Berserk

Berserk membuatku merasa seperti orang kecanduan waktu aku pertama kali membacanya.

Aku pertama dengar tentangnya sewaktu masih SMA, tapi aku baru benar-benar melihat dan membacanya sekitar sepuluh tahun lalu. Aku masih mahasiswa di kala itu. Itu adalah masa ketika komik-komik josei dan seinen masih terbatas penerbitannya di Indonesia. Level Comics baru akan ada beberapa tahun kemudian. Jadi, sewaktu aku diperkenalkan pada Berserk bersama seabrek manga bergenre seinen lainnya (yang diterjemahkan oleh fans), yang termasuk di antaranya Blame!, Homunculus, dan MPD Psycho, aku benar-benar terkesima. Temuan itu benar-benar kayak harta karun pada masa itu. Soalnya, mengingat komik-komik yang dominan di Indonesia saat itu adalah genre shonen dan shoujo, komik-komik seperti itu belum pernah kutemui sebelumnya.

Di antara temuan tersebut, Berserk adalah yang paling menonjol. Aku terpukau oleh ceritanya. Ilustrasi-ilustrasi latar dan pemandangannya benar-benar indah dan membuatku sampai menahan nafas. Lalu latar dunia abad pertengahannya lumayan kena ke titik lemahku. Tentu saja, adegan-adegan aksi dan kekerasannya membuatku sampai lebih sesak nafas lagi.

Pada awalnya, Berserk memang sekilas berkesan seperti cerita yang sekedar menonjolkan adegan-adegan kekerasannya saja (sama kayak gimana Maken-Ki! hanya menonjolkan soal fanservice, misalnya) . Kekerasannya benar-benar sadis. Monster-monsternya kerap menjijikkan. Lalu apa-apa yang terjadi di dalamnya ditampilkan mengerikan, dan buatku di awal, lumayan menguji batas ketahanan. Lalu dalam perkembangannya, tiba-tiba saja ceritanya jadi bagus.  Tahu-tahu saja ada banyak adegan dialog bermakna mendalam yang bahkan hingga sekarang kadang membuatku berpikir.

Berserk sudah terbit sekitar 20-an buku di masa itu. Pertama terbit tahun 80an, ceritanya termasuk sudah jauh tapi masih belum ada tanda-tanda bakal tamat. Selama sekitar dua minggu (atau mungkin sebulan, kalau dihitung bersama beberapa judul komik lain; iya juga, MPD Psycho juga kabarnya mau tamat), kerjaan utama yang benar-benar aku ingat hanyalah membaca Berserk.

Aku seriusan kecanduan.

Meski ada pelajaran-pelajaran soal kehidupan yang aku dapat dari membaca Berserk (dan manga-manga lainnya di masa itu), aku jadi lumayan mengabaikan soal kuliah. Tapi kalau misalnya aku ditanya apa aku merasa buang-buang waktu dengan membacanya, maka jawabannya kurasa adalah enggak.

Manusia Takkan Bisa Melawan Takdir

…Yah, sedikit bahas soal latar belakangnya dulu.

Berserk adalah manga fantasi gelap karya Miura Kentarou (dengan dibantu Studio Gaga) yang terbit sejak tahun 1989. Penerbitannya dilakukan melalui Hakusensha. Genrenya seinen, dan seri ini dikenal sebagai salah satu manga dark fantasy paling menonjol dan berpengaruh yang pernah dibuat.

Materi ceritanya… sekali lagi, benar-benar untuk dewasa.

Di dalamnya, ada banyak adegan kekerasan yang sampai berulangkali bisa bikin orang berjengit (seperti adegan kepala remuk dan bola mata sampai meloncat keluar). Ditambah lagi, karena dunianya yang memiliki aspek barbar, ada lumayan banyak kekerasan seksual yang digambarkan terjadi di dalam ceritanya.

(Seriusan, mending kamu jangan membacanya kalau kamu belum cukup umur.)

Tapi di antara semua darah yang tertumpah, dan semua tragedi serta kehilangan, ada saat-saat introspeksi yang mengandung makna yang mendalam. Terlepas dari kekerasannya, yang tertuang lewat adegan-adegan aksi dan horornya, kerap ada pembahasan soal falsafah hidup juga. Lalu ada kajian tentang kondisi-kondisi kejiwaan para karakternya. Lalu ada tema berulang soal cita-cita, soal pantang menyerah meski di ambang keputusasaan. Jadi kalau kalian memang belum waktunya untuk memahami hal-hal kayak gini, besar kemungkinan ke sananya kalian tetap bakalan enggak ngerti (dan akhirnya kalian cuma jadi teracuni oleh adegan-adegan kekerasannya saja).

Saat ini kutulis, seri ini telah terbit sebanyak 37 buku dengan bab-bab yang diterbitkan secara agak tak beratur semenjak tahun 2006. Ceritanya sekarang sudah berkembang sangat jauh, dan masih belum benar-benar jelas tamatnya kira-kira kapan. (Selain karena ceritanya yang kompleks, serta artwork-nya yang kedetilannya memukau, salah satu alasan serialisasinya lama konon karena sempat ada masa ketika Miura-sensei tergila-gila main The Idolm@ster.)

Selain manganya, sempat ada adaptasi anime dalam bentuk seri TV yang tayang pada tahun 1997-1998 sebanyak 25 episode. Seri ini dikenal sebagai Berserk: Kenpuu Denki (subjudulnya kira-kira berarti ‘kisah-kisah angin pedang’). Produksinya dilakukan studio Oriental Light and Magic (OLM), Inc. Seri ini disutradarai Takahashi Naohito (sutradara Figure 17 dan Koutetsu Tenshi Kurumi). Naskahnya secara mencolok disusun oleh Imagawa Yasuhiro. Sedangkan musiknya ditangani oleh Hirasawa Susumu (yang musik gubahannya yang bernuansa eksperimental memang menjadi salah satu inspirasi Miura-sensei selama membuat Berserk). Meski ceritanya memodifikasi banyak aspek dari manganya (terutama penekanan lebih ke tema ambisi dan persahabatan ketimbang supernatural, dan hilangnya satu karakter yang menonjol di manganya) berhubung status manganya yang masih berjalan, anime ini tetap menjadi media pertama yang memperkenalkan Berserk ke banyak orang.

Setelah satu dasawarsa lebih, pada tahun 2012-2013, barulah ada adaptasi anime dari Berserk dibuat lagi. Kali ini dalam format trilogi film layar lebar, Berserk: The Golden Age Arc, mengadaptasi bagian cerita paling terkenal dari manganya yang mengetengahkan masa lalu para tokoh utamanya. Anime ini menonjol karena mengimplementasi CG modelling untuk menggambarkan adegan-adegan peperangannya yang kolosal (walau porsi CG-nya yang masih belum sempurna berkurang drastis pada film kedua dan ketiganya). Produksinya kali ini dilakukan Studio 4°C. Sutradaranya adalah Kubooka Toshiyuki. Naskahnya dibuat oleh Okouchi Ichirou. Musiknya kini ditangani Sagisu Shirou dengan masih dibantu Hirasawa Susumu.

Selebihnya, selama pertengahan dekade 90an, ada beberapa adaptasi ke dalam bentuk game yang ceritanya lebih berstatus side story. Kalau tak salah, semuanya muncul di konsol Sega Saturn. Tapi dalam waktu dekat, akan ada game baru lagi yang dibuat oleh Koei Tecmo berjudul Berserk Musou yang bergaya Dynasty Warriors.

Saat ini kutulis, ada adaptasi ke bentuk seri TV baru yang mulai ditayangkan pada musim panas tahun 2016. Akhirnya, ceritanya merupakan kelanjutan dari bab masa lalu yang ditampilkan dalam dua adaptasi sebelumnya. Produksinya diprakarsai oleh Liden Films, dan ditangani lewat kerjasama animasi antara GEMBA dan Millepensee. Sutradaranya kali ini adalah Itagaki Shin (yang sebelumnya paling dikenal sebagai sutradara Basquash!). Naskahnya ditangani oleh Fukami Makoto dan Yamashita Takashi. Lalu musiknya kembali ditangani Sagisu Shirou.

…Tapi Manusia Bisa Terus Menentangnya, Selama yang Mereka Mau

Berlatar di suatu dunia abad pertengahan yang selama bertahun-tahun telah dilanda perang, Berserk berkisah tentang perjalanan seorang ahli pedang misterius bernama Guts.

Guts, yang dikenal sebagai ‘ahli pedang hitam,’ adalah pria besar dan kekar yang senantiasa berzirah gelap dengan jubah berwarna hitam. Mata kanannya senantiasa terpejam, mengindikasikan bola mata yang telah remuk. Tangan kirinya adalah tangan palsu yang terbuat dari logam, yang selain dapat dipasangkan busur otomatis, juga dapat berfungsi sebagai meriam. Di dadanya, tersampir seperangkat pisau lontar. Lalu di punggungnya, Guts membawa sebilah pedang raksasa berukuran sebesar tubuhnya yang ‘terlalu besar, terlalu kasar, dan terlalu berat untuk bisa disebut pedang.’

Karena selalu menyendiri dan bersikap kasar dan kejam, Guts ditakuti orang awam. Lalu konon, ia juga selalu terlihat di tempat-tempat di mana kekacauan pernah terjadi.

Tanpa sepengetahuan banyak orang, di bagian belakang leher Guts, tertoreh sebuah lambang yang dari waktu ke waktu akan nyeri dan berdarah. Terutama terasa saat malam menjelang, lambang tersebut akan mengundang makhluk-makhluk halus dari dimensi kegelapan untuk mencoba memangsa Guts, yang menjadi alasan Guts menyandang pedang raksasanya tersebut. Sayangnya, sedikit sekali saksi mata yang bertahan hidup sesudah menyaksikan langsung hal ini.

Di awal cerita, mengikuti naluri, kabar-kabar burung, serta rasa nyeri yang terasa pada lambang di lehernya, Guts berkelana memburu monster-monster berwujud manusia yang disebut Apostle. Apostle adalah sosok-sosok pemanga manusia, yang sebenarnya telah menjual kemanusiaan mereka untuk bisa berwujud monster-monster menjijikkan.

Siapa sebenarnya Guts, dari mana ia berasal, dan apa sebenarnya yang ia hadapi, merupakan pertanyaan-pertanyaan berulang di bagian-bagian awal cerita. Perlahan terungkap bahwa yang Guts kejar sebenarnya adalah lima sosok misterius yang disebut God Hand, sosok-sosok di atas kaum Apostle yang telah memberikan kekuatan pada mereka, bersemayam di dalam suatu dunia yang lain, dan konon bahkan berkuasa atas takdir.

Kisah Berserk terbagi ke dalam beberapa bagian cerita besar (arc). Masing-masing bagian mengusung periode waktu tertentu, dan terbagi dalam bab-bab lain yang lebih pendek. Sejauh saat ini kutulis, bagian-bagian tersebut adalah:

  • Black Swordsman Arc. Bagian cerita ini memperkenalkan tokoh Guts, wataknya, serta musuh-musuh macam apa yang ia hadapi. Bagian ini juga yang memaparkan pertemuan pertama Guts dengan si peri kecil (elf) Puck yang mulai sering mengikutinya ke mana ia pergi. Bagian ini yang memperkenalkan kita pada latar Kerajaan Midland, serta pada keberadaan pusaka-pusaka Behelit yang berwujud telur dengan fitur-fitur wajah, yang konon digunakan para Apostle untuk memperoleh kekuatan mereka. Bagian cerita ini sempat sedikit ditampilkan dalam adaptasi anime tahun 1997.
  • Golden Age Arc. Bagian cerita ini memaparkan asal-usul Guts sebagai bayi yang dipungut oleh sekelompok tentara bayaran dari bekas medan perang, dan menggambarkan perasaan kompleksnya sebagai anak-anak terhadap Gambino, figur yang menjadi ayah angkatnya, namun menyalahkan Guts atas kematian istrinya. Bagian ini berlanjut dengan memaparkan pertemuan Guts dengan kelompok tentara bayaran legendaris Band of the Hawk (Taka no Dan, kira-kira berarti ‘pasukan elang’) yang berperan besar dalam menuntaskan Perang Seratus Tahun antara Kerajaan Midland dengan Kekaisaran Chudor. Bagian ini memperkenalkan kita pada dua orang yang menjadi sosok paling berarti dalam hidup Guts, yakni Griffith, pemimpin sangat cerdas sekaligus karismatik dari Band of the Hawk yang berasal dari rakyat jelata; serta Casca, perwira perempuan dari Band of the Hawk yang menjadi kekasih Guts. Tokoh-tokoh lain yang diperkenalkan mencakup: Judeau, anggota Band of the Hawk yang merupakan bekas anggota sirkus; Pippin, anggota Band of the Hawk berbadan besar yang merupakan seorang bekas penambang; Corkus, anggota Band of the Hawk merupakan seorang bekas bandit; serta Rickert, salah satu anggota Band of the Hawk paling lama yang sekaligus salah satu yang berusia paling muda. Bagian ini yang juga memperkenalkan Nosferatu Zodd, seorang prajurit bayaran legendaris yang telah hidup sangat lama, yang kemudian memberi ramalan mengerikan tentang jalan takdir yang akan ditempuh oleh Griffith dan Guts. Bagian cerita ini mendapat pemaparan signifikan pada versi anime 1997, serta menjadi basis dari trilogi layar lebar The Golden Age Arc. Bagian cerita ini juga yang dipandang sebagian besar orang sebagai bagian terbaik dari Berserk, karena kompleksitas tema yang diangkat di dalamnya.
  • Conviction Arc. Bagian ini menceritakan kelanjutan perjalanan Guts dan Puck, serta awal diburunya Guts oleh Holy Iron Chain Knights (‘ksatria-ksatria rantai besi suci’) yang telah diutus pihak Gereja, menyusul datangnya tanda-tanda akan berakhirnya dunia. Cerita ini berlanjut dengan perjalanan Guts dan Puck menuju tanah suci Albion di mana menara penghakiman berdiri, demi menelusuri jejak Casca yang hilang. Beberapa tokoh baru signifikan yang diperkenalkan di bagian ini meliputi: Farnese, pemimpin dari Holy Iron Chain Knights (yang secara tradisional dipilih adalah wanita) yang goyah keyakinannya semenjak bertemu Guts; Serpico, pelayan sekaligus pengawal Farnese yang lihai dan tertutup; dan Isidro, seorang bocah lelaki yang terkagum-kagum oleh kekuatan Guts dan mulai mengikutinya dengan harapan bisa diangkat sebagai murid. Secara pribadi, ini merupakan bagian cerita favoritku. Bagian cerita ini yang menjadi basis adaptasi anime tahun 2016 yang sedang tayang saat ini kutulis.
  • Falcon of the Millennium Empire Arc. Bagian cerita yang berlangsung seiring terjadinya invasi Kekaisaran Kushan sebagai puncak suatu konflik agama atas Midland, menyusul masa damai tapi penuh penderitaan yang berlangsung hanya beberapa tahun. Bagian ini menandai munculnya Band of the Hawk baru pimpinan Griffith yang juga tersusun atas anggota-anggota baru. Pada waktu yang sama, Guts dan kawan-kawannya memulai perjalanan ke Elfhelm, kampung halaman Puck, di mana pemimpinnya, Flower Storm King (‘raja badai bunga’), diyakini bukan hanya dapat memberi perlindungan pada Casca, melainkan juga menyembuhkannya. Karakter-karakter penting baru yang diperkenalkan mencakup Schierke, anak perempuan yang menjadi murid satu-satunya dari sang penyihir Spirit Mansion, Flora, yang telah lama menantikan Guts; peri yang menemani Schierke, Ivarella; serta Sonia, seorang gadis muda dengan kekuatan meramal yang sebelumnya telah menyaksikan akan datangnya sosok juru selamat. Bagian ini menonjol karena menjadi awal kesadaran Guts bahwa ia tak lagi bisa berkelana seorang diri, dan mulai menerima kehadiran teman-teman barunya sebagai kawan seperjalanan. Bagian ini juga yang pertama memperkenalkan zirah pusaka Berserker Armor yang kemudian diberikan pada Guts, yang semakin melimpahinya kekuatan luar biasa namun dengan bayaran teramat mahal. Sedikit lebih banyak tentang Skull Knight, sosok ksatria tengkorak berkuda yang selama bertahun-tahun telah mengawasi dan menolong Guts, juga diceritakan pada bagian ini. Demikian juga dengan sesosok anak lelaki tanpa suara yang mulai muncul hanya pada malam-malam bulan purnama.
  • Fantasia Arc. Bagian yang memaparkan berubahnya dunia beserta seluruh hukum alam, lewat bercampurnya dunia khayal dan dunia nyata, seiring kekalahan Kaisar Ganishka di tangan Griffith. Bagian cerita ini masih berlanjut saat ini kutulis. Ceritanya terutama mengisahkan perjalanan laut menuju Elfhelm yang akhirnya bisa ditempuh Guts dan kawan-kawannya berkat bantuan Roderick, bangsawan pelaut dari negeri Ys yang menempatkan diri sebagai tunangan Farnese. Bagian ini terutama menonjol karena semakin banyaknya masuk elemen high fantasy ke dalam cerita.

Orang-orang di Garis Tepi

Ada empat elemen yang bagiku membuat Berserk benar-benar memikat:

  • Perjuangan mati-matian manusia untuk melampaui tantangan-tantangan yang seakan tak mungkin dihadapi.
  • Tentang impian dan cita-cita, serta makna pencapaiannya.
  • Tentang dualitas kebaikan dan keburukan dalam diri manusia.
  • Tentang kausalitas, dan apakah segala sesuatu benar-benar telah mutlak ditakdirkan.

Selain plot utama, juga terdapat banyak subplot yang saling jalin-menjalin, semisal soal pengkhianatan dan persekongkolan antar bangsawan, makna sesungguhnya dari bekerja untuk meraih cita-cita, perbedaan antara orang-orang miskin dan orang-orang berada, tentang keyakinan, tentang makna hidup, tentang persaudaraan dan persahabatan. Semuanya dihiasi dengan artwork yang termasuk gila pada masanya dan masih terbilang gila untuk masa sekarang.

Gaya gambarnya itu dibuat dengan penuh detail. Penggambaran nuansa abad pertengahannya benar-benar kuat. Meski gaya gambar Miura-sensei tentu saja juga berevolusi selama bertahun-tahun pengerjaannya (beliau tak lagi sesuram dulu misalnya, mungkin berkat pengaruh Amami Haruka dan kawan-kawannya?), ada ciri khas konsisten yang bertahan. Lalu terkadang ada gambar-gambar panorama yang menampilkan betapa luas dan kolosalnya pemandangan dalam satu panel.

Ini jenis manga yang berhasil menghadirkan nuansa perjalanan yang dilalui para karakternya. Bahkan tempat-tempat singgah sementara yang tak penting: seperti puing-puing tempat Guts dan Casca pernah beristirahat, atau hutan penuh daun berguguran tempat Farnese dan Casca pernah saling menemani, atau jalan berliku di mana Guts dan kelompok tentara bayarannya yang lama pernah berhadapan dengan tentara yang berlari; tak kalah berkesannya dari kota pelabuhan besar Vritanis atau suram dan rumitnya Windham, ibukota Midland.

Singkatnya, Berserk secara visual benar-benar keren. Miura-sensei mengambil banyak inspirasi dari berbagai sumber, termasuk karya-karya seni tertentu, sehingga berhasil menampilkan dunia yang benar-benar hidup (dan kerap kali menakutkan).

Selain Guts dan orang-orang di sekelilingnya, kerap pula hadir karakter-karakter sampingan yang memainkan peranan mereka sendiri, yang kadang baru tampil kembali setelah hilang lama. Semisal Jendral Laban dan Owen, bangsawan Midland yang menjadi dua dari sekian sedikit bangsawan yang tidak memusuhi Band of the Hawk lama, sebelum kelompok tersebut menghilang secara misterius sesudah dicap sebagai penjahat negara; bekas perdana menteri Foss, yang tahu sejauh apa Griffith dapat bertindak; Mule, keturunan keluarga ksatria yang kerap pusing dengan tugasnnya mengawasi Sonia; Tuan Putri Charlotte, pewaris tahta Midland yang hatinya telah tertambat pada Griffith; Luca, pimpinan pemberani dari kelompok perempuan tuna susila yang sempat menampung Casca; sampai ke ksatria tongkat maut Azan yang berkumis; Silat, pemimpin klan pembunuh Bakiraka asal Kushan yang sempat menjadi rival Guts; Godo, pandai besi penyepi yang kebetulan pernah Guts temui, yang kemudian mempercayakan pedang raksasa Dragonslayer pada Guts (dan nantinya menjadi guru Rickert); Daiva, penyihir Kushan tangan kanan Ganishka; dan Isma, gadis penyelam sebatang kara yang ditemui Isidro di pulau yang mereka singgahi.

Ceritanya kerap suram dan penuh kesedihan. Lalu ini terutama tergambar lewat bagaimana Guts hampir tiap malam terus dibayang-bayangi makhluk gelap dan mimpi buruk, seperti monster gaib kecil bermata satu yang senantiasa memandanginya lama, sosok Skull Knight misterius (yang mungkin saja adalah sosok Kaisar Gaiseric yang namanya disebut pada awal berdirinya Midland, sebelum ia dihukum oleh langit lewat lima ‘malaikat’); sampai sosok serupa anjing hitam bermata merah yang merupakan manifestasi dari murka dan nafsu Guts yang terpendam.

Tapi Miura-sensei memasukkan banyak comic relief untuk mengimbangi ini, berupa humor yang dihadirkan karakter-karakter seperti Puck, Isidro, dan Ivarella. Ada sebagian orang yang berpendapat kehadiran aspek humornya (yang kadang breaking the fourth wall) agak mengganggu alur ceritanya (yang juga menjadi alasan Puck dihilangkan sama sekali dari anime versi 1997). Tapi aku pribadi merasa kehadiran mereka penting karena ceritanya memang sesuram itu.

“Tak pernah kukhianati cita-citaku.”

Sedikit bicara soal adaptasi-adaptasi animenya, mungkin karena cakupannya yang sedemikian kompleks, sebenarnya sampai sekarang masih belum ada adaptasi anime Berserk yang bisa dikatakan berhasil.

Sebenarnya, ada lumayan banyak penggemar yang juga heran dengan hal ini.

Ada yang bilang bahwa cara terbaik untuk mengikuti Berserk adalah dengan mengikuti dulu versi anime tahun 1997, karena ini versi yang paling berhasil menyorot hubungan Guts dan Griffith. Lalu baru sesudah itu kau mengikuti versi manganya. Tapi aku pribadi merasa mengikuti manganya secara langsung tetap yang terbaik. Meski dengan beberapa perubahan cerita di dalamnya, seri TV tahun 1997 ini sebenarnya masih termasuk adaptasi yang lumayan. Sekalipun demikian, ada seorang sahabatku yang tetap ternyata lumayan membenci versi ini.

Trilogi film layar lebar The Golden Age Arc terbilang solid, walau memang tak sempurna. Yang terutama menonjol adalah bagaimana pemakaian animasi CG-nya cukup berhasil menghidupkan nuansa kolosal dalam peperangannya. Walau begitu, ada perdebatan lumayan panas di kalangan penggemar soal CG ini. Ada lumayan banyak orang yang kurang setuju dengan penggunaannya. Memang goyah di awal, tapi adaptasi ini ke sana-sananya masih bisa dibilang semakin bagus.

Sedangkan untuk seri TV tahun 2016 yang sedang tayang, meski secara teknis seriusan enggak bisa kubilang jelek, ada lumayan banyak hal di dalamnya yang berulangkali membuat facepalm para penggemarnya. Untuk suatu alasan yang tak bisa dipahami, teknologi CG yang serupa dengan yang di trilogi movie-nya kembali dipakai. Porsi pemakaiannya agak berlebih, dan membuat aneh karena bahkan dipakai dalam adegan-adegan dialog biasa. Di samping itu, ada pemadatan cerita yang meski mungkin takkan dipermasalahkan para penggemar baru, sempat membuat tak nyaman para penggemar lama. Setidaknya, animasi CG ini berhasil menghadirkan pergerakan dinamis yang belum terlihat sebelumnya dalam adegan-adegan aksinya.

Bagaimanapun, aku membuat ini sebagai bentuk peringatan atas tayangnya anime baru ini. Jadi kurasa aku takkan terlalu memprotes.

Sekali lagi, ada banyak adegan berkesan di Berserk. Seperti bagaimana Guts dan Casca mencuri dengar pembicaraan Griffith dengan Putri Charlotte tentang cita-cita, yang secara tak langsung menjadi pemicu kepergian Guts. Atau, yang membuatku sadar betapa ceritanya lebih dalam dari yang terlihat, adegan penutup di akhir arc pertama saat Puck memprotes kenapa Guts harus bersikap sedemikian kejam dan menyakiti orang, sebelum ia tiba-tiba menyadari bagaimana ekspresi muka Guts seperti hendak menangis.

Adegan-adegan tersebut sayangnya belum benar-benar berhasil tersampaikan sebagus seperti yang di komik.

Mungkin masih lama sampai Berserk berakhir. Tapi di dalamnya sudah ada begitu banyak hal menggugah yang aku dapat.

Aku kerap kepikiran tentang manga ini seiring semakin dewasanya aku belakangan.

Mungkin memang sebatas khayalan. Tapi ini satu judul yang akan terus kuingat karena terus mengingatkan untuk terus bangkit dan menjadi kuat, demi mengejar suatu arti dari keberadaan kita.

Yah, kalau ada perkembangan, mungkin ini akan kutambahkan lagi.

Edit, 22 September 2016

Sedikit tambahan berkenaan seri TV-nya yang baru tayang, berhubung aku pasti malas mengulasnya.

Singkat kata: bahkan kualitas produksi yang sangat di batas rata-rata tetap tak mampu menutup kekuatan cerita yang telah Miura-sensei buat. Intinya, anime Berserk tahun 2016 berakhir dengan mengecewakan banyak penggemar manganya. Tapi di sisi lain, kekuatan ceritanya tetap berhasil menarik banyak penggemar baru.

Kelanjutannya sudah diumumkan akan tayang pada musim semi tahun 2017 mendatang.

Mudah-mudahan hasilnya lebih baik.

Iklan

10 Komentar to “Berserk”

  1. ane baru nonton berserk (2016) pertama mungkin ane berpikir ini “kartun” membosankan layaknya anime lain yg sedang dirilis berbarengan dengan Berserk, tapi setelah nomton episode 1- 4 (donlotnya di samehada hihi) makim kecanduan 😀
    CGnya memukau walau di beverapa bagian memang agak mengganggu 😦
    ane cari referensi tentang Berserk sana sini hingga akhirnya nyasar kesini, agar lebih ngerti tentang apa yg sekarang ane tonton ini 😀 (baru tahu ternyata berserk umurnya dah lumayan uzur)
    oh ya terima kasih infonya sangat membantu 😀

  2. komplit amat bang berserk nya ampe mendalam gtuu persepsinya hehe ,, tq info nya membantu banget buat fans berserk

  3. Tp masih bingung saya tentang guts yg d film, sm d manga .. Baru cari informasi lalu mlah nyasar ksini.. Hehe

  4. hai yai forces….hai yai forces!!!!
    plz buruan tamat sebelum nih manga kayak hunter x hunter TwT)/

  5. Wah… Makasih infonya. Btw saya juga penggemar baru Berserk, pertama nonton yang series tahun 2016, tapi banyak yg bilang ternyata yg 2016 ini kelanjutan dari trilogi Golden Arc, dan saya tonton yg trilogi, benar-benar seru, beda dengan anime yg lain yg sudah mainstream, btw saya suka Berserk karena cerita nya beda dari yg lain.
    Admin saya mau tanya, apa kita harus nonton Berserk yg tahun 1997 dulu biar tahu awal kisahnya, karena saya baru nonton yg trilogi nya untuk mengetahui awal kisah Berserk ini…
    Makasih

    • Kalau udah pernah nonton trilogi movie Golden Age, lebih engga usah. Garis besar ceritanya sama. Kalau mau lihat, paling lihat beberapa episode awal dan terakhirnya aja.

      Sama2. Makasih udah mampir.

  6. ane heran ya kenapa studio anime besar kaya madhouse I.G atau pierrot bones dll gak mminat ngeadaptasi manga ini jadi anime ya padahal kalo di tangani ama salah satu dari mereka pasti bagus banget dan untung besar buat mereka, bahkan Berserk 1997 aja ko di tangani ama OLM ya yang kebanyaka adaptasi mereka itu cuman anime buat anak2 gak ada aura2 gelap sedikit pun dari anime2 yang sebelunya mereka buat malahan kebanyakan itu pokemon, kan studio kaya madhouse itu terkenal ama anime2 gelap nya kaya death note dll, tapi kaya gak sedikitpun tertarik buat ngeremak, atau nglanjutin….

    • Kalau menurut ane, alasannya karena kalau mau animenya punya kualitas setara sama manganya, proses produksinya itu susah gan.

      Yang terakhir aja nekat karena sekalian mencoba teknologi animasi CG baru.

      Karena alasan tersebut, ditambah sama faktor “dewasa” yang membuat pangsa pasarnya terbatas, membuat Berserk jadi proyek yang beresiko tinggi. Karena takut kalau citranya malah “rusak”, para animator malah jadi takut buat sentuh. Apalagi dengan gimana produksi anime biasanya ngelibatin banyak pihak.

      Kualitas manganya itu udah diakui saking bagusnya sih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: