Gundam Build Divers

Gundam Build Divers, yang tamat belum lama ini, sebenarnya lumayan mengingatkan aku sama Gundam X. Pola ceritanya mirip. Kesan awalnya datar. Menjelang pertengahan, perlahan naik. Barulah menjelang akhir, ceritanya dipenuhi aksi lumayan seru. Selain itu, sama kayak Gundam X, meski jumlah penggemarnya enggak banyak, basis penggemarnya sama-sama benar-benar kuat.

Gundam Build Divers tayang semenjak musim semi tahun 2018 dan berjumlah total 25 episode. Meski berpremis mirip, ceritanya tak ada kaitannya sama sekali dengan Gundam Build Fighters maupun Gundam Build Fighters Try. Statusnya mungkin hanya sebatas sebagai spiritual successor. Sutradaranya adalah Watada Shinya (yang sebelumnya menangani GBF Try). Naskahnya ditangani oleh pendatang baru Kimura Noboru. Musiknya ditangani oleh Kimura Hideakira. Penyutradaraannya juga dibantu oleh sutradara mecha veteran Obari Masami, yang dihormati karena gaya koreografi super robot (dan fanservice) beliau. Produksinya, kayak biasa, dilakukan oleh Sunrise.

Sebelumnya perlu aku bilang, cerita Gundam Build Divers sebenarnya kurang begitu bagus. Kebanyakan fans Gundam normal mungkin takkan tertarik (atau bahkan tahan) menontonnya. (Sempat ada ulasan soal bagaimana rating TV seri ini kurang bagus.) Tapi, bagi orang-orang tertentu, ada sejumlah hal di GBD yang bisa membuatnya sangat gampang disukai.

Sebuah Dunia Baru

Gundam Build Divers adalah seputar suatu permainan virtual berskala besar bernama Gunpla Battle Nexus (GBN). Para pemainnya menggunakan suatu perangkat canggih untuk memasuki suatu dunia virtual yang mereplika sensasi kelima panca indera (ala Sword Art Online). Mirip GBF, dengan men-scan Gunpla yang mereka buat dan mengkaitkannya ke data ID yang mereka pakai, para pemain juga bisa memiloti Gunpla yang mereka buat di dalamnya. (Berbeda dengan kasus GBF dan GBF Try yang sebatas punya “arena” adu Gunpla, ada semesta luas yang benar-benar bisa dijelajahi dalam GBN.)

Karakter utamanya adalah siswa SMP bernama Mikami Riku. Bersama sahabat dekatnya, Hidaka Yukio, Riku kemudian memasuki GBN sesudah terinspirasi juara dunia Kujo Kyoya yang belum lama itu menang. Sesudah mendaftar dan masuk, Riku dan Yukki berkenalan dengan berbagai kawan dan rival baru, berjuang membangun Force mereka sendiri, lalu mengikuti berbagai event dalam upaya mengejar jejak Kyoya menjadi juara.

Atau, setidaknya, seperti itu awalnya.

Paruh pertama Gundam Build Divers mengetengahkan bagaimana Riku dan kawan-kawannya di tim Build Divers kemudian berhadapan dengan kasus pemakaian perangkat lunak ilegal Break Decal oleh kalangan Mass Diver yang misterius. Buff Decal itu ibarat “narkoba” virtual yang dapat meningkatkan kemampuan Gunpla pemakainya. Pemakaian Break Decal mengacaukan kestabilan sistem GBN dan berpotensi menghancurkannya. Riku dkk berperan dalam upaya menelusuri jejaknya sekaligus menghentikan dampaknya.

Peruh kedua bercerita tentang terungkapnya kenyataan kalau Sarah, gadis manis yang Riku dkk kenali dalam GBN (yang anehnya, tak pernah punya Gunpla sendiri tapi seakan selalu tahu tentang kondisi Gunpla orang lain), ternyata adalah makhluk hidup elektronik yang “terlahir” di dalam GBN. Seperti halnya Break Decal, kehadiran Sarah mengacaukan kestabilan sistem. Pandangan seluruh warga GBN kemudian terbagi soal bagaimana cara menyikapinya, apalagi saat ancaman hancurnya GBN lagi-lagi terjadi.

Jangan Berpikir Terlalu Keras Tentangnya

Bicara teknis, presentasi Gundam Build Divers terbilang bagus. Kira-kira sebanding dengan GBF dan GBF Try. Bahkan, mungkin melebihi dalam beberapa bagian? Enggak sampai sangat bagus, tapi rapi dan konsisten. Desain dan konsep karakternya mungkin kurang menarik bagi sebagian. Tapi, ini dipadu desain dan konsep mekanikal berkesan yang juga membuat adegan-adegan aksinya menarik.

Musik latarnya juga jadi kejutan. Aku suka musik latar di Gundam Build Divers. Terdengar variatif dan enak didengar gitu. Ini sayangnya agak kontras dengan lagu-lagu pembuka dan penutupnya, yang menurutku lumayan standar. (Yang lagi-lagi, jadi hal yang kontras dengan kasus GBF dan GBF Try.)  Selebihnya, audionya diperkuat dengan kualitas seiyuu yang solid. Akting mereka semua kuat, terlepas dari ceritanya yang…

…Hmmm.

Intinya, aku punya banyak keluhan tentang jalan cerita Gundam Build Divers.

Cerita Gundam Build Divers sama sekali enggak sebagus cerita GBF dan GBF Try. Ada terlalu banyak yang enggak masuk akal. Ada banyak plot hole. Ada banyak hal enggak nyaman yang jadi tersirat/diimplikasikan. Para karakter enggak berkembang. Pemaparan terlalu serius. Dramanya terlalu dipaksakan. Tidak ada elemen komedi romantis yang sebelumnya membuat GBF dan GBF Try begitu disukai. Elemen-elemen Gundam-nya juga maksa dan bahkan hampir enggak kerasa dalam cerita. Pokoknya, enggak bagus. Terus terang, aku sangat kecewa terhadap cerita seri ini.

Tapi, di sisi lain, ada banyak hal menarik juga yang Gundam Build Divers punya. Kalau kau mau mengesampingkan kelemahan-kelemahan di segi cerita—apalagi, kalau kamu pada dasarnya penggemar mecha—ini masih bisa jadi seri yang asyik dan menghibur.

Asyiknya di mana?

Yah, pertama… aspek mechanya kuat. Kalau soal animasi aksi mechanya, Gundam Build Divers menurutku melebihi GBF Try. Koreografinya sedemikian rupa sehingga tetap terlihat berkesan meski dalam adegan-adegan tarung paling singkatpun. Ini diperkaya dengan desain mecha variatif, yang mengkombinasikan elemen-elemen real robot dan super robot.

Kedua, pada saat lagi enggak terlalu serius, ceritanya memang bisa seru. Ini terutama terasa sesudah gadis kucing Momo—yang dalam dunia nyata adalah Yashiro Momoka, teman sekolah Riku dan Yukki yang sebelumnya bersikeras merekrut keduanya dalam tim sepakbola—ikut masuk ke dalam cerita.

Ketiga, selalu hadirnya cameo Patrick Colasour dalam setiap episode. Patrick adalah karakter dari Gundam 00 yang menjadi semacam butt monkey yang tak mati-mati di seri tersebut. Menemukan kapan Patrick bakal muncul menjadi semacam hiburan tersendiri bagi fans di tiap episode.

Keempat, yang mungkin agak kontroversial, adalah kehadiran gadis ninja Ayame. Ayame awalnya bergabung dalam Build Divers sebagai anggota tim sementara. Tapi, sebenarnya dia salah satu Mass Diver yang mengacaukan keseimbangan GBN di awal cerita. Desain karakter Ayame—yang di kehidupan nyata adalah siswi SMA Fujisawa Aya yang cantik—telah membuat banyak fans jatuh cinta.

Apa katamu? Kamu tanya apa empat hal ini aja bisa bikin Gundam Build Divers punya fans segitu kuatnya?

Jawabannya adalah YA.

Ayame Squad

Membahas soal mecha… kebanyakan Gunpla diperoleh para karakter utama dari toko Gunpla Gundam Base di Odaiba (suatu toko yang benar-benar ada di kehidupan nyata), di mana pegawainya, Nanase Nami, telah kenal akrab dengan Riku dan Yukki.

Riku mengawali cerita dengan Gundam 00 Diver yang dikustomisasi dari mecha utama di paruh kedua seri Gundam 00. Aku suka bentuknya yang rapi. Dengan bantuan Nanase Koichi—kakak lelaki Nanami yang kemudian bergabung dalam tim Build Divers dengan nama KO-1—Gunpla ini kemudian Riku kembangkan lagi menjadi Gundam 00 Diver Ace yang lebih lincah dan memiliki energi lebih efisien.

Pada paruh kedua cerita, Riku mengganti Gunpla utamanya dengan Gundam 00 Sky, yang mengkombinasikan elemen-elemen 00 Gundam dengan Destiny Gundam dari Gundam SEED Destiny.  Gunpla ini mencolok karena punya serangan khusus yang mana pedang anti-ship raksasanya dibungkus cahaya dari wings of light di punggungnya, dan dipadu dengan twin drive system, menghasilkan serangan dahsyat.

Yukki menggunakan GM III Beam Master yang dikembangkan dari MS produksi massal GM III dari seri Gundam ZZ dan film layar lebar Char’s Counterattack. Seperti yang namanya indikasikan, seri ini mengandalkan persenjataan beam dan didesain untuk memberi support dari jauh, di samping dilengkapi beragam misil. Kekhasannya adalah Changeling Rifle yang mampu berfungsi sebagai Beam Rifle sekaligus Beam Vulcan. Senapan ini bahkan bisa disambung dengan Buster Binder di pinggang untuk menghasilkan serangan Fusion Beam.

Menjelang akhir cerita, barulah Yukki mengembangkan Gunpla baru Jegan Blast Master yang dikembangkan dari MS produksi massal Jegan dari semesta Universal Century. Gunpla ini mengkombinasikan persenjataan beam dari beragam seri, yang meliputi dari High Mega Cannon milik ZZ Gundam dari Gundam ZZ, Calidus Multi-phase Beam Cannon milik Strike Freedom dari Gundam SEED Destiny, Twin Satellite Cannon dari Gundam X, GN Cannon dari Gundam 00, serta SigMaxiss Cannon milik Gundam AGE-3 dari Gundam AGE. Sebagai akibatnya, konsumsi energinya harus lebih hati-hati.

Momo menggunakan Momokapool yang dikembangkan dari MS bawah air Kapool yang muncul di Turn A Gundam. Desainnya bermotif penguin dan dibidik untuk menghasilkan keimutan maksimal. Dengan tambahan masukan dari Koichi, Gunpla ini menghilangkan beberapa fitur dasar Kapool (cakar dan peluncur misil) yang dianggap tidak imut. Tapi, dengan kelincahan dan pertahanannya yang sangat meningkat, ditambah kekuatan tamparannya, hasilnya tetap lebih kuat dari yang diduga. Apalagi dengan persenjataan beam yang ditambahkan di tangan dan perut. Di dalamnya, ada Gunpla mini Petitkapool yang dapat berfungsi sebagai escape pod. Dalam wujud bolanya, Momo juga merancang suatu serangan gabungan yang dilancarkannya bersama Riku.

Koichi sendiri, selaku anggota dengan pengalaman Gunpla paling banyak, menggunakan Galbaldy Rebake, hasil percobaan berulangnya, yang mengubah Galbaldy β yang lincah dari Zeta Gundam menjadi mecha kokoh dengan keluaran tinggi. Desain dan persenjataannya dipengaruhi desain Gundam Gusion Rebake dari Iron Blooded Orphans dan hasilnya menurutku beneran keren. Mengandalkan persenjataan fisik, ini Gunpla serba bisa yang kokoh buat segala medan.

Perwakilan dari dunia SD Gundam di Build Divers hadir dalam wujud RX-Zeromaru, wujud super-deformed bertema ninja dari Unicorn Gundam yang dibuat Ayame. Ini salah satu mecha paling berkesan di seri ini karena banyak fiturnya yang misterius, termasuk wujud Kakure untuk keperluan stealth. Peralatan yang digunakannya pun banyak bertema ninja. Fitur yang paling mencolok adalah bagaimana ia bergabung dengan robot burung Armed Armor Hattori untuk kemudian menjadi real mode.

Beberapa mecha lain yang mencolok di antaranya adalah:

  • Gundam AGEII Magnum andalan Kujo Kyoya dari Team Avalon, yang mengkombinasikan fitur transformasi pesawat yang Gundam AGE-2 punya dengan berbagai C-bit yang dimiliki Gundam AGE FX. Punya serangan khusus berupa pedang sinar raksasa yang dibentuk dari C-bit.
  • Grimoire Red Beret yang digunakan Rommel dari 7th Panzer Division. Ini salah satu desain favoritku, karena mengubah MS minor dari Reconguista in G menjadi MS militer keren sekaligus referensi terhadap Armored Trooper Votoms. Apalagi dengan bagaimana Rommel yang menjadi saingan Kyoya berwujud binatang ermine yang lucu. (Namanya pun diambil dari jendral terkenal di masa PD II.)
  • Gundam Love Phantom yang bersenjatakan sabit besar dari Gundam Deathscythe dari Gundam Wing, tapi sebenarnya didasarkan pada desain Strike Freedom dari Gundam SEED Destiny. Gunpla aneh tapi kuat ini milik Magee dari Adam’s Apple, yang sejak awal telah menjadi sekutu sekaligus mentor bagi tim Riku.
  • Gundam GP-Rase-Two (dibaca GP-rasetsu) milik Ogre, saingan abadi Riku dari tim Hyakki, menggantikan Ogre GN-X yang sebelumnya ia gunakan. Gunpla ini mengombinasikan badan Gundam Physalis dari Gundam 0083 dengan GN Drive dari Gundam 00, menghasilkan Gunpla kokoh dengan keluaran tenaga besar.
  • Seravee Gundam Scheherazade milik Sharyar dari Simurgh, salah satu perancang Gunpla paling veteran. Sosoknya paling mewakili aspek builder dari GBN. Gunpla dengan keluaran energi besar ini menggabungkan bentuk Seravee Gundam dengan bentuk modular dari kapal induk Ptlomaios, yang sama-sama berasal dari Gundam 00. Bentuknya agak ajaib, tapi masuk akal.
  • Gundam Jiyan Altron milik Tigerwolf dari Toraburyu, sosok yang sangat mewakili aspek fighter dari GBN. Ini Gunpla ganas bermotif melee tangan kosong selayaknya mecha-mecha petarung G Gundam, meski desainnya sendiri didasari Altron Gundam dari Gundam Wing. Memiliki bentuk pelindung bahu menonjol. Punya banyak serangan khusus. Apakah motifnya macan? Apakah motifnya serigala? Haruskah diperdebatkan?
  • Gundam Astray No-Name milik Shiba Tsukasa, kawan lama Koichi sekaligus antagonis utama di paruh pertama cerita. Ini salah satu desain Gunpla yang paling ditonjolkan karena memang konsepnya keren. Dikembangkan dari unit-unit Gundam Astray dari seri Gundam SEED Astray, apa yang terlihat sebagai jubah di sisinya adalah armamen komposit No-Name yang bisa berperan sekaligus sebagai perisai, meriam, dan bahkan unit-unit Blade DRAGOON. Gunpla ini juga memiliki nitro system dari Gundam Delta Kai dari UC-MSV, yang semakin meningkatkan kemampuannya.

…Mungkin kalian bisa lihat sendiri kalau konsep mecha seri ini sebenarnya sangat keren. Tapi, bahkan dengan koreografi bagus pun, kesannya tak maksimal karena kurang diimbangi cerita berbobot.

Ini sangat disayangkan karena ada banyak aksi yang berlangsung di latar unik, seperti di lautan es, pulau tropis, padang bunga, dsb. Bahkan perang besar terakhir seri ini berlangsung di kastil Team Avalon di mana ada pulau-pulau melayang. Apalagi dengan banyaknya cameo MS dari seri-seri Gundam lama.

Selamat Datang di Dunia Kami

Aku tertarik pada Gundam Build Divers karena memang menggemari GBF dan GBF Try. Tapi, yang benar-benar membuatku terpikat di awal adalah episode prolog yang menampilkan final antara Team Avalon dan 7th Panzer Division. Episode itu keren. Potensi yang ditampilkannya banyak. Makanya, aku (dan lumayan banyak fans lain) kecewa saat kelemahan dalam ceritanya benar-benar tampak.

Yang terutama tak aku suka adalah bagaimana pemaparan teknologi di Gundam Build Divers bukan hanya tak masuk akal, tapi juga cenderung menyesatkan. Sikap karakter Game Master sebagai administrator GBN bakal mengherankan siapapun yang pernah berurusan dengan MMORPG. Pemaparannya sangat mengganggu. Merusak suspension of disebelief. Pokoknya, bisa seketika bikin turn off orang.

Di sisi lain, aku suka pemaparannya terhadap dunia perakitan Gunpla. Seri ini menampilkannya sebagai dunia ramah yang bahkan bisa dimasuki amatiran yang belum tahu apa-apa tentang Gundam seperti Momo. Aku memang kecewa karena aspek Gundam-nya kurang menonjol. Tapi, mungkin itu upaya membuat dunia Gunpla lebih menarik bagi pemirsa mainstream. (Aku tak yakin upaya ini berhasil sih, tapi sudahlah.)

Akhir kata, seri ini tak punya nuansa persahabatan yang GBF usung. Seri ini juga tak punya nuansa pantang menyerah dan berbesar hati yang GBF Try punya. Bagi kebanyakan orang, seri ini susah disukai. Tapi, seri ini masih bisa kurekomendasikan kalau kalian benar-benar suka melihat penggambaran animasi mecha dan takkan mempermasalahkan ceritanya.

Sekali lagi, it’s not that bad.

Kalau dibandingkan Gundam AGE yang juga punya reputasi kurang bagus? Hmm. Entah ya. Hal-hal bagus yang Gundam Build Divers punya itu sangat unik sih. Tapi karena kesan datar dan tak masuk akalnya, mungkin sebagian orang akan memposisikannya di bawah Gundam AGE (yang ‘sekedar’ dipadatkan dan mengecewakan).

Aiiih, padahal aku sudah berkhayal orang-orang akhirnya akan bisa merekonstruksi gentingnya pertempuran terakhir di Gate of Zedan lagi!

Yah, mungkin lain kali.

Penilaian

Konsep: D+; Visual: B+; Audio: A-; Perkembangan: C+; Eksekusi: A; Kepuasan Akhir: C+

Iklan

About this entry