Sekai no Owari no Encore

Satu light novel yang membuatku penasaran dalam beberapa tahun terakhir (selain, mungkin, Tokyo Inroaded) adalah Sekai no Owari no Encore.

Dikenal juga dengan judul Sekai no Owari no Sekairoku (‘rekaman dunia (Encore) di ujung/akhir dunia’) ini lagi-lagi seri relatif baru yang sempat kubaca di situs Baka-Tsuki. Dikarang Sazane Kei dengan ilustrasi buatan Fuyuno Haruaki, serta diterbitkan oleh Media Factory semenjak tahun 2014, Sekai no Owari no Encore adalah seri petualangan fantasi yang sebenarnya lumayan generik.

Baguskah? …Sejujurnya, enggak juga. Bukan berarti jelek sih. Menurutku kualitasnya cenderung biasa.

Apa ini seru? …Kalau ditanya begitu, jawabanku lagi-lagi adalah enggak juga. Tapi di sisi lain, seri ini juga enggak bisa dikatakan membosankan.

Lalu alasan aku penasaran?

Susah menjelaskannya. Intinya, ada sesuatu tentangnya yang semata-mata menarik saja.

Dari detik pertama aku melihat ilustrasi dan membaca premis seri ini, aku langsung tertarik untuk tahu lebih lanjut. Aku lumayan bersemangat saat ada fans mulai menerjemahkannya ke Bahasa Inggris. Tapi pengerjaannya belakangan lambat. (Sekalipun kamu udah jago dalam dua bahasa, kerjaan nerjemahin tetep lumayan susah kalo belum dibiasain.) Lalu tanpa terasa, adaptasi manganya yang dikerjakan Usui Ryuu juga sudah mulai dibuat.

Membaca seri ini, aku pernah berpikir kalau mungkin benar kata mereka. Maksudku, soal gimana untuk mengubah keadaanmu, yang kau perlukan cuma satu ide bagus. Sebuah ide saja mungkin bisa membuat hidupmu jadi jauh lebih bermakna.

Yah, terlepas dari itu, cerita seri ini kurang lebih sebagai berikut.

Pada zaman dahulu kala, seorang pemuda manusia bernama Eleline konon menyelamatkan dunia dari suatu ancaman yang tak diketahui. Meski terlahir sebagai manusia, Eleline sedemikian kuatnya sampai-sampai ia disegani oleh para malaikat sang dewi di langit, para naga, dan juga para iblis. Karenanya, dalam perjalanannya menyelamatkan dunia tersebut, ia ditemani tiga sosok perempuan sangat cantik yang terdiri atas: Kyelse, putri para naga putih yang menjadi salah satu yang termuda namun juga yang terkuat dari spesiesnya; Fear (Phia?), sosok archangel terkuat di Langit, yang bahkan melebihi sang dewi sendiri; dan Elise, sang maou yang menguasai makhluk-makhluk dari Dunia Bawah. Berempat, mereka mengakhiri perang besar antara sesama ras mereka dan sekaligus menuntaskan End War yang nyaris menghancurkan dunia.

Namun karena suatu sebab, di akhir perjalanan, Eleline terpisah dari teman-teman seperjalanannya, dan akhirnya meninggal dunia karena sakit.

Sebelum meninggal, Eleline disebut-sebut telah meninggalkan sebuah catatan yang mengungkap sejarah dunia yang sesungguhnya. Catatan ini disebut Encore, dan konon turut mencantumkan kebenaran dari apa yang terjadi semasa End War. Catatan ini dikabarkan tersembunyi di suatu tempat rahasia. Lalu sedemikian berharganya pengetahuan di dalam catatan ini, berbagai pihak berlomba-lomba untuk menemukannya.

Tiga abad kemudian, Kyelse terbebas dari segel yang mengurungnya dan mendapati dirinya hanya seorang diri, tanpa kehadiran Eleline ataupun kawan-kawannya yang lain. Mulailah ia bergerak untuk mencari jejak kawan-kawan lamanya, sekaligus mengathui apa sebenarnya yang terjadi pada Eleline.

Legenda sang Kaisar Pedang (Palsu)

Tokoh utama seri ini sendiri adalah seorang pemuda bernama Ren E. Maxwell.

Di dunia yang mengingat jasa besar Eleline dalam menyelamatkan dunia tersebut, dan sekaligus telah mengabadikan rupanya dalam bentuk pahatan patung, Ren mendapat nasib kompleks karena terlahir dengan wajah sangat mirip Eleline. Dia beruntung karena jadi dipandang mirip dalam banyak sisi dengan sang pahlawan. Tapi dia juga sial karena jadi dibebani pengharapan keterlaluan untuk bisa menjadi sehebat Eleline. Yang lebih menyebalkan lagi, dirinya memang konon masih garis keturunan keluarga Eleline, walau Ren merasa justifikasi ini konyol karena Eleline meninggal dunia sebelum sempat meninggalkan keturunan. Jadi bisa dibilang dirinya hanyalah keturunan dari kerabat jauh Eleline. Lalu karena hal tersebut, Ren jadi menerima banyak ketidakadilan.

Ren adalah murid di Akademi Perjalanan Suci Fiore, satu dari sekian banyak instansi yang mendidik anak-anak muda untuk membentuk kelompok-kelompok yang akan menjelajah dunia demi mencari Encore.

Ren adalah seorang murid pekerja keras, tapi terbukti punya bakat biasa-biasa saja. Nilai-nilai ujian dan kemampuan prakteknya hanya sedikit di atas rata-rata. Lalu dirinya juga pernah tinggal kelas karena gagal dalam ujian praktek gara-gara dipasangkan dengan orang terkuat di angkatannya, semata-mata karena kemiripannya dengan Eleline.

Hanya satu orang di sekolahnya yang tak mencemooh Ren sebagai orang gagal. Orang itu adalah kakak kelasnya, seorang siswi teladan berambut pirang yang seakan sangat sempurna, baik dalam hal nilai maupun penampilan, Fear Nesphilia. Pada suatu titik, Ren telah menjadi akrab dengan Fear (yang jadi senang menggodanya), murid paling jenius di sekolah tersebut. Dari waktu ke waktu, Fear akan menyapa untuk menanyai kabarnya.

Karena kedekatan mereka, Ren selama ini mengira bahwa dirinya benar-benar akan seorang diri di akademi sesudah Fear lulus di akhir tahun nanti. Dengan kemampuan Fear yang luar biasa, Ren mengira pasti akan mudah untuk menemukan kelompok yang mau menerimanya, sehingga Fear bisa langsung berangkat untuk mencari Encore. Namun di luar dugaan, Fear ternyata memiliki rencana lain. Fear ternyata berencana untuk mengundurkan diri dari sekolah bahkan sebelum lulus.

Tapi sebelum Fear sempat menjelaskan, Ren mengalami sebuah kejadian di kota.

Itu adalah awal pertemuan Ren dengan Kyelse, sang putri naga perak, yang berujung pada pembuktian bahwa semua legenda tentang sang Kaisar Pedang yang disukainya sejak kecil benar-benar adalah nyata.

Lindungi Dirimu, Dengan Kekuatanmu Sendiri

Singkat cerita, Sekai no Owari no Encore adalah tentang perjalanan Ren—yang berwajah mirip dengan Eleline—dengan kawan-kawan seperjalanan lama Eleline dalam mencari Encore. Semula, perjalanannya hanya dengan Kyelse dan Fear-senpai (yang segera terbukti ternyata adalah Fear sang archangel). Tapi tak lama kemudian, mereka juga ditemani Elise, sang maou generasi terdahulu, yang telah mereinkarnasikan tubuhnya dan kini berwujud seperti anak perempuan berkulit coklat berusia 10 tahun, meski ia masih memiliki ingatan dan sebagian kekuatan dari wujudnya yang lama.

Kyelse, Fear, dan Elise sama-sama telah menerima bagaimana Ren hanyalah seseorang yang semata-mata mirip dengan Eleline. Meski tergoda untuk berpikir demikian, Ren bukanlah(?) reinkarnasi Eleline, mengingat kaum manusia tak punya kemampuan tersebut. Tapi ketiganya sama-sama bisa melihat ada sesuatu dalam diri Ren yang sedikit banyak mengingatkan mereka pada Eleline, dan membuatnya dipandang layak untuk berpergian bersama mereka.

Ren, yang notabene paling lemah di antara mereka bertiga, bukannya patah arang, malah jadi semakin terpacu untuk berlatih keras. Meski kemampuannya dipandang menengah untuk ukuran ksatria, ketiga putri tersebut melihat adanya potensi belum tergali dalam diri Ren, yang selama ini tersembunyi karena bias yang orang-orang punya terhadapnya. Mereka berpendapat bahwa kalau dilatih secara benar, mungkin saja Ren bisa tumbuh sampai sekuat(!) Eleline di masa lalu.

Hubungan teman seperjalanan sekaligus guru-murid ini yang menjadi salah satu hal khas Sekai no Owari no Encore. Ketiga gadis tersebut secara bergantian akan melatih dan mengajari Ren. Kyelse akan mengajari ilmu pedang yang diingatnya dari Eleline, sementara Fear dan Elise mengajari ilmu-ilmu lainnya.

…Tentu saja dengan diselingi satu-dua adegan fanservice.

Tapi, itu dia.

Satu hal tak biasa lain yang seri ini miliki adalah bahwa terlepas dari sorotan sesekalinya ke ketiga heroine tersebut, ada cerita latar yang cukup komplit yang dipaparkan. Jadi meski semula sering ada kesan “Aiih, lagi-lagi adegan kayak gini!” Lambat laun, terlepas dari betapa sepelenya cara adegan-adegannya dibuka, percakapan antara Kyelse, Fear, dan Elise biasanya jadi mengungkap lebih jauh soal dunia dan para karakternya.

Segera terungkap bahwa ada perjalanan berkelanjutan yang dilakukan oleh berbagai kelompok (party) yang tak terhitung jumlahnya untuk menemukan Encore. Meski telah ada tiga abad berlalu, dunianya tidak bisa dibilang aman dengan banyaknya monster yang berkeliaran, wilayah-wilayah yang belum terjamah, serta berbagai puing peradaban masa lampau yang menyembunyikan rahasia-rahasia yang telah lama terlupa.

Terungkap pula bahwa meski masih terbilang sangat kuat untuk ukuran manusia biasa, ketiga putri tersebut kini berada dalam kondisi jauh lebih lemah dibandingkan sewaktu mereka bersama Eleline tiga abad lalu. Kyelse tersegel, dan tak dapat lagi mengakses wujud naganya. Fear dan Elise diimplikasikan kehilangan seluruh tubuh mereka, dan harus mewujudkan fisik mereka kembali dari awal. (Elise baru berhasil melakukannya sepuluh tahun sebelum cerita dimulai.)

Mereka juga tak tahu soal apa yang menimpa Eleline dan bahkan tak tahu apa itu Encore sebelum mendengar kabar-kabar burung tentangnya. Namun demikian, mereka meyakini bahwa Encore merupakan semacam wasiat yang Eleline tinggalkan untuk mereka. Karenanya, mereka tak sudi bila itu sampai jatuh ke tangan manusia biasa. Apalagi bila digunakan untuk hal tak baik.

Batu Amber dan Bulu Sayap

Selain memaparkan dunia(-dunia) luas yang belum keseluruhannya terjamah yang dipenuhi puing-puing peradaban kuno, ada semacam sistem job/class yang seri ini tonjolkan.

Jadi, ceritanya, sedemikian banyaknya kelompok yang berangkat untuk mencari Encore, sudah ada semacam ‘penjurusan’ untuk peran masing-masing orang di dalamnya. Pembagian peran ini memudahkan komunikasi untuk menyampaikan kelemahan dan keunggulan sebuah kelompok.

Kesemua peran yang diajarkan dalam akademi, dengan istilah masing-masing (ada permainan furigana di sini, jadi istilah yang ‘dibaca’ adalah yang huruf besar), adalah:

  • MASTER (Knight) — Pengguna segala bentuk persenjataan pedang dan kampak yang berperan dalam menghadapi lawan dalam jarak dekat. Karena peran mereka di garis depan, mereka harus paham terhadap seluruh keadaan di sekeliling mereka, dan karenanya, harus memiliki kemampuan menilai keadaan secara sigap dan dingin. Biasanya terdiri atas orang-orang bertubuh besar dan kekar. Meski tingkatannya masih rendah, dan meski ukuran badannya hanya rata-rata, Ren sebenarnya termasuk dalam golongan ini.
  • ARIA (Caster) —Pengguna ritual-ritual kompleks yang memungkinkan manusia menggunakan sihir dan mantera-mantera serang para Iblis. Ketiga putri—khususnya Elise—mampu menjalankan peran ini, walau mungkin dengan mekanisme yang berbeda dari biasa. Ren berkata dirinya tak punya bakat di bidang ini.
  • SPIRIT (Spiriter) —Pengguna mantera-mantera yang berbasis pada pusaka-pusaka armamen roh, yang mengandung kekuatan para roh alam. Ketiga putri sama-sama punya pengetahuan tentang peran ini, tapi tak mendalaminya. Ren berkata dirinya tak punya bakat di bidang ini, walau anehnya, Elise bisa merasakan adanya aroma roh yang kuat dalam diri Ren.
  • FULLTYPE (Fighter) — Ahli pertempuran jarak dekat yang dengan mengkombinasikan mantera-mantera perlindungan serta tubuh mereka sendiri, mengalahkan musuh menggunakan ilmu bela diri. Mereka dinamai demikian karena beratnya latihan yang harus dijalani agar tak perlu mengandalkan senjata ataupun pelindung berlebih. Di luar dugaan Ren, peran khusus yang Fear-senpai dalami ternyata adalah ini.
  • ENCHANTER (Barrierer) — Pengguna mantera-mantera Malaikat yang mampu menyembunyikan, menyegel, mengintersepsi, dan sekaligus melindungi. Tanpa perlu dikata, Fear-senpai ahli dalam peran ini.
  • HEALER (Curer) — Para penyembuh yang menggunakan mantera-mantera yang mempengaruhi aktivitas tubuh dan regenerasi, di samping obat-obatan dan farmasi. Tak ada di kelompok Ren yang secara khusus mendalami peran ini, tapi semuanya sedikit banyak punya pengetahuan tentangnya.
  • HUNTER (Predator) — Petarung yang memiliki pengetahuan mendalam tentang berbagai makhluk yang menjadi buronan. Mereka mendalami kemampuan untuk menggunakan persenjataan jarak jauh dalam pertempuran.Lagi, tak ada di kelompok Ren yang secara khusus mendalami peran ini, tapi semuanya sedikit banyak punya pengetahuan tentangnya.
  • THIEF (Searcher) — Anggota kelompok yang berperan sebagai otak lapangan sekaligus arkeolog. Tak ada di kelompok Ren yang mendalami peran ini, tapi Elise dapat menjalankan peran ini dengan kemampuan alaminya untuk merasakan niat jahat.

Kesemua golongan tersebut juga ada tingkatan-tingatan penguasaannya. Mulai dari tingkat III yang paling rendah, naik menjadi tingkat II, kemudian I, lalu gelar Sword King untuk seorang MASTER, misalnya, hingga akhirnya Sword Emperor seperti halnya Eleline dulu.

Dalam perkembangan cerita, sebenarnya ada satu peran lagi yang tak diajarkan secara formal karena sedemikian langkanya bakat untuk menjalankannya. Peran tersebut adalah ANCIENTER, pengguna mantera-mantera hilang, yakni orang-orang yang punya kemampuan untuk berbicara langsung dengan para roh alam sekaligus memanggil dan meminjam kekuatan mereka.

Ren, tanpa disadarinya sendiri, sebenarnya termasuk dalam golongan ini.

Dari waktu ke waktu, semenjak hari-harinya di Akademi, ternyata ada roh api Salamander yang akan muncul dan menemaninya saat ia sedang sendiri. Roh ini pun rupanya ikut menemani dalam perjalanan mereka mencari Encore.

Kenyataan ini sedemikian mengejutkan ketiga putri. Berbeda dari para manusia, kaum naga, Malaikat, dan Iblis memandang bahwa roh-roh alamlah yang sebenarnya punya kedudukan paling tinggi di alam semesta.  Bahkan sebelum Ren, disebut bahwa hanya ada satu orang di dunia yang punya kemampuan ini, yakni sang petinggi di Tanah Suci Canaan. Tapi besarnya kekuatan yang peran ini miliki tak tersebar luas karena sedemikian langka penguasaannya.

Ini satu-satunya bidang ilmu yang tak bisa diajarkan ketiga putri secara langsung kepada Ren. Karenanya, upaya untuk mempertemukan Ren dengan roh-roh alam lain belakangan menjadi salah satu tujuan tambahan dalam perjalanan mereka.

Nyanyikan, Gerbang Dunia

Karena meyakini Encore adalah wasiat khusus dari Eleline untuk mereka, ketiga putri yakin bahwa Encore berada di tempat yang tak terjangkau oleh manusia biasa. Dugaan ini diperkuat dengan bagaimana keberadaannya masih belum ditemukan meski sudah berabad-abad.

Ren dan kawan-kawan barunya menelusuri satu demi satu petunjuk yang mereka miliki tentang Encore, yang sebagian di antaranya terdapat pada hubungan-hubungan masa lalu yang dimiliki ketiga putri.

Di saat yang sama, mereka juga harus berhadapan dengan kepentingan kelompok-kelompok lain. Ini terutama karena tersebarnya berita tentang mereka seolah menandai terlahirnya kembali Sword Emperor Brigade yang dulu pernah Eleline pimpin. Ren dan kawan-kawannya, yang kini dijuluki kelompok Reincarnated Knight (atau Knight of Reincarnation), jadi mengundang perhatian pihak-pihak seperti Elmekia Dusk, kelompok pencari Encore dengan keanggotaan terbesar di dunia; Saint Eyries, pada pencari dari tanah Canaan yang didorong oleh keyakinan keagamaan mereka; serta Spirit Inspectors, kelompok penelusur jejak para roh di mana Shion, ahli pedang terkuat di zaman ini yang disebut berada paling dekat dengan tingkatan Eleline, tergabung.

Melihatnya sekarang, kurasa tak bisa disangkal bagaimana premis seri ini terdengar sederhana tapi sekaligus begitu menjanjikan.

Secara menyeluruh, Sekai no Owari no Encore, sekali lagi, tak benar-benar bisa dikatakan bagus. Deskripsi dunianya dipertahankan minim. Alur ceritanya terbilang ringan. Perkembangan karakternya juga tak mendalam. Struktur pemaparan ceritanya juga terkadang tak lazim. Ada kesan aneh bahwa Sazane-sensei mengarang cerita ini saat masih remaja. Tapi sekali lagi pula, ada sesuatu tentang ceritanya yang membuat penasaran.

Meski pemaparannya sederhana, ada tema-tema soal persahabatan dan kerja keras. Para tokoh utama wanita, meski kerap bersikap ingin diperhatikan, sepenuhnya mandiri dan tak begitu saja jatuh cinta pada si tokoh utama. Intinya, cerita ini seperti berhasil menumbuhkan keingintahuan soal ke depannya nanti para karakternya akan di bawa ke mana.

Walau secara anatomi mungkin tak cocok dengan sebagian orang, ilustrasi Fuyuno-sensei juga terbilang cantik. Seperti elegan, tanpa terlalu condong ke seksi ataupun imut. Gaya desain beliau mungkin masih belum terlalu variatif. Tapi terasa ada perhatian yang beliau terhadap detil. Hal ini agaknya juga dipunyai Usui-sensei yang mengadaptasinya ke bentuk manga.

Hasilnya, seri ini seperti punya kesan umum ‘netral’ yang membuatnya mudah dinikmati banyak kalangan sekalipun popularitasnya takkan meledak.

Belakangan, perhatian terhadap seri ini mulai tumbuh dan sudah ada kelompok fans yang mulai menerjemahkan lagi.

Yah, nanti kalau ada perkembangan, mungkin akan aku kabar-kabari lagi.

Iklan
Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: