Negative Happy Chainsaw Edge

Beberapa tahun lalu, aku ngelewatin fase hidup di mana aku lumayan kacau. Aku ngalamin depresi gila-gilaan. Kondisi psikologisku labil. Kuliahku berantakan. Singkatnya, aku ngalamin apa yang kemudian aku tahu disebut sebagai nervous breakdown.

Di sepanjang masa itu, aku berusaha nyari jawaban atau solusi yang bakal bisa mengeluarkanku dari semua… ‘kegelapan’ itu. Semacam contoh atau cerita yang bisa kuambil hikmah dan pelajarannya. Dan mungkin keadaan inilah yang kemudian mendorongku menjadi seorang penggemar anime, karena waktu itu, itu satu-satunya bentuk hiburan yang kupikir ‘tak tolol’ dan juga ‘tak menggurui’.

(Ya, aku tahu alasannya agak parah. Tapi dengerin dulu.)

Jadi, aku mulai nonton banyak seri drama bagus yang ngingetin aku tentang makna kehidupan dan cita-cita, macam Planetes dan Mahou Tsukai ni Taisetsuna Koto. Di samping ngebaca komik-komik shonen dalam jumlah luar biasa banyak.

Tapi dari semua seri drama itu, enggak ada yang ngasih pelajaran yang kubutuhin sejelas seri drama NHK ni Youkosou!, yang diangkat dari novel karya Tatsuhiko Takimoto yang berjudul sama. Seri ini lagi terkenal-terkenalnya pada masanya, dan rasanya sesudah itu tamat, aku dibuat kayak pengen nemu cerita lain yang ngangkat tema kurang lebih serupa.

Salah satu jawaban yang kudapat waktu itu hanyalah cerita pertama Tatsuhiko-sensei sebelum beliau mulai menulis NHK ni Youkosou!;  novel drama remaja berjudul Negative Happy Chainsaw Edge.

Aku nemu manga-nya yang dibuat oleh… aku lupa siapa, yang hanya terdiri atas dua volume, di beberapa situs baca online.

Mempertimbangkan unsur agak dewasa yang NHK ni Youkoso! miliki, aku berharap Negative Happy Chainsaw Edge yang mengetengahkan anak-anak SMA bisa lebih gampang diterima di sini dan akhirnya diterbitkan secara legal. Tapi, ternyata, begitu ngebaca sendiri, komik ini sama parahnya karena kadar fanservice-nya yang beneran berlebih.

Tapi bobot ceritanya… sama, gitu. Dan makanya aku enggak bisa nyangkal bahwa aku menemukan ‘seri lain’ yang aku cari.

“Maaf, aku enggak bisa menyusulmu dulu.”

Jadi, ceritanya tentang gimana seorang remaja lelaki bernama Yosuke Yamamoto berusaha menemukan kembali arti hidupnya, sesudah depresi berkepanjangan yang ia rasakan akibat wafatnya sahabat dekatnya, dengan membantu Eri Yukizaki, gadis sebayanya yang ia kenal secara kebetulan, dalam melawan Chainsaw Man yang misterius.

Jadi si Chainsaw Man ini (yang sesuai namanya, bersenjatakan gergaji mesin), untuk suatu alasan yang tak Eri pahami, mulai mengejarnya dari waktu ke waktu. Dan untuk suatu alasan yang tak bisa dijelaskan, Eri juga jadi memiliki kemampuan super yang memungkinkannya mengimbangi si Chainsaw Man ini! Berupa tenaga yang hebat, kemampuan melompat setinggi gedung, serta kelincahan memainkan pedang. Tapi meski Chainsaw Man ini berhasil Eri bunuh berulangkali, dari malam ke malam ia selalu muncul lagi!

Yosuke ceritanya terkesima akan bagaimana Eri mempertaruhkan hidupnya secara rutin. Dan ia memutuskan bahwa dengan menjadi sidekick Eri, dirinya akan kembali bisa menemukan arti hidup!

“Aku mencoba tertawa, tapi tak bisa… Pada malam dingin di bulan Desember itu…”

Cerita yang sangat aneh ini, seperti halnya NHK ni Youkoso!, sebenarnya juga berkutat tentang bagaimana seorang protagonis yang mengalami dilema dalam hidup berusaha bangkit dari kenegatifannya dan… yah, hidup. Dan hal tersebut dalam cerita ini dijelaskan bagaimana si Chainsaw Man sebenarnya merupakan bentuk manifestasi segala kesedihan dan keputusasaan Eri.

Novel aslinya terbit tahun 2001, dengan ilustrasi yang dibuat oleh Yoshitoshi ABe (Serial Experiments Lain, NiEA Under 7), sama halnya seperti tiga light novel Tatsuhiko-sensei yang lain. Tapi perhatian terhadap seri ini baru muncul di pertengahan dekade 2000an, ketika manga yang saya sebutkan di atas dibuat, serta diadaptasinya cerita ini menjadi sebuah film layar lebar yang disutradarai Takuji Kitamura, dengan Hayata Ichihara sebagai Yosuke dan Megumi Seki sebagai Eri.

Bicara soal manga-nya, meski dihiasi dengan pantyshot lumayan banyak, narasi berat dari novelnya masuk dan memang pesan dan nuansa kesendiriannya tersampaikan—meski mungkin dalam bentuk yang agak superfisial.

Tapi bicara soal film layar lebarnya, itu kasus yang lain sama sekali. Filmnya itu seperti sebuah film tokusatsu yang mengetengahkan drama kehidupan ga jelas, dengan banyak kilas balik dan monolog, yang mungkin enggak akan bisa dipahami oleh sebagian orang. Tapi bagi mereka yang bisa nikmatin, kurasa film ini memang ‘kena’. Terus filmnya jadi menarik bukan cuma karena adegan-adegan aksinya yang penuh efek, tapi juga perbedaan cara intepretasi tentang orang seperti Yosuke dan Eri. Meski cerita yang mereka lewati sama, mereka karakter yang berbeda di film ini, dan mungkin karena itu film ini akan menjadi bentuk yang paling kusukai dari cerita ini. (aku juga belum nonton sih, baru denger-denger pendapat teman aja, ahaha… gimanapun seri ini enggak terlalu dikenal)

Eniwei, terlepas dari plotnya yang ga jelas, Negative Happy Chainsaw Edge itu berakhir dengan jadi kayak semacam ‘pengingat’ bagiku. ‘Kalo kamu enggak kepengen jadi menyedihkan kayak gini, syukuri apa yang kamu punya sekarang dan terus usaha buat jadi lebih baik!’ Breakthrough akan selalu diperlukan sih, tapi breakthrough itu enggak akan pernah kamu capai tanpa adanya harapan. Oh, dan ya, ceritanya pada dasarnya emang tentang cinta, persahabatan, dan arti kenangan.

Ditambah lagi, lagu tema untuk film layar lebarnya yang berjudul ‘Be Free’ dari grup GReeeeN adalah lagu yang benar-benar keren.

Rasanya aneh juga karena tema-tema cerita macam ini jarang-jarang diangkat lagi, padahal keadaan dunia sekarang tak bisa dikatakan telah menjadi lebih baik.

(membaca lagi dari atas, aku bener-bener ngerasa telah lagi-lagi ngebuat sebuah postingan gaje)

Iklan

8 Komentar to “Negative Happy Chainsaw Edge”

  1. Bung alfare meng-galau :v

  2. Ngomong-ngomong soal galau menggalau, saya (sangat) merekomendasi anda untuk membaca manga Oyasumi Punpun dan jangan lupa reviewnya 😀

  3. hxhxhx..XD.. g~a~l~a~u….
    g pa-pa tu kalo dibiarinn…,
    ulasin manganya Shioko Mizuki dong.., yang cyber believer…, >o<, lucu sualnya
    -ga usah galau- ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: