Archive for Oktober, 2017

31/10/2017

Isekai wa Smartphone to Tomo ni

Isekai wa Smartphone to Tomo ni, atau yang juga berjudul In Another World With My Smartphone (‘di dunia lain bersama ponsel pintarku’), adalah seri yang agak anomali.

Isekai Smartphone berawal dari seri web novel yang dikarang Fuyuhara Patora dari tahun 2013. Mulai tahun 2015, seri ini diterbitkan resmi oleh Hobby Japan dengan ilustrasi buatan Usatsuka Eiji. Pada awal tahun ini, tahu-tahu saja seri ini diadaptasi ke bentuk anime oleh Production Reed. Sutradaranya Yanase Takeyuki. Naskah ditangani oleh Takahashi Natsuko. Musik dikomposisi oleh Exit Tunes. Jumlah episodenya sebanyak 12 dan animenya pertama tayang pada musim panas tahun 2017.

Masih di sekitar awal 2017, seri ini juga mulai diterbitkan dalam bahasa Inggris dengan format e-book oleh J-Novel Club. Terjemahan mereka beneran bagus. Dari forum JNC-lah, aku mulai benar-benar tahu tentang Isekai Smartphone.

Jadi, Isekai Smartphone termasuk salah satu dari sekian banyak seri bertema isekai yang menjamur dalam tahun-tahun belakangan. Tak hanya itu. Seri ini konon dipandang sebagai salah satu contoh seri isekai yang paling generik. ‘Generik’ dalam artian enggak terlalu jelek tapi juga enggak terlalu bagus.

Sangat biasa.

Semua yang lazim ada dalam suatu seri isekai ada di seri ini. Ada tokoh utama cowok yang imba. Ada dunia lain. Ada harem yang terdiri atas cewek-cewek cantik. Yah, kalian tahu.

Makanya, saat animenya diumumkan, ini sempat mengherankan banyak pihak. “Wut? Di antara begitu banyak seri isekai di luar sana, kok malah seri ini yang dipilih buat jadi anime sih?” Soalnya, ada banyak pilihan seri isekai lain yang jauh lebih mencolok. Seperti Kumo desu ga, nani ka?, misalnya. Atau Desumachi. (Produksi anime Desumachi sudah diumumkan btw, tapi kabar-kabar kemajuan proses produksinya sejauh ini agak bikin fansnya harap-harap cemas. …Di samping itu, Tate Yuusha no Nariagari, seri isekai lain yang sudah menarik simpati banyak fans, juga sudah dikerjakan proyek adaptasinya.)

Bahkan di forum JNC yang aku sebut di atas, saat perusahaan mereka masih belum lama berdiri dan mereka masih sedang mencari judul-judul baru untuk dilisensi, pendiri JNC menyatakan bahwa Isekai Smartphone menjadi seri yang ‘disodorkan’ padanya. Seolah pihak penerbit aslinya kelihatan yakin sekali dengan seri ini. Dengan kata lain, di negara asalnya, seri ini lumayan populer dan punya basis fans kuat.

Semula, aku juga bukan penggemar Isekai Smartphone. Bahkan dari semenjak terjemahan bahasa Inggris WNnya tersedia dikerjakan fans, aku tidak menaruh perhatian terhadapnya. Namun, semenjak animenya diumumkan, aku mulai penasaran.

Alasan pertama: aku memperhatikan kalau yang memproduksi animenya adalah Production Reed. Aku langsung mengerti kalau hasilnya ternyata tidak wah. Dalam benakku, mereka studio ‘tidak besar’ yang sebelumnya mengerjakan seri-seri sederhana macam Onsen Yousei Hakone-chan dan Niji-iro Days. Meski begitu, aku simpati. Isekai Smartphone seolah menjadi langkah terobosan mereka dalam menangani proyek-proyek lebih besar.

Belakangan aku tahu, Production Reed ternyata tidak sepenuhnya baru. Mereka ‘reinkarnasi’ Ashi Productions, studio sangat veteran yang dulu menangani sejumlah anime terkenal macam seri mahou shoujo legendaris Magical Princess Minky Momo, seri Macross 7 yang masih menjadi seri Macross terpanjang sejauh ini, dan anime super robot lawas dan serius Dancouga. Sebelum tampil kembali sebagai Production Reed di tahun 2015, Ashi Productions rupanya ‘mati suri’ lumayan lama semenjak proyek Dancouga Nova mereka di tahun 2007.

Alasan kedua: meski tanggapan sebagian besar orang terhadapnya animenya lumayan negatif, ternyata ada sejumlah kenalanku yang benar-benar menyukainya. Bahkan sepupuku, yang mendalami seluk-beluk ilmu perfilman, menjadi salah satunya. Aku terus mikir, pasti ada sesuatu tentang anime ini yang menarik perhatian dia ‘kan? Tapi apa?

God’s in His Heaven, all’s right with the world!

Isekai Smartphone berkisah tentang remaja lelaki bernama Mochizuki Touya yang tersambar petir pada suatu hari saat pulang sekolah, lalu mendapati diri dihidupkan kembali oleh Dewa di suatu dunia lain. Alasan dia dihidupkan di dunia lain itu karena sudah jadi ketentuan kalau dirinya tak bisa dihidupkan lagi di dunianya yang semula.

Dewa menawarkan untuk memberi kompensasi pada Touya karena telah mematikannya tanpa sengaja. Karena tak merasa perlu apa-apa yang khusus, Touya kemudian sekedar meminta agar smartphone-nya masih bisa ia gunakan di dunia lain tersebut. Entah terkesan dengan kesederhanaan Touya atau bagaimana, selain memungkinkan smartphone-nya ditenagai kekuatan sihir agar tetap bekerja (dan bisa tersambung ke Internet(!) meski Touya tidak diperbolehkan memposting apa-apa), Dewa kemudian sekalian memberi Touya berbagai keistimewaan lain yang tidak langsung tampak. (Belakangan diketahui itu termasuk afinitas ke semua elemen sihir, peningkatan kemampuan fisik, serta kekuatan sihir laten yang sangat besar.)

Sekalian, Dewa memasukkan info kontaknya ke dalam ponsel Touya agar Touya bisa langsung menghubunginya seandainya ia perlu apa-apa.

Touya lalu mendapati diri berada di wilayah pinggiran Kerajaan Belfast, di mana dia kemudian bertemu bermacam orang dan tanpa sengaja terlibat dengan bermacam urusan konyol sekaligus serius. Berkenalan dengan teman-teman baru, dia mulai bekerja sebagai petualang. Dia mulai belajar tentang sihir. Dia mulai membantu-bantu orang. Berbekal fitur-fitur smartphone-nya yang sudah canggih dan diperkuat, dia juga mencoba menciptakan berbagai barang dan masakan dari dunianya lama agar bisa dipakai di dunianya yang baru.

Sejarah Berdirinya Kerajaan Brunhilde (Yang Penuh Tawa dan Air Mata)

Cerita Isekai Smartphone lebih digerakkan oleh karakter. Ceritanya ringan dan lumayan bernuansa komedi. Meski ada elemen aksi dan petualangannya, Isekai Smartphone sebenarnya lebih dekat ke cerita keseharian. Di dalamnya, Touya mengetahui beragam hal baru tentang dunianya yang baru.

Isekai Smartphone tidak memiliki struktur plot yang perlahan-lahan membangun konflik. Ceritanya lebih seperti rangkaian cuplikan adegan keseharian yang saling terhubung dan berkesinambungan. Agaknya, hal ini juga yang sempat mematikan minat sebagian orang.

Kalau aku ceritain begini, kedengarannya emang kurang menarik. Dalam bentuk anime, bahkan dengan genrenya yang komedi, jadinya tetap aneh. Tapi, kalau kau coba menepis semua pengharapanmu, dan bersabar dengan bagaimana ceritanya dituturkan, ada hal-hal tertentu tentang Isekai Smartphone yang bisa membuatmu terkesan.

Ada dunia baru yang diperkenalkan. Ada hal-hal baru yang dipelajari. Ada teman-teman baru yang dikenal. Seperti yang bisa diharapkan dari suatu seri isekai, Touya serba bisa. Tapi, Isekai Smartphone juga punya sisi konyol konsisten yang jarang dipunyai seri-seri sejenisnya. Kesan akhirnya lumayan unik.

Terlepas dari itu, mereka yang sudah dikonfirmasi(?) termasuk dalam harem Touya (meski dia sendiri sama sekali semula tidak merencanakan hal ini) meliputi:

  • Elze Silhoueska; onee-chan dari pasangan gadis kembar Silhoueska yang sama-sama berambut perak. Dia salah satu orang pertama yang Touya kenal ketika baru tiba di dunia baru. Berambut panjang, memiliki bawaan bersemangat yang mendahulukan bertindak sebelum berpikir. Meski begitu, terkadang dia bisa tiba-tiba saja merasa rendah diri. Elze memiliki kemampuan Null Magic bernama Boost yang meningkatkan untuk sementara parameter-parameter fisiknya. Elze beraksi dengan sepasang gauntlet raksasa yang digunakannya bersama ilmu bela diri. Dirinya tidak memiliki afinitas dengan elemen-elemen sihir lain. Dalam perkembangan cerita, Elze berstatus sebagai tunangan ketiga
  • Linze Silhoueska; yang lebih muda dari pasangan gadis kembar Silhoueska, sekaligus yang lebih pendiam. Berbeda dari kakaknya, Linze memiliki afinitas elemen yang konvensional, dan karenanya beraksi dengan mengandalkan serangan-serangan sihir. Linze-lah yang mengajari Touya tentang sihir di dunia ini (ada enam elemen, dengan sihir non-elemen Null Magic yang bersifat pribadi dan menjadi kemampuan khusus penggunanya, yang ternyata bisa digunakan sepenuhnya oleh Touya). Linze juga yang mengajari Touya soal cara menulis dan membaca. Elemen-elemen yang Linze kuasai meliputi cahaya, api, dan air. Dalam perkembangan cerita, Linze berstatus tunangan kedua
  • Kokonoe Yae; gadis samurai yang datang dari negeri Eashen yang jauh di timur (yang nuansanya sangat mirip Jepang, dan karenanya, Touya juga kerap disangka berasal dari sana.). Bersenjatakan sepasang katana. Yae sedang dalam perjalanan untuk mengasah kemampuan berpedangnya. Yae sempat ditolong kelompok Touya saat kelaparan sesudah bekal perjalanannya hilang. Yae berbicara dengan cara sedikit aneh. Makannya juga banyak. Meski Yae tidak berbakat sihir, Touya belajar banyak soal ilmu bela diri darinya. Dalam perkembangan cerita, Yae berstatus sebagai tunangan keempat
  • Yumina Urnea Belfast; putri mahkota Kerajaan Belfast yang menjadi teman Touya sesudah Touya secara kebetulan menolong ayahnya. Memiliki sepasang mata berbeda warna yang salah satunya memiliki kemampuan untuk membaca ‘sifat’ masing-masing orang (kemampuan ini, bagian Null Magic-nya, ternyata tidak ada hubungannya dengan warna matanya yang berbeda). Dari ‘penglihatannya,’ Yumina kemudian memilih Touya untuk menjadi calon suaminya. Berbeda dari teman-teman Touya yang lain, Yumina lebih muda beberapa tahun, tapi sifatnya justru yang paling dewasa. Mulai ikut tinggal bersama Touya sebagai petualang, dengan mengandalkan sihir sekaligus kemampuan memanah. Elemen-elemen sihir yang dapat digunakannya mencakup tanah, angin, dan kegelapan. Dalam perkembangan cerita, Yumina berstatus sebagai tunangan pertama (Semenjak pertama berhubungan, Touya kerap dibujuk secara tidak langsung oleh ayah Yumina untuk bersedia mengambil alih mahkota kerajaan.) Yumina juga tidak berkeberatan dengan poligami karena memang itu kebiasaan para raja di dunia ini. (Keluarga Yumina saja yang tidak lazim.)
  • Sushie Urnea Ortlinde; adik sepupu Yumina yang kebetulan sempat ditolong Touya dalam suatu kesempatan terpisah. Anak perempuan dari saudara laki-laki sang raja. Masih anak-anak. Belum banyak berperan di anime ini, tapi aku sebutkan saja karena dia termasuk yang ditonjolkan dalam animasi penutupnya. (Dalam perkembangan cerita di novelnya, Sushie menjadi tunangan keenam Touya karena sedikit isu politik yang melibatkan suatu negara lain.)
  • Leen; gadis mungil yang ternyata berusia ratusan tahun dan merupakan kepala suku peri di negara tetangga Kerajaan Mismede. Memiliki penampilan gothic loli, senantiasa ditemani seekor boneka beruang ‘hidup’ yang dinamainya Paula. Dari Leen, Touya belajar Null Magic Program yang memungkinkannya mengendalikan benda-benda. Leen juga adalah guru penyihir kerajaan di Belfast, Charlotte, dan menjadi tertarik dengan Touya semenjak mengetahui tentangnya. Dari Leen, Touya mengetahui lebih banyak tentang keberadaan puing-puing kuno. Belakangan, Leen menjadi duta besar baru bagi Mismede untuk Belfast. (Dalam perkembangan cerita di novelnya, Leen menjadi tunangan kedelapan)

Selain mereka, Touya juga jadi berteman dengan para pembesar Belfast, dengan keluarga pemilik penginapan tempat mereka dulu menumpang (sebelum mereka punya rumah mereka sendiri di ibukota), dengan pengusaha pakaian yang maniak dengan desan pakaian baru, dengan seorang pemilik toko senjata, dengan pemimpin Kerajaan Mismede yang dihuni beastmen, lalu belakangan… dengan manusia buatan bernama Cesca yang mengakui Touya sebagai pewaris sejumlah artefak kuno yang melayang-layang di angkasa.

Jumlah tokoh yang diperkenalkan seri ini lumayan banyak. Di luar dugaan, kesemuanya juga banyak berperan dalam keseharian Touya.

Pulau-pulau Babylon

Membahas soal teknis, anime Isekai Smartphone mengangkat cerita dari sekitar buku pertama sampai ketiga dari seri novelnya. Dari segi alur, adaptasi ceritanya, secara mengesankan, lumayan setia dengan novel. Yang enggak aku sangka, cerita-cerita sampingan yang ada di novel-novelnya (meski tidak semua) ternyata juga ikut diadaptasi. Penempatannya lumayan mulus. Terasa bagaimana cerita-cerita sampingan itu menyatu dengan cerita utamanya.

Sisi buruknya, cerita utamanya enggak berkembang sejauh yang aku harap. Beberapa karakter yang tampil di animasi pembuka luput terjelaskan peranannya. Ada beberapa benang alur yang berakhir tak terselesaikan. (Seperti soal monster-monster Fraze/Phrase, yang sempat disinggung mungkin akan mendatangkan hancurnya dunia.) Kalau dipikir, keputusan ini masih wajar sih. Cerita-cerita sampingan itu memang lumayan memaparkan kekhasan seri ini. Meski begitu, adaptasi anime ini tetap berhasil mengemas ceritanya agar berakhir di titik yang enak. Dalam artian, tanpa menutup kemungkinan ceritanya masih berlanjut.

Soal visual, kualitasnya tidak istimewa, tapi tetap bisa menarik. Pemilihan warnanya yang beragam lumayan selaras dengan nuansa cerah yang seri ini bawakan. Meski tidak sampai detil, penggambaran berbagai latar tempatnya juga terbilang indah dan beragam. Ada puing-puing ibukota lama (yang di bawahnya mereka pertama menemukan monster berbahaya penyerap sihir Fraze/Phrase secara tanpa sengaja), ada kota petualang Reflet tempat Touya pertama kali tiba, ada ibukota Belfast yang lokasinya benar-benar enak. Meski tidak berat di soal perjalanan, nuansa perjalanan yang seri ini punya lumayan terasa.

Animasinya juga biasa saja sih. Mungkin malah ada yang akan menganggapnya sangat kurang. (Ada sedikit proporsi badan aneh, ada adegan menebas yang dibikin tak mencolok, ada gerakan pertarungan yang bisa dibikin jauh lebih baik.) Tapi, sepupuku sempat menyinggung bagaimana dia terkesan dengan cara adegan-adegannya dibawakan. Dengan kata lain, kalau soal menyampaikan narasi, seri ini sebenarnya enggak punya kekurangan. (Meski, narasi yang dibawakannya memang enggak istimewa sih.)

Mungkin perlu kusinggung, seri ini juga punya beberapa karakter… uh, maskot. Jadi, meski ada fanservice-nya (serta beberapa dialog yang agak menjurus), ada juga semacam aspek imut dan lucu yang seri ini punya. Selain beruang Paula yang sudah aku sebut di atas, juga ada Kohaku, harimau putih kecil yang sesungguhnya adalah White Monarch, salah satu dari empat makhluk sihir terkuat yang berkuasa di alam. Dalam perkembangan cerita di novel, agaknya, jumlah karakter-karakter maskot ini juga terus bertambah.

Bicara soal audio, kesan Isekai Smartphone lebih campur aduk. Musik pembuka dan penutupnya tak buruk. (Lagu penutup “Junjou Emotion” bahkan dinyanyikan bergantian oleh para heroine.) Para seiyuu juga secara umum juga berperan dengan baik. (Kecuali Touya, tapi nanti aku bahas lebih lanjut soal itu.) Tapi, musik latarnya… sebagian ada yang pas dan sebagian lagi enggak. Secara umum, semuanya enak didengar sih. Aku suka dengan penekanannya terhadap alat-alat musik tiup. Namun di beberapa bagian, tetap terasa ada yang agak aneh.

Intinya, dari segi teknis, menurutku lumayan terasa bagaimana Production Reed masih meraba-raba cara terbaik dalam menjalankan usaha mereka. Tapi, serius, hasil akhir Isekai Smartphone menurutku enggak buruk.

Aku masih aneh dengan segmen-segmen komedi di peralihan adegan-adegannya sih. Tapi, kalau menyangkut soal ceritanya sendiri, meski mengikuti detil-detil yang terasa enggak penting agak susah, aku lambat laun berhasil dibuat penasaran soal kelanjutan ceritanya.

Yea, aku jadi penasaran dengan seri-seri novelnya!

Mengingat suatu anime belakangan diproduksi sebagai ‘iklan’ untuk seri aslinya, bisa dibilang misi para produsernya sebenarnya sukses.

Slime Tidak Populer Dengan Wanita

Sesudah mengikuti Isekai Smartphone, aku jadi sedikit mikir: apakah kunci sukses tidaknya kita di dunia sebenarnya ditentukan oleh seberapa dekat kita dengan ‘dia yang berkuasa’? Tapi, dari sini, kita ada dua pertanyaan. Satu: siapakah yang berkuasa? Dua: bagaimana cara kita bisa dekat dengannya?

Kalau mikir ini lebih jauh, aku jadinya kepikiran soal agama.

Yah, Terlepas dari itu, kayak biasa untuk kasus-kasus begini, meski versi anime tetap punya sisi-sisi baiknya, versi novel Isekai Smartphone masih lebih bagus ketimbang animenya.

Perbedaan paling kentara terdapat pada pribadi Touya sendiri. Meski Touya nyata-nyata emang orang baik—dan alur animenya hampir sama persis dengan yang di novelnya—versi novelnya secara umum diceritakan dari sudut pandang orang pertama. Lalu, monolog internal Touya inilah yang membuat versi novelnya jadi beneran menarik.

Ceritanya enggak pernah jadi sangat bagus. Tapi, apalagi untuk ukuran novel isekai, versi novel Isekai Smartphone seriusan termasuk gampang dimasuki dan dinikmati. Meski kesan permukaannya datar, reaksi internal Touya terhadap segala sesuatu benar-benar kocak. Iya, aspek romansanya agak maksa. (Dan menarik gimana aspek ini jadi ditonjolkan di animenya.) Tapi, dengan segala kesederhanaannya, ini bacaan fun yang di dalamnya ada saja hal unik yang terjadi. Perlu disinggung elemen per-game-an yang biasa ada di suatu seri isekai juga sama sekali absen di seri ini.

Ngomong-ngomong, Fuyuhara-sensei konon mengetik novel ini menggunakan smartphone-nya juga. Aku seriusan heran gimana orang bisa sampai kayak gini.

Eh? Soal smartphone-nya?

Oh. Iya. Smartphone itu beneran berperan dalam cerita. Dengan menggabungkan dengan Null Magic, Touya jadi menemukan berbagai cara pemakaian kreatif untuk fitur-fitur dan aplikasi ponselnya.  Awal-awalnya memang enggak menonjol. Tapi makin ke sana, jadi makin bagus.

Penilaian

Konsep: C-; Visual: C+; Audio: B-; Perkembangan: C+; Eksekusi: B; Kepuasan Akhir: B

Iklan
02/10/2017

Anime Baru Musim Gugur 2017

Maaf (sangat) telat. Maaf belakangan ga nulis. Kesehatanku menurun. Soal pekerjaan bermasalah. Lalu aku sedang dilanda ketidakpastian soal masa depan.

Terlepas dari itu, jumlah seri baru di fall kali ini mungkin enggak banyak, tapi seri-seri baru yang keluar terbilang unik. Pastinya, banyak nama sutradara baru yang bermunculan.

Mungkin ini musim yang bagus untuk mengejar ketertinggalan seri-seri lama?

Kayak biasa, daftar ini enggak bisa diandalkan.

Akan diupdate berkala apabila perlu.

Mahou Tsukai no Yome (Wit Studio)

Seorang gadis muda bernama Hatori Chise menjadikan dirinya budak karena berbagai kesedihan semasa hidup. Chise lalu dibeli oleh Elias Ainsworth, pria misterius berdarah manusia sekaligus peri yang juga seorang penyihir. Elias rupanya telah memilih Chise untuk dijadikan murid sekaligus pengantinnya. Maka dimulailah kehidupan bersama mereka, yang sebenarnya dilandasi keinginan Elias untuk mencegah Chise meninggal dunia.

Dikenal juga dengan judul The Ancient Magus’s Bride, ini proyek unggulan Wit Studio selama beberapa tahun terakhir yang juga sempat dibuat OVA. Cerita OVA-nya berdiri sendiri, jadi kalian tak perlu melihatnya dulu untuk bisa mengikuti seri TV ini. Certanya diangkat dari manga buatan Yamazaki Kore di majalah Monthly Comic Blade dan Monthly Comic Garden. Seluruh staf dari OVA akan kembali, dipimpin Naganuma Norihiro sebagai sutradara. Ceritanya menakjubkan dalam artian fantastis. Ada banyak hal ajaib dan karakter-karakter menarik. Kualitas teknisnya kelihatannya menjanjikan. Tapi, mungkin ini tipe seri yang memerlukan alasan pribadi dari kalian sebelum bisa diikuti. Kudengar ini salah satu seri paling dinanti di musim ini

Anime-Gataris (Wao World)

Asagaya Minoa, pelajar baru di SMA Swasta Sakaneko, diundang ke Klub Penelitian Anime oleh teman sekelasnya, Kamiigusa Arisu yang kaya raya. Minoa lama-lama menjadi penggemar anime juga berkat perbincangan dengan berbagai sempainya (yang notabene orang-orang aneh). Bersama, mereka berusaha mencegah klub mereka dibubarkan, mengabaikan kehancuran dunia, serta membicarakan soal anime di manapun mereka berada.

Ini seri orisinil baru dari studio yang relatif baru pula. Genrenya komedi. Tokohnya banyak dan juga beragam. Morii Kenshiro yang pernah terlibat di Gakumon! dan Wake Up Girl Zoo! yang akan menyutradarai. Naskahnya ditangani Hirota Mitsutaka (Sweetness & Lightning). Aku pribadi belum yakin ini akan dibawa ke mana, tapi gelagatnya sejauh ini termasuk kuat. Mungkin bakal ada kejutan-kejutan enggak disangka dalam ceritanya.

Blend S (A-1 Pictures)

Sakuranomiya Maika memiliki tatapan tidak suka yang alami di wajahnya. Lalu suatu hari, ia diterima kerja di suatu kafe di mana para pelayan wanitanya diberikan atribut-atribut tertentu. Manajer kafe tersebut kemudian memberi Maika atribut “Do S” (kesadisan ekstrim) sebagai pelayan. Maka dari itu, Maika jadi harus belajar menjadi lebih dominan dan agresif.

Masuyama Ryouji yang pernah terlibat dalam The IDOLM@STER dan Gurren Lagann Parallel Works yang akan menyutradarai, dengan Zappa Go (Nakaimo, Koihime Musou) yang menangani naskah. Kikuya Tomoki (Eromanga Sensei) akan menangani musik. Ini berawal dari seri tamu di majalah Manga Time Kirara Carat yang dikarang Nakayama Miyuki. Intinya, ini seri komedi tentang orang-orang yang bersikap tidak sesuai tampang luar mereka. …Aku lumayan kesusahan menilai seri-seri seperti ini.  Iya, desain karakter-karakternya manis.

Shoujo Shuumatsu Ryokou (White Fox)

Peradaban telah berakhir. Mesin-mesin telah mati. Kota-kota telah berubah menjadi labirin-labirin lapuk. Sebagian besar umat manusia telah meninggal dunia. Tapi dua gadis, Chito dan Yuuri, masih berkelana, keliling dunia, menggunakan motor traktor Kettenkraftrad kesayangan mereka. Bersama, mereka berusaha bertahan hidup di tengah dunia dingin yang semakin suram.

Dikenal juga dengan judul Girl’s Last Tour, ini seri post-apocalyptic menghangatkan hati yang diangkat dari seri manga karya Tsukumizu di majalah digital Kurage Bunch. Desain karakternya imut dan ada banyak pemandangan latar menarik penuh detil di dalamnya. Ozaki Takaharu (Persona 5 the Animation – The Day Breakers) yang akan menyutradarai. Fudeyasu Kazuyuki (Monmusu) yang akan menangani naskah. Musik ditangani Suehiro Kenichiro (Re: ZERO). Sejauh ini, kualitas teknisnya kayaknya benar-benar kuat.

Dies irae (ACGT)

Pada suatu hari, Fujii Ren tiba-tiba berkelahi dan nyaris saling bunuh dengan sahabatnya, Yusa Shirou, karena alasan yang berakhir tak terungkap. Dua bulan kemudian, pada bulan Desember di kota Suwahara, Ren yang sudah keluar rumah sakit mulai dihantui mimpi-mimpi ganjil tentang guilotin. Serangkaian pembunuhan sadis terjadi di jalanan, mengingatkan Ren akan kata-kata Shirou sebelum ia menghilang. Semua misteri ternyata berhubungan dengan ritual yang dicanangkan kelompok Nazi Reichskanzlei pada penghujung Perang Dunia II, yang dilakukan demi mendatangkan Order of 13 Lances untuk menghancurkan dunia.

Diangkat dari visual novel dewasa yang dikembangkan Light, perlu disinggung kalau anime ini diproduksi berkat upaya pengumpulan dana yang Light canangkan, yang berujung menjadi salah satu crowdfunding paling sukses di Jepang (target 30 juta yen, terkumpul 96,5 juta). Kudo Susumu (Mardock Scramble, Coppelion) yang akan menyutradarainya. Naskahnya akan ditangani Masada Takashi yang juga menangani naskah untuk gamenya. Yonao Keiji juga kembali untuk mengkomposisi musik. Buat yang belum tahu, ini pada dasarnya cerita aksi yang penuh elemen chuunibyou. Tapi, pemaparannya dibuat sedemikian rupa sehingga ujung-ujungnya malah berakhir lumayan keren. Common route untuk visual novel-nya dalam Bahasa Inggris tersedia secara gratis di Steam. Seri ini dikabarkan berjumlah 18 episode. Dua belas episode pertama akan disiarkan, sedangkan sisanya akan tersedia lewat stream.

Code: Realize – Sousei no Himegimi (M.S.C)

Seorang gadis bernama Cardia mengurung diri di sebuah rumah besar di tepi kota London. Dalam tubuhnya, tersimpan racun berbahaya yang bisa meluluhkan apapun yang kulitnya sentuh. Satu hari, keterasingannya terusik saat Pasukan Pengawal Kerajaan tiba-tiba datang dengan maksud untuk menangkapnya. Saat itulah, Arsène Lupin, pencuri budiman, datang untuk menolongnya. Bersama, mereka melakukan perjalanan untuk menemukan ayah Cardia yang mungkin memnyimpan jawaban terhadap kondisinya.

Didasarkan pada game bernuansa steampunk keluaran Idea Factory dan Design Factory, seri ini menghadirkan berbagai karakter terkenal lain seperti Abraham Van Helsing dan Victor Frankenstein sebagai lelaki-lelaki tampan yang menjadi kawan-kawan seperjalanan Cardia. Sori, aku belum tahu banyak tentang gamenya. Yamamoto Hideyo yang menyutradarai Strike the Blood yang akan menyutradarainya. Harada Sayaka (STARMYU) yang akan menangani komposisi seri. Studionya masih baru, jadi belum banyak yang bisa aku komentari. Gelagatnya sejauh ini tidak akan jelek, walau mungkin tidak sampai bagus juga.

Just Because! (PINE JAM)

Musim dingin tiba. Waktu yang para siswa kelas tiga punyai di SMA sudah semakin sedikit. Semua orang di kelas kini hanya tinggal menunggu kelulusan. Tapi, di masa inilah, Izumi Eita kembali ke kota kelahirannya setelah meninggalkannya selama empat tahun. Reuninya dengan teman-teman lamanya mengubah banyak hal di hari-hari terakhir menjelang kelulusan mereka.

Seri drama ini adalah anime orisinil keluaran studio PINE JAM yang masih relatif baru. Seri ini menonjolkan desain karakter buatan mangaka Himura Kiseki (yang belum lama ini terkenal berkat Getsuyoubi no Tawawa). Di samping itu, PINE JAM berhasil menarik perhatian di musim lalu lewat Gamers!, sehingga gelagat seri baru ini termasuk kuat. Kobayashi Atsushi (Girls & Panzer) akan memulai debut sutradaranya lewat seri ini. Kamoshida Hajime (The Pet Girl of Sakurasou) yang menangani naskahnya. Yanagi Nagi akan memproduksi musiknya.

Inuyashiki: Last Hero (MAPPA)

Inuyashiki Ichirou adalah kepala rumah tangga berusia lanjut yang telah bekerja keras, tapi dipandang sebelah mata oleh keluarganya sendiri. Dia tidak dihargai di rumah maupun di tempat kerjanya. Tubuhnya menua lebih cepat dari usianya. Lalu, dia pun didiagnosa mengidap penyakit mematikan. Tapi… semua berubah saat suatu UFO tanpa sengaja menabraknya di taman, dan membangun ulang tubuhnya dari awal.

Diangkat dari seri manga seinen serius karangan Oku Hiroya (pengarang seri aksi sains fiksi Gantz), kau bisa mengharapkan banyak komentar sosial sekaligus aksi-aksi menakjubkan. Sejauh ini, key visual-nya kelihatannya berhasil mengadopsi gaya visual Oku-sensei yang khas. Satou Keiichi (Tiger & Bunny, GANTZ:O) menjadi sutradara utama. Yabuta Shuhei (Highschool of the Dead, Attack on Titan) akan menjadi sutradara seri. Naskahnya akan ditangani Seko Hiroshi (Ajin, Kotetsujou no Kabaneri). Berhubung seri manganya sudah tamat, ditambah dengan kualitas animasi MAPPA yang dikenal mumpuni, bakal ada lumayan banyak pengharapan untuk seri ini. Berhubung sifat ceritanya, ini mungkin bukan seri yang cocok untuk semua kalangan.

Imouto Sae Iireba Ii (SILVER LINK)

Hashima Itsuki adalah novelis dan juga “Pygmalion zaman modern” yang bekerja siang dan malam karena terobsesi menciptakan sosok adik perempuan yang sempurna. Dia dikelilingi seorang penulis cantik dan jenius yang jatuh hati padanya, teman kuliahnya yang bagaikan kakak perempuan, sesama teman penulis, seorang akuntan pajak yang sadis, editornya sendiri; dan mereka semua diurusi oleh Chihiro, “adik tiri laki-laki” Itsuki, yang menyimpan suatu rahasia besar.

Diangkat dari seri novel komedi karangan Hirasaka Yomi (pengarang Haganai)… yah, kalau kalian kenal pengarangnya, mungkin kalian bisa menebak kira-kira seperi apa perkembangannya. Sutradara andal Oounuma Shin (WATAMOTE, Anne-Happy) yang akan menangani produksinya dengan dibantu Tamamura Jin (Rakudai Kishi no Chivalry). Musik ditangani Kikuya Tomoki (Hentai Ouji to Warawanai Neko). Naskahnya akan ditangani oleh Hirasaka-sensei sendiri. Kalau kalian tidak keberatan dengan tema ceritanya, kualitas produksinya sejauh ini terbilang meyakinkan.

Konohana Kitan (Lerche)

Kokohana-tei adalah hotel dengan pemandian air panas yang terletak di kota penginapan yang terletak di batas antar dunia. Yuzu, seorang pekerja baru, bergabung bersama gadis-gadis siluman rubah lain dalam mengelola penginapan tersebut. Bersama-sama, mereka berusaha menyembuhkan keletihan jiwa para tamu yang datang.

Diangkat dari manga karya Amano Sakuya, yang diserialisasikan di majalah Comic Yuri Hime S milik Ichijinsha sebelum diserialisasi ulang di Comic Birz milik Gentosha, kudengar ini lumayan ditunggu oleh penyuka seri-seri ringan dan manis semacam ini. Okamoto Hideki (Da Capo II, Nagasarete Airantou) akan kembali menyutradarai setelah sekian lama, dengan Yoshioka Takao (WATAMOTE, Ikki Tousen) menangani komposisi seri.  Aku masih belum tahu banyak tentang seri ini, tapi karakter-karakternya yang manis dan nuansa dunia lainnya menjadi daya tariknya yang terbesar.

Ousama Game The Animation (Seven)

Seluruh siswa di suatu kelas SMA yang sama, berjumlah 32 orang, pada suatu hari memperoleh pesan yang sama lewat ponsel dari seseorang yang menyebut dirinya “Raja.” Pesan tersebut berisi perintah yang wajib dituruti oleh semua murid di kelas tersebut, dengan resiko kematian sebagai hukuman bila tidak dipenuhi. Awalnya, hal tersebut terkesan main-main. Tapi, saat orang-orang benar-benar mulai terbunuh dan perintah-perintah yang diberikan semakin keji, Kanazawa Nobuaki dan kawan-kawannya berusaha mencari cara untuk bertahan hidup.

Juga dikenal dengan judul King’s Game, ini diangkat dari seri novel ponsel karangan Kanazawa Nobuaki (iya, pengarangnya menggunakan nama yang sama dengan nama karakter utama) terbitan Futabasha yang sempat menarik perhatian bertahun-tahun silam dari tahun 2009. Ada adaptasi manga, live action, dan pembuatan sekuel dan prekuel segala. Ceritanya, setahuku, sebenarnya lumayan mengandalkan shock value dan kurang bisa dikatakan bagus. Karenanya, ada harapan kalau versi anime ini akan memberi perbaikan pada ceritanya. Sasaki Noriyoshi (Ojisan to Marshmallow) yang akan menyutradarainya. Konuta Kenji (Haitai Nanafa, Daiya no Ace) yang akan menangani komposisi seri. Jujur saja, gelagatnya sejauh ini lebih meyakinkan dari keluaran-keluaran Seven yang terdahulu. Ini menarik buat para penyuka thriller.

Houseki no Kuni (Orange)

Jauh di masa depan, suatu bentuk kehidupan baru yang dikenal sebagai “houseki” (permata) telah terlahir. Mereka harus berhadapan dengan kaum “tsukijin” (orang-orang bulan) yang menyerang mereka karena hendak mengubah mereka menjadi hiasan. Masing-masing houseki karenanya mendapat peran dalam pertempuran. Namun Phos, seorang houseki yang berharap bisa ikut bertarung, tidak mendapat peran. Kongo, manajer mereka, di luar dugaan kemudian menyuruhnya menjadi editor suatu majalah sejarah alam.

Ini seri yang sulit kelihatan daya tariknya sebelum kalian melihatnya sendiri. Diangkat dari manga buatan Ichikawa Haruko, yang diserialisasikan di majalah Afternoon milik Kodansha, premisnya mungkin aneh, tapi perkembangan ceritanya benar-benar menarik. Berhubung Orange yang menganimasikannya, kualitas animasinya juga diharapkan bagus. Dikenal juga dengan judul Land of the Lustrous. Sutradaranya adalah Kyougoku Takahiko (Love Live!, GATE). Naskahnya akan ditangani Ono Toshiya (Gatchaman Crowds, Subete ga F ni Naru). Beberapa tahun lalu juga sempat keluar adaptasi OVA-nya yang diproduksi Studio Hibari. Serius, kalian mending melihatnya sendiri. Nuansa fantasinya lebih menarik yang aku kira.

Boku no Kanojo ga Majime Sugiru Shoujo Bitch na Ken (Diomedea, Studio Blanc)

Karena terlanjur naksir, remaja SMA bernama Shinozaki Haruka akhirnya menyatakan perasaannya pada ketua kelasnya yang cantik dan sangat serius, Kosaka Akiho. Di luar dugaan, Kosaka menerima perasaan Shinozaki. Tapi, berhubung Kosaka orang yang sangat serius, ia berusaha mempelajari berbagai cara agar hubungan mereka awet. Hal ini berujung pada bagaimana Kosaka dengan polosnya mempraktekkan berbagai tips soal menjalin hubungan yang sebenarnya nakal.

Juga dikenal dengan judul My Girlfriend is Shobitch, ini diangkat dari seri manga karya Matsumoto Namiru. Iya, ini seri komedi berbahaya yang agak aneh. Nagayama Nobuyoshi (Hinako Note) akan tampil sebagai sutradara untuk seri ini. Naskahnya akan ditangani Shirane Hideki (Kill Me Baby, Date A Live). Kelihatannya, ini akan jadi jenis seri yang lumayan menonjol di satu bagian, tapi kurang menonjol di bagian lain.

Netoju no Susume (Signal.MD)

Morioka Moriko, seorang perempuan lajang berusia 30 tahun, memutuskan keluar dari perusahaannya akibat stres kerja. Ujung-ujungnya, dia malah menjadi NEET. Muak dengan dunia nyata, dia mulai menggandrungi permainan-permainan MMO di mana dia bermain sebagai karakter lelaki bernama Hayashi. Sampai suatu ketika, Hayashi berkenalan dengan Lily, karakter perempuan sangat menawan bagaikan bidadari. Berkat Lily, Moriko mulai menemukan tempat berada sekaligus semacam kepuasan dalam hidupnya. Sampai ketika Moriko tanpa sengaja berkenalan di dunia nyata dengan Sakurai Yuta, seorang pebisnis tampan, yang lagi-lagi mengawali semacam perubahan dalam hidupnya.

Juga dikenal dengan judul Recovery of an MMO Junkie atau Recommendation of the Wonderful Virtual Life, ini diangkat dari manga karya Kokuyorin yang diserialisasikan lewat aplikasi Comico. Studio animasi Signal.MD selama ini mungkin kurang menonjol. Kualitas teknisnya juga mungkin tidak wah. Tapi, ada sesuatu tentang seri ini yang lumayan berkesan. Yaginuma Kazuyoshi (Bokurano) akan tampil sebagai sutradara untuk seri ini. Komposisi serinya akan ditangani oleh Fudeyasu Kazuyuki (Gochiusa, Denkigai). Noto Mamiko yang handal yang akan mengisi suara tokoh utamanya.

Black Clover (Studio Pierrot)

Di dunia di mana sihir merupakan segalanya, Asta dan Yuno adalah dua anak lelaki yatim piatu yang ditelantarkan di pintu gereja pada hari yang sama. Yuno memiliki bakat sihir yang luar biasa, sementara Asta terlahir tanpa bakat sedikitpun. Sesudah mereka menginjak usia 15 tahun, keduanya menerima grimoire masing-masing yang memperkuat sihir yang mereka miliki. Sesudah sedikit konflik, Asta kemudian menerima grimoire langka yang memberinya kekuatan anti-sihir. Persaingan mereka dalam keksatriaan untuk menjadi Raja Penyihir di masa mendatang pun dimulai.

Diangkat dari seri manga shonen karya Tabata Yuuki yang diserialisasikan di Weekly Shonen Jump, ini seri aksi untuk cowok yang sebenarnya sangat generik, tapi sama sekali enggak jelek juga. Menilai kasus Naruto, Bleach, dan One Piece, mungkin adaptasi seri ini bakal panjang. Tapi, kalau melihat gelagat My Hero Academia, mungkin juga enggak. Sutradara muda Yoshihara Tatsuya (Monmusu, Yatterman Night) akan menyutradarai. Fudeyasu Kazuyuki (Gochiusa, Milky Holmes) yang akan menangani komposisi seri. Potensinya sejauh ini terlihat lebih menjanjikan dari dugaan.

Two Car (SILVER LINK)

Miyata Yuri dan Meguro Megumi adalah sepasang gadis remaja yang mengikuti kejuaraan balap motor sespan di Pulau Miyake, suatu pulau kecil dan terpencil sekitar 200 km di selatan pusat Tokyo, tapi masih termasuk wilayah Tokyo Metropolitan. Meski kepribadian mereka bertentangan, mereka saling melengkapi selama balapan. Bersama, mereka menghadapi berbagai tim balap motor sespan lain dari seluruh Jepang dengan kepribadian mereka masing-masing.

Dikenal juga dengan judul Two Car: Racing Sidecar, ini sekilas terlihat seperti tipikal anime tentang gadis-gadis manis yang melakukan suatu kegiatan. Tapi, kalau kau perhatikan baik-baik, ada banyak detilnya yang benar-benar menarik. Tamura Masafumi (Ange Vierge) yang akan menyutradarai. Naskahnya akan ditangani Takayama Katsuhiko (Hanbun no Tsuki ga Noboru Sora, Ga-Rei: Zero). Musiknya akan ditangani Takahashi Ryo (ACCA, Oshiete! Galko-chan). Menurutku, ini seri yang sulit diperkirakan bagus tidaknya. Meski begitu, ada banyak hal yang patut dilihat di dalamnya.

Garo – Vanishing Line (MAPPA)

Seorang pria tangguh bernama Sword datang ke Russell City yang makmur dengan maksud untuk menyelidiki suatu konspirasi yang dapat mengguncang dunia. Petunjuk yang dimilikinya hanya kata kunci misterius “El Dorado.” Sword bersimpangan jalan dengan Sophie, seorang perempuan yang mencari kakak lelakinya yang menghilang sesudah meninggalkan kata-kata kunci yang sama. Mencari jejak adik perempuannya sendiri, Sword bersama Sophie terseret dalam perang bayangan yang tersembunyi di balik El Dorado.

Vanishing Line akan disutradarai oleh Seong Ho Park (Terror in Resonance, Yuri!!! on Ice), yang akan memulai debutnya sebagai sutradara lewat seri ini. Naskahnya akan ditangani oleh Yoshimura Kiyoko (Dogs: Bullets & Carnage, Riddle Story of Devil). Musiknya akan ditangani monaca. Seri ini menarik karena punya nuansa yang sangat mirip dengan anime-anime aksi keluaran Gonzo di seputaran tahun 2007. Meski menjadi bagian waralaba seri tokusatsu aksi horor supernatural dewasa Garo, kelihatannya kau tak perlu tahu tentang pendahulunya untuk menikmati seri ini. Grup musik JAM Project juga kembali terlibat dalam membawakan lagunya. Kelihatannya ini bisa menjadi seri aksi yang benar-benar solid.

Infini-T Force (Tatsunoko Productions, Digital Frontier)

Sosok jahat Z yang misterius ingin menghancurkan semua semesta kecuali satu. Tapi, untuk melakukannya, suatu benda khusus diperlukan, yang ternyata jatuh ke tangan seorang gadis bernama Kaido Emi. Empat orang pahlawan legendaris dari dunia-dunia berbeda kemudian bersatu demi melindungi Emi dan menghentikan rencana jahat Z.

Seri animasi CG ini dibuat untuk memperingati ulang tahun ke-55 dari studio Tatsunoko. Seri ini istimewa karena akan menyatukan empat pahlawan dari seri-seri klasik Tatsunoko, yakni ksatria luar angkasa Tekkaman (yang orisinil, bukan yang dari seri Tekkaman Blade yang lebih terkenal), manusia robot Casshern, ninja canggih Gatchaman (yang orisinil, bukan yang dari Gacthaman Crowds), dan Polymar yang bisa mengubah bentuk badan. Penyutradaraannya akan ditangani Suzuki Kiyotaka dengan naskah ditangani Ono Toshiya. Desain konsep karakternya yang baru ditangani oleh mangaka Oh! great. Bagaimanapun hasilnya, karena nostalgia masa kecil, aku benar-benar berminat terhadap seri ini. Sejauh ini, kabarnya interaksi antar karakter (dan aksinya) menjadi apa yang ditonjolkan.

Kujira no Ko-ra wa Sajou ni Utau (J.C. Staff)

Di dunia yang diselimuti pasir, seorang bocah bernama Chakuro hidup di atas kapal raksasa Paus Lumpur yang mengambang melintasi lautan pasir. Chakura dan kawan-kawannya belum pernah menjumpai siapapun dari dunia luar, dan mereka bercita-cita agar suatu hari bisa menjelajahinya. Suatu hari, puing-puing sebuah kapal terdampar ditemukan, dan di dalamnya, Chakura menjumpai seorang gadis.

Dikenal juga dengan judul Children of the Whales, seri ini diangkat dari manga shoujo karya Umeda Abi yang diserialisasikan di majalah Monthly Mystery Bonita milik Akita Shoten. Sapuan warna yang digunakan dalam penggambaran latarnya benar-benar indah. Kualitas teknisnya terbilang benar-benar menjanjikan. Ishiguro Kyouhei (Shigatsu wa Kimi no Uso, Occultic;Nine) yang akan menyutradarainya. Yokote Michiko (Shirobako) yang akan menangani naskahnya. Musiknya ditangani oleh Tsutsumi Hiroaki (Kuromukuro, Orange, Ao Haru Ride). Kurasa, seri ini terutama menarik bagi kalian yang suka anime karena ingin melihat tempat-tempat yang beda. Mudah-mudahan hasilnya bagus.

Urahara (Shirogumi Inc., EMT Squared)

Beberapa tahun dari sekarang, kota-kota besar yang ada di dunia akan hancur oleh serbuan makhluk-makhluk planet lain. Target makhluk-makhluk itu yang berikutnya adalah… distrik Harajuku di Tokyo yang terkenal! Hanya tiga gadis toko pencari harta karun, Suda Rito dan kawan-kawannya, yang bisa menyelamatkan Harajuku. Tapi, sebelum itu, mereka terlebih dahulu harus berperan sebagai anggota PARK Harajuku: Crisis Team.

Urahara diangkat dari komik web PARK Harajuku: Crisis Team yang dibuat lewat kerjasama Patrick Marcias, Tanaka Mugi, dan Crunchyroll. Dengan warna-warninya yang terang dan cerah, desain dunianya yang penuh hal aneh, serta pakaian-pakaian para karakternya yang modis, bisa jadi ini adalah anime paling… uh, ‘ajaib’ di musim ini. Iwasaki Yasunori akan berperan menangani musik. Animator pendatang baru sekaligus peraih penghargaan, Kubo Amika, akan berperan sebagai sutradara, membantu Arakawa Masatsugu (Nurse Witch Komugi) sebagai sutradara kepala. Takahashi Natsuko (Renai Boukun, Kenka Banchou Otome) yang akan menangani naskah. Selain itu, anime ini menandai debut penyanyi terkenal Haruna Luna sebagai pengisi suara (dia berperan sebagai tokoh utama). Mudah-mudahan hasilnya bagus.

Buat kalian yang mencari info tentang adaptasi anime dari LN fantasi Saredo Tsumibito wa Ryuu to Odoru: Dances With Dragons, itu secara mendadak ditunda sampai pertengahan 2018. Semoga saja enggak ada masalah besar di produksinya.

Sebagai tambahan, DYNAMIC CHORD yang dikerjakan Studio Pierrot menjadi seri anime otome lain musim ini. Diangkat dari game bernuansa dunia rock band keluaran honeybee, ini jenis seri yang memperkenalkan berbagai karakter tampan yang terbagi dalam empat grup band terpisah. Kesemua band yang saling bersaing tersebut ceritanya bernaung di bawah label rekaman Dynamic Chord. Aku masih kurang tahu tentang seri ini, tapi kelihatannya lumayan. Musiknya mungkin mencolok.

Juuni Taisen: Zodiac War keluaran Graphinica menjadi seri yang mungkin menarik perhatian. Ini diangkat dari seri novel buatan Nisio Isin (Monogatari, Medaka Box) yang diilustrasikan Nakamura Hikaru (Arakawa Under the Bridge, Saint Young Men). Ceritanya tentang Turnamen Dua Belas kedua belas yang dihadirkan setiap dua belas tahun sekali, yang mana dua belas ksatria pemberani yang mewakili masing-masing dari dua belas shio melakukan pertarungan hidup mati melawan satu sama lain. Ringkasnya, katanya ini seperti Fate/stay night dengan suasana Monogatari. Ini seri yang sangat aneh, tapi gelagatnya sejauh ini meyakinkan. Salah satu sutradara favoritku, Hosada Naoto (Hataraku Maou-sama!), yang ternyata akan menyutradarai.

Sengoku Night Blood yang dikembangkan dari waralaba game otome keluaran Marvelous, Kadokawa, dan Otomate, juga akan tayang. Produksi animasinya dilakukan Typhoon Graphics, yang belakangan menarik perhatian dengan One Room dan Room Mate. Ringkasnya, ini fantasi romansa di zaman Sengoku (Negara Berperang) yang mana para karakter dalam keenam kubu juga punya sisi manusia serigala (Uesugi, Takeda, Sanada, Date) atau vampir (Oda dan Toyotomi). Iya, si gadis yang menjadi tokoh utama konon punya keistimewaan yang bisa mengubah jalannya perang. Jumlah karakternya terbilang banyak. Kikuchi Katsuya (The Royal Tutor) yang akan menjadi sutradara.

RoboMasters the Animated Series yang mengisahkan tentang anak-anak kuliahan yang ikut dalam dunia kompetisi robot juga akan tayang. Ini diproduksi lewat kerjasama Cina dan Jepang. Yamamoto Yasutaka (Jitsu wa Watashi wa…) yang menjadi sutradara. Naskahnya ditangani Yamashita Kenichi (D.Gray-man Hallow). Seri ini tidak menonjol, tapi patut diperhatikan oleh kalian yang berminat terhadap robotika. Produksinya ditangani Dandelion Animation Studio.

UQ Holder! Magister Negi Magi! 2 juga akan tayang. Meski disebut sebagai sekuel manga komedi aksi Negima, ini cerita dengan karakter-karakter berbeda yang lumayan berdiri sendiri. Produksinya akan dilakukan oleh J.C. Staff. Buat yang belum tahu, ceritanya mengetengahkan Konoe Touta, cucu bocah penyihir Negi Springfield (tokoh utama seri sebelumnya), dan berlatar berpuluh tahun kemudian. Touta ingin meninggalkan desanya dan mengunjungi space elevator di kota. Tapi sebelum itu, ia harus bisa mengalahkan gurunya, sang vampir abadi, Evangeline. Akamatsu Ken, pengarang manga aslinya, juga akan membantu untuk komposisi seri. Suzuki Youhei yang akan menyutradarainya. Meski enggak sangat terkenal, seri ini punya basis penggemar lumayan kuat.

Akan ada juga Kino no Tabi – the Beautiful World – the Animated Series, reboot dari seri drama klasik bertema perjalanan Kino’s Journey, yang dibuat berdasarkan seri novel populer karangan Sigsawa Keiichi. Ceritanya tentang Kino, seorang petualang muda yang berkelana menggunakan sepeda motornya yang bisa berbicara, Hermes. Mereka menjelajahi berbagai tempat dan masyarakat, dengan aturan ketat hanya melewatkan tiga hari di satu tempat. Ceritanya punya nuansa dongeng dan parabel yang kuat. Lerche yang akan memproduksi. Secara teknis, kualitasnya akan ada peningkatan. Tapi, ada gelagat nuansa khas dari versi anime sebelumnya akan berkurang. Para penggemar lama tak perlu khawatir karena sebagian cerita dari buku-buku yang lebih ke sini (yang tidak diangkat dalam versi anime sebelumnya) juga akan digarap.

Anime-anime sekuel di musim ini lumayan banyak. Kesemuanya meliputi:

  • Kelanjutan komedi musik klasik gado-gado ClassicaLoid keluaran Sunrise. (Season 2) Kudengar ini lumayan lucu.
  • Kehidupan drama komedi bersama siluman Youkai Apartment no Yuuga no Nichijou (Season 2). Kudengar ini juga lumayan lucu.
  • Blood Blockade Battlefront & BEYOND, musim tayang kedua dari anime aksi supernatural berlatar New York Kekkai Sensen. Ceritanya kudengar akan lebih mengikuti cerita di manganya, yang bisa jadi hal baik sekaligus buruk. BONES yang masih akan memproduksi.
  • Seri permainan kartu Cardfight!! Vanguard GZ. Sori, aku tak mengikuti.
  • ame-con!!, kelanjutan dari seri Rainy Cocoa, yang berlatar di kafe dan menonjolkan pembicaraan cute antar cowok-cowok tampan. Maaf, aku juga tak mengikuti, tapi kudengar latarnya berpindah ke Hawaii?!
  • Seri perjuangan grup idola WUG dari wilayah Tohoku, Wake Up, Girls! Shin Shou, yang kali ini diproduksi tanpa campur tangan sutradara kontroversial Yamakan. Desain karakter dan nuansanya akan berbeda, tapi ini masih karakter-karakter yang sama. Akan ada karakter-karakter baru. Millepensee yang akan memproduksi, menggantikan Ordet. Itagaki Shin yang akan… uh, menyutradarai.
  • Kelanjutan cerita gadis-gadis pahlawan Yuuki Yuuna wa Yuusha de Aru: Washio Sumi no Shou. Kudengar ini akan jadi versi kompilasi dari seri layar lebarnya. (Penanganan yang mirip kasus Gundam Unicorn) Studio Gokumi yang masih memproduksi. Yuuki Yuuna menjadi kejutan di masa tayangnya. Karena itu, sekuel ini juga termasuk yang diantisipasi.
  • Seri komedi enggak serius tentang perjalanan waktu mengkaji sejarah asli dan palsu dengan mesin-mesin tempur aneh Time Bokan: Gyakushuu no San-Okunin. (Semacam season 2 dari Time Bokan 24.) Tatsunoko masih memproduksi.
  • Seri tentang sekolah kompetisi memasak Shokugeki no Souma: San no Sara (Season 3) keluaran J.C. Staff juga akan ada. Membandingkan perkembangan manganya, aku terkesan karena adaptasinya sudah ada secepat ini.
  • Kelanjutan cerita tentang adik perempuan merepotkan tapi cute di Himouto! Umaru-chan R. (Season 2) Semua staf lama di Doga Kobo kembali untuk menangani.
  • Kelanjutan komedi supernatural tentang para pengurus arwah di alam baka dan tangan kanannya yang senantiasa cool, Houzuki no Reitetsu (Season 2). Studio DEEN akan menggantikan Wit Studio dalam memproduksi. Sutradara dan desainer karakternya ganti, walau penulis naskah dan komposer musiknya sama. Perbedaan dengan season sebelumnya pasti bakal ada.
  • Gintama (Season 5) yang masih ada juga. Kali ini akan mengetengahkan bagian cerita Poppori.
  • Kelanjutan seri drama psikologis tentang kehidupan dan kesepian berlatar dunia kompetisi shogi, Sangatsu no Lion (Season 2), juga akan ada.
  • Kelanjutan anime tentang cinta dan nasi, Love Kome (Season 2) juga ada.
  • Musim kedua dari perjuangan gadis idola di Love Live! Sunshine!! (Season 2) keluaran Sunrise.
  • Kembalinya anime komedi tentang para kembar enam tak berguna yang sempat menghebohkan, Osomatsu-san (Season 2). Studio Pierrot kembali untuk memproduksi.

Selebihnya, Sanzigen akan memproduksi Monster Strike: The Fading Cosmos. Seri tentang aplikasi dan hilang ingatan ini ternyata punya basis penggemar kuat.

Versi cowok dari waralaba game sosial bertema idola milik Bandai Namco, The iDOLM@STER SideM, juga akan ada. Yang akan diketengahkan adalah para pemuda yang masuk agensi talenta 315 Production. Yang kudengar menarik dari seri ini (selain para cowoknya) adalah bermacam latar belakang karir berbeda yang sebelumnya dimiliki para tokohnya.

TsukiPro the Animation juga akan ada. Diproduksi lewat kerjasama AZ Creative dan PRA, ini lagi-lagi seri idola yang akan mengetengahkan banyak kelompok, dalam hal ini, empat grup yang berbeda, SOARA, Growth, SolidS, dan Quell, yang bernaung di bawah label yang sama. Motonaga Keitaro (Date A Live) yang akan memproduksi. Yoshida Reiko juga yang akan menangani komposisi naskah. Ini didasarkan proyek idola virtual. Aku benar-benar belum tahu banyak tentang seri ini. Studio animasinya juga masih kurang aku kenal.

Untuk para penggemar anime dewasa yang belakangan ini dibuat, Omiai Aite wa Oshiego, Tsuyoki na, Mondaiji yang bertema soal hubungan guru wanita dan murid lelaki juga akan tayang. Seven kembali akan memproduksi.

Lay-duce juga akan memproduksi seri romansa Itsudatte Bokura no Koi 10 Centi Datta, yang merupakan karya lanjutan dari komite soal pernyataan cinta itu yang dicanangkan Honeyworks. Jumlah episodenya sebanyak enam dan akan mulai ada pertengahan musim nanti.

Tambahan yang terlewat, Evil or Live, yang dibuat berdasarkan komik web Li Xiaonan, juga akan diproduksi Emon. Dikisahkan ada semacam “penyakit” baru yang disebut Net Addiction, yang mengharuskan para penderitanya harus dirawat di suatu fasilitas rehabilitasi yang mirip penjara. Hibiki, pemuda yang dulu pernah menjadi juara atletik, diharuskan masuk ke salah satu fasilitas ini. Di sana, seorang pemuda misterius bernama Shin mendekatinya untuk melibatkannya dalam suatu rencana. Di sana juga ia menjumpai Shiori, kawan lamanya yang perangainya telah sangat berubah. Jumlah episodenya telah dikonfirmasi sebanyak 12.

Dari segi anime pendek, juga akan ada:

  • Seri komedi Ore-tacha Youkai Ningen, yang merupakan semacam penerus dari seri klasik Youkai Ningen Bem. DLE yang akan memproduksi.
  • Komedi romantis bertema minuman beralkohol Osake wa Fuufu ni Natte kara, tentang perjalanan seorang wanita dalam menikmati racikan-racikan cocktail buatan suaminya. Creators in Pack yang akan memproduksi.
  • Sylvanian Families, yang diangkat dari lini boneka buatan Epoch (yang bisa berharga sangat mahal), juga akan tayang. Produksinya dilakukan oleh Shogakukan Music & Digital Entertainment. Aku serius tertarik pada seri ini karena aku suka hal-hal yang lucu. Buat kalian yang suka kelinci, tupai, dan binatang-binatang hutan lain, mungkin kalian juga bakal suka.
  • Penerus spiritual animasi penguin buatan Inggris-Swiss, Pingu in the City juga akan diproduksi Polygon Pictures. Ini mungkin akan lucu.
  • Taishou Chicchai-san, tentang anak yang pindah dari Tokyo di era Taishou untuk masuk kuliah, dan kemudian terlibat persekongkolan yang melibatkan tentara. Studio A-CAT yang akan memproduksi.
  • Dia Horizon, waralaba multimedia terbaru keluaran Square Enix, juga akan mengeluarkan seri anime pendek yang memperkenalkan para karakternya. Mengingat promonya yang keluar tempo hari, lengkap dengan visualisasi fantasinya yang indah, pengumuman tentang seri anime pendek ini sempat membuat sejumlah pemerhati langsung terdiam.

Dari segi film layar lebar, Brains Base akan memproduksi Dance with Devils – Fortuna, yang merupakan film baru dari waralaba game otome yang sudah ada ini. Akan ada DC Super Heroes vs. Eagle Talon yang merupakan komedi dengan bintang tamu enggak terduga. Wit Studio juga akan memproduksi Donten ni Warau Gaiden, yang merupakan film pertama dari cerita lepasan dari seri TV-nya. Lalu, ada film layar lebar sekuel untuk anime renang Free! Take Your Marks. Juga akan tayang film kompilasi Touken Ranbu – Hanamaru ~ Makuai Kaisouroku. (Season 2-nya sudah dikonfirmasi kalau tak salah.). Juga ada film kompilasi drama aksi mecha bernuansa jazz Mobile Suit Gundam Thunderbolt: Bandit Flower, yang mengetengahkan paruh kedua cerita yang kini berlatar di Bumi.

Untuk film layar lebar, kurasa yang paling mencolok adalah film romansa sejarah berlatar awal abad 20 Haikara-san ga Tooru keluaran Nippon Animation yang akan diputar film pertamanya, Fate/stay night Heaven’s Feel: presage flower yang merupakan film pertama dari trilogi baru keluaran Ufotable, serta Godzilla – Kaijuu Wakusei, film aksi sains fiksi produksi Polygon Pictures yang melibatkan Urobuchi Gen, berlatar di Bumi yang telah dikuasai monster jauh di masa depan.

Dari segi OVA, ada episode tambahan untuk Busou Shoujo Machiavellism, episode pertama dari bab penutup Girls und Panzer das Finale, episode tambahan untuk Kabukibu!, dan episode tambahan pula untuk Netojuu no Susume.

Kayak biasa, hal-hal baru akan ditambahkan nanti.

(Sumber dari ANN dan Anime Now!)