Wooser no Sono-hi-gurashi

Aku merasa perlu menulis tentang Wooser’s Hand-to-Mouth Life karena hanya itu yang bisa aku tulis untuk sekarang ini.

Juga dikenal dengan judul Wooser no Sono-hi-gurashi, ini merupakan seri anime CG pendek yang sempat dibuat sampai tiga season, masing-masing sepanjang satu cour, semenjak pertama tayang pada Oktober 2012. Season kedua muncul pada Januari 2014. Sedangkan season ketiga muncul secara agak tak terduga pada Juli 2015. Keseluruhannya diproduksi oleh studio Sanzigen Animation Studios, dengan Yamada Toyonori menyutradarai dua musim tayang pertama, dengan naskah buatan Fudeyasu Kazuyuki, serta sutradara ternama Mizushima Seiji (Gundam 00, Fullmetal Alchemist) yang menyutradarai musim tayang ketiga.

Kenapa aku menjadi penggemar seri ini?

Pertama, karena aku memang menyukai hal-hal imut.

Kedua, karena aku simpati(?) pada karakter Wooser sendiri, semacam makhluk ajaib yang hidup di dalam Internet dan suka uang, daging, remaja perempuan, dan baju seragam sekolah remaja perempuan.

Wooser yang bertubuh bulat kuning secara sekilas memang nampak menggemaskan. Tapi jangan tertipu! Besar kemungkinan jiwanya telah korup! Dirinya pemalas, mesum, dan sebagainya, dan sebagainya. Intinya, membuat pasangan gadis kembar Rin dan Len (yang tak kalah imut) yang menampungnya kadang-kadang sebal terhadapnya.

Tapi Wooser punya sisi kerennya juga dengan bagaimana dia…

Dia…

Yah, ditambah lagi dengan bagaimana dirinya punya semacam versi robot tiruan berwarna hitam bernama Darth Wooser! Menurutku itu keren!

Lalu ada lagi Mecha Wooser, robot raksasa milik Wooser dan berbentuk Wooser yang memiliki tangan bor yang pada beberapa episode juga bisa dipiloti Wooser!

…Oke. Sebenarnya, daya tarik terbesar seri ini ada pada bagaimana karakter sekonyol Wooser disuarakan oleh Miyano Mamoru. Tentu saja ada kesan aneh yang tak ada habis-habisnya dengan bagaimana karakter enggak jelas begini dihidupkan dengan suara dalamnya Setsuna F. Seiei.  Seperti sesuatu yang membuat kita geli gitu.

Ketiga.. hmmm, mungkin karena banyaknya cameo dari seri-seri anime lain? Mulai dari Miss Monochrome sampai Ultraman.

Menambah kadar keimutannya, ada dua teman sekolah Rin dan Len yang kadang ikut nimbrung, yakini Yuu dan Miho. Keduanya mungkin tak bisa banyak dikomentari kalau soal kepribadian. Tapi keduanya juga punya rekan binatang(?) mereka masing-masing!

Jadi urutan pasangannya kurasa adalah:

  • Rin dengan Wooser
  • Len dengan Darth Wooser
  • Yuu dengan “Binatang yang namanya tak boleh disebut.” (yang bentuknya seperti burung hantu putih yang murah senyum.)
  • Miho dengan Ajipon (semacam rakun hitam pendiam yang sering menjadi sasaran rasa iri Wooser)

“Sapi, kenapa sih kamu begitu enak?”

Jadi, terlepas dari segalanya, anime ini imut. Musik yang ditangani oleh Sakabe Daisuke dan Watanabe Makoto lumayan berhasil menarik perhatian dengan keenggakjelasannya. Ini dilengkapi dengan berbagai soundtrack keren yang sebagian di antaranya disumbangkan oleh grup Supercell yang terkenal.

Eh? Kenapa bisa?

Alasannya karena… Wooser merupakan karakter ciptaan Usa Yoshiki, salah satu personil Supercell, dengan bantuan ilustrator Fujinoko Tomoko. Keduanya sempat bekerjasama membuat semacam kolom jurnal pendek gitu, dan dari sanalah, Wooser konon terlahir. (‘usa’, ‘wooser’, kelinci, nangkep leluconnya?)

Uh, bicara soal teknis, dengan warna-warninya yang banyak, tentu saja kesan animasinya terbilang terbatas kalau mengingat durasinya. Mulai dari serangan kaijuu sampai pengandaian sehari-hari enggak penting. Tapi ada rasa menghibur aneh yang setiap episode Wooser punyai.

Apa karena musiknya?

Iya juga. Mungkin karena musiknya.

Musim tayang pertama dan keduanya hanya sekedar ‘menarik’ saja, dan terutama terasa memuaskan karena… sekali lagi, musik penutupnya. (Miyano-san membawakan sendiri lagu penutup untuk season kedua.) Tapi perlu aku catat, pada season ketiga, seperti ada semacam lonjakan kualitas yang tak disangka berkat tangan dingin Mizushima-san gitu. Hasilnya benar-benar ramai dan mencolok. Bahkan ada adegan-adegan pertarungannya!

Yah, sudahlah. Biar nanti aku coba tambahkan lagi soal ini.

Aku memang jarang mengikuti seri-seri anime pendek. Tapi Wooser di waktu itu benar-benar menjadi pengecualian. Habisnya, meski kerap gaje, kadang juga ada banyak hal tak terduga terjadi, termasuk hal-hal menyentuh.

Atau sudahlah. Mungkin juga sebenarnya karena jauh di lubuk hati, aku pun sebenarnya punya ketertarikan kuat sama uang, daging, dan gadis-gadis remaja.

Yah, sudahlah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: