Umineko no Naku Koro ni (VN5)

Melanjutkan bahasan tentang VN Umineko no Naku Koro ni yang tengah kumainkan…

Episode kedua berlanjut dengan adu argumentasi antara Battler dan Beatrice. Battler yang masih belum sepenuhnya memahami ‘aturan permainan’ mengalami kesulitan dalam menghadapi kelicikan sang penyihir. Dirinya dengan susah payah mencoba menjelaskan bagaimana orangtua para sepupu bisa terbunuh secara sekaligus di chapel, bagaimana mereka bisa sampai ditinggalkan dalam sebuah ruangan yang terkunci, lalu bagaimana semua itu berakibat pada kecurigaan terhadap para pelayan, serta bagaimana sisa pembunuhan bisa dilakukan sesudah adanya jasad-jasad yang hilang, yang menciptakan ilusi bahwa ada seseorang yang telah memalsukan kematiannya sendiri.

Dihadapkan pada trik alibi yang Beatrice gunakan, Battler nantinya memahami bahwa tujuan utamanya bukanlah menemukan sang pelaku, melainkan menunjukkan bahwa pembunuhan-pembunuhan yang terjadi bisa dilakukan tanpa menggunakan sihir. Pemahaman barunya inilah yang menjadi awal perkembangannya menjadi lawan yang sepadan bagi Beatrice.

Tapi meski telah berusaha keras, episode kedua tetap berakhir dengan kekalahan telak bagi Battler. Pintu ke Negeri Emas terbuka. Harapan Kinzo tercapai. Tapi seperti halnya Genji, Kinzo pun hanya berakhir sebagai korban persembahan di mata Beatrice. Battler tunduk sebagai budak peliharaan sang penyihir. Tapi pada saat mendengar teriakan penuh derita dari Rosa dan Maria—dua orang terakhir yang masih tersisa—Battler dengan tegar bangkit kembali dan menantang Beatrice sekali lagi. Dengan demikian, melenyapkan sihir yang telah tercipta, dan membuat segala ritual harus diulang kembali dari awal.

The Seven Sisters of Purgatory

Episode kedua sebenarnya dibuka dengan beberapa pembeberan baru melalui kilas balik sejumlah kejadian yang terjadi lama sebelum hari pertemuan keluarga. Awal mula jalinan cinta diam-diam antara Shannon dan George diungkap. Awal hubungan buruk antara masing-masing anak Kinzo diangkat ke permukaan. Kenyataan bahwa Shannon, Kanon, serta Genji bukan ‘manusia’ juga diindikasikan. Lalu melalui mata Shannon dan Kanon, Beatrice diperlihatkan selama ini telah lama berdiam di Rokkenjima, meski bukan dalam wujud kasat mata.

Kita juga mengetahui bahwa sihir di dunia Umineko bergantung pada kekuatan keyakinan. Ada sesuatu yang disebut ‘toksin anti-sihir’ yang terkandung dalam diri tiap manusia dengan kadar berbeda-beda, yang menentukan keberhasilan dari setiap tindakan sihir. Dalam keluarga Ushiromiya, toksin ini terkandung dengan kuat dalam diri Battler oleh Kinzo—menjadikan mereka teramat sulit mempelajari sihir, tetapi pada waktu yang sama melindungi mereka dari pengaruh-pengaruh sihir dari luar. Toksin inilah yang menjadi alasan mengapa dalam keadaan ‘normal’ sihir seakan tidak pernah ada, dan sihir hanya dapat muncul dalam lingkungan orang tertentu yang mempercayai keberadaannya.

Titik penting dalam episode ini mungkin adalah dipecahkannya cermin yang tersimpan di kuil kecil tepi karang Rokkenjima oleh Shannon, beberapa waktu sebelum ia dan George bahkan berhubungan. Cermin yang dikatakan ajaib ini diduga berhubungan dengan segel yang mengunci kekuatan Beatrice. Shannon melakukan ini sebagai bentuk pembayarannya atas bantuan Beatrice dalam membantu hubungannya dengan George.

Kemunculan Beatrice dalam wujud ragawi di Rokkenjima mematahkan salah satu ‘senjata potensial’ Battler yaitu keberadaan Beatrice yang tak bisa dipastikan. Dengan hadirnya Beatrice di papan permainan, Battler tidak bisa menggunakan alasan bahwa semua yang terjadi hanyalah permainan yang diskenariokan oleh kakeknya belaka.

Di episode ini, kita secara resmi diperkenalkan juga terhadap Seven Stakes of Purgatory, senjata-senjata pasak yang merupakan ‘perabotan’ ciptaan Beatrice yang dibuat khusus untuk keperluan ritual ini. Ketujuhnya berbentuk pasak-pasak logam yang hidup dan dapat meluncur sendiri di udara ke arah sasaran mereka dengan kecepatan tinggi. Mereka dengan ganas akan memburu sasaran-sasaran mereka dan menancapkan diri di bagian tubuh korban sesuai ketentuan ‘senja’ yang sedang berlaku. Mereka-lah wujud sebenarnya dari senjata pasak misterius yang membingungkan Battler pada permainan pertama. Bila sedang tak berwujud pasak, mereka mengambil sosok tujuh bersaudari muda berseragam merah dengan rok sangat pendek yang memiliki kepribadian masing-masing. Ketujuhnya dinamai sesuai nama suatu ‘setan’ (duh, aku enggak enak nulis ini) dan masing-masing dari mereka mewakili salah satu dari tujuh ‘dosa besar.’

Konsep pasak ini mulanya membuatku agak gimanaa gitu. Kenapa sih misteri pembunuhannya enggak pake senjata-senjata biasa aja? Tapi aku mulai memahami maksud Ryukishi07 seiring dengan berlangsungnya cerita.

Terlepas dari semuanya, episode kedua ini kembali berakhir secara menggantung dan memunculkan lebih banyak pertanyaan. Battler ingin menyangkal sang penyihir, tetapi pada waktu yang sama tak ingin membiarkan salah satu anggota keluarganya dituduh sebagai pelaku. Kontradiksi inilah yang kemudian menjadi penyebab kekalahannya.

Omong-omong, belakangan aku sadar. VN Umineko ini agak susah kuulas karena ada begitu banyak detil yang bermain di dalam ceritanya. Di samping itu, karena ada begitu banyak tokoh di dalamnya dan ada berbagai sudut pandang yang diambil dalam satu episode, tak ada fokus khusus yang bisa ‘mengikat.’ Sehingga yang tersisa hanya aspek misteri dan teka-tekinya saja yang bisa diandalkan untuk memikat pembaca, yang sebenarnya belum tentu juga bisa mencerna semua cerita ini.

Tapi, yah, aku tetap akan menulis tentangnya kok. Hanya tinggal dua episode lagi yang perlu kuulas sebelum bisa mulai mempelajari Umineko Chiru.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: