alfare

Another

In anime on 28/03/2012 at 10:14

Sebenarnya, aku bukan penggemar horor sih. Tapi aku mengikuti Another (bahasa Inggris: ‘yang lain’) pada musim dingin 2011-2012 lalu. Seri anime ini diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Ayatsuji Yukito oleh studio animasi P.A. Works yang pada beberapa waktu sebelumnya, lumayan menarik perhatian dengan seri drama Hana-saku Iroha.

Novelnya sendiri pertama terbit sebagai cerita bersambung pada majalah Yasai Jidai milik penerbit Kadokawa Shoten, antara jilid Agustus 2006 sampai Mei 2009. Versi kompilasinya diterbitkan dalam dua versi, tankoubon pada Oktober 2009, dan bunkobon pada September 2011 dengan disertai gambar-gambar ilustrasi yang dibuat oleh Noizi Ito (desainer karakter untuk seri Suzumiya Haruhi serta Shakugan no Shana). Desain karakter untuk versi animenya dibuat berdasarkan desain yang dibuat olehnya.

“Siapakah yang mati?”

Alur cerita Another dimulai pada tahun 1972 di sebuah kota dusun kecil bernama Yomiyama. Seorang murid sangat populer bernama Misaki dari kelas 3-3, SMP Yomiyama Utara, tiba-tiba saja meninggal dunia. Entah atas ide siapa, teman-teman sekelasnya dengan didorong rasa kehilangan mulai menjalani sisa tahun ajaran mereka dengan berlaku seolah-olah Misaki masih hidup. Itulah awal mula dari fenomena kematian misterius yang selanjutnya melanda kelas 3-3 setiap tahun.

Maju ke tahun 1998, seorang murid baru bernama Sakakibara Koichi pindah sekolah dari Tokyo ke Yomiyama untuk tinggal bersama keluarga kakek-neneknya, sementara ayahnya tugas kerja di India. Koichi ceritanya memiliki kelainan paru-paru (pneumothorax) yang membuatnya harus di rumah sakit pada minggu-minggu awal tahun ajarannya, dan hal ini menimbulkan komplikasi sehubungan dengan fenomena yang melanda kelas 3-3 yang ternyata dimasukinya.

Memasuki sekolah, Koichi dilanda keheranan saat menjumpai atmosfer aneh yang melanda ruang kelasnya. Kelas 3-3 seakan dipisahkan secara khusus dari kelas-kelas yang lain. Menjalani pelajaran olahraga mereka tak bersama murid-murid kelas lain. Lalu siapapun yang Koichi mintai keterangan tampak enggan menjawab. Terutama seputar bagaimana mereka mengabaikan salah seorang teman sekelas mereka, seorang gadis misterius bernama Misaki Mei yang memiliki eye patch di mata kirinya, yang pertama Koichi secara kebetulan jumpai saat dirawat di rumah sakit dulu…

“Aku bisa melihat warna kematian.”

Lebih baik aku enggak cerita lebih banyak. Soalnya salah satu daya tarik anime ini adalah pada bagaimana kita, bersama Koichi, sedikit demi sedikit memahami situasi yang terjadi.

Inti cerita Another adalah seputar bagaimana Koichi dan teman-teman sekelasnya berupaya menemukan cara untuk lolos dari fenomena kutukan kematian aneh yang melanda kelas 3-3. Ceritanya, akibat perbuatan para murid kelas 3-3 angkatan tahun 1972 dalam menganggap Misaki yang sudah wafat masih ada, kelas 3-3 SMP Yomiyama menjadi lebih dekat ke ‘kematian’ daripada semestinya. Hal ini mengakibatkan fenomena aneh yang menghadirkan salah seorang ‘warga kelas yang telah mati’ kembali ke antara mereka, menjadikan jumlah warga yang ada menjadi ‘lebih banyak’ daripada semestinya. Jumlah yang lebih banyak dari semestinya ini mendorong alam(?) untuk mengurangi jumlah itu kembali, mengakibat terjadinya kecelakaan dan kematian beruntun sepanjang tahun dengan cara yang aneh gitu. Mirip seperti yang ada di film Final Destination. Dengan korban-korbannya meliputi para warga kelas dengan salah seorang kerabat mereka.

Menariknya, ingatan seluruh warga Yomiyama (dalam satu kota!) akan ‘termodifikasi’ begitu fenomena ini dimulai, membuat semua orang tak lagi bisa membedakan siapa di antara mereka yang sesungguhnya telah ‘mati’. Bahkan orang yang ‘mati’ pun mungkin tak sadar bahwa dirinya sebenarnya sudah mati. Hanya petunjuk-petunjuk tersamar dari detil-detil ingatan yang tidak sinkron yang mereka punya saja yang menjadi petunjuk akan adanya sesuatu yang tak beres. Barulah sesudah tahun ajaran berakhir, ingatan mereka akan kembali seperti semula, dan segala kenangan yang berhubungan dengan teman mereka yang sebenarnya mati itu akan terhapus.

Di awal cerita, dikisahkan bahwa telah ditemukan suatu cara untuk mengatasi fenomena kematian ini, yang meski tak selalu efektif, merupakan satu-satunya cara yang saat itu mereka punya. Pokoknya, segalanya jadi seputar kerahasiaan, hubungan antar orang, dan misteri masa lalu. Tentang siapa di antara teman-teman sekelasnya yang bisa Koichi percaya. Tentang siapa Misaki Mei sesungguhnya, dan kenapa seolah hanya dirinya seorang yang bisa melihatnya. Lalu tentang petunjuk-petunjuk yang bersemayam di rumah keluarga kakek-nenek Koichi sendiri. Dari sanalah, cerita Another kemudian bergerak.

Anamnesis

Berbicara soal teknis, Another sebenarnya tak terlalu menonjol. Visual latarnya sangat keren, dengan warna-warna gelap dan tajam. Nuansa retro tahun 1998 yang dihadirkan di Yomiyama benar-benar sangat terasa. Hanya saja, desain karakter Noizi Ito menurutku agak kurang cocok untuk latar horor. Kesannya agak terlalu manis, dan kurang memiliki sisi gelap seperti konsep yang diusung adaptasi anime Higurashi no Naku Koro ni, misalnya. Dalam adegan-adegan dinamis, pergerakan karakternya juga jadi sedikit terkesan kurang alami. Seakan mereka hanya bisa melakukan pergerakan tiba-tiba, tanpa bisa mengalir.

Sebenarnya, ada sedikit perdebatan soal desain ini juga. Sebagian penggemar sebenarnya lebih menyukai desain karakter yang dibuat Kiyohara Hiro dalam versi adaptasi manganya, yang diserialisasikan antara Mei 2010 sampai Januari 2012 di majalah Young Ace Kadokawa Shoten. Tapi kurasa pihak studio animasi akhirnya merasa bahwa di samping gaya gambar Ito sejak awal lebih dikenal, desain karakter beliau memang merupakan desain karakter yang orisinil untuk seri ini.

Pergerakan karakter yang agak kayak boneka itu entah secara kebetulan atau gimana, memang sinkron dengan tema ‘boneka’ yang dimiliki seri ini. Dikisahkan, ibu Misaki Mei yang sangat misterius merupakan seorang pengrajin boneka, dan itu ada hubungannya dengan mata kiri Mei yang tertutup eye patch. Di episode-episode awal, bahkan ada frameframe animasi yang secara acak tiba-tiba menampilkan gambar boneka bersama setiap pergantian adegan. Tapi mungkin karena dirasa mendistraksi perhatian pemirsa, meski menyeramkan, frame-frame boneka tersebut nampaknya diputuskan untuk disingkirkan.

Dari segi suara, anime ini benar-benar tak ada masalah. Lagu pembukanya dibawakan oleh Ali Project. Jadi bisa kau bayangkan nuansa seramnya. Lagu penutupnya sendiri buatku serasa menghanyutkan.

Dari segi eksekusi, ada beberapa bagian yang terkesan lemah akibat plot ceritanya yang memang dimulai dengan lambat. Ada banyak karakter yang terlibat, dan kerap kali kita akan kesulitan mengingat detail mengenai tiap karakter. Tapi ceritanya benar-benar masih bisa diikuti. Lalu meski pembangunan suasananya masih bisa lebih baik, adegan-adegan horornya memang menakutkan.

Soal plotnya sendiri, sebenarnya Another memiliki pola perkembangan cerita yang klasik. Ada cara pemaparan karakter yang agak aneh dan terasa kurang wajar. Cuma mungkin karena dibawakan secara baik, dan sudah lama tak ada cerita macam begini juga, nuansa klisenya jadi tak terlalu kentara. Ceritanya benar-benar lambat sih. Tapi soal itu kurasa tak bisa diapa-apakan lagi.

Mengikuti 12 episode Another membuatku benar-benar bisa menghargai upaya pembuatnya untuk menyajikan horor. Aku juga jadi harus mengakui kalau seri Higurashi no Naku Koro ni yang kutonton dulu benar-benar merupakan salah satu anime horor misteri terbaik yang pernah ada dan sulit tersaingi hingga hari ini. Agak disayangkan juga karena meski Another memiliki desain karakter tak kalah menarik, kita kurang kesampaian untuk bisa mengenal para tokoh yang ada serta hubungan di antara mereka secara lebih mendalam.

Penilaian

Konsep: B+; Visual: B+; Audio: B; Perkembangan: B; Eksekusi: B+; Kepuasan Akhir: B+ Jawab: bibinya.

Iklan
  1. Saya suka anime ini, walaupun awal2nya agak lambat. Boneka2nya emang nakutin.

    “Sebagian penggemar sebenarnya lebih menyukai desain karakter yang dibuat Kiyohara Hiro”
    Termasuk saya. Artnya Kiyohara-sensei cantik abis.

  2. aku masih terhenti di episode 4.. karena berbagai alasan, aku memilih menunggu sampai tamat saja baru kutonton daripada mengikuti per minggu, 🙂
    dan minggu depan br bisa nonton, T_T

    • Kupikir emang lebih asik gitu. Apalagi kalo ngeliat pola cerita Another yang emang terus menanjak. Nikmatilah, soalnya agak ga jelas kapan bakal ada anime horor lagi yang lumayan.

  3. wedehh.. baru sadar udah ada reviewnya disini..

    orangnya cakep-cakep(baca: cantik) semua, agak kurang pas emang kalo buat horor. Misaki Mei-nya kurang ‘serem’ kalo menurut gw. tapi dari sisi ceritanya, emang bener-bener cukup buat ‘cuci otak’ yang nonton sih, tapi kurang berasa horor kalo gak didukung musiknya, dan di film ini menurut gw udah ‘horor’ abis musiknya.. kekurangan pada art karakter bisa ketutup sama ‘horor’nya sound musik yang disajikan. 🙂

    • iya ya. kalo diliat dari segi itu, musiknya ngasih sumbangan yang kuat.

      (aku beneran jadi berharap suatu waktu bakal ada anime horor yang bisa nyamain higurashi)

  4. serem ya emang nya seperti Ap sih film gue mau lihat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: