Anime Baru Musim Dingin 2017-2018

Maaf enggak nulis belakangan. Lagi banyak berbenah di kehidupan nyata. Aku bakal tetap nyoba ngeblog sih, walau mungkin enggak bisa sesering dulu.

Seperti biasa, winter menghadirkan judul-judul anime baru dalam jumlah agak banyak. Patut diperhatikan bagaimana kebanyakan judul menonjol adalah seri-seri sekuel. Selain itu, ada banyak anime drama keseharian yang mencolok di musim ini.

Mungkin kalian udah tahu, industri anime sedang mengalami pergeseran. Biaya produksi belakangan meningkat, studio-studio kecil cenderung tutup, lalu layanan-layanan streaming besar Netflix dan Amazon membawa perubahan-perubahan yang enggak disangka.

Yah, kayak biasa, daftar ini kurang bisa diandalkan.

Akan diupdate berkala apabila perlu.

Koi wa Ameagari ni You ni (Wit Studio)

Tachibana Akira adalah siswi SMA berusia 17 tahun yang jarang mengekspresikan diri. Dia bekerja sambilan di sebuah restoran keluarga. Di sana, dia menemukan cinta terpendam sesudah turunnya hujan terhadap Kondou Masami, manajernya yang berusia 45 tahun.

Juga dikenal dengan judul After the Rain, anime ini diangkat dari seri manga drama seinen karya Mayuzuki Jun dari penerbit Shogakukan. Ceritanya kudengar lumayan berkesan. Animasinya sejauh ini menghadirkan penggambaran suasana yang kuat. Watanabe Ayumu (Uchuu Kyoudai, Gurazeni) yang akan menyutradarai. Ditambah dengan bagaimana Wit Studio (Attack on Titan) yang memproduksinya, gelagatnya sejauh ini terbilang bagus. Penyanyi ternama Aimer akan membawakan lagu temanya.

Citrus (Passione)

Yuzu adalah seorang remaja perempuan modis yang baru pindah sekolah sesudah ibunya menikah lagi. Sekolahnya yang baru ternyata sekolah khusus putri dengan aturan-aturan sangat ketat dan konservatif. Yuzu akhirnya bentrok dengan Mei, kepala dewan siswa yang ternyata merupakan saudara tirinya di rumah. Namun, saat di rumah, Mei memperlihatkan ketertarikan tak disangka terhadapnya.

Diangkat dari seri manga yuri karya Saburouta, kudengar ini salah satu seri baru yang ditunggu oleh para penggemar genre ini. Grup band nano.RIPE akan membawakan lagu pembukanya. Takahashi Takeo (Spice and Wolf, Hinako Note) yang akan menyutradarai. Hayashi Naoki (Flip Flappers) yang akan menangani naskah. Meski aku bukan penggemar genre ini, kualitasnya sejauh ini juga kelihatan solid. Keluaran-keluaran Passione dari dulu memang cenderung bagus meski kurang menonjol.

BEATLESS (Diomedea)

Kecerdasan buatan ultra-canggih yang melampaui kecerdasan manusia telah ditemukan. Makhluk-makhluk hidup baru bernama hIE tercipta dari teknologi material yang belum sepenuhnya dipahami. Lacia, hIE berwujud perempuan yang mengusung semacam perangkat berbentuk peti mati hitam, berjumpa dengan remaja 17 tahun Endo Arato dan kemudian mengubah hidupnya.

BEATLESS berawal dari novel sains-fiksi remaja karya Hase Satoshi. Ilustrasi aslinya dibuat oleh Redjuice, dan karenanya, kesan futuristiknya agak mirip Guilty Crown. Berhubung novel aslinya terbit sekitar tahun 2014 dan kurang begitu menonjol, pengumuman soal anime ini seakan keluar entah dari mana. Key visual-nya kurang berkesan. Kualitas akhirnya juga masih jadi tanda tanya. Tapi sutradara andal Mizushima Seiji (Gundam 00, Concrete Revolutio) yang akan menangani. Sedangkan naskahnya ditangani bersama Zappa Go (Blend S, Koihime Musou) dan Takahashi Tatsuya (Rewrite, Eromanga Sensei). Aku pribadi tertarik dengan seri ini sekedar untuk tahu akhir ceritanya.

DARLING in the FRANXX (Trigger, A-1 Pictures)

Jauh di masa depan, umat manusia mendirikan kota benteng bergerak Plantation karena kerusakan alam. Makhluk-makhluk raksasa yang disebut Kyouryuu kini mengancam, dan hanya bisa dilawan menggunakan robot-robot Franxx yang raksasa. Pilot-pilot Franxx dididik di suatu lembaga bernama Mistilteinn. Hiro, alias Code: 016, dahulu dikenal sebagai murid paling jenius di Mistilteinn, tapi ia kehilangan kedudukannya karena suatu alasan. Sampai suatu ketika, seorang gadis misterius bertanduk dua bernama Zero Two muncul di hadapannya…

Disutradarai Nishigori Atsushi (The IDOLM@STER) dengan dibantu Akai Toshifumi, ini anime super robot orisinil yang menjadi proyek kolaborasi dua studio. Kekhasan animasi Trigger dan A-1 Pictures sama-sama tertuang, sehingga nuansanya kelihatannya bakal lumayan unik. Soal cerita masih menjadi tanda tanya, tapi Nishigori akan mengerjakannya dengan dibantu Hayashi Naotaka (Girl Friend BETA, Morita-san wa Mukuchi). Karena Koyama Shigeto menangani desain mecha, ada nuansa Star Driver di dalamnya juga. Aku berharap hasilnya bagus.

Devilman crybaby (Science SARU)

Di zaman purba, dunia kita ternyata pernah dikuasai kaum iblis. Remaja SMA berhati murni, Fudo Akira, diperingatkan oleh sahabatnya, Asuka Ryo, bahwa kaum iblis kuno sebentar lagi akan bangkit. Satu-satunya jalan untuk mencegah mereka menguasai bumi kembali adalah dengan menyatu dengan salah satu dari mereka. Dengan begitu, terlahirlah Devilman, makhluk dengan kekuatan iblis tapi dengan jiwa seorang manusia.

Diangkat dari seri manga dewasa apokaliptik legendaris karya Nagai Go, seri ini merupakan penceritaan baru yang akan ditangani oleh ahli animasi 2D, Yuasa Masaaki (Ping Pong, The Tatami Galaxy). Ceritanya berbeda sepenuhnya dari anime Devilman yang klasik, dengan nuansa yang lebih dekat ke manganya. Kelihatannya ini akan dibuat sedemikian rupa agar mudah dimasuki pendatang baru. Okouchi Ichirou (Code Geass, Valvrave) yang akan menangani naskahnya, jadi ada pengharapan kalau penceritaannya seru. Temanya berat dan jelas enggak cocok untuk semua orang, tapi ini salah satu judul paling ditunggu di musim ini. Ini tayang lebih cepat dari rencana (sebelumnya dijadwalkan musim semi), dan berformat ONA di Netflix.

Miira no Kaikata (8-Bit)

Kashiwagi Sora, pelajar SMA dengan cara pandang agak berbeda dari kebanyakan orang, pada suatu hari dikirimi mumi (makhluk berperban) dari Mesir oleh ayahnya yang “petualang.” Ukurannya kecil, hanya 12 cm, dan dengan segera menarik simpati Sora. Kehadiran Mi-kun yang misterius, mumi mungil tersebut, ternyata menjadi awal dari berbagai hal tak biasa lain yang terjadi pada Sora dan teman-temannya.

Dikenal juga dengan judul How to Keep a Mummy, ini diangkat dari seri manga komedi karya Utsugi Kakeru yang diserialisasikan di aplikasi Comico. Sutradara pendatang relatif baru Kaori (Yuyushiki) yang akan menanganinya. Naskahnya akan ditangani Akao Deko (Flying Witch, Noragami). Singkat kata, ini seri yang patut direkomendasikan kalau kalian penggemar makhluk-makhluk cute.

Hakata Tonkotsu Ramens (Satelight)

Fukuoka sekilas pandang merupakan kota yang damai. Tapi, di balik permukaan, kriminalitas merajaela. Wilayah Hakata, sarang penjahat profesional di kota tersebut, memiliki bermacam jenis orang: pembunuh bayaran, detektif, informan, pengatur balas dendam profesional. Tapi, bahkan di antara mereka, ada suatu legenda urban. Apabila kisah-kisah tentang para tokoh di dunia rahasia ini diceritakan, sang “pembunuh pembunuh bayaran” akan muncul.

Seri ini diangkat dari seri novel peraih penghargaan Dengeki karya Kisaki Chiaki dan Ichiiro Hako. Yasuda Kenji (Arata Kangatari) yang akan menyutradarai. Yasukawa Shogo (Alderamin on the Sky) yang akan menangani naskah. Ini jenis seri yang punya tokoh agak banyak dengan cerita berjalan setahap demi setahap. Visual animenya mungkin kurang berkesan, tapi aku pribadi sangat tertarik dengan seri novelnya. Musiknya yang ditangani Nakagawa Kotaro (Code Geass, Hayate no Gotoku) terbilang menjanjikan. Mudah-mudahan hasilnya bagus.

Idolish 7 (TROYCA)

Takanashi Tsumugi, seorang gadis biasa, mendapat pekerjaan sebagai manajer Idolish 7, suatu grup idola baru. Tsumugi harus membantu melatih tujuh pemuda yang menjadi personilnya, masing-masing dengan kepribadian dan persoalan pribadi sendiri-sendiri, dan menjadikan mereka bintang idola.

Idolish 7 diangkat dari game irama buatan Bandai Namco Online lewat kolaborasi dengan Lantis. Kudengar seri ini menonjol karena ceritanya yang penuh drama serta desain karakter buatan mangaka ternama Tanemura Arina (Full Moon wo Sagashite). Sutradara veteran Bessho Makoto (Shangri-La, Armitage: Dual-Matrix) yang akan menyutradarai. Sekine Ayumi (Makura no Danshi, Fate/Grand Order: First Order) yang akan menangani naskah. Singkatnya, ini anime idol yang kasusnya agak enggak biasa. Kualitas produksinya di atas rata-rata. Selain itu, sejauh yang aku dengar dari adik perempuanku, aspek ceritanya sendiri memang terbilang menjanjikan. Ini layak diperhatikan buat yang suka genre ini.

Death March Kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku  (CONNECT, SILVER LINK)

Suzuki Ichirou, yang kerap dipanggil Satou, sedang menjalani death march demi menyelesaikan program RPG yang akan dirilis perusahaannya. Saat berniat tidur sebentar untuk istirahat, Satou mendapati diri di suatu dunia lain yang memiliki fitur-fitur mirip dengan RPG yang ia kembangkan. Meski semula mengira sedang bermimpi, karena keadaan, ia melepas fitur bantuan meteor shower yang sebelumnya ia tambahkan. Di luar dugaan, hal ini membantai sejumlah besar musuh dan dengan segera mengubahnya menjadi sosok yang sangat kuat.

Diadaptasi dari seri novel karangan Ainana Hiro dengan ilustrasi buatan Shri, Desumachi termasuk salah satu seri isekai paling menonjol dengan pembangunan dunia yang rinci, karakter-karakter menarik, serta perkembangan cerita yang luas. Basis penggemarnya kudengar lumayan kuat. Connect dan Silver Link kembali bekerja sama untuk proyek ini. Meski tak pernah sampai wah, kualitas mereka cenderung solid. Di samping itu, sutradara handal Oonuma Shin (No-Rin, BakaTesto) yang akan menangani. Shimoyama Kento (Gintama, Servant x Service) yang akan menangani naskah. Musik akan ditangani MONACA. Aku pribadi merasa format animenya mungkin takkan optimal. Tapi, sebagai penggemar seri novelnya, judul ini akan aku perhatikan. Juga dikenal dengan judul Death March to the Parallel World Rhapsody.

Fate/Extra: Last Encore (SHAFT)

Kishinami Hakuno adalah seorang siswa SMA biasa di Perguruan Tsukumihara yang kemudian mendapati bahwa dunianya ternyata adalah dunia virtual. Sesudah menyadari diirnya tak memiliki ingatan masa lalu, Hakuno terpilih sebagai salah satu peserta kompetisi Perang Cawan Suci. Dengan iming-iming permohonan apapun yang bisa diwujudkan, dengan ditemani Saber yang misterius, Hakuno terlibat kompetisi hidup mati yang dapat menentukan masa depan dunia.

Last Encore diadaptasi dari game PSP Fate/Extra yang dikembangkan oleh Type-Moon bersama Image Epoch. Singkat cerita, game aslinya memiliki permainan kurang bagus, tapi memiliki cerita yang benar-benar menarik dengan penjabarannya soal eksistensi dan realita. Last Encore menjadi semacam penceritaan ulang dari cerita di gamenya tersebut. Berhubung SHAFT sebelumnya menangani animasi pembuka di gamenya, Last Encore jadi salah satu seri baru paling diperhatikan di musim ini. Miyamoto Yukihiro (Arakawa Under the Bridge) yang akan menyutradarai, dengan diawasi oleh Simbo Akiyuki (Sangatsu no Lion, Puella Magi Madoka Magica). Perlu diperhatikan bahwa naskahnya akan ditangani sendiri oleh Nasu Kinoko yang telah mencetuskan cerita di gamenya. Musik akan ditangani Kosaki Satoru (Bakemonogatari). Seperti Fate/Apocrypha, cerita Fate/Extra berdiri sendiri dan terpisah dari seri-seri Fate yang lain.

Gakuen Babysitters (Brains Base)

Sesudah meninggalnya kedua orangtua mereka dalam kecelakaan pesawat terbang, Kashima Ryuuichi, beserta adiknya yang masih balita, Kotarou, dibolehkan tinggal bersama kepala Akademi Morinomiya, yang juga kehilangan anak dan menantunya dalam kecelakaan yang sama. Syaratnya, Ryuuichi harus mau bekerja sebagai babysitter di daycare center di akademi tersebut.

Diangkat dari seri drama karya Tokeino Hari, dikenal juga dengan judul School Babysitters, ini seri manga berdurasi lumayan panjang yang akhirnya dianimasikan juga. Pendatang baru Morishita Shuusei yang akan menyutradarai. Naskahnya akan ditangani oleh Kakihara Yuuko (Chihayafuru 2, Orange). Daya tarik seri ini agak susah dijelaskan kalau kalian tak suka anak-anak. Intinya soal bagaimana kehidupan SMA Ryuuichi jadi bercampur dengan kehadiran anak-anak yang diasuhnya. Meski tak menonjol, kualitasnya sejauh ini kelihatannya cukup solid.

Karakai Jouzu no Takagi-san (Shinei Animation)

Nishikata adalah siswa SMP yang berkali-kali merasa dipermalukan karena sehari-hari dijahili Takagi, gadis manis yang duduk di sebelahnya di kelas. Pada suatu hari, Nishikata bersumpah untuk bisa membalas Takagi. Tapi Takagi membuktikan diri sebagai lawan yang tangguh.

Diangkat dari manga komedi romantis karya Yamamoto Souichirou yang sudah banyak direkomendasikan, anime ini juga akan mengangkat cerita seri lepasannya, Ashita wa Doyoubi, yang memberi fokus pada karakter-karakter berbeda.  Akagi Hiroaki (Hinalogi) yang akan menyutradarai. Komposisi seri akan ditangani Yokote Michko (Genshiken, RIN-NE). Visualnya sejauh ini benar-benar menjanjikan, dengan latar cerita yang cerah dan desain karakter yang manis. Mudah-mudahan hasilnya bagus.

Killing Bites (LIDEN FILMS)

Dalam suatu insiden, Nomoto Yuuya berkenalan dengan Uzaki Hitomi, seorang perempuan yang lengan dan kakinya mampu berubah menjadi lengan dan kaki binatang honey badger. Ini awal pertemuan Yuuya dengan dunia Killing Bites, turnamen rahasia di mana duel-duel antara hibrida manusia dan binatang dilakukan.

Seri aksi ini didasarkan dari seri manga seinen hasil kolaborasi Sumita Kazasa (Witchblade Takeru) dan Murata Shunya (Jackals). Terlepas dari kecendrungannya untuk menghadirkan fanservice, aku dengar adegan-adegan aksinya terbilang seru. Nishikata Yasuto (sutradara episode Arslan Senki, Nanatsu no Taizai) yang akan menangani. Naskahnya akan ditangani Akashiro Aoi (Youjitsu, Fuuka). Musiknya ditangani Takanashi Yasuharu (Naruto Shippuden, Fairy Tail). Kualitas keluaran LIDEN FILMS cenderung gampang turun naik, tapi yang ini kelihatannya solid. …Iya, visualnya yang mencolok memang memberi kesan awal yang sedikit kurang nyaman. Grup musik fripSide akan membawakan lagu pembukanya.

Kokkoku: Moment by Moment (Geno Studio)

Suatu aliran kepercayaan misterius bernama Genuine Love Society telah menculik saudara lelaki dan keponakan Yukawa Juri. Demi menolong mereka, Juri dan keluarganya kemudian menggunakan batu pusaka turun-temurun untuk membaca mantera yang membukakan dunia paralel Stasis, di mana waktu terhenti. Alangkah herannya mereka saat mendapati bahwa di markas para penculik, ada orang-orang lain selain mereka yang bisa bergerak. Di samping itu, hadir makhluk-makhluk mengerikan berkeliaran yang kini mengancam keselamatan mereka semua.

Diangkat dari seri manga sains fiksi karya Horio Seita yang diserialisasikan Kodansha dari tahun 2008-2014, anime ini akan menjadi seri TV pertama keluaran Geno Studio, studio animasi baru yang terbentuk dari staf studio Manglobe (yang tutup sesudah mengerjakan proyek anime Gangsta. dan separuh proyek Genocidal Organ). Ohashi Yoshimitsu (Sacred Seven, Galaxy Angel) yang akan menyutradarai. Kimura Noboru (Amagami SS+, Nyaruko) yang menangani komposisi seri. Musiknya akan ditangani MICHIRU. Desain karakter aslinya dibuat oleh Umetsu Yasuomi (Mezzo, Kite). Karena latar belakang di balik proses pembuatannya, ada lumayan banyak orang memperhatikan seri ini.

Märchen Mädchen (Hoods Entertainment)

Kagimura Hazuki kerap menyendiri untuk membaca buku karena merasa kurang nyaman dengan lingkungan keluarganya yang baru.  Di sekolah, pada suatu hari, salah satu buku di rak perpustakaan membawanya ke dunia lain dengan sekolah ajaib di mana ia berjumpa dengan Tsuchimikado Shizuka. Hazuki kemudian mengetahui bahwa gadis-gadis seperti Shizuka yang menjadi siswi di sekolah tersebut dipilih oleh dongeng-dongeng dan cerita rakyat kuno untuk bisa menggunakan sihir.

Seri ini diangkat dari seri light novel karya mendiang Matsu Tomohiro yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. Ilustrasinya dibuat oleh Kantoku. Saito Hisashi (Haganai, Bamboo Blade) yang akan menyutradarai seri ini, dengan dibantu oleh Ueda Shigeru (RIN – Daughters of Mnemosyne, Senran Kagura). Naskah dan komposisi seri ditangani bersama oleh Asaura, Monda Yuuichi, dan Kingetsu Ryunosuke, dengan kredit diberikan pada mendiang Matsu juga. Karena bersifat separuh passion project, anime ini mungkin takkan mencolok. Tapi seri ini bisa tetap menarik bagi yang suka.

Ramen Daisuki Koizumi-san (Studio Gokumi, AXsiZ)

Koizumi, seorang siswi SMA, sekilas pandang terlihat seperti gadis cantik yang cool. Tapi, di luar dugaan, dirinya benar-benar suka makan ramen.

Diangkat dari seri manga karya Narumi Naru, juga dikenal dengan judul Ms Koizumi Loves Ramen Noodles, ini seri komedi kuliner yang mengikuti keseharian para tokoh utamanya. Seto Kenji (Gakusen Toushi Asterisk) yang akan menyutradarai. Naskahnya akan ditangani Takahashi Tatsuya. Kurasa ini bukan seri yang akan menonjol, tapi menarik sebagai selingan. Perlu diperhatikan bahwa lagu pembukanya akan menjadi debut solo Suzuki Minori, pengisi suara Freyja Wion dari Macross Delta.

Mitsuboshi Colors (SILVER LINK)

Di suatu taman yang terletak di suatu sudut di wilayah Ueno, Tokyo, terdapat markas rahasia suatu ‘kelompok keadilan’ yang menyebut diri mereka Colors. Colors beranggotakan tiga anak perempuan usia SD: Kotoha, Yui, dan Sacchan, yang siang-malam (sebenarnya, hanya sampai sore) menjaga kedamaian taman tersebut.

Diangkat dari seri manga karya Katsuwo, ini seri terbilang ringan yang mengetengahkan tiga pengisi suara Hioka Natsumi, Takada Yuuki, dan Kouno Marika. Kawamura Tomoyuki (Binbougami-ga!) yang akan menyutradarai. Naskah akan ditangani Yasukawa Shogo (Hyperdimension Neptunia, Alderamin on the Sky). Ada gelagat kalau seri ini akan lebih bagus dari yang dikira.

Sora Yorimo Tooi Basho (Madhouse)

Tamaki Mari, yang biasa dipanggil Kimari, bersama tiga siswi SMA lain berkesempatan untuk bergabung dalam ekspedisi ke Antarctica, Kutub Selatan. Demi menjangkau tempat yang bahkan lebih jauh dari alam semesta, mereka berjuang dan tumbuh bersama dalam menghadapi kondisi-kondisi alam ekstrim.

Juga dikenal dengan judul A Place Further Than the Universe, ini proyek orisinil yang digawangi oleh para staf dari anime No Game, No Life. Sutradara andal Ishizuka Atsuko yang akan menangani, dengan Hanada Jukki menangani naskah dan komposisi seri. Musiknya akan ditangani oleh Fujisawa Yoshiaki. Sekilas, seri ini mungkin terdengar kurang menarik. Tapi menurutku, seri ini berpotensi besar menjadi kejutan. Mungkin akan ada banyak pelajaran bertahan hidup di alam liar yang bakal bisa diambil dari seri ini.

Grancrest Senki (A-1 Pictures)

Kekuatan chaos yang tersebar di alam senantiasa membawa bencana. Tapi, kekuatan tersebut dapat dikendalikan dengan bantuan lambang Crest, yang mampu menenangkan chaos dan melindungi masyarakat. Sayangnya, para penguasa di masa kini telah melupakan tugas mereka untuk memurnikan chaos. Mereka sebaliknya menggunakan kekuatan Crest masing-masing untuk memperbutkan kekuasaan. Siluka, seorang gadis penyihir yang terasing, suatu hari berjumpa dengan Theo, seorang pemuda pengelana yang tengah berlatih untuk membebaskan kampung halamannya. Saat mengetahui bahwa Theo, sekalipun rakyat jelata, ternyata memiliki sebuah Crest, Siluka bersumpah setia pada Theo dan bertekad menjadikannya penguasa yang adil.

Juga dikenal dengan judul Record of Grancrest War, anime ini diangkat seri novel fantasi yang dipenai oleh Mizuno Ryo, yang juga mengarang seri fantasi klasik Record of Lodoss War. Hatakeyama Mamoru (Shouwa Genroku Rakugo Shinjuu, Sankarea) yang akan berperan sebagai sutradara. Mizuno, dengan dibantu penulis RPG meja Yano Shunsaku, yang akan menangani komposisi seri. Meski mungkin tak sempurna, kemungkinan besar ini akan jadi seri anime fantasi yang sudah lama enggak kelihatan.

Ryuuou no Oshigoto! (Project No.9)

Remaja SMA Kuzuryuu Yaichi, yang memegang gelar Ryuo, adalah pemain shogi terkuat di Jepang meski masih berusia muda. Pada suatu hari, seorang gadis SD pecinta shogi bernama Hinatsuru Ai tiba-tiba muncul dan menuntut Yaichi memenuhi janji untuk menjadi gurunya. Yaichi tidak ingat akan janji tersebut, tapi hubungan guru dan murid kemudian terjalin antara keduanya.

Juga dikenal dengan judul The Ryuo’s Work is Never Done!, buat yang belum tahu, ini diangkat dari seri light novel karangan Shirow Shiratori dan Shirabi yang telah menduduki posisi puncak selama dua tahun berturut-turut dalam ranking LN di Jepang. Meski kehadiran anak-anak perempuan usia SD di dalamnya agak aneh, aspek shogi-nya konon dikaji dan dijabarkan dengan benar-benar keren. Yanagi Shinsuke (Momo Kyun Sword, And you thought there is never a girl online?) yang akan menyutradarai. Naskah akan ditangani oleh Shimo Fumihiko (Clannad, Infinite Stratos, New Game!). Musik akan ditangani oleh Kawai Kenji (Ghost in the Shell, Fate/stay night). Tanpa dapat disangkal, gelagat seri ini sejauh ini benar-benar bagus.

Katana Maidens – Toji no Miko (Studio Gokumi)

Para miko berpedang telah melindungi manusia dari aratama sejak zaman kuno. Para miko ini dikenal dengan sebutan Toji, dan mengabdi di dalam kesatuan kepolisian. Pemerintah telah mendirikan lima sekolah yang khusus untuk mendidik para Toji. Etou Kanami yang berusia 13 tahun adalah salah satu gadis ini. Mereka menjalani kehidupan sekolah biasa, meski sesekali menggunakan pedang untuk melindungi masyarakat. Lalu pada musim semi, suatu turnamen antara mereka akan digelar.

Ini adalah proyek orisinil Studio Gokumi yang sudah direncanakan agak lama. Kalau kalian suka dengan karakter-karakter gadis cantik berpedang, dengan gaya tarung dan filosofi pedang beragam, seri ini mungkin patut diperhatikan. Kakimoto Koudai (Cyborg 009 Call of Justice) yang akan menyutradarai. Takahashi Tatsuya (Eromanga Sensei, The IDOLM@STER Cinderella Girls) yang akan menangani komposisi seri.

Slow Start (A-1 Pictures)

Ichinose Hana, berusia 16 tahun, karena suatu alasan, terlambat setahun memulai SMA. Walau hal tersebut bukan masalah besar bagi orang-orang di sekelilingnya, kenyataan itu menjadi hal besar bagi dirinya sendiri. Ichinose ingin segera bisa mengejar teman-temannya yang lain suatu hari nanti.

Seri ini diangkat dari seri manga karya Tokumi Yuiko yang diserialisasikan di Manga Time Kirara milik penerbit Houbunsha. Jadi, iya, ini jenis seri yang bisa imut sekaligus berbobot. Hashimoto Hiroyuki (Magical Girl Raising Project) yang akan menangani. Naskahnya akan ditangani oleh Inoue Mio. Kualitasnya sejauh ini kelihatannya solid.

Yurucamp (C-Station)

Shima Rin senang berkemah sendirian di seputaran danau-danau yang menghadirkan pemandangan Gunung Fuji. Kagamihara Nadeshiko senang bersepeda sendirian ke tempat-tempat di mana ia bisa menyaksikan pemandangan yang sama. Dua perempuan ini kemudian berkenalan, mulai sering berkemah bersama, menikmati cup ramen, sekaligus menikmati pemandangan.

Ini diangkat dari seri manga keseharian karya Afro yang juga dikenal dengan judul Yurukyan atau Laid-Back Camp Δ. Faktor pemandangan alam akan berperan penting di seri ini, seiring dengan bertambahnya jumlah karakter berperan. Kyougoku Yoshiaki (Tokyo Ghoul, Kuroko’s Basketball) akan memulai debut sebagai sutradara di seri ini. Naskah akan ditangani oleh Tanaka Jin (Anne-Happy). Musiknya akan ditangani oleh Tateyama Akiyuki (Kumamiko, Idol Jihen). Untuk kalian yang rindu ketenangan, seri ini mungkin patut diperhatikan. Aku berharap hasilnya bagus.

Violet Evergarden (Kyoto Animation)

Pada suatu watu, di benua Telesis, perang besar yang memisahkan daratan menjadi Utara dan Selatan akhirnya usai sesudah empat tahun. Masyarakat menyambut datangnya generasi baru. Seorang gadis muda, Violet Evergarden, memulai hidupnya yang baru di CH Postal Service. Berperan sebagai Auto Memories Doll, ia mengusung kenangan orang dan mengubah kenangan tersebut menjadi kata-kata. Dalam perjalanannya, Violet berhadapan dengan beragam emosi orang dan berbagai bentuk kasih sayang. Itu mencakup rangkaian kata-kata yang juga pernah didengarnya di medan pertempuran, yang hingga kini berusaha ia pahami maknanya.

Ini bisa jadi adalah anime paling ditunggu di musim ini semenjak trailer-nya yang sangat menakjubkan diperlihatkan setahun lalu. Seri ini diangkat dari novel karya Akatsuki Kana yang diilustrasikan Takase Akiko, yang secara menakjubkan memenangkan penghargaan novel KyoAni tahun 2014 (yang biasanya, enggak pernah ada yang menang). Pentolan KyoAni, Ishidate Taichi yang akan menyutradarai, dengan naskah dipenai oleh Yoshida Reiko (Yowamushi Pedal, Bakuman). Kualitas visualnya luar biasa. (Ini juga semula dijadwalkan musim semi, tapi tetap akan keluar musim ini?)

Satu judul lain yang patut diperhatikan adalah seri komedi sureal (satir?) Pop Team Epic. Produksinya dilakukan studio animasi Kamikaze Douga. Ceritanya tentang sepasang siswi SMP(!) yang melakukan serangkaian hal gila yang sulit aku jelaskan di sini. Seri ini diangkat dari manga 4-kotak karya Oukawa Bkub dan patut dilihat semata karena desain karakternya yang enggak biasa. Seri ini cukup terkenal bahkan di luar Jepang, meski dalam kalangan terbatas.

Kisah dua gadis kurcaci hutan mungil dari seri manga karya Kashiki Takuto, Hakumei to Mikochi, juga akan tayang. Ceritanya sederhana dan berkesan keseharian. Meski begitu, staf produksinya meyakinkan. Ando Masaomi (School-Live!) akan menyutradarai dengan Yoshida Reiko (Bakuman, K-ON!) menangani naskah. Studio Lerche yang akan memproduksi. Ini layak jadi pilihan kalau kalian suka cerita-cerita dengan latar hutan.

Karya klasik Fujisaki Ryu di Shonen Jump, yang diangkat dari sastra Cina klasik Fengshen Yanyi, Houshin Engi (juga dikenal dengan judul Soul Hunters), akan diadaptasi ulang dalam bentuk anime oleh C-Station. Meski masih diragukan (apalagi dengan jumlah episodenya yang diumumkan hanya 23), aku seriusan berharap hasilnya bagus. Hakyuu Houshin Engi berkisah tentang perjuangan panjang Taikoubo menjatuhkan siluman rubah Daiki yang telah mengambil alih kekuasaan dinasti. Kelihatannya, versi ini akan punya cerita yang lebih dekat ke manganya. Seperti halnya karya-karya FujiRyu lain, ceritanya lumayan nyeleneh.

Studio DEEN akan menganimasikan Junji Ito Collection. Ini merupakan kumpulan cerita pendek dari mangaka horor terkenal Itou Junji (Tomie, Uzumaki). Kekhasan dari horor beliau adalah keganjilan-keganjilannya yang di luar nalar. Bagaimanapun hasilnya, ini kurasa patut dilihat.

Studio Pierrot membawakan seri baru Sanrio Danshi. Ini berkisah tentang sekelompok cowok SMA yang secara kebetulan mendapati satu sama lain sangat, sangat suka karakter-karakter Sanrio (macam Hello Kitty dan Pom Pom Purin.) Aku pribadi juga suka karakter-karakter Sanrio, jadi aku mungkin bakal memperhatikan seri ini.

Untuk suatu alasan, studio animasi Bridge memproduksi Nanatsu no Bitoku, yang mengetengahkan tujuh kebaikan yang diwujudkan dalam bentuk manusia. Ini, uh, semacam lepasan dari seri fanservice sin Nanatsu no Taizai yang keluar beberapa waktu lalu.

Buat kalian yang masih haus dengan anime mecha, seri super robot untuk anak-anak bertema kereta Shinkansen Henkei Robo Shinkalion the Animation akan diproduksi oleh Oriental Light & Magic. Desain mekanisnya cukup berkesan. Susah membayangkan ceritanya, tapi kesannya sejauh ini lebih menarik dari dugaan. Perlu disinggung kalau idola virtual Hatsune Miku akan berperan sebagai karakter di dalam ceritanya.

Soal anime-anime sekuel… kebanyakan yang menonjol di musim ini justru adalah anime sekuel.

  • Overlord II (Season 2) akan tampil. Madhouse masih akan memproduksi. Kita bisa kembali menjumpai Ainz dan anak-anak buahnya di musim ini, dan kelanjutan upaya mereka menanamkan kedudukan mereka dunia. (Wow, Madhouse sibuk musim ini.)
  • Babak baru dari kisah tragis penuh darah tentang dua klan ninja yang diharuskan saling membunuh, Basilisk: Ouka Ninpouchou, juga hadir. Ini lumayan enggak disangka. Agak susah berkomentar, berhubung para karakternya baru semua meski latar ceritanya sama. Kudengar ini emang diangkat dari novel sekuel karangan Yamada Futarou. Tapi, entah ya. Kesannya lumayan berbeda dibanding Basilisk: Kouga Ninpouchou yang jadi pendahulunya. Seven Arcs yang kali ini memproduksi.
  • Cardcaptor Sakura: Clear Card, yang diangkat dari seri manga terkenal buatan CLAMP, juga akan dianimasikan! Ceritanya mengetengahkan pengalaman Sakura semasa SMP, dan langsung melanjutkan cerita sesudah tamatnya seri asalnya. Madhouse kembali memproduksi. Semua seiyuu lama bahkan tampil kembali. (Madhouse beneran)
  • Nanatsu no Taizai: Imashime no Fukkatsu (Season 2… eh, bener kan?), mengetengahkan bab baru perjuangan Meliodas dan kawan-kawan sesudah menolong sang putri, akan hadir. A-1 Pictures kembali memproduksi. Iya, mereka melawan musuh baru, memberi indikasi soal apa yang telah dialami Meliodas di masa lalu.
  • Kokonatsu dan kawan-kawannya dan keseharian mereka di toko permen, Dagashikashi (Season 2) akan kembali hadir. Tezuka Productions akan menggantikan feel. dalam produksi. Ada sejumlah orang yang skeptis soal kualitasnya, tapi kita harapkan saja yang terbaik.
  • Juga akan ada anime balap sepeda Yowamushi Pedal GLORY LINE (Season 4). Produksi masih oleh Studio DEEN.
  • Menyusul berakhirnya versi keluaran Ufotable yang menitikberatkan aksi, Zoku Touken Ranbu – Hanamaru (Season 2) yang menitikberatkan keseharian para cowok personifikasi pedang, juga akan tayang. Doga Kobo kembali memproduksi.
  • Gin no Guardian (Season 2) juga akan hadir dari Emon.
  • Kaiju Girls (Season 2)yang memunculkan versi cewek manis dari monster-monster raksasa klasik, akan kembali hadir.
  • Seri terbaru waralaba gadis ajaib penuh aksi, Hugtto! Precure, juga akan tayang. Toei Animation akan kembali memproduksi.

Beberapa seri lain yang muncul adalah seri bishounen DamexPrince ANIME CARAVAN, seri dewasa agak bahaya 25-Sai no Joshi Kousei – Kodomo ni wa Oshierarenai Koto Shite Yaru yo tentang perempuan dewasa yang menyamar sebagai gadis SMA, Hataraku Onii-san! yang merupakan komedi soal kucing-kucing yang mengambil beragam kerja sambilan, serta Pochitto Hatsumei Pikachin-Kit tentang seorang anak yang menggunakan sejumlah piranti misterius untuk menghadirkan penemuan baru.

Dari segi anime pendek, juga akan ada:

  • Saiki Kusuo no Psi Nan (Season 2), kelanjutan seri komedi yang banyak ditunggu tentang remaja SMA Saiki Kusuo dan beragam kekacauan yang diakibatkan kekuatan supernaturalnya. Anime ini lebih sukses dari yang aku duga.
  • Takunomi, tentang perempuan-perempuan berusia 20an tahun yang menikmati bir di rumah mereka.
  • Mameneko, tentang anjing shiba inu yang diadopsi sebuah keluarga yang telah memelihara dua ekor kucing. Ini menarik buat penyuka binatang.
  • gdgd men’s party… tentang dua cowok yang terbawa ke dunia lain dan terjebak dalam situasi harus menyelamatkan seorang putri.

Dari segi film layar lebar, ada lumayan banyak judul menonjol.

  • Tokimeki Restaurant *** Miracle6 keluaran Production I.G. Ceritanya tentang seorang gadis yang mengambil alih sebuah restoran yang kerap disambangi sejumlah idola tampan.
  • Sayonara no Asa ni Yakusoku no Hana wo Kazarou, film drama keluaran orisinil P.A. Works yang mengangkat tentang bagaimana orang-orang berjumpa dan berpisah jalan.
  • Infini-T Force Gatchaman Saraba Tomoyo, keluaran Tatusnoko Productions dan Digital Frontier, yang kembali mengetengahkan para karakter superhero klasik Tatsunoko, dengan sedikit fokus pada Ken.
  • Mazinger Z/Infinity, yang merupakan soft reboot dari seri super robot klasik Mazinger Z, dengan para karakter utama yang kini telah dewasa.
  • Chuunibyou Demo Koi ga Shitai –Take On Me-, keluaran KyoAni, yang akan menjadi sekuel dari seri televisinya! Dengan kata lain, ini cerita yang sepenuhnya baru.

Selain itu, juga akan ada kelanjutan film kompilasi Macross Delta: Gekijo no Walkure dari Satelight (aku serius berharap akan ada adegan-adegan yang diperbaiki); dua film kompilasi Full Metal Panic! dari GONZO untuk menyambut seri TV-nya yang baru, yakni One Night Stand dan Into the Blue; serta bagian kedua dari trilogi film kompilasi Code Geass: Hangyaku no Lelouch.

Dari segi OVA dan lainnya, game terkenal soal gadis-gadis kucing NEKOPARA akan keluar animenya. Production IMS akan mengeluarkan babak terakhir(?) konflik iblis dengan Basara dan adik-adik tirinya lewat Shinmai Maou no Testament DEPARTURES. ReLife Kanketsu-hen produksi TMS Entertainment juga akan menghadirkan babak terakhir dari kisah obat masa muda ReLife. Dari sisi Type-Moon dan FGO, Lay-duce kembali mengeluarkan anime spesial Fate/Grand Order – Moonlight/Lostroom yang menjadi kelanjutan anime spesial tahun lalu. Ufotable juga merilis seri lepasan komedi Fate/Grand Order x Himuro no Tenchi ~7-nin no Saikyou Ijin-Hen yang mempertemukan para karakternya dengan sejumlah karakter sampingan dari Fate/stay night.

Tambahan, episode-episode spesial dari Emiya-sanchi no Kyou no Gohan, atau Today’s Menu for Emiya Family, drama keseharian bertema masakan karya TAa yang menjadi lepasan dari Fate/stay night, akan mulai tayang secara bulanan. Ufotable yang akan memproduksi. Ini di luar dugaan.

Kayak biasa, hal-hal baru akan ditambahkan nanti.

(Sumber dari ANN dan Anime Now!.)

(Anime Now! mau tutup! Tidaaaaak!)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: