Macross Frontier: Wings of Goodbye

Aku baru nyadar bahwa aku belum menulis apa-apa tentang ini. Padahal sudah ada beberapa bulan berlalu semenjak aku memeriksanya.

Macross Frontier: Sayonara no Tsubasa, adalah film layar lebar kedua yang mengadaptasi seri televisi Macross Frontier. Keluar di tahun 2011 dan masih diproduksi oleh studio Satelight, film ini melanjutkan cerita dari film sebelumnya (Itsuwari no Utahime) setelah penantian selama dua tahun.

Lamanya masa produksi film ini langsung bisa dimaklumi begitu kita melihat adegan pembukanya (yang lagi-lagi merupakan adegan konser dari sang heroineSheryl Nome). Animasinya, sekali lagi, benar-benar memukau. Adegan-adegan konsernya, seperti di film sebelumnya, secara aneh benar-benar menjadi highlight animasi dari film ini, dengan efek-efek holografik dan tiga dimensi yang gila. Baik Ranka Lee maupun Sheryl secara seimbang sama-sama mendapat porsi tampil mereka sendiri. Lalu mengikuti tradisi Macross pula, adegan-adegan nyanyi ini diselingi dengan intensnya pertempuran mecha-mecha Valkyrie. Tapi level ‘gila’-nya ini sudah lebih meningkat dibandingkan sebelumnya. Ini semua tentu masih didukung oleh musik yang secara apik telah dibangun oleh Yoko Kanno.

Soal ceritanya sendiri, agak berbeda dibandingkan film pertama, ada lebih banyak elemen dari seri televisinya yang masuk. Meski plot yang diusung memang sama sekali berbeda, aku tetap agak terkejut dengan semua kemiripan ceritanya, karena kusangka film ini akan mengambil arah perkembangan cerita yang lebih berbeda. Ditambah lagi, dengan gaya penyampaian ceritanya yang lebih dipadatkan, aku merasa ceritanya jadi agak lebih susah dicerna oleh mereka-mereka yang sebelumnya tak mengikuti seri televisinya. Ada banyak banget hal yang berusaha diliput oleh ceritanya dalam durasi yang sama dengan film sebelumnya. Karena itu, penyelesaian cerita di film ini mungkin bakal bikin sebagian di antara kalian merasa agak aneh…

Tiga Bulan Kemudian…

Pergelutan awak-awak armada kapal penjelajah Macross Frontier melawan serangan berkala dari makhluk asing misterius Vajra terus berlanjut. Kerusakan yang mereka alami dalam serangan sebelumnya telah bisa diperbaiki. Alto Saotome masih bertahan sebagai pilot di organisasi paramiliter S.M.S.. Tapi sebagian misteri tentang keberadaan Vajra mulai terungkap saat sampel organik dari mereka telah berhasil didapatkan lab-lab yang berhubungan dengan Leon Mishima. Pembeberan susunan tubuh Vajra serta kaitan mereka dengan kristal-kristal fold quartz turut diiringi dampak terhadap sejumlah hal: potensi yang dapat didapat dari penelitian tubuh mereka, suatu konspirasi besar lintas ruang dan waktu untuk memperoleh kekuasaan, masa lalu Ranka, serta penyakit misterius yang secara perlahan menggerogoti tubuh Sheryl.

Agak… susah menceritakan isi film kedua ini secara runut. Soalnya ada begitu banyak hal yang dibahas. Misteri Vajra; konspirasi manajer Sheryl, Grace O’Connor, serta sejumlah orang tertentu yang berasal dari Macross Galaxy; rencana Leon untuk mengkudeta presiden dan merebut kekuasaan N.U.N.s; serta tentunya, penuntasan jalinan cinta antara Alto, Sheryl, dan Ranka.

Satu pujian besar yang patut diberikan terhadap film ini adalah arah perkembangan ceritanya yang memang menarik. Memang sisi anehnya tetap ada di beberapa bagian. Tapi hei, seri Macross memang seperti itu. Pujian besar lainnya adalah bagaimana semua bahasan di atas benar-benar berhasil digarap dan dituntaskan, terutama soal hubungan cinta segitiga itu. Ada banyak adegan yang jelas-jelas memiliki dampak besar, tapi hanya diceritakan, dan selanjutnya diselesaikan, dalam durasi beberapa menit. Kesannya luar biasa terburu-buru, tapi ini didukung oleh visualisasi dan audio yang wah. Karenanya, meski perkembangan yang para karakternya alami hanya berlangsung sesaat, dampaknya sudah bisa lumayan kena asalkan kau menyimaknya baik-baik.

Hmm, aku enggak yakin harus mengatakan apa lagi. Intrik dan misteri yang ditampilkan di film ini masih sama dengan yang ada di seri TV. Jadi kau takkan menemukan jawaban yang berbeda untuk semua itu. Tapi kalau bicara soal romansanya sih, film ini memang memaparkan sejumlah baru yang menarik.

Intinya, kalau kau menyukai seri TV Macross Frontier dan ingin lebih, film ini dan film pendahulunya memang menjadi sesuatu yang layak tonton. Apalagi bila ada detil cerita tersamar di seri TV-nya yang belum terlalu kau pahami.

Eh? Soal adegan-adegan mechanya sendiri? Hmm. Seru sih. Luar biasa halus animasinya. Tapi… uh, gimana ya? Ahahahaha, aku agak dibuat aneh oleh penyelesaian pertempuran terakhirnya.

(Akhirnya, Sheryl yang dipilih Alto. Tapi…! *dilempar sendal*)

Penilaian

Konsep: A-; Visual: S; Audio: A+; Perkembangan: A; Eksekusi: B; Kepuasan Akhir: A-

Iklan

One Trackback to “Macross Frontier: Wings of Goodbye”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: