B Gata H Kei

Mungkin karena aku sedang stres, tapi belum lama ini aku membaca keseluruhan manga B Gata H Kei karangan Yoko Sanri sampai tamat.

Karena temanya yang lumayan ‘dewasa’ dan sensitif sama norma sekaligus eksplisit, aku merasa aman untuk berasumsi bahwa seri gag comedy ini tak mungkin diterbitkan di sini. Di negeri asalnya, seri ini merupakan rangkaian komedi empat kotak untuk demografi seinen yang sempat diadaptasi ke bentuk anime beberapa waktu lalu. Sama kasusnya dengan anime-nya yang beberapa bulan lalu sempat kubahas, aku enggak sepenuhnya yakin tentang apa persisnya daya tarik seri ini yang membuatku sampai membacanya.

Buat yang belum tahu, ceritanya adalah seputar bagaimana seorang gadis remaja SMA sangat cantik yang hanya kita ketahui bernama Yamada, yang semula bercita-cita untuk mempunyai 100 sex friend, merasa menemukan pasangan pertama idealnya (maksudnya, sama-sama belum berpengalaman) dalam diri teman sekelasnya, remaja lelaki polos dan culun bernama Kosuda Takeshi (jujur saja, bahkan nama orang ini pun susah diingat saking datarnya). Namun seiring dengan waktu, upaya-upaya pendekatan Yamada yang selalu berpikiran ngeres terhadap Takeshi mulai berubah menjadi sesuatu yang lain…

Sesuai yang kuharapkan, dibandingkan anime-nya yang hanya mencakupi sekitar dua pertiga cerita, manga-nya menjabarkan lebih jauh tentang hubungan antara mereka berdua. Yang agak mengejutkanku juga, cakupan ceritanya meliputi rentang waktu tiga tahun selama Yamada dan Kosuda menjalani masa SMA mereka. Rupanya seri B Gata H Kei yang terdiri atas bab-bab pendek ini diserialisasikan lumayan lama di majalah Young Jump yang merupakan media asalnya. Dan di samping soal Yamada dan Kosuda, lebih jauh tentang teman-teman mereka juga diceritakan dalam versi manganya, dan mereka tak jadi hanya sekedar tempelan seperti di anime-nya.

Ceritanya masih eksplisit dengan banyak adegan berbahaya. Tapi karena digambar dengan gaya lelucon, efek berbahayanya kalah jauh dibandingkan anime-nya dan buatku menjadi lebih gampang diterima. Ceritanya juga banyak membahas seputar arti cinta dan hubungan antar pasangan. Sama seperti animenya, masih banyak pula perkembangan situasi yang absurd di dalamnya. Tapi bagi mereka yang sempat mengikuti animenya dan penasaran soal apakah Yamada dan Kosuda pada akhirnya berhasil ‘melakukannya’ atau tidak, versi manga ini benar-benar memiliki semua jawaban yang kau harapkan. Di samping itu, pada sepertiga akhir cerita, Kosuda dan Yamada sama-sama mendapatkan porsi perkembangan karakter yang lumayan besar dan sama-sama berubah menjadi orang lebih baik.

Yah, meskipun demikian, aku tetap merasa sudah membuang-buang waktuku dengan membaca ini sih. Apalagi dengan jenis isinya, seri ini tak akan menjadi sesuatu yang kusarankan. Tapi memang ada sesuatu dalam ceritanya yang secara berbahaya bisa bikin kita penasaran sekaligus gregetan. Mungkin akunya yang kolot, tapi ada banyak elemen ceritanya yang juga agak membuatku terganggu dan mengangkat alis. Tapi sudahlah. Lebih dari itu kurasa tak perlu dibahas.

Iklan
Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: