Katanagatari dan Bakemonogatari ONA: Tsubasa Cat

Mungkin semestinya aku membahas ini dari beberapa bulan lalu. Tapi tampaknya, pihak Kadokawa selaku penerbit bermaksud untuk menganimasikan seluruh karya penulis LN Nisio Isin.

Upaya pertama mereka dimulai tahun lalu dengan Bakemonogatari, kisah cinta aneh yang diselipi kasus-kasus janggal yang berkaitan dengan makhluk-makhluk halus, yang lumayan membuatku suka. Hingga kini anime Bakemonogatari masih berlanjut lewat perilisan episode-episode bab terakhirnya(?), Tsubasa Cat, secara berkala di Web.

Upaya kedua mereka yang dimulai pada awal tahun 2010 ini adalah Katanagatari, yang lumayan menuai hype karena satu, ini cerita samurai di tengah trend anime yang kayak begini; dua, ini ternyata bukan cerita samurai sebagaimana yang dibayangkan orang; dan tiga, karena draft skenario dan skema-skema rancangan awalnya sempat bocor(!) di Internet bahkan sebelum episode pertamanya keluar.

Buset, perkembangan parah macem apaan nih?

Eniwei, Bakemonogatari bab Tsubasa Cat mengisahkan kasus terkini yang harus dihadapi Araragi Koyomi saat gadis bintang kelas yang sering diandalkannya, Hanekawa Tsubasa, kembali kambuh masalah supernaturalnya akibat tekanan stres yang timbul dari permasalahan keluarganya. Sang siluman kucing kembali telah merasuki Tsubasa. Sementara di sisi lain, Oshino Meme, sang ahli tempat Koyomi seringkali meminta bantuan, telah menegaskan bahwa ia takkan selamanya berada di sisi Koyomi. Menyadari isyarat bahwa Oshino tak lama lagi mungkin akan pergi, Koyomi mulai berusaha untuk bisa menyelesaikan masalah-masalahnya sendiri yang nyata-nyata terjadi karena keberadaannya sebagai seorang semi-vampir.

Katanagatari sendiri mengisahkan petualangan pewaris ilmu pedang aliran Kyotouryuu (aliran ilmu pedang tanpa pedang) Yasuri Shichika bersama Togame, sang ahli siasat, dalam melacak dan menemukan 12 pedang keramat buatan Shichizaki Kiki yang konon bila dikumpulkan, pemilik kesemuanya akan bisa menguasai dunia (klise?). Artwork-nya khas dengan desain karakter yang menarik, seolah menandai bahwa seri ini memang lebih banyak berfokus ke dialog daripada aksi (yang menjadi alasan kekecewaan cukup banyak orang). Dialog di sini adalah dialog khas Nisio Isin yang penuh sarkasme dan inti-inti pembicaraan yang sebenarnya lumayan konyol. Ya, ada sentuhan humor ga jelas di sana-sini. Lalu dengan jalinan plot yang sebenarnya teramat sederhana, tak diragukan bahwa daya tarik anime ini sesungguhnya terdapat pada para karakternya sendiri. Jadi bagi mereka yang mencari anime samurai ‘murni’ yang berat dan rada berdarah-darah, kalian mencari di tempat yang benar-benar salah. Episode-episodenya berdurasi hampir satu jam dan keluar secara bulanan(!). Hingga saat tulisan ini dibuat, seri ini sudah mencapai episode ketiga.

Meski menurutku secara pribadi tak sebagus Bakemonogatari, sebagai penggemar Isin, Katanagatari lumayan bisa kusukai kok. Karakter-karakternya cukup menarik. Togame, sang utusan keshogunan, yang semestinya menaruh dendam pada Shichika sebagai putra pembunuh ayahnya, mungkin pula karena desakan keadaan, malah membujuk (…) Shichika untuk bekerja atas dasar cinta padanya, gara-gara semua orang lain yang telah diutus untuk mencari kedua belas pedang tersebut selalu saja berkhianat. Shichika yang selama ini hidup sederhana dan pas-pasan dan dipandang tak perlu punya pedang dipandang cocok untuk tugas ini karena dinilai tak mungkin terpikat pada keindahan pedang-pedang itu atau tergoda oleh peluang kekayaan yang bisa didapatkan seandainya dunia dikuasai.

Yah, satu-satunya hal yang membuatku rada heran sekarang ialah kapan adaptasi anime dari seri misteri Zaregoto keluar. Padahal bukankah itu cerita Isin yang novelnya pertama terbit?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: