Lanjut ke konten
Iklan

Gundam Build Fighters

Aku ingin cerita tentang Gundam Build Fighters, berhubung penayangan perdananya belum lama ini berakhir.

Ini salah satu seri yang kuikuti semenjak Oktober 2013 lalu (yeah, berhubung aku penggemar anime mecha), walau premis awalnya–sebagaimana yang aku yakin dirasakan banyak penggemar lain–sempat membuat agak kecewa.

Jadi, daripada drama perang di latar futuristik, seri Gundam satu ini mengetengahkan bagaimana mainan-mainan Gunpla (mainan rakitan model kit Gundam) bisa digerakkan dan ‘diadu’ lewat teknologi simulator canggih. Sesudah kontroversi Gundam AGE, pengumuman seri ini sempat membuat sejumlah penggemar… uh, bereaksi dengan cara bervariasi.

Berhubung seri ini menjadi bagian perayaan ulang tahun waralaba Gundam ke-35, dan berhubung mainan Gunpla memang sulit terpisahkan dari waralaba ini, kelihatannya anime ini memang didedikasikan khusus untuk para pecinta Gunpla.

Gundam Build Fighters juga bisa dibilang penerus spiritual seri OVA tiga episode Mokei Senshi Gunpla Builders Beginning G yang keluar tahun 2010. Seri tersebut juga diluncurkan untuk menyambut ultah Gundam yang ke-30. Meski tak berhubungan dengan Gundam Build Fighters, cerita Gunpla Builders juga kurang lebih mengangkat tema yang sama.

Gundam Build Fighters sendiri pertama tayang pada musim gugur 2013. Produksinya jelas dilakukan oleh studio Sunrise. Jumlah episode totalnya sebanyak 25. Penulis skenarionya adalah Kuroda Yousuke yang sebelumnya menangani naskah Gundam 00 (kalau aku tak salah ingat, ada kalangan penggemar yang sedikit dendam terhadap orang ini). Penyutradaraannya ditangani Nagasaki Kenji yang sebelum ini menangani seri sains fiksi No. 6 keluaran BONES.

Bisakah Kau Bertahan Hidup?

Singkat ceritanya banget, Gundam Build Fighters berkisah tentang perjuangan dua tokoh utamanya, Iori Sei, anak seorang pemilik toko Gunpla yang menjadi juara dua turnamen Gunpla Battle beberapa tahun sebelumnya; bersama partner barunya, Reiji, yang percaya diri tapi sedikit misterius asal usulnya; dalam menjuarai Gunpla Battle World Championships ketujuh yang akan diadakan untuk tahun tersebut.

Gunpla Battle merupakan turnamen adu Gunpla yang diadakan semenjak zat istimewa Plavsky Particles ditemukan dan diimplementasi perusahaan penyelenggara Gunpla Battle, PPSE (Plavsky Particle System Engineering).

Partikel-partikel cahaya misterius ini secara khusus dapat bereaksi dengan plastik yang membentuk Gunpla. Plavsky Particles kemudian menggerakkan mereka, membentuk tembakan-tembakan sinar mereka, merealisasikan arena semi-holografik tempat pertarungan-pertarungan ini berlangsung, dan sebagainya.

Sebagai rule of thumb, semakin sebuah Gunpla dirakit, dikustomisasi, dan dipoles secara baik, akan semakin baik pula performanya dalam Gunpla Battle.

Sei, karena pengaruh ayahnya yang juara dua tersebut, Iori Takeshi (yang pada saat cerita terjadi, sedang keliling dunia untuk mempromosikan Gunpla), adalah seorang maniak Gundam dan Gunpla. Tapi, walau teramat menyukai Gunpla, dan teramat terampil merakit Gunpla, Sei kurang terampil dalam Gunpla Battle. Padahal ia diam-diam bercita-cita bisa menyusul jejak ayahnya sebagai Builder (pembuat) sekaligus Fighter (pengendali) Gunpla yang hebat.

Sampai akhirnya, Sei bertemu Reiji… dan, yah, bisa kau bayangkan kelanjutannya.

Dengan Sei sebagai Builder dan Reiji sebagai Fighter, keduanya bertekad menantang dunia.

Nibun no Ichi

Anime Gundam Build Fighters menjadi menarik karena alasan sederhana: daripada embel aneh-aneh atau percobaan-percobaan plot baru, para pembuatnya hanya berusaha memasukkan sebanyak mungkin cinta terhadap Gunpla dan Gundam ke dalamnya.

Itu aja.

Ceritanya sendiri dibuat seceria dan seringan mungkin. Karakterisasinya sederhana. Formatnya episodik. Persoalan-persoalan yang para karakternya hadapi tak terlalu pelik. Aksi-aksi mechanya jelas-jelas cukup keren (lebih banyak soal ini di bawah). Lalu, selalu ada komedi di tiap episodenya. (Bahkan bumbu-bumbu romansa!) Referensi-referensi terhadap seri-seri Gundam lama sering tiba-tiba muncul secara kocak di mana-mana.

Sebagai tontonan, Gundam Build Fighters menjadi seri yang benar-benar menghibur. Terutama kalau kau penggemar veteran dari waralaba Gundam.

(Apa lagi yang mesti kukatakan ya?)

Berbicara Soal Mecha (Kayaknya Standarnya 1/144)

Jadiii, berbicara soal mecha…

(Gyaaa! Jangan marah karena aku langsung ngomongin ini! Aku seriusan enggak bisa ngomong apa-apa lagi soal ceritanya!)

MS utama… maksudku, Gunpla utama seri ini adalah Build Strike Gundam.

Build Strike Gundam dirancang dan dirakit sendiri oleh Sei. Gunpla ini dibuat berdasarkan Strike Gundam yang menjadi MS utama Kira Yamato pada paruh pertama Gundam SEED. Sei semula melengkapinya dengan armamen-armamen yang dirasa bisa membuat seimbang. Wujudnya dalam persenjataan lengkap (booster, senapan, dsb.) dinamai Build Strike Gundam Full Package.

Tapi, belakangan, berkat masukan dari teman sekelasnya (yang naksir padanya, dan kemudian ikut masuk ke dunia Gunpla berkat kesempatan yang diciptakan Mama Sei, Iori Rinko), Kousaka China, Sei tersadar ia tak perlu membatasi modifikasi hanya dari apa-apa yang pernah ia lihat dari anime-anime Gundam.

Hasilnya adalah Star Build Strike, Gunpla utama yang kemudian Sei ikutsertakan dalam Gunpla Battle World Tournament dan dengan terkagum-kagum kemudian dikendalikan Reiji.

…Err, berhubung aku tiba-tiba aja nyadar kalo jumlah Gunpla yang tampil di sini benar-benar banyak, mungkin mending langsung kusebutkan mana-mana saja yang lebih menonjol saja ya?

Gundam X Maoh. Buatan Yasaka Mao yang datang dari Hokkaido. Didasarkan atas Gundam X milik Garrod Ran, yang bersenjatakan Satellite Cannon berkekuatan dahsyat dari seri, uh, Gundam X. Misteri terbesar Gunpla ini adalah bagaimana ia bisa menembakkan Satellite Cannon bahkan tanpa kehadiran rembulan. (Satellite Cannon di seri Gundam X hanya bisa ditembak saat bulan sedang purnama.) Mao mewakili Sekolah Gunpla Shingyou yang digambarkan kayak… uh, semacam aliran bela diri.

Walau terkesan kampungan, Yasaka Mao sendiri adalah orang yang riang dan lumayan romantis.

Umm…

Lalu, ada Wing Gundam Fenice milik Ricardo Fellini. Fellini adalah juara nasional Italia. Gunpla ini tentu saja didasarkan pada Wing Gundam milik Heero Yuy dari seri Gundam Wing. Ciri khasnya adalah bagaimana kedua sayapnya telah digeser ke satu sisi, dan bergerak dengan mantel anti-beam. Mengingat Fellini agak playboy, Wing Fenice sempat menjadi sasaran penghancuran musuh-musuh lamanya yang telah menuduhnya mencuri pacar mereka. (Aku tahu ini dimaksudkan untuk memberi efek komedi, tapi karena suatu alasan, aku ga bisa sepenuhnya ketawa terhadap hal ini. Itu sebagian salahku juga sih. Tapi, sudahlah, itu enggak nyambung.)

Lalu dari Institut Flana, ada Fighter perempuan misterius dari Finlandia bernama Aila Jyrkiainen. Aila tergabung dalam Team Nemesis, yang secara teramat mengejutkan mengalahkan juara dunia tahun lalu pada babak penyisihan dengan menggunakan Gunpla Qubeley Papillon.

Qubeley Papillon didasarkan pada Qubeley milik Haman Karn, satu-satunya mecha di seri Zeta Gundam yang sampai akhir ‘tak tersentuh’ dan muncul lagi di Gundam ZZ. Gunpla misterius yang juga bersenjatakan tombak ini menjadi lawan yang teramat menakutkan berhubung persenjataan funnel-nya yang tak kasat mata.

Ada anak jenius sekaligus praktisi beladiri Nils Nielsen dari Amerika. Dia mengalahkan perwakilan Amerika tahun lalu dengan menggunakan Sengoku Astray Gundam, yang didasarkan pada MS Astray Gundam Red Frame milik Lowe Guele dari seri Gundam SEED Astray. Gunpla bersenjatakan katana ini memiliki teknik misterius untuk membelah serangan-serangan beam.

Motivasi utama Nils sendiri tak lain adalah untuk mengungkap rahasia tentang partikel-partikel Plavsky yang dijaga dengan teramat ketat oleh PPSE.

Kemudian, dari sekolah Sei sendiri, ada kakak kelas tampan bernama Yuuki Tatsuya. Tatsuya yang akhirnya memanasi Reiji agar mau membantu Sei.

Di awal cerita, Tatsuya adalah ketua Dewan Siswa sekaligus ketua klub perakitan Gunpla yang mengandalkan Gunpla Zaku Amazing. Zaku Amazing didasarkan pada Zaku II yang digunakan Char Aznable pada seri Kidou Senshi Gundam orisinil. Ketangguhan Tatsuya dalam bertarung membuatnya dijuluki Kurenai no Suisei (The Crimson Comet, plesetan dari julukan Char, Akai Suisei). Di samping itu, ada sejumlah ‘misteri’ yang mewarnai dirinya di sepanjang cerita. (Enggak, untuk suatu alasan, soal ‘warna merah jadi tiga kali lebih cepat’ itu enggak disinggung di seri ini.)

Untuk mecha-mecha lain, lebih baik dilihat sendiri seiring perkembangan cerita. Melihat aksi Gunpla-Gunpla tersebut, jujur saja, menjadi daya tarik seri ini.

Kalau kalian tanya mana saja Gunpla favoritku, hahahaha, ada dua kasus yang beneran patut diomongin.

Pertama, adalah Gunpla cadangan yang Sei siapkan seandainya Star Build Strike rusak, yakni Build Gundam Mk II (penamaannya yang luar biasa pas bikin aku ketawa). Gunpla ini didasarkan pada Gundam Mk II yang menjadi MS utama yang dikemudikan Camille Vidan di paruh pertama seri Zeta Gundam. Aku masih enggak ngerti gimana Sei melakukannya, tapi dia ubah Mk II yang ramping itu jadi bulky dan kekar dengan persenjataan sangar. Aku benar-benar menyukai hasil akhirnya. Meski cuma tampil sebentar, aku terkesan saat Gunpla ini memperlihatkan kemampuan penuhnya pada episode-episode terakhir. Persenjataannya itu beneran keren dan aku enggak habis pikir gimana modifikasi kayak ini enggak kebayang olehku sebelumnya.

Gunpla satunya yang bikin aku terkesan adalah Kampfer Amazing. Gunpla ini mewakili tim PPSE pada sebagian besar pertandingan, dan digunakan secara pribadi oleh Fighter mereka yang teramat tangguh dan berkacamata hitam, Meijin Kawaguchi III (aku enggak perlu menyinggung siapa alter ego-nya ‘kan?). Damn, ini mungkin adalah modifikasi Gunpla paling gila di seri ini. Soalnya, hasilnya beneran keren dengan berbagai persenjataan tersembunyi dalam weapon binder-nya yang seakan tiada habisnya. Waktu aku pertama melihatnya, aku beneran susah percaya. Soalnya, Kampfer yang pertama tampil di seri OVA Gundam 0080: War in the Pocket ini di kepalaku itu kayak mecha kroco yang bener-bener enggak istimewa (walau mungkin juga kesanku bias akibat statnya dalam game-game SRW sih).

Berhubung Gundam Build Fighters adalah penerus spiritual dari Gunpla Builders, dua Gunpla yang yang disorot di Gunpla Builders juga sempat menonjol di seri ini.

Beargguy III yang menyerupai beruang (dengan ‘III’ dibaca ‘san’ yang terdengar seperti ‘-san’, yang membuat nuansa Gunpla ini jadi makin imut) dibuat oleh China pada saat ia pertama menekuni Gunpla. Gunpla ini didasarkan atas Beargguy buatan Noyama Rina dalam Gunpla Builders, yang sebenarnya dibuat dari MS amfibi Acguy dari seri Kidou Senshi Gundam orisinil (yang sama sekali enggak imut, tapi bahkan mungkin malah kalah kuat?).

Beginning Gundam yang menjadi Gunpla utama di Gunpla Builders pun sempat dirakit dan digunakan Reiji. Ceritanya, ini menjadi Gunpla pertama yang dibangunnya sendiri. Aksinya saat Reiji menggunakannya juga bisa dilihat pada episode-episode menjelang akhir.

Owaranai Childhood

Ada satu sisi unggul yang Gundam Build Fighters punyai ketimbang seri Gundam lain.

Di seri-seri lain, kayak ada semacam aturan yang mengharuskan adegan-adegan aksi paling keren–di mana mecha-mecha yang terlibat saling menghancurkan satu sama lain–hanya bisa ada pada klimaks cerita. Di Gundam Build Fighters, aturan tersebut kayak enggak berlaku. Setiap Gunpla di seri ini kayak bisa bertarung habis-habisan di episode manapun.

Dengan kata lain, aksi di Gundam Build Fighters di luar dugaan teramat keren. Seenggaknya, di atas rata-rata. Mendebarkan untuk diikuti dan membuat kita agak lupa kalau ‘ini semua cuma mainan.’ Aku agak menyesalkan bagaimana RG System yang dimiliki Star Build Strike menjadi kartu as yang seakan enggak pernah gagal sih. Tapi, sekali lagi, seenggaknya aksinya seru.

Kalau diumpamakan, seri ini jadi kayak kombinasi antara G Gundam dengan format kompetisinya dan Gunpla Builders dengan tema Gunpla-nya. Bahkan berbagai perkembangan cerita aneh dan enggak seriusnya pun serupa.

Secara teknis, seri ini lumayan. Enggak bagus sekali, tapi juga enggak mengecewakan.

Mesti kukatakan, kedua lagu pembukanya, yang dibawakan Back On (sempat membawakan pembuka untuk anime Air Gear dan Eyeshield 21), juga berpengaruh besar dalam membuatku menyukainya sih.

Hal-hal lain yang mungkin perlu kusinggung mungkin kayak:

  • Adanya karakter Ral-san (agak enggak jelas apa ini nama aslinya atau bukan), pelanggan tetap toko Iori, seorang Builder sekaligus Fighter veteran (walau kayaknya dia lebih muda dari tampangnya), yang merupakan sahabat lama Takeshi (ditambah lagi dirinya spesialis merakit Gunpla Gouf). Karakter ini jelas-jelas referensi terhadap Ramba Ral yang menjadi tokoh penting di seri Gundam orisinil (bahkan pengisi suaranya sama);
  • Disinggungnya Exam System, dari seri gaiden The Blue Destiny, yang pada zaman sekarang kayaknya udah enggak banyak diketahui orang;
  • Tampilnya Gunpla G-Saviour. G-Saviour bo! Dari film live action (kurang bagus) yang dulu pernah dibikin. Walau filmnya mungkin enggak diakui, tapi Gunpla-nya tetap eksis;
  • Begitu banyaknya cameo karakter seri-seri Gundam di mana-mana.

Soal cameo ini, ada banyak banget yang muncul di sepanjang seri. Ada sepasang tokoh minor yang bertampang sangat mirip dengan Jerid Messa dan Kacricon Cacooler dari Zeta Gundam, yang hanya bisa menerima saat Gunpla Marasai yang keduanya kemudikan sama-sama hancur.

Ada para karakter yang enggak segan cosplay sebagai karakter pilot dari Gunpla yang mereka gunakan.

Lalu ada… ada satu episode khusus, episode 23, yang seakan kayak merayakan segala yang berhubungan dengan Gunpla ini. Di episode ini, dipaparkan ada festival Gunpla menjelang pertandingan final turnamen. Sepanjang festival, ada begitu banyak cameo karakter seri-seri Gundam lama yang dimunculkan. Sebagian di antara mereka yang berhasil kukenali di episode tersebut meliputi:

  • Pasangan Hathaway Noa dan Quess Paraya, dari Char’s Counterattack, yang berangkulan tangan di antara stand-stand festival.
  • Pasangan Lichtendahl Tsery dan Christina Sierra, dari Gundam 00, juga terlihat di antara stand-stand festival.
  • Four Murasame dan Rosamia Badan, dari Zeta Gundam, sama-sama berada di depan replika MS Kapool (bener itu Kapool kan?) yang tengah dipajang.
  • Katz, Letz, dan Kikka, dari seri Gundam orisinil, menaiki wahana cangkir Haro.
  • Haman Karn dan Mineva Zabi, dari Zeta Gundam, dengan Haman mengawasi Mineva kecil menunggangi wahana kepala Gundam.
  • (Mungkin) Irei Haru, Sakazaki Kenta, dan Noyama Rina, tiga tokoh utama dari Gunpla Builders, di belakang tempat liputan Kirara, sang Gunpla Idol. (Aku menyadarinya karena mereka tampil bersama di dua frame sih.)
  • Olba Frost dan Shagia Frost, dari Gundam X, di… uh, atas panggung pertunjukan utama festival? (Mereka sedang ngapain di sana?)
  • Char Aznable dan Lalah Sune, dari seri Gundam orisinil, saat yang bersangkutan mengomentari Takeshi tentang kemanjaannya, yang ditanggapinya dengan sewot, sementara Lalah baru datang dengan membawa es krim.
  • Rain Mikamura, dari G Gundam, yang menjadi MC Gunpla Battle antar pengunjung festival.
  • Shinta, Qum, dan Henken Bekkener, dari Zeta Gundam, di meja perakitan Gunpla.
  • Satu keluarga yang pernah aku lihat tapi enggak bisa aku ingat dari mana di meja yang sama.
  • Alfred Izuruha, Bernard Wiseman, dan Christina Mackenzie, dari Gundam 0080, dengan Alfred baru memenangi Gunpla Battle-nya, dan Bernie dan Chris menyelamatinya dari belakang. (Ini cameo paling mengharukan di episode ini.)
  • Kai Shiden bersama Miharu Ratokie, dari seri Gundam orisinil, di meja perakitan Gunpla yang lain.
  • Odello Henrik dan Warren Trace, dari Victory Gundam, melintas dekat meja perakitan yang sama. (Keluarga di belakang mereka kelihatannya kukenal, tapi aku enggak tahu.)
  • Uso Ewin bersama kedua orangtuanya, dari Victory Gundam, juga di meja perakitan Gunpla. (Juga mengharukan!)

Di samping ini semua, ada suatu perasaan menyenangkan lain saat kita nyadar betapa mecha-mecha favorit kita yang mungkin enggak begitu populer ternyata masih dihargai. (Uooh! SUMO! WaDOM!)

Lalu, para cameo ini… gimana bilangnya tanpa spoiler ya? Intinya, ada sesuatu yang membahagiakan dari melihat mereka juga.

Kesimpulannya, kalau kau penggemar berat Gundam, kau enggak akan menyesal bila mengikuti Gundam Build Fighters. Ini seri yang sangat melampaui ekspektasi. Akhir ceritanya mungkin agak… aneh. Cerita memuncak dengan bagaimana para Fighters harus bersatu karena mesin simulasi lepas kendali dan mengancam realita, serta terungkapnya kenyataan kalau Reiji yang misterius ternyata berasal dari dunia lain. Tapi hei, kau bakal menikmati perjalanannya.

Dan enggak. Seri satu ini bukan cuma soal promosi. Ini tentang cinta! Ini tentang cinta yang para pembuatnya harapkan bisa kau rasain juga!

Mungkin.

Aku belum pernah melihat orang-orang yang sebegitu berhasil mengungkapkan kecintaan mereka terhadap hobi mereka seperti dalam anime ini. Itu saja membuat anime ini patut dilihat.

Ngomong-ngomong, seri Gundam baru, Gundam: Reconguista in G, yang disutradarai kembali oleh Tomino Yoshiyuki-sensei, sang pencipta asli waralaba ini, sudah diumumkan, dan (mungkin) akan tayang pertengahan tahun ini. Berhubung beliau sendiri yang menyutradarai, satu saran saya: jangan terlalu berharap. Beliau gemar bereksperimen. Hasilnya kemungkinan bakal sama sekali jauh dari yang kau bayangkan.

…Aku tetap bakal ingin tahu tentangnya sih.

Penilaian

Konsep: C-; Visual: B+; Audio: B; Perkembangan: B+; Eksekusi: B+; Kepuasan Akhir: A-

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: