Macross Delta preview & Daftar Seri Macross

Pada awal tahun 2016 lalu, ada episode spesial bersifat preview untuk anime baru Macross Delta. Macross Delta resminya mulai tayang April ini, dan episode pertamanya yang ‘lengkap’ telah keluar saat ini kutulis. Tapi episode spesial tersebut sempat memberi gambaran nuansanya akan kayak apa.

Buat yang belum tahu, Macross Delta merupakan keluaran terbaru dari waralaba anime mecha Macross cetusan Kawamori Shouji. Produksinya dilakukan oleh studio Satelight, dan direncanakan akan tayang sepanjang dua cour.

Alasan kenapa aku menulis ini karena: satu, tiba-tiba aku menyadari banyaknya detil visual bermakna pada setiap frame, yang mestinya kusadari dari zaman Macross Frontier dulu; lalu dua, karena penayangan Macross Delta agak membuat orang-orang penasaran soal waralaba Macross belakangan.

Kayak beberapa penggemar lain, aku membandingkan perbedaan antara versi preview waktu itu dengan versi lengkap yang keluar kali ini. Beberapa hal yang terlintas di kepalaku saat membandingkan keduanya adalah:

  • Tokoh utama cowoknya ternyata benar adalah Hayate Immelman.
  • Freyja Wion benar-benar karakter yang ekspresif. Pemilihan Suzuki Minori sebagai seiyuu untuknya pasti lagi-lagi ketat.
  • Keterampilan pengendalian mecha Hayate yang peka terhadap irama, yang membuatnya pandai menari, sebelumnya luput dari perhatianku karena aku terlalu terfokus pada Walküre.
  • Para personil Walküre dikisahkan memiliki suara yang trans dimensional. Jangan-jangan itu syarat untuk bisa terpilih sebagai personil?
  • Aksesoris-aksesoris yang Hayate kenakan! Terutama kalung di lehernya! Gara-gara film layar lebar Macross Frontier, aku jadi terus-terusan berpikir kalau kayaknya itu bakal punya peran dalam cerita.
  • Bentuk hati yang terpasang di rambut Freyja sekilas terlihat seperti jepit rambut. Tapi ternyata bukan, itu sesuatu yang memang ‘mencuat’ dari dalam percabangan rambutnya. Mungkin itu apa yang disebut sebagai Rune olehnya, dan merupakan ciri khas orang-orang dari planet Winderemere? Berarti Winderemere benar termasuk jenis spesies manusia baru yang ditemukan manusia Bumi?
  • Aku perhatikan bahwa setiap anggota Aerial Knights dari Kingdom of Wind ternyata juga memiliki sesuatu serupa Rune di rambut mereka. Apa mungkin ada kaitan antara Winderemere dengan Kingdom of Wind?
  • Ada cinta segitiga. Pasti. Romansa kelihatannya akan terjalin antara para personil Walküre dengan pilot-pilot Delta Squadron yang melindungi mereka. Pengecualiannya mungkin pada Mirage Fallyna Jenius, satu-satunya perempuan di Delta Squadron, yang sepertinya bertugas mengawal Mikumo Guynemer.
  • Dengan demikian, kalau menilai materi-materi promo seri ini, maka cinta segitiga utamanya akan antara Hayate, Freyja, dan Mirage?
  • …Tunggu, ini aneh. Berarti nanti Mikumo dengan siapa?
  • Oiya. Masih ada para bishounen di Aerial Knights. Iya juga. Pasti ada salah satu dari mereka yang bisa jadi pasangan Mikumo. Berarti di masa mendatang kayaknya bakal ada adegan penawanan.
  • Kelihatannya, kalau sudah terbawa untuk menyanyi, Freyja benar-benar menjadi sulit mengendalikan diri.
  • Delta Suadron masih belum jelas dibekingnya sama siapa…

Selain adegan klimaks di akhir yang tak ada di preview—yang mana Hayate menjalankan aksi klasik mengambil alih sebuah pesawat Valkyrie demi menyelamatkan Freyja—ternyata ada sejumlah adegan dialog tambahan juga di tengah episode. Episode komplitnya juga memaparkan sedikit lebih banyak soal para personil Walküre lain selain Mikumo, serta interaksi antara mereka dengan Delta Squadron.

Seperti yang bisa diharapkan, untuk ukuran sebuah episode pertama, episode ini dipenuhi berbagai adegan mencolok. Terlepas dari semuanya, kurasa ini satu seri yang perkembangannya ingin kuikuti di musim ini. Kesan awalnya buatku lumayan positif.

Kalian juga tak harus mengikuti seri-seri Macross sebelumnya untuk menikmati seri ini kok. Ceritanya lumayan berdiri sendiri. Sedikit pengetahuan tentang seri-seri sebelumnya memang bisa membuatmu lebih menikmatinya sih.

Trilogi Super Dimension dan Robotech

Meski dicetuskan di zaman yang sama dengan waralaba Gundam, waralaba Macross memiliki sejarah agak rumit, sekalipun dengan jumlah keluarannya yang lebih sedikit.

(Aku bukan penggemar besar Macross, jadi yang kutulis ini baiknya nanti aku lengkapi lagi.)

Seri Macross ini, pada awalnya, menjadi yang pertama dari trilogi Super Dimension (Chou Jikuu). Trilogi ini terdiri atas tiga seri anime sains fiksi yang tidak saling berhubungan, tapi sama-sama mengusung motif soal drama kehidupan di tengah konflik melawan alien serta mecha-mecha yang bisa bertransformasi. Menariknya, hanya Macross saja di antara ketiga seri ini yang kemudian berkembang menjadi waralaba besar.

Ketiga seri TV yang menjadi bagian dari trilogi di atas antara lain:

  • The Super Dimension Fortress Macross (1982) tentang pesawat luar angkasa raksasa berteknologi asing yang jatuh ke Bumi. Tak dinyana, pengaktifan kembali kapal ini sesudah diperbaiki manusia Bumi mengundang datangnya ras alien Zentradi (dan nantinya, ras alien Meltlandi) untuk menyerang. Produksi animasinya dibuat oleh Tatsunoko Production, dan ciri khas seri ini terdapat pada bagaimana musik ternyata berperan vital dalam penyelesaian peperangan.
  • Super Dimension Century Orguss (1983) yang dibuka dengan konflik perebutan space elevator antara dua pihak superpower, yang berujung pada diledakkannya suatu senjata dahsyat jenis baru yang mempengaruhi ruang dan waktu. Ledakan tersebut di luar dugaan membawa si tokoh utama, Katsuragi Kei, ke masa depan yang hancur dua puluh tahun mendatang. Kei kini dikejar banyak pihak karena suatu alasan yang tak dipahaminya, dan Orguss adalah nama mecha yang kemudian dikemudikannya. Produksi animasinya dibuat oleh Tokyo Movie Shinsha (yang sekarang kita kenal sebagai TMS Entertainment) dan sempat disusul dengan sekuel berupa OVA. Konfliknya terdapat pada berbagai hubungan cinta yang dijalin si tokoh utama, serta tragedi bagaimana ia jadi meninggalkan kekasihnya yang sedang mengandung di masa lalu.
  • Super Dimension Cavalry Southern Cross (1984) tentang konflik di sebuah planet baru bernama Glorie yang kini ditempati manusia sesudah ekosistem Bumi hancur, tapi kemudian diperebutkan sesudah terkuak planet itu tempat asal ras alien Zor yang datang kembali setelah meninggalkannya di masa silam. Southern Cross adalah nama kesatuan tentara yang melindungi manusia di planet ini. Tokoh utamanya adalah tiga wanita muda Jeanne Fránçaix, Mary Angel, dan Lana Isavia yang masing-masing memiliki misi pribadi dalam perang tersebut. Produksi animasinya kembali dibuat oleh Tatsunoko Production. Konfliknya terutama terdapat pada bagaimana pihak Zor menggunakan tawanan manusia yang telah dicuci otak sebagai ‘inti’ pasukan mecha mereka.

Produksi ketiga seri tersebut disponsori oleh perusahaan media Big West Advertising, yang juga mensponsori seri-seri Macross modern di masa sekarang.

Pada tahun 1985, ada upaya untuk memasukkan seri Macross yang pertama ke dunia barat. Pemrakarsanya adalah perusahaan Harmony Gold USA yang bekerjasama dengan Tatsunoko Production. Namun sehubungan dengan ketentuan sindikasi seri televisi yang dihadapi di masa itu—yang hanya memungkinkan penayangan di hari-hari kerja, dan bukan mingguan, selama kurun waktu yang ditentukan (dibutuhkan total 65 episode, 13 minggu dengan lima episode per minggu)—pihak Harmony Gold memutuskan untuk ‘menggabungkan’ tiga seri TV yang tak saling berkaitan menjadi satu seri baru yang dinamai Robotech.

Karena kerjasama Harmony Gold adalah dengan Tatsunoko, maka dari trilogi Super Dimension, yang akhirnya bisa ‘diambil’ hanyalah Macross dan Southern Cross (mengambil Orguss konon perlu proses lagi lewat TMS). Maka untuk melengkapi Robotech, kemudian diambil satu seri Tatsunoko yang lain, yaitu Genesis Climber MOSPEADA, yang diproduksi tahun 1984 dan menampilkan mecha yang bisa bertransformasi (dalam hal ini, ke bentuk sepeda motor).

Cerita MOSPEADA sendiri adalah tentang perjuangan umat manusia melawan ras alien misterius Inbit dengan tema-tema tentang polusi lingkungan dan sumber daya alam. Tokoh utamanya adalah pejuang bernama Stikk Bernard yang ingin membalas dendam pada Inbit atas kematian kekasihnya.

(…Setelah kupikir, banyak juga seri buatan Tatsunoko yang di masa itu disindikasi di barat. Dua di antaranya termasuk Gatchaman dan Time Bokan. Kurasa ini berarti mereka semacam pionir?)

Dalam perkembangannya, Robotech berkembang menjadi waralaba besar tersendiri yang terkenal di Amerika. Mulanya memang hanya terbentuk dari pengeditan cerita, video, dan sulih suara besar-besaran. Intinya soal bagaimana video dari ketiga seri di atas bisa jadi cerita yang saling nyambung. Tapi yang menarik adalah bagaimana penulisan ulang yang dilakukan untuk membuat Robotech ternyata benar-benar bagus.

Sebagai efek samping dari itu, hak atas merk dagang ‘Macross’ di Amerika hingga sekarang masih dipegang oleh Harmony Gold. Karenanya, hingga saat ini kutulis, semua seri Macross baru sesudahnya (yang diproduksi oleh pihak selain Tatsunoko?) jadi tak bisa dilisensi secara resmi di Amerika.

Apa kau masih ingat cinta?

Terlepas dari perkembangannya di barat, kesan kuat yang diberikan seri Macross pertama berlanjut dengan dibuatnya film layar lebar The Super Dimension Fortress Macross: Do You Remember Love? pada tahun 1984 dan seri OVA The Super Dimension Fortress Macross: Flash Back 2012 pada tahun 1987. Produksinya sama-sama masih dilakukan lewat kerjasama Big West dan Tatsunoko Production.

Kedua proyek ini sama-sama mewujudkan sebagian visi yang belum terwujud dari Studio Nue yang sudah direncanakan, tapi pada akhirnya tak sempat dianimasikan untuk versi seri TV-nya. Ini terutama menyangkut kesudahan nasib akhir ketiga tokoh utamanya, sang pilot Ichijyou Hikaru, sang penyanyi idola Lin Minmei, serta sang wakil laksamana Hayase Misa. Proyek ini memvisualisasikan adegan konser terakhir Minmei di Bumi sebelum ia berangkat bersama Hikaru dan Misa sebagai bagian awak kapal induk baru penerus SDF-1 Macross, SDF-2 Megaroad-01, yang akan menjelajahi alam semesta.

Do You Remember Love? merupakan penceritaan ulang dari seri TV-nya, dengan cerita yang lebih dipadatkan serta penambahan animasi baru. Ada beberapa perbedaan poin cerita yang mencolok. Salah satunya ada pada lagu baru yang dibawakan Minmei, “Ai, Oboete imasuka?”, yang liriknya konon berasal dari peradaban kuno Protoculture. Karena ceritanya agak ‘berbeda’ dari versi seri TV, yang menarik adalah bagaimana film layar lebar ini juga direferensikan sebagai suatu film layar lebar bersejarah ternama di dalam dunia Macross sendiri dalam beberapa seri ke belakang.

Sedangkan Flash Back 2012 merupakan seri pendek yang menampikan rangkaian video klip lagu-lagu hit Minmei,  yang diambil dari konsernya yang terakhir di Bumi, yang di antaranya diselingi klip-klip cerita menjelang keberangkatan armada Megaroad-01 pimpinan Misa (kini bernama Ichijyou Misa) sebelum mereka dikisahkan menghilang di dekat pusat alam semesta.

Generasi Baru

Pada tahun 1991, pihak Big West ingin mengeluarkan suatu seri Macross baru untuk memperingati ulang tahun kesepuluh seri ini. Namun pihak Studio Nue tidak terlibat dalam proyek ini, karena konon sedang tidak tertarik untuk memproduksi sebuah sekuel.

Hasilnya adalah seri OVA enam episode Macross II – Lovers Again yang diproduksi lewat kerjasama studio animasi AIC dan Oniro. Ceritanya berlatar 80 tahun sesudah akhir seri pertama, dan menampilkan konflik antara pihak Bumi dengan ras alien humanoid Marduk. Kaum Marduk dikisahkan tiba di tata surya Bumi dengan pejuang-pejuang Zentradi dan Meltlandi yang diperbudak. Tokoh utama seri ini adalah seorang wartawan bernama Kanzaki Hibiki, yang menolong seorang perempuan Marduk bernama Ishtar yang ternyata merupakan salah satu Emulator, penyanyi istimewa yang membuat pasukan Marduk kebal terhadap efek nyanyian dari pasukan Bumi. Dengan bantuan seorang pilot bernama Silvie Gena, Hibiki berupaya memperkenalkan budaya Bumi pada Ishtar dengan harapan nyanyian baru Ishtar dapat membawa perdamaian antara manusia dan Marduk.

Macross II diikuti beberapa media pelengkap seperti game, manga dan novel. Namun keterlibatan kembali Studio Nue dalam produksi seri-seri Macross berikutnya membuat cerita Macross II dinyatakan non-canon.

Ini bukan seri yang pernah kuikuti. Jadi maaf karena tak bisa berkomentar.

Pada tahun 1994, seri OVA empat episode Macross Plus kemudian dirilis. Versi OVA ini lalu disusul versi layar lebarnya pada tahun 1995. Produksi animasinya dilakukan oleh Triangle Staff (studio yang tersusun atas staf dari Madhouse, tapi sekarang sudah tak aktif) dengan perilisan yang dilakukan oleh Bandai Visual. Ceritanya berlatar pada tahun 2040 di planet Eden, salah satu planet baru yang telah dikolonisasi manusia, tiga puluh tahun sesudah akhir perang di seri yang pertama. Tiga tokoh utamanya adalah dua pilot rival Isamu Alva Dyson dan Guld Goa Bowman—yang saling bersaing dalam Project Super Nova, suatu pekerjaan tender untuk menentukan teknologi pesawat tempur yang akan dipilih sebagai pesawat baru pemerintahan UN—serta kawan masa kecil mereka, Myung Fang Lone. Hubungan persahabatan ketiganya tercabik akibat suatu insiden di masa lalu. Lalu pertemuan mereka kembali menimbulkan konflik batin bagi Myung. Ini berdampak terutama pada pekerjaan Myung sebagai produser musik bagi idola virtual yang sedang hit saat itu, Sharon Apple, AI yang terwujud lewat hologram, yang lagu-lagunya merupakan ekspresi dari perasaan Myung.

Macross Plus lumayan bersejarah di dunia anime, karena menjadi seri animasi pertama yang mengkombinasi teknik animasi sel tradisional dengan teknik animasi CG dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya. (Versi layar lebarnya lebih direkomendasikan.)

Aku sempat melihat sebagian Macross Plus. Nuansanya lumayan berbeda dari seri Macross yang orisinil maupun seri-seri Macross yang lebih modern. Mungkin juga karena arahannya oleh Watanabe Shinichirou yang belakangan menyutradarai Cowboy Bebop. Aku ingat aku merasakan sedikit kekecewaan karena pemaparan dunianya tidak lebih banyak.

Seri TV Macross 7 kemudian menyusul pada tahun yang sama, dengan produksi animasi oleh Ashi Productions. Berlatar 35 tahun sesudah akhir seri pertama, ceritanya berkisah tentang kapal induk Macross 7 yang memimpin armada kolonial ke-37. Di dalam Macross 7, ada band Fire Bomber pimpinan Nekki Basara, yang musiknya menjadi andalan utama dalam menghadapi ancaman ras alien Protodeviln. Protodeviln dikisahkan hendak memanen energi Spiritia yang diperoleh dari manusia. Sesudah diambil Spiritia-nya, manusia bersangkutan akan jatuh ke dalam koma. Namun nyanyian Basara mampu membangkitkan kembali energi Spiritia ini dan membangunkan kembali para korban. Dengan demikian, Basara dan kawan-kawannya terlibat dalam suatu proyek militer kontroversial untuk menggunakan kembali nyanyian sebagai senjata pertahanan. Sementara di sisi lain, kaum Protodeviln lambat laun memandang Basara sebagai sumber Spiritia tak terbatas yang selama ini mereka cari.

Macross 7 cukup dikenal di masanya, dengan seri TV yang tayang selama setahun penuh dengan diiringi film layar lebar dan serangkaian OVA. Film layar lebar pendek Macross 7: The Galaxy’s Calling Me, dan rangkaian OVA tiga episode Macross 7 Encore berlatar di tengah berlangsungnya seri TV-nya. Baru sesudahnya, seri OVA empat episode Macross Dynamite 7 (kini diproduksi Hal Film Maker) melanjutkan cerita di seri TV-nya, yang menampilkan apa yang dialami dalam pengelanaan Basara sepeninggal ia dari Macross 7. Seri ini juga mencolok karena menampilkan karakter Mylene Flare Jenius, putri ketujuh dari pasangan manusia-Meltlandi pertama, Maximilian Jenius dan Milia Fallyna Jenius, yang merupakan pasangan pilot as dari seri Macross pertama.

Aku sama sekali tak mengikuti Macross 7. Tapi aku banyak mendengar bahwa lagu-lagunya bagus dan enak didengar, sekalipun alur ceritanya terasa lamban dan ke mana-mana.

Pada tahun 2002, Macross Zero menjadi seri OVA lima episode yang memperingati ulang tahun kedua puluh seri ini dengan produksi dilakukan studio Satelight. Ceritanya berlatar setahun sebelum seri Macross yang paling pertama, pada tahun 2008, saat perang dengan gentingnya berlangsung antara tentara UN Spacy melawan tentara anti-UN, sembilan tahun sesudah jatuhnya suatu pesawat ruang angkasa asing ke Bumi. Di lautan Pasifik selatan, seorang pilot UN bernama Kudou Shin ditembak jatuh oleh pesawat yang bisa berubah wujud. Ia kemudian mendarat darurat di suatu pulau Mayan terpencil, di mana para penduduknya hidup damai dengan menyembunyikan rahasia besar terkait peradaban makhluk asing. Shin terlibat hubungan dengan kakak beradik Sara Nome dan Mao Nome, dan mengalami konflik soal bagaimana ia mencegah pulau tersebut terseret dalam perang. Seri ini mencolok karena memberikan latar belakang lebih terhadap situasi politik di seri TV pertama, khususnya tentang masa lalu Roy Fokker, pilot as yang menjadi mentor Hikaru, yang dalam seri TV kemudian mewariskan posisi pimpinan Skull Squadron padanya.

Aku sama sekali tak mengikuti Macross Zero. Tapi sekali lagi, aku pernah mendengar komentar yang menyebut kalau ceritanya ditutup dengan agak aneh.

Lima tahun berikutnya di tahun 2007, Satelight kembali memproduksi seri Macross baru, yakni Macross Frontier untuk memperingati ulang tahun seri ini yang kedua puluh lima. Ceritanya memaparkan hubungan cinta segitiga antara remaja pilot Alto Saotome, dengan dua penyanyi: Sheryl Nome yang telah tenar dan populer, yang tengah berkunjung dari armada Macross Galaxy; dan Ranka Lee, gadis muda yang kepopulerannya sebagai penyanyi baru naik daun; di tengah ancaman makhluk asing buas Vajra yang dapat muncul sewaktu-waktu. Seri TV-nya dilanjutkan oleh dua film layar lebar yang menjadi cerita alternatif dari seri TV-nya, yaitu Macross Frontier the Movie: The False Songstress pada tahun 2009 dan Macross Frontier the Movie: The Wings of Goodbye pada tahun 2011.

Meski sempat membuatku aneh di beberapa bagian, perlu kuakui kalau Macross Frontier termasuk seri yang bisa kusukai. Kurasa seri Macross untuk pangsa pasar modern dimulai dari seri ini. Ceritanya tak seimbang di banyak bagian, tapi bisa dibilang diakhiri dengan memuaskan.

Mengiringi kepopuleran Macross Frontier, pada tahun 2012 hadir tayangan layar lebar Macross FB 7: Listen to My Song keluaran Satelight yang menampilkan ‘dokumentasi’ cerita Macross 7, yang disaksikan oleh para karakter Macross Frontier (serupa juga dengan bagaimana cerita Macross Zero sempat dijadikan film layar lebar lagi di dalam dunia Macross Frontier). Tayangan ini menitikberatkan faktor nostalgia yang dimiliki sebagian karakternya, serta diiringi beberapa lagu baru dari band Fire Bomber.

…Tayangan layar lebar ini lebih khusus diperuntukkan oleh para penyuka lagu-lagunya. Ehem. Kalau kalian ngerti maksudku.

Ada sejumlah media lain berupa komik dan game yang dapat bersifat sebagai cerita pelengkap maupun cerita yang berdiri sendiri. Tapi cakupannya terlalu banyak untuk bisa kubahas sekarang.

Yah, mungkin nanti kita lihat lagi perkembangannya sesudah Macross Delta tuntas.

Iklan

2 Komentar to “Macross Delta preview & Daftar Seri Macross”

  1. Berarti seri SDF macross yang pertama itu ngegantung yak ceritany?
    Maksutnya gak ketauan gimana bisa hilang itu pesawat macross?

    • Cuma di versi movie DYRL. Engga ngegantung sih. Semua plot utamanya beres. Cuma disebutin aja pas udah tamat kalo nasib mereka engga lagi diketahui.

      Yang hilang bukan SDF Macross pertama, tapi kapal Megaroad yang dibikin sebagai penerusnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: