Mobile Suit Gundam SEED

Ada seseorang yang memintaku mengulas ini.

Kidou Senshi Gundam SEED (Sunrise, 2002an) dibuat dengan maksud untuk menjadi titik balik seri Gundam yang agak meredup ketenarannya bagi generasi muda di awal abad 21. Upaya kebangkitan ini terbukti sukses lewat kombinasi cerita yang mengadaptasi cerita Gundam 0079 yang orisinil, soundtrack dari penyanyi yang lagi nge-hit, desain mecha yang mencolok, sekaligus desain karakter yang berpenampilan menarik.

Kelanjutan insiden Bloody Valentine

Dikisahkan bahwa di masa depan, di zaman Cosmic Era, secara genetis umat manusia terbagi menjadi dua kelompok, yakni Natural (mereka yang gen-nya berkembang secara alami) dan Coordinator (mereka yang gen-nya dimodifikasi secara buatan). Sebagian besar Coordinator dikisahkan tinggal di koloni-koloni luar angkasa yang secara keseluruhan dikenal dengan sebutan PLANT.

Lalu karena suatu sebab, pecah perang di antara keduanya. Perang ini dipicu oleh serangan nuklir ke koloni luar angkasa Junius Seven oleh OMNI, Aliansi Bumi, tepat pada hari Valentine. Organisasi ZAFT, pihak militer milik PLANT, kemudian membalas dengan menjatuhkan modul-modul N-Jammer yang mencegah berlangsungnya reaksi fisi nuklir, sehingga menyebabkan terjadinya krisis energi berkepanjangan di muka bumi. Tindakan ini kemudian diikuti pula dengan dikirimkannya senjata terbaru berupa mecha-mecha yang disebut mobile suit (MS), yang belum ada tandingannya di pihak Aliansi.

Kira Yamato, seorang Coordinator generasi pertama sekaligus seorang pelajar yang tinggal di koloni luar angkasa Heliopolis milik negara Orb, bertemu kembali dengan sahabat lamanya, Athrun Zala, ketika Heliopolis yang seharusnya berada dalam posisi netral tiba-tiba diserang saja oleh pasukan ZAFT. Ternyata serangan ini dilakukan karena pihak Heliopolis diam-diam telah mengembangkan seri MS generasi baru yang diharapkan akan menjadi dasar bagi perkembangan MS pihak bumi. Athrun yang merupakan bagian dari pasukan ZAFT, beserta kawan-kawannya, mendapat tugas untuk membajak kelima MS baru yang sedang dikembangkan ini dan membawanya ke pihak ZAFT.

Singkat cerita, empat dari lima MS tersebut berhasil dicuri. Tapi MS yang terakhir, Strike Gundam, karena bermacam keadaan, akhirnya jatuh ke tangan Kira Yamato. Kira dengan mengemudikan Strike akhirnya bergabung bersama awak kapal Archangel dengan harapan dapat melindungi teman-temannya yang turut serta dalam pelarian mereka ke bumi. Pada saat yang sama, ia juga harus menghadapi dilema karena terpaksan berhadapan dengan sahabat karibnya di medan perang…

Setelah melalui perjalanan panjang, kapal Archangel yang dengan susah payah sampai ke markas pihak Aliansi di Alaska mengetahui bahwa pihak Aliansi sebenarnya telah dimotori oleh organisasi Blue Cosmos, sekelompok orang radikal yang bermaksud melakukan pembantaian massal terhadap semua Coordinator yang masih ada. Di sisi lain, ZAFT yang dipimpin oleh Patrick Zala, ayah Athrun, ternyata telah mencapai resolusi serupa untuk menghabisi semua Natural yang hidup di muka bumi, dengan keyakinan bahwa pihak Coordinator, sebagai wujud evolusi lebih lanjut manusia-lah, yang lebih berhak menguasai alam semesta. Kira dan kawan-kawan akhirnya hengkang dari Aliansi dan bergabung bersama sekiutu-sekutu mereka di luar angkasa demi menghentikan pembunuhan massal yang akan terjadi di antara keduanya.

Namun Raww Le Creuset, lelaki misterius bertopeng yang menjadi atasan Athrun, menjadi penghalang utama Kira saat dia mengungkapkan siapa dirinya yang sebenarnya…

Untuk apa kamu berjuang?!

Meski bisa dipahami adanya nuansa tragis, salah satu unsur yang mengganggu di SEED bagiku adalah melodramanya yang berkepanjangan (meski mungkin di sisi lain unsur ini pulalah yang membuatnya banyak menarik perhatian). Perkembangan karakternya buatku  agak bertele-tele dan tidak realistis. Segalanya sesudah dilihat lebih dekat terasa… agak dangkal dan tak bermakna. Lalu semuanya terkesan agak di-’berat’-kan di bagian akhir. Kalau mau diungkapkan secara singkat, meski tak bisa dibilang jelek, pada saat yang sama Gundam SEED juga tak bisa dibilang bagus.

Meski demikian, dengan mengecualikan satu-dua perkembangan klise, secara keseluruhan aku cukup suka idenya. Agak sayang juga mengingat eksekusinya sebetulnya bisa lebih bagus. Adegan-adegan pertempurannya terutama. Dengan beragamnya MS yang ada dan teramat banyaknya pihak yang bermain, segala sesuatunya bisa dibuat lebih menegangkan dan mendebarkan. Tapi harapan kita untuk hal itu seringkali tak kesampaian.

Sebenarnya, tak banyak yang bisa didapat dari menonton ini (suatu hal yang lumayan mengecewakan bila kamu suka seri-seri Gundam klasik). Tapi tak bisa disangkal kalau seri ini memang sedap dipandang mata.  Terlihat jelas bahwa pihak Sunrise menjalankan proyek ini dengan ambisius. Ini benar-benar contoh anime yang bagus kalau cuma sekedar mau cuci mata. Tapi enggak terlalu bagus kalau kamu pengen nyari sesuatu yang agak bermakna.

Penilaian

Konsep: B. Eksekusi: C. Visual: A+. Audio: A. Perkembangan: B. Desain: A-.

Kepuasan Akhir: B

Iklan

2 Trackbacks to “Mobile Suit Gundam SEED”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: