misterius “El Dorado.” Sword bersimpangan jalan dengan Sophie, seorang perempuan yang mencari kakak lelakinya yang menghilang sesudah meninggalkan kata-kata kunci yang sama. Mencari jejak adik perempuannya sendiri, Sword bersama Sophie terseret dalam perang bayangan yang tersembunyi di balik El Dorado.

Vanishing Line akan disutradarai oleh Seong Ho Park (Terror in Resonance, Yuri!!! on Ice), yang akan memulai debutnya sebagai sutradara lewat seri ini. Naskahnya akan ditangani oleh Yoshimura Kiyoko (Dogs: Bullets & Carnage, Riddle Story of Devil). Musiknya akan ditangani monaca. Seri ini menarik karena punya nuansa yang sangat mirip dengan anime-anime aksi keluaran Gonzo di seputaran tahun 2007. Meski menjadi bagian waralaba seri tokusatsu aksi horor supernatural dewasa Garo, kelihatannya kau tak perlu tahu tentang pendahulunya untuk menikmati seri ini. Grup musik JAM Project juga kembali terlibat dalam membawakan lagunya. Kelihatannya ini bisa menjadi seri aksi yang benar-benar solid.

Infini-T Force (Tatsunoko Productions, Digital Frontier)

Sosok jahat Z yang misterius ingin menghancurkan semua semesta kecuali satu. Tapi, untuk melakukannya, suatu benda khusus diperlukan, yang ternyata jatuh ke tangan seorang gadis bernama Kaido Emi. Empat orang pahlawan legendaris dari dunia-dunia berbeda kemudian bersatu demi melindungi Emi dan menghentikan rencana jahat Z.

Seri animasi CG ini dibuat untuk memperingati ulang tahun ke-55 dari studio Tatsunoko. Seri ini istimewa karena akan menyatukan empat pahlawan dari seri-seri klasik Tatsunoko, yakni ksatria luar angkasa Tekkaman (yang orisinil, bukan yang dari seri Tekkaman Blade yang lebih terkenal), manusia robot Casshern, ninja canggih Gatchaman (yang orisinil, bukan yang dari Gacthaman Crowds), dan Polymar yang bisa mengubah bentuk badan. Penyutradaraannya akan ditangani Suzuki Kiyotaka dengan naskah ditangani Ono Toshiya. Desain konsep karakternya yang baru ditangani oleh mangaka Oh! great. Bagaimanapun hasilnya, karena nostalgia masa kecil, aku benar-benar berminat terhadap seri ini. Sejauh ini, kabarnya interaksi antar karakter (dan aksinya) menjadi apa yang ditonjolkan.

Kujira no Ko-ra wa Sajou ni Utau (J.C. Staff)

Di dunia yang diselimuti pasir, seorang bocah bernama Chakuro hidup di atas kapal raksasa Paus Lumpur yang mengambang melintasi lautan pasir. Chakura dan kawan-kawannya belum pernah menjumpai siapapun dari dunia luar, dan mereka bercita-cita agar suatu hari bisa menjelajahinya. Suatu hari, puing-puing sebuah kapal terdampar ditemukan, dan di dalamnya, Chakura menjumpai seorang gadis.

Dikenal juga dengan judul Children of the Whales, seri ini diangkat dari manga shoujo karya Umeda Abi yang diserialisasikan di majalah Monthly Mystery Bonita milik Akita Shoten. Sapuan warna yang digunakan dalam penggambaran latarnya benar-benar indah. Kualitas teknisnya terbilang benar-benar menjanjikan. Ishiguro Kyouhei (Shigatsu wa Kimi no Uso, Occultic;Nine) yang akan menyutradarainya. Yokote Michiko (Shirobako) yang akan menangani naskahnya. Musiknya ditangani oleh Tsutsumi Hiroaki (Kuromukuro, Orange, Ao Haru Ride). Kurasa, seri ini terutama menarik bagi kalian yang suka anime karena ingin melihat tempat-tempat yang beda. Mudah-mudahan hasilnya bagus.

Urahara (Shirogumi Inc., EMT Squared)

Beberapa tahun dari sekarang, kota-kota besar yang ada di dunia akan hancur oleh serbuan makhluk-makhluk planet lain. Target makhluk-makhluk itu yang berikutnya adalah… distrik Harajuku di Tokyo yang terkenal! Hanya tiga gadis toko pencari harta karun, Suda Rito dan kawan-kawannya, yang bisa menyelamatkan Harajuku. Tapi, sebelum itu, mereka terlebih dahulu harus berperan sebagai anggota PARK Harajuku: Crisis Team.

Urahara diangkat dari komik web PARK Harajuku: Crisis Team yang dibuat lewat kerjasama Patrick Marcias, Tanaka Mugi, dan Crunchyroll. Dengan warna-warninya yang terang dan cerah, desain dunianya yang penuh hal aneh, serta pakaian-pakaian para karakternya yang modis, bisa jadi ini adalah anime paling… uh, ‘ajaib’ di musim ini. Iwasaki Yasunori akan berperan menangani musik. Animator pendatang baru sekaligus peraih penghargaan, Kubo Amika, akan berperan sebagai sutradara, membantu Arakawa Masatsugu (Nurse Witch Komugi) sebagai sutradara kepala. Takahashi Natsuko (Renai Boukun, Kenka Banchou Otome) yang akan menangani naskah. Selain itu, anime ini menandai debut penyanyi terkenal Haruna Luna sebagai pengisi suara (dia berperan sebagai tokoh utama). Mudah-mudahan hasilnya bagus.

Buat kalian yang mencari info tentang adaptasi anime dari LN fantasi Saredo Tsumibito wa Ryuu to Odoru: Dances With Dragons, itu secara mendadak ditunda sampai pertengahan 2018. Semoga saja enggak ada masalah besar di produksinya.

Sebagai tambahan, DYNAMIC CHORD yang dikerjakan Studio Pierrot menjadi seri anime otome lain musim ini. Diangkat dari game bernuansa dunia rock band keluaran honeybee, ini jenis seri yang memperkenalkan berbagai karakter tampan yang terbagi dalam empat grup band terpisah. Kesemua band yang saling bersaing tersebut ceritanya bernaung di bawah label rekaman Dynamic Chord. Aku masih kurang tahu tentang seri ini, tapi kelihatannya lumayan. Musiknya mungkin mencolok.

Juuni Taisen: Zodiac War keluaran Graphinica menjadi seri yang mungkin menarik perhatian. Ini diangkat dari seri novel buatan Nisio Isin (Monogatari, Medaka Box) yang diilustrasikan Nakamura Hikaru (Arakawa Under the Bridge, Saint Young Men). Ceritanya tentang Turnamen Dua Belas kedua belas yang dihadirkan setiap dua belas tahun sekali, yang mana dua belas ksatria pemberani yang mewakili masing-masing dari dua belas shio melakukan pertarungan hidup mati melawan satu sama lain. Ringkasnya, katanya ini seperti Fate/stay night dengan suasana Monogatari. Ini seri yang sangat aneh, tapi gelagatnya sejauh ini meyakinkan. Salah satu sutradara favoritku, Hosada Naoto (Hataraku Maou-sama!), yang ternyata akan menyutradarai.

Sengoku Night Blood yang dikembangkan dari waralaba game otome keluaran Marvelous, Kadokawa, dan Otomate, juga akan tayang. Produksi animasinya dilakukan Typhoon Graphics, yang belakangan menarik perhatian dengan One Room dan Room Mate. Ringkasnya, ini fantasi romansa di zaman Sengoku (Negara Berperang) yang mana para karakter dalam keenam kubu juga punya sisi manusia serigala (Uesugi, Takeda, Sanada, Date) atau vampir (Oda dan Toyotomi). Iya, si gadis yang menjadi tokoh utama konon punya keistimewaan yang bisa mengubah jalannya perang. Jumlah karakternya terbilang banyak. Kikuchi Katsuya (The Royal Tutor) yang akan menjadi sutradara.

RoboMasters the Animated Series yang mengisahkan tentang anak-anak kuliahan yang ikut dalam dunia kompetisi robot juga akan tayang. Ini diproduksi lewat kerjasama Cina dan Jepang. Yamamoto Yasutaka (Jitsu wa Watashi wa…) yang menjadi sutradara. Naskahnya ditangani Yamashita Kenichi (D.Gray-man Hallow). Seri ini tidak menonjol, tapi patut diperhatikan oleh kalian yang berminat terhadap robotika. Produksinya ditangani Dandelion Animation Studio.

UQ Holder! Magister Negi Magi! 2 juga akan tayang. Meski disebut sebagai sekuel manga komedi aksi Negima, ini cerita dengan karakter-karakter berbeda yang lumayan berdiri sendiri. Produksinya akan dilakukan oleh J.C. Staff. Buat yang belum tahu, ceritanya mengetengahkan Konoe Touta, cucu bocah penyihir Negi Springfield (tokoh utama seri sebelumnya), dan berlatar berpuluh tahun kemudian. Touta ingin meninggalkan desanya dan mengunjungi space elevator di kota. Tapi sebelum itu, ia harus bisa mengalahkan gurunya, sang vampir abadi, Evangeline. Akamatsu Ken, pengarang manga aslinya, juga akan membantu untuk komposisi seri. Suzuki Youhei yang akan menyutradarainya. Meski enggak sangat terkenal, seri ini punya basis penggemar lumayan kuat.

Akan ada juga Kino no Tabi – the Beautiful World – the Animated Series, reboot dari seri drama klasik bertema perjalanan Kino’s Journey, yang dibuat berdasarkan seri novel populer karangan Sigsawa Keiichi. Ceritanya tentang Kino, seorang petualang muda yang berkelana menggunakan sepeda motornya yang bisa berbicara, Hermes. Mereka menjelajahi berbagai tempat dan masyarakat, dengan aturan ketat hanya melewatkan tiga hari di satu tempat. Ceritanya punya nuansa dongeng dan parabel yang kuat. Lerche yang akan memproduksi. Secara teknis, kualitasnya akan ada peningkatan. Tapi, ada gelagat nuansa khas dari versi anime sebelumnya akan berkurang. Para penggemar lama tak perlu khawatir karena sebagian cerita dari buku-buku yang lebih ke sini (yang tidak diangkat dalam versi anime sebelumnya) juga akan digarap.

Anime-anime sekuel di musim ini lumayan banyak. Kesemuanya meliputi:

  • Kelanjutan komedi musik klasik gado-gado ClassicaLoid keluaran Sunrise. (Season 2) Kudengar ini lumayan lucu.
  • Kehidupan drama komedi bersama siluman Youkai Apartment no Yuuga no Nichijou (Season 2). Kudengar ini juga lumayan lucu.
  • Blood Blockade Battlefront & BEYOND, musim tayang kedua dari anime aksi supernatural berlatar New York Kekkai Sensen. Ceritanya kudengar akan lebih mengikuti cerita di manganya, yang bisa jadi hal baik sekaligus buruk. BONES yang masih akan memproduksi.
  • Seri permainan kartu Cardfight!! Vanguard GZ. Sori, aku tak mengikuti.
  • ame-con!!, kelanjutan dari seri Rainy Cocoa, yang berlatar di kafe dan menonjolkan pembicaraan cute antar cowok-cowok tampan. Maaf, aku juga tak mengikuti, tapi kudengar latarnya berpindah ke Hawaii?!
  • Seri perjuangan grup idola WUG dari wilayah Tohoku, Wake Up, Girls! Shin Shou, yang kali ini diproduksi tanpa campur tangan sutradara kontroversial Yamakan. Desain karakter dan nuansanya akan berbeda, tapi ini masih karakter-karakter yang sama. Akan ada karakter-karakter baru. Millepensee yang akan memproduksi, menggantikan Ordet. Itagaki Shin yang akan… uh, menyutradarai.
  • Kelanjutan cerita gadis-gadis pahlawan Yuuki Yuuna wa Yuusha de Aru: Washio Sumi no Shou. Kudengar ini akan jadi versi kompilasi dari seri layar lebarnya. (Penanganan yang mirip kasus Gundam Unicorn) Studio Gokumi yang masih memproduksi. Yuuki Yuuna menjadi kejutan di masa tayangnya. Karena itu, sekuel ini juga termasuk yang diantisipasi.
  • Seri komedi enggak serius tentang perjalanan waktu mengkaji sejarah asli dan palsu dengan mesin-mesin tempur aneh Time Bokan: Gyakushuu no San-Okunin. (Semacam season 2 dari Time Bokan 24.) Tatsunoko masih memproduksi.
  • Seri tentang sekolah kompetisi memasak Shokugeki no Souma: San no Sara (Season 3) keluaran J.C. Staff juga akan ada. Membandingkan perkembangan manganya, aku terkesan karena adaptasinya sudah ada secepat ini.
  • Kelanjutan cerita tentang adik perempuan merepotkan tapi cute di Himouto! Umaru-chan R. (Season 2) Semua staf lama di Doga Kobo kembali untuk menangani.
  • Kelanjutan komedi supernatural tentang para pengurus arwah di alam baka dan tangan kanannya yang senantiasa cool, Houzuki no Reitetsu (Season 2). Studio DEEN akan menggantikan Wit Studio dalam memproduksi. Sutradara dan desainer karakternya ganti, walau penulis naskah dan komposer musiknya sama. Perbedaan dengan season sebelumnya pasti bakal ada.
  • Gintama (Season 5) yang masih ada juga. Kali ini akan mengetengahkan bagian cerita Poppori.
  • Kelanjutan seri drama psikologis tentang kehidupan dan kesepian berlatar dunia kompetisi shogi, Sangatsu no Lion (Season 2), juga akan ada.
  • Kelanjutan anime tentang cinta dan nasi, Love Kome (Season 2) juga ada.
  • Musim kedua dari perjuangan gadis idola di Love Live! Sunshine!! (Season 2) keluaran Sunrise.
  • Kembalinya anime komedi tentang para kembar enam tak berguna yang sempat menghebohkan, Osomatsu-san (Season 2). Studio Pierrot kembali untuk memproduksi.

Selebihnya, Sanzigen akan memproduksi Monster Strike: The Fading Cosmos. Seri tentang aplikasi dan hilang ingatan ini ternyata punya basis penggemar kuat.

Versi cowok dari waralaba game sosial bertema idola milik Bandai Namco, The iDOLM@STER SideM, juga akan ada. Yang akan diketengahkan adalah para pemuda yang masuk agensi talenta 315 Production. Yang kudengar menarik dari seri ini (selain para cowoknya) adalah bermacam latar belakang karir berbeda yang sebelumnya dimiliki para tokohnya.

TsukiPro the Animation juga akan ada. Diproduksi lewat kerjasama AZ Creative dan PRA, ini lagi-lagi seri idola yang akan mengetengahkan banyak kelompok, dalam hal ini, empat grup yang berbeda, SOARA, Growth, SolidS, dan Quell, yang bernaung di bawah label yang sama. Motonaga Keitaro (Date A Live) yang akan memproduksi. Yoshida Reiko juga yang akan menangani komposisi naskah. Ini didasarkan proyek idola virtual. Aku benar-benar belum tahu banyak tentang seri ini. Studio animasinya juga masih kurang aku kenal.

Untuk para penggemar anime dewasa yang belakangan ini dibuat, Omiai Aite wa Oshiego, Tsuyoki na, Mondaiji yang bertema soal hubungan guru wanita dan murid lelaki juga akan tayang. Seven kembali akan memproduksi.

Lay-duce juga akan memproduksi seri romansa Itsudatte Bokura no Koi 10 Centi Datta, yang merupakan karya lanjutan dari komite soal pernyataan cinta itu yang dicanangkan Honeyworks. Jumlah episodenya sebanyak enam dan akan mulai ada pertengahan musim nanti.

Tambahan yang terlewat, Evil or Live, yang dibuat berdasarkan komik web Li Xiaonan, juga akan diproduksi Emon. Dikisahkan ada semacam “penyakit” baru yang disebut Net Addiction, yang mengharuskan para penderitanya harus dirawat di suatu fasilitas rehabilitasi yang mirip penjara. Hibiki, pemuda yang dulu pernah menjadi juara atletik, diharuskan masuk ke salah satu fasilitas ini. Di sana, seorang pemuda misterius bernama Shin mendekatinya untuk melibatkannya dalam suatu rencana. Di sana juga ia menjumpai Shiori, kawan lamanya yang perangainya telah sangat berubah. Jumlah episodenya telah dikonfirmasi sebanyak 12.

Dari segi anime pendek, juga akan ada:

  • Seri komedi Ore-tacha Youkai Ningen, yang merupakan semacam penerus dari seri klasik Youkai Ningen Bem. DLE yang akan memproduksi.
  • Komedi romantis bertema minuman beralkohol Osake wa Fuufu ni Natte kara, tentang perjalanan seorang wanita dalam menikmati racikan-racikan cocktail buatan suaminya. Creators in Pack yang akan memproduksi.
  • Sylvanian Families, yang diangkat dari lini boneka buatan Epoch (yang bisa berharga sangat mahal), juga akan tayang. Produksinya dilakukan oleh Shogakukan Music & Digital Entertainment. Aku serius tertarik pada seri ini karena aku suka hal-hal yang lucu. Buat kalian yang suka kelinci, tupai, dan binatang-binatang hutan lain, mungkin kalian juga bakal suka.
  • Penerus spiritual animasi penguin buatan Inggris-Swiss, Pingu in the City juga akan diproduksi Polygon Pictures. Ini mungkin akan lucu.
  • Taishou Chicchai-san, tentang anak yang pindah dari Tokyo di era Taishou untuk masuk kuliah, dan kemudian terlibat persekongkolan yang melibatkan tentara. Studio A-CAT yang akan memproduksi.
  • Dia Horizon, waralaba multimedia terbaru keluaran Square Enix, juga akan mengeluarkan seri anime pendek yang memperkenalkan para karakternya. Mengingat promonya yang keluar tempo hari, lengkap dengan visualisasi fantasinya yang indah, pengumuman tentang seri anime pendek ini sempat membuat sejumlah pemerhati langsung terdiam.

Dari segi film layar lebar, Brains Base akan memproduksi Dance with Devils – Fortuna, yang merupakan film baru dari waralaba game otome yang sudah ada ini. Akan ada DC Super Heroes vs. Eagle Talon yang merupakan komedi dengan bintang tamu enggak terduga. Wit Studio juga akan memproduksi Donten ni Warau Gaiden, yang merupakan film pertama dari cerita lepasan dari seri TV-nya. Lalu, ada film layar lebar sekuel untuk anime renang Free! Take Your Marks. Juga akan tayang film kompilasi Touken Ranbu – Hanamaru ~ Makuai Kaisouroku. (Season 2-nya sudah dikonfirmasi kalau tak salah.). Juga ada film kompilasi drama aksi mecha bernuansa jazz Mobile Suit Gundam Thunderbolt: Bandit Flower, yang mengetengahkan paruh kedua cerita yang kini berlatar di Bumi.

Untuk film layar lebar, kurasa yang paling mencolok adalah film romansa sejarah berlatar awal abad 20 Haikara-san ga Tooru keluaran Nippon Animation yang akan diputar film pertamanya, Fate/stay night Heaven’s Feel: presage flower yang merupakan film pertama dari trilogi baru keluaran Ufotable, serta Godzilla – Kaijuu Wakusei, film aksi sains fiksi produksi Polygon Pictures yang melibatkan Urobuchi Gen, berlatar di Bumi yang telah dikuasai monster jauh di masa depan.

Dari segi OVA, ada episode tambahan untuk Busou Shoujo Machiavellism, episode pertama dari bab penutup Girls und Panzer das Finale, episode tambahan untuk Kabukibu!, dan episode tambahan pula untuk Netojuu no Susume.

Kayak biasa, hal-hal baru akan ditambahkan nanti.

(Sumber dari ANN dan Anime Now!)

Iklan
16/06/2017

Anime Baru Musim Panas 2017

Aku banyak baca light novel ketimbang mengikuti anime dan manga belakangan. Selain pengaturan waktunya lebih fleksibel, membaca LN lebih efektif buat menenangkan pikiran.

Lalu tahu-tahu, tanpa terasa musim sudah mau ganti lagi. Seseorang mengingatkan agar aku mengupdate blog. Kayak musim sebelumnya, ada banyak judul baru. Aku sempat agak panik. Ada beberapa yang menonjol, tapi kurasa ini bukan musim yang bisa dibilang nge-hype. Pastinya, sejumlah studio animasi baru atau minor mulai banyak tampil di musim ini.

Seperti biasa, daftar ini enggak terlalu bisa diandalkan.

Nanti aku sesuaikan kalau ada kabar-kabar lagi.

18if (Gonzo)

Tsukishiro Haruto terbangun di dalam dunia mimpi. Di sana, Haruto melihat gadis misterius bernama Lily, yang belakangan diketahui ternyata hanya bisa dilihat olehnya saja. Fenomena dunia mimpi yang melanda itu rupanya sedang didalami Kanzaki Katsumi, seorang peneliti. Mendengar tentang kemampuan Haruto untuk melihat Lily, sehubungan desas-desus adanya sosok penyihir di dunia tersebut, Kanzaki kemudian meminta Haruto untuk membantu penyelidikannya.

Animator veteran Morimoto Koji (Magnetic Rose, Ai Monogatari) akan mengawasi seri ini dan setiap episodenya akan ditangani oleh sutradara berbeda. Nuansa dan pendekatan per episodenya diyakini bakal beragam. Naskahnya akan ditangani oleh Tomioka Atsuhiro (Zombie-Loan, Ace Attorney) dengan musik dikomposisi Abe Ryuudai. Anime ini bagian dari waralaba multimedia yang dikembangkan GameSamba. Untuk Android, ini adalah game puzzle berjudul 18: Dream World. Meski kesanku terhadap keluaran Gonzo cenderung campur aduk (kadang mereka terlalu eksperimental), seri ini membuatku tertarik. Mungkin karena temanya tentang dunia mimpi.

Koi to Uso (LIDEN FILMS)

Di masa depan, pasangan pernikahan di Jepang ditentukan oleh pemerintah begitu seseorang menginjak usia 16 tahun. Dengan demikian, setiap orang tak perlu lagi bersusah payah mencari jodoh. Semua orang yakin pemerintah bisa mencarikan jodoh yang tepat bagi mereka. Nejima Yukari adalah remaja usia 15 tahun yang biasa-biasa saja. Tapi di dunia di mana kebohongan terlarang dan cinta lebih terlarang lagi, Nejima menyimpan kobaran cinta yang membara di dadanya.

Juga berjudul Love and Lies, ini diangkat dari seri manga drama romansa karangan Musawo Tsumugi. Takuno Seiki (Poco’s Udon World, Sekkou Boys) akan menyutradarai, dengan naskah dikomposisi oleh staf veteran Takahashi Natsuko. Seperti yang bisa ditebak, fokus utama cerita ada pada cinta segitiga antara Nejima dengan gadis yang disukainya dan gadis yang dijodohkan padanya. Ada banyak hal tentang ceritanya yang bikin enggak nyaman. Visualnya juga mungkin kurang berkesan. Tapi banyak juga yang sepakat kalau ceritanya menarik karena perkembangannya kerap… enggak biasa.  Ada lumayan banyak orang merekomendasikan seri ini, walau ini bukan termasuk seri yang menonjol. Belum lama ini, seri ini juga diangkat jadi film live action layar lebar, dengan premis serupa tapi karakter-karakter utama berbeda. (Cinta segitiga di film antara dua cowok dan satu cewek.)

Keppeki Danshi! Aoyama-kun (STUDIO HIBARI)

Aoyama adalah siswa kelas satu yang merupakan striker andalan dari tim sepakbola SMA Fujimi. Dengan kehandalannya, dia bahkan telah mewakili tim U-16 Jepang sebagai pemain tengah. Namun untuk suatu alasan, Aoyama sangat terobsesi dengan kebersihan. Maka dari itu, dia selalu menolak menyerodot atau menyundul bola.

Juga dikenal dengan judul Cleanliness Boy! Aoyama-kun, ini seri komedi(?) yang didasarkan pada seri manga seinen karangan Sakamoto Taku. Ichikawa Kazuya (Monster Strike the Animation, Tantei Team KZ Jiken Note) akan menyutradarai. Naskah akan ditangani Gotou Midori (The Empire of Corpses). Kesan awalnya agak membingungkan, tapi desain karakternya yang dibuat Matsuura Arisa menurutku benar-benar menarik. Kualitasnya sejauh ini kelihatannya bakal solid.

Isekai wa Smartphone to Tomo ni (Production Reed)

Mochizuki Touya, remaja berusia 15 tahun, terbangun sesudah kecelakaan aneh yang melibatkan halilintar. Berhadapan muka langsung dengan Dewa, Dewa meminta maaf karena tak sengaja menewaskan Touya. Tapi Dewa lalu menawari untuk menghidupkan Touya kembali di suatu dunia fantasi, berhubung Touya tak lagi bisa dihidupkan di dunia asalnya. Untuk membantu, Touya diperbolehkan membawa serta smartphone-nya, yang berbagai aplikasi dan fiturnya telah ditingkatkan Dewa dengan kemampuan-kemampuan istimewa.

Diangkat dari seri novel karangan Fuyuhara Patora dan diilustrasi Usatsuka Eiji, ini jenis seri isekai sangat ringan yang lumayan populer di Jepang. Yanase Takayuki (Himegoto, Onsen Yousei Hakone-chan) akan menyutradarainya dengan Takahashi Natsuko (Ore Monogatari!!) menangani naskah. Ceritanya lumayan konyol dengan tawa, air mata, dan lumayan banyak karakter perempuan. Kayaknya ini jenis seri yang bakal tetap diperhatikan sekalipun kualitasnya biasa-biasa saja. Sejauh ini, gelagatnya tak jelek meski juga tak menonjol. Kurasa ini proyek anime seri TV standar pertama yang studionya prakarsai.

Action Heroine Cheer Fruits (diomedea)

Hinano adalah wilayah damai yang mengembangkan pertanian buah-buahan. Tapi pada tahun-tahun belakangan, kota tersebut seakan kehilangan vitalitasnya. Siswi SMA Shirogane Misaki, atas desakan bibinya yang menjabat sebagai gubernur perfektur, kemudian mengumpulkan sejumlah gadis lain. Bersama-sama, mereka membentuk kembali unit idola heroine lokal yang bertahun-tahun silam pernah tenar, demi membangun kota mereka kembali.

Ini seri idol baru yang bernuansa pahlawan pejuang kebenaran. Visual dan konsep karakternya sama-sama kuat. Kusakawa Keizou (Kancolle) yang akan menyutradarainya. Arakawa Naruhisa (Kingdom, Twin Star Exorcists) akan menangani naskahnya. Berhubung ini anime orisinil (dan juga karena kecendrungan aneh dari studionya) kualitas ceritanya sendiri menurutku masih jadi tanda tanya besar. Terlepas dari itu, kombinasi pendekatan ‘pahlawan’ sekaligus pertanian buah sangat potensial. Mudah-mudahan hasilnya bagus.

Fate/Apocrypha (A-1 Pictures)

Pada penghujung Perang Dunia II, keluarga penyihir Yggdmillenia mengkhianati Mages’ Association dan mencuri infrastruktur ritual Cawan Suci dari kota Fuyuki. Berpuluh tahun sesudah itu, ritual Perang Cawan Suci akan kembali dilakukan, tapi para perwakilan Mages’ Association takkan membiarkan pihak Yggdmillenia begitu saja. Memanfaatkan sisa kekuatan alam di Fuyuki, tujuh pasangan Master-Servant tambahan kemudian disiapkan. Perang Cawan Suci Agung antara 14 pasangan Master-Servant tersebut akhirnya akan pecah di Trifas, Eropa Tengah. Namun, karena ini kejadian yang belum pernah terjadi dalam sejarah, banyak insiden tak terduga kemudian terjadi.

Diangkat dari seri novel berjudul sama karangan Higashide Yuichiro yang diilustrasikan Konoe Ototsugu, mengadaptasi konsep populer yang dicetuskan oleh Type-Moon, ini salah satu anime baru paling ditunggu di tahun ini. Staf veteran Asai Yoshiyuki akan menyutradarainya. Naskahnya akan ditangani Higashide-sensei sendiri. Musiknya ditangani Yokoyama Masaru yang benar-benar sudah naik daun. Meski ini mungkin bukan judul pas untuk masuknya penggemar baru ke waralaba Fate, seri ini punya kesan kuat sejauh ini. Terutama karena jumlah karakternya banyak, mudah-mudahan jumlah episodenya cukup untuk menghasilkan penceritaan bagus.

Nana Maru San Batsu (TMS Entertainment)

Koshiyama Shiki, seorang siswa baru yang kutu buku, tak suka menjadi pusat perhatian. Tapi dia diminta jadi peserta Kompetisi Kuis Siswa Baru di SMA Bunzo. Sudah begitu, dia selalu kalah cepat menjawab dari Fukami Mari, teman sekelasnya. Tapi lambat laun, sesudah mengamati Mari, Shiki mulai menyadari ada cara-cara tertentu yang bisa digunakannya untuk menebak jawaban. Wawasan Shiki berkembang saat ia bertemu para anggota Klub Kuis, dan menjumpai Mikuriya Chisato yang menjadi rivalnya.

Juga dikenal dengan judul 7O3X Fastest Finger First, ini diangkat dari seri manga bertema kuis karangan Sugimoto Iqura. Ini seri tak biasa yang sekilas terkesan tak menonjol. Tapi ini punya potensi untuk berkembang jadi menarik kalau kau perhatikan. Oozora Masaki (12-Sai: Chiccha na Mune no Tokimeki) akan menyutradarainya. Kakihara Yuuko (Orange) akan menangani naskah. Musiknya secara mencolok akan ditangani Hyakkoku Hajime (Saekano, K-ON!).

Ballroom e Youkoso (Production I.G.)

Fujita Tatara adalah remaja biasa yang merasa tak punya keistimewaan. Ia kerap diperas berandalan karena tak punya nyali. Hingga suatu hari, ia ditolong seorang pria tampan bernama Sengoku Kaname. Kaname ternyata adalah penari ballroom professional yang sedang mencari murid untuk les. Terpikat pada dunia dansa ballroom, kehidupan Tatara takkan sama lagi.

Juga dikenal dengan judul Welcome to the Ballroom, ini seri olahraga yang mengetengahkan kompetisi dansa profesional. Diangkat dari manga karya Takeuchi Tomo, gaya visualnya yang hiper-realistik mungkin perlu dibiasakan. Tapi sejauh yang aku tahu, ini seri intens dan berdarah panas. Persaingan antar karakternya benar-benar keras. Itazu Yoshimi akan menyutradarai berdasarkan naskah buatan Suemitsu Kenichi. Aku berharap hasilnya bagus.

Battle Girl High School (SILVER LINK.)

Di tahun 2045, dunia telah terkontaminasi penyerang misterius bernama Irousu. Manusia kini terkungkung dan terkurung. Tapi menghadapi makhluk-makhluk ini dengan berani adalah Hoshitsuki Miki dan kawan-kawannya, gadis-gadis remaja biasa di Akademi Putri Shinjugammine, di mana para Hoshimori dilatih untuk menghadapi takdir mereka dalam mengalahkan Irousu.

Anime ini diangkat dari game ponsel yang dikembangkan COLOPL. Akitaya Noriaki (Bakuman, Joukamachi Dandelion) akan menyutradarai. Naskah akan ditangani Kuroda Yousuke (Gundam Build Fighters). Aku masih kurang tahu tentang seri ini. Biasanya, adaptasi dari game seperti ini kurang meyakinkan. Tapi staf produksi di balik yang satu ini terbilang kuat. Mungkin seri ini akan menjadi kejutan? Ada elemen idol di dalamnya yang juga kuat.

Chronos Ruler (project No.9)

Saat manusia menyesal, mereka kerap berharap bisa memutar balik waktu. Namun ketika manusia berharap bisa memutar balik waktu, makhluk-makhluk pemakan waktu akan hadir. Saat makhluk-makhluk pemakan waktu hadir, Victor Alexandervich Putin dan para Chronos Ruler lain juga akan muncul untuk membasmi mereka dengan kemampuan memanipulasi waktu.

Dikenal juga dengan judul Jikan no Shihaisha, ini diangkat dari manga karya ilustrator Taiwan, PONJEA. Matsune Masato (Chaos Dragon) yang akan menyutradarainya. Tapi beliau juga didukung Yokote Michiko (Shirobako, Handa-kun) dan Yoshino Hiroyuki (Seikon no Qwase). Keluaran-keluaran project No. 9 punya kualitas produksi yang tinggi belakangan, dan judul ini pun sama. Adegan-adegan aksinya meyakinkan. Terlepas dari ceritanya nanti, seri ini bisa menonjol berkat adegan-adegan aksinya saja.

Centaur no Nayami (Emon)

Kimihara Himeno adalah seorang gadis centaur remaja dengan kepribadian pemalu dan lembut. Dia berteman dekat dengan Gokuraku Nozomi, gadis naga yang tangguh, dan Naraku Kyouko, gadis bertanduk yang cool. Bertiga, mereka menjalani kehidupan sekolah bersama teman-teman mereka sesama makhluk supernatural dan menghadapi berbagai persoalan remaja.

Juga dikenal dengan judul A Centaur’s Life atau Centaur’s Worries, ini diangkat dari seri manga karya Murayama Kei. Oizaki Fumitoshi (Aokana, Etotama) akan menjadi sutradara umum dengan Konno Naoyuki (togainu no chi – Bloody Curs) yang menyutradarainya secara langsung. Komposisi seri akan ditangani Machida Touko. (Kurasa beliau sibuk musim ini.) Aku merasa aneh dengan keluarnya seri ini sekarang. Tapi secara teknis, seri ini kelihatannya tak ada masalah.

DIVE!! (Zero-G)

Mizuki Diving Club terancam tutup karena masalah finansial. Tapi pelatih mereka, perempuan bernama Asaki Kayoko, berhasil bernegosiasi dengan perusahaan induk pemilik MDC untuk mempertahankan klub lompat indah itu, asalkan tahun depan salah satu anggotanya bergabung dengan tim Olimpiade Jepang. Saat itulah, takdir Sakai Tomoki dan teman-temannya berubah.

Anime ini diangkat dari seri novel remaja karya Mori Eto yang sudah ada lumayan lama, dan sudah diangkat ke bentuk film live action serta manga. Visualnya memang menonjolkan pria-pria muda dengan bentuk fisik berkualitas; tapi ceritanya sendiri kudengar lumayan berbobot. Suzuki Kaoru (Pupipou!) yang akan menyutradarai, dengan naskah yang ditangani Machida Touko (Lucky Star, Endride). Musiknya akan ditangani Hayashi Yuuki (Kiznaiver, Boku no Hero Academia). Gelagatnya sejauh ini terbilang bagus. Seri ini akan tayang di blok Noitamina musim ini.

Made in Abyss (Kinema Citrus)

Jaringan jurang dan gua yang dikenal sebagai Abyss adalah satu-satunya tempat yang belum terjelajahi di dunia. Berbagai makhluk ganjil dan ajaib bisa ditemukan di sana, bersama berbagai peninggalan berharga yang tidak lagi bisa diciptakan di masa sekarang. Cave Raider adalah sebutan bagi para penjelajah Abyss. Seorang anak perempuan yatim piatu bernama Rico tinggal di kota di tepi Abyss. Dirinya bercita-cita untuk bisa menjadi Cave Raider seperti mendiang ibunya. Suatu hari, dalam penjelajahannya, ia menemukan robot yang berbentuk menyerupai anak laki-laki.

Disutradarai Kojima Masayuki (Black Bullet) dengan naskah yang dibuat Kurata Hideyuki (Samurai Flamenco, TWGOK), ini diangkat dari manga karya Tsukushi Akihito. Gaya desain karakternya imut, tapi penggambaran dunia latarnya cukup megah. Ceritanya mungkin akan berkembang ke arah yang aneh. Tapi menurutku, ini bakal jadi seri petualangan yang solid. Musiknya akan ditangani oleh Kevin Penkin (Norn9, Under the Dog). Meski tak menonjol, ada kalangan penggemar tertentu yang cukup menunggu seri ini dengan antusias.

Clione no Akari (drop)

Minori adalah gadis yatim piatu yang kerap ditindas di sekolah. Suatu hari, ia terkena sakit parah. Sesudah suatu hari berhujan, Minori tidak lagi masuk sekolah karena konon dirawat di rumah sakit di kota yang jauh. Dua bulan sesudah itu, dua teman sekolah Minori yang benar-benar peduli padanya, Takashi dan Kyouko, menerima email misterius dari pengirim tak diketahui. Email itu memberitakan tentang suatu festival musim panas di kota tetangga…

Seri ini diangkat dari novel web berilustrasi karangan Natural-Rain. Ishikawa Naoya dari Ishikawa Pro (Kuttsukiboshi, Magical Chocolate) akan menyutradarai seri ini, dengan naskah yang juga ditangani bersama oleh MOLICE, Tsukasa, Onaka Takeshi, dan Natural-Rain sendiri. Aku masih belum tahu banyak, tapi kelihatannya seri ini akan lebih menonjolkan kualitas penceritaan dibandingkan aspek presentasi. Secara konten, mungkin seri ini juga akan menjadi kejutan.

Hajimete no Gal (NAZ)

Hashiba Junichi adalah siswa SMA yang tidak keren tapi ingin bisa menjalin hubungan dengan perempuan. Didorong teman-temannya, Jun berlutut dan menyatakan cinta pada Yame Yukana, teman sekelasnya yang seorang gyaru. Di luar dugaan, pernyataan cintanya diterima. Jun lalu mendapati dirinya di wilayah asing karena pembawaan Yame yang cantik dan modis.

Fukukawa Hiroyuki (Okusama wa Seitokaicho, Sin Strange Plus) akan menyutradarai dengan naskah yang ditangani Momose Yuiichirou. Seri ini diangkat dari manga komedi romantis karya Ueno Meguru. Musiknya ditangani Yashikin dari MAGES. Secara pribadi, aku tak merasa ceritanya berkesan. Tapi di sisi lain, karena ini diproduksi oleh studio dan staf relatif minor, aku juga berharap hasilnya tak jelek. Terlepas dari itu, meski caranya enggak biasa, nuansanya akan agak dewasa. Kurasa ini anime fanservice paling menonjol di musim ini.

Knight’s & Magic (8-Bit)

Seorang programmer berbakat tewas sepulang kerja dan mendapati diri terlahir di dunia fantasi. Dirinya kini adalah Ernesti Echevarria, seorang anak lelaki berwajah cantik. Mengandalkan pengetahuan otakunya tentang mecha dari dunia sebelumnya, ia bercita-cita membangun Silhouette Knight-nya sendiri, jenis mecha yang ternyata benar-benar ada di dunia ini. Bersama dua sahabat masa kecilnya, Adi dan Kidd, mereka bergabung ke akademi di mana para ksatria dididik.

Diangkat dari seri novel karya Amazake-no Hisago, ini seri yang lebih diperuntukkan bagi para otaku robot raksasa. Meski ini termasuk seri isekai, ada banyak bahasan teknis di dalamnya, jadi ceritanya mungkin agak susah dimasuki. Tapi nuansa dunianya keren dan mecha-mechanya menarik. Sutradara veteran Yamamoto Yusuke (NHK ni Youkoso!, Walkure Romanze) akan menanganinya. Naskahnya ditangani oleh Yokote Michiko. Musiknya dibuat oleh Kouda Masato (Konosuba, Junketsu no Maria). Kesan awalnya lebih kuat dari dugaan. Terlepas dari hasilnya, kurasa ini seri yang akan aku perhatikan.

Kakegurui – Compulsive Gambler (MAPPA)

Akademi Swasta Hyakkaou adalah sekolah untuk orang-orang kaya raya dengan kurikulum yang tak biasa. Sebagai tempat mendidik calon orang-orang berkuasa, sekolah ini meyakini bukan kemampuan atletis atau kepintaran yang membuatmu unggul, melainkan kemampuan membaca lawan serta kemampuan membuat kesepakatan. Keterampilan ini diasah tak lain di meja judi. Namun, saat siswi baru bernama Jabami Yumeko hadir, para siswa Hyakkaou mendapat pelajaran tentang seperti apa judi sesungguhnya.

Disutradarai Hayashi Yuichiro (PES: Peace Eco Smile, Garo the Animation) dan dipenai Kobayashi Yasuko (Shakugan no Shana, Attack on Titan), ini seri bertema judi dengan nuansa agak berbahaya. Ceritanya diangkat dari seri manga karya Kawamoto Homura dan Naomura Tooru. Kurasa, ini seri yang lebih cocok buat dewasa, tapi bukan sekedar karena mengangkat judi sebagai tema… Pastinya, nuansanya jauh berbeda dari manga judi Kaiji yang tenar itu. Berhubung MAPPA yang produksi, kualitas teknisnya diyakini bakal bagus.

Mahoujin Guru Guru (Production I.G.)

Di dunia yang dilanda demam pahlawan sesudah keluarnya pengumuman untuk mengumpulkan pahlawan demi menghadapi Raja Iblis, seorang bocah bernama Nike separuh dipaksa kedua orangtuanya untuk ikut berangkat dan menjadi pahlawan. Sesuai tradisi, sebelum berangkat, Nike berkunjung ke rumah penyihir tua di tepi hutan di kampungnya. Di sana, dia berjumpa dengan anak perempuan bernama Kukuri, keturunan terakhir dari suku Migumigu yang bisa menggunakan lingkaran sihir. Dari sana, perjalanan mereka berdua dimulai.

Dikenal juga dengan judul Magical Circle, ini produksi ulang dari seri manga komedi karangan Eto Hiroyuki yang populer di dekade 1990an. Mengklarifikasi, seri ini adalah pembuatan ulang dan bukan sekuel dari seri sebelumnya. Ceritanya dikenal karena banyak memparodikan elemen-elemen RPG di zaman itu. Ikehata Hiroshi (Akiba’s Trip: The Animation) akan berperan sebagai sutradara seri. Okui Hisaaki (Hacka Doll the Animation) yang akan menangani naskah. Musiknya sendiri akan ditangani TECHNOBOYS PULCRAFT GREEN-FUND. Dengan gaya gambarnya yang manis dan ceritanya yang sederhana, aku benar-benar berharap hasilnya bagus.

Netsuzou Trap – NTR- (Creators in Pack)

Yuma dan Hotaru adalah sepasang gadis yang telah bersahabat sejak anak-anak. Ketika Yuma mendapat pacar untuk pertama kali, ia mengundang Hotaru dan pacar Hotaru untuk kencan ganda demi menghadapi rasa gugupnya. Hotaru lalu menawarkan diri pada Yuma sebagai “teman latihan.” Pada saat itu, mereka menyadari kalau mereka lebih tertarik dengan satu sama lain dibandingkan pacar masing-masing.

Hirasawa Hisayoshi (OZMAFIA!!, Miss Bernard said.) akan menyutradarai. Uchibori Yuuichi bersama WORDS in STEREO akan menangani naskah. Ini seri yuri yang didasarkan manga karya Kodama Naoko. Visualnya termasuk menarik, dan secara teknis kelihatannya akan solid. Kalau tak salah, ini seri pertama keluaran Creators in Pack yang berdurasi standar? Maaf, selebihnya aku kurang tahu. Berhubung kudengar ini jenis yuri yang lebih ditujukan buat cowok, mungkin ada hal-hal tak nyaman tentangnya. Sudah diklarifikasi per episodenya berjumlah 10 menit.

Isekai Shokudou (SILVER LINK)

Restoran Youshoku no Nekoya, yang berada di lantai bawah tanah suatu bangunan tertentu di sudut distrik perbelanjaan dekat perkantoran, biasanya melayani pegawai kantoran sebagai pelanggan. Tapi setiap hari Sabtu, Nekoya buka hanya untuk pelanggan-pelanggan khusus. Bagi para pekerja kantoran, masakan yang Nekoya sediakan tidak asing. Tapi bagi para pelanggan khusus—yang berasal dari dunia lain—kesemuanya adalah hidangan yang belum pernah mereka jumpai sebelumnya.

Juga dikenal dengan judul Restaurant to Another World, ini seri bertema masakan yang cocok dilihat pada saat sedang ingin lapar. Ceritanya setahuku berkembang dengan datangnya pelanggan-pelanggan tetap. Tapi maaf, selebihnya aku juga belum tahu banyak. Penyutradaraannya akan ditangani Jinbo Masato (Chaos;Child, Prisma Illya) yang sekalian juga akan menangani naskah. Penggambaran interior ruangannya lumayan berkesan.

The Reflection (Studio DEEN)

Suatu insiden yang kini dikenang sebagai The Reflection Event memenuhi dunia dengan asap hitam dan menutup sinar mentari. Banyak orang kehilangan nyawa. Tapi mereka yang bertahan hidup memperoleh kekuatan-kekuatan super. Sebagian di antara mereka menjadi pahlawan, sementara sebagian lagi menjadi penjahat. Xon adalah pahlawan misterius dengan identitas tak dketahui yang selalu muncul secara tiba-tiba. Eleanor Everts, perempuan dengan kemampuan teleportasi jarak pendek dan keahlian mengumpulkan informasi, memliki ketertarikan kuat terhadap Xon. Karenanya, ia berusaha mengumpulkan sebanyak informasi yang bisa diperoleh tentangnya.

Seri ini adalah karya kolaborasi antara Stan Lee (ya, yang pembuat komik Marvel itu), perusahaan Pow! Entertainment, Studio DEEN, serta Nagahama Hiroshi (Mushi-Shi, Aku no Hana) yang akan berperan sebagai sutradara. Sohtome Koichiro akan membantu sebagai sutradara seri. Naskah akan ditangani oleh Suzuki Yasuyuki (Naruto, Yu-Gi-Oh! Zexal). Musisi Inggris Trevor Horn yang akan menangani musik. Aku cukup skeptis di awal. Tapi kemudian kusadari ada beberapa hal tentang premisnya yang benar-benar menarik. Ini akan tayang di saluran NHK.

Shoukoku no Altair (MAPPA)

Dua negara Turkiye Devleti dan Kekaisaran Balt-Rhein telah lama saling bertentangan. Sampai suatu ketika, seorang menteri kekaisaran terbunuh, dan dua negara tersebut akhirnya terancam akan terjerumus ke dalam perang besar. Ketika para jendral Turkiye menuntut perang, seorang pasha muda bernama Mahmut menyadari persekongkolan di balik pembunuhan tersebut.

Dikenal juga dengan judul Altair: A Record of Battles, ini diangkat dari manga berjudul sama bertema militer, politik, dan kenegaraan karangan Katou Kotono. Staf veteran Furuhashi Kazuhiro (Gundam Unicorn, GetBackers) akan menyutradarai seri ini. Komposisi seri akan ditangani oleh Takagi Noboru (Baccano!, Durarara!!). Ini seri yang mungkin awalnya susah dimasuki karena latar Turki-nya yang asing. Tapi begitu kau paham seluk-beluknya, ini seri yang beneran rame. Aku harap seri ini akan jadi kejutan.

Vatican Kiseki Chousakan (J.C. Staff)

Roberto Nicholas dan Josef Kou Hiraga adalah pasangan ahli arsip dan ilmuwan yang bekerja sebagai penyelidik mukjizat untuk Vatikan. Bersama, keduanya berkeliling dunia untuk menyelidiki keaslian dari berbagai klaim mukjizat. Pekerjaan mereka mempertemukan mereka dengan berbagai orang di berbagai pelosok, dan menghadapkan pada peristiwa-peristiwa ganjil yang menguji iman.

Juga dikenal dengan judul Vatican Miracle Examiner, ini seri misteri horor bermotif keagamaan yang diangkat dari seri novel karya Fujiki Rin. Yonetani Yoshitomo (Shokugeki no Souma, Yuusha Ou Gaogaigar) akan menyutradarai. Minakami Seishi (Kamisama Memochou, Toaru Kagaku no Railgun) akan menangani naskah. Aku masih kurang tahu banyak tentang seri ini. Tapi mengenal studionya, kualitasnya bisa diharapkan solid.

Youkai Apato no Yuuga no Nichijou (Shin-Ei Animation)

Inaba Yuushi, remaja 16 tahun yang kehilangan orangtuanya tiga tahun sebelumnya, berkeinginan hidup mandiri. Namun asrama sekolah yang hendak ia tinggali malah hancur dalam kebakaran. Akhirnya, Yuushi menemukan apartemen murah dengan harga sewa 25.000 yen. Sayangnya, Yuushi terlambat mengetahui bahwa apartemennya dihantui makhluk-makhluk supernatural.

Diangkat dari seri light novel karya Kouzuki Hinowa, ini seri yang sudah cukup lama tamat, tapi belum lama ini dicetak ulang. Dengan demkian, adaptasi animenya mungkin bisa diharapkan punya cerita tuntas. Hashimoto Mitsuo yang akan menyutradarai dengan Yamada Yasunori menangani komposisi seri. Secara teknis, seri ini mungkin tak menonjol. Tapi ada banyak karakter cowok menarik di dalamnya yang menjadi daya tarik lebih.

Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e (Lerche)

SMA Koudo Ikusei adalah sekolah ternama dengan berbagai fasilitas canggih. Hampir 100% siswanya melanjutkan ke universitas atau diterima di tempat kerja. Mereka bebas memakai aksesoris atau memakai gaya rambut apapun. Tapi nyatanya, hanya para siswa teratas saja yang mendapat perlakuan baik. Ayanokouji Kiyotaka masuk ke kelas D, yang disebut-sebut adalah kelas buangan. Di sana, ia bertemu sepasang gadis Horikita Suzune dan Kushida Kikyou, yang kemudian mengubah situasi Kiyotaka.

Dikenal juga sebagai Welcome to the Classroom of Superior Ability Doctrine atau Yo Jitsu atau Classroom of the Elite, seri ini diangkat dari seri light novel karangan Kinugasa Syohgo dan ilustrasi buatan Tomose Shunsaku. Kishi Seiji (Ansatsu Kyoushitsu)  akan menyutradarai dengan naskah ditangani Akashiro Aoi (Fuuka). Singkat cerita, premisnya mirip BakaTest, yakni soal persaingan akademis antar kelas, hanya saja bernuansa lebih serius dan tanpa makhluk-makhluk panggilan ajaib. Aku masih belum tahu banyak tentangnya, tapi visual dan desain karakternya menarik.

Satu lagi anime yang ditunggu adalah Katsugeki: Touken Ranbu produksi ufotable. Belum ada info soal ceritanya, tapi kualitas presentasinya benar-benar menjanjikan. Touken Ranbu umumnya digemari wanita, tapi adegan-adegan aksi di anime ini bisa juga menarik pemirsa pria. Meski sama-sama didasarkan permainan online keluaran DMM (tentang pedang-pedang bersejarah Jepang yang dipersonifikasi dalam bentuk pria tampan), anime ini tak berhubungan dengan seri Touken Ranbu: Hanamaru yang keluar belum lama ini. (Hanamaru kudengar akan memperoleh sekuelnya sendiri tahun depan.)

Dogakobo akan memproduksi anime keseharian Hina Logi: From Luck & Logic. Seri ini merupakan lepasan dari proyek multimedia Luck & Logic kembangan Bushiroad. Anime Luck & Logic sebelumnya kurang menonjol. Tapi kualitas lepasannya ini kelihatan benar-benar solid.

Anime band Tenshi no 3P! atau Here Comes the Three Angels dari project no. 9 juga akhirnya tayang. Remaja SMA pembolos bernama Mekui Kyou sebenarnya adalah pencipta lagu-lagu Vocaloid. Suatu hari, tiga gadis SD kelas lima mendatanginya untuk membantu mereka sukses dengan band. Apa? Kau bilang ini kayaknya mirip Ro-Kyu-Bu? Itu pasti cuma perasaanmu!

Akan ada seri yaoi Hitorijime My Hero yang diproduksi Encourage Films. Ceritanya tentang seorang remaja berandalan yang merasakan suatu hubungan dengan guru SMA-nya. …Aku tak yakin apa aku akan memperhatikan ini. Tapi gelagatnya sejauh ini cukup solid.

Gamers!, yang diangkat dari seri novel komedi romantis(?)karangan Aoi Sekina (pengarang Seitokai no Ichizon), juga akan hadir. Okamoto Manabu memulai debutnya sebagai sutradara di sini. Produksinya dilakukan PINE JAM. Naskahnya buatku mencolok karena ditangani Uchida Hiroki, yang mempenai Schwarzesmarken. Ceritanya seputar kehidupan remaja penyendiri Amano Keita, dan remaja-remaja lain seusianya, selaku penggemar game, baik yang mengakuinya atau tidak.

Seri baru Princess Principal juga nanti ada. Produksinya melalui kerjasama Studio 3Hz dan ACTAS. Ini seri orisinal bertema aksi spionase yang berlatar di London pada abad ke-19 alternatif. Di dunia ini, London dikisahkan adalah kota di Kerajaan Albion yang terbagi dua karena adanya sebuah tembok besar. Ceritanya berfokus pada lima gadis yang bersekolah di sekolah ternama Queen’s Mayfair, yang memiliki identitas ganda sebagai mata-mata. Desain para karakternya menarik. Berhubung Okouchi Ichiro (Code Geass, Guilty Crown, Kotetsujou no Kabaneri) yang menangani naskahnya, seri ini setidaknya mungkin akan seru. Musiknya akan ditangani Kajiura Yuki (Fate/Zero). Sutradaranya adalah Tachibana Masaki (Barakamon).

Diomedea juga akan memproduksi Ahogaru: Clueless Girl yang diangkat dari seri manga komedi karya Hiroyuki (Doujin Work, Mangaka-san to Assitant-san to). Ceritanya tentang seorang gadis remaja bernama Yoshiko yang… kurang cerdas, dan soal bagaimana Takkun, teman cowoknya sejak kecil, jadi kerepotan harus mengurusinya.

Untuk para penggemar teka-teki, Kaito x Ansa dari pencipta Nazotokine juga akan diproduksi. Studio animasi Tengu Kobou yang akan memproduksinya. Agak berbeda dari sebelumnya, yang akan ditonjolkan adalah karakter-karakter lelaki tampan dalam sosok Aen Kaito dan Anshin Ansa.

Seri drama romansa berlatar convenience store Konbini Kareshi juga akan diproduksi Studio Pierrot. Meski menonjolkan karakter-karakter cowok, kesannya lumayan mengingatkan akan Niji-iro Days dengan banyaknya karakter cewek yang hubungannya terjalin. Mungkin ini seri baru yang akan aku perhatikan.

Untuk kalian yang sulit menyatakan cinta, manga romansa 4-kotak karya Wakabayashi Toshiya, Tsuredure Children, juga keluar adaptasi animenya. Studio Gokumi yang memproduksi. Ada banyak tokoh dan ceritanya beragam. Meski kurang menonjol, ini termasuk menarik. Kaneko Hiraku yang akan menyutradarai.

Selebihnya, seri-seri anime lama yang akan lanjut meliputi:

  • Senki Zessho Symphogear AXZ (Season 4), kelanjutan dari seri aksi mecha musume dengan kombinasi elemen musik yang masih juga populer. Dalam tahun-tahun terakhir, jumlah penggemar waralaba ini secara konsisten bertambah.
  • Saiyuki Reload Blast (Season 4), sekuel mengejutkan dari Gensoumaden Saiyuki tentang perjalanan Genjo Sanzou dan kawan-kawannya ke barat. Produksinya kali ini akan dilakukan Platinum Vision. Para seiyuu veteran yang berperan dalam musim-musim sebelumnya kudengar juga akan kembali. Musim kali ini kayaknya akan berhubungan dengan inkarnasi masa lampau Sanzo dan kawan-kawannya.
  • Owarimonogatari (Season 2), paruh kedua yang sudah ditunggu dari musim penutup seri Monogatari karya Nisio Isin, yang melanjutkan teka-teki seputar hubungan antara Araragi Koyomi dan Oshino Ougi. Masih oleh studio SHAFT. Update: kudengar ini akan berformat beberapa episode TV spesial.
  • NEW GAME!! (Season 2), kelanjutan suka duka produksi game di perusahaan Eagle Jump yang seluruh karyawannya perempuan. Doga Kobo masih memproduksi. Musim pertamanya lebih sukses dari dugaan.
  • Jigoku Shoujo Yoinotogi (Season 4), seri horor tentang gadis misterius yang menangani situs web untuk layanan jasa balas dendam, juga akan hadir. Ini kembali diproduksi Studio DEEN. Ini termasuk judul baru yang kabarnya dinanti.

Untuk seri-seri anime pendek, seri tenis gadungan Teekyu (Season 9) juga akan ada. Seri horor pendek Yami Shibai juga kudengar akan lanjut, kuharap musim kali ini bisa menunjukkan peningkatan kualitas. Nora to Oujo to Noraneko Heart juga kudengar akan tayang, yang mengisahkan hubungan seseorang dengan kucing liar (walau kudengar ada ratu nerakanya juga?) diangkat dari game dewasa produski Harukaze. Intinya tentang seseorang bernama Nora yang berjumpa putri kegelapan bernama Patricia, yang karena suatu alasan, akhirnya diubah jadi seekor kucing hitam.

…Kalau tak salah, Mobile Suit Gundam: Twilight Axis juga akan mulai tayang secara bulanan menggantikan Gundam Thunderbolt. Ceritanya berlatar sesudah Gundam Unicorn dan akan menghubungkan ke zaman Gundam F91. Tapi jujur saja, formatnya yang tiga episode per menit benar-benar membingungkan.

Bagi kalian yang mencari anime romansa dewasa yang sejenis dengan anime biksu musim lalu, musim ini ada Skirt no Naka wa Kedamono Deshita. Produksinya dilakukan Magic Bus. Ceritanya tentang seorang gadis mungil yang didekati secara agresif oleh seorang perempuan dewasa yang cantik, yang ternyata sebenarnya adalah laki-laki.

Dari segi film layar lebar, yang menonjol antara lain:

  • Mahouka no Koukou no Rettousei: Hoshi no Youbu Shoujo yang diproduksi 8-Bit akan hadir. Berlatar di awal tahun ajaran baru, ceritanya berlatar sesudah seri TV-nya, tapi melompati beberapa bab cerita di novelnya yang belum pernah dianimasikan. Kudengar ini nanti akan diputar juga di Indonesia.
  • Sama halnya juga dengan film pertama dari trilogi baru Eureka Seven Hi-Evolution produksi BONES, yang merupakan penceritaan ulang dari seri TV-nya yang paling pertama ditambah bab prekuel baru. Kudengar ini juga kelak akan diputar di Indonesia.
  • Film layar lebar Seitokai Yakuindomo produksi GoHands juga akan ada. Aku ingin tahu seperti apa ceritanya.
  • Film layar lebar Fate/kaleid liner Prisma Illya: Sekka no Chikai juga akan ada. Langsung melanjutkan cerita dari season seri TV-nya yang terakhir, film ini agaknya akan memaparkan bab masa lalu yang mengungkapkan asal usul Miyu. Salah satu versi paling keren dari Emiya Shirou agaknya akan tampil di film ini.
  • Movie ketiga Nanoha, Magical Girl Lyrical Nanoha Reflection, juga akan tayang dengan diproduksi Seven Arcs.
  • Mary and the Witch’s Flower produksi studio Ponac.
  • Anime romansa remaja produksi SHAFT, Uchiage Hanabi, Shita Kara Miru ka? Yoko Kara Miru ka? juga akan keluar. Kalau tak salah, ini modernisasi dari drama TV berjudul sama dari dekade 90an dulu. Ceritanya berlangsung di seputar pelaksanaan suatu acara kembang api. Aku harap suatu saat kelak aku bisa menonton ini.

Sebagai catatan bawah, meski biasanya aku enggak menyebut ini karena ini produksi barat, kudengar adaptasi animasi dari Castlevania milik Konami akan keluar musim ini. Gelagatnya sejauh ini di luar dugaan bagus.

Tambahan, Musekinin Galaxy Tylor akan diproduksi oleh studio Seven. Ini semacam sekuel(?) dari seri komedi luar angkasa The Irresponsible Captain Tylor yang sempat menarik perhatian di tahun 1993, tentang Tylor yang memenangkan berbagai operasi militer semata-mata berkat keberuntungannya. Seri baru ini agaknya berlatar jauh di masa depan, ketika Kekaisaran sudah lama tumbang dan Aliansi Antar Planet telah hancur, dan mengetengahkan seorang keturunannya, saat dia menjumpai seorang gadis yang ternyata adalah penghancur alam semesta. Formatnya kudengar adalah anime pendek.

Tambahan lagi, Enmusubi Youko-chan, tentang roh rubah ahli perjodohan yang mempertemukan kembali para dewa dengan reinkarnasi kekasih-kekasih manusia mereka, juga mulai ditayangkan di Jepang musim ini. Sebenarnya, ini anime produksi Tiongkok yang diadaptasi dari suatu manhwa. Jumlah episodenya sudah lumayan banyak dan seri ini lumayan populer. Terus terang, seri ini adalah kasus langka.

Tambahan lain lagi, kudengar versi TV romansa fantasi Mahoutsukai no Yome juga tayang. Maaf. Ternyata ini untuk musim gugur nanti. Tapi buat yang mau tahu, ini akan melengkapi episode-episode OAD-nya dan membawa kita lebih jauh ke dunia ajaib yang dianimasikan Wit Studio. 

Kalau ada tambahan, akan aku kabar-kabari lagi.

(Sumber dari ANN dan Anime-Now)

15/06/2017

Daftar Seri Shin Megami Tensei

Keresahan dunia zaman sekarang katanya mirip keresahan era Perang Dingin. Dari tahun 1970an sampai 1990an, rebutan pengaruh antara Amerika Serikat (Blok Barat) dan Uni Soviet (Blok Timur) benar-benar intens. Masa depan tak pasti. Semua pihak takut konflik memuncak dengan perang nuklir. Lalu kalau perang nuklir? Musnahlah dunia.

Kurasa, itu alasan banyak muncul cerita bergenre post-apocalyptic di zaman itu.

Sehubungan dengan itu, bahasan kali ini soal waralaba Shin Megami Tensei.

Dalam berbagai waralaba game lain, kita kerap dapat misi menyelamatkan dunia. Tapi di game-game Megaten, ancaman hancurnya dunia itu biasanya pasti. Kehancuran dunia sudah pasti terjadi tanpa bisa kita apa-apain. Yang jadi masalah lebih pada cara menyikapinya.

Waralaba multimedia Shin Megami Tensei dikembangkan perusahan Atlus. Utamanya memang adalah game, tapi dari tahun ke tahun, keluar produk novel dan manga juga. Waralaba ini dicetuskan oleh Okada Kouji (yang juga dikenal sebagai Cozy Okada), Suzuki Ginichiro, dan Suzuki Kazunari pada tahun 1987.

Saat tulisan ini kubuat, Atlus berada di bawah naungan Sega, yang membuat game-game Sonic the Hedgehog dan Valkyria Chronicles, setelah rangkaian kasus finansial beberapa tahun silam yang menimpa Index Corporation, perusahaan induk Atlus yang terdahulu. Jadi, Sega-lah yang kini menerbitkan game-game mereka. Walau begitu, sebagian game Shin Megami Tensei juga sempat diterbitkan Namco (yang sekarang sudah menyatu jadi perusahaan raksasa Bandai Namco), Nippon Ichi Software, dan beragam perusahaan lain, khususnya untuk wilayah Eropa.

Berawal Dari Tulisan

Mungkin sekarang susah kebayang, tapi Megaten awalnya didasarkan dari novel. Novel tersebut adalah seri novel horor sains fiksi Digital Devil Story  karangan Nishitani Aya.

Megami Tensei, buku Digital Devil Story paling pertama (kira-kira berarti ‘reinkarnasi sang dewi’), menjadi inspirasi sekaligus nama dari gamenya yang paling pertama pula. (Berbeda dengan cetakan huruf katakana di bukunya, kata ‘Story’ dalam game ditulis dengan huruf kanji ‘Monogatari’ walau kalau dari furigana, dibacanya tetap ‘Story’)

Meski Nishitani-sensei konon terlibat dalam pembuatan naskah game pertama tersebut, game-game berikutnya sesudah Megami Tensei sudah lepas sepenuhnya dari versi cerita di novelnya. Meski demikian, tetap terlihat bagaimana novel tersebut menjadi inspirasi berkelanjutan bagi waralaba ini.

Pada novel-novel Digital Devil Story, muncul gagasan tentang bagaimana manusia biasa jadi bisa memakai kekuatan makhluk-makhluk supernatural (Demon) melalui suatu perangkat lunak (Demon Summoning Program) yang terpasang pada suatu piranti elektronik portabel (yang gampangnya, sering disebut COMP). Kemampuan memanggil Demon dan membuat mereka mematuhi kemauan kita inilah yang menjadi ciri khas seri Megaten.

Berkat itu, untuk waktu cukup lama, Megaten sempat menjadi waralaba JRPG terbesar di Jepang sesudah Dragon Quest dan Final Fantasy.

Elemen-elemen khas waralaba Megami Tensei mencakup:

  • Permainan yang mengutamakan perkembangan cerita, tapi dengan pendekatan lebih pragmatis.
  • Sistem permainan berbasis giliran (turn-based), dilihat dari sudut pandang orang pertama (first person, ala Wizardry). Adanya elemen-elemen dungeon crawler.
  • Tingkat kesulitan permainan yang tidak mudah.
  • Fitur negosiasi dengan para Demon. Demon yang semula menjadi musuh bisa direkrut untuk dijadikan kawan seperjalanan.
  • Adanya fitur fusion untuk menggabungkan secara permanen satu Demon dengan Demon lain, menghasilkan Demon baru yang (berpotensi) lebih kuat.
  • Adanya ancaman kiamat atau perubahan besar dalam waktu dekat.
  • Adanya perseteruan berbagai tokoh mitologi kuno yang kembali hadir.
  • Adanya dua pihak alignment (mirip ideologi, atau bawaan) yang saling bertentangan, yakni Law (yang menginginkan keteraturan) dan Chaos (yang menginginkan kebebasan). Dalam perkembangannya, ini dilengkapi dengan satu alignment lagi, yaitu Neutral yang tidak berpihak.
  • Berlatar di dunia kontemporer. Biasanya di kota Tokyo masa kini.
  • Diperkaya elemen-elemen cyberpunk, lengkap dengan pemaparan soal dunia virtual.

Kalau kalian penasaran, fans di Internet sudah menerjemahkan novel-novel Digital Devil Story ke Bahasa Inggris, meski cuma dua dari tiga buku yang tuntas diterjemahkan. Buku ketiga cuma dibikin sebatas ringkasannya saja.

Menurutku pribadi, walau idenya benar-benar berkesan, cerita novelnya sebenarnya… kurang begitu bagus. Karakter-karakternya tidak simpatik. Motivasi semua orang janggal. Banyak elemen dewasa yang terkesan dipaksakan. Cara pemaparannya juga membuat tak nyaman. Tapi tetap ada sesuatu di dalamnya yang bisa beresonansi secara tematis gitu. Entah ya. Mungkin karena ceritanya dimaksudkan sebagai alegori atau gimana.

Tetap keren sih.

Dalam adaptasinya game, bisa terlihat bagaimana aspek-aspek keren waralaba ini kemudian tertuang. Ada sensasi bertahan hidup di tengah dunia yang semakin gila. Ada keberhasilan memperoleh kekuatan yang membuat kita di ‘atas’ makhluk-makhluk lain. Lalu, ada soal bagaimana kita seolah ditakdirkan berperan besar untuk menentukan masa depan dunia…

Mengiringi kesuksesan gamenya, waralaba Megaten kemudian ‘bercabang.’ Ada beberapa waralaba ‘turunan’ yang muncul. Lewat daftar ini, aku akan coba membahas seluruh ‘cabang’ tersebut sejauh pengalamanku pribadi.

…Sedikit catatan.

Meski tidak sampai menyerang kelompok tertentu secara khusus, game-game Megaten sempat menuai kontroversi di luar Jepang. Alasannya karena caranya memaparkan elemen-elemen keagamaan. Ada kesan campur aduk gitu antara mitologi dan dunia modern. Meski tak perlu ditanggapi serius, mungkin ini tetap perlu sedikit disinggung, terutama dengan bagaimana ada tuhan yang ditampilkan sebagai semacam tiran pada beberapa judul.

Sedikit catatan lagi.

Pada masa-masa awal ekspansi mereka ke luar negeri, di pertengahan dekade 90an, Atlus sempat mengemas waralaba Megaten di luar Jepang dengan nama Revelations (kira-kira berarti: ‘pembeberan’, bisa juga diartikan sebagai ‘wahyu’). Baru sesudah kesuksesan mereka di generasi konsol 128-bit di pertengahan dekade 2000an (era PS2, GC, dan XBOX), mereka kembali lebih mengusung nama Shin Megami Tensei untuk waralaba ini.

Kalau diamati, tema yang diusungnya bisa lumayan berbobot. Karenanya, kurasa penting untuk mempertimbangkan konteks dan pesan yang ada dalam masing-masing judul.

Seperti biasa, daftar ini panjang dan enggak bisa diandalkan. Daftar ini rencananya akan aku update dari waktu ke waktu.

Waralaba Megami Tensei

Aku belum pernah memainkan kedua game Megami Tensei yang pertama. Karena itu, aku enggak benar-benar bisa mengulasnya.

Ini keluaran paling awal. Hanya terdiri atas dua game di konsol Famicom (generasi NES 8-bit), yakni:

  • Digital Devil Story: Megami Tensei (Famicom, 1987)
  • Digital Devil Story: Megami Tensei II (Famicom, 1990)

>> Megami Tensei

Megami Tensei pertama masih berhubungan dengan seri novel Nishitani-sensei, meski secara agak tersamar. Kita berperan sebagai tokoh utama di novelnya, yakni pelajar SMA bernama Nakajima Akemi.

Ceritanya berlatar di penghujung dekade 1980an. Nakajima adalah pemuda rupawan yang dikisahkan jenius di bidang komputer. Selain komputer, Nakajima juga mendalami ilmu sihir, meski masih secara amatir. Kepribadiannya di awal cerita digambarkan agak sosiapatik.

Untuk membalas perlakuan para berandalan yang menindasnya di sekolah, Nakajima kemudian menyusun program komputer yang mengaplikasikan formasi-formasi sihir kuno dalam bentuk digital. Program ciptaannya ini bisa memanggil para Demon dari Makai. (Makai adalah alam para Demon. Belakangan juga dikenal dengan istilah Expanse).

Program komputer Nakajima ternyata bekerja. Tanpa ampun, Nakajima berhasil pula membalas dendam. Namun Demon yang Nakajima panggil, dewa jahat Loki dari mitologi Norse, ternyata tidak bisa sepenuhnya dikendalikannya. Karena tipu daya Loki, Shirasagi Yumiko, murid pindahan yang tanpa sengaja mengetahui rahasia pemanggilan Demon Nakajima, kemudian diincar sebagai persembahan Loki yang berikutnya.

Alasan Loki mengincar Yumiko ternyata karena Yumiko adalah reinkarnasi dewi kuno mitologi Jepang yang telah melahirkan dunia, Izanami. Tubuh Yumiko mengandung zat Magnetite dalam jumlah besar yang diperlukan Loki untuk bisa mewujud ke dunia.

Mengesampingkan gamenya dulu sedikit.

Novel pertama membahas pengorbanan Yumiko dan upaya Nakajima menghidupkannya kembali. (Makanya, novelnya berjudul Megami Tensei.) Cerita berkembang dengan terungkapnya Nakajima sebagai reinkarnasi dewa Izanagi, pasangan Izanami, dan bagaimana Nakajima mengusung pedang perwujudan dewa api Hi-no-Kagustuchi bersama Demon setianya, Cerberus, untuk mengalahkan Loki.

Petualangan Nakajima dan Yumiko berlanjut dalam novel kedua  Digital Devil Story (subjudulnya: Mazu no Senshi, atau Warrior of the Demon City; kira-kira berarti ‘para ksatria kota iblis’). Cerita novel kedua adalah soal upaya mencegah bersatunya alam manusia dengan Makai.

Program ciptaan Nakajima dimanfaatkan ilmuwan komputer sekaligus penyihir jahat Isma Feed untuk memanggil dewa jahat lain, Set, yang berasal dari mitologi Mesir. Cerita berkembang dengan tokoh-tokoh baru yang terpengaruh oleh program ciptaan Nakajima. Di klimaks cerita, Nakajima dan Yumiko berhasil membunuh Set berkat bantuan jubah mistis pemberian Izanami. Tapi novel berakhir dengan tetap terhubungnya alam manusia dan alam Makai akibat keengganan Nakajima mengorbankan Yumiko.

Di novel ketiga (subjudulnya: Tensei no Shuuen, atau Demise of the Reincarnation, ‘akhir reinkarnasi’), Demon telah berkeliaran bebas di dunia manusia. Yumiko telah cacat akibat apa yang dialaminya di novel sebelumnya. Terguncang, Nakajima ingin menghadapi dosa-dosanya karena telah menyebabkan berbagai kematian secara tidak langsung akibat tindakannya mendatangkan Loki. Termasuk di antara mereka, kematian ibunya sendiri sekaligus seluruh anggota keluarga Yumiko.

Namun demikian, Raja Demon Lucifer memulai campur tangan untuk menguasai dunia manusia. Lucifer mencuci otak pejabat-pejabat berkuasa, dan berupaya menampilkan diri sebagai dewa.

Nakajima seolah harus bangkit dari keterpurukannya dan mengambil peran sebagai penyelamat umat manusia. Namun di penghujung cerita, karena kalap sesudah melihat ayahnya tewas dalam amukan massa, Nakajima terpaksa dibunuh Izanami sebelum yang bersangkutan juga membunuh Yumiko.

Yumiko, histeris dengan kematian Nakajima, kemudian menggunakan Hi-no-Kagutsuchi untuk mencabut nyawanya sendiri. Cerita secara tragis berakhir dengan bagaimana Izanami, yang kini mengendalikan tubuh Yumiko, membawa pergi jasad Nakajima ke Asuka, di mana ia akan dimakamkan.

Dalam seri novelnya, kelanjutan perjuangan melawan Lucifer kudengar diceritakan dalam seri sekuelnya, New Digital Devil Story, yang terdiri atas enam buku. Tapi rincian lebih lanjutnya agak susah didapat. Seri novel ini konon kurang dikenal dibandingkan prekuelnya.  Tamatnya juga kudengar sama-sama berakhir tragis.

Balik ke soal game, game Megami Tensei seakan mengesampingkan cerita di novel ketiga.

Dikisahkan, Izanami ditawan Lucifer. Jiwa Izanami diperangkap dalam labirin istana raksasa Daimakyuu yang tahu-tahu telah muncul dari Shirasagi Mound di Asuka. Nakajima, dengan ditemani Yumiko, melakukan perjalanan panjang di dalam Daimakyuu untuk membebaskan Izanami. Mulai dari Tower of Daedalus, kota melayang Bien, Valhalla Corridor, Mazurka Corridor, Rotting Sea of Flames di mana Izanami ditawan, hingga Infini Palace tempat Lucifer bersemayam. Untuk itu, mereka harus berhadapan dengan Demon musuh lama mereka, yakni Loki dan Set, yang telah dibangkitkan Lucifer dari kematian. Cerita berakhir dengan takluknya Lucifer di tangan Nakajima, serta sumpahnya kalau ia akan kembali suatu saat di masa depan.

Membahas soal gameplay, game Megami Tensei kudengar termasuk modern untuk zamannya. Permainannya susah dan menantang. Meski dengan random encounter, setiap pertempuran berlangsung cepat. Sudut pandang orang pertama, yang mensimulasikan gerakan tiga dimensi, merupakan hal revolusioner di Jepang pada masanya. Inti permainannya adalah menjelajahi labirin raksasa di mana kita menjumpai monster, benda-benda yang harus dikumpulkan, NPC, serta jebakan.

Meski bisa merekrut Demon, hanya Nakajima dan Yumiko yang bisa kita tingkatkan Level-nya. Keduanya sama-sama bisa dilengkapi senjata dan pelindung, tapi hanya Nakajima yang bisa membuat kontrak dengan para Demon dan memanggil mereka. Di sisi lain, Yumiko punya akses ke sejumlah sihir. Salah satu sihir Yumiko adalah kemampuan Minimap yang vital untuk navigasi.

Para Demon punya Level konstan yang tak bisa berubah. Tapi mereka bisa kita gabungkan dengan Fusion untuk memperoleh Demon baru yang lebih kuat.

Game aslinya berbasis password. Fitur save belum ada. Meski demikian, fitur automap yang memetakan peta otomatis ternyata tersedia.

Game ini pertama memunculkan sejumlah kekhasan bagi waralaba Megami Tensei, di antaranya:

  • Pasangan tokoh utama cowok dan tokoh utama cewek, yang mana si cowok bisa menggunakan Demon sedangkan si cewek bisa memakai sihir.
  • Adanya parameter Magnetite yang diperlukan untuk memanggil Demon. Ada Magnetite dalam jumlah besar yang dikonsumsi untuk memanggil mereka. Ada Magnetite dalam jumlah kecil yang dikonsumsi untuk mempertahankan wujud para Demon setiap kita melangkah. (Bila Magnetite habis, HP para Demon yang justru akan berkurang.)
  • Implementasi pertama sistem navigasi dari sudut pandang orang pertama.
  • Implementasi pertama dari sistem fusion.
  • Implementasi pertama dari sistem negosasi.
  • Implementasi pertama dari sistem fase bulan yang mempengaruhi perilaku para Demon. Fase bulan berbeda akan membuat mereka berperilaku dengan cara berbeda pula.

Sebagai tambahan, kudengar novel pertamanya sempat diadaptasi ke bentuk anime dalam format OVA oleh ANIMATE pada tahun 1987. Ceritanya lumayan setia dengan novelnya, tapi anime ini tidak termasuk menonjol. Mungkin baiknya kau lihat hanya kalau kau benar-benar penasaran (dan sudah dewasa).

>> Megami Tensei II

Cerita game kedua, Megami Tensei II, masih berhubungan dengan game pertama.

Dikisahkan pada tahun 199X, tak lama sesudah game pertama Megami Tensei berakhir, perang nuklir pecah. Bombardir rudal membuka kembali portal dimensi ke alam Makai secara permanen. Di puing-puing Tokyo, 35 tahun sesudahnya, para Demon bebas berkeliaran di permukaan bumi dan memangsa manusia.

Umat manusia di zaman ini terbagi dalam dua golongan, yaitu Church of Messiah, yang meyakini akan datangnya juru selamat untuk umat manusia yang diutus Tuhan; dan Cult of Deva, yang memuja para Demon dan tunduk pada mereka.

Tokoh utama dan sahabatnya adalah dua anak muda yang hidup di tempat perlindungan bawah tanah pasca perang. Mereka menamatkan sebuah game bernama Devil Busters (yang secara mencurigakan, sangat mirip game Megami Tensei pertama). Lalu sesudah berhasil mengalahkan musuh terakhir, tiba-tiba muncullah Demon Pazuzu yang ternyata disegel di dalam game tersebut.

Pazuzu menyatakan keduanya sebagai Messiah yang akan menyelamatkan umat manusia. Tokoh utama diberi Pazuzu kemampuan untuk bicara dengan Demon dan memanggil mereka. Sedangkan sahabatnya diberi kemampuan sihir. Keduanya diberi misi untuk menghancurkan para raja Demon yang telah menguasai Tokyo.

Pazuzu juga memperingatkan akan datangnya bencana dan tempat berlindung mereka tidak lagi aman. Kehilangan tempat tinggal, keduanya lalu berkelana untuk mengalahkan para Demon.

Di Tokyo Tower, keduanya berjumpa dengan tokoh utama perempuan, seorang gadis penyihir. Gadis tersebut ternyata juga pernah dinyatakan sebagai Messiah oleh Pazuzu. Ia juga menentang para Demon. Namun, si gadis belakangan membangkangi Pazuzu dan menyatakan kalau Pazuzu sebenarnya memanipulasi mereka.

Sahabat si tokoh utama tak bisa menerima kenyataan ini, dan akhirnya berpisah jalan.

Sesudah mengalahkan satu per satu raja Demon, termasuk Pazuzu, dan menjatuhkan Cult of Deva, perjalanan tokoh utama dan si gadis berlanjut ke Makai. Di sana kita harus menolong dewa-dewa lama yang sebelumnya tersingkir.

Sahabat kita sebelumnya telah berhasil membebaskan Lucifer, yang Nakajima dan Yumiko telah segel bertahun-tahun silam. Namun sahabat kita itu kemudian tewas di tangan Bael, musuh lama Pazuzu, yang rupanya bertindak menentang kehendak sang tuhan. Bael-lah yang ternyata sebelumnya menyegel Pazuzu dalam Devil Busters.

Terkuak bahwa Satan, salah satu raja Demon, yang ternyata bertanggung jawab memicu perang nuklir puluhan tahun silam. Kita lalu diberi pilihan tentang bagaimana cara mengalahkannya. Bila kita mengalahkan Satan begitu saja, yang berarti membuat kita membangkangi Lucifer dan harus mengalahkannya juga, kita dijadikan dewa dan Millenial Kingdom terbangun.

Sebaliknya, bila kita merekrut Lucifer dengan menolong Bael, sesudah mengalahkan Satan, kita berkesempatan melawan YHVH, tuhan yang telah mengusir para dewa lain. Bila menang, Lucifer akan menutup portal ke alam Makai, umat manusia keluar dari bawah tanah, dan terungkap bahwa Devil Busters ternyata diciptakan oleh mendiang Nakajima.

Dari segi teknis, Megami Tensei II katanya merupakan kemajuan besar dibanding game sebelumnya. Grafisnya lebih bagus dengan pilihan warna lebih baik. Ada peta dunia yang kini bisa kita jelajahi yang bernuansa post apocalyptic, di mana perjalanan ke tempat-tempat lain perlu kita lakukan melalui jalur-jalur kereta bawah tanah.

Kini kita bisa men-save. Di samping itu, aspek ceritanya juga lebih berbobot.

Beberapa kekhasan Megami Tensei II antara lain:

  • Implementasi pertama sistem peta dunia.
  • Implementasi pertama dari Cathedral of Shadows, kuil misterius di mana Demon bisa kita gabungkan untuk menghasilkan Demon baru. (Di versi awal Megami Tensei pertama, Demon bisa kita gabungkan, tapi bukan melalui tempat ini.)
  • Implementasi sudut pandang dari atas di beberapa bagian permainan.
  • Implementasi pertama dari sistem alignment, meski dalam bentuk sederhana, dengan dua pilihan yang bisa diambil, yakni Law atau Chaos.
  • Implementasi pertama sistem untuk meneruskan permainan bila kita mati, dengan memberi uang ke Charon di sungai arwah.
  • Implementasi pertama toko Rag(?) yang menyediakan barang-barang berkualitas namun hanya menerima bayaran dalam bentuk batu-batu permata berharga.

Catatan tambahan untuk Megami Tensei dan Megami Tensei II.

Megami Tensei pertama juga pernah dirilis dalam versi yang dikembangkan Telenet. Versi ini berbeda sama sekali dari versi aslinya (dengan pergerakan dilihat dari atas). Karenanya, dipandang sebagai versi yang inferior.

Sesudah kesuksesan game-game Shin Megami Tensei yang menjadi penerusnya, Megami Tensei dan Megami Tensei II dirilis ulang dalam satu bundel bernama Kyuuyaku Megami Tensei (‘Kyuuyaku’ dalam hal ini berarti ‘Old Testament’ atau ‘Perjanjian Lama’). Versi dirilis untuk Super Famicom pada tahun 1995.

Versi Kyuuyaku merombak habis grafis untuk kedua game. Memberinya nuansa estetis lebih baru. Karena tergabung jadi satu, kita bahkan jadi bisa menyambungkan data dari game pertama ke game kedua. Megami Tensei pertama juga jadi bisa di-save di versi ini.

Kalau kalian kesampaian main, kurasa versi Kyuuyaki ini yang paling direkomendasikan.

Waralaba Utama Shin Megami Tensei

Shin Megami Tensei adalah pengembangan dari waralaba Megami Tensei. Settingnya lebih luas dan juga lebih kekinian. Kontribusinya yang paling mencolok adalah implementasi sistem alignment yang bukan hanya menentukan akhir permainan yang kita dapat, tapi juga perkembangan cerita sekaligus Demon-demon yang bisa kita rekrut.

Soal judulnya, game-game era Super Famicom/SNES di masa itu banyak menggunakan kata ‘Super’ di depan judulnya. Waralaba Castlevania misalnya, merilis game keempatnya dengan judul Super Castlevania IV. Dengan cara serupa, nama waralaba ini ditambah dengan kata ‘Shin’ menjadi Shin Megami Tensei (artinya kira-kira jadi ‘kelahiran kembali sang dewi yang sesungguhnya’).

Judul-judulnya terdiri atas:

  • Shin Megami Tensei (Super Famicom, 1992)
  • Shin Megami Tensei II (Super Famicom, 1994)
  • Shin Megami Tensei If… (Super Famicom, 1994)
  • Shin Megami Tensei: Nine (Xbox, 2002)
  • Shin Megami Tensei: Nocturne atau juga dikenal sebagai Shin Megami Tensei: Lucifer’s Call (PlayStation 2, 2003)
  • Shin Megami Tensei: Imagine (PC Windows, 2007)
  • Shin Megami Tensei: Strange Journey (NDS, 2009)
  • Shin Megami Tensei IV (3DS, 2013)
  • Shin Megami Tensei IV: Final atau juga dikenal sebagai Shin Megami Tensei IV: Apocalypse (3DS, 2016)
  • Shin Megami Tensei V (tentatif, dalam pengembangan untuk Nintendo Switch)

>> Shin Megami Tensei

Cerita dibuka dengan adegan mimpi ganjil yang dialami si tokoh utama (Hero, dia dapat kita namai sendiri). Mimpi itu mengisyaratkan pertemuan sang karakter utama dengan para karakter lain (yang juga dapat kita namai, mereka mencakup Law Hero, Chaos Hero, dan sang tokoh utama wanita, Heroine; ini ditambah karakter wanita lain, seorang perempuan misterius bernama Rie yang ingin mengabdikan diri pada kita seumur hidup). Gampangnya, SMT berkisah tentang seorang cowok SMA yang bangun pada suatu hari dan mendapati dunia di ambang kiamat. Segalanya menjadi tak terkendali. Lalu tak ada yang bisa diandalkan selain dirinya sendiri.

Suatu percobaan teleportasi dikisahkan telah membuka portal ke alam Makai, membuat Demon-demon bermunculan. Saat kekacauan di Jepang merajalela, dua faksi lalu terbentuk: pihak yang ingin memusnahkan para Demon yang dipimpin Thorman, dubes Amerika untuk Jepang; dan pihak yang memandang para Demon sebagai kembalinya dewa-dewa kuno Jepang, yang dipimpin seorang jendral bernama Gotou.

Game pertama merombak konsep di game-game sebelumnya. Latarnya dibuat lebih modern, yaitu di penghujung dekade 90an. Sejumlah perbaikan juga diberikan pada sistem permainannya. Secara garis besar, ciri khas terbesar SMT adalah soal pentingnya aspek ‘pilihan’ dalam ceritanya.

Hal baru yang ditonjolkan dalam game ini antara lain:

  • Implementas pertama pilihan ketiga dalam sistem alignment, yakni Neutral.
  • Implementasi sistem alignment yang lebih kompleks, dengan kombinasi dua sumbu yang jadi acuan, yaitu sumbu ‘moral’ Light-Neutral-Dark dan sumbu ‘kecendrungan’ Law-Neutral-Chaos. Sistem ini mempengaruhi perilaku para Demon dalam pertempuran sekaligus kecocokan mereka dengan karakter kita.
  • Implementasi sistem negosiasi yang lebih kompleks. Para Demon akan bereaksi sesuai alignment (Demon yang Light Law beda reaksinya dengan yang Neutral Chaos. Demon yang Dark selalu memusuhi, tidak bisa didapat dari Negosiasi. Apabila karakter utama kita berkecendrungan Law, maka para Demon yang Chaos menolak bergabung dengan kita, dan sebaliknya.)
  • Implementasi pertama dua karakter pendamping Law Hero dan Chaos Hero dalam cerita.
  • Implementasi Terminal untuk penyimpanan permainan dan perjalanan.
  • Implementasi sistem fusion yang lebih kompleks, dengan opsi untuk menggabungkan tiga Demon sekaligus, bukan hanya dua.

Shin Megami Tensei juga menjadi titik awal tenarnya ilustrator Megaten Kaneko Kazuma, yang dikenal dengan gaya visual porselennya yang khas. Beliau turut mengerjakan desain karakter, dunia, monster, dan visualnya secara umum.

Pada tahun 1995, ada anime berformat OVA 2 episode yang diproduksi J.C. Staff berjudul Shin Megami Tensei: Tokyo Mokushiroku (atau, Tokyo Revelations) yang juga pernah dibuat. Ceritanya adalah cerita orisinil yang tak berhubungan sama sekali dengan gamenya. Seperti banyak anime horor sains fiksi untuk dewasa di zaman itu, kualitasnya… tak bisa dibilang bagus. Untuk yang satu ini, aku tak merekomendasikannya.

(Bersambung)

Percabangan Majin Tensei

Singkat cerita, waralaba ini adalah Megaten digabung dengan permainan strategi Fire Emblem. Lebih dominan di Jepang. Ceritanya termasuk yang paling berat nuansa sains fiksinya.

Game-game yang termasuk dalam waralaba ini meliputi:

  • Majin Tensei
  • Majin Tensei II: Spiral Nemesis
  • Ronde
  • Majin Tensei: Blind Thinker
  • Majin Tensei: Blind Thinker II

(Bersambung)

Percabangan Last Bible

Singkat cerita, waralaba ini adalah Megaten digabung dengan JRPG konvensional macam Dragon Quest. Ceritanya lebih banyak berlatar di dunia fantasi, meski motif-motif mitologi dan agamanya tetap ada.

Game-game yang termasuk dalam waralaba ini:

  • Megami Tensei Gaiden: Last Bible atau Revelations: The Demon Slayer
  • Megami Tensei Gaiden: Last Bible II
  • Last Bible III
  • Another Bible
  • Megami Tensei Gaiden: Last Bible Special

(Bersambung)

Percabangan Devil Summoner

Singkat cerita, Megaten berformat RPG yang ceritanya lebih bernuansa detektif. Biasanya ada misteri yang perlu diungkap dan persekongkolan yang harus dihentikan.

Game-game yang termasuk dalam waralaba ini:

  • Devil Summoner
  • Devil Summoner: Soul Hackers
  • Devil Summoner: Kuzunoha Raidou vs The Soulless Army
  • Devil Summoner 2: Kuzunoha Raidou vs King Abaddon

(Bersambung)

Percabangan Persona

Singkat cerita, versi Megaten yang lebih berfokus ke dunia remaja. Temanya banyak membahas soal kepribadian dan masa depan. Tidak dapat dipungkiri, ini adalah waralaba Atlus yang paling sukses saat ini. Bentuk permainannya juga berkembang ke berbagai genre lain.

Game-game yang termasuk dalam waralaba ini:

  • Megami Ibunroku Persona
  • Persona 2: Innocent Sin atau Persona 2: Tsumi
  • Persona 2: Eternal Punishment atau Persona 2: Batsu
  • Persona 3, yang juga dirilis ulang sebagai Persona 3: FES dan Persona 3: Portable
  • Persona 4, yang juga dirilis ulang sebagai Persona 4: The Golden
  • Persona 4: Arena
  • Persona 4: Arena Ultimax
  • Persona 4: Dancing All Night
  • Persona Q: Shadow of the Labyrinth
  • Persona 5

(Bersambung)

Percabangan Digitial Devil Saga

Waralaba yang ini sedikit sulit dideskripsikan. (Ceritanya tak berhubungan sama sekali dengan Digital Devil Story.)

Hanya dua game yang termasuk dalam percabangan ini, yaitu:

  • Digital Devil Saga atau Digital Devil Saga: Avatar Tuner
  • Digital Devil Saga II

(Bersambung)

Percabangan Devil Children/Demi Kids

Singkat cerita, Megaten yang lebih diperuntukkan untuk anak-anak, yang dirilis untuk mengimbangi waralaba pengumpulan monster ala Pokemon dan Digimon. Meski lebih imut dan disederhanakan, ceritanya masih mengusung soal tema kiamat.

Game yang termasuk dalam percabangan ini antara lain:

  • Shin Megami Tensei: Devil Children – Black Book dan Shin Megami Tensei: Devil Children – Red Book
  • Shin Megami Tensei: Devil Children – White Book
  • Shin Megami Tensei: Devil Children – Light Book dan Shin Megami Tensei: Devil Children – Dark Book, atau DemiKids: Light Version dan DemiKids: Dark Version
  • Shin Megami Tensei: Devil Children – Book of Fire dan Shin Megami Tensei: Devil Children – Book of Ice.

Selain yang di atas, terdapat sejumlah game lain di bawah waralaba ini yang genrenya bukan RPG.

(Bersambung)

Percabangan Devil Survivor

Singkat cerita, Megaten versi baru yang digabungkan dengan genre strategi. Berbeda dari Majin Tensei, nuansanya lebih ke dunia kontemporer dengan fokus lebih ke upaya bertahan hidup.

Game yang termasuk dalam waralaba ini mencakup:

  • Devil Survivor, yang sempat dirilis ulang sebagai Devil Survivor: Overclocked
  • Devil Survivor 2, yang sempat dirilis ulang sebagai Devil Survivor 2: Record Breaker

(Bersambung)

Penutup

Sebagai penutup sementara, meski kau bukan reinkarnasi dewa, kau bisa mempengaruhi dunia di masa depan lebih dari dugaanmu.

Nanti tulisan ini dilanjut lagi.

(Bahan dari situs Wikipedia, HG 101, dan Megaten Wikia.)

Tag: , ,
16/03/2017

Anime Baru Musim Semi 2017

Spring kali ini adalah musim yang ditunggu. Sebagian alasannya karena akan tayangnya season baru dari sejumah seri lama yang populer.

Minatku belakangan berkurang. Tapi perlu kuakui, season baru kali ini memang termasuk menghebohkan. (Mungkin aku cuma sedang merana saja karena belum ada seri mecha baru yang bisa menggantikan Gundam IBO.)

Seperti biasa, daftar ini enggak terlalu bisa diandalkan.

(Maaf lama tak menulis. Komputerku bermasalah.)

Nanti akan aku sesuaikan kalau ada kabar-kabar lagi.

Shuumatsu Nani Shitemasu ka? Isogashii Desu ka? Sukutte Moratte ii Desuka ka? (C2C, Satelight))

Umat manusia nyaris punah oleh makhluk-makhluk yang disebut “Beast.” Sementara, makhluk-makhluk hidup lain yang masih tersisa kemudian mengungsi ke pulau-pulau terapung di langit. Tugas untuk melawan Beast kemudian diemban oleh para Faeries Leprechaun. Hanya mereka saja yang bisa menggunakan kekuatan pedang-pedang suci Kariyon yang diperlukan untuk melawan Beast. Namun Willem, manusia terakhir yang ternyata masih tersisa, kemudian terbangun sesudah lima ratus tahun. Sebuah pekerjaan mempertemukannya dengan para gadis peri ini, yang mengingatkannya kembali akan berbagai kenangan dalam perjuangannya sendiri melawan para Beast.

Juga dikenal dengan judul (panjang) Do you have what THE END? Are you busy? Shall you save XXX?, atau dengan judul alternatif (pendek) SukaSuka, ini seri yang sudah lumayan lama bikin aku penasaran. Premisnya terdengar tak menonjol, tapi banyak yang setuju kalau ini termasuk seri yang benar-benar tak biasa. Ceritanya diangkat dari seri novel buatan Kareno Akira yang diilustrasikan oleh ue. Berhubung ada homofon, judulnya sendiri sebenarnya secara kasar kira-kira berarti ‘Apa kau punya waktu di akhir pekan/dunia nanti? Apa kau sibuk? Bisa tolong selamatkan aku?’ Penyutradaraannya akan ditangani oleh Wada Junichi (Ragnastrike Angels, The Disappearance of Nagato Yuki-chan), tapi stafnya secara umum meyakinkan dengan Kareno-sensei yang terlibat dalam komposisi naskah.  Karena bobotnya yang ternyata lebih berat ke drama, seri ini menurutku berpotensi menjadi kejutan.

Busou Shoujo Machiavellism (SILVER LINK)

Nomura Fudou baru saja pindah ke sekolah yang di dalamnya, para siswi diperbolehkan membawa dan menggunakan senjata. Dengan kombinasi senjata dan ilmu bela diri, para siswi mendominasi para siswa lelaki. Namun sebagai satu-satunya yang menolak tunduk pada para gadis, kedatangan Nomura segera membawa kericuhan. Karenanya, ia menjadi sasaran Onigawara Rin, gadis bertopeng yang merupakan bagian dari Lima Pedang Penguasa yang berkuasa atas sekolah.

Diangkat dari seri manga karya Karuna Kanzaki dan Kurokami Yuuya, ini seri ‘aksi tempur pemberontakan sekolah’ yang juga dikenal dengan judul Armed Girls Machiavellism. Ceritanya punya nuansa aksi bela diri lumayan kental, yang mirip tapi enggak persis dengan yang dipunyai seri-seri macam Ikkitousen di dekade 2000an dulu. Tachibana Hideki (BlazBlue Alter Memory, Dragon Crisis!) yang akan menyutradarainya, dengan naskah yang dibuat Shimoyama Kento (Bleach, Servant x Service). Musiknya akan ditangani oleh Mizutani Hiromi (Jigoku Shoujo, Non Non Biyori) dari Nippon Columbia. Aku masih kurang tahu soal perkembangan ceritanya, tapi adegan-adegan aksinya menarik dengan bagaimana si tokoh utama tetap kuat meski bertangan kosong.

Anonymous Noise (Brains Base)

Nino, seorang gadis yang senang menyanyi, dua kali berpisah dengan dua teman masa kecilnya. Pertama dengan Momo yang disukainya. Kedua dengan Yuzu yang suka mencipta lagu. Dengan kedua anak lelaki tersebut, Nino berjanji untuk suatu hari menemukan suaranya, karena lewat suaranya tersebut mereka akan bisa menemukannya kembai. Bertahun-tahun kemudian, di bangku SMA, Nino secara kebetulan bertemu kembali dengan Yuzu. Pertemuan kebetulan tersebut menumbuhkan harapannya untuk juga kembali berjumpa dengan Momo.

Diangkat dari manga Fukumenkei Noise karya Fukuyama Ryoko, ini seri shoujo yang juga diadaptasi ke bentuk live action belum lama ini. Penyutradaraannya akan dilakukan oleh Takahashi Hideya (Keijo!!!!!!!!, Fantasista Stella) dengan komposisi seri ditangani oleh Akao Deko (Akagami no Shirayukihime, Noragami). Musiknya, yang berperan penting dalam cerita, akan ditangani oleh Sadesper Records. Aku pernah dengar kalau perkembangan ceritanya yang penuh dengan angst terbilang bagus. Mudah-mudahan adaptasinya baik.

Clockwork Planet (XEBEC)

Dunia dikisahkan telah mati karena kehabisan nyawa. Tapi sekian abad sebelumnya, di penghujung punahnya semua makhluk hidup, seorang pembuat jam misterius berhasil menemukan cara untuk membuat dunia tetap berputar melalui mekanisme roda gigi jam (clockwork). Namun demikian, tak ada seorangpun selain dirinya yang memahami metode kerjanya, yang telah mengubah dunia menjadi suatu mesin maha raksasa. Di masa kini, seorang remaja bernama Miura Naoto yang memiliki pendengaran tajam berjumpa seorang gadis automaton yang menjadi awal perubahan kembali seluruh dunia.

Diangkat dari seri novel karangan Kamiya Yuu (pengarang sekaligus ilustrator No Game, No Life) dan Himana Tsubaki, dengan ilustrasi yang dibuat oleh Shino, ini salah satu anime baru yang sebenarnya lumayan ditunggu. Penyutradaraannya akan dilakukan oleh Nagasawa Tsuyoshi (MM!, Nyaruko) sementara naskahnya akan ditangani oleh Sugihara Kenji (Shiki, Oreca Battle). Menilai dari komposisi stafnya dan key visual-nya, ada kemungkinan seri ini akan lebih bagus dari keluaran-keluaran XEBEC yang biasa. Aku dengar ceritanya punya banyak perkembangan tak terduga. Mungkin ini akan jadi salah satu judul yang aku perhatikan.

Re: Creators (TROYCA)

Mizushino Souta, seorang siswa SMA yang introvert tapi berhati baik, mendapati bahwa karakter-karakter dalam berbagai cerita anime, manga, dan game yang disukainya sebenarnya memiliki ‘maksud.’ Umat manusia, sebagai pencipta cerita-cerita tersebut, adalah keberadaan bagai dewa bagi karakter-karakter ini. Dengan munculnya karakter-karater tersebut secara nyata, dunia kita ada di ambang perubahan. Semua orang dapat menjadi Creator.

Ini proyek orisinil yang digagas oleh mangaka seri aksi populer Black Lagoon, Hiroe Rei. Aoki Ei (Aldnoah.Zero, Fate/Zero) yang akan menyutradarainya, dengan komposisi seri yang dikerjakan bersama oleh mereka berdua. Sawano Hiroyuki juga akan menangani musiknya. Berhubung temanya soal bagaimana karakter-karakter fiksi menjadi nyata, agak susah membayangkan premisnya menjadi bagus. Hanya saja, staf produksinya benar-benar kuat. Kurasa ini satu lagi seri baru yang akan menjadi tanda tanya di musim ini.

Sagrada Reset (David Production)

Sakurada adalah kota yang separuh populasinya memiliki kekuatan-kekuatan istimewa yang terlahir dari pengharapan di dalam hati. Biro administrasi di kota ini mengawasi individu-individu yang memiliki kekuatan, dan karena itu, para penduduknya bisa hidup dengan damai. Asai Kei adalah remaja yang kekuatannya berupa kemampuannya dalam mengingat apapun. Sedangkan Haruki Misora mampu ‘memutar balik’ (reset) waktu  sampai maksimal tiga hari. Dengan mengandalkan ingatan masa depan Kei yang tak hilang meski waktu dibalik, keduanya bekerjasama dalam Klub Servis untuk menyelesaikan berbagai permintaan dari teman-teman sekolah mereka. Salah satu alasannya: untuk menghapus suatu kesedihan masa lalu yang sama-sama mereka bagi.

Dikenal juga dengan judul Sakurada Reset, seri ini diangkat dari seri novel sains fiksi/fantasi remaja karya Kouno Yutaka yang belakangan juga diangkat ke bentuk live action. Kawatsura Shinya yang sebelumnya menangani Non Non Biyori yang akan menyutradarainya. Sedangkan naskahnya akan ditangani Takayama Katsuhiko. Makino Yui juga akan tampil kembali setelah sekian lama untuk membawakan lagu temanya. Sudah dikonfirmasikan seri ini akan sepanjang dua cour tanpa jeda. Ini salah satu seri baru yang terus terang akan aku perhatikan, terutama mengingat kualitas produksi studionya yang benar-benar solid.

Sakura Quest (P.A. Works)

Pada zaman ekonomi gelembung di Jepang, di sekitar tahun 1977, program micro-nation, yang dikoordinasikan pemerintah-pemerintahan lokal bersama berbagai biro wisata, mulai dijalankan secara nasional untuk menarik wisatawan dari seluruh negeri. Koharu Yoshino, seorang perempuan muda yang lamaran kerjanya sudah ditolak 30 perusahaan, mendapati dirinya diterima sebagai duta wisata/monarki dari micro nation Kerajaan Chupacabra di kota Manoyama yang kecil dan terpencil. Bersama empat perempuan lain dengan latar belakang berbeda-beda, Yoshino harus membangkitkan program wisata micro-nation kembali di kota mereka untuk biro wisata tempat mereka kini tergabung.

Menyusul Hana-Saku Iroha dan Shirobako, ini proyek orisinil ketiga buatan P.A. Works tentang dunia kerja. Ide dasarnya digagas Alexandre S. D. Celibidache (ini jelas pseudonim), penyutradaraannya akan dilakukan oleh Masui Soichi (Hitsugi no Chaika), dengan naskah ditangani oleh Yokotani Masahiro (Free!, Hataraku Maou-sama!). Pengembangan konsepnya biasanya menarik sekaligus sangat menambah wawasan. Aku benar-benar berharap hasilnya bagus.

Tsugumomo (Zero-G)

Harta paling berharga bagi Kagami Kazuya adalah kain obi peninggalan mendiang ibunya. Aroma bunga sakuranya telah membantunya menjalani hidup. Namun kain tersebut rupanya juga bisa menyelamatkan nyawanya saat berubah wujud menjadi gadis berkimono yang menyebut dirinya roh artefak. Roh tersebut bernama Kiriha, tsukumogami dari kain tersebut yang kemudian tinggal bersama Kazuya. Hidup Kazuya semakin ramai saat sejumlah gadis lain turut menyusul Kiriha untuk hidup bersamanya.

Diangkat dari seri web manga karya Hamada Yoshikazu, ini seri komedi supernatural yang sudah diserialisasikan lumayan lama. Kuraya Ryouichi akan memulai debutnya sebagai sutradara lewat seri ini, dan sekaligus juga menangani komposisi seri. Musiknya akan ditangani Takanashi Yasuharu dari Pony Canyon. Ini tak termasuk seri menonjol, tapi berhubung kelihatannya ditangani oleh staf relatif muda, aku berharap hasilnya lumayan.

Renai Boukun (EMT Squared)

Guri adalah seorang perempuan malaikat(?) bermasalah yang kemudian dipercayakan benda misterius yang bisa membuat dua orang yang berciuman saling jatuh cinta. Guri lalu muncul di hadapan seorang remaja bernama Aino Seiji untuk membantu kehidupan cintanya. Seiji selama ini memendam perasaan pada Akane, temannya di sekolah, yang sebenarnya juga suka padanya. Guri lalu mendemonstrasikan kegunaan alatnya. Lalu keadaan semakin kacau dengan terancamnya nyawa Seiji saat terungkap kalau Akane seorang yandere.

Diangkat dari seri manga komedi online karya Mihoshi Megane yang juga berjudul The very lovely tyrant of love, premisnya yang penuh kegilaan lumayan susah dijelaskan. Nigorikawa Atsushi (Anime De Training! Ex) yang akan menyutradarainya. Sedangkan Takahashi Natsuko (Long Riders!, Ore Monogatari!!) yang menangani komposisi seri. Grup idola/seiyuu Wake Up, Girls! serta monaca juga terlibat untuk menangani musiknya. Meski kurang cocok dengan seleraku, seri ini benar-benar termasuk terkenal.

Roku de Nashi Majutsu Koushi to Akashic Records (LIDEN FILMS)

Glenn Radars didatangkan gurunya untuk menjadi guru pengganti paruh waktu di Akademi Sihir Kekaisaran. Di awal, dirinya tidak memiliki motivasi, serampangan, dan tidak serius dalam mengajar. Namun Glen mulai berubah pikiran sesudah mengenal murid-muridnya. Lalu lambat laun terungkap pula bahwa dirinya bukanlah instruktur biasa.

Anime ini diangkat dari seri light novel aksi fantasi karya Hitsuji Taro dengan ilustrasi buatan Mishima Kurone. Juga dikenal dengan judul Akashic records of bastard magic instructor, meski tema dan kualitasnya mungkin tak menonjol, seri ini menarik perhatianku karena punya kedalaman cerita yang tak disangka. Kazuto Minato yang akan menyutradarainya, dengan naskah yang ditangani oleh Machida Touko (Lucky Star, The IDOLM@STER). Ada sistem sihir yang ekstensif dan karakterisasinya tak buruk. Kurasa ini salah satu seri yang tetap akan kuperhatikan terlepas dari hasilnya.

Atom The Beginning (OLM, Production I.G., Signal.MD)

Selepas bencana besar yang baru menimpa Jepang, dua ilmuwan jenius hadir untuk mewujudkan masa depan penelitian robotik. Salah satu dari mereka adalah Tenma Umatarou yang bermimpi untuk menciptakan ‘dewa.’ Sedangkan yang seorang lagi adalah Ochanomizu Hiroshi yang bermimpi menciptakan ‘sahabat.’ Keduanya berkolaborasi siang dan malam hingga akhirnya terlahir robot mutakhir A106, dewa, atau mungkin sahabat, yang kelak berujung pada penciptaan robot Atom.

Diangkat dari manga berjudul sama karangan Kasahara Tetsuro (Rideback), seri ini menjadi prekuel dari seri sangat terkenal Tetsuwan Atom/Astro Boy karangan mendiang bapak manga Tezuka Osamu. Tezuka Makoto, putra beliau, terlibat langsung dalam pengawasan dan pengembangan proyek ini, dengan sebagian konsep yang turut disumbang oleh Yuuki Masami (Patlabor, Birdy the Mighty). Sato Tatsuo (Martian Successor Nadesico, Madan no Ou to Vanadis) akan bekerjasama dengan Motohiro Katsuyuki (Psycho-Pass) untuk penyutradaraannya, lewat kerjasama juga dengan Tezuka Productions. Naskahnya akan diawasi oleh Fujisaku Jun’ichi (Blood+, Appleseed XIII). Sejumlah peneliti kecerdasan buatan juga konon mengawasi pengembangan anime ini! Ini salah satu judul baru yang kurasa sangat diharapkan bagus.

Kado: The Right Answer (Toei Animation)

Shindo Kojiro, dirjen muda Kantor Kementerian untuk Perencanaan Kebijakan, terjebak bersama 251 penumpang lain saat pesawat yang mereka tumpangi secara misterius dibawa masuk ke dalam Kado, sebuah struktur raksasa berteknologi canggih. Di dalamnya, mereka menjumpai sesosok pemuda yang menyerupai manusia biasa. Melalui pesan yang dikirim ke seluruh ponsel penduduk Jepang, Yaha-kui zaShunina, pemuda tersebut, menyampaikan maksudnya untuk terlibat dalam urusan dalam negeri Jepang. Inilah awal mula peran Shindo sebagai duta antara Jepang dengan kaum Anisotoron…

Juga dikenal dengan judul Seikai Suru Kado, Murata Kazuya (Gargantia on the Verdurous Planet) akan menjadi sutradara umum, dengan dibantu Watanabe Masaki sebagai sutradara seri. Novelis Nozaki Mado yang akan menangani naskah. Musiknya ditangani Iwashiro Taro (Arslan Senki). Sudah lama sejak Toei mengeluarkan seri anime baru, dan ini merupakan seri anime TV CG mereka yang pertama. Tema sains fiksinya mungkin hanya cocok untuk kalangan tertentu. Tapi aku benar-benar berharap hasilnya bagus.

Alice to Zouroku (J.C. Staff)

Sekelompok gadis muda menyimpan kekuatan misterius yang disebut Alice’s Dream yang memberi mereka kemampuan untuk mengubah pikiran mereka menjadi kenyataan. Dikurung dan dijadikan kelinci percobaan, anak-anak ini dikurung di suatu tempat rahasia, sampai salah seorang dari mereka berhasil lari. Sana, seorang gadis yang bisa mengabaikan seluruh hukum fisika, dalam pelariannya bertemu seorang pria tua keras kepala bernama Kashimura Zouroku. Hidup si kakek tak pernah sama lagi.

Diangkat dari seri manga karya Imai Tetsuya, sutradara Sakurabi Katsushi (Flying Witch) akan bekerjasama kembali dengan Takayama Fumihiko (Sword of the Stranger) sejak kolaborasi mereka di Gunparade March. Musiknya akan ditangani oleh TO-MAS. Visualnya cerah dan ceritanya bernuansa ringan. Agaknya, ini jenis seri yang perlu dilihat sendiri untuk dipahami daya tariknya.

Zero kara Hajimeru Mahou no Sho (WHITE FOX)

Seorang wanita penyihir bernama Zero berjumpa seorang tentara bayaran separuh binatang dalam perjalanannya memburu lembar-lembar kitab sihirnya yang dicuri. Sesudah membuka diri terhadap satu sama lain, sang tentara bayaran setuju untuk mengawal Zero yang awam terhadap urusan-urusan dunia dengan harapan dapat kelak diubah menjadi manusia. Perjalanan keduanya bermakna penting karena rahasia dalam kitab Zero yang dapat menghancurkan dunia.

Dikenal juga dengan judul Grimoire of Zero, novel aslinya yang dibuat oleh Kobashiri Kakeru memenangkan Penghargaan Novel Dengeki tahun 2013. Hirakawa Tetsuo (Kawa no Hikari, Hori-san to Miyamura-kun) yang akan menyutradarai seri ini. Ada pengharapan lumayan besar terhadap kualitasnya mengingat kesuksesan White Fox dengan Re: Zero tahun lalu. (Tak ada kaitan antara kedua seri ini.) Kudengar pembangunan dunianya memang termasuk bagus dengan tema-tema sosial yang diangkat. Mungkin menjadi salah satu judul paling menonjol musim ini.

Eromanga Sensei (A-1 Pictures)

Izumi Masamune adalah seorang siswa SMA yang sekaligus telah menjadi penulis light novel profesional, meski belum populer. Ilustratornya, meski bisa diandalkan, hanya dikenalnya dengan nama Eromanga-sensei, dan disangkanya adalah otaku gemuk mesum karena gaya gambarnya yang sangat provokatif. Sampai suatu ketika, Masamune menyadari bahwa ilustratornya ternyata tak lain adalah Sagiri, adik perempuannya sendiri, yang telah menjadi hikkikomori selama setahun. Perubahan-perubahan besar dalam hubungan mereka kemudian terjadi.

Diangkat dari seri novel buatan Fushimi Tsukasa yang diilustrasikan Kanzaki Hiro (iya, pengarang dan ilustrator dari seri novel Oreimo yang itu), ini seri ‘komedi romantis antar saudara’ yang arah perkembangannya (ehem) mungkin sudah dibayangkan sejumlah kalangan. Takeshita Ryohei (Gekkan Shoujo Nozaki-kun) akan menyutradarainya dengan naskah yang ditangani Takahashi Tatsuya (The IDOLM@STER Cinderella Girls). Secara teknis, kualitasnya nampaknya solid. ClariS dan TrySail akan masing-masing membawakan lagu pembuka dan penutupnya.

Hinako Note (Passione)

Sakuragi Hinako adalah seorang gadis yang memiliki kesulitan berbicara. Hinako tinggal di pedesaan di daerah terpencil di Jepang. Untuk meningkatkan kemampuannya berkomunikasi, Hinako memutuskan pindah sekolah ke SMA di Tokyo dan bergabung dengan sebuah klub teater. Asramanya, di luar dugaan, ternyata sebuah toko buku bekas, dan di sana, ia bertemu seorang gadis yang gemar melahap buku.

Ini seri ringan dengan karakter-karakter manis yang diangkat dari seri manga karya Mitsuki. Takahashi Takeo (Rozen Maiden, Spice and Wolf, Rokka no Yuusha) akan berperan sebagai sutradara kepala. Kitahata Toru (Haganai NEXT, Koi to Senkyou to Chocolate) akan menjadi sutradara. Naskahnya ditangani oleh Urahata Tatsuhiko (GATE, Horizon in the Middle of Nowhere). Musiknya akan ditangani Hashimoto Yukari. Kelihatannya ini judul yang akan jadi pilihan bagi kalian fans cowok yang mengharapkan sesuatu yang tak terlalu berat.

Kabukibu! (Studio DEEN)

Kurusu Kurogo adalah siswa SMA yang sangat mencintai kesenian kabuki. Kecintaannya sudah sedemikian besarnya sampai-sampai tingkahnya menyebalkan bagi orang lain. Kurogo akhirnya memutuskan untuk membangun sendiri klub kabuki di sekolahnya. Untuk itu, ia perlu mengumpulkan anggota-anggota dulu.

Berawal dari seri light novel karya Eda Yuuri yang dihiasi desain karakter khas buatan grup CLAMP yang terkenal, Yoneda Kazuhiro (Akatsuki no Yona) akan berperan sebagai sutradara dengan Nakamura Yoshiko (Hiiro no Kakera) yang akan menangani naskah. Daya tarik terbesar seri ini tentu saja ada pada para karakternya. Kurasa ini salah satu judul yang bisa menarik para pemirsa wanita.

The Royal Tutor (Bridge)

Menerima tugas Guru Kerajaan di ruang tahta Kerajaan Grannzreich, Heine Wittgenstein harus mengajar empat pangeran remaja pembuat onar yang memiliki sifat dan kecendrungan masing-masing. Masalahnya, tugas besar itu dipersulit oleh penampilan Heine yang seperti anak-anak, yang membuatnya dipandang dengan sebelah mata.

Juga dikenal dengan judul Oushitsu Kyoushi Heine, atau Königliche Familie Lehrer, ini seri lain yang lebih ditujukan untuk pemirsa wanita. Ceritanya diangkat dari seri manga komedi karya Akai Higasa dengan penyutradaraan yang dilakukan Kikuchi Katsuya (Idol Memories, Sengoku Paradise Kiwami). Naskahnya sendiri akan ditangani oleh Ueno Kimiko (Kuromajyo-san ga Tooru!!) dengan musik yang ditangani Inai Keiji di Avex Pictures.

Danmachi Gaiden: Sword Oratoria (J.C. Staff)

Aiz Wallenstein, ahli pedang terkuat, sekali lagi memasuki labirin raksasa Dungeon bersama teman-temannya di Kota Labirin Orario. Pada hari itu, di lantai kelima puluh, kelompoknya mendapati bangkai naga yang lebur menjadi abu serta pertanda-pertanda ganjil lain, yang mendorong Aiz untuk menjelajah lebih jauh ke kedalaman Dungeon, yang mengawali pertemuannya dengan seorang anak lelaki…

Sebagai proyek kesepuluh yang memperingati ulang tahun kesepuluh GA Bunko, anime ini mengadaptasi seri novel karya Oumori Fujino yang diilustrasikan Haimura Kiyotaka. Iya, seri ini merupakan cerita sampingan dari seri Is It Wrong to Pick Up Girls in a Dungeon? yang juga sempat dianimasikan J.C. Staff tahun 2015 lalu. Ceritanya kali ini mengambil sudut pandang Aiz sebelum pertemuannya dengan Bell Cranell, dan memberi gambaran lebih utuh tentang berbagai intrik yang sebenarnya tengah berlangsung di kota Orario. Sempat kudengar kualitas ceritanya tak kalah bagusnya dengan cerita utama.

Satu seri orisinil lain yang akan tayang adalah seri drama Tsuki ga Kirei yang diproduksi studio feel. Ceritanya berfokus pada Mizuno Akane dan Azumi Kotarou, dua siswa SMP kelas tiga, yang untuk pertama kalinya menjadi teman sekelas, serta hubungan mereka dengan orang-orang di sekeliling mereka. Kishi Seiji (Persona 4 The Animation, Aoki Hagane Arpeggio – Ars Nova) yang dikenal dengan arahan-arahan visualnya yang akan menyutradarainya. Sedangkan naskahnya akan ditangani Kakihara Yuuko (Orange, Digimon Adventure tri.) yang telah berpengalaman menangani seri-seri seperti ini. Gelagatnya sejauh ini lebih dari lumayan, walau aku tak bisa menyingkirkan kesan kalau ini dibuat karena Oregairu masih belum ada juga lanjutannya.

Keluaran terkini dari waralaba permainan slot Twin Angel, Twin Angel BREAK, juga akan tayang. Aku merasa aneh karena ini masih ada di usiaku yang segini. Buat yang belum tahu, ini waralaba bergenre mahou shoujo yang sempat lumayan populer. J.C. Staff yang akan memproduksinya. Jadi sekalipun ceritanya generik, kurasa hasilnya tetap akan lumayan.

Warau Salesman NEW, atau The Laughing Salesman NEW, yang diangkat dari seri lain buatan duo pengarang Doraemon, juga akan tayang. Ceritanya tentang pedagang keliling misterius yang membantu orang-orang dalam memenuhi ‘rongga’ dalam jiwa mereka… atau sebaliknya, merusak hidup mereka jika dirasa perlu. Perlu diperhatikan kalau genrenya komedi hitam dengan tema lumayan dewasa.

Menyusul berakhirnya bab-bab penutup Naruto Shippuden, Boruto: Naruto Next Generations produksi Studio Pierrot juga akan tayang. Iya, ini sekuel dari seri Naruto yang mengetengahkan petualangan anak-anak keturunan Uzumaki Naruto dan teman-temannya. Belum banyak yang diketahui soal arah perkembangannya. Kishimoto Masashi-sensei tetap terlibat. Kudengar cerita animenya mungkin berbeda cukup jauh dari manganya.

Beberapa seri baru lain mencakup: seri komedi ringan The iDOLM@STER Cinderella Girls Gekijou produksi Gathering, yang diangkat dari manga yang mengetengahkan kehidupan sehari-hari para personil Cinderella Project; Frame Arms Girl produksi ZEXCS dan studio A-CAT yang menonjolkan konsep mainan mecha musume Kotobukiya, yang pasti menarik perhatian kalangan tertentu; Love Kome – We Love Rice yang menampilkan personifikasi manusia dari jenis-jenis beras; Pri Pri Chi-Chan; The Snack World; dan Tomica Hyper Rescue Drive Head Kidou Kyuukyuu Keisatsu.

Seri fantasi petualangan berlatar dunia langit Granblue Fantasy The Animation yang diangkat dari game ponsel, yang sudah dinantikan dari musim lalu, juga akan tayang. Episode spesialnya menarik perhatian di musim sebelumnya, dan karenanya, judul ini mungkin mencolok. Produksinya masih dilakukan A-1 Pictures.

Juga akan ada sin Nanatsu no Taizai (tak ada kaitan dengan Nanatsu no Taizai yang ada Meliodas dan kawan-kawan) yang diproduksi TNK dan Artland dan dibasiskan pada konsep proyek multimedia Hobby Japan (mirip proyek Hyakka Ryouran Samurai Girls). Seri ini mengetengahkan karakter-karakter iblis perempuan rancangan Niθ yang masing-masing mewakili salah satu dari tujuh dosa besar. Ini kelihatannya jadi seri fanservice untuk musim ini.

Sebagai tambahan, kudengar seri lain yang diproduksi lewat kerjasama dengan Emon Studio dari China, The Silver Guardian, juga akan tayang. Ceritanya tentang seorang anak yang memasuki dunia game virtual untuk menyelamatkan teman sekelasnya.

Tambahan lain, seri orisinil baru dari Sanzigen Animation Studios, ID-0, juga akan tayang. Ini seri mecha yang ditangani oleh sutradara veteran Taniguchi Goro (Code Geass) dan dipenai Kuroda Yousuke (Gundam 00). Berkisah tentang siswi remaja Maya Mikuri yang terlibat insiden dengan kelompok pembajak saat menggunakan suatu I-Machine. Ini membuatnya jadi bagian kru di kapal luar angkasa suatu perusahaan ekskavasi. Ada gelagat cukup kuat kalau ini bakal jadi bagus, walau susah membayangkan persisnya karena apa.

Iya, musim kali ini banyak ditunggu karena munculnya banyak sekuel. Kesemuanya meliputi:

  • Kelanjutan seri fenomenal tentang drama perjuangan manusia lawan raksasa Attack on Titan, atau Shingeki no Kyojin (Season 2) akan ada. Stafnya tentu saja masih sama. Ceritanya akan melanjutkan pembeberan lumayan menggantung dari musim tayang sebelumnya. Aku lumayan yakin season baru yang ini akan diakhiri dengan pembeberan menggantung lagi tentang rahasia yang tersembunyi di ruang bawah tanah itu. (Para pembaca manganya, mohon untuk tidak memberi spoiler pada para penonton awam!)
  • Kelanjutan adaptasi anime baru dari seri fantasi gelap fenomenal Berserk (Season 2). Musim tayang pertamanya dinilai mengecewakan oleh para penggemar lama, tapi tak dapat dipungkiri, adaptasi ini berhasil menjangkau kalangan penggemar baru.
  • Kelanjutan seri drama komedi tentang kekeluargaan Uchouten Kazoku, atau The Eccentric Family (Season 2) juga akan tayang. Kudengar ceritanya mengangkat novel sekuel tentang keluarga tanuki Shimogamo yang hidup di Kyoto. Tentu saja akan ada karakter-karakter baru.
  • Duel Masters (Season 14) akan tayang. Aku dengar ini semacam reboot dari seri pemainan kartu ini dengan karakter-karakter yang baru sama sekali.
  • Seri baru Beyblade Burst God (Season 6) juga akan ada. Lumayan mengejutkan ini masih berlanjut.
  • Future Card Buddyfight Battsu (Season 4) juga.
  • Sekuel dari seri anime net populer Monster Strike the Animation (Season 2), tentang seseorang yang berusaha memulihkan ingatannya yang hilang melalui sebuah app, juga akan tayang.
  • Kelanjutan adaptasi anime dari salah satu manga populer Shonen Jump saai ini, Boku no Hero Academia, atau My Hero Academia (Season 2) juga akan ada. Aku terkesan dengan keputusan para produsernya untuk tak menciptakan filler.
  • Seri idola Idol Time Pripara (Season 4) akan tampil. Karakter-karakter cowok juga akan muncul.
  • Seri drama supernatural Natusume Yuujinchou Roku, atau Natsume’s Book of Friends (Season 6) masih akan lanjut. Basis penggemarnya benar-benar kuat.
  • Terlepas dari kabar buruk soal produksi Manaria Friends, Rage of Bahamut: Virgin Soul (Season 2) akan tayang. Ceritanya akan baru sama sekali, dengan fokus cerita yang baru pula. Tokoh utamanya baru, walau sejumlah tokoh lama akan kembali tampil. Kudengar umat manusia menjadi ras dominan setelah terlepasnya Bahamut di seri sebelumya.
  • Kelanjutan seri aksi komedi romantis supernatural remaja khas Takahashi Rumiko, Kyoukai no Rinne atau RIN-NE (Season 3) juga akan tayang.
  • Kelanjutan upaya Tomoya dan teman-teman perempuannya dalam membuat game di Saenai Heroine no Sodate-kata Flat atau Saekano: How to Raise a Boring Girlfriend (Season 2), juga ada. Aku pernah dengar kalau nuansa ceritanya akan mulai berubah di titik ini.
  • Seri idola penuh siswa tampan di akademi musik terkenal Starmyu (Season 2) juga akan ada.
  • Seri baru Yu-Gi-Oh! VRAINS (Season 6) yang akan lebih mendalami premis virtual reality di permainan kartu juga akan tayang. Ada sesuatu tentang konsepnya yang sangat menarik perhatianku.
  • Tambahan yang terlewat, paruh kedua dari seri ONA Mobile Suit Gundam Thunderbolt yang berlatar di Bumi juga akan tayang. Episode-episode baru dari seri mecha bernuansa musik jazz ini akan keluar secara bulanan. Sial, aku masih menganggap desain mechanya terlalu canggih untuk zamannya!

…Tunggu, bukannya anime Touken Ranbu yang diproduksi Ufotable harusnya tayang dalam waktu dekat?

Dari segi anime-anime pendek, yang terutama menonjol mencakup:

  • Kenka Bancou Otome -GIRL BEATS BOYS- tentang seorang gadis ahli bela diri yang menyamar sebagai siswa lelaki, menggantikan saudara kembarnya di sekolah khusus cowok yang penuh berandalan. Produksinya dilakukan project No.9 bersama A-Real. Ini diangkat dari game buatan Spike Chunsoft.
  • Room Mate ~One Room side M~, versi ‘untuk cewek’ dari anime One Room yang tayang di musim sebelumnya. Para penonton ditempatkan baru pindah ke suatu apartemen untuk mulai hidup mandiri, dan mulai bertemu cowok-cowok ganteng. Tyhoon Graphics yang kembali memproduksi.
  • Souryo to Majiwaru Shikiyoku no Yoru ni… yang diangkat dari seri manga dewasa untuk perempuan. Ceritanya berkisah tentang seorang wanita yang mendapati cinta pertamanya telah menjadi biksu, dan konflik batin berkecamuk saat asmara kembali tumbuh di antara mereka. Produksinya dilakukan oleh Seven. Sekali lagi, ini untuk dewasa.
  • Nobunaga no Shinobi (Season 2), musim tayang kedua tentang gadis ninja yang ingin bisa melayani tuannya.
  • Tambahan, Sekai no Yami Zukan yang akan menampilkan cerita-cerita seram dan ganjil dari berbagai penjuru dunia.

Dari segi OVA, tak ada seri baru yang benar-benar mencolok.

Dari segi film layar lebar, kurasa yang paling menonjol adalah Fairy Tail: Dragon Cry, movie kedua Fairy Tail yang memberi fokus pada karakter Natsu menjelang bab-bab akhir dari cerita di manganya.

Anime layar lebar romantis Yoru wa Mijikashi Aruke yo Otome, semacam spin off dari Youjou-han Shinwa Taikei, lengkap dengan berbagai keanehan di dalamnya, yang juga diangkat dari novel karya Morimi Tomihiko, juga akan diputar. Yuasa Masaaki juga yang menyutradarainya, dan produksinya kali ini dilakukan oleh studio Science SARU.

Lalu, tentu saja, film layar lebar BLAME! The Movie produksi Polygon Pictures yang diangkat dari manga aksi futuristik Nihei Tsutomu juga akan ada. Ceritanya akan agak berbeda dari versi manganya, lebih padat dan lebih mudah dipahami.

Tambahan, film layar lebar Yuki Yuna Is a Hero: Washio Sumi Chapter yang sudah lumayan lama ditunggu para fansnya juga akan keluar. Sori, aku lupa soal ini. Aku pernah dengar dari orang yang mengikutinya kalau ini seri yang cukup bagus.

Akan aku kabari kalau ada perkembangan-perkembangan lagi.

(Sumber dari ANN dan Anime-Now)

30/11/2016

Anime Baru Musim Dingin 2016-2017

…Ada banyak anime bagus yang tayang musim gugur lalu. Tapi untuk suatu alasan, hanya sedikit sekali seri yang akhirnya aku ikuti. Dari sana, aku mengerti. Orang bisa kehilangan minat karena terlanjur melewatkan momentum awal untuk memulai.

Jadi guys, jagalah momentum untuk hal-hal yang kalian anggap berarti.

Soal winter kali ini, musim kali ini agak… sibuk? Saking banyak judul baru yang diumumkan (sebagian untuk musim-musim yang lebih ke sana), lumayan susah menyusun daftar judul baru kali ini. Aku khawatir ini pertanda kondisi industri yang sudah tak lagi sehat.

Kayak biasa, daftar ini enggak terlalu bisa diandalkan.

Akan ditambahkan secara teratur kalau ada perkembangan lagi. Biasanya nanti menjelang pergantian tahun.

Akiba’s Trip: The Animation (Gonzo)

Akihabara adalah lingkungan berpikiran terbuka di mana semua orang, mulai dari para pemula sampai para ahli, akan disambut. Bahkan bila kau sendirian, apabila kau datang ke Akiba, besar kemungkinan kau akan menjumpai seseorang yang akan mengerti dirimu. Itu lingkungan di mana segalanya bisa terjadi; di mana siapapun seakan bisa melakukan apapun; sebuah lingkungan di mana kau bisa menelanjangi jiwa dan ragamu di hadapan orang lain. Lalu di lingkungan Akiba ini, yang menyediakan segalanya termasuk anime, game, maid, idola, barang-barang bekas, dan makanan murah, sebuah pertempuran antara kaum “Bagurimono” dan sebuah cerita “cewek bertemu cowok” yang teguh, akan dimulai!

Seri ini dibuat untuk memperingati ulang tahun ke-25 studio Gonzo, dan juga diangkat dari game PSP terkenal buatan Acquire, yang berlatar di Akihabara secara tepat. Dalam gamenya, kita sebagai pemain harus berhadapan dengan vampir-vampir yang kita kalahkan dengan merobek pakaiannya agar kulit mereka terekspos ke cahaya matahari. Cerita animenya sendiri kelihatannya akan berfokus ke tokoh Denkigai Tamotsu dan orang-orang yang ditemuinya dalam… yah, lebih baik nanti periksa sendiri. Ikehata Hiroshi yang sebelumnya menangani Robot Girls Z yang akan menyutradarainya. Hyodo Kazuho yang sebelumnya terlibat dalam anime ReLIFE akan menangani komposisi seri. Adik perempuanku sempat menyukai gamenya. Jadi memang ada daya tarik tertentu tentang seri ini yang sekilas tak terlihat.

Idol Incidents (MAPPA, VOLN)

Bintang-bintang idola bangkit untuk menentang pemerintahan yang korup sebagai “anggota-anggota Dewan idola” dan bekerja keras untuk megembalikan senyum rakyat Jepang melalui nyanyian dan tari. Para anggota Dewan idola tersebut tergabung dalam tujuh partai politik berbeda. Di antara mereka termasuk Hoshina Natsuki dari perfektur Niigata, Onimaru Shizuka dari perfektur Fukuoka, serta Kondou Sachie dari perfektur Toyama.

Dikenal juga dengan judul Idol Jihen, seri ini berawal dari proyek multimedia yang dicanangkan perusahaan pengembang MAGES dan 5pb. Games yang populer. Ada banyak desainer karakter ternama yang terlibat. Lalu produser musik terkenal Tsunku juga menyumbangkan lagu untuk pembuka dan penutup. Ini kasus agak aneh karena proyek game ponsel yang melandasinya telah diumumkan sejak tahun 2014, namun nyatanya masih dalam tahap pengembangan sampai sekarang. Premisnya juga agak berubah dari awal, dengan bagaimana para karakter idola sebelumnya saling bersaing memperebutkan posisi perdana menteri, sesudah suatu administrasi baru berbasis idola menyelamatkan ekonomi dan politik Jepang dari kehancuran. Mungkin sempat ada partai politik tertentu yang merasa tersindir? Animenya sendiri ditangani Yoshida Daisuke (F-Zero Falcon Densetsu, Souten Kouro). Naskahnya akan ditangani bersama oleh Takayama Naoya (Chihayafuru, Supernatural), Kawashima Sumino (Chihayafuru, Kurenai), dan Hayashi Soutarou (Photo Kano, Kurenai). Adaptasi manganya juga belum lama ini baru dirilis. Seperti yang bisa diharapkan dari MAGES, ini lagi-lagi konsep cetusan mereka yang aneh.

Urara Meirochou (J.C. Staff)

Di kota Meiro-chou, para perempuan peramal yang dikenal sebagai uranaishi hidup dan saling bersaing untuk menjadi peramal terhebat yang bergelar “Urara.” Di masa kini, seorang gadis penyendiri bernama Chiya tiba di gerbang kota. Namun kedatangan Chiya ternyata memiliki maksud selain untuk menjadi Urara. Di sana, Chiya lalu berjumpa tiga sahabat: Kon yang baik hati, Koume yang menggemari budaya barat, dan Nono yang pemalu.

Diangkat dari seri manga karya Harikamo yang diserialisasikan di majalah Manga Time Kirara, Suzuki Youhei yang sebelumnya menyutradarai Shimoneta dan Henneko yang akan menyutradarainya. Naskahnya akan dikerjakan Akao Deko yang belakangan menangani Akagami no Shirayukihime. Kalau tak salah, ini kali pertama J.C. Staff mengadaptasi suatu seri dari Manga Time Kirara. Potensi buat melihat karakter imut khas majalah tersebut dalam standar animasi J.C. Staff lumayan menarik. Maaf aku masih belum tahu banyak tentang seri ini.

Masamune-kun no Revenge (SILVER LINK)

Menjalani masa kecil sebagai anak yang sangat gendut, Makabe Masamune dendam terhadap Adagaki Aki, teman masa kecilnya yang meski sangat cantik, dengan jahat dulu menjahilinya. Kini menjadi remaja yang kurus dan tampan dengan nilai-nilai sekolah yang sempurna berkat latihan gila-gilaan yang ia jalani, Masamune pindah sekolah ke sekolah Aki dengan tekad untuk membalas Aki atas semua perbuatannya. Namun demikian, rencananya tak berjalan semulus yang ia kira.

Dibuat berdasarkan seri manga buatan Takeoka Hazuki yang digambar oleh ilustrator Korea Tiv, seri komedi romantis ini lumayan menarik perhatian semenjak diserialisasikan di Monthly Comic Rex milik Ichijinsha dari tahun 2012 lalu. Cerita manganya sudah memasuki bab-bab akhirnya, jadi nanti bisa kau harapkan cerita yang tuntas dari animenya juga. Minato Mirai yang sebelumnya menangani Fate/kaleid liner Prisma Illya akan menyutradarai. Sedangkan naskahnya akan dikerjakan Yokote Michiko (ReLife, Dagashi Kashi) bersama Shimoyama Kento (Shomin Sample, Servant x Service). Musiknya akan ditangani oleh Lantis. Meski terkadang tetap terjadi hal-hal absurd di dalamnya, cerita seri ini termasuk menarik untuk ukuran seri-seri sejenisnya karena banyaknya perkembangan tak terduga.

School Girl Strikers Animation Channel (J.C. Staff)

Akademi Goryoukan, sekolah swasta baru khusus perempuan yang populer dengan kampusnya luas, memiliki sisi tersembunyi yang bertujuan melatih kesatuan khusus Fifth Foce untuk melindungi dunia dari makhluk-makhluk supernatural tak terlihat yang disebut Oburi. Untuk melawan Oburi yang hendak memakan dunia, sebuah tim baru dibentuk dengan lima orang yang dipilih dari badan kesiswaan. Lima siswi tersebut mencakup Miyama Tsubame dan kawan-kawannya.

Diangkat dari aplikasi game smart phone bernuansa light novel kembangan Square Enix, penyutradaraannya akan ditangani Nishikiori Hiroshi yang sebelumnya menangani adaptasi anime To Aru Majutsu no Index dan Azumanga Daioh. Naskahnya akan ditangani oleh Yoshioka Takao (Sekirei, Shinmai Maou no Testament, dan High School DxD). Musiknya ditangani oleh Suzuki Mizuto dan Tokusashi Kengo, yang juga menangani musik dalam game. Mungkin masih terlalu awal buat menilai, apalagi mengingat gamenya baru keluar April lalu. Tapi kalau ditanya pendapatku pribadi, setidaknya kualitas presentasi seri ini bisa lumayan mengingat ini keluaran J.C. Staff. Meski ini mungkin bukan seri yang berbobot, ini mungkin akan jadi seri aksi fanservice yang relatif lumayan seru.

Hand Shakers (GoHands)

Di Osaka, tahun AD 20XX, sejumlah orang terpilih menerima Revelation of Babel dan memperoleh kekuatan dahsyat dalam wujud senjata-senjata Nimrode, yang terlahir dari dalam jiwa mereka. Senjata-senjata itu akan terwujud bila mereka berpegangan tangan dengan partner mereka. Mereka dikenal sebagai Hand Shakers, dan terlibat persaingan untuk menantang ‘tuhan.’

Ini merupakan proyek anime orisinil yang GoHands gagas bersama perusahaan produksi Frontier Works dan penerbit Kadokawa. Seri ini dipandang sebagian orang sebagai penerus spiritual dari waralaba K mereka, karena juga akan menampilkan karakter-karakter berjumlah banyak dan beragam dengan desain visual yang mencolok. Pasangan-pasangan yang sudah dikonfirmasi mencakup pasangan utama Tazuna bersama Koyori, lalu Riri bersama Masaru, Chizuru bersama Hayate, Kodama bersama Hibiki, dan dua sosok misterius Break bersama Bind. Musiknya akan ditangani oleh GOON TRAX. Soal rincian stafnya, masih belum ada pengumuman lanjut saat ini kutulis.

ēlDLIVE (Pierrot)

Kokonose Chuta tak punya banyak teman karena kelakuan anehnya yang sering menggumam. Ini semua dikarenakan Chuta kerap kali mendengar suara-suara di dalam kepalanya sendiri. Suara-suara itu sering mengajaknya berbicara. Sehingga semula, Chuta mengira kalau mungkin itu tanda kalau ia telah menjadi gila. Namun nyatanya, itu ternyata karena ada alien yang hidup di dalam tubuhnya, yang kemudian melibatkannya dalam berbagai urusan menyangkut polisi-polisi luar angkasa.

Seri ini diangkat dari seri manga berjudul sama karangan Amano Akira (pengarang seri manga Katekyo Hitman Reborn!) yang diserialisasikan di aplikasi Shonen Jump+ sejak tahun 2013. Aku belum tahu banyak tentang seri ini, tapi kudengar fansnya cukup antusias dan adegan-adegan aksinya terbilang seru. Furuta Takeshi (Saint Seiya: Soul of Gold, Uta no Prince-sama Legend Star) akan menyutradarai dengan dibantu Tanaka Tomoya (Blood Lad). Sedangkan naskahnya akan ditangani Takeuchi Toshimitsu (Shonen Ashibe GO! GO! Goma-chan). Musiknya akan ditangani oleh Takanashi Yasuharu dari Team-MAX. Sudah lama Pierrot tak mengeluarkan proyek baru. Kuharap hasilnya bagus.

Demi-chan wa Kataritai (A-1 Pictures)

Semenjak beberapa tahun sebelumnya, beragam monster legenda seperti vampir dan dullahan mulai bermunculan kembali di muka bumi. Mereka hadir sebagai semacam bentuk mutasi supernatural atas manusia, dan secara kolektif mulai dikenal dengan istilah ‘demi-human.’ Takahashi Tetsuo, seorang guru biologi di sebuah SMA, sebenarnya telah lama punya minat akademis terhadap fenomena ini. Tapi karena kelangkaan kasus-kasus tersebut, ia belum pernah berkesempatan mendalaminya. Sampai ketika datangnya tahun ajaran baru, sekolahnya kedatangan bukan hanya satu, tapi tiga murid baru yang merupakan demi. Takahashi memandang  ini sebagai kesempatan, dan mencoba mengadakan wawancara konseling berkala dengan murid-murid barunya yang istimewa ini. Ternyata masalah-masalah yang mereka hadapi berhubungan dengan hal-hal yang lebih lumrah dari yang ia kira.

Seri drama komedi ini diangkat dari seri manga karya Petosu yang sempat memenangkan penghargaan. Di tengah tren seri gadis monster yang belakangan melanda dunia manga, seri ini termasuk salah satu yang sebenarnya lebih ‘cerdas’ dari yang terlihat. Ando Ryo yang pernah terlibat dalam kedua musim tayang GATE akan memulai debutnya sebagai sutradara dengan seri ini. Staf veteran Yoshioka Takao yang pernah terlibat dalam Elfen Lied dan Zero no Tsukaima akan mengawasi dan menangani naskah. Musiknya akan ditangani oleh Yokoyama Masaru yang belakangan makin dikenal sesudah BBK/BRNK dan Gundam: IBO. Seri ini juga dikenal dengan judul Interviews with Monster Girls.

ACCA 13-Ku Kansatsu-Ka (MADHOUSE)

Di dunia yang terbagi ke dalam 13 bangsal, masing-masing bangsal memiliki suatu divisi pengamatan yang dikendalikan oleh sebuah organisasi besar bernama ACCA. Masing-masing divisi pengamatan bertugas untuk mencatat setiap kejadian yang terjadi di dalam ketiga belas bangsal untuk mencegah berbagai ketidakadilan dan konspirasi. Jean Otus adalah wakil kepala dari departemen inspeksi di kantor utama ACCA. Dirinya, yang dijuluki sebagai ‘penerima puntung rokok’, juga dikenal sebagai anggota paling lihai dari organisasi ini.

Diangkat dari seri manga seinen buatan Ono Natsume, seri ini terutama mencolok karena akan disutradarai oleh sutradara One-Punch Man, Natsume Shingo, dengan naskah yang ditangani oleh Suzuki Tomohiro (One-Punch Man, Tiger & Bunny). Musiknya akan ditangani Takahashi Ryou yang sebelumnya terlibat dalam Regalia: The Three Sacred Stars dan Oshiete! Galko-chan. Karena satu dan lain hal, seri ini merupakan salah satu judul paling mencolok di musim ini.

Kuzu no Honkai (Lerche)

Hanabi dan Mugi adalah sepasang remaja yang dipandang sebagai pasangan idaman. Mereka memiliki daya tarik menawan dan perilaku yang membuat mereka disegani. Namun demikian, keduanya sama-sama menyimpan rahasia: hubungan mereka nyatanya palsu. Keduanya sebenarnya saling menjalin hubungan dalam upaya melupakan rasa suka mereka yang sesungguhnya terhadap orang-orang lain. Lalu kepalsuan mereka lambat laun juga menjadi sesuatu yang semakin sulit mereka jaga.

Dikenal juga dengan judul Scum’s Wish, ini seri romansa psikologis yang diangkat dari seri manga agak kontroversial karangan Yokoyari Mengo. Ando Masaomi yang dikenal berkat arahannya di School-Live! akan menyutradarai seri ini. Naskahnya akan ditangani Uezu Makoto (Konosuba, Akame ga KILL!). Musiknya akan ditangani oleh Yokoyama Masaru (BBK/BRNK, Mayoiga). Kudengar manganya adalah jenis yang memikatmu dengan konsepnya di awal, tapi semakin menguji kesabaranmu seiring berkembangnya cerita. Terlepas dari itu, visualnya memiliki nuansa memikat. Ini seri yang akan tayang di Noitamina untuk musim ini.

Youjou Senki: Saga of Tanya the Evil (Studio NuT)

Seorang gadis muda ikut berjuang di garis depan medan pertempuran. Rambutnya pirang, matanya biru, dan kulitnya putih nyaris transparan. Ia terbang di udara dan menghabisi musuh-musuhnya tanpa ampun. Namanya adalah Tanya Degurechov. Dengan suara anak perempuan, ia memimpin sepasukan tentara. Tanya dalam kehidupannya yang lalu adalah salah satu eksekutif kantoran paling elit di Jepang. Namun kemarahan sosok dewa misterius X atasnya membuatnya terlahir kembali sebagai anak perempuan. Meski begitu, mengutamakan efisiensi di atas segalanya, ia kemudian menjadi penyihir paling berbahaya di kalangan penyihir kekaisaran.

Diangkat dari seri novel Carlo Zen yang diilustrasikan oleh Shinotsuki Shinobu, ini salah satu seri bergenre isekai yang belum sempat aku bahas. Penyutradaraannya akan dilakukan oleh Uemura Yutaka (Dantalian no Shoka). Ihara Kenta (Ajin) akan menangani naskahnya. Sedangkan musiknya akan ditangani oleh Katayama Shuuji (Overlord, Popin Q). Berhubung yang memproduksinya adalah studio relatif baru, ada banyak hal yang kayaknya dipertaruhkan. Tapi sejauh ini, gelagatnya terbilang baik, dengan banyak perhatian yang diberikan terhadap detail. Ceritanya sendiri punya nuansa militer yang kuat dengan latarnya di dunia alternatif yang mirip awal abad 20. Buat sebagian orang, adanya band MYTH&ROID yang membawakan lagu pembuka sudah menjadi cukup alasan untuk memeriksa seri ini.

Piacevole! My Italian Cooking (Zero-G)

Trattoria Festa adalah restoran masakan Italia yang dikelola oleh beragam orang yang tak biasa. Seorang siswi SMA bernama Nanase Morina mulai bekerja di sana. Lalu melalui hidangan-hidangannya yang tak biasa, Nanase juga mulai semakin dewasa sebagai pribadi.

Juga dikenal dengan judul Piace: Watashi no Italian, seri ini diangkat dari seri manga karya Watanabe Atsuko yang diserialisasikan di aplikasi manga Comico. Staf veteran Sakurai Hiroaki (Kodocha, Di Gi Charat) yang akan menyutradarainya, dengan Watanabe-sensei sendiri (yang pernah bekerja sebagai animator) terlibat dalam produksinya. Nuansa visualnya benar-benar manis. Mudah-mudahan hasilnya bagus.

Little Witch Academia (Studio Trigger)

Kagari “Akko” Atsuko terkesima oleh penampilan penyihir Shiny Chariot dalam pertunjukan sihir yang dilihatnya sewaktu kecil. Kekagumannya membawa gadis biasa tersebut untuk bergabung dalam Akademi Luna Nova, akademi penyihir perempuan yang ternama. Berbekal keyakinan bahwa “Hati yang percaya adalah kekuatan sihirmu.” Akko dan kawan-kawannya terlibat berbagai hal di sekolah tersebut.

Setelah pertama terwujud lewat bantuan dana Anime Mirai pada tahun 2013, dan kemudian dibuat film sekuelnya melalui crowdfunding, akhirnya proyek ini terwujud juga versi seri TV-nya. Yoshinari Yoh akan kembali sebagai sutradara dan desainer karakter asli proyek ini. Sedangkan Shimada Michiru, yang sebelumnya menangani naskah versi film layar lebar, akan kembali untuk menangani komposisi seri. Mudah-mudahan hasilnya tetap bagus. Ini salah satu seri baru paling mencolok di musim ini.

Chaos;Child (SILVER LINK)

Pada tanggal 9 November 2009, wilayah Shibuya di Tokyo diterpa gempa dahsyat berskala 7,8. Api hitam menyebar dan kepanikan massal terjadi, menelan korban tewas sebanyak 3.851 jiwa dan melukai 30.927 orang. Enam tahun sesudahnya, pada bulan Oktober 2015, di wilayah Shibuya yang tengah direkonstruksi, serangkaian kejadian kematian yang tak terjelaskan terjadi kembali. Kejadian ini menyerupai insiden-insiden kematian New Generation yang sempat berlangsung sebelum gempa Shibuya. Rangkaian kejadian ini mulai dikenal sebagai “Kembalinya kegilaan New Generation” dan menjadi pertanda akan kembali terjadinya bencana baru.

Seri psycho suspense Chaos;Child merupakan sekuel langsung Chaos;Head yang sebelumnya juga sempat diangkat jadi anime, yang merupakan judul pertama dalam seri game science adventure yang dikembangkan bersama oleh MAGES dan 5pb. Ceritanya kembali berlatar di Shibuya, namun akan mengangkat karakter-karakter baru sama sekali. Jinbo Masato akan mengarahkan anime ini dan sekalian menangani komposisi seri. Abo Takeshi (Steins;Gate, Robotics;Notes) dan onoken (Accel World) akan menangani musiknya. Kuakui, ini salah satu judul baru yang paling kuminati musim ini.

Fuuka (Diomedea)

Haruna Yuu adalah seorang remaja pemalu yang baru pindah sekolah. Karena pemalu, ia memiliki kebiasaan untuk membuka smart phone-nya untuk memeriksa Twitter. Yuu kemudian berkenalan dengan Akitsuki Fuuka, seorang gadis riang yang memikat namun tak punya ponsel. Di sisi lain, Yuu belakangan mulai terhubung lagi dengan teman masa kecilnya, Hinashi Koyuki, yang kini telah menjadi penyanyi ternama. Yuu lalu mengundang Fuuka untuk menghadiri salah satu konser Koyuki. Lalu di sanalah, ketiganya untuk pertama kalinya bertemu. Mulailah terjalin cinta segitiga antara cinta yang bermula dari media elektronik, dengan cinta yang tidak bermula dari media elektronik.

Diangkat dari manga drama romansa bernuansa dunia musik karya Seo Kouji, Fuuka semacam sekuel dari seri manga Seo-sensei terdahulu, Suzuka, dengan bagaimana Fuuka merupakan putri dari dua tokoh utama di Suzuka. Ceritanya benar-benar khas Seo-sensei, yang sifatnya agak hit or miss karena jenis konflik dan karakter yang diangkatnya. (Apa semua manga romansa di Weekly Shonen Magazine seperti ini?) Tapi adaptasinya sejauh ini terlihat benar-benar meyakinkan, dengan gaya visual memikat serta musik yang terdengar menjanjikan. Kusakawa Keizou (Kan Colle) yang akan menyutradarai, dengan naskah ditangani oleh Akashiro Aoi (Endride, Konosuba). Iga Takurou (Aria the Scarlet Ammo Double A) bersama WEST GROUND akan menangani musiknya. Oh iya, kau tak perlu sudah mengikuti Suzuka untuk bisa menikmati Fuuka. Adaptasi anime Suzuka sebelumnya juga tak mencakup keseluruhan cerita di manganya. (Pengisi suara Suzuka dan Yamato dari anime Suzuka juga menyuarakan peran mereka kembali di Fuuka.)

Minami Kamakura Koukou Joshi Jitensha-Bu (A.C.G.T., J.C. Staff)

Maiharu Hiromi adalah seorang gadis SMA yang baru pindah dari Nagasaki ke Kamakura. Menggunakan sepeda ke sekolah, Hiromi menyadari betapa lamanya ia sudah tak bersepeda. Saat itulah, Hiromi berjumpa dengan Akitsuki Tomoe, yang kemudian membantunya untuk lebih pandai dalam bersepeda.

Diangkat dari seri manga karya Matsumoto Noriyuki, penyutradaraannya akan ditangani oleh Kudo Susumu (Mardock Scramble: The First Compression) dengan naskah ditangani Sunayama Kurasumi (Bakuon!!). Kurasa ini jenis seri tentang gadis-gadis yang tergabung dalam suatu ekskul, namun ceritanya kudengar akan memaparkan soal kompetisi turnamen juga. Maaf aku masih belum tahu banyak tentangnya. Terlepas dari itu, pemandangan Kamakura yang menjadi latarnya kelihatannya akan benar-benar berkesan.

Kemono Friends (Yaoyorozu)

Di Japari Park, sebuah kebun binatang raksasa terintegrasi, ada zat misterius yang disebut ‘pasir bintang’ yang menyebabkan banyak binatang berubah wujud menjadi makhluk-makhluk serupa manusia yang disebut Animal Girls. Japari Park adalah tempat yang ramai dan banyak pengunjung. Namun suatu hari, ada seorang anak hilang yang tersesat di taman itu. Anak hilang tersebut melakukan perjalanan untuk bisa pulang. Tapi berhubung ada banyak Animal Girls yang kemudian ikut menemaninya, perjalanannya berubah menjadi petualangan besar.

Diangkat dari game ponsel buatan Nexon (yang justru akan berhenti layanannya sebulan sebelum seri ini tayang!), konsep karakter aslinya dibuat oleh Yoshizaki Mine, pembuat manga Keroro Gunsou dengan penyutradaraan dilakukan oleh TATSUKI (Tesagure! Bekatsu-mono). Naskahnya sendiri akan ditangani oleh Tanabe Shigenori (Danchi Tomoo). Nuansanya sendiri terkesan riang dan sederhana (dengan daya tarik lebih bagi kalian penyuka kemonomimi). Studio Yaoyorozu sudah lama tak terdengar kabarnya, jadi aku pribadi berharap hasilnya bagus. Oh iya, latarnya lebih cocok disebut taman safari raksasa ketimbang kebun binatang raksasa.

Gabriel Dropout (Doga Kobo)

Gabriel White Tenma, yang menjadi murid teladan di sekolah malaikat dan kemudian belajar di sekolah manusia di bumi dalam upaya mengejar pengetahuan, tahu-tahu mulai keranjingan bermain sebuah webgame dan akhirnya berubah menjadi orang yang terlalu malas pergi ke mana-mana. Jadilah dari seorang malaikat teladan, dirinya menjadi malaikat tak berguna. Seorang “datenshi.”

Diangkat dari seri manga karya Ukami, seri komedi ini menyatukan kembali para staf yang sebelumnya bekerja sama dalam Himouto! Umaru-chan. Ohta Masahiko akan menangani penyutradaraannya, dengan naskah ditangani oleh Aoshima Takashi. Seperti yang bisa diharapkan dari keluaran studionya, visualnya cerah, manis, dan penuh warna.

Kobayashi-san Chi no Maid Dragon (Kyoto Animation)

Kobayashi adalah wanita pekerja kantoran biasa yang menjalani hidup membosankan, tinggal sendirian di apartemennya yang kecil, sampai suatu hari, ia menyelamatkan seekor naga betina yang sedang kesusahan. Naga tersebut, yang dinamai Tohru, mampu berubah wujud menjadi anak perempuan yang manis. Lalu Tohru mulai bersikeras untuk membalas budi dengan mulai tinggal bersama Kobayashi.

Juga dikenal dengan judul Miss Kobayashi’s Dragon Maid, ini satu lagi seri komedi yang diangkat dari seri manga sederhana karya Coolkyoushinja (pengarang I Can’t Understand What My Husband Is Saying dan Komori-san wa Kotowarenai!). Berhubung KyoAni yang menganimasikannya, kita bisa harapkan tampilan visual yang mencolok. Penyutradaraannya akan dilakukan oleh Takemoto Yasuhiro (Amagi Brilliant Park, Hyouka) dengan naskah yang akan ditangani Yamada Yuka (Neo Angelique Abyss, Umi Monogatari). Musiknya akan ditangani oleh Itou Masumi di Lantis. Meski tak pernah terlalu menonjol, dari dulu karya-karya Cool-sensei selalu digagas dari ide yang sederhana, tapi menarik.

Selebihnya, akan ada proyek anime orisinil Seiren yang dicetus oleh Takayama Kisai, perancang karakter dari seri game romansa KimiKiss dan Amagami, yang produksinya ditangani oleh studio Gokumi dan AXsiZ. Jadi buat kalian para cowok yang sempat menyukai KimiKiss: Pure Rouge dan Amagami SS (dan sekalian saja aku sebut, meski Takayama-san tak terlibat di dalamnya, Photo Kano), mungkin ini seri yang akan kalian minati. Masih belum banyak yang diketahui tentang ceritanya, selain dari bagaimana tokoh utama bernama Masakazu(?) Shouichi menjalin hubungan dengan gadis-gadis kenalannya di SMA Teruhi Higashi. Pola ceritanya kabarnya akan seperti Amagami SS, dengan pendekatan per bab ke tiga heroine. Temanya kelihatannya akan seputar tumbuh dewasa dan menentukan masa depan.  Desain dan konsep karakternya menarik, dengan cakupan cerita yang kelihatannya tak hanya satu sekolah. Kobayashi Tomoki yang sebelumnya menangani Akame ga KILL! akan menyutradarainya. Sedangkan naskahnya akan dibuat oleh Takayama-san sendiri. Musiknya akan ditangani Nobusawa Nobuaki.

Untuk para fans cewek, Marginal#4 Kiss Kara Tsukuru Big Bang akan dianimasikan J.C. Staff. Seri ini diadaptasi dari waralaba idola milik Rejet dan Idea Factory. Marginal#4 ceritanya adalah grup idola cowok yang berada di bawah label Pythagoras Production milik Rejet, seperti halnya Unicorn Jr. dan Lagrange Point. Visualnya termasuk meyakinkan untuk anime sejenis ini, dengan Suzuki Kentaro (Little Busters!) sebagai sutradara. Naskahnya akan ditangani Yokotani Masahiro (Free!, Re:ZERO).

Studio XEBEC juga akan memproduksi BanG Dream!, suatu seri bertema girl band yang dibuat berdasarkan proyek multimedia Bushiroad dan OLM.  Ceritanya mengetengahkan Toyama Kasumi dan teman-temannya yang tergabung dalam band Poppin’Party. Novelis Nakamura Kou yang menggagas cerita aslinya dengan desain karakter asli buatan Hitowa. Ootsuki Atsushi (Argevollen, Wagnaria!!2) yang akan menyutradarai dan Ayana Yuniko (Locodol, Hello!! KINMOZA) yang akan menangani komposisi seri. Para seiyuu karakter utama juga akan menampilkan pertunjukan live terkait ini juga.

Masih menyusul tamatnya seri manga ninja Naruto, novel-novel epilog Naruto Hiden/Shinden juga akan mendapatkan adaptasi anime TV-nya di musim ini. Mungkin lagi-lagi jadi bagian seri Shippuden yang masih tayang? Ceritanya akan mencakup bagian-bagian cerita Shikamaru Hiden, Konoha Hiden dan Sasuke Shinden. Kudengar novel-novel lainnya masih terbit, jadi mungkin seri ini juga masih akan berlanjut.

Granblue Fantasy the Animation yang diangkat dari game ponsel keluaran Cygames juga akan dianimasikan oleh A-1 Pictures. Mungkin di antara kalian ada yang sudah kenal waralaba ini berkat visual dunia langitnya yang menggugah serta musiknya yang megah (yang ditangani oleh Uematsu Nobuo dan Narita Tsutomu, dua komposer  waralaba Final Fantasy). Penyutradaraannya akan dilakukan oleh Itoh Yuuki (Magical Girl Lyrical Nanoha ViVid). Mudah-mudahan ceritanya berbobot. (Buat yang mau tahu, intinya konon tentang bagaimana pemuda bernama Gran memulai perjalanan bersama si gadis misterius Lyria untuk lari dari kekaisaran jahat, sembari menuju suatu pulau di tempat di mana ayahnya berada.) Sedikit tambahan, seri TV-nya ternyata ditunda sampai April, dan yang nanti akan tayang adalah episode spesial Zankutinzeru-hen pada pergantian tahun.

Kudengar Onihei Crime Reports in Edo, atau Onihei Hankachou yang diproduksi Studio M2 juga akan tayang di musim ini. Seri ini diangkat dari seri novel karangan Ikenami Shoutarou yang berlatar di zaman Edo (1603-1868), dan mengisahkan tentang sepak terjang penyelidik Hasegawa Heizou dalam menghukum penjahat dan melindungi masyarakat dari perampokan dan pembakaran. Miya Shigeyuki (Buzzer Beater, Blood Lad) akan menyutradarai dan sekalian merancang karakter. Untuk yang belum tahu, Studio M2 merupakan studio baru yang didirikan oleh Maruyama Masao, pendiri studio Madhouse dan MAPPA. Kualitas animasinya kemungkinan besar akan mencolok. Ini menarik untuk kalian yang suka protagonis-protagonis yang sudah agak berusia.

Ada proyek 6HP – Six Hearts Princess cetusan Murakami Takashi, yang dianimasikan oleh Studio Poncotan. Seniman mebae terlibat di dalamnya sebagai desainer karakter dan sutradara animasi. Ini patut dilihat untuk visualnya yang mencolok. Mungkin ini akan jadi seri anime pendek.

Chiruran: Nibun no Ichi juga akan tampil. Ini sebenarnya merupakan seri komedi lepasan resmi bergaya SD dari seri utamanya, Chiruran: Shinsengumi Chinkon-ka yang dibuat oleh Umemura Shinya dan Hashimoto Eiji. Berita ini sempat membingungkan, karena justru seri utamanya yang disangka akan dianimasikan. (Ini juga mengecewakan sebagian fans, berhubung seri utama Chiruran penuh bishonen dengan latar belakang sejarah yang menarik.)

Sebagai tambahan, Nyanko Days yang diproduksi EMT Squared juga akan tayang. Ceritanya tentang seorang gadis pemalu yang menjalani kesehariannya dengan kucing-kucing peliharaannya (yang divisualisasikan seperti manusia). Ceritanya diangkat dari seri manga karya Tarabagani, dengan Hiraike Yoshimasa (Wagnaria!!, Kaleido Star) berperan sebagai sutradara.

Beberapa seri lama yang kabarnya akan lanjut dengan season baru di musim ini antara lain:

  • Anime bersepeda Yowamushi Pedal NEW GENERATION (season 3), yang berlatar di tahun ajaran baru sesudah lulusnya para sempai. Ceritanya akan ditandai dengan masuknya anggota-anggota baru? Sebagian besar staf produksinya masih sama. Produksinya masih dilakukan TMS Entertainment.
  • Musim tayang baru dari seri komedi fantasi hit Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku o! (season 2). Ceritanya kelihatannya akan langsung meneruskan tamat sedikit menggantung season pertamanya sesudah Kazuma ditahan pihak kerajaan. Ini kabar baik yang sudah ditunggu para fans.
  • Kelanjutan seri drama bersejarah tentang kesenian raku-go dan hubungan kuat antar para karakternya yang diangkat dari seri manga karya Kumota Haruko, Shouwa Genroku Rakugo Shinjuu: Sukeroku Futatabi-hen (season 2). Kudengar musim pertamanya lumayan mengguncang hati. Ini akan tayang di blok waktu Animeism.
  • Ao no Exorcist: Kyoto Fujou Ou-hen atau Blue Exorcist: Kyoto Impure King Arc (season 2), yang merupakan kelanjutan tak disangka dari anime aksi fantasi Ao no Exorcist. Masih diangkat dari manga karya Kato Kazue, produksinya akan dilakukan A-1 Pictures. Namun demikian, Hatsumi Koichi (Deadman Wonderland) yang kini akan menangani sebagai sutradara beserta pergantian sejumlah staf lainnya.
  • Seri fantasi Reikenzan: Eichi e no Shikaku (season 2) yang diangkat dari novel online Guo Wang Bi Xia juga akan tayang. Produksinya masih dilakukan Studio DEEN.
  • Seri boys love bernuansa kekeluargaan Super Lovers (season 2) juga akan tayang lagi.
  • Seri drama berbau supernatural sekaligus lingkungan hidup Rewrite: Moon-hen/Terra-hen (season 2) yang diangkat dari game buatan Key juga akan tayang. Sesudah rute umum (common) diangkat dalam season lalu, kudengar season kali ini akan mencakup rute Moon dan Terra dari gamenya, yang nantinya akan berujung ke akhir cerita yang sesungguhnya.
  • Seri komedi Ai Mai Mi (season 3) tentang tiga sahabat perempuan di satu sekolah kudengar juga akan lanjut.
  • Tambahan, Tales of Zestiria the X (season 2) juga akan lanjut, meneruskan cerita yang menggantung dari musim sebelumnya.
  • Aku lupa. Gintama juga. (Apa? Season berapa? Apa penting aku menyebut ini?)

Perlu disebut kalau Nanbaka (season 2) juga akan langsung berlanjut dari musim lalu, namun bukan lewat siaran TV, melainkan lewat layanan siaran digital.

Dari segi seri-seri pendek, sejauh yang kudengar, baru antara lain:

  • Sandwhale and Me, sebuah proyek orisinil dari Production I.G. yang juga dibuat untuk merayakan ulang tahun keduapuluh saluran Toonami milik Cartoon Network. Kabarnya tentang seorang prajurit wanita yang terdampar di gurun dan harus menangkap paus pasir untuk bertahan hidup?
  • One Room, sebuah proyek orisinil buatan Typhoon Graphic dengan karakter desain buatan Kantoku, desainer karakter buat Henneko.
  • Chou Shounen Tantei-dan NEO keluaran DLE. Inc. Kelihatannya lagi-lagi intepretasi dari karya-karya Edogawa Ranpo?
  • Tambahan, Sentai Heroes Sukiyaki Force yang dikeluarkan oleh Studio 4°C. Ini akan jadi komedi sureal yang akan fokus ke produksi pangan perfektur Gunma.
  • Tambahan, seri cerita seram Yamishibai yang cukup populer akan berlanjut dengan musim keempatnya.

Ada banyak film layar lebar yang mencolok di musim ini. Sejauh ini termasuk:

  • Popin Q yang dikeluarkan oleh Toei Animation, yang berkisah tentang lima gadis yang dipanggil ke dunia lain namun mendapati konflik mereka sendiri?
  • Film layar lebar Monster Strike yang kudengar akan bersifat prekuel
  • Film romansa Suki ni Naru Sono Shunkan o: Kokuhaku Jikko Iinkai yang meneruskan tema waralabanya soal pernyataan cinta.
  • Cyborg 009: Call of Justice yang memaparkan kembalinya Joe Shimamura dan kawan-kawannya untuk melawan kejahatan akibat bayang-bayang musuh baru. Kudengar gaya desain karakternya kembali berubah secara mencolok.
  • Kuroshitsuji: Book of the Atlantic yang sudah lama ditunggu oleh para fans. Ceritanya, tentu saja, berlatar di atas kapal.
  • Adaptasi layar lebar novel sains fiksi Genocidal Organ karangan Project Itoh yang akhirnya beres, sesudah kasus bubarnya studio Manglobe tempo hari.
  • Film layar lebar yang sudah lama ditunggu, Sword Art Online the Movie: Ordinal Scale yang mengangkat tema soal augmented reality, juga akan tayang. Konon penayangan ini juga akan mengiringi tampilnya arc baru di seri novel SAO yang sebelumnya tak ada di versi webnovelnya. (Iya, yang kumaksud adalah kelanjutan dari bab Alicization.)
  • Trilogi film Chain Chronicle: Haeccietas no Hikari keluaran Telecom Animation Film dan Graphinica yang diangkat dari game ponsel berjudul sama kembangan Sega. Ini seri bertema fantasi, dan kudengar cerita animenya memaparkan berlanjutnya perjuangan sesudah kegagalan sang pahlawan menyelamatkan dunia. Ceritanya tahun depan akan diadaptasi dalam format seri TV juga kok. Ralat: Seri TV-nya ini juga ternyata akan tayang di musim ini.
  • Kuroko no Basketball the movie: Last Game yang berlatar sesudah kedua tokoh utamanya naik kelas. Aku tak tahu apa film ini akan menutup cerita dari serinya. Tapi sejauh yang aku dengar, mereka akan berhadapan dengan lawan tanding tim bola basket jalanan dari Amerika. Ceritanya diangkat dari episode manga Extra Game?

Hmm? Kalau tak salah mau ada film layar lebar untuk Prince of Tennis dan Trinity Seven juga? Lalu kompilasi Kabaneri of the Iron Fortress juga ada?

Beralih ke soal OVA dan episode lepas. Menjelang pergantian tahun, kudengar akan ada episode spesial untuk Osomatsu-san dan Fate/Grand Order. Fate/Grand Order dari studio Lay-Duce terutama ditunggu oleh para penggemar Type Moon, dengan durasi lumayan panjang (74 menit!) dan pendekatan baru terhadap konsep Perang Cawan Suci. Kudengar ada anime spesial dari studio Khara, studio yang mengerjakan film layar lebar Rebuild of Evangelion, berjudul Dragon Dentist. Kudengar ada episode spesial untuk Milky Holmes, serta akan ada episode penutup dalam bentuk DVD yang sudah lama ditunggu untuk Kamisama Kiss. Ada juga OVA untuk Danmachi (adaptasi anime dari spin off-nya Sword Oratoria, masih belum ada kabar). Kalau tak salah, seri horor Higanjima juga akan dirilis ONA-nya.

Tambahan, seri lepasan dari Assassination Classroom, Koro Teacher Quest, akan mulai tayang Desember ini. Ceritanya mengetengahkan Koro-sensei sebagai raja iblis jahat di sebuah dunia fantasi yang harus dikalahkan oleh Nagisa dan kawan-kawan sekelasnya. Menyusul tamat seri utamanya, ini diadaptasi dari seri manga berjudul sama yang bisa jadi semacam pengobat bagi para fans yang berharap lebih.

Kalau ada kabar lainnya, mungkin akan aku tambahkan lagi.

(Dari ANN, ANIME NOW!, dan sumber-sumber lain.)

14/11/2016

Xanadu Next

Terkadang, menulis soal game itu bisa seriusan susah.

Aku dulu pernah berjanji pada seseorang untuk menulis tentang seri Tactics Ogre. Lalu semakin aku mendalami tulisan-tulisan orang lain tentangnya, semakin susah untuk menulis itu tanpa mengaitkannya ke seri induknya, Ogre Battle Saga. Aku jadi stres sendiri! Meski jumlah gamenya enggak banyak, aku perlu mencoba beberapa judulnya secara ekstensif buat memahami feel dari masing-masing judulnya, dan… uh, itu enggak gampang.

Semua game dari seri Ogre Battle itu panjang, man!

Apalagi dengan kesibukanku(?) belakangan.

(…Oke. Mungkin bukan kesibukan. Yang lebih menyita waktu mungkin sebenarnya adalah krisis identitas. Belakangan aku terkadang iri pada para protagonis cerita-cerita isekai yang tahu-tahu meninggal dunia dan berkesempatan mulai dari awal di sebuah dunia lain.)

(…Oke. Tactics Ogre: The Knight of Lodis juga enggak terlalu panjang sih.)

Tapi terlepas dari itu, belum lama ini, pihak lisensor terpercaya XSEED membereskan lokalisasi ke Bahasa Inggris resmi untuk versi PC dari Xanadu Next.

Mereka bahkan merilisnya di Steam!

Xanadu Next merupakan game aksi RPG yang dikembangkan oleh perusahaan Nihon Falcom (para pembuat seri aksi RPG Ys dan Legend of Heroes). Game ini aslinya dirilis di PC tahun 2005(!). Sempat juga dilokalisasi. Tapi untuk suatu alasan, versi yang diterjemahkan dulu adalah versi port (yang sangat inferior, bahkan dengan cerita berbeda) yang dirilis untuk konsol permainan portable N-Gage buatan Nokia, yang terus terang, meski idenya menarik, merupakan suatu produk gagal. (Ini semua terjadi di zaman sebelum smart phone digunakan secara umum. Bahkan sebelum zaman ponsel Blackberry.)

Kenapa game jadul berusia lebih dari 10 tahun lalu dipaksa untuk diterjemahin sampai rilis sekarang? Bahkan sesudah ada patch terjemahan Bahasa Inggris yang sudah dibuat oleh para fans?

Karena ini bagus! Meski tampilannya sudah agak berusia (dan sebenarnya, visual gamenya memang terbilang agak kolot bahkan saat pertama rilis), Xanadu Next itu seriusan bagus!

Puri di Tengah Kabut

Cerita Xanadu Next berlatar di sebuah pulau bernama Harlech. Pulau ini terletak di tengah danau teramat luas. Lalu kita ceritanya berperan sebagai seorang mantan ksatria yang dimintai tolong oleh sahabat lamanya, Charlotte L. Wells, untuk menemaninya menjelajahi berbagai reruntuhan di sana. Mereka berharap bisa menguak kebenaran tentang berbagai misteri yang ada di tempat itu. Salah satunya adalah soal keberadaan Puri Strangerock, yang secara ajaib hanya muncul dan terlihat pada hari-hari berkabut.

Singkat cerita, ketika akhirnya sampai di Harlech, sedang merebak beberapa kabar tak enak berkenaan terbunuhnya seorang pengunjung lain oleh sesosok pria misterius beberapa waktu sebelum kita dan Char tiba. Lalu saat kita mulai menjelajah, suatu insiden terjadi. Karakter yang kita mainkan, tak dinyana juga menjadi korban dari sosok ahli pedang misterius yang belakangan diketahui bernama Dvorak ini. Untungnya, nyawa kita terselamatkan. Roh kita masih berhasil diikat ke badan berkat kehadiran makhluk-makhluk halus yang disebut Guardian, yang memang menjaga keselamatan masing-masing penduduk setempat semenjak mereka masih bayi. Para Guardian istimewa karena bahkan sanggup memberikan kekuatan-kekuatan tertentu pada orang-orang yang terikat dengan mereka.

Meski demikian, nasib kita jadinya terikat pada Harlech, berhubung para Guardian hanya terdapat di pulau tersebut. Tapi berdasarkan informasi yang dikumpulkan, kondisi kita konon bisa dipulihkan seperti sedia kala asalkan kita bisa menemukan pedang pusaka Dragonslayer, yang didesas-desuskan berada di suatu tempat di Pulau Harlech dan memiliki kekuatan sangat dahsyat.

Pencarian akan pedang tersebut meneruskan alasan awal kedatangan kita dan Char ke Harlech. Yakni untuk menemukan kebenaran tentang hilangnya peradaban kuno Xanadu, yang konon telah membangun jaringan labirin luas di bawah tanah pulau untuk suatu tujuan tertentu.

Kenangan Tahun-tahun Pertama Perusahaan

Sedikit membahas soal sejarah, Xanadu Next merupakan perilisan terkini dari seri Xanadu milik Falcom. Pada saat yang sama, seri Xanadu juga sebenarnya merupakan lepasan (spin off) dari seri Dragon Slayer mereka yang terkenal.

Seri Dragon Slayer ini… bagaimana menjelaskannya ya?

Wajar kalau kalian asing dengan seri Dragon Slayer, berhubung ini pertama keluarnya di masa sebelum seri Zelda dan Ys bahkan diciptakan. Jadi, seri ini berawal dari era game PC tahun 1984, sebelum kemunculan sistem NES atau Famicom. Tapi di dalamnya sudah ada konsep-konsep penjelajahan, pengumpulan barang, penaikan level, dan sebagainya.

Hanya saja, meski Dragon Slayer terbilang sebagai pencapaian besar pada zamannya (terutama dengan bagaimana Falcom pada dekade 80an menjadi pengembang yang fokusnya di PC, dan baru tahun-tahun belakangan saja mereka merambah ke konsol), sebagian besar game Dragon Slayer (game pertama maupun sekuel-sekuelnya) bakal terbilang terlalu mendokusai (enggak balik modal dari sisi waktu dan tenaga) untuk dimainkan di zaman sekarang. Karena bahkan dengan musik khas Falcom yang keren sekalipun, kesemuanya relatif susah. Apalagi dengan bagaimana game-game tersebut sebenarnya tak berkaitan dengan satu sama lain. Tak ada kaitan sama sekali dari sisi cerita. Hanya mengusung kemiripan tema, gaya gambar dan gaya musik.

Bahkan bisa dibilang kata ‘Dragon Slayer’ hanya kayak semacam ‘merek dagang’ yang Falcom tempelkan pada game-game pertama mereka.

Kalau kalian akrab dengan game-game Ys yang awal (tepatnya, game pertama sampai keempat), mungkin kalian tak asing dengan konsep ‘menyerang dengan menabrak’ yang game-game tersebut usung. Jadi, dengan mengasumsi tombol ‘serang’ belum diciptakan, karakter yang kita mainkan akan mengalahkan musuh-musuh dengan ‘menabrak’ mereka. Tapi ‘menabrak’ ini biasanya tak bisa secara langsung. Harus dari sisi samping atau serong depan. Atau kalau bisa, belakang. Ini susah, karena arah hadap si musuh lazimnya akan mengikuti gerakan kita.

(Aku pertama berpengalaman dengan pola permainan ini saat memainkan Ys IV: Mask of the Sun. Aku ingat jelas kalau aku memainkannya sampai tamat, tapi aku sempat tak bisa ingat apapun soal ceritanya, selain dari adanya karakter orang-orang bersayap dan bertopeng dan latarnya di pulau yang penuh hutan.)

Nah, meski dipopulerkannya oleh seri Ys,  awal mula konsep ‘menyerang dengan menabrak’ tersebut sebenarnya berawal dari seri Dragon Slayer ini.

Seperti seri Ys, game-game Dragon Slayer itu sepenuhnya dilihat dari ‘atas.’ Dalam game Dragon Slayer (yang paling pertama) kita ceritanya menjadi karakter yang harus menjelajahi semacam labirin raksasa. Tujuan akhir kita adalah untuk membunuh seekor naga. Hanya saja:

  1. Kita perlu menemukan senjata kita dulu. Sebelum kita bisa melakukan ‘menyerang sambil menabrak’ yang aku bilang tadi.
  2. Kita perlu grinding dulu dengan menjadi lebih kuat. Tapi ini bukan dilakukan dengan mengalahkan monster, melainkan dengan menemukan dan mengumpulkan sejumlah ‘batu kekuatan’ yang harus kita pindahkan(!) ke dalam ‘rumah’ kita (yang juga dapat kita gerakkan bila perlu).
  3. Kita perlu mengumpulkan berbagai barang dan kekuatan sihir untuk bisa memecahkan berbagai tantangan dalam labirin, seperti untuk menghancurkan tembok atau mendorong kotak. (Lalu kita hanya bisa membawa satu barang dalam satu waktu!)
  4. Banyak monster yang kita hadapi punya kemampuan aneh-aneh, yang termasuk di antaranya adalah mencuri batu-batu kekuatan yang dengan susah payah telah kita kumpulkan.

Game-game (yang mendapat cap) Dragon Slayer berikutnya menampilkan berbagai inovasi sekaligus perbaikan terhadap konsep mula ini. Singkatnya, kalau yang mau tahu, mereka terdiri atas:

  1. Xanadu, yang menjadi yang pertama mengkombinasikan konsep penjelajahan ini dengan sudut pandang permainan dari samping. Seperti Dragon Slayer, kita ceritanya harus menjelajahi labirin bawah tanah raksasa. Kita juga punya misi untuk membantai naga. Namun kini, ada beragam NPC yang kita temui di kota-kota (di dalam labirin), ada banyak perlengkapan yang dapat kita pakai dan beli (yang akan level up secara terpisah; jadi kalau kita beli senjata baru, perlu waktu smapai senjata baru kita menjadi lebih efektif dari senjata kita yang lama). Jadi, ada elemen-elemen platformer di dalamnya juga, seperti tangga dan lubang yang perlu dilompati. Kalau bertemu musuh atau masuk kota, sudut pandang permainan kembali berubah dari atas, dengan pengecualian saat melawan musuh-musuh besar. Seluruh dunianya benar-benar seperti labirin raksasa yang harus kita jelajahi. Namun penjelajahannya tak selalu linear, dan terkadang kemajuan yang kita peroleh terjadi tanpa kita pahami. Menyulitkannya lagi, ada semacam sistem Karma yang ditentukan oleh jenis-jenis monster tertentu kita kalahkan. Kalau kita terlalu banyak mengalahkan monster ‘baik’, maka kita takkan diizinkan untuk masuk ke Kuil-kuil yang kita perlukan untuk level up (alasannya konon karena para monster ‘baik’ itu aslinya adalah manusia yang dikutuk). Meski begitu, karena beneran keren untuk zamannya, seperti yang kubilang di atas, Xanadu kemudian berkembang menjadi serinya sendiri.
  2. Romancia, yang mirip dengan Xanadu, hanya saja ditampilkan dengan nuansa yang sangat kawaii. Segala sesuatunya juga disederhanakan, dengan dunia lebih kecil, aspek eksplorasi yang dikurangi, dan kebutuhan kustomisasi karakter yang dihilangkan. Meski demikian, tampilan imut itu seriusan menipu karena permainannya sendiri tetap brutal. Di samping sistem Karma yang masih tetap ada dan beragam proses aneh yang perlu kita lakukan, kita bisa kerap mentok karena alasan-alasan konyol. Ditambah lagi, ada juga batas waktu yang membatasi berapa lama permainan bisa kita selesaikan.
  3. Drasle Family (atau Legacy of the Wizard), yang lagi, mirip dengan Xanadu. Hanya saja kita bermain sebagai sebuah keluarga yang merupakan keturunan pahlawan yang mengemban tugas untuk mengalahkan kejahatan yang kembali sedang bangkit (termasuk dengan binatang peliharaan mereka). Jadi, ada sejumlah karakter dengan berbagai perbedaan dan keistimewaan masing-masing yang kita mainkan sekaligus. Labirinnya benar-benar besar. Menarik, tapi tetap tak gampang.
  4. Sorcerian, yang awalnya mirip dengan game RPG barat, yang dibuka dengan bagaimana kita membuat empat karakter untuk digunakan dalam satu party. Tapi daripada RPG pada umumnya, permainannya sendiri tetap platforming yang aksinya dilihat dari samping. Karakter-karakter kita juga punya keistimewaan masing-masing yang dapat kita pertukarkan sewaktu-waktu. Seperti Xanadu, Sorcerian juga berkembang menjadi serinya sendiri. Seri satu ini menonjol karena pengembangannya dilakukan secara modular, dengan jenis-jenis kampanye dengan berbagai tema yang beragam. Cerita-ceritanya juga kebanyakan berdiri sendiri dan tidak ‘menyatu.’ Kita tetap bisa mengumpulkan barang dan melakukan jual beli. Seri ini relatif lebih mudah dibandingkan judul-judul yang lain, tapi tetap lebih cocoknya untuk pecandu game-game antik.
  5. Legend of Heroes, yang merupakan RPG ‘normal,’ lengkap dengan sistem pertempuran berbasis giliran. Sistem permainannya sangat mirip seri Dragon Quest, hanya saja dengan empat orang dalam satu party dan musik yang terbilang bagus. Ceritanya di luar dugaan lumayan, dan akhirnya juga berkembang menjadi serinya sendiri. Masih tetap susah, dengan random encounter tinggi, walau mulai game kedua, musuh-musuh jadi terlihat di layar. Mulai game ketiga dan seterusnya, seri Legend of Heroes berkembang menjadi seri yang tersendiri, yang kesemua gamenya berlatar di dunia yang sama, tapi di waktu dan wilayah yang berbeda-beda. Yang paling terkenal di antaranya, tentu saja, adalah trilogi Trails in the Sky yang nuansa dunianya sangat kaya.
  6. Lord Monarch, yang merupakan seri RTS. Seri ini aneh dan tak terlalu menonjol, dengan motif-motif aneh seperti fast food dan opsi untuk membangun aliansi tapi keharusan untuk menang sendiri, jadi mungkin tak perlu banyak dibahas.

Putri Pengantin Hitam

Aku kepikiran untuk menggali lebih banyak soal seri Dragon Slayer (dan akhirnya membuat tulisan ini), karena cerita Xanadu Next seriusan membuatku penasaran soal game-game sebelumnya.

Setelah kutelusur, ternyata Xanadu Next memang tak punya kaitan apa-apa dengan game-game Xanadu yang telah lalu. Hanya tema dan motif permainannya yang mirip. Tapi bagaimana aku enggak penasaran? Sepanjang permainan, kita dihadapkan pada berbagai legenda dan mitos yang mereferensikan banyak kejadian yang telah lalu gitu.

Dalam Xanadu Next, kita ceritanya menjelajahi peradaban kuno Xanadu, yang disebut dibangun oleh raja ternama Kublai Khan (kalau di dunia nyata, ini namanya Shangdu, ibukota Dinasti Yuan di Cina). Lalu dalam penjelajahan kita atas berbagai labirin dan puing-puing di Pulau Harlech, ada berbagai prasasti batu yang bisa kita temukan. Kesemua prasasti itu ujung-ujungnya menjabarkan bagaimana Xanadu merupakan negeri yang sejahtera dan makmur, sampai datangnya iblis bersosok raja naga jahat yang bernama Galsis.

Dikisahkan kalau Galsis muncul dua kali dan dikalahkan juga sebanyak dua kali. Dirinya takluk oleh dua orang berbeda; pertama oleh seorang pahlawan misterius dan kedua oleh seorang putri. Konon ia takluk berkat kekuatan senjata pusaka Dragonslayer yang lagi kita cari itu. Tapi Xanadu anehnya lenyap bersama kekalahannya.

Keberadaan Puri Strangerock menjadi kayak semacam teka-teki berkelanjutan di sepanjang cerita. Berhubung di tempat tersebut, konon terlihat sosok misterius Black Bride (‘pengantin perempuan hitam’), yang kemunculannya menjadi pertanda akan datangnya bencana.

Lalu meski tak terlalu menonjolkan cerita, seperti halnya banyak game-game Falcom belakangan, nuansa dunianya benar-benar kuat. Meski aku baru mencobanya sebentar, Xanadu Next langsung mengingatkanku akan berbagai game keluaran Squaresoft di era PlayStation 1 (Persisnya, Brave Fencer Musashi serta Dewprism/Threads of Fate). Aku langsung jatuh cinta, karena nuansa dunia dan ceritanya memang sekuat itu (meskipun secara teknis, game ini pertama keluarnya di era PlayStation 2).

Ada dua macam prasasti yang dapat kita temukan, yakni tabulae dan memoires. Tabulae adalah rangkaian prasasti yang memaparkan sejarah lahir dan runtuhnya Xanadu yang misterius. Sedangkan memoires adalah rangkaian catatan kuno dari seorang putri(?) yang bisa jadi memberi kita informasi lebih jauh tentang penyebab lenyapnya Xanadu.

Lalu kita ceritanya adalah seorang ksatria dari kelompok legendaris Northsea Chevaliers yang telah kehilangan kehormatan dan tujuan hidupnya akibat kebijakan pemerintah kerajaan yang mengundang tanda tanya. (Tepatnya, kebijakan seorang perdana menteri yang mungkin jahat.) Nama mendiang atasan yang dulu kita hormati bahkan dikenali oleh para warga Harlech. Meski dengan grafis terbatas, seluruh warga Harlech juga diberi nama dan memiliki kepribadian masing-masing. Lalu mereka menyikapi kehadiran kita dengan cara beragam.

Meski tak berdampak besar pada permainan, semua cerita latar ini benar-benar memperkaya dunianya. Dunia permainannya jadi terasa besar dan lebih memikat, membuat semua tantangan dan upaya kita terasa lebih berarti.

Agak mengejutkan buatku, karakter Char, yang pertama menarik perhatianku dalam deskripsi gamenya, ternyata adalah semacam tipe karakter ‘adik perempuan’ yang berbicara dengan logat antik. Ceritanya, Char yang manis ini adalah seorang akademisi yang berasal dari panti asuhan yang sama dengan si tokoh utama. Lalu dirinya yang mengajak kita untuk turut serta dalam ekspedisi ini untuk memulihkan kita dari kesedihan sesudah hasil War of the Knights beberapa waktu sebelumnya. Dalam permainan, dirinya yang berperan menerjemahkan semua prasasti yang kita temukan. Padanya juga kita bisa menitipkan uang dan barang. Lalu sesekali, dirinya juga akan membuatkan kita bekal makanan (yang memulihkan lebih banyak HP dibandingkan penyembuh biasa).

Ceritanya sendiri berkembang dengan agak tak biasa. Semakin dalam kita menjelajahi labirin-labirin Harlech, kita mulai dihadapkan pada sejumlah monster kuno yang lepas dari segel. Lalu kita mulai bersimpangan jalan dengan sosok-sosok misterius yang mungkin berhubungan dengan sejarah Xanadu lebih dari yang kita kira.

Point and Click

Sebelum Xanadu Next dan selain game orisinilnya, secara garis besar, seri Xanadu terdiri atas game-game:

  • Faxanadu, yang pada dasarnya merupakan game Xanadu yang dirilis untuk Famicom, hanya saja dikembangkannya oleh Hudson, bukan Falcom. Sangat mirip dengan Zelda II, yang berupa game aksi platform dengan elemen-elemen RPG yang dilihat dari samping, hanya saja lebih mudah untuk dimainkan. Kita lagi-lagi menjelajahi sebuah dunia bawah tanah untuk menyelamatkan kampung halaman kita yang diserang kejahatan, tapi ceritanya tak berkaitan dengan game sebelumya.
  • Legend of Xanadu, atau Kaze no Densetsu: Xanadu, yang merupakan game baru sama sekali. Mulai memiliki nuansa visual anime yang kuat. Kita berperan sebagai semacam pangeran yang merupakan keturunan seorang pahlawan. Sangat mirip dengan game-game Ys, lengkap dengan urusan fetch quest-nya yang bisa berkepanjangan, hanya saja dengan jumlah musuh pada satu waktu yang lebih banyak serta peta-peta yang lebih luas. Kita juga akan memperoleh anggota-anggota tim yang ikut bertempur bersama kita. Aku seriusan suka gaya artwork-nya. Ada juga segmen-segmen platforming yang dilihat dari samping, yang akan muncul pada akhir setiap bab (dan biasanya lebih susah dari pertempuran biasa yang dari atas). Katanya oleh para penggemarnya, ini dipandang sebagai game yang beneran bagus.
  • Legend of Xanadu II, atau Kaze no Densetsu: Xanadu II, sekuel yang melanjutkan cerita dari game pertama. Karakter-karakter yang kita mainkan sama. Sangat mirip, hanya dengan durasi agak lebih pendek. Aksi para anggota tim kita lebih efektif, dan ada beberapa perbaikan pada sistem platforming-nya. Lalu kota-kota lama yang telah kita tinggalkan juga kini bisa kita datangi kembali.

Selain itu, ada juga game relatif baru Tokyo Xanadu yang baru dikeluarkan tahun 2015 lalu, yang merupakan game kembangan pertama Falcom yang berlatar di dunia modern. Nuansanya mirip game-game Persona modern kembangan Atlus yang belakangan terkenal. Hanya saja, dalam genre action RPG. Terjemahan Bahasa Inggrisnya sedang dibuat oleh Aksys Games dan dijadwalkan untuk rilis tahun depan.

Sebenarnya, Tokyo Xanadu adalah alasan utama aku tertarik dengan seri Xanadu sesudah Xanadu Next. Aku tahu pada akhirnya game ini tak berkaitan dengan game-game Xanadu sebelumnya. Dibandingkan adikku, aku memang masih awam dengan game-game Falcom. Tapi soal satu ini, lebih baik kita bahas lain kali.

Kalau menjelaskan secara singkat, Xanadu Next sendiri adalah kombinasi RPG dan genre tebas-tebasan pedang hack and slash. Ada bagian-bagian cerita dan teka-teki gitu. Sekilas, jadinya mirip dengan game-game Zelda atau Alundra. Tapi kalau ditilik lebih dalam, Xanadu Next sesuatu yang lebih dari itu.

Kekhasan game-game Xanadu kurasa terdapat pada:

  • Labirin luas yang bisa dijelajah.
  • Perlengkapan yang tumbuh kuat semakin seringnya kita pakai.

Xanadu Next memiliki kedua hal itu.

Xanadu Next benar-benar menonjolkan aspek penjelajahannya. Selama menjelajahi labirin dan memecahkan teka-teki, kita akan menemukan berbagai barang yang akan membantu dalam perjalanan kita. Ada jalan-jalan pintas yang kemudian bisa dibuka. Rasanya menarik melihat bagaimana setiap bagian jadi sambung-menyambung dengan yang lainnya.

Selain itu, semakin sering kita menggunakan sebuah senjata yang kita punya, maka keahlian kita dengan senjata tersebut juga akan semakin baik. Meski minor, ini menjadikan kita perlu melakukan sejumlah penyesuaian setiap kali ganti senjata.

Selain serangan biasa, kita juga bisa mempelajari sejumlah skill dari senjata-senjata yang kita gunakan. Skill-skill tersebut bisa aktif (seperti melancarkan serangan sihir es atau memunculkan medan pelindung listrik) maupun pasif (menambah parameter kekuatan, memunculkan lebih banyak uang dari musuh, dsb.). Namun kita hanya bisa dilengkapi empat skill dalam satu waktu. Di samping itu, kita harus menggunakan masing-masing senjata untuk jumlah tertentu untuk menjadikan skill yang dimilikinya permanen.

…Kita tetap perlu mendatangi kuil untuk mendistribusikan bonus stat yang kita peroleh setiap naik level sih. Itu satu khas lain seri Xanadu yang seri ini punya.

Hanya di kuil pula kita bisa mengubah Guardian yang menjaga kita. Sebagai orang yang kembali dari kematian, ceritanya ikatan roh kita terhadap Guardian terbilang lemah dibandingkan para penduduk Harlech yang biasa. Karenanya, kita bisa menukar-nukar Guardian yang terikat dengan kita berdasarkan kartu-kartu Guardian yang kita temukan. Dengan demikian, kita juga bisa mengubah bonus kemampuan yang kita peroleh dari sang Guardian. Guardian yang sedang terhubung dengan kita juga bisa naik level seiring dengan banyaknya musuh yang kita kalahkan, membuat keistimewaan yang dimilikinya semakin efektif.

Dari segi teknis permainannya sendiri, Xanadu Next juga lumayan mirip game-game Ys. Meski ada gerakan-gerakan menebas dan menangkis yang nyata, kita tetap perlu pandai-pandai mengatur posisi kita secara relatif terhadap musuh. Serangan dari arah samping atau belakang tetap akan memberikan kerusakan lebih besar. Lalu itu berlaku baik bagi kita maupun musuh.

Xanadu Next juga tak terlalu bisa dikatakan sebagai game yang susah. Tapi sebagai keluaran Falcom, ini tetap game yang menantang. Game ini takkan memaksamu melakukan grinding berlebih. Namun dari waktu ke waktu, Xanadu Next tetap memberimu kejutan. Mulai dari teka-teki yang membuatmu heran sampai ke musuh-musuh baru yang secara mengejutkan bisa memukul dengan sangat keras.

Resiko mengalami kematian di Xanadu Next termasuk lumayan. Kau bisa mempertahankan kemajuan karaktermu, tapi resikonya kau jadi kehilangan sebagian uang dan barang yang telah kau temukan. Tapi secara umum, Xanadu Next seriusan termasuk game seimbang.

Kadang terasa seperti ada hal-hal yang dengan sengaja tak dijelaskan sih. Seperti pada bagaimana lompatan kita bisa lebih tinggi secara diagonal, atau bagaimana kotak ternyata bisa didorong ke elevasi yang lebih tinggi. Tapi asal kau tak berhenti coba-coba dan bereksperimen, kau serius bisa menemukan gaya permainanmu sendiri.

Dari segi presentasi, visual Xanadu Next mungkin biasa, tapi musiknya terbilang keren. Ada nuansa sendu kuat yang diusung oleh cerita maupun musiknya, yang terus terang lumayan kusukai.

Satu hal unik lain dari Xanadu Next adalah apabila kita tak menggunakan gamepad, maka kendalinya secara umum dilakukan menggunakan tetikus (mouse). Ini membuatnya terdengar mirip seperti ARPG hack and slash macam Diablo dan Path of Exile, atau MOBA seperti League of Legends dan DOTA; tapi kendalinya secara teknis berbeda. Menggerakkan karakter kita dilakukan dengan menahan tombol kursor di satu arah, dan bukannya mengkliknya pada sasaran tujuan. Serangan biasa terhadap musuh juga hanya terjadi bila kita mengklik musuh yang berjarak dekat. Tombol roda mouse bahkan digunakan untuk mengubah sudut pandang kamera. Meski membuatku aneh di awal, skema kendali ini ternyata beneran bagus. Ini memudahkan pergerakan analog yang kadang perlu kita lakukan.

Perjalanan Baru

Aku sempat mendengar sejumlah keluhan soal game-game Falcom yang belakangan. Konon, kebanyakan seperti kurang berhasil mewujudkan potensi-potensinya yang sesungguhnya. Tapi sesudah mencoba Xanadu Next, aku serius tertarik untuk tahu lebih banyak tentang game-game Falcom yang lain.

Sejauh ini, yang baru kucoba adalah Trails in the Sky FC, tapi itupun belum tamat.

Mungkin yang kurasakan ini semacam dampak berhasilnya sebuah perusahaan dalam membuat produk yang bagus? Xanadu Next kayak mengingatkan diriku tentang pentingnya berpikir strategis dan menggali diri untuk menjadi lebih baik.

Mungkin habis ini aku akan mencoba memainkan lagi beberapa game Ys.

(Sumber informasi dari situs HardcoreGaming101)

Tag: , ,
17/08/2016

Anime Baru Musim Gugur 2016

Maaf belakangan enggak nulis. Waktu yang aku punya semakin menipis. Selain karena kondisi pekerjaan, ada beberapa isu pribadi yang perlu dibereskan.

Terlepas dari itu, sekarang sudah mau musim gugur. Ini kayaknya akan jadi autumn yang agak lain dari biasa. Kurasa ada beberapa studio yang sedang melakukan upaya ofensif?

Kayak biasa, daftar ini enggak terlalu bisa diandalkan.

Akan disesuaikan sesudah ada kabar-kabar lagi.

Magic-kyun Renaissance (Sunrise)

Di dunia di mana karya-karya seni dapat menghasilkan keajaiban, orang-orang yang dapat memicu semangat hidup lewat penciptaan Magic Arts dikenal sebagai Artistas, yang juga dipekerjakan di bisnis dunia pertunjukan. Di SMA Swasta Hoshinomori yang mengkhususkan pendidikan untuk para Artistas, seorang siswi sedikit aneh bernama Aigasaki Ohana masuk sebagai murid pindahan. Oihana ditempatkan sebagai bagian panitia perencanaan Hoshinomori Summer Festa yang diadakan setiap tahun. Keputusan ini mengawali kehidupan sekolah romantisnya dengan enam siswa tampan yang memiliki spesialisasi Artista mereka masing-masing.

Seri ini adalah proyek multimedia yang konsep aslinya dicetuskan Yatate Hajime (dengan kata lain, keseluruhan staf studio Sunrise). Gamenya juga akan keluar dalam waktu dekat untuk konsol PS Vita. Ada beberapa anime pendek juga yang sudah dibuat untuk promosinya. Yamazaki Mitsue yang sebelumnya menangani Hakkenden: Eight Dogs of the East yang akan menyutradarainya. Konparu Tomoko, yang sudah berpengalaman dengan seri-seri macam ini lewat Dance with Devils dan seri Uta no Prince-sama, akan menangani naskahnya. Berhubung ini keluaran asli Sunrise, meski ini bergenre reverse harem, aku tak bisa tak membandingkannya dengan Love Live!. Untuk para fujoshi, visualnya terbilang menarik dengan desain baju seragam yang lumayan mencolok.

Magic of Stella (SILVER LINK)

Honda Tamaki, seorang siswi yang baru masuk SMA, tahu-tahu mendapati dirinya tergabung dalam Klub SNS, sebuah kegiatan ekskul di sekolahnya yang mengkhususkan pada pembuatan game-game indie (doujin). Di bawah kepemimpinan presiden klub Murakami Shiina (yang juga memprogram) dan dorongan Fuda Yumine (yang menjadi fujoshi), Honda bergabung sebagai ilustrator di grup tersebut.

Seri ini diangkat dari seri manga Stella no Mahou buatan Cloba.U, yang merupakan jenis seri tentang keseharian sebuah klub yang anggotanya siswi-siswi manis semua. Sutradara Non Non Biyori, Kawatsura Shinya, yang akan menyutradarainya. Shimo Fumihiko (Clannad, Myriad Colors Phantom World) yang akan menangani naskahnya. Meski tema soal membuat game sekarang sudah lumayan sering diangkat, gelagat seri ini masih terbilang bagus. Visualnya yang terbilang cerah juga memberi kesan kalau ini punya elemen penyembuhan (iyashikei), tapi mungkin itu cuma aku.

Girlish Number (Diomedea)

Karasuma Chitose adalah seorang mahasiswi yang bercita-cita menjadi pengisi suara idola. Memulai karirnya dari bawah, ia dibantu oleh kakak lelakinya, Karasuma Gojo, yang berperan sebagai manajer. Kehidupan barunya sebagai seiyuu ternyata membawanya pada berbagai hubungan persahabatan dan persaingan dengan para seiyuu lain.

Konsep asli ceritanya disusun oleh Watari Wataru, pengarang seri drama remaja terkenal Oregairu. Beliau juga yang menangani komposisi seri. Ilustrator QP:flapper, yang telah dikenal dengan desain-desain beliau yang sangat manis, yang akan merancang karakter-karakter untuk seri ini. Ibata Shota akan memulai debut sebagai sutradara seri sesudah sebelumnya terlibat dalam KanColle dan Medaka Box. Menilai keluaran-keluaran mereka belakangan, aku mendapat kesan Diomedea seperti sedang banyak bereksperimen. Terlepas dari itu, visualnya mencolok. Lalu ada potensi drama karakter yang kuat di seri ini.

Idol Memories (Seven Arcs Pictures)

Di tahun 2035, teknologi virtual reality telah berevolusi sedemikian rupa, sehingga pemirsa kini dapat merasakan perjalanan keliling dunia dan memperoleh pengalaman pertunjukan live dari dalam kenyamanan rumah mereka. Di masa ini, para bintang idola mengadakan pertunjukan untuk pemirsa di seluruh dunia. Seiring dengan bertambahnya popularitas para idola yang tampil dalam Ruang-ruang VR, Akademi Swasta Kanon didirikan di Beginning Island untuk melatih calon-calon idola baru. Para idola bersaing demi mencapai puncak Liga Idola Dunia. Dua grup idola baru yang masing-masing beranggotakan tiga orang, StarRing dan Shadow, mengawali karir mereka di sekolah ini.

Digagas oleh perusahaan Happy Elements Asia Pacific  yang mengembangkan game ponsel Ensemble Girls!! dan lepasannya, Ensemble Stars!, seri ini menjadi tayangan berformat baru yang separuhnya berupa animasi dan separuhnya lagi berupa segmen live action. Masih belum bisa komentar banyak tentangnya, tapi ada beberapa aspek dari konsepnya yang lebih menarik dari yang kukira. Kikuchi Katsuya, yang sebelumnya pernah menyutradarai Sengoku Paradise Kiwami, yang akan menyutradarainya. Ohnogi Hiroshi, yang pernah terlibat dalam Eureka Seven dan RahXephon, yang akan menangani naskahnya. Desain karakter orisinilnya dibuat oleh Graphinica.

Kiss Him, Not Me (Brain’s Base)

Seorang siswi SMA sekaligus fujoshi gemuk bernama Serinuma Kae mengalami syok saat karakter anime favoritnya meninggal dalam cerita. Ia kehilangan berat badan, dan sampai tak masuk sekolah selama berhari-hari. Namun sesudah pulih, Kae dengan bingung mendapati diri telah menjadi langsing dan sangat cantik. Kae kemudian menarik perhatian empat siswa tampan di sekolahnya yang memang telah lama dikenalnya. Namun bawaannya sebagai fujoshi justru membuatnya lebih berharap melihat keempat cowok itu dengan satu sama lain ketimbang bersama dirinya.

Diangkat dari manga Watashi ga Motete Dousunda karya Junko yang mungkin sudah kalian tahu, ini seri komedi romantis(?) shoujo yang menarik perhatian pada tahun-tahun belakangan. Mungkin karena pengalaman Junko sebagai pengarang BL, dari premis awalnya, perkembangan ceritanya lumayan menarik. Ishidori Hiroshi, yang sebelumnya menangani Peach Girl, yang akan menyutradarainya. Naskahnya akan ditangani Yokote Michiko (Yamada-kun and the Seven Witches, Dagashikashi). Berhubung pemilihan seiyuu-nya terbilang oke, kurasa gelagat seri ini lumayan solid. Ini salah satu seri paling menonjol di musim ini.

Drifters (Hoods Entertainment)

Shimazu Toyohisa, samurai yang berperang dalam Pertempuran Sekigahara yang bersejarah, mendapati diri telah berpindah ke sebuah dunia lain di penghujung kematiannya. Di dunia ajaib ini, ia menjumpai Oda Nobunaga dan Nasu no Yoichi, dua tokoh ternama yang hidup bertahun-tahun sebelum masa hidupnya. Mereka lambat laun berhadapan dengan pahlawan-pahlawan bersejarah lain dari berbagai penjuru dunia, yang ternyata dipaksa bersama mereka untuk terlibat dalam suatu pertempuran tiada akhir.

Diangkat dari seri manga buatan Hirano Kouta, pengarang seri aksi vampir Hellsing, anime ini dibuat untuk memperingati ulang tahun ke-70 dari penerbit Shonengahosha. Suzuki Kenichi, yang terlibat dalam produksi anime Jojo’s Bizarre Adventure, yang akan menyutradarai. Naskahnya akan ditangani bersama oleh Kurata Hideyuki (TWGOK, Tokyo Ravens) dan Kuroda Yousuke (Gungrave, Hellsing Ultimate). Cakupan ceritanya masih belum jelas, berhubung jumlah episodenya cuma 13. Tapi berhubung ini dibuat Hirano-sensei, ada pengharapan lumayan besar terhadap kualitas dan intensitas adegan-adegan aksinya.

Mahou Shoujo Ikusei Keikaku (Lerche)

Sebuah game sosial bernama The Magical Girl Raising Project memungkinkan satu di antara puluhan ribu orang untuk benar-benar menjadi mahou shoujo, yang memiliki kemampuan fisik dan penampilan sekaligus kekuatan sihir yang jauh melebihi manusia biasa. Snow White (Shirayuki), seseorang yang pernah mengalami kesulitan di masa lalu, adalah salah satu yang terpilih untuk menjadi gadis ajaib ini. Segalanya berlangsung lancar. Sampai suatu hari, administrasi mengumumkan perlunya mengurangi jumlah mahou shoujo sampai separuhnya karena masalah keterbatasan energi sihir. Segala aturan yang sebelumnya ditetapkan menjadi kacau balau saat persaingan di antara mereka berujung pada saling bunuh.

Dibuat berdasarkan proyek game sosial rangkaian novel Magical Girl Raising Project karangan Endou Asari (Eh? Bukannya gamenya dulu beneran pernah ada?), Hashimoto Hiroyuki, yang memperoleh nama dari penyutradaraannya di seri keseharian Gochiusa, yang akan menyutradarainya. Yoshioka Takao, yang pernah terlibat dalam seri-seri macam High School DxD sampai Your Lie in April, yang akan menangani naskahnya. Ini termasuk seri yang menonjolkan desain visualnya yang mencolok di samping premis dasarnya. Ada sebagian kalangan yang sudah lama menunggu adaptasi ini.

Soul Buster (Studio Pierrot)

Son Shin adalah seorang siswa SMA yang benci belajar sejarah periode Negara-negara Berperang di Cina. Meski pengecut, ia di luar dugaan cerdas dan memiliki rasa tanggung jawab. Saat sebuah kejadian di dalam mimpinya memicu terbentuknya segel yang mulai menghapus sejarah Negara-negara Berperang, ia berjumpa dengan Zhou Yu yang dihidupkan kembali di zaman modern. Bersama, keduanya terlibat dalam Perang Tiga Kerajaan yang baru.

Serupa dengan Hitori no Shita the Outcast, seri ini diproduksi lewat kerjasama Studio Pierrot dengan situs streaming video Youku Tudou dari Cina. Konsepnya mengadaptasi seri komik berjudul sama karangan Bai Mao. Direncanakan akan ada 12 episode, dengan durasi 15 menit per episode, jadi mungkin tak jelas cakupannya. Seri ini kabarnya akan mencakup elemen-elemen: sejarah The Romance of the Three Kingdoms, pertempuran, sekolahan, serta permainan kartu. Bekas jenderal dari negara Wu, Zhou Yu, ditampilkan sebagai perempuan di seri ini. Jadi meski mungkin seru, seri ini kayaknya bukan jenis yang baiknya kau tanggapi terlalu serius.

Nanbaka (Satelight)

Sebuah penjara memberi nomor pada setiap narapidana mereka. Juugo, seorang pria yang upayanya untuk kabur dari penjara telah memperpanjang masa penahanannya, kini turut membawa serta beberapa tahanan lain: Uno yang suka berjudi, Rokku yang sering berkelahi, dan Niko yang suka anime. Upaya mereka berujung pada berbagai urusan dengan Sugoroku Hajime, sipir mereka, beserta para penghuni penjara yang lain.

Takamatsu Shinji, yang kini telah dikenal sebagai ahli anime komedi, yang akan menyutradarai seri ‘komedi aksi bertegangan tinggi’ ini. Ceritanya didasarkan manga berjudul sama karya Futamata Shou, yang penuh karakter-karakter rupawan dan aneh. Naskahnya akan ditangani oleh Hirota Mitsutaka yang terlibat dalam The Prince of Tennis II dan Bayonetta: Bloody Fate. Ada kesan kalau seberantakan apapun jadinya, hasilnya bakal tetap menghibur.

Lostorage Incited WIXOSS (J. C. Staff)

Dua sahabat, Homura Suzuko dan Morikawa Chinatsu, terpisah di masa kecil dan bertemu lagi semasa remaja. Namun persahabatan mereka retak seiring terpilihnya Suzuko sebagai salah satu Selector, pemilik kartu khusus LRIG dalam permainan kartu ajaib WIXOSS yang konon mampu mewujudkan harapan pemainnya selama ia terus menang. Tanpa dapat mundur, Suzuko terus maju sebagai Selector dengan harapan dapat mengembalikan segalanya seperti seharusnya, sekalipun ingatannya harus menjadi pertaruhan.

Dua seri anime WiXOSS sebelumnya serta film layar lebarnya, yang dikembangkan dari permainan kartu buatan Takara Tomy, menarik perhatian di luar dugaan dengan nuansanya yang gelap dan aspek karakternya yang kental. Penyutradaraan untuk seri baru ini ditangani Sakurabi Katsushi yang belum lama ini menyutradarai Flying Witch. Sedangkan naskahnya kali ini akan ditangani Tsuchiya Michihiro yang sebelumnya terlibat dalam Major dan PriPara. Seperti yang bisa diharapkan dari J.C. Staff, aspek teknis seri ini kelihatannya benar-benar solid.

Monster Hunter Stories RIDE ON (David Production)

Sebagian besar monster di dunia diburu oleh para Hunter. Tapi di suatu sudut dunia, ada kaum Rider yang menjalin ikatan dan hidup bersama dengan para monster yang biasanya liar. Menggunakan bebatuan Kizuna Ishi, para Rider yang hidup dalam kerahasiaan mampu membangkitkan kekuatan tersembunyi di dalam Otomon, monster-monster yang menjadi partner mereka. Ryuto, seorang anak lelaki berusia 12 tahun, meninggalkan tempat tinggalnya di Hakum untuk menemukan Otomon-nya sendiri bersama teman-temannya, sekalipun ia belum menjalani upacara untuk memperoleh Kizuna Ishi. Perjalanannya ini berujung pada pertemuan ajaibnya dengan Rathalos.

Terinspirasi dari game Monster Hunter Stories yang akan dirilis Capcom untuk Nintendo 3DS, yang merupakan pecahan dari waralaba Monster Hunter mereka yang sangat terkenal, Hongo Mitsuru yang pernah menangani World Trigger yang akan menyutradarainya. Takahashi Natsuko yang pernah terlibat dalam Ore Monogatari!! dan 07-Ghost yang akan menangani naskahnya. Berhubung David Production yang memproduksinya, ada pengharapan cukup lumayan terhadap kualitasnya bahkan di kalangan terbatas.

March comes in like a lion (SHAFT)

Rei adalah seorang remaja tanggung yang telah menjadi pemain shogi profesional di usianya yang sangat muda. Namun karena situasi pribadi, ia selalu menjalani kehidupannya dalam kesendirian. Sampai suatu ketika, Rei berkenalan dengan keluarga tetangga yang tinggal di sebelah rumahnya: Akari beserta dua gadis kecil, Hinata dan Momo, serta sejumlah besar kucing; yang kembali mengingatkannya akan kehangatan sebuah keluarga.

Sutradara terkenal Shinbo Akiyuki kembali sebagai sutradara untuk seri yang diangkat dari manga Sangatsu no Lion karya Umino Chika ini. Untuk yang lupa, Umino-sensei adalah pengarang manga drama komedi kehidupan Honey and Clover yang sempat sangat terkenal di pertengahan dekade 2000an. Seri drama ini sempat meraih beberapa penghargaan. Ceritanya mungkin agak susah dimasuki. Tapi bagi penyuka drama, ini seri dengan premis tak lazim yang benar-benar bagus.

Trickster – Edogawa Rampo ‘Shounen Tantei-dan’ Yori (TMS Entertainment, Shinei Animation)

Tokyo, tahun 203X. Seorang anak lelaki bernama Kobayashi Yoshio tidak lagi bisa mati akibat pengaruh suatu Kabut Misterius. Karena itu pula, ia mengasingkan diri dari orang lain. Sampai suatu ketika, ia bersimpangan jalan dengan pimpinan sementara Boy Detectives Club, Hanazaki Kensuke. Klub tersebut berada di bawah bimbingan detektif misterius Akechi Kogorou, dan pertemuan tersebut tanpa sadar akan mengikat takdir mereka dalam menghadapi sosok jahat Iblis Berwajah Dua Puluh. Kobayashi akhirnya menempuh jalan hidup sebagai detektif demi bisa menemukan kematian kembali.

Agak seperti Rampo Kitan: Game of Laplace yang keluar beberapa waktu lalu, cerita seri ini pun diadaptasi dari karya-karya mendiang novelis misteri dan horor Edogawa Rampo. Desain karakter orisinilnya yang khas dibuat oleh Peach-Pit (Di Gi Charat, Rozen Maiden, Shugo Chara!), yang sudah lama tak terdengar kabarnya. Mukai Masahiro yang pernah terlibat dalam anime Hyperdimension Neptunia akan berperan sebagai sutradaranya. Naskahnya akan ditangani oleh pendatang baru Yoshida Erika yang sebelumnya membuat naskah untuk versi manga Tiger & Bunny. Agak susah menilainya, tapi mungkin saja seri ini menjadi suatu kejutan.

Long Riders! (Actas)

Kurata Ami, mahasiswi tahun pertama yang tak memiliki kelebihan khusus, suatu hari memperhatikan seseorang yang berpergian memakai sepeda lipat. Ami langsung jatuh cinta pada sepeda itu, dan menghabiskan tabungannya untuk membeli satu untuk dirinya. Keputusannya ini ternyata membawanya masuk ke dunia bersepeda jarak jauh, yang berujung pada bagaimana ia membentuk tim bersepeda ‘Fortuna’ beranggotakan sesama mahasiswi dari kampusnya.

Iya, ini satu lagi seri yang mengetengahkan suatu ekskul atau komunitas yang anggotanya perempuan semua. Yoshihara Tatsuya yang pernah menangani Yatterman Night dan Monster Musume akan menjadi sutradara. Sedangkan komposisi seri akan ditangani Takahashi Natsuko yang pernah terlibat dalam Yuyushiki dan Tokyo Magnitude 8.0. Ini diangkat dari manga berjudul sama karya Miyake Taishi. Kudengar ini termasuk seri yang informatif.

Classicaloid (Sunrise)

Kanae dan Sousuke adalah dua sahabat sejak kecil yang tinggal di sebuah kota dusun yang sedang menggiatkan diri dengan musik. Suatu hari, versi ‘Classicaloid’ dari musisi terkenal Beethoven dan Mozart muncul di depan mereka. Lalu saat para Classicaloid mencurigakan itu memainkan musik yang mereka sebut ‘mujik,’ terjadi beragam hal aneh seperti jatuhnya bintang-bintang dan munculnya robot-robot raksasa. Kekacauan semakin bertambah saat sejumlah tokoh Classicaloid lain seperti Bach, Chopin, dan Schubert; ikut hadir.

Ini seri orisinil baru yang akan mengkombinasikan genre aksi, komedi, serta sedikit romansa yang menghangatkan hati, dengan paduan aransemen pop, rock, dan techno dari berbagai karya musik klasik terkenal. Kerjasama NHK dengan beberapa pihak lain yang akan memproduserinya. Lalu Fujita Yoichi, yang belakangan semakin dikenal sesudah menangani Osomatsu-san, akan menjadi sutradara. Yang menarik, pengarang Sakaki Ichiro (Chaika, Outbreak Company) bersama Tsuchiya Michihiro (PriPara, Cross Game) akan bekerjasama untuk mengawasi naskah-naskah yang dibuat Asakawa Miya, Kida Tsuyoshi, Kogure Kyo, dan Matsubara Shuu. Mungkin ini bisa jadi seri konyol yang jenisnya belum pernah kita lihat sebelumnya.

Flip Flappers (Studio 3Hz)

Cocona adalah seorang siswi SMP teladan yang pembawaannya berhati-hati. Suatu ketika, ia bertemu seorang gadis misterius yang ceria dan tak kenal takut bernama Papika, yang membuka padanya sebuah dimensi lain bernama Pure lllusion. Bersama, mereka harus menjelajah dimensi tersebut untuk menemukan kristal-kristal misterius Shards of Mimi, yang konon dapat mengabulkan permohonan apapun. Lalu dalam keadaan bahaya, kristal-kristal tersebut secara misterius memungkinkan keduanya berubah wujud.

Jangan tertipu oleh desain karakternya yang sederhana, karena penganimasian seri ini sebenarnya luar biasa. Oshiyama Kiyotaka yang pernah terlibat dalam Space Dandy dan Xam’d yang akan menyutradarainya. Aku masih khawatir karena keluaran Studio 3Hz cenderung agak lemah di cerita. Tapi nuansa aksi sakuga di dalamnya mungkin bakal mengimbangi segala kekurangannya.

All Out!! (TMS Entertainment, Madhouse)

Gion Kenji, seorang murid SMA berbadan pendek, bertemu dengan Iwashimizu Sumiaki yang berbadan tinggi di hari pertamanya di SMA Kanagawa. Pertemuan ini mengawali bergabungnya Kenji dalam Klub Rugby, serta pertemuannya dengan berbagai kepribadian bertentangan yang dimiliki para anggotanya

Shimizu Kenichi, yang menangani Parasyte beberapa waktu lalu, akan menyutradarai seri ini dengan naskah buatan Yokotani Masahiro (Shimoneta, Beelzebub) dan Irie Shingo (Log Horizon, Kuroko no Basuke). Diadaptasi dari manga karya Amase Shiori, walau ini mungkin akan lebih dipandang menarik oleh para fujoshi, perlu diakui kalau key visual-nya benar-benar keren.

Touken Ranbu: Hanamaru (Dogakobo)

Di tahun 2205, para ‘revisionis sejarah’ mulai melakukan penyerangan-penyerangan ke masa lalu dalam upaya mereka untuk mengubah sejarah. Namun para Saniwa, yang telah ditugaskan untuk menjaga agar sejarah berjalan sebagaimana mestinya, menghadapi mereka dengan kekuatan untuk meniupkan nyawa ke benda-benda. Yang terkuat di antaranya adalah Touken Danshi, yang termasuk di antara mereka Yamatonokami Yasusada dan Kashuu Kiyomitsu.

Agak mirip dengan KanColle, game Touken Ranbu yang dibuat DMM menampilkan berbagai pedang terkenal dari sejarah Jepang sebagai lelaki-lelaki tampan yang desainnya dibuat oleh Nitroplus. Jumlah penggemar perempuannya sangat banyak, dan jumlah penggunanya sudah mencapai satu setengah juta meski baru dirilis tahun lalu. Naoya Takashi yang pernah terlibat dalam Luck & Logic akan tampil sebagai sutradara di seri ini. Pierre Sugiura konon akan menangani naskah, dengan musik secara mencolok akan ditangani komposer veteran Kawai Kenji. Terlepas dari premisnya, nampaknya adaptasi yang ini akan lebih tentang keseharian? Perlu diperhatikan bahwa ini bukan satu-satunya anime Touken Ranbu yang akan hadir dalam waktu dekat.

Time Bokan 24 (Tatsunoko Production)

Tokio, seorang murid SMP yang hidup di masa kini, tiba-tiba saja menjadi anggota dari Biro Administrasi Ruang-Waktu Abad Kedua Puluh Empat. Segera sesudah itu, Tokio kemudian mengetahui kalau sejarah yang dipelajarinya dari buku-buku sekolah tak benar-benar tepat. Ratu Cleopatra yang dikenal karena kecantikannya misalnya, sebenarnya adalah duo pelawak Cleo dan Patra. Lalu bersama rekan setimnya, Karen, Tokio menggunakan mecha sekaligus mesin waktu 24 Bokan untuk menemukan sejarah yang sesungguhnya.

Seri ini merupakan pembuatan ulang dari seri aksi komedi Time Bokan buatan Tatsunoko, yang salah satu lepasannya adalah seri Yatterman yang terkenal. Produksinya dilakukan bersama oleh Tatsunoko dan pengembang Level-5. Ogawara Kunio yang akan merancang mecha-mechanya yang sudah dipastikan akan bisa berubah bentuk sekaligus menyatu. Inagaki Takuya (Seiken Tsukai no World Break) yang akan menyutradarainya, dengan dibantu Kato Yoichi (Aikatsu!) untuk komposisi naskah. Aku tak peduli apa kata orang. Ini akan jadi salah satu seri baru yang akan aku perhatikan.

Keijo!!!!!!!! (Xebec)

Pada tahun 2003, olahraga baru ‘keijo’ diresmikan sebagai salah satu olahraga yang di dalamnya taruhan menggunakan uang diperbolehkan. Dalam keijo, para pesertanya berdiri di atas anjungan-anjungan yang mengapung di atas air, dan harus menggunakan dada dan panggul masing-masing untuk mendorong satu sama lain agar jatuh ke dalam air. Kaminashi Nozomi, seorang siswi SMA yang berasal dari keluarga miskin, berharap bisa mengubah nasibnya melalui keijo. Berkat pengalamannya berlatih senam, ia menjadi bakat baru yang memasuki dunia keijo.

Juga dikenal dengan judul Hip Whip Girl, seri ini diadaptasi dari manga berjudul sama karangan Sorayomi Daichi. Takahashi Hideya yang pernah menangani Fantasista Stella yang akan menyutradarainya, dengan Kato Takao (Triage X, To Love-Ru) menangani komposisi seri. Iya, ini seri fanservice paling mencolok di musim ini. Visualnya menarik kok.

Yuri!!! on Ice (MAPPA)

Katsuki Yuuri, yang mengemban harapan Jepang untuk memenangkan kompetisi seluncur es Gran Prix Finale, mengalami kekalahan menyakitkan. Ia pulang ke kampung halamannya di Kyushu dan separuh mempertimbangkan untuk pensiun. Namun juara dunia seluncur es lima kali, Victor Nikiforov, tahu-tahu berkunjung. Lalu datang bersamanya adalah Yuri Plisetsky, peselancar muda dari Russia yang tengah mulai dikenal. Keduanya membawa sebuah tantangan untuk Yuuri yang akan menentukan seluruh masa depan karirnya.

Ini seri orisinil yang konsepnya digagas bersama oleh sutradara Michiko & Hatchin, Yamamoto Sayo, dan mangaka Moteki, Kubo Mitsurou (Mungkin beliau lebih dikenal di sini sebagai pengarang seri penyelam penyelamat Tokkyuu!. Dirinya aslinya bukan om-om, buat yang belum tahu.). Naskahnya ditangani langsung oleh Yamamoto-san, dan desain karakter orisinilnya dibuat oleh Kubo-sensei. Ini seri yang cukup membuat antusias karena ini jenis kolaborasi yang belum ada sebelumnya. Untuk yang belum mengenal keduanya, biasanya ada pemaparan suka duka yang sulit terbayang, antar karakter-karakter dengan kepribadian sangat berbeda, serta masalah-masalah internal pribadi yang harus mereka hadapi. Sekali lagi untuk para penggemar drama, ini satu lagi seri yang patut diperhatikan.

Occultic;Nine (A-1 Pictures)

Sembilan orang berbeda: seorang pemandu roh, seorang penyanggah realis, seorang peramal moe, seorang reporter majalah supernatural, seorang medium ilmu hitam, seorang pria misterius, seorang pengarang doujin yang seakan memprediksi masa depan, seorang detektif otaku, dan seorang yang mengaku akan menjadi penyelamat dunia; sama-sama terhubung oleh blog ringkasan berita paranormal ‘Choujou Kagaku Kirkiri Basara’ yang dikelola pelajar SMA berusia 17 tahun, Gamon Yuuta. Serangkaian keganjilan yang melibatkan kesembilan orang ini berujung pada akan datangnya suatu kejadian tak terbayangkan yang dapat mengubah cara alam bekerja.

Diadaptasi dari novel karangan Shikura Chiyomaru, kepala MAGES sekaligus pencetus cerita misteri sains fiksi Steins;Gate, ini termasuk seri yang paling ditunggu meski tidak termasuk dalam rangkaian seri science adventure (walau anehnya, adaptasi gamenya juga sudah diumumkan). Penyutradaraannya akan ditangani oleh Ishiguro Kyohei yang sebelumnya menangani Lance N’Masques dengan dibantu oleh Kuroki Miyuki. Nuansa visualnya benar-benar kuat. Dari segi teknis, seri ini harusnya solid. Aku benar-benar berharap hasilnya bagus.

Poco’s Udon World (Liden Films)

Tawara Souta, putra seorang pemilik toko mi udon, berusia 30 tahun, kembali ke kampung halamannya di Kagawa tak lama ayahnya sesudah meninggal dunia. Di dalam toko lama milik mendiang ayahnya, Souta menemukan seorang anak lelaki aneh bernama Poco, yang dikiranya terpisah dari orangtuanya. Namun saat sedang merawatnya, tiba-tiba saja muncul ekor dan kuping dari dalam Poco, pertanda bahwa Poco seekor tanuki.

Seri ini diangkat dari manga “fantasi menghangatkan hati” Udon no Kuno no Kiniro Kemari karya Shinomaru Nodoka, yang kelihatannya menggabungkan aspek drama keseharian dengan hal-hal yang ajaib. Ibata Yoshihde (Attack on Titan: Junior High) yang akan menyutradarainya, dan Takahashi Natsuko (Moyashimon, 07-Ghost) yang akan menangani komposisi serinya. Belum banyak yang bisa kukatakan, selain daftar seiyuu yang terlibat di dalamnya benar-benar mengesankan. Seri ini kelihatannya menegaskan posisi Liden Films sebagai studio animasi yang telah berkembang.

Tiger Mask W (Toei Animation)

Dua pegulat profesional muda, Azuma Naoto dan Fujii Takuma, berlatih di bawah naungan tim pegulat pro kecil Jipang Pro Wrestling. Namun impian mereka harus kandas saat dojo mereka dihancurkan secara kejam oleh Global Wrestling Monopoly (GWM) yang jahat. Bertekad membalas dendam, Azuma berlatih di kaki Gunung Fuji dan menjadi sosok pegulat bertopeng Tiger Mask baru. Sedangkan Naoto memasuki The Tiger’s Hole, yang memanipulasi GWM, menempuh latihan berat hingga menjadi pegulat bertopeng Tiger the Dark, dan bertekad menghancurkan organisasi tersebut dari dalam.

Sutradara veteran Komura Toshiaki (Ring ni Kakero, Kinnikuman Nisei) akan mengarahkan seri ini. Sementara Chiba Katsuhiko akan menangani pembuatan naskah. Seri ini merupakan semacam sekuel dari seri Tiger Mask awal buatan Kajiwara Ikki dan Tsuji Naoki, yang manganya diserialisasikan di Weekly Shounen Magazine dari tahun 1968 sampai 1971, dan menjadi karya paling fenomenal Kajiwara-sensei selain Kyojin no Hoshi. Organisasi New Japan Pro-Wrestling akan berkolaborasi dengan Toei Animation untuk proyek ini, dan kudengar ada beberapa karakter pegulat asli yang juga akan tampil sebagai cameo. Aku lumayan berharap hasilnya bagus.

Soushin Shoujo Matoi (White Fox)

Sumeragi Matoi, seorang murid SMP yang sangat menikmati hidup damainya, bersahabat dekat dengan Kusanagi Yuma, anak dari pendeta utama di Kuil Tenman, di kota Kamaya. Keduanya kerap membantu sebagai miko di kuil tersebut. Sampai suatu hari, suatu serangan terjadi ke Kuil Tenman, yang menyebabkan terlukanya kedua orangtua Yuma. Ayah Matoi yang bekerja sebagai polisi menjumpai seorang pria tak waras yang bisa jadi adalah satu-satunya saksi mata. Lalu ini berujung pada bagaimana Yuma harus melakukan ritual khusus untuk menangani orang tersebut, yang anehnya, berujung pada bagaimana Matoi tiba-tiba memperoleh status sebagai dewa, dan kini harus menumpas roh-roh jahat.

Juga dikenal dengan judul Matoi the Sacred Slayer, seri ini akan jadi proyek orisinil pertama keluaran studio ternama White Fox. Ada nuansa mahou shoujo yang kuat di dalamnya. Serta ada kesan kalau ceritanya akan lebih serius dari yang sekilas terlihat. Terlepas dari itu, berhubung White Fox yang memproduksinya, ada pengharapan lumayan kalau hasilnya akan bagus. Sakoi Masayuki yang akan menyutradarainya, dengan naskah yang dibuat oleh Kuroda Yousuke.

Pada musim ini, Silver Link juga akan memproduksi spin off dari seri Strike Witches, Brave Witches, yang akan berfokus pada Hikari Karibuchi dan teman-temannya yang tergabung dalam 502nd Joint Fighter Wing (Untuk yang mau tahu, Strike Witches mengetengahkan 501st Joint Fighter Wing). Agak susah menjelaskan premis seri ini buat yang belum tahu (Intinya, ada celana bloomer, kemonomimi, pesawat-pesawat alien, gadis-gadis manis, dan berbagai persenjataan era Perang Dunia II). Tapi sutradara Takamura Kazuhiro akan kembali menangani, dan Suzuki Takaaki juga akan kembali sebagai penasihat sejarah militer untuk seri ini.

Mengisi slot tayang Noitamina, namun belum tersedia banyak info tentang produksinya, adalah The Great Passage yang diadaptasi dari novel Fune wo Amu karangan Miura Shion. Ceritanya berfokus pada Mitsuya Majime, seorang pria serius yang kurang bisa bergaul yang bekerja di divisi penjualan penerbit Genbu Shobo. Menarik perhatian Araki, seorang pegawai veteran, Mitsuya dipindahkan ke divisi bahasa di mana ia bertemu Nishioka Masashi yang berpembawaan terbuka. Bersama Nishioka, Mitsuya hendak dilibatkan sebagai editor dalam sebuah proyek monumental untuk menyusun kamus bahasa Jepang setebal 2900 halaman, yang akan menjadi ‘kapal’ untuk menjelajah ‘samudra kata’, yang tanpa diketahuinya akan memakan waktu sampai belasan tahun. Ceritanya kabarnya akan mengetengahkan kegigihan dan suka duka dalam persahabatan mereka (dan mestinya juga tentang cinta yang ditemukan Mitsuya). Adaptasinya ke bentuk film layar lebar sempat dibuat beberapa tahun lalu dan bahkan meraih penghargaan. ZEXCS yang akan memproduksi animasinya. Kuroyanagi Toshimasa (Sukitte Ii na yo) akan menangani penyutradaraannya.

Seri orisinil baru, Shuumatsu no Izetta (Izetta of the End, atau Izetta, Die Letzte Hexe), juga sudah dikonfirmasi akan tayang musim ini. Hanya saja, masih belum banyak info yang sudah diumumkan soal produksinya. Berlatar di tahun 1940 alternatif, negara Germania yang imperialis mulai membidik Elystadt, sebuah negara subur di tengah jajaran pegunungan Alps. Izetta adalah keturunan terakhir suatu klan penyihir yang telah mewarisi kekuatan misterius turun temurun. Sesudah lama berkelana mengelilingi Eropa, takdir mempertemukan Izetta dengan Fiine, gadis muda keturunan bangsawan Elystadt yang menjadi harapan negaranya untuk menghadapi kedatangan Germania. Key visual-nya sejauh ini mengesankan dengan banyak detil terhadap permesinan dan peralatan perang di era tersebut. Mungkin ceritanya akan sedikit yuri.

Digimon Universe: Appli Monsters juga akan diproduksi Toei Animation pada musim ini. Ceritanya kali ini akan berfokus pada Appmon, monster-monster digital yang bersemayam dalam aplikasi-aplikasi smartphone. ‘Last boss AI‘ Leviathan telah mulai menginfeksi seluruh sistem dengan virus. Harapan untuk melawannya jatuh ke Shinkai Haru, seorang anak lelaki yang memiliki alat khusus App Drive, yang kemudian mempertemukannya dengan Appmon partnernya, Gatchmon. Setelah sekian tahun tak ada seri Digimon baru, aku lumayan berharap hasilnya bagus.

Seri baru buatan Tsuzuki Masaki, pencipta Magical Girl Lyrical Nanoha, yang berjudul ViVid Strike!, juga akan tayang. Selain mengetengahkan dua anak perempuan yatim piatu, Fuuka dan Rinne, yang ingin bangkit dari kemiskinan dan kelemahan mereka, garis besar ceritanya masih tersamar. Kaitannya dengan seri Nanoha juga belum jelas. Tapi sudah diumumkan seri ini akan tayang di musim ini dengan produksi dilakukan oleh Seven Arcs.

Tambahan lain yang terlewat, Shakunetsu no Takkyuu Musume yang diangkat dari seri manga karya Asano Yagura. Ceritanya berfokus ke Tsumuzikaze Koyori dan teman-temannya dalam memasuki dunia ping pong siswi SMP. Desain karakternya imut dan fanservice-nya kelihatannya akan lumayan, namun aksinya kelihatannya akan lumayan berdarah panas. Irie Yasuhiro akan menyutradarainya di Kinema Citrus.

Beberapa anime lama yang akan lanjut dengan season baru di musim ini antara lain:

  • Aksi bola voli Hinata dan kawan-kawannya di Haikyuu!! yang kini memasuki season
    3.
  • Kelanjutan drama seputar hubungan antar orang di klub alat musik tiup keluaran KyoAni Sound! Euphonium (season 2) yang menarik perhatian beberapa waktu lalu.
  • Musim tayang kedua dari seri drama aksi Mobile Suit Gundam: Iron Blooded Orphans keluaran Sunrise yang juga sangat menarik perhatian pada tahun lalu.
  • Musim tayang kelima dari seri drama supernatural Natsume Yuujinchou, yang nampaknya akan memaparkan akhir perjalanan Natsume dan guru kucingnya.
  • BBK/BRNK!: Hoshi no Kyojin, musim tayang kedua proyek orisinil berbasis CG dari Sanzigen Animation Studios yang di luar dugaan meraih lumayan banyak fans di awal tahun ini.
  • Mysterious Joker (season 4) juga akan lanjut.
  • Tambahan, seri Working!! atau Wagnaria!! baru juga akan tayang. Aku sempat lupa akan ini. WWW. WORKING (iya, itu judulnya) berlatar di restoran keluarga Wagnaria cabang lain. Ceritanya kali ini mengetengahkan pelajar serius bernama Higashida Daisuke yang karena situasi keluarga, bekerja sambilan di sana. Seri ini sebelumnya diserialisasikan di situs web milik pengarangnya, Takatsu Karino-sensei, dengan judul Web-ban Working!!, sebelum diterbitkan secara satuan oleh penerbit Square Enix. Kamakura Yumi akan kembali untuk menyutradarainya di A-1 Pictures.
  • Sempat terlewat, paruh kedua Bungo Stray Dogs yang lumayan ditunggu sesudah jeda musim lalu juga akan tayang.
  • Seri BL tentang keluarga dan adopsi yang mencolok beberapa waktu lalu, juga akan kembali dengan season keduanya, Super Lovers 2. Sori, ini sempat terlewat.
  • Ajin, tentang manusia-manusia abadi berkekuatan supernatural yang diburu umat manusia, ternyata juga akan lanjut. Sori, ini juga terlewat.
  • Seri reverse harem berlatar idola, Uta no Prince-sama, juga ternyata akan lanjut dengan season keempatnya, Uta no Prince-sama Maji LOVE Legend Star. Season ketiganya kudengar berakhir menggantung tahun lalu. Aku serius lupa soal yang satu ini.
  • Menyusul seri anime pendeknya di musim lalu, Show by Rock!!#, seri adu musik produksi BONES yang dibuat berdasarkan konsep yang digagas Sanrio, juga akan tayang, melanjutkan kisah Cyan dan kawan-kawannya di band Plasmagica.

Beberapa info terkait anime-anime pendek:

  • Sengoku Chouju Giga, seri baru yang mengetengahkan makhluk-makhluk non manusia di era Sengoku yang dipaparkan dengan gaya lukisan tinta kuno Jepang. Ini kayaknya bakal menarik terutama karena gaya visualnya.
  • Nobunaga no Shinobi, yang diangkat dari manga 4-kotak karya Shigeno Naoko, yang berkisah tentang gadis ninja bernama Chidori yang ingin mendukung upaya Oda Nobunaga menghentikan kekacauan di negaranya. Seri ini sudah lumayan lama dinantikan. Untuk sebuah seri komedi pendek, jumlah korban yang berjatuhan di dalamnya lumayan banyak.
  • Seri komedi klub tenis perempuan Teekyu yang memasuki season 8. (Aku agak susah percaya ini sudah jadi sejauh ini.)
  • Kelanjutan kisah hidup siswi yang dipaksa menjadi gadis ajaib di season kedua Mahou Shoujo Nante Mouiidesukara. Ternyata benar seri ini lumayan berhasil meraih penggemar beberapa bulan lalu.
  • Crane Game Girls yang para karakternya berjuang menjadi idola sekaligus melawan alien agak di luar dugaan juga masuk ke season 2.
  • Lalu yang paling mengejutkan, PJ Berri no Mogu Mogu Munya Munya yang mengetengahkan para karakter dari game irama zaman PS1, Parappa the Rapper juga akan tayang! Tak perlu berharap banyak soal visualnya sih. Tapi produksi animasinya akan dilakukan oleh Dogakobo.
  • Sebagai tambahan, Bernard-jo Iwaku akan diproduksi Creators in Pack dengan mengadaptasi manga berjudul sama karya Shikawa Yuuki. Ceritanya tentang siswi pemalas bernama Machida “Miss Bernard” Sawako yang ingin tahu banyak tentang buku (tanpa membacanya sendiri) serta berbagai interaksinya dengan teman-teman sekolahnya yang notabene kutu buku. Hirasawa Hisayoshi yang sebelumnya menangani Oji-san to Marshmallow akan kembali untuk menyutradarainya.
  • Tambahan lain, ada anime penyelesaian teka-teki Nazotokine (jadi, sesuatu yang mirip seri game Professor Layton?) yang juga akan tayang. Produksinya dilakukan oleh studio pendatang baru Tengu Koubou.
  • Tambahan lain, Creators in Pack juga akan mengeluarkan Kiitarou Shounen no Youkai Enikki, yang diangkat dari seri manga karya Kageyama Riichi. Cerita ‘seri horor yang tidak menakutkan’ ini tentang seorang anak muda bernama Kiitarou yang memiliki indera keenam yang membuatnya banyak berinteraksi dengan siluman-siluman. Visualnya jauh lebih bagus dari yang mungkin kau bayangkan.
  • Tambahan lagi, Ao Oni: The Animation, yang berdasarkan pada waralaba game horor teka-teki berjudul sama tentang sekelompok teman yang menjelajah rumah yang kabarnya berhantu, juga akan tayang. Kabarnya, ini akan menjadi cerita parodi dari gamenya. Produksi animasinya akan dilakukan oleh Studio DEEN. Kabarnya, tahun depan juga bakal ada adaptasi anime lain berjudul sama yang akan lebih dekat (tapi berbeda) dengan cerita gamenya.
  • Tambahan lagi, Cheating Craft akan menjadi salah satu dari dua anime orisnil yang diproduksi perusahaan animasi Emon. Ceritanya kudengar tentang persaingan siswa-siswa yang menghadapi ujian, baik dengan cara jujur ataupun tidak jujur. Salah satu sutradara favoritku, Motonaga Keitarou, yang akan menyutradarainya.
  • Tambahan lagi, To Be Hero akan menjadi anime orisinil produksi Emon satunya yang akan tayang. Ceritanya tentang seorang bapak-bapak tampan, yang sudah punya seorang anak perempuan remaja, yang suatu hari memperoleh kekuatan untuk berubah wujud menjadi seorang superhero berwujud seorang om-om gemuk. Menariknya, sutradara veteran Watanabe Shinichi yang dulu menangani anime gila Excel Saga yang akan menanganinya. Mudah-mudahan hasilnya bagus.

Sedangkan untuk film-film layar lebar, agak tak biasa, aku memperhatikan perkembangannya untuk musim ini. Kabarnya antara lain:

  • Seri aksi mecha luar angkasa Ginga Kikoutai Majestic Prince akan keluar film layar lebarnya, yang akan melanjutkan cerita di seri TV-nya. Judul lengkapnya masih sedang di-polling saat ini kutulis. Kudengar akan ada episode baru di pengujung penayangan ulang seri TV-nya, yaitu episode 25, yang akan menampilkan karakter-karakter baru dan sekaligus menghubungkan cerita ke film layar lebarnya nanti.
  • Yowamushi Pedal: Spare Bike juga akan muncul, dari seri para remaja pebalap sepeda yang sedang terkenal belakangan.
  • Film layar lebar KanColle juga akan muncul.
  • Gantz: O dari seri terkenal Gantz karya Oku Hiroya, yang sudah tamat beberapa waktu lalu, juga akan tayang. Film aksi horor sains fiksi ini mencolok pertama karena hanya akan menampilkan bab cerita Osaka dari manganya; kedua karena visual CG-nya termasuk salah satu yang paling bagus saat ini, yang sangat cocok dengan gaya visual dari manganya.
  • In This Corner of the World juga akan tayang dari MAPPA, menampilkan pemandangan masa Perang Dunia II dari sudut pandang.seorang pengantin baru di Jepang.
  • Cyborg 009 Call of Justice akan menjadi awal trilogi baru dari seri klasik Cyborg 009. Ceritanya berlatar lebih di masa depan, sesudah Joe dan kawan-kawannya lama pensiun, dan akan menghadapkan mereka dengan suatu musuh baru yang rupanya telah lama mengendalikan dunia. Desain karakternya yang baru lumayan mencolok.

Selebihnya, Girl Friend Note yang merupakan game irama lepasan dari Girl Friend BETA akan mendapatkan seri web anime pendek.

Aku juga mendengar seri aksi mecha dengan karakter-karakter utama perempuan, Regalia: The Three Sacred Stars, yang sebenarnya mulai tayang musim panas lalu tapi ditunda penayangannya untuk memperbaiki kualitasnya, juga akan tayang lagi dari awal di Oktober ini.

Ada gosip tentang episode khusus dari seri Gundam Build Fighters and Gundam Build Fighters Try yang harusnya muncul dalam waktu dekat ini. (Dikonfirmasi salah satunya adalah episode khusus Gundam Build Fighters Try Island Wars.)

Tambahan, seri novel misteri Zaregoto karangan Nisio Isin akan mulai dirilis OVA-nya pada musim ini. Seri ini adalah karya beliau sebelum beliau mulai menulis seri Monogatari beliau yang terkenal. Sejauh yang sudah diumumkan, yang akan dianimasikan baru cerita buku pertama.

Selain itu, sempat kudengar juga seri OVA aksi fantasi Strike the Blood II akan keluar juga dalam waktu dekat. Tentu saja ini akan jadi sesuatu yang kuperhatikan.

Tambahan lain, seri Gakuen Handsome yang diangkat dari game berjudul sama tentang sekolah elit khusus cowok yang isinya cowok-cowok tampan(?) serta perasaan cinta yang mereka rasakan juga akan tayang.

Tambahan lagi, ‘proyek idola 2.5D’ keluaran sejumlah perusahaan dari grup Bandai Namco, Dream Festival!! juga akan tayang. Aku masih belum mengerti. Tapi konsepnya, para penggemar bisa menggunakan kartu-kartu khusus untuk membuka kostum-kostum istimewa dari para personilnya, sekaligus aksi khusus di atas panggung.

Ada satu seri baru yang akan khusus ditayangkan di Animax. Sayangnya, aku lupa judulnya. Aku juga kurang tahu banyak tentangnya. Itu adalah Luger Code 1951. Berlatar di masa Perang Dunia II alternatif, ceritanya mengetengahkan ahli linguistik jenius muda, Testa Lielbell, yang direkrut kakak kelasnya di tentara Sekutu, Alex Rossa, untuk memecahkan kode transmisi radio para manusia serigala di pihak lawan. Untuk itu, mereka perlu memperoleh seorang manusia serigala hidup sebagai contoh, yang akhirnya mereka dapatkan dalam wujud Yonaga, seorang manusia serigala perempuan (betina?). Konsep aslinya yang digagas Haneki Haruto kompetisi skenario yang diadakan Animax bersama Shonen Jump+ September lalu. Adaptasi manganya sempat dibuat Akatsuki Akira. Aku lumayan berharap hasilnya bagus.

Lalu, ada kabar tentang akan tayangnya seri baru Sin – Nanatsu no Taizai, yang bukan yang diangkat dari manga karya Nakaba Suzuki, tapi belum pasti kapan.

Tambahan di saat-saat terakhir: Bloodivores, yang mengetengahkan suatu obat untuk menyembuhkan penyakit, tapi menimbulkan efek samping mengubah penggunanya menjadi penghisap darah. Ini juga diangkat dari webcomic yang diadaptasi oleh perusahaan Emon.

Kalau ada kabar lainnya, akan aku tambahkan nanti.

(Dari ANN dan beberapa sumber lain.)

19/05/2016

Anime Baru Musim Panas 2016

Belakangan aku ngerasa waktu yang aku punya semakin sempit. Aku enggak bisa menjelaskannya, tapi kayak ada hal nggak nyaman yang kayaknya akan kualami beberapa waktu ke depan.

Terlepas dari itu, separuh musim semi sudah dilalui, dan summer di pertengahan tahun nanti sudah kembali di depan mata. Musim ini kelihatannya adalah musim yang lebih memanjakan pemirsa wanita.

Kayak biasa, daftar ini tak terlalu bisa diandalkan.

Akan disesuaikan sesudah ada kabar-kabar lagi.

Regalia: The Three Sacred Stars (Actas)

Dua belas tahun sebelumnya, terjadi insiden besar di negara Rimguard yang meninggalkan misteri tak terselesaikan yang perlahan sirna dari ingatan orang-orang. Waktu berlalu, dan kakak beradik Yui dan Rena hidup dengan damai di Kekaisaran Enastria. Sampai suatu hari, sebuah robot raksasa menyerang, dan menyeret kakak beradik tersebut dalam pusaran takdir.

Ini seri anime mecha fantasi yang tokoh sentralnya perempuan semua. Meski aku biasanya bukan penggemar seri jenis ini, desain karakternya yang dibuat QP:flapper (Girlfriend Beta) enak dilihat dan desain mekaniknya yang dibuat Suzuki Kanta juga keren. Tosaka Susumu yang pernah menyutradarai Infinite Stratos yang akan menyutradarainya, dengan komposisi seri buatan Koyanagi Keigo. Studio yang memproduksinya juga relatif baru, jadi potensi seri ini masih tanda tanya. Sejauh yang terlihat, bisa jadi hasil akhirnya cukup berkesan.

Qualidea Code (A-1 Pictures)

Beberapa dekade sesudah kemunculan UNKNOWN yang menyerang umat manusia, enam anak remaja (Suzaku Ichiya bersama Utara Canaria; Chigusa Asuha bersama Chigusa Kasumi; dan Tenkawa Maihime bersama Rindo Hotaru) terbangun dari tidur dingin panjang, dan mendapati diri masing-masing telah memiliki kekuatan supernatural. Demi melindungi negara, mereka membangun basis-basis pertahanan di Tokyo, Kanagawa, dan Chiba, demi menghadapi UNKNOWN yang berdatangan dari Tokyo Bay Gate.

Anime ini diangkat dari Project Qualidea, proyek multimedia yang dicanangkan oleh lima redaksi: label Dash X Bunko dan majalah Jump SQ. milik Shueisha, label Fujimi Fantasia Bunko dan label MF Bunko J milik Kadokawa, serta Gagaga Bunko milik Shogakukan. Cerita dan naskahnya dipenai unit pengarang Speakeasy, yang terdiri atas tiga pengarang light novel: Sagara Sou (Henneko) yang menangani cerita di Tokyo, Tachibana Koushi (Date A Live) yang menangani cerita di Kanagawa, serta Watari Wataru (Oregairu) yang menangani cerita di Chiba; yang sekalian mengerjakan garis besar konsepnya bersama Marvelous. Penyutradaraannya ditangani Kawamura Kenichi, yang pernah terlibat dalam SoniAni dan Rozen Maiden. Berdasarkan pengalaman, proyek-proyek begini biasanya kurang begitu memuaskan… Tapi ini A-1 Pictures. Lalu tiga pengarang di atas juga jenis pengarang yang kelihatannya berpikir mendalam terhadap karya-karya mereka. Ini jenis seri yang baiknya kau dekati lebih karena rasa ingin tahu terhadap konsepnya. (Yaps, ini jadinya tayang di musim ini.)

Tales of Zestiria the X (ufotable)

Sorey dibesarkan di tengah kaum seraphim (tenzoku) yang tak terlihat oleh mata manusia biasa. Sebagai manusia, ia bercita-cita membuat dunia di mana manusia dan seraphim bisa hidup bersama dalam damai. Meyakini cerita lama tentang bagaimana setiap manusia bisa melihat seraphim di masa lalu, Sorey berkunjung ke ibukota manusia. Lalu dalam sebuah kejadian, ia mencabut sebilah pedang suci yang telah lama tertanam dalam batu. Pedang tersebut rupanya adalah penanda yang menunjuk Sorey sebagai Shepherd (‘gembala’), yang memiliki tugas suci untuk menghalau suatu ancaman besar atas dunia…

Diangkat dari game Tales of Zestiria keluaran Bandai Namco (yang ngomong-ngomong, sempat memicu kontroversi terkait perlakuan ceritanya terhadap salah satu tokoh utama perempuannya), ini salah satu anime baru yang pengumumannya agak mengejutkan. Meneruskan dari Tales of Symphonia the Animation dan episode spesial Tales of Zestiria: Doushi no Yoake, Sotozaki Haruo kembali menjabat sebagai sutradara dengan naskah yang ditangani bersama di ufotable. Seperti yang bisa diharapkan dari ufotable, key visual-nya terlihat benar-benar mengesankan. Kualitas teknisnya sepertinya takkan jelek. Mudah-mudahan ini juga diimbangi penceritaan yang bagus.

Scared Rider Xechs (Satelight)

Umat manusia terancam oleh kedatangan Nightfly O’Note, penyerang misterius dari dunia merah di balik perbatasan merah Scared. Untuk menghadapi ancaman ini, agensi pertahanan LAG dibangun di Kepulauan Ryuukyuu. Agensi ini mengutus beberapa unit tempur Scared Rider untuk menghadapi Nightfly O’Note, yang meski berjuang gagah berani, sampai lima kali habis tak bersisa dalam pertempuran. Lalu pada inkarnasinya yang keenam, Scared Rider Xechs, penyerangan Nightfly O’Note tiba-tiba saja terhenti. Ketika para personil SR Xechs resah karena tahu-tahu begitu saja kembali pada kehidupan biasa, seorang gadis muda bernama Asagi Akira ditunjuk sebagai instruktur dan komandan mereka yang baru

Diangkat dari otome game keluaran Rejet dan Red Entertainment, Komori Hideto akan menyutradarainya, dengan naskah yang ditangani Nagakawa Naruki dengan dibantu Kumagai Jun serta Fukushima Naohiro. Selain kekuatan istimewa dan baju tempur khusus, para lelaki tampan di seri ini nampaknya juga terlibat dalam bermain band. Ceritanya juga menghadirkan karakter orisinil bernama Salome Hako Sakura yang akan menemani Akira dalam tugasnya. Game aslinya sendiri sudah lumayan lama keluar, tepatnya di tahun 2010 di konsol PS2. Jadi ada sesuatu tentang produksi anime ini yang sebenarnya agak membuat penasaran. Dari segi naskah cerita setidaknya, seri ini menurutku terbilang solid.

Handa-kun (Diomedea)

Seishuu Handa, remaja SMA yang tampan, cerdas, dan juga ahli kaligrafi di usianya yang muda, adalah sosok yang sangat diidolakan di sekolahnya. Namun entah kenapa, Handa merasa bahwa perhatian berlebih semua orang adalah cara mereka melakukan bullying terhadapnya, dan ia yakin kalau mereka semua justru membencinya. Sayangnya, cara-cara yang Handa lakukan untuk lolos malah semakin menambah jumlah pengagumnya.

Masih diangkat dari manga karya Yoshino Satsuki, staf veteran Koyama Yoshitaka (Rune Soldier, Noramimi) yang kali ini akan menyutradarai. Sedangkan naskahnya akan ditangani Yokote Michiko yang belakangan sangat menonjol lewat Shirobako, Yamada-kun and the Seven Witches, dan Dagashikashi. Perbedaan stafnya kurasa takkan dipermasalahkan. Ini jenis seri yang tiba-tiba saja muncul dan kelihatannya pasti akan disambut oleh para fans lamanya. Eh? Iya. ini prekuel seri komedi keseharian Barakamon yang sempat dianimasikan beberapa tahun lalu.

Fukigen Mononokean (Pierrot Plus)

Ashiya Hanae terpaksa masuk UKS selama tujuh hari pertamanya di SMA gara-gara ada siluman yang terus menempelinya di sekolah. Untuk itu, Ashiya kemudian meminta tolong pada pemilik ruang minum teh kecil bernama “Mononokean,” yang ternyata adalah pribadi yang sangat pemuram. Ini hanya awal dari rangkaian kejadian misterius yang melibatkan sang pemilik ruang minum teh tersebut, Abeno Haruitsuki, dalam membimbing bermacam siluman tersesat ke dunia lain.

Juga dikenal dengan judul The Morose Mononokean dan diangkat dari manga karya Wazawa Kiri, Iwanaga Akira yang sudah berpengalaman di Tegami Bachi dan Corpse Party yang akan menyutradarainya. Komposisi seri akan ditangani oleh Yoshioka Takao yang pengalamannya mulai dari Ikki Tousen sampai Shigatsu wa Kimi no Uso. Agak bertentangan dengan tema ceritanya, nuansa visual seri ini terbilang cerah. Terutama dengan desain-desain silumannya yang relatif imut. Selebihnya, aku belum tahu banyak tentang seri ini, walau nampaknya ini jenis yang akan lebih menarik perhatian pemirsa wanita.

Fate/kaleid liner Prisma Illya 3rei!! (SILVER LINK)

Ritual Cawan Suci dimulai menyusul konfrontasi dahsyat di akhir perselisihan menyangkut Class Card. Namun sepeninggal sosok-sosok asing yang membawa Miyu pergi, Illya mendapati dirinya di kota Fuyuki yang anehnya, berselimutkan salju di tengah musim panas. Sedikit demi sedikit, Illya menyadari kalau dirinya dan teman-temannya kini berada di dunia lain, dan perlahan mengetahui asal usul sesungguhnya dari sahabatnya dan kaitannya dengan keluarga Ainsworth.

Masih diangkat dari manga karya Hiroyama Hiroshi, ini musim tayang ketiga keempat dari seri anime Prisma Illya yang merupakan spin off dari seri Fate/stay night. Aku terkesan karena adaptasi animenya sudah sampai sejauh ini. Ceritanya setahuku mulai jadi agak gelap di titik ini, tapi tanpa benar-benar melepas sisi komedinya. Adegan-adegan aksinya masih bisa diharapkan sih. Pengarahannya kembali dikepalai oleh Oonuma Shin dengan bantuan Takahashi Ken dan Jinbo Masato. Komposisi serinya ditangani oleh Inoue Kenji. Mudah-mudahan hasilnya tetap bagus.

Days (MAPPA)

Tsukamoto Tsukushi yang merasa tak menonjol dan sangat rendah diri memaksakan diri bertemu dengan Kazama Jin, seorang jenius sepakbola yang terasing, di suatu malam berbadai. Perjumpaan ini ternyata berujung pada pusaran badai yang melanda dunia sepakbola SMA.

Diangkat dari manga karya Yasuda Tsuyoshi yang diserialisasikan di Weekly Shounen Magazine, penyutradaraan anime ini akan ditangani Uda Kounosuke yang sebelumnya pernah terlibat dalam One Piece, Majin Bone, dan Ginga e Kickoff!!. Keluaran-keluaran studio MAPPA selama ini punya kualitas animasi yang benar-benar berkesan. Kalau tak salah, ini kali pertama mereka menangani seri bertema olahraga, dan kenyataan tersebut saja menjadi daya tarik tersendiri dari seri ini. Maaf, untuk selebihnya aku masih kurang tahu. Ngomong-ngomong, manganya belum lama ini meraih penghargaan. Sejauh yang kutahu, ceritanya memang bagus dengan kombinasi humor dan dramanya yang kuat.

Re:Life (TMS Entertainment)

Kaizaki Arata, pengangguran, lajang, 27 tahun, akhirnya tak lagi mendapat dukungan finansial dari orangtuanya. Ia buntu karena tak bisa mendapat pekerjaan akibat keputusannya meninggalkan pekerjaan lamanya di bawah tiga bulan. Namun suatu malam, Arata bertemu Yoake Ryou yang menawarkan Arata sebuah pil yang akan mengubahnya menjadi remaja 17 tahun kembali untuk suatu eksperimen tertentu. Setuju menjalani eksperimen ini, Arata kembali bersekolah di SMA dan bertemu Hishiro Chizuru, gadis cantik namun canggung yang berharap bisa mendapatkan teman. Melalui jalinan hubungan dengan teman-temannya yang baru, Arata harus bisa menemukan apa yang tak dimilikinya untuk bisa meraih kebahagiaan di dunia nyata dalam kurun waktu satu tahun.

Diangkat dari seri manga karya Yayoiso yang diserialisasikan dalam aplikasi manga Comico, ini seri drama yang lambat laun menarik perhatian banyak sekali kalangan dalam beberapa tahun terakhir. Kosaka Tomo yang pernah terlibat dalam Yowamushi Pedal dan Giant Killing yang akan menyutradarainya, dengan naskah yang ditangani bersama oleh Hyodo Kasuho (Himegoto, Ookiku Furikabutte) dan Yokote Michiko (Princess Tutu, Shirobako, Ookiku Furikabutte). Belum tentu cocok dengan semua orang, tapi aku benar-benar berharap hasilnya bagus. Kelihatannya ini akan jadi satu seri yang diperhatikan di musim ini. (Ngomong-ngomong, Katalis Pustaka belum lama ini melisensinya di Indonesia.)

Ange Vierge (SILVER LINK)

Dunia terancam kehancuran seiring terbukanya gerbang yang menghubungkan lima dunia: Dunia biru yang kita tinggali: Bumi; dunia hitam yang menguasai malam dan sihir: Darkness Embrace; dunia merah yang dilindungi para dewa: Terra Libri Aurora; dunia putih yang dikendalikan sains dan gelombang otak: System White Egma; dunia hijau yang dikendalikan persenjataan dan kemiliteran: Glynnesert. Lalu sejumlah gadis remaja dengan kekuatan-kekuatan yang disebut Progress turut terbangkitkan, dan secara kolektif mereka disebut Exceed. Sougetsu Saya, beserta gadis-gadis Exceed seperti dirinya dari dunia lain, kemudian dikumpulkan di kota akademi raksasa Akademi Aoran yang terletak di Pulau Seiran yang terpencil di Samudra Pasifik. Bersama, mereka berhadapan langsung dengan kehancuran dunia.

Diangkat dari trading card game keluaran Fujimi Shobo dan Media Factory, anime ini akan menandai debut Tamura Masafumi sebagai sutradara. Tamura-san yang pernah terlibat dalam SoniAni juga akan menangani desain karakter. Komposisi serinya ditangani Takayama Katsuhiko yang pernah terlibat dalam Aldnoah.Zero, ef: a tale of memories, dan Ga-Rei: Zero. Selebihnya, ini bukan jenis seri yang biasanya kuminati. Tapi mesti diakui, dari segi komposisi staf, ini termasuk seri yang kelihatannya menjanjikan. Setidaknya dari segi daya tarik karakter, seri ini kelihatannya takkan mengecewakan.

New Game! (Dogakobo)

Seorang gadis remaja bernama Suzukaze Aoba lulus SMA dan bergabung dengan perusahaan pembuat game Eaglejump. Kebetulan, orang yang dulu menciptakan game favoritnya di masa SD adalah seniornya di perusahaan tersebut. Kini tergabung dalam perusahaan kreatif yang karyawannya perempuan semua, Aoba berhadapan dengan berbagai suka duka dalam perusahaan ini.

Fujiwara Yoshiyuki (GJ-bu, Plastic Memories) akan mengarahkan seri ini, dengan komposisi seri buatan Shimo Fumihiko (Infinite Stratos, Kokoro Connect). Ini diangkat dari manga bertema kantoran karya Tokuno Shoutarou. Berhubung manga aslinya diserialisasikan di majalah Manga Time Kirara Charat, sudah terjamin kalau ini akan jadi seri yang ringan. …Kudengar ini salah satu yang populer di majalah tersebut. Jadi seri ini jelas punya daya tarik bagi mereka yang suka.

Hybrid x Heart Magias Academy Ataraxia (Production IMS)

Hida Kizuna dipanggil kakak perempuannya ke akademi pertahanan strategis Ataraxia. Di sana, Kizuna menjumpai Chidorigafuchi Aine, seorang gadis yang menjadi pilot zirah sihir Zerosu, yang tiba-tiba melakukan sesuatu yang menimbulkan kesalahpahaman memalukan bagi keduanya. Namun kemudian terungkap kalau Kizuna memiliki kemampuan terpendam untuk meningkatkan kekuatan gadis-gadis pilot di akademi tersebut, dan kemampuannya akan diperlukan dalam perang mereka melawan dunia lain.

Juga dikenal sebagai Masou Gakuen HxH, seri ini diangkat dari seri light novel karya Kuji Masamune. Seri ini lumayan sejenis dengan Shinmai Maou no Testament, hanya saja berlatar futuristis dengan mecha-mecha raksasa. Jadi, uh, iya. Ini seri fanservice yang mungkin hanya disukai kalangan tertentu. Desain karakter aslinya dibuat Hisasi, dan menjadi daya tarik tersendiri buat yang suka tampilan visual Netoge no Yome wa Onna no ko ja Nai to Omotta? yang tayang belum lama ini. Selebihnya, Furukawa Hiroyuki yang menangani Okusama wa Seitokaicho yang akan menyutradarainya. Naskahnya ditangani Yamada Yasutomo yang pernah menangani Venus Versus Virus. Aku pribadi penasaran dengan kualitas adegan-adegan aksinya. Tapi entah ya. Mungkin ini termasuk yang agak berlebihan buat sebagian orang?

B-Project: Kodou Ambitious (A-1 Pictures)

Sumisora Tsubasa, seorang pegawai baru yang jujur dan berpandangan positif, baru mendapat pekerjaan baru di departemen A&R perusahaan Gandala Music. Tsubasa ditugaskan untuk mengawasi unit idola “B-PROJECT” yang terdiri atas tiga grup idola: Kitakore, THRIVE, dan MooNs. Pekerjaan pertama Tsubasa ini membuatnya harus menghadapi bermacam lelaki muda dan tampan dengan masing-masing kepribadian mereka yang beragam.

Boleh percaya atau tidak, ini proyek keluaran pengembang MAGES dengan konsep asli yang dicetuskan oleh penulis/komposer Shikura Chiyomaru sendiri. Suganuma Eiji yang pernah terlibat dalam Karneval dan Sasameki Koto yang akan menyutradarainya, dengan naskah yang ditangani Akao Deko (Noragami, Akagami no Shirayukihime) bersama MAGES. Desain karakter aslinya dibuat oleh Yukihiro Utako, pencipta Devils and Realist. Lalu penyanyi pop T.M. Revolution (yang pernah menyumbang lagu mulai dari Rurouni Kenshin sampai Valvrave) akan berperan sebagai produser eksekutifnya! Seri-seri keluaran MAGES sebelumnya, macam Robotics;Notes dan Punch Line, adalah seri-seri yang ceritanya berat di intrik. Makanya, rasanya aneh mereka sekarang mengembangkan tema seperti ini. Ada tiga grup idola yang terlibat (yang masing-masing juga sudah meluncurkan CD), jadi karakter bishonen di dalamnya benar-benar banyak. Bisa jadi ini indikasi kalau ceritanya bakal lebih menarik dari yang terlihat.

Cheer Boys!! (Brain’s Base)

Bandou Haruki, bersama teman masa kecilnya, Hashimoto Kazuma, membentuk kelompok cheerleading di universitas lelaki tempat mereka bersekolah untuk mengenang mendiang orangtua Hashimoto. Mereka turut berjumpa dengan Tokugawa Shou serta para calon anggota mereka yang lain, yang membawa mereka pada berbagai pengalaman yang agak aneh sekaligus manis.

Diangkat dari seri novel Cheer Danshi!! buatan Asai Ryo, ini satu seri lain yang agak menonjol. Desain karakter aslinya dibuat oleh manga-ka Tegami Bachi: Letter Bee, Asada Hiroyuki. Penyutradaraannya akan ditangani Yoshimura Ai (Ao Haru Ride), sehingga pemaparan karakternya diantisipasi bakal bagus. Komposisi serinya akan ditangani Yoshida Reiko (Girls und Panzer, Haruchika) yang kelihatannya juga semakin produktif di musim ini. Terlepas dari temanya, karakter-karakter cowok di seri ini semuanya digambarkan punya aura yang benar-benar meyakinkan.

First Love Monster (Studio DEEN)

Nikaidou Kaho, seorang siswi SMA yang meninggalkan rumahnya yang nyaman untuk mencoba hidup mandiri di Tokyo, diselamatkan seorang pemuda tampan sesudah hampir tertabrak truk. Kaho jatuh cinta berat terhadapnya, dan dengan susah payah berhasil menemukan siapa identitasnya… hanya saja pemuda tersebut ternyata masih anak kelas 5 SD.

Juga dikenal dengan judul Hatsukoi Monster, anime ini diangkat dari seri manga karya Hiyoshimaru Akira yang diserialisasikan di majalah ARIA punya Kodansha. Penyutradaraannya ditangani oleh Inagaki Takuya (Rosario + Vampire, Kuusen Madoushi Kohosei no Kyoukan) dengan komposisi seri ditangani Akao Deko yang dibantu Ooba Sayuri dan Aoshima Takashi. Manganya kudengar bukan jenis seri yang perlu kau ikuti secara serius. Maksudku, dari segi cerita saja, mungkin seri ini takkan sebagus itu. Tapi aku tetap agak penasaran dengan hasilnya. Terutama dengan bagaimana ada lumayan banyak seiyuu veteran berperan di seri ini.

Sweetness and Lightning (TMS Entertainment, Shinei Animation)

Sepeninggal istrinya, seorang guru matematika bernama Inuzuka Kouhei sebisa mungkin berusaha membesarkan anak perempuannya, Tsumugi, seorang diri. Sayangnya, Kouhei tak begitu pandai memasak dan ia sendiri tak punya selera makan besar. Sampai secara kebetulan, Iida Kotori, salah satu murid Kouhei, bergabung bersama mereka di meja makan. Lalu dimulailah berbagai petualangan masak rumahan yang melezatkan drama makan malam mereka.

Iwasaki Tarou yang sebelumnya menangani Ishuukan Friends yang akan menyutradarai seri ini. Komposisi serinya akan ditangani oleh Hirota Mitsutaka yang pernah terlibat dalam TeniPuri II dan Bono Bono. Seri ini diangkat dari manga Amaama to Inazuma buatan Amagakure Gido yang memang lumayan populer. Terlepas dari bagaimana hasilnya nanti, ini seri ringan yang akan kuperhatikan karena ingin lebih bisa memasak

Taboo Tattoo (J.C. Staff)

Seigi adalah siswa SMP yang takkan menonjol kalau bukan karena kemampuan bela dirinya dan keinginannya untuk melindungi yang lemah. Dalam suatu insiden, Seigi berusaha melindungi seorang tuna wisma tua. Lalu pria misterius tersebut kemudian membakar sebuah tato dalam telapak tangan Seigi. Tato tersebut ternyata senjata rahasia dahsyat yang diincar banyak orang. Seigi harus bisa menggali potensi sesungguhnya dari tato tersebut demi menghadapi lawan-lawannya yang berkekuatan ajaib.

Diangkat dari manga berjudul sama karya Shinjirou, kudengar ini seri yang seru, hanya saja sempat agak kehilangan arah dan momentumnya sesudah hiatus. Terlepas dari itu, penanganannya akan dilakukan Watanabe Takashi yang baru menuntaskan Heavy Object dengan mulus beberapa waktu lalu. Lalu ditambah dengan bagaimana J.C. Staff yang akan menganimasikannya, aku punya pengharapan adaptasinya akan seru terlepas dari manganya sendiri. Mungkin ini seri yang akan cukup solid untuk para penggemar aksi.

Amanchu! (J. C. Staff)

Di kota Itou, perfektur Shizuoka, Kohinata Hikari dan Ooki Futaba sama-sama tergabung dalam klub menyelam di sekolah mereka. Mereka menjalani keseharian yang damai dengan pemandangan bawah laut yang menakjubkan, yang juga mendekatkan mereka pada orang-orang di sekeliling mereka.

Sato Junichi, yang dulu menyutradarai Aria the Animation, akan kembali sebagai kepala sutradara untuk seri mendamaikan lain karya Amano Kozue ini. Penanganan langsungnya sendiri akan dilakukan oleh Kasai Kenichi yang pernah terlibat dalam Bakuman dan Honey and Clover. Komposisi naskah akan dibuat oleh Akao Deko (Arakawa Under the Bridge, Akagami no Shirayukihime), yang baru kusadari juga sibuk di musim ini? Untuk kalian yang ingat manga Roman Club yang juga buatan Amano-sensei, seri ini berbagi latar dengan para karakter di seri tersebut.

Battery the Animation (Zero-G)

Harada Takumi pindah ke kota pegunungan di perfektur Okayama pada liburan musim semi sebelum ia masuk SMP karena kepindahan kerja ayahnya. Takumi, yang adalah seorang pitcher di olahraga bisbol, kehilangan rasa percaya diri akan bakatnya pada saat ia pindah. Namun teman sekelasnya yang bernama Nagakura Kou muncul di hadapannya, dan menyatakan keinginannya untuk membentuk pasangan battery (pitcher dan catcher) bersama Takumi.

Seri ini menandai keluaran pertama studio animasi Zero-G dalam format seri TV sesudah rangkaian OVA yang mereka buat (yang mencakup Shadow Skill dan MD Geist II – Death Force). Mochizuki Tomomi, yang sebelumnya menangani Pupa dan House of Five Leaves dengan gaya eksentriknya, yang akan menangani penyutradaraan dan naskahnya. Sedangkan desain karakter orisinilnya akan dibuat oleh manga-ka Hourou Musuko, Shimura Takako. Seri ini diangkat dari seri novel Asano Atsuko yang terbit dari 1996 sampai 2005 dan akan mengisi slot tayang Noitamina di musim ini. Meski tak menonjol, sejauh ini gelagatnya positif. Mudah-mudahan hasilnya bagus.

Nejumaki Seirei Senki: Tenkyou no Alderamin (Madhouse)

Di akademi militer Kekaisaran Katvarna yang tengah berperang dengan negara tetangganya, Republik Kioka, hadir pemuda pemalas penyuka wanita bernama Ikuta Sorouku. Ditekan keadaan, Ikuta dengan enggan mengikuti Ujian Perwira Militer Tingkat Tinggi. Lalu membantah perkiraan semua orang, keikutsertaannya menjadi awal karirnya sebagai komandan militer ternama dengan kecerdasan yang luar biasa.

Juga dikenal sebagai Alderamin on the Sky, seri ini diangkat dari seri light novel fantasi militer karya Uno Bokuto terbitan Dengeki Bunko yang lumayan menonjol beberapa tahun terakhir. Ichimura Tetsuo, yang sebelumnya menangani OVA kedua Ane Log, akan memulai debutnya sebagai sutradara seri TV lewat seri ini. Desain karakternya yang dibuat Katsuki Kunio agak… berbeda dari ilustrasi asli di seri ranobenya. Komposisi serinya sendiri akan ditangani Yasukawa Shogo yang terlibat dalam Terra Formars dan Shokugeki no Soma. Meski mereka studio ternama, terkadang ada keluaran Madhouse yang berakhir dengan hasil agak aneh. Mudah-mudahan hasilnya tetap bagus.

Servamp (Brains Base)

Seorang siswa SMA baru bernama Shirota Mahiru berpapasan dengan seekor kucing liar hitam bernama Kuro. Tapi Kuro yang bermata mengantuk ternyata bukan kucing biasa, melainkan servamp, servant vampire yang dapat berubah ke wujud mungil serupa maskot. Mahiru yang tak suka melibatkan diri ke dalam konflik kemudian jadi terseret dalam perselisihan kuno dan sureal antara manusia dan vampir.

Diangkat dari manga karya Strike Tanaka, walau terkesan penuh aksi, ini seri yang kudengar sebenarnya lebih ditonjolkan untuk pemirsa wanita dengan banyaknya karakter cowok di dalamnya. Produksi animasinya akan mempertemukan kembali para staf dari anime Aoharu x Machinegun, dengan penyutradaraan yang kini dikepalai Sara Itto. Terlepas dari semuanya, kudengar ceritanya terbilang seru, dan memang menarik buat yang suka.

91 Days (Shuka)

Di masa pelarangan penjualan alkohol di Amerika antara tahun 1920 dan 1933, di sebuah kota yang dikuasai mafia, seorang pria bernama Avilio kehilangan seluruh anggota keluarganya. Demi membalas dendam, sahabatnya harus ia bunuh. Di kota tersebut, ada seorang pria lain bernama Nero. Suatu hari nanti, ia akan menjadi kepala mafia. Suatu hari nanti juga, ia akan menjadi sasaran pembalasan dendam. Ini adalah buku harian tentang drama pembalasan dendam yang berlangsung selama 91 hari.

Ini seri orisinil baru yang akan mengisi slot waktu Animeism. Kaburaki Hiro yang sebelumnya menangani Kimi no Todoke dan Tonari no Kaibutsu-kun yang akan menyutradarainya. Sedangkan komposisi serinya akan ditangani Kishimoto Taku yang belakangan mencuat namanya karena naskahnya di Boku Dake ga Inai Machi. Ini keluaran berikutnya dari Shuka sesudah trilogi Durarara!!x2 mereka berakhir belum lama ini. Dengan pemaparan nuansanya yang kuat, kelihatannya secara teknis seri ini takkan jelek.

Rewrite (8-Bit)

Kazamatsuri adalah kota di mana peradaban dan alam dibangun selaras. Namun penanaman berlebihan pada tahun-tahun belakangan telah berujung pada rimbunnya pepohonan dan tumbuhan. Tennouji Kotarou dan teman-teman perempuannya di kelompok peneliti supernatural kerap menjelajah hutan yang mengelilingi kota untuk menemukan UMA. Pencarian mereka berujung pada serangkaian hal yang ternyata mempengaruhi masa depan umat manusia.

Diangkat dari game yang dikembangkan Key, seperti yang bisa diharapkan, seri ini memiliki nuansa magic realism yang kental di samping karakter-karakter yang manis. Namun agak berbeda dari keluaran-keluaran Key sebelumnya, seperti Air dan Clannad, (walau ini mungkin terdengar aneh) selain punya cerita menyentuh, Rewrite juga agak lebih berat di sisi aksi. Aku dengar gamenya benar-benar sukses sejak pertama dirilis tahun 2011. Adaptasi anime ini akan disutradarai Tensho yang sebelumnya menangani Kinmoza!, dengan naskah yang dibuat Romeo Tanaka dan Kai (dari Visual Arts). Ini nampaknya salah satu anime paling dinanti di musim ini. Kudengar intrik ceritanya juga lumayan rumit, jadi mudah-mudahan hasilnya bagus.

Berserk  (GEMBA, Millepensee)

Rakyat mengalami penderitaan berkepanjangan pasca perang. Lalu kabar tersiar tentang kemunculan beragam makhluk supernatural ganjil yang memangsa manusia. Di tengah itu semua, ada desas-desus tentang ahli pedang hitam dengan pedang raksasa yang kerap terlihat di tempat-tempat kekacauan terjadi. Ahli pedang tersebut adalah Guts, anggota tersisa dari tentara bayaran legendaris Band of the Hawk yang pernah menyelamatkan Kerajaan Midland dari keruntuhan. Seiring dengan tanda-tanda kehancuran yang kembali melanda, sebagian orang mulai menyadari bahwa harapan untuk bertahan hidup mungkin ada di pundak lelaki ini.

Masih diadaptasi dari seri manga aksi fantasi gelap sangat ternama buatan Miura Kentarou, seri TV kali ini akan menganimasikan bagian cerita Black Swordsman yang memaparkan masa-masa Guts berkelana bersama peri teman seperjalanannya, Puck. Berserk sudah dua kali diadaptasi ke bentuk anime, pertama dalam bentuk seri TV dan belakangan dalam bentuk seri layar lebar, tapi kedua adaptasi tersebut sama-sama lebih memaparkan bagian cerita Golden Age tentang masa lalu Guts. Jadi, seri TV ini bisa dibilang semacam kelanjutan yang mengadaptasi porsi cerita yang belum pernah dianimasikan sebelumnya. Itagaki Shin yang pernah menangani Basquash dan Ben-To akan menyutradarainya. Naskahnya akan ditangani Fukami Makoto (Psycho-Pass, Yuruyuri San Hai!) bersama Yamashita Takashi (Cencoroll). Ini jenis anime yang sebagus apapun hasilnya, kelihatannya bakal tetap dipermasalahkan sebagian penggemarnya. Ditambah lagi, belum diketahui cakupan ceritanya akan sejauh apa. Aku cuma bisa berkata kalau hasil akhirnya setidaknya sejauh ini kelihatan takkan jelek. Ini satu lagi seri yang akan mengisi slot tayang Animeism.

Orange (TMS Entertainment, Telecom Animation Film)

Takamiya Naho, seorang siswi SMA berusia enam belas tahun, pada suatu hari menerima sebundel surat misterius yang tertera berasal dari dirinya sendiri sepuluh tahun di masa depan. Surat itu secara akurat menyebut tentang kedatangan seorang murid pindahan bernama Naruse Kakeru, tentang bagaimana Naho kelak akan jatuh cinta padanya, dan bagaimana Naho harus mengawasinya baik-baik sebelum sesuatu yang teramat disesalinya terjadi…

Hamasaki Hiroshi yang pernah menjadi sutradara di Steins;Gate dan Terra Formars akan menangani seri ini. Ini diangkat dari manga drama karya Takano Ichigo yang belum lama ini tamat. Ceritanya lumayan menyentuh, walau temanya mungkin agak sensitif bagi sebagian orang. Pemandangan-pemandangan indah di manganya kelihatannya akan terbawa ke adaptasi animenya. Lalu seiyuu ternama Hanazawa Kana yang akan memegang peran kunci sebagai pengisi suara Naho. Man, tadinya kusangka ini baru keluar musim gugur nanti. Kalau ada satu seri untuk cewek yang musim ini layak ditonjolkan, maka itu adalah seri ini.

Mengejutkan semua penggemarnya, menyusul pengumuman tentang game baru Danganronpa V3, adalah pengumuman soal anime Danganronpa 3 – The End of Kibougamine Gakuen dari studio Lerche. Jadi, adaptasi anime baru dari waralaba game misteri penuh intrik buatan pengembang Spike Chunsoft ini bukanlah Danganronpa 2, melainkan langsung ke 3. Kishi Seiji akan kembali untuk menyutradarai. Anime ini akan terdiri atas dua bagian, yaitu Mirai Hen (Future Arc) yang berfokus pada karakter-karakter dari game pertama, dan Zetsubou Hen (Despair Arc) yang berfokus pada para karakter dari game kedua. Lalu yang mengesankan, kedua bagian cerita yang terpisah tapi berhubungan ini akan ditayangkan sekaligus! Ini seriusan?!

Tsukiuta. THE ANIMATION juga akan tayang. Pada dasarnya, ini tentang kelompok idola yang merupakan perwujudan dari bulan-bulan di kalender. Ada versi cewek maupun cowoknya, dengan versi cewek berlatar di dunia lain. Kayaknya anime ini akan berfokus ke versi cowoknya yang berlatar di Tokyo modern. …Err, penganimasiannya akan dilakukan Studio Pierrot.

Saiki Kusuo ni Psi Nan, yang bercerita tentang seorang siswa SMA bernama Saiki Kusuo yang punya kekuatan supernatural yang menyebabkan berbagai hal konyol, juga akan tayang. Ini seri yang sudah lumayan lama diserialisasikan di Shonen Jump tapi baru sekarang diangkat ke format seri TV. Sakurai Hiroaki, yang pernah menangani Di Gi Charat dan Kaichou wa Maid-sama! yang akan menyutradarainya, dengan Yokote Michiko (Shirobako, Kyoukai no Rinne) untuk komposisi naskah.

Kabar lain yang mengejutkan adalah D. Gray-man Hallow keluaran TMS Entertainment. Seri ini merupakan kelanjutan anime D.Gray-man sesudah animenya terputus dan cerita manganya di Weekly Shonen Jump sempat hiatus karena sakitnya Hoshino Katsura-sensei. Buat yang belum tahu, ini cerita fantasi alternatif berlatar di awal abad ke-20 tentang sekelompok Exorcist yang berusaha melawan kuasa jahat Millenium Earl yang misterius. Tampilannya mungkin agak berbeda, tapi kabarnya ini benar merupakan kelanjutan cerita anime sebelumnya. Ya, ini satu lagi seri yang menonjolkan karakter lelakinya. Kualitasnya sejauh ini terihat solid.

Seri konyol penuh bishonen Cute High Earth Defense Club LOVE! LOVE! atau Binan Koukou Chikyuu Bouei-bu Love! Love! juga akan muncul. Kembali berkisah tentang lima siswa pemalas yang dikasih kemampuan melindungi Bumi dengan kekuatan cinta oleh seekor wombat pink, musim kedua ini akan mengetengahkan kedatangan sepasang murid pindahan yang misterius. Studio Comet yang akan menggantikan Diomedea dalam produksinya.

Lalu untuk kasus tak biasa, Arslan Senki: Fuujin Ranbu atau  The Heroic Legend of Arslan: Dust Storm Dance juga akan memaparkan kelanjutan perjuangan Arslan dan teman-temannya dalam merebut kerajaannya kembali. Sayangnya, season kedua ini hanya akan punya 8 episode. Mungkin karena akan berbagi slot tayang dengan empat episode spesial dari Nanatsu no Taizai. Tapi juga mungkin karena menunggu perkembangan cerita di manganya.

Soal empat episode spesial tersebut, Nanatsu no Taizai: Seisen no Shirushi, atau Seven Deadly Sins: Signs of Holy War juga tayang pada Agustus nanti. Stafnya kabarnya agak berbeda dari sebelumnya, tapi masih ditangani A-1 Pictures.

Masih soal episode spesial, anime robot RS Project –Rebirth Storage-, yang konsepnya memenangkan kompetisi MechaTsuku dari perusahaan produsen novel ponsel Every Star tahun lalu, juga akan tayang. Ceritanya berlatar di dunia paralel yang mirip Jepang modern. Makhluk-makhluk asing bernama Kikou terjatuh dari langit pada tahun 2025 dan melenyapkan banyak kota. Lalu sembilan tahun kemudian, pilot bernama Midou Yuzuru dan asistennya, Sagami Rin, menggunakan robot raksasa yang dibuat dari jasad Kikou. Namun pertempuran dengan robot itu akan menyebabkan kehilangan ingatan bagi sang pilot, dan keduanya harus mengungkapkan kenapa. Kamei Osamu akan menandai debutnya sebagai sutradara lewat episode ini.

Seri anime pendek Ozmafia!! yang diangkat dari game keluaran Poni-Pachet juga akan tayang. Produksinya akan dibuat Creators in Pack (kalian tahu ‘kan studio ini punya cabang di Jakarta?). Cerita gamenya adalah tentang Fuka, seorang gadis yang kehilangan ingatan, yang ditolong dari jalanan oleh para anggota keluarga mafia Oz. Dalam kota berbahaya di mana kelompok-kelompok mafia berbeda saling berebut kekuasaan dan wilayah, Fuka harus menemukan jalan tengah antara persahabatan dan konflik dan menemukan alasan ia tak punya ingatan . …Tapi berhubung cerita seperti itu takkan masuk ke formatnya, cerita animenya diubah jadi cerita sekolahan.(!?) …Kayaknya ini kasusnya mirip Wagamama High Spec.

Ada kabar tentang adaptasi anime seri manga Sangatsu no Lion atau March comes in like a lion yang akan dibuat SHAFT, tapi penayangannya masih belum jelas. Ceritanya tentang seorang pemain shougi muda jenius yang terasing, yang menemukan kehangatan hubungan sosial lagi dalam bentuk keluarga yang menjadi tetangganya.

Hal yang sama juga berlaku untuk Drifters, tentang para pahlawan bersejarah yang didatangkan ke suatu dunia lain selepas kematian mereka untuk bertempur. Animasinya dilakukan Hoods Entertainment dan stafnya sudah diumumkan. Tapi penayangannya juga belum jelas.

Menyusul adaptasi manganya yang belum lama ini berakhir, ada desas-desus juga tentang penganimasian game media sosial Mahou Shoujo Ikusei Keikaku atau Magical Girl Raising Project dari studio Lerche. Sutradara dan penulis naskahnya sudah ditetapkan, yakni Hashimoto Hiroyuki (Gochuumon Usagi desu ka?) dan Yoshioka Takao (Shigatsu wa Kimi no Uso, Elfen Lied). Ceritanya tipikal konflik gelap yang menyorot tentang sekelompok gadis ajaib saat tiba-tiba saja jumlah mereka harus dikurangi yang berujung pada bagaimana mereka saling bunuh.

…Setelah kupikir, kelanjutan kabar tentang adaptasi anime dari manga shoujo Watashi ga Motete Dousunda (Kiss Him, Not Me) juga belum ada.

Dari segi film layar lebar, Accel World: Infinite Burst keluaran Sunrise akan dirilis Juli ini dan akan memperkenalkan karakter Shinomiya Utai/Ardor Maiden, salah satu anggota asli Nega Nebulus yang juga muncul di seri novelnya. Film layar lebarnya sendiri kudengar adalah cerita orisinil yang dipenai oleh Kawahara Reki-sensei sendiri. Tapi tetap saja kurasa ini melanjutkan cerita di seri TV-nya.

Selebihnya, maskot kucing dalam pisang Bananya juga akan dianimasikan oleh TMS Entertainment dan Gathering. …Aku enggak bisa komentar banyak soal ini.

Tambahan pertama: yang terbaru dari waralaba Love Live! keluaran Sunrise yaitu Love Live! Sunshine!! akhirnya akan keluar juga seri TV-nya. Ceritanya berfokus pada suatu grup idola baru, yaitu Aqours, yang terinspirasi μ’s dan memulai dari nol di sebuah kota di tepi laut. Sakai Kazuo yang sebelumnya menangani Mushi-Uta yang akan menyutradarainya, dengan naskah yang kembali ditangani oleh Hanada Jukki. Ya, kayaknya ini akan jadi salah satu judul yang disorot di musim ini.

Tambahan lain: seri anime pendek Honobono Log akan diproduksi studio Fanworks untuk musim ini. Ini diangkat dari buku ilustrasi karya Fukamachi Naka yang menyoroti kehidupan berbagai keluarga dan pasangan kekasih yang menghangatkan hati.

Satu tambahan yang agak terlewat, Fudanshi Koukou Seikatsu, yang diangkat dari seri manga karya Michinoku Atami. Ceritanya tentang Sakaguchi, seorang cowok SMA yang memiliki ketertarikan mendalam terhadap karya-karya yaoi, beserta orang-orang di sekelilingnya. Untuk yang tak menyadarinya, ‘fudanshi’ di judulnya adalah plesetan dari istilah fujoushi. (Sudah aku bilang musim ini akan lebih memanjakan pemirsa wanita.) Produksinya akan dilakukan oleh EMT Squared yang belum lama ini ambil bagian dalam produksi seri Kumamiko serta disutradarai Tokoro Toshikatsu (Moeyo Ken, Soul Link).

Tambahan yang lain yang baru diumumkan: Time Travel Shōjo ~Mari Waka to 8-nin no Kagakusha-tachi, proyek orisinil yang akan ditangani Yamazaki Osamu (Terra e, Hakuouki). Belum banyak info yang diketahui tentangnya, selain dua tokoh utamanya Hayase Mari dan Mizuki Waka, yang akan diperankan Toyosaki Aki dan Kotobuki Minako, dan kaitan mereka dengan delapan ilmuwan.

Tambahan yang terlewat: Kono Bijutsu-bu niwa Mondai ga Aru! yang diangkat dari manga komedi karya Imigimuru, juga akan tayang. Studio feel. yang akan memproduksinya, dengan Oikawa Kei dan sebagian besar staf lain yang memproduksi Oregairu Zoku yang akan menangani. Ceritanya tentang sebuah klub seni rupa di suatu sekolah menengah tertentu, yang di dalamnya seorang siswi bernama Usami Mizuki adalah satu-satunya orang normal di sana. Aku belum tahu kalau soal cerita, tapi dari segi teknis seri ini kelihatannya bakal termasuk bagus.

Show by Rock!! Short!! juga akan tayang. BONES akan kembali untuk menganimasi waralaba seri musik dari Sanrio ini. Ceritanya merupakan sekuel dari seri Show by Rock!! sebelumnya, hanya saja dalam format anime pendek. Konon ada sekuel lain berdurasi penuh yang sedang direncanakan, namun belum jelas ditayangkannya kapan. Kabarnya di seri ini ada band baru yang akan tampil.

Shokugeki no Souma: Ni no Sara, season kedua yang kembali menampilkan Souma dan teman-temannya di kerasnya ajang-ajang memasak Akademi Tootsuki, juga akan tayang. Stafnya masih tak jauh berbeda dari sebelumnya.

Diangkat dari game populer, Puzzle x Dragons X juga akan tayang dengan penganimasian oleh Studio Pierrot. Kesannya lebih meyakinkan dibandingkan anime-anime lain sejenisnya.

Seri aksi(?) polisi dengan elemen-elemen tokusatsu keluaran Production IMS, Active Raid, juga akan kembali dengan season keduanya. Musim tayang pertamanya agak kurang menonjol. Tapi ceritanya sendiri kudengar sebenarnya menarik dengan perkembangan enggak biasa.

Tambahan lain, dari para pembuat gdgd Faeries, adalah Mahou Shoujo? Naria Girls. Ceritanya tentang tiga orang gadis yang memutuskan untuk mencoba menjadi terkenal dengan membuat versi anime dari diri mereka sendiri. Lalu genre yang mereka pilih adalah mahou shoujou dengan durasi penayangan sepanjang satu cour. Kayaknya mereka lagi-lagi mereka pilih tema yang aneh.

Beberapa tambahan lain lagi: Mob Psycho 100, yang diangkat dari manga lain karya ONE, pengarang One-Punch Man. Ceritanya tentang seorang siswa SMP yang memiliki kekuatan supernatural psikis dahsyat, yang selama ini berusaha hidup normal. Namun, sesuatu konon akan terjadi kalau kapasitas emosinya mencapai 100%. Tachikawa Yuzuru (Death Parade) akan menyutradarainya di studio BONES. Hmm, kukira ini keluar musim gugur nanti.

Seperti Reikenzan, ada anime lain, Hitori no Shita the outcast, juga akan keluar lewat kerjasama China-Jepang. Ini diangkat dari suatu webcomic bergenre aksi kekuatan super. Tokoh utamanya seorang mahasiswa biasa yang kemudian mengalami suatu insiden yang mengubah hidupnya di suatu desa terpencil.

… …

Ini agak telat. Ada adaptasi anime juga dari kinetic novel Planetarian buatan Key. David Productions yang akan menanganinya. Penyiarannya akan dilakukan melalui web.

Wow. Tren baru untuk musim ini benar-benar aneh.

Kalau ada kabar-kabar lain aku usahakan akan aku tambahkan lagi.

(Sumber dari ANN dan MyAnimeList)

08/04/2016

Macross Delta preview & Daftar Seri Macross

Pada awal tahun 2016 lalu, ada episode spesial bersifat preview untuk anime baru Macross Delta. Macross Delta resminya mulai tayang April ini, dan episode pertamanya yang ‘lengkap’ telah keluar saat ini kutulis. Tapi episode spesial tersebut sempat memberi gambaran nuansanya akan kayak apa.

Buat yang belum tahu, Macross Delta merupakan keluaran terbaru dari waralaba anime mecha Macross cetusan Kawamori Shouji. Produksinya dilakukan oleh studio Satelight, dan direncanakan akan tayang sepanjang dua cour.

Alasan kenapa aku menulis ini karena: satu, tiba-tiba aku menyadari banyaknya detil visual bermakna pada setiap frame, yang mestinya kusadari dari zaman Macross Frontier dulu; lalu dua, karena penayangan Macross Delta agak membuat orang-orang penasaran soal waralaba Macross belakangan.

Kayak beberapa penggemar lain, aku membandingkan perbedaan antara versi preview waktu itu dengan versi lengkap yang keluar kali ini. Beberapa hal yang terlintas di kepalaku saat membandingkan keduanya adalah:

  • Tokoh utama cowoknya ternyata benar adalah Hayate Immelman.
  • Freyja Wion benar-benar karakter yang ekspresif. Pemilihan Suzuki Minori sebagai seiyuu untuknya pasti lagi-lagi ketat.
  • Keterampilan pengendalian mecha Hayate yang peka terhadap irama, yang membuatnya pandai menari, sebelumnya luput dari perhatianku karena aku terlalu terfokus pada Walküre.
  • Para personil Walküre dikisahkan memiliki suara yang trans dimensional. Jangan-jangan itu syarat untuk bisa terpilih sebagai personil?
  • Aksesoris-aksesoris yang Hayate kenakan! Terutama kalung di lehernya! Gara-gara film layar lebar Macross Frontier, aku jadi terus-terusan berpikir kalau kayaknya itu bakal punya peran dalam cerita.
  • Bentuk hati yang terpasang di rambut Freyja sekilas terlihat seperti jepit rambut. Tapi ternyata bukan, itu sesuatu yang memang ‘mencuat’ dari dalam percabangan rambutnya. Mungkin itu apa yang disebut sebagai Rune olehnya, dan merupakan ciri khas orang-orang dari planet Winderemere? Berarti Winderemere benar termasuk jenis spesies manusia baru yang ditemukan manusia Bumi?
  • Aku perhatikan bahwa setiap anggota Aerial Knights dari Kingdom of Wind ternyata juga memiliki sesuatu serupa Rune di rambut mereka. Apa mungkin ada kaitan antara Winderemere dengan Kingdom of Wind?
  • Ada cinta segitiga. Pasti. Romansa kelihatannya akan terjalin antara para personil Walküre dengan pilot-pilot Delta Squadron yang melindungi mereka. Pengecualiannya mungkin pada Mirage Fallyna Jenius, satu-satunya perempuan di Delta Squadron, yang sepertinya bertugas mengawal Mikumo Guynemer.
  • Dengan demikian, kalau menilai materi-materi promo seri ini, maka cinta segitiga utamanya akan antara Hayate, Freyja, dan Mirage?
  • …Tunggu, ini aneh. Berarti nanti Mikumo dengan siapa?
  • Oiya. Masih ada para bishounen di Aerial Knights. Iya juga. Pasti ada salah satu dari mereka yang bisa jadi pasangan Mikumo. Berarti di masa mendatang kayaknya bakal ada adegan penawanan.
  • Kelihatannya, kalau sudah terbawa untuk menyanyi, Freyja benar-benar menjadi sulit mengendalikan diri.
  • Delta Suadron masih belum jelas dibekingnya sama siapa…

Selain adegan klimaks di akhir yang tak ada di preview—yang mana Hayate menjalankan aksi klasik mengambil alih sebuah pesawat Valkyrie demi menyelamatkan Freyja—ternyata ada sejumlah adegan dialog tambahan juga di tengah episode. Episode komplitnya juga memaparkan sedikit lebih banyak soal para personil Walküre lain selain Mikumo, serta interaksi antara mereka dengan Delta Squadron.

Seperti yang bisa diharapkan, untuk ukuran sebuah episode pertama, episode ini dipenuhi berbagai adegan mencolok. Terlepas dari semuanya, kurasa ini satu seri yang perkembangannya ingin kuikuti di musim ini. Kesan awalnya buatku lumayan positif.

Kalian juga tak harus mengikuti seri-seri Macross sebelumnya untuk menikmati seri ini kok. Ceritanya lumayan berdiri sendiri. Sedikit pengetahuan tentang seri-seri sebelumnya memang bisa membuatmu lebih menikmatinya sih.

Trilogi Super Dimension dan Robotech

Meski dicetuskan di zaman yang sama dengan waralaba Gundam, waralaba Macross memiliki sejarah agak rumit, sekalipun dengan jumlah keluarannya yang lebih sedikit.

(Aku bukan penggemar besar Macross, jadi yang kutulis ini baiknya nanti aku lengkapi lagi.)

Seri Macross ini, pada awalnya, menjadi yang pertama dari trilogi Super Dimension (Chou Jikuu). Trilogi ini terdiri atas tiga seri anime sains fiksi yang tidak saling berhubungan, tapi sama-sama mengusung motif soal drama kehidupan di tengah konflik melawan alien serta mecha-mecha yang bisa bertransformasi. Menariknya, hanya Macross saja di antara ketiga seri ini yang kemudian berkembang menjadi waralaba besar.

Ketiga seri TV yang menjadi bagian dari trilogi di atas antara lain:

  • The Super Dimension Fortress Macross (1982) tentang pesawat luar angkasa raksasa berteknologi asing yang jatuh ke Bumi. Tak dinyana, pengaktifan kembali kapal ini sesudah diperbaiki manusia Bumi mengundang datangnya ras alien Zentradi (dan nantinya, ras alien Meltlandi) untuk menyerang. Produksi animasinya dibuat oleh Tatsunoko Production, dan ciri khas seri ini terdapat pada bagaimana musik ternyata berperan vital dalam penyelesaian peperangan.
  • Super Dimension Century Orguss (1983) yang dibuka dengan konflik perebutan space elevator antara dua pihak superpower, yang berujung pada diledakkannya suatu senjata dahsyat jenis baru yang mempengaruhi ruang dan waktu. Ledakan tersebut di luar dugaan membawa si tokoh utama, Katsuragi Kei, ke masa depan yang hancur dua puluh tahun mendatang. Kei kini dikejar banyak pihak karena suatu alasan yang tak dipahaminya, dan Orguss adalah nama mecha yang kemudian dikemudikannya. Produksi animasinya dibuat oleh Tokyo Movie Shinsha (yang sekarang kita kenal sebagai TMS Entertainment) dan sempat disusul dengan sekuel berupa OVA. Konfliknya terdapat pada berbagai hubungan cinta yang dijalin si tokoh utama, serta tragedi bagaimana ia jadi meninggalkan kekasihnya yang sedang mengandung di masa lalu.
  • Super Dimension Cavalry Southern Cross (1984) tentang konflik di sebuah planet baru bernama Glorie yang kini ditempati manusia sesudah ekosistem Bumi hancur, tapi kemudian diperebutkan sesudah terkuak planet itu tempat asal ras alien Zor yang datang kembali setelah meninggalkannya di masa silam. Southern Cross adalah nama kesatuan tentara yang melindungi manusia di planet ini. Tokoh utamanya adalah tiga wanita muda Jeanne Fránçaix, Mary Angel, dan Lana Isavia yang masing-masing memiliki misi pribadi dalam perang tersebut. Produksi animasinya kembali dibuat oleh Tatsunoko Production. Konfliknya terutama terdapat pada bagaimana pihak Zor menggunakan tawanan manusia yang telah dicuci otak sebagai ‘inti’ pasukan mecha mereka.

Produksi ketiga seri tersebut disponsori oleh perusahaan media Big West Advertising, yang juga mensponsori seri-seri Macross modern di masa sekarang.

Pada tahun 1985, ada upaya untuk memasukkan seri Macross yang pertama ke dunia barat. Pemrakarsanya adalah perusahaan Harmony Gold USA yang bekerjasama dengan Tatsunoko Production. Namun sehubungan dengan ketentuan sindikasi seri televisi yang dihadapi di masa itu—yang hanya memungkinkan penayangan di hari-hari kerja, dan bukan mingguan, selama kurun waktu yang ditentukan (dibutuhkan total 65 episode, 13 minggu dengan lima episode per minggu)—pihak Harmony Gold memutuskan untuk ‘menggabungkan’ tiga seri TV yang tak saling berkaitan menjadi satu seri baru yang dinamai Robotech.

Karena kerjasama Harmony Gold adalah dengan Tatsunoko, maka dari trilogi Super Dimension, yang akhirnya bisa ‘diambil’ hanyalah Macross dan Southern Cross (mengambil Orguss konon perlu proses lagi lewat TMS). Maka untuk melengkapi Robotech, kemudian diambil satu seri Tatsunoko yang lain, yaitu Genesis Climber MOSPEADA, yang diproduksi tahun 1984 dan menampilkan mecha yang bisa bertransformasi (dalam hal ini, ke bentuk sepeda motor).

Cerita MOSPEADA sendiri adalah tentang perjuangan umat manusia melawan ras alien misterius Inbit dengan tema-tema tentang polusi lingkungan dan sumber daya alam. Tokoh utamanya adalah pejuang bernama Stikk Bernard yang ingin membalas dendam pada Inbit atas kematian kekasihnya.

(…Setelah kupikir, banyak juga seri buatan Tatsunoko yang di masa itu disindikasi di barat. Dua di antaranya termasuk Gatchaman dan Time Bokan. Kurasa ini berarti mereka semacam pionir?)

Dalam perkembangannya, Robotech berkembang menjadi waralaba besar tersendiri yang terkenal di Amerika. Mulanya memang hanya terbentuk dari pengeditan cerita, video, dan sulih suara besar-besaran. Intinya soal bagaimana video dari ketiga seri di atas bisa jadi cerita yang saling nyambung. Tapi yang menarik adalah bagaimana penulisan ulang yang dilakukan untuk membuat Robotech ternyata benar-benar bagus.

Sebagai efek samping dari itu, hak atas merk dagang ‘Macross’ di Amerika hingga sekarang masih dipegang oleh Harmony Gold. Karenanya, hingga saat ini kutulis, semua seri Macross baru sesudahnya (yang diproduksi oleh pihak selain Tatsunoko?) jadi tak bisa dilisensi secara resmi di Amerika.

Apa kau masih ingat cinta?

Terlepas dari perkembangannya di barat, kesan kuat yang diberikan seri Macross pertama berlanjut dengan dibuatnya film layar lebar The Super Dimension Fortress Macross: Do You Remember Love? pada tahun 1984 dan seri OVA The Super Dimension Fortress Macross: Flash Back 2012 pada tahun 1987. Produksinya sama-sama masih dilakukan lewat kerjasama Big West dan Tatsunoko Production.

Kedua proyek ini sama-sama mewujudkan sebagian visi yang belum terwujud dari Studio Nue yang sudah direncanakan, tapi pada akhirnya tak sempat dianimasikan untuk versi seri TV-nya. Ini terutama menyangkut kesudahan nasib akhir ketiga tokoh utamanya, sang pilot Ichijyou Hikaru, sang penyanyi idola Lin Minmei, serta sang wakil laksamana Hayase Misa. Proyek ini memvisualisasikan adegan konser terakhir Minmei di Bumi sebelum ia berangkat bersama Hikaru dan Misa sebagai bagian awak kapal induk baru penerus SDF-1 Macross, SDF-2 Megaroad-01, yang akan menjelajahi alam semesta.

Do You Remember Love? merupakan penceritaan ulang dari seri TV-nya, dengan cerita yang lebih dipadatkan serta penambahan animasi baru. Ada beberapa perbedaan poin cerita yang mencolok. Salah satunya ada pada lagu baru yang dibawakan Minmei, “Ai, Oboete imasuka?”, yang liriknya konon berasal dari peradaban kuno Protoculture. Karena ceritanya agak ‘berbeda’ dari versi seri TV, yang menarik adalah bagaimana film layar lebar ini juga direferensikan sebagai suatu film layar lebar bersejarah ternama di dalam dunia Macross sendiri dalam beberapa seri ke belakang.

Sedangkan Flash Back 2012 merupakan seri pendek yang menampikan rangkaian video klip lagu-lagu hit Minmei,  yang diambil dari konsernya yang terakhir di Bumi, yang di antaranya diselingi klip-klip cerita menjelang keberangkatan armada Megaroad-01 pimpinan Misa (kini bernama Ichijyou Misa) sebelum mereka dikisahkan menghilang di dekat pusat alam semesta.

Generasi Baru

Pada tahun 1991, pihak Big West ingin mengeluarkan suatu seri Macross baru untuk memperingati ulang tahun kesepuluh seri ini. Namun pihak Studio Nue tidak terlibat dalam proyek ini, karena konon sedang tidak tertarik untuk memproduksi sebuah sekuel.

Hasilnya adalah seri OVA enam episode Macross II – Lovers Again yang diproduksi lewat kerjasama studio animasi AIC dan Oniro. Ceritanya berlatar 80 tahun sesudah akhir seri pertama, dan menampilkan konflik antara pihak Bumi dengan ras alien humanoid Marduk. Kaum Marduk dikisahkan tiba di tata surya Bumi dengan pejuang-pejuang Zentradi dan Meltlandi yang diperbudak. Tokoh utama seri ini adalah seorang wartawan bernama Kanzaki Hibiki, yang menolong seorang perempuan Marduk bernama Ishtar yang ternyata merupakan salah satu Emulator, penyanyi istimewa yang membuat pasukan Marduk kebal terhadap efek nyanyian dari pasukan Bumi. Dengan bantuan seorang pilot bernama Silvie Gena, Hibiki berupaya memperkenalkan budaya Bumi pada Ishtar dengan harapan nyanyian baru Ishtar dapat membawa perdamaian antara manusia dan Marduk.

Macross II diikuti beberapa media pelengkap seperti game, manga dan novel. Namun keterlibatan kembali Studio Nue dalam produksi seri-seri Macross berikutnya membuat cerita Macross II dinyatakan non-canon.

Ini bukan seri yang pernah kuikuti. Jadi maaf karena tak bisa berkomentar.

Pada tahun 1994, seri OVA empat episode Macross Plus kemudian dirilis. Versi OVA ini lalu disusul versi layar lebarnya pada tahun 1995. Produksi animasinya dilakukan oleh Triangle Staff (studio yang tersusun atas staf dari Madhouse, tapi sekarang sudah tak aktif) dengan perilisan yang dilakukan oleh Bandai Visual. Ceritanya berlatar pada tahun 2040 di planet Eden, salah satu planet baru yang telah dikolonisasi manusia, tiga puluh tahun sesudah akhir perang di seri yang pertama. Tiga tokoh utamanya adalah dua pilot rival Isamu Alva Dyson dan Guld Goa Bowman—yang saling bersaing dalam Project Super Nova, suatu pekerjaan tender untuk menentukan teknologi pesawat tempur yang akan dipilih sebagai pesawat baru pemerintahan UN—serta kawan masa kecil mereka, Myung Fang Lone. Hubungan persahabatan ketiganya tercabik akibat suatu insiden di masa lalu. Lalu pertemuan mereka kembali menimbulkan konflik batin bagi Myung. Ini berdampak terutama pada pekerjaan Myung sebagai produser musik bagi idola virtual yang sedang hit saat itu, Sharon Apple, AI yang terwujud lewat hologram, yang lagu-lagunya merupakan ekspresi dari perasaan Myung.

Macross Plus lumayan bersejarah di dunia anime, karena menjadi seri animasi pertama yang mengkombinasi teknik animasi sel tradisional dengan teknik animasi CG dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya. (Versi layar lebarnya lebih direkomendasikan.)

Aku sempat melihat sebagian Macross Plus. Nuansanya lumayan berbeda dari seri Macross yang orisinil maupun seri-seri Macross yang lebih modern. Mungkin juga karena arahannya oleh Watanabe Shinichirou yang belakangan menyutradarai Cowboy Bebop. Aku ingat aku merasakan sedikit kekecewaan karena pemaparan dunianya tidak lebih banyak.

Seri TV Macross 7 kemudian menyusul pada tahun yang sama, dengan produksi animasi oleh Ashi Productions. Berlatar 35 tahun sesudah akhir seri pertama, ceritanya berkisah tentang kapal induk Macross 7 yang memimpin armada kolonial ke-37. Di dalam Macross 7, ada band Fire Bomber pimpinan Nekki Basara, yang musiknya menjadi andalan utama dalam menghadapi ancaman ras alien Protodeviln. Protodeviln dikisahkan hendak memanen energi Spiritia yang diperoleh dari manusia. Sesudah diambil Spiritia-nya, manusia bersangkutan akan jatuh ke dalam koma. Namun nyanyian Basara mampu membangkitkan kembali energi Spiritia ini dan membangunkan kembali para korban. Dengan demikian, Basara dan kawan-kawannya terlibat dalam suatu proyek militer kontroversial untuk menggunakan kembali nyanyian sebagai senjata pertahanan. Sementara di sisi lain, kaum Protodeviln lambat laun memandang Basara sebagai sumber Spiritia tak terbatas yang selama ini mereka cari.

Macross 7 cukup dikenal di masanya, dengan seri TV yang tayang selama setahun penuh dengan diiringi film layar lebar dan serangkaian OVA. Film layar lebar pendek Macross 7: The Galaxy’s Calling Me, dan rangkaian OVA tiga episode Macross 7 Encore berlatar di tengah berlangsungnya seri TV-nya. Baru sesudahnya, seri OVA empat episode Macross Dynamite 7 (kini diproduksi Hal Film Maker) melanjutkan cerita di seri TV-nya, yang menampilkan apa yang dialami dalam pengelanaan Basara sepeninggal ia dari Macross 7. Seri ini juga mencolok karena menampilkan karakter Mylene Flare Jenius, putri ketujuh dari pasangan manusia-Meltlandi pertama, Maximilian Jenius dan Milia Fallyna Jenius, yang merupakan pasangan pilot as dari seri Macross pertama.

Aku sama sekali tak mengikuti Macross 7. Tapi aku banyak mendengar bahwa lagu-lagunya bagus dan enak didengar, sekalipun alur ceritanya terasa lamban dan ke mana-mana.

Pada tahun 2002, Macross Zero menjadi seri OVA lima episode yang memperingati ulang tahun kedua puluh seri ini dengan produksi dilakukan studio Satelight. Ceritanya berlatar setahun sebelum seri Macross yang paling pertama, pada tahun 2008, saat perang dengan gentingnya berlangsung antara tentara UN Spacy melawan tentara anti-UN, sembilan tahun sesudah jatuhnya suatu pesawat ruang angkasa asing ke Bumi. Di lautan Pasifik selatan, seorang pilot UN bernama Kudou Shin ditembak jatuh oleh pesawat yang bisa berubah wujud. Ia kemudian mendarat darurat di suatu pulau Mayan terpencil, di mana para penduduknya hidup damai dengan menyembunyikan rahasia besar terkait peradaban makhluk asing. Shin terlibat hubungan dengan kakak beradik Sara Nome dan Mao Nome, dan mengalami konflik soal bagaimana ia mencegah pulau tersebut terseret dalam perang. Seri ini mencolok karena memberikan latar belakang lebih terhadap situasi politik di seri TV pertama, khususnya tentang masa lalu Roy Fokker, pilot as yang menjadi mentor Hikaru, yang dalam seri TV kemudian mewariskan posisi pimpinan Skull Squadron padanya.

Aku sama sekali tak mengikuti Macross Zero. Tapi sekali lagi, aku pernah mendengar komentar yang menyebut kalau ceritanya ditutup dengan agak aneh.

Lima tahun berikutnya di tahun 2007, Satelight kembali memproduksi seri Macross baru, yakni Macross Frontier untuk memperingati ulang tahun seri ini yang kedua puluh lima. Ceritanya memaparkan hubungan cinta segitiga antara remaja pilot Alto Saotome, dengan dua penyanyi: Sheryl Nome yang telah tenar dan populer, yang tengah berkunjung dari armada Macross Galaxy; dan Ranka Lee, gadis muda yang kepopulerannya sebagai penyanyi baru naik daun; di tengah ancaman makhluk asing buas Vajra yang dapat muncul sewaktu-waktu. Seri TV-nya dilanjutkan oleh dua film layar lebar yang menjadi cerita alternatif dari seri TV-nya, yaitu Macross Frontier the Movie: The False Songstress pada tahun 2009 dan Macross Frontier the Movie: The Wings of Goodbye pada tahun 2011.

Meski sempat membuatku aneh di beberapa bagian, perlu kuakui kalau Macross Frontier termasuk seri yang bisa kusukai. Kurasa seri Macross untuk pangsa pasar modern dimulai dari seri ini. Ceritanya tak seimbang di banyak bagian, tapi bisa dibilang diakhiri dengan memuaskan.

Mengiringi kepopuleran Macross Frontier, pada tahun 2012 hadir tayangan layar lebar Macross FB 7: Listen to My Song keluaran Satelight yang menampilkan ‘dokumentasi’ cerita Macross 7, yang disaksikan oleh para karakter Macross Frontier (serupa juga dengan bagaimana cerita Macross Zero sempat dijadikan film layar lebar lagi di dalam dunia Macross Frontier). Tayangan ini menitikberatkan faktor nostalgia yang dimiliki sebagian karakternya, serta diiringi beberapa lagu baru dari band Fire Bomber.

…Tayangan layar lebar ini lebih khusus diperuntukkan oleh para penyuka lagu-lagunya. Ehem. Kalau kalian ngerti maksudku.

Ada sejumlah media lain berupa komik dan game yang dapat bersifat sebagai cerita pelengkap maupun cerita yang berdiri sendiri. Tapi cakupannya terlalu banyak untuk bisa kubahas sekarang.

Yah, mungkin nanti kita lihat lagi perkembangannya sesudah Macross Delta tuntas.

23/02/2016

Anime Baru Musim Semi 2016

Sudah lewat separuh Februari. Season ini sudah separuh jalan.

Musim dingin kali ini punya lebih banyak judul berkesan dari perkiraan. Tapi kayak biasa, sehabis ini musim semi. Biasanya pas musim semi semuanya jadi serius, dan memang ada lumayan banyak judul baru yang sudah diumumkan.

Spring kali ini agak campur aduk. Tak ada tren genre yang benar-benar jelas. Tapi kayaknya lagi ada kecendrungan di sejumlah studio untuk bereksperimentasi dengan proyek orisinil masing-masing, di samping beberapa adaptasi yang menonjol.

Kayak biasa, daftar ini enggak terlalu bisa diandalkan.

Kayak biasa juga, biasanya ada update lagi sekitaran pertengahan Maret.

…Untuk ke depan, kuharap produktivitasku bisa lebih ditingkatkan.

Super Lovers (Studio DEEN)

Kaidou Haru, saat masih SMA dan tinggal di luar negeri, diperintah ibunya untuk mengasuh dan ‘mendidik’ Ren, adik lelaki angkatnya yang semula liar dan tak suka bicara dengan orang. Hubungan mereka di awal bermusuhan, tapi lambat laun mereka mulai bisa saling memahami.

Diangkat dari manga karya Abe, selain soal Haru dan Ren, ceritanya juga melibatkan orang-orang di sekeliling mereka, termasuk saudara-saudara Haru. Heh? Iya, ini seri BL. Ishihara Shinji, yang sempat menangani Fairy Tail dan Log Horizon, yang akan menyutradarainya. Naskahnya akan ditangani Nakamura Yoshiko, yang selain Hakuouki dan Gekkan Shoujo Nozaki-kun, juga pernah menangani naskah anime Hakkenden: Touhou Hakken Ibun yang merupakan karya Abe sebelumnya. Untuk ukuran seri sejenisnya, ada ‘sesuatu’ tentang ini yang kayaknya enggak biasa.

Hai-Furi (Production IMS)

Di Jepang, 100 tahun sesudah pergeseran lempeng tektonik menyebabkan tenggelamnya berbagai negara, kota-kota pesisir dibangun ulang dan diluncurkan ke lautan untuk bisa menyelamatkan negara-negara yang masih tersisa. Rute-rute pelayaran kemudian diperluas. Dengan ini, kebutuhan personil untuk mengamankan lautan juga meningkat. Blue Mermaids, wanita-wanita yang bekerja di industri baru ini, menjadi sumber kekaguman banyak orang seiring berlalunya waktu. Dua sahabat sejak kecil, Misaki Akeno dan China Moeka, kemudian bersekolah di SMA Kelautan Yokosuka seperti banyak gadis lain yang bercita-cita untuk bergabung bersama Blue Mermaids.

Atto, pengarang Non Non Biyori, membuat lebih dari 30 desain karakter untuk proyek orisinil ini. Penyutradaraannya ditangani Nobuta Yuu yang pernah terlibat di Blade & Soul serta Code Geass: Hangyaku no Lelouch R2. Yoshida Reiko, yang sudah dinilai handal  mengkomposisi seri-seri keseharian kayak gini, yang akan menangani naskah. Secara visual, seri ini kelihatannya memikat. Ada sedikit kekhawatiran karena proyek ini melebihi standar produksi Production IMS yang biasa, terlebih dengan jumlah karakternya yang lumayan banyak. Tapi buat kalian yang tertarik pada seri keseharian moe dengan karakter-karakter manis, ini tetap bisa jadi pilihan.

Wagamama High Spec (AXsiZ)

Narumi Kouki adalah siswa SMA yang juga bekerja sebagai manga-ka untuk suatu majalah mingguan. Berhubung manga yang digambarnya termasuk ecchi, Kouki tak ingin profesinya diketahui orang. Namun Rokuonji Kaoruko, gadis yang menjadi ketua dewan siswa di sekolahnya, kemudian mengetahui rahasia Kouki. Kaouruko memaksa Kouki untuk bergabung dengannya di dewan siswa sebagai imbalan agar rahasianya tak bocor… sekalipun ada anggota lain yang tidak setuju. Sementara, permintaan-permintaan kerja untuk mereka terus bertambah…

Seri ini diangkat dari game PC berjudul sama keluaran Madosoft yang akan rilis seiring penayangan animenya (versi Bahasa Inggris keluaran Sekai Project menyusul tahun ini). Desain karakternya ‘galge’ sekali, dan studio yang memproduksinya juga relatif baru. Shimizu Satoshi, yang pernah terlibat sebagai sutradara episode di Mushi-Shi dan Fairy Tail, yang akan menangani penyutradaraannya. Naskahnya dibuat oleh Nakamura Koujirou. Daya tarik para karakternya sepertinya akan menjadi yang utama ditonjolkan di seri ini. …Mungkin ceritanya secara tak terduga bakal lebih ‘dalam’ dari yang terlihat? Karena ini keluaran studio baru, kuharap hasilnya enggak jelek. (Ah, ternyata ini seri dengan durasi per episode 5 menit.)

Kuromukuro (P.A. Works)

Pada tahun 2016, teknologi robotika mengalami lompatan besar berkat penemuan suatu artefak misterius dalam proyek pembangunan bendungan di salah satu lembah Tateyama Kurobe. Ouma Tokisada Kennosuke, seorang samurai dari masa lampau, kemudian terbangun kembali di masa ini dan bertemu para remaja yang bersekolah di sekolah khusus untuk sanak keluarga para peneliti, seiring diperlukannya lagi keberadaan Kuromukuro…

Ini seri aksi mecha orisinil yang dibuat untuk memperingati ulang tahun kelima belas studio P.A. Works. Kalau tak salah, ini pertama kalinya mereka membuat anime kayak gini. Okamura Tensai (Darker than Black, Seven Deadly Sins) yang akan menangani penyutradaraannya, dengan komposisi seri ditangani Higaki Ryou (Another, Seirei no Moribito). Kalau kalian menyukai gaya pengarahan Okamura-san yang khas, yang mana kalian perlu sedikit memperhatikan detil yang mungkin terjadi sebelum diberi penjelasan tentangnya, kurasa ada suatu daya tarik tertentu yang akan kalian temukan. Karakterisasinya juga kayaknya agak enggak biasa. Selebihnya, aku harap nuansa pemandangan indah P.A. Works tetap ada di seri ini. Oh, dan juga aksi-aksi mecha.

Sansha Sanyou (Dogakobo)

Tiga gadis sama-sama memiliki kanji ‘daun’ pada nama mereka, tapi masing-masing memiliki sifat sangat berbeda: Odagiri Futaba, yang sangat enerjik namun makan banyak; Hayama Teru, si ketua kelas yang berpenampilan polos dan murni, namun bersifat sedikit kejam; serta Nishikawa Youko, seorang ‘nona besar’ yang sudah bukan ‘nona besar’ lagi semenjak perusahaan ayahnya bangkrut dan keluarganya hidup miskin. Ketiganya bertemu di kelas yang sama dan mulai menjalani keseharian bersama.

Seperti Mikakunin de Shinkoukei beberapa waktu lalu, Dogakobo kembali mengangkat manga karya Cherry Arai untuk seri komedi keseharian mereka kali ini. Visualnya punya daya tarik manis sesuai pengharapan. Penyutradaraannya akan dilakukan Kimura Yasuhiro, dalam debut pertamanya sebagai sutradara seri (pernah terlibat dalam Sekai Seifuku: Bouryaku no Zvezda dan Cute High Earth Defense Club LOVE!), jadi mungkin ada sedikit kekhawatiran. Naskahnya ditangani Koyasu Hideaki, yang sebelumnya pernah menangani naskah GJ-bu dan Lance N’Masques. Kualitasnya kayaknya lumayan bergantung pada eksekusinya. Mudah-mudahan hasilnya bagus.

Bakuon!! (TMS Entertainment)

Sakura Hane, siswi SMA Putri Okanoue, suatu hari melihat teman sekolahnya, Amano Onsa, mengemudikan sepeda motor ke sekolah, saat ia sendiri tengah kelelahan mendaki jalan menanjak ke sana. Semenjak itu, Sakura mulai tertarik pada dunia sepeda motor. Bersama Onsa, ia bergabung dengan klub sepeda motor di Okanoue, dan mencoba memperoleh SIM-nya sendiri.

Seri ini diangkat dari seri manga berjudul sama karya Orimoto Mimana, yang memang mengetengahkan siswi-siswi SMA yang menemukan daya tarik sepeda motor. Singkatnya, ini satu lagi seri ‘keseharian klub dengan karakter-karakter manis’ yang kali ini mengangkat dunia otomotif sepeda motor sebagai temanya. Anime ini berkolaborasi dengan kampanye Good Riders untuk mempromosikan cara mengendarai sepeda motor yang aman. Penyutradaraannya ditangani Nishimura Junji, yang sebelumnya menangani Simoun, Dog Days, serta Glasslip. Naskahnya sendiri ditangani Sunayama Kurasumi, yang pernah menangani Gunslinger Girl dan Romeo x Juliet. Gaya desain karakternya lumayan ‘masuk’ dengan desain mekanik motor-motornya, dan itu jadi daya tarik tersendiri. Ada episode OVA juga yang akan mendahului penayangannya. Mungkin ada sesuatu tentangnya yang bakal perlu penyesuaian untuk sebagian penggemar, tapi secara teknis kurasa takkan jelek. Sudah jelas kalau seri ini punya daya tarik lebih untuk pasar seinen.

Endride (Brains Base)

Endra, dunia yang tersembunyi di bawah permukaan Bumi, memiliki Adamas raksasa yang bercahaya di atasnya serta pita-pita tujuh warna yang melintasi langitnya. Emilio, pangeran yang memiliki konflik dengan Raja Deruzain yang tengah berkuasa, akhirnya ditahan dan dipenjara sesudah terbukti besarnya perbedaan kekuatan antara mereka. Di tengah kebimbangan Emilio, Asanaga Shun, siswa SMP yang berpandangan positif dan ceria dari ‘dunia atas’, tiba-tiba saja muncul di depan Emilio, sesudah yang bersangkutan terbawa ke Endra akibat menyentuh kristal misterius di perusahaan ayahnya.

Ini seri orisinil yang menonjolkan desain karakter buatan dua manga-ka ternama, Watsuki Nobuhiro (Rurouni Kenshin, Busou Renkin) dan Hagiwara Kazushi (Bastard!!). Penyutradaraannya ditangani staf anime veteran Gotoh Keiji (Kiddy Grade, Sengoku Collection) dengan naskah buatan Machida Touko (Show By Rock!!, Lucky Star). Nuansanya sangat mengingatkan pada anime-anime petualangan bertema perpindahan dunia di zaman 90an, seperti El Hazard dan Escaflowne (atau bahkan Dunbine), terutama karena penggambaran dunia Endra yang benar-benar indah. Ceritanya sepertinya akan menitikberatkan aksi antar individu, dengan berbagai senjata khusus dan hal-hal ajaib. Sudah dikonfirmasi jumlah episodenya sebanyak 24. Kelihatannya ini akan jadi salah satu seri yang aku perhatikan.

Mayoiga (Diomedea)

Mitsumine, Masaki, dan orang-orang lain yang dijerat keputusasaan dan luka hati, tergabung dalam rombongan bus mencurigakan yang terdiri atas 30 pemuda dan pemudi, ke suatu desa di tengah pegunungan bernama Nanakimura. Di Nanakimura, segala bentuk kebahagiaan konon akan bisa ditemukan. Namun tempat yang mereka datangi ternyata desa tak berpenghuni yang hanya sedikit menyisakan jejak orang…

Sutradara Shirobako, Mizushima Tsutomu, akan menangani seri ini dengan naskah yang pengawasannya dilakukan Okada Mari (AnoHana, Gundam: Iron-Blooded Orphans). Karenanya, pengharapan terhadap kualitas seri ini benar-benar terbilang besar. Desain karakter Ide Naomi terbilang menarik, menghasilkan nuansa sangat berbeda dari karya-karya Diomedea yang biasa. Ceritanya kayaknya meyakinkan dan akan membuat penasaran. Secara teknis, hasilnya kelihatannya bakal bagus. Sisanya, kurasa tergantung kapasitas studionya sendiri. Mudah-mudahan Diomedea berhasil dengan proyek satu ini. (Belakangan beredar kabar di Internet kalau urban legend tentang desa Nanakimura benar-benar ada.)

Twin Star Exorcists (Studio Pierrot)

Enmadou Rokurou adalah anak SMP yang berulangkali mengubah cita-citanya karena ingin meninggalkan masa lalunya sebagai onmyouji. Sampai suatu ketika, Rokurou bertemu gadis pendiam sebayanya bernama Adashino Benio. Benio mengingatkan Rokurou kembali akan masa lalunya, yang berlanjut pada bagaimana mereka ternyata telah ditakdirkan untuk menikah dan menjadi pasangan onmyouji terkuat sepanjang masa. Terutama, untuk mengakhiri konflik panjang manusia dengan dimensi Magano, dari mana makhluk-makhluk Kegare yang jahat berasal.

Diangkat dari manga Sousei no Onmyouji karya Sukeno Yoshiaki, pengarang Binbougami-ga!, ini seri aksi fantasi komedi di majalah Jump SQ. yang sempat memukau banyak orang dengan konsepnya. Aksinya terbilang seru, walau temanya mungkin tak cocok untuk sebagian kalangan. Penyutradaraannya akan dilakukan oleh Taguchi Tomohisa, yang sebelumnya menangani proyek adaptasi anime dari game-game Persona keluaran Atlus. Arakawa Naruhisa, yang pernah terlibat dalam Outbreak Company dan Kingdom, yang akan menangani komposisi serinya. Nampaknya ini salah satu seri baru yang kualitas teknisnya paling meyakinkan di musim ini.

Qualidea Code (A-1 Pictures)

Beberapa dekade sesudah kemunculan UNKNOWN yang menyerang umat manusia, enam anak remaja (Suzaku Ichiya bersama Utara Canaria; Chigusa Asuha bersama kakaknya, Chigusa Kasumi; dan Tenkawa Maihime bersama Rindo Hotaru) terbangun dari tidur dingin panjang, dan mendapati diri masing-masing kini telah memiliki kekuatan supernatural. Demi melindungi negara, mereka membangun basis-basis pertahanan di Tokyo, Kanagawa, dan Chiba, untuk menghadapi UNKNOWN yang berdatangan dari Tokyo Bay Gate.

Anime ini diangkat dari Project Qualidea, suatu proyek multimedia yang dicanangkan oleh lima redaksi: label Dash X Bunko dan majalah Jump SQ. milik Shueisha, label Fujimi Fantasia Bunko dan label MF Bunko J milik Kadokawa, serta Gagaga Bunko milik Shogakukan. Cerita dan naskahnya dipenai oleh unit pengarang Speakeasy, yang terdiri atas tiga pengarang light novel: Sagara Sou (Henneko) yang menangani cerita di Tokyo, Tachibana Koushi (Date A Live) yang menangani cerita di Kanagawa, serta Watari Wataru (Oregairu) yang menangani cerita di Chiba; yang sekalian mengerjakan garis besar konsepnya bersama Marvelous. Penyutradaraannya ditangani Kawamura Kenichi, yang pernah terlibat dalam SoniAni dan Rozen Maiden. Berdasarkan pengalaman, proyek-proyek begini biasanya kurang begitu berhasil… Tapi ini A-1 Pictures. Lalu tiga pengarang tersebut juga jenis pengarang yang berpikir mendalam terhadap karya-karya mereka. Kayaknya, ini lagi-lagi jenis seri yang baiknya kau dekati karena rasa ingin tahu terhadap konsepnya.

Joker Game (Production I.G)

Pada tahun 1937, meski mendapat pertentangan dari dalam Tentara Kekaisaran Jepang, Letkol Yuuki membangun unit intel ketentaraan Agensi D, yang langsung berada di bawah bimbingan dan perintahnya sendiri, dengan syarat kerahasiaan penuh untuk melatih agen-agen lapangan. Menjadi saksinya adalah Letnan Sakuma, yang mengawasi berjalannya berbagai operasi Agensi D baik di dalam maupun di luar negeri, yang memiliki moto berlawanan dengan doktrin tentara saat itu: “Jangan membunuh, jangan terbunuh, jangan tertangkap.”

Nomura Kazuya, yang sebelumnya menangani Robotics;Notes, yang akan menyutradarai seri yang diadaptasi dari seri novel misteri spionase karangan Yanagi Kouji ini. Novelnya pernah memenangkan penghargaan Nihon Suiri Sakka Kyoukai-shou, dan sempat diadaptasi ke bentuk live action juga pada awal tahun ini. Naskahnya ditangani oleh Kishimoto Taku, yang menangani naskah Haikyu!! dan Boku Dake ga Inai Machi. Ceritanya terbilang sangat ‘cowok’ sekali, dan agak berat di intrik dan dialog. Melihat kapasitas stafnya, kelihatannya akan menjadi salah satu seri paling menonjol di musim ini.

Koutetsujou no Kabaneri (Wit Studio)

Berlatar di negara pulau Hinomoto, manusia-manusia melindungi diri di balik benteng-benteng baja yang disebut ‘stasiun’ dari ancaman ‘Kabane,’makhluk-makhluk berhati baja serupa mayat hidup. Karena ancaman Kabane, transportasi antar stasiun hanya dapat dilakukan melalui lokomotif berzirah yang disebut Hayajiro. Ikoma, seorang pandai besi uap muda dari Stasiun Aragane, mengembangkan senjata baru bernama Tsuranuki Zutsu untuk melawan Kabane bersama sahabatnya, Takumi. Ciptaan mereka mengawali pertemuan Ikoma dengan Mumei, seorang gadis misterius yang suatu ketika muncul di Stasiun Aragane.

Juga dikenal dengan judul Kabaneri of the Iron Fortress, ini proyek orisinil bergenre steampunk survival action yang digagas oleh staf yang membuat adaptasi anime Attack on Titan. Sutradara Araki Tetsuro (High School of the Dead, Guilty Crown) juga kembali untuk menanganinya. Okouchi Ichirou (Code Geass, Guilty Crown) yang akan menangani naskahnya. Tapi yang paling menarik perhatianku adalah ilustrator veteran Mikimoto Haruhiko sebagai desainer karakter serta Sawano Hiroyuki untuk komposisi musik. Terlepas dari apa kalian suka mesin uap atau tidak, (dan menyukai gaya cerita Okouchi-san atau tidak) kelihatannya ini akan menjadi salah satu seri yang terbilang seru. Seri ini yang mengisi slot tayang Noitamina di musim ini.

Netoge no Yome wa Onna no Ko ja nai to Omotta? (Project No. 9)

Nishimura Hideki pernah menyatakan cinta kepada perempuan yang ditemuinya dalam sebuah game online, namun ‘perempuan’ tersebut ternyata adalah laki-laki. Semenjak itu, Hideki berjanji takkan pernah mempercayai ‘perempuan’ di dunia maya lagi. Sampai suatu ketika, seorang perempuan lain dalam sebuah game juga menyatakan cintanya pada Hideki. Perempuan tersebut ternyata benar-benar perempuan, seorang gadis cantik bernama Tamaki Ako. Namun lambat laun, Hideki menyadari ada yang aneh dengan Ako, yaitu ketidakmampuannya membedakan dunia nyata dan maya. Maka dari itu, Hideki dan kawan-kawan satu guild-nya memutuskan untuk mencoba membantunya.

Juga dikenal dengan judul And you thought there is Never a girl online?, ini variasi yang tak biasa akan tren cerita game online yang melanda beberapa waktu belakangan. Diangkat dari seri ranobe karya Kineko Shibai dengan ilustrasi karya Hisasi, penyutradaraannya akan dilakukan oleh Yanagi Shinsuke (Ro-Kyu-Bu! SS, Momo Kyun Sword) dengan naskah yang dibuat Takahashi Tatsuya (The IDOLM@STER Cinderella Girls, Atelier Escha & Logy). Desain karakternya terbilang menarik untuk sebagian orang. Lalu meski punya sisi manis, ceritanya juga terbilang agak berat di sisi fanservice. Aku tetap penasaran dengan bagaimana hasil akhirnya.

Kiznaiver (Trigger)

Di Sugomori, sebuah kota yang didirikan di atas tanah reklamasi namun semakin menurun populasinya; Agata Katsuhira, seorang remaja penyendiri, didatangi Sonozaki Noriko, teman sekelasnya yang misterius dan tak kalah datarnya. Sonozaki menyatakan bahwa Agata telah terpilih untuk menjadi salah satu Kiznaiver, orang-orang yang terhubung pada Kizuna System yang memungkinkan satu sama lain untuk saling berbagi luka. Kini ‘terhubung’ bersama remaja-remaja lain, yang memiliki kehidupan dan kepribadian yang berbeda jauh darinya, Agata dan teman-temannya memperoleh misi demi misi dari Sonozaki untuk suatu tujuan tertentu.

Desain karakter orisinilnya yang mencolok dibuat Miwa Shirow, pengarang Dogs: Bullets & Carnage. Konsep ceritanya sendiri dicetus Studio Trigger bersama Okada Mari (sekali lagi, AnoHana), yang juga menulis dan mengawasi pembuatan naskahnya. Musiknya akan ditangani Hayashi Yuuki, yang belakangan makin dikenal berkat komposisinya di Haikyu!! dan Death Parade. Selain dua tokoh utamanya, karakter-karakter lainnya benar-benar beragam. Aku masih belum yakin soal porsi aksinya, yang kukira merupakan ciri utama studio Trigger. Tapi untuk mereka yang suka ciri khas Okada-san lewat pembangunan hubungan antar karakternya, kurasa ini seri yang sebaiknya tak dilewatkan. Penyutradaraannya akan dilakukan Kobayashi Hiroshi (pernah terlibat dalam Rage of Bahamut: Genesis dan Kill la Kill), yang memulai debutnya sebagai sutradara lewat seri ini. Kuharap hasilnya bagus.

Seisen Cerberus: Ryuukoku no Fatalite (Bridge)

Benua Kunaan yang dikuasai pedang dan sihir diwarnai keseimbangan rapuh antara tiga pihak: Kerajaan Suci Amoria, Kerajaan Ishilfen, dan Kerajaan Vanrodis. Kondisinya sedemikian rupa sehingga bencana yang menimpa satu negera dapat mengakibatkan perang di seluruh Kunaan. Namun, ada satu kekuatan lain di Kunaan yang tak terkendali, yakni naga jahat Daganzord, yang selalu meninggalkan kehancuran ke manapun ia pergi. Hiiro adalah putra dua orang penting dalam Tragedi Balbagoa yang terjadi sebagai upaya untuk mengatasi Daganzord. Sesudah berusia 16 tahun, Hiiro melakukan perjalanan untuk memburu naga tersebut dan menuntaskan misi kedua orangtuanya.

Diangkat dari game RPG kartu Seisen Cerberus keluaran GREE, ada sejumlah staf veteran yang menanganinya, meliputi Kondo Nobuhiro (Keroro Gunsou, Jewelpet: Magical Change) sebagai sutradara dan Ohnogi Hiroshi (Fullmetal Alchemist: Brotherhood) sebagai pembuat naskah. Aku tak bisa komentar banyak, selain soal bagaimana ini kelihatannya akan menjadi seri fantasi yang generik. Tapi mungkin karena gamenya sudah agak lama keluar, aku merasa ada kesan rapi dalam perencanaannya. …Mungkin hasil akhirnya bakal lebih bagus dari yang kukira.

Jojo’s Bizarre Adventure: Diamond is Unbreakable (David Production)

Wilayah Morioh di kota S, perfektur M, Jepang, telah berkembang pesat semenjak akhir dekade 1980an. Pada tahun 1999, populasi penduduknya sebanyak 58.713 jiwa. Namun di balik kenormalannya, hal-hal ganjil berlangsung, karena 81 kasus orang hilang telah terjadi semenjak awal tahun, jauh lebih tinggi dari angka rata-rata di kota-kota lain. Kujo Jotaro datang ke kota ini sebelas tahun sesudah perjalanannya ke Mesir. Di sana, ia bertemu Higashikata Jousuke yang memiliki Stand Crazy Diamond, yang membuktikan padanya bahwa fenomena Stand pun telah terjadi di kota ini.

Staf yang sama dari seri sebelumnya kembali untuk menangani bagian keempat dari adaptasi manga terkenal karya Araki Hirohiko ini. Tsuda Naokatsu masih akan menyutradarainya. Komposisi seri juga masih ditangani Kobayashi Yasuko. Aku tahu kualitas dua seri sebelumnya terbilang solid, tapi aku terus terang tak menyangka Diamond is Unbreakable akan sampai dianimasikan juga, mengingat struktur dan nuansa ceritanya yang mulai bagian ini semakin ‘ajaib.’ Jadi kalau David Production berhasil mengadaptasi ini secara bagus, menurutku itu sebuah prestasi yang benar-benar gila. Tapi semua penggemar seri Jojo kurasa pasti menyambut anime ini. Lalu kayak biasa, seri baru ini juga jadi titik yang pas bagi penggemar baru untuk masuk. Mungkin perlu kusebut kalau beberapa karakter Jojo paling berkesan di sepanjang seri ini juga munculnya di bagian ini.

Hundred (Production IMS)

Untuk menguasai penggunaan Hundred—peralatan eksoskeleton yang menjadi satu-satunya senjata efektif untuk melawan monster-monster Savage yang telah menyerang Bumi—sekaligus untuk membantu adik perempuannya, Kisaragi Hayato mendaftar di kota akademi militer Little Garden yang terapung di atas laut. Di sana, Hayato berjumpa dengan Emil Crossford, teman sekamarnya yang terasa pernah dikenalnya di suatu tempat, yang membawanya pada tantangan duel melawan Claire Harvey, Slayer terkuat di Little Garden saat itu.

Menyusul Rakudai Kishi no Chivalry dan Saijaku Muhai no Bahamut, Hundred kalau tak salah jadi adaptasi anime terakhir dari seri-seri ranobe terbitan GA Bunko dalam kurun waktu ini. Ceritanya diangkat dari seri light novel karangan Misaki Jun dengan ilustrasi buatan Okuma Nekosuke (yang juga membuat desain karakter orisinil Shinmai Maou no Testament). Premis ceritanya sedikit mirip Infinite Stratos, dengan fitur peralatan mekanis yang dipasang di badan, tapi tetap saja nuansanya lumayan beda (terutama dengan adanya siswa-siswa cowok selain Hayato di Little Garden, serta ancaman musuh alien). Kobayashi Tomoki yang telah menangani Akame ga KILL! yang akan menyutradarainya, jadi kualitasnya kurasa takkan sampai jelek. Apalagi dengan Shirane Hideki (Danmachi, Date A Live) yang menangani komposisi serinya. Perasaanku masih campur aduk tentangnya, tapi kelihatannya ini tetap jadi seri menarik buat mereka yang suka seri-seri aksi harem macam ini. Kuakui, sesuatu tentang key visual-nya sedikit di luar bayanganku.

Kuma Miko: Girl Meets Bear (Kinema Citrus, EMT Squared)

Amayadori Machi, seorang siswi SMP yang juga menjadi miko dari suatu kuil Shinto tertentu di wilayah pegunungan Touhoku yang menghormati beruang, tiba-tiba saja ingin bersekolah di perkotaan. Keinginan ini membuat Natsu, beruang penjaga Machi yang bisa berbicara, khawatir. Karenanya, Natsu kemudian menyiapkan serangkaian ujian bagi Machi yang nyatanya memang masih kurang memahami adat istiadat dunia luar.

Matsuda Kiyoshi yang pernah terlibat di Working!! dan Durarara!! akan memulai debutnya sebagai sutradara di seri ini. Naskahnya ditangani bersama oleh Iketani Masao dan Pierre Sugiura. Ceritanya diangkat dari seri manga karya Yoshimoto Masume yang diserialisasikan di Monthly Comic Flapper. Sejauh ini, gelagat seri ini lebih bagus dari perkiraan. Setidaknya, seri ini direkomendasikan untuk kalian para penyuka beruang.

Shounen Maid (8-Bit)

Komiya Chihiro, seorang siswa SD yang enerjik, sangat pandai melakukan pekerjaan rumah tangga, sesuai moto mendiang ibunya, “Tak kerja, tak makan.” Sepeninggal ibunya, seorang lelaki bernama Taketori Madoka muncul dan mengaku sebagai kerabatnya, dan kemudian mengajaknya untuk tinggal bersama. Sesudah Chihiro yang semula menolak, kemudian sekalian membersihkan rumah Madoka yang kondisinya kotor, Madoka kembali menawarkan pada Chihiro untuk tinggal bersamanya, sebagai ganti jasa Chihiro untuk merawat rumahnya. Chihiro menerima, dan tahu-tahu mendapati dirinya telah berseragam maid.

Diangkat dari seri manga karya Ototachibana. Yamamoto Yusuke yang pernah menangani NHK ni Youkoso!, Keroro Gunsou, dan Aquarion Evol, yang akan menyutradarainya. Nakamura Yoshiko (Hiiro no Kakera, Gekkan Shoujo Nozaki-kun) yang akan menangani komposisi seri. Meski kesan pertamanya agak berbau shounen-ai, genre ceritanya sebenarnya lebih berat ke shoujo dan bertema keseharian, dan mungkin agak lebih bagus dari yang kau kira. Secara teknis, seri ini kelihatannya tak akan jelek.

Anne Happy (SILVER LINK)

Kelas 1-7 di Akademi Tennogofune sepertinya adalah kelas di mana para siswa dengan ‘karma buruk’ dikumpulkan. Hibari, salah satu siswi di kelas ini (yang sepertinya punya takdir menjalani cinta tragis), bertemu Hanako yang selalu positif (meski selalu tidak beruntung), serta Botan yang berbadan tidak sehat dan sangat rapuh. Lalu bersama-sama, mereka berusaha mencari cara agar kehidupan sekolah mereka bisa bahagia.

Diangkat dari manga Unhappy Go Lucky karya Cotoji, ini seri komedi baru yang akan disutradarai Oounuma Shin yang sudah mendapat nama lewat arahannya di BakaTest, Prisma Illya, serta WATAMOTE. Naskahnya akan ditangani Tanaka Hitoshi yang sebelumnya baru menangani komposisi seri untuk Go! Princess Precure, tapi sejauh ini kualitasnya kelihatannya solid. Ah iya, ini jenis komedi yang karakternya perempuan manis semua. Jadi sepertinya tak ada plot romansa di dalamnya. Mungkin.

Macross Delta (Satelight)

Di planet Al Shahal, Hayate Immelman, pemuda yang sering berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, menemukan seorang gadis remaja bernama Freyja Wion yang menjadi penumpang gelap dalam kargo yang sedang ditanganinya. Freyja, yang terlahir di perbatasan galaksi yang jauh, bercita-cita untuk bergabung dengan tactical sound unit Walküre dalam audisi yang akan diadakan tak lama lagi. Di masa itu, Walküre berperan vital dalam menangani wabah Var Syndrome yang tengah melanda galaksi, di bawah perlindungan skuadron Valkyrie khusus, Delta Team. Namun, tatkala wabah pecah di Al Shahal, Freyja menjumpai Walküre lebih awal, seiring dengan kemunculan para Aerial Knights dari Kingdom of Wind yang memiliki kaitan tertentu dengan Var Syndrome.

Menyusul preview episode pertamanya di awal tahun ini, ini seri TV Macross baru yang akhirnya akan tayang semenjak Macross Frontier di tahun 2008. Yasuda Kenji, yang pernah menangani Arata Kangatari dan Noein, yang akan menyutradarainya, sementara naskah akan ditangani Nemoto Toshizo yang pernah terlibat dalam Inu X Boku SS dan Log Horizon. Sejauh yang terlihat, nilai-nilai produksinya terbilang benar-benar tinggi. Pemakaian CG-nya kelihatannya kaya. Plot cinta segitiga dan kejar-kejaran antar mecha Valkyrie (yang dapat berubah bentuk menjadi pesawat) kelihatannya akan kembali hadir. Untuk pertama kalinya dalam seri utama Macross, sorotan kelihatannya akan diberikan pada kelompok penyanyi, dan bukan penyanyi individual. Kualitas presentasinya kurasa tak perlu diragukan. Namun berhubung jumlah tokohnya banyak, kuharap penyampaian ceritanya bakal efektif dan bagus.

ReLIFE (TMS Entertainment)

Kaizaki Arata, pengangguran, lajang, 27 tahun, akhirnya tak lagi mendapat dukungan finansial dari orangtuanya. Ia buntu karena tak bisa mendapat pekerjaan akibat keputusannya meninggalkan pekerjaan lamanya di bawah tiga bulan. Namun suatu malam, Arata bertemu Yoake Ryou yang menawarkan Arata sebuah pil yang akan mengubahnya menjadi remaja 17 tahun kembali untuk suatu eksperimen tertentu. Setuju menjalani eksperimen ini, Arata kembali bersekolah di SMA. Melalui jalinan hubungan dengan teman-temannya yang baru (yang termasuk Hishiro Chizuru, gadis cantik namun canggung yang berharap bisa mendapatkan teman), Arata punya satu tahun untuk menemukan apa yang tak dimilikinya demi meraih kebahagiaan di dunia nyata.

Diangkat dari seri manga karya Yayoiso yang diserialisasikan dalam aplikasi manga Comico, ini seri drama yang lambat laun menarik banyak perhatian dalam beberapa tahun terakhir. Kosaka Tomo yang pernah terlibat dalam Yowamushi Pedal dan Giant Killing yang akan menyutradarainya, dengan naskah yang ditangani bersama oleh Hyodo Kasuho (Himegoto, Ookiku Furikabutte) dan Yokote Michiko (Princess Tutu, Shirobako, Ookiku Furikabutte). Mungkin temanya agak sensitif bagi sebagian orang, tapi aku benar-benar berharap hasilnya bagus.

Re: Zero Kara Hajimeru isekai Seikatsu (WHITE FOX)

Natsuki Subaru mendapati diri terdampar di dunia lain, di mana ia kemudian ditolong oleh seorang gadis berambut perak bernama Emilia. Subaru memutuskan untuk mengikuti Emilia untuk membalas budi. Namun Emilia kemudian diserang oleh suatu pihak tertentu dan Subaru ikut terbunuh bersamanya. Saat itu, Subaru mengetahui bahwa dirinya kini memiliki suatu kemampuan untuk memutar kembali waktu setiap kali ia tewas. Kembali ke waktu ketika ia dan Emilia pertama bertemu, Subaru dengan segala cara kini bertekad untuk bisa menyelamatkannya.

Juga dikenal dengan judul Re: Life in a different world from zero, ceritanya diadaptasi dari seri novel karya Outsuka Shintarou dan Nagatsuki Tappei. Ceritanya mengkombinasikan aspek genre misteri dan fantasi dunia lain, dengan pertemuan Subaru dengan Emilia hanyalah awal dari berbagai hal. Watanabe Masaharu, yang sebelumnya menangani Wakaba Girl, yang akan jadi menyutradarainya. Key visual-nya sejauh ini benar-benar meyakinkan. Yokotani Masahiro (Maria Holic, Shimoneta, Free!) yang akan menangani komposisi seri. Ini bisa jadi seri baru dengan kualitas paling solid di musim ini.

Episode spesial Naruto: Itachi Shiden, yang menampilkan apa sesungguhnya yang terjadi di masa lalu Uchiha Itachi, juga akan tayang dalam waktu dekat ini. Setahuku, ini salah satu cerita yang dibuat menyusul berakhirnya manganya. Makanya, aku terkesan bagaimana ini akan dianimasikan sementara Naruto Shippuden sendiri masih belum tamat.

Seri keseharian Flying Witch yang diangkat dari manga karya Ishizuka Chihiro juga akan tayang. Aku sudah agak lama jadi penggemar seri ini. Ceritanya mengetengahkan gadis penyihir 15 tahun bernama Kowata Makoto yang pindah dari kota besar Yokohama ke pedesaan Aomori yang damai, untuk ikut tinggal bersama keluarga sepupunya demi melanjutkan pelatihan sihirnya. Desain karakternya ringan di mata, materi ceritanya tak pernah berat, dan ada hal-hal menarik yang selalu terjadi. Berhubung J.C. Staff yang menganimasikannya, dengan staf veteran Sakurabi Katsushi (Kamisama no Memochou, Gunparade March) sebagai sutradara, kurasa kualitasnya lumayan terjamin.

Manga komedi populer Sakamoto desu ga? karya Sano Nami, tentang siswa SMA paling cool dan keren dalam sejarah (seaneh dan sekonyol apapun yang dilakukannya), kabarnya juga memperoleh adaptasinya di musim ini. Studio DEEN yang menangani adaptasinya, dengan penyutradaraan dilakukan sutradara anime komedi veteran Takamatsu Shinji. Kurasa, sekalipun nilai produksinya tidak tinggi, hasilnya tetap bakal lumayan. Apalagi mengingat manganya juga baru tamat belum lama ini.

Bungo Stray Dogs yang diproduksi BONES juga akan tayang. Ini seri aksi tempur yang diangkat dari seri manga karya Asagiri Kafka dan Harukawa Sango. Ceritanya menampilkan para sastrawan klasik ternama Jepang sebagai detektif-detektif berkekuatan supernatural. Karakter-karakter utamanya mencakup Akutagawa Ryuunosuke (pengarang Kappa), Dazai Osamu (pengarang Ningen Shikkaku), serta Nakajima Atsushi. …Iya, Edogawa Rampo dan Miyazawa Kenji juga ada. Ini lengkap dengan penggambaran nuansa dekade 1960annya. Penyutradaraan dan naskahnya masing-masing akan dilakukan oleh Igarashi Takuya dan Enokido Youji (tim yang menangani Star Driver, Ouran High School Host Club), jadi hasilnya juga kurasa bakal solid.

Big Order keluaran Asread yang diadaptasi dari manga karya pengarang Mirai Nikki, Esuno Sakae, juga kabarnya bakal tayang. Staf dari OVA-nya akan kembali, dengan Kamanaka Nobuharu sebagai sutradara dan Takayama Katsuhiko, yang pernah terlibat dalam Mirai Nikki, yang menangani naskahnya. Ceritanya tentang Hoshimiya Eiji, yang di waktu muda pernah mengharapkan kehancuran dunia. Tak dinyana, ada peri-peri yang salah satunya mengabulkan permohonannya ini lewat kekuatan-kekuatan ajaib yang disebut Order. Kehadiran yandere, aksi keras, serta tema-tema berat seperti soal makna hidup sepertinya bisa diharapkan darinya.

Satu judul yang akhirnya muncul adalah Shingeki no Bahamut: Manaria Friends, adaptasi anime kedua dari game Rage of Bahamut buatan Cygames. Produksinya dilakukan Studio Hibari. Ceritanya mengadaptasi event Manaria Mahou Gakuin/Mysteria Academy dari gamenya, dengan mengetengahkan dua karakter: Anne, putri kerajaan manusia yang jadi pelajar teladan; serta Grea, putri yang terlahir dari naga dan manusia; di Akademi Manaria yang tidak membeda-bedakan murid manapun dari tiga ras besar yang biasanya berselisih. Visualnya sejauh ini mengesankan, dengan staf veteran Hoshikawa Takafumi (Happy Lesson) yang melakukan penyutradaraan sekaligus penanganan naskah.

Seri shoujo 12-Sai: Chiccha na Mune no Tokimeki, yang diangkat dari manga karya Maita Nao juga kabarnya akan tayang. Ceritanya mengetengahkan Hanabi, Takao, dan suka duka anak-anak kelas enam lain yang baru menjelang remaja. Kabar tentang staf produksinya masih belum ada saat ini kutulis. Taichu Seiki, yang sebelumnya menangani OVA-nya, akan kembali sebagai sutradara. Produksinya akan ditangani studio OLM.

Meneruskan season pertamanya yang berakhir menggantung, Terraformars Revenge juga akan tayang. Stafnya berbeda dari musim sebelumnya. Produksi kali ini dilakukan lewat kerjasama LIDEN FILMS dan TYO Animations. Fukuda Michio (Nurariyhon no Mago, Hyakko) kini berperan sebagai sutradara, dengan Arakawa Narushisa (Maoyuu, Kingdom) menangani naskah. Ceritanya masih tentang upaya suatu tim multinasional berkekuatan serangga yang dikirim dari Bumi untuk menaklukkan planet Mars yang telah dikuasai makhluk-makhluk hasil evolusi kecoa. Kuharap hasilnya akan lebih bagus dari musim sebelumnya. (Adaptasi layar lebar live action-nya juga kalau tak salah akan keluar sebentar lagi.)

Sejumlah seri lama yang kabarnya akan lanjut meliputi: musim tayang kedua Gakusen Toushi Asterisk, yang memaparkan kelanjutan perjuangan Ayato dan Julis untuk memenangkan kejuaraan Phoenix di kota Asterisk, Rikka (kayaknya betul adaptasinya hanya sampai Phoenix); kelanjutan perjalanan supernatural Ushio dan Tora dengan tombak pusaka keramat di season 2 Ushio & Tora; season 2 Concrete Revolutio yang melanjutkan intrik dan misteri para manusia berkekuatan super bernuansa era Showa; PriPara season 3, yang konon kabarnya akan menghadirkan karakter rival baru; season ketiga juga untuk Mysterious Joker; serta kelanjutan ajang memasak di Akademi Tootsuki di Shokugeki no Souma season kedua. …Oya, season kedua seri aksi komedi supernatural RIN-NE juga akan ada.

Tanaka-kun wa Itsumo Kedaruge dari SILVER LINK juga akan tayang. Ceritanya diangkat dari manga karya Uda Nozomi, tentang Tanaka, siswa SMA yang sepertinya selalu cuek dan malas, serta teman sekelasnya yang pendiam, Ohta, yang tak bisa membiarkannya.

Selebihnya: ada Hakuouki –Otogisoushi- yang menampilkan para ahli pedang dari seri otome ini dalam bentuk chibi; dan Space Patrol Luluco, tentang gadis super normal Luluco yang berhadapan dengan alien di wilayah khusus Ogikubo. Sempat kudengar juga akan ada adaptasi anime dari game pengadilan sangat terkenal Gyakuten Saiban?

Selain itu, juga ada kabar tentang film layar lebar Garo: Divine Flame, yang merupakan film animasi layar lebar Garo yang pertama, yang akan melanjutkan cerita dari animenya yang pertama. Lalu ada kabar film layar lebar untuk drama ekskul alat musik Sound! Euphonium. Lalu yang ditunggu sebagian fans, duel terkini Yugi dan Kaiba dalam Yu-Gi-Oh!: The Dark Side of Dimensions.

Dari sisi OAV, Kurage no Shokudou yang diangkat dari novel karya Aoyama Miyako akhirnya akan ada juga.

Satu tambahan yang agak terlewat, seri TV Onigiri yang diadaptasi dari MMORPG buatan Cyberstep juga akan tayang. Studio Pierrot Plus yang akan memproduksinya, dengan Yamamoto Takeshi (Final Approach, Nanatsuiro Drops) sebagai sutradara. Ceritanya berlatar di Jepang yang bernuansa mistis, di mana kita sebagai Oni harus melawan pengaruh jahat Kamikui yang tersebar di daratan.

Tambahan lain: Aikatsu Stars!, seri Aikatsu baru keluaran Bandai Namco, juga akan tayang. Ceritanya mengetengahkan karakter baru, Nijino Yume, yang bersekolah di Akademi Yotsusei dan bercita-cita menjadi idola terkemuka. Karenanya, ia harus berusaha untuk bisa menjadi bagian S4, empat bintang idola paling aktif di sekolah tersebut. Sudah empat season semenjak seri yang sebelumnya tayang, dan aku terkesan dengan kesuksesannya.

Tambahan lain lagi yang beneran-kelewat-engga-tau-gimana: Magi: Sinbad no Bouken, spin off dari seri populer Magi, yang mengisahkan perjalanan Sinbad dalam menjadi raja sekitar 30 tahun sebelum cerita utamanya. Menyusul 5 OVA yang sebelumnya sudah keluar, kali ini seri TV-nya akan hadir juga.

Tambahan lain: Pan de Peace! yang bercerita tentang Minami, seorang gadis yang meski sedikit lambat, senang membuatkan roti untuk teman-temannya karena percaya rasa lembutnya bisa membawa kebahagiaan. Seri ini diangkat dari seri manga karya emily. Studio Asahi Production yang akan memproduksinya. Sesudah kasus Million Doll beberapa waktu lalu, kuharap hasilnya bagus.

Sori. Tambahan yang satu ini bisa-bisanya sampe kelewat: Boku no Hero Academia, atau My Hero Academia, yang diangkat dari seri manga karya Horikoshi Kouhei yang menjadi salah satu judul paling populer di Weekly Shonen Jump saat ini. Nagasaki Kenji (Gundam Build Fighters, Classroom Crisis, No. 6) yang akan menyutradarainya di studio BONES, dengan Kuroda Yousuke (Honey and Clover) yang menangani naskah. Ceritanya berlatar di dunia di mana kekuatan super yang disebut quirk merupakan hal yang lazim, dan seorang anak bernama Midoriya Izuku justru menjadi orang langka yang tak punya kekuatan apa-apa. Tapi segalanya berubah saat Midoriya bertemu pahlawan idolanya, All Might, yang bisa melihat hati seorang pahlawan di dalam diri Midoriya.

Empat episode terakhir dari anime God Eater keluaran Ufotable, yang mencakup bagian cerita Meteorite Arc, juga akhirnya akan keluar dalam waktu benar-benar dekat. Man, ini satu anime yang kasus penayangannya benar-benar enggak biasa.

Masih ada desas-desus soal akan tayangnya Drifters! dari adaptasi manga Hirano Kouta.

Di samping itu, season ketiga Sailor Moon Crystal yang memaparkan konflik melawan Death Busters dan menjadi salah satu bagian tergelap dari manganya, juga akan tayang.

Satu tambahan untuk anime pendek, Crane Game Girls, atau Bishoujo Yuugi Unit Crane Geeru, juga akan tayang. Keluar dari studio Kyotoma yang memproduksi JK Meshi!, intinya tentang tentang tiga orang gadis yang direkrut untuk menyelamatkan bumi dari tabrakan asteroid, yang kemudian direkrut oleh suatu organisasi bayangan misterius, untuk dijadikan idol, dan untuk suatu alasan kemudian dibawa ke game arcade untuk main… yah, mending lihat saja sendiri.

Satu tambahan lagi: Ini sudah agak lama kudengar, tapi aku sempet enggak yakin apa benar akan keluar season depan: Mobile Suit Gundam UC RE:0096, yang merupakan penceritaan ulang dari seri OVA Gundam Unicorn yang terkenal, hanya saja kali ini dalam bentuk seri TV sepanjang dua cour. Kalau menghitung dari durasi menit OVA-nya secara total, memang pas sih buat seri TV sepanjang sekitar 24 episode. Tapi kalau enggak disertai dengan pengeditan cerita dan pembuatan animasi baru, hasilnya bakal benar-benar aneh. Kalau ternyata ini dibuat dengan cerita lebih mendekati novel aslinya, seri ini bisa benar-benar jadi suatu kejutan. Bagaimanapun, mengingat betapa mahal harga Blu-ray satuan Gundam Unicorn saat dirilis dulu, pengumuman soal ini lumayan menuai kontroversi.

Tambahan untuk film layar lebar, Zutto Mae Kara Suki Deshita: Kokuhaku Jikkou Inkai yang diangkat dari proyek Vocaloid-nya Honey Works, juga akan hadir. Produksinya dilakukan oleh Qualia Animation, dan setahuku ini rangkaian cerita tentang cinta dan pernyataannya.

Kayak biasa, kabar-kabar tambahan akan kusampaikan nanti.

(Sumber dari ANN dan lainnya.)