Yahari Ore no Seishun Love Comedy wa Machigatteiru. Zoku

(Ini adalah pembahasan untuk season 2 seri ini. Pembahasan untuk season 1 bisa ditemukan di sini.)

Belakangan, ada beberapa orang yang menanyaiku soal apa sebenarnya yang terjadi di Yahari Ore no Seishun Love Comedy wa Machigatteiru. Zoku (‘zoku’ mungkin kira-kira berarti ‘kelanjutan’). Tapi berhubung aku belum baca novelnya, dan aku hanya tahu soal ceritanya dari animenya seperti mereka, terus terang aku juga enggak bisa bilang banyak.

Anime yang juga dikenal dengan judul My Teen Romantic Comedy SNAFU TOO! (‘too’ di sini berarti ‘juga’, walau dalam konteks ini merupakan plesetan homofon dari kata ‘dua’), merupakan season kedua dari adaptasi anime Oregairu yang diangkat dari seri light novel karangan Wataru Watari, dengan ilustrasi buatan Ponkan8. Anime ini tayang di sepanjang musim semi 2015 lalu, dengan total jumlah episode sebanyak 13.

Berbeda dari season sebelumnya yang dianimasikan oleh Brain’s Base, musim tayang kali ini diproduksi oleh studio Feel, dengan Oikawa Kei (yang sebelumnya secara apik menangani Outbreak Company) sebagai sutradara, dan naskah yang masih dikerjakan oleh Suga Shoutarou. Meski nuansanya agak berubah, dan desain karakternya yang dibuat Shindou Yuu juga sedikit berbeda, para seiyuu yang sama masih kembali, dan kualitas ceritanya juga masih sesolid sebelumnya.

Menyinggung desain karakter, berhubung itu salah satu aspek yang paling mencolok, aku pribadi merasa lebih suka gaya desain karakter di season sebelumnya. Tapi memang ada sesuatu dengan gaya desain karakter di season ini yang kayak lebih sesuai dengan temanya, karena seakan menegaskan kesamaan hubungan dan situasi antara para tokoh utamanya.

Sebelum aku melanjutkan, tahun 2014 bisa dibilang merupakan tahunnya Oregairu. Season 1 animenya benar-benar diminati di Jepang, dan sangat mendorong popularitas dari seri light novel-nya. Karenanya, bisa dibilang kalau kelanjutannya ini lumayan disambut.

…Malah, kayaknya Oregairu.Zoku disambut agak lebih antusias dari yang kukira?

Jadi mungkin popularitasnya untuk saat ini masih akan terus berlanjut.

Jurusan yang Dipilih

Oregairu.Zoku mengetengahkan kelanjutan drama kehidupan si remaja pemurung Hikigaya Hachiman, beserta dua teman perempuannya di Klub Sukarela SMA Soubu, Yukinoshita Yukino yang dikenal sebagai salah satu murid perempuan tercantik dan terpandai di sekolahnya; serta Yuigahama Yui, teman sekelas Hachiman yang ramah dan selalu ceria.

Berlatar sesudah festival budaya, sesudah masuknya musim gugur dan menjelang musim dingin, hubungan di antara ketiganya sudah agak berubah dibandingkan sebelumnya. Ada tanda-tanda saling mengakui yang telah ada, di tengah kesibukan kegiatan klub mereka dalam membantu masalah-masalah pribadi orang lain. Yukino setidaknya, sudah tak lagi sering adu hinaan dengan Hikigaya.

Tapi selama karyawisata ke Kyoto, Klub Sukarela menerima satu permintaan dari salah satu teman sekelas Hikigaya dan Yui, Tobe Kakeru, terkait Ebina Hina, yang kemudian diselesaikan Hikigaya dengan cara yang menghasilkan dampak jangka panjang terhadap hubungannya dengan orang-orang terdekatnya.

Hikigaya—dengan kecendrungannya untuk menjadikan diri sebagai pihak yang ‘berkorban’ setiap kali ia berusaha menyelesaikan masalah—akhirnya menuai akibat jangka panjang dari caranya mengatasi persoalan di season ini. Lalu akibat tersebut akan mendatangkan perpecahan pada kedekatan Klub Sukarela yang sudah terbangun.

Apa Ini Benar Atau Salah

Pada season ini, daripada masalah-masalah lepas yang didatangkan Hiratsuka-sensei kepada mereka, Hikigaya dan kawan-kawannya menghadapi persoalan-persoalan yang ujung-ujungnya berbalik pada masalah pribadi mereka masing-masing. Hikigaya dengan pandangan negatifnya terhadap orang lain dan membuatnya seakan tak peduli, Yukinoshita dengan pengharapan yang orang lain berikan atas dirinya, serta Yuigahama yang terutama hanya ingin menjaga keselarasan hubungan di antara mereka.

Makanya… kalau kau tanya soal apa persisnya yang terjadi, seri ini justru bagus karena tak menampilkan soal itu dengan benar-benar jelas. Karena ini soal hal-hal yang para karakternya juga tak benar-benar pahami sendiri.

Tema utama seri ini, yaitu soal ‘memahami dan mengerti apa yang ada di hati dan pikiran orang lain,’ berhasil tersampaikan dengan lumayan telak. Jadi ini semua soal persepsi dan kesubjektifan gitu. Aku sendiri sempat lumayan tertegun pada beberapa bagian, begitu menyadari “Oh, hubungan dengan si ini ternyata sudah sampai sini.” atau “Ah. Jadi dia tipe orang yang dulu pernah ngalamin hal kayak gitu.”

Beberapa hal yang patut dicatat adalah bagaimana season ini memperkenalkan karakter penting baru, seorang adik kelas atraktif bernama Iroha Isshiki, yang semula minta bantuan ke Hikigaya dan kawan-kawannya karena terseret menjadi salah satu calon Ketua OSIS/Dewan Siswa yang akan menggantikan Shiromeguri-sempai yang sudah mau lulus. Iroha yang populer dinominasikan oleh sebagian besar siswa cowok. Tapi Iroha pribadi merasa dirinya takkan mampu, dan berharap untuk bisa menemukan cara untuk mengundurkan diri tanpa menyinggung perasaan orang-orang yang (dengan seenaknya) telah mencalonkan dirinya.

Tapi kasus yang dibawa Iroha kemudian berbalik pada dampak akhir penyelesaian kasus karyawisata sebelumnya, yang berkaitan dengan persahabatan(?) geng Hayama Hayato dan kawan-kawannya di kelas Hikigaya, di mana Tobe dan Ebina tergabung. Salah satunya terutama karena sebagai salah satu manajer di Klub Sepakbola di mana Hayama menjadi pemain as, Iroha juga ternyata menaruh perasaan terhadap Hayato.

Salah satu jalan keluar adalah apabila Yukino yang telah memiliki citra baik di kalangan para guru ikut mencalonkan diri. Tapi alternatif tersebut tak disetujui oleh Hikigaya dan Yui, karena keberlangsungan Klub Sukarela tanpa adanya Yukino sebaliknya akan terancam; indikasi kalau tempat tersebut telah menjadi sesuatu yang lebih berarti dari yang mereka kira.

Di sisi lain, semua urusan yang terkait dengan Hayato—berhubung dirinya salah satu orang paling dikenal di SMA Soubu—juga berujung pada pertemuan kembali Hikigaya dengan gadis yang dulu pernah menolaknya waktu SMP dulu…

Apa Ini Asli Atau Tidak

Apa yang paling tak disangka dari perkembangan cerita di season ini kurasa ada pada bagaimana semua masalah seakan terjadi pada waktu bersamaan, dan lama-lama menghasilkan dampak yang seakan makin mengerucut.

Berbeda dari season sebelumnya, bahkan dengan kejelian matanya sekalipun, Hikigaya kali ini dibuat ‘bulan-bulanan’ oleh situasi-situasi yang dihadapinya. Sebab meski ia lebih memahami apa yang terjadi dibandingkan kebanyakan orang, ia tetap jadi disadarkan dengan segala keterbatasan (dan kemunafikan?) yang dimilikinya, yang membuatnya jadi tak berdaya.

Ada satu adegan berkesan ketika Hikigaya akhirnya mau membuka diri pada adik perempuannya yang tersayang, Komachi, soal situasi yang dia hadapi, yang kalau dijabarkan, kira-kira pada bagaimana ‘karena dirinya sudah melakukan ini, maka dirinya juga sudah enggak bisa melakukan itu.’ Lalu ini kemudian secara keren ditanggapi Komachi dengan sesuatu kayak “Kalau begitu, lakukanlah demi aku!”

Tapi itupun hanya solusi sementara terhadap suatu persoalan panjang yang akhirnya Hikigaya sadari soal dirinya sendiri.

Hal serupa juga dialami oleh Yukino dan Yui, terutama sesudah kasus pemilihan ketua OSIS yang sempat membuat suasana di antara mereka menjadi enggak enak (yang sebagian juga diakibatkan oleh tumbuhnya perasaan dari keduanya terhadap Hikigaya, yang untuk saat ini sama-sama masih mereka pendam).

Yukino disadarkan dengan bagaimana selama ini dirinya mungkin telah bersikap, baik secara langsung atau enggak langsung, hanya untuk memenuhi kemauan dan pengharapan orang lain. Baik dengan bagaimana ia berprestasi dan menjaga jarak. Tapi terutama dalam mengikuti jejak kakak perempuannya yang cantik dan populer, Yukinoshita Haruno, yang berlawanan dengan segala perkembangan yang Yukino alami belakangan, kini secara terang-terangan menunjukkan keenggaksukaan (dengki?) yang ia punyai terhadap adiknya.

Kepasrahan yang Yukino punyai, sesudah segala yang terjadi, benar-benar berhasil diperlihatkan secara pas menjelang pertengahan seri ini. Ini berhasil ditampilkan secara alami, sehingga mungkin ini sesuatu yang enggak langsung kau sadari kalau tak mengingat betapa dominannya Yukino di awal cerita.

Sedangkan Yui, apa-apa yang terjadi akhirnya membuka mata Hikigaya bahwa mungkin Yui yang pendapatnya paling benar di antara mereka bertiga. Sementara, Yui sendiri telah terlanjur sangat menyayangi kedua sahabatnya. Tapi ia tak bisa tak merasa dirinya akan ditinggalkan sesudah menyaksikan betapa Yukino, dengan segala persoalan pribadinya, yang mungkin lebih membutuhkan keberadaan Hikigaya daripada dirinya, sekalipun Yui notabene telah tahu tentang kebaikan Hachiman lebih lama.

Iroha sendiri, yang semula ditampilkan hanya punya satu sisi, ternyata adalah karakter kompleks yang punya isu-isunya sendiri. Meski ia semula—seperti kebanyakan orang—memandang Hikigaya dengan sebelah mata, tapi lambat laun pendapatnya pun berubah sesudah melihat Hikigaya sesungguhnya seperti apa. Lalu ia pun jadi salah satu orang yang secara langsung menyaksikan dan menyadari (atau mungkin juga enggak…) perubahan yang terjadi dalam hal hubungan manusia antara Hikigaya dan orang-orang di dekatnya.

Lalu satu yang secara khusus perlu disebut adalah soal Hayato. Dia karakter yang tahu-tahu saja telah punya kedudukan sensitif di hati banyak orang di sekelilingnya. Seiring dengan akan berakhirnya tahun ajaran, waktu yang dia punya untuk ‘membereskan apa-apa yang belum terselesaikan’ semakin sedikit. Lalu ada sesuatu dalam diri Hayato yang membuatnya tak tahan membiarkan Hikigaya terus-terusan merugikan diri seperti sekarang ini.

Tapi situasi semakin kompleks saat ketenaran Hayato bahkan telah dikenal sampai ke sekolah-sekolah lain, dan keluarganya juga terungkap telah lama memiliki hubungan dengan keluarga Yukinoshita…

Totsuka Route

Bicara soal teknis, kau bisa merasakan adanya perubahan gaya pengarahan di musim tayang ini. Tapi gaya pengarahannya masih keren kok. Lalu yang benar-benar patut dipuji, para pembuatnya berhasil membuat agar arahan ceritanya tetap ‘nyambung’ dengan apa-apa yang dipaparkan di season sebelumnya (yang notabene dibuat pihak lain), dengan referensi-referensi ke kejadian lampau, serta pada bagaimana variasi dua soundtrack di season sebelumnya, ‘Yukitoki’ dan ‘Hello Alone’ sesekali kembali dimainkan.

Dari segi presentasi, seri ini benar-benar tak ada masalah. Visual dan audionya terbilang keren. Bahkan ada beberapa adegan yang secara khusus kuingat karena ‘ketersiratannya’ benar-benar kuat; adegan saat Hikigaya mengantarkan kembali Yukino pulang ke hotel sambil menjaga jarak, sampai ke cara polos Iroha dalam menanggapi situasi-situasi di luar dugaan.

Kalau ada sesuatu yang menurutku agak kurang dalam eksekusinya, mungkin pada adegan-adegan ketika Haruno tampil. Kerap kali ditampilkan ekspresi kegusaran yang mencolok sebagai reaksi atas kata-kata Haruno. Pada saat ini terjadi, meski wajar pada diri Yukino, menurutku masih ada yang agak kurang mulus penyampaiannya bila melibatkan karakter-karakter lain, sehingga kita kayak dibuat sedikit ambigu tentang apa-apa yang baru terjadi.

Mungkin memang ada isu pada penataan bahasa tubuh juga. Tapi ini kekurangan yang terbilang minor, yang mungkin bahkan enggak akan disadari orang. Tapi lagian emang enggak gampang menata itu secara bagus.

Selebihnya, hampir semua karakter lama kembali tampil di season ini. Yaps, termasuk Zaimokuza Yoshiteru dan Totsuka Saika, dan bahkan beberapa karakter minor lain.

Yanagi Nagi kembali membawakan lagu pembuka yang baru dengan suara merdunya. Lalu pengisi suara Yukino dan Yui , Hayami Saori dan Toyama Nao, secara bersama dan bergantian kembali membawakan lagu penutup untuk seri ini.

Kalau melihat lagi ke belakang, pada titik ini seriusan terasa betapa ceritanya telah berkembang jauh. Adegan saat Hikigaya mempertanyakan ulang kesan pertamanya terhadap kedua temannya, tentang Yui merupakan ‘gadis yang baik’ (yang tak terlalu bisa mengekspresikan diri) dan Yukino merupakan ‘gadis yang kuat’ (yang memandang rendah orang lain), benar-benar menyadarkanku akan hal ini. Lalu ini diperkuat pada bagaimana Yui akhirnya berhasil menyerahkan cookie buatannya sendiri, yang kalau diingat, merupakan landasan dari permintaannya pada Klub Sukarela jauh di awal cerita…

Kalau ada kekurangan lain, mungkin pada bagaimana segala sesuatunya terasa masih tersamar, dan betapa akhir cerita di episode terakhir terasa agak menggantung, seakan sedang mengalami peralihan sebelum memasuki babak berikutnya. Lalu juga soal bagaimana bagi Yukino dan Yui, permintaan yang Hachiman ajukan pada mereka berdua, sebagai klien Klub Sukarela, mereka anggap masih berlanjut…

Akhir kata, aku penasaran dengan kelanjutan nasib mereka. Aku ingin tahu apa ada pelajaran lebih banyak yang bisa kuambil dari mengikuti cerita ini.

Walau masih belum jelas, sesudah semua ini, kurasa aman bagi kita untuk mengharapkan adanya season ketiga.

Penilaian

Konsep: A; Visual: A; Audio: A; Perkembangan A-; Eksekusi A-; Kepuasan Akhir: A-

Konflik batin utama Hikigaya ada pada bagaimana penolakan Kaori terhadapnya di depan umum, di masa lalu, membuatnya trauma karena sadar bahwa tak mungkin ada dua orang saling menyikapi sesuatu dengan benar-benar sama. Tapi semakin Hikigaya dekat dengan Yui dan Yukino, semakin ia menyadari pula bagaimana ia ternyata tak berbeda dari Hayato dan kawan-kawannya, pada bagaimana ia tak ingin melepas hubungan pertemanan superfisial yang mungkin ada di antara mereka.

Sedangkan konflik utama Yukino ada bagaimana dirinya sedemikian sudah terdiktenya dengan pengharapan orang lain, sehingga dirinya tak lagi mampu memutuskan apa-apa untuk dirinya sendiri. Bahkan saat ia mengganti jalur pilihannya agar bisa tetap sama dengan Hikigaya dan Yui, hal ini pun dilakukannya bukan atas keinginannya sendiri tapi lebih untuk memenuhi pengharapan dua sahabatnya ini, dan hal ini yang tiba-tiba disadari Hikigaya pada saat-saat terakhir cerita.

…Belum lama ini ada seseorang yang berbaik hati menjelaskannya agar lebih jelas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: