Tokyo Ban 2010 (news)*

Belakangan kehebohan soal sebuah aturan baru yang diajukan dan disetujui DPR (?) di Tokyo tentang pengumbaran aspek-aspek seks dan kekerasan dalam anime dan manga sedang marak. Aturan baru ini mendapat protes banyak pihak, dan berujung pada pemboikotan banyak pihak terhadap Tokyo Anime Fair yang akan dilangsungkan tahun depan.  Soal detilnya aku belum tahu banyak. Tapi intinya sih, katanya ini upaya pembatasan terhadap aspek-aspek kekerasan dan fanservice, dan segala media yang mengandung elemen-elemen itu nantinya secara jelas harus dicantumkan label ‘dewasa.’

Sebatas ini, apa yang terjadi masih bisa dimengerti sih. Cuma kayaknya ada sejumlah kalangan yang salah mengartikan cakupan situasi ini, sehingga timbul banyak simpang-siur soal apa yang terjadi.

Dari apa yang kudengar sih, intinya begini.

  1. Aturan baru itu ingin membatasi pengumbaran seks dan kekerasan terhadap generasi muda, cuma penataan kalimat yang terkandung di dalamnya ‘ambigu’ dan tidak dijelaskan batasannya.
  2. Akibatnya, ada kesimpangsiuran mengenai apa yang ‘boleh’ dan apa yang ‘enggak’.
  3. Karena keenggakjelasan ini, ada pembatasan ruang gerak kreatifitas karena ketidakpastian batasan sejauh apa tema seks dan kekerasan boleh diangkat.
  4. Manga cowok mungkin takkan terlalu terkena masalah. Tapi manga buat cewek (shoujo) dan wanita (josei) akan terkena dampak cukup besar.
  5. Akan ada masalah pembedaan antara seri-seri yang hanya ‘menyinggung’ soal itu dengan seri-seri yang emang soal itu.

Hal-hal lain yang katanya dipermasalahkan meliputi:

  • Luas cakupan aturan. Meski hanya ditetapkan di wilayah Toyko, mengingat sebagian besar penerbit berdomisili di sana, bisa jadi dampaknya akan berskala nasional.
  • Rentang waktu cakupan aturan. Apakah ini akan berlaku juga buat judul-judul lama atau terbitan ulangnya. (ada seri-seri lama yang agak menjurus, macam Harenchi Gakuen yang sebenarnya tak separah itu.)

Yah. Sejauh yang kutangkap kesimpulannya gini deh. Ini bukan berarti bahwa seluruh anime dan manga akan dihapus. Ini hanya semacam masa transisi sampai suatu titik temu dari semua perdebatan akhirnya akan ditemukan.

Sejujurnya, aku sendiri tak terlalu mempermasalahkannya sih.

Mungkin aku akan memposting lagi sesudah aku memahami info lebih banyak.

EDIT

Sedikit tambahan sesudah penggalian lagi. Aku tak ingat awal persisnya gimana, tapi aku mulai membaca sejumlah artikel secara serius dan mendapati ada sejumlah hal yang beneran menarik. Aku agak susah menjelaskannya sih. Tapi intinya begini.

Tokyo Youth Ordinance, atau Bill 156 (PP I56) yang aku sebutkan di atas, mempermasalahkan soal perlindungan generasi muda dan pembatasan peredaran materi-materi ‘dewasa.’ Beberapa hal menarik yang patut diketahui tentangnya meliputi:

  • Sudah dipermasalahkan semenjak Maret lalu.
  • Dipicu oleh mudahnya mendapatkan materi-materi bernuansa dewasa di Tokyo (sekalipun secara teknis materi-materi tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai pornografi).
  • Sempat gagal sekali, namun sejumlah revisi dilakukan, dan jadilah PP 156 ini yang diloloskan ini. Ada sejumlah implikasi ‘mengancam’ yang sebelumnya tak disadari sesudah perbaikan-perbaikan ini. Tetapi tak ada lagi yang bisa dilakukan berkenaan kesadaran tersebut, mengingat protes telah dilakukan dan dipatuhi sekali.
  • Ada kepelikan politik di dalamnya. Pihak legislatif yang menyetujui PP ini sebenarnya bergerak lebih karena dorongan-dorongan politik. (ini enggak aneh sih)
  • Dampak dari pembuatan PP ini cukup terlambat diketahui oleh pihak-pihak yang terkait.
  • Penggunaan kata-kata bermakna ambigu yang memiliki cakupan arti terlalu luas (seperti ‘tokoh-tokoh muda yang tak ada’ (fiksi) dan ‘situasi seksual’).
  • Pihak-pihak yang menentang PP ini juga berbeda pendapat mengenai situasi saat ini.

Informasi lebih lanjut bisa ditemukan dalam bahasa Inggris di situs ANN.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: