Gekkou

Aku menamatkan terjemahan bahasa Inggris dari Gekkou (‘cahaya bulan’) karangan Mamiya Natsuki belum lama ini di Baka-Tsuki.

Aku semula sedang mencari bahan ranobe yang ringan dan singkat. Sesuatu yang takkan terlalu menyita waktu lama untuk dibaca. Kemudian aku memperhatikan betapa Gekkou yang hanya terdiri atas satu buku telah dituntaskan terjemahannya. Lalu aku secara iseng mencoba mengunduhnya, tanpa bayangan sama sekali ceritanya akan seperti apa.

Aku mendapatkan aspek singkat yang kucari. Tapi soal ringan atau tidaknya, apa yang kudapat agak di luar dugaan.

Resep

Gekkou agak susah dijabarkan inti ceritanya. Karena ceritanya sepenuhnya seputar ‘orang.’ Lalu yang namanya ‘orang’ takkan bisa kau nilai dengan segampang itu .

Kisahnya dibuka dengan penjabaran sang tokoh utama, seorang remaja SMA bosan, Nonomiya, tentang teman sekelas perempuannya yang super populer: Tsukimori Youko. Terutama tentang bagaimana Youko yang cantik, ramah, karismatik, dan selalu bagus nilai-nilainya merupakan seseorang yang nampaknya disukai semua orang, kecuali Nonomiya. Nonomiya menekankan bahwa sosok sempurna yang tak pernah berbuat kesalahan seperti Youko pastinya seseorang yang membosankan. Dan karenanya dia… kayak, mempunyai firasat bahwa saking ‘sempurnanya’ Youko sampai-sampai pastilah ada sesuatu yang ‘tak beres’ pada dirinya.

Youko ini saking populernya digosipkan macam-macam. Mulai dari betapa dirinya keturunan keluarga kaya, bagaimana dirinya seorang anak tunggal, bagaimana oleh keluarganya dirinya telah dijodohkan dengan orang-orang dewasa dan sudah ‘berpengalaman,’ dan sebagainya. Namun tak ada seorangpun di antara mereka yang cukup dekat dengan Youko untuk memberi klarifikasi tentang semua hal ini.

Youko, pada intinya, seakan seorang putri atau bulan yang tak tersentuh.

Cara pandang Nonomiya terhadap Youko, yang berbeda dari kebanyakan temannya ini, seakan terbukti, tatkala pada saat suatu hari, sepulang sekolah, seusai menuntaskan kewajibannya rapat sebagai pengurus kelas, Nonomiya menemukan secarik kertas yang berasal dari sebuah buku yang nampaknya telah ditinggalkan Youko.

Kertas itu bertuliskan judul ‘Resep Pembunuhan.’

Di dalamnya, dengan tulisan tangan, tertera berbagai metode yang dapat digunakan untuk menghilangkan nyawa orang, dengan penekanan pada bagaimana cara melakukannya tanpa mengotori tangan sendri. Kertas itu pada akhirnya, kemudian disimpan Nonomiya untuk sementara waktu, sebagai semacam piala yang membuktikan bahwa ada satu sisi diri Youko yang tak disangka dan hanya diketahui oleh dirinya seorang.

Semacam… ketertarikan aneh kemudian berlangsung antara Nonomiya dan Youko, yang dengan enggan berusaha ditolak oleh Nonomiya.

Sampai kemudian, ayah Youko tiba-tiba saja meninggal dunia, dalam sebuah kecelakaan mobil yang mirip sekali dengan apa yang tertera dalam resep di kertas itu. Lalu hubungan aneh yang Nonomiya miliki dengan Youko kemudian berkembang jauh melebihi apa yang ia semula sangka.

Bukan Misteri

Terus terang saja, Gekkou adalah cerita yang aneh. Aku enggak gitu bisa menggambarkannya. Kalau dilihat dari jauh, ini seperti sebuah cerita cinta. Tapi bila dilihat dari agak dekat, ini lebih terlihat seperti sebuah cerita misteri. Atau sebaliknya ya?

Bagaimanapun, ini cerita yang semula diikutsertakan oleh sang penulisnya untuk kompetisi apaa gitu, tapi gagal. Tapi mau tak mau cerita ini tetap menuai perhatian karena… yea, ini memang cerita yang enggak biasa.

Ceritanya benar-benar seputar semakin berkembangnya hubungan antara Nonomiya dan Youko, yang diwarnai upaya Nonomiya memahami apa persisnya yang sebenarnya terjadi berkenaan resep pembunuhan itu. Tapi Nonomiya melakukan ini bukan karena dorongan rasa keadilan. Sebaliknya, Nonomiya hanya mencari cara untuk bisa menghibur dirinya sendiri. Ia malah mengakui kalau dirinya bukan orang yang sepenuhnya baik.

Tapi Youko, yang sama seperti dirinya, sebenarnya merupakan seseorang yang memiliki jalan pikiran teramat berbeda dari orang lain, dan nyaris membuatnya terasing, lalu secara tak terduga menyatakan cintanya pada Nonomiya, kemudian mempersulit Nonomiya untuk memandang semua yang berlangsung secara jernih.

Apa yang ditampilkan lebih seperti apa-apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Tema ‘orang-orang yang jalan pikirannya berbeda dari orang kebanyakan’ menjadi apa yang lebih mewarnai seri. Lalu klimaksnya baru mulai terbangun saat seorang detektif eksentrik mengikuti instingnya untuk menyelidiki lebih jauh tentang diri Youko, yang pada dirinya, Nonomiya kemudian menemukan tandingannya.

Cerita Gekkou ini… man, berat. Murni berat. Meski tokoh-tokohnya sekilas kayak stereotip, meski tak ada hal-hal dahsyat dalam ceritanya yang terjadi, cerita ini beneran bukan sesuatu yang tahan dibaca oleh kebanyakan orang.

Tapi ada rasa penasaran aneh yang membuatku terpikat padanya sih. Lalu rasa penasaranku itu dihargai dengan kepuasan begitu aku sampai di penghujung cerita. Kesan yang ditinggalkannya, kalau kau berhasil mengikuti dan menyelesaikannya, benar-benar dalam.

Oya. Ilustrasi karakternya dibuat oleh shiromiso. Sekilas terlihat tak menonjol, tapi hasilnya luar biasa enak dilihat.

Gekkou mungkin takkan pernah menjadi populer. Tapi kurasa, aku bisa mengerti mengapa ada beberapa yang merasa kalau ceritanya memang layak dikenang.

Iklan

2 Komentar to “Gekkou”

  1. Aku pernah menemukan komik bajakan dengan judul yang sama, tapi karena ketika membaca itu dulu ak bisa dikatakan belum cukup umur, jadi aku nggak bisa mastiin ini adaptasi komik dari novel ini atau bukan, -_-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: