Gundam Unicorn OVA 1: The Day of the Unicorn

Aku berkesempatan menonton episode pertama adaptasi animasi Gundam Unicorn beberapa waktu lalu. Kalau tanya soal pendapatku secara umum, kurasa aku bisa bilang kalau hasil akhirnya sehebat yang kubayangkan. Desain segala sesuatunya (mecha, latar, karakter, dsb.) teramat sangat detil dan bagus hingga mulutku sampai menganga. Animasinya top dan audionya singkat kata, enggak perlu dipertanyakan.

Hanya saja, kurasa karena ceritanya sendiri lebih ditargetkan bagi para penggemar berat Gundam era Universal Century (UC), para penonton yang lebih muda (yang lebih terbiasa menikmati seri-seri Gundam zaman sekarang seperti Gundam SEED dan Gundam 00), mungkin akan mendapati diri mereka kurang bisa menikmati dan memahami seri ini secara penuh. Untung saja ini jenis episode pertama yang takkan bosan ditonton sampai berulang-ulang.

The Lady and the Unicorn

Garis besar cerita episode berdurasi satu jam ini sama dengan apa yang dulu pernah kujelaskan. Seorang gadis remaja bernama Audrey Burne menyusup ke kapal pengangkut Garanceries yang sedang menuju koloni luar angkasa Industrial 7 demi menemui Cardeas Vist, kepala saat ini dari Vist Foundation, untuk membujuk yang bersangkutan mempertimbangkan kembali keputusannya menyerahkan Laplace’s Box ke kelompok sisa pembelot Neo Zeon yang disebut The Sleeves. Kapal Garanceries di atas memang dimiliki oleh kelompok pembelot ini, jadi hubungan sebenarnya yang Audrey miliki dengan awak-awak kapal tersebut bisa kau bayangkan sendiri.

Di Industrial 7, karena suatu kecelakaan, Audrey kemudian diselamatkan seorang remaja lelaki bernama Banagher Links. Begitu mengetahui bahwa Audrey dikejar-kejar orang-orang yang misterius, Banagher memutuskan untuk membantunya sampai ke tempat yang hendak dutuju. Tapi meski Audrey kemudian bisa menyampaikan maksudnya kepada Cardeas secara jelas, yang berkaitan dengan keberadaan dan cita-cita seorang pria bernama Full Frontal yang memimpin The Sleeves, keputusan Cardeas untuk menyerahkan penanganan kotak takkan ia ubah.

Sebagaimana yang kemudian Cardeas jelaskan kepada wakil pihak The Sleeves, kapten kapal Garanceries, Suberoa Zinnerman, yang akan diserahkan bukanlah kotaknya sendiri, melainkan kuncinya. Dengan demikian Cardeas nantinya bisa menilai apakah mereka, The Sleeves, memang pantas untuk memegang kotak yang isinya dapat mengubah seisi dunia itu atau tidak.

Namun negosiasi mereka terputus saat pasukan khusus Londo Bell dari Federasi Bumi mengendus keberadaan Garanceries. Pertempuran antar MS pun pecah di dalam koloni. Cardeas kemudian bertemu lagi dengan Banagher, yang sampai di tempat ia berada dengan mengikuti kepingan kenangan masa kecilnya dan nalurinya sebagai Newtype. Mempercayai tekad yang Banagher miliki, Cardeas kemudian membeberkan hubungan sebenarnya yang ada di antara mereka berdua dan mempercayakan ‘kunci’ yang dimilikinya tersebut kepadanya, MS RX-0 Unicorn Gundam.

Dengan air mata berderai akibat muncuatnya kembali kenangan masa lalu dan kematian massal yang terjadi di sekelilingnya, Banagher pun berangkat menggunakan Unicorn dalam upayanya melindungi Audrey.

Soal Karakter dan Realisme

Inti cerita untuk episode berdurasi satu jam ini memang cuma segitu saja. Tapi eksekusinya benar-benar luar biasa.

Sang penggagas cerita sekaligus penulis novel yang orisinil, Harutoshi Fukui, tahu persis bagaimana adegan-adegan pertempuran dalam dunia nyata terjadi. Jadi meski ada banyak unsur klise ala cerita-cerita super robot zaman dahulu (seperti gadis misterius yang menjadi awal segalanya, mecha yang didapatkan dari pengorbanan seorang anggota keluarga…), nuansanya fresh dan sangat jauh dari gambaran tipikal orang terhadap sebuah seri mecha.

Adegan-adegan pertempurannya digambarkan secara detil dan mencengangkan. Di satu sisi memukau karena kecanggihan teknologi yang dipergunakan. Sementara di sisi lain mencekam karena menggambarkan secara realistis bagaimana jadinya jika pertempuran seperti ini benar-benar terjadi.

Di samping cerita utamanya sendiri, seolah hendak mengingatkan penggemar lama yang sudah lama tak menonton, sepanjang episode disebutkan pula berbagai macam hal tentang sejarah Universal Century. Mulai dari masa Perang Satu Tahun yang sampai memakan korban separuh populasi manusia di Bumi dan di luar angkasa, Gryps Conflict yang menyusul kemudian, perang Neo Zeon yang pertama dan kedua, sampai ke teori tentang Newtype yang dahulu dicetuskan Zeon Daikum.

Buat mereka yang enggak tahu, kalo ngomongin Gundam seri UC, yang dimaksud dengan ‘Newtype’ adalah jenis-jenis manusia tertentu yang kesadaran, kepekaan, atau bahkan ‘jiwa’-nya telah memuai sebagai bentuk adaptasi mereka terhadap kehidupan di luar angkasa. Mereka dianugrahi kepekaan indrawi, naluri, sekaligus emosi yang jauh melebihi manusia kebanyakan, yang pada akhirnya membuat mereka seolah memiliki semacam indera keenam bila mengemudikan mobile suit.

Meski belum diklarifikasi secara jelas, bila menilai dari kepekaan perasaannya sepanjang episode ini sekaligus ketertarikan ajaib yang ia rasakan terhadap Audrey, sangat mungkin bahwa Banagher, seperti halnya para tokoh utama seri Gundam UC yang mendahuluinya, adalah seorang Newtype.

Berkenaan dengan kepribadiannya sendiri, agak susah bila harus menjabarkannya dalam beberapa kalimat… (selain dengan satu kata: Newtype). Kurasa gampangnya, dia tipe orang yang pendiam dan perenung. Tapi karena penggambaran ceritanya yang padat dan ringkas (tanpa menaruh fokus berlebihan terhadap hal-hal yang kurang perlu) dan karena ada Haro di sisinya, sejauh ini dia, beserta para tokoh yang lainnya, lumayan bisa kusukai.

Tokoh-tokoh lain yang belum kusebutkan sebelumnya meliputi Takuya Irei, sahabat Banagher yang tahu banyak tentang MS; Micott Bartsch, teman sekelas perempuan yang sepertinya sudah lama memendam rasa suka terhadap Banagher; Alberto Vist, anggota keluarga yang nampaknya mengkhianati maksud Cardeas; Riddhe Marcenas, pilot muda Londo Bell yang menolong Takuya dan Micott dan tampaknya akan memiliki suatu peranan ke depan, serta kapten kapal Nahel Argama (yang muncul kembali dalam seri ini sesudah kemunculan pertamanya di ZZ), Otto Midas (kalo ga salah) yang menurutku tak terlalu memiliki kesan seperti sebuah kapten…  dan, ah, Bright Noa yang legendaris itu juga sepertinya nanti akan tampil dalam seri ini, meski aku ga tau persisnya kapan. (Perlu dicatat bahwa Riddhe, Otto, dan Alberto baru sekedar ‘muncul’ doang di episode ini, belum berdialog, sementara Bright baru disebut-sebut saja.)

Satu hal tentang Gundam Unicorn yang membuatku salut terhadap Harutoshi Fukui-sensei adalah bagaimana ia memasukkan kembali realisme dan kemasuk-akalan dalam suatu seri Gundam. Aduh, gimana ngejelasinnya ya? Intinya, genrenya sudah sepenuhnya kembali ke genre real robot tanpa sedikitpun menyinggung apapun yang super. Tak ada gerakan-gerakan dewa ala Kira Yamato yang bikin aku muntah. Tak ada manuver-manuver Trans-Am. Adegan-adegan pertarungan melawan mecha prajuritpun, seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, digambarkan secara runut dengan sudut pandang kamera yang berubah-ubah cepat; tangan lawan tangan, tembakan ke tembakan, langkah per langkah, sama sekali tanpa terlihat sepele atau konyol, sehingga nuansa ketegangan yang nyata tetap terjaga.

MS Kshatriya yang dikemudikan Marida Cruz dengan jelas menjadi sorotan mecha utama dalam episode ini. Kesannya keren gitu saat melihat rentetan funnel-nya terlepas dan menjadi pelindung serbagunanya dari berbagai arah.

Ah ya. Soal presentasinya sendiri. Animasinya SUPER KEREN. Serius. Aku akan mengatakannya lagi. Perhatian yang para staf berikan pada detil benar-benar luar biasa. Dan yang kumaksud di sini bukan cuma detil latar dan teknis (yang bisa dijelaskan dengan detil-detil sci-fi), tapi juga detil sikap dan perubahan raut wajah para tokoh. Kita bahkan bisa menebak apa kira-kira yang berlangsung di dalam pikiran para tokoh hanya dengan melihat perubahan yang terjadi di wajah mereka. Bisa dibilang, Gundam Unicorn tidak hanya mengandalkan dialog untuk memajukan plot, melainkan juga secara optimal memanfaatkan keunggulan visual yang dimilikinya. Soal audio-nya sendiri, itu juga tak perlu dipertanyakan. Hilang sudah pengandalan berlebih terhadap lagu-lagu pop. Kebanyakan BGM-nya menggunakan irama-irama orkestra gitu, persis kayak di film-film layar lebar zaman dulu.

Meski amat terkesan, aku masih bisa bersabar menunggu kelanjutannya kok. Aku hanya berharap suatu saat bisa membaca novelnya dalam bahasa Inggris.

Wuah, September masih lama ya…

Penilaian (Sementara)

Konsep: S; Visual S: Audio: A; Eksekusi: A; Perkembangan: X; Kepuasan Akhir: A

Iklan

24 Komentar to “Gundam Unicorn OVA 1: The Day of the Unicorn”

  1. Unicorn bagus…
    Mungkin ini baru yang disebut seri gundam sejati.

  2. Gundam gundam UC memang paling keren!
    Ga da yg bisa nandingi,
    Kebanyakan anak2 sekarang lebih suka gundam seed, seed destiny yg memunculkan Kira Yamato dgn gaya bertarungnya yg dewa bgt.
    Ga masuk akal… ==

    • Yah, yang sempet mereka tonton kan emang itu…
      Lagian generasi emang udah berubah gitu…
      Thanks udah komen.

  3. @alfare : menurutmu dari semua gundam UC yg paling bagus yg mana?
    Tanya dkit g papa kn^^

    • heh? um, kalo saat ini ya Gundam Unicorn ^^. Tapi kalo nanyanya soal seri klasik, aku pribadi paling suka Zeta Gundam, meski tamatnya agak sedih dan ceritanya mungkin rada susah dimengerti. 08th MS Team juga termasuk salah satu yang lebih kusuka.

      Kalo nanya soal manga sih, mungkin Crossbone Gundam. ^^

  4. Wew.
    Kmu sepertinya ahli dlm gundam y…

  5. Chara designnya tetep Yoshikazu Yasuhiko, y!
    Pantesan…

  6. hore gundam versi UC muncul lagi
    udah muak nonton gundam seed dan gundam 00 ( ngga da bedanya dengan mazinga z atau getter robo)
    semoga bright noa jadi kapten kapal arghama lagi 😀

    • sebenernya gundam 00 kalo diperhatiin baik2 dan ditonton berulang2 enggak seburuk itu kok. tapi aku ngerti maksudmu.

  7. Iya, klasik bgt.. Aq sadar pas lihat mata dari chara-charanya dan model baju Audrey hampir mirip dgn Four Murasame

    tapi dlm hal Gundam aq masih junior…. ^^”

    aq mw nanya apakah Minava Lao Zabi itu adalah Audrey?

    • now that u mention it… iya juga ya? model bajunya emang mirip. tapi kalo kamu bisa merhatiin ampe sejauh itu dan bahkan tau Four itu siapa, wua, kau pasti bukan penonton biasa.

      iya, sebelumnya aku pernah menyebutkannya. enggak diragukan lagi kalo Audrey itu Mineva.

  8. Jadi bener! Audrey = Mineva!
    Jadi…

    Audrey anaknya Dozle Zabi =.=
    Hmmm.. gitu toh, thanks!

  9. ga terlalu juga

  10. Wew..
    Jd pngn punya MS sndri..

  11. Gundam Unicorn memang yg terbaik……
    its very cool…..
    Ga kayak GUNDAM SEED yg MS nya SOK dewa….
    haha

    • Yea. Buatku sejauh ini, ini emang berpotensi buat jadi yang terbaik.
      Aku belakangan denger ada beberapa komentar negatif soal karakternya sih. Tapi itu kayaknya lumayan sulit dihindarin nginget formatnya OVA.

  12. Hmm , ini seri gundam pertama yg bener bener bikin aku jatuh cinta pada timeline UC daripada timeline lain..hehe

    Sejujurnya , aku masih ga terlalu paham sama laplace box , maksudku kenapa benda itu sampai disebut sebut memiliki kekuatan yang mampu meruntuhkan federasi?

    • Hm? Kamu belum ngikutin ceritanya sampe tamat?

      Di episode terakhir pas isi kotaknya keungkap itu dijelasin kok. Ringkasnya sih, kotak itu jadi bukti konspirasi yang dilakukan Federasi, dan bukti itu bisa dipake buat ngejatuhin mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: