Gundam: UC NexT 0100 Project

Bulan April lalu, studio animasi Sunrise menyelenggarakan konferensi pers untuk memperingati ulang tahun waralaba anime dan mainan Gundam yang ke-40. Dalam presentasi acara, diumumkan sejumlah proyek baru yang tercakup dalam “UC NexT 0100 Project”, yang dikabarkan akan menangani masa depan dari linimasa Universal Century (UC) yang digagas sutradara Tomino Yoshiyuki dari seri-seri Gundam yang orisinil. Tagline untuk keseluruhan proyek ini adalah “The next destination of the Newtype legend.” yang kurang lebih mengindikasikan bahasan lanjut soal mitologi Newtype yang linimasa ini secara konsisten usung.

Sebagai penyegar, linimasa UC sebelumnya mencakup seri-seri animasi Gundam (seri-seri manga tidak dicantumkan agar tidak tambah ribet) sebagai berikut:

  • Mobile Suit Gundam The Origin (UC 0068-0077)
  • Mobile Suit Gundam MS IGLOO (Januari, UC 0079)
  • Mobile Suit Gundam (September, UC 0079)
  • Mobile Suit Gundam: The 08th MS Team (Oktober, UC 0079)
  • Mobile Suit Gundam 0080: War in the Pocket (Desember, UC 0079)
  • Mobile Suit Gundam Thunderbolt (Desember, UC 0079)
  • Gundam the Ride: A Baoa Qu (Desember, UC 0079)
  • Mobile Suit Gundam 0083: Stardust Memory (UC 0083)
  • Mobile Suit Zeta Gundam (UC 0087)
  • Gundam Neo Experience 0087: Green Divers (UC 0087)
  • Mobile Suit Gundam ZZ (UC 0088)
  • Mobile Suit Gundam: Char’s Counterattack (UC 0093)
  • Mobile Suit Gundam Unicorn (UC 0096)
  • Mobile Suit Gundam Twilight Axis (UC 0096)
  • Mobile Suit Gundam F91 (UC 0123)
  • Mobile Suit Victory Gundam (UC 0153)
  • G-Saviour (UC 0223)

Sebagaimana yang bisa kalian lihat, dan mengingat cerita Gundam Unicorn sebenarnya dimulai dari Insiden Laplace pada tahun UC 0000, abad pertama linimasa Universal Century kurang lebih telah terpapar. Rangkaian proyek NexT 100 ini agaknya menjadi tahap baru untuk menyentuh abad berikutnya dari linimasa ini, yang hampir tak pernah ‘disentuh’ oleh proyek-proyek animasi modern.

Dari sudut pandang lain, mungkin ini upaya untuk melangkah dari konflik antara Federasi Bumi dan Zeon yang diperkenalkan lewat seri Gundam orisinil. Khususnya, konflik ideologi tentang hakikat manusia antara dua tokoh utama Amuro Ray dan Char Aznable, yang tertuntaskan lewat CCA, tapi sempat kembali jadi bahasan dalam Gundam Unicorn.

(Peringatan spoiler bagi anime-anime Gundam lawas!)

Narrative

Anime baru pertama yang diumumkan adalah seri Mobile Suit Gundam Narrative yang berlatar di UC 0097. Formatnya sama dengan Gundam Unicorn, yakni seri OVA yang episode-episodenya juga akan ditayangkan di bioskop (belum jelas totalnya berapa episode). Episode pertamanya dirilis pada penghujung tahun 2018 ini. (Pada saat ini aku tulis, cuplikan 23 menit dari episode pertama tersebut dapat ditonton di saluran Gundam.Info di YouTube.)

Dengan cerita yang digagas oleh Fukui Harutoshi (novelis militer yang menjadi pencetus cerita Gundam Unicorn), Gundam Narrative bisa dibilang semacam semi-sekuel dari Gundam Unicorn karena memaparkan kesudahan dari kejadian-kejadian di seri tersebut. Ceritanya sebenarnya merupakan ekspansi (yang lumayan drastis) dari novel Gundam Unicorn yang kesebelas, “Phoenix Hunting”, yang terbit lumayan lama sesudah cerita utamanya berakhir. (Porsi cerita di anime Gundam Unicorn mengadaptasi 10 buku yang terbit antara 2007-2009. Buku 11 ini terbit di tahun 2016.)

Berlatar di tahun UC 0097, satu tahun sesudah rangkaian kejadian di Gundam Unicorn, pembukaan Kotak Laplace membeberkan isi Piagam Universal Century yang asli, memberikan basis bagi kemerdekaan simpatisan Zeon sekaligus pengakuan publik terhadap keberadaan manusia-manusia Newtype. Pembeberan ini diiringi dengan demonstrasi nyata terhadap betapa mencengangkannya teknologi psychoframe yang Unicorn Gundam punyai. Dalam Gundam Narrative, dikisahkan bahwa unit ketiga dari MS tipe RX-0, yakni Unicorn Gundam 03 Phenex, tiba-tiba saja muncul setelah dua tahun lenyap. Semua pihak jadi memburunya karena ingin memperoleh teknologi pscyhoframe yang unit tersebut punyai.

Sekilas, temanya mirip dengan yang diangkat dalam seri Twilight Axis, yakni seputar rebutan teknologi psychoframe (yang pada seri tersebut, dilakukan lewat ekspedisi militer ke puing-puing markas asteroid Axis, di mana teknologi itu diteliti pihak Neo Zeon). Nyatanya, Gundam Narrative berpusar pada tema yang agak lebih dalam daripada itu.

Ceritanya berfokus pada tiga yatim piatu sekaligus sahabat masa kecil, yakni Jona Bashta, Michelle Luo, dan Rita Bernal. Ketika masih anak-anak, pada masa Perang Satu Tahun, ketiganya melihat visi akan jatuhnya koloni luar angkasa ke Australia. Dengan bersikeras memperingatkan orang-orang sekitar, mereka berhasil menyelamatkan sejumlah penduduk dari bencana tersebut dan disebut-sebut sebagai Miracle Children (‘anak-anak ajaib’, memperlihatkan tanda-tanda kekuatan Newtype sekalipun berada di Bumi).

Sesudah dewasa dan sama-sama sempat berkarir dalam kemiliteran Federasi, Jona suatu hari direkrut Michelle, yang kini berstatus anak angkat Luio Woomin, kepala perusahaan dagang Luio & Co.

Michelle rupanya telah punya nama sebagai seorang ‘peramal’ yang memprediksi berbagai kejadian besar. Dengan kemampuan Michelle memprediksi kejadian-kejadian di masa datang, Luio & Co (salah satu sponsor AEUG dan Karaba semasa Konflik Gryps) tumbuh menjadi perusahaan sangat besar.

Alasan Michelle merekrut Jona rupanya untuk melibatkannya dalam perburuan terhadap Phenex. Pilot Phenex, yang lepas kendali dua tahun silam, ternyata adalah Rita, sahabat mereka yang telah lama menghilang. Oleh Michelle, Jona dijadikan pilot dari Narrative Gundam, suatu MS prototipe yang dilengkapi berbagai perlengkapan khusus untuk ‘menangkap’ si burung emas.

Cuplikan 23 menit yang diperlihatkan Gundam.Info benar-benar keren, terutama buat kalian yang menggemari Gundam Unicorn. Animasi berbagai adegan aksinya terbilang luar biasa. Ada banyak tokoh baru diperkenalkan, dan lagi-lagi memberi kesan kalau dunianya sangat besar.

Masih ada banyak hal dalam ceritanya yang belum jelas sih. Seperti, soal bagaimana Rita awalnya bisa berada di kokpit Phenex, misalnya. (Ada indikasi kalau dia diculik?) Tapi, sejauh yang kutangkap:

  • Dua unit Unicorn Gundam dan Banshee sama-sama telah disegel dan tak lagi dapat diakses teknologinya?
  • Michelle mengejar Phenex bukan untuk Rita, melainkan karena terobsesi kemampuan manipulasi waktu(!) yang nampaknya Phenex punyai. (Gagasan soal manipulasi waktu secara fisik ini juga menjadi sesuatu yang sempat kontroversial di kalangan penggemar.)
  • Ada… empat kepentingan yang bermain?
    • Pihak Federasi Bumi yang tak mau ada psychoframe lepas lagi.
    • Pihak Republik Zeon yang ingin mendapat ‘jaminan’ atas kedaulatan mereka. (Di cerita ini, agaknya diwakili oleh perwira Zoltan Akkanen, seorang Cyber Newtype psikotik—dan bahkan mungkin klon dari Char—yang di cuplikan baru tampil sebentar, tapi nantinya akan jadi rival Jona.)
    • Pihak Luis & Co yang digawangi Michelle, yang ingin memperoleh teknologi manipulasi waktu. (Sesuatu yang berkaitan dengan ayah angkatnya yang menjalani tidur es? Pihaknya bahkan sampai membebaskan Martha Vist Carbine untuk rencana mereka ini.)
    • Pihak Mineva Zabi, yang ingin sekali lagi mencegah pecahnya perang. (Meski belum tampil, tapi aku dengar kalau tokoh Gundam Unicorn, Banagher Links, direncanakan muncul di kemudian hari.)

Narrative Gundam, yang menjadi MS utama di seri ini, dikisahkan adalah prototipe uji untuk perlengkapan MS Nu Gundam yang digunakan Amuro Ray di CCA. MS ini tak terintegrasi dengan teknologi psychoframe. Secara spek, usianya dibandingkan Phenex pun tertinggal beberapa tahun. Namun, dengan penambahan perlengkapan-perlengkapan khusus, sekaligus baju kokpit istimewa yang berbasis material psychoframe, Jona bisa agak mengimbangi performa yang Phenex miliki.

Phenex ditampilkan sebagai MS yang sangat OP, yang seakan tak terkejar, bahkan bila dibandingkan dengan Unicorn dan Banshee. Warnanya emas secara menyeluruh, dan menggunakan dua funnel mirip ekor/sayap yang berfungsi sebagai remote weapon. Desain MS ini sebenarnya cukup lama telah diperkenalkan dalam berbagai material sampingan, bahkan sempat muncul dalam animasi CG pendek untuk Reconguista in G.

Sinanju Stein yang akan digunakan Zoltan kudengar adalah prototipe MS Sinanju yang digunakan Full Frontal di Gundam Unicorn. Lebih banyak soal itu mending aku ulas sesudah melihat episodenya secara lengkap.

Selebihnya, masih agak susah menebak ceritanya akan berkembang ke mana.

Cerita anime ini kudengar berbeda drastis dibandingkan di novelnya. Anime Gundam Narrative berlatar setahun penuh sesudah Gundam Unicorn, misalnya. Sedangkan novel “Phoenix Hunting” berlatar menjelang akhir penyelesaian cerita. Jona bahkan hanya menggunakan MS produksi massal Stark Jegan dalam novel, dan karakter Michelle bahkan sama sekali tak ada.

(Edit: ternyata novelisasi untuk Gundam Narrative sudah dibuat! Jadi ada versi novel lain lagi!)

Senkou

Pengumuman berikutnya yang mengejutkan, yang pada bulan April lalu sempat di-tease dalam acara presentasi, dan juga sempat diindikasikan lewat kemunculan MS Gustav Karl (penerus MS produksi massal Jegan) di episode-episode terakhir Gundam Unicorn, adalah tentang produksi Mobile Suit Gundam: Hathaway’s Flash. Ini merupakan seri baru lagi yang akan dibuat dalam format tiga film layar lebar.

Yang membuat ini mengejutkan adalah karena ceritanya diadaptasi dari novel Senkou no Hathaway yang dikarang sendiri oleh Tomino-san. Novel itu, pada dasarnya, merupakan sekuel dari novel CCA yang beliau buat. Meski begitu, latar belakangnya agak rumit.

Jadi, sempat ada dua (beberapa?) versi novel dari film layar lebar Char’s Counterattack. Yang pertama adalah novelisasi animenya (yang dipenai oleh Tomino juga). Lalu, yang kedua adalah Beltorchika’s Children (pertama diterbitkan dari 1989-1990), yang konon merupakan versi cerita orisinil yang punya cukup banyak perbedaan dibandingkan animenya.

Perbedaan-perbedaan tersebut di antaranya:

  • Amuro menggunakan MS Hi-Nu Gundam, pengembangan Nu Gundam, dalam klimaks cerita untuk menghentikan jatuhnya Axis; sedangkan Char menggunakan MS Nightingale yang merupakan pengembangan dari Sazabi.
  • Pacar Amuro yang diperkenalkan di Zeta Gundam, Beltorchika Irma, menggantikan peran Chen Agi dalam versi novel. Beltorchika (yang juga sempat tampil di Gundam Unicorn) bahkan dikisahkan tengah mengandung anak Amuro dalam cerita ini.
  • Karakter antagonis Quess Paraya tewas karena terbunuh tak sengaja saat melindungi Char dalam versi ini, berbeda dengan nasibnya di CCA.

Nah, versi novel Hathaway’s Flash ini sebenarnya adalah semacam sekuel dari Beltorchika’s Children, dan bukan sekuel dari Char’s Counterattack yang lebih banyak dikenal. Itulah alasan kenapa pengumuman satu ini mengejutkan.

Berlatar di UC 105, novelnya mengetengahkan putra kapten kapal induk legendaris Bright Noa dan Mirai Yashima, Hathaway Noa, yang pertama diperkenalkan dalam seri Zeta Gundam, tapi kemudian menjadi salah satu karakter utama di CCA.

Hathaway, yang kini sudah dewasa, dikisahkan telah tumbuh menjadi ahli botani yang pekerjaannya menuntut ia bolak-balik antara koloni-koloni luar angkasa dan Bumi. Namun, ia masih saja dihantui oleh kematian Quess yang tak sengaja disebabkannya, yang secara ironis telah membuat ia dipandang sebagai pahlawan. Karena tuntutan pekerjaannya itu, Hathaway melihat sendiri ketimpangan kualitas hidup antara penduduk Bumi dan luar angkasa.

Pemerintahan Federasi dalam cerita ini digambarkan sudah benar-benar korup. Bahkan sampai sering ada esktradisi orang-orang yang menentang kebijakan Federasi agar dipekerjakan sebagai penambang di luar angkasa.

Cerita dibuka dengan perkenalan Hathaway dengan dua orang sesama penumpang, dalam sebuah pesawat yang tengah dibajak teroris, yakni perwira militer Kenneth Sleg, dan seorang perempuan Newtype (sekaligus simpanan seorang pengusaha) bernama Gigi Andalusia. Teroris tersebut berasal dari organisasi Mufti (atau Mafty) yang menentang pemerintahan Federasi Bumi, dan dipimpin oleh sosok misterius Mufti Nabiyu Erin.

Yang tak orang-orang tahu adalah kenyataan bahwa Mufti tak lain adalah Hathaway sendiri.

Pertemuan ini menandai awal mula persaingan Hathaway dengan Kenneth yang kemudian diangkat menjadi komandan kesatuan khusus Circe yang ditugaskan menumpas Mufti. Gigi menjadi semacam karakter yang terjebak antara mereka berdua, dengan keterlibatannya dalam Circe karena kegunaan visi-visi masa depan yang ia peroleh, sekaligus ketertarikan kuatnya sendiri terhadap sosok pemimpin Mufti.

Seri ini memiliki nuansa suram dan dewasa dengan pemaparan Hathaway sebagai penjahat, tapi seri ini terutama dikenal karena akhir ceritanya yang sangat tragis. Hathaway akhirnya tertangkap Federasi dan dijatuhi hukuman mati tanpa pengadilan oleh ayahnya sendiri, sebelum Bright sadar yang tertangkap itu siapa. Cerita berakhir dengan bagaimana Kenneth, muak dengan segala kebusukan Federasi, akhirnya menyatakan niatnya pada Gigi untuk memulai organisasi Mufti buatannya sendiri.

Menurutku wajar bagaimana novel ini menjadi salah satu favorit Fukui-san.

Dalam novel, Hathaway menggunakan Xi Gundam, prototipe MS keluaran terakhir dari Project Zeta, sementara saingannya, perwira federasi berangasan Lane Aime, menggunakan Penelope Gundam yang merupakan MS pendahulunya. Kedua MS ini menarik karena menggunakan teknologi mengapung Minovsky Craft (yang terakhir kita lihat telah digunakan untuk kapal induk di seri Reconguista in G), lengkap dengan berbagai persenjataan remote dan beam. Di samping itu, bentuknya dirancang oleh Moriki Yasuhiro, mangaka dari seri super robot dewasa Hades Project Zeorymer, yang dikenal dengan gaya motif badan mechanya yang lancip.

Terus terang, aku terutama penasaran bakal kayak gimana bentuk MS-nya dalam wujud animasi nanti.

Detil-detil ceritanya juga dijamin bakal berbeda, karena kayaknya akan dibuat agar nyambung dengan apa yang terjadi di anime CCA. Satu hal yang sejauh ini jelas adalah gimana anime Hathaway’s Flash diumumkan berlatar di UC 0103, dua tahun sebelum latar cerita di versi novel. Itu jadi hal lain yang patut diperhatikan.

Selain itu, kurasa elemen-elemen ceritanya juga akan dibikin nyambung dengan apa yang nanti akan terjadi di Gundam Narrative.

Abad yang Baru

Melengkapi Gundam F91 dan V Gundam, kira-kira akan ada apa saja di abad baru linimasa UC?

Agak susah bilangnya. Sejauh ini, kita cuma tahu bahwa Twilight Axis nyambung dengan latar cerita F91 (dengan mengenalkan nama-nama yang kelak mendirikan faksi Crossbone Vanguard). Lalu, masa-masa ini banyak menyorot masa-masa keruntuhan Federasi Bumi. (Selain itu, gagasan manipulasi waktu yang Fukui-san usulkan masih menuai tanda tanya besar bagi penggemar.)

Selain yang di atas, juga sempat ada teaser untuk Gundam Unicorn 2 (!) yang akan berlatar di UC 0104. Lebih jauh soal infonya jelas belum ada, tapi itu jelas indikasi bahwa sebuah gagasan cerita telah ada di kepala Fukui-san.

Selebihnya, rentang waktu ini baru disorot lewat rangkaian seri komik Mobile Suit Crossbone Gundam karya Hasegawa Yuichi. Seri sekuel dari Gundam F91 ini punya basis penggemar lumayan kuat (dan sudah lama diharapkan bakal diangkat jadi anime). Elemen-elemen cerita Mobile Suit Crossbone Gundam: Steel 7 secara mulus nyambung dengan elemen-elemen cerita V Gundam lewat perkenalan awal mula teknologi sayap cahaya. Kelanjutannya, Mobile Suit Crossbone Gundam: Ghost, bahkan berlatar di rentang waktu yang sama dengan V Gundam lewat keberadaan Kekaisaran Zanscare sebagai pihak antagonis. Rilisan terbaru saat ini aku tulis, yakni Mobile Suit Crossbone Gundam: Dust, bahkan berlatar lebih jauh lagi, yaitu sekitar 15 tahun sesudah V Gundam, menjadikannya cerita paling jauh dalam linimasa UC saat ini.

Kayak biasa, kalau aku udah kesampaian nonton episode pertama, aku janji bakal menulis sesuatu tentang Gundam Narrative.

Iklan

About this entry