Star Driver: The Movie

Star Driver: The Movie, merupakan pelengkap seri anime televisi Star Driver: Kagayaki no Takuto, yang berakhir pada perempat awal tahun 2011. Film layar lebar ini keluar pada awal tahun 2013, dan pada dasarnya merupakan film kompilasi yang merangkum cerita pada seri televisinya. (tact?)

Berhubung sifatnya sebagai film kompilasi, sebagian besar adegannya disusun dari adegan-adegan yang pernah dibuat pada seri televisinya. Meski garis besar ceritanya sama, aku sempat penasaran lumayan lama tentang apa yang diceritakan di film ini. Seperti yang bisa diharapkan, memang ada penambahan adegan-adegan baru. Tapi bukan itu sebenarnya intinya sih… Film layar lebar ini memperjelas beberapa poin cerita yang mungkin belum sepenuhnya tersampaikan dari versi seri televisinya. Film ini juga memberi sedikit gambaran tentang kelanjutan nasib para tokoh utamanya sesudah cerita di seri televisinya berakhir.

Penyutradaraannya masih ditangani oleh Igarashi Takuya dengan naskah yang dibuat oleh Enokido Yoji. Durasinya lumayan lama, yakni sekitar dua setengah jam, dan karenanya aku lumayan terkejut sendiri karena keseluruhan inti cerita pada seri televisinya berhasil dicakupi.

Ada daya tarik tertentu yang film ini punyai buatku. Star Driver buatku memang termasuk salah satu anime paling enggak biasa yang pernah kulihat. Tapi aku pribadi enggak menyangka bakal punya perasaan sentimentil terhadapnya sedalam ini.

Lukisan Gadis di Tepi Lautan

Buat yang belum tahu atau sudah agak lupa, Star Driver berkisah tentang kehidupan para muda-mudi di Pulau Southern Cross.

Pulau yang berada di wilayah selatan Jepang ini merupakan pulau indah yang memiliki iklim hangat yang dipengaruhi laut. Namun ada suatu rahasia besar yang Pulau Southern Cross sembunyikan, yakni keberadaan peninggalan-peninggalan suatu peradaban alien masa lampau. Peradaban alien kuno ini berupa teknologi ajaib yang terwujud dalam bentuk robot-robot raksasa serupa manusia bernama Cybody, yang selama berabad-abad secara ajaib telah ‘tersegel’ di pulau ini.

Suatu organisasi rahasia bernama Kiraboshi Juujidan, atau Glittering Crux Brigade, yang seluruh anggotanya bertopeng dan mengenakan pakaian-pakaian provokatif, tengah bergerak untuk membangkitkan teknologi kuno berkekuatan dahsyat ini untuk menguasai dunia. Mereka ingin mematahkan segel-segel yang mengurung seluruh Cybody. Tapi rencana mereka terhambat bersama kedatangan seorang pemuda asing pada suatu malam, yang ditemukan seorang gadis bernama Agemaki Wako di pesisir pantai, sesudah pemuda itu datang ke pulau tersebut dengan berenang…

Aku beberapa kali ditanya soal ini. Jadi berikut adalah daftar sebagian tokoh yang memegang peranan penting dalam cerita. Mungkin dari sana gambaran umum soal cerita seri ini bisa kalian dapatkan:

  • Tsunashi Takuto; sang karakter utama yang easygoing, yang ditemukan Wako terdampar di pantai. Juga dikenal sebagai sang Ginga Bishonen (‘Galactic Pretty Boy’), yang disebut-sebut dalam rencana (ramalan?) Kiraboshi Juujidan akan membuka pintu menuju Keberangkatan. Cybodynya adalah Tauburn, yang lambangnya ia warisi secara langsung dari kakeknya. Telah terlatih sejak kecil dalam kendo nitoryu. Alasan awal ia datang ke Southern Cross adalah untuk mencari jejak ayahnya yang hilang. Tapi belakangan tujuannya berubah untuk melindungi Wako dan menggagalkan rencana Juujidan. Sekalipun menjadi tokoh utama, kekuatan fase pertama miliknya tak pernah terungkap, walau Wako menduga itu adalah kemampuannya membahagiakan orang dan membuat mereka tersenyum.
  • Shindou Sugata (alias: King); sahabat masa kecil sekaligus tunangan Wako, yang kalem, terlatih dalam bela diri, dan belakangan juga menjadi sahabat dan pelatih bela diri Takuto semenjak yang bersangkutan ditolong oleh gadis itu. Keluarganya secara turun-temurun telah mewariskan lambang Cybody raja, Samekh, dan karenanya, seperti para Miko, dirinya terlarang untuk meninggalkan pulau. Kekuatan fase pertamanya adalah Ou no Hashira/King’s Pillar, berwujud pilar cahaya raksasa yang mampu melumat, memperkuat, dan mentransfer energi libido kehidupan dalam jumlah teramat besar, namun dengan bayaran teramat mahal pula. Meski berkesan dingin, dirinya sebenarnya menyayangi dan protektif terhadap Wako.
  • Shinada Benio (alias: Scarlet Kiss); kakak kelas perempuan bertubuh kecil yang merupakan pemimpin divisi Filament dari Juujidan, kapten Klub Kendo sekolah, sekaligus merupakan pengelola asrama tempat Takuto tinggal. Kekuatan fase pertama miliknya adalah kemampuan mengendalikan (mempengaruhi?) lelaki manapun yang diciumnya. Telah lama memendam suka terhadap Sugata karena kekagumannya terhadap orang-orang kuat, walau dirinya juga telah semenjak kecil bersahabat dengan dua anak cowok lain. Cybody miliknya adalah Peshent.
  • Honda Jouji (alias: Raging Bull); anggota Filament yang mendalami olahraga tinju. Sangat setia terhadap Benio yang merupakan teman masa kecilnya. Cybody miliknya adalah Alephist, yang menjadi lawan pertama yang Takuto hadapi sekaligus kalahkan.
  • Gouda Tetsuya (alias: Speed Kid); anggota Filament yang gemar mengendarai sepeda motor. Dekat dengan Honda Jouji dan setia terhadap Benio karena persahabatan mereka semenjak kecil. Cybody miliknya adalah Tetrioht. Sifat pendiamnya sepertinya agak berubah saat ia mulai mengendarai sepeda motor…
  • Watanabe Kanako (alias: President/Todori); pemimpin divisi Otona Ginkgo/Adult Bank dari Juujidan, teman sekelas Takuto, yang sudah menikah, kaya raya, tapi tak berkeberatan rayu-merayu dengan cowok-cowok yang tak dia kenal. Meski sering terlihat bosan, dirinya menyembunyikan kecerdasan dan kemampuan perencanaan luar biasa, dan setiap tindakannya dapat mempengaruhi status perekonomian dunia. Suaminya adalah Leon Watanabe, pria berusia 65 tahun yang merupakan salah seorang konglomerat terkaya. Memiliki kemampuan tinju yang bahkan melebihi Jouji. Cybody miliknya adalah Betreida. Dalam seri TV-nya, kekuatan fase pertamanya disiratkan merupakan kemampuan untuk memicu proses regenerasi. Seiring perkembangan cerita, diindikasikan dirinya menyimpan perasaan terhadap Takuto.
  • Simone Aragon (alias: Secretary); pelayan pribadi Kanako yang pendiam yang juga sekelas dengannya, sekaligus anggota Adult Bank. Memiliki latar belakang hubungan yang rumit dengan Kanako. Dalam seri TV-nya, dikisahkan bahwa nama aslinya adalah Pamela Watanabe, dan dirinya merupakan anak tiri Kanako. Lalu semula ia memendam kebencian terhadap Kanako sebelum mengetahui apa sebenarnya yang dialaminya. Kekuatan fase pertamanya digambarkan sebagai kemampuan menciptakan medan pelindung. Cybody miliknya adalah Daletos.
  • Dai Takashi (alias: Banker); pelayan handal Kanako, yang sekelas dengannya, dan juga anggota Adult Bank. Mendalami kendo, dirinya menjalin semacam hubungan asmara dengan Simone (meski Simone mungkin bermaksud memperalatnya di awal). Cybody miliknya adalah Tzadikt. Dalam seri TV terungkap kalau dirinya salah satu dari sekian sedikit anggota Juujidan yang semenjak awal ternyata telah memiliki lambang asli.
  • Okamoto Midori (alias: Professor Green); perawat di ruang medis sekolah, yang secara diam-diam memiliki kesukaan terhadap lelaki-lelaki muda dan tampan. Dirinya adalah pemimpin Science Guild Juujidan, yang menjalankan riset terhadap Cybody. Cybody miliknya adalah Yoddock. Dalam seri TV-nya, kemampuan fase pertamanya memungkinkannya untuk mempermuda usianya.
  • Yano Mami (alias: Ondine); Gadis berkulit coklat yang menjadi anggota divisi Bouganville dari Juujidan. Menyimpan rasa antipati terhadap Wako akibat kedekatannya dengan Takuto dan Sugata. Dalam seri TV terungkap kalau dirinya juga memiliki lambang asli. Kekuatan fase pertama miliknya mampu menciptakan boneka-boneka tempur Mermaidoll dari air. Namun kekuatannya tersebut belum bisa dikendalikannya secara penuh. Kemunculannya menandai awal situasi yang memaksa Sugata untuk mengapprivoise Samekh. Cybody miliknya adalah Kaphrat.
  • Yoh Marino (alias: Manticore); saudari kembar Yoh Mizuno yang dikenal sebagai bintang olahraga di sekolah, serta yang dikenal lebih ‘normal’ dibandingkan saudarinya. Dalam seri TV-nya, dikisahkan ia bergabung dengan Juujidan sebagai pemimpin sementara divisi Vanishing Age, untuk menutupi identitas Mizuno sebagai Miko. Cybody miliknya di seri TV adalah Ayingott, yang disiratkan terkutuk dan pernah dihancurkan Samekh sebelumnya, dan merupakan Cybody jahat yang memiliki kemampuan melacak Miko. Seperti halnya saudarinya, dirinya juga diindikasikan menyimpan perasaan terhadap Takuto.
  • Miyabi Reiji (alias: Head); pelukis yang menjadi pemimpin divisi Vansihing Age dari Juujidan, yang sekaligus merupakan ayah kandung Takuto. Nama aslinya adalah Tsunashi Tokio, dan untuk waktu lama dirinya telah berhenti menua. Dirinya adalah antagonis utama di seri ini, yang menjadi motor di balik sebagian besar tindakan Juujidan. Cybody miliknya adalah Reshbal, sebelum kemudian digantikan Synpathy.
  • Katashiro Ryosuke (alias: Chairman/Gichou); pria paruh baya yang merupakan wakil pemimpin divisi Vanishing Age, dirinya adalah sahabat lama Tokio sebelum apa yang terjadi dalam masa lalu mereka. Dirinya pemilik asli lambang Reshbal, yang kemudian diserahkannya pada Reiji, sebelum Reiji menggantinya dengan lambang Synpathy.

Segel yang menutupi seluruh Cybody di Southern Cross diwakili oleh empat orang Miko (‘gadis kuil’).

Pada awal cerita, mereka masih belum mengetahui status Miko satu sama lain. Lalu berkenaan status mereka, mereka sama-sama terlarang untuk meninggalkan pulau, walau kata ‘terlarang’ di sini mungkin enggak persis menggambarkan situasinya…

Lambang dan segel yang mereka miliki kelihatannya juga diwariskan secara turun-temurun.

  • Sakana-chan (‘gadis ikan’), sang Miko utara yang nama aslinya tak pernah dibeberkan. Pecahnya segel miliknya memungkinkan Juujidan untuk mengakses seluruh Cybody melalui teknologi cybercasket yang mereka ciptakan. Segel miliknya dihancurkan secara pribadi oleh Reiji (menggunakan Star Sword yang dipanggil tanpa Cybody). Walau demikian, diimplikasikan bahwa Sakana-chan membiarkan segelnya dipecahkan secara sukarela. Dirinya yang menuturkan dongeng “Sam, si Penusuk Cumi” kepada Reiji, yang menjadi alegori terhadap apa yang dialaminya dalam keseluruhan cerita. Disiratkan juga bahwa Sakana-chan mencintai Reiji, tapi menjadi tak bisa menerima dirinya sesudah tahu seperti apa ambisi Reiji sesungguhnya. Sifatnya cenderung datar, namun ia bisa menampilkan ekspresi-ekspresinya bila mau. Cybody miliknya adalah Nunna. (Lagu tema miliknya adalah “Monochrome”)
  • Yoh Mizuno, sang Miko barat, gadis eksentrik yang percaya pada sihir dan kemampuannya untuk berbicara dalam bahasa binatang. Sering terlihat melompat keluar lewat jendela dan mengendarai bus di atap. Sifatnya terpengaruh oleh pengalaman masa lalunya, yang mana sesudah ayah kandungnya meninggal, ibunya menelantarkan dirinya untuk mengejar pria lain. Pecahnya segel miliknya menandai saat Juujidan akhirnya bisa mengendarai Cybody-Cybody secara langsung tanpa topeng dan cybercasket, dengan syarat penggunanya memiliki lambang asli. Seiring perkembangan cerita, seperti saudarinya, Mizuno juga jatuh hati pada Takuto. Cybody miliknya bernama Memna. (Lagu tema miliknya adalah “Innocent Blue”)
  • Nichi Keito (alias: Ivrogne), sang Miko timur, ketua kelas Takuto yang serius, sekaligus pemimpin divisi Bouganville dari Juujidan. Sahabat sejak kecil Wako dan Sugata. Tapi kedekatan di antara mereka merenggang seiring mereka dewasa. Ia mencintai Sugata sejak kecil, walau ia menyadari status tunangan yang Sugata telah punyai dengan Wako. Kekuatan fase pertamanya memungkinkannya berbagi energi libido kehidupannya dengan orang lain, dan Keitolah yang ternyata menyokong nyawa Sugata semenjak ia mengapprivoise Samekh. Segel miliknya secara khusus mengunci Samekh, sang Cybody Raja. Motivasinya bergabung dalam Juujidan semata-mata untuk yang diyakininya sebagai kepentingan Sugata. Cybody miliknya adalah Hethna. (Lagu tema miliknya adalah “Shuushoku no Aria”)
  • Agemaki Wako, sang Miko selatan. Sahabat sejak kecil Sugata, yang sekaligus berstatus sebagai tunangannya. Walau sesudah kedatangan Takuto, Wako mulai memiliki perasaan terhadap Takuto juga. Segel Wako mengunci keseluruhan dimensi Zero Time/Zero Jikan di mana seluruh Cybody terkurung, karena itu lambat laun Juujidan pasti akan mengincarnya juga. Kekuatan fase pertamanya kelihatannya adalah indera penciumannya yang teramat sangat tajam? Cybody kepunyaannya adalah Wauna. (Lagu tema miliknya adalah “Komorebi no Contact”)

Kuil yang Tiada Sesudah Badai

Star Driver: The Movie melakukan kerja bagus dalam memaparkan inti cerita dari seri TV-nya. Persisnya: hubungan segitiga antara Takuto, Wako, dan Sugata; serta segala konflik menyangkut Cybody. Subplot-subplot yang ditampilkan kelihatan sengaja dipilah untuk memperjelas apa-apa yang ketiga tokoh utamanya alami. Ini terutama menyangkut sifat dan proses apprivoise dari Cybody, konsekuensi-konsekuensi dari tindakan-tindakan yang dapat mereka ambil, pilihan-pilihan yang mereka punya, serta apa-apa sesungguhnya yang ingin mereka lakukan.

Eh? Dari tadi aku menyinggung soal apprivoise tapi aku belum menjelaskan itu apa? Ringkasnya, kudengar itu diambil dari bahasa Perancis dan artinya sedikit banyak adalah ‘menjinakkan.’ Memang perlu kalian lihat sendiri agar bisa ada gambarannya sih.

Seri Star Driver sejak awal membuatku terkesan dengan caranya menampilkan gejolak masa muda. Terutama soal bagaimana masa tersebut berpengaruh pada masa depan setiap individu. Memang ada kelemahan-kelemahannya, seperti kurang hadirnya faktor orang dewasa. Tapi kelemahan-kelemahan itu kurang lebih telah teratasi dalam film layar lebar ini. Ada semacam keseimbangan yang kayaknya berhasil dicapai dalam versi ini. Ada banyak yang disampaikan di dalamnya. Durasinya terbilang panjang, tapi alurnya tak terasa berat atau membosankan.

Ada bagian-bagian cerita minor dalam seri TV-nya yang tak dibahas di film ini, yang sebenarnya memberi banyak penjelasan tentang apa yang berlangsung dalam cerita. Karena itu, mungkin film layar lebar ini baiknya ditonton kalau sudah beres menonton seri televisinya sih. Tapi mereka yang menonton cuma karena sekedar ingin tahu garis besar cerita Star Driver itu seperti apa kurasa juga bisa puas.

Sebab beneran, agak kontras dengan seri TV-nya yang dinilai punya adegan-adegan aksi terbatas, sebagian besar adegan aksi yang sempat terjadi di sana dicoba dipadatkan kembali ke sini. Bahkan dengan sedikit modifikasi dan penambahan animasi! Jadinya, di luar dugaan, movie ini lebih sarat aksi dari yang kukira. Ini paling terlihat dalam adegan klimaks antara Tauburn dan Samekh sih, yang jelas-jelas diekstensi. Penataan musiknya, dan lagu milik keempat Miko yang mengiringi pertarungan-pertarungan antar Cybody, juga tertata dengan lumayan seimbang.

Adegan tambahan yang dimasukkan ke film ini turut menampilkan bahwa ternyata memang ada pihak tertentu (selain Juujidan?) yang berusaha melepas Cybody-Cybody ke dunia nyata. Hanya saja, soal ini dengan cepat langsung diatasi oleh sang Ginga Bishonen. Jadi cerita film ini benar-benar lebih berat ke apa yang terjadi di sepanjang seri TV-nya ketimbang apa yang berlangsung sesudahnya.

Kayak, ada yang nanya: “Lalu akhirnya semua Cybody yang kesisa itu gimana?” Lalu movie ini seolah ngejawab, “Ada pihak-pihak enggak bertanggung jawab mau memanfaatkannya. Tapi tenang, Takuto dkk nanti pasti langsung bakal mengatasinya!”

Yah, kira-kira kayak gitu.

Kebanyakan porsi cerita di seri TV-nya, yang agak tangensial dibanding konflik utama, dan karenanya dipangkas dan disisihkan, kucatat meliputi:

  • Pentas teater yang dilakukan kelompok teater Night Flight, yang sebenarnya mempertegas asal-usul Cybody dari kaum Entropeople lewat monolog Endo Sarina.
  • Revolusi yang melanda Juujidan terkait tampil ke depannya Vanishing Age dengan para anggotanya yang punya lambang asli, termasuk bergabungnya dua karakter mencolok Kei Madoka (alias: Window Star) dan Atari Kou (alias: Needle Star).
  • Subplot tentang Ayingot dan Manticore.
  • Pembagian kekuatan fase dan apa yang terjadi saat apprivoise.
  • Tentang bagaimana pengalaman masa lalu Takuto bersama dua sahabat lamanya, Hana dan mendiang Natsuo, diimplikasikan berdampak besar pada penguasaannya atas Tauburn. Di samping karena Tauburn tak terikat oleh segel di pulau, alasan Takuto menjadi kuat mungkin karena Tauburn menjadi satu-satunya Cybody yang diciptakan sejak awal untuk digunakan manusia.

Langit Lebih Menakjubkan yang Akan Kita Lihat Esok Hari

Singkat kata, ini film yang terbilang memuaskan buat para penggemar lama Star Driver. Ya, sekalipun garis besar ceritanya masih sama.

Kurasa, masa lalu orang—dalam hal ini, masa remaja—beneran berdampak besar terhadap dia jadi orang kayak gimana di kemudian hari. Mengikuti ulang cerita ini, aku kembali menyadari sejumlah hal tentang karakternya. Mungkin karena apa yang mereka alami agak-agak mirip dengan apa-apa yang pernah kualami sendiri.

Khususnya, soal perasaan Gichou yang bisa menyayangi Takuto, yang merupakan anak dari orang yang pernah dicintainya. Lalu soal motivasinya untuk berada di Juujidan, yang lebih karena keberadaan Reiji, sahabatnya, terlepas dari apa yang pernah Reiji lakukan terhadapnya di masa lalu.

Reiji itu kayak… digambarkan sebagai sosok paling menyedihkan di seri ini, sehubungan dengan betapa terjebaknya ia pada masa lalu. Sekalipun peringatan berulangkali dari orang-orang terdekatnya—Sakana-chan, Gichou, dan Shingo—telah ia dapatkan. Karena itu, meski Ryosuke memiliki alasan untuk membencinya, hubungan persahabatan lama mereka mendorongnya untuk mengawasinya.

Aku agak kecewa soal bagaimana adegan ‘tatapan saling memahami’ antara Takuto dan Wako pada klimaks cerita jadi digantikan oleh, uh, semacam pernyataan yang ditanggapi secara aneh. Tapi sudahlah. Kurasa itu juga jadi salah satu hal dari seri TV-nya yang sayangnya juga perlu diperjelas.

…Rasanya masih ada hal-hal lainnya juga. Tapi kayaknya aku sudah memperoleh sebagian besar yang ingin aku tahu.

Ada terlalu banyak hal yang bisa tersirat di dalamnya sih.

Penilaian

Konsep: A-; Visual: A+; Audio: A+; Perkembangan: B+; Eksekusi: A-; Kepuasan Akhir: A

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: