Daftar Seri Shin Megami Tensei

Keresahan dunia zaman sekarang katanya mirip keresahan era Perang Dingin. Dari tahun 1970an sampai 1990an, rebutan pengaruh antara Amerika Serikat (Blok Barat) dan Uni Soviet (Blok Timur) benar-benar intens. Masa depan tak pasti. Semua pihak takut konflik memuncak dengan perang nuklir. Lalu kalau perang nuklir? Musnahlah dunia.

Kurasa, itu alasan banyak muncul cerita bergenre post-apocalyptic di zaman itu.

Sehubungan dengan itu, bahasan kali ini soal waralaba Shin Megami Tensei.

Dalam berbagai waralaba game lain, kita kerap dapat misi menyelamatkan dunia. Tapi di game-game Megaten, ancaman hancurnya dunia itu biasanya pasti. Kehancuran dunia sudah pasti terjadi tanpa bisa kita apa-apain. Yang jadi masalah lebih pada cara menyikapinya.

Waralaba multimedia Shin Megami Tensei dikembangkan perusahan Atlus. Utamanya memang adalah game, tapi dari tahun ke tahun, keluar produk novel dan manga juga. Waralaba ini dicetuskan oleh Okada Kouji (yang juga dikenal sebagai Cozy Okada), Suzuki Ginichiro, dan Suzuki Kazunari pada tahun 1987.

Saat tulisan ini kubuat, Atlus berada di bawah naungan Sega, yang membuat game-game Sonic the Hedgehog dan Valkyria Chronicles, setelah rangkaian kasus finansial beberapa tahun silam yang menimpa Index Corporation, perusahaan induk Atlus yang terdahulu. Jadi, Sega-lah yang kini menerbitkan game-game mereka. Walau begitu, sebagian game Shin Megami Tensei juga sempat diterbitkan Namco (yang sekarang sudah menyatu jadi perusahaan raksasa Bandai Namco), Nippon Ichi Software, dan beragam perusahaan lain, khususnya untuk wilayah Eropa.

Berawal Dari Tulisan

Mungkin sekarang susah kebayang, tapi Megaten awalnya didasarkan dari novel. Novel tersebut adalah seri novel horor sains fiksi Digital Devil Story  karangan Nishitani Aya.

Megami Tensei, buku Digital Devil Story paling pertama (kira-kira berarti ‘reinkarnasi sang dewi’), menjadi inspirasi sekaligus nama dari gamenya yang paling pertama pula. (Berbeda dengan cetakan huruf katakana di bukunya, kata ‘Story’ dalam game ditulis dengan huruf kanji ‘Monogatari’ walau kalau dari furigana, dibacanya tetap ‘Story’)

Meski Nishitani-sensei konon terlibat dalam pembuatan naskah game pertama tersebut, game-game berikutnya sesudah Megami Tensei sudah lepas sepenuhnya dari versi cerita di novelnya. Meski demikian, tetap terlihat bagaimana novel tersebut menjadi inspirasi berkelanjutan bagi waralaba ini.

Pada novel-novel Digital Devil Story, muncul gagasan tentang bagaimana manusia biasa jadi bisa memakai kekuatan makhluk-makhluk supernatural (Demon) melalui suatu perangkat lunak (Demon Summoning Program) yang terpasang pada suatu piranti elektronik portabel (yang gampangnya, sering disebut COMP). Kemampuan memanggil Demon dan membuat mereka mematuhi kemauan kita inilah yang menjadi ciri khas seri Megaten.

Berkat itu, untuk waktu cukup lama, Megaten sempat menjadi waralaba JRPG terbesar di Jepang sesudah Dragon Quest dan Final Fantasy.

Elemen-elemen khas waralaba Megami Tensei mencakup:

  • Permainan yang mengutamakan perkembangan cerita, tapi dengan pendekatan lebih pragmatis.
  • Sistem permainan berbasis giliran (turn-based), dilihat dari sudut pandang orang pertama (first person, ala Wizardry). Adanya elemen-elemen dungeon crawler.
  • Tingkat kesulitan permainan yang tidak mudah.
  • Fitur negosiasi dengan para Demon. Demon yang semula menjadi musuh bisa direkrut untuk dijadikan kawan seperjalanan.
  • Adanya fitur fusion untuk menggabungkan secara permanen satu Demon dengan Demon lain, menghasilkan Demon baru yang (berpotensi) lebih kuat.
  • Adanya ancaman kiamat atau perubahan besar dalam waktu dekat.
  • Adanya perseteruan berbagai tokoh mitologi kuno yang kembali hadir.
  • Adanya dua pihak alignment (mirip ideologi, atau bawaan) yang saling bertentangan, yakni Law (yang menginginkan keteraturan) dan Chaos (yang menginginkan kebebasan). Dalam perkembangannya, ini dilengkapi dengan satu alignment lagi, yaitu Neutral yang tidak berpihak.
  • Berlatar di dunia kontemporer. Biasanya di kota Tokyo masa kini.
  • Diperkaya elemen-elemen cyberpunk, lengkap dengan pemaparan soal dunia virtual.

Kalau kalian penasaran, fans di Internet sudah menerjemahkan novel-novel Digital Devil Story ke Bahasa Inggris, meski cuma dua dari tiga buku yang tuntas diterjemahkan. Buku ketiga cuma dibikin sebatas ringkasannya saja.

Menurutku pribadi, walau idenya benar-benar berkesan, cerita novelnya sebenarnya… kurang begitu bagus. Karakter-karakternya tidak simpatik. Motivasi semua orang janggal. Banyak elemen dewasa yang terkesan dipaksakan. Cara pemaparannya juga membuat tak nyaman. Tapi tetap ada sesuatu di dalamnya yang bisa beresonansi secara tematis gitu. Entah ya. Mungkin karena ceritanya dimaksudkan sebagai alegori atau gimana.

Tetap keren sih.

Dalam adaptasinya game, bisa terlihat bagaimana aspek-aspek keren waralaba ini kemudian tertuang. Ada sensasi bertahan hidup di tengah dunia yang semakin gila. Ada keberhasilan memperoleh kekuatan yang membuat kita di ‘atas’ makhluk-makhluk lain. Lalu, ada soal bagaimana kita seolah ditakdirkan berperan besar untuk menentukan masa depan dunia…

Mengiringi kesuksesan gamenya, waralaba Megaten kemudian ‘bercabang.’ Ada beberapa waralaba ‘turunan’ yang muncul. Lewat daftar ini, aku akan coba membahas seluruh ‘cabang’ tersebut sejauh pengalamanku pribadi.

…Sedikit catatan.

Meski tidak sampai menyerang kelompok tertentu secara khusus, game-game Megaten sempat menuai kontroversi di luar Jepang. Alasannya karena caranya memaparkan elemen-elemen keagamaan. Ada kesan campur aduk gitu antara mitologi dan dunia modern. Meski tak perlu ditanggapi serius, mungkin ini tetap perlu sedikit disinggung, terutama dengan bagaimana ada tuhan yang ditampilkan sebagai semacam tiran pada beberapa judul.

Sedikit catatan lagi.

Pada masa-masa awal ekspansi mereka ke luar negeri, di pertengahan dekade 90an, Atlus sempat mengemas waralaba Megaten di luar Jepang dengan nama Revelations (kira-kira berarti: ‘pembeberan’, bisa juga diartikan sebagai ‘wahyu’). Baru sesudah kesuksesan mereka di generasi konsol 128-bit di pertengahan dekade 2000an (era PS2, GC, dan XBOX), mereka kembali lebih mengusung nama Shin Megami Tensei untuk waralaba ini.

Kalau diamati, tema yang diusungnya bisa lumayan berbobot. Karenanya, kurasa penting untuk mempertimbangkan konteks dan pesan yang ada dalam masing-masing judul.

Seperti biasa, daftar ini panjang dan enggak bisa diandalkan. Daftar ini rencananya akan aku update dari waktu ke waktu.

Waralaba Megami Tensei

Aku belum pernah memainkan kedua game Megami Tensei yang pertama. Karena itu, aku enggak benar-benar bisa mengulasnya.

Ini keluaran paling awal. Hanya terdiri atas dua game di konsol Famicom (generasi NES 8-bit), yakni:

  • Digital Devil Story: Megami Tensei (Famicom, 1987)
  • Digital Devil Story: Megami Tensei II (Famicom, 1990)

>> Megami Tensei

Megami Tensei pertama masih berhubungan dengan seri novel Nishitani-sensei, meski secara agak tersamar. Kita berperan sebagai tokoh utama di novelnya, yakni pelajar SMA bernama Nakajima Akemi.

Ceritanya berlatar di penghujung dekade 1980an. Nakajima adalah pemuda rupawan yang dikisahkan jenius di bidang komputer. Selain komputer, Nakajima juga mendalami ilmu sihir, meski masih secara amatir. Kepribadiannya di awal cerita digambarkan agak sosiapatik.

Untuk membalas perlakuan para berandalan yang menindasnya di sekolah, Nakajima kemudian menyusun program komputer yang mengaplikasikan formasi-formasi sihir kuno dalam bentuk digital. Program ciptaannya ini bisa memanggil para Demon dari Makai. (Makai adalah alam para Demon. Belakangan juga dikenal dengan istilah Expanse).

Program komputer Nakajima ternyata bekerja. Tanpa ampun, Nakajima berhasil pula membalas dendam. Namun Demon yang Nakajima panggil, dewa jahat Loki dari mitologi Norse, ternyata tidak bisa sepenuhnya dikendalikannya. Karena tipu daya Loki, Shirasagi Yumiko, murid pindahan yang tanpa sengaja mengetahui rahasia pemanggilan Demon Nakajima, kemudian diincar sebagai persembahan Loki yang berikutnya.

Alasan Loki mengincar Yumiko ternyata karena Yumiko adalah reinkarnasi dewi kuno mitologi Jepang yang telah melahirkan dunia, Izanami. Tubuh Yumiko mengandung zat Magnetite dalam jumlah besar yang diperlukan Loki untuk bisa mewujud ke dunia.

Mengesampingkan gamenya dulu sedikit.

Novel pertama membahas pengorbanan Yumiko dan upaya Nakajima menghidupkannya kembali. (Makanya, novelnya berjudul Megami Tensei.) Cerita berkembang dengan terungkapnya Nakajima sebagai reinkarnasi dewa Izanagi, pasangan Izanami, dan bagaimana Nakajima mengusung pedang perwujudan dewa api Hi-no-Kagustuchi bersama Demon setianya, Cerberus, untuk mengalahkan Loki.

Petualangan Nakajima dan Yumiko berlanjut dalam novel kedua  Digital Devil Story (subjudulnya: Mazu no Senshi, atau Warrior of the Demon City; kira-kira berarti ‘para ksatria kota iblis’). Cerita novel kedua adalah soal upaya mencegah bersatunya alam manusia dengan Makai.

Program ciptaan Nakajima dimanfaatkan ilmuwan komputer sekaligus penyihir jahat Isma Feed untuk memanggil dewa jahat lain, Set, yang berasal dari mitologi Mesir. Cerita berkembang dengan tokoh-tokoh baru yang terpengaruh oleh program ciptaan Nakajima. Di klimaks cerita, Nakajima dan Yumiko berhasil membunuh Set berkat bantuan jubah mistis pemberian Izanami. Tapi novel berakhir dengan tetap terhubungnya alam manusia dan alam Makai akibat keengganan Nakajima mengorbankan Yumiko.

Di novel ketiga (subjudulnya: Tensei no Shuuen, atau Demise of the Reincarnation, ‘akhir reinkarnasi’), Demon telah berkeliaran bebas di dunia manusia. Yumiko telah cacat akibat apa yang dialaminya di novel sebelumnya. Terguncang, Nakajima ingin menghadapi dosa-dosanya karena telah menyebabkan berbagai kematian secara tidak langsung akibat tindakannya mendatangkan Loki. Termasuk di antara mereka, kematian ibunya sendiri sekaligus seluruh anggota keluarga Yumiko.

Namun demikian, Raja Demon Lucifer memulai campur tangan untuk menguasai dunia manusia. Lucifer mencuci otak pejabat-pejabat berkuasa, dan berupaya menampilkan diri sebagai dewa.

Nakajima seolah harus bangkit dari keterpurukannya dan mengambil peran sebagai penyelamat umat manusia. Namun di penghujung cerita, karena kalap sesudah melihat ayahnya tewas dalam amukan massa, Nakajima terpaksa dibunuh Izanami sebelum yang bersangkutan juga membunuh Yumiko.

Yumiko, histeris dengan kematian Nakajima, kemudian menggunakan Hi-no-Kagutsuchi untuk mencabut nyawanya sendiri. Cerita secara tragis berakhir dengan bagaimana Izanami, yang kini mengendalikan tubuh Yumiko, membawa pergi jasad Nakajima ke Asuka, di mana ia akan dimakamkan.

Dalam seri novelnya, kelanjutan perjuangan melawan Lucifer kudengar diceritakan dalam seri sekuelnya, New Digital Devil Story, yang terdiri atas enam buku. Tapi rincian lebih lanjutnya agak susah didapat. Seri novel ini konon kurang dikenal dibandingkan prekuelnya.  Tamatnya juga kudengar sama-sama berakhir tragis.

Balik ke soal game, game Megami Tensei seakan mengesampingkan cerita di novel ketiga.

Dikisahkan, Izanami ditawan Lucifer. Jiwa Izanami diperangkap dalam labirin istana raksasa Daimakyuu yang tahu-tahu telah muncul dari Shirasagi Mound di Asuka. Nakajima, dengan ditemani Yumiko, melakukan perjalanan panjang di dalam Daimakyuu untuk membebaskan Izanami. Mulai dari Tower of Daedalus, kota melayang Bien, Valhalla Corridor, Mazurka Corridor, Rotting Sea of Flames di mana Izanami ditawan, hingga Infini Palace tempat Lucifer bersemayam. Untuk itu, mereka harus berhadapan dengan Demon musuh lama mereka, yakni Loki dan Set, yang telah dibangkitkan Lucifer dari kematian. Cerita berakhir dengan takluknya Lucifer di tangan Nakajima, serta sumpahnya kalau ia akan kembali suatu saat di masa depan.

Membahas soal gameplay, game Megami Tensei kudengar termasuk modern untuk zamannya. Permainannya susah dan menantang. Meski dengan random encounter, setiap pertempuran berlangsung cepat. Sudut pandang orang pertama, yang mensimulasikan gerakan tiga dimensi, merupakan hal revolusioner di Jepang pada masanya. Inti permainannya adalah menjelajahi labirin raksasa di mana kita menjumpai monster, benda-benda yang harus dikumpulkan, NPC, serta jebakan.

Meski bisa merekrut Demon, hanya Nakajima dan Yumiko yang bisa kita tingkatkan Level-nya. Keduanya sama-sama bisa dilengkapi senjata dan pelindung, tapi hanya Nakajima yang bisa membuat kontrak dengan para Demon dan memanggil mereka. Di sisi lain, Yumiko punya akses ke sejumlah sihir. Salah satu sihir Yumiko adalah kemampuan Minimap yang vital untuk navigasi.

Para Demon punya Level konstan yang tak bisa berubah. Tapi mereka bisa kita gabungkan dengan Fusion untuk memperoleh Demon baru yang lebih kuat.

Game aslinya berbasis password. Fitur save belum ada. Meski demikian, fitur automap yang memetakan peta otomatis ternyata tersedia.

Game ini pertama memunculkan sejumlah kekhasan bagi waralaba Megami Tensei, di antaranya:

  • Pasangan tokoh utama cowok dan tokoh utama cewek, yang mana si cowok bisa menggunakan Demon sedangkan si cewek bisa memakai sihir.
  • Adanya parameter Magnetite yang diperlukan untuk memanggil Demon. Ada Magnetite dalam jumlah besar yang dikonsumsi untuk memanggil mereka. Ada Magnetite dalam jumlah kecil yang dikonsumsi untuk mempertahankan wujud para Demon setiap kita melangkah. (Bila Magnetite habis, HP para Demon yang justru akan berkurang.)
  • Implementasi pertama sistem navigasi dari sudut pandang orang pertama.
  • Implementasi pertama dari sistem fusion.
  • Implementasi pertama dari sistem negosasi.
  • Implementasi pertama dari sistem fase bulan yang mempengaruhi perilaku para Demon. Fase bulan berbeda akan membuat mereka berperilaku dengan cara berbeda pula.

Sebagai tambahan, kudengar novel pertamanya sempat diadaptasi ke bentuk anime dalam format OVA oleh ANIMATE pada tahun 1987. Ceritanya lumayan setia dengan novelnya, tapi anime ini tidak termasuk menonjol. Mungkin baiknya kau lihat hanya kalau kau benar-benar penasaran (dan sudah dewasa).

>> Megami Tensei II

Cerita game kedua, Megami Tensei II, masih berhubungan dengan game pertama.

Dikisahkan pada tahun 199X, tak lama sesudah game pertama Megami Tensei berakhir, perang nuklir pecah. Bombardir rudal membuka kembali portal dimensi ke alam Makai secara permanen. Di puing-puing Tokyo, 35 tahun sesudahnya, para Demon bebas berkeliaran di permukaan bumi dan memangsa manusia.

Umat manusia di zaman ini terbagi dalam dua golongan, yaitu Church of Messiah, yang meyakini akan datangnya juru selamat untuk umat manusia yang diutus Tuhan; dan Cult of Deva, yang memuja para Demon dan tunduk pada mereka.

Tokoh utama dan sahabatnya adalah dua anak muda yang hidup di tempat perlindungan bawah tanah pasca perang. Mereka menamatkan sebuah game bernama Devil Busters (yang secara mencurigakan, sangat mirip game Megami Tensei pertama). Lalu sesudah berhasil mengalahkan musuh terakhir, tiba-tiba muncullah Demon Pazuzu yang ternyata disegel di dalam game tersebut.

Pazuzu menyatakan keduanya sebagai Messiah yang akan menyelamatkan umat manusia. Tokoh utama diberi Pazuzu kemampuan untuk bicara dengan Demon dan memanggil mereka. Sedangkan sahabatnya diberi kemampuan sihir. Keduanya diberi misi untuk menghancurkan para raja Demon yang telah menguasai Tokyo.

Pazuzu juga memperingatkan akan datangnya bencana dan tempat berlindung mereka tidak lagi aman. Kehilangan tempat tinggal, keduanya lalu berkelana untuk mengalahkan para Demon.

Di Tokyo Tower, keduanya berjumpa dengan tokoh utama perempuan, seorang gadis penyihir. Gadis tersebut ternyata juga pernah dinyatakan sebagai Messiah oleh Pazuzu. Ia juga menentang para Demon. Namun, si gadis belakangan membangkangi Pazuzu dan menyatakan kalau Pazuzu sebenarnya memanipulasi mereka.

Sahabat si tokoh utama tak bisa menerima kenyataan ini, dan akhirnya berpisah jalan.

Sesudah mengalahkan satu per satu raja Demon, termasuk Pazuzu, dan menjatuhkan Cult of Deva, perjalanan tokoh utama dan si gadis berlanjut ke Makai. Di sana kita harus menolong dewa-dewa lama yang sebelumnya tersingkir.

Sahabat kita sebelumnya telah berhasil membebaskan Lucifer, yang Nakajima dan Yumiko telah segel bertahun-tahun silam. Namun sahabat kita itu kemudian tewas di tangan Bael, musuh lama Pazuzu, yang rupanya bertindak menentang kehendak sang tuhan. Bael-lah yang ternyata sebelumnya menyegel Pazuzu dalam Devil Busters.

Terkuak bahwa Satan, salah satu raja Demon, yang ternyata bertanggung jawab memicu perang nuklir puluhan tahun silam. Kita lalu diberi pilihan tentang bagaimana cara mengalahkannya. Bila kita mengalahkan Satan begitu saja, yang berarti membuat kita membangkangi Lucifer dan harus mengalahkannya juga, kita dijadikan dewa dan Millenial Kingdom terbangun.

Sebaliknya, bila kita merekrut Lucifer dengan menolong Bael, sesudah mengalahkan Satan, kita berkesempatan melawan YHVH, tuhan yang telah mengusir para dewa lain. Bila menang, Lucifer akan menutup portal ke alam Makai, umat manusia keluar dari bawah tanah, dan terungkap bahwa Devil Busters ternyata diciptakan oleh mendiang Nakajima.

Dari segi teknis, Megami Tensei II katanya merupakan kemajuan besar dibanding game sebelumnya. Grafisnya lebih bagus dengan pilihan warna lebih baik. Ada peta dunia yang kini bisa kita jelajahi yang bernuansa post apocalyptic, di mana perjalanan ke tempat-tempat lain perlu kita lakukan melalui jalur-jalur kereta bawah tanah.

Kini kita bisa men-save. Di samping itu, aspek ceritanya juga lebih berbobot.

Beberapa kekhasan Megami Tensei II antara lain:

  • Implementasi pertama sistem peta dunia.
  • Implementasi pertama dari Cathedral of Shadows, kuil misterius di mana Demon bisa kita gabungkan untuk menghasilkan Demon baru. (Di versi awal Megami Tensei pertama, Demon bisa kita gabungkan, tapi bukan melalui tempat ini.)
  • Implementasi sudut pandang dari atas di beberapa bagian permainan.
  • Implementasi pertama dari sistem alignment, meski dalam bentuk sederhana, dengan dua pilihan yang bisa diambil, yakni Law atau Chaos.
  • Implementasi pertama sistem untuk meneruskan permainan bila kita mati, dengan memberi uang ke Charon di sungai arwah.
  • Implementasi pertama toko Rag(?) yang menyediakan barang-barang berkualitas namun hanya menerima bayaran dalam bentuk batu-batu permata berharga.

Catatan tambahan untuk Megami Tensei dan Megami Tensei II.

Megami Tensei pertama juga pernah dirilis dalam versi yang dikembangkan Telenet. Versi ini berbeda sama sekali dari versi aslinya (dengan pergerakan dilihat dari atas). Karenanya, dipandang sebagai versi yang inferior.

Sesudah kesuksesan game-game Shin Megami Tensei yang menjadi penerusnya, Megami Tensei dan Megami Tensei II dirilis ulang dalam satu bundel bernama Kyuuyaku Megami Tensei (‘Kyuuyaku’ dalam hal ini berarti ‘Old Testament’ atau ‘Perjanjian Lama’). Versi dirilis untuk Super Famicom pada tahun 1995.

Versi Kyuuyaku merombak habis grafis untuk kedua game. Memberinya nuansa estetis lebih baru. Karena tergabung jadi satu, kita bahkan jadi bisa menyambungkan data dari game pertama ke game kedua. Megami Tensei pertama juga jadi bisa di-save di versi ini.

Kalau kalian kesampaian main, kurasa versi Kyuuyaki ini yang paling direkomendasikan.

Waralaba Utama Shin Megami Tensei

Shin Megami Tensei adalah pengembangan dari waralaba Megami Tensei. Settingnya lebih luas dan juga lebih kekinian. Kontribusinya yang paling mencolok adalah implementasi sistem alignment yang bukan hanya menentukan akhir permainan yang kita dapat, tapi juga perkembangan cerita sekaligus Demon-demon yang bisa kita rekrut.

Soal judulnya, game-game era Super Famicom/SNES di masa itu banyak menggunakan kata ‘Super’ di depan judulnya. Waralaba Castlevania misalnya, merilis game keempatnya dengan judul Super Castlevania IV. Dengan cara serupa, nama waralaba ini ditambah dengan kata ‘Shin’ menjadi Shin Megami Tensei (artinya kira-kira jadi ‘kelahiran kembali sang dewi yang sesungguhnya’).

Judul-judulnya terdiri atas:

  • Shin Megami Tensei (Super Famicom, 1992)
  • Shin Megami Tensei II (Super Famicom, 1994)
  • Shin Megami Tensei If… (Super Famicom, 1994)
  • Shin Megami Tensei: Nine (Xbox, 2002)
  • Shin Megami Tensei: Nocturne atau juga dikenal sebagai Shin Megami Tensei: Lucifer’s Call (PlayStation 2, 2003)
  • Shin Megami Tensei: Imagine (PC Windows, 2007)
  • Shin Megami Tensei: Strange Journey (NDS, 2009)
  • Shin Megami Tensei IV (3DS, 2013)
  • Shin Megami Tensei IV: Final atau juga dikenal sebagai Shin Megami Tensei IV: Apocalypse (3DS, 2016)
  • Shin Megami Tensei V (tentatif, dalam pengembangan untuk Nintendo Switch)

>> Shin Megami Tensei

Cerita dibuka dengan adegan mimpi ganjil yang dialami si tokoh utama (Hero, dia dapat kita namai sendiri). Mimpi itu mengisyaratkan pertemuan sang karakter utama dengan para karakter lain (yang juga dapat kita namai, mereka mencakup Law Hero, Chaos Hero, dan sang tokoh utama wanita, Heroine; ini ditambah karakter wanita lain, seorang perempuan misterius bernama Rie yang ingin mengabdikan diri pada kita seumur hidup). Gampangnya, SMT berkisah tentang seorang cowok SMA yang bangun pada suatu hari dan mendapati dunia di ambang kiamat. Segalanya menjadi tak terkendali. Lalu tak ada yang bisa diandalkan selain dirinya sendiri.

Suatu percobaan teleportasi dikisahkan telah membuka portal ke alam Makai, membuat Demon-demon bermunculan. Saat kekacauan di Jepang merajalela, dua faksi lalu terbentuk: pihak yang ingin memusnahkan para Demon yang dipimpin Thorman, dubes Amerika untuk Jepang; dan pihak yang memandang para Demon sebagai kembalinya dewa-dewa kuno Jepang, yang dipimpin seorang jendral bernama Gotou.

Game pertama merombak konsep di game-game sebelumnya. Latarnya dibuat lebih modern, yaitu di penghujung dekade 90an. Sejumlah perbaikan juga diberikan pada sistem permainannya. Secara garis besar, ciri khas terbesar SMT adalah soal pentingnya aspek ‘pilihan’ dalam ceritanya.

Hal baru yang ditonjolkan dalam game ini antara lain:

  • Implementas pertama pilihan ketiga dalam sistem alignment, yakni Neutral.
  • Implementasi sistem alignment yang lebih kompleks, dengan kombinasi dua sumbu yang jadi acuan, yaitu sumbu ‘moral’ Light-Neutral-Dark dan sumbu ‘kecendrungan’ Law-Neutral-Chaos. Sistem ini mempengaruhi perilaku para Demon dalam pertempuran sekaligus kecocokan mereka dengan karakter kita.
  • Implementasi sistem negosiasi yang lebih kompleks. Para Demon akan bereaksi sesuai alignment (Demon yang Light Law beda reaksinya dengan yang Neutral Chaos. Demon yang Dark selalu memusuhi, tidak bisa didapat dari Negosiasi. Apabila karakter utama kita berkecendrungan Law, maka para Demon yang Chaos menolak bergabung dengan kita, dan sebaliknya.)
  • Implementasi pertama dua karakter pendamping Law Hero dan Chaos Hero dalam cerita.
  • Implementasi Terminal untuk penyimpanan permainan dan perjalanan.
  • Implementasi sistem fusion yang lebih kompleks, dengan opsi untuk menggabungkan tiga Demon sekaligus, bukan hanya dua.

Shin Megami Tensei juga menjadi titik awal tenarnya ilustrator Megaten Kaneko Kazuma, yang dikenal dengan gaya visual porselennya yang khas. Beliau turut mengerjakan desain karakter, dunia, monster, dan visualnya secara umum.

Pada tahun 1995, ada anime berformat OVA 2 episode yang diproduksi J.C. Staff berjudul Shin Megami Tensei: Tokyo Mokushiroku (atau, Tokyo Revelations) yang juga pernah dibuat. Ceritanya adalah cerita orisinil yang tak berhubungan sama sekali dengan gamenya. Seperti banyak anime horor sains fiksi untuk dewasa di zaman itu, kualitasnya… tak bisa dibilang bagus. Untuk yang satu ini, aku tak merekomendasikannya.

(Bersambung)

Percabangan Majin Tensei

Singkat cerita, waralaba ini adalah Megaten digabung dengan permainan strategi Fire Emblem. Lebih dominan di Jepang. Ceritanya termasuk yang paling berat nuansa sains fiksinya.

Game-game yang termasuk dalam waralaba ini meliputi:

  • Majin Tensei
  • Majin Tensei II: Spiral Nemesis
  • Ronde
  • Majin Tensei: Blind Thinker
  • Majin Tensei: Blind Thinker II

(Bersambung)

Percabangan Last Bible

Singkat cerita, waralaba ini adalah Megaten digabung dengan JRPG konvensional macam Dragon Quest. Ceritanya lebih banyak berlatar di dunia fantasi, meski motif-motif mitologi dan agamanya tetap ada.

Game-game yang termasuk dalam waralaba ini:

  • Megami Tensei Gaiden: Last Bible atau Revelations: The Demon Slayer
  • Megami Tensei Gaiden: Last Bible II
  • Last Bible III
  • Another Bible
  • Megami Tensei Gaiden: Last Bible Special

(Bersambung)

Percabangan Devil Summoner

Singkat cerita, Megaten berformat RPG yang ceritanya lebih bernuansa detektif. Biasanya ada misteri yang perlu diungkap dan persekongkolan yang harus dihentikan.

Game-game yang termasuk dalam waralaba ini:

  • Devil Summoner
  • Devil Summoner: Soul Hackers
  • Devil Summoner: Kuzunoha Raidou vs The Soulless Army
  • Devil Summoner 2: Kuzunoha Raidou vs King Abaddon

(Bersambung)

Percabangan Persona

Singkat cerita, versi Megaten yang lebih berfokus ke dunia remaja. Temanya banyak membahas soal kepribadian dan masa depan. Tidak dapat dipungkiri, ini adalah waralaba Atlus yang paling sukses saat ini. Bentuk permainannya juga berkembang ke berbagai genre lain.

Game-game yang termasuk dalam waralaba ini:

  • Megami Ibunroku Persona
  • Persona 2: Innocent Sin atau Persona 2: Tsumi
  • Persona 2: Eternal Punishment atau Persona 2: Batsu
  • Persona 3, yang juga dirilis ulang sebagai Persona 3: FES dan Persona 3: Portable
  • Persona 4, yang juga dirilis ulang sebagai Persona 4: The Golden
  • Persona 4: Arena
  • Persona 4: Arena Ultimax
  • Persona 4: Dancing All Night
  • Persona Q: Shadow of the Labyrinth
  • Persona 5

(Bersambung)

Percabangan Digitial Devil Saga

Waralaba yang ini sedikit sulit dideskripsikan. (Ceritanya tak berhubungan sama sekali dengan Digital Devil Story.)

Hanya dua game yang termasuk dalam percabangan ini, yaitu:

  • Digital Devil Saga atau Digital Devil Saga: Avatar Tuner
  • Digital Devil Saga II

(Bersambung)

Percabangan Devil Children/Demi Kids

Singkat cerita, Megaten yang lebih diperuntukkan untuk anak-anak, yang dirilis untuk mengimbangi waralaba pengumpulan monster ala Pokemon dan Digimon. Meski lebih imut dan disederhanakan, ceritanya masih mengusung soal tema kiamat.

Game yang termasuk dalam percabangan ini antara lain:

  • Shin Megami Tensei: Devil Children – Black Book dan Shin Megami Tensei: Devil Children – Red Book
  • Shin Megami Tensei: Devil Children – White Book
  • Shin Megami Tensei: Devil Children – Light Book dan Shin Megami Tensei: Devil Children – Dark Book, atau DemiKids: Light Version dan DemiKids: Dark Version
  • Shin Megami Tensei: Devil Children – Book of Fire dan Shin Megami Tensei: Devil Children – Book of Ice.

Selain yang di atas, terdapat sejumlah game lain di bawah waralaba ini yang genrenya bukan RPG.

(Bersambung)

Percabangan Devil Survivor

Singkat cerita, Megaten versi baru yang digabungkan dengan genre strategi. Berbeda dari Majin Tensei, nuansanya lebih ke dunia kontemporer dengan fokus lebih ke upaya bertahan hidup.

Game yang termasuk dalam waralaba ini mencakup:

  • Devil Survivor, yang sempat dirilis ulang sebagai Devil Survivor: Overclocked
  • Devil Survivor 2, yang sempat dirilis ulang sebagai Devil Survivor 2: Record Breaker

(Bersambung)

Penutup

Sebagai penutup sementara, meski kau bukan reinkarnasi dewa, kau bisa mempengaruhi dunia di masa depan lebih dari dugaanmu.

Nanti tulisan ini dilanjut lagi.

(Bahan dari situs Wikipedia, HG 101, dan Megaten Wikia.)

Iklan
Tag: , ,

2 Komentar to “Daftar Seri Shin Megami Tensei”

  1. Jujur aku cuman sempat main game megatan pertama versi super famicom saja, tapi katanya bagian awalnya terdapat pemotongan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: