alfare

Umineko no Naku Koro ni Chiru (3)

In game on 03/06/2012 at 09:36

Setelah agak lama, akhirnya aku cukup mood untuk membahas soal game-nya lagi.

Ceritanya benar-benar intriguing, bikin penasaran. Tapi di sisi lain, lumayan bikin depresi. Makanya aku agak menunda-nunda untuk mengulas tentangnya.

Mengikuti akhir dari episode keempat, Alliance of the Golden Witch, sejumlah pertanyaan baru mencuat tentang diri Battler. Soal siapa dirinya. Soal mengapa Beatrice mempertanyakan ‘kepantasannya’ untuk mengikuti permainan. Lalu soal motivasi Beatrice sendiri saat Battler akhirnya menyadari bahwa permainan mereka memang dirancang sedemikian rupa agar lambat laun dirinya bisa menang juga.

Meski konflik antara Beatrice dan Battler dikisahkan telah ‘tuntas,’ masih ada banyak sekali teka-teki mengenai insiden Rokkenjima yang tersisa. Pembahasan keempat episode core arc yang menutup kisah Umineko beranjak dari sana.

End

Di Purgatorio, Beatrice pada akhirnya ‘terbunuh’ sesudah Battler memojokkannya dalam putaran permainan mereka yang terakhir. Lalu yang tersisa dari dirinya, hanyalah ‘cangkangnya’ semata, yang bisu, lemah, sekarat, dan lambat laun akan sirna.  Dengan demikian, Battler secara resmi menjadi Game Master yang baru. Sesudah Battler, dalam segala kebimbangannya, berniat untuk memberikan kedamaian bagi Beatrice di akhir hayatnya, Bernkastel dan Lambdadelta mengambil alih papan permainan mereka untuk sementara waktu demi menuntaskan beberapa teka-teki yang belum mereka pastikan jawabannya.

Penuntasan teka-teki oleh Bernkastel dan Lambdadelta ini menjadi inti cerita dari episode kelima, yang dinamai End of the Golden Witch sesuai dengan keadaan Beatrice yang tengah menjelang akhir hayatnya. Battler yang asli (yang pemain, bukan pion) memegang peranan minor dalam episode ini. Lalu sebagai pemegang peran detektif, dimunculkan karakter baru Furudo Erika yang dari sudut pandang ajaib, merupakan pion yang dimasukkan Bernkastel; namun dari sudut pandang realita, merupakan seorang gadis yang terlempar dari sebuah kapal pesiar pada malam saat badai dahsyat yang menerpa Rokkenjima berlangsung.

Erika yang sangat cerdas namun tinggi hati dan keji memformulasikan teorinya sendiri mengenai kenyataan yang sesungguhnya dari rangkaian pembunuhan yang berlangsung di episode ini. Teorinya menyudutkan kedudukan Kinzo dan Natsuhi dengan cara yang tak sepantasnya, dan dalam suatu adegan keren ia beradu argumen dengan Battler versi pion mengenai apa sesungguhnya yang telah terjadi.

Tokoh baru lain yang muncul adalah Dlanor A. Knox beserta para bawahannya, semacam inquisitor yang memburu penyihir yang menjadi kaki tangan Erika si detektif dari sudut pandang ajaib. Keberadaannya menegaskan perbedaan sudut pandang investigasi Erika dibandingkan yang Battler pegang dulu. Erika memegang sudut pandang ‘misteri’ dibandingkan Battler yang memegang sudut pandang ‘anti fantasi.’ Intinya, ada semacam rangkaian aturan baku tentang bagaimana sebuah cerita misteri selayaknya disusun, yang memungkinkannya menjadi sesuatu yang bisa dipecahkan asal pembaca benar-benar berusaha, yang diburu implementasinya oleh Erika setiap kali adu argumen antar pemain berlangsung. Erika juga memiliki sesuatu yang disebut hak sebagai detektif, yang memungkinkannya memperoleh dan mengklarifikasi segala macam petunjuk yang ia inginkan dengan berbagai cara.

Hal-hal penting lain yang mencuat dalam episode ini (kalau tak salah) adalah kabar mengenai pernah munculnya seorang bayi misterius yang Kinzo minta untuk diasuh Natsuhi sembilan belas tahun sebelumnya, namun seakan wafat dalam suatu kecelakaan yang diwarnai suatu konflik emosi.

Akibat intervensi Battler di akhir cerita dan keputusannya untuk melangkah ke panggung sebagai Game Master yang resmi, konflik pada papan permainan di episode ini berakhir prematur. Jadi nasib akhir mereka-mereka yang tertinggal di Rokkenjima tak diketahui.

Meski seakan tak menjelaskan banyak hal, episode ini terbilang ‘menyegarkan’ karena memperkenalkan kita pada cara berpikir semestinya yang diperlukan untuk memecahkan misteri yang berlangsung di Rokkenjima. Maksudnya, kayak, baru pada episode ini, kita benar-benar jadi memahami sepenuhnya tentang apa-apa sesungguhnya yang berlangsung dalam cerita gitu.

Di episode ini diperkenalkan juga ‘kebenaran emas,’ jenis kebenaran baru yang Battler dapat gunakan, yang bisa menjadi kebenaran paling kuat atau paling lemah, bergantung dari skenario yang berlangsung saat itu, perlambang akan pemahaman Battler atas seluruh isi permainan Beatrice.

Dawn

Episode keenam yang bertajuk Dawn of the Golden Witch pada dasarnya mengetengahkan debut Battler sebagai Game Master yang baru dari papan permainan. Dalam cerita baru yang dirajutnya ini, rangkaian pembunuhan yang berlangsung di Rokkenjima dari sudut pandang ajaib terjadi karena perjuangan kedua pasangan Shannon dan George beserta Jessica dan Kanon untuk mendapatkan cinta mereka masing-masing melalui suatu acara turnamen yang diatur oleh pasangan demon yang sempat muncul di penghujung episode sebelumnya, Zepar dan Furfur.

Furudo Erika tampil kembali sebagai detektif dalam episode ini, sebagai seseorang yang diselamatkan dari badai. Sebagai pion Bernkastel, ia melakukan segala cara untuk mengacaubalaukan kebenaran yang telah dipersiapkan Battler, memojokkan kedudukannya sebagai Game Master dengan suatu kegagalan logika di dalam skenario cerita, akibat tindakan Erika yang sama sekali tak disangka.

Harapan akhir bagi Battler jatuh pada sosok Beatrice ‘baru’ yang Battler ciptakan dari peraturan papan permainan. Beatrice yang masih kekanak-kanakan ini berusaha mewujudkan perannya sebagai penyihir dari Rokkenjima, dan menjadi lawan yang harus Erika hadapi dalam konfrontasi di penghujung episode.

Sama seperti episode kelima, seluruh misteri seakan terjawab sebelum cerita berakhir. Karenanya, permainan tak terselesaikan, dan nasib akhir mereka yang berada di Rokkenjima tak terungkap di akhir episode.

Episode ini berakhir dengan dikukuhkannya Battler sebagai Game Master baru dengan Beatrice sebagai pasangannya.

Hal paling mencolok yang perlu diperhatikan di seri ini adalah sifat dari hubungan Kanon-Jessica serta Shannon-George, yang tak bisa ada tanpa hancurnya yang lain.

Hal menarik lain di episode ini adalah realita tentang sisi nyata Ange sesudah pengorbanannya di episode keempat, serta pertemuannya di dunia nyata masa depan dengan penulis misterius Hachijou Toya, yang nampaknya bertanggung jawab atas segala rangkaian teori ‘kuat’ mengenai misteri yang berlangsung di Rokkenjima, dan juga mungkin merupakan alter ego dari sesosok penyihir lain, Featherine Augustus Aurora, yang dulunya menjadi atasan Bernkastel.

Karena bentuk beserta perkembangan ceritanya, episode ini bisa dikatakan merupakan yang paling kontroversial di sepanjang seri. Tapi secara pribadi, meski sempat beberapa kali enggak yakin, pada akhirnya ini menjadi episode favoritku di sepanjang Umineko.

Requiem

Episode ketujuh bertajuk Requiem of the Golden Witch, karena berlatar di suatu kepingan dunia paralel di mana Battler tidak datang ke Rokkenjima, dalam suatu acara keluarga di mana ‘kepergian’ Beatrice diperingati oleh seluruh keluarga Ushiromiya. Di dunia yang bersangkutan, bayi misterius dari sembilan belas tahun lalu diterima oleh Natsuhi dan tumbuh menjadi Ushiromiya Lion, pewaris kedudukan kepala keluarga Ushiromiya sah berikutnya sesudah Kinzo. Semua ini berlangsung dalam suatu papan permainan tiruan yang telah dipersiapkan Bernkastel dan dimainkannya di hadapan Featherine. Untuk peran detektif, inquisitor serupa Dlanor, tokoh baru  bernama Willard H. Wright, secara paksa dilempar ke dimensi ini, untuk bersama Lion menuntaskan seluruh misteri Beatrice yang sesungguhnya.

Seorang tokoh baru bernama Clair Vaux Bernardus dihadirkan Bernkastel dan tampil sebagai ‘pembaca’ bagi Lion dan Willard, serupa dengan peran Ange bagi Featherine di episode sebelumnya. Terungkap nama Yasu, anak misterius yang hilang dari sembilan belas tahun lalu; masa lalu Kinzo dan asal usul emas yang dimilikinya; serta yang paling menyakitkan, kenyataan tentang siapa sesungguhnya Beatrice, nasib malangnya, dan kebenaran tentang sosoknya yang Rosa dulu pernah temui dan mengakibatkan kematiannya.

Ada lebih banyak pengungkapan dalam cerita ini dibandingkan misterinya. Dan meski beneran enggak enak, sebagian besar teka-teki soal motif dan sebagainya benar-benar tertuntaskan meski enggak secara langsung di episode ini. (Kita perlu memilah sendiri mana yang ‘ajaib’ dan mana yang ‘nyata.’)

Namun, di epilog Tea Party, secara agak mengejutkan, porsi cerita lebih banyak tiba-tiba disodorkan. Sesudah akhir cerita yang seakan tertuntaskan, Ange beserta Lion secara paksa dipertemukan oleh para penyihir di dalam suatu teater untuk menyaksikan kebenaran sesungguhnya yang sangat mungkin terjadi (dan amat sangat enggak enak) berkenaan insiden Rokkenjima dari sudut pandang ‘nyata.’

Perlu diperhatikan siapa saja yang tampil secara langsung di epilog ini dan siapa saja yang tidak, karena itu menjadi petunjuk paling besar seandainya kau tak memahami tanda-tanda terselubung dalam narasi Clair. (Episode ini menekankan bagaimana dari sudut pandangnya, seorang pencerita bebas memilih untuk menceritakan dan juga tidak menceritakan apapun yang ia mau.)

Twilight

Episode kedelapan yang menjadi penutup dari seluruh misteri ini, Twilight of the Golden Witch, berlatar di dunia di mana Battler masih berkuasa sebagai Game Master dan penguasa teritori bersama istrinya, Beatrice. Sosok kecil Ange yang menangis karena ditinggalkan keluarganya, kemudian Battler ajak ke masa itu, dalam suatu realita alternatif di mana Ange ikut menghadiri pertemuan keluarga yang berlangsung di Rokkenjima pada tahun 1986.

Namun acara bahagia yang semestinya mengakhiri seluruh konflik antar masing-masing anggota keluarga Ushiromiya itu diwarnai kegentingan, saat Bernkastel menginvasi keping dunia itu sebagai Game Master lain, dan menantang Battler dan Beatrice untuk satu duel adu kecerdasan yang terakhir.

Nasib akhir dari seluruh anggota keluarga Ushiromiya dapat kita tentukan di episode ini, bergantung pada sudut pandang mana yang mau kita dukung: apakah ‘nyata’ atau ‘ajaib.’ Hubungan antara nyata dan ilusi, antara sebab dan akibat, dibaurkan sepenuhnya pada episode ini, dan berujung pada pembeberan mencengangkan sekaligus menyakitkan tentang nasib akhir Battler dan Yasu yang sesungguhnya.

Ada kebenaran lain yang diperkenalkan di episode ini, yakni kebenaran ungu, yang pada dasarnya merupakan kebenaran yang akan sepenuhnya benar selama orang yang menyatakannya benar, tapi sepenuhnya salah bila orang yang menyatakannya sebenarnya adalah pembohong.

Kesan Akhir

Aku… sejujurnya enggak yakin mesti mengatakan apa begitu aku tuntas mengikuti seri ini.

Umineko jelas bukan seri yang cocok untuk semua orang. Bahkan sekalipun sebelumnya kau menyukai Higurashi.

Gimana ya. Meski ada sisi-sisi konyolnya dan agak susah dipercaya, pembawaan teramat serius yang seri ini punya beneran bisa mengubahmu dan mengubah cara pandangmu terhadap dunia.

Ini sesuatu yang agak susah kujelaskan. Apalagi tanpa memberikan spoiler.

Sori aku mengakhiri tulisan kali ini secara menggantung. Otakku udah kelanjur panas. Tapi mungkin nanti aku akan memberikan kesimpulan yang lebih gamblang.

Iklan
  1. Hah… berusaha menghindari spoiler.. untung belum sempat terbaca..

    Entah kenapa saya belum berniat memulai membaca Chiru. Mungkin karena waktunya belum pas kali ya? Membaca Umineko membutuhkan waktu yang senggang dan pikiran yang jernih… dan kedua hal itu belakangan jarang saya miliki orz

    • Seriously, perasaan aku udah ngusahain buat enggak tralu masukin spoiler. At last I finally got this one out of my mind.

  2. krn sy cuma nonton anime doank dan itu pun masih dalam tahap question ARC buknnya answer ARC, serta tdk sgt sempat utk main gamennya
    dan tiddk spt pendahulunya Higurashi No Naku Koro Ni, dimana question+answer dijadikan anime.
    Yg ingin sy tanyakan cuma satu, sebnerany apa motif Si Beatrice menciptakan game tsb.
    just it

    • Oh, akhirnya ada juga yang nanya.

      Sebelumnya aku minta maaf karena pada akhirnya aku males bahas.

      …Ini bukan cuma bakal spoiler, tapi juga bakal ribet dan bisa bikin ilfil. Soalnya intepretasi orang terhadap akhir cerita Umineko bisa bener-bener subjektif.

      Yah, intinya gini. Umineko agak berbeda dari Higurashi pada paradigma ceritanya. Makanya aku juga agak ngerasa intepretasi dan tanggapan orang terhadapnya bisa lebih ribet dari yang perlu dibahas. Daripada pertanyaan soal ‘Siapa sebenernya pelakunya?’, tantangan sebenernya yang ada pada ep 1-4 di Umineko adalah ‘Apa kamu bisa lihat kejanggalannya ada di mana aja?’ Sehingga, buat mahamin maksud cerita Umineko, sesuai dengan tema debat soal ada apa enggaknya si penyihir di dalamnya, pikiran kamu sebelumnya mesti bener-bener kebuka. Kamu mesti terbebas dulu dari asumsi-asumsi yang sebelumnya kamu punya. (Ini sebenernya lebih kerasa di gamenya, soalnya kamu baca langsung kata-kata narasi yang udah ditata sedemikian rupa.)

      Jadi daripada nyiksa dan ngebantai dan memperbudak keluarga Ushiromiya (walau dia bisa dibilang punya hak buat melakukannya), Beatrice sebenarnya berusaha menekankan pada Battler hal-hal berikut:
      1. Bahwa Battler sampai kapanpun punya peluang buat menang asalkan dia sungguh2
      2. Bahwa ada orang-orang tertentu yang akhir hayatnya selalu dengan cara-cara tertentu
      3. Bahwa anggota-anggota keluarganya, terlepas dari anggapan dan hubungan Battler terhadap mereka, selalu punya dilandasi motif masing-masing

      Motif Beatrice buat ngatur segalanya seperti yang di atas kemudian baru dipaparkan dalam cerita ep 5-8. Gampangnya, segala cerita pembunuhan yang dipaparkan dalam ep 1-4 sebenernya adalah semacam rekayasa sandiwara buat nutupin ‘sesuatu yang lebih besar.’

      Sesuatu yang lebih besar itu apa?

      Nah, itu yang kemudian berusaha dibawain dalam episode-episode yang mengetengahkan Ange. Sesuatu yang lebih besar itu adalah: ‘Apa sebenarnya yang terjadi di Rokkenjima, dan kenapa hampir semua anggota keluarga Ushiromiya enggak ada yang pulang?’ Soalnya, baik secara sadar maupun engga, sepanjang ep 1-4, kita kayak dialihin dari pertanyaan tersebut dengan pertanyaan-pertanyaan lain kayak ‘Siapa pelakunya?’, ‘Gimana caranya?’, ‘Apa benar para penyihir itu ada atau enggak?’

      Nah, di sini ceritanya mulai ribet karena ngangkat suatu teka-teki kayak mana yang duluan antara ayam dan telor. Nyebelinnya adalah karena teka-teki kayak gitu diangkat enggak cuma dalam satu hal aja.

      Tujuan Beatrice ngelakuin permainan itu gampangnya adalah buat ngingetin Battler bahwa ‘semua ini enggak nyata.’ Kenapa semua ini enggak nyata? Kalo itu ga nyata, lalu siapa Battler dan siapa pula Beatrice? Mana realita yang sebenernya? Kenapa Battler sampai harus diingetin?

      Jawabannya kurang lebih karena Battler yang asli udah lupa dirinya siapa.

      Jadi, semua permainan ini kayak semacem surat cinta dari Beatrice ke Battler buat ngingetin dia soal dirinya siapa. (Iya, mereka aslinya saling mencintai.)

      Kenapa bisa lupa? Kenapa harus lupa? Karena ‘kejadian sebenernya’ yang berlangsung di Rokkenjima (yang bener2 tragis dan enggak enak diceritain dan enggak tega kuspoiler di sini kecuali kau ntar maksa), yang kemudian berusaha ditutupinya demi keluarganya, terutama adik perempuannya yang tersayang, Ange.

      Nah, soal pertanyaan soal gimana Battler bisa ngelakuin itu dan dari mana Beatrice kemudian dateng ujung2nya jadi nyambung sama ada enggaknya para penyihir yang bisa mempermainkan realita. Dan pertanyaan itu enggak bener-bener bisa diketemuin jawabannya, karena kasusnya kayak ayam dan telor.

      • asli nh Anime sy sampe hrs nonton 2x biar ngerte ceritanya (maklum yg TV series, TL-nya rada krg bobot jadi terpaksa ambil dari gg yg ver. BD jadi lebih ngerti) meskipun pada akhir cerita masih byk tanda tanya (?),

        Jadi dari hsl pemaparan Admin, disimpulkan motifnya aslinya hanya utk ingetin si Battler siapa dirinya, berarti Battler yg “asli” ud tewas (lagi2 ada Battler 1,2, dst, spt permainan ruang antardimensi yg byk kemungkinan terjadi di masa depan)

        Daripada semakin penasaran jadi sy aga maksa dikit ke Admin, tolong ceritakan kejadian tragis, jika tidak ingin kena spoiler lebih dalam oleh pembaca sini mungkin Admin bisa PM ke FB ane utk pernjalsa rincinya XD

        Dan juga sy mau/ bahkan perlu tau dari pandangan Admin sendiri yg mungkin sdh menamtkan game-nya, Admin percayakah penyihir itu ada?

      • =_=

        Baiknya mulai dulu dari Beatrice itu aslinya siapa. Mohon diperhatikan bahwa ini versi cerita yang non-sihir.
        1. Beatrice adalah kekasih gelap Kinzo yang ditemuinya pada masa Perang Dunia kedua, saat dirinya ditugaskan sebagai tentara di Pulau Rokkenjima.
        2. Emas yang digunakan Kinzo untuk membangun kembali keluarga Ushiromiya berasal dari Italia–sekutu Jepang semasa perang.
        3. Emas berton-ton tersebut diloloskan dari Italia menggunakan kapal selam menyusul kekalahan Italia melawan Sekutu. (Perang Pasifik berakhir 2 tahun sesudah Perang Eropa)
        4. Emas dalam kapal selam tersebut hendak diamankan ke Jepang, tapi kapal selam bersangkutan kemudian terdampar di Rokkenjima akibat kerusakan mesin.
        5. Beatrice merupakan salah satu perwira (putri seorang pembesar kalau enggak salah) yang jadi salah satu awak kapal itu, dan dirinya sejak awal memang cantik.
        6. Kinzo, dengan latar belakangnya sebagai pedagang, berperan vital dalam menjalin komunikasi karena penguasaan bahasa asingnya. Kinzo dan Beatrice perlahan jadi dekat.
        6. Konflik kemudian terjadi antara tentara Italia dan Jepang, menyusul kekalahan Jepang dalam perang. Hanya Kinzo dan Beatrice semata yang bertahan hidup.
        7. Beatrice kemduian dinikahi Kinzo diam-diam, dan dicintainya sepenuh hati. Keberadaan emas Italia dirahasiakan tapi mulai gunakan sebagai modal untuk memperoleh kekuasaan.
        8. Beatrice meninggal dunia saat melahirkan anak pertamanya dengan Kinzo.
        9. Tekanan dari keluarga yang dialaminya seumur hidup, beban merahasiakan Rokkenjima, emas, dan Beatrice, beserta kematiannya, perlahan membuat Kinzo kehilangan kewarasannya.
        10. Anak perempuan Kinzo dan Beatrice dirawatnya diam-diam di Puri Kuwadorian. Pada titik ini, Pulau Rokkenjima telah Kinzo beli sebagai properti keluarga Ushiromiya.
        11. Kinzo mulai menganggap putrinya sebagai ‘reinkarnasi’ Beatrice yang telah wafat. Semakin miripnya Beatrice II dengan mendiang ibunya semakin meyakinkan Kinzo.
        12. Beatrice polos yang ditemui oleh Rosa tak lain adalah Beatrice II ini. Dalam kecelakaan yang kemudian menewaskannya, Beatrice II telah mengandung anak/cucu Kinzo.
        13. Beatrice II dipandang Kinzo sebagai reinkarnasi Beatrice yang telah kehilangan ingatannya. Anaknya dengan Kinzo kembali Kinzo pandang(?) sebagai reinkarnasinya yang baru.
        14. Bayi tersebut kemudian dipercayakan Kinzo kepada menantu sulungnya, Natsuhi.
        15. Rasa muak Natsuhi terhadap keadaannya dan kondisi keluarga mengakibatkan kecelakaan yang membuat bayi tersebut terjatuh dalam jurang. Kinzo kembali meratap.
        16. Diam-diam, oleh para pembantu, bayi tersebut berhasil diselamatkan. Namun demi Kinzo, identitas bayi tersebut dirahasiakan.
        17. Bayi itu kemudian dibesarkan dalam panti asuhan yang Kinzo kelola (yang disebut sebagai tempat asal Shannon dan Kanon).
        18. Menjelang dewasa, bayi tersebut direkrut sebagai pelayan di kediaman Rokkenjima. Tapi identitasnya tetap dirahasiakan dari Kinzo.
        19. Pada titik ini, bayi tersebut dikenal sebagai ‘Yasu’. Dalam dimensi alternatif di ep 6-7, dirinya dikenal sebagai Ushiromiya Lion, kakak Jessica.
        20. Jenis kelamin ‘Yasu’ tak pernah dibeberkan secara jelas. Diimplikasikan dirinya memiliki semacam kepribadian ganda. Diimplikasikan pula memiliki semacam ‘cacat biologis’.
        21. Saat tumbuh, ‘Yasu’ dekat (‘jatuh cinta’) dengan Battler, menumbuhkan kecintaannya terhadap cerita-cerita misteri.
        22. Yasu seorang diri berhasil memecahkan teka-teki tempat persembunyian emas di potret Beatrice. (melibatkan kanji dsb. agak susah dijabarkan dan terkait masa lalu Kinzo)
        23. Menjelang sekaratnya Kinzo, para pelayan membeberkan sepenuhnya identitas Yasu yang sebenarnya. Ini terjadi sebelum acara pertemuan keluarga tahunan.
        24. Yasu tampil sebagai Beatrice, dan Kinzo meninggal dunia dengan memohon pengampunan.
        25. Yasu kehilangan pegangan hidup. Dirinya tercabik antara muak, dendam, dan rasa balas budi terhadap keluarga Ushiromiya, sekaligus ‘cinta’-nya terhadap Battler.
        26. Selama waktu ini, karena persoalan keluarganya, Battler tak pernah datang ke Rokkenjima lagi, dan ini menumbuhkan rasa kehilangan Yasu.
        27. Battler yang telah berbaikan dengan keluarganya berencana untuk hadir dalam pertemuan keluarga Ushiromiya tahun ini. Adik tirinya, Ange, tak bisa hadir karena sakit.
        28. Kedatangan kembali Battler membuat Yasu memutuskan untuk memberi keluarga Ushiromiya kesempatan satu kali lagi. Kematian Kizno dirahasiakan dan ‘sandiwara’ lalu disusun.
        29. Pesan tantangan pencarian emas itu disampaikan pada saat makan malam.
        30. Terkait payung, Maria sebagai anak-anak belum mahir ‘mengenali’ orang. Karenanya, ia mengenali orang dari sikap orang tersebut, dan bukan dari apa yang ia lihat.
        31. Dengan bekerjasama, anak-anak Kinzo berhasil menemukan tempat rahasia tempat persembunyian emas itu. Di sana, mereka juga menjumpai Yasu/Beatrice.
        32. Yasu/Beatrice mempersilakan mereka untuk melakukan apapun yang mereka suka, karena Yasu/Beatrice merasa telah kehilangan segalanya.
        33. Diimplikasikan pada titik ini bahwa Battler sudah tak lagi mengenali Yasu karena lamanya mereka tak berjumpa. Karenanya Yasu/Beatrice merasa tak lagi punya alasan hidup.
        34. Bersama emas, anak-anak Kinzo menemukan pula konstruksi bom waktu untuk meledakkan seluruh Rokkenjima seandainya diperlukan.
        35. Konstruksi bom waktu tersebut rupanya merupakan sumber kegigihan dan kejeniusan Kinzo yang dulu ‘digunakannya’ setiap ia menemukan kesulitan atau tantangan.
        36. Meski awalnya sepakat untuk membagi emas tersebut secara adil dan rata, keserakahan kemudian menguasai masing-masing dari anak Kinzo.
        37. Diprakarsai oleh Kyrie, Rudolf dan Kyrie (ayah ibu Battler) dengan darah dingin membantai anggota-anggota keluarga mereka yang lain untuk menguasai emas tersebut.
        38. Ushiromiya Eva (ibu George), yang lolos dari pembantaian, didorong kehilangan dan dendam dan putus asa, memicu nyalanya konstruksi bom waktu.
        39. Eva menjadi satu-satunya orang yang bertahan hidup di Rokkenjima sesudah seluruh bangunannya hancur, dan memperoleh hak asuh atas Ange.
        40. Hubungan Ange dan Eva diwarnai banyak sekali rasa permusuhan.
        41. Selepas wafatnya Eva, Ange yang kini remaja memutuskan untuk menyelidiki kebenaran tentang keluarganya sendiri.
        42. Penyelidikan Ange membawanya menemukan nama ‘Hachijou Touya’, pihak yang menelurkan banyak sekali teori tentang kontroversi Rokkenjima.

        Hachijou Touya ternyata adalah pseudonim dari novelis misteri wanita Hachijou Ikuko. Berlawanan dengan keyakinan orang, Battler rupanya juga selamat dari pembantaian karena diloloskan oleh Yasu menggunakan perahu. Yasu konon meninggal dunia di tengah perjalanan, dan syok dan trauma menyebabkan Battler kehilangan ingatan. Cerita-cerita di tiap episode bisa dibilang sebagai buatan Ikuko bersama ‘Touya’ (nama yang Ikuko berikan untuk Battler) untuk membantunya menemukan kembali kepingan-kepingan identitasnya. (Bisa dibilang pada titik inilah para ‘penyihir’ kemudian masuk.)

        Perlu dicatat bahwa Yasu pulalah aktor yang memerankan banyak peran di dalam cerita, terutama peran sebagai Shannon sekaligus Kanon. (Berhubung Kanon adalah pecahan dari Shannon yang merupakan pecahan dari Yasu, karena itu pada setiap episode mayatnya dibuat tak pernah ditemukan.)

        Di akhir cerita, Ange baru berhasil menelusuri jejak Ikuko dan dipertemukan dengan Touya. Diimplikasikan bahwa kenangan Battler yang sebelumnya menghantui kepribadiannya sebagai Touya kemudian sirna, dan Touya bisa memulai kembali kehidupannya secara baru.

  3. Thx utk penjelasan yang “super”. Bener2 ampe tamat penjelasannya.
    Berkat ini sy tidak jadi men-DL VN-nya saking penasaran, meskipun bisa tp tetap tidak bakalan sempat memainkannya. (lol)

    Stlh sy otak-atik google utk telusuri lanjutan dari anime ini,
    maka timbul pertanyaan yg paling mendasar ada tidaknya keberadaan penyihir itu sendiri.

    Jika berdasarkan penjelasan yang ada di WIKI maka “Witch” dan “sorcerer” dlm cerita ini bisa dikatakan hanya
    berupa perwujudan dari emosi setiap karakter yang ada (?)
    (“All witches were either once humans who learned how to use magic, or manifested from human emotion”),
    berarti tidak benar adanya keberadaan witch/sorcerer di sini.
    Dan rangkaian kasus pembunuhan bisa dijelaskan secara gamblang siapa yang merencanakannya?
    Masalahnya jika itu hanya “ilusi” (andaikata dibilang begitu) maka Virgilia,Lambdadelta,dan Bernkastel itu bentuk perwujudan penyihir dari siapa?
    Apa benar mereka penyihir yang hidup lebih dari seribu tahun (?)

    Dan klo tidak salah dgn apa yg telah baca di forum2 pada eps 8 (eps penentu) ada opsi pilih trick/magic,
    yg dimana klo tidak salah jika pemain pilih trick maka si Battler tidak akan muncul (apa bener?)
    Dan pada eps 8 ini juga, setelah Si Batler ilang ingatan, lalu datang si Ange dan membawanya entah ke mana, lalu si Ange memperlihatkan pada si Batler lukisan Beatrice. Kemudian, si Batler melihat seluruh keluarganya yang
    seharusnya udah tewas beserta Beatrice, datang untuk membawanya pulang.
    Nah berarti semua kasus yg terjadi di pulau tsb hanya fiktif belaka (bisa dibilang begitu?) (dan apa benar itu?)

    Satu lagi klo boleh tau ini ulasan Admin, kenapa Admin mengatakan pada eps 6 itu mrpkn eps yg paling kontroversi.
    “Karena bentuk beserta perkembangan ceritanya,” bisa dijelaskan maksudnya?

    Maap jika bertanya terus-terusan, bahkan bukan review lagi ini namanya tapi ulasan lengkap (Full spoiiler, lol), maklum soalnya nh anime yg paling bikin sy penasaran :V

    • =_=

      Uuukh, gimana ngejelasinnya?

      Yah, buat yang jawaban pertanyaannya jelas dulu:
      Virgilia –> Kumasawa Chiyo
      Ronouve –> Genji Ronouve
      Stakes –> para pelayan ‘sempai’ Yasu di Rokkenjima
      Siesta –> mainan-mainan orkes kelinci Maria
      Gaap –> legenda roh penyembunyi barang yang sebelumnya ada di Rokkenjima yang jadi semacam teman khayalan Yasu

      Balik ke pertanyaan utama. Jadi, ceritanya, dalam Umineko ditekankan ada dua paradigma yang boleh kita ‘pilih’ soal para penyihirnya. Sesuai definisi yang ditetapkan di atas,

      “All witches were either once humans who learned how to use magic, or manifested from human emotion”

      Ada kata ‘or’ di sana. Jadi kurang lebih maknanya ada satu dari dua definisi yang dapat kita ambil untuk menjelaskan ‘penyihir’ itu maksudnya apa. Yakni apakah mereka manusia yang sungguh-sungguh mempelajari ‘sihir’ (definisi sihir di sini juga ada penjabarannya lagi) atau mereka sosok-sosok yang ‘diciptakan’ karena dorongan emosi yang kuat. Dalam konteks cerita Umineko, definisi yang pertama mengacu pada Yasu (Beatrice), Eva (Eva-Beatrice), Maria, Kinzo (Goldsmith), dan akhirnya Battler (BATTLER) (sebenernya ditambah oleh Featherine Augustus Aurora yang alter egonya adalah Hachijou Ikuko, tapi akan aku jelasin lagi soal ini). Sedangkan kalau mengacu pada definisi kedua Virgilia, Ronouve, Gaap, para Siesta, dll. digambarkan ‘tercipta’ oleh dorongan emosi kuat yang dimiliki Yasu/Beatrice. Mereka yang bersangkutan diciptakan oleh sosok-sosok lain dari suatu inidvidu lain. Kalimat definisi di atas bisa dianggap sebagai salah satu petunjuk bagi para pemain untuk mengungkap jati diri dan ‘sifat kejadian’ masing-masing dari mereka.

      Jadi, sang Endless Witch enggak bener-bener pernah hidup selama 1000 tahun, walau itu kembali tergantung pada keyakinan mana yang mau kita ambil.

      Nah, yang berusaha ditekankan dalam cerita Umineko bukanlah mana yang ‘bener’ di antara dua kemungkinan itu. Pesan yang ingin ditekankan adalah bahwa sebelum ada yang melakukan penyelidikan/menyingkap tabir, kedua kemungkinan tersebut sama-sama ‘bener.’ Konflik terbesar yang berusaha diangkat dalam cerita Umineko, lewat penggambaran karakter Ange serta pilihan akhir yang Bung David sebutkan di atas, adalah pertanyaan soal mana yang lebih baik di antara dua pilihan yang kira-kira begini:
      1. Tahu kenyataan kejam yang akhirnya jadi beban seumur hidup. (pilihan Trick)
      2. Menerima kenyataan palsu bahwa sesuatu telah terjadi, tapi sesuatu itu pasti kini telah tertuntaskan secara bahagia. (pilihan Magic)

      Ini ibarat pilihan apakah mau terus-terusan ngemasalahin masa lalu, atau move on dan mandang masa depan sesudah mutusin sebuah makna buat kejadian-kejadian yang udah lalu. Segala yang terjadi itu mungkin emang fiksi (aku bilang ‘mungkin’ soalnya ini masih ada implikasinya lagi). Tapi ada arti tertentu kenapa fiksi ini ada, sebagaimana yang bisa kita lihat dari sudut pandang Yasu, Maria, dan kemudian Battler. FYI, bila memilih pilihan pertama, Ange akan terdorong melakukan pembunuhan. Sedangkan pada pilihan kedua, Ange akan meninggalkan semua urusan Ushiromiya itu di belakang dan pergi menempuh hidup baru di mana ia mengasingkan diri.

      Aku sih nebaknya bahwa ini juga alasan soal kenapa kenyataan sebenernya tentang apa yang terjadi di Rokkenjima dan sesudahnya enggak pernah diungkap sepenuhnya sampai akhir cerita. Kita enggak bener-bener tahu kronologi sesungguhnya dari penyelidikan yang dilakukan Ange sesudah ‘pertemuannya’ dengan Bernkastel, misalnya.

      Nah, soal Bernkastel dan Lambdadelta…

      • Dalam cerita Umineko, disebutkan ada konsep ‘teritori’. Rokkenjima ceritanya adalah ‘wilayah’ (atau ‘latar cerita’) di mana Beatrice dan sosok-sosok ajaib lainnya terlahir dan berdiam. Jadi kira-kira definisi ‘sihir’ di teritori ini adalah kayak ‘gini’ dan para penyihir yang ada di sini adalah kayak ‘gini’.

        Tapi kalo kita ngeliat dari ‘dimensi’ yang lebih tinggi lagi, Bernkastel dan Lambdadelta sejak awal ditekankan sama-sama merupakan ‘voyager’, pengamat yang berasal dari dimensi (fragmen) lain. Disebutkan secara gamblang bahwa walau kekuatan mereka tak seberapa di teritori yang satu ini, kekuatan mereka aslinya jauh melebihi apa yang dimiliki Beatrice. Dengan kata lain, status mereka sebagai penyihir dan ‘sihir’ yang bisa mereka gunakan sejak awal agak ‘berbeda’ dari yang dipunyai Beatrice, Battler, dan karakter-karakter ajaib Rokkenjima lain. Mereka bisa kita pandang sebagai penyihir dalam artian sesungguhnya, atau bisa juga sebagai ‘rekaan’ dari seorang tokoh lainnya lagi.

        Jadi, sebenernya, mereka itu kayak dua tokoh yang aslinya emang enggak ada hubungannya dengan misteri di Rokkenjima. Tapi mereka disebutin ‘ada’ dan bahkan dikatain terlibat dalam penuntasan misteri cerita. FYI, bila kau belum tahu, kalau mengacu pada dialog di antara mereka berdua dan desain karakter yang keduanya miliki,
        Bernkastel –> Furude Rika
        Lambdadelta –> Takano Miyo
        (Harap diperhatikan bahwa ‘–>’ kumaksud sebagai ‘dilandasi’)
        Keduanya adalah karakter dari seri pendahulu Umineko, yakni Higurashi no Naku Koro Ni; yang sama-sama merupakan cerita misteri.

        Kalau aku boleh intepretasiin, berhubung sempat disebutkan bagaimana Bernkastel sempat ‘diperbudak’ nasibnya oleh Featherine Augustus Aurora (kembali mengacu pada Higurashi), dan bagaimana Hachijou Ikuko disebutkan sebagai pengkaji cerita-cerita misteri ternama, bisa jadi keduanya adalah rekaan Hachijou Ikuko yang ‘dimasukkan’ ke dalam cerita-cerita tentang Rokkenjima ini. Ikuko adalah peneliti cerita misteri. Lalu berhubung Umineko dan Higurashi terjadi dalam semesta yang sama, aku berasumsi Ikuko pun tahu tentang insiden di Hinamizawa yang merupakan latar cerita Higurashi–dan masuknya kedua karakter tersebut mungkin berasal dari sana.

        Patut diperhatikan juga adalah bagaimana suatu permainan kata pada nama ‘Hachijou Touya’, dalam hal ini, pseudonimnya bersama kepribadian baru Battler, bisa mengacu pada nama ‘Oyashiro-sama’ yang merupakan sebutan lain untuk karakter Hanyuu yang merupakan aspek supernatural di Higurashi. Sehingga berhubung cerita-cerita tentang Rokkenjima dikarang bersama oleh Touya dan Ikuko, mungkin ada kaitan lebih lanjut antara keduanya.

      • Oya, hampir lupa. Soal ep 6 itu bagiku bisa agak kontroversi itu adalah karena pada titik itu aku sepenuhnya ngeh kalau Umineko bukan soal siapa pelakunya.

        Sebagai tambahan, masuknya karakter Willbur Wright dan Delanor A. Knox juga berasal dari soal rekaan orang lain tersebut.

  4. Okay, first of all, thank you for the lengthy explanation
    and u got my true indonesian name, Admin (niceee)

    Kesan sy pertama nonton ini adalah sgt berbeda 180 derajat (bisa diblang begitu) dgn pendahulunya yakni Higarushi dimana potongan
    dalam Arc Question terjawab tuntas dalam Ars Answer dgn akhir2 Ending yg berbeda2 pada tiap ARC answer-nya, jd dgn mudah dipahami siapa dalang semua ini (Si Takano Miyo otak semua ini)
    dan penjelasan siapa sosok Hanyuu bisa diketahui yakni dewa penjaga (klo ga salah sebut),di mana Furude Rika bersama Hanyuu menelusuri 1 dimensi ke dimensi lain utk mengetahui+menghentikan serangkaian kasus yg terjadi di Hinamizawa

    Sementara Umineko berdasarkan penjelasan Admin dan sy obrak-abrik google ttg anime ini,
    tidak dijelaskan dgn rinci siapa otak/dalang semua ini, spt yg situ bilang klo umaneko ini lebih ditekankan pada penafsiran SANG PEMBACA/PEMAIN VN ats kasus yg telah terjd dan diungkap ke permukaan.
    Makanya ampe skrg kesan sy utk Umaneko masih “terombang-ambing”

    Jadi yg hanya bisa sy simpulkan/tangkap adalah otak/pelaku dari rangkaian kasus pembunuhan ini tidak lain adl “ORANG TUA BATTLER” sndiri yakni Si Rudolf dan Kyrie, motif keserakahan pada harta ,
    itu pun sy TIDAK TAHU pada eps/arc brp terungkap/dijelaskan krn tidak dijelaskan oleh Admin. Dan utk penyihir ada tidaknya klo menurut sy itu hanyalah fiktif berdsr emosi seseorang yg dimunculkan, sementara klo itu adalah manusia
    yang bisa ilmu sihir mungkin itu hanya dari karangan novel misteri yg dimunculkan Si Ikuko. Satu lagi, penceritaan kasus pembunuhan yg ada di anime ini, menurut saya hanya berupa flashback dari ingatan masa lalu SI Battler yang
    terbagi2/terpecah2 dalam beberapa bagian/skenario pembunuhan yg ujung2-nya tersangkanya tidak lain “ORANG TUANYA BATTLER”, yg gunanya utk mengingatkan kembali apa yg sudah terjadi di pulau tsb kepada Battler.

    Utk menutup ini terakhir, comment/pertanyaan yg sebelumnya sy lontarkan yakni saat “si Ange memperlihatkan pada si Batler lukisan Beatrice. Kemudian, si Batler melihat seluruh keluarganya yang seharusnya udah tewas beserta Beatrice, datang untuk membawanya pulang.” itu apakah benar adanya?????

    TQ

    • (Hah? Eeeh, namamu kecantum dalam emailmu. ^^a
      Alamat email otomatis muncul bagi siapa aja yang ninggalin komen. Lebih suka kalau aku apus aja?)

      Menjawab pertanyaanmu yang terakhir, penjelasannya kira-kira gini. Hachijou Tohya adalah Battler yang kehilangan ingatan sesudah ia ditemukan oleh Ikuko. Sepanjang waktu dia kehilangan identitasnya sendiri, dia memunculkan kepribadian baru sebagai ‘Tohya’. Kemudian dia ngerasain kekhawatiran kalau sewaktu-waktu kepribadiannya yang sekarang bakalan ‘tertelan’ saat kenangan-kenangannya yang lama sebagai Battler secara perlahan muncul kembali. Adegan yang kau sebut di atas itu semacam metafora yang menyebut bahwa roh Battler dalam diri Tohya akhirnya telah ‘berpulang’ ke tempat keluarganya berada dan Tohya kini bebas memulai kehidupannya lagi dari awal. Ange juga dengan demikian memenuhi pengharapan terakhir Battler untuk menanggalkan penderitaannya dan memangku gelarnya sebagai penyihir terakhir dari Mariage Sorcerie.

      Eniwei, kesanku sendiri waktu ngikutin Umineko juga kurang lebih sama. Aku butuh waktu lumayan lama buat ngeh soal apa sebenarnya yang cerita ini maksud. Intinya emang jadi bukan ke soal siapa sebenarnya pelakunya tapi lebih ke apa sebenarnya yang terjadi (apalagi mengingat pelaku di tiap episode bisa beda-beda sesuai logika perkembangan cerita).

      Pembeberan kejadian sebenarnya(?) dari yang terjadi di Rokkenjima diceritakan pada epilog (TIPS) ep 7, Requiem of the Golden Witch, yang tokoh utamanya Willard H. Wright dan Ushiromiya Lion. Bahkan waktu aku ngikutin pun, aku masih setengah enggak percaya apa itu kejadian sebenarnya atau bukan. Tapi kesemuanya emang nyambung dengan hasil akhir setiap babak dan ngejelasin motivasi dari banyak karakter, terutama permusuhan yang kemudian tumbuh di antara Eva dan Ange.

      Sebenernya, episode-episode pendahulu itu enggak bener-bener bisa dikatakan flashback sih. Mungkin lebih kayak perekayasaan ulang? Lalu soal penyihir beneran berperan dalam hasil akhir ini apa engga, yah, mungkin iya dan mungkin juga tidak.

      Tapi sudahlah. Hahaha. Intinya kurang lebih gitu.

  5. Tidak masalah, terserah Admin

    Well, statement diakhiri lagi dgn percaya magic ato tidak kembali(he8)

    Ntah nh perasaan sy doank, ato ga semua anime sy tonton (lol), sptnya anime yg menampilkan scra eksplisit
    pembunuhan/penyiksaan karakter dgn sadis msl dgn anggota tubuh yg kepotong2 sdh aga jarang terliad terutama setelah peralihan ke tahun 2010 baik genre action, detective, thriller, dll.
    Sebelumnya byk anime2 lawas dgn penayangan spt itu, kea Elfen lied, claymore, Gantz, Himitsu The Revelation, Higarushi No Naku, Mouryou No Hako,dan Umineko no Naku sndri,
    dan hmmm… msh adakah yg belum sy disebutin (?).

    Klo pun 2 tahun terakhir ini ada plg Blood-c yg plg sadis sisanya rada STD kea Highschool of the dead, mirai nikki, another.

    Saya ada dikit saran aja, klo review anime cobalah ulas jg anime lawas, klo ada waktu ^_o

    Sekian

    • Uh, ahaha, sebenernya tujuan awal blog ini emang buat ngulas hal-hal lawas. Makanya dikasih judul kayak gitu. Tapi ya sudahlah.

      Thanks juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: