Gundam SEED Destiny

Melanjutkan ulasan yang terdahulu…

Kidou Senshi Gundam SEED Destiny (Sunrise, 2004an) merupakan sekuel langsung dari Kidou Senshi Gundam SEED yang dipandang sukses kurang lebih setahun sebelumnya. Layak dicatat bahwa ini pertama kalinya ada seri Gundam AU mendapat sekuel berupa seri TV lagi.

Kejadian Serupa di Pihak Berlawanan

Dikisahkan bahwa dua tahun sesudah akhir seri terdahulu, Cagalli Yura Atha, putri sekaligus kepala negara Orb dan juga saudari kembar dari Kira Yamato, melakukan kunjungan diplomatis ke Armory One, PLANT, untuk membahas tentang keberadaan sejumlah tenaga kerja dari negaranya yang bekerja di bidang pengembangan teknologi militer di sana. Ia dikawal tak lain tak bukan oleh Athrun Zala, yang menyamar dengan menggunakan nama Alex Dino.

Namun naas karena pada hari yang sama, persis ketika kapal baru Minerva milik ZAFT akan diresmikan, pasukan khusus Phantom Pain dari pihak Aliansi Bumi tiba-tiba menyerang dan membajak ketiga MS baru yang ternyata memang sudah ZAFT kembangkan. Terjebak di tengah pertempuran yang berlangsung, Cagalli dan Athrun bertemu dengan Shinn Asuka, seorang pilot ZAFT asal Orb yang memiliki masa lalu tragis. Shinn kemudian mengemudikan MS baru Impulse Gundam—yang selamat dari pencurian karena keberadaannya yang dirahasiakan—dalam upaya merebut kembali ketiga Gundam yang dicuri. Cagalli dan Athrun karena keadaan yang mendesak akhirnya terbawa serta bersama awak kapal Minerva yang berupaya mengejar ketiga Gundam yang tengah dilarikan.

Pengejaran mereka berlangsung singkat sebab sekelompok Coordinator garis keras rupanya telah menggerakkan apa yang tersisa dari koloni luar angkasa Junius Seven ke arah bumi. Pertempuran dengan Phantom Pain kembali berlangsung di Junius Seven, namun tragedi jatuhnya Junius Seven ke permukaan bumi yang terjadi sesudahnya kemudian menjadi pemicu dimulainya perang antara ZAFT dan Aliansi lagi…

Dicemaskan oleh prospek terjadinya perang berkepanjangan, Athrun kemudian menerima tawaran pemimpin PLANT, Gilbert Durindal, untuk bergabung kembali bersama ZAFT. Bersama Shinn dan lainnya, Athrun yang menjadi bagian dari keperwiraan dengan wewenang khusus FAITH bergerak bersama awak kapal Minerva untuk melawan dominasi Aliansi Bumi.

Di sisi lain, Cagalli yang semakin kehilangan posisinya dalam pemerintah tak bisa berbuat apa-apa mengenai bergabungnya Orb ke pihak Aliansi. Ia akhirnya dilarikan oleh Kira dan awak kapal Archangel yang selamat untuk sekaligus meloloskan diri dari pihak misterius yang tengah mengincar nyawa mereka.

Pihak Archangel bersama sekutu-sekutunya sekali lagi berupaya menjadi pihak ketiga yang ingin menghentikan konflik antara Aliansi dan PLANT. Namun keadaan mereka terdesak karena sejak awal mereka telah dipandang sebagai musuh oleh kedua belah pihak tersebut.

Serangkaian tragedi yang terjadi kemudian mengiringi terungkapnya keberadaan Logos, suatu masyarakat rahasia yang diam-diam telah menguasai dunia sejak dulu, dan selama ini menjadi pendukung utama dari organisasi anti-Coordinator radikal Blue Cosmos. Pemimpinnya adalah seorang lelaki bernama Lord Djibril yang menggantikan Murata Azrael sebagai pemimpin Blue Cosmos. Pihak Aliansi mulai rapuh dari dalam saat kerusuhan massal terjadi di seluruh penjuru dunia. Perburuan sengit berlangsung terhadap Lord Djibril yang kini diakui sebagai penjahat perang.

Namun, sejumlah indikasi mencurigakan membuat Athrun mulai mempertanyakan kepentingan sesungguhnya yang PLANT miliki di dalam peperangan ini. Di sisi lain, Shinn yang semakin tertekan oleh musibah-musibah yang ia alami—terutama kematian Stella Loussier, pilot Phantom Pain yang ia cintai—akhirnya menyatakan kesetiaan penuhnya terhadap Gilbert Durindal.

Konflik terakhir pun pecah saat Durindal akhirnya mengungkapkan pada dunia apa sesungguhnya yang hendak ia capai dengan mengakhiri perang, beserta dua senjata pemusnah massal yang kini jatuh ke tangannya dan akan digunakannya untuk mencapai maksudnya, REQUIEM dan Neo GENESIS.

Mencoba Sukses Kembali

Menggunakan resep yang sama seperti pendahulunya, GSD sepertinya cukup menarik perhatian banyak pemirsa pada masanya. Tapi meski memiliki konsep yang lebih matang dan mengetengahkan alur perpolitikan yang lebih rumit, GSD menurutku malah berakhir menjadi salah satu seri paling berantakan yang pernah aku lihat.

Melodrama yang menjadi ciri khas dari seri sebelumnya masih kental di sini. Tapi dosisnya semakin bertambah hingga sampai ke tingkat yang di luar nalar. Sebagai akibatnya, motif dan perkembangan masing-masing karakternya menjadi sulit untuk dipahami. Sementara di sisi lain, tempo cerita terus melambat dan akhirnya malah jadi bertele-tele. Baru menjelang akhir seri saja segala aspek tentang cerita akhirnya dikebut, membuat tamatnya terkesan ‘maksa’.

Konon ini ada hubungannya dengan kejadian sakitnya si penulis skenario utama untuk waktu yang berkepanjangan… (kasus terkenal yang bener-bener enggak enak diungkap) dan banyak penggemar akhirnya protes tentang ancurnya cerita di seri ini.

Di samping itu, sebagai anime mecha, adegan-adegan mecha-nya menurutku justru enggak seru. Memang mecha-nya berlimpah ruah, warna-warni, dan bermacam jenisnya. Tapi justru hal itulah yang membuat ketiadaan suatu fokus di dalamnya. Sehingga yang hadir malah suatu kesan hambar yang entah mengapa mengiringi perkembangan ceritanya yang sebenarnya enggak beranjak ke mana-mana.

Sisi positif yang seri ini miliki mungkin terdapat pada diperkenalkannya sejumlah karakter baru, seperti Durindal dan Lunamaria Hawke, yang notabene menarik perhatian para fans. Serta kemunculan kembali (?) Mwu La Flaga sesudah kematiannya di Gundam SEED. Intinya, GSD menawarkan hal-hal yang hampir sama persis dengan Gundam SEED tawarkan dulu, namun tanpa konflik antara dua sahabat Kira dan Athrun yang dulu membuatnya menarik serta alur logika cerita yang dulu membuatnya begitu berpotensi.

Sekali lagi, seri ini menarik bila kalau cuma sekedar buat cuci mata. Bila kau memang memaksa buat menontonnya, aku lebih merekomendasiin versi special edition-nya yang sudah dipadatkan dan diperingkas. Versi TV-nya benar-benar terlalu bertele-tele.

Penilaian

Konsep: A. Eksekusi: D. Visual: A+. Audio: A. Perkembangan: C. Desain: C.

Kepuasan Akhir: D

Iklan

2 Komentar to “Gundam SEED Destiny”

  1. Benar…sangat very mengecewakan!

    • Sebenernya, belum lama ini aku nyoba nonton versi Special Editionnya. Di luar dugaan, hasilnya jauh lebih baik. Seenggaknya, aksinya kali ini ada koreografinya. Yah, aku belum nonton semuanya sih. Kalo udah akan kubikin tulisannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: