Durarara!!x2 Ten

Kalian pernah… secara kebetulan bertemu seorang kawan lama di pinggir jalan. Lalu sesudah menyapa, kalian bertanya, “Apa kabar?”

Sesudah teman kalian menyampaikan apa-apa yang belakangan sedang dialaminya, biasanya yang kita berikan hanyalah reaksi superfisial. Soalnya, toh, kata-kata itu biasanya cuma buat basa-basi belaka. Dimaksudkan sebagai icebreaker. Atau pembuka sebelum masuk ke omongan yang lebih serius.

Kalian enggak benar-benar bisa ngasih pendapat atau gagasan sungguh-sungguh atas jawaban ini karena:

  1. Teman lama kalian itu emang enggak minta.
  2. Kalian bakal terkesan sok dan seenaknya.
  3. Apa yang teman kalian alami seyogianya memang bukan urusan kalian, dan memang enggak akan pernah jadi urusan kalian.

Nah, perasaan kayak gitu yang kualami dari mengikuti Durarara!!x2 Ten.

Durarara!!x2 Ten (‘ten’ di sini kira-kira berarti ‘pergerakan’) atau Durarara!!x2 The Second Arc, adalah bagian kedua dari adaptasi anime kedua seri novel Durarara!! karya Narita Ryohgo yang diilustrasikan oleh Yasuda Suzhuhito (terbitan ASCII Media Works di bawah label Dengeki Bunko). Sama seperti cour sebelumnya, produksinya dilakukan oleh studio Shuka, dengan penyutradaraan dilakukan oleh Omori Takahiro, naskah oleh Takagi Noboru, dan musik ditangani Yoshimori Makoto. Sama seperti cour sebelumnya juga, jumlah episodenya sebanyak 12.

Masih berlatar di Ikebukuro, cerita cour kedua ini berlangsung segera sesudah apa-apa yang dipaparkan terjadi di Durarara!!x2 Shou. Shou dan Ten ditayangkan dengan jeda satu cour di antara keduanya, dan ceritanya diakhiri dengan jeda satu cour lagi sebelum akhirnya dituntaskan dalam Durarara!!x2 Ketsu.

Jadi, mengikuti Shou sesudah mengikuti Ten itu kayak, “Heei, lama enggak ketemu! Urusan soal kepala dullahan yang waktu itu akhirnya gimana jadinya?”

Lalu sesudah teman kita membeberkan garis besar apa yang telah terjadi, kita lagi-lagi kayak enggak benar-benar bisa ngasih tanggapan serius karena begitu rumitnya/banyaknya apa yang terjadi tersebut.

Yang sekali lagi, ujung-ujungnya, sebenarnya, enggak benar-benar terasa kayak urusan kita.

Sebelumnya, aku berusaha untuk enggak terlalu detil mengulas seri ini dengan maksud agar siapapun yang tertarik bisa mengeksplorasi sendiri dampak dan implikasi berbagai kejadian yang terjadi. Ya, memahami dan menyimpulkan segala sesuatunya merupakan salah satu daya tarik unik seri ini. Tapi semakin ke sini, jumlah karakternya semakin bertambah. Urusan masa sekarang dan urusan masa lalu yang terjalin sudah semakin rumit.

Jadi, kalau mau membahas semuanya secara komplit, itu susah dan gila.

Mending kalian sekalian saja membaca versi novelnya, yang jelas lebih baik pemaparannya. Yang juga jelas lebih lengkap penjabarannya, lebih gampang dipahami, dan benar-benar berhasil membuat kita ‘masuk’ ke dalam kepala tiap-tiap karakternya.

….

Tapi argh. Kalau aku ngomong kayak gitu, kesannya kayak aku menyerah.

Peredaran Obat-obatan Terlarang

Plot cerita utama di cour ini ada pada upaya Ryuugamine Mikado selaku pendiri untuk ‘membersihkan’ geng Dollars. Melalui tim pribadi yang terdiri atas mantan anggota geng Blue Squares yang ‘dipercayakan’ padanya oleh adik kelasnya, Kuronuma Aoba, Mikado mencoba membersihkan Dollars yang seyogianya menjunjung tinggi kebebasan dari bagian-bagiannya yang dia pandang merusak.

Pada titik ini, baru sang pengantar-barang-dunia-bawah-yang-sesungguhnya-adalah-dullahan-tak-berkepala saja, Celty Sturluson, yang mengetahui tentang ini, karena kebetulan menyaksikan mereka secara langsung. Tapi bahkan sebagai seseorang yang dihormatinya, Celty gagal mengubah pikiran Mikado soal rencananya ini.

Upaya Mikado tersebut tentu saja memberikan guncangan pada Ikebukuro, sehubungan dengan luasnya cakupan Dollars. Ini terutama terasa sesudah kerusuhan antara geng bermotor Toramaru dengan Dollars yang terjadi di Shou, serta jebakan yang dialami Heiwajima Shizuo yang membuatnya dikejar-kejar kelompok mafia Awakusu-kai. Ada pihak-pihak tertentu yang mau tak mau harus beraksi karena besarnya dampak situasi ini bagi mereka.

Di sisi lain, kekacauan yang Orihara Izaya timbulkan lewat adu domba yang dilakukannya akhirnya mengundang perhatian pihak lain: sosok berkuasa bernama Yodogiri Jinnai yang menyerangnya di penghujung cour lalu, dan tak ada yang benar-benar tahu siapa dia sesungguhnya.

Kasino Bawah Tanah

…Akuilah, sebesar apapun kalian menyukainya, kalian tak bisa membantah kalau Izaya memang tokoh antagonis di seri ini.

Aku agak terkesan dengan bagaimana orang-orang tertentu kemudian mencoba melakukan balas dendam pribadi mereka atas Izaya. Tapi jadinya, aku juga merasa agak kesulitan memahami motif dari masing-masing orang. Kita bisa melihat kalau para karakter ini berbeda-beda, tapi apa yang membuat kepribadian mereka berbeda-beda ini tak benar-benar terpaparkan.

Daya tarik terbesar season ini ada pada diperkenalkannya Kujiragi Kasane, seorang wanita berkacamata berkesan profesional yang semula diperkenalkan sebagai asisten Yodogiri, tapi kemudian terkuak bisa jadi adalah tokoh antagonis terbesar seri ini. Selain itu, juga ada sesuatu yang manis pada bagaimana Varona seakan menemukan sesuatu yang baru saat ia terlibat dalam keseharian Shizuo bersama Tanaka Tom.

Mikado, yang berada di tengah pusaran konflik, mendapat porsi lumayan banyak. Perubahan yang dialaminya mengundang kembalinya Kida Masaomi, yang ingin menguak apa yang terjadi. Lalu untuk melakukannya, ia pun menyatukan teman-teman lamanya dari geng Yellow Scarves.

Ini terutama… sesudah beragam ketidakjelasan soal apa yang disampaikan dalam chat room yang biasa.

(Ngomong-ngomong, saking rumitnya apa yang terjadi, aku sempat lupa soal konflik yang pernah dialaminya dengan Mikajima Saki. Ini mencakup soal fanatisme yang Saki pernah miliki terhadap Izaya dan kepalsuan yang mewarnai hubungan mereka, yang sempat berujung pada dipatahkannya kedua kaki Saki.)

Jujur, aku ingin bisa membahas lebih banyak soal ceritanya. Tapi… susah.

Ada telalu banyak yang terjadi. Lalu ada beberapa yang mungkin agak sulit diluruskan.

Kalau kau tertarik pada Durarara!! karena animenya, maka aku serius sarankan untuk mencoba memeriksa novelnya. Seri novel aslinya kabarnya benar-benar unggul dalam banyak hal. Jadi bukan cuma sekedar karena cakupan ceritanya lebih luas.

Aku juga jadi sadar. Meski beberapa nama staf di baliknya sama, pendekatan adaptasi ke anime yang terjadi di Durarara!! sebenarnya lumayan berbeda dibandingkan apa yang terjadi di Baccano!!. Agak susah menjelaskannya. Tapi aku dapat kesan yang benar-benar kuat kalau Baccano!!… meski iya, cerita yang tampil di animenya sebenarnya ada sedikit kelanjutannya, adalah adaptasi yang lebih setia.

Yah, contoh gampangnya: bagaimana Mikado ditampilkan di animenya membuatnya terkesan seperti ‘tersesat ke jalan yang salah’ akibat kekacauan yang terjadi di season lalu. Tapi di versi novelnya, Mikado sejak awal digambarkan sebagai orang yang punya bakat buat jadi orang kayak Izaya, dan karenanya bisa dibilang agak seperti mengikuti jejaknya. (Ingat adegan percakapan yang terjadi antara dirinya dan Izaya soal hal-hal yang di luar kewajaran?) Yang membedakannya di akhir kurasa cuma pemicu yang jadi motivasi mereka, yang dalam hal ini ditandai dengan persahabatan yang Mikado punya dengan Masaomi dan Sonohara Anri.

Kilatan Lampu Jalanan

Sedikit menyinggung soal teknis sebelum bahasan ini kita akhiri, kualitas Ten secara umum tak jauh berbeda dari Shou. Hanya saja, dalam kadar sedemikian rupa yang mulai menunjukkan seperti apa ciri khas Shuka sebagai studio.

Oke, mungkin itu agak enggak jelas.

Intinya, kualitas teknis seri ini, baik dari audio maupun visual, sama sekali enggak jelek. Tapi di sisi lain, enggak bisa dibilang menonjol juga. Tapi buatku juga kayak ada kesan yang menunjukkan kalau Shuka adalah studio yang tahu batasan-batasan mereka sejauh apa.

Meski sempat ke mana-mana, dan tak ada tema cerita yang benar-benar menyatukan, season ini kembali ditutup secara keren lewat mulai terjalinnya berbagai aliansi. Izaya telah menyatukan sejumlah orang tertentu dalam rangka berhadapan dengan pihak Yodogiri. Orang-orang yang berada di belakang Yodogiri mulai terkuak adalah organisasi di belakang Perusahaan Farmasi Yagiri yang pernah menjadi sumber kekacauan di season pertama animenya dulu. Lalu Celty akhirnya mendapat konfirmasi bahwa kepalanya yang hilang selama ini benar-benar ada di tangan Izaya.

Pasti ada hal-hal yang luput aku pahamin.

Jadi, uh, sori soal itu.

Akhir kata, pengetahuan adalah kekuatan. Tapi pengetahuan dan kekuatan juga bisa menjadi beban. Tapi lagi, kerap kali kita lebih baik ada dalam posisi bisa melakukan sesuatu daripada enggak.

Penilaian

Konsep: A-; Visual: B+; Audio: B+; Perkembangan: X; Eksekusi: B; Kepuasan Akhir: B

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: