alfare

Arifureta Shokugyou de Sekaisaikyou

In novel on 15/05/2017 at 07:59

Belum lama ini, aku jadi anggota J-Novel Club. Intinya, mereka layanan yang menerjemahkan secara resmi seri-seri light novel terbitan Hobby Japan dan Overlap ke Bahasa Inggris.

Keanggotaanku masih biasa sih, bukan premium. Keanggotaan biasa cuma membolehkan baca gratis semua buku yang terjemahannya masih dikerjakan. Dalam artian, buku-buku yang belum terbit digital secara final. (istilahnya, yang masih prepub, atau pre-publikasi) Ada porsi-porsi terjemahan yang mereka sediakan  mingguan. Jadwal rilis per bagiannya sudah mereka atur. Lalu, asal buku itu belum terbit, atau kebetulan sedang ada acara khusus, kita bisa baca bab-bab yang tersedia sepuasnya.

Di sisi lain, buku-buku yang tuntas terjemahan dan pengeditannya dan sudah resmi terbit, selain bab-bab awal yang jadi preview, sifatnya jadi tertutup buat semua anggota. Kalau mau baca, maka kita mesti beli. Kecuali, lagi, dalam kasus-kasus tertentu. (Atau, kalau kalian nyari bajakan.)

Enaknya kalau ada keanggotaan premium, ada kayak kredit yang diberikan tiap bulan gitu. Satu kredit bisa kita pakai untuk beli satu buku yang sudah terbit. Jadinya, kalau dihitung-hitung, bahkan kalau bukan yang premium pun, keanggotaan layanan ini benar-benar balik modal. Yang diterjemahkan di sini bukan versi web novel, melainkan versi light novel yang sudah cetak resmi. Lengkap dengan ilustrasi dan afterword juga. Karena itu, skema bisnis ini benar-benar mendukung para pengarang dan penerbit asli di sana.

Aku sudah menyinggung bagaimana waktu launching, J-Novel Club menggebrak dengan menghadirkan seri novel misteri sains fiksi Occultic;Nine. Animenya baru mulai tayang saat itu. Beberapa judul lain yang menonjol mencakup seri komedi Rokujouma no Shinryakusha?!, fantasi remaja Hai to Gensou no Grimgar, serta Ore ga Heroine o Tasukesugite Sekai ga Little Apocalypse?! yang sudah lumayan lama bikin penasaran sejumlah fans.

Seri novel isekai Smartphone yang animenya akan tayang musim depan juga sudah mereka kerjakan.

Tapi di antara semuanya, satu judul yang kuperhatikan khusus adalah Arifureta Shokugyou de Sekaisaikyou. Ini seri novel isekai agak terkenal karangan Shirakome Ryo. Ilustrasinya buatan Takayaki. Seri ini juga dikenal dengan judul Arifureta – From Commonplace to World’s Strongest. (Terjemahan judulnya kira-kira: ‘dari orang biasa menjadi yang terkuat di dunia.’)

“Apaan Ini?! Ini sampah!”

Aku pertama tahu tentang Arifureta saat mencari bacaan webnovel menjelang akhir 2016 lalu. Aku baru beres membaca bab terkini Kumo desu ga Nani ka?. Aku mau lanjut baca Desumachi, tapi aku masih belum sreg dengan bab-bab awalnya. Makanya, aku berkunjung ke situs novelupdates untuk mencari seri webnovel Jepang lain yang mungkin populer. Dari sana, aku menemukan judul ini.

Mulai ditulis tahun 2013 dan kalau tak salah, sudah tamat di negara asalnya (tapi masih belum tuntas diterjemahkan ke Bahasa Inggris saat ini aku tulis), Arifureta dikarang Shirakome-sensei di situs novel amatir Syosetsuka ni Narou. Nama pena beliau waktu itu Chuuni Suki. Alasan beliau menggunakan nama pena demikian karena beliau, nampaknya, punya gejala-gejala chuunibyou akut. Hal tersebut agaknya terbawa ke tulisan yang beliau buat.

Jadi, buat kalian yang belum tahu, Arifureta agak notorious di kalangan orang-orang yang pernah membacanya. Nuansa ceritanya yang semula edgy terkesan berubah drastis menjelang akhir buku pertamanya. Gampangnya, apa yang semula terkesan gelap dan serius berkembang jadi mengangkat alis dengan hadirnya elemen-elemen keseharian dan harem love comedy. Belum lagi dengan bumbu-bumbu dewasa yang tahu-tahu ada di dalamnya. Ditambah lagi, tokoh utamanya…

Gimana jelasinnya ya.

Intinya, seperti yang judulnya indikasikan, si tokoh utama berubah jadi orang yang sangat kuat. Terlalu kuat, malah. Dia bebas bersikap kayak gimanapun dia mau. Dia bebas membunuh siapapun yang menurut dia menghalangi jalannya. Dia juga bebas memandang rendah siapapun yang minta tolong ke dia (walau ujung-ujungnya, sesudah proses agak berbelit, dia bakal menolong juga.) Intinya, kepribadiannya berubah drastis tapi bukan dengan cara yang berbobot gitu.

Ini membuat segalanya agak aneh. Tema ceritanya di awal, kayaknya, adalah soal hubungan antar karakter dan balas dendam. Tapi, si tokoh utama kemudian berubah jadi orang paling kuat di dunia. Lalu sesudah itu, balas dendam dan hubungan dengan orang kayak bukan lagi jadi hal penting bagi dia. Dia malah berubah jadi terkesan egois dan enggak pedulian kayak sekarang.

Perubahan nuansanya enggak mulus. Makanya, lumayan wajar ada orang-orang yang kecewa dengan perkembangannya. Lalu, ya itu, elemen harem dan komedinya bisa terasa maksa.

Tapi di sisi lain, meski kemampuan penggalian karakter dan pemetaan plot beliau meragukan, ditambah bagaimana ceritanya sebenarnya tak serius pada sejumlah titik, mungkin karena bakat chuunibyou beliau juga, narasi Shirakome-sensei masih terbilang bagus. Ini diperkuat juga dengan pembangunan dunianya yang termasuk menarik.

Begitu cerita dibuka, kita langsung diperkenalkan pada karakter-karakter berjumlah enggak sedikit. Tapi bagusnya, semua karakter tersebut punya konsep yang jelas gitu. Premis ceritanya kuat, yaitu soal bagaimana Nagumo Hajime dan teman-teman sekelasnya tiba-tiba dipanggil ke dunia lain untuk menyelamatkannya dari bahaya. Kita dipaparkan secara runut soal gimana dunianya bekerja. Detil deskripsi latarnya keren. Ini diperkaya dengan konflik hubungan antar karakter yang ada sejak awal. Hasilnya lumayan berkesan.

Dengan kelemahan-kelemahannya, kalau membaca penuturan Shirakome-sensei sendiri, aku jadi memahami kenapa cerita ini sampai perlu ‘diperjuangkan’ oleh editornya untuk bisa terbit. Pada pertengahan 2015, seri ini terbit resmi juga sebagai light novel di bawah bendera Overlap. Penerbitan versi LN setahuku masih berlanjut saat ini kutulis.

Cerita versi LN setahuku tak beda jauh dibandingkan versi WN. Di samping pengeditan lebih rapi, kelebihan utama versi LN adalah adanya bonus cerita-cerita sampingan yang sifatnya tambahan, yang tak terlalu mengubah alur cerita utama.

Dengan kepopulerannya yang lumayan, Arifureta juga memperoleh adaptasi manga yang dibuat RoGa. Seri manganya masih relatif baru, baru mulai terbit pada akhir tahun 2016 (hari Natal?) lalu. Berhubung ilustrasi Takayaki-sensei lebih berfokus ke karakter, adaptasi yang dibuat RoGa-sensei jadi menonjol karena menampilkan desain berbagai monster yang Hajime hadapi.

Aku memutuskan baca Arifureta di J-Novel Club semula karena penasaran. Tapi dari rasa penasaran tersebut, aku lagi-lagi nemu seri yang enggak sepenuhnya bisa dibilang bagus, tapi secara meyakinkan bisa dibilang rame.

Pergi ke Dunia Lain Sana

Arifureta dibuka dengan bagaimana Hajime dikisahkan terjatuh ke dalam jurang gelap yang seolah tak berdasar. Keputusasaan menaungi seiring hilangnya cahaya di depan matanya.

Narasi lalu kembali ke beberapa waktu sebelumnya.

Hari itu adalah hari Senin, waktu yang bikin depresi bagi Nagumo Hajime.

Hajime ceritanya remaja otaku kurus dengan tampang senantiasa mengantuk. Dia sering begadang karena mengutamakan hobi di atas segala-galanya. Ayahnya bekerja di industri game dan ibunya adalah mangaka shoujo. Rencana awalnya dalam hidup adalah untuk bekerja di perusahaan ayahnya atau membantu pekerjaan ibunya. Dia tak gampang terpengaruh orang lain. Pada dasarnya, dia bersifat pendiam. Intinya, dia tipe yang hanya ingin dibiarkan hidup damai.

Masalahnya, Hajime diam-diam dibenci hampir seluruh teman sekelasnya.

Entah kenapa, secara berkelanjutan, sejak pertama kali masuk SMA, Shirasaki Kaori, gadis paling populer di sekolahnya, yang dikenal cantik dan lemah lembut dan baik hati, terus-terusan mendekati Hajime setiap hari.

Kebanyakan orang di sekeliling mereka sulit menerima kenapa orang datar, payah, gagal, dan ‘rendahan’ seperti Hajime bisa-bisanya akrab dengan Kaori. Memang Hajime siapa? Mereka tak bisa membayangkan Kaori benar-benar suka terhadap Hajime. Karenanya, mereka kira Hajime dengan sengaja menyusahkan Kaori agar Kaori mengurusinya setiap hari.

Hanya saja, Hajime juga tak mengerti. Setahunya, dirinya dan Kaori baru kenal pas SMA. Mereka jelas bukan teman masa kecil. Lalu terlepas dari segala isyarat yang coba Hajime berikan, sikap Kaori tak pernah berubah.

Situasi ini membuat Hajime stres karena Kaori merupakan salah satu dari geng empat orang paling menonjol di sekolahnya. Kebetulan, kesemuanya adalah teman sekelas Hajime. Selain Kaori, Mereka mencakup:

  • Amanogawa Kouki, cowok paling populer di sekolah. Tampan, pintar, jago olahraga. Seakan sempurna dengan kepribadiannya yang lurus dan caranya membawakan diri. Dirinya juga merasa Hajime keseringan merepotkan Kaori.
  • Sakagami Ryutarou, sahabat Kouki. Sangat jangkung, berbadan besar seperti beruang, dan berdarah panas. Kepribadiannya terbuka dan tak peka. Ia terang-terangan menunjukkan rasa kurang sukanya dengan Hajime yang dianggapnya pemalas.
  • Yaegashi Shizuku, gadis jangkung dan jago kendo, teman dekat Kaori, dan tak kalah populer darinya. Peka terhadap perasaan orang, dan karenanya menjadi satu dari sekian sedikit yang sebenarnya memahami situasi Hajime. Shizuku juga kenal lama dengan Kouki yang pernah berlatih di dojo keluarga Yaegashi, dan mereka berdua pernah sampai ke kejuaraan nasional.

Kedekatan Hajime dengan Kaori juga membuat Hajime diam-diam ditindas oleh geng berandalan di sekolah. Mereka terdiri atas Hiyama Daisuke dan kawan-kawannya: Saitou Yoshiki, Kondou Reichi, dan Nakano Shinji.

Daisuke tak bisa menerima kedekatan Hajime dengan Kaori. Alasannya tentu saja karena Daisuke sendiri diam-diam suka pada Kaori. Daisuke dan gengnya jadi kerap menggencet Hajime dan menjelek-jelekkan namanya.

Hajime di sisi lain tak bisa terang-terangan menolak Kaori. Ia sadar bahwa dengan bagaimana semua orang di sekolah memperhatikan mereka, menyakiti Kaori hanya akan membuat situasinya bertambah runyam.

Hajime sampai-sampai menggerutu. Kalau mereka berempat memang sedemikian sempurnanya, lebih baik mereka dipanggil ke dunia lain sana. Jadi pahlawan atau apa.

Tanpa diduga, ternyata benar-benar itu yang terjadi.

Pas jam homeroom hari itu, tiba-tiba muncul lingkaran sihir bercahaya yang memindahkan mereka semua ke dunia lain.

Esok yang Suram

Hajime dan kawan-kawan sekelasnya, beserta wali kelas mereka yang polos dan masih muda, Hatayama Aiko, tahu-tahu dibawa ke dunia lain bernama Tortus. Di sana, mereka disambut Ishtar Longbard, pria tua yang mewakili gereja suci yang menyembah Ehit, dewa yang melindungi manusia.

Ishtar menjelaskan kalau di Tortus, ada tiga macam ras:

  • ras manusia di utara,
  • ras sihir/iblis di selatan,
  • ras demi-human separuh binatang yang terasing di hutan luas di timur.

Ras manusia dan sihir bermusuhan. Manusia unggul dari segi jumlah karena relatif cepat tumbuh dan berkembang biak. Ras sihir unggul dari segi usia yang panjang dan kekuatan individu. Selama ini, kedudukan mereka seimbang. Tapi belakangan, ras iblis konon menemukan cara untuk menjinakkan monster-monster di alam liar.

Keseimbangan kekuatan antar ras kini terancam. Untuk mengatasinya, dewa Ehit-sama memanggil manusia-manusia dari ‘sebuah dunia lain yang berkedudukan lebih tinggi’ untuk menyeimbangkan kekuatan, yang dalam hal ini adalah Hajime dan kawan-kawannya.

Para remaja SMA pendatang dan guru mereka lalu ditampung di Kerajaan Heileigh. Heileigh adalah salah satu negeri manusia dan adalah negara yang paling dekat hubungannya dengan Gereja Ehit. Kouki yang karismatik dianggap Ishtar sebagai pemimpin. Mereka semua diperlakukan selayaknya tamu kehormatan.

Sesudah sadar bahwa apa yang mereka alami benar-benar terjadi, karena jalan pulang tak ada, Hajime dan kawan-kawannya setuju menjadi pahlawan yang melindungi pihak manusia. Aiko-chan-sensei mengkhawatirkan keselamatan mereka semua, tapi mereka tak punya pilihan. Di samping itu, saat dipanggil ke Tortus, mereka ternyata diberkahi kekuatan-kekuatan luar biasa yang membuat mereka di atas manusia-manusia lain.

Untuk bersiap menghadapi perang, para pendatang kemudian dilatih untuk mengembangkan kekuatan mereka. Mereka dididik Meld Loggins, kapten para ksatria Heileigh yang tegas dan simpatik.

Melalui suatu artefak produksi massal bernama Status Plate, orang bisa mengetahui potensi kekuatan mereka. Setelah ditetesi darah pemiliknya, artefak tersebut berfungsi sebagai tanda pengenal. Tertera padanya, ada sesuatu yang disebut Job yang mengindikasikan bakat alami si pemilik. Selain memperlihatkan apa saja kemampuan (Skill) yang dikuasai, Status Plate juga memperlihatkan angka-angka parameter:

  • Level (Dalam skala 1-100, 100 mengindikasikan potensi puncak mereka yang tak bisa ditingkatkan lagi. Berbeda dari sejumlah seri isekai lain, orang meningkatkan parameter kekuatan untuk meningkatkan Level, bukan sebaliknya. Jadi Level hanya berfungsi sebagai indikator semata.)
  • Strength (kekuatan fisik, tenaga)
  • Vitality (vitalitas, daya hidup)
  • Defense (pertahanan)
  • Agility (kelincahan, kegesitan)
  • Magic (sihir)
  • Magic Defense (pertahanan sihir)

Orang-orang biasa di Tortus punya angka 10 untuk parameter-parameter tersebut. Tapi Kouki dan yang lain punya angka-angka dalam skala ratusan. Itu sekalipun mereka masih di Level 1!

Kouki pun ternyata memiliki Job Hero yang sangat langka, dengan berbagai macam Skill kuat, yang membuatnya seperti manusia super di antara manusia-manusia super. Kouki jadi persis seperti para tokoh utama dengan kemampuan cheat di seri-seri isekai yang Hajime ketahui.

Karenanya, alangkah terpuruknya Hajime saat mendapati bahwa dia jadi pengecualian atas hal ini. Secara mengherankan, semua parameter Hajime bernilai 10. Selain Skill Language Comprehension yang memungkinkannya memahami semua bahasa—yang lazim dimiliki semua pendatang dari dunia lain—Skill yang Hajime punyai hanya Transmute yang membuatnya bisa mengubah sifat bahan-bahan yang ia sentuh. Job yang dipunyainya adalah Synergist, Job tidak istimewa yang memberi bakat mengolah material seperti halnya pandai-pandai besi.

Bahkan sesudah berlatih dua minggu, kemajuan Hajime tidak signifikan. Sementara, teman-teman Hajime yang sudah di atas dirinya terus saja bertambah kuat. Itu termasuk Kaori. Itu termasuk juga Hiyama Daisuke dan gengnya yang terus menindasnya dengan kekuatan mereka yang baru. Hajime jadi semakin dipandang rendah, bahkan oleh orang-orang Tortus juga. Bahkan Aiko-chan-sensei, yang parameter kekuatannya setara Hajime, ternyata punya Job langka Farmer yang memungkinkannya mempengaruhi iklim dan bentang alam, memberinya kedudukan vital dalam perang yang akan datang.

Puncaknya, untuk membuktikan diri, Hajime nekat mempertaruhkan nyawa  melindungi teman-teman sekelasnya ketika ekskursi mereka ke Orcus Labyrinth—satu dari tujuh labirin misterius penuh monster yang ada di dunia—berjalan tidak semestinya. Namun dalam upayanya tersebut, salah seorang teman sekelas Hajime malah dengan licik menyerangnya dari belakang. Terjatuh ke dalam jurang, bahkan jerits tangis Kaori memudar tatkala Hajime ditelan kegelapan.

Lambung Logam

Porsi awal Arifureta memaparkan perjuangan Hajime selama terdampar di lantai-lantai bawah Labirin Orcus.

Hajime ketakutan setengah mati karena kehilangan sebelah tangan dalam serangan monster-monster buas. Tapi tanpa sengaja, Hajime menemukan kristal murni Divine Crystal (yang belum dikenalinya waktu itu) yang meneteskan cairan penyembuh Ambrosia yang kemudian menyelamatkan nyawanya.

Meski tak mengembalikan sebelah tangannya, Ambrosia menyembuhkan segala luka Hajime. Ambrosia sekaligus juga terus mempertahankan nyawanya, walau rasa laparnya tak hilang dan lambat laun semakin tak tertahankan.

Mengandalkan kemampuan Transmute yang terus diasah, Hajime berhasil membuat jebakan dan membunuh monster. Daging monster buruannya lalu dimakannya mentah-mentah karena saking laparnya. Tapi daging tersebut berdampak fatal bagi manusia. Menelan daging itu memberi Hajime penderitaan luar biasa. Hanya berkat Ambrosia, Hajime masih bertahan hidup.

Peristiwa tersebut memicu perubahan mental dan fisik pada diri Hajime.

Selain perubahan pada sifat dan pola berpikirnya (yang kini dengan amarahnya akan menggunakan segala cara untuk bertahan hidup), kerusakan tubuh berulang dari racun daging yang dimakannya sekaligus penyembuhan berulang berkat Ambrosia membuat tubuhnya makin berisi. Tinggi badannya juga bertambah. Lalu karena syok akibat penderitaannya, warna rambut Hajime dari hitam berubah sepenuhnya menjadi putih.

Membaca perubahan di Status Plate miliknya, Hajime juga mendapati bahwa Skill si monster—kilatan petir hitam Lightning Clad—jadi bisa digunakannya, walau dalam versi lebih lemah. Di samping itu, aura mana Hajime yang semula berwarna biru langit juga berubah menjadi hitam seperti layaknya para monster. Hajime memperoleh kemampuan untuk memanipulasi aliran mana di sekelilingnya secara langsung, tanpa perlu lagi menggunakan mantera dan formasi sihir seperti selayaknya manusia lain.

Kemampuan Transmute Hajime ikut berkembang. Kini dirinya punya Skill turunan untuk mengenali logam dan bijih batuan.

Sesudah percobaan berulang, dengan satu tangan, Hajime berhasil menyusun senjata pertamanya. Melalui Transmute, ia menciptakan pistol revolver yang dinamainya Donner dari bahan-bahan yang diperolehnya dari dasar labirin.  Selain dipicu batu api, peluru yang ditembakkan Donner juga dapat dipercepat secara elektromagnetis menggunakan Lightning Clad, menghasilkan daya hancur dahsyat setara railgun.

Berbekal Donner, Hajime menghabisi satu demi satu monster buas yang ditemuinya di Labirin Orcus.

Perjalanan Hajime di dalam Labirin Orcus lalu berujung pada pertemuannya dengan putri vampir yang telah disegel beratus tahun. Belakangan, sesudah dibebaskan, putri tersebut dinamainya Yue dan kemudian menjadi teman seperjalanannya.

Seperti halnya Hajime, Yue adalah korban pengkhianatan. Namun berkat kemampuan regenerasinya yang dahsyat, Yue tak bisa dibunuh. Akhirnya ia hanya sebatas disegel seorang diri oleh keluarganya, selama berabad-abad, dalam ruangan khusus yang mungkin disiapkan hanya untuknya.

Lolos dari berbagai macam monster, karena tak bisa menemukan jalan ke atas, Hajime dan Yue terus menelusuri jalan ke bawah. Lawan-lawan yang mereka hadapi semakin kuat. Hingga akhirnya, mereka menemukan ruang rahasia tersembunyi di dasar labirin milik Oscar Orcus, sang penciptanya. Di dalamnya, terkuaklah kenyataan tentang dunia Tortus yang sesungguhnya.

Gun Fu

Shirakome-sensei memakai sudut pandang ketiga serba tahu dalam Arifureta. Gaya narasinya tak menonjol, tapi antusiasme beliau dalam menjabarkan berbagai rincian di dalam ceritanya terasa pada setiap kalimat.

Bagi banyak orang, ada banyak hal dalam Arifureta yang bakal bikin mengernyit. Tapi buat yang suka hal-hal kayak gini (dan aku percaya jumlah mereka lumayan banyak), Arifureta termasuk rame. Isi ceritanya belum tentu kamu sukai, tapi cara penyampaiannya yang runut dan detil bisa membuat kamu tertarik.

Aku pribadi merasa Shirakome-sensei tipe yang menikmati proses membuat ceritanya. Iya, ada kesan amatiran dan main-main. Tapi tercermin dalam tulisannya kalau beliau sendiri menyadari hal ini, dan memang ada kalangan pembaca tertentu yang takkan mempermasalahkannya.

Begitu-begitu juga, tetap ada bagian-bagian tertentu di Arifureta yang di luar dugaan bagus. Ada pihak-pihak tersembunyi yang bermain di baik Kouki dan kawan-kawannya. Negeri-negeri manusia tak cuma satu, masih ada Kekaisaran Hoelscher dan Republik Fuhren, dan antara mereka terjadi konflik kepentingan. Ada kejelian mata Shizuku yang membuatnya jadi karakter swordswoman yang sangat moe buat beberapa orang. Lalu ada juga Hajime, yang meski kini tak segan bersikap kejam, yang tetap menjaga integritasnya, bukti bahwa dirinya masih belum berubah sepenuhnya jadi monster seperti yang ditakutkannya.

Itu semua diiringi dengan kehebatan-kehebatan konyol yang jadi bisa Hajime lakukan. Status Plate Hajime tak bisa lagi membaca potensinya. (Level yang tertera adalah ‘??’) Dengan Transmute dan segala turunannya, Hajime bisa menciptakan bermacam senjata yang seakan tak ada habisnya. Dengan dibantu Yue, Hajime menciptakan (semacam) sepeda motor, menciptakan (semacam) mobil, menemukan cara penghancuran struktur sihir, menciptakan (semacam) kapal selam, menciptakan (semacam) drone UAV, hingga nantinya menciptakan (semacam) satelit yang jadi salah satu serangan terkuatnya.

Mungkin keimbaan ini setara dengan hal-hal serupa yang ada di Desumachi. Hanya saja… mungkin Desumachi masih lebih baik pemaparannya? Perkembangan di Arifureta memang terasa tiba-tiba sih.

Mencari Jalan Pulang

Buat yang penasaran, dalam perkembangan cerita, Hajime dan Yue kemudian mendapati bahwa manusia dan seluruh ras lain yang ada di Tortus hanyalah bidak-bidak permainan para dewa. Di masa silam, tujuh ‘pembelot’ yang menyebut diri mereka sebagai Liberators memimpin pemberontakan untuk mengubah nasib rakyat Tortus. Tapi kekalahan para Liberator di tangan para dewa membuat mereka menyembunyikan diri, yang jadi awal mula tujuh labirin misterius yang tersebar.

Mengetahui kenyataan ini, Hajime memutuskan untuk mengabaikan segala konflik. Persetan dengan Tortus. Ia lebih memilih berfokus menemukan jalan pulang ke Bumi.

Cara pulang ini diindikasikan tersembunyi dalam enam labirin lain yang belum dipastikan lokasinya. Di samping perjalanan Hajime untuk menemukan keenam labirin lain, Arifureta lalu berkembang lewat konflik dengan teman-teman lama Hajime, kepentingan bangsa-bangsa lain, sekaligus para dewa.

Buat kalian yang penasaran soal aspek haremnya, total love interest yang akhirnya ‘jadi’ kudengar ada delapan. Tiga dari mereka berasal dari dunianya yang lama. Tadinya, aku mau memaparkan mereka siapa saja, tapi nanti jadinya terlalu spoiler. Hubungan-hubungan yang terjalin menurutku agak maksa sih (usia mereka beragam!), tapi kurasa itu bukan hal aneh buat seri-seri isekai kayak gini.

Soal Arifureta, aku paling terkesan dengan pembahasan soal integritas Hajime. Dalam hal ini, usahanya menjaga keselarasan antara kata-kata dan perbuatan. Pemaparannya memang konyol, tapi itu hal yang semakin langka di masa-masa sekarang. Karenanya, aku senang bisa melihatnya dalam sesuatu kayak gini.

Mungkin kunci untuk bisa menjaga integritas memang adalah dengan bertambah kuat?

Ada lumayan banyak seri isekai lain yang berusaha memaparkan nuansa edgy seperti Arifureta. Tapi anehnya, hanya sedikit yang benar-benar berhasil. Aku juga tak paham. Mungkin Arifureta memang kasus khusus?

Akhir kata, kurasa aku akan tetap mengikuti perkembangan Arifureta untuk saat ini.

Setidaknya, pembangunan dunianya menarik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: