Code Geass: Boukoku no Akito OVA 3: The Brightness Falls

Sudah agak lama tertunda, tapi belum lama ini aku berkesempatan melihat episode ketiga seri OVA Code Geass: Akito the Exiled keluaran Sunrise. (Judul episode ini kira-kira berarti: ‘jatuhnya terang’, dengan ‘terang’ di sini sebagai kata benda.)

Sesudah berakhirnya Gundam Unicorn, Code Geass: Akito menjadi OVA yang Sunrise masih garap selain Mobile Suit Gundam: The Origin. Trennya sejauh ini: setiap episode baru lebih memukau dibandingkan episode sebelumnya.

Kalau tanya soal pendapatku, singkat kata, seri ini baguuuuuuuuuuuuuuus! Seandainya aku lebih muda, aku akan mengaku kalau ini seri yang pasti membuatku “Kyaa! Kyaa!” setiap kali dibahas

Pengarahan ceritanya benar-benar keren. Melihat episode ini, aku langsung mengerti alasan para produser memperpanjang jumlah episodenya dari empat menjadi lima. Tapi lebih dari itu, Akito seperti menjadi seri mecha yang paling terasa ‘segar’ buatku dalam tahun-tahun terakhir ini. Ada banyak elemen unik namun familier di dalamnya, yang sudah lama (belum pernah?) kulihat dalam berbagai seri mecha sebelumnya. Ini terutama soal jenis-jenis karakter yang ada serta interaksi di antara mereka.

Hmm. Kelihatannya perkembangan teknologi animasi belakangan benar-benar sedang maju pesat.

The Nomadic Life

Menyinggung soal ceritanya dulu, sesudah berakhirnya misi di Slonim, kesatuan W-0 pimpinan Leila Malcal terjebak di teritori Warsawa karena sebab-sebab yang tak mereka ketahui. Tak diperbolehkan masuk ke markas mereka sendiri, tanda pengenal mereka diblokir, serta tak punya uang tunai, Leila dan kawan-kawannya—Akito Hyuga, Ryo Sayama, serta Yukiya Naruse dan Ayano Kosaka—akhirnya ditampung sekelompok nenek gipsi yang tengah menetap di wilayah tersebut.

Di sinilah, untuk beberapa lama, ada masa tenang bagaikan ‘liburan’ yang mereka lalui bersama. Di tengah masa damai tersebut, mereka juga mulai saling terbuka dan lebih memahami pribadi satu sama lain.

Di sisi lain, penasihat militer Julius Kingsley, yang datang di bawah kawalan Kururugi Suzaku, mulai menjalankan aksinya untuk menyelesaikan status quo antara Euro-Britannia dan Euro Universe. Kelihaian pikiran dan pengambilan keputusan Kingsley dengan segera menuai konflik di kalangan para bangsawan Euro-Britannia sendiri. Lalu di tengah kegentingan yang terjadi, kakak Akito, Shin Hyuga Shaing, mulai menjalankan rencananya untuk membangun kekuasaan bagi dirinya sendiri.

Kutukan dan Peradilan

Animasi seri ini luar biasa memukau.

Man, aku benar-benar mesti mengatakan itu dulu.

Adegan yang paling mencolok adalah saat Suzaku beraksi seorang diri melawan sejumlah Knightmare Frame sekaligus sebelum ia memanggil KF Lancelot miliknya sendiri. Maksudku, itu saja sudah memperlihatkan episode ini sekeren apa.

Kombinasi antara CG dan gambar tangannya benar-benar bagus. Lalu adegan aksinya digambarkan secara benar-benar dinamis, dengan objek yang disorot dan sudut pandang kamera bergerak secara bersamaan, hanya saja dengan koreografi adegan yang bahkan lebih keren dibandingkan yang di episode sebelumnya. Apalagi pada saat adegan ini berlangsung, serangkaian kejutan dalam cerita terkuak juga…

Jadi, kubu Britannia sebenarnya terbagi dua di sini: mereka yang berada di negeri asal mereka di benua Amerika, serta mereka yang berdiam di benua Eropa dan disebut Euro-Britannia. Lalu Euro-Britannia inilah yang tengah berperang melawan konfederasi lain, Euro Universe, di mana Leila dan kesatuan W-0 tergabung. Tapi langkah Kingsley yang datang sebagai perwakilan sang kaisar malah menimbulkan perpecahan antara para bangsawan di Eropa dengan pemerintahan di negeri asalnya. Ini yang dengan lihai kemudian dimanfaatkan Shin untuk merebut kekuasaan.

Pembangunan konflik ini benar-benar dilakukan secara baik. Jadi dengan keterbatasan durasi episode, perkembangannya benar-benar terasa sudah jauh. Aku benar-benar mesti mengakui kalau seri Code Geass: Akito mungkin punya kualitas pengeditan cerita paling bagus yang aku tahu.

Julius Kingsley telah dikonfirmasi sebenarnya adalah Lelouch Lamperouge, pangeran ‘buangan’ Britannia, yang tak lain tak bukan juga adalah Zero, pemimpin dari organisasi bayangan Orde Ksatria Hitam yang menciptakan kekacauan di Area 11 (Jepang) beberapa waktu sebelumnya (yang dikisahkan dalam seri TV Code Geass yang pertama). Pada episode ini diperlihatkan betapa Lelouch bisa sekejam apa kalau bukan karena pengaruh Nunnally, adik perempuan yang sangat disayanginya.

Kelihaian Shin, yang jauh melampaui orang-orang di sekitarnya, sepenuhnya diperlihatkan di episode ini. Ada kesan kalau dirinya, melebihi Lelouch, sebenarnya berpotensi mengambil alih kuasa Euro-Britannia bagi dirinya sendiri. Tapi motivasi yang sesungguhnya di balik semua tindakannya yang kejam masih belum terungkap sepenuhnya di episode ini.

Kemudian di antara keduanya, berdiri Suzaku. Pada titik ini, hatinya masih dilanda konflik. Tapi Suzaku kembali diperlihatkan betapa dirinya seakan tak terkalahkan sebagai bagian kesatuan ksatria elit Knights of the Round.

Sepulang Leila dkk, seiring berakhirnya konflik di Euro-Britannia, dan semakin memanasnya kondisi politik di EU akibat intervensi Julius, kembali terlihat jelas rintangan yang belum teratasi dalam perang Britannia atas EU: yakni kesatuan misterius berjulukan ‘Hantu Hannibal‘ yang tak lain adalah kesatuan W-0 pimpinan Leila. Dari sini, cerita kelihatannya mulai bergerak ke arah klimaksnya, seiring semakin dekatnya konfrontasi antara dua saudara yang telah lama terpisah.

“Kita semua akan kembali.”

Beberapa hal menarik lain meliputi soal teknologi baru milik kesatuan W-0 yang membuat mereka istimewa. Dua di antaranya adalah teknologi KF mutakhir yang memungkinkan penggunaan bersama gelombang otak, serta teknologi transportasi sangat cepat yang membuat mereka bisa menjangkau seluruh dunia dalam waktu singkat.

Sedikit lebih banyak tentang Leila juga dibeberkan. Pertama, soal asal-usul serta hubungan Leila dengan kakaknya. Kedua, soal terkuaknya kenyataan bahwa dirinya tenyata memang pernah menjumpai ‘si penyihir’ C.C., dan sebenarnya memiliki kekuatan Geass. Tapi karena diberikan ketika dirinya masih kecil, kekuatan Geass Leila berada dalam keadaan dorman, sehingga bisa saja hilang seandainya tak digunakan.

Perkembangan karakter lain yang agak mengejutkan adalah soal Akito sendiri. Di sini, ia mengungkapkan kekhawatirannya yang terbesar serta alasan kenapa ia mengucilkan diri. Akito juga mengungkapkan bahwa secara harfiah dirinya memang pernah ‘mati’ di tangan kekuatan Geass Shin, tapi entah karena apa dirinya kini hidup lagi. Lalu perkembangan karakter ini menurutku termasuk simpel, tapi benar-benar keren. Ada banyak karakter penyendiri dalam anime, tapi jarang ada yang dipaparkan dengan cara sesimpatik Akito.

Fanservice kembali tetap ada, dengan cara yang efektif, dalam bentuk pakaian pilot Ayano yang lumayan ‘kekecilan’ serta baju perempuan yang dipakaikan pada Yukiya. Tapi itu minim, dan tak benar-benar dijadikan fokus.

Lalu curve ball terbesar dari episode ini adalah kemunculan sosok perempuan misterius (serupa C.C.?) di hadapan Jenderal Smilas, atasan Leila, yang kelihatannya mampu memanipulasi ruang dan waktu. Damn, siapa lagi namanya? Aku terus terang jadi merasa kalau adegan ini yang menjadi alasan utama kenapa jumlah episodenya jadi diperbanyak.

Di kedua season seri TV Code Geass: Hangyaku no Lelouch, bahkan dengan terkuaknya masa lalu C.C. pun, asal-usul kekuatan Geass serta aliran kepercayaan yang memprakarsainya tak banyak dibeberkan. Tapi dengan adegan di atas, aku jadi merasa hal tersebut mungkin akan coba dieksplorasi dalam beberapa episode ke depan. Ini juga yang membuatku merasa kalau Code Geass: Akito mungkin bukan lagi sekedar gaiden dari cerita di seri TV Code Geass, melainkan menjadi suatu seri lain yang berdiri sendiri dalam satu waralaba yang sama.

Dengan kata lain, mungkin Sunrise untuk ke depannya mau membuat seri Code Geass menjadi lebih seperti Gundam? Tapi sudahlah. Kita lihat saja dulu untuk ke depannya.

Sekali lagi, ini adalah satu episode yang memuaskan. Bukan hanya karena aksi dan intrik yang menjadi kekhasan Code Geass, tapi juga karena drama dan interaksi karakter di dalamnya.

Aku benar-benar suka para tokoh utamanya. Ahaha, mereka membuatku merasa muda.

Hanya tinggal dua episode lagi yang tersisa.

Aku jadi tak bisa tak merasa kalau mungkin akan ada pengumuman besar terkait seri ini pada awal tahun 2016 nanti.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: