Mobile Suit Crossbone Gundam

Aku lagi ingin ngebahas sesuatu yang menyenangkan. Jadi ayo kita bahas Kidou Senshi Crossbone Gundam.

Mungkin ini judul yang kedengaran agak asing. Soalnya ini bukan seri Gundam yang pernah keluar sebagai anime, melainkan sebagai manga. (Ada banyak banget seri Gundam yang cuma keluar sebagai manga, dan kebanyakan enggak cuma manga adaptasi anime saja. Jumlah cerita orisinilnya terlalu banyak buat dihitung pakai jari.)

Tapi di antara begitu banyak seri Gundam yang hanya keluar sebagai manga, Crossbone Gundam termasuk salah satu yang menonjol. Pertama, desain mechanya ‘beda’ buat ukuran zamannya. Kedua, karena ditangani secara langsung oleh bapak pencipta Gundam, Tomino Yoshiyuki. Ketiga, walau secara umum punya plot yang sederhana dan ringan, seri ini secara enggak langsung merupakan sekuel ‘resmi’ dari anime Kidou Senshi Gundam F91, yang di tahun 1992, konon berakhir ‘hanya’ sebagai film layar lebar dan bukannya seri TV seperti konsepnya semula.

Makanya, buat ngebahas Crossbone Gundam, aku perlu sedikit menyinggung Gundam F91 dulu.

Ceritanya, di tahun-tahun awal dekade 90an, sesudah berakhirnya kisah Amuro dan Char dalam film layar lebar Char’s Counterattack, ide buat menciptakan seri Gundam baru, yang terbebas sepenuhnya dari cerita-cerita lama, pada suatu waktu sempat diusulkan (Asal tahu saja, seri Gundam orisinil, lalu seri Zeta Gundam, kemudian seri Gundam ZZ, meski agak beda satu sama lain, sebenarnya saling sambung-menyambung. Seri-seri AU macam Gundam SEED dan Gundam Wing masih belum ada yang keluar di masa ini.). Tapi kemudian pihak studio animasi Sunrise selaku pembuat anime Gundam katanya terhambat masalah pendanaan, terkait dengan akusisi studio tersebut oleh pihak konglomerasi Bandai. Dana untuk menganimasikan konsep Gundam F91, yang semula disiapkan sebagai seri TV 50-an episode, nggak tau gimana ceritanya, akhirnya modal yang ada hanya cukup untuk membuatnya jadi film layar lebar berdurasi 90-an menit (kalo durasi ditotal jadi sekitar… 3-4 episode?).

Konten Gundam F91 yang sudah disiapkan buat jadi banyak itu konon akhirnya dipotong dan diedit hingga akhirnya bisa tertampung dalam hanya 90 menit(!). Tentu saja, hasilnya jadi enggak benar-benar bisa dibilang bagus… (Sekali lagi, semua kabar ini berbasis rumor dari Internet. Mungkin kenyataan sebenarnya enggak serumit ini.)

Tapi konsep awal Gundam F91 itu dipandang menarik banget oleh beberapa kalangan. Dan ditambah lagi, kalo kita ngelihatnya dari sudut pandang ini, hasil akhir Gundam F91 enggak bisa dibilang jelek-jelek amat.

Sempat ada beberapa manga side story yang dibikin untuk mengisi latar cerita di era ini. Kayak, buat ngejelasin lebih jauh soal gimana situasi di film tersebut sampai terjadi. Di antaranya, Kidou Senshi Gundam F90 dan Kidou Senshi Gundam Silhouette Formula 91. Tapi cerita yang kemudian mewadahi bayangan sesungguhnya akan visi yang Tomino-sensei miliki akan seri Gundam F91, tak lain adalah seri Crossbone Gundam yang manganya ditangani oleh Hasegawa Yuuichi.

Sebuah Insiden

Crossbone Gundam berlatar sepuluh tahun sesudah kekalahan faksi aristokratik Crossbone Vanguard yang dikisahkan dalam Gundam F91, yang menandai kandasnya ideologi pembentukan negara Cosmo Baylonia. Cerita seri ini mengetengahkan soal bagaimana kelompok Crossbone Vanguard yang telah dibentuk kembali oleh perempuan keturunan langsung terakhir keluarga Ronah, Berah Ronah, dan tangan kanannya, Kincadau Nau, mengangkat senjata untuk menghadapi ancaman baru terhadap koloni-koloni: Kekaisaran Jupiter.

Tokoh utama seri ini sendiri adalah Tobia Arronax, seorang murid yang tergabung dalam program pertukaran pelajar antara Federasi Bumi dan koloni-koloni luar angkasa di Jupiter Sphere.

Tobia menjadi saksi aksi kelompok ‘perompak’ Crossbone Vanguard saat kelompok tersebut menyerang kapal induk Smashion yang ditumpangi Tobia dan kawan-kawannya. Namun Tobia kemudian mengetahui bahwa imej ‘perompak’ yang selama ini Crossbone Vanguard usung sebenarnya adalah kedok. Program pertukaran pelajar yang dicanangkan bersama Kekaisaran Jupiter ternyata digunakan untuk menyelundupkan senjata-senjata biologis dari koloni menuju Bumi. Lalu satu-satunya pihak yang mengetahui kebenaran akan hal ini hanyalah faksi Crossbone Vanguard yang selama ini dicap sebagai penjahat.

Sesudah terlibat dalam pertempuran yang dimiliki pasukan MS Crossbone Vanguard, Kincadau memberi Tobia dua pilihan: melupakan segala yang telah dilihatnya dan kembali bersama para penumpang Smashion lain ke kehidupan yang damai di Bumi; atau ikut bergabung bersama mereka sebagai bagian Crossbone Vanguard.

Tak memiliki keluarga lain di Bumi, sekaligus telah melihat sendiri kekejaman yang Kekaisaran Jupiter dapat perlihatkan, Tobia kemudian menerima tawaran Kincadau untuk menjadi bagian dari Crossbone Vanguard. Ia kemudian turut serta bergabung sebagai awak kapal induk mereka, Mother Vanguard. Di sisi lain, Tobia penasaran dengan apa andil yang profesornya, Karas, miliki dalam semua ini. Terutama sesudah ia syok dengan bagaimana Karas yang selama ini membanggakan Tobia sebagai murid terbaiknya bisa semudah itu mengorbankan nyawanya.

Agak Enggak Biasa

Meski gaya gambarnya mungkin agak terkesan kekanakkan, ada beberapa hal tak biasa yang dimiliki Crossbone Gundam bila dibandingkan seri-seri Gundam lain. Meski dituturkan secara sederhana dan terkesan punya plot yang ‘gampang’, kalau kau perhatikan baik-baik, cerita Crossbone Gundam sebenarnya lumayan memiliki bobotnya sendiri.

Lalu pada sebagian besar durasi seri, Tobia tak memiliki MS yang tetap. Lebih tepatnya, ia berganti-ganti MS secara berkelanjutan sampai memperoleh Gundam-nya sendiri menjelang penghujung cerita. Jadi ini bukan cerita Gundam tipikal tentang bagaimana hidup seorang pemuda berubah sesudah memperoleh sebuah mecha.

Ada seorang gadis misterius bernama Bernadette Briet yang Tobia sempat lihat di insiden Smashion, yang kemudian ditemukannya sebagai penyusup di Mother Vanguard, dan memaksa untuk turut bisa bergabung bersama mereka. Seiring perkembangan cerita, Tobia kemudian mendapati bahwa Berah Ronah dan Kincadau Nau sebenarnya adalah Cecilly Fairchild dan Seabook Arno, kedua tokoh utama Gundam F91 yang disangka tewas pada penghujung konflik seputar pendirian Cosmo Babylonia. Bila Kincadau alias Seabook mengemudikan MS Crossbone Gundam X-1, rival lamanya, pilot andal Zabine Chareux, yang bergabung bersama mereka seiring pergantian kepemimpinan di Crossbone Vanguard, mengemudikan MS setipe berwarna hitam, Crossbone Gundam X-2. Tapi hubungan antara keduanya tak sepenuhnya mulus. Sebab selain karena ia bekas musuh, alasan bergabungnya Zabine semata-mata karena harapannya bahwa Berah akan membangun pemerintahan aristokratik absolut yang diimpikannya di kemudian hari—suatu cita-cita yang tak benar-benar Berah usung.

Kekaisaran Jupiter dipimpin oleh sosok misterius bernama Crux Dogatie. Lalu sebagian besar konflik di seri ini terdapat pada bagaimana Tobia dan kawan-kawannya berusaha menelusuri jejak-jejak keberadaannya.Mereka meyakini bahwa dengan menyingkirkan Dogatie, rencana Kekaisaran Jupiter untuk menyerang Bumi dengan sendirinya akan terhentikan. Namun ada lebih banyak rahasia tentang rencana itu serta tentang diri Dogatie yang tak mereka sangka…

Identitas Bernadette kemudian terkuak sebagai Tetenith Dogatie, anak perempuan Dogatie sekaligus putri Kekaisaran Jupiter. Tetenith selama ini rupanya berupaya menghubungi Crossbone Vanguard karena pada suatu titik, ayahnya ‘berubah’, dan ia hendak meminta pertolongan pada mereka untuk membantu menghentikan kegilaan ayahnya.

Cerita semakin berkembang dengan terbentuknya Death Gale Squad, tim pemburu khusus dari Kekaisaran Jupiter yang ditugasi memburu Crossbone Vanguard. Beranggotakan Giri Kadyuga Aspis (MS: Quavarze), seorang pemuda Newtype maniak; Rosemary Raspberry (MS: Abijo), seorang wanita pemburu hadiah yang hanya tergerak oleh uang; serta Burns Garnsback (MS: Tortuga), seorang pilot veteran simpatik yang seakan bisa melihat sosok mendiang anaknya pada diri Tobia. Giri belakangan terungkap sebagai sesama murid Karas seperti halnya Tobia, dan dengannya Tobia kemudian membentuk semacam hubungan persaingan.

Berulang kali Crossbone Vanguard menemui hambatan dalam upaya mereka menghentikan Dogatie. Namun hambatan paling tak disangka hadir dengan kemunculan Sherindon Ronah, sepupu jauh Berah, yang mengusung paham aristokratik dan mewakili kepentingan koloni-koloni luar angkasa.

Sherindon yang memimpin kapal induk Eos Nyx mewarisi ideologi Newtype yang dicetuskan Zeon Zum Daikun. Karena itu ia berupaya menghentikan perlawanan Crossbone Vanguard karena tak ingin konflik perang terbawa sampai ke Bumi, yang dipandangnya tempat sakral yang menjadi asal-usul kehidupan. Karena Sherindon tak mempermasalahkan siapa yang berkuasa di Bumi sampai masa bangkitnya kaum Newtype, bersama masuknya Federasi Bumi dalam konflik kepentingan, Crossbone Vanguard akhirnya terpojokkan dalam suatu situasi tanpa sekutu.

Namun di penghujung cerita, Dogatie akhirnya mengkhianati semua pihak. Sehingga oleh Sherindon, Tobia terpaksa dipercayakan variasi termutakhir dari Gundam F-97, yakni Crossbone Gundam X-3.

Saat pertempuran terakhir akhirnya pecah di atas orbit Bumi seiring dengan kedatangan kapal induk Jupitris 9, Tobia dan kawan-kawannya terpanggil kembali ke luar angkasa. Sementara Kincadau menuntaskan konfliknya dengan Zabine, Tobia menjadi harapan terakhir untuk menghentikan MA Divinidad yang telah Dogatie produksi dalam jumlah banyak, yang satu unitnya saja telah sanggup untuk berperan sebagai satu senjata pemusnah massal.

Klasik

Seri Crossbone Gundam sudah agak lama diterbitkan oleh Kadokawa Comics. Kalau tak salah sekitar tahun 1997? Lalu berakhir dalam hanya enam buku. Lalu untuk waktu lumayan lama sempat luput dari perhatian sebagian besar penggemar. Konon, seri ini baru menarik kembali banyak perhatian sesudah plamo Crossbone Gundam X-1 keluar dan seri Crossbone Gundam dimunculkan, kalau enggak salah, dalam game Super Robot Wars Alpha 2.

Walau durasinya bisa dibilang singkat, ceritanya benar-benar padat. Terlepas dari gaya artwork-nya yang sederhana dan mungkin kurang menarik perhatian orang, dari awal sampai akhir ini benar-benar terasa kayak sebuah seri Gundam ‘murni.’ Seperti beberapa seri Gundam klasik lainnya, para jagoannya menghadapi peperangan yang sulit dimenangkan melawan faksi jahat yang menggunakan MS-MS berbentuk aneh. Lalu secara mengejutkan, ceritanya itu seru.

Beneran seru.

Aku tahu ada orang-orang yang skeptis soal bagaimana adegan-adegan aksi antar robot-robot raksasa bisa ditampilkan secara keren dalam bentuk manga (aku sendiri masih merasakan kendalanya kalau membaca manga-manga mecha terkenal, macam Broken Blade, Kurogane no Linebarrel, atau FSS, misalnya). Tapi serius, Crossbone Gundam menurutku adalah salah satu manga langka yang berhasil menampilkan adegan-adegan aksi mecha keren yang sekaligus mudah diikuti.

Mecha-mechanya tak digambar dengan terlampau detil sih. Tapi sebatas cukup untuk menyampaikan apa yang diceritakan dalam komik ini.

Mengikuti latar ceritanya yang berada di luar angkasa lebih jauh, ukuran MS-MS di seri ini jauh lebih kecil dibandingkan yang muncul di tahun 0080an UC, misalnya. Konon itu untuk mengurangi bobot rangka, sekaligus meningkatkan kecepatan agar tak mudah tertarik oleh gravitasi planet-planet besar. Karena itu pula masing-masing Crossbone Gundam memiliki pendorong khas berbentuk ‘x’ di belakangnya yang memudahkannya dalam melakukan manuver-manuver sulit. Persenjataannya juga lebih berat ke persenjataan yang berbasis beam. Walau mungkin karena aspek peningkatan kecepatan tiap MS dan penghematan energi, seluruh Crossbone Gundam juga lebih didesain untuk pertempuran jarak dekat.

Sebagaimana yang sebagian penggemar tahu, Crossbone Gundam menjembatani era Universal Century di film layar lebar Gundam F91 dan dengan seri TV Victory Gundam yang muncul sesudahnya. Meski disamarkan asal-usulnya, Crossbone Gundam merupakan MS yang disuplai diam-diam oleh SNRI, yang menggantikan Anaheim Electronics sebagai pemasok MS utama Federasi pada era Gundam F91. Lalu ditampilkan pula implementasi pertama teknologi ‘layar cahaya’ Minovsky Drive yang nantinya dalam bentuk kecil terpasang pada V2 Gundam, walau pada titik ini, karena ukurannya yang besar, masih baru terpasang pada kapal induk Mother Vanguard (buat yang lebih paham Gundam era C.E. dari seri Gundam SEED, ini mirip teknologi Voltuire Lumiere yang muncul pada seri C.E. 73 Stargazer dan Gundam SEED Destiny).

Aku masih belum menemukan konfirmasinya. Tapi kudengar Crux Dogatie sebenarnya memiliki hubungan dengan Fonse Kagatie, tokoh antagonis yang menjadi biang kerok semua kerusakan/kematian pada seri Victory Gundam. Lalu Kekaisaran Jupiter juga sebenarnya merupakan ‘pemodal’ dari semua tindak perlawanan/pemberontakan yang pernah dilakukan terhadap Federasi Bumi, baik dari zaman Zeon maupun Cosmo Babylonia. Patut diingat pula bahwa Paptimus Scirocco, pedagang senjata yang mendukung (dan mengambil alih kekuasaan) faksi Titans pada Zeta Gundam, juga berasal dari Jupiter. Lalu Judau dan Roux pada akhir cerita Gundam ZZ juga dikisahkan melakukan perjalanan ke Jupiter, walau kelanjutan nasib mereka tak dibeberkan lagi.

Sails of Light

Beralih ke soal mecha, ada lumayan banyak teknologi yang mungkin agak membingungkan pembahasannya.

Ketiga mecha Crossbone Gundam memiliki motif ‘perompak’, dengan pola tengkorak tergambar pada badannya. Ada juga motif ornamen klasik pada desainnya, dengan senjata sinar mereka dibentuk menyerupai flintlock pistol, misalnya. Satu hal menarik adalah bahwa meski tak menampilkan banyak variasi dalam implementasinya, seluruh Crossbone Gundam merupakan MS yang ‘padat’ oleh fitur. Ada banyak sekali senjata dan perlengkapan yang tersebar di sekujur tubuhnya.

Crossbone Gundam X-1 milik Kincadau identik dengan Crossbone Gundam X-2 yang digunakan Zabine. Perbedaan mencolok hanya warna X-2 yang berwarna hitam dan seperti halnya MS-MS Crossbone Vanguard dulu, X-2 mengandalkan tombak dalam pertempurannya. Keduanya sama-sama memiliki beam shield yang dapat dibentuk dari tangan kirinya serta rantai pengait yang dapat dilontarkan dari torsonya. Pedang sinar beam zanber memiliki ketebalan ‘lebih’ dibandingkan beam saber pada umumnya, dan dengan cara yang agak berkesan ‘super robot’, dapat dikombinasikan dengan pistol apabila serangan-serangan jarak jauh perlu dilakukan. Terdapat pula suatu anti-beam mantle yang digunakan oleh X-1 untuk menutupi identitasnya. (Aku baru nyadar, desain Gundam Exia R yang tampil di awal musim tayang kedua Gundam 00 mungkin terinspirasi juga dari desain bermantel ini?)

Crossbone Gundam X-3 tak beda jauh dengan X-1 dan X-2. Namun sebagai pengganti beam shield, X-3 memiliki generator I-Field berukuran kecil yang terpasang pada kedua tangannya dan digunakan secara bergantian karena batasan waktu. Fitur ini yang menjadikannya hampir kebal terhadap segala bentuk serangan beam dan membuatnya mampu bertarung setara dengan MA ‘monster’ macam Divinidad. MS ini juga dilengkapi suatu pedang sinar besar yang aku lupa namanya yang dapat menghasilkan sesuatu seperti bilah-bilah sinar sisir sekaligus suatu pedang sinar panjang yang dapat digerakkan.

Gundam F91 yang prototipe-nya dulu digunakan Seabook tampil kembali sebagai MS produksi massal yang digunakan Federasi. Senapan VSBR (variable speed beam rifle) masih menjadi ancaman berbahaya dengan kemampuannya untuk mempenetrasi beam shield bahkan sepuluh tahun sesudah penciptaannya. Tapi, sebagaimana merosotnya wibawa Federasi seperti yang diperlihatkan dalam Victory Gundam, hanya segilintir pilot yang mampu mengeluarkan potensinya secara penuh.

Seluruh Gundam di atas (dengan ‘mulut’ yang kemudian membuka) masih memiliki fitur heat sink yang memungkinkannya melepas panas yang terakumulasi, meningkatkan kecepatan, sekaligus menghasilkan after image dalam pertempuran-pertempuran intens.

Soal MS-MS dari Kekaisaran Jupiter, ahaha, aku agak bingung membahasnya dari mana. Kesemuanya punya bentuk yang ajaib dan sukar dipercaya, yang agak mirip dengan MS-MS dari Kekaisaran Zanscare di Victory Gundam yang muncul belakangan. Aku pastinya ingat ada yang berbentuk seperti mata kampak dan ada lagi yang berbentuk seperti trenggiling.

Sebagai tambahan, muncul pula perkembangan lebih lanjut dari teknologi cangkok otak yang Cagnozzo Ronah di Gundam F91 sebelumnya implementasikan. Tapi bicara lebih lanjut soal itu bisa spoiler.

(Buat mereka yang penasaran, sekali lagi, ya, MS Gundam AGE-2 Dark Hound yang digunakan Asemu Asuno di bab ketiga Gundam AGE jelas terpengaruh oleh desain Crossbone Gundam.)

Sebagian besar desain mechanya dibuat dengan bantuan veteran desainer mecha Sunrise, Katoki Hajime. Makanya secara konseptual (sekali lagi, konseptual) semua terlihat keren kok.

Donkey Bakery

Buat semua yang mengikutinya, Crossbone Gundam mungkin merupakan seri Gundam yang paling diharapkan bisa muncul animasinya. Kalau bisa sih, lengkap dengan perombakan desain karakter, desain mecha, desain dunia, dsb.

Soalnya, seriusan, ini seri yang bagus.

Mungkin ini cuma aku, tapi aku juga ngerasa kayak bisa melihat ide-ide yang Tomino-sensei sebelumnya hendak tuangkan di Gundam F91 akhirnya jadi dituangkan di sini.

Waktu pertama baca, aku juga kurang begitu memperhatikannya. Tapi di samping adegan-adegan aksi, plot cerita dan karakterisasinya juga lumayan dalam.

Seabook/Kincadau dan Cecilly/Berah sama-sama karakter yang simpatik. Kalau kupikir sekarang, kisah cinta mereka lumayan romantis. Seabook menghabiskan lebih dari sekedar 10 tahun dari usianya untuk kepentingan perempuan yang dia cintai semenjak cerita Gundam F91. Situasi Cecilly, seorang gadis biasa yang sebelumnya hanya menginginkan kehidupan sederhana dengan hobinya membuat roti, juga lumayan membuat tercenung saat dipikir bagaimana ia masih harus terseret dalam segala konflik soal kekuasaan dan sebagainya, bahkan sesudah ia dan Seabook ‘memberontak’ dalam Gundam F91. Seri Crossbone Gundam bisa dibilang adalah penutup cerita yang diperuntukkan bagi keduanya, daripada ke soal Tobia dan Bernadette sendiri. (Sebenarnya, sifat Seabook dan Cecilly digambarkan agak berbeda dibandingkan di Gundam F91 sih, tapi soal ini enggak terlalu masalah.)

Memang ada kelemahan di sana-sini pada ceritanya. Kayak soal perkembangan karakter yang minim dan penggambaran teknologi yang agak bikin ‘hah?’. Tapi kalau kau menikmatinya, susah buat enggak memaafkan kelemahan-kelemahan seri ini.

Ceritanya memang luar biasa simpel. Tapi luar biasa ‘enggak jelek’ juga.

Cerita Crossbone Gundam memang berakhir dengan bagaimana Seabook dan Cecilly menyepi di Bumi dan menggunakan kembali nama lama mereka masing-masing, sementara Tobia mewarisi X-1 sebagai pengganti X-3-nya yang hancur dan bersama kawan-kawannya yang lain kembali ke luar angkasa. Tapi kemudian sekuel-sekuel dari Crossbone Gundam muncul. Jadi meski tamatnya memuaskan, bisa dibilang kisah Tobia dan kawan-kawannya masih berlanjut sesudah itu.

Minovsky Drives

Dengan cara agak sporadis, masih dipenai Hasegawa-sensei, beberapa sekuel untuk Crossbone Gundam kemudian keluar di dekade 2000an. Ceritanya agak kalah berbobot karena Tomino-sensei tak lagi terlibat dalam pembuatan cerita. Tapi ceritanya tetap lumayan menarik bagi mereka yang suka.

Kidou Senshi Crossbone Gundam Skullheart merupakan kumpulan cerita lepas sebanyak satu buku yang mengetengahkan aksi sisa-sisa Crossbone Vanguard yang dimotori Tobia sekitar setahun sesudah akhir cerita Crossbone Gundam. Mereka melawan pengaruh sisa-sisa Kekaisaran Jupiter di koloni-koloni luar angkasa terjauh dengan menggunakan kedok Blackrow Shipping Company. X-1 Kai dari Seabook telah dikustomisasi lebih lanjut oleh Tobia (bernama lengkap Crossbone Gundam X-1 Kai Kai) dan dijuluki ‘Skullheart’ oleh penduduk-penduduk sipil yang menyaksikannya karena pola tengkorak yang ada pada dadanya. Cerita-ceritanya relatif ringan dan tak terlalu berkesinambungan (walau agak terkesan konyol dengan perkembangan sukar dipercaya; seperti adanya biocomputer yang menyimpan kesadaran Amuro Ray serta MS-MS yang dikendalikan oleh monyet).

Kidou Senshi Crossbone Gundam Koutetsu no Shichinin, atau yang juga dikenal sebagai Mobile Suit Crossbone Gundam Steel 7, mungkin baru bisa dibilang merupakan sekuel sesungguhnya dari seri yang pertama. Cerita ini berjumlah tiga buku, dan memaparkan misi berbahaya yang harus ditempuh Tobia dan kawan-kawannya dengan hanya tujuh orang, yang sekaligus menutup cerita tentang sisa-sisa Crossbone Vanguard yang sebelumnya didirikan Berah.

Ceritanya berlatar sekitar tiga tahun sesudah akhir Crossbone Gundam. Pemerintahan Kekaisaran Jupiter yang dilanda perpecahan dikisahkan telah diambil alih oleh sepasang figur bernama Callisto, sepasang saudara kembar dengan kekuatan psikis. Lalu keduanya berupaya menjalankan operasi terakhir peninggalan Dogatie, suatu senjata colony laser raksasa bernama Shinwatz sebagai perwujudan proyek Zeus’s Thunderbolt. Menghadapi senjata pemusnah massal yang dapat menjangkau Bumi dari orbit Jupiter(?!), Tobia dan kawan-kawannya bertemu kawan-kawan baru dan musuh-musuh lama dan berpacu melawan waktu dalam upaya menemukan Icarus, suatu kapal percobaan terlantar buatan Anaheim Electronics yang konon menyimpan teknologi Minovsky Drive di Bumi. Kapal tersebut menjadi harapan terakhir mereka untuk bisa sampai di Jupiter tepat waktu sesudah tiga MS prototipe F-99 Recordbreaker beserta semua data berkenaan Minovsky Drive milik SNRI hancur di tangan Callisto, yang sekaligus menjelaskan lambatnya implementasi teknologi Minovsky Drive sampai datangnya masa Victory Gundam.

Kabar tentang proyek ini mereka peroleh dari Europa Dogatie, ibu tiri Bernadette (yang masih muda) yang harus menghadapi kecurigaan sebagai mata-mata di sepanjang cerita. Lalu rekan-rekan yang berhasil dikumpulkan antara lain Giri, Rosemary, dan Burns yang sama-sama telah menjadi pelarian dari Kekaisaran Jupiter di Bumi, serta instruktur veteran SNRI, Suzuki Minoru, dan pilot terakhir yang tersisa dari proyek F-99, Michel Drake Nah (mungkin ini cuma aku, tapi mungkin nama Drake merupakan suatu referensi terhadap seri Aura Battler Dunbine, satu anime mecha lain yang pernah disutradarai Tomino-sensei).

MS-MS yang Tobia dan kawan-kawannya gunakan kali ini meliputi Crossbone Gundam X-1 Full Cloth, yang merupakan perwujudan terakhir sekaligus terkuat dari seluruh MS Crossbone Gundam (4 generator I-Field, satu beam shield, dsb.) untuk Tobia; Barra Tortuga yang berukuran besar untuk Burns; Alana Abeja yang mendukung serangan jarak jauh untuk Rosemary; Vigna Ghina II, yang merupakan pengembangan dari MS yang dulu digunakan Cecilly, untuk Giri; Angel Diona yang mirip pula dengan yang dulu digunakan Bernadette, untuk Europa; serta satu unit Gundam F90 oleh Minoru dan satu unit Gundam F91 oleh Michel. Kesemua MS ini dikustomisasi habis-habisan dan membuatnya terlihat lumayan keren bahkan dengan gaya gambar Hasegawa-sensei yang sederhana.

Steel 7 menampilkan plot cerita yang cepat serta aksi-aksi lumayan seru. Karakterisasinya agak lemah, seperti sebelumnya. Tapi adegan-adegan pertempurannya intens, dengan musuh-musuh yang berkesan teramat imba. Walaupun bagian-bagian awalnya agak ringan, ceritanya secara mengejutkan berakhir tragis dengan Tobia dan Bernadette sama-sama menempuh jalan yang serupa dengan yang dulu Seabook dan Cecilly ambil.

Sekuel terkini Crossbone Gundam, Kidou Senshi Crossbone Gundam Ghost, kalau enggak salah masih berlanjut pada saat tulisan ini kubuat. Berlatar di Universal Century 0153, dua puluh tahun sesudah berakhirnya Crossbone Gundam, seri ini mengetengahkan masa-masa awal invasi Kekaisaran Zanscare yang ditampilkan dalam Victory Gundam.

Font Baud, pelajar SMA yang hidup damai di Side 3, koloni luar angkasa yang dulu menjadi awal lahirnya faksi Zeon, mendapat masalah sesudah hobinya meneliti teknologi MS dari masa-masa lama untuk situs webnya membuatnya diburu oleh agen-agen Zanscare. Ia berhasil dihubungi terlebih dahulu oleh seorang pria misterius bernama Curtis Rothko dari agensi rahasia Serpiente Tacon, yang menemukannya berkat kemampuan psikis dari gadis remaja yang menemaninya, Belle. Bersama, ketiganya kemudian terlibat pencarian terhadap sesuatu yang disebut Angel Call, yang merupakan komponen penting dari Angel Halo, senjata penentuan yang ditampilkan pada klimaks cerita Victory Gundam yang secara tak sengaja telah Font temukan.

MS utama yang ditampilkan dalam seri ini adalah Crossbone Gundam Ghost yang berwarna putih perak, yang merupakan MS Crossbone Gundam terakhir yang semestinya tidak lagi ada.

(Mungkin lagi-lagi ini cuma aku, tapi Font mungkin merupakan protagonis seri Gundam pertama yang berkacamata.)

Belum banyak yang bisa kukatakan tentang sekuel terbaru ini, selain soal nuansa dunianya yang mulai menyerupai nuansa dunia di Victory Gundam, dengan masyarakat-masyarakat dunia yang seakan terpecah-belah serta mecha-mecha Zanscare berbentuk serangga. Aku merasa artwork-nya agak kalah menarik dibandingkan sebelum-sebelumnya, apalagi mengingat bagaimana seri ini dibikin belakangan. Tapi ceritanya masih menarik dengan menonjolkan aksi-aksi lumayan seru yang menjadi kekhasan seri ini.

Aku belum akan merekomendasikan sekuel-sekuelnya seperti aku merekomendasikan Crossbone Gundam sih. Tapi kurasa kalian tahu maksudku.

Antara Manusia dan Para Pewarisnya

Akhir kata, terlepas dari kelemahan-kelemahannya, Crossbone Gundam merupakan seri yang benar-benar menarik. Kerasa kayak ada semacam ‘cinta’ dalam pembuatannya. Lalu Crossbone Gundam konon merupakan satu-satunya seri manga Gundam di mana Tomino-sensei terlibat secara langsung. Kualitas versi terjemahan yang kau baca berpengaruh sih. Tapi kalau kau sanggup mengikutinya, kepuasan membacanya bisa diibaratkan setara dengan kepuasan sehabis menonton seri-seri TV Gundam yang terbaik.

Seri-seri sekuelnya sayangnya belum terlalu mengimbangi dari segi durasi maupun cerita sih. Terutama dari segi karakterisasi serta tempo cerita. Tapi kalau kau penggemar mecha, kurasa tetap menarik untuk melihat desain-desain MS-nya.

Yang paling aku suka dari cerita ini? Jangan menyerah, apapun yang terjadi.

Ntar kalau ada perkembangan lebih lanjut, tulisan ini akan kuedit lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: