Gundam SEED Destiny Astray

Melanjutkan pembahasan soal Astray, Gundam SEED Destiny Astray berlatar pada rentang waktu dua tahun antara seri TV Gundam SEED dan Gundam SEED Destiny. Disampaikan dalam format komik dan photonovel, seorang wartawan fotografer, Jess Rabble, dipekerjakan secara khusus oleh seorang pengusaha misterius bernama Matias Adukurf untuk melakukan liputan langsung terhadap sejumlah kejadian besar yang tengah berlangsung di dunia sesudah  perang pertama berakhir.

SCOOP

Pada awal kisah, Jess diutus untuk meliput soal keberadaan suatu senjata rahasia milik ZAFT yang membawanya pada pertemuan tak terduga dengan Lowe Guele. Lowe dan kawan-kawannya ternyata bermaksud menggunakan GENESIS Alpha, yang disangka sebagai senjata rahasia tersebut, untuk ‘mendorong’ kapal Re-HOME milik Junk Guild untuk sebuah perjalanan menuju ke Mars. Jess,  terinspirasi oleh kenekatan Lowe,  berbalik melindungi mereka dari kemunculan pasukan ZAFT yang hendak menghapus jejak GENESIS Alpha karena keberadaannya akan merugikan posisi PLANT dalam perundingan damai yang akan mendatang.

Sebagai bentuk permintaan maaf karena MS Jess terlanjur dirusak oleh Gai Murakumo, Lowe memberi Jess apa yang disebutnya sebagai Astray Out Frame, sebuah MS serbaguna yang ditemukan Lowe dalam keadaan tak tersusun di dalam GENESIS Alpha. Dengan menggunakan Out Frame dan dengan ditemani oleh 8, komputer kuantum berkecerdasan buatan yang Lowe titipkan padanya, Jess yang hanya ingin memotret perkembangan dunia melalui sudut pandang MS  kemudian memulai petualangan-petualangannya dalam mengerjakan misi-misi berbahaya dari Matias tanpa mengetahui makna sesungguhnya dari pekerjaan yang dilakukannya tersebut…

Banyak tokoh seperti biasa.

Lowe bersama rekannya, Kisato Yamabuki dan George Glenn (hologram) secara efektif absen dari cerita karena berada dalam perjalanan menuju Mars. Tapi Destiny Astray menghadirkan banyak tokoh baru yang tak kalah menarik dari tokoh-tokoh sebelumnya serta banyak sekali tokoh-tokoh lama yang kembali muncul.

Dipekerjakan untuk melindungi Jess dalam misi-misinya adalah seorang pria necis bernama Kaite Madigan, yang mengemudikan beragam MS sepanjang cerita-cerita Astray. Muncul sebagai karakter pendukung adalah wartawati PLANT Bernadette Leroux, yang kemunculannya di Amerika Selatan seolah menandai upaya propaganda ZAFT untuk meraih simpatisan di Bumi. Berkenaan dengan bab liputan perjuangan kemerdekaan Amerika Selatan, tokoh pahlawan perang Edward Harrelson alias Ed the Ripper, yang dengan mengemudikan Sword Calamity pernah menjadi lawan tanding Gai dalam pertempuran di Jachin Due, turut berperan aktif dalam cerita.

Ed berjuang untuk membebaskan negara asalnya dari cengkraman Aliansi. Karenanya ia harus berhadapan dengan tiga pilot elit: Jane ‘White Whale’ Houston, spesialis pertempuran bawah air pengguna MS Forbidden Blue yang merupakan mantan kekasihnya; Morgan ‘Moonlight Mad Dog’ Chevalier, si prajurit tua yang muncul kembali dengan suatu variasi Dagger dengan Gunbarrel pack, dan Rena ‘Sakura Burst’ Imelia yang konon memiliki kemampuan yang bahkan melebihi rata-rata Coordinator dan juga mengemudikan sebuah Sword Calamity. Perjuangannya yang diliput oleh Jess kemudian membawa dukungan dari berbagai pihak untuk Amerika Selatan:  Gai dan kawan-kawannya dari Serpent Tail beserta pasukan bala bantuan dari ZAFT. Di antara pasukan ZAFT diperkenalkan pula tokoh yang direncanakan muncul di seri TV, tapi akhirnya lebih banyak berperan di komik:  Shiho Hohenfuss yang berjulukan ‘Housenka,’ gadis yang menjadi pilot CGUE Deep Arms juga diperkenalkan sebagai salah satu bawahan Yzak Joule.

Beberapa tokoh pendukung lain  adalah ahli bela diri ateis Barry Ho, bekas pilot M1 Astray ORB untuk Kusanagi yang kebetulan sedang latihan(?) di Amerika Selatan; serta Yoon Sefan, bekas teknisi Morgenruete yang ‘terdampar’ di Bumi bersama orang-orang Junk Guild sesudah ‘ketinggalan pesawat’ dalam peperangan yang terakhir.

Pada bab-bab berikutnya, dalam bentuk novel,  diceritakan tentang berbagai konflik domestik yang berlangsung di berbagai wilayah. Baru menjelang akhir cerita saja kita dibawa ke awal cerita Gundam SEED Destiny dengan diperkenalkannya para test pilot MS yang dibajak Aliansi dalam insiden Armory One. Courtney Heironimus, yang juga sempat muncul dan memegang peranan penting di sebagai penguji ZAKU Trial Type bertenaga nuklir, diperkenalkan sebagai seseorang yang tampaknya mengetahui tentang masa lalu Out Frame. Bersama Courtney yang menguji Chaos, adalah kedua test pilot Riika Sheder, perempuan Coordinator penguji Gaia yang secara mengejutkan dilahirkan buta; serta Mare Strode, penguji Abyss dan musuh lama Jane Houston yang menyimpan kebencian mendalam terhadap Natural.

Cerita berkembang menjadi semakin keruh dan rumit seiring dengan insiden jatuhnya Junius Seven dua tahun kemudian. Upaya untuk menghancurkan pecahan-pecahan koloni tersebut berakhir dengan kekacauan saat Junk Guild dijebak suatu pihak tertentu dan malah dituduh terlibat dengan aksi terorisme ini. GENESIS Alpha terpaksa harus dihancurkan agar tidak disalahgunakan lagi, sementara Lowe yang baru kembali dari Mars menjadi sasaran buruan bersama para tokoh lain saat Red Frame miliknya dicuri seorang lelaki misterius.

Seorang gadis misterius lain bernama Setona Winters turut muncul di pertengahan cerita. Tapi perannya yang sesungguhnya baru akan dimainkan di cerita-cerita Astray yang berikutnya.

Semua tokoh baru maupun lama kemudian harus berhadapan seorang wanita misterius bernama Matisse Adukurf, yang ternyata merupakan dalang sesungguhnya di balik semua kekacauan yang terjadi seiring dengan jatuhnya Junius Seven…

The Mechs

Astray Out Frame  menarik perhatian sebagai MS serbaguna yang tak jelas diciptakan untuk apa (Yoon bahkan sampai menambahkan bak mandi dan kamar tinggal di bagian belakangnya). Baru belakangan terungkap bahwa MS misterius ciptaan ZAFT ini sebenarnya merupakan MS ‘cadangan’ yang dipergunakan untuk meneliti kemampuan Strike Gundam. Itulah alasan mengapa MS ini sanggup mempergunakan senjata-senjata Aliansi terutama pack-pack Striker di samping pack-pack persenjataan milik ZAFT(!!!). Meski demikian, sebagai milik pihak sipil, pada paruh awal cerita MS ini sengaja tidak dipersenjatai secara khusus. Perlengkapannya hanya meliputi perangkat reportase, kamuflase, dan piranti penjelajahan medan berat saja. Satu-satunya ‘senjata’ yang fixed dimiliki oleh Out Frame hanyalah sepasang beam sign yang terbukti memiliki peranan serbaguna selain untuk pertahanan diri.

MS yang menjadi hasil sesungguhnya dari penelitian ZAFT terhadap Strike adalah Testament, yang dikemudikan tak lain tak bukan oleh Ash Grey, yang rupanya bertahan hidup dan dicuci otak oleh Aliansi sesudah kejatuhan Regenerate Gundam di Astray R. Sebagai MS yang memiliki bentuk dan armamen yang mirip sekali dengan Strike, Testament yang entah bagaimana sampai jatuh ke tangan Aliansi ini dilengkapi dengan N-Jammer Canceller yang memungkinkannya memiliki tenaga nyaris tak terbatas. Testament juga memiliki Variable Phase Shift Armor yang sangat hemat tenaga, sistem stealth, serta yang paling mengerikan, penyebar virus mirage colloid yang dapat melumpuhkan komputer-komputer kuantum lawan-lawannya.

Out Frame yang rusak berat kemudian dirombak ulang oleh Lowe menjadi Astray Out Frame D, yang memiliki bentuk dan persenjataan nyaris serupa dengan Testament. Dikemudikan berdua oleh Kaite dan Jess, meski tidak memiliki VPS, Out Frame D yang memiliki rangka lebih ringan tampil sebagai lawan tanding yang sepadan bagi Testament.

Variasi ketiga MS yang dipergunakan para Extended di seri TV pertama juga diperkenalkan dalam manga ini. Sword Calamity, yang merupakan versi Calamity dengan pedang anti-ship ganda, cukup menarik perhatian. Variasi Raider dan Forbidden-nya pun ternyata cukup kusukai. Mungkin karena tak ditampilkan secara terlalu berlebihan. Tapi aku takkan bicara banyak soal jenis-jenis ini.

Beberapa MS lain yang menarik ialah Raysta, MS produksi massal untuk penggunaan sipil yang ternyata dikembangkan oleh Yoon Sefan. Tampil pula Dreadnought H milik Canard Pars yang dikembangkan oleh Lowe semenjak kematian Prayer (kini dilengkapi sepasang meriam laras panjang di bahu serta perisai sinar Amure Lumiere dari Hyperion–aku menyukainya karena banyak mengingatkanku akan bentuk V2 Gundam). Lalu ada Proto-Saviour, MS prototipe dari Saviour dan Abyss yang muncul sebagai lawan berbahaya di bawah kemudi Ille De Llorar, satu lagi bawahan Matisse, berkat tambahan penyebar virus mirage colloid serta kemampuannya untuk mengimplementasikan mesin nuklir Regenerate Gundam.

Out Frame

Destiny Astray itu… menarik. Kelihatan jelas kalo seri ini dibikin untuk menjual plamo variasi mecha sih. Tapi dari segi cerita, secara argumentatif seri ini jauh lebih menarik dari ketiga seri Astray yang sebelumnya. Seperti biasa, emang perlu membiasakan diri dulu dengan artwork dan nuansanya sih. Tapi Destiny Astray emang relatif seru kok. Perkembangan hubungan antara Jess dan Kaite juga lumayan menarik untuk disimak.

Pembaca  baru mungkin akan agak disusahkan oleh kerumitannya  (apalagi yang ga tau apa-apa soal Gundam SEED), tapi para penggemar berat Astray dan plamo MSV akan mendapat kenikmatan baca tersendiri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: