Fenomena Pernikahan Nijicom

Ada banyak fenomena aneh terjadi di dunia ini. Tapi kalau mau bicara soal fenomena aneh dalam bidang yang kupahami dengan baik, maka sudah jelas adalah fenomena pernikahan dengan tokoh anime ato game yang terjadi di Jepang belum lama ini.

Sebelumnya, fenomena di mana suatu tokoh anime ato manga, yang nyata-nyata fiksi ato benda mati, diperlakukan bagaikan orang hidup yang beneran ada, sudah terjadi semenjak zaman 70an, saat tokoh Rikishii dari manga Ashita no Joe meninggal sesudah pertandingan terakhirnya melawan Joe (eh, beneran itu namanya? pokoknya tokoh hebat yang jadi saingan si tokoh utama). Dia sampai diberi upacara pemakaman dan orang-orang dari seluruh negeri sampai melayatinya segala. Tapi, dalam konteks ini, dia emang tokoh keren yang menyentuh hati banyak orang. Manga itu juga ternama banget waktu itu. Jadi bila sampai orang-orang merasa kehilangan, yah itu suatu reaksi yang manusiawi.

Tapi soal fenomena pernikahan dengan tokoh dua dimensi yang terjadi belakangan? Uh, sejujurnya aku enggak tau mesti ngomong apa.

Yang pertama kudengar: ada orang yang menikah dengan salah satu karakter dari game dating sim NDS, Love Plus.

Oke, untuk yang satu ini, sampai batas tertentu, kurasa aku masih bisa paham. Maksudku, Love Plus emang terkenal karena konon disebut-sebut sebagai satu-satunya dating sim yang akan membuat cowok enggan menikah. Gimana enggak? Sudah semua tokoh utamanya disuarakan, jalan ceritanya emang romantis, lalu pada jam-jam tertentu, sekalipun NDS-nya lagi dalam keadaan tertutup, para tokoh cewek itu dengan suara mereka yang merdu akan mengucapkan sesuatu kepada kita sebagai pemain secara otomatis.

OMG. Sebuah game yang mengerikan sekali bukan? Ironisnya, sesudah digembar-gemborkan sebagai game yang membuat cowok enggan menikah, justru ada salah seorang cowok yang pada akhirnya ‘menikah’ gara-gara game itu.

Yah, meski bukan dalam konteks yang bisa dicerna oleh akal sehat sih. Tapi dengan upacara dan tamu undangan dan sebagainya, tetap saja dia bisa disebut ‘menikah.’ Reaksiku hanya sebatas terperangah.

Tapi yang kedua yang kudengar, yang kali ini benar-benar membuatku sampai ternganga lebar, adalah berita tentang orang yang ‘menikah’ dengan bantal karakter Fate Testarossa.

OMG, tau kan kalo tokoh-tokoh anime yang moe atau seksi kerap kali dibentuk dalam bentuk bantal guling yang empuk, berukuran hampir nyata, dan bisa kita bawa ke balik selimut untuk dipeluk sembari tidur? Yah, kalau… ada orang yang bisa memiliki ikatan emosional sedemikian dalemnya dengan bantal guling itu karena seringnya dibawa ke tempat tidur, kurasa itu juga bisa kupahami (mungkin). Tapi ini FATE TESTAROSSA gitu loh! Karakter dari Mahou Shojo Lyrical Nanoha! Mahou Shojo! Masalahnya di sini bukan cuma karena dia nikah ama bantal! Tapi juga karena pernikahannya itu seharusnya enggak sah karena melanggar undang-undang perlindungan anak di bawah umur! DI BAWAH UMUR!!!

… … …

Tunggu bentar. Ngapain pula aku mempermasalahkan hal ini sih?!

Sudahlah. Terserah mereka mau gimana. Itu bukan urusanku. Yang penting bukan aku. Yang penting bukan aku. Yang penting bukan aku. Yang penting bukan aku. Yang penting bukan aku…

(Eh? Apa tadi? Bantalnya yang dari Strikers? Eh? Jadi emang engga melanggar hukum?)

Iklan

About this entry