Kamisama no Iutoori

Sebenarnya, selain Attack on Titan, ada satu seri manga lain yang belakangan lumayan terkenal dari majalah komik bulanan Bessatsu Shonen Magazine. Seri tersebut adalah Kamisama no Iutoori (‘sesuai yang dewa bilang’) karangan Kaneshiro Muneyuki yang menangani cerita dan Fujimura Akeji yang menangani gambar.

Aku sedikit mencari tahu tentangnya benar-benar murni karena iseng. Lalu sesudah memperhatikannya sendiri, aku mulai paham kenapa seri ini bisa tenar.

Apa Kau Merasa Hidup?

Seri ini mengisahkan tentang serangkaian fenomena supenatural ganjil yang melanda di seluruh SMA seantero Jepang (dan belakangan diketahui, di seluruh dunia) yang tiba-tiba saja terjadi suatu hari.

Takahata Shun yang datar menjalani hari-harinya yang monoton di sekolah. Sampai suatu ketika, guru wali kelasnya pada saat hendak memulai pelajaran tiba-tiba saja meledak kepalanya, dan dari dalam sisa badannya, keluarlah sebuah boneka daruma yang kemudian menguji Shun dan teman-teman sekelasnya dengan sebuah permainan maut.

…Mungkin kalian merasa aneh kenapa aku menceritakannya ‘begitu saja’ kayak gini. Tapi dalam manganya juga penceritaannya memang demikian.

Seri ini tak membuang waktu sama sekali dalam menyajikan aksi-aksi yang terjadi. Shun, beserta satu demi satu teman-teman sekolahnya yang berhasil selamat, harus melewati permainan demi permainan aneh yang harus mereka menangkan semata-mata untuk bertahan hidup.

Karakterisasi dalam seri ini tak banyak tergarap karena memang yang ditonjolkan seri ini lebih pada betapa banyaknya ‘kematian sia-sia’ yang terjadi. Bahkan kerap ada eksposisi karakter yang lumayan ekstensif hanya untuk semata-mata diakhiri dengan bagaimana karakter bersangkutan mati.

Artwork-nya sendiri enggak jelek. Tapi sama sekali enggak menonjol. Lalu ada kesan kalau gambarnya sama sekali enggak dibuat biar seenggaknya kelihatan ‘menarik.’ Dan hal ini lumayan ngedukung aspek-aspek yang ditonjolkan ini dengan begitu banyaknya adegan repulsif yang terjadi.

Seluruh jalan untuk keluar masuk ke sekolah secara misterius tertutup. Seluruh metode komunikasi terputus. Lalu dengan segera apa yang terjadi segera mendapat sorotan dari seluruh agensi berita di seluruh dunia.  Apa-apa yang mereka hadapi beragam mulai dari boneka daruma ‘hidup’ sampai ke makhluk-makhluk serupa kokeshi seukuran manusia. Keadaannya secara bertahap semakin aneh; terutama dengan kemunculan medan-medan pembatas atau ruangan-ruangan yang jelas-jelas tak mengikuti hukum fisika. Kerap kali apa yang harus mereka lakukan dalam setiap permainan tak benar-benar jelas. Lalu berulangkali ada semacam twist yang kelihatannya terjadi semata-mata karena si pelaku di balik semua ini—siapapun sebenarnya dia—memang berkeinginan buat membuat hidup para pesertanya menjadi lebih susah.

Shun dengan segera menyadari bahwa orang-orang yang masih bertahan hidup nampaknya adalah orang-orang yang khusus memiliki ‘sesuatu’ yang tak orang lain miliki. Lalu kualitas ‘sesuatu’ tersebut menjadi penentu utama nasib mereka.

Apa yang terjadi pokoknya gila deh.

Pada saat yang sama, beragam pihak mulai melakukan penyelidikan mereka sendiri-sendiri terhadap apa yang tengah terjadi ini, dan pembahasannya semakin lama semakin memasuki ranah kabar-kabar burung dan supernatural.

Mereka Takkan Memberitahu Siapapun Kecuali Para Malaikat

Aku sebenarnya pengen membeberkan soal ceritanya lebih banyak. Tapi sehubungan banyaknya karakter yang tewas serta durasi seri ini yang tak (belum?) begitu panjang (hanya lima buku), jadinya benar-benar bisa spoiler parah.

Tema yang diangkatnya lumayan menyerupai tema ‘hidup-mati’ seperti yang sudah pernah kita lihat dalam banyak seri lain (seperti Gantz dan Btooom!). Lalu ditambah kemunculan elemen-elemen dari ‘permainan’ tersebut yang lumayan vulgar di dalam ceritanya, beberapa kali terbersit dalam pikiran kalau seri ini sebenarnya tak layak untuk diikuti.

Tapi… perkembangan seri ini terus terang lumayan mengejutkan.

Enggak sampai bisa kubilang ‘bagus’ sih. Tapi… mengejutkan. Apa ya? Memang sangat sering terkesan kalau pengarang Kaneshiro-sensei seperti sedang men-troll kita. Tapi di saat yang sama, ada perkembangan-perkembangan yang benar-benar tak disangka dalam ceritanya.

Terutama di sini menyangkut akhir ceritanya, yang menggantung dengan cara yang lumayan memukau, pada adegan saat Shun mengkonfrontasi sosok yang menjadi dalang(?) semua ini: Kamimaro. Misterinya itu begitu aneh dan ajaib, melibatkan tokoh-tokoh variety show, geng bermotor, hingga para pembuat doujin di Comiket.

Dalam proses yang, sekali lagi, lumayan mengejutkan dan mengangkat alis, seri ini ‘tamat’ begitu saja setelah 21 bab dan sekuelnya(?), Kamisama no Iutoori Ni (‘ni’ berarti ‘dua’), kemudian diumumkan akan diserialisasikan di majalah mingguan Weekly Shonen Magazine dan masih berlanjut hingga sekarang. Sekuelnya ini memutar waktu kembali ke hari pertama rangkaian insiden gila ini, namun dari sudut pandang sejumlah karakter baru, dan kemudian membeberkan jawaban dari sejumlah teka-teki yang belum terungkap dari seri sebelumnya.

Sebenarnya, aku juga masih belum tahu alasan sesungguhnya dari perubahan publikasi ini sih. Tapi siapa peduli. Dampak akhirnya keren. Jadi mungkin penyebabnya adalah betapa besarnya pangsa pembaca majalah mingguan ketimbang bulanan.

Masih terlalu awal juga untuk berkomentar lebih jauh tentang kualitas ceritanya (walau secara resmi seri ini terbilang ‘tamat’). Tapi format ceritanya yang aneh serta arah perkembangannya yang begitu ‘seenaknya’ telah lumayan membuat seri ini meraih perhatian.

Memang ironis. Tapi nampaknya memang untuk merasa ‘hidup’ kita memang terlebih dahulu harus mengetahui apa itu ‘mati.’

Iklan

6 Komentar to “Kamisama no Iutoori”

  1. sip, langsung kubaca :v
    sejauh ini baru 6 chapter dan persis sprti yang kamu deskripsikan, ini pengarang tega banget T_T

  2. Ehh,,?? ini beneran udah tamat ya,, lah gimana nasif si shun… Sumpah jadi ada yg ngeganjel rasanya…

  3. #spoiler alert

    ada yang tau akhirnya
    aku dah baca sampai akhir cuman kurang nangkap
    jadi Ushimitsu Kiyoshiro = kamimaro???

    atau memang dia sengaja ngulang semua dari awal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: