Oshiete! Galko-chan

Oshiete! Galko-chan atau Please Tell Me! Galko-chan diangkat dari manga karya Suzuki Kenya yang diterbitkan Kadokawa. Ini seri animasi pendek (sekitar 7 menit per episode) yang pada musim dingin lalu sempat lumayan menarik perhatianku. Disutradarai Kawaguchi Keiichiro yang juga menangani komposisi seri, produksi animasinya dibuat oleh studio feel.. Hasilnya lumayan bagus.

Kalau dibilang… kurasa ini seri komedi?

Premis dasarnya, di suatu SMA, ada tiga orang siswi yang berteman: Galko, seorang gyaru berbadan bongsor yang terlepas dari penampilannya yang menarik perhatian, sebenarnya orang yang hatinya masih pure; Otako, seorang siswi berkacamata berbadan kurus dan relatif kecil yang duduk berdekatan dengan Galko, dan bisa dibilang semacam sahabatnya; lalu Ojou, seorang siswi anak orang kaya yang sopan dan pintar (meski agak lambat), yang karena suatu alasan tertarik pada dua orang ini dan ingin bisa lebih dekat dengan mereka.

(Sedikit informasi, semua karakter di seri ini tak dibeberkan nama aslinya. Semua karakter selalu memanggil dan menyebut satu sama lain dengan nama panggilan masing-masing. Ini juga berlaku buat para karakter sampingan selain ketiga karakter di atas.)

Interaksi mereka di awal cerita biasanya dimulai dengan bagaimana Otako dengan jahil menanyai Galko sesuatu yang punya konotasi sedikit nakal. Pertanyaannya biasanya ditanggapi Galko dengan cara-cara tak terduga yang ujungnya biasanya lucu.

Sesederhana itu.

Aku awalnya tak berharap banyak. Malah, aku sempat mengira ini jenis seri seinen yang sengaja dibuat untuk memberi efek titilasi. Itu tak salah sih. Tapi di luar dugaan, seperti halnya Galko sendiri, ada beberapa bagian di dalamnya yang benar-benar terasa tulus dan lumayan membuatku berpikir.

Apa benar…?

Kurasa aku belum pernah menyinggung kalau satu-satunya seri anime pendek yang sepenuhnya kusukai adalah Wooser’s Hand-to-Mouth Life. Aku jelas tak bisa bilang itu seri yang bagus sih. Hanya sekedar ada sesuatu tentangnya yang ‘cocok’ denganku saja.

Tapi berbeda kasusnya dengan Wooser (dengan pengecualian season ketiganya yang disutradarai Mizushima Seiji), ada sesuatu tentang Galko-chan yang seriusan bisa aku bilang bagus. Persisnya itu apa, aku tak bisa menjelaskan. Tapi intinya, kalau kalian menyukai komedi-komedi pendek berbasis dialog kayak begini, ada kemungkinan lumayan besar kalau ini akan jadi sesuatu yang kalian suka.

Eh? Bahasan kali ini cuma ini doang?

Uh, iya. Kali ini cuma segini doang.

Oh. Iya. Berhubung temanya yang kayak begini, materi bahasannya memang bisa agak lumayan berbau dewasa. Jadi jangan terlalu memaksakan diri.

Iklan

About this entry