The Longing of Shiina Ryo

Belum lama ini, ada sesuatu yang aneh muncul di situs Baka-Tsuki. Judulnya The Longing of Shiina Ryo (‘kerinduan Shiina Ryo’).

Ini ceritanya adalah sebuah… uh, light novel, yang dibuat oleh seorang hobbyist yang konon ditulis langsung dalam bahasa Inggris. Padahal kebetulan pengarang yang kusebutkan itu bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, jadi meski ada sedikt banyak kesalahan tata bahasa, kualitasnya cukup mengejutkan bila mempertimbangkan asal usul pengarangnya. Baka-Tsuki sebagai situs terjemahan LN independen terkenal hanya memutuskan untuk menghostingnya. Gambar ilustrasi dan sebagainya sejauh yang aku tahu juga sama sekali masih belum ada.

Aku mulai membacanya secara iseng dan langsung merasa… hei, ini lumayan juga! Gaya ceritanya memang bisa luar biasa bertele-tele sih, tapi justru salah satu daya tarik utama cerita ini terdapat di situ. Terdapat banyak sekali referensi terhadap berbagai seri anime, manga, dan game yang kurang begitu mainstream. Jadi pasti bakal ada pembaca yang kurang bisa mengerti leluconnya dan gagal tertawa (kalimat pembuka novel ini jelas-jelas merupakan plesetan dari kalimat paling pertama di seri Suzumiya Haruhi).

…Apaan ini?

Terlepas dari itu, novel ini berkisah tentang seorang cowok bernama Koukushin Shinzou alias Shin-tsu yang seumur hidupnya telah mengalami beragam kejadian aneh yang tak dapat dijelaskan dengan akal sehat. Mulai dari dikejar-kejar mafia tanpa alasan, diburu seekor tupai pembunuh, hingga tanpa sengaja memasuki alam dimensi paralel; semua hal itu pernah Shin-tsu alami.

Kejadian-kejadian aneh ini ia sebut dengan istilah ‘Mystery’ dan menjadi alasan mengapa hidupnya agak berantakan. Ia berulangkali mesti pindah rumah untuk mengganti lingkungan sosial karena orang-orang di sekelilingnya lambat laun akan memandang dirinya sebagai seseorang yang tak dapat dipahami. Tak ada seorangpun mempercayai kata-katanya, sekeras apapun ia bersikeras bahwa ia tak berbohong. Ia jadi hampir tak punya teman sebaya. Lalu sebagai akibat semua hal gila ini, ia tahu-tahu saja telah terlatih secara bawah sadar tentang keterampilan-keterampilan bertahan hidup. Bahkan entah semenjak kapan, ada suara aneh di dalam kepalanya yang kerap muncul untuk memberikan komentar-komentar sinis yang enggak penting (semula Shin-tsu kira ini merupakan monolog bawah sadarnya, tapi belakangan diindikasikan bukan…).

Karena tak ingin lebih menyusahkan ortunya lagi, Shinzou akhirnya memutuskan untuk pulang ke Jepang dan mencoba hidup mandiri (untung kedua ortunya pengusaha real estate). Di tempat tinggal barunya inilah ia kemudian bertemu muka dengan satu-satunya teman yang ia miliki, yang sebelumnya hanya dikenalnya lewat percakapan-percakapan di Internet. Satu-satunya orang yang tak membantah segala hal aneh yang pernah ia alami: seorang gadis remaja bernama Shiina Ryo.

Yah, sudah jelas bahwa cerita ini akan berkisah tentang pertemuan mereka. Di kotanya yang baru ini, Shinzou memang masih dilanda Mystery dan harus berjuang agar semua keanehan ini tak mengacaukan hubungannya dengan satu-satunya sahabatnya yang masih tersisa. Ia telah memutuskan untuk mengubah pendekatannya dan tak melarikan diri lagi dsb. Tapi apa yang menjadi inti cerita ini yang sesungguhnya benar-benar susah tertebak.

Selain pertemuannya dengan Ryo, Shinzou juga bertemu orang-orang baru di sekelilingnya yang sebenarnya tak sepenuhnya bisa dikatakan ‘normal.’ Mulai dari sahabat karib Ryo yang modis, Kouma Yon (ya, namanya…), yang terang-terangan bersikap memusuhinya; sampai ke ibu guru wali kelasnya sendiri (Reikoku-sensei) yang berubah sifatnya seratus delapan puluh derajat pada saat-saat ia berlaku sebagai walinya.

Argh, aku juga masih belum baca sampai tamat. Jadi mungkin aku akan menuliskan sesuatu lagi nanti.

Iklan

4 Komentar to “The Longing of Shiina Ryo”

  1. I’m glad you’re enjoying the story. Let me know when you finish reading it!

  2. Yes I am, and yes I am!

    It’s taking a long time, though. There are new characters and because of that, the relationships become more intricate. Despite having everything planned, de facto writing it is being really tough. I think you’re really going to like the girls in the second volume, anyway: let’s say they’re a bit more “extreme” than Ryo and Kouma.

    The theme of the next story is “bands and school festivals” and I might post the Prologue on BT soon. Thank you for posting about my story, God knows I could use some exposure.

    • I see. I’m somewhat a writer too, so I can kinda understand that. If I’m more proficient in English, perhaps I’ll be writing a light novel too. ^^ So far I’ve decided to start some success in my native language first, so yeah, I know how tough novel-writing could be (speaking from Nanowrimo experience).

      Err, I don’t know on what basis you’re assuming I’ll be liking the new girls. So far, I do like Kouma though. Anyway, IMHO, I think the surrealism in Kokushin’s story is both its greatest weakness and strongest charm. How much the reader enjoys your story will really depend on what kind of person he or she is, I guess. Still, I’ll be looking forward to volume 2. It’s refreshing to find a finished story in BT for once and a while.

      Keep in touch!

      (Wish you find someone kind enough to do some illustrations. >_< )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: