Silver Spoon

Kalian tahu, sesudah Fullmetal Alchemist berakhir, sang pengarang, Arakawa Hiromu, memulai seri baru di majalah Weekly Shonen Sunday terbitan Shogakukan? Berbeda dari Hagaren yang setiap babnya dulu terbit bulanan, seri kali ini adalah sebuah seri mingguan. Penerbit karya beliau pun berbeda, dan tema cerita manga baru ini berbeda drastis dari karya-karya sebelumnya beliau yang aku tahu (termasuk karya-karyanya yang berjenis one-shot).

Silver Spoon, atau Gin no Saji  (‘sendok perak’), adalah drama komedi slice-of-life yang berlatar di sebuah SMK pertanian di wilayah pedesaan Hokkaido. Tokoh utamanya, Hachiken Yugo, ceritanya adalah murid kelas satu baru di sana yang datang dari kota besar. Dia anak yang sangat cerdas dan baik, cuma sayang masih belum memiliki impian ataupun cita-cita. Karena itu, Hachiken agak syok saat mendapati betapa semua orang di lingkungan barunya ini sudah memiliki harapan dan rencana tentang apa-apa yang mau mereka lakukan di masa depan.

Manga ini, singkat kata, berkisah tentang kehidupan baru Hachiken di SMK berasrama ini, di mana mata-mata pelajaran yang ‘biasa’ secara wajib diselingi dengan kegiatan-kegiatan pelatihan cara bertani dan berternak. Sebuah ‘dunia beda’ di mana para siswa biasa yang luar biasa payah dalam matematika dengan gampangnya bisa berbicara soal hasil eksperimentasi bibit hibrida yang bagi Hachiken merupakan omongan level kuliahan. Manga ini dengan ‘tulus’ menggambarkan nuansa agraria yang Hokkaido miliki (yang juga sekaligus menjadi tempat Arakawa-sensei tinggal), sehingga manga ini sekaligus menjadi sebuah bacaan yang benar-benar informatif dengan memperlihatkan sisi kehidupan pertanian yang setauku lumayan jarang diangkat oleh media.

Tokoh-tokohnya, bahkan yang paling aneh sekalipun (seperti para anggota Klub Holstein…), terkesan seperti tokoh-tokoh ‘keseharian banget’ yang bisa kamu temui dalam kehidupan nyata. Yah, oke, mungkin agak dilebihkan dikit-dikit. Tapi yang ingin kusampaikan adalah bahwa ini benar-benar sebuah seri yang sangat membumi–suatu hal yang udah lama banget enggak kulihat dalam sebuah manga shonen.

Kalau aku ngomong gini doang, memang masih belum kelihatan manga ini istimewanya di mana. Tapi sekali lagi, Arakawa-sensei-lah yang membuat manga ini, dan di tangan beliau, premis sederhana kayak gini entah gimana bisa tergarap secara gila. Singkat penjelasan, ini sebuah manga slice-of-life yang bahkan bisa menarik bagi orang-orang yang bukan penyuka genre ini (tak seperti komik-komik Adachi Mitsuru).Tahu gimana di Hagaren Arakawa-sensei dengan sempat-sempatnya melontarkan lelucon ‘kan? Lewat manga ini, Arakawa-sensei bisa melakukan hal tersebut sepuasnya. Tapi bukan aspek komedinya saja yang membuat manga ini menarik. Aspek… ‘dunia baru’-nya itu loh! Mungkin karena itu jilid tankoubon pertama dari manga ini, yang belum lama ini dijual, bisa sampai laku begitu keras di Jepang. (beberapa waktu lalu aku membaca beritanya di ANN)

Beberapa tokoh lain yang sepertinya memainkan peran sentral adalah Mikage Aki, gadis ramah pecinta kuda yang dengan segera ditaksir Hachiken, dan Komaba Ichiro, cowok yang masih sempat-sempatnya jadi pecinta bisbol bahkan sesudah semua kerja fisik di sekolah. Tapi soal lebih lanjutnya, lebih baik kalian periksa saja sendiri.

Cih, andai saja orang-orang bisa lebih banyak menarik inspirasi dari membaca manga-manga kayak gini!

Iklan

About this entry