To Aru Kagaku no Railgun

Jadi, ngikutin saran beberapa orang, aku coba ngikutin musim tayang pertama To Aru Kagaku no Railgun ( atau A Certain Scientific Railgun—suatu railgun ilmiah tertentu). Terus, aku tahu udah agak telat buat ngomong gini, tapi, wow, wwwwwwwooooooooooooowwwwwwww

Ini keren, man! Ini salah satu anime terkeren yang pernah aku lihat!

Damn. Buset. Di awal-awal mungkin memang enggak kelihatan terlalu istimewa. Tapi seperti yang bisa dibayangkan dari sesuatu yang dipenai oleh Kamachi Kazuma, perkembangan ceritanya di ujung-ujung bener-bener gila-gilaan. Bahkan saat aku nulis ini sekarang, air mataku masih belum berhenti keluar.

Seri anime ini diproduksi oleh studio animasi J.C. Staff dan didasarkan pada seri manga berjudul sama yang dipenai oleh Kamachi-sensei dan diilustrasi oleh Fuyukawa Motoi. Seri ini merupakan spin off dari seri utama Kamachi-sensei (yang diilustrasi oleh Haimura Kiyotaka), To Aru Majutsu no Index, berlatar di universe yang sama dan berbagi sejumlah karakter yang sama pula.  Adaptasi animenya keluar pertama kali pada musim dingin tahun 2009-2010 dengan jumlah episode total sebanyak 24.

Lalu enggak, kau enggak harus mengikuti To Aru Majutsu no Index dulu untuk mengikuti seri ini. Walau memang disarankan, karena Railgun justru menjelaskan lebih jauh beberapa poin yang diangkat dalam Index sehingga kau akan lebih bisa menikmatinya. Nuansanya sendiri cukup berbeda sih (bicara soal animenya, kedua seri tersebut ditangani oleh sutradara berbeda.)

Lalu…

… …

AKU BINGUNG MAU NGATAIN APA LAGIII!

Memandang Lagi Jalan yang Telah Ditempuh

Aku malas menjelaskan semuanya dari awal. Tapi aku coba saja deh.

Railgun berlatar di Academy City (Gakuentoshi?), semacam kota khusus di tepi laut Tokyo yang dibangun secara khusus untuk kemajuan ilmu pengetahuan. Karena itu, di samping dipenuhi oleh sekolah dan universitas, tingkat teknologi di kota ini lebih maju beberapa tahun dibandingkan apa yang ada di tempat-tempat lain di dunia. Bidang penelitian khusus yang ada di kota ini adalah pengembangan kekuatan khusus yang berasal dari pikiran, para Esper (Chounouryokusha), seperti teleportasi dan telekinesis.

Railgun mengetengahkan keseharian dan petualangan Misaka Mikoto, salah satu karakter pendukung di Index, yang juga merupakan satu dari sekian sedikit Level 5, sebutan kelompok bagi para Esper terkuat yang Academy City miliki, bersama kawan-kawannya: sahabat dekat/adik kelas/teman sekamarnya di asrama, Shirai Kuroko; partner Kuroko di cabang 177 kelompok pengamanan kota Judgment, Uiharu Kazari; dan sahabat Uiharu dari sekolahnya, Saten Ruiko.

Berlangsung kira-kira sebelum dan pada saat cerita di musim pertama Index terjadi (Touma dan Misaka masih belum terlalu saling mengenal pada titik ini), ceritanya diawali dengan pertemuan pertama antara Misaka-Kuroko dengan Uiharu-Saten (ceritanya mereka bersekolah di SMP berbeda), dan segalanya kemudian berkembang dari sana. Pada episode-episode tertentu, beberapa tokoh sampingan dari Index juga akan muncul. Ceritanya pada dasarnya soal bagaimana suatu rangkaian kasus yang dihadapi oleh Judgment secara perlahan tapi pasti terungkap sebagai bagian dari sesuatu yang lebih besar. Selama hal tersebut terungkap, Railgun memaparkan juga suka duka di antara Misaka dan kawan-kawannya.

Dibandingkan Index yang ceritanya lebih berat pada elemen aksi, Railgun punya porsi slice-of-life yang lebih besar. Tapi pada saat adegan-adegan genting terjadi, aksi-aksinya masih bisa berkembang menjadi luar biasa keren kok.

Sama halnya dengan kasus Index, aku agak susah menjabarkan secara persis bagusnya cerita Railgun itu di sisi apa. Para karakternya menarik, itu pasti—bukan hanya karena kebanyakan dari mereka cewek. Tapi yang paling terutama adalah karena sepanjang cerita, masing-masing dari mereka memang benar-benar berkembang.

Misaka adalah seorang electromaster, pengguna kekuatan listrik dari dalam tubuh—sehingga secara tak langsung dirinya juga mampu menghasilkan medan-medan elektromagnetik. Teknik khasnya adalah bagaimana dirinya mempercepat secara berkelanjutan suatu benda (biasanya koin) dengan medan elektromagnetik ini, dan mengubah benda tersebut menjadi ‘peluru’ berenergi kinetik luar biasa (dengan begitu, dirinya dijuluki Railgun—yang mengacu pada konsep percepatan ini; prinsipnya berbeda dari senjata-senjata api biasa yang mengandalkan letusan mesiu untuk percepatan peluru).

Misaka ceritanya memperoleh kekuatannya tersebut lewat kerja keras. Sehingga kenyataan bagaimana ia telah bersusah payah meningkatkan statusnya dari Level 1, dan tetap menjadi seseorang yang ramah dan baik hati sekalipun namanya disegani di seantero Academy City menjadi tema yang beberapa kali diangkat dalam cerita.

Kuroko, seorang Level 4, adalah seorang pengagum berat Misaka yang memiliki kemampuan teleportasi. Di samping karena hubungan baiknya dengan Misaka, kemampuannya untuk memindahkan benda/orang lain/dirinya sendiri secara tiba-tiba tersebut teramat bermanfaat dalam tugas-tugasnya sebagai anggota Judgment. (Dirinya juga memiliki khayalan-khayalan yuri terhadap Misaka, tapi sudahlah.)

Judgment adalah semacam kesatuan sukarelawan dari para murid-murid di Academy City yang menjaga keamanan di kota tersebut, di mana Kuroko dan Uiharu tergabung sebagai anggota. Untuk urusan-urusan yang lebih gawat, mereka dibantu kesatuan yang disebut Antiskill, yang merupakan kelompok orang dewasa terlatih semacam SWAT yang menangani penyalahgunaan kekuatan esper dengan peralatan dan persenjataan yang lebih lengkap.

Uiharu, yang mudah dikenali dari mahkota bunga yang selalu ada di kepalanya, adalah gadis bersifat timid dan merupakan rekan Kuroko sekaligus seorang Level 1. Ia juga seseorang yang telah melampaui segala keraguannya sendiri untuk mencapai tempat ia berada.

Lalu Saten, sahabat Uiharu yang lebih terbuka, adalah seorang Level 0, dalam artian dirinya tak memiliki kemampuan Esper apa-apa. Tapi seiring tumbuhnya persahabatan di antara mereka, dirinya juga berkembang menjadi orang yang paling sensible di antara kawan-kawannya.

Aku agak… enggak enak menerangkan apa-apa persisnya yang berlangsung dalam seri ini. Soalnya menurutku semua terlalu rame buat enggak diikutin secara langsung.

Pastinya, daripada aspek WAFF yang biasa ditemui dalam seri-seri slice-of-life lain, Railgun lebih banyak menghadirkan semacam nuansa ‘keren’ khas yang belum pernah kutemui dalam anime manapun sebelumnya. Aku langsung jadi ngerti soal kenapa seri ini jadi hit di masanya. Intrik-intrik plotnya menarik. Interaksi antar karakternya bagus. Walau misterinya tak dalam-dalam amat, dari awal sampai akhir segala perkembangannya tetap asyik buat diikutin. Lalu, terlepas dari semua yang terjadi, kesemuanya masih ‘masuk’ dalam kerangka dunia Index dan hal itu beneran membuatku kagum.

Ada beberapa episode yang bahkan menurutku lumayan thought-provoking dan tereksekusi dengan benar-benar baik.

Oh, dan secara ngejutin, aku enggak ada masalah sama sekali dengan bagaimana kebanyakan karakter utamanya cewek. Mungkin karena eksekusi ceritanya memang sekeren itu.

Limits Are Meaningless

Membahas soal teknis, dulu aku pernah merasa studio J.C. Staff kurang pandai menangani adegan-adegan aksi. Tapi seri ini sepenuhnya membuktikan sebaliknya. Aku tahu adegan-adegan aksi di season pertama Index sudah keren. Tapi adegan-adegan yang dihadirkan di Railgun, walau dalam porsi lebih dikit, jauh lebih keren lagi. Terlepas dari bagaimana Misaka memakai kekuatan listriknya atau bagaimana Kuroko berpindah tempat ke sana kemari, bahkan adegan-adegan pertarungan tangan kosong sederhana tertata dengan apik.

Visualnya mengalami peningkatan yang lumayan signifikan dibandingkan Index, terlihat dari semakin bertambahnya detil dalam penggambaran dunia Academy City sebagai latar. Aku lupa bilang, Railgun itu juga seakan mengekspansi latar cerita Index dengan pembeberan detil-detil lebih banyak. Berhubung tak ada karakter penyihir tampil, ceritanya sepenuhnya memaparkan seri ‘sains’ dari Academy City.  Lalu itu diwujudkan dengan penggambaran tempat tinggal masing-masing karakter dan tempat-tempat yang sering mereka kunjungi. Berbeda dari Academy City yang terasa agak ‘datar’ di musim pertama Index,  Academy City di Railgun terlihat sebagai tempat yang memang menarik buat dikunjungin.

Bicara soal audio… semuanya keren sih. Lagu pembuka ‘Only My Railgun’ yang dibawakan fripSide sempat menjadi anisong favorit pada masanya. Lagu-lagu lainnya mungkin tak seistimewa, tapi semuanya cocok dengan tema dan nuansa yang seri ini bawakan. … Dan yea, semua seiyuu memainkan peran mereka secara baik, terutama dengan mempertimbangkan segala perkembangan yang para karakternya lalui.

Sudah Kubilang, Dokter Satu Itu Memang Imba

Di samping semua intriknya, seri ini mengangkat juga tema-tema kerja keras, sikap pantang menyerah,  soal gimana kita menerima keadaan lalu orang lain, serta juga soal persahabatan.

Mulanya, aku juga mengira ini bukan seri yang bakal cocok buat kebanyakan orang. Tapi kayaknya aku berubah pikiran.

Ini seri yang beneran bagus.

Ini salah satu anime yang dengan kamu tonton, kamu bisa nyadar tentang satu-dua hal yang sebelumnya enggak kamu sadari, lalu dengannya kamu seterusnya berubah jadi orang lebih baik.

Seri ini jauh melampaui Index dari segi kepuasan menonton, walau kalau kupikir kayaknya aku bisa memahami alasannya. Mungkin karena diangkat dari ranobe, atau mungkin karena masalah eksekusi animasinya juga, terasa seperti ada ‘pembabakan’ dalam episode-episode Index, sehingga apa-apa yang sudah terbangun dalam beberapa rangkaian episode, terasa seakan ‘dikesampingkan’ dalam episode-episode berikutnya. Tapi Railgun sama sekali tak mempunyai masalah ini. Ada kayak momentum yang terus terbangun dari awal hingga akhir hingga ditutup dengan klimaks yang beneran memuaskan. Mungkin faktor karena diangkat dari manga juga sih, sehingga proses adaptasinya bisa lebih mudah.

Ah, belum. Walau memang ada karakter-karakter orisinil baru yang khusus tampil untuk seri ini (seperti teman sekolah Misaka dan Kuroko, Kongou Mitsuko… yang sengaja dihadirkan hanya sebagai figuran?), ada beberapa karakter favorit terkait Misaka seperti Misaka Imouto dan Accelerator masih belum muncul di musim ini.

Maksudku, yang bukan berasal dari seri Index.

Walau begitu tanda-tanda ke arah sana dengan cara agak nakutin sudah agak terlihat sih…

Sudahlah. Pokoknya, coba lihat ini!

Ini salah satu anime yang paling bakal kurekomendasikan!

Penilaian

Konsep: B; Visual: A-; Audio: A-; Perkembangan: A; Eksekusi: A; Kepuasan Akhir: A+

Iklan

5 Komentar to “To Aru Kagaku no Railgun”

  1. Lha ini bukan anime tentang yuri toh? :p

    Bercanda, ini salah satu serial yang mesti saya lanjutin nonton. Nggak tau kenapa saya drop dulu.

    • Kau ngomongin season satu ato yang dua?

      …Sebenernya, aku juga bakal ngedrop sebelum ada kesempatan ngeliat semua sekaligus.

  2. Mmg kereenn, sudah byk anime yg saya ntn, ini laen dr yg laen, ceritanya menarik, tidak bosan ntnnya. To aru kagaku no raigun s juga keren skali

  3. min Mohon pencerahan Dong Hehehehe di TKTailgun Touma (dari TK no Index) nya muncul gk walau cuma 1Eps,1menit,1detik, atau Sepersekian detik(hehehe klo seperkian detik cuma kaya bayangan lewat) soal nya agak demen klo Touma ama Misaka Ribut (klo di index sih demen nya Karna Ada Loli aja) mohon jawaban nya

    • Muncul.

      Dia muncul di kedua season kok. Tapi dominannya dia munculnya di season kedua (yang Railgun S).

      Makasih udah ngomen. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: