Gundam Unicorn (preview)

Salah satu hal yang paling dinantikan di dunia anime pada bulan Februari ini adalah adaptasi anime dari Kidou Senshi Gundam Unicorn, buah pena sang spesialis novel militer sci-fi, Harutoshi Fukui, berdasarkan seri orisinil ciptaan Yoshiyuki Tomino, yang dijadwalkan akan muncul OVA pertamanya secara internasional di awal bulan Maret. Novel Gundam Unicorn menggebrak kalangan penggemar Gundam beberapa tahun lalu dengan jalan ceritanya yang nge-pop namun pada saat bersamaan sangat back-to-basic. Desain mecha-mechanya yang keren (bahkan dari sudut pandangku, sebagai penggemar anime mecha)  juga cukup populer di kalangan penggemar plamo.

Sekedar info pendahulu karena aku juga belum tahu banyak tentang jalan ceritanya (novelnya yang dibuat dalam bahasa Jepang konon merupakan jenis karya yang beneran susah diterjemahin), Gundam Unicorn berlatar tiga tahun sesudah film layar lebar Char’s Counterattack di tahun UC 0096. Karena pertempuran-pertempuran yang masih segar dalam ingatan lebih terpusat pada wilayah-wilayah tertentu, dan Perang Satu Tahun yang monumental (kisah Kidou Senshi Gundam yang pertama) sudah lama sekali berlalu, ‘perang’ jadi terkesan seperti dongeng bagi sang tokoh utama, seorang remaja pelajar bernama Banagher Links.

Banagher yang tinggal, bersekolah, dan bekerja sambilan di koloni luar angkasa setengah jadi Industrial 7 secara kebetulan bertemu seorang gadis misterius bernama Audrey Burne yang nantinya akan mengubah jalan hidupnya. Audrey sebenarnya tak lain adalah Mineva Leo Zabi yang kini berusia remaja, keturunan terakhir keluarga Zabi yang pernah memimpin fraksi berpengaruh Zeon, yang menghilang secara misterius seusai pertempuran terakhir di Zeta Gundam. Alasan Audrey menyusup ke Industrial 7 berkenaan sesuatu yang disebut Laplace’s Box (‘kotak Laplace’).

Tak jelas Laplace’s Box ini persisnya apa. Hanya disebut-sebut saja bahwa apabila kotak ini dibuka, maka Federasi Bumi akan hancur. Yang jelas, dengan memanfaatkan kotak ini, Siam Vist telah berhasil menapaki tangga karir di pemerintahan, menjadi salah satu orang paling berpengaruh dalam Federasi, dan menjadi pendiri sekaligus pemimpin pertama dari Vist Foundation. Kini, hampir seabad sesudah kotak itu pertama ia temukan, karena suatu alasan, Siam yang kini sudah tua renta meski telah menjalani perawatan kriogenik bermaksud membuka kotak ini dan membeberkan isinya kepada dunia.

Pihak Federasi yang tak tinggal diam bermaksud melakukan negosiasi. Tapi mereka kemudian harus berhadapan dengan sisa fraksi Zeon yang secara diam-diam telah menjalin kontak dengan Siam: suatu organisasi rahasia yang disebut ‘The Sleeves’ yang memiliki ciri khas berupa bentuk lengan baju pada pergelangan tangan MS yang mereka gunakan. The Sleeves dipimpin oleh seorang pria bertopeng misterius yang disebut Full Frontal, yang anehnya memiliki pembawaan dan suara yang sama persis dengan mendiang Char Aznable, pilot elit Zeon karismatik yang diyakini lenyap tak berbekas bersama Amuro Ray di penghujung cerita CCA.

Banagher terseret ke dalam semua ini dan dipercaya memegang kendali atas Unicorn Gundam, MS titular yang berwarna putih murni, yang menyembunyikan wujud dan kemampuannya yang sebenarnya saat NT-D mode di dalamnya aktif (apa sebenarnya yang menjadi pemicu sistem mengerikan ini belum terjelaskan di awal kisah).

Banagher juga dalam petualangannya secara berulang kali harus berhadapan dengan Marida Cruz, yang masa lalunya yang teramat kelam menjadikannya salah satu pilot paling berbahaya yang dimiliki The Sleeves.

Aku tak tahu seberapa jauh ceritanya akan berkembang, tapi dari ulasan-ulasan tentangnya saja, Gundam Unicorn terdengar amat sangat menarik. Di samping Unicorn Gundam, daya tarik lain yang OVA ini miliki adalah bentuk animasi dari mecha-mecha canggih yang ditampilkan di novel, seperti Kshatriya milik Marida dengan keempat binder-nya, rangkaian funnel-nya, dan persenjataan lainnya yang berat; ReZEL yang menjadi upaya terkini Federasi dalam memproduksi massal Zeta Gundam; serta Delta Plus, pengembangan Hyaku Shiki, yang sayangnya untuk saat ini masih belum dimunculkan dalam cerita.

Yang pasti, bila menilai dari trailernya sejauh ini, Gundam Unicorn benar-benar terlihat luar biasa.

Iklan

2 Komentar to “Gundam Unicorn (preview)”

  1. Membaca ulasannya bikin aku merinding. Sayang, novelnya ga terbit di Indonesia~.~

  2. seumur- umur bru liat gundam unicorn

    sumpah keren

    meskipun gmbrnya klasik tp enak juga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: